The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by , 2022-03-28 04:29:11

Universitas Negeri medan (1)

Universitas Negeri medan (1)

7.POSTELIA SP

CIRI-CIRI TAKSONOMI

Mempunyai kloroplas tunggal berbentuk Kingdom : plantae
seperti benang ada pula yang berbentuk Divisio : Ochrophyta
cakram (discoid) Class : Phaeophyceae
Ordo : Laminariales
HABITAT Familia : Laminariaceae
Genus : Postelsia
Pohon palem laut ditemukan di pantai Species :P. palmaeformis
berbatu di Amerika Utara bagian barat , dari
utara sejauh Pulau Vancouver , hingga pantai DESKRIPSI MORFOLOGI
tengah selatan California. Mereka hidup di
zona intertidal menengah ke atas di daerah Postelia merupakan contoh alga cokelat yang
yang sangat bergelombang. banyak dijumpai.

REPRODUKSI

Secara vegetatif,aseksual dan seksual

49

8. DICTYOTA SP

CIRI-CIRI TAKSONOMI

Dictyota dichotoma Spesies alga ini memiliki Kingdom : plantae
ciri thallus berupa lembaran berwarna coklat. Divisio : Ochrophyta
Thallus menyerupai pita denan ukuran Class : Phaeophyceae
panjang 5-13 cm dan lebar 2-3 cm. Thallus Ordo : Dictyotales
bercabang-cabang dikotom, ujung thallus Familia :Dictyotaceae
membulat, membentuk rumpun yang rimbun. Genus : Dictyota
Species :D. dikotomi
HABITAT
DESKRIPSI MORFOLOGI
Samudra Atlantik
Dictoyota dichotomo adlah spesies ganggang
coklat yang ditemukan di samudra Atlantik.

REPRODUKSI

Yaitu dengan cara reproduksi aseksual
dan seksual

50

LHICENSE

1. PHYSICA THENELLA

CIRI-CIRI TAKSONOMI

Physcia melekat pada kayu.memiliki tipe talus Kingdom : plantae
foliose Divisio :thallophyta
Class : ascholichen
HABITAT Ordo : cyanophylalles
Familia : geltiperaceae
Ia tumbuh di lumut,dan tanah. Genus : Peltigera
Species :peltigera sp.

DESKRIPSI MORFOLOGI

genus jamur lichenized dalam keluarga
Physciaceae. Nama genus berarti "meningkat"
atau "seperti sosis", mengacu pada bentuk
spesies jenis. Menurut perkiraan tahun 2008,
genus yang tersebar luas itu mengandung 73
spesies.

REPRODUKSI

Yaitu dengan cara reproduksi aseksual
dan seksual

51

2.PARMELIA

CIRI-CIRI TAKSONOMI

Mempunyai talus berbentuk foloise. Kingdom : fungi
Berwarna abu-abu. Divisio :Ascomycota
Memiliki rhizine di bagian bawah. Class : Lecanoromycetes
Bentuk berupa lembaran Ordo : Lecanorales
Familia : Parmeliaceae
HABITAT Genus :Parmelia ach
Species :parmelia saxatilis
Parmelia ditemukan pada kulit, tanah atau
batuan. DESKRIPSI MORFOLOGI

Parmelia adalah genus lumut foliose sedang
hingga besar. Ini memiliki distribusi global,
membentang dari Kutub Utara ke benua
Antartika tetapi terkonsentrasi di daerah
beriklim sedang . Ada sekitar 40 spesies di
Parmelia

REPRODUKSI

Yaitu dengan cara reproduksi aseksual
dan seksual

52

3. USNEA SP

CIRI-CIRI TAKSONOMI

Tumbuh menempel pada substrat pada suatu Kingdom : plantae
cakram pelekat yang berasal dari lapisan Divisio : ThallophytaClass
teras. · Menyerupai rambut abu-abu atau Class : Ascolichenes
kehijauan Ordo : Lecanorales
Familia : Usneaceae
HABITAT Genus :Usnea
Species : Usneasp
Pohon inang.
DESKRIPSI MORFOLOGI

Usnea sp yang merupakan salah satu genus
dari lichen yang menghasilkan metabolit
sekunder yang telah diketahui memiliki banyak
aktivitas farmakologis sebagai antibakteri,
antiprotozoal, antisitotoksik, antiproliferasi,
antioksidan dan antiinflamasi.

REPRODUKSI

Yaitu dengan cara reproduksi aseksual
dan seksual

53

4.CRUSTOSE

CIRI-CIRI DESKRIPSI MORFOLOGI

memiliki bentuk seperti kerak (kulit keras) Morfologi lichen crustose memiliki bentuk
datar, tipis dan melekat pada permukaan seperti kerak (kulit keras) datar, tipis dan
pohon melekat pada permukaan pohon yang bersifat
susah dicabut tanpa merusak substratnya.

REPRODUKSI

Yaitu dengan cara reproduksi aseksual
dan seksual

HABITAT

Permukaan batu,pohon

54

5.FOLIOSA

DESKRIPSI MORFOLOGI

Lumut foliosa adalah salah satu dari berbagai
lumut , yang merupakan organisme kompleks
yang muncul dari hubungan simbiosis antara
jamur dan mitra fotosintesis , biasanya alga
.dan Foliose adalah lichen dengan lobus
berdaun, yang tersebar secara horisontal di atas
permukaan. Dimana lichen tersebut terikat
oleh filamen rizhoid sehingga mudah
dihilangkan Dengan pisau.

CIRI-CIRI REPRODUKSI

lumut kerak)Bila diamati menggunakan Yaitu dengan cara reproduksi aseksual
mikroskop, lichen terlihat jelas terdiri atas dan seksual
hifa jamur dan sel ganggang.

HABITAT

Terumbu karang

55

6. FRUTICOSE

DESKRIPSI MORFOLOGI

Lumut fruticose adalah lumut yang terdiri dari
thallus semak atau lebat dan holdfast. Thallus
adalah tubuh vegetatif lumut yang tidak
memiliki daun, batang, atau akar sejati. Warna
thallus dipengaruhi oleh alga di lumut, senyawa
yang dibuat oleh lumut, karakter hifa jamur,
dan jumlah cahaya dan air di lingkungannya.

CIRI-CIRI REPRODUKSI

lmemiliki thallus berupa semak dan memiliki Yaitu dengan cara reproduksi aseksual
banyak cabang dengan bentuk seperti pita. dan seksual

HABITAT

Di tingkat kekeringan tertinggi.

56

7.SQUAMULOSE

DESKRIPSI MORFOLOGI

CIRI-CIRI Lumut fruticose adalah lumut yang terdiri dari
thallus semak atau lebat dan holdfast. Thallus
Warnanya bercak hijau keputih-putihan, adalah tubuh vegetatif lumut yang tidak
sering ditemukan tepung yang berasal dari sel memiliki daun, batang, atau akar sejati. Warna
ganggang yang terbungkus hifa, memiliki thallus dipengaruhi oleh alga di lumut, senyawa
soredium, dapat melekat pada batu atau yang dibuat oleh lumut, karakter hifa jamur,
tembok yang tidak dapat di tempati oleh dan jumlah cahaya dan air di lingkungannya.
makhluk hidup lain. Warna thallus yang terang dikaitkan dengan
kondisi cahaya yang lebih rendah di dalam
lingkungan tumbuh.
.

REPRODUKSI

Reproduksi lichen terjadi dalam dua
cara yaitu aseksual dan seksual

HABITAT

DSquamulose dapat dijumpai secara luas di
dataran rendah hingga ke dataran tinggi dari
kutub utara hingga ke daerah tropis.

57

8. LICHEN

DESKRIPSI MORFOLOGI

adalah lichen yang terdiri dari "timbangan"
kecil, sering kali tumpang tindih yang disebut
squamules. Jika mereka diangkat dari substrat
dan tampak berdaun, lumut mungkin tampak
sebagai lumut foliose, tetapi bagian bawahnya
tidak memiliki "kulit", seperti lumut foliosa
.

CIRI-CIRI REPRODUKSI

Warnanya bercak hijau kehijauan, sering Reproduksi lichen terjadi dalam dua
ditemukan tepung yang berasal dari sel cara yaitu aseksual dan seksual.
ganggang yang terbungkus hifa, memiliki Reproduksi aseksual terjadi ketika
soredium. lichen membentuk suatu badan yang
disebut dengan soredia atau isidia
HABITAT (bagian yang lebih tipis) pada
permukaan kulit pohon atau benda
dapat dijumpai secara luas di dataran rendah buatan lainnya.
hingga ke dataran tinggi dari kutub utara
hingga ke daerah tropis.

58

BAB 6

chyrysophyta
&

mikoriza

59

chyrysophyta
1.NAVICULA SP
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Navicula sp. merupakan tumbuhan
Kingdom: plantae uniseluler. Bentuk talus dari depan
Divisio : Ochrophyta berbentuk seperti perahu,
Class:Bacillariophyceae sedangkan dari samping tampak
Ordo :Naviculales seperti kotak (hipoteka) dengan
Famili:Naviculaceae bagian tutup (epiteka). Dinding sel
Genus:Navicula navicula tersusun dari bahan kersik.
Spesies : Navicula Pigmen yang dimiliki Navicula sp.
tripunctata selain klorofil juga karotin dan
xantofil.

REPRODUKSI

Reproduksinya adalah aseksual
dengan pembelahan sel.

CIRI-CIRI

berbentuk seperti perahu

HABITAT
air dari air laut sampai air tawar dan
hidup menempel pada substrat.

60

2.PINNULARIA SP
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Navicula sp. merupakan alga
Kingdom: plantae uniseluler (microalgae) yang
Divisio : Ochrophyta termasuk dalam kelas
Class: Bacillariophyceae Bacillariopheceae, ordo Pennales
Ordo :Naviculales yang berbentuk lonjong dan
Famili:Pinnularaceae memiliki raphe pada tutup dan
Genus:Pinnularia wadahnya.
Spesies : -

REPRODUKSI

Reproduksinya adalah aseksual
dengan pembelahan sel

CIRI-CIRI

Alga bersifat uniseluler.

HABITAT
Alga air tawar yang dominan.

61

TAKSONOMI 3.DIATOM
DESKRIPSI MORFOLOGI
Diatom adalah suatu kelompok
Clade:SAR besar dari alga plankton yang
Infra termasuk paling sering ditemui.
kingdom:Heterokonta Kebanyakan diatom adalah bersel
Phylum:Ochrophyta tunggal, walaupun beberapa
Subphylum:Khakista membentuk rantai atau koloni. Sel
Class:Bacillariophyceae diatom dilapisi dinding sel unik yang
terbuat dari silika.

REPRODUKSI CIRI-CIRI

Perkembangbiakan pada Bacillariophyta atau diatom Inti sel berada di pusatsitoplasma.
dapat terjadi melalui dua cara yaitu secara aseksual Kloroplasnyamempunyai
(vegetatif) dengan pembelahan sel dan secara bentukyang bervariasi, yaitu seperti
seksual (generatif) dengan oogami. cakram, seperti huruf H, periferal,
dan pipih.dan Talus bersel satu.
HABITAT
62
Bacillariophyta atau “ Diatom ” adalah
organisme uniseluler yang berperan
sebagai produsen yang tersebar luas di
perairan air tawar, air laut dan juga di
tanah-tanah yang lembab

4.VOUCHERIA
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Vaucheria adalah genus Xanthophyceae atau
Klade :SAR ganggang kuning-hijau. Ini adalah salah satu
Divisi:Ochrophyta dari hanya dua genera dalam keluarga
Kelas:Xanthophyceae Vaucheriaceae. Jenis spesies dari genus
Memesan:Vaucheriales adalah Vaucheria disperma. Vaucheria
Keluarga:Vaucheriaceae menunjukkan pertumbuhan apikal dari ujung
Marga:Vaucheria filamen yang membentuk tikar di lingkungan
darat atau air tawar.

REPRODUKSI CIRI-CIRI

Perkembangbiakan Vaucheria: Perkembangbiakan Vaucheria mengandung pigmen
vegetatif Vaucheria berlangsung dengan hijau (klorofil) dan pigmen Kuning
pembentukan zoospora yang berkumpul dalam (xantofil). Tubuhnya berupa benang
sporangium pada ujung filamen. Selanjutnya, inti di bercabang-cabang dan tidak
dalam sporangium membelah secara meiosis dan bersekat, memiliki inti sel banyak,
menghasilkan zoospora. dan menyebar.

HABITAT 63

Habitatnya adalah air tawar, di laut, dan di
atas permukaan tanah yang lembap

5.CYCLOTELLA
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Susunan tubuh uniseluler dengan bentuk
Empire : Eukaryota dasar cetrik atau bulat sehingga
Règne :Chromista memudahkan melayang dalam air.Tepi katup
Embranchement: (valve) ditandai oleh rambut-rambut kasar.
Bacillariophyta Reproduksi secara aseksual dengan
Sous-embr.: Bacillariophytina pembelahan sel dan pembentukan
Classe: Mediophyceae auksospora (Utami, 2012).
Sous-classe:
Thalassiosirophycidae
Ordre:Stephanodiscales
Famille:Stephanodiscaceae
Species : Cyclotella

REPRODUKSI CIRI-CIRI

Reproduksi cyclotella secara aseksual yaitu dengan Memiliki ciri ciri antara lain hidup
cara membelah diri ,Perkembangbiakan pada diperairan laut maupun tawar.
Chrysophyta terjadi secara generatif dan vegetatif.
64
HABITAT

Cyclotella sp ditemukan di dalam aliran
sungai pada zona gelap (Utami, 2012).

6.OCHROMONAS
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Ochromonas adalah genus alga yang
Domain:Eukarya termasuk dalam keluarga Chromulinaceae.
Kerajaan:Chromalveolata Genus tersebut memiliki distribusi
Filum:Heterokontophyta kosmopolitan.
Kelas:chrysophyceae

REPRODUKSI CIRI-CIRI

Secara aseksual Ochromonas. Sel tubuhnya
berbentuk bola yang dilengkapi
HABITAT dengan 2 flagel sebagai alat gerak.
Kedua flagel tersebut tidak sama
Ochromonas berkembangbiak dengan panjang. Di dalam sitoplasmanya
membelah diri. Kebanyakan spesies ini terdapat beberapa organel penting,
ditemukan di air tawar, kolam, dan seperti kloroplas yang berbentuk
genangan air hujan. lembaran melengkung, vakuola,
stigma, dan nukleus.

65

7.TRIBONEMA
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Tribonema adalah genus ganggang kuning-
Klade :SAR hijau air tawar berfilamen. Holotipe untuk
Divisi:Ochrophyta genus adalah spesies Tribonema bombycina
Kelas:Xanthophyceae Derbès & Solier. Spesies yang direkam dari
Memesan:Tribonematale Irlandia meliputi: Tribonema affine G.S. West;
s T. minus Hazen dan T. viride Pascher.
Keluarga:Tribonematace
ae
Marga:Tribonema

REPRODUKSI HABITAT

Reproduksi secara vegetative, yaitu dengan Lingkungan danau
membelah diri. Setiap inti diatom membelah menjadi
dua, diikuti pembagian sitoplasma menjadi dua
bagian. Selanjutnya, dinding sel diatom memisah
menajdi kotak dan tutup. Reproduksi generative
berlangsung dengan konjugasi.

66

8.CERATIUM LINEATUM
TAKSONOMI DESKRIPSI MORFOLOGI
Memiliki bentuk umum yaitu terdiri membran
Kingdom : Protista vesikel berisi lapisan – lapisan theca yang
Phylum : Protozoa cukup nyata, memiliki substansi cadangan
Kelas : utama berupa karbohidrat dan garam,
Phytomastigophorea memiliki nukleus yang besar dengan
Ordo : Dinoflagellida penampilan berbentuk seperti manik –
Family : Ceratideae manik, Ceratium sp juga memiliki trichocysr
Genus : Ceratium dan stigma (Nybakken, 1992).
Spesies : Ceratium sp

REPRODUKSI

Menurut Susyawati (2011), perkembangbiakkan dari ceratium yaitu dengan pembelahan sel yang
bergerak. Jika sel memiliki panser, maka selubung akan pecah. Dapat juga dengan cara protoplas
membelah membujur, lalu keluarlah dua sel telanjang yang dapat mengembara yang kemudian masing
– masing membuat panser lagi. Setelah mengalami waktu istirahat zigot yang mempunyai dinding
mengadakan pembelahan reduksi, mengeluarkan sel kembar yang telanjang.

HABITAT

Menurut Taylor et al (1995) dalam Praseno dan Sugestiningsih (2000), Ceratium sp biasanya tersebar
sangat luas di perairan pantai dan mempunyai toleransi yang tinggi terhadap variasi salinitas yang besar
(5 -70 ‰). Berbeda halnya dengan ceratium yang saya teliti, jumlah Ceratium sp yang kita amati cukup
banyak, dengan dibuktikan oleh 3 X penemuan pada saat praktium berlangsung. Ceratium sp merupakan
phytoplankton yang jumlahnya dipengaruhi oleh salinitas lingkungan.

CIRI-CIRI

Menurut patten at all (2010), Ceratium memiliki tubuh bagian tengah Page 240 yang tegap dan meruncing
membentuk tanduk pada atas, ada alur yang mengelilingi pada bagian tengah, dan dua tanduk seperti kaki
dibagian bawah salah satu tanduk lebih pendek dari yang lain

67

MIKORIZA

1. ASPERGILLUS FLAVUS



TAKSONOMI HABITAT,CARA HIDUP

Kerajaan : Kulat Habitat Aspergillus flavus Tersebar luas secara
Filum : Ascomycota global dan banyak ditemukan di tanah. Jamur
Kelas : Eurotiomycetes hadir di tanah sebagai konidia atau sklerotia dan
Pesanan di jaringan tanaman sebagai miselia
Keluarga : Eurotiales Aspergillus flavus adalah jamur yang pada
Genus : Aspergillaceae umumnya hidup saproba pada makanan dan biji-
Spesies bijian
: Aspergillus
: flavus.

DESKRIPSI MORFOLOGI PERANAN

Aspergillus flavus memiliki morfologi yang Aspergillus flavus dikenal sebagai jamur penghasil
kompleks dan dapat diklasifikasikan menjadi dua aflatoksin yang merupakan mikotoksin paling
kelompok berdasarkan ukuran sklerotia yang berbahaya.
dihasilkan. Grup I terdiri dari strain L dengan
sclerotia lebih besar dari 400 m diameter. Grup II
terdiri dari strain S dengan diameter sklerotia
kurang dari 400 m.

CIRI-CIRI 68

Aspergillus flavus biasanya dicirikan oleh mikroorganisma
anamorfik (Deuteromycetes), yaaitu, mereka hanya menghasilkan
semula aseksual. Walau bagaimanapun, dalam sesetengah spesies,
di antara mereka A. flavus bentuk teleomorfik (Ascomycetes)
diketahui yiaitu, mereka mempunyai pembiakan seksual. Satu lagi
ciri penting yiaitu Aspergillus flavus adalah menghasilkan metabolit
sekunder. Ini bermakna bahwa mereka tidak mempunyai fungsi
langsung dalam metabolisme fisiologi kulat, melainkan bertindak
sebagai faktor pertahanan untuk persekitaran yang bermusuhan.

2. PENICILLIUM NOTATUM



DESKRIPSI MORFOLOGI HABITAT,CARA HIDUP

Aspergillus flavus memiliki morfologi yang HMereka umumnya hadir di tanah, bahan organik
Morfologi Spesies dari genus Penicillium , Selain mati dari tanaman dan kotoran hewan, udara dll.
berbentuk sikat, mereka terjadi pada rantai kering Spesies Penicillium umumnya ada di mana-mana
konidia yang terbentuk dari phialis. Phialid adalah dalam distribusi dan memiliki mode nutrisi
sel khusus dari konidiofor (struktur khusus dalam heterotrofik atau saprofit.
reproduksi aseksual), berbentuk seperti botol, Mirip dengan Aspergillus, Penicillium juga hidup
melekat pada dasarnya ke metula. terutama pada substrat organik-biodegradable.
Penicillium hadir dalam debu yang tersebar di
CIRI-CIRI udara dan di lingkungan yang layak huni; merusak
diri mereka sendiri dalam bahan bangunan atau di
Salah satu karakteristik paling luar biasa dari genre Penicillium tanah, jamur dapat tumbuh dan berkembang,
Ini adalah bentuk reproduksi aseksualnya, dengan struktur memakan zat organik yang ditemukan di substrat.
seperti sikat yang padat, dari mana nama takson (penicillus)
berasal. Mereka memiliki tubuh yang subur. Mereka PERANAN
menghasilkan struktur seperti kantung yang mengandung
askospora. Askospora adalah uniseluler dan asci berumur Dapat digunakan sebagai penghasil antibiotik
pendek. Ini berarti bahwa mereka terurai dan / atau larut
dengan sangat cepat dibandingkan dengan kelompok
taksonomi lainnya. Mereka adalah organisme anamorphic,
mampu mendegradasi substrat seperti gula, lipid dan selulosa.

69

3. CANDIDA ALBICANS



TAKSONOMI HABITAT,CARA HIDUP

Kingdom : Fungi Habitat Normal: membran mukosa manusia dan hewan
Phylum : Ascomycota berdarah panas lainnya. Juga ditemukan di usus, vagina
Subphylum : Saccharomycotina atau juga di permukaan kulit. Ditemukan di saluran
Class : Saccharomycotales pencernaan burung juga. Terisolasi dari tanah, hewan,
Ordo rumah sakit, benda mati dan makanan.
Genus : Saccharomycetaceae Aseksual dan tidak melakukan meiosis, kemampuan untuk
Species : Candida tumbuh dengan tiga morfologi yang berbeda- ragi,
Sinonim : Candida albicans pseudo-hifa dan hifa sejati. Siklus hidup paraseksual
albicans : Candida stellatoidea dan Oidium beralih di antara fenotipe yang berbeda. Tahap Diploid
membentuk sel homozigot peralihan fenotipik dari putih
DESKRIPSI MORFOLOGI ke komponen kawin sel 'buram' perkawinan sel buram
(fusi sel) sel tetraploid hilangnya kromosom
Pada sediaan apus eksudat, Candida tampak sebagai ragi (pembelahan).
lonjong, kecil, berdinding tipis, bertunas, gram positif,
PERANAN
µberukuran 2-3 x 4-6 m, yang memanjang menyerupai hifa
Candida albicans adalah spesies ragi jamur bersel
(pseudohifa). Candida membentuk pseudohifa ketika tunas- tunggal yang merupakan bagian normal dari
tunas terus tumbuh tetapi gagal melepaskan diri, mikroba yang hidup di saluran pencernaan.
menghasilkan rantai sel-sel yang memanjang yang terjepit Sejumlah kecil ragi juga hidup di berbagai daerah
atau tertarik pada septasi-septasi diantara sel. Candida hangat dan lembab di seluruh tubuh, termasuk
albicans bersifat dimorfik, selain ragi-ragi dan pseudohifa, ia mulut, rektum, vagina, dan bagian kulit.
juga bisa menghasilkan hifa sejati. Candida berkembang-biak
dengan budding. 70
.

CIRI-CIRI

Koloni berwarna krem, pucat, halus setelah 24-48 jam pada
25-37°C. Berwarna krem putih dan ekstensi seperti kaki dari
margin. Ciri-ciri candida besar, bulat, putih. Membiak secara
aseksual yaitu replikasi secara penunasan. Ia mudah tumbuh
pada suhu 25-37°C.

4. SACCHAROMYCES CEREVISIAE





TAKSONOMI CIRI-CIRI

Kingdom : Fungi Saccharomyces cerevisiae adalah mikroba sel tunggal
eukariotik, berbentuk globular, hijau kekuningan. Ia
Subkingdom : Dikarya adalah chemoorganotrophic, kerana memerlukan
sebatian organik sebagai sumber tenaga dan tidak
Division : Assomycota memerlukan cahaya matahari untuk tumbuh. Ragi ini
mampu menggunakan gula yang berbeza, dengan
Subdivision : Saccharomycotina glukosa menjadi sumber karbon pilihan. S. cerevisiae
adalah fakultatif anaerobik, kerana ia mampu tumbuh
Class : Saccharomycetes dalam keadaan kekurangan oksigen. Semasa keadaan
persekitaran ini, glukosa ditukarkan menjadi perantaraan
Subclass : Saccharomycetidae yang berbeza seperti etanol, CO2, dan gliserol.

Order : Saccharomycetales HABITAT,CARA HIDUP

Family : Saccharomycetaceae Habitat alami Saccharomyces cerevisiae terletak
di permukaan buah, tetapi paling dikenal karena
Genus : Saccharomyces perannya dalam industri roti dan pembuatan bir.
Spesies ini dianggap ragi bir, juga dikenal sebagai
Species : Saccharomyces ragi atas.Siklus hidup S. cerevisiae mirip dengan
kebanyakan sel somatik. Baik sel haploid dan
DESKRIPSI MORFOLOGI diploid bisa eksis. Ukuran sel sel haploid dan
diploid bervariasi sesuai dengan fase
S. cerevisiae adalah organisme kecil bersel satu yang pertumbuhan dan dari strain ke strain.
berkerabat dekat dengan sel hewan dan tumbuhan . membran
sel memisahkan komponen selular dari lingkungan eksternal, 71
sedangkan membran nuklir melindungi materi herediter.
Seperti pada organisme eukariotik lainnya, membran
mitokondria terlibat dalam pembangkitan energi, sedangkan
retikulum endoplasma (ER) dan aparatus Golgi terlibat dalam
sintesis lipid dan modifikasi protein. Vakuola dan peroksisom
mengandung jalur metabolik yang berkaitan dengan fungsi
pencernaan. Sementara itu, jaringan perancah yang kompleks
bertindak sebagai pendukung sel dan memungkinkan
pergerakan sel, sehingga melakukan fungsi sitoskeleton .
.

DAFTAR PUSTAKA

Ayuti, S.R., Nurliana, Yulistiani, Sugito dan Darmawi. 2016. Dinamika Pertumbuhan Lactobacillus casei dan
Karakteristik Susu Fermentasi Berdasarkan Suhu dan Lama Penyimpanan. Jurnal Agripet. 1(1).

Burrows, W. 1959. Textbook of Microbiology Seventeenth Edition. Philadelphia
and London: W.B. Saunders Company.

Garrity, G.M., J.A. Bell, dan T.G. Lilburn. 2004. Taxonomic Outline of the
Procaryotes. Bergey’s Manual of Systematic Bacteriology, 2nd edition.
New York : Springer.

Widodo, Soeparno dan E. Wahyuni. 2003. Bioenkapsulasi Probiotik (Lactobacillus
casei) Dengan Pollard dan Tepung Terigu Serta Pengaruhnya Terhadap
Viabilitas dan Laju Pengasaman. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan. 14(2).

Colins, J,G, G, Thronton and G.O. Sulivan. 1998. Selection pf Probiotik Strain for Human
Application. Int. Dairy.J. 8 : 487 – 490

Felten,A,C. Barreau, C Bizet, P.H. Lagrange and Aphilipon. 1999. Lactobacillus Species
Identification, H2O2 Production and antibiotic Resistence and correlation with Human Clinical Status. J, Clin.
Microbiol 37 : 729 – 733

Sjofjan, O. 2007. Isolasi dan Identifikasi Bacillus spp. dari Usus Ayam Petelur
sebagai Sumber Probiotik. Tanggal kunjungan 26 Agustus 2010.
http://library.trunojoyo.ac.id/elib/detil.php?id=2148&PHPSESSID=6098f327dle5
448de20dd2d95b4c2ad7

Madigan M and Marinko J (editors). 2005. Brock Biology of Microorganisms (1 lth ed.).Prentice Hall.

Anonimus, 2008a. Environmental Microbiology. Wikipedia, the free encyclopedia.
http://en.wikipedia.org/wiki/Environmental_microbiology. Disitir tanggal 12 September
2008. 4 h.

Anonimus, 2008b. Microbial Ecology. Wikipedia, the free encyclopedia.
http://en.wikipediaorg/wiki/Microbial_ecology. Disitir tanggal 12 September 2008. 2 h

Pronk, J.T. et. al. 1992. Anaerobic Growth of Thiobacillus ferrooxidans. Kluyver Laboratory of Biotechnology,
Department of Microbiology and Enzymology, Delft University of Technology, Julianalaan 67, 2628 BC Delft,
The Netherlands.

Lacombe, Jean. et. al. Growth and Maintenance of Thiobacillus ferrooxidans Cells. Department of Biological
Sciences, Michigan Technological University, 1400 Townsend Drive, Houghton, Michigan 49931

L.G. Lcduc and G.D. Ferroni. 1993. The chemolithotrophic bacterium ferrooxidans Thiobacillus. lh'partrnent of
Bioh~gy, l.aurentian Uni~ersity, Sudhury, Ontario, ('anada P3E 2('6

Raquel Quatrini1,2,and D. Barrie Johnson3. Acidithiobacillus ferrooxidans. Trends in Microbiology, March 2019,
Vol. 27, No. 3

Ji-Bin Peng. et. al. 1994. SOLID MEDIUM FOR THE GENETIC MANIPULATION OF THIOBACILLUS FERROOXIDANS.
Institute of microbiology, Shandong University, Jinan 250100, people's of Republic of China.







s.

Elhas dkk. 2016. Pengaruh Jintan Hitam (Nigella Sativa) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Streptococcus
Pyogenes. Diakses 9 Maret 2022, dari Universitas Gajah Mada Library.

Liyana. N & Kusuma. F. 2019. REVIEW: Deteksi Listeria Monocytogenes Dalam Makanan. Vol 15(1).

Widayanti dkk. 2013. Uji Resistensi Mycobacterium Tuberculosis Terhadap Obat Anti Tuberkulosis (Oat)
Dengan Metode Penipisan : Unnes Journal of Life Science, 2(1).

Kenedyanti E. & Sulistyorini L. 2016. Analisis Mycobacterium Tuberculosis Dan Kondisi Fisik Rumah Dengan
Kejadian Tuberkulosis Paru.
FREITAG, N., G.C. PORT and M.D. MINER. 2009. Listeria monocytogenes-from saprophyte to intracellular
pathogen. Nat Rev Microbiol. 7(9): 623. doi:10.1038/nrmicro2171. (8 Maret 2010).

CARY, J.W., J.E. LINZ and D. BHATNAGAR. 2000. Microbial foodborne diseases: Mechanisms of pathogenesis
and toxin synthesis. First Edition. Technomic Publishing Company Inc. New Holland Avenue, Lancester,
Pennsylvania, USA. pp. 295 – 316.

LEMON, K.P., D.E. HIGGINS and R. KOLTER. 2007. Flagellar motility is critical for Listeria monocytogenes biofilm
formation. J. Bacteriol. 189(12): 4418 – 4424.

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.

Alessandro, C, P. (2009). Differences in pathogenicity and clinical syndromes due to Aspergillus fumigatus
and Aspergillus flavus: Medical Mycology Review. Pages 261–270

Harwell, LH, (1974). siklus sel Saccharomyces cerevisiae. Ulasan bakteriologis, 38 (2), hlm. 164-198.

Kovacevic, M., (2015). Karakteristik morfologi dan fisiologis sel ragi Saccharomyces cerevisiae berbeda dalam
rentang hidup. Tesis Magister Biokimia. Fakultas Farmasi dan Biokimia, Universitas Zagreb. Zagreb-Kroasia.

Magdalena, M. (2009). Candida Albicans.

T. Chi-Ching, et al. (2018). Taxonomy and evolution of Aspergillus, Penicillium and Talaromyces in the omics
era - Past, present and future. Computational and Structural Biotechnology Journal.





s.


Click to View FlipBook Version