KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN
MADRASAH ALIYAH WAHID HASYIM
KABUPATEN JEPARA
DOKUMEN I
NAMA : MA WAHID HASYIM
NSM
NPSN : 131233200032
STATUS AKREDITASI
TAHUN PELAJARAN : 20362929
ALAMAT
:B
: 2021/2022
: Jl. Kantor Pos 8 Bangsri Jepara –
[email protected] –
www.mawahasbangsri.sch.id
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM WAHID HASYIM BANGSRI
KABUPATEN JEPARA
MADRASAH ALIYAH WAHID HASYIM
REKOMENDASI PENGESAHAN
KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)
MADRASAH ALIYAH WAHID HASYIM
KABUPATEN JEPARA
LEMBAR VALIDASI
KTSP TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Setelah dilakukan validasi secara cermat dengan instrumen validasi yang telah
disesuaikan dengan regulasi yang berlaku, maka Rancangan KTSP:
Madrasah : MA Wahid Hasyim
NSM : 131233200032
NPSN : 20362929
Status Akreditasi :B
Alamat : Jl. Kantor Pos 8 Bangsri Jepara
Kecamatan : Bangsri
Kabupaten : Jepara
Tahun Pelajaran : 2021/2022
direkomendasikan untuk mendapat pengesahan sebagai pedoman penyelenggaraan
pendidikan pada madrasah tersebut pada Tahun Pelajaran 2021/2022 sesuai dengan
ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
Jepara, ….. Juli 2021
Pengawas,
Dra. Hj. Ida Nunung Puspawati, M.Si.
NIP. 196601071993032002
ii
PENGESAHAN
Nomor : 04/ MAWH/ 32/ VII/ 2021
Berdasarkan hasil telaah dan kajian Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Aliyah
Wahid Hasyim Kabupaten Jepara dengan memperhatikan pertimbangan dari Komite
Madrasah dan rekomendasi Pengwas Madrasah maka dengan ini Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Bangsri disahkan dan
dinyatakan berlaku pada Tahun Pelajaran 2021/2022, selanjutnya pada akhir tahun
pelajaran akan dievaluasi keterlaksanaan dan ketercapaiannya sebagai acuan
pengembangan kurikulum pada tahun pelajaran berikutnya.
Menyetujui, Ditetapkan di : Jepara
Ketua Komite Pada Tanggal : 10 Juli 2021
Kepala Madrasah
Drs. Abdul Wahib Achmad Shokhib, S.Si.
Mengetahui,
Semarang, ………………….
a.n. Kepala
Kepala Bidang Pendidikan Madrasah
.
NIP.
iii
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan segala puji bagi Allah SWT yang senantiasa memberikan
rahmatnya ke seluruh alam serta shalawat kepada Rasulullah Muhammad SAW yang
senantiasa diliputi kebaikan, Tim Pengembang Kurikulum Madrasah Aliyah Wahid
Hasyim Bangsri dapat menyelesaikan tugasnya menyusun dan/atau mengembangkan
Kurikulum Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Bangsri tahun pelajaran 2021/2022.
Kurikulum ini, dimaksudkan sebagai pedoman sekaligus acuan bagi tenaga
pendidik dan tenaga kependidikan di MA Wahid Hasyim Bangsri Jepara, dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai dengan hasil analisis konteks dan analisis
kondisi riil terhadap tenaga pendidik dan keadaan sarana-prasarana yang ada.
Kami menyadari bahwa dalam pengembangan kurikulum ini, masih jauh dari
kesempurnaan, namun demikian kami berusaha untuk menyampaikan kurikulum ini secara
realistis dan empiris, untuk dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Semoga senantiasa dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT, sehingga dapat
mencapai tujuan dan harapan. Amin.
Jepara, 13 Juli 2021
Kepala MA Wahid Hasyim Bangsri
Achmad Shokhib, S.Si.
iv
DAFTAR ISI
Halaman Sampul..................................................................................................................... i
Halaman Validasi Pengawas Madrasah................................................................................. ii
Halaman Penetapan dan Pengesahan....................................................................................iii
KATA PENGANTAR ......................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ......................................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................. 1
A. Latar Belakang ................................................................................................. 1
B. Landasan Hukum.............................................................................................. 1
C. Tujuan Pengembangan Kurikulum................................................................. 11
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum MA Wahid Hasyim ................................ 12
E. Acuan Operasional.......................................................................................... 13
BAB II TUJUAN ............................................................................................................. 17
A. Visi ................................................................................................................. 17
B. Misi................................................................................................................. 17
C. Tujuan Madrasah ............................................................................................ 18
D. Target Madrasah............................................................................................. 19
BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM ................................................. 20
A. Struktur Kurikulum ....................................................................................... 20
B. Muatan Kurikulum ........................................................................................ 24
1. Mata Pelajaran ........................................................................................... 24
2. Muatan Lokal ............................................................................................ 28
3. Pengembangan diri .................................................................................... 29
4. Pengaturan Beban Belajar ......................................................................... 33
5. Peminatan ................................................................................................... 36
6. Katuntasan Belajar ..................................................................................... 37
7. Penilaian Hasil Belajar ............................................................................... 46
8. Kenaikan Kelas........................................................................................... 49
9. Kelulusan.................................................................................................... 53
10. Mutasi Siswa ............................................................................................ 56
11. Nilai Karakter Yang Dikembangkan Madrasah ...................................... 56
12. Keunggulan Madrasah Lokal dan Global ................................................ 63
v
BAB IV KALENDER PENDIDIKAN ............................................................................. 73
A. Permulaan Tahun Pelajaran............................................................................ 73
B. Pekan Efektif .................................................................................................. 74
C.Waktu Pembelajaran Efektif............................................................................ 78
D. Waktu Libur ................................................................................................... 78
E. Kegiatan Madrasah ......................................................................................... 78
BAB V PENUTUP........................................................................................................... 79
LAMPIRAN-LAMPIRAN .................................................................................................. 80
vi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dari sentralisasi ke
desentralisasi mendorong terjadinya perubahan dan pembaruan beberapa aspek
pendidikan, termasuk kurikulum. Dalam kaitan ini kurikulum MA Wahid Hasyim
Bangsri menjadi perhatian dan pemikiran-pemikiran baru, sehingga perlu mengalami
perubahan-perubahan kebijakan.
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Berdasarkan Undang-
Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 36 Ayat (2)
ditegaskan bahwa kurikulum, pada semua jenjang dan jenis pendidikan dikembangkan
dengan prinsip diverifikasi sesuai dengan satuan pendidikan, potensi daerah, dan
peserta didik.
Dengan diberlakukannya Kurikulum 2013 di tingkat SMA/MA/SMK, maka MA
Wahid Hasyim Bangsri melaksanakan untuk tahun pelajaran 2021/2022, dan
berdasarkan hasil evaluasi terhadap dokumen kurikulum sebelumnya, maka MA Wahid
Hasyim Bangsri perlu melakukan revisi terhadap dokumen tersebut, begitu juga dalam
implementasinya.
Kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri menjadi acuan bagi satuan pendidikan
dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran dengan mengedepankan prinsip
pengembangan kurikulum dan karakteristik kurikulum 2013 dengan penyesuaian
terhadap pemanfaatan analisis kondisi riil MA Wahid Hasyim Bangsri Jepara dan
Analisis Kondisi Lingkungan Madrasah.
B. Landasan Hukum
Pengembangan Dokumen Kurikulum Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Bangsri ini
mengacu pada landasan yuridis, filosofis dan teoritis.
1. Landasan Yuridis.
Secara konseptual, kurikulum adalah suatu respon pendidikan terhadap
kebutuhan masyarakat dan bangsa dalam membangun generasi muda bangsanya. Secara
pedagogis, kurikulum adalah rancangan pendidikan yang memberi kesempatan untuk
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 1
peserta didik mengembangkan potensi dirinya dalam suatu suasana belajar yang
menyenangkan dan sesuai dengan kemampuan dirinya untuk memiliki kualitas yang
diinginkan masyarakat dan bangsanya. Secara yuridis, kurikulum adalah suatu
kebijakan publik yang didasarkan kepada dasar filosofis bangsa dan keputusan yuridis
di bidang pendidikan.
Landasan yuridis kurikulum bersumber pada Pancasila dan Undang-undang
Dasar 1945 yang diatur dalam Undang-undang dan Peraturan Pemerintah yaitu:
1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah
terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional
Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 45,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010
Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5105)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2010
tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang
Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2010 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5157);
4. Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2015 tentang KementerianAgama (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 168);
5. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203);
6. Peraturan Menteri Agama Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan
Pendidikan Madrasah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor
1382) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Agama Nomor
66 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Agama Nomor 90
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 2
Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 2101);
7. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang
Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 839);
8. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2016 tentang
Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 953);
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang
Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 954);
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2016 tentang
Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2016 Nomor 955);
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016 tentang
Standar Penilaian Pendidikan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016
Nomor 897);
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016 tentang
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran Pada Kurikulum 2013 Pada
Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 971) sebagaimana telah diubah denganPeraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 37Tahun 2018 tentang perubahan atas
Peraturan MenteriPendidikan dan Kebudayaan Nomor 24 Tahun 2016
tentangKompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pelajaran padaKurikulum 2013
pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (Berita Negara Republik
Indonesia Tahun 2018 Nomor 1692);
13. Peraturan Menteri Agama Nomor 42 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor
1495);
14. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari
Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 829);
15. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2018 tentang
Pedoman Upacara Bendera di Sekolah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2018 Nomor 830);
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 3
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2018 tentang
Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah
Kejuruan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1689);
17. Peraturan Menteri Agama Nomor 19 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata
Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama (Berita Negara Republik Indonesia
Tahun 2019 Nomor 1115);
18. Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 125/U/2002 tentang Kalender
Pendidikan dan Jumlah Belajar Efektif di Sekolah
19. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang Bahasa,
Sastra dan Aksara Jawa (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2012
Nomor 9 Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 45);
20. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 57 Tahun 2013 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2012 tentang
Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa
21. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 3751 Tahun 2018 tentang Petunjuk
Teknis Penilaian Hasil Belajar pada Madrasah Aliyah;
22. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5163 Tahun 2018 tentang
Pengembangan Pembelajaran pada Madrasah;
23. Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 5164 Tahun 2018 tentang Penyusunan
RPP pada Madrasah;
24. Keputusan Menteri Agama Nomor 183 Tahun 2019 tentang Kurikulum Pendidikan
Agama Islam dan BahasaArab pada Madrasah;
25. Keputusan Menteri Agama Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi
Kurikulum pada Madrasah;
26. Keputusan Bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020,
Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti
Bersama Tahun 2021 sebagaimana telah diubah terakhir dengan
KeputusanBersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 281 Tahun
2021, Nomor 1 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021 tentang Perubahan atas
KeputusanBersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 642 Tahun 2020,
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 4
Nomor 4 Tahun 2020, Nomor 4 Tahun 2020 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti
Bersama Tahun 2021;
27. Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor: B-
686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 tanggal 24 Maret 2020 perihal Mekanisme
Pembelajaran dan Penilaian Madrasah dalam Masa Darurat Pencegahan
Penyebaran Covid-19;
28. Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri
Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021,
Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/Menkes/4242/2021, Nomor 440-717
Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi
Coronavirus Disease 2019 (Covid-19);
29. Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan
Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease Tahun 2019 Di
Wilayah Jawa dan Bali ;
30. Surat Edaran Menteri Agama No18 Tahun 2021 Tertanggal 30 Juni 2021 Tentang
Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama Pada
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat;
31. Surat Edaran Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI melalui Direktur
Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Nomor : B-
1873/DJ.I/Dt.I.I/PP.03/06/2021 tertanggal 22 Juni 2021, tentang Penyelenggaraan
Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2021/2022 di Madrasah pada Masa Pandemi
Covid-19.
32. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1836 Tahun 2021 tentang
Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022;
33. Keputusan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Nomor 672
Tahun 2021 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun 2021/2022;
34. Surat Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah Nomor
09.018/Kw.11.2/1/PP.00/07/2021 tanggal 09 Juli 2021 tentang Pengesahan
Dokumen KTSP MA Tahun Pelajaran 2021/2022.
2. Landasan Filosofis
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa
(UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Untuk
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 5
mengembangkan dan membentuk watak dan peradaban bangsa yang bermartabat,
pendidikan berfungsi mengembangkan segenap potensi peserta didik “menjadi manusia
yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta
bertanggungjawab.” Berdasarkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional maka
pengembangan kurikulum haruslah berakar pada budaya bangsa, kehidupan bangsa
masa kini, dan kehidupan bangsa di masa mendatang.
Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta
didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses
pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik
dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2013 Mata Pelajaran
Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah dikembangkan dengan
landasan filosofis yang memberikan dasar bagi pengembangan seluruh potensi peserta
didik menjadi manusia Indonesia berkualitas yang tercantum dalam tujuan pendidikan
nasional.
Pada dasarnya tidak ada satupun filosofi pendidikan yang dapat digunakan
secara spesifik untuk pengembangan kurikulum yang dapat menghasilkan manusia yang
berkualitas. Berdasarkan hal tersebut, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
Tahun 2013 dikembangkan menggunakan filosofi sebagai berikut:
a. Pendidikan berakar pada budaya bangsa untuk membangun kehidupan bangsa masa
kini dan masa mendatang. Pandangan ini menjadikan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) Tahun 2013 dikembangkan berdasarkan budaya bangsa
Indonesia yang beragam, diarahkan untuk membangun kehidupan masa kini, dan
untuk membangun dasar bagi kehidupan bangsa yang lebih baik di masa depan.
Mempersiapkan peserta didik untuk kehidupan masa depan selalu menjadi
kepedulian kurikulum, hal ini mengandung makna bahwa kurikulum adalah
rancangan pendidikan untuk mempersiapkan kehidupan generasi muda bangsa.
Dengan demikian, tugas mempersiapkan generasi muda bangsa menjadi tugas
utama suatu kurikulum. Untuk mempersiapkan kehidupan masa kini dan masa
depan peserta didik, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2013
mengembangkan pengalaman belajar yang memberikan kesempatan luas bagi
peserta didik untuk menguasai kompetensi yang diperlukan bagi kehidupan di masa
kini dan masa depan, dan pada waktu bersamaan tetap mengembangkan
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 6
kemampuan mereka sebagai pewaris budaya bangsa dan orang yang peduli
terhadap permasalahan masyarakat dan bangsa masa kini.
b. Peserta didik adalah pewaris budaya bangsa yang kreatif. Menurut pandangan
filosofi ini, prestasi anak bangsa di berbagai bidang kehidupan di masa lampau
adalah sesuatu yang harus termuat dalam isi kurikulum untuk dipelajari peserta
didik. Proses pendidikan adalah suatu proses yang memberi kesempatan kepada
peserta didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi kemampuan berpikir
rasional dan kecemerlangan akademik dengan memberikan makna terhadap apa
yang dilihat, didengar, dibaca, dipelajari dari warisan budaya berdasarkan makna
yang ditentukan oleh lensa budayanya dan sesuai dengan tingkat kematangan
psikologis serta kematangan fisik peserta didik. Selain mengembangkan
kemampuan berpikir rasional dan cemerlang dalam akademik, Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2013 memposisikan keunggulan budaya tersebut
dipelajari untuk menimbulkan rasa bangga, diaplikasikan dan dimanifestasikan
dalam kehidupan pribadi, dalam interaksi sosial di masyarakat sekitarnya, dan
dalam kehidupan berbangsa masa kini.
c. Pendidikan ditujukan untuk mengembangkan kecerdasan intelektual dan
kecemerlangan akademik melalui pendidikan disiplin ilmu. Filosofi ini menentukan
bahwa isi kurikulum adalah disiplin ilmu dan pembelajaran adalah pembelajaran
disiplin ilmu (essentialism). Filosofi ini mewajibkan kurikulum memiliki nama
mata pelajaran yang sama dengan nama disiplin ilmu, selalu bertujuan untuk
mengembangkan kemampuan intelektual dan kecemerlangan akademik.
d. Pendidikan untuk membangun kehidupan masa kini dan masa depan yang lebih
baik dari masa lalu dengan berbagai kemampuan intelektual, kemampuan
berkomunikasi, sikap sosial, kepedulian, dan berpartisipasi untuk membangun
kehidupan masyarakat dan bangsa yang lebih baik (experimentalism and social
reconstructivism).
Dengan filosofi ini, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2013
bermaksud untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi kemampuan dalam
berpikir reflektif bagi penyelesaian masalah sosial di masyarakat, dan untuk
membangun kehidupan masyarakat demokratis yang lebih baik. Dengan demikian,
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2013 menggunakan filosofi
sebagaimana di atas dalam mengembangkan kehidupan individu peserta didik dalam
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 7
beragama, seni, kreativitas, berkomunikasi, nilai dan berbagai dimensi inteligensi yang
sesuai dengan diri seorang peserta didik dan diperlukan masyarakat, bangsa dan umat
manusia.
3. Landasan Teoritis Kurikulum
Kurikulum dikembangkan atas teori “pendidikan berdasarkan standar”
(standard-based education), dan teori kurikulum berbasis kompetensi (competency-
based curriculum). Pendidikan berdasarkan standar adalah pendidikan yang menetapkan
adanya standar nasional sebagai kualitas minimal hasil belajar yang berlaku untuk setiap
kurikulumyang dirinci menjadi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan,
standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar
pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Kurikulum berbasis
kompetensi dirancang untuk memberikan pengalaman belajar seluasluasnya bagi peserta
didik dalam mengembangkan kemampuan untuk bersikap, berpengetahuan,
berketerampilan, dan bertindak. Standar Kompetensi Lulusan tersebut adalah kualitas
minimal lulusan suatu jenjang atau satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan
mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (PP Nomor 19 tahun 2005).
Standar Kompetensi Lulusan satuan pendidikan berisikan 3 (tiga) komponen
yaitu kemampuan proses, konten, dan ruang lingkup penerapan komponen proses dan
konten. Komponen proses adalah kemampuan minimal untuk mengkaji dan memproses
konten menjadi kompetensi. Komponen konten adalah dimensi kemampuan yang
menjadi sosok manusia yang dihasilkan dari pendidikan. Komponen ruang lingkup
adalah keluasan lingkungan minimal dimana kompetensi tersebut digunakan, dan
menunjukkan gradasi antara satu satuan pendidikan dengan satuan pendidikan di
atasnya serta jalur satuan pendidikan khusus (SMK, SDLB, SMPLB, SMALB).
Kompetensi adalah kemampuan seseorang untuk bersikap, menggunakan
pengetahuan dan keterampilan untuk melaksanakan suatu tugas di sekolah, masyarakat,
dan lingkungan dimana yang bersangkutan berinteraksi. Kurikulum dirancang untuk
memberikan pengalaman belajar seluas-luasnya bagi peserta didik untuk
mengembangkan sikap, keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk
membangun kemampuan tersebut. Hasil dari pengalaman belajar tersebut adalah hasil
belajar peserta didik yang menggambarkan manusia dengan kualitas yang dinyatakan
dalam SKL.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 8
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU Nomor 20 Tahun 2003;
PP Nomor 19 Tahun 2005). Kurikulum berbasis kompetensi adalah kurikulum yang
dirancang baik dalam bentuk dokumen, proses, maupun penilaian didasarkan pada
pencapaian tujuan, konten dan bahan pelajaran serta penyelenggaraan pembelajaran
yang didasarkan pada Standar Kompetensi Lulusan.
Konten pendidikan dalam SKL dikembangkan dalam bentuk kurikulum satuan
pendidikan dan jenjang pendidikan sebagai suatu rencana tertulis (dokumen) dan
kurikulum sebagai proses (implementasi). Dalam dimensi sebagai rencana tertulis,
kurikulum harus mengembangkan SKL menjadi konten kurikulum yang berasal dari
prestasi bangsa di masa lalu, kehidupan bangsa masa kini, dan kehidupan bangsa di
masa mendatang. Dalam dimensi rencana tertulis, konten kurikulum tersebut dikemas
dalam berbagai mata pelajaran sebagai unit organisasi konten terkecil. Dalam setiap
mata pelajaran terdapat konten spesifik yaitu pengetahuan dan konten berbagi dengan
mata pelajaran lain yaitu sikap dan keterampilan. Secara langsung mata pelajaran
menjadi sumber bahan ajar yang spesifik dan berbagi untuk dikembangkan dalam
dimensi proses suatu kurikulum.
Kurikulum dalam dimensi proses adalah realisasi ide dan rancangan kurikulum
menjadi suatu proses pembelajaran. Guru adalah tenaga kependidikan utama yang
mengembangkan ide dan rancangan tersebut menjadi proses pembelajaran. Pemahaman
guru tentang kurikulum akan menentukan rancangan guru (Rencana Program
Pembelajaran/RPP) dan diterjemahkan ke dalam bentuk kegiatan pembelajaran. Peserta
didik berhubungan langsung dengan apa yang dilakukan guru dalam kegiatan
pembelajaran dan menjadi pengalaman langsung peserta didik. Apa yang dialami
peserta didik akan menjadi hasil belajar pada dirinya dan menjadi hasil kurikulum. Oleh
karena itu proses pembelajaran harus memberikan kesempatan yang luas kepada peserta
didik untuk mengembangkan potensi dirinya menjadi hasil belajar yang sama atau lebih
tinggi dari yang dinyatakan dalam Standar Kompetensi Lulusan.
Kurikulum berbasis kompetensi adalah “outcomes-based curriculum” dan oleh
karena itu pengembangan kurikulum diarahkan pada pencapaian kompetensi yang
dirumuskan dari SKL. Demikian pula penilaian hasil belajar dan hasil kurikulum diukur
dari pencapaian kompetensi. Keberhasilan kurikulum diartikan sebagai pencapaian
kompetensi yang dirancang dalam dokumen kurikulum oleh seluruh peserta didik.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 9
Karakteristik kurikulum berbasis kompetensi adalah:
1. Isi atau konten kurikulum adalah kompetensi yang dinyatakan dalam bentuk
Kompetensi Inti (KI) mata pelajaran dan dirinci lebih lanjut ke dalam Kompetensi
Dasar (KD).
2. Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi
yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata
pelajaran
3. Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk
suatu mata pelajaran di kelas tertentu.
4. Penekanan kompetensi ranah sikap, keterampilan kognitif, keterampilan
psikomotorik, dan pengetahuan untuk suatu satuan pendidikan dan mata pelajaran
ditandai oleh banyaknya KD suatu mata pelajaran. Untuk SD pengembangan sikap
menjadi kepedulian utama kurikulum.
5. Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris kompetensi bukan konsep,
generalisasi, topik atau sesuatu yang berasal dari pendekatan “disciplinary–based
curriculum” atau “content-based curriculum”.
6. Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling
memperkuat dan memperkaya antar mata pelajaran.
7. Proses pembelajaran didasarkan pada upaya menguasai kompetensi pada tingkat
yang memuaskan dengan memperhatikan karakteristik konten kompetensi dimana
pengetahuan adalah konten yang bersifat tuntas (mastery). Keterampilan kognitif
dan psikomotorik adalah kemampuan penguasaan konten yang dapat dilatihkan.
Sedangkan sikap adalah kemampuan penguasaan konten yang lebih sulit
dikembangkan dan memerlukan proses pendidikan yang tidak langsung.
8. Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan
hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan
penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan (Kriteria Ketuntasan Minimal
dapat dijadikan tingkat memuaskan).
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Tahun 2013 menganut: (1)
pembelajaan yang dilakukan guru (taught curriculum) dalam bentuk proses yang
dikembangkan berupa kegiatan pembelajaran di madrasah, kelas, dan masyarakat; dan
(2) pengalaman belajar langsung peserta didik (learned-curriculum) sesuai dengan latar
belakang, karakteristik, dan kemampuan awal peserta didik. Pengalaman belajar
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 10
langsung individual peserta didik menjadi hasil belajar bagi dirinya, sedangkan hasil
belajar seluruh peserta didik menjadi hasil kurikulum.
C. Tujuan Pengembangan Kurikulum
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi
dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Tujuan tertentu ini
meliputi tujuan pendidikan nasional, serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi dan
potensi daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu kurikulum disusun
oleh satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan
dengan kebutuhan dan potensi yang ada di daerah.
Secara umum tujuan pengembangan kurikulum untuk memandirikan dan
memberdayakan madrasah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada
madrasah dan mendorong madrasah untuk melakukan pengambilan keputusan secara
partisipatif. Proses pengembangan kurikulum memberikan kesempatan kepada
madrasah (kepala, guru, karyawan, siswa) untuk berpartisipasi aktif dalam
pengembangan kurikulum. Kurikulum yang dikembangkan madrasah lebih bermakna
untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang berguna dalam
mengembangkan potensi daerahnya.
Secara khusus pengembangan kurikulum bertujuan:
1. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif madrasah dalam
mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersediia. Kemandirian
madrasah dalam menggali dan memanfa’atkan potensi dan sumber daya sesuai
dengan kebutuhan dan karakteristik madrasah. Setiap komponen madrasah
dituntut untuk lebih aktif dan kreatif melakukan berbagai upaya agar semua
kebutuhan madrasah terpenuhi.
2. Meningkatkan kepedulian warga madrasah dan masyarakat (komite madrasah)
dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama.
Keterlibatan masyarakat dapat lebih mewarnai muatan kurikulum madrasah.
3. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar madrasah atau sekolah tentang kualitas
pendidikan yang akan dicapai. Pengembangan dan implementasi kurikulum
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 11
diharapkan akan meningkatkan kreatifitas setiap komponen madrasah untuk
bersaing menuju pencapaian kualitas pendidikan yang lebih baik.
D. Prinsip Pengembangan Kurikulum MA Wahid Hasyim
Kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri dikembangkan dibawah koordinasi dan
Supervisi Kanwil Kemenag Propinsi Jawa Tengah. Pengembangan Kurikulum
mengacu pada SI dan SKL dan berpedoman pada panduan penyusunan kurikulum
yang disusun oleh BSNP, aturan-aturan kurikulum 2013, hasil kajian tim pengembang
kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri serta memperhatikan pertimbangan komite
madrasah.
Prinsip-prinsip pengembangan kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri adalah
sebagai berikut:
1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta
didik dan lingkungannya
Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik
memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi
manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan
tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi,
perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan
lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada
peserta didik.
2. Beragam dan terpadu
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik
peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan
tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status
sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan
wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta
disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antar
substansi.
3. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 12
Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan,
teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat
dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti
dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
4. Relevan dengan kebutuhan kehidupan
Pengembangan kurikulum dilakukan dengan melibatkan pemangku
kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan
kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan kemasyarakatan, dunia
usaha dan dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,
keterampilan berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan
keterampilan vokasional merupakan keniscayaan
5. Menyeluruh dan berkesinambungan
Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi, bidang
kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara
berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.
6. Belajar sepanjang hayat
Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum
mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan
informal dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu
berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.
7. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah
Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional
dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi
dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
E. Acuan Operasional
Nilai-nilai yang dikembangkan berpusat pada penguatan pendidikan moral atau
pendidikan karakter dalam konteks sekarang sangat relevan untuk mengatasi krisis
moral yang sedang melanda di negara kita. Krisis tersebut antara lain berupa
meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja,
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 13
kejahatan terhadap teman, pencurian remaja, kebiasaan menyontek, penyalahgunaan
obat-obatan, pornografi, dan perusakan milik orang lain sudah menjadi masalah sosial
yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh karena itu betapa
pentingnya pendidikan karakter.
Nilai-nilai karakter yang dikembangkan meliputi :
1. Religius
Deskripsi religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan
ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan agama lain dan hidup
rukun dengan pemeluk agama lain, akhlak mulia dan dapat menjadi teladan
tercermin dalam perilaku bertindak sesuai dengan religius (iman, taqwa, amal
shaleh, jujur ikhlas dan suka menolong). Karakter religius saat ini sangat
dibutuhkan karena saat ini bukan IQ dan prestasi akademik yang membuat SDM
berdaya saing,handal dan tangguh namun juga nilai-nilai religius.
2. Disiplin
Menurut Kemendiknas (2010:57) pengertian disiplin adalah tindakan yang
menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan,
sedangkan menurut M. Rachman (1999:68) berpendapat bahwa disiplin sebagai
upaya mengendalikan diri dan sikap mental individu atau masyarakat dalam
mengembangkan kepatuhan dan ketaatan terhadap peratutan dan tata tertib
berdasarkan dorongan dan kesadaran yang muncul dari dalam hati. Andi
Rasdiansyah (1995:28) mendifinisikan disiplin adalah kepatuhan untuk
menghormati dan melaksanakan suatu sistem yang mengharuskan orang untuk
tunduk pada keputusan, perintah, atau peraturan yang berlaku. Dari beberapa
pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah suatu tindakan untuk
mengembangkan moral baik kepada seseorang dalam mengembangkan dan
menghormati suatu sistem yang disitu terdapat sebuah aturan, perintah, tata tertib
atau keputusan yang dilandasi atas kesadaran diri tanpa paksaan.
3. Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari
sesuatu yang telah dimiliki.
4. Peduli sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan
masyarakat yang membutuhkan.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 14
5. Menghargai prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang
berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang
lain.
Untuk mencapai tujuan tersebut diatas nilai-nilai yang dikembangkan di
kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri menggunakan prinsip acuan operasional
pengembangan kurikulum sebagai berikut:
1. Agama
Pengembengan kurikulum harus mendukung peningkatan keimanan dan
ketaqwaan serta akhlak mulia berdasarkan agama yang dijadikan dasar
pembentukan kepribadian peserta didik secara utuh. Kurikulum disusun yang
memungkinkan semua mata pelajaran dapat menunjang peningkatan iman,
taqwa kepada Allah SWT dan akhlak mulia serta dapat menciptakan kehidupan
toleran dan rukun antar umat beragama.
2. Pancasila
Negara kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-prinsip kehidupan
kebangsaan dan kenegaraan dalam pancasila. Pancasila terdapat pada
pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut dalam pasal-pasal yang
terdapat dalam UUD 1945. Pengembangan kurikulum pada semua mata
pelajaran harus mengimplementasikan kesadaran untuk mempertahankan
pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan hukum kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
3. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat
perkembangan dan kemampuan peserta didik
Kurikulum disusun agar memungkinkan pengembangan keragaman potensi,
minat, kecerdasan intelektual, emosional, dan spritual peserta didik secara
optimal sesuai dengan tingkat perkembangannya.
4. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan
Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan keragaman
karakteristik lingkungan, oleh karena itu kurikulum harus memuat keragaman
tersebut untuk menghasilkan lulusan yang dapat memberikan kontribusi bagi
pengembangan daerah.
5. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 15
Pengembangan kurikulum harus memperhatikan keseimbangan tuntutan
pembangunan daerah dan nasional.
6. Tuntutan dunia kerja
Kurikulum harus memuat kecakapan hidup untuk membekali peserta didik
memasuki dunia kerja sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik dan
kebutuhan dunia kerja, khususnya bagi mereka yang tidak melanjutkan ke
jenjang yang lebih tinggi.
7. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni
Pendidikan harus terus menerus melakukan penyesuaian perkembangan Ilmu
pengetahuan, teknologi, dan seni sehingga tetap relevan dan kontekstual
dengan perubahan. Kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan
berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ilmu pengetahuan, teknologi,
dan seni.
8. Dinamika perkembangan global
Kurikulum harus dikembangkan agar peserta didik mampu bersaing secara
global dan dapat hidup berdampingan dengan bangsa lain.
9. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan
Kurikulum harus mendorong wawasan dan sikap kebangsaan dan persatuan
nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
10. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat
Kurikulum harus dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial
budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya.
11. Kesetaraan Jender
Kurikulum harus diarahkan kepada pendidikan yang berkeadilan dan
mendorong tumbuh kembangnya kesetaraan jender.
12. Karakteristik satuan pendidikan
Kurikulum harus dikembangkan sesuai dengan visi, misi, tujuan, kondisi, dan
ciri khas satuan pendidikan.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 16
BAB II
TUJUAN
Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan
lebih lanjut dengan memiliki keseimbangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
terpadu dalam kehidupan sehari-hari, serta untuk mengasah dan menjembatani peserta
didik dalam menuju pendidikan yang lebih tinggi, dengan ilmu pengetahuan di atas rata-
rata.
Fungsi dan tujuan dari pendidikan nasional dituangkan dalam UU Nomor 20 Tahun
2003 tentang Sisdiknas pasal 3 yang berbunyi:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk
watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung
jawab”
Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti
pendidikan lebih lanjut.
A. Visi
BERIMAN, BERTAQWA, MANDIRI, TERAMPIL DAN BERPRESTASI
(IMTAQ MANTAB)
B. Misi
1. Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan ajaran Islam berhaluan “Ahlussunah
Waljamaah” sehingga peserta didik menjadi tekun beribadah, jujur, disiplin,
sportif, tanggung jawab, percaya diri hormat pada orang tua, dan guru serta
menyayangi sesama.
2. Melaksanakan pembelajaran dan pendampingan secara efektif sehingga setiap
peserta didik dapat berkembang secara optimal dengan memiliki nilai Ujian di
atas standar minimal, unggul dalam prestasi keagamaan, dan unggul dalam
keterampilan sebagai bekal hidup di masyarakat.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 17
3. Melaksanakan pembelajaran ekstrakurikuler secara efektif sesuai dengan bakat
dan minat sehingga setiap peserta didik memiliki keunggulan dalam belajar
mandiri dan berbagai lomba akademik/non akademik.
4. Menumbuhkan sikap gemar membaca dan selalu haus akan pengetahuan serta
mandiri dalam belajar berbuat dan bertindak di rumah maupun di Madrasah.
5. Melaksanakan tata tertib Madrasah secara konsisten dan konsekuen.
6. Menerapkan manajemen partisipatif dengan melibatkan seluruh warga Madrasah
dan stakeholder.
7. Melaksanakan pembinaan dan penelitian peserta didik.
8. Mengadakan komunikasi dan koordinasi antar Sekolah/Madrasah, masyarakat,
orang tua dan instansi lain yang terkait secara periodik berkesinambungan.
C. Tujuan Madrasah
Secara umum, tujuan pendidikan Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Bangsri adalah
meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia serta
keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Bertolak
dari tujuan umum pendidikan dasar tersebut, Madrasah Aliyah Wahid Hasyim
Bangsri mempunyai tujuan sebagai berikut :
1. Membekali sekurang-kurangnya 100% peserta didik mampu membaca dan
menulis Al Qur’an.
2. Membiasakan sekurang-kurangnya 95% peserta didik terbiasa sholat berjamaah.
3. Memperoleh nilai Ujian rata-rata 7,5.
4. Mengoptimalkan proses pembelajaran dengan pendekatan yang bervariasi,
inovatif, dan bermakna, di antaranya CTL serta layanan bimbingan dan konseling.
5. Meningkatkan jumlah peserta didik yang diterima di PTN/PTS 75% dari jumlah
yang lulus.
6. Mengembangkan kedisiplinan dari seluruh komponen madrasah (stakeholder)
untuk membentuk kepribadian yang tangguh dan kokoh sebagai dasar dalam
setiap aktivitas serta sebagai aset madrasah.
7. Meningkatkan aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui pelaksanaan kegiatan
intra dan ekstrakurikuler.
8. Mampu menempatkan diri sebagai Madrasah yang mengembangkan perdidikan
berbasis ICT.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 18
9. Melestarikan budaya daerah melalui mulok bahasa daerah dengan indikator 85%
peserta didik mampu berbahasa Jawa sesuai konteks yang ada.
10. Membekali 100% peserta didik mampu mengakses informasi yang positif dari
internet.
D. Target Madrasah
Secara umum, target pendidikan Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Bangsri adalah:
1. Pendidik dan tenaga kependidikan melaksanakan tugasnya sesuai tupoksi dengan
baik dan maksimal serta menjadi role model yang bisa diteladani oleh peserta didik
sehingga tercipta lembaga pendidikan yang refresentatif
2. Peserta didik dapat mengoptimalkan serta mengaktualisasikan pengembangan
potensinya selama proses pembelajaran, baik itu yang bersifat kognitif, apektif,
maupun psikomotoriknya
3. Masyarakat sekitar merasakan manfaat lebih dari keberadaan madrasah sebagai
lembaga pendidikan yang berorientasi pada peningkatan akhlak mulia.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 19
BAB III
STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM
A. Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum dapat diartikan sebagai gambaran mengenai penerapan prinsip
kurikulum mengenai posisi seorang peserta didik dalam menyelesaikan pembelajaran di
suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide
kurikulum mengani posisi belajar seorang peserta didik yaitu apakah mereka harus
menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah
kurikulum memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menentukan berbagai
pilihan. Struktur kurikulum merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam
sistem belajar dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.
Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan adalah sistem semester,
sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam
pelajaran per semester.
Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam
bentuk mata pelajaran. Posisi konten atau mata pelajaran dalam kurikulum, distribusi
konten atau mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata
pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap peserta didik. Dengan kata lain,
struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh
oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada
setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang
harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur
kurikulum. Kompetensi tersebut terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar
yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan
pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang
pendidikan menengah.
Struktur kurikulum disusun dengan mengacu KMA Nomor 184 Tahun 2019
tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada Madrasah, yang mendorong dan
memberi aturan bagaimana berinovasi dalam implementasi kurikulum madrasah serta
memberikan payung hukum dalam pengembangan kekhasan madrasah, pengembangan
penguatan karakter, pendidikan anti korupsi dan pengembangan moderasi beragama
pada madrasah.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 20
Struktur kurikulum MA Wahid Hasyim terdiri atas mata pelajaran umum
kelompok A (umum), mata pelajaran umum kelompok B (umum) dan muatan lokal, dan
mata pelajaran kelompok C (peminatan) yang terdiri dari peminatan akademik
(peminatan akademik yang dikembangkan adalah ilmu pengetahuan sosial (IPS) dan
mata pelajaran pilihan (mata pelajaran pilihan lintas minat dan/atau pendalaman minat
dan/atau informatika serta keterampilan).
Tabel 1. Struktur Kurikulum MA Wahid Hasyim
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
NO MATA PELAJARAN Alokasi Waktu Per Pekan
X XI XII
KELOMPOK A (UMUM)
1 Pendidikan Agama Islam 222
a Al-Qur’an Hadits 222
b Akidah Akhlak 222
c Fikih 222
d Sejarah Kebudayaan Islam 222
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) 444
422
3 Bahasa Indonesia 444
4 Bahasa Arab 222
5 Matematika 333
6 Sejarah Indonesia
7 Bahasa Inggris 222
KELOMPOK B (UMUM) 222
222
1 Seni Budaya
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 222
3 Prakarya dan Kewirausahaan 222
4 Muatan Lokal:
344
a Ke-NU-an 344
b Bahasa Jawa 344
KELOMPOK C (PEMINATAN) 344
1 Peminatan Akademik
1 Geografi 344
2 Sejarah 3- -
3 Sosiologi 55 55 55
4 Ekonomi
2 Mata Pelajaran Pilihan
Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat
dan/atau Pendalaman Minat
dan/atau Informatika
a Biologi
b Sastra Inggris
JUMLAH PER PEKAN
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 21
Ketentuan yang berkenaan dengan struktur kurikulum yang dilaksanakan di MA
Wahid Hasyim sebagai berikut:
1. Mata pelajaran Kelompok A merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan
dan acuannya dikembangkan oleh Pusat.
2. Mata pelajaran Kelompok B merupakan kelompok mata pelajaran yang muatan
dan acuannya dikembangkan oleh Pusat dan dapat dilengkapi dengan
muatan/konten lokal.
3. Satu jam pelajaran beban belajar tatap muka adalah 45 (empat puluh lima) menit.
4. Mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dapat memuat
konten lokal.
5. Madrasah yang tidak memungkinkan menambah jam dapat merelokasi dari mata
pelajaran lainnya selain Kelompok A.
Misalnya, muatan lokal yang dapat memuat Bahasa Jawa dan/atau kearifan lokal
atau mata pelajarann lain yang menjadi kekhasan/keunggulan madrasah terdiri
atas maksimal 3 (tiga) mata pelajaran dengan jumlah maksimal 6 (enam) jam
pelajaran, dapat direlokasi dari mata pelajaran lintas minat.
6. Satuan pendidikan dapat melakukan inovasi dan pengembangan kurikulum tingkat
satuan pendidikan sesuai dengan visi, misi, tujuan dan kebutuhan madrasah aliyah
keterampilannya.
Sebagai contoh: mata pelajaran Kewirausahaan tidak boleh dikurangi jumlah jam
tetapi bisa ditambah jumlah jam dengan relokasi dari mata pelajaran lintas minat.
7. Inovasi yang dilakukan madrasah dimuat dalam Dokumen Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan (KTSP) madrasah bersangkutan dan mendapatkan persetujuan
dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi.
8. Kegiatan ekstrakurikuler terdiri atas Pendidikan Kepramukaan (wajib), usaha
kesehatan sekolah (UKS), palang merah remaja (PMR), dan lainnya sesuai dengan
kondisi dan potensi masing-masing satuan pendidikan. Ekstrakurikuler yang
dikembangkan di MA Wahid Hasyim meliputi: OSIS (IPNU-IPPNU), English
Club, komputer, rebana, bulu tangkis, futsal, pencaksilat, bola voly, dan tenis
meja.
Pada Tahun Pelajaran 2021/2022, kondisi Kabupaten Jepara masih dalam masa
darurat, tentunya madrasah tidak bisa melaksanakan kurikulum tingkat satuan
pendidikan secara maksimal, sehingga membutuhkan pedoman dalam melaksanakan
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 22
proses pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat, yang merupakan Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa
darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi
keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Masa darurat yang
dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-
19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi bencana alam, huru-hara dan
sebagainya. Oleh karena itu, MA Wahid Hasyim menggunakan Suplemen Kurikulum
Darurat dengan melakukan perubahan struktur kurikulum sebagai berikut.
Tabel 2. Struktur Kurikulum MA pada Masa Darurat
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
NO MATA PELAJARAN Alokasi Waktu Per Pekan
X XI XII
KELOMPOK A (UMUM)
1 Pendidikan Agama Islam 111
a Al-Qur’an Hadits 111
b Akidah Akhlak 111
111
c Fikih 111
d Sejarah Kebudayaan Islam 111
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn) 111
3 Bahasa Indonesia 111
4 Bahasa Arab 111
5 Matematika 111
6 Sejarah Indonesia 111
7 Bahasa Inggris 111
KELOMPOK B (UMUM) 111
1 Seni Budaya
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 111
3 Prakarya dan Kewirausahaan 111
4 Muatan Lokal: 111
a Ke-NU-an 111
b Bahasa Jawa 111
111
KELOMPOK C (PEMINATAN)
1 Peminatan Akademik 111
1 Geografi 1- -
2 Sejarah 21 20 20
3 Sosiologi
4 Ekonomi
2 Mata Pelajaran Pilihan
Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat
dan/atau Pendalaman Minat
dan/atau Informatika
a Biologi
b Sastra Inggris
JUMLAH PER PEKAN
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 23
B. Muatan Kurikulum
Proses pendidikan akan berjalan dengan baik, apabila didalam muatan kurikulum
tersebut terdapat kesesuaian dengan kondisi dan realitas serta kebutuhan akan datang.
Dalam hal ini, muatan kurikulum erat kaitannya dengan Standar Isi. Standar isi adalah
kriteria mengenai ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai
kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Ruang lingkup materi
dan tingkat kompetensi peserta didik yang harus dipenuhi atau dicapai pada suatu satuan
pendidikan dalam jenjang dan jenis pendidikan tertentu dirumuskan dalam Standar Isi
untuk setiap mata pelajaran.
Standar Isi disesuaikan dengan substansi tujuan pendidikan nasional dalam
domain sikap spritual dan sosial, pengetahuan,dan keterampilan. Oleh karena itu,
Standar Isi dikembangkan untuk menentukan kriteria ruang lingkup dan tingkat
kompetensi yang sesuai dengan kompetensi lulusan yang dirumuskan pada Standar
Kompetensi Lulusan (SKL) yang meliputi: kompetensi sikap, kompetensi
pengetahuan,dan kompetensi keterampilan.
Ketiga kompetensi tersebut memiliki proses pemerolehan yang berbeda. Sikap
dibentuk melalui aktivitas-aktivitas: menerima, menjalankan, menghargai, menghayati,
dan mengamalkan. Pengetahuan dimiliki melalui aktivitas: mengetahui, memahami,
menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh
melalui aktivitas: mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta.
Karakteristik, kesesuaian, kecukupan, keluasan dan kedalaman materi ditentukan sesuai
dengan karakteristik kompetensi beserta proses pemerolehan kompetensi tersebut.
Karakteristik kompetensi beserta perbedaan proses perolehannya mempengaruhi
Standar Isi.
1. Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu
1) Mata Pelajaran
Mata pelajaran adalah seluruh mata pelajaran yang diajarkan di
madrasah dengan berpedoman pada struktur kurikulum, yang tercantum
pada KMA Nomor 184 Tahun 2019 tentang Pedoman Implementasi
Kurikulum pada Madrasah.
a) Kelompok Mata Pelajaran Umum
Mata pelajaran kelompok A (umum) merupakan program
kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 24
sebagai dasar penguatan kemampuan dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
Sedangkan mata pelajaran kelompok B (umum) merupakan
program kurikuler yang bertujuan mengembangkan kompetensi sikap,
kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan peserta didik
terkait lingkungan dalam bidang sosial, budaya, dan seni.
b) Kelompok Mata Pelajaran Peminatan
Pada tingkat SMA/MA terdapat kelompok C mata pelajaran
peminatan. Kelompok mata pelajaran peminatan bertujuan untuk
i) memberikan kesempatan kepada peserta didik mengembangkan
minatnya dalam sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat
keilmuannya di Perguruan Tinggi; dan ii) mengembangkan minatnya
terhadap suatu disiplin ilmu atau keterampilan tertentu.
Kelompok mata pelajaran peminatan dikelompokkan sebagai
berikut:
(1) Peminatan Akademik
i. Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
(MIPA).
ii. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
iii. Peminatan Bahasa dan Budaya (BB).
(2) Mata Pelajaran Pilihan
Mata pelajaran pilihan merupakan mata pelajaran yang
dikembangkan berdasarkan kebutuhan dan perkembangan
keilmuan, teknologi, dan seni yang memiliki tingkat urgensi
yang tinggi dan memiliki manfaatjangka panjang bagi bangsa
Indonesia. Kurikulum SMA/MA dirancang untuk memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk belajar berdasarkan
minat mereka.
Pemilihan peminatan dilakukan peserta didik saat mendaftar
pada SMA/MA berdasarkan nilai rapor Sekolah Menengah
Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) atau yang
sederajat, nilai ujian nasional SMP/MTs atau yang sederajat,
rekomendasi Guru Bimbingan dan Konseling/Konselor di
SMP/MTs atau yang sederajat, dan hasil tes penempatan
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 25
(placementtest) ketika mendaftar di SMA/MA, atau tes bakat
dan minat oleh guru BK.
Peserta didik masih mungkin pindah peminatan paling lambat
pada awal semester kedua di Kelas X sepanjang daya tampung
peminatan baru masih tersedia, berdasarkan hasil pembelajaran
berjalan pada semester pertama dan rekomendasi Guru
Bimbingan dan Konseling, peserta didik yang pindah peminatan
wajib mengikuti dan tuntas matrikulasi mata pelajaran yang
belum dipelajari sebelum pembelajaran pada peminatan baru
dimulai.
Mata pelajaran lintas minat yang dikembangkan di MA Wahid
Hasyim sebagai berikut:
- Kelas 10 : IPS (Biologi, Sastra Inggris)
- Kelas 11 : IPS (Biologi)
- Kelas 12 : IPS (Biologi)
2) Alokasi Waktu
Alokasi waktu adalah alokasi waktu yang tersedia setiap mata
pelajaran. Madrasah dapat menambah beban belajar maksimal 6 jam
pelajaran. Penambahan 6 jam pelajaran tersebut sudah termasuk didalamnya
mata pelajaran muatan lokal.
Disamping itu, madrasah dapat merelokasi jam pada mata pelajaran
tertentu untuk mata pelajarann lain sebanyak-banyaknya 6 jam tatap muka
(JTM) untuk keseluruhan relokasi, kecuali untuk mata pelajaran
kewirausahaan tidak boleh dikurangi jam pelajarannya. Merelokasi jam
pelajaran bukan karena pertimbangan kekurangan atau kelebihan Guru.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 26
Tabel 3. Alokasi Waktu Mata Pelajaran Madrasah Aliyah
Peminatan IPS
NO MATA PELAJARAN Alokasi Waktu Per Pekan
X XI XII
KELOMPOK A (UMUM)
1 Pendidikan Agama Islam 222
222
a Al-Qur’an Hadits 222
b Akidah Akhlak 222
c Fikih 222
d Sejarah Kebudayaan Islam 444
2 Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 422
3 Bahasa Indonesia 444
4 Bahasa Arab 222
5 Matematika 333
6 Sejarah Indonesia
7 Bahasa Inggris
KELOMPOK B (UMUM)
1 Seni Budaya 222
2 Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 222
3 Prakarya dan Kewirausahaan 222
4 Muatan Lokal:
a Ke-NU-an 222
b Bahasa Jawa 222
KELOMPOK C (PEMINATAN)
1 PEMINATAN AKADEMIK
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
1 Geografi 344
2 Sejarah 344
3 Sosiologi 344
4 Ekonomi 344
2 MATA PELAJARAN PILIHAN
Mata Pelajaran Pilihan Lintas Minat dan/atau
Pendalaman Minat dan/atau Informatika
a Biologi 344
b Sastra Inggris 3- -
JUMLAH PER PEKAN 55 55 55
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 27
2. Muatan Lokal
Pengembangan muatan lokal di MA Wahid Hasyim didasarkan pada
kebijakan Gubernur Jawa Tengah, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi
Jawa Tengah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Lembaga
Pendidikan (LP) Ma’arif Provinsi Jawa Tengah dan LP Ma’arif Kabupaten Jepara
serta hasil rapat internal Komite dan seluruh stakeholder MA Wahid Hasyim.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan
kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk
keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata
pelajaran yang ada. Substansi mata pelajaran muatan lokal ditentukan oleh satuan
pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang
terdapat pada Standar Isi di dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan.
Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan
pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan
di daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah
yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan
nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan
melengkapi kurikulum nasional. Muatan lokal merupakan mata pelajaran,
sehingga satuan pendidikan harus mengetahui rambu-rambu penyusunan muatan
lokal, sebagai berikut:
1) Lingkup muatan lokal dapat berupa: bahasa daerah, kesenian islami,
teknologi, riset, serta hal-hal yang menjadi ciri khas madrasah yang
bersangkutan.
2) Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
3) Mata pelajaran muatan lokal perlu dilengkapi dengan KI-KD yang
dikembangkan oleh satuan pendidikan. Alokasi waktu muatan lokal minimal
2 (dua) jam pelajaran dan maksimal 6 (enam) jam pelajaran.
4) Pembelajaran beberapa muatan lokal setiap semester bisa berbeda-beda.
5) Madrasah dapat menawarkan lebih dari satu muatan lokal, setiap peserta
didik harus mengikuti semua muatan lokal yang ditawarkan. Namun
demikian, peserta didik wajib mengambil muatan lokal.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 28
MA Wahid Hasyim menyelenggarakan mata pelajaran muatan lokal setiap
semester. Muatan lokal setiap tingkatan kelas bisa berbeda jenisnya. Muatan lokal
yang dikembangkan di MA Wahid Hasyim adalah Ke-NU-an dan Bahasa Jawa.
Mata pelajaran Ke-NU-an berujuan agar peserta didik memiliki
kemampuan, seperti: 1) Memahami organisasi keagamaan NU; dan 2) Memahami
dan mempraktekkan dan melestarikan tradisi yang berkembang di kalangan NU.
Sedangkan ruang lingkup yang diajarkan dalam pelajaran Ke-NU-an meliputi:
1) Sejarah perkembangan NU; 2) Tradisi keagamaan di kalangan orang NU; dan
3) Prakek-praktek keagamaan sesuai dengan madzhab Ahli Sunnah Waljamaah.
3. Pengembangan Diri
MA Wahid Hasyim menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan
mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, minat setiap peserta didik
sesuai dengan kondisi Madrasah. Kegiatan pengembangan diri di MA Wahid
Hasyim dilakukan antara lain melalui:
1) Kegiatan Layanan Bimbingan Konseling
Kegiatan layanan BK memiliki tujuan membantu konseli mencapai
perkembangan optimal dan kemandirian secara utuh dalam aspek pribadi,
belajar, sosial, dan karir, mengacu pada Permendikbud Nomor 111 Tahun
2014 tentang Bimbingan dan Konseling pada Pendidikan Dasar dan
Pendidikan Menengah.
Layanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakan di dalam
dan/atau di luar kelas dengan beban belajar 2 (dua) jam per-pekan.
2) Kegiatan Ekstrakurikuler
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan pendidikan di luar mata
pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta
didik sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat dan minat peserta didik
melalui kegiatan yang secara khusus diselenggarakan oleh pendidik dan/atau
tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan.
MA Wahid Hasyim menggolongkan kegiatan ekstrakurikuler yaitu
ekstrakurikuler wajib dan ekstrakurikuler pilihan. Ekstrakurikuler wajib
merupakan program ekstrakurikuler yang harus diikuti oleh seluruh peserta
didik, kecuali peserta didik dengan kondisi tertentu yang tidak
memungkinkan untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tersebut.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 29
Ekstrakurikuler pilihan merupakan kegiatan pilihan, dimana kegiatan ini
dapat juga dalam bentuk kelompok atau klub yang kegiatan
ekstrakurikulernya dikembangkan berkenaan dengan konten suatu mata
pelajaran.
Kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan di MA Wahid Hasyim
untuk jenis kegiatan disesuaikan dengan keinginan dan bakat peserta didik.
Jenis ekstrakurikuler yang sudah dikembangkan antara lain:
(1) Pramuka
Bentuk Kegiatan Indikator
1. Identitas Kegiatan
Peserta didik mengenal dan menyukai kegaiatan
2. Latihan Rutin kepramukaan
3. Latihan Intensif Latihan rutin satu minggu sekali
Absensi anggota
4. Mengikuti Pengisian jurnal kegiatan
Perkemahan Pemaparan materi dan teknik-teknik
5. Mengikuti Lomba penanganan
Menambah wawasan khusus
Menumbuhkan kedisiplinan administrasi
maupun kegiatan rutin
Mengamalkan nilai-nilai Dasa Darma
pramuka dalam perilaku kehidupan
kesehariannya
Latihan diadakan sesekali pada hari
tertentu
Memberikan perhatian lebih pada materi
maupun teknik-teknik penanganan tertentu
Menumbuhkan kemampuan lebih pada
materi maupun teknik-teknik khusus
Membentuk anggota khusus
Mengikuti kegiatan perkemahan yang
diadakan Ambalan
Berbaur dengan lingkungan
Menumbuhkan jiwa sosial dan kerjasama
Mengimplementasi dan mengaplikasikan
kemampuan yang dimiliki
Mengabdikan diri kepada lingkungan dan
masyarakat
Menambah pengalaman hidup
Mengaplikasikan pengetahuan dan
kemampuan
Menambah wawasan
Menjuarai lomba
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 30
(2) PMR Indikator
Bentuk Kegiatan
Pemberian nama kegiatan
1. Identitas Kegiatan PMR
Latihan rutin satu minggu sekali
2. Latihan Rutin Absensi anggota
Pengisian jurnal kegiatan
3. Latihan Intensif Pemaparan materi dan teknik-teknik
4. Mengikuti penanganan
Perkemahan Menambah wawasan khusus
Menumbuhkan kedisiplinan administrasi
5. Mengikuti Lomba
maupun kegiatan rutin
Latihan diadakan sesekali pada hari tertentu
Memberikan perhatian lebih pada materi
maupun teknik-teknik penanganan tertentu
Menumbuhkan kemampuan lebih pada
materi maupun teknik-teknik khusus
Membentuk anggota khusus
Berbaur dengan lingkungan
Menumbuhkan jiwa sosial dan kerjasama
Mengimplementasi dan mengaplikasikan
kemampuan yang dimiliki
Mengabdikan diri kepada lingkungan dan
masyarakat
Menambah pengalaman hidup
Mengaplikasikan pengetahuan dan
kemampuan
Menambah wawasan dan menjuarai lomba
(3) Rebana Indikator
Kegiatan Setiap hari Sabtu (jangka waktu satu minggu).
Di akhir pertemuan memaksimalkan setiap
1. Latihan Rutin peran yang diperankan peserta didik .
2. Latihan Intensif
Dapat bersaing dalam perlombaan dan
3. Mengikuti Lomba memperoleh juara
(4) Pencak Silat “Pagar Nusa”
Bentuk Kegiatan Indikator
1. Latihan rutin Peserta didik dapat melakukan latihan secara
rutin dengan baik
2. Latihan intensif
Peserta didik dapat melakukan teknik-teknik
3. Mengikuti dalam pencak silat dengan benar
pertandingan
Di akhir pertemuan memaksimalkan setiap
peran yang diperankan peserta didik .
Mampu berprestasi salam setiap pertandingan
dan memperoleh juara.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 31
(5) Tenis Meja Indikator
Kegiatan
Setiap hari rabu (Jangka waktu satu minggu).
1. Latihan Rutin
2. Latihan Intensif Peserta didik dapat melakukan teknik-teknik
dalam futsal dengan benar
3. Mengikuti Lomba
Di akhir pertemuan memaksimalkan setiap
peran yang diperankan peserta didik .
Dapat bersaing dalam perlombaan dan
memperoleh juara
(6) Futsal Indikator
Bentuk Kegiatan
Peserta didik dapat melakukan latihan secara
1. Latihan rutin rutin dengan baik
Peserta didik dapat melakukan teknik-
2. Latihan intensif
teknik dalam futsal dengan benar.
3. Mengikuti Di akhir pertemuan memaksimalkan setiap
pertandingan
peran yang diperankan peserta didik
Peserta didik dapat mengikuti pertandingan
dan memperoleh juara
Mampu berprestasi salam setiap
pertandingan
(7) Bola Voly Indikator
Bentuk Kegiatan
Peserta didik dapat melakukan latihan secara
1. Latihan rutin rutin dengan baik
Peserta didik dapat melakukan teknik-
2. Latihan intensif
teknik dalam bola voly dengan benar.
3. Mengikuti Di akhir pertemuan memaksimalkan setiap
pertandingan
peran yang diperankan peserta didik
Peserta didik dapat mengikuti pertandingan dan
memperoleh juara
(8) Bulu Tangkis Indikator
Kegiatan
Setiap hari rabu (Jangka waktu satu minggu).
1. Latihan Rutin
2. Latihan Intensif Peserta didik dapat melakukan teknik-
teknik dalam bulu tangkis dengan benar.
3. Mengikuti Lomba
Di akhir pertemuan memaksimalkan setiap
peran yang diperankan peserta didik .
Dapat bersaing dalam perlombaan.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 32
Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan setelah akhir pembelajaran
dengan ekuivalensi 2 jam pelajaran (per jam 45 menit). Penilaian Kegiatan
Pengembangan diri dilakukan dengan pendekatan kulitatif dengan rentang
sebagai berikut.
Tabel 4. Kategori Penilaian Ekstrakurikuler
Kategori Nilai Keterangan
A Sangat Baik
B Baik
C Cukup
D Kurang
4. Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar merupakan keseluruhan kegiatan yang harus diikuti peserta
didik dalam satu minggu, satu semester, dan satu tahun pembelajaran. Beban
belajar di MA Wahid Hasyim sebagai berikut.
1) Beban belajar di Madrasah Aliyah dinyatakan dalam jam pembelajaran per
minggu:
a. Beban belajar satu minggu Kelas X adalah minimal 55 jam
pembelajaran;
- Kelompok A umum dan Kelompok B umum : 37 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – akademik : 12 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – lintas minat : 6 jam pelajaran
b. Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII adalah minimal 55 jam
pembelajaran.
- Kelompok A umum dan Kelompok B umum : 35 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – akademik : 16 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – lintas minat : 4 jam pelajaran
Jumlah jam yang tersebut diatas adalah beban minimal, sehingga melalui
pendekatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, pengelola dengan
persetujuan komite dan orangtua peserta didik dapat menambah jam
pelajaran sesuai kebutuhan belajar peserta didik dan/atau kebutuhan
akademik, sosial, budaya, dan faktor lain yang dianggap penting.
2) Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 45 menit;
3) Beban belajar di Kelas X dan XI dalam satu semester minimal 18 minggu
dan maksimal 20 minggu;
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 33
4) Beban belajar di kelas XII pada semester ganjil minimal 18 minggu dan
maksimal 20 minggu;
5) Beban belajar di kelas XII pada semester genap minimal 14 minggu dan
maksimal 16 minggu;
6) Beban belajar dalam satu tahun pelajaran minimal 36 minggu dan maksimal
40 minggu.
7) Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri yaitu 0% – 60%
dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan.
Pemanfaatan waktu tersebut dengan mempertimbangkan potensi dan
kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi.
Pada Tahun Pelajaran 2021/2022, kondisi Kabupaten Jepara masih dalam
masa darurat, tentunya Madrasah tidak bisa melaksanakan kurikulum tingkat
satuan pendidikan secara maksimal, sehingga membutuhkan pedoman dalam
melaksanakan proses pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat yang merupakan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan
pendidikan pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan
yang berlaku serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa
darurat. Masa darurat yang dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah
Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat
karena terjadi bencana alam, huru-hara dan sebagainya. Oleh karena itu, MA
Wahid Hasyim menggunakan Suplemen Kurikulum Darurat dengan melakukan
perubahan pengaturan beban belajar, yaitu:
1) Beban belajar dinyatakan dalam jam pembelajaran per minggu, sebagai
berikut:
a. Beban belajar satu minggu Kelas X adalah minimal 21 jam
pembelajaran;
- Kelompok A umum dan Kelompok B umum : 15 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – akademik : 4 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – lintas minat : 2 jam pelajaran
b. Beban belajar satu minggu Kelas XI dan XII adalah minimal 20 jam
pembelajaran.
- Kelompok A umum dan Kelompok B umum : 15 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – akademik : 4 jam pelajaran
- Kelompok C peminatan – lintas minat : 1 jam pelajaran
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 34
2) Durasi setiap satu jam pembelajaran adalah 60 menit;
3) Beban belajar per-pekan dan per-semester sebagai berikut:
Tabel 5. Beban Belajar per-Pekan dan per-Semester
Kelas Waktu JPL Pekan Efektif Jumlah JPL
per 1 JPL per Pekan Semester Gasal Semester Gasal
X IPS.1
X IPS.2 60’ 21 20 420
60’ 21 20 420
XI IPS.1 60’ 20 20 400
XI IPS.2 60’ 20 20 400
XII IPS.1 60’ 20 20 400
XII IPS.2 60’ 20 20 400
*) disesuaikan dengan jenjang dan tingkatan kelas masing-masing madrasah.
4) Waktu belajar jarak jauh (murid di rumah)
Tabel 6. Waktu Belajar Jarak jauh (Murid di Rumah)
Waktu (WIB)
Hari Sholat Dhuha Materi Keterangan
dan Tadarus Pelajaran
1 Sabtu 07.00 – 07.30 07.30 – 11.30 Jumlah mapel yang diajarkan
2 Ahad 07.00 – 07.30 07.30 – 11.30 per-hari adalah 4 mapel saja.
3 Senin 07.00 – 07.30 07.30 – 11.30
4 Selasa 07.00 – 07.30 07.30 – 11.30 Durasi 1 mapel = 60 menit
5 Rabu 07.00 – 07.30 07.30 – 11.30
6 Kamis 07.00 – 07.30 07.30 – 11.30
*) disesuaikan dengan kondisi dan materi /JPL masing-masing Madrasah.
5) Waktu belajar tatap muka (murid di Madrasah)
Tabel 7. Waktu Belajar Tatap Muka (Murid di Madrasah)
Waktu (WIB)
Hari Tadarus Materi Keterangan
Pelajaran
1 Sabtu 07.15 – 07.30 07.30 – 11.30 Jumlah mapel yang diajarkan
2 Ahad 07.15 – 07.30 07.30 – 11.30 per-hari adalah 4 mapel saja.
3 Senin 07.15 – 07.30 07.30 – 11.30
4 Selasa 07.15 – 07.30 07.30 – 11.30 Durasi 1 mapel = 60 menit
5 Rabu 07.15 – 07.30 07.30 – 11.30
6 Kamis 07.15 – 07.30 07.30 – 11.30
*) disesuaikan dengan kondisi dan materi /JPL, shift harian, shift kelas masing-
masing Madrasah.
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 35
6) Jadwal kelas masuk madrasah (secara bergantian)
Tabel 8. Jadwal Kelas Masuk Madrasah (secara bergantian)
Kelas Sabtu Jadwal Masuk Madrasah Kamis Ket.
√ Ahad Senin Selasa Rabu
X IPS.1
X IPS.2 √
XI IPS.1 √
XI IPS.2 √
XII IPS.1 √
XII IPS.2 √
*) masuk Madrasah disesuaikan oleh kebijakan Pemerintah Daerah/Lembaga/
Instansi yang berwenang, dan kondisi kesiapan sarana, jadwal mata pelajaran
pada masing-masing Madrasah sesuai jenjang dan tingkatan kelas.
5. Peminatan
Peminatan adalah suatu keputusan yang dilakukan peserta didik untuk
memilih kelompok mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan kemampuan selama
mengikuti pembelajaran di tingkat madrasah aliyah. Pemilihan peminatan
dilakukan atas dasar kebutuhan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Struktur kurikulum merupakan sekelompok mata pelajaran yang dapat
diikuti dan diambil selama peserta didik menempuh pendidikan seperti tertuang
dalam KMA Nomor 184 Tahun 2019, struktur kurikulum merupakan
pengorganisasian kompetensi inti, kompetensi dasar, muatan pembelajaran,
matapelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program
pendidikan. Struktur kurikulum merupakan pengorganisasian matapelajaran untuk
setiap satuan pendidikan dan/atau program pendidikan. Struktur kurikulum untuk
satuan pendidikan menengah terdiri atas:
1) Muatan kelompok A (umum);
2) Muatan kelompok B (umum);
3) Muatan kelompok C (peminatan), terdiri atas:
(1) Peminatan akademik
a. Peminatan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA).
b. Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
c. Peminatan Bahasa dan Budaya (BB).
Kelompok matapelajaran peminatan bertujuan untuk: (1) memberikan
kesempatan kepada peserta didik mengembangkan minatnya dalam
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 36
sekelompok mata pelajaran sesuai dengan minat keilmuannya di
Perguruan Tinggi; dan (2) mengembangkan minatnya terhadap suatu
disiplin ilmu atau keterampilan tertentu.
(2) Mata pelajaran pilihan, yaitu:
Mata pelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan
pendidikan, dan didalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat
peserta didik. Struktur ini menerapkan prinsip bahwa peserta didik
merupakan subjek dalam belajar yang memiliki hak untuk memilih
mata pelajaran sesuai dengan minatnya.
Peserta didik selain memilih kelompok mata pelajaran (peminatan),
mereka diberi kesempatan untuk mengambil mata pelajaran dari
kelompok peminatan lain. Hal ini memberi peluang kepada peserta
didik untuk mempelajari mata pelajaran yang diminati namun tidak
terdapat pada kelompok mata pelajaran peminatan.
Peserta didik yang memiliki kemampuan akademik di atas peserta
didik lain diberi kesempatan untuk mendalami mata pelajaran-mata
pelajaran pada kelompok peminatannya. Hal ini memberi kesempatan
bagi peserta didik yang pada mata pelajaran tertentu di kelompok
peminatannya memiliki kemampuan dan prestasi tertentu sehingga
penguasaan terhadap substansi mata pelajaran bersangkutan menjadi
tumpuan bagi kelangsungan pendidikan pada jenjang yang lebih
tinggi.
Peminatan di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim masih satu program
peminatan yaitu IPS, hal ini dikarenakan kondisi peserta didik untuk memilih
kelompok mata pelajaran kebanyakan IPS. Dan untuk kondisi mendatang
Madrasah Aliyah Wahid Hasyim akan menambah program peminatan IPA.
6. Ketuntasan Belajar
Ketuntasan belajar adalah tingkat kecakapan kompetensi setelah peserta
didik mengikuti kegiatan pembelajaran yang diukur dengan menggunakan kriteria
ketuntasan minimal yang harus dicapai peserta didik pada setiap mata pelajaran.
Ketuntasan belajar setiap indikator yang dikembangkan sebagai suatu pencapaian
hasil belajar dari suatu kompetensi dasar berkisar antara 0–100%. Kriteria ideal
ketuntasan untuk masing-masing kompetensi dasar 75%. Madrasah harus
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 37
menentukan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan mempertimbangkan
kompleksitas/tingkat kerumitan, kemampuan sumber daya pendukung serta
tingkat kemampuan rata-rata peserta didik/intake dalam penyelenggaraan
pembelajaran. Madrasah secara bertahap dan berkelanjutan selalu mengusahakan
peningkatan kriteria ketuntasan belajar untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.
Penentuan ketuntasan belajar dilaksanakan secara berkala dengan semua
unsur yang terkait sebagai kontrol pelaksanaan pembelajaran bagi guru dan
peserta didik. Pendekatan penilaian yang digunakan di MA Wahid Hasyim adalah
penilaian acuan kriteria (PAK) atau penilaian acuan patokan (PAP). PAK
merupakan penilaian pencapaian kompetensi yang didasarkan pada kriteria
ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal
mata pelajaran oleh peserta didik per mata pelajaran yang ditentukan satuan
pendidikan berdasarkan hasil analisa dengan memperhatikan hal-hal sebagai
berikut:
1) Tingkat kompleksitas (kesulitan dan kerumitan) setiap indikator pencapaian
kompetensi dasar yang harus dicapai oleh peserta didik;
2) Ketersediaan sumber daya pendukung (pendidik dan sarana prasarana)
dalam penyelenggaraan pembelajaran; dan
3) Tingkat kemampuan (intake, rata-rata kemampuan awal peserta didik).
Penetapan ketuntasan belajar untuk kelas X, XI dan XII mengacu pada
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Nomor 3751
Tahun 2018 tentang petunjuk teknis penilaian hasil belajar pada madrasah aliyah,
yaitu sebagai berikut:
1) Prinsip Penilaian
a. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan
kemampuan yang diukur;
b. Objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang
jelas, tidak dipengaruhi subyektivitas penilai;
c. Adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta
didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang
agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, gender;
d. Terpadu, berarti penilaian merupakan salah satu komponen yang tak
terpisahkan dari kegiatan pembelajaran;
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 38
e. Terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar
pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang
berkepentingan;
f. Menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian mencakup
semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik
penilaian yang sesuai;
g. Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap
dengan mengikuti langkah-langkah baku;
h. Beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran
pencapaian kompetensi yang ditetapkan; dan
i. Akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari
segi mekanisme, prosedur, teknik, maupun hasilnya.
2) Bentuk dan Metode Penilaian
Bentuk dan metode penilaian meliputi: penilaian kinerja, penilaian diri,
penilaian berbasis portofolio, penilaian harian, penilaian tengah semester,
penilaian akhir semester, penilaian akhir tahun, ujian tingkat kompetensi,
ujian mutu tingkat kompetensi, dan ujian madrasah.
3) Ruang Lingkup Penilaian
Ruang lingkup penilaian, meliputi:
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap,
pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara berimbang
sehingga dapat digunakan untuk menentukan posisi relatif setiap peserta
didik terhadap standar yang telah ditetapkan;
Cakupan penilaian merujuk pada ruang lingkup materi, kompetensi
mata pelajaran/kompetensi muatan/kompetensi program dan proses.
4) Pendekatan Penilaian
Pendekatan penilaian, meliputi:
Pendekatan penilaian yang digunakan adalah penilaian acuan kriteria
(PAK) atau penilaian acuan patokan (PAP);
Penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang
ditetapkan kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap
kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan,
(rapor tidak ada ranking).
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 39
5) Prosedur Penilaian
Prosedur penilaian, meliputi: persiapan/perencanaan, pelaksanaan,
pengelolaan dan tindak lanjut, dan pelaporan.
6) Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)/Kriteria Belajar Minimal (KBM)
KKM/KBM diperlukan untuk mengetahui ketuntasan hasil belajar peserta
didik. Penentuan ketuntasan hasil belajar dilakukan pada awal tahun
pelajaran melalui musyawarah satuan pendidikan. KKM yang
dipersyaratkan adalah sebagai berikut:
a) Sikap dengan kriteria minimal Baik;
b) Pengetahuan dan keterampilaan skala 0 – 100.
7) Penilaian Kompetensi Sikap
a) Observasi, antara lain:
(1) Jurnal guru mapel (diwajibkan mata pelajaran PAI dan Bahasa
Arab serta PKn), BK/Wali kelas;
(2) Jurnal direkap wali kelas dan dilaporkan dalam bentuk diskripsi.
b) Penilaian diri;
c) Penilaian antar teman (peer evaluation).
8) Penilaian Kompetensi Pengetahuan
a) Penilaian dilakukan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan;
b) Instrumen dilengkapi dengan pedoman penskoran dan atau rubrik.
9) Penilaian Kompetensi Keterampilan
Penilaian keterampilan adalah penilaian yang menuntut peserta didik
mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu.
10) Teknik Penilaian
Teknik penilaian yang dilakukan meliputi Praktik, Projek dan Portofolio.
11) Persyaratan Instrumen Penilaian
Persyaratan instrumen penilaian harus memenuhi substansi, konstruksi dan
penggunaan bahasa.
Dalam proses penilaian kompetensi ditampilkan dalam dua bentuk, yaitu:
Capaian
Penilaian Capaian kompetensi pengetahuan dan kompetensi
keterampilan dinyatakan dalam bentuk angka rentangan 1–100. Setiap
penilaian capaian memiliki predikat dengan rentangan, sebagai
berikut:
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 40
Sangat Baik ( A ) → Tuntas dengan sangat baik
Baik ( B ) → Tuntas dengan baik
Cukup ( C ) → Tuntas dengan cukup
Kurang ( D ) → Tidak Tuntas.
Deskripsi
Penilaian Deskripsi merupakan penjelasan bagian kompetensi mana
yang sudah dan yang belum dikuasai oleh siswa yaitu dideskripsikan
nilai KD tertinggi dan nilai KD terendah.
Dari uraian diatas, menurut pedoman penilaian sesuai kurikulum 2013
terbaru, peserta didik dapat dinyatakan Tuntas jika Ketuntasan Belajar
Minimal (KBM) memenuhi hal-hal sebagai berikut:
1) Kompetensi SIKAP, dikatakan Tuntas bila predikat minimal B (Baik);
2) Kompetensi Pengetahuan dan Keterampilan, kategori Tuntas bila
predikat minimal C (Cukup);
3) Dalam Kurikulum 2013, satu mata pelajaran dikatakan Tuntas bila
aspek pengetahuan dan keterampilan Tuntas;
4) Predikat untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan didasarkan
pada kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau kriteria belajar minimal
(KBM) masing-masing Madrasah atau KBM Satuan Pendidikan atau
Madrasah, yaitu 70 (Tujuh Puluh), dengan menggunakan rumus:
KBM Jumlah KBM per Tingkat Kelas
= 3
Satuan Pendidikan
Sedangkan hasil penentuan KKM/KBM dan interval predikat pada
satuan pendidikan sebagai berikut:
Tabel 9. Penetapan Interval Predikat Capaian Kompetensi
KBM D Predikat A
CB
70 (X) 0 < X < 69 70< X < 79 80 < X < 89 90 < X < 100
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 41
Tabel 10. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas X (Sepuluh)
Ketuntasan Minimal
Kelas X
No Mata Pelajaran
Penge
tahuan
Keteram
pilan
Sikap
KELOMPOK A (UMUM)
1. Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Hadits 70 70 B
b. Akidah Akhlak 70 70 B
c. Fikih 70 70 B
d. Sejarah Kebudayaan Islam 70 70 B
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 70 70 B
3. Bahasa Indonesia 70 70 B
4. Bahasa Arab 70 70 B
5. Matematika 70 70 B
6. Sejarah Indonesia 70 70 B
7. Bahasa Inggris 70 70 B
KELOMPOK B (UMUM)
1. Seni Budaya 70 70 B
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga & Kesehatan 70 70 B
3. Prakarya dan Kewirausahaan 70 70 B
4. Muatan Lokal:
a. Ke-NU-an 70 70 B
b. Bahasa Jawa 70 70 B
KELOMPOK C (PEMINATAN)
1. PEMINATAN AKADEMIK
Ilmu Pengetahuan Sosial
1. Geografi 70 70 B
2. Sejarah 70 70 B
3. Sosiologi 70 70 B
4. Ekonomi 70 70 B
2. MATA PELAJARAN PILIHAN *)
Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat
dan/atau Informatika
1. Biologi 70 70 B
2. Sastra Inggris 70 70 B
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 42
Tabel 11. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas XI (Sebelas)
Ketuntasan Minimal
Kelas XI
No Mata Pelajaran
Penge
tahuan
Keteram
pilan
Sikap
KELOMPOK A (UMUM)
1. Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Hadits 70 70 B
b. Akidah Akhlak 70 70 B
c. Fikih 70 70 B
d. Sejarah Kebudayaan Islam 70 70 B
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 70 70 B
3. Bahasa Indonesia 70 70 B
4. Bahasa Arab 70 70 B
5. Matematika 70 70 B
6. Sejarah Indonesia 70 70 B
7. Bahasa Inggris 70 70 B
KELOMPOK B (UMUM)
1. Seni Budaya 70 70 B
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga&Kesehatan 70 70 B
3. Prakarya dan Kewirausahaan 70 70 B
4. Muatan Lokal:
a. Ke-NU-an 70 70 B
b. Bahasa Jawa 70 70 B
KELOMPOK C (PEMINATAN)
1. PEMINATAN AKADEMIK
Ilmu Pengetahuan Sosial
1. Geografi 70 70 B
2. Sejarah 70 70 B
3. Sosiologi 70 70 B
4. Ekonomi 70 70 B
2. MATA PELAJARAN PILIHAN *)
Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat
dan/atau Informatika
1. Biologi 70 70 B
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 43
Tabel 12. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Kelas XII (Dua Belas)
Ketuntasan Minimal
Kelas XII
No Mata Pelajaran
Penge
tahuan
Keteram
pilan
Sikap
KELOMPOK A (UMUM)
1. Pendidikan Agama Islam
a. Al-Qur’an Hadits 70 70 B
b. Akidah Akhlak 70 70 B
c. Fikih 70 70 B
d. Sejarah Kebudayaan Islam 70 70 B
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 70 70 B
3. Bahasa Indonesia 70 70 B
4. Bahasa Arab 70 70 B
5. Matematika 70 70 B
6. Sejarah Indonesia 70 70 B
7. Bahasa Inggris 70 70 B
KELOMPOK B (UMUM)
1. Seni Budaya 70 70 B
2. Pendidikan Jasmani, Olahraga&Kesehatan 70 70 B
3. Prakarya dan Kewirausahaan 70 70 B
4. Muatan Lokal:
a. Ke-NU-an 70 70 B
b. Bahasa Jawa 70 70 B
KELOMPOK C (PEMINATAN)
1. PEMINATAN AKADEMIK
Ilmu Pengetahuan Sosial
1. Geografi 70 70 B
2. Sejarah 70 70 B
3. Sosiologi 70 70 B
4. Ekonomi 70 70 B
2. MATA PELAJARAN PILIHAN *)
Lintas Minat dan/atau Pendalaman Minat
dan/atau Informatika
1. Biologi 70 70 B
Pada Tahun Pelajaran 2021/2022, kondisi Kabupaten Jepara masih dalam
masa darurat, tentunya madrasah tidak bisa melaksanakan kurikulum tingkat
satuan pendidikan secara maksimal, sehingga membutuhkan pedoman dalam
melaksanakan proses pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat yang merupakan
KTSP yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan pada masa darurat
dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku serta kondisi
keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat. Masa darurat
yang dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah Corona Virus Disease
KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 44