The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Dokumen Kurikulum MA Wahid Hasyim

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mawahasguru, 2022-06-26 00:56:10

Dokumen Kurikulum

Dokumen Kurikulum MA Wahid Hasyim

Keywords: akreditasi

2019 (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi bencana
alam, huru-hara dan sebagainya. Oleh karena itu, MA Wahid Hasyim
menggunakan Kurikulum Darurat dengan melakukan perubahan ketuntasan
belajar, dengan memperhatikan hal sebagai berikut:
1) Penilaian hasil belajar mengacu pada regulasi/juknis penilaian hasil belajar

dari Kementerian Agama RI dengan penyesuaian masa darurat.
2) Penilaian hasil belajar mencakup aspek: sikap, pengetahuan dan

keterampilan.
3) Penilaian hasil belajar berbentuk antara lain portofolio, penugasan, proyek,

praktek, tulis dan bentuk lainnya, yang diperoleh melalui tes daring,
dan/ataubentuk asesmen lainnya yang memungkinkan ditempuh secara jarak
jauh dan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan/atau keamanan.
4) Penilaian meliputi: penilaian harian (PH), penilaian akhir semester (PAS)
dan penilaian akhir tahun (PAT).
5) Penilaian dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan
tidak dipaksakan mengukur ketuntasan capaian kurikulum secara
menyeluruh.
6) Pemberian tugas kepada peserta didik dan penilaian hasil belajar pada masa
belajar dari rumah dilaksanakan bervariasi antar pesertadidik, sesuai minat
dan kondisi masing-masing, termasuk mempertimbangkan kesenjangan
akses/ketersediaan fasilitas belajar di rumah. Pemberian tugas diberikan
secara proporsional atau tidak berlebihan dengan tujuan perlindungan
kesehatan, keamanan, dan motivasi peserta didik selama masa darurat tetap
terjaga.
7) Hasil belajar peserta didik dikirim ke guru antara lain berupa foto, gambar,
video, animasi, karya seni dan bentuk lain tergantung jenis kegiatannya dan
yang memungkinkan diwujudkan di masa darurat.
8) Terkait penugasan yang diberikan oleh guru, waktu pembelajaran dan
pengerjaan tugas disesuaikan dengan jadwal tayang/siaran dan waktu
pengumpulan tugas setiap akhir minggu atau disesuaikan dengan kondisi
peserta didik dan ketersediaan waktu peserta didik dan orangtua/wali.
9) Dari hasil belajar tersebut, guru melakukan penilaian baik dengan teknik
skala capaian perkembangan, maupun hasil karya.
10) Guru melakukan analisis untuk melihat ketercapaian kompetensi dasar yang
muncul kemudian dilakukan skoring.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 45

7. Penilaian Hasil Belajar

Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan adalah proses pengumpulan

informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap,

pengetahuan dan keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis

dalam bentuk penilaian akhir dan ujian dan digunakan untuk penentuan

kenaikan/kelulusan.

Lingkup penilaian hasil belajar peserta didik pada pendidikan dasar dan

pendidikan menengah mencakup aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek

keterampilan. Penilaian aspek sikap dilakukan oleh pendidik untuk memperoleh

informasi deskriptif mengenai perilaku peserta didik, dan pencatatan pelaporan

kepada pihak terkait dilakukan oleh satuan pendidikan. Penilaian aspek

pengetahuan dan aspek keterampilan dilakukan oleh satuan pendidikan.

Dalam rangka penguatan Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab yang

merupakan ciri khas pendidikan di madrasah, maka penilaian oleh Pendidik,

Satuan Pendidikan dan Pemerintah pada madrasah berdasarkan Keputusan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3751 Tahun 2018 tentang Petunjuk

Teknis Penilaian Hasil Belajar pada Madrasah Aliyah, dapat digambarkan dalam

bagan sebagai berikut:

Tabel 13. Penilaian Hasil Belajar

Komponen Pendidik Penilaian Pemerintah
Satuan Pendidikan  Ujian / AKM
Bentuk  UAMBN
Penilaian  Penilaian Harian  Penilaian Akhir
Semester Pengetahuan
Aspek yang Sikap, Pengetahuan
Dinilai dan Keterampilan  Penilaian Akhir
Tahun

 Ujian Madrasah
Pengetahuan dan
Keterampilan

Bentuk penilaian hasil belajar oleh Pendidik, Sekolah/Madrasah dan
Pemerintah sebagai berikut:
1. Penilaian oleh Pendidik

Penilaian Harian
Penilaian Harian (PH) dapat berupa ulangan harian, pengamatan, penugasan
dan/atau bentuk lain yang diperlukan yang digunakan untuk:
(1) Mengukur dan mengetahui pencapaian kompetensi peserta didik.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 46

(2) Menetapkan program remedial dan/atau pengayaan berdasarkan tingkat
penguasaan kompetensi.

(3) Memperbaiki proses pembelajaran.
(4) Menyusun laporan kemajuan hasil belajar.
2. Penilaian oleh Satuan Pendidikan
1) Penilaian Akhir Semester

Penilaian Akhir Semester (PAS) adalah kegiatan yang dilakukan
untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir
semester gasal. Cakupan penilaian meliputi seluruh indikator yang
merepresentasikan semua KD pada semester tersebut.
Hasil penilaian akhir semester selanjutnya diolah dan dianalisis untuk
mengetahui ketuntasan belajar peserta didik. Hasil penilaian ini dapat
dimanfaatkan untuk program remedial, pengayaan, dan pengisian
rapor.
2) Penilaian Akhir Tahun
Penilaian Akhir Tahun (PAT) adalah kegiatan yang dilakukan oleh
pendidik di akhir semester genap untuk mengukur pencapaian
kompetensi peserta didik pada akhir semester genap. Cakupan
penilaian meliputi seluruh indikator yang merepresentasikan KD pada
semester genap saja, atau dapat merepresentasikan KD dalam kurun
waktu satu tahun pelajaran (mencakup KD pada semester 1 dan
semester 2).
Hasil penilaian akhir tahun selanjutnya diolah dan dianalisis untuk
mengetahui ketuntasan belajar peserta didik. Hasil penilaian ini dapat
dimanfaatkan untuk program remedial, pengayaan, dan pengisian
rapor.
3) Ujian Madrasah
Ujian Madrasah adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur
pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan terhadap
prestasi belajar dan penyelesaian dari satuan pendidikan. Mata
pelajaran yang diujikan adalah semua mata pelajaran yang diajarkan
pada satuan pendidikan tersebut.
Untuk beberapa mata pelajaran, ujian Madrasah diselenggarakan
dalam bentuk ujian tulis dan ujian praktik, namun beberapa mata
pelajaran lain dilaksanakan dengan ujian tulis atau ujian praktik saja.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 47

Pengaturan tentang hal ini dan pelaksanaan secara keseluruhan diatur
dalam POS Ujian Madrasah yang disusun oleh satuan pendidikan.
Hasil analisis ujian Madrasah dipergunakan pendidik dan satuan
pendidikan untuk perbaikan proses pembelajaran secara keseluruhan
pada tahun pelajaran berikutnya. Hasil ujian Madrasah dilaporkan
satuan pendidikan kepada orang tua peserta didik dalam bentuk surat
keterangan hasil ujian Madrasah (SKHUM). Hasil ujian Madrasah
digunakan sebagai salah satu pertimbangan kelulusan peserta didik
dari satuan pendidikan.
4) Ujian Praktik
Ujian Praktik adalah ujian untuk memenuhi nilai kemampuan peserta
didik dalam melaksanakan proses ketrampilan. Proses ini dipandang
perlu diukur dikarenakan madrasah menginginkan lulusan yang selain
matang dalam hal pengetahaun juga matang dalam hal ketrampilan
proses dan Sikap. Ujian praktik yang dilaksanakan adalah untuk mata
pelajaran keagamaan, kebahasaan, kesenian, peminatan/kejuruan dan
olahraga.
3. Penilaian oleh Pemerintah
Penilaian oleh Pemerintah berupa ujian untuk mengetahui capaian
kompetensi secara nasional.
1) Ujian / AKM
Ujian merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tetentu yang
dicapai peserta didik dalam rangka menilai pencapaian Standar
Nasional Pendidikan, yang dilaksanakan secara nasional pada mata
pelajaran tertentu. Ujian dilaksanakan sesuai dengan perturan
perundang-undangan dan langkah-langkah yang diatur dalam POS
Ujian oleh BSNP.
2) Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional (UAMBN)
UAMBN merupakan kegiatan pengukuran kompetensi tertentu yang
dicapai peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
dan Bahasa Arab secara nasional. UAMBN dilaksanakan sesuai
dengan peraturan perundang-undangan dan langkah-langkah yang
diatur dalam POS UAMBN oleh Kementerian Agama.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 48

8. Kenaikan Kelas
Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun ajaran. Kriteria

kenaikan kelas diatur sendiri oleh satuan pendidikan MA Wahid Hasyim. Namun
demikian, ada rrambu-rambu yang dapat digunakan untuk merancang penentuan
kenaikan kelas. Kriteria kenaikan kelas berdasarkan ketuntasan hasil belajar pada
setiap mata pelajaran baik sikap, pengetahuan maupun keterampilan. Ketuntasan
belajar pada kenaikan kelas adalah ketuntasan dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.
Jika terdapat aspek pengetahuan dan keterampilan mata pelajaran yang tidak
mencapai KBM/KKM pada semester gasal atau genap, maka:
1) Dihitung rerata nilai berdasarkan aspek mata pelajaran semester gasal dan

genap;
2) Nilai rerata setiap aspek dibandingkan dengan KBM/KKM pada mata

pelajaran tersebut. Jika hasil pada nilai rerata lebih dari nilai KBM/KKM,
maka aspek mata pelajarran tersebut dinyatakan Tuntas, dan sebaliknya jika
nilai rerata kurang dari nilai KBM/KKM, maka aspek mata pelajaran
tersebut dinyatakan Belum Tuntas. Selanjutnya jika rerata kedua aspek
tuntas dan nilai sikap baik maka mata pelajaran tersebut dikatakan Tuntas,
dan sebaliknya minimal 1 (satu) aspek tidak tuntas maka mata pelajaran
tersebut dikatakan Belum Tuntas.
Berikut kriteria kenaikan kelas di MA Wahid Hasyim yang menggunakan
sistem paket, yaitu peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam 2 (dua) semester pada
tahun pelajaran yang diikuti;
2) Predikat sikap minimal BAIK, yaitu memenuhi indikator kompetensi sesuai
dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan;
3) Predikat kegiatan ekstrakurikuler wajib pendidikan kepramukaan minimal
BAIK sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan;
4) Tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing
capaian pengetahuan dan/atau keterampilan di bawah KBM/KKM. Karena
ketuntasan belajar yang dimaksud pada kenaikan kelas adalah ketuntasan
dalam konteks kurun waktu belajar 1 (satu) tahun, apabila ada mata
pelajaran yang tidak mencapai KBM/KKM pada semester ganjil dan/atau
genap, maka ketuntasan nilai mata pelajaran dihitung dari rata-rata setiap
aspek mata pelajaran pada semester ganjil dan genap pada tahun pelajaran

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 49

tersebut. Sebagai contoh, nilai mata pelajaran Ekonomi, peserta didik pada
semester ganjil kelas X adalah 75 (KBM/KKM 70). Nilai peserta didik
tersebut pada mata pelajaran yang sama pada semester genap di kelas yang
sama adalah 70. Rerata nilai peserta didik tersebut adalah (75+70): 2 = 72.5.
Dengan KBM/KKM 70, peserta didik kelas X tersebut dinyatakan TUNTAS
pada mata pelajaran Ekonomi.
5) Ketuntasan belajar minimal di MA Wahid Hasyim adalah menggunakan
KBM/KKM tingkat satuan pendidikan yaitu 70 (tujuh puluh) adalah sama
untuk semua mata pelajaran. Satuan pendidikan MA Wahid Hasyim dalam
menetapkan KBM/KKM dengan memperhatikan kemampuan awal peserta
didik, kerumitan kompetensi, dan keadaan sumber daya pendidikan di
satuan pendidikan.
6) Satuan pendidikan dapat menambahkan kriteria sesuai dengan kebutuhan
masing-masing, khusus untuk MA Wahid Hasyim, yaitu:
(1) Akademis

a) Mata pelajaran ciri khas peminatan akademik baik pengetahuan,
keterampilan, sikap spiritual dan sosial harus tuntas, yaitu:
Peminatan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), tidak boleh memiliki
nilai yang tidak tuntas pada mata pelajaran Geografi, Sejarah,
Sosiologi, dan Ekonomi;

b) Nilai kognitif (pengetahuan) untuk mata pelajaran yang belum
tuntas pada semester berjalan, dituntaskan melalui pembelajaran
remedial sebelum memasuki semester atau tahun pelajaran
berikutnya.

(2) Kehadiran
a) Kehadiran tatap muka pada setiap mata pelajaran minimal 75%
diperhitungkan dari tatap muka tanpa memperhitungkan
ketidakhadiran karena sakit atau izin sesuai dengan peraturan
yang berlaku;
b) Keseluruhan persentase kehadiran peserta didik minimal 75% dari
total hari efektif yang berlaku.

(3) Kepribadian
a) Peserta didik harus mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yaitu
pramuka dan PMR (wajib) dan satu pilihan, serta memperoleh
nilai ekstrakurikuler minimal B (memuaskan);

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 50

b) Kerajinan minimal B (Baik), yang ditentukan berdasarkan
keseluruhan persentase kehadiran peserta didik minimal 75%;

c) Kerapian minimal B (Baik), yang ditentukan berdasarkan cara
peserta didik berpakaian seragam, potongan rambut dan
kebersihan diri;

d) Tidak terlibat tindak kriminal, tidak terlibat narkoba,
perkelahian/tawuran dan tidak melawan tenaga pendidik/tenaga
kependidikan secara fisik maupun non fisik.

(4) Menyelesaikan program unggulan Madrasah, yaitu Hafalan Juz
‘Amma dan Praktek Ibadah, sebagai berikut:
a) Kelas X
Peserta didik harus hafal surat-surat dalam Al-Qur’an, antara lain:
surat Al-Faatikhah, surat An-Naas, surat Al-Falaq, surat Al-
Ikhlash, surat Al-Lahab, surat An-Nashr, surat Al-Kaafiruun,
surat Al-Kautsar, surat Al-Maa’uun, surat Al-Quraisy, surat Al-
Fiil, surat Al-Humazah, surat Al-‘Ashir, surat At-Takaatsur, surat
Al-Qaari’ah, surat Al-‘Aadiyaat, surat Al-Zalzalah, surat Al-
Bayyinah, surat Al-Qadr, surat Al-‘Alaq, surat At-Tiin, surat
Alam Nasyrah, surat Adh-Dhuhaa, dan surat Al-Lail.
b) Kelas XI
Peserta didik harus hafal surat-surat dalam Al-Qur’an, antara lain:
surat Asy-Syams, surat Al-Balad, surat Al-Fajr, surat Al-
Ghaasyiyah, surat Al-A’la, surat Ath-Thaariq, surat Al-Buruuj,
surat Al-Insyiqaaq dan surat Yaasiin;
c) Kelas XII
Peserta didik dapat memperoleh rapor semester gasal dan
mengikuti semester genap harus hafal surat dalam Al-Qur’an,
antara lain: surat Al-Muthaffifiin, surat Al-Infithaar, surat At-
Takwir, surat ‘Abasa, surat An-Naazi’aat, surat An-Naba, dan
bacaan Tahlil.

(5) Bagi peserta didik yang tidak naik kelas diberi kesempatan mengulang
pada tahun berikutnya, dan pemberian kesempatan mengulang
maksimal 2 tahun.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 51

Keterangan:
 Keputusan kenaikan kelas bagi peserta didik dilakukan

berdasarkan hasil rapat pleno Pendidik dan Tenaga Kependidikan
beserta stakeholders madrasah dengan tetap mempertimbangkan
kebijakan satuan pendidikan, seperti minimal kehadiran, tata
tertib dan peraturan lain yang berlaku di satuan pendidikan;
 Kriteria kenaikan kelas dari satuan pendidikan harus tersurat
dalam dokumen KTSP;
 Lembar kriteria kenaikan kelas dilampirkan pada rapor peserta
didik.

Apabila selama Tahun Pelajaran 2021/2022 berjalan, dan kondisi Kabupaten
Jepara masih dalam masa darurat, tentunya madrasah tidak bisa melaksanakan
kurikulum tingkat satuan pendidikan secara maksimal, sehingga membutuhkan
pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat
yang merupakan KTSP yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan
pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku
serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat.
Masa darurat yang dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi
bencana alam, huru-hara dan sebagainya. Oleh karena itu, MA Wahid Hasyim
menggunakan Kurikulum Darurat dengan melakukan perubahan kriteria kenaikan
kelas, sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3751
Tahun 2018 tentang petunjuk teknis penilaian hasil belajar pada Madrasah Aliyah
dan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor: B-
686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 tanggal 24 Maret 2020 perihal Mekanisme
Pembelajaran dan Penilaian Madrasah dalam Masa Darurat Pencegahan
Penyebaran Covid-19, maka dalam menentukan kriteria kenaikan kelas yaitu
peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi persyaratan:
1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada

tahun pelajaran yang diikuti.
2) Apabila penilaian untuk:

(1) Penilaian Akhir Semester (PAS) untuk kenaikan kelas dalam bentuk tes
yang mengumpulkan peserta didik tidak boleh dilakukan, kecuali yang
telah dilaksanakan, maka penilaian dilakukan dalam bentuk portofolio

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 52

dari nilai rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes
daring (bila memungkinkan), dan/atau bentuk asessmen lainnya yang
memungkinkan dilakukan secara jarak jauh.
(2) Penilaian akhir semester (PAS) untuk kenaikan kelas dirancang untuk
mendorong aktivitas belajar yang bermakna, dan tidak perlu mengukur
ketuntasan capaian kurikulum secara menyeluruh.
(3) Rumus perhitungan nilai kenaikan kelas pada tingkatan Madrasah
Aliyah ditentukan oleh Satuan Pendidikan MA Wahid Hasyim.
3) Predikat sikap minimal Baik yaitu memenuhi indikator kompetensi sesuai
dengan kriteria yang ditetapkan oleh MA Wahid Hasyim.
4) Tidak memiliki lebih dari 2 (dua) mata pelajaran yang masing-masing
capaian pengetahuan dan/atau keterampilan di bawah KKM. Apabila ada
mata pelajaran yang tidak mencapai KKM pada semester gasal dan/atau
semester genap, maka nilai akhir mata pelajaran diambil dari rata-rata nilai
mata pelajaran pada semester gasal dan genap untuk aspek yang sama.

9. Kelulusan
Berdasarkan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2015 tentang

perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang
Standar Nasional Pendidikan, pada pasal 72 menyebutkan peserta didik
dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan pada pendidikan dasar dan
menengah harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut:
1) Kriteria Kelulusan Ujian Madrasah (UM)

Peserta didik dinyatakan lulus Ujian Madrasah (UM) apabila memenuhi
kriteria, yaitu:
(1) Kelulusan UM ditentukan berdasarkan Nilai Ujian Madrasah (N-UM);
(2) Nilai Ujian Madrasah (N-UM) ditentukan berdasarkan batas minimal

rata-rata semua mata pelajaran dan/atau batas minimal untuk setiap
mata pelajaran yang diuji.
2) Kriteria Kelulusan dari Satuan Pendidikan
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan MA Wahid Hasyim
setelah memenuhi kriteria yang ditetapkan Madrasah, yaitu:
(1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 53

Penyelesaian seluruh program pembelajaran untuk peserta didik
adalah apabila telah menyelesaikan pembelajaran dari kelas X, XI, dan
XII.
(2) Memperoleh nilai sikap atau perilaku minimal baik
Nilai sikap atau perilaku minimal baik ditentukan oleh satuan
pendidikan dengan mempertimbangkan hasil penilaian sikap oleh
Pendidik.
(3) Lulus Ujian Madrasah (UM)
Kriteria kelulusan peserta didik dari Ujian Madrasah untuk semua
mata pelajaran ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasar perolehan
nilai ujian madrasah.
(4) Satuan pendidikan dapat menambahkan kriteria sesuai dengan
kebutuhan masing-masing, khusus untuk MA Wahid Hasyim, yaitu:
a) Lulus Ujian Madrasah (UM) dengan nilai rata-rata minimal 70

untuk seluruh mata pelajaran.
b) Madrasah mengadakan ujian praktik yang merupakan bagian dari

seluruh rangkaian Ujian yang akan digunakan untuk menilai
kompetensi peserta didik mengenai suatu mata pelajaran yang
diujikan secara praktik langsung. Nilai ujian praktik digunakan
untuk menambah nilai kelulusan peserta didik. Ujian praktik yang
dilaksanakan berkaitan dengan mata pelajaran: Al-Qur’an Hadits,
Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab,
Bahasa Inggris, Seni Budaya, Penjasorkes, Prakarya dan
Kewirausahaan, Ke-NU-an, Bahasa Jawa. Sedangkan kriteria
minimal nilai yang harus diperoleh untuk setiap mata pelajaran
yang diuji berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan di
KBM/KKM Madrasah.
c) Menyelesaikan program unggulan madrasah, untuk kelas XII, yaitu
Hafal Juz ‘Amma sebagai berikut:
Peserta didik dapat lulus dari satuan pendidikan harus hafal surat
dalam Al-Qur’an, antara lain: surat Al-Muthaffifiin, surat Al-
Infithaar, surat At-Takwir, surat ‘Abasa, surat An-Naazi’aat, surat
An-Naba, dan bacaan Tahlil.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 54

Apabila selama Tahun Pelajaran 2021/2022 berjalan, dan kondisi Kabupaten
Jepara masih dalam masa darurat, tentunya madrasah tidak bisa melaksanakan
kurikulum tingkat satuan pendidikan secara maksimal, sehingga membutuhkan
pedoman dalam melaksanakan proses pembelajaran yaitu Kurikulum Darurat
yang merupakan KTSP yang disusun dan dilaksanakan oleh satuan pendidikan
pada masa darurat dengan memperhatikan rambu-rambu ketentuan yang berlaku
serta kondisi keterbatasan masing-masing satuan pendidikan di masa darurat.
Masa darurat yang dimaksud bukan hanya pada masa darurat wabah Corona Virus
Disease 2019 (Covid-19), tetapi berlaku pula pada masa darurat karena terjadi
bencana alam, huru-hara dan sebagainya. Oleh karena itu, MA Wahid Hasyim
menggunakan Kurikulum Darurat dengan melakukan perubahan kriteria kenaikan
kelas, sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3751
Tahun 2018 tentang petunjuk teknis penilaian hasil belajar pada Madrasah Aliyah
dan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Nomor: B-
686.1/DJ.I/Dt.I.I/PP.00/03/2020 tanggal 24 Maret 2020 perihal Mekanisme
Pembelajaran dan Penilaian Madrasah dalam Masa Darurat Pencegahan
Penyebaran Covid-19, maka dalam menentukan kriteria kelulusan yaitu peserta
didik dinyatakan lulus apabila memenuhi persyaratan:
1) Menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Bagi peserta didik pindahan

memiliki raport dari Sekolah/Madrasah sebelumnya yang menunjukkan
peserta didik telah mengikuti program pembelajaran di kelas sebelum
melakukan pindah.
2) Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal Baik.
3) Lulus Ujian Praktik.
4) Lulus Ujian Madrasah (UM), dengan ketentuan:
(1) Ujian Madrasah dapat dilakukan dalam bentuk portofolio dari nilai

rapor dan prestasi yang diperoleh sebelumnya, penugasan, tes daring
(bila memungkinkan), dan/atau bentuk assesmen lainnya yang
memungkinkan ditempuh secara jarak jauh atau daring.
(2) Ujian Madrasah dirancang untuk mendorong aktivitas belajar yang
bermakna, dan tidak perlu dipaksakan mengukur ketuntasan capaian
kurikulum secara menyeluruh.
(3) Rumus perhitungan nilai kelulusan pada tingkatan Madrasah Aliyah
ditentukan oleh Satuan Pendidikan MA Wahid Hasyim.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 55

Keterangan:
Apabila terdapat peserta didik yang Tidak Lulus, harus diadakan pendekatan
kepada peserta didik dan keluarga agar peserta didik yang bersangkutan
dapat mengulang di kelas akhir pada tahun pelajaran berikutnya, atau dapat
mengikuti alternatif pendidikan lain.

10. Mutasi Siswa
Persyaratan pindah/mutasi bagi peserta didik di MA Wahid Hasyim, sesuai

dengan prinsip manajemen berbasis madrasah, melalui mekanisme yang objektif
dan transparan dengan mencakup hal-hal sebagai berikut:
1) Memenuhi persyaratan yang ditentukan;
2) Surat permohonan orang tua yang bersangkutan;
3) Memiliki Laporan Hasil Belajar (Rapor) dengan nilai lengkap dari

Madrasah asal;
4) Memilki Ijazah Sekolah/Madrasah Menengah Pertama/sederajat;
5) Memiliki surat tanda lulus dengan nilai yang tidak lebih rendah dari nilai

minimal (PPDB pada tahunnya);
6) Memiliki surat pindah dari Madrasah asal;
7) Memilik surat rekomendasi pemindahan biodata peserta didik dari E-MIS

Madrasah asal ke Madrasah tujuan maupun Dapodik dari Operator
Kabupaten;
8) Menyesuaikan bentuk Laporan Hasil Belajar Peserta Didik (LHB-PD) dari
Madrasah asal sesuai dengan bentuk rapor yang digunakan di Madrasah
tujuan;
9) Mengikuti seleksi masuk dengan tes sesuai program yang diminati dan
hasilnya diumumkan secara terbuka.

11. Nilai-Nilai Karakter yang Dikembangkan Madrasah
Nilai karakter yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter

bangsa merupakan unsur yang diimplementasikan dalam pengembangan
kurikulum. Pendidikan budaya dan karakter bangsa dimaknai sebagai pendidikan
yang mengembangkan nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik
sehingga memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-
nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan
warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 56

Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan satu kesatuan program
kurikulum dan terdokumentasi yang diintegrasikan dalam kurikulum yaitu visi,
misi, tujuan, struktur dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus,
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Fungsi pendidikan budaya dan karakter bangsa yang termaktub dalan
kurikulum MA Wahid Hasyim adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan, yaitu pengembangan potensi peserta didik untuk menjadi

pribadi berperilaku baik. Hal ini bagi peserta didik yang telah memiliki
sikap dan perilaku yang mencerminkan budaya dan karakter bangsa;
2. Perbaikan, yaitu memperkuat kiprah pendidikan nasional untuk
bertanggung jawab dalam pengembangan potensi peserta didik yang lebih
bermartabat; dan
3. Penyaring, yaitu untuk menyaring budaya bangsa sendiri dan budaya
bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan karakter
bangsa yang bermartabat.
Sedangkan tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa yang termaktub
dalan kurikulum MA Wahid Hasyim adalah sebagai berikut:
1. Mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai
manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter
bangsa;
2. Mengembangkan kebiasaan dan perilaku peserta didik yang terpuji dan
sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang
religius;
3. Menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik
sebagai generasi penerus bangsa;
4. Mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang
mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; dan
5. Mengembangkan lingkungan kehidupan Sekolah/Madrasah sebagai
lingkungan belajar yang aman, jujur, penuh kreativitas dan persahabatan,
serta dengan rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

Adapun nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan
karakter bangsa dapat diidentifikasi di kurikulum MA Wahid Hasyim dari
sumber-sumber, yaitu:

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 57

1. Agama: Masyarakat Indonesia adalah masyarakat beragama. Oleh karena
itu, kehidupan individu, masyarakat, dan bangsa selalu didasari pada
ajaran agama dan kepercayaannya. Secara politis, kehidupan kenegaraan
pun didasari pada nilai yang berasal dari agama. Atas dasar, maka nilai
pendidikan budaya dan karakter bangsa harus didasarkan pada nilai-nilai
dan kaidah yang berasal dari agama.

2. Pancasila: Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegakkan atas prinsip-
prinsip kehidupan kebangsaan dan kenegaraan yang disebut Pancasila.
Pancasila terdapat pada Pembukaan UUD 1945 dan dijabarkan lebih lanjut
dalam pasal-pasal yang terdapat dalam UUD 1945. Artinya, nilai-nilai
yang terkandung dalam Pancasila menjadi nilai-nilai yang mengatur
kehidupan politik, hukum, ekonomi, kemasyarakatan, budaya, dan seni.
Pendidikan budaya dan karakter bangsa bertujuan mempersiapkan peserta
didik menjadi warga negara yang lebih baik, yaitu warga negara yang
memiliki kemampuan, kemauan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila
dalam kehidupannya sebagai warga negara.

3. Budaya: Sebagai suatu kebenaran bahwa tidak ada manusia yang hidup
bermasyarakat yang tidak didasari oleh nilai-nilai budaya yang diakui
masyarakat. Nilai-nilai budaya dijadikan dasar dalam pemberian makna
terhadap suatu konsep dan arti dalam komunikasi antar anggota
masyarakat. Posisi budaya yang demikian penting dalam kehidupan
masyarakat mengharuskan budaya menjadi sumber nilai dalam pendidikan
budaya dan karakter bangsa.

4. Tujuan pendidikan nasional: Sebagai rumusan kualitas yang harus dimiliki
setiap warga negara Indonesia, dikembangkan oleh berbagai satuan
pendidikan di berbagai jenjang dan jalur. Tujuan pendidikan nasional
memuat berbagai nilai kemanusiaan yang harus dimiliki warga negara
Indonesia. Oleh karena itu, tujuan pendidikan nasional adalah sumber yang
paling operasional dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter
bangsa.

Berdasarkan keempat sumber nilai tersebut diatas, nilai untuk pendidikan
budaya dan karakter bangsa yang dikembangkan di kurikulum MA Wahid
Hasyim, dimulai dari nilai essensial, sederhana, dan mudah dilaksanakan sesuai
dengan kondisi madrasah, sebagai berikut.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 58

1. Beriman dan bertakwa (religius)
Sikap dan perilaku yang patuh melaksanakan ajaran agama yang
dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, hidup rukun
dengan pemeluk agama lain.
Deskripsi Nilai Karakter yang dikembangkan (Kelas X – XII):
 Mensyukuri keunggulan manusia sebagai pencipta dan penguasa
dibanding makhluk lain.
 Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan mata
pelajaran.

2. Berakhlak mulia

Tabel 14. Nilai-Nilai Karakter yang Dikembangan Madrasah

No Nilai Karakter Yang Dikembangkan Madrasah

1 Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai
orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan
pekerjaan.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Merasakan kekuasaan Tuhan yang menciptakan keteraturan di
alam semesta.
 Merasakan kebesaran Tuhan dengan keberagaman agama yang
ada di dunia.
 Mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan
mata pelajaran.

2 Amanah
Perilaku yang mampu memelihara dan menjaga barang titipan dan
mampu mengembalikannya kepada pemiliknya dalam bentuk semula.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Mampu menyimpan rahasia orang lain.
 Menjaga kehormatan orang lain dan menjaga dirinya sendiri.
 Menunaikan semua kewajiban yang telah dibebankan kedirinya.
 Tidak menyalahkangunakan jabatan untuk kepentingan tertentu
 Menunaikan kewajiban dengan baik dan memelihara semua
anugerah yang telah diberikan oleh Allah SWT.

3 Kritis
Cara berpikir reflektif yang masuk akal atau berdasarkan nalar yang
difokuskan untuk menentukan apa yang harus diyakini dan dilakukan,
atau proses mental untuk menganalisis dan mengevaluasi informasi.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Mampu menyusun rencana secara sistematis dan terampil
memecahkan masalah
 Mampu mengajukan pertanyaan yang tepat, menggabungkan
informasi yang relevan, secara efektif dan efisien, kreatif

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 59

No Nilai Karakter Yang Dikembangkan Madrasah

menyusun informasi.
 Mempunyai nalar yang masuk akal atas informasi yang dimiliki,

dan kesimpulannya konsisten serta dapat dipercaya.

4 Menebarkan salam
Tindakan yang mengandung unsur silaturahim, sukacita dan sikap
atau pernyataan hormat kepada orang lain.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Mengucapkan salam ketika bertemu sesama warga madrasah.
 Mengucapkan salam ketika memasuki ruangan dimanapun.

5 Sopan
Sikap yang mengikuti adat dan tidak melanggar adat.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Menghormati semua warga madrasah.

6 Santun
Sikap yang halus dan baik (tingkah lakunya), sabar dan tenang juga
penuh rasa belas kasihan (suka menolong).
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Menghormati semua warga madrasah.

7 Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada
peraturan.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Selalu teliti dan tertib dalam mengerjakan tugas.
 Mematuhi jadwal belajar yang telah ditetapkan.

8 Sederhana bersahaja
Hidup yang tidak berlebihan, proporsional dan memiliki prioritas
mana yang harus didahulukan.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Tampil sederhana saat di madrasah.

9 Keteladanan
Usaha meniru sikap dari tokoh atau hal yang dapat dicontoh dari
tokoh.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Memberikan keteladanan tentang tata cara hidup yang baik
dengan warga madrasah.

10 Berterimakasih
11 Antri dan tertib
12 Menghormati
13 Saling memaafkan
14 Peduli Sosial

Sikap dan tindakan yang ingin memberi bantuan bagi orang lain dan
masyarakat yang membutuhkan.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Merancang dan melaksanakan kegiatan sosial.
 Membantu teman yang memerlukan bantuan, dan kegiatan donor

darah.
15 Peduli Lingkungan

Sikap dan tindakan yang berupaya mencegah kerusakan lingkungan
alam di sekitarnya dan mengembangkan upaya memperbaiki

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 60

No Nilai Karakter Yang Dikembangkan Madrasah

kerusakan alam yang terjadi.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Merencanakan dan melaksanakan kegiatan pencegahan kerusakan

lingkungan.

16 Toleran
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku,
ras/etnis, pendapat, sikap, dan tindakan rang lain yang berbeda dari
dirinya.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Memberi kesempatan pada teman yang beda pendapat.
 Bersahabat dengan teman lain tanpa membedakan agama, suku,
dan ras/etnis.
 Mau mendengarkan pendapat yang dikemukakan teman tentang
budayanya.

17 Moderat

18 Demokratis
Cara berpikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan
kewajiban dirinya dan orang lain.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Membiasakan diri bermusyawarah dengan teman.
 Menerima kekalahan dalam pemilihan dengan ikhlas.
 Memberi kesempatan kepada teman yang menjadi pemimpinnya
untuk bekerja.

19 Cinta Tanah Air
Cara berpikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan,
kepedulian,penghargaan yang tinggi terhadap bahasa,
lingkunganfisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Mengemukakan sikap dan kepedulian mengenai kondisi geografis
Indonesia dan keberagaman budaya dan seni di Indonesia.
 Rasa bangga dan peduli terhadap keunggulan produk Indonesia
dalam pertanian, perikanan, flora, dan fauna serta IPTEK.

20 Anti-diskriminatif

21 Anti-kekerasan dan cinta damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa
senang dan aman atas kehadiran dirinya.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan Madrasah.
 Ikut menjaga kenyamanan Madrasah.

22 Kerja Keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam
mengatasi berbagai hambatan belajar, tugas, dan menyelesaikan tugas
dengan sebaik-baiknya.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Menggunakan waktu efektif untuk menyelesaikan tugas di kelas
dan luar kelas.
 Berusaha mencari informasi tentang materi pelajaran dari berbagai
sumber.

23 Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu yang menghasilkan cara baru dari

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 61

No Nilai Karakter Yang Dikembangkan Madrasah

yang dimiliki.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Mengajukan suatu pikiran baru tentang pokok bahasan.
 Menerapkan teori/prinsip yang dipelajari dalam aspek kehidupan

masyarakat.

24 Mandiri
Sikap dan prilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain
dalam menyelesaikan tugas-tugas.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Mencari sumber di perpustakaan untuk menyelesaikan tugas
Madrasah tanpa bantuan pustakawan.
 Menerjemahkan sendiri kalimat bahasa Indonesia ke bahasa
asing/sebaliknya.

25 Rasa Ingin Tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih
mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajari, dilihat, dan
didengar.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Bertanya/membaca bacaan tentang materi yang terkait dengan
pelajaran.
 Membaca atau mendiskusikan beberapa peristiwa alam, sosial,
budaya, ekonomi, politik, dan teknologi yang baru di dengar.

26 Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan
kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan
kelompoknya.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Turut dalam panitia peringatan hari pahlawan dan proklamasi
kemerdekaan.
 Mengemukakan pikiran dan sikap pada pertentangan Indonesia
dan negara lain.
 Mengemukakan sikap dan tindakan mengenai hubungan Indonesia
dengan negara lain dalam masalah politik, ekonomi, sosial, dan
budaya.

27 Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan
sesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, dan menghormati
keberhasilan orang lain.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Rajin belajar untuk berprestasi tinggi.
 Berlatih keras menjadi pemenang dalam kegiatan olahraga dan
kesenian.
 Menghargai kerja guru, kepala madrasah dan personalia/karyawan
lainnya.
 Menghargai kerja pemimpin dalam mensejahterakan masyarakat
dan bangsa.
 Menghargai temuan yang telah dihasilkan manusia dalam bidang
IPTEKS.

28 Bersahabat/Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 62

No Nilai Karakter Yang Dikembangkan Madrasah
bekerja sama dengan orang lain.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Memberikan pendapat dalam kerja kelompok di kelas.
 Aktif dalam kegiatan sosial-budaya dan organisasi di kelas
ataupun Madrasah.

29 Cinta Damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa
senang dan aman atas kehadiran dirinya.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Ikut berpartisipasi dalam menjaga keamanan madrasah.

30 Gemar membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang
memberikan kebajikan bagi dirinya.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Membaca kitab suci, buku atau tulisan keilmuan, sastra, seni,
budaya, teknologi

31 Tanggung Jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan
kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri,
masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), Negara dan Tuhan
Yang Maha Esa.
Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII)
 Melakukan tugas (misal piket) tanpa disuruh dan dilakukan secara
teratur.
 Menunjukkan prakarsa untuk mengatasi masalah hidup dalam
lingkup terdekat.

3. Ulet, tangguh, kreatif, inovatif, mandiri, bertanggungjawab, bekerjasama,

gotong royong dan anti-korupsi.

Deskripsi Nilai Karakter (Kelas X – XII) dengan mempraktikan dalam

kehidupan sehari-hari di madrasah.

12. Keunggulan Madrasah (Lokal dan Global)

Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global karakter adalah

pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing

global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan

komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi peningkatan

kompetensi peserta didik. Untuk itu, satuan pendidikan harus mampu membuat

program operasional yang menguatkan unsur-unsur lokal dan global melalui:

1) Kurikulum untuk semua tingkat satuan pendidikan dapat memasukkan

pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. Pengertian kurikulum

tidak hanya terkait dengan mata pelajaran saja namun juga dengan

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 63

pengelolaan Sekolah/Madrasah sebagai sebuah sistem yang memiliki
tujuan dan program-program untuk mencapai tujuan tersebut;
2) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global dapat merupakan bagian
dari semua mata pelajaran dan juga dapat menjadi mata pelajaran muatan
lokal;
3) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dapat diperoleh peserta didik dari
satuan pendidikan formal lain dan/atau nonformal yang sudah memperoleh
akrreditasi. Dalam hal ini, satuan pendidikan harus mampu memfasilitasi
kebutuhan peserta didik dalam pengembangan kompetensi keunggulan
lokal melalui program-program kerjasama dengan lembaga lain yang
terkait.

MA Wahid Hasyim adalah Madrasah yang menyelenggarakan
keunggulan lokal dan global, harus menempuh langkah-langkah sebagai
berikut:
(1) Analisis potensi daerah dan potensi satuan pendidikan atau analisis

keunggulan lokal;
(2) Penentuan program keunggulan lokal dan global sesuai dengan hasil

analisis;
(3) Penentuan kompetensi yang diharapkan dicapai oleh peserta didik;
(4) Pengintegrasian substansi keunggulan lokal dan global ke dalam

SK/KD mapel beserta indikator yang dikembangkan;
(5) Pemetaan standar isi - SK - KD;
(6) Penyusunan silabus bermuatan keunggulan lokal dan global;
(7) Pengembangan RPP keunggulan lokal dan global;
(8) Pengembangan bahan ajar untuk membantu pelaksanaan keunggulan

lokal dan global;
(9) Pelaksanaan pembelajaran keunggulan lokal dan global sesuai dengan

silabus dan RPP.
1. Analisis Potensi Daerah dan Potensi Madrasah

Analisis potensi daerah dan potensi madrasah dilakukan madrasah
dengan melihat dan mencermati kondisi dan potensi daerah (kondisi
eksternal) serta potensi madrasah (kondisi internal). Analisis potensi
daerah didasarkan pada 5 (lima) komponen, yaitu sumber daya alam,
sumber daya manusia, potensi geografis, potensi budaya, dan potensi

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 64

historis. Adapun analisis potensi madrasah didasarkan pada komponen
peserta didik, pendidik/guru, tenaga kependidikan, sarana prasarana, dan
pembiayaan.

Sebagai gambaran konkret, berikut dikemukakan hasil analisis yang
dilakukan MA Wahid Hasyim sebagai Madrasah yang mengembangkan
program keunggulan lokal dan global (PKLG).

Tabel 15. Hasil Analisis Potensi Daerah (Kondisi Eksternal)

No Potensi/ Peluang Tantangan Potensi
Komponen PKLG

1 Sumber Daerah Bangsri Hasil Peningkatan

Daya Alam memiliki potensi yang perkebunan pemanfaatan

sangat bagus di segala dan peternakan hasil

bidang usaha, baik belum perkebunan

dari tanah yang subur dimanfaatkan dan peternakan

sehingga cocok secara optimal sebagai

ditanami berbagai makanan dan

jenis tanaman dan minuman khas.

dikembangbiakkan

berbagai jenis hewan

ternak:

 Perkebunan mangga,
rambutan dan jambu

 Budidaya jamur
 Budidaya tanaman

hias

 Ternak kambing,
ayam, dan bebek
(penghasil telur)

2 Sumber Di daerah sekitar Tenaga ahli Pemanfaatan

Daya madrasah banyak belum narasumber

Manusia tenaga ahli di bidang dimanfaatkan dari luar

pertanian dan untuk madrasah

perkebunan (dinas membantu untuk

setempat) dan pelaksanaan membantu

peternakan pembelajaran terlaksananya

PKLG program

PKLG

3 Geografis Secara geografis, Objek wisata Pemanfaatan
belum daerah wisata
wilayah Desa Bangsri dimanfaatkan sebagai
sebagai sumber belajar
berada di dataran sumber belajar (pembuatan
leaflet objek
rendah. Di samping Adanya wisata,
pengaruh pemasaran
sebagai jalur negatif dari makanan khas

transportasi yang

menghubungkan dari

Kota Jepara ke

Kabupaten lain, juga

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 65

No Potensi/ Peluang Tantangan Potensi
Komponen PKLG

ke wilayah propinsi pengembangan di tempat
daerah wisata wisata,
Jawa Tengah dalam hal pembekalan
pergaulan pemandu
(Semarang), juga remaja wisata).

terdapat tempat- Pengembangan
kegiatan PIK–
tempat wisata yang KRR (Pusat
Informasi dan
indah dan tempat Konsultasi
Kesehatan
perbelanjaan yang Reproduksi
Remaja)
dapat dikunjungi, bekerja sama
dengan
yaitu: Dinsosnakertra
ns
 Pasar kalinyamatan;

 Pasar kerajinan

margoyoso;

 Pasar malem

kalinyamatan;

 Waterboom/tiara

park.

4 Budaya Potensi budaya di Kepedulian Pelestarian dan
wilayah Jepara adalah terhadap promosi
wisata budaya seperti pelestarian potensi budaya
Museum RA Kartini, potensi budaya berupa
Air terjun songgo tersebut masih pembuatan
langit. kurang dokumen cetak
(karya tulis)
dan audio
visual (film)

5 Historis Jepara memiliki Potensi historis Promosi

tempat-tempat yang ada tempat-tempat

peninggalan belum bersejarah

bersejarah, yaitu: dimanfaatkan melalui

 Museum RA sebagai internet
Kartini;
sumber belajar

 Benteng Portugis;

 Masjid Mantingan;

 Masjid Agung

Jepara;

 Makam Sunan
Hadirin;

 Petilasan Ratu

Kalinyamat;

Pada tabel diatas dapat dilihat potensi PKLG yang dapat
dikembangkan di MA Wahid Hasyim berdasarkan hasil analisis potensi
daerah terdapat pada kolom paling kanan.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 66

Adapun kesiapan Madrasah dalam melaksanakan PK-G dianalisis

melalui potensi madrasah yang dimiliki. Hasil analisis tersebut tertuang

pada tabel di bawah ini.

Tabel 16. Hasil Analisis Potensi Madrasah (Kondisi Internal)

No Potensi/ Kekuatan Kelemahan Kesiapan
Komponen

1 Peserta  Sebagian besar  Peserta didik Madrasah
Didik sebagian berupaya
peserta didik besar berasal membekali dan
dari kalangan mengembangk
memiliki ekonomi an potensi
lemah (25% peserta didik
kecerdasan dan merupakan melalui
anak asuh program
bakat religius dari berbagai PKLG dengan
panti mengintegrasik
Islam (Iman da asuhan); an keunggulan
lokal ke dalam
takwa);  Rata-rata mata pelajaran
peserta didik dan melalui
 Sebagian besar yang mulok dan
melanjutkan pengembangan
peserta didik telah di perguruan diri.
tinggi hanya
memiliki 25 %;

kesadaran hidup  Kurang
memiliki
beragama yang minat untuk
mengembang
cukup tinggi; kan
kemampuan
 Kemampuan TIK akademik

peserta didik

cukup berkembang

karena dukungan

sarana prasarana.

2 Pendidik Sebagian besar guru Guru yang ahli Madrasah
di bidang mendatangkan
berkualifikasi S-1, PKLG masih ahli untuk
kurang melatih guru
mengajar sesuai

dengan latar

belakang

pendidikan,

memiliki semangat

pengabdian yang

ikhlas

3 Tenaga Tenaga Kurangnya Madrasah

Kependidik kependidikan koordinasi, mengadakan

an memiliki semangat sosialisasi, dan workshop

kerja yang tinggi dan sinkronisasi peningkatan

keikhlasan program kerja kesiapan dan

membantu PKLG dukungan

keberhasilan internal warga

program kerja madrasah

madrasah yang dalam

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 67

No Potensi/ Kekuatan Kelemahan Kesiapan
Komponen

mengembangkan keseluruhan
program PKLG. proses
penyelenggara
an
pengembangan
program
PKLG

4 Sarana Kondisi dan Kurangnya Penambahan
Prasarana buku-buku buku-buku
kelengkapan ruang referensi di referensi,
perpustakaan, pembelian
BLK (Balai Latihan sarana sarana
pembelajaran pembelajaran
Kerja) dan TIK masih TIK (laptop
perlu ditambah dan LCD)
laboratorium

komputer cukup

memadai

5 Pembiayaan Kesediaan orang tua Masih Penggalian

untuk memberikan kurangnya sumber dana

kontribusi sumber dana untuk dari berbagai

dana melaksanakan sumber yang

pengembangan tidak mengikat

program

keunggulan

lokal dan

global

2. Penentuan Program Keunggulan Lokal dan Global (PKLG)
Berdasarkan hasil analisis potensi daerah (keunggulan lokal) dan

analisis potensi madrasah (kesiapan madrasah), madrasah menentukan
program keunggulan lokal dan global bernuansa “Kewirausahaan,
Teknologi dan Kebahasaan” yang terintegrasi dalam mata pelajaran yang
relevan. Mata pelajaran tersebut adalah pendidikan agama Islam (Al-
Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam),
PKn, Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Matematika, IPS
(Geografi, Ekonomi, Sejarah, Sosiologi), Bahasa dan Sastra Inggris, Seni
Budaya, Penjaskes dan muatan lokal (ke-NU-an dan Bahasa Jawa).

Adapun jenis program keunggulan lokal dan global yang ditentukan
di MA Wahid Hasyim sebagai berikut:
(1) Pembuatan makanan, minuman khas dan pakaian jadi (terintegrasi

pada mapel prakarya, seni budaya, ekonomi);
(2) Pembuatan leaflet objek wisata, brosur, spanduk dan sablon

(terintegrasi pada mapel bahasa indonesia, seni budaya, ekonomi);

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 68

(3) Pemasaran makanan dan minuman khas serta pakaian jadi di tempat
wisata (terintegrasi pada mapel ekonomi dan matematika);

(4) Pembekalan pemandu wisata (terintegrasi pada mapel Bahasa
Indonesia, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jawa dan muatan
lokal);

(5) Pengembangan kegiatan PIK–KRR (Pusat Informasi dan Konsultasi
Kesehatan Reproduksi Remaja) bekerja sama dengan
Dinsosnakertrans KB (terintegrasi pada mapel biologi dan
pendidikan agama Islam)

(6) Pelestarian dan promosi potensi budaya berupa pembuatan dokumen
cetak, audio visual (film), dan website (terintegrasi pada mapel
bahasa Indonesia, geografi, PKn, seni budaya, dan prakarya);

(7) Promosi tempat-tempat bersejarah melalui internet (terintegrasi pada
mapel sejarah dan muatan lokal).

3. Kompetensi yang Dicapai Peserta Didik untuk PKLG
Dari jenis program yang telah ditentukan, dapat dijabarkan

kompetensi yang diharapkan dicapai oleh peserta didik yang lebih konkret.
Penjabaran kompetensi disesuaikan dan diintegrasikan pada SK dan KD
mata pelajaran yang relevan. Hasil penjabaran kompetensi yang telah
dilakukan guru mata pelajaran PBKL tertuang pada tabel berikut.

Tabel 17. Kompetensi yang diharapkan dicapai Peserta Didik

No Program Kompetensi Terdapat Standar Kompetensi
PKLG yang pada Kompetensi Dasar (KD)
Mapel
1 Pembuatan Diharapkan (SK) Mengelompo
makanan, Prakarya kkan sistem
minuman Peserta didik Mendeskripsi koloid
khas dan dapat kan sifat-sifat berdasarkan
pakaian jadi mempraktikka larutan, hasil
n pembuatan metode pengamatan
makanan, penukuran, dan
minuman khas serta penggunaann
dan pakaian terapannya ya di industri
jadi

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 69

No Program Kompetensi Terdapat Standar Kompetensi
PKLG yang pada Kompetensi Dasar (KD)
Mapel
Diharapkan (SK) Mendeskripsi
Biologi Memahami kan ciri-ciri
2 Pemasaran Peserta didik prinsip- Archaeobacte
Ekonomi prinsip ria dan
makanan dan dapat pengelompok Eubacteria
Matematik an makhluk dan
minuman mempraktikka a hidup peranannya
dalam kehidu
khas serta n pemasaran Memahami pan,
konsep dalam pengawet tan
pakaian jadi makanan dan kaitannya makanan dari
dengan pembusuk
di tempat minuman khas kegiatan kan oleh
ekonomi bakteri
wisata serta pakaian konsumen Mendeskripsi
dan kan pola
jadi di tempat produsen, perilaku
khususnya konsumen
wisata pada praktik dan produsen
pemasaran dalam
makanan dan kegiatan
minuman ekonomi,
khas serta khususnya
pakaian jadi pada praktik
Memecahkan pemasaran
masalah yang makanan dan
berkaitan minuman
dengan hasil khas serta
pemasaran pakaian jadi
makanan dan
minuman Merancang
khas serta model
pakaian jadi matematika
dengan dari masalah
sistem yang
persamaan berkaitan
linear dan dengan hasil
penafsiranny pemasaran
a makanan dan
minuman
khasserta
pakaian jadi
dengan
sistem
persamaan
linear.
Menyelesaika
n model
matematika

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 70

No Program Kompetensi Terdapat Standar Kompetensi
PKLG yang pada Kompetensi Dasar (KD)
Mapel
Diharapkan (SK)

dari masalah
yang
berkaitan
dengan hasil
pemasaran
makanan dan
minuman
khas serta
pakaian jadi
dengan
sistem
persamaan
linear.

3 Pembekalan Peserta didik Bahasa Memahami Mengungkap
pemandu dapat menjadi Indonesia buku kan hal-hal
wisata pemandu Bahasa biografi, yang menarik
wisata yang Jawa novel, dan dan dapat
baik dengan hikayat diteladani
menguasai dari tokoh
kondisi tempat
wisata dan
memandu
dengan bahasa
yang baik

4 Pengembang Peserta didik Biologi Menjelaskan Menjelaskan

an kegiatan dapat menjadi struktur dan keterkaitan

PIK–KRR tutor sebaya fungsi organ antara

tentang manusia dan struktur,

kesehatan hewan fungsi, dan

reproduksi tertentu, proses yang

remaja bagi kelainan meliputi

remaja di dan/atau pembentukan

madrasah dan penyakit sel kelamin,

luar madrasah yang ovulasi,

mungkin menstruasi,

terjadi serta fertilisasi,

implikasinya kehamilan,

pada dan

Salingtemas pemberian

ASI, serta

kelainan/pen

yakit yang

dapat terjadi

pada sistem

reproduksi

manusia,

khususnya

pada remaja

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 71

No Program Kompetensi Terdapat Standar Kompetensi
PKLG yang pada Kompetensi Dasar (KD)
Mapel
Diharapkan (SK)

6 Pelestarian Peserta didik Bahasa Menggunaka Menggunaka

dan promosi dapat Indonesia, n internet n web

potensi mempromosik PKWU untuk browser

budaya an potensi keperluan untuk

berupa budaya berupa informasi dan memperoleh,

pembuatan pembuatan komunikasi menyimpan,

dokumen dokumen dan mencetak

cetak, audio cetak, audio informasi

visual (film), visual (film),

dan website dan website

6 Promosi Peserta didik Bahasa Mengungkap Melengkapi
tempat- dapat Indonesia, kan informasi karya tulis
tempat mendokumenta Sejarah dalam bentuk dengan daftar
bersejarah sikan tempat- proposal, pustaka dan
melalui tempat surat dagang, catatan kaki
internet. bersejarah di karangan tentang
kawasan ilmiah tempat-
Jepara melalui tempat
karya tulis dan bersejarah di
mempromosik kawasan
an melalui Jepara
internet. berdasarkan
hasil
penelitian/
survei.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 72

BAB IV
KALENDER PENDIDIKAN

A. Permulaan Tahun Pelajaran
Kalender akademik dibuat untuk mewujudkan sinkronisasi dan harmonisasi dalam

pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan. Kalender pendidikan adalah penanggalan
atau jadwal waktu kegiatan yang terkait dengan kegiatan pendidikan di madrasah selama
satu tahun. Diawali dengan awal kegiatan madrasah dan diakhiri dengan kenaikan kelas
atau kelulusan dari hasil ujian akhir.

Fungsi dari Kalender Pendidikan secara umum adalah untuk mendorong efektivitas
dan efisiensi proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, Kalender Pendidikan juga
berfungsi untuk menyelaraskan antara ketentuan hari efektif dengan hari libur sekolah.
Karena itu, dalam kaleder pendidikan terdapat pengaturan waktu untuk kegiatan
pembelajaran dan kegiatan peserta didik dan sekolah selama satu tahun pelajaran yang
mencakup permulaan tahuan ajaran, minggu efektif, waktu pembelajaran efektif, dan hari
libur. Beberapa hal berkaitan kalender pendidikan dipaparkan berikut.
1. Permulaan tahun pelajaran adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal

tahun pelajaran.
2. Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran untuk setiap tahun

pelajaran.
3. Waktu pembelajaran efektif/jam efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,

meliputi jumlah jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran, termasuk muatan lokal,
ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
4. Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakannya kegiatan
pembelajaran. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antar semester,
libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum, termasuk hari besar
nasional dan hari libur khusus.

Kalender Pendidikan Madrasah Aliyah Wahid Hasyim disusun berdasarkan
Kalender Pendidikan Kanwil Departemen Agama Provinsi Jawa Tengah, Kalender
Pendidikan Kelompok Kerja Madrasah Aliyah 02 Jepara (KKMA 02) dan kalender
kegiatan internal Madrasah.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 73

B. Pekan Efektif
Berdasarkan berbagai peraturan di atas, alokasi waktu pekan efektif belajar, waktu

libur, dan kegiatan lainnya di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim didasarkan pada kalender
pendidikan yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Jawa
Tengah Nomor 672 Tahun 2021 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun 2021/2022.
Penghitungan pekan efektif digunakan dalam menentukan rencana pembelajaran di kelas
sesuai dengan banyaknya tatap muka. Rincian penghitungan pekan efektif dan pekan tidak
efektif secara lengkap tergambar sebagai berikut:

JUMLAH PEKAN EFEKTIF DAN TIDAK EFEKTIF

MADRASAH ALIYAH WAHID HASYIM

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SEMESTER GANJIL

NO NAMA BULAN JUMLAH PEKAN EFEKTIF TIDAK EFEKTIF
1 JULI 4 3 1
2 AGUSTUS 5 5 0
3 SEPTEMBER 4 2 2
4 OKTOBER 4 4 0
5 NOPEMBER 4 3 1
6 DESEMBER 4 2 2
25 19 6
JUMLAH

SEMESTER GENAP JUMLAH PEKAN EFEKTIF TIDAK EFEKTIF
NO NAMA BULAN 4 4 0
1 JANUARI 4 3 1
2 PEBRUARI 4 4 0
3 MARET 4 2 2
4 APRIL 5 3 2
5 MEI 4 2 2
6 JUNI 25 18 7

JUMLAH

Keterangan:

HK: Hari Kalender : 365 hari (52 Pekan)

HL: Hari Libur : 109 hari

HE: Hari Efektif : 256 hari

a. Semester Ganjil : 133 hari

b. Semester Genap : 123 hari

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 74

KALENDER PENDIDIKAN
MADRASAH ALIYAH WAHID HASYIM

TAHUN PELAJARAN 2021/2022

SEMESTER GANJIL SEMESTER GANJIL
KETERANGAN
TANGGAL
12 Juli 2021 Permulaan Tahun pelajaran 2021/2022
12 - 14 Juli 2021 Kegiatan MPLS / Matsama
20 Juli 2021 Hari Raya Idul Adha 1442 H
17 Agustus 2021 Proklamasi Kemerdekaan RI
10 Agustus 2021 Tahun Baru Hijriyah 1443 H
1 Oktober 2021 Hari Kesaktian Pancasila
22 Oktober 2021 Hari Santri Nasional
28 Oktober 2021 Hari Sumpah Pemuda
19 Oktober 2021 Maulud Nabi Muhammad SAW
10 November 2021 Hari Pahlawan
27 November –
07 Desember 2021 Penilaian Akhir Semester (PAS)
08 - 17 Desember 2021
18 Desember 2021 Pengolahan Nilai Raport
19 - 31 Desember 2021 Tanggal Raport Semester Ganjil
24 Desember 2021 Libur Akhir Semester
25 Desember 2021 Cuti Bersama Hari Raya Natal
Hari Raya Natal

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 75

SEMESTER GENAP SEMESTER GENAP
KETERANGAN
TANGGAL
01 Januari 2022 Tahun Baru Masehi
03 Januari 2022 HAB Kemenag
03 Januari 2022 Awal Semester Genap
01 Pebruari 2022 Tahun Baru Imlek 2573
01 Maret 2022 Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW 1443 H
03 Maret 2022 Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1944
02 April 2022 Wafat Isa Al-Masih
03 - 05 April 2022 Libur Awal bulan Ramadan 1443 H (Perkiraan)
21 April 2022 Hari Kartini
26 – 30 April 2022 Libur Akhir bulan Ramadan 1443 H
01 Mei 2022 Hari Buruh Internasional
02 Mei 2022 Hari Pendidikan Nasional
02 - 03 Mei 2022 Hari Raya Idhul Fitri 1443 H
03 - 08 Mei 2022 Libur setelah Idul Fitri 1443 H
16 Mei 2022 Hari Raya Waisak
20 Mei 2022 Hari Kebangkitan Nasional
26 Mei 2022 Kenaikan Isa Almasih
28 Mei - 08 Juni 2022 Penilaian Akhir Tahun (PAT)
01 Juni 2022 Hari Lahir Pancasila
09 - 17 Juni 2022 Pengolahan Nilai Raport
18 Juni 2022 Tanggal Raport Semester Genap
19 Juni - 10 Juli 2022 Libur Akhir Tahun Pelajaran

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 76

Kalender pendidikan Madrasah Aliyah Wahid Hasyim tahun pelajaran 2021/2022,
disesuaikan dengan Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa
Tengah Nomor 672 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyusunan Kalender Pendidikan
Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 77

C. Waktu Pembelajaran Efektif

Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu,

meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal,

ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri. Waktu belajar menggunakan

sistem semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2

(dua). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari, yaitu:

HARI WAKTU BELAJAR
SABTU 07.00 – 14.30
AHAD 07.00 – 14.30
SENIN 07.00 – 14.30
SELASA 07.00 – 14.30
RABU 07.00 – 14.30
KAMIS 07.00 – 14.30

Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk kegiatan
pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kurikulum. Berdasarkan kalender Pendidikan tahun
pelajaran 2021/2022, jumlah hari efektif dalam satu tahun adalah 256 hari dengan rincian 133
hari pada semester ganjil dan 123 hari pada semester genap.

D. Waktu Libur
Waktu libur kegiatan belajar mengajar di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim di

laksanakan tiap hari Jum’at. Sedangkan libur nasional dan libur akademik mengikuti kalender
akademik yang diterbitkan oleh Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah yaitu Nomor: 672
Tahun 2021.

E. Kegiatan Madrasah
Kegiatan di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim meliputi kegiatan rutin yaitu Kegiatan

Belajar Mengajar. Selain KBM untuk pengembangan minat dan bakat peserta didik juga
dilaksanakan kegiatan ekstrakurikuler yang terdiri dari ekstrakurikuler wajib yaitu Pramuka dan
PMR serta ekstrakurikuler pilihan lainnya.

Di Madrasah Aliyah Wahid Hasyim juga melaksanakan kegiatan keagamaan yang
bersifat rutin yaitu Khataman Al Qur’an, Manaqib dan Istighosah. Dimana kegiatan tersebut
dilaksanakan tiap hari Senin dan Kamis secara bergantian. Dan juga dilaksanakan kegiatan
Sholat Dhuha dan berdoa Bersama setiap hari sebelum KBM di mulai.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 78

BAB V
PENUTUP

Demikianlah dokumen Kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri Tahun Pelajaran
2021/2022 telah selesai disusun, dengan harapan segala upaya yang telah kami rancang ini
dapat meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di MA Wahid Hasyim Bangsri dan di
Indonesia pada umumnya.

Semoga dengan diselenggarakannya otonomi pendidikan dan otonomi madrasah
dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk pencerahan anak bangsa.

Kepada semua pihak yang telah membantu selesainya Kurikulum MA Wahid
Hasyim Bangsri ini, kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan kami berdo’a
semoga Allah SWT. membalas amal baik Bapak/Ibu dengan pahala yang berlipat ganda.

Akhirnya kepada Allah SWT kita semua bertawakal, semoga apapun yang kita
lakukan senantiasa mendapatkan ridlo-Nya. Amin.

Untuk menjaga validitas dan reliabilitas kurikulum yang digunakan di MA Wahid
Hasyim Bangsri, kurikulum secara kesinambungan menyesuaikan dengan situasi dan
kondisi terbaru. Ketentuan kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1. Dengan mempertimbangkan masukan dari semua elemen madrsah demi peningkatan

kualitas pendidikan MA Wahid Hasyim Bangsri Kurikulum MA Wahid Hasyim
Bangsri dapat disesuaikan apabila ada perubahan peraturan dan ketentuan baru dari
pemerintah Republik Indonesia.
2. Kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri dapat diperbaharui setiap pergantian tahun
pelajaran melalui rapat pimpinan dan tim yang dibentuk oleh kepala madrasah.
3. Kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri dikembangkan oleh tim yang dibentuk oleh
kepala madrasah.
4. Kurikulum MA Wahid Hasyim Bangsri dapat dikembangkan berdasarkan kebijakan
kepala madrasah yang mempertimbangkan kemaslahatan dan peningkatan kualitas
pendidikan di MA Wahid Hasyim Bangsri.

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 79

LAMPIRAN-LAMPIRAN

1. KI/KD (PAI dan Bahasa Arab sesuai KMA 183/2019
2. KI/KD Mapel Umum Permendikbud 37/2018)
3. Surat-surat Keputusan Kepala Madrasah

1) SK Tim Pengembang Kurikulum
2) SK Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)
3) SK Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan
4) SK Pembagian Tugas Mengajar dan Beban Kerja Guru
5) SK Kurikulum Darurat
6) SK Tugas Tambahan, Bimbingan dan Ekstrakurikuler
4. Kode Etik Madrasah
5. Tata Tertib Madrasah
6. Peraturan Akademik

KTSP MA Wahid Hasyim – Bangsri 80


Click to View FlipBook Version