BIOGRAFI
a book about inspirational people in our lives
X MIPA 2
kata
pengantar
Buku biografi ini adalah hasil akhir dari proyek akhir
semester siswa-siwi kelas 10 MIPA 2. Sebuah buku yang
lahir dari kisah pengalaman nyata para tokoh inspiratif
ketika menjalankan usahanya dan harus beradaptasi dengan
situasi pandemi.
Tema desain dari buku yang kami rancang adalah Y2K
atau yang berhubungan dengan hal-hal 'jadul' yang dikemas
secara kekinian. Filosofi yang terkandung adalah bagaimana
kami mau menginspirasi anak-anak muda zaman sekarang
untuk melihat usaha dan kesuksesan bukan sebagai hal yang
membosankan, melainkan hal yang mendambakan dan
menyenangkan.
Segala puji syukur bagi Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas izinnya kami bisa menyelesaikan tugas akhir ini
dengan hasil yang memuaskan.
Proses pengerjaan buku ini dari nol bukanlah pekerjaan
satu orang saja. Untuk itu, kami mau berterimakasih kepada
seluruh pihak yang terlibat dalam pembuatan buku ini
sampai tuntas. Terima kasih saya ucapkan kepada Yang
Terhormat Bapak & Ibu Guru Pemberi Tugas, yakni Bapak
Victor, Ibu Join, Ibu Debbie, dan Ibu Lia.
BIOGRAFI
a book about inspirational people in our lives
X MIPA 2
kata
pengantar
Teruntuk teman-teman yang tergabung dalam tim
editor, baik Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, Andrea
Putri Wijaya, Hanzel Clement Alpeso, Maxi Xaviola, Milka
Graciel Budiman, Maria Jocelynn Aryanto, Hannah Fideline
Suhendra, dan Jason Christian Taruna. Serta kepada teman-
teman yang telah bersedia meluangkan waktu tidurnya
dengan tergabung ke dalam tim desain, Rosalie Devina
Valentine, Fergie Ourjaya Lin, Regina Laurencia, Graciel
Angelitha Haryono, dan Conan. Tak lupa saya juga ingin
berterimakasih atas partisipasi dan keterlibatan penuh dari
seluruh anggota kelas 10 MIPA 2 yang telah mengerjakan
tugas dengan sangat baik, sehingga buku ini dapat
terwujudkan bentuknya.
Terakhir tapi tak kalah penting, saya ingin
berterimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak, Ibu, serta
Kakak yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk
diwawancarai dan membagikan kisah yang begitu
menginspirasi bagi kami. Berkat Tuhan selalu menyertai.
Akhir kata untuk para pembaca, selamat membaca
kisah- kisah perjuangan para tokoh inspiratif yang telah
kami kemas dalam buku ini. Kiranya, setiap kata dan
kalimat yang terkandung berkenan dan dapat menjadi
semangat bagi kita semua dalam menggapai mimpi kita
masing-masing. Salam 10 MIPA 2, Solid Solid Solid!
Grace Natasha,
Ketua Buku Biografi 10 MIPA 2
HALAMAN Daftar Isi
1-7 Petrus Aliman Ramli
8-14 Ing Ing
15-24 Timotius Simbolon
25-34 Sellyana Susanto
35-42 Iwan Setiawan
43-50 Ika Eunike
51-59 Johnny Ongkowijoyo
60-67 Vivi Dwiwati
68-77 Krishna Harischandra
BIOGRAFI a book about inspirational people in our lives X MIPA 2
1
Oleh : Henoch Putra W., Graciel Angelitha H., Regina Laurencia
Petrus Aliman Ramli seorang lelaki yang tidak
pernah menyerah dalam segala pencobaan. Ia lahir
di Kota Khatulistiwa pada 10 November 1967 dari
pasangan Gene Ramli dan Marjam Ramli. Lelaki asal
Pontianak ini hidup bersama kedua orang tuanya
dan kelima saudaranya. Ia merupakan anak kedua
dari enam bersaudara. Sejak kecil, ia memiliki
seorang nenek yang selalu mengajarkannya untuk
menjadi orang Kristen yang taat dan setia kepada
Tuhan.
Dikarenakan didikan nenek beserta orang tuanya
yang selalu mengajarkannya untuk menjadi orang
Kristen yang taat, setia, menanamkan karakter
jujur, mengasihi sesama, hidup akan Tuhan, serta
menjaga kekudusan kini membuahkan hasil. Saat ini
ia telah menjadi sosok yang selalu bersandar kepada
Tuhan dalam situasi apapun dan kini Petrus juga
menjadi seorang pengkhotbah di gerejanya.
Petrus menempuh jenjang pendidikan SD hingga
SMP di sekolah Bruder, Pontianak. Lalu melanjutkan
jenjang pendidikan SMA di sekolah Sugiyopranoto,
jurusan IPS. Sejak kecil, Petrus memiliki cita-cita
untuk berpendidikan hingga jenjang perkuliahan,
tetapi takdir berkata lain. Pada saat ia ingin masuk
ke jenjang perkuliahan ternyata kondisi keuangan
orang tuanya sedang tidak stabil. Oleh karena itu,
Petrus langsung bekerja setelah tamat SMA.
2
Ia bekerja di suatu perusahan kayu di Pontianak,
tetapi selang beberapa waktu bekerja ternyata
perusahaan tempat Petrus bekerja mengalami
gulung tikar dikarenakan sulitnya mencari kayu
yang harganya terjangkau sehingga sebagian
karyawan mengalami PHK massal. Setelah
mengalami PHK, Petrus mengalami keputusasaan di
dalam hidupnya. Sebagai tulang punggung keluarga
dia harus membanting tulang demi keluarganya
karena di masa itu cukup sulit. Dia pun selalu
menyempatkan dirinya berdoa serta mengandalkan
Tuhan untuk menemukan titik terang di hidupnya.
Seiring berjalannya waktu, Tuhan menuntunnya
untuk memasuki dunia bisnis di kota besar yaitu
Tangerang Selatan.
PETRUS A. RAMLI
3
Sebelum ia memutuskan untuk pindah dari
Pontianak ke Tangerang Selatan, ia merundingkan
terlebih dahulu bersama sang istri yang telah
menjadi pendamping hidupnya sejak 21 Desember
2001. Mereka merundingkan bagaimana kondisi di
sana dan ingin membuka bisnis apa. Awalnya ia dan
istri berencana untuk membuka restoran
dikarenakan istrinya yang bisa memasak, tetapi saat
sudah tiba di Tangerang Selatan ternyata kondisi
daerah rukonya kurang mendukung, sepi dan kurang
cocok untuk berdagang. Akhirnya Petrus dan istri
memutuskan untuk ke Gading Serpong dan ternyata
kondisi pasarnya cukup baik untuk berjualan di
pasar tersebut.
Lalu karena tidak jadi untuk membuka restoran
Petrus dan istri memutar otak bisnis apa yang harus
mereka jalani, sampai akhirnya mereka terpikirkan
untuk membuka toko sembako dikarenakan toko
sembako menjual berbagai kebutuhan hidup dari
kebutuhan pokok, bahan masakan, dan lain-lain
dengan pertimbangan setiap orang selalu
membutuhkan untuk memenuhi kehidupan sehari-
hari. Akhirnya pada 2014 ia resmi membuka toko
sembakonya dengan modal awal puluhan juta,
pelanggan masih sedikit, kondisi barang masih
sedikit tetapi kini toko sembakonya sudah
berkembang pesat hingga mampu mengeluarkan
modal sebesar seratus juta.
4
Saat masa pandemi Covid-19 kebanyakan bisnis
mengalami kerugian dan kebangkrutan, tetapi
kondisi bisnis toko sembako milik Petrus berbeda
dengan yang lainnya justru ia malah mengalami
kenaikan pesat dikarenakan banyak orang yang
membutuhkan persediaan bahan makanan di rumah,
karena pemerintah menerapkan PPKM yang
membuat orang-orang tidak diperkenankan untuk
keluar rumah. Di saat itulah Petrus mulai berpikir
mencari ide memesan secara online melalui
Whatsapp. Jadi, oleh karena itu para pembeli dapat
memesan bahan-bahan sembako ke Petrus melalui
Whatsapp yang akan di antar ke rumah pembeli. Di
saat itulah penjualan toko sembako Petrus naik
pesat, tetapi di balik itu semua ada perjuangan
Petrus yang tiada lelahnya dan semua itu karena
campur tangan Tuhan dan sekarang Petrus sudah
memiliki empat cabang toko.
Namun, di balik kesuksesannya, tentu
perjalanannya tidak selalu mulus. Kadang ia
mendapatkan cibiran dari orang-orang yang
memandangnya sebelah mata, tetapi Petrus tetap
menjalankan bisnisnya dengan bersandar kepada
Tuhan.
Selalu bersandar pada
Tuhan
5
Dari kisah Petrus kita dapat melihat bahwa ia
merupakan orang yang adaptif di saat masa pandemi
yang melanda, serta pantang menyerah dengan
keadaan finansial keluarga yang kurang baik.
Karakter sabar juga ada dalam dirinya dengan
perjalanan bisnis yang ia jalani, tidak lupa juga
untuk selalu bersyukur atas berkat yang diberikan
Tuhan, berani mencoba hal baru, pandai melihat
peluang di depan sehingga ia dapat bertahan di masa
yang sulit dan unggul dari pesaing.
6
7
8
Oleh : Grace Natasha, Conan, Kenneth Lemuel
Kita sering kali merasa malas ketika harus pergi
ke sekolah untuk belajar. Namun, hal ini tidak
berlaku bagi Ing Ing, seorang wanita berumur 47
tahun, yang sampai sekarang masih giat belajar dan
menimba ilmu di pendidikan S2. Ketekunannya ini
tak serta merta muncul dalam dirinya. Mari kita
simak perjalanan hidupnya yang membentuknya
menjadi pribadi yang disiplin seperti sekarang.
Ing Ing lahir pada 7 September 1975 di Pontianak
dari pasangan Lily Tjhai dan Heri Hoesen. Ia
merupakan anak ketiga dari lima bersaudara. Ia
datang dari keluarga yang berkecukupan. Bahkan,
krisis keuangan sempat melanda keluarga ini.
Namun, di tengah kesusahan yang mereka alami, Ing
Ing kecil menemukan teladan dari sikap ibunya,
Lily, yang rela berkorban demi anak-anaknya. Ia
menyatakan bahwa salah satu kejadian yang paling
berkesan dalam masa kecilnya adalah ketika Lily
rela tidak makan supaya suami dan kelima anaknya
bisa tetap makan. Sejak saat itu, ia berjanji untuk
belajar dan bekerja dengan giat supaya bisa
memberikan kehidupan yang lebih baik untuk orang
tuanya.
9
Pendidikan Ing Ing dimulai ketika ia memasuki
TK Budi Bahasa. Ia melanjutkan studinya di sana
sebelum akhirnya pindah ke SMA Bunda Mulia.
Sedari kecil, wanita pekerja keras ini memiliki
ketertarikan di bidang hukum. Bersama dengan
saudaranya, Ing Ing sering berperan sebagai hakim,
polisi, dan jaksa saat sedang bermain.
Bukan hanya dalam permainan, Ing Ing juga
mencetak prestasinya dalam bidang hukum ketika ia
memenangkan perlombaan peradilan semu tingkat
kota sebagai ‘Jaksa Terbaik’.
Wanita pecinta hukum ini mengaku bahwa
kejadian paling berkesan di hidupnya terjadi ketika
ia duduk di bangku SMA. Ing Ing mengalami
perubahan besar dalam dirinya saat mengikuti
retret yang membuatnya tersentuh dan terpanggil
untuk menjadi orang percaya. Meskipun sudah
beribadah di gereja dari kecil, Ing Ing baru benar-
benar percaya Yesus pada momen itu. Sejak
merasakan kehadiran Yesus dalam hidupnya, Ing Ing
tak pernah berhenti melibatkan Tuhan dalam setiap
langkah kehidupannya.
10
Menyadari bakatnya, Ing Ing memutuskan untuk
melanjutkan studinya di Universitas Trisakti dan
mengambil jurusan Hukum. Motivasinya untuk bisa
membantu kaum minoritas menyuarakan haknya
menjadi api bagi ibu tiga anak ini dalam belajar
dengan giat. Hal ini terbukti ketika wanita
berambut hitam legam ini berhasil lulus dengan
nilai yang memuaskan dalam waktu 3,5 tahun saja.
Setelah lulus, Ing Ing bekerja sebagai seorang
legal korporat di sebuah kantor. Ia mengaku merasa
cocok dengan pekerjaannya sebagai legal
dibandingkan sebagai hakim atau jaksa. Meski
bekerja sebagai karyawan kantoran, ia memiliki
prinsip untuk tetap memberi perhatian penuh
kepada keluarganya dan menjadi seorang ibu yang
berkontribusi dalam masa kecil anak-anaknya.
Pada 2018, wanita karier ini memutuskan untuk
melanjutkan studi S2 sebagai magister kenotariatan.
Ia ingin memiliki pekerjaan tetap setelah pensiun,
yaitu menjadi dosen hukum. Ia mengikuti kelas
setiap hari Jumat dan Sabtu serta mengambil
pelayanan setiap hari Minggu. Meskipun terlihat
sangat sibuk, Ing Ing tak pernah mengeluh. Ia
mengerjakan setiap tanggung jawabnya dengan
senyum yang selalu terukir di wajahnya. Ia seperti
seseorang yang tak kenal lelah.
11
Ing Ing dan suaminya memulai bisnis properti
pada 2014. Ia berkata,
Passive income itu sangat penting untuk
kelangsungan hidup, karena kita tak pernah
tahu apa yang bisa terjadi di masa depan.
Hidup bagaikan roda yang terus berputar.
Bisnisnya dimulai dengan pembelian apartemen
yang lama-lama berkembang menjadi pembelian
rumah di Sawangan, Vista, dan Melati Mas. Mereka
mendapatkan pendapatan dari uang sewa yang
dibayarkan orang-orang.
Pada 2017, kejadian tidak menyenangkan menimpa
bisnis wanita kelahiran 1975 ini. Ia terkena
penipuan dari pembelian salah satu aset sebesar 600
juta. Jumlah uang yang besar itu hangus dan
developer tidak mampu bertanggung jawab. Ini
sangat menguras tenaga dan emosi Ing Ing hingga ia
harus dirawat di rumah sakit selama beberapa hari.
Ketika berbaring di kasur rumah sakit, ia menyadari
bahwa ia tidak mendengarkan peringatan Tuhan
untuk tidak membeli aset ini. Hal ini menjadi titik
baliknya untuk kembali mengandalkan Tuhan dalam
setiap keputusan yang mau ia ambil. Ing Ing
menyadari kesombongannya telah membuatnya
mengabaikan perintah Tuhan.
12
Meskipun sempat
terjatuh, kini bisnisnya
telah berhasil bangkit.
Bahkan, ia mengikuti
program S2 dengan
jurusan Manajemen
Bisnis untuk mendukung
usahanya. Hal ini
menunjukkan
kecintaannya dan
dedikasinya dalam
berwirausaha. Ia juga
memiliki ayat favorit,
yaitu Lukas 16:10 yang
memotivasinya untuk
setia dalam perkara
kecil dan juga
melakukan segala Hal yang bisa kita
sesuatu untuk Tuhan teladani dari wanita
(Kolose 3:23). Dalam hebat ini adalah
kesehariannya, Ing Ing sikapnya yang pantang
merasakan pemeliharaan menyerah walaupun
Tuhan dan merasa kejadian buruk sempat
bahagia dengan membuatnya terpuruk.
kehidupannya sekarang. Selain itu, kita juga
patut mencontoh
kegigihan dan
ketekunannya dalam
bekerja.
13
14
15
Oleh : Maxi Xaviola, Axel Moreno, Samuel Reagan
Timotius Simbolon atau yang akrab disapa Timot
merupakan anak sulung dari dua bersaudara dan
merupakan anak kelahiran Jakarta pada tanggal 29
Juni 1994. Ia memiliki seorang adik perempuan yang
berselisih dua tahun. Ada banyak hal yang Timot
gemari dan sukai seperti jalan-jalan, traveling, dan
yang tak kalah unik yaitu scuba diving.
Pria ini memulai pendidikannya di Athalia.
Semenjak TK hingga SMA, Timot menempuh
pendidikan di Athalia. Timot merasa bahwa Athalia
merupakan rumah kedua baginya dan ia merupakan
alumni angkatan pertama di Athalia. Lalu
pendidikannya berlanjut di Universitas Trisakti dan
jurusan Akuntansi menjadi pilihannya. Ia kuliah di
sana pada Agustus 2014 dan lulus pada Mei 2018.
Selepas menyelesaikan jenjang sarjananya, ia
melanjutkan jenjang magister di Nelson
Marlborough Institute of Technology di Selandia
Baru, dengan jurusan Logistic and Supply Chain
Management.
TIMOTIUS SIMBOLON
16
Setelah menyelesaikan Strategi marketing yang
pendidikannya, anak dilakukan oleh Butuh
kelahiran Jakarta ini Piknik adalah dengan
memulai kariernya di suatu membangun relasi yang
perusahaan bernama baik dengan calon
“Butuh Piknik,” pada Juli pelanggan melalui
2019. Usaha yang ia jalani informasi-informasi lewat
merupakan business travel Instagram, serta dengan
atau bisnis perjalanan yang mendesain perjalanan
menargetkan customer dengan sesuatu yang
segments untuk kalangan sedang viral sehingga
menengah ke atas. Ia menjadi nilai lebih
beserta anggota lainnya tersendiri bagi calon
bertugas untuk menangani pelanggan. Latar belakang
pelanggan yang ingin Timot dalam menjalani
bepergian dengan usaha bisnis perjalanannya
menyuguhkan perjalanan dikarenakan hobinya yaitu
ke beberapa destinasi gemar jalan-jalan. Namun,
seperti Selandia Baru, Bali, usaha yang sempat
dan kota-kota seperti dijalaninya harus tertidur
Yogyakarta dan Dieng yang lelap sesaat karena
sedang dikembangkan. mengalami keterpurukan
Semua persiapan mulai dari mendalam akibat COVID-19.
keberangkatan disediakan Tak hanya bekerja dalam
dengan begitu saksama. bisnis perjalanan, pada
Rancangan makanan, Maret 2022 Timot juga
transportasi, fotografer, bekerja dalam suatu
penginapan, seluruhnya perusahaan bernama DHL
telah disiapkan dengan yang bergerak di bidang
begitu sempurna oleh logistik dan pengiriman
Butuh Piknik. secara multinasional.
17
Tentu di setiap waktu ia selalu memiliki waktu
hidup ini berjalan ada untuk berelasi dengan
kesulitan yang Tuhan atas seluruh kasih
menggores. Seolah-olah yang Tuhan limpahkan
angin mendorong untuk selama hidupnya. Ia sadar
menghentikan dan bahwa tanpa Tuhan ia
meredupkan asa kita. bukan apa-apa, dan
Sama halnya dengan yang pemeliharan dari-Nya
dialami Timot. Saat ia menjadi kunci jawaban
sudah memiliki pekerjaan dalam berbagai kesulitan
dan dapat hidup mandiri, hidup yang ia alami,
bukan berarti ia tidak terutama dalam bisnis
memiliki kesulitan yang perjalanannya yang
sering menghampiri. sempat hampir tak
Dalam kesulitan yang beroperasi dikarenakan
membendung ke langit, pandemi yang melanda
lelaki yang gemar sejak 2019. Ia bersyukur
traveling ini kerap kali karena bisnisnya dapat
merasa sulit dalam bertahan sampai sekarang
membagi waktu untuk oleh karena kemurahan-
keluarganya akibat Nya. Selain kesulitan
pekerjaan yang terus- untuk berelasi, anak
menerus menekan lulusan Universitas
dirinya. Seakan ada Trisakti ini juga sulit
dinding waktu yang menghadapi rasa malas
memisahkan Timot yang terus mengikat erat
dengan keluarganya. dirinya sendiri dalam
Menjaga relasi dengan bekerja.
Tuhan tentu tidak ia
lupakan,
18
Namun, apapun kesulitan dan
hambatan yang ia alami, ia tetap
tegar dan selalu melaju ke depan.
Ia mengatakan bahwa dalam
menjalani bisnisnya, ia harus
memiliki kegigihan dalam
menjalani usahanya walau sempat
terkendala oleh pandemi,
kegigihannya harus juga disertai
karakter disiplin seperti melawan
rasa malas, serta konsisten dan
terus berjuang dalam berbagai
rintangan. Itulah yang menjadi
kunci ia bertahan. Karakter-
karakter tersebutlah yang harus
dimiliki seorang wirausahawan
dalam menjalani usahanya.
Bagaimana caranya mengatur
waktu dengan pekerjaan yang
sangat banyak juga harus dimiliki
para wirausahawan.
Dalam perjalanan hidupnya,
Timot belajar bahwa karya Tuhan
dalam hidupnya merupakan
pedoman dalam perjalanan baik
karier maupun permasalahan
hidupnya, ia sadar kelemahan dan
kesulitan hidupnya telah
dilengkapi oleh penyertaan Tuhan.
19
Banyak hal yang dapat kami pelajari dari pria
kelahiran 1994 ini. Dalam berbagai rintangan yang
memberatkan bahu, jatuh bangun yang menyelimuti
setiap hari-harinya, ada cucuran keringat yang
membasahi jiwa. Ada suatu kekaguman kami akan
sikap seorang Timot. Ia menyampaikan bahwa dalam
usaha yang ia jalani, mendapatkan pelanggan dan
keuntungan sebanyak-banyaknya bukanlah tujuan
utama. Ia hanya berharap bahwa semoga
pelanggannya itu dapat terberkati oleh bisnis
perjalanannya, begitu pula sebaliknya. Timot ingin
agar pelanggan dan dirinya dapat saling terberkati.
Selain itu ia berpesan bagi kita terutama yang
sedang bergumul dengan masa depan kita. “Go big or
go home,” saat kita memiliki tekad, haruslah
dilakukan dengan penuh kesungguhan dan niat, jika
tidak maka tidak bergunalah usaha yang kita
lakukan.
:"Go big or go home." |Timotius S.|
1. saat mempunyai tekad, haruslah dilakukan
dengan penuh kesungguhan dan niat
20
By : Maxi Xaviola, Axel Moreno, Samuel Reagan
Timotius, or known as Timot, was born in Jakarta
June 29, 1994. He is the eldest child and he has a
younger sister. He started his education at Athalia.
From kindergarten to high school, Timot studied at
Athalia. Timot felt that Athalia was a second home
for him and he was the first batch of Athalia. Then
his education continued at Trisakti University and
Accounting was his choice major. He studied there
in August 2014 and graduated in May 2018. After
completing his bachelor's degree, he continued his
master's degree at the Nelson Marlborough Institute
of Technology in New Zealand, majoring in Logistics
and Supply Chain Management.
After finishing his education, he started his career
in a company called “Butuh Piknik.” He started to
work in July 2019. The business he works on is a
business trip organizer targeting the middle to
upper class customer segment. He and other
members are tasked with handling customers who
want to travel by providing trips to several
destinations such as New Zealand, Bali, and cities
such as Yogyakarta and Dieng which are being
developed. All preparations starting from departure
are done carefully. Food plans, transportation,
photographers, lodging, everything has been
prepared perfectly by Butuh Piknik.
21
The marketing strategy carried out by Butuh
Piknik is to build good relationships with potential
customers through information via Instagram, and
by designing trips with something that is currently
viral so that it becomes of added value to potential
customers.
Timot's background in running his travel business
is due to his hobby, which is traveling. However, his
business had experienced a deep downturn due to
the Covid-19 pandemic that had to be faced which
resulted in the business he was in having to fall into
a deep sleep for a moment. Not only working in the
travel business, but in March 2022, Timot also
worked for a company called DHL which is engaged
in multinational logistics and shipping.
Of course, every time life goes on there are
difficulties that scratch. It's the same as what
happened to Timot. When he already has a job and
can live independently, it doesn't mean he doesn't
have difficulties that often come his way. The man
who likes to travel often finds it difficult to divide
his time with his family due to work that keeps
pressing him, as if there was a wall of time
separating Timot from his family.
THE 22
LIFE OF
TIMOTIUS
But of course, he does TI MOTI US
not forget to maintain a
relationship with God, he
always has time to relate However, no matter
to God for all the love what difficulties and
that God has bestowed obstacles he experiences,
during his life. He he remains strong and
realizes that without God always moves forward.
he is nothing, and He said that in running
providence from Him is his business, he must
the key to the answer to have persistence in
the various difficulties carrying out his business
he experiences in life, even though he was
especially in his travel hampered by the
business which was pandemic.
barely operating due to His persistence must
the pandemic that has hit also be accompanied by
since 2019. He is grateful the character of
that his business has discipline such as
survived until now fighting laziness, being
because of His blessing. consistent, and
In addition to the continuing to struggle in
difficulty in making various obstacles. That's
relationships, this the key to his survival.
Trisakti University These characteristics
graduate also has must be owned by an
difficulty dealing with entrepreneur in running
the feeling of laziness his business. How to
that keeps him tightly manage time with a lot of
tied to work. work must also be owned
by entrepreneurs.
23
In his life's journey, Timot learned that God's
work in his life is a guide in the journey of both his
career and life's problems, and he is aware that his
weaknesses and difficulties in life have been
completed by God's inclusion.
We can learn many things from Timot. In the
various obstacles that burden the shoulders, the ups
and downs that envelop every day, there are tears
that wet the soul. We admire Timot's attitude. He
said that in the business he is running, getting as
many customers and profits as possible is not the
main goal. He only hopes that his customers will be
blessed by his travel business, and vice versa. Timot
wants his customers and himself to be blessed by
each other. In addition, he advised us, especially
those who are struggling with our future. “Go big or
go home,” when we have determination, it must be
done with full sincerity and intention, otherwise
the effort we put in is useless.
24
25
Oleh: Fergie Ourjaya, Rosalie Devina V., Matthew Budihardjo
29 Oktober 1983, lahirlah seorang anak perempuan.
Tangisannya menyapa bumi seakan memberi tanda
kepada keluarga yang telah menunggu
kehadirannya. Orang tuanya bersukacita tak henti-
hentinya memancarkan senyum di wajah. Bayi
perempuan cantik itu bernama Sellyana Susanto. Ia
merupakan anak pertama dari pasangan Susanto
Mulyono dan Thio Soen Hoa. Sellyana bertumbuh
menjadi orang yang pekerja keras, pantang
menyerah, kreatif, dan tangguh.
Selly memulai pendidikannya di TK sampai SD
PSKD (Perkumpulan Sekolah Kristen Djakarta)
Jakarta. Beranjak remaja, perempuan ini memilih
untuk melanjutkan pendidikannya di SMP Santo
Fransiskus, Jakarta. Saat itu, perekonomian
keluarganya bisa dibilang tergolong rendah. Kondisi
inilah yang justru membuat ia berambisi mencari
penghasilan sejak ia muda.
SSEELLLLYYAANNAA
26
Setelah lulus SMP, gadis multitalenta ini memilih
kembali sekolah di PSKD untuk pendidikannya di
SMK. Ia mengambil jurusan Akuntansi. Namun,
setelah lulus dari jenjang SMK, orang tuanya tidak
mampu membiayai pendidikan kuliah Selly.
Memiliki karakter yang tidak mudah menyerah, ia
mulai melamar pekerjaan di perusahaan perhiasan
Forever Jewellery selepas dari kelulusan itu. Setelah
bekerja beberapa tahun, Selly pun berhenti dari
pekerjaannya karena sedang hamil anak pertamanya.
14 April 2007, anak pertama wanita itu pun lahir
dan diberi nama Fergie Ourjaya Lin. Layaknya roda
yang berputar, kehidupan Selly saat itu berada
dibawah, karena ia tak lagi bekerja dan
berpenghasilan. Momen itulah yang membuat Selly
dan suaminya harus berjuang bersama untuk
mencukupi kebutuhan anaknya. Kebangkitan karier
wanita tangguh itu pun dimulai saat ia melamar
pekerjaan kembali di perusahaan alat keamanan
yang bernama PT Kurnia Safety. Diterima dengan
baik di lingkungan kantornya yang baru,
membuatnya menjadi mudah beradaptasi.
Setelah tujuh tahun bekerja, Selly menyepakati
pendapat suaminya untuk mengundurkan diri dari
pekerjaannya karena pada tanggal 25 Mei 2013,
lahirlah anak kembar dari wanita itu yang ia beri
nama Gwin Alexa Jaya dan Gwen Alexa Jaya.
Mengetahui kewajibannya bertambah tiga kali lipat,
ia pantang menyerah untuk membangun usaha
dengan sang suami, yaitu wallpaper dinding. Sebagai
seorang istri yang baik, Selly pun turut mendukung
serta membantu pekerjaan suaminya.
27
Tibalah saat titik terendah bagi sang ibu dari
ketiga anak itu. Tepat pada tanggal 14 Juli 2018,
Susanto Mulyono, ayah dari Selly, berpulang ke
rumah Tuhan. Sellyana pun merasa sangat terpukul
saat itu. Namun, dengan jiwa dan hati yang tegar, ia
berhasil bangkit kembali dan mengikhlaskan
kepergian sang ayah. Tak hanya sampai di situ
penderitaannya, usaha wallpaper yang telah ia
bangun bersama suaminya pun sempat mengalami
penurunan karena dilanda masa pandemi yang
mengguncang perekonomian seluruh dunia.
SUSeSlAlyNanTa O
- WANITA TANGGUH YANG TAK PERNAH MENGELUH -
sellyana_s
Bagai pohon rindang yang tidak goyah walau
diterpa angin yang kuat, Selly akhirnya bangkit
kembali di tengah kondisi perekonomian yang
menurun drastis demi ketiga anaknya itu. Memang
tidak semudah yang ia bayangkan. Namun, Selly
berserah kepada Tuhan sembari menguatkan
dirinya. Seakan mendapat mukjizat, setiap doa yang
dihantarkan Selly kepada-Nya saat itu dijawab
dengan berbagai ide bisnis yang dapat dijalankan ke
depannya.
28
Disinilah wanita tangguh itu mulai mengembangkan
kreativitasnya. Ia bekerja keras melalui usaha kue
yang ia rintis pada awal keterpurukan ekonomi
keluarganya, yaitu Kōun’na Cake. Ia mulai menjual
berbagai jenis kue, mulai dari bolu jadul dengan
beberapa varian rasa, kue soes, roti isi daging, kue
kering untuk hari raya, dan lainnya. Tak hanya itu,
ia juga menggunakan peluang yang ada untuk
menjual makanan berupa catering bagi siswa-siswi
di Sekolah Athalia. Kebahagiaan Selly atas
keberhasilannya dalam membangun usahanya itu
melambung tinggi ke angkasa.
29
Dari kisah inspiratif tokoh ini, kami belajar
banyak hal. Ia mampu melewati segala rintangan
dan masalah yang dialami dalam hidupnya, memiliki
motivasi dan prinsip sebagai seorang perempuan
yang tidak bergantung kepada orang lain. Ia juga
percaya, bahwa dibalik semua kegagalan dan cobaan
yang ia alami, pasti ada rencana Tuhan yang lebih
indah untuknya.
Kami juga belajar untuk tidak cepat menyerah
dalam naik-turunnya siklus kehidupan, karena
Tuhan selalu menyertai dan membantu kita setiap
waktu. Tidak hanya secara finansial, tetapi juga
secara moral. Kami juga menyadari bahwa Selly
mempunyai harapan untuk berjuang dalam
hidupnya. Dari harapan inilah muncul sebuah
perjuangan untuk mendapatkan solusi baru. Selly
bisa membuka usahanya lagi, yaitu usaha kue,
catering, dan wallpaper online bersama suaminya.
30
By: Fergie Ourjaya, Rosalie Devina V., Matthew Budihardjo
On October 29, 1983, a daughter
was born. Her tears greeted the
earth as if signaling the family who
had been waiting for her presence.
The overjoyed parents flashed their
smiles incessantly. The beautiful
baby girl was named Sellyana
Susanto. She is the first child of
Susanto Mulyono and Thio Soen Hoa.
Sellyana grew into a hard working,
persistent, creative, and tough
woman.
Selly experienced her education in
the PSKD Kindergarten and PSKD
Secondary School, Jakarta, which
stands for Djakarta Christian School
Association. As a teenager, this
woman chose to continue her
education at St. Franciscus Middle
School, Jakarta. At that time, her
family's financial situation was not
really good. This condition has made
her determined to work hard and
earn income since she was young.
31
After graduating from junior high school, this
multi talented girl chose to return to PSKD school
for her education in high school. She majored in
Accounting. However, after graduating from high
school, her parents were unable to pay for Selly's
college education. Having a character that doesn't
give up easily, she started applying for a job at a
jewelry company called Forever Jewelry. After
working for several years, Selly quit her job because
she was pregnant with her first child.
On April 14, 2007, the woman's first child was
born and named Fergie Ourjaya Lin. At that time,
Selly was unemployed and had no income. At that
moment, Selly and her husband strove to provide
their child's needs. Her career started to rise when
she applied for another job at a security equipment
company called PT Kurnia Safety. Selly was gladly
welcomed in her new workplace. That's what made
her easy to adapt. As a filial daughter, she also
didn’t forget to send some money to her parents.
After she spent seven years working at the
company, happy news came. Sellyana was pregnant
with twins. Finally, her husband advised her to stop
working and become a housewife. Feeling it was the
right decision, Selly resigned from her job.
32
On May 25, 2013, the twins were born. They were
named Gwin Alexa Jaya and Gwen Alexa Jaya.
Sellyana and her husband's responsibility to meet
the needs of their children has also increased. In the
midst of Selly's busy life as a housewife, she
remains unyielding to earn a living. Her husband's
wallpaper sales business is running smoothly. As a
good wife, Selly supports and helps her husband's
business.
Then came the lowest point in Sellyana’s life. On
July 14th, 2018, Susanto Mulyono, Selly's father,
passed away. Selly felt very devastated at that time.
However, with a strong heart and soul, she managed
to overcome those difficulties. Her struggle didn’t
end there. The wallpaper business that she and her
husband had built, had experienced a decline due to
the pandemic that shook the entire world's
economy.
Like a steady tree that doesn't easily fall even
when the wind blows hard, Selly finally got back up
in the midst of a drastic decline in the economy for
the sake of her children. Initially, it was not as easy
as she imagined, but Selly surrendered to God while
strengthening herself when she was feeling down.
As if having received miracles, every prayer that
Selly sent to God at that time, was answered with
various business ideas that she could run in the
future.
33
This is where she began to develop her creativity.
She worked hard through the cake business she
started at the beginning of her family's economic
downturn, which is Kōun'na Cake. She started
selling various types of cakes, starting from sponge
cakes with several flavors, soes cakes, meat-stuffed
buns, pastries for holidays, and many more. Not
only that, she also used the opportunity to sell food
in the form of catering for students at Athalia
School.
From the inspirational story of this character, we
can learn many things. She’s able to overcome all
obstacles and problems in her life, has motivation
and principles of an independent woman. She also
believes that behind all the failures and trials she
had experienced, there must be a more beautiful
plan from God for her.
We learn not to give up quickly in the cycle of
life, because God will always be with us and help us
all the time. Not only financially, but also morally.
We realized that Sellyana has hope to strive in her
life. From this hope, emerged a struggle to find a
new solution. Selly was able to open various
businesses, which was to sell cakes online, catering,
while also continuing the wallpaper business with
her husband.
34
35
V Oleh: Joshua Yudea, Marcel Hendy, Vincent Ronaldo
Kisah perjalanan hidup tentang Iwan Setiawan
yang lahir pada tanggal 1 Juli 1985 di Jambi,
Sumatra. Beliau menjual bakmi jambi karena dia
berasal dari Jambi, ia meneruskan usaha yang
dilakukan oleh kedua orang tuanya dari sejak 1985,
Iwan Setiawan merupakan anak kedua dari tiga
bersaudara. Pria berbadan tinggi ini menikah
dengan perempuan yang ia cintai bernama Marissa
Kimberly Lovenia. Ia sekarang sudah mempunyai
dua orang anak yang satu perempuan bernama Grace
Kimberly Lo dan anak keduanya yang berjenis
kelamin laki-laki bernama Pshone Setiawan Lo.
Beliau memulai pendidikannya dari jenjang Sekolah
Dasar hingga Menengah Atas yang berlokasikan di
Jambi. Akan tetapi, ia tidak melanjutkan
pendidikannya yaitu kuliah. Setelah menyelesaikan
masa SMA-nya, dia langsung mempunyai keinginan
untuk melanjutkan bisnis dari orang tuanya.
IW
N Setiawan
36
Iwan Setiawan memulai usahanya dengan
berjualan bakmi pada tahun 2005. Daripada menjadi
pengangguran, beliau lebih memilih untuk konsisten
dan tekun dalam berwirausaha sehingga
menghasilkan usaha hingga hari ini. Dengan
karakteristiknya yang tekun, usahanya tetap
terkenal sampai hari ini. Iwan memulai usahanya
dengan modal kurang lebih seratus juta rupiah. Pada
awal dari bisnis Iwan yang ia jalani, ia memulainya
dengan sangat lancar dan berjalan dengan baik.
Iwan mulai mengatur pemasaran produk dengan
bekerja sama dengan beberapa aplikasi seperti
aplikasi Go Food dan Grab Food. Dengan kerja keras
dan sifat pantang menyerah Iwan membuahkan
hasil, bakminya tenar dan Iwan dapat menjual
kurang lebih 50 mangkuk bakmi tiap harinya.
Iwan pernah mengalami masa-masa yang bisa
dibilang cukup sulit yaitu di saat pandemi. Usaha
Iwan terkena dampaknya yaitu omset yang menurun
cukup drastis dikarenakan ada aturan pemerintah
yang tidak memperbolehkan untuk makan di tempat.
Saat berada di masa-masa sulit, Bapak Iwan tidak
mudah menyerah dalam menghadapi suatu masalah.
Ia juga selalu berdoa kepada Tuhan untuk meminta
pertolongan agar dimudahkan jalannya dalam
menghadapi masalah.
37
Iwan selalu merasa bahwa Tuhan ada pada masa-
masa sulit untuk membantunya. Hal ini tidak
membuat pria beranak dua ini ragu kepada
pemeliharaan Allah melainkan membuat imannya
semakin teguh. Usaha Bapak Iwan kembali bangkit
dan kali ini, ia memulai bisnisnya dengan lebih baik
lagi. Bisa kita lihat, bagaimana susahnya perjuangan
Iwan di masa-masa sulit saat pandemi karena ia
masih berjuang dengan cara membuka tokonya
meskipun tidak ada pelanggan yang boleh makan di
toko atau harus membawa pulang.
Setelah melalui masa-masa pandemi ini, usaha
milik Iwan mulai berkembang. Pria berbadan kekar
ini memiliki motivasi bagi orang yang ingin memulai
usahanya, yaitu “Kita juga harus tetap semangat.
Jangan gampang menyerah dalam menghadapi
masalah”. Ia memiliki usaha bakmi yang ia namakan
Bakmi Ahiung. Kini, Bakmi Ahiung sudah memiliki 4
cabang di berbagai tempat, yaitu Gading Serpong,
Pasar 8, Cengkareng, dan Pinangsia. Dengan ini,
kesuksesan Bapak Iwan sudah sangat terlihat dan
bisa kita contoh kegigihannya.
38
Setelah melalui masa-
masa pandemi ini, usaha
milik Iwan mulai
berkembang. Pria
berbadan kekar ini
memiliki motivasi bagi
orang yang ingin Bahkan, food vlogger dari
memulai usahanya, yaitu Tiongkok yang bernama
“Kita juga harus tetap Jason Yeoh pernah mengulas
semangat. Jangan Bakmi Ahiung yang terletak
gampang menyerah di Pinangsia. Jason Yeoh
dalam menghadapi sangat menikmati dan
masalah”. Ia memiliki menyukai bakmi yang telah
usaha bakmi yang ia dikonsumsinya hingga ia
namakan Bakmi Ahiung. memberikan penilaian yang
Kini, Bakmi Ahiung sangat memuaskan, yaitu
sudah memiliki 4 cabang bintang 5, Penilaian yang
di berbagai tempat, diberikan ini merupakan
yaitu Gading Serpong, penilaian tertinggi yang
Pasar 8, Cengkareng, dan bisa diberikan saat
Pinangsia. Dengan ini, mengulas makanan. Dari
kesuksesan Bapak Iwan kisah Iwan kita belajar
sudah sangat terlihat dalam melakukan usaha
dan bisa kita contoh mungkin ada suatu kendala,
kegigihannya. tetapi kendala tersebut
bukan menjadi alasan untuk
menyerah, melainkan kita
harus tekun, terus berjuang,
dan mengandalkan Tuhan.
39
The StoryBy: Joshua Yudea, Marcel Hendy, Vincent Ronaldo
of IwanThis is a life journey story about Iwan Setiawan.
He was born on July 1st, 1985 on the island of
Sumatra in the city of Jambi. He sells Jambi noodles,
continuing the business that was established by his
parents in 1985. The restaurant is named Bakmi
Ahiung.
Iwan Setiawan is the 2nd child of 3 siblings. Iwan is
married to the woman he loves, named Marissa
Kimberly Lovenia. He now has 2 children, one
daughter named Grace Kimberly Lo and a son named
Pshone Setiawan Lo. He received his education from
the elementary school level to the senior high
school level in Jambi and did not continue his
education to college. After he finished his schooling,
he immediately had the desire to continue his
parents' work.
40
Iwan Setiawan started his career selling Jambi
noodles in 2005. He is consistent and diligent in
entrepreneurship so that he runs the business to
this day. Iwan started his business with a budget of
approximately 100 million rupiah. At the beginning
of Iwan's business, everything was smooth and well.
Iwan started managing product marketing by
working with several applications such as the
GoFood and Grabfood applications. With this he was
able to sell 50 plates of noodles in a day.
Iwan has been through difficult times, namely
during the pandemic, where Iwan's business was
badly affected. His turnover decreased quite
drastically because there were government
regulations that did not allow eating on the spot.
During these difficult times, Mr. Iwan did not give
up easily and he always prayed to God for help so
that his path would be eased and he could face the
trials. Iwan always feels that God will be there in
times like this to help him. Despite the
circumstances, it still did not make Iwan doubt
God's care. When the pandemic slowed down, Mr.
Iwan's business started to run smoothly again.
41
We can see how difficult it was during the
pandemic due to the regulations put in place by the
government. His business and personal income
began to grow again once it started to pass.
Bakmi Ahiung has many branches in various places,
such as Gading Serpong, Pasar 8, Cengkareng, and
Pinangsia. With this, Mr. Iwan has started to see his
success. Even a food vlogger from China named
Jason Yeoh reviewed Bakmi Ahiung in the city or
more specifically Pinangsia. Jason Yeoh really
enjoyed and also really liked the noodles he had
consumed so he gave a 5 star rating.
42
43
Oleh: Andrea Putri, Arthur Nicholas, Maria Jocelynn
Perjalanan hidup tentu memiliki banyak jatuh
bangunnya. Seperti yang kita ketahui lika-liku
hidup yang membentuk kita agar dapat menjadi
orang yang kuat menghadapi kehidupan yang keras
pada saat ini. Walau kehidupan tidak berjalan
mulus, tetapi berkat buah kesabaran, hal yang
dirasa tidak mungkin bisa diwujudkan menjadi
kenyataan. Itulah singkat kehidupan Ibu Ika Eunike.
Seorang ibu rumah tangga yang memiliki jiwa bisnis
yang sangat tinggi. Ibu Ika lahir di Aceh pada
tanggal 15 April 1975. Ibu Ika sudah menikah dan
memiliki tiga orang anak, yang terdiri dari satu
anak laki laki dan dua anak perempuan.
Wanita kelahiran 1975 ini menempuh masa
pendidikannya mulai dari SD, SMP, sampai SMA di
tanah kelahirannya, Aceh. Bermain kejar-kejaran
dan memanjat pohon merupakan hobinya sejak
kecil. Selain hobi yang sangat ekstrem itu, Ibu Ika
senang sekali memasak. Hobi yang dulu Ibu Ika
miliki tersalurkan sampai sekarang. Setelah Ibu Ika
selesai dalam masa pendidikannya, Ibu Ika sempat
bekerja di salah satu restoran untuk menyalurkan
hobi dan mendapatkan pemasukan.
44
Di tengah lika-liku menjalani kehidupan setiap
harinya, ada angin asmara yang mempertemukan Ibu
Ika dengan suaminya. Setelah lama menjalin
hubungan, mereka memutuskan untuk masuk ke
dalam jenjang pernikahan. Pernikahan mereka
dikaruniai tiga orang anak yang tampan dan cantik.
Awalnya Ibu dari tiga anak ini hanya berprofesi
sebagai ibu rumah tangga. Akan tetapi, dia memiliki
kegiatan sampingan yaitu berjualan makanan di
lingkungan pertemanan dan sekolah anaknya. Ibu
Ika menjual berbagai macam makanan dan minuman
setiap harinya.
Variasi makanan dan minuman yang dia jual
setiap harinya merupakan salah satu strategi bisnis
yang dia miliki supaya pembeli selalu penasaran
dengan makanan atau minuman apa yang dijual
setiap harinya. Berkat sifatnya yang baik hati,
sabar, dan seorang yang periang, Ibu Ika banyak
mendapat masukan positif dari orang-orang yang
berteman dan yang membeli makanan atau minuman
yang Ibu Ika jual.
IkEaunike
45
Melihat kondisi keluarga pada saat itu, memiliki
tiga orang anak, Ibu Ika memutuskan untuk memulai
bisnis katering. Ibu Ika berani mengambil
keputusan tersebut karena peluang yang didapatkan
sangatlah besar dan di samping itu dia merupakan
seorang yang berani untuk mencoba hal baru.
Menurut Ibu Ika, niatnya membuka bisnis katering
ini berjalan dengan sangat baik. Dia mengatakan
tidak ada halangan dalam merintis bisnis katering
tersebut. Kesulitan yang dia hadapi hanyalah
bangun pada waktu subuh untuk mempersiapkan
kateringnya. Selain itu, dia juga memiliki kesulitan
dalam mencari orang-orang untuk membantu dia
menyiapkan kateringnya baik memasak, mencuci
piring, menata makanan, dan lain sebagainya. Ibu
Ika bersyukur di tengah sulitnya mencari orang
yang dapat membantu dia dalam berbisnis, dia
selalu dibantu oleh suaminya yang senantiasa
menemani Ibu Ika dalam susah ataupun senang.
Sukses dengan bisnis katering dan berjualan
makanan atau minuman, sifatnya yang berani
mencoba hal baru membuat dia berani untuk
menjual kue seperti nastar, lapis legit, dan masih
banyak jenis kue lainnya.
Kesabarannya berbuah manis, wanita dengan
keterampilan memasak ini sudah memiliki
pelanggan katering kurang lebih 350 orang. Akan
tetapi, pada masa pandemi ini, Ibu Ika memutuskan
untuk berhenti dari bisnis kateringnya. Dia lebih
memilih untuk berjualan makanan, minuman, kue
kering atau basah, dan memasak makanan untuk
acara-acara tertentu.
46