UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MARET 2022
SPESIES-SPESIES
BACTERIA
Oleh:
Nanda Puspita Sari
Ade Fitria Ningsih
Lathifah Dhuha
Gladys Mutia Arda
Program Studi Pendidikan Biologi
Fakultas Matematika dan Ilmu
pengetahuan Alam
Universitas Negeri Medan
Prakata
Bismillahirrahmanirrahim
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,yang telah memberikan kekuatan,kesabaran,dan
ketekunan sehingga bahan bacaan yang telah dipersiapkan sejak lama ini akhirnya dapat
diselesaikan. Tak lupa sholawat beserta salam kita tuturkan untuk junjungan kita Nabi Besar kita
Muhammad SAW. Semoga kelak kita bisa mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti. Tidak lupa
juga mengucapkan banyak teriakasih kepada pihak-pihak yang sudah berkontribusi dan
memberikan support kepada kami.
1.Kepada kedua orang tua kami,yang sudah memberikian banyak bantuan moril dan spiritual.
Menjadi semangat dalam hidup kami.
2.Kepada ibu Salwa Rezeqi selaku dosen pengampu kami. Yang memberikan banyak masukkn
yang sangat berarti untuk kami.
Sekali lagi kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak tersebut hingga
akhirnya kami sampai pada titik ini. Kami berharap semoga Booklet ini bisa menambah
pengetahuan dan pengalaman untuk peserta didik. Kami sadar masih memiliki banyak kekurangan
dalam penyusunan booklet Spesies bacteria ini,karena keterbatasan pengetahuan dan pengalam.
Untuk itu saya begitu mengharapkan segala bentuk kritik dan salam yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan booklet ini kedepannya.
Universitas Negeri Medan
BAB 1
Spesies Pemanfaatan Bakteri
Berdampak Positif
Spesies Pemanfaatan Bakteri
Berdampak Positif
1. ESCHERICHIA COLI
TAKSONOM CIRI – CIRI
Klasifikasi bakteri Escherichia coli Escherichia coli merupakan bakteri Gram negatif
Kingdom : Bacteria berbentuk batang dengan ukuran berkisar antara
Divisi : Proteobacteria 1.0-1.5 μm x 2.0-6.0 μm, tidak motil atau motil
Kelas : Gammaproteobacteria dengan flagela serta dapat tumbuh dengan atau
Ordo : Enterobacteriales tanpa oksigen, bersifat fakultatif anaerobik dan
Family : Enterobacteriaceae dapat tahan pada media yang miskin nutrisi.
Genus : Escherichia Karakteristik biokimia E. coli lainnya adalah
Species : Escherichia coli kemampuannya untuk memproduksi indol,
kurang mampumemfermentasi sitrat, bersifat
DESKRIPSI MORFOLOGI negatif pada analisis urease.
Escherichia coli merupakan salah satu CARA HIDUP
bakteri koliform yang termasuk dalam
family Enterobacteriaceae. Genus Escherichia coli memiliki waktu generasi sekitar
Escherichia merupakan bagian dari 30 sampai 87 menit bergantung pada suhu.
Escherichiae yang termasuk pada family Waktu generasi merupakan waktu yang
Enterobacteriaceae dan pertama kali dibutuhkan bagi sel E. coli untuk membelah diri
diisolasi pada tahun 1885 oleh seorang menjadi dua kali lipat. Suhu optimum bagi
bakteriologis asal Jerman bernama pertumbuhan .E. coli adalah 37 oC dan dengan
Theodor Escherich. Escherichia coli dibagi pH minilam 4.5 dengan waktu generasi
menjadi 3 kelompok besar berdasarkan tersingkat, yaitu selama 30 menit
interaksinya dengan inang (manusia), yaitu
(1) non patogen (komensal), (2) patogen
saluran pencernaan, dan (3) patogen di
luar saluran pencernaan (ekstraintestinal).
2
HABITAT
Bakteri E. coli umum hidup di dalam saluran pencernaan manusia atau hewan. ,E. coli
memiliki kemampuan untuk bertahan hidup pada kondisi lingkungan yang sulit.
Escherichia coli tumbuh dengan baik di air tawar, air laut, atau di tanah. Escherichia
coli dapat hidup dan bertahan pada tingkat keasaman yang tinggi di dalam tubuh
manusia. E. coli juga dapat hidup dan bertahan di luar tubuh manusia yang
penyebarannya melalui feses. Kedua habitat hidup E. coli ini cukup berlawanan.
Saluran pencernaan manusia merupakan habitat yang relatif stabil, hangat, bersifat
anaerob, dan kaya nutrisi. Sementara itu, di luar saluran pencernaan, kondisi
lingkungan dapat sangat beragam, jauh lebih dingin, aerobik, serta kandungan nutrisi
yang lebih sedikit.
PERANAN
Escherichia coli merupakan bakteri indikator kualitas air minum karena
keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh
feses, yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya.
Menyangkut keamanan pangan, telah diketahui bahwa. E. coli menyumbang sejumlah
kasus penyakit enterik bagi anak-anak di beberapa negara berkembang. Escherichia
coli merupakan etiologic utama penyebab diare (Parashar et al. 2003). Pada beberapa
kasus
dapat menimbulkan gejala haemolytic uraemik syndrom (HUS) yang dapat berakibat
gagal ginjal. Infeksi tersebut bahkan dapat menyebabkan kematian.
3
2.LACTOBACILLUS ACIDOPHOLLUS
TAKSONOM CIRI – CIRI
Kingdom : Bacteria Genus Lactobacillus untuk saat ini terdiri atas
Divisi: Firmicutes lebih dari 125 spesies dan mencakup jenis
Kelas :Baciili organisme yang luas. Genus ini polifiletik dengan
Ordo : Lactobacillales genus Pediococcus membagi kelompok L. casei,
Famili : Lactobacillacea dan spesies L. acidophilus, L. salivarius, dan L.
Genus : Lactobacillus reuteri menjadi perwakilan dari tiga subclade
Spesies : Lactobacillus acidophilus yang berbeda. Genus Paralactobacillus termasuk
di dalam kelompok L. salivarius. Dalam beberapa
DESKRIPSI MORFOLOGI tahun ini, anggota lain dari genus Lactobacillus
(dulunya dikenal dengan cabang Leunocostoc
L. acidophilus adalah bakteri golongan dari Lactobacillus) telah diklasifikasi ulang ke
gram positif dan tidak membentuk spora. dalam genera Atopobium, Carnobacterium,
Bakteri ini berbentuk batang panjang serta Weissella, Oenococcus, dan Leuconostoc. Baru
bersifat anaerob fakultatif dan katalase akhir-akhir ini, P. dextrinicus, yang merupakan
negatif. Bakteri L. acidophilus dapat spesies Pediococcus, telah telah diklasifikasi
melekat pada permukaan email baik ulang sebagai spesies Lactobacillus (IJSEM,
secara langsung ataupun dengan saliva Paper in Press).
(Ahumada dkk., 2003). Salah satu faktor
yang dapat mempengaruhi laju L. CARA HIDUP
acidophilus pada
saliva adalah asupan karbohidrat. L. acidophilus dapat tumbuh baik dengan
Beberapa penelitian menyatakan bahwa oksigen ataupun tanpa oksigen, dan bakteri ini
bakteri L. acidophilus menghasilkan dapat hidup pada lingkungan yang sangat asam
bakteriosin yang berfungsi untuk sekalipun, seperti pada pH 4-5 atau dibawahnya
menghambat bakteri lainnya, sehingga L. dan bakteri ini merupakan bakteri
acidophilus ini mampu bersaing dengan homofermentatif yaitu bakteri yang
bakteri lain dan dapat tumbuh dengan baik memproduksi asam laktat sebagai satu-satunya
meskipun terdapat bakteri lainnya. produk akhir.
4
HABITAT
• Keberadaan L. acidophilus sering terjadi di habitat dengan kandungan karbohidrat
tinggi sehingga dapat menjajah beberapa habitat alami seperti tanaman, permukaan
mukosa hewan, dan makanan kaya karbohidrat.
• Dalam tubuh manusia, jumlah L. acidophilus tinggi di area seperti mulut, usus, dan
rongga vagina.
• Bakteri di daerah tersebut bertanggung jawab untuk menjaga tingkat pH bagian
tubuh, yang kemudian melindungi dari organisme patogen yang tidak dapat bertahan
hidup pada tingkat pH tersebut.
PERANAN
Lactobacillus acidophilus adalah salah satu bakteri dari kelompok bakteri asam laktat,
bakteri ini dapat digunakan dalam industri fermentasi karena menghasilkan asam
organik dan bakteriosin yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan
mikroorganisme pembusuk (Felten et al, 2009), sedangkan menurut Foster (1995)
melaporkan bahwa
penggunaan bakteri asam laktat penting dalam industri makanan karena
kemampuannya menurunkan pH media, sehingga menghasilkan lingkungan yang tidak
cocok bagi pertumbuhan mikroorganisme lain, selain itu bakteri asam laktat aman
dikonsumsi oleh manusia karena memenuhi status GRAS (Generally Regarded As
Safe) yaitu aman bagi manusia (Collins et al, 1998).
5
3. LACTOBACILLUS RHAMNOSUS
TAKSONOM Ini mesofilik, tetapi beberapa strain dapat
tumbuh pada suhu di bawah 15 ° C atau di atas
Kingdom : Bacteria 40 ° C. Beberapa strain L. rhamnosus Mereka
Divisi : Firmicutes digunakan dalam industri makanan karena
Kelas : Bacilli aktivitas probiotik dan antimikroba mereka.
Ordo : Lactobacillales
Famili : Lactobacillaceae CARA HIDUP
Genus : Lactobacillus
Spesies : Lactobacillus rhamnosus
DESKRIPSI MORFOLOGI Fermentasibakteri semakin aktif untuk
berkembang biak dan jumlahnya semakin banyak
Lacticaseibacillus rhamnosus adalah sehingga mempunyai kemampuan untuk
bakteri yang awalnya dianggap sebagai memecah substrat semakin besar. Yunus dan
subspesies L. casei, namun penelitian Zubaidah (2015) juga mengatakan bahwa lama
genetik menemukan bahwa bakteri inkubasi yang semakin lama maka total BAL yang
tersebut merupakan spesies terpisah dihasilkan semakin tinggi pula. Menurut Tortuero
dalam klade L. casei, yang juga mencakup (1997) prebiotik seperti rafinosa dapat
L. paracasei dan L. zeae. menstimulasi pertumbuhan Lactobacillus dalam
usus besar.
CIRI – CIRI
Lactobacillus rhamnosus Ini adalah bakteri
Gram-positif, berbentuk batang, mikroaerofilik
dan anaerob fakultatif. Itu dapat tumbuh secara
individu atau dalam rantai pendek. Itu tidak
membentuk spora, juga tidak mobile dan
katalase-negatif.
6
HABITAT
Lactobacillus rhamnosus Ini memiliki berbagai jenis strain yang tumbuh di lingkungan
yang berbeda, termasuk vagina dan saluran pencernaan manusia. Setiap strain
memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Habitat
lactobacillus memiliki habitat asli membrann mukosa dari hewan, atau manusia ,
tanaman, limbah,makanan fermentasi misalnya susu asam, adonan yang asam dan lain
sebagainya
PERANAN
Lactobacillus rhamnosus dipekerjakan di industri makanan untuk produksi yogurt,
susu fermentasi dan tidak dipasteurisasi dan keju semi-keras.
Lactobacillus rhamnosus Ini dianggap sebagai probiotik yang berguna untuk
pengobatan berbagai penyakit. Ketegangan Lactobacillus rhamnosus GG telah
terbukti memiliki banyak kegunaan saat ini dan potensi dalam pengobatan untuk
pengobatan penyakit.Di antara penyakit yang diobati
secara positif dengan jenis ini adalah: diare dari berbagai jenis, terutama oleh
rotavirus pada anak-anak; gastroenteritis akut pada anak-anak.
Penggunaan medis lainnya termasuk pengurangan permeabilitas usus pada anak-
anak yang menderita sindrom iritasi usus. Ini juga membantu meningkatkan
penurunan berat badan pada pasien yang menjalani diet.
7
4.HIOBACILLUS FERROXIDANS
TAKSONOM
domain : Bakteri
filum: Proteobakteri
Kelas : Acidithiobacillia
Ordo: Acidithiobacillales
Famili : Acidithiobacillaceae
genus: Acidithiobacillus
Fakultatif anaerob, non-fermentatif, Gram-negatif, kemolitotrof obligat, acidophile ekstrim,
tidak membentuk endospore ( Raquel, Q., & Johnson, B. 2019)
DESKRIPSI MORFOLOGI
Semua spesies dari genus Thiobacillus dapat menghasilkan energi dari oksidasi belerang
tereduksi senyawa. Namun, tidak seperti anggota lainnya genus ini, T. ferrooxidans dapat
menggunakan besi besi sebagai donor elektron. Bakteri tersebut memasangkan energi yang
berasal dari oksidasi unsur-unsur tersebut senyawa organic untuk produksi pereduksi daya
(NADPH) dan sintesis ATI konstruksi bahan seluler. Thiobacillus adalah genus yang paling
penting dari chemolithotrophs yang memetabolisme belerang. Ini termasuk sel berbentuk
batang motil yang dapat diisolasi dari sungai, kanal, tanah sulfat diasamkan, drainase limbah
tambang dan daerah pertambangan lainnya.
CIRI – CIRI
Bakteri Thiobacillus ferrooxidans adalah Bakteri gram negatif aerobik khemolitotrofik Bakteri
berbentuk batang. Merupakan bakteri saprofit, yaitu bakteri yang hidupnya dari sisa-sisa
organisme mati atau sampah, Thiobacillus adalah warna, dengan kutub flagella bakteri.
Mereka memiliki sebuah besi oxida, yang memungkinkan mereka untuk memetabolisme ion
besi (Pronk, JT. et al, 1992).
8
CARA HIDUP
Kemampuan T. ferrooxidans untuk tumbuh dalam kondisi anaerobik mungkin relevan
untuk aplikasinya dalam biohidrometalurgi. Khususnya selama operasi pelindian in situ
skala besar, T. ferrooxidans mungkin sering menghadapi lingkungan dengan oksigen
terlarut rendah konsentrasi yang kaya akan besi ferri terlarut. T. ferrooxidans
diperoleh dalam kultur murni dengan isolasi berulang koloni individu dari mineral
padat medium hewani diikuti oleh pertumbuhan organisme yang diperpanjang dalam
medium minimal berbasis FeSO4.
HABITAT
Semua strain tumbuh pada besi sulfat sebagai sumber energi, tetapi beberapa gagal
memanfaatkan unsur belerang. Thiobacillus ferrooxidans yang paling umum adalah
jenis bakteri tambang di tumpukan sampah. Thiobacillus tumbuh dalam air dan
endapan; terdapat kedua jenis air tawar dan air laut. Thiobacillus banyak tersebar di
laut, perairan, dan tanah terutama tempat dimana komponen sulfur melimpah, seperti
pada sumber sulfur, mineral sulfat, simpanan sulfur, daerah pengolahan limbah dan
sumber gas yang mengandung sulfur. Spesies Thiobacillus dapat dijumpai di tanah
vulkanik yang bersifat asam, sungai atau aliran air di sekitar pertambangan (Harrison,
AP., 1982).
PERANAN
Organisme thiobacillus ferrooxidans berlaku untuk desulfurisasi biologis batubara.
Selanjutnya, bakteri pengoksidasi sulfur asidofilik terlibat dalam pelapukan sulfida
logam mineral, suatu proses yang mungkin memiliki implikasi lingkungan yang penting.
T. ferrooxidans dan bakteri terkait telah terlibat sebagai agen penyebab dalam
mobilisasi logam berat dari kompleks logam-sulfur. Meskipun diakui bahwa banyak
yang berbeda
mikroorganisme dapat berperan dalam bioleaching, T. ferrooxidans mendominasi
proses karena memiliki kemampuan untuk mengoksidasi senyawa besi dan belerang
pound, dan menunjukkan toleransi yang sangat tinggi terhadap keasaman rendah
yang khas dari lingkungan seperti itu (Lacombe, Jean. et. al, tanpa tahun).
9
5. BACILLUS SUBTILIS
TAKSONOM CIRI – CIRI
Kingdom : Bacteria B. subtilis merupakan salah satu bakteri yang
Divisi : Firmicutes dapat digunakan sebagai agen hayati untuk
Kelas : Bacilli mengendalikan penyakit tular tanah dan dapat
Ordo : Bacillales mengurangi penyakit rebah kecambah pada beet
Famili : Bacillaeceae gula. B. subtilis memiliki ciri-ciri yaitu bakteri
Genus : Bacillus dengan bentuk sel basil (batang) kadang
Spesies : B. subtilis monobasil, mempunyai ukuran diameter 0,7 –
0,8µm dan panjang 2,0 –3,0 µm, suhu untuk
DESKRIPSI MORFOLOGI pertumbuhan yaitu 5oC-55oC, gram positif,
membentuk endospora, respirasi anaerobik,
Bacillus subtilis, dikenal juga sebagai hay mampu menghidrolisis amilum, protein dan
bacillus or grass bacillus, adalah bakteri lemak. Koloni putih agak kuning dengan diameter
Gram-positif, katalase-positif, ditemukan 1-2 mm.
di dalam tanah dan saluran pencernaan
ruminansia dan manusia. Sebuah anggota CARA HIDUP
genus Bacillus, B. subtilis adalah berbentuk
batang, dan dapat membentuk endospora Bacillus sp. memiliki sifat mampu hidup dan
pelindung yang keras, memungkinkan berkembang dalam usus ternak dengan baik dan
untuk mentoleransi kondisi lingkungan dapat menghasilkan enzim pencernaan seperti
yang ekstrim. B. subtilis secara historis protease dan amilase yang dapat membantu
telah diklasifikasikan sebagai aerob obligat, pencernaan, serta memproduksi asam-asam
meskipun ada bukti bahwa bakteri ini organik rantai pendek yang mempunyai sifat
adalah anaerob fakultatif. antimikroba. Hasil penelitian Sjofjan (2003)
membuktikan bahwa Bacillus sp. mampu
menghasilkan antimikroba yang dapat
menghambat bakteri
patogen seperti Salmonella sp. dan E.coli.
10
HABITAT
Spesies ini umumnya ditemukan di atas tanah dan B. subtilis dianggap
sebagaikomensal usus normalpada manusia. Sebuah studi tahun 2009 perbandingan
kepadatan spora yang ditemukan di tanah (sekitar 106 spora per gram) dengan yang
ditemukan di kotoran manusia (sekitar 10 4 spora per gram). Jumlah spora yang di
usus manusia terlalu tinggi untuk dihabiskan hanya dengan konsumsi melalui
kontaminasi makanan. Di beberapa habitat lebah, B. subtilis muncul di flora ususlebah
madu. B. subtilis juga dapat ditemukan di lingkungan laut.
PERANAN
B. subtilis merupakan salah satu bakteri yang dapat digunakan sebagai agen hayati
untuk mengendalikan penyakit tular tanah dan dapat mengurangi
penyakit rebah kecambah pada beet gula Dunleavy (1955) dalam Erlina (2002). B.
subtilis berpotensi untuk dikembangkan dalam mengendalikan penyakit antraknosa
yang disebabkan oleh C. capsici
6. BACILLUS SUBTILIS
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Kingdom : Procaryotae licheniformis adalah Gram positif , pembentuk
Divisi : Bacteria spora , anaerobik fakultatif , bakteri berbentuk
Kelas : Schizomycetes batang.Awalnya bernama Clostridium licheniforme
Ordo : Eubacteriales oleh H. Weigmann dan dinamai Bacillus
Famili : Bacillaceae licheniformis oleh Frederick D. Chester. B.
Genus : Bacillus licheniformis menampilkan berbagai morfologi
Spesies : Bacillus licheniformis koloni , dengan koloni kasar "licheniform" yang
memberi nama organisme tersebut. Koloni
cenderung berwarna krem, tetapi akan berubah
menjadi merah dengan adanya besi di media,
kemungkinan besar karena pulcherrimin.
11
CIRI-CIRI HABITAT
Bakteri yang biasa ditemukan di tanah. Bacillus liheniformis sering ditemukan
Ini ditemukan pada bulu burung, ditemukan di tanah. Ini ditemukan pada
terutama bulu dada dan punggung, dan bulu burung, terutama bulu dada dan
paling sering pada burung darat dan punggung, dan paling sering pada
spesies air. Ini adalah gram positif, burung darat dan spesies air. Ini adalah
bakteri mesofili. gram positif, bakteri mesofilik.
CARA HIDUP PERANAN
Bacillus licheniformis merupakan bakteri B.licheniformis adalah bahan sumber
gram positif. Spora dari bateri ini dari mana Bacitracin antibiotik yang
berbentuk batang silindris atau elips diproduksi. Sebagai probiotik, B.
dan terdapat pada sentral atau licheniformis digunakan untuk
parasentral. Suhu maksimum melakukan fungsi yang sama seperti
pertumbuhannya adalah 50 – 55 halnya di Bacitracin: untuk mencegah
derajat celcius dan suhu minimumnya 15 pertumbuhan bakteri berbahaya. Bakteri
derajat celius. Bacillus licheniformis positif ini juga bekerja untuk
secara alami kompeten meningkatkan fungsi kekebalan tubuh
untuktransformasi genetik. seksual yang lebih baik, dan menghasilkan
Transformasi genetik alami adalah protease, enzim yang diperlukan untuk
proses yang melibatkan transfer DNA kesehatan usus yang tepat.
dari satu bakteri ke bakteri lain melalui
media perantara, dan integrasi urutan
donor ke dalam genom penerima
dengan rekombinasi homolog.
7.LACTOBACILLUS CASEI
TAKSONOMI Genus : Lactobacillus
Spesies : Lactobacillus casei
Filum : Firmicutes (Garrity et al., 2004)
Kelas : Bacilli
Ordo : Lactobacillales
Famili : Lactobacillaceae
12
DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT
L. casei merupakan salah satu spesies L. casei dapat tumbuh sampai kesaluran
pencernaan dengan kadar tertentu (106
bakteri asam laktat yang telah banyak - 108 cfu/ml) dan tumbuh baik pada
penambahan kadar asam laktat yang
dimanfaatkan sebagai probiotik. tidak terlalu tinggi (Ayuti et al., 2016).
Keunggulan dari L. casei sebagai PERANAN
probiotik yaitu mempunyai efek L. casei sebagai probiotik yaitu
mempunyai efek antagonistik dengan
antagonistik dengan membunuh bakteri membunuh bakteri patogen, membantu
aktifitas Bifidobacterium dan bakteri
patogen, membantu aktifitas berguna lainnya serta menyerap bahan
berbahaya dalam sistem pencernaan
Bifidobacterium dan bakteri berguna (Widodo et al., 2003).
lainnya serta menyerap bahan
berbahaya dalam sistem pencernaan
(Widodo et al., 2003).
CIRI-CIRI
L. casei berbentuk batang pendek dan
tidak mempunyai flagela. L. casei
bersifat Gram positif, tidak membentuk
endospora maupun kapsul, toleran
terhadap asam, melakukan metabolisme
karbohidrat, memproduksi asam laktat
sebagai produk akhir dan tumbuh
dengan baik pada kondisi anaerob
fakultatif.
CARA HIDUP
Berdasarkan suhu pertumbuhannya, L.
casei termasuk bakteri mesofil yang
hidup pada suhu 15 - 41°C dan tahan
terhadap media asam hingga pH 2
(Burrows, 1959).
13
8. LACTOBACILLUS LACTIS
TAKSONOM CIRI – CIRI
Kingdom : Bacteria Sel L. lactis merupakan kokus yang berkelompok
Divisi : Firmicutes secara berpasangan dan membentuk rantai
Kelas : Bacilli pendek, dan, tergantung pada kondisi
Or Domain: Bacteria pertumbuhan, tampak berbentuk bulat telur
Kerajaan: Eubacteria dengan panjang khas 0,5−1,5 μm. L. lactis tidak
Filum: Firmicutes menghasilkan spora (nonsporulasi) dan tidak
Kelas: Bacilli motil (nonmotil).
Ordo: Lactobacillales
Famili: Streptococcaceae CARA HIDUP&HABITAT
Genus: Lactococcus
Spesies: L. lactis Meskipun asosiasi umum Lactococcus lactis
Dengan produk susu, bakteri itu awalnya diisolasi
DESKRIPSI MORFOLOGI di tanaman. Pada tanaman itu dalam keadaan
dormansi dan diaktifkan ketika memasuki saluran
Lactococcus lactis adalah bakteri gram pencernaan ruminansia setelah konsumsi. Pada
positif yang digunakan secara ekstensif tanaman dapat tumbuh sebagai epifit dan
dalam produksi susu mentega and keju, sebagai endofit.
namun juga menjadi terkenal sebagai
organisme rekayasa genetika pertama
yang digunakan untuk pengobatan
penyakit manusia.
PERANAN
Bakteri asam laktat merupakan bakteri yang memiliki peranan penting sebagai probiotik yang
dapat menghambat pertumbuhan bakteri-bakteri patogen. Bakteri asam laktat mampu
memproduksi berbagai senyawa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti
asam laktat, hidrogen peroksida (H2O2), karbon dioksida, diacetil, dan bakteriosin Mekanisme
penghambatan pertumbuhan bakteri patogen oleh BAL adalah melalui penurunan pH yang
disebabkan sekresi senyawa asam organic (Manguntungi et al., 2020)
14
BAB 2
Spesies Pemanfaatan
Bakteri Berdampak Negatif
15
1 1.TREPONEMA
PALLIDUM
TAKSONOMI
Kingdom: Eubacteria, Filum:
Spirochaetes, Kelas: Spirochaetes,
Ordo: Spirochaetales,
Familia: Treponemataceae, Genus:
Treponema, Spesies: T. pallidum,
Subspesies: T. pallidum subspesies
pallidum (Elvinawaty, 2014)
23
DESKRIPSI MORFOLOGI CIRI-CIRI
T. pallidum merupakan salah satu bakteri Bakteri T. pallidum merupakan bakteri gram
spirochaeta. Bakteri ini berbentuk spiral negatif, berbentuk spiral
(Andriana et al, 2012). Terdapat empat yang ramping dengan lebar kira-kira 0,2 μm
subspesies, yaitu T. pallidum subspesies dan panjang 6-15 μm. Lengkung
pallidum yang menyebabkan sifilis, T. pallidum spiralnya/gelombang secara teratur terpisah
subspesies pertenue yang menyebabkan yaws, satu dengan lainnya dengan jarak 1μm, dan
T. pallidum subspesies carateum yang rata-rata setiap kuman terdiri dari 8-14
menyebabkan pinta dan T. pallidum gelombang (LaFond & Lukehart, 2006).
subspesies endemicum yang menyebabkan
sifilis endemik (juga disebut bejel) (LaFond &
Lukehart, 2006).
4
HABITAT DAN PERANAN
Habitat mikroorganisme ini adalah saluran
genital manusia. Karena merupakan parasit
obligat, ia tidak dapat bertahan hidup di
luar inangnya.Treponema pallidum adalah
bakteri yang menyebabkan penyakit Sifilis.
Penyakit Sifilis adalah penyakit menular
seksual yang disebabkan oleh bakteri ini
yang umumnya dipaparkan melalui hubungan
seks, seks anal, dan seks oral.
16
1 2.
HELICOBACTER
TAKSONOMI PYLORI
Domain: bakteri
Divisi: Campylobacterota
Kelas: Campilobakteri
Memesan: Campylobacterales
Keluarga: Helicobacteraceae
Marga: Helicobacter
Goodwin dkk. 1989
23
DESKRIPSI MORFOLOGI CIRI-CIRI, CARA HIDUP
Helicobacter Pylori (H. Pylori) merupakan Pada bakteri Helicobacter pylori ini
bakteri gram negatif, yang memproduksi ditemukan dalam saluran pencernaan
urease, berbentuk batang melengkung atau manusia, bahkan ditemukan dalam saluran
spiral yang merupakan salah satu infeksi pencernaan pada bagian atas. Bakteri ini
bakteri yang sering terjadi pada manusia di dapat ditemukan di usus sekitar 50% orang di
dunia. Infeksi ini mengenai lebih dari setengah dunia. Helicobacter pylori merupakan
populasi dunia. organisme penyebab pada 80% kasus ulkus
lambung di dunia.
4
HABITAT DAN PERANAN
Telah dibuktikan bahwa H. Pylori memiliki
peran yang signifikan dalam patogenesis
gastritis kronis, ulkus peptikum, kanker gaster
dan limfoma pada jaringan mukosa limfoid
gaster.
17
1 3.
CHLAMYDIA
TAKSONOMI TRACHOMATIS
Kerajaan: Bacteria
Filum: Chlamydiae
Ordo: Chlamydiales
Famili: Chlamydiaceae
Genus: Chlamydia
Spesies: C. trachomatis
23
DESKRIPSI MORFOLOGI CIRI-CIRI
Klamidia atau klamidiasis adalah infeksi Dinding selnya gram-negatif, tetapi sifat
menular seksual yang disebabkan oleh bakteri tersebut tidak umum di antara bakteri karena
bernama Chlamydia trachomatis. Penyakit ini tidak memiliki peptidoglikan.
bisa menyerang baik pria maupun wanita
melalui kontak seksual.
4 CARA HIDUP
HABITAT DAN PERANAN
Bakteri Chlamydia trachomatis dapat
menginfeksi serviks (leher rahim), anus,
saluran kencing, mata, dan tenggorokan.
18
1 4.
CLOSTRIDIUM
TAKSONOMI DIFFLICILE
Kerajaan: Bacteria
Divisi: Firmicutes
Kelas: Clostridia
Ordo: Clostridiales
Famili: Clostridiaceae
Genus: Clostridium
Spesies: C. difficile
3
2
CIRI-CIRI,CARA
DESKRIPSI MORFOLOGI HIDUP,HABITAT
Clostridium difficile (C. difficile) adalah Sel vegetatif C. diff berbentuk batang,
mikroorganisme Gram positif anaerob pleomorfik, dan hidup berpasangan atau
penghasil basil spora yang menjadi patogen membentuk rantai pendek.C. diff dapat
penting dengan angka prevalensi 10-20% ditemukan menginfeksi babi, sapi, dan
sebagai penyebab diare yang diinduksi manusia. Reservoir alaminya umum berasal
antibiotika. dari tanah, feses domestik hewan dan
manusia, sistem penyaluran kotoran, daging
eceran, dan sistem pencernaan manusia.
4
PERANAN
Tingkat keparahan diare yang disebabkan
dari infeksi ini beragam, dari diare ringan
selama beberapa hari yang menyebabkan
kehilangan cairan pada tubuh pasien hingga
peradangan pseudomembran pada usus
besar pasien yang berisiko kematian.
19
1 5.
STREPTOCOCC
TAKSONOMI US PYOGENES
Kingdom : Bacteria
Filum : Firmicutes
Kelas : Bacili
Ordo : Lactobacillales
Famili : Streptococaceae
Genus : Streptococcus
Spesies : Streptococcus pyogenes
3
2
CIRI-CIRI,CARA
DESKRIPSI MORFOLOGI HIDUP
Streptococcus pyogenes merupakan bakteri Menurut Brooks (2005), sebagian besar
kokus yang tersusun seperti rantai, termasuk Streptococcus dapat tumbuh pada media
bakteri Gram positif, tidak membentuk spora yang padat dan tampak sebagai koloni yang
dan tidak bergerak atau nonmotil. Bakteri ini discoid, koloni ini dapat berdiameter 1 – 2
bersifat aerob fakultatif dengan suhu optimal mm. Pertumbuhan Streptococcus cenderung
pertumbuhan yaitu 37°C lambat pada media padat atau media cair
Streptococcus pyogenes adalah bakteri jika tanpa diperkaya dengan cairan jaringan
Gram-positif, bersifat anaerob- fakultatif, atau cairan darah. Kebutuhan nutrisi sangat
katalase-negatif, tidak motile, dan tidak beragam diantara jenis yang berbeda.
memiliki spora. Streptococcus pyogenes
berbentuk kokus, berdiameter 0.6-1.0 µm, dan 4
tersusun berpasangan atau berderet seperti PERANAN
rantai dengan panjang yang bervariasi.
Streptococcus pyogenes dapat
menyebabkan penyakit invasif seperti infeksi
tulang, necrotizing fasciitis, radang otot,
meningitis dan endokarditis (Cunningham,
2000)
20
1 6.
LISTERIA
TAKSONOMI MONOCYTOGE
NES
Kingdom: Bacteria
Filum: Firmicutes
Kelas: Bacilli
Ordo: Bacillales
Famili: Listeriaseae
Genus: Listeria
Spesies: Listeria monocytogenes
3
2
CIRI-CIRI DAN
DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT
Listeria monocytogenes dapat menyebabkan Bakteri Listeria monocytogenes (L.
aborsi spontan dan merupakan penyebab monocytogenes) diklasifikasikan sebagai
penyakit yang melingkar yang merupakan bakteri gram-positif, dan bergerak
manifestasi dari meningitis basilar. Ini sering menggunakan flagella. Penelitian
memberi gejala flu dan gejala gastroenteritis menunjukkan bahwa 1-10% manusia mungkin
non-spesifik pada tahap awal namun akan memiliki L. monocytogenes di dalam ususnya.
berkembang menjadi penyakit serius
(misalnya meningitis dan septikemia) jika Listeria sp. tyersebar luas di alam dan dapat
tidak disembuhkan dengan pengobatan ditemukan pada proses pembusukan
antibiotik yang tepat. tumbuhan, pada umumnya hidup di tanah
sebagai saprofit, namun dapat menjadi
patogen ketika tertelan oleh hewan atau
manusia.
4
PERANAN
Listeria adalah infeksi akibat mengonsumsi
makanan atau minuman yang terkontaminasi
bakteri Listeria monocytogenes. Listeria
dapat menimbulkan gejala ringan, seperti
mual dan diare, sampai gejala berat,
misalnya peradangan otak.
21
1
TAKSONOMI 7.MYCOACTERI
UM
Kingdom : bacteria TUBERCULOSI
S
Filum : actinobacteria
Kelas : actinobacteria
Ordo : mycobacteriales
Famili : mycobactericeae
Genus : mycobacterium
Spesies : mycobacterium
tuberculosis
3
2
CIRI-CIRI DAN
DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT
LTuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit BOrganisme Mycobacteria berbentuk batang lurus
infeksi paling sering menyerang jaringan paru, atau sedikit melengkung (bengkok), kadang-
disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. kadang bercabang atau berbentuk seperti
Penyakit tuberkulosis (TB) paru ini dapat miselium. Bila bentuknya seperti miselium, pada
menyerang semua usia dengan kondisi klinis saat pembuatan preparat akan patah karena
yang berbeda-beda atau tanpa dengan rapuh, sehingga selnya tampak berupa batang
gejala sama sekali hingga manifestasi berat. pendek saat dilihat dengan mikroskop. Ukuran sel
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular bervariasi, dengan panjang 1-10 mm dan diameter
yang masih menjadi perhatian dunia. Sampai 0,2 - 0,6 mm.Mycobacterium Tuberculosis dapat
sekarang ini belum ada satu negara pun di bertahan hidup di udara kering maupun dalam
dunia yang bebas dari tuberkulosis (TB). keadaan dingin.
4
CARA HIDUP &PERANAN
Infeksi dimulai saat kuman TBC berhasil
berkembang biak dengan cara membelah
diri di paru, yang mengakibatkan
peradangan dalam paru, yang kemudian
disebut sebagai kompleks primer.
Tuberkulosis masuk ke dalam tubuh manusia
melalui pernafasan, kuman Tuberkulosis
tersebut dapat menyebar dari paru
kebagian tubuh lainnya melalui sistem
peredaran darah, saluran nafas, atau
penyebaran langsung ke bagian-bagian
tubuh lainnya.
22
1 8.PSEUDOMON
TAKSONOMI AS CATTLEYAE
Kingdom : Bacteria
Fillum : Proteobacteria
Kelas : Gamma Proteobacteria
Ordo : Pseudomonadales
Famili : Pseudomonadaceae
Genus : Pseudomonas
Spesies : Pseudomonas cattleyae
3
2
CIRI-CIRI DAN
DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT
Pseudomonas cattleyae (Pavarino) Savulescu Termasuk dalam bakteri Gram-negatif,
adalah bakteri yang menyebabkan penyakit batang pendek bergerak dan stasioner dari 1
bercak cokelat pada tanaman anggrek. sampai 3 mikron panjang dan ekstrem bulat,
Bakteri ini akan menyerang anggrek pada bakteri aerobik tidak membentuk spora dan
fase perkecambahan terutama ketika kondisi menghasilkan asam tetapi bukan gas dalam
cuaca sangat lembab. glukosa, levulosa, sukrosa, manitol dan
dulcitol, pertumbuhan in vitro diperoleh pada
10-45 derajat celcius.
Bakteri ini, oksidase positif, katalase positif,
nonfermenter dan tumbuh dengan baik pada
suhu 4⁰ C atau dibawah 43⁰C. Pseudomonas
banyak ditemukan pada tanah, tanaman dan
air.
4
PERANAN
Infeksi melalui daun basah atau dibekas luka
pada daun. Pada daun yang terserang
menimbulkan bercak kecil lunak berwarna
kecoklatan atau hitam.
23
BAB 3
SPESIES PROTISTA
MIRIP HEWAN
1. Arcella vulgaris
TAKSONOMI
Habitat
Kingdom: Protista
Filum : Amoebozoa Jenis organisme ini dapat ditemukan terutama di badan
Kelas : Tubulinea air tawar, serta di lumut lembab dan di tanah.
Ordo : Arcellinida Demikian pula ada beberapa spesies yang spesifik
Famili : Arcellidae untuk tempat tertentu, misalnya Arcella arenaria hanya
Genus : Arcella ditemukan di lumut kering.
Spesies : Arcella vulgaris
DESKRIPSI MORFOLOGI
Organisme yang termasuk dalam genus Arcella
Mereka dicirikan dengan menghadirkan
semacam penutup atau cangkang dalam bentuk
melingkar. Namun, itu tidak lengkap, yaitu tidak
menutupinya sepenuhnya, melainkan memiliki
bukaan pusat yang sangat penting, karena
berfungsi sebagai lubang keluar untuk
pseudopoda yang digunakan sel untuk bergerak.
Demikian juga, telah diamati pada sejumlah
besar spesies Arcella bahwa lubang itu dikelilingi PERANAN
oleh pori-pori. Tekstur cangkang atau
"cangkang" terbuat dari bahan organik dan Arcella menghuni kolam air tawar, perairan eutrofik, rawa-
berpenampilan chitinous. Pada organisme muda, rawa, lumut, serta dedaunan basah. Beberapa spesies juga
cangkangnya berwarna kekuningan muda dan dapat ditemukan di tanah. Mereka memberi makan pada
bahkan transparan. diatom, ganggang hijau uniseluler atau protozoa hewan
CIRI-CIRI seperti flagelata dan ciliata.
Jenis kelamin Arcella Ini terdiri dari organisme uniseluler yang terletak dalam
kelompok eukariota, ini berarti bahwa sel-selnya memiliki membran sel,
sitoplasma dan inti sel. Di dalam nukleus, materi genetik disimpan dalam bentuk
DNA dan RNA. Anggota genus ini hidup bebas, yaitu tidak terikat pada substrat
apa pun, tetapi mengapung bebas di badan air, tanpa membangun hubungan
ketergantungan dengan organisme lain. Mereka umumnya tidak membentuk
koloni.Untuk bergerak melalui lingkungan di mana mereka mendiami, sel
memancarkan serangkaian ekstensi yang dikenal sebagai pseudopoda. Ini
memungkinkan Anda untuk bergerak dengan tenang dan perlahan melalui air,
menunggu untuk menangkap beberapa makanan yang berada dalam jangkauan. 25
2. Globigerina bulloides (Foraminera)
TAKSONOMI Habitat
Kingdom : Protista Habitat G. bulloides di Atlantik Utara bagian timur
Filum : Foraminera sebagian besar terbatas pada 60 m bagian atas kolom air
Kelas : Rotaliata dan tergantung pada ketersediaan sumber makanannya
Ordo : Globigerinida dan, oleh karena itu, pada pola hidrografi umum.
Famili : Globigerinacea Distribusi temporal tes pada kedalaman yang berbeda
Genus : Globigerina mengungkapkan suksesi sistematis yang terkait dengan
Spesies : Globigerina bulloides siklus bulan.
DESKRIPSI MORFOLOGI
Globigerina bulloides adalah spesies foraminifer
planktonik heterotrofik dengan sebaran luas di zona fotik
lautan dunia. Ia mampu mentolerir berbagai suhu
permukaan laut, salinitas dan kepadatan air, dan paling
melimpah di lintang selatan yang tinggi (hingga 40° S),
lintang utara tertentu yang tinggi (sampai 80° N), dan di
lintang rendah. daerah upwelling. Kepadatan atau
keberadaan G. bulloides dapat berubah sebagai fungsi
suksesi mekar fitoplankton, dan mereka diketahui paling
melimpah selama bulan-bulan musim dingin dan musim
semi.
CIRI-CIRI& CARA HIDUP PERANAN
Globigerina memiliki globose, tes terdaftar trochospirally Protista laut ini umumnya digunakan dalam
terdiri dari bulat untuk ovate tetapi tidak memanjang secara penyelidikan mikropalaeontologi dari massa
radial ruang yang membesar dengan cepat seperti yang air subpolar dan beriklim sedang yang sensitif
ditambahkan, biasanya dengan hanya tiga sampai lima di terhadap iklim serta daerah upwelling yang
lingkaran akhir. Dinding uji (atau cangkang) berkapur, digerakkan oleh angin di lautan dunia.
berlubang, dengan pori-pori silinder.Sebagian besar
foraminifera merupakan heterotroph, mengonsumsi
organisme lebih kecil dan senyawa organik.
26
3. Noctiluca scintilluca
TAKSONOMI
Habitat
Kingdom : Protista
Filum : Dinoflagellata
Noctiluca benar-benar organisme laut, mereka hidup di
Kelas : Dinophyceae kolom air dan memiliki distribusi yang luas di seluruh
Ordo : Noctilucales dunia. Mereka telah dilaporkan, misalnya, dari utara
Famili : Noctilucaceae Brasil ke Florida (AS), di Samudra Pasifik Amerika,
Genus : Noctiluca pantai Afrika, Eropa utara, bagian dari Indo-Pasifik dan
Spesies : Noctiluca scintilluca Australia, di antara lokasi lainnya. Distribusi yang luas
ini menunjukkan bahwa Noctiluca merupakan
DESKRIPSI MORFOLOGI organisme “euri”, yaitu populasinya memiliki rentang
toleransi yang luas terhadap berbagai faktor fisik, kimia,
dan biologis.
Noctiluca adalah genus organisme eukariotik PERANAN
laut uniseluler milik filum Dinoflagellata
(dinoflagellata). Genus ini terdiri dari satu Noctiluca scintilluca ini memiliki kemampuan memendarkan
spesies, N. scintillans, yang disebut sea spark cahaya secara alami dan menjadi salah satu organisme
karena bersifat bioluminescent. Noctilucas penyebab terjadinya redtide atau pasang merah.
adalah organisme mikroskopis dengan makanan
heterotrofik, yaitu, mereka perlu mendapatkan
makanannya dari organisme lain. Mereka
memiliki tentakel panjang, di dasarnya ada flagel
kecil. Mereka relatif umum di daerah pesisir di
berbagai belahan dunia. Ketika stok Noctiluca
Mereka sangat besar, pada malam hari
bioluminesensi organisme ini dapat dilihat dari
jauh, menunjukkan beberapa fenomena paling
indah di alam.
CIRI-CIRI 27
Mereka adalah dinoflagellata yang memiliki tentakel besar, di dasarnya memiliki flagel
pendek dan belum sempurna. Namun, tak satu pun dari pelengkap ini
menggunakannya untuk penggerak, yang menyiratkan bahwa mobilitas mereka di
kolom air bergantung pada pengaturan daya apung, mungkin dengan mengubah
konsentrasi ioniknya. Mereka memiliki bentuk bulat atau bulat, dengan penampilan
agar-agar, mereka juga memiliki inti pusat yang jelas, mereka juga memiliki beberapa
vakuola makanan. Mereka tidak berfotosintesis, sehingga mereka tidak memiliki
kloroplas. Mereka dapat mengukur antara 200 dan 2000 mikrometer dengan diameter.
Mereka memiliki molekul yang sangat aneh yang disebut luciferin, yang dengan adanya
oksigen, dan dikatalisis oleh enzim luciferase, menghasilkan fenomena yang disebut
bioluminescence.
4. Trypanosoma Brucei
TAKSONOMI Habitat
Kingdom : Protista Habitat mereka hidup pada manusia dan inang vertebrata
Filum : Euglenozoa lainnya. Mereka adalah parasit jaringan ikat.
Kelas : Kinetoplastea
Ordo : Trypanosomatida DESKRIPSI MORFOLOGI
Famili : Trypanosomatidae
Genus : Trypanosoma Trypanosoma menunjukkan polimorfisme yang
Spesies :Trypanosoma brucei menghadirkan bentuk morfologi yang berbeda dalam
kondisi yang berbeda: Dalam plasma darah manusia
ditemukan bentuk Trypanosom yang terlihat seperti tubuh
tipis, pipih dan seperti daun meruncing di kedua
ujungnya. Ujung runcing dianggap sebagai ujung anterior
dan ujung tumpul dianggap sebagai ujung posterior.
CIRI-CIRI& CARA HIDUP PERANAN
Trypanosoma brucei merupakan organisme uniseluler Mirip dengan mikroba dan parasit lain,
memanjang dengan panjang 20 m dan lebar 1-3 m, yang trypanosoma menantang sistem kekebalan
bentuk, struktur, dan komposisi membrannya bervariasi dan menginduksi respons inang. Interaksi
sepanjang siklus hidupnya. Ini memiliki dua bentuk dasar. parasit-host ini dapat menghasilkan respons
Suatu bentuk trypomastigotic dari tubuh basal posterior ke imun yang buruk, dengan konsekuensi
nukleus dan flagel panjang.Siklus hidup Parasit Trypanosoma hiperinfeksi yang menghancurkan, atau
brucei mengalami pembelahan mitosis, tetapi dengan cara respons imun yang mengancam kehidupan
yang sangat unik. Sitoskeleton membelah sesuai dengan arah yang berlebihan, juga dengan konsekuensi
tubuh basal setelah replikasi awal. yang luar biasa.
28
5. Euglena viridis
TAKSONOMI Habitat
Kingdom : Protista Noctiluca benar-benar organisme laut, mereka hidup di
Phylum : Euglenozoa kolom air dan memiliki distribusi yang luas di seluruh
Subphylum : Plicostoma dunia. Mereka telah dilaporkan, misalnya, dari utara
Class : Euglenoidea Brasil ke Florida (AS), di Samudra Pasifik Amerika,
Subclass : Dicondylia pantai Afrika, Eropa utara, bagian dari Indo-Pasifik dan
Order :Euglenida Australia, di antara lokasi lainnya. Distribusi yang luas
Family : Euglenidae ini menunjukkan bahwa Noctiluca merupakan
Genus : Euglena organisme “euri”, yaitu populasinya memiliki rentang
Spesies : Euglena viridis toleransi yang luas terhadap berbagai faktor fisik, kimia,
dan biologis.
DESKRIPSI MORFOLOGI
PERANAN
Memiliki bentuk tubuh menggelendong dengan
ujung berbentuk meruncing, tubuhnya dilapisi -Mencemari sumber air
dengan pelikel, memiliki dua buah atau lebih -Penimbunan endapan tanah pada dasar kolam dan danau
flagel (satu bulu cambuk panjang dan satu bulu
cambuk pendek) yang muncul dari bagian -Bidang Perikanan Ganggang merupakan fitoplankton
lubang apikal, plastida berbentuk pipih dan (plankton tumbuhan; plankton hewan disebut zooplankton)
seperti pita, dan memiliki stigma yang tampak yang berfungsi sebagai makanan ikan.
jelas (bintik mata berwarna merah) yang -Ekosistem Perairan Dalam ekosistem perairan, ganggang
berfungsi untuk membedakan antara gelap dan merupakan produsen primer, yaitu sebagai penyedia bahan
terang. organik dan oksigen bagi hewan-hewan air seperti ikan,
udang dan serangga air.
CIRI-CIRI&CARA HIDUP
Ukuran tubuhnya 35 – 60 mikron. Ujung tubuhnya
meruncing dengan satu bulu cambuk. Hewan ini
memilki stigma (bintik mata berwarna merah)
yang digunakan untuk membedakan gelap dan
terang. Memiliki kloroplas yang mengandung
klorofil untuk berfotosintesis
.Euglena dapat hidup se cara autotrop maupun se
cara heterotrop. Pada saat sinar matahari
mencukupi, Euglena melakukan fotosintesis.
Tetapi bila tidak terdapat sinar matahari, Euglena
mengambil zat organik yang terlarut di sekitarnya.
29
6. Actinophyrs sol (Heliozoa)
TAKSONOMI Habitat
Kingdom : Protista Habitatnya di air tawar
Filum : Ochrophyta
Kelas : Actinochryssophyceae DESKRIPSI MORFOLOGI
Ordo : Actinoprida
Famili : Actinophryidae Protista ini memiliki tubuh bulat dengan banyak
Genus : Actinophrys pseudopoda, yang disebut axopodia, yang bercabang.
Spesies : Actinophrys sol Actinophrys adalah bagian dari kelompok yang disebut
heliozoa, atau "hewan matahari", karena axopodia mereka
PERANAN terlihat seperti berkas cahaya yang datang dari matahari.
Actinophrys diketahui terkadang memiliki lebih dari satu
Dalam kondisi yang tidak menguntungkan, nukleus.
beberapa spesies akan membentuk kista. Ini
sering merupakan produk dari autogami, CIRI-CIRI& CARA HIDUP
dalam hal ini kista yang dihasilkan adalah
zigot. Actinophrys sebagian besar adalah protozoa akuatik
dengan badan sel bulat dan banyak axopodia seperti
jarum. Mereka menyerupai bentuk matahari karena
struktur ini, yang merupakan inspirasi untuk nama umum
mereka: heliozoa, atau "matahari-hewan". Tubuh mereka,
tanpa lengan, berukuran dari beberapa puluh mikrometer
hingga sedikit di bawah satu milimeter.
Reproduksi pada actinophryids umumnya terjadi melalui
pembelahan, di mana satu sel induk membelah menjadi
dua atau lebih sel anak. Untuk heliozoa berinti banyak,
proses ini bersifat plasmotomik karena inti tidak
terduplikasi sebelum membelah. Telah diamati bahwa
reproduksi tampaknya merupakan respons terhadap
kelangkaan makanan, dengan peningkatan jumlah divisi
setelah penghilangan makanan dan organisme yang lebih
besar selama masa kelebihan makanan.
30
7. Vorticella campanula
TAKSONOMI Habitat
Kingdom : Protista Vorticella sering berada di badan air seperti kolam,
Filum : Ciliaphora danau, sungai, dan aliran air. Namun, mereka juga dapat
Kelas : Oligohymenophorea ditemukan di lingkungan asin (perairan asin) serta
Ordo : Sessilida vegetasi air. Lingkungan ini ideal karena merupakan
Famili : Vorticellidae sumber makanan yang ideal.
Genus : Vorticella
Spesies : Vorticella campanula
DESKRIPSI MORFOLOGI CIRI-CIRI&CARA HIDUP
Vorticella adalah protozoa (protista) yang Salah satu ciri khas Vorticella yang paling menonjol
termasuk dalam filum Ciliophora. Dengan adalah mereka memiliki tubuh berbentuk kerucut
demikian, mereka adalah ciliate eukariotik yang (bell-shaped). Mungkin untuk melihat struktur
dapat ditemukan di habitat seperti badan air seperti rambut halus di bagian atas organisme
tawar dan asin antara lain. Menurut penelitian, berbentuk lonceng. Struktur seperti rambut halus ini
Vorticella adalah genus terbesar dari ciliata dikenal sebagai silia dan memainkan peran penting
peritrich sessile dengan lebih dari 100 spesies untuk menyapu bahan makanan ke dalam peristom
yang diidentifikasi. Tergantung pada habitatnya, (bukaan lebar yang dikelilingi oleh silia). Selain
spesies ini akan memakan berbagai bahan pembelahan biner, Vorticella juga telah terbukti
makanan melalui ruang depan yang bertindak bereproduksi melalui konjugasi (reproduksi seksual).
sebagai jalur masuk makanan. Selain sebagai
bagian dari rantai makanan, ia juga memainkan 31
sejumlah peran penting dalam lingkungan yang
bermanfaat bagi manusia.
PERANAN
-Di lingkungan mereka, spesies Vorticella memakan
berbagai bahan dan organisme termasuk protozoa dan
bakteri yang lebih kecil. Dalam sistem makanan
mereka, ini penting karena membantu mengendalikan
populasi organisme ini di lingkungan mereka. Spesies
ini berlimpah dalam sistem pengolahan limbah serta
kolam budidaya air. Sebagai pengumpan terapung,
spesies Vorticella memainkan peran penting dalam
sistem tersebut dengan mengkonsumsi dan memecah
bahan organik di lingkungan ini.
8. Paramecium caudatum
TAKSONOMI HABITAT
Phylum : Protozoa Paramecium caudatum banyak ditemukan di kolam air
Sub-Phylum : Ciliophora tawar, kolam, parit, sungai, danau, waduk dan sungai. Ini
Class : Ciliates secara khusus ditemukan berlimpah di kolam tergenang
Order : Hymenostomatida yang kaya akan bahan yang membusuk, dalam infus
Genus : Paramecium organik, dan di air limbah.
Species
: Caudatum DESKRIPSI MORFOLOGI
Morfologi Paramecium caudatum adalah contoh ciliata,
yang biasanya memiliki bentuk tubuh yang konstan,
umumnya asimetris, meskipun beberapa memiliki simetri
radial atau bilateral. Paramecium itu sendiri berbentuk
cerutu, dengan ujung posteriornya sedikit lebih runcing
daripada ujung anterior.
PERANAN CIRI-CIRI& CARA HIDUP
Berperan dalam jaring-jaring makanan Memiliki permukaan ventral atau oral yang jelas dan
didalam sistem akuatik sebagai zat pengurai memiliki permukaan tubuh aboral atau dorsal yang
dan juga berperan dalam kontrol populasi cembung. Seluruh tubuhnya ditutupi dengan membran
alga, bakteri, dan protista lain. yang fleksibel, tipis dan kuat yang disebut pelikel.
Reproduksi vegetatif atau aseksual dengan pembelahan:
membelah menjadi dua dengan menjepit di tengah sumbu
panjang sel; makronukleus tidak membelah secara
mitosis: ia membelah menjadi dua, bagian yang kira-kira
sama yang masuk ke masing-masing sel anak.
32
BAB 4
SPESIES PROTISTA
MIRIP TUMBUHAN
33
1.GYMNODINIUM CATENATUM
TAKSONOMI
Kingdom : Chromista
Subkingdom : Harosa
Phylum : Mioza
Subphylum : Mizoza
Class : Dinophyceae
Order : Gymnodiniales
Family : Gymnodiniaceae
Genus : Gymnodinium
DESKRIPSI MORFOLOGI
Gymnodinium catenatum adalah CIRI-CIRI
dinoflagellate fotosintesis atechlagelated
yang mampu menghasilkan racun yang Gymnodinium catenatum ia adalah
menyebabkan keracunan lumpuh oleh dinoflagellate telanjang, yang mengatakan
moluska. Spesies ini selalu ada di air laut, ia tidak mempunyai jati, ia mempunyai
dalam konsentrasi rendah, dan secara gelongsor dan flagellum membujur, seperti
berkala populasinya mengalami yang berlaku dengan seluruh
pertumbuhan eksponensial yang dinoflagellates. Skor ini digunakan untuk
menghasilkan ganggang yang berbahaya. anjakan. Mereka boleh tumbuh secara
Dinoflagellate ini mampu membentuk individu (biasanya semasa peringkat
kista berdinding tebal yang dapat bertahan pertumbuhan pegun) atau membentuk
lama dalam kondisi kekurangan cahaya rantai sehingga 64 organisma
dan nutrisi. Fitur ini memungkinkannya (berkembang pesat), namun bentuk yang
untuk bertahan bahkan di air pemberat paling umum terdiri daripada kurang
kapal, sehingga telah datang untuk daripada 10 organisma. Mereka
menjajah daerah baru secara tidak sengaja, mempamerkan warna kelabu menjadi
karena aksi antropik. coklat kerana adanya pigmen fotosintesis.
HABITAT,PERANAN CARA HIDUP
G. catenatum ditemukan di teluk dan muara di Sel vegetatif dari Gymnodinium catenatum mereka
seluruh dunia.G. catenatum yang ada di biasanya membentuk rantai dengan panjang yang
lingkungan pesisir, adalah pendeteksian berbeda. Ini terjadi selama tahap pertumbuhan
dcGTX2-3, dcSTX, C1, dan C2. Beberapa studi yang cepat. Kemudian, pada fase pertumbuhan
bioassay telah melaporkan efek pada moluska stasioner, rantai hancur untuk membentuk sel-sel
dan efek mematikan pada tikus, dan udang; individual. Dalam kondisi buruk, sel individu dapat
namun tidak ada efek samping yang diamati menyebabkan sel istirahat atau kista dormansi. Sel
pada copepoda Acartia clausi. istirahat tidak bergerak dan mengeluarkan film
pelindung tambahan. .
34
2. PERIDINIUM SP
TAKSONOMI
Klade : SAR
Infrakingdom : Alvelota
Divisi : Myzoza
Kelas super : Dinoflagellata
Kelas : Dinophyceae
Memesan : Peridiniales
Keluarga : Peridiniaceae
Marga : Peridinium
DESKRIPSI MORFOLOGI CIRI-CIRI
Kebanyakan Peridinium berbentuk Sebagian besar spesies ini bulat hingga
lingkaran atau oval, warnanya bervariasi oval, beberapa memiliki lobus ( P. cinctum
dari hijau ke kuning atau coklat, dan f. tuberosum, P. willei, P. limbatum ), dan
diameternya bervariasi dari sekitar 0,01 beberapa memiliki daftar yang berbeda ( P.
hingga lebih dari 0,1 mm (0,0004-0,004 willei ). Sebagian besar subkelompok
inci). Sel memiliki theca (penutup luar dalam Peridinium menghasilkan sel besar
yang kuat) yang dibagi menjadi dua bagian, dan kuat dengan panjang dan lebar 60–65
epitheca dan hypotheca, yang ukurannya m, kelompok Umbonatum mencakup sel
kira-kira sama dan dipisahkan oleh alur yang lebih kecil dengan panjang 13–30 m ×
dalam yang dikenal sebagai cingulum (atau diameter 11–27 m.
korset); cingulum sering diimbangi,
membentuk pita bergerigi di seluruh sel. PERANAN
HABITAT,CARA HIDUP Peridinium bersifat toksik karena menghasilkan
toksin yang sifatnya mematikan bagi organisme
Perairan danau yang tidak terstratifikasi planktonic lain (allelopathy). Peridinium juga
suhu, keruh, dan pada status oligotrofik memiliki kemampuan mencegah fitoplankton
atau eutrofik dengan suhu 19,37–24,63oC, lainnya untuk tumbuh dengan biomassa yang
konduktivitas 150–110 µS/cm, pH 6,46–7,16, tinggi, sehingga mengurangi persaingan nutrisi.
dan alkalinitas 43,77–71,94
mgCaCO3/L.Dengan cara menelan materi
organic dan sel-sel hidup lain.
35
3. DINOPHYSIS SP
TAKSONOMI
Klade : SAR
Infrakingdom : Alvelota
Divisi : Myzoza
Kelas super : Dinoflagellata
Kelas : Dinophyceae
Memesan : Peridiniales
Keluarga : Peridiniaceae
Marga : Peridinium
DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT,CARA HIDUP
Ukuran sel khas Dinophysis berkisar Habitat umum Dinophysis adalah di
antara 30 hingga 120 m, mereka adalah sel perairan tropis, sedang, pesisir dan
berukuran sedang. Hal ini dimungkinkan samudera. Meskipun sebagian besar
untuk ukuran sel Dinophysis bervariasi Dinophysis adalah laut dan planktonik,
dari besar, sel vegetatif ke kecil, seperti sel beberapa telah ditemukan di laguna pesisir
gamet. Dinofisis memiliki hipoteka yang Dinophysis caudata memakan ciliate,
terdiri dari dua lempeng besar, yang khususnya Mesodinium rubrum melalui
menempati sebagian besar ruang teka, myzocytosis.
serta beberapa trombosit kecil. Genus ini Dinophysis sp dapat terakumulasi dalam
dicirikan dengan memiliki 18 lempeng: filter feeder, seperti kerang bivalvia, dan
empat lempeng epitekal, dua lempeng berdampak buruk bagi kesehatan manusia
apikal kecil, empat lempeng sulkus, empat dan kehidupan laut.
lempeng cingular, dan empat lempeng
hipotek. Mereka memiliki cingulum, yang PERANAN
diposisikan secara anterior, dan sel-selnya
terkompresi secara lateral. Melibatkan upaya untuk mengukur racun DSP
dalam kerang dan organisme laut lainnya dan
CIRI-CIRI untuk melakukan bioassay untuk menentukan
toksisitas terhadap biota local.
Dinophysis memiliki hpoteka yang terdiri
dari dua lempeng besar, yang menempati
Sebagian besar ruang teka, serta beberapa
trombosit kecil.
36
4. CERATIUM SP
TAKSONOMI
Kingdom : Protista
Phylum : Protozoa
Kelas : Phytomastigophorea
Ordo : Dinoflagellida
Family : Ceratideae
Genus : Ceratium
Spesies : Ceratium sp
DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT,CARA HIDUP
Memiliki bentuk umum yaitu terdiri Ceratium sp biasanya tersebar sangat luas
membran vesikel berisi lapisan – lapisan di perairan pantai dan mempunyai
theca yang cukup nyata, memiliki substansi toleransi yang tinggi terhadap variasi
cadangan utama berupa karbohidrat dan salinitas yang besar (5 -70 ‰). Berbeda
garam, memiliki nukleus yang besar halnya dengan ceratium yang saya teliti,
dengan penampilan berbentuk seperti jumlah Ceratium sp yang kita amati cukup
manik – manik, Ceratium sp juga memiliki banyak, dengan dibuktikan oleh 3 X
trichocysr dan stigma. Ceratium termasuk penemuan pada saat praktium
dalam kelas Pyrrophyta. Pyrrophyta berlangsung. Ceratium sp merupakan
merupakan alga uniselular (bersel satu) phytoplankton yang jumlahnya
dengan dua flagel yang berlainan, dipengaruhi oleh salinitas lingkungan.
berbentuk pita, keluar dari sisi perut dalam Ceratium furca juga dapat hidup meskipun
suatu saluran. Mengandung pigmen dalam kondisi nutrisi yang sangat rendah
(klorofil A,C2 dan piridinin, sementara karena spesies ini merupakan organisme
yang lain memiliki klorofil A,C1,C2 dan heterotof yang mampu melakukan migrasi
fucosantin) yang dapat berfotosintesis. vertikal dari permukaan ke kolom air di
Hanya dinoflagellata yang memiliki bawahnya dan sebaliknya, dan bersifat
kemampuan untuk berfotosintesis. Alga kosmopolit
api ini berbentuk sel tunggal dan bentuk
filamennya bercabang. PERANAN
CIRI-CIRI Ceratium sp mampu berkompetisi dengan spesies
fitoplankton lain, terutama dalam hal ketersediaan
hidup di air tawar dan laut, ber sel satu, nutrisi, cahaya matahari, dan faktor lingkungan
dinding sel berupa lempengan selulosa lain. Ceratium sp sering ditemukan dalam jumlah
yang rapat dan dapat bergerak aktif. melimpah dan mendominasi spesies lain. Oleh
karena itu, Ceratium sp lebih sering blooming, yang
mengakibatkan kematian massal organisme laut
karena dapat terjadi deplesi oksigen pada perairan
dan mempengaruhi kultur atau sumber daya lain.
37
5. GONYAULAX SP
TAKSONOMI
Domain : Eukaryota
Kingdom : Protista
Phylum : Dinoflagellata
Class : Dinophyceae
Order : Gonyaulacales
Suborder : Gonyaulacaceae
Genus : Gonyaulax
DESKRIPSI MORFOLOGI CARA HIDUP
&CIRI-CIRI
Dinoflagellata Gonyaulax telah
Spesies kosmopolitan dengan sedikit duri mengembangkan jenis spora istirahat (atau
antapikal di hipoteka.Bersel satu, memiliki kista istirahat), untuk memungkinkannya
pigmen klorofil, memiliki dua flagel bertahan dalam kondisi cuaca yang keras.
Kista istirahat dapat terbentuk ketika suhu
HABITAT atau salinitas berubah di air sekitarnya.
Kista ini adalah tubuh bulat tertutup lendir
Gonyaulax sp tumbuh subur di zona fotik yang tampak berwarna kemerahan.
kolom air. Karena mereka menggunakan
fotosintesis sebagai sarana memperoleh
nutrisi, mereka harus tetap berada di dekat
puncak. Mereka lebih suka suhu yang lebih
dingin di pesisir dan perairan terbuka.
Organisme ini tersebar di seluruh
habitatnya oleh angin dan arus pasang
surut.
PERANAN
Sebagai produsen karena memiliki pigmen
klorofil untuk berfotosintesis. Gonyaulax
sp. juga dapat menghasilkan toksik atau
senyawa racun yang merugikan bagi
makhluk hidup. Gonyaulax sp. merupakan
organisme yang termasuk ke dalam
Protista.
38
6. GAMBIERDISCUS TOXICUS
TAKSONOMI
Empire : Eukaryota
Kingdom : Chromista
Subkingdom : Harosa
Phylum : Mioza
Subphylum : Mizoza
Class : Dinophyceae
Order : Gonyaulacales
Family : Pyrocystaceae
Subfamily : Gambierdiscoideae
Genus : Gambierdiscus
DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT
Gambierdiscus toxicus adalah spesies Spesies ini diidentifikasi dari terumbu
eukariota uniseluler fotosintesis milik tropis di Samudra Pasifik, Samudra Hindia
supergrup SAR, Alveolata, dinoflagellata (Quod 1994), dan Kepulauan Virgin AS.
yang dapat menyebabkan ciguatera (juga Populasi telah ditemukan di kolam pasang
dikenal sebagai keracunan ikan surut dan laguna, serta di pasir berwarna,
Ciguatera),ndan diketahui menghasilkan di Karibia. Di Amerika Serikat, G. toxicus
beberapa produk alami polieter, termasuk telah dikumpulkan di perairan sekitar dan
ciguatoxin, maitotoxin, asam gambieric , Florida.
dan gambierol. Spesies ini ditemukan
menempel pada permukaan makroalga PERANAN
coklat. G. toxicus adalah spesies
fotosintesis dengan kloroplas kuning Gambierdiscus adalah sumber dari dua
sampai coklat keemasan dan inti jenis racun laut yang kuat yaitu
berbentuk bulan sabit besar maitotoxins (MTXs) dan ciguatoxins
(CTXs), yang terakhir ini dianggap sebagai
CIRI-CIRI penyebab utama penyakit manusia.
Senyawa beracun ini terakumulasi melalui
Berwarna hijau karena didominasi oleh rantai makanan, dari herbivora yang
pigmen berupa klorofil a dan klorofil b, merumput di terumbu karang hingga organ
serta karoten dan xantofil. karnivora yang memakannya.
CARA HIDUP
Cara hidup yang aneh dari G. toxicus
menyarankan metode yang sederhana dan
praktis untuk mempelajari kepadatan
populasinya di alam.
39
7. PHACUS SP
TAKSONOMI
Phylum : Euglenophyta
Kelas : Euglenophyceae
Ordo : Euglenales
Genus : Phacus
Spesies :Phacus sp
DESKRIPSI MORFOLOGI
Phacus terdiri dari organisme yang CARA HIDUP
merupakan Euglenoid fotosintetik
mikroskopis, yang merupakan kelompok Phacus dan Euglenid lainnya biasanya
autotrof bersel tunggal yang mengandung bereproduksi secara aseksual. Mereka
kloroplas dalam filum Euglenozoa, melakukannya dengan membagi sel-sel
meskipun mayoritas genera dalam filum mereka secara longitudinal, dari puncak sel
tersebut sebenarnya tidak mengandung ke dasar. Sampai sitokinesis sepenuhnya
kloroplas dan tidak berwarna. Umumnya selesai, sel-sel tetap melekat satu sama
spesies ini kecil, berenang bebas dan lain, membentuk apa yang tampak seperti
menunjukkan warna hijau cerah. Apa yang organisme "berkepala dua". Sebelum
membedakan genus dari spesies sitokinesis, jumlah strip pelikel yang
fotosintesis lainnya adalah adanya dimiliki setiap sel digandakan untuk
sitoskeleton yang kaku (walaupun memiliki jumlah yang sama di antara
beberapa spesies memiliki sitoskeleton setiap sel anak. Selain itu, setiap sel anak
semi-kaku atau plastik) yang terdiri dari akan berisi setengah jumlah strip yang
strip pelikel dan struktur berbentuk daun baru terbentuk dan setengah jumlah strip
yang didominasi datar. lama yang ada sebelum pembelahan sel.
CIRI-CIRI PERANAN
Phacus dicirikan oleh sel semi-kaku hingga Pertumbuhan mereka dirangsang oleh
kaku, biasanya dikompres secara lateral cahaya melalui fotosintesis. Namun,
(dengan pengecualian P. limnophilus dan mereka juga dapat bekerja tanpa adanya
P. salinus), dalam banyak kasus berbentuk cahaya sebagai organisme heterotrofik,
daun, kadang-kadang bengkok. Mereka menggunakan oksigen untuk
memiliki banyak kloroplas dengan bentuk mengasimilasi karbon organik.
seragam (banyak, kecil, berbentuk cakram,
parietal, tanpa pirenoid). Berchlorofil,
berflagel, mempunyai bintik, mata
berwarna merah, unicel
HABITAT
Habitatnya di air tawar
40
8. ASTASIA SP
TAKSONOMI
Class : Peranemea
Subclass : Anisonemea
Order : Natomonadida
Suborder : Rhabdomonadida
Family : Astasiidae
Genus : Astasia
DESKRIPSI MORFOLOGI CARA HIDUP,PERANAN
Selnya memanjang dengan ujung Memproduksi makanan sendiri
posterior membulat, dengan dengan bantuan sinar matahari.
panjang 45 um dan lebar 10 um, Sebagai penyedia bahan organik
dan memiliki flagel yang kurang dan oksigen bagi hewan-hewab air.
lebih lebih panjang dari panjang
tubuh, butiran paramylum
berbentuk lonjong dan reservoir
yang agak besar.
CIRI-CIRI,HABITAT
Tidak memiliki kloroplas dan
bersifat heterotrof,Biasanya hidup
pada air tawar yang
mengandungbanyak bahan organic.
CARA HIDUP
Cara hidup yang aneh dari G.
toxicus menyarankan metode yang
sederhana dan praktis untuk
mempelajari kepadatan populasinya
di alam.
41
BAB 5
PHAEOPHYTA
&LHICENSE
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
42
PHAEOPHYTA
1.FUCUS GARNEDRI SP
TAKSONOMI
Kingdom : Halvaria
Divisio : Ochrophyta
Class : Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Familia : Fucaeceae
Genus : Fucus
Species : Fucus Garnedri
CIRI-CIRI DESKRIPSI MORFOLOGI
Berbentuk filamen bercabang, tidak Fucus gardneri adalah alga coklat
bercabang, dan ada juga yang tegak,dan abadi yang sering menjadi alga
Mempunyai kloroplas tunggal berbentuk intertidal dominan yang membentuk
seperti benang ada pula yang berbentuk pita padat di intertidal menengah
cakram (discoid) ,serta mengandung pirenoid hingga rendah.Ini membentuk kanopi
untuk menyimpan cadangan makanan berupa pendek yang melindungi banyak
laminarin. ganggang lainnya dan membalikkan
dari aksi gelombang dan pengeringan
HABITAT saat air surut.
Fucus gardneri tumbuh di bebatuan dan REPRODUKSI
remis, di habitat terlindung, di intertidal
sedang hingga rendah. Fucus garnedri berproduksi secara
aseksual dan fragmentasi.
43
2.FUCUS VESICULOSUS
TAKSONOMI
Kingdom : SAR
Divisio : Ochrophyta
Class : Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Familia : Fucaceae
Genus : Fucus
Species : F. vesiculosus
CIRI-CIRI DESKRIPSI MORFOLOGI
Inti sel bersifat eukariotik karena inti sel telah Fucus vesiculous adalah rumput laut yang
memiliki membran.dan Berbentuk lembaran, ditemukan di pantai . Laut Utara, LautBaltik
bahkan ada yang menyerupai tumbuhan bagian barat dan Samudra Atlantik dan Pasifik .
tinggi (Plantae) karena memiliki bagian Itu adalah sumber asli yodium , ditemukan
menyerupai akar, batang, dan daun. pada tahun 1811 , dan digunakan secara luas
untuk mengobati gondok ,
HABITAT pembengkakankelenjar tiroidberhubungan
dengandefisiensi yodium.
Fucus vesiculosus, banyak terdapat di laut
dalam. Alga ini berkembang biak secara REPRODUKSI
oogami dengan menghasilkan sel gamet
betina (ovum) dan sel gamet jantan Fucus vesiculosus, banyak terdapat di
(spermatozoid) . laut dalam. Alga ini berkembang biak
secara oogami dengan menghasilkan
sel gamet betina (ovum) dan sel
gamet jantan (spermatozoid) .
44
3.TURBINARIA SP
TAKSONOMI
Kingdom : Sar
Divisio : Ochrophyta
Class : Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Familia : Sargassaceae
Genus : Turbinaria
Species : T. hiasan
CIRI-CIRI DESKRIPSI MORFOLOGI
memiliki ciri morfologi yaitu berwarna coklat, Turbinaria adalah genus ganggang coklat
termasuk kedalam jenis Alga Coklat (Phaeophyceae) yang ditemukan terutama di
(Phaeophyta) yaitu Turbinaria perairan laut tropis. Umumnya tumbuh pada
ornata.memiliki struktur thallus menyerupai substrat berbatu. Pada spesies Turbinaria
bentuk bibir bergerigi agak keras atau tropisyang sering lebih disukai dikonsumsi oleh
kaku,tebal serta tubuh yang tegak. ikan herbivora dan echinoid , terdapat kadar
fenolat dan tanin yang relatif rendah.
HABITAT
REPRODUKSI
Turbinaria tumbuh di daerah intertidal
berbatu, rataan terumbu dan menempel pada Sistem reproduksi Turbinaria secara
substrat keras seperti karang hidup, karang umum mengikuti pola reproduksi
mati maupun batuan beku (Magrunder & makroalga coklat pada umumnya,
Hunt, 1979; Atmadja, 1996). yaitu melalui pergantian generasi
antara seksual dan aseksual.
45
4.LAMINARIA HYPERBOREA SP
TAKSONOMI
Kingdom : Plantae
Divisio : Pheophyta
Class : Rhodophyceae
Ordo : Laminariales
Familia : Laminariaceae
Genus :Laminaria
Species : Laminari sp
CIRI-CIRI DESKRIPSI MORFOLOGI
berbentuk lembaran dapat menghasilkan Laminaria adalah genus dari 31 spesies alga
alginat dan algin sebagi bahan pembuat cat, es coklat yang biasa disebut "kelp". Beberapa
krim obat-obatan. spesies juga disebut sebagai tangle. Genus yang
penting secara ekonomi ini ditandai dengan
HABITAT lamina yang panjang dan kasar dan ukurannya
relatif besar.
di Samudra Atlantik utara dan Samudra
Pasifik utara pada kedalaman 8 hingga 30 m REPRODUKSI
(26 hingga 98 ft) (dapat mencapai 120 m (390
ft) di perairan hangat Laut Tengah dan lepas reproduksi secara seksual yaitu sel
pantai Brasil). Laminaria merupakan habitat gamet dan aseksual dengan spora
bagi banyak ikan dan invertebrata.
46
5. SARGASSUM SP
TAKSONOMI
Kingdom : Plantae
Divisio : Thallophyta
Class : Phaeophyceae
Ordo : Fucales
Familia : Sargassaceae
Genus :Sargassum
Species : Sargassum sp.
DESKRIPSI MORFOLOGI
CIRI-CIRI Klasifikasi dan Deskripsi Sargassum sp.
Sargassum adalah salah satu genus dari
memiliki bentuk thallus gepeng, banyak kelompok rumput laut coklat yang merupakan
percabangan yang menyerupai pepohonan di genera terbesar .
darat, bangun daun melebar, lonjong seperti
pedang, memiliki gelembung udara yang REPRODUKSI
umumnya soliter, batang utama bulat agak
kasar, dan holdfast (bagian yang digunakan Reproduksi Sargassum sp. dikenal
untuk melekat) dengan dua cara yaitu reproduksi
aseksual (vegetatif) dan seksual
HABITAT (generatif).
Habitat alga Sargassum sp. tumbuh pada
perairan dengan kedalaman 0,5-10 m dengan
arus dan ombak yang besar di mana alga
Sargassum sp. hidup menempel pada substrat
dasar perairan ( Kadi 2005)
47
6.MACROCYSTIS SP
TAKSONOMI
Kingdom : plantae
Divisio : cyanobacteria
Class : Cyanophyceae
Ordo : Chroococcales
Familia : Microcystaceae
Genus : Microcystis
Species : Microcystis aeruginosa
DESKRIPSI MORFOLOGI
CIRI-CIRI Macrocystis adalah genus monospesifik dari
rumput laut ( alga coklat besar ). Genus ini
Ciri-ciri Microcystis adalah terdiri dari sel-sel berisi yang terbesar dari semua phaeophyceae
kecil (diameternya hanya beberapa mikron) atau ganggang coklat .
yang tidak memiliki selaput individual. Sel-sel
tersebut biasanya tergabung menjadi koloni REPRODUKSI
besar yang dapat dilihat dengan mata
telanjang yang awalnya berbentuk bulat, Secara aseksual
tetapi kemudian mulai kehilangan bentuk
menjadi tak teratur.
HABITAT
Microcystis adalah sejenis blue-green algae
(Cyanobacteria) yang biasa tumbuh di
permukaan air.
48