Kata Pengantar
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami selaku penulis dapat
menyelesaikan penyusunan modul dengan judul “Memiliki kemampuan
Berkomunikasi Pada Teknik Mesin” dengan baik dan lancar. Modul ini berisi
tentang pentingnya seorang peserta Program Studi Pendidikan Profesi Insinyur
Teknik Mesin memiliki pemahaman dan kemampuan untuk memiliki kemampuan
berkomunikasi di bidang teknik mesin.
Unit memiliki kemampuan berkomunikasi di bidang teknik mesin berlaku
bagi calon insinyur teknik mesin profesional dan insinyur teknik mesin profesional
yang bekerja pada lingkup komunikasi di bidang teknik mesin serta mencakup
beberapa kegiatan berupa pengembangan keahlian, keterampilan, kecerdikannya,
sikap dalam merencanakan, menyelenggarakan, mengawasi, dan mengevaluasi
pelaksanaan program diklat teknik mesin yang telah dijalankannya, serta mencetak
peserta diklat yang memenuhi pengakuan atas aspek formal dan legal secara
nasional dan internasional.
Penulis menyadari bahwa modul ini masih terdapat kelemahan dan
kekurangannya, baik pada isi materi, bahasa, dan penyajiannya. Penulis sangat
mengharapkan adanya tanggapan berupa kritik dan saran guna penyempurnaan
modul ini. Semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Program Studi
Pendidikan Profesi Insinyur Teknik Mesin dalam menjalankan PSPPI Teknik
Mesin secara reguler.
Semarang, Agustus 2022
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... ii
DAFTAR ISI...................................................................................................... iii
DAFTAR INFORMASI VISUAL..................................................................... v
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL…………. ........................................ vi
PENDAHULUAN.............................................................................................. vii
A. Latar Belakang ................................................................................... vii
B. Deskripsi Singkat................................................................................ vii
C. Tujuan Pembelajaran .......................................................................... viii
D. Dasar Hukum...................................................................................... viii
E. Materi Pokok dan Sub Materi ............................................................. viii
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1: Melakukan Komunikasi Secara Efektif 1
Indikator Keberhasilan ......................................................................................... 1
Uraian Materi ....................................................................................................... 1
A. Komunikasi Secara Efektif Baik Lisan Maupun Tertulis
Dengan Bahasa yang Dikuassai .......................................................... 4
B. Kontribusi Dalam Persiapan, Interpretasi dan Presentasi Informasi ... 7
C. Hubungan Baik dengan Kolega dan Tenaga Ahli Dalam Suatu
Organisasi ........................................................................................... 11
D. Instruksi Keinsinyuran yang Diterima Diterjemahkan Dengan Benar ..13
E. Instruksi Yang Jelas dan Tepat Kepada Bawahannya Disampaikan
Secara Tepat dan Sesuai ..................................................................... 14
F. Metode Komunikasi Yang Tepat Dan Benar ...................................... 16
Latihan.................................................................................................................. 18
Rangkuman ......................................................................................................... 19
Evaluasi Kegiatan Pembelajaran 1....................................................................... 20
Tindak Lanjut dan Umpan Balik.......................................................................... 23
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2: Menyampaikan Ide-Ide Keinsinyuran 24
Indikator Keberhasilan ......................................................................................... 24
Uraian Materi ....................................................................................................... 24
A. Kontribusi Dalam Persiapan Dan Presentasi Untuk Pengarahan
Kepada Tingkat Profesional .............................................................. 24
B. Karya Tulis Untuk Dipublikasikan Dalam Jurnal Keinsinyuran ...... 26
C. Komunikasi Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilakukan
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI iii
Antara Sesama Jajaran Insinyur dan yang Lainnya .......................... 27
D. Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilaporkan Kepada
Pimpinan Jajaran Insinyur dan Pimpinan Yang Lainnya Dalam
Lembaga / Institusinya ...................................................................... 27
E. Kemampuan Profesional Dalam Negosiasi, Pemecahan Masalah,
Konseling, Penyampaian Gagasan dan Sikap Kerja Yang Baik ....... 29
Latihan.................................................................................................................. 34
Rangkuman .......................................................................................................... 35
Evaluasi Kegiatan Pembelajaran 2....................................................................... 36
Tindak Lanjut dan Umpan Balik.......................................................................... 39
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: Mempersiapkan Dokumen
Keinsinyuran ...................................................................................................... 40
Indikator Keberhasilan ......................................................................................... 40
Uraian Materi ....................................................................................................... 40
A. Laporan Keinsinyuran Dipersiapkan Dengan Profesional ................. 41
B. Kontribusi Dalam Penggunaan Spesifikasi, Standar, dan
Laporan Grafis ..................................................................................... 45
C. Partisipasi Dalam Persiapan Dokumen Yang Lebih Rumit Seperti
Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).......................... 46
D. Gambar Kerja Keinsinyuran dan Desain Grafis, Spesifikasi,
Standar, Peraturan, Kode dan AMDAL, Dipahami Secara Benar
Dalam Aplikasi Keinsinyuran ............................................................. 49
Latihan.................................................................................................................. 50
Rangkuman .......................................................................................................... 51
Evaluasi Kegiatan Pembelajaran 3...................................................................... 52
Tindak Lanjut dan Umpan Balik.......................................................................... 55
Kunci Jawaban................................................................................................... 56
Daftar Pustaka.................................................................................................... 57
Glosarium ........................................................................................................... 58
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI iv
DAFTAR INFORMASI VISUAL
Gambar 1 ilustrasi antara pengirim dan penerima pesan .............................. 4
Gambar 2 contoh diagram ................................................................................. 9
Gambar 3 contoh diagram alir. ......................................................................... 10
Gambar 4 Kominukasi antara atasan terhadap bawahan.............................. 14
Gambar 5 Pemosisian Organisasi / Departemen Dampak atau Pengaruh
dan Kontrol Pemosisian................................................................... 28
Gambar 6 Tata Letak Organisasi dan Departemen (UKM)........................... 28
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI v
PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL
A. Petunjuk Bagi Peserta PSPPI
Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, peserta PSPPI harus
melakukan Langkah-langkah berikut saat menggunakan modul Memiliki
Kemampuan Berkomunikasi Pada Teknik Mesin antara lain:
1. Baca baik-baik dan pahami uraian materi pada masing-masing materi pokok.
Apabila ada materi yang kurang jelas, peserta PSPPI dapat menanyakan kepada
dosen atau instruktur yang mengampu agar dapat mengikuti pembelajaran tersebut.
2. Kerjakan latihan soal dan evaluasi pada setiap materi pokok untuk mengetahui
seberapa besar pemahaman yang telah dimiliki peserta PSPPI terhadap materi-
materi yang dibahas dalam setiap materi pokok.
3. Untuk materi pokok yang terdiri dari pembelajaran teori, perhatikanlah hal-hal
berikut ini:
a. Perhatikan petunjuk-petunjuk yang berlaku
b. Pahami setiap langkah pembelajaran dengan baik.
4. Jika belum menguasai tingkat materi yang diharapkan, tinjau kembali materi
pokok sebelumnya atau tanyakan pada dosen atau instruktur yang mengampu
kegiatan pembelajaran tersebut.
B. Petunjuk Bagi Dosen atau Instruktur
Dalam setiap kegiatan pembelajaran dosen atau instruktur berperan untuk:
1. Membantu peserta PSPPI dalam merencanakan kegiatan pembelajaran.
2. Membantu peserta PSPPI dalam memahami konsep, praktik baru, dan menjawab
pertanyaan mengenai kegiatan pembelajaran.
3. Membimbing peserta PSPPI melalui tugas-tugas pelatihan yang dijelaskan dalam
kegiatan pembelajaran.
4. Membantu peserta PSPPI untuk menentukan dan mengakses sumber daya yang
diperlukan untuk kegiatan pembelajaran.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI vi
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Insinyur Teknik Mesin adalah seseorang yang memiliki gelar profesi di bidang
keinsinyuran teknik mesin. Insinyur Teknik Mesin merupakan profesi yang memiliki
kompetensi untuk mengintregasikan berbagai disiplin teknis dalam peran perekayasaan atau
keinsinyuran yang dapat mencakup bidang kompetensi berikut: 1) Melaksanakan kode etik
insinyur dan etika profesi keinsinyuran teknik mesin; 2) Memiliki kemampuan berkomunikasi;
3) Bekerja sebagai insinyur teknik mesin profesional; 4) Melakukan kegiatan manajemen usaha
praktik keinsinyuran; 5) Mengerjakan perencanaan atau perancangan keinsinyuran bidang
teknik mesin; 6) Mengerjakan penelitian, pengembangan dan komersialisasi hasil penelitian di
bidang teknik mesin; 7) Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bidang teknik mesin; 8)
Mengelola bahan baku dan komponen; 9) Mengerjakan proses produksi dan manufaktur; 10)
Melaksanakan pekerjaan konstruksi/instalasi bidang teknik mesin; 11) Melaksanakan
manajemen pengelolaan aset/barang modal; 12) Mengelola rantai pasok (supply chain).
Dalam memiliki kemampuan berkomunikasi, keberadaan modul berperan penting bagi
peserta PSPPI untuk membantu mengidentifikasi, memahami, dan menerapkan materi
pembelajaran yang diberikan oleh dosen atau instruktur pengampu mata kuliah tersebut. Modul
ini disusun dengan mengacu pada Surat Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 132
Tahun 2018 Tentang Penetapan SKKNI yang merupakan salah satu bagian dari pemetaan
kompetensi Insinyur Teknik Mesin yang tergolong profesi ruang lingkup disiplin ilmu
keinsinyuran di bidang keinsinyuran atau fungsi keinsinyuran secara umum yang tercantum
dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.
Penulisan modul ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan
sikap kerja calon insinyur teknik mesin profesional dalam tata cara, etika, ketrampilan dalam
kemampuan berkomunikasi di bidang keinsinyuran dan teknologi kejuruan mesin.
B. Deskripsi Singkat
Modul ini berkaitan dengan bagaimana Memiliki Kemampuan Berkomunikasi di
Bidang Teknik Mesin yang berlaku untuk insinyur teknik mesin profesional atau calon insinyur
teknik mesin profesional yang bekerja di lingkungan bidang teknik mesin dan kegiatan terkait
yang melibatkan pengembangan sikap, tata cara, etika, melaksanakan, dan mengkaji ulang
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI vii
kemampuan berkomunikasi di teknik mesin yang dilakukan peserta diklat yang memenuhi
persyaratan yang diakui masyarakat luas secara nasional dan internasional.
C. Tujuan Pembelajaran
1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)
Setelah menyelesaikan kegiatan pembelajaran dalam modul ini, peserta PSPPI Teknik
Mesin diharapkan mampu memiliki kemampuan berkomunikasi di bidang teknik mesin yang
meliputi tata cara, etika, melaksanakan berkomunikasi di bidang keinsinyuran dan teknologi
kejuruan mesin.
2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
Setelah selesai mengikuti pembelajaran ini peserta dapat :
a. Mengetahui hakikat berkomunikasi di bidang teknik mesin
b. Merencanakan komunikasi di bidang teknik mesin
c. Melaksanakan berkomunikasi di bidang teknik mesin
D. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran
2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)
3. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers
E. Materi Pokok dan Sub Materi Pokok
1. Melakukan Komunikasi Secara efektif
a. Komunikasi Secara Efektif baik Lisan Maupun Tertulis dengan Bahasa yang Dikuasai
Dilakukan
b. Kontribusi dalam Persiapan, Interpretasi dan Presentasi Informasi Dilaksanakan
c. Hubungan Baik dengan Kolega dan Tenaga Ahli Dalam Suatu Organisasi Dilakukan
d. Instruksi Keinsinyuran yang Diterima Diterjemahkan dengan Benar
e. Instruksi yang Jelas dan Tepat Kepada Bawahannya Disampaikan Secara Tepat dan
Sesuai
f. Metode Komunikasi yang Tepat dan Benar Digunakan
2. Menyampaikan Ide-Ide Keinsinyuran
a. Kontribusi dalam Persiapan dan Presentasi Untuk Pengarahan Kepada tingkat
Profesional Dilakukan`
b. Karya Tulis Untuk Dipublikasikan dan Presentasi Untuk Penghargaan Kepada Tingkat
Profesional
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI viii
c. Komunikasi Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilakukan Antara Sesama Jajaran
Insinyur dan yang Lainnya
d. Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilaporkan Kepada Pimpinan Jajaran Insinyur
dan Pimpinan yang Lainnya dalam Lembaga/Institusinya
e. Kemampuan Profesional Dalam Negosiasi, Pemecahan Masalah, Konseling,
Penyampaian Gagasan dan Sikap Kerja yang Baik Ditunjukan
3. Mempersiapkan Dokumen Keinsinyuran
a. Laporan Keinsinyuran Dipersiapkan Dengan Profesional
b. Kontribusi dalam Penggunaan Spesifikasi, Standar dan Laporan Grafis Dilakukan
c. Partisipasi dalam Persiapan Dokumen yang Lebih Rumit Seperti Analisis Mengenai
Dampak Lingkungan (AMDAL) Dilakukan
d. Gambar Kerja Keinsinyuran dan Desain Grafis, Spesifikasi, Standar, Peraturan, Kode
dan AMDAL, Dipahami Secara Benar dalam Aplikasi Keinsinyuran
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI ix
KEGIAATAN PEMBELAJARAN 1
KOMUNIKASI SECARA EFEKTIF
INDIKATOR KEBERHASILAN
Setelah mempelajari materi pokok 1 tentang pendidikan dan pelatihan
bidang teknik mesin, diharapkan peserta PSPPI mampu menjelaskan tentang
komunikasi keinsinyuran di bidang teknik mesin sehingga dapat berperan aktif
dalam memberikan kontribusi bagi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di
bidang teknik mesin yang membawa dampak positif bagi instansi/lembaga.
URAIAN MATERI
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses di mana informasi dipertukarkan antar
individu melalui media biasa, baik melalui simbol, sinyal, perilaku atau tindakan.
Umumnya, komunikasi dilakukan secara verbal atau lisan, yang dapat dipahami
oleh kedua belah pihak. Jika tidak ada bahasa verbal yang dapat dipahami oleh
keduanya, komunikasi tetap dapat berlangsung melalui gerakan tubuh,
menunjukkan postur tertentu seperti tersenyum, menggelengkan kepala,
mengangkat bahu. Jalur ini disebut komunikasi non-verbal.
Istilah komunikasi berasal dari bahasa Latin communicatio yang berakar
dari kata communis, artinya sama makna mengenai sesuatu hal. Dengan kata lain,
suatu peristiwa komunikasi akan berlangsung apabila orang - orang yang terlibat di
3 dalamnya memiliki kesamaan persepsi atau makna mengenai sesuatu hal yang
dikomunikasikan. Sebagai sebuah istilah, komunikasi dapat diartikan sebagai
penyampaian dan penerimaan pesan atau informasi diantara dua orang atau lebih
dengan menggunakan simbol verbal (bahasa) dan nonverbal. Dengan demikian,
mengajar, berpidato, memberi isyarat, menulis surat, membaca berita, dan melihat
tayangan televisi, semuanya itu dapat disebut komunikasi. Pendeknya, segala
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 1
proses kegiatan antar dua orang (dua pihak) atau lebih untuk berbagi informasi, ide,
dan perasaan, disebut komunikasi (Hybels dan Weaver, 1992:6).
Komunikasi tentunya merupakan kunci terpenting untuk membangun
hubungan yang baik antar individu. Melalui komunikasi lisan atau tulisan
diharapkan masyarakat dapat memahami apa yang disampaikan oleh pengirim
pesan dengan benar. Ketika mengkomunikasikan suatu pesan secara lisan atau
tulisan, diharapkan seseorang akan dapat membaca dan mendengar apa yang
dikatakannya dengan baik dan akurat. Komunikasi yang efektif sangat bergantung
pada kemampuan orang tersebut untuk mengirim dan menerima pesan. Banyak
proyek dan program perusahaan berhenti sebelum waktunya hanya karena anggota
memutuskan komunikasi. Di sisi lain, karena kita memiliki proses komunikasi yang
elegan dan produktif, kita dapat melihat lingkungan kantor yang dapat dioperasikan
dengan indah. Ketika seseorang menghadiri pertemuan, diskusi, seminar, atau
kelas, informasi yang dapat diserap ke dalam pikiran peserta hanya setengah dari
apa yang dikatakan pembicara. Beberapa hari kemudian, pesan yang masih diingat
mungkin tinggal seperempatnya. Begitu pula halnya dengan mahasiswa dalam
mengikuti kuliah, pada hari pertama mungkin banyak hal yang didapatkan,
dipahami dan dimengerti. Namun, pada harihari berikutnya materi yang masih
dapat diingat, dipahami dan dimengerti sudah semakin banyak berkurang atau
terlupakan. Masalah paling sederhana dan paling umum yang disebabkan oleh
adalah kurangnya keterampilan mendengarkan komunikasi. Keterampilan
mendengarkan harus berjalan seiring dengan keterampilan bertanya dalam
komunikasi yang efektif. Karena tidak peduli seberapa baik Anda berkomunikasi
dengan seseorang tanpa kemampuan untuk mendengarkan, komunikasi tidak akan
berhasil. Mendengarkan secara aktif didefinisikan sebagai proses aktif memperoleh
informasi, dan sikap pembicara dengan tujuan memahami percakapan secara
objektif.
Komunikasi mempengaruhi hubungan mereka yang terlibat. Hubungan
akan berkembang jika komunikasinya efektif dan memenuhi harapan masing-
masing pihak. Di sisi lain, komunikasi dapat berdampak negatif jika tidak efektif.
Komunikasi yang baik dan sukses membutuhkan berbagai keterampilan.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 2
Keterampilan berkomunikasi bukan hanya keterampilan mengungkapkan isi hati
dan pikiran, tetapi juga keterampilan mendengarkan. Kedua keterampilan
komunikasi (berbicara dan mendengarkan) merupakan factor penentu efektifnya
suatu komunikasi.
Komponen Komunikasi Komponen komunikasi adalah hal-hal yang harus ada agar
komunikasi bisa berlangsung dengan baik. Komponen-komponen komunikasi
adalah :
1. Pengirim atau komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan
kepada pihak lain.
2. Pesan (message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu
pihak kepada pihak lain.
3. Saluran (channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada
komunikan. Dalam komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat
berupa udara yang mengalirkan getaran nada/suara.
4. Penerima atau komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan
dari pihak lain.
5. Umpan balik (feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi
pesan yang disampaikannya.
6. Aturan yang disepakati para pelaku komunikasi tentang bagaimana
komunikasi itu akan dijalankan (protokol).
Dari berbagai model komunikasi yang sudah ada, di sini akan dibahas tiga model
paling utama, serta akan dibicarakan pendekatan yang mendasarinya dan
bagaimana komunikasi dikonseptualisasikan dalam perkembangannya.
Faktor – faktor yang mempengaruhi komunikasi antara lain :
1. Persepsi yaitu pandangan pribadi atas hal yang terjadi. Setiap pelaku
komunikasi bisa berbeda-beda dan terbentuk oleh apa yang diharapkan dan
pengalaman. Perbedaan persepsi dapat menjadi kendala saat melakukan
komuniksi.
2. Nilai yaitu standar yang mempengaruhi tingkah laku. Nilai ini
mempengaruhi interpretasi pesan.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 3
3. Emosi yaitu perasaan subjektif seseorang mengenai peristiwa tertentu.
Emosi dapat menyebabkan seseorang salah menginterpretasikan pesan.
4. Sosiokultural mempengaruhi metode komunikasi. Pengaruh budaya
menetapkan bagaimana seseorang berkomunikasi.
5. Gender (pria dan wanita) memiliki cara komunikasi yang berbeda.
6. Pengetahuan. Tingkat pengetahuan yang berbeda dapat menimbulkan
masalah. Hal ini juga berhubungan erat dengan tingkat pendidikan.
7. Peran dan hubungan. Individu berkomunikasi dalam tatanan yang tepat
menurut hubungan dan peran masing-masing.
8. Lingkungan pelaku komunikasi cenderung berkomunikasi lebih baik pada
ligkungan yang nyaman.
9. Ruang dan territorial. Territorial menetapkan makna hak seseorang pada
suatu area sekitarnya.
A. Komunikasi Secara Efektif Baik Lisan Maupun Tertulis dengan Bahasa
yang Dikuasai
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang bertujuan untuk memastikan
komunikan (orang yang diajak bicara) dapat memahami pesan yang disampaikan
oleh komunikator (orang yang mengajak bicara) dan komunikan memberikan
umpan balik yang sesuai dengan pesan baik itu secara lisan maupin secara tertulis.
Umpan balik yang sesuai dengan pesan tidak selalu berupa persetujuan. Komunikan
dapat saja memberikan umpan balik berupa ketidaksetujuan terhadap pesan, yang
terpenting adalah dimengertinya pesan dengan benar oleh komunikan dan
komunikator menerima umpan balik yang menandakan bahwa pesan telah
dimengerti oleh komunikan.
Gambar 1 ilustrasi antara pengirim dan penerima pesan
Secara sederhana, komunikasi dikatakan efektif apabila pesan yang
disampaikan oleh pengirim memiliki makna yang sama dengan pesan yang
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 4
ditangkap dan dipahami oleh penerima. Saat Anda berkata: “Jangan ribut!”, maka
orang yang mendengarkan mengerti bahwa kalimat tersebut diartikan sebagai
tindakan tidak berisik, tidak gaduh, atau diam tanpa suara, kemudian orang lain
menjadi diam, maka komunikasi tersebut menjadi efektif karena “jangan ribut”
itulah yang sebenarnya diinginkan oleh komunikator maknanya sama makna
dengan pengertian orang yang diajak bicara sebelumnya.
Dikutip dari The Five Inevitable Laws of Effective Communication, dalam
buku Make Yourself A Leader yang ditulis oleh Aribowo Prijosaksono dan Ping
Hartono, 5 (lima) kaidah hukum komunikasi efektif yaitu REACH singkatan dari
Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble. REACH berarti merengkuh atau
meraih yang mencerminkan esensi komunikasi.
a. Respect adalah sikap hormat dan saling menghargai merupakan hukum
yang pertama dalam berkomunikasi karena pada prinsipnya manusia ingin
dihargai dan dianggap penting. Bahkan ketika harus mengkritik seseorang,
lakukan dengan penuh respek terhadap harga diri dan kebanggaaannya.
Komunikasi dibangun dari sikap saling meghargai dan menghormati, akan
lahir kerjasama yang sinergis untuk peningkatan efektivitas kinerja, baik
sebagai individu maupun secara keseluruhan sebagai sebuah tim.
b. Empathy (empati) adalah kemampuan untuk menempatkan diri pada situasi
atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama
dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk
mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau
dimengerti orang lain. Stephen Covey dalam buku The 7 Habits of Highly
Effective People menyatakan kemampuan untuk mendengarkan sebagai
salah satu dari 7 kebiasaan manusia yang sangat efektif (Seek First to
Understand - understand then be understood to build the skills of
empathetic listening that inspires openness and trust). Covey menyebutkan
sebagai komunikasi empatik. Dengan memahami dan mendengar orang lain
terlebih dahulu, kita dapat membangun keterbukaan dan kepercayaan yang
kita perlukan dalam membangun kerja sama atau sinergi dengan orang
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 5
lain. Rasa empati akan memberikan kemampuan untuk menyampaikan pesan
dengan cara dan sikap yang akan memudahkan komunikan menerima pesan.
Rasa empati akan menimbulkan respek atau penghargaan, dan rasa respek akan
membangun kepercayaan yang merupakan unsur utama dalam membangun tim.
Empati bisa juga berarti kemampuan untuk mendengar dan bersikap perseptif
atau siap menerima masukan ataupun umpan balik apapun dengan sikap yang
positif. Banyak sekali dari kita yang tidak mau mendengarkan saran, masukan
apalagi kritik dari orang lain. Padahal esensi dari komunikasi adalah aliran dua
arah. Komunikasi satu arah tidak akan efektif manakala tidak ada umpan balik
(feedback) yang merupakan arus balik dari penerima pesan.
c. Audible diartikan antara lain dapat didengarkan atau dimengerti dengan
baik. Dalam komunikasi dimaknai pesan yang disampaikan dapat
diterima oleh penerima pesan melalui saluran tertentu sehingga dapat
diterima dengan baik oleh penerima pesan. Kaidah ini mengacu pada
kemampuan kita untuk menggunakan berbagai cara atau alat bantu
audio-visual yang akan membantu kita agar pesan yang kita sampaikan
dapat diterima dengan baik.
d. Clarity berarti kejelasan dari pesan yang disampaikan atau diartikan
pula dengan keterbukaan dan transparansi. Hal ini agar tidak
menimbulkan tafsiran yang berlainan. Kaidah paling utama dalam
menyiapkan korespondensi di setiap tingkat pemerintahan adalah
kejelasan pesan. Tidak boleh terjadi multi-interpretasi atau multi-tafsir.
Kesalahan penafsiran pesan dapat menimbulkan berbagai dampak yang
tidak sederhana. Komunikasi di media sosial juga memperhatikan
hukum keempat ini, penggunaan simbol, lambang, emoticon.
e. Humble adalah sikap rendah hati. Sikap ini terkait dengan kaidah
pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, yang biasanya
didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki. Sikap rendah hati pada
intinya antara lain sikap menghargai, mau mendengar dan menerima
kritik, tidak sombong, dan tidak memandang rendah orang lain, berani
mengakui kesalahan, rela memaafkan, lemah lembut dan penuh
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 6
pengendalian diri, serta mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
B. Kontribusi Dalam Persiapan, Interpretasi dan Presentasi Informasi
Secara harfiah, presentasi merupakan suatu kegiatan berbicara di hadapan
banyak hadirin, yang merupakan salah satu bentuk komunikasi, umumnya
merupakan kegiatan pengajuan suatu topik, pendapat atau informasi kepada orang
lain. Kemampuan presentasi merupakan keterampilan yang dapat diasah, dipelajari
dan ditingkatkan. Dengan mempelajari teknik komunikasi dan presentasi ini paling
tidak seseorang sudah mulai memiliki kemauan untuk meningkatkan kompetensi
diri menjadi komunikator/presenter yang baik, khususnya bagi orang yang hendak
menekuni bidang perencanaan wilayah dan kota.
Presentasi merupakan komunikasi formal yang dilakukan orang dalam
sebuah forum untuk menginterpretasikan keinginan orang pertama. Presentasi
dapat dilakukan pada sebuah forum yang formal maupun nonformal.
Presentasi sendiri lebih mengedepankan pada apa yang dimiliki dan
keinginan presenter kepada pendengar agar pendengar tahu dan memberikan
respons atau tanggapan kepada presenter mengenai topik yang disampaikan. Lima
hal yang menjadi komponen di dalam presentasi adalah:
1. internal pribadi presenter,
2. bahan presentasi,
3. media presentasi,
4. audience (pendengar),
5. lingkungan.
Berikut ini beberapa tips umum untuk melakukan presentasi yang baik dan
benar.
1. Melakukan persiapan.
Beberapa persiapan yang perlu disediakan antara lain adalah bahan
presentasi, bahan yang akan dibagikan (jika ada), peralatan seperti laptop
atau infocus dan mempersiapkan mental. Jika semua kondisinya baik dan
aman dapat membuat presenter lebih percaya diri.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 7
2. Materi presentasi.
Bedakan antara materi yang akan dipresentasikan dengan proposal yang
akan diberikan karena pada saat presentasi, presenter hanya menjelaskan
poin-poin utamanya saja, tidak perlu secara keseluruhan untuk dibahas
karena akan menghabiskan waktu dan membuat audiens merasa bosan.
3. Pada saat presentasi.
a. Usahakan datang lebih awal dari waktu yang ditentukan.
b. Gunakan waktu seefisien mungkin.
c. Gunakan pakaian yang sopan.
d. Kenali audiens atau peserta yang hadir, sehingga kita bisa lebih akrab
dengan menyebut namanya dan tahu jabatannya.
e. Bagi pandangan kita ke semua audiens dan perbanyak komposisi
pandangan kita kepada orang yang paling berpengaruh atau pengambil
keputusan.
f. Sebisa mungkin untuk tidak membicarakan hal yang tidak penting atau
hal-hal yang sekiranya tidak perlu atau tidak ingin didengar audiens.
g. Berbicaralah dengan lugas dan sopan.
h. Atur intonasi suara, upayakan volume suara tidak terlalu besar atau tidak
terlalu kecil.
i. Jangan terlalu banyak bergerak karena akan mengganggu konsentrasi
peserta.
j. Anggap saja audiens tidak mengerti mengenai materi mayyeri yang akan
disampaikan, jadi bersikaplah dengan mengudang simpati dan rasa
kagum para audiens karena pengetahuan kita, tapi hindari kesan
menggurui
Pada saat tanya jawab, catat pertanyaan dan jawablah dengan lugas.
Keberhasilan dari sebuah presentasi adalah kita mengerti betul tentang isi yang
akan dipresentasikan sehingga pada saat menjelaskan tidak terbata-bata atau
kebingungan sendiri. Untuk itu, pahami betul substansinya dan lakukan persiapan
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 8
yang matang, karena tujuan dari presentasi adalah untuk membuat para audiens
mengerti dan memahami serta tertarik dari isi presentasi yang ditawarkan.
1. PRESENTASI GRAFIS
Presentasi secara grafis atau visual dilakukan dengan memanfaatkan media
visual dalam hal ini indera pandang dipergunakan secara maksimal. Dalam hal ini,
tercakup berbagai bentuk presentasi dengan pemanfaatan alat bantu atau media
grafis; baik dalam bentuk 2 dimensi maupun 3 dimensi; menggunakan media
proyeksi atau nonproyeksi. Presentasi visual ini misalnya adalah dalam bentuk
diagram/grafik/chart, peta, sketsa, foto, slide, serta maket. Ditinjau dari sisi
penerima informasi, teknik presentasi visual ini dapat meningkatkan kemampuan
daya serap mereka secara signifikan.
Beberapa bentuk presentasi grafis/visual dewasa ini sudah dapat dilakukan
dengan alat bantu komputer dengan segala keandalan dan kelebihannya sehingga
presentasi dapat dilakukan dengan lebih baik dan atraktif. Dalam era teknologi
informasi dewasa ini, tentu saja kemampuan presentasi dengan menggunakan alat
bantu komputer menjadi tantangan tersendiri bagi para profesional, termasuk para
perencana, untuk memanfaatkannya secara maksimal.
Gambar 2 Contoh Diagram
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 9
Gambar 3 Contoh Bagan Alir
2. PRESENTASI TULISAN
Presentasi dengan tulisan dilakukan dalam bentuk esai/paper, artikel,
laporan, dan bentuk lainnya. Dalam hal ini informasi (dalam bentuk verbal) yang
termuat di dalamnya tentu saja baru dapat dipahami dengan baik jika bahan-bahan
tertulis tersebut mempunyai sistematika yang baik, serta menggunakan bahasa yang
baik dan benar sesuai dengan kebutuhannya. Teknik presentasi dengan tulisan ini
(lazim disebut juga dengan Teknik penulisan ilmiah atau penulisan akademik)
dimaksudkan terutama untuk tujuan deskripsi, analisis, evaluasi, definisi,
klarifikasi, serta interpretasi.
3. PRESENTASI LISAN
Presentasi lisan dilakukan misalnya dalam bentuk pidato, ceramah atau
kuliah, yang semata-mata mengandalkan penggunaan indera dengar (audio) untuk
menangkap informasi yang disampaikan pembicara (presenter). Teknik presentasi
ini tentu saja lebih mengandalkan kemampuan presenter secara verbal, bahkan
kemampuan retorika (misalnya dalam pidato). Dalam kaitannya dengan
kemampuan daya serap oleh pendengar (audiens, pemirsa), teknik presentasi ini
justru berada pada tingkat paling rendah, sehingga dalam prakteknya biasanya perlu
ditunjang dengan teknik presentasi lain, dengan menggunakan alat bantu atau media
visual.
Tentu saja dalam prakteknya ketiga bentuk dan teknik presentasi (grafis,
tulisan, dan lisan) acap kali dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus sesuai
dengan kebutuhan atau tujuan presentasi yang dilakukan. Dewasa ini kita mengenal
presentasi audio-visual atau bahkan berkembang pula apa yang disebut presentasi
multimedia.
Dalam presentasi (sejak disain, pembuatan bahan/materi, dan
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 10
pelaksanaannya) tentu saja lazim dipergunakan berbagai alat bantu agar presentasi
dapat dilakukan secara lebih efektif. Berdasarkan penggunaan alat bantu ini maka
teknik presentasi dapat dibedakan: (1) presentasi manual dan presentasi dengan
komputer.
C. Hubungan Baik dengan Kolega dan Tenaga Ahli Dalam Suatu Organisasi
a. Pengertian Kerjasama
Perusahaan merupakan tempat dimana orang dapat bekerja sama
dengan pegawai, kolega atau dengan pelanggan untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan. Kerjasama merupakan kegiatan yang dilakukan oleh lebih
dari satu orang. Menurut Jafar Hafsah dalam bukunya Suyetty, dkk. (2010:
13) “kerjasama adalahsuatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau
lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama”.
Pendapat lain di dalam bukunya Suyetty, dkk. (2010: 14), H. Kusnadi
mengatakan kerjasama dapat diartikan sebagai dua orang atau lebih
melakukan aktivitas bersama guna mencapai tujuan tertentu.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kerjasama
adalah kegiatan dua orang atau lebih yang melakukan aktivitas bersama untuk
mencapai tujuan yang telah disepakati dalam jangka waktu tertentu.
b. Pengertian Kolega dan Pelanggan
Pengusaha bisnis menjalin hubungan kerjasama dengan kolega dan
pelangan merupakan hal utama agar bisnisnya dapat berkembang dan berjalan
dengan baik. Menurut Juhana Wijaya E (2011: 1) secara umum “kolega
berarti teman sejawat atau teman sepekerjaan”. Teman sejawat atau teman
sepekerjaan berarti orang yang mempunyai pekerjaan yang sama dengan kita,
sebagai contoh kita bekerja menjadi seorang marketing, maka mereka yang
bekerja sebagai seorang marketing merupakan kolega kita. Istilah pelanggan
menurut Juhana Wijaya E. (2011: 1) memiliki dua pengertian, yaitu dalam
arti luas dan arti sempit. Dalam arti luas Juhana berpendapat “pelanggan
merupakan semua pihak yang mempunyai hubungan kerja dengan bisnis
kita”. Dalam arti sempit, “pelanggan pembeli atau pengguna produk/jasa,
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 11
tanpa memperhitungkan apakah sering, jarang, atau sekali saja mereka
membeli produk/jasa.
c. Manfaat Kerjasama
Kerjasama dilakukan agar diperoleh manfaat dari pihak yang
bekerjasama. Tidak ada kerjasama dalam bentuk apapun yang tidak
mempunyai tujuan akhir, yaitu memperoleh manfaat. Melakukan kerjasama
mereka mengharapkan sesuatu yang lebih dibanding bekerja sendiri. Dalam
bukunya Suyetty, dkk. (2010: 17), H. Kusnadi berpendapat tentang manfaat
kerjasama, yaitu:
1) Kerjasama mendorong persaingan dalam mencapai tujuan dan
peningkatan produktivitas
2) Kerjasama mendorong berbagai upaya individu agar dapat bekerja
lebih produktif, efektif, dan efisien
3) Kerjasama mendorong terciptanya sinergi sehingga biaya
operasional menjadi semakin rendah dan kemampuan daya saing
meningkat
4) Kerjasama mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antar
pihak terkait serta meningkatkan rasa kesetiakawanan
5) Kerjasama menciptakan praktek yang sehat serta meningkatkan
semangat kelompok
6) Kerjasama mendorong ikut serta memiliki situasi dan keadaan yang
terjadi di lingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut
menjaga dan meletarikan situasi dan kondisi yang sudah baik
Sedangkan di dalam buku yang sama, menurut Jafar Hafsah, manfaat
kerjasama sebagai berikut:
1) Manfaat produktivitas
2) Manfaat efisiensi
3) Manfaat jaminan kualitas, kuantitas, dan kotinuitas
4) Manfaat dalam resiko
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manfaat dari
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 12
bekerjasama antara lain: menciptakan hubungan yang harmonis antara pihak
yang bekerjasama, meningkatkan produktivitas karena adanya
menggabungan antara dua potensi sehingga menciptakan produk/jasa yang
berkualitas.
D. Instruksi Keinsinyuran yang Diterima Diterjemahkan Dengan Benar
Instruksi Keinsinyuran merupakan komunikasi antar manusia (human
communication) yang terjadi dalam konteks organisas. Karena itu Instruksi
Keinsinyuran tidak lepas dari kontek komunikasi organisasi dan ia juga merupakan
bagian dari komunikasi organisasi. Arus penyampaian dan penerimaan pesan
dilakukan melalui jaringan yang sifat hubungannya saling tergantung satu sama lain
berdasarkan aturan-aturan formal. Pesan yang disampaikan dan yang diterima
bukan saja berupa informasi, melainkan juga penyebaran ide-ide (sharing ideas),
instruksi (instruction), atau perasaan-perasaan (feelings)
Bagaimanapun organisasi tidak akan dapat melaksanakan fungsinya, dan
tidak akan dapat mengefisienkan dan mengefektifkan penggunaan sumber-
sumbernya, dan pada akhirnya tidak akan dapat mencapai tujuannya tanpa
komunikasi. Pemahaman tentang peristiwa-peristiwa komunikasi yang terjadi
dalam organisasi, seperti apakah pesan diterima dan dilaksanakan dengan benar,
memungkinkan organisasi pemerintah mencapai tujuannya sesuai dengan harapan.
Oleh karena itu Instruksi Keinsinyuran merupakan salah satu fungsi penting dalam
organisasi pemerintahan baik untuk managing staff dan managing people.
Instruksi Keinsinyuran untuk managing staff merupakan komunikasi
internal organisasi dan bertujuan agar pegawai atau staf mengetahui dan memahami
apa yang harus dikerjakan, bagaimana mengerjakan dan agar eksekutif perusahaan
mendapatkan informasi dari pegawai tentang hasil pelaksanaan pekerjaan yang
kesemuanya bermanfaat untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi pemerintah
secara efektif dan efisien.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 13
E. Instruksi Yang Jelas dan Tepat Kepada Bawahannya Disampaikan
Secara Tepat dan Sesuai
Agar intruksi keinsinyuran yang tepat dan jelas kepada bawahannya, dapat
komunikasi dua arah sehingga terjadi secara horizontal atau vertikal dalam
organisasi. Ketika informasi dipertukarkan antara atasan dan bawahan, itu dikenal
sebagai komunikasi dua arah vertikal. Sebaliknya, ketika komunikasi terjadi antara
orang-orang yang memiliki pangkat atau jabatan yang sama.
superior
informasi
feedback
Subordinates
Gambar 4 Kominukasi antara atasan terhadap bawahan
Komunikasi dua arah adalah proses komunikasi yang lengkap. Dalam
komunikasi ini, informasi mengalir dari pengirim ke penerima dan respons
penerima kembali ke pengirim. Dalam mencapai tujuan organisasi dan menghadapi
masalah pribadi, kita perlu mengandalkan komunikasi dua arah. Poin-poin berikut
menyoroti pentingnya komunikasi dua arah:
1. Memastikan kelancaran informasi : Dalam komunikasi dua arah, penerima
dapat langsung mengungkapkan tanggapannya berkenaan dengan pesan
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 14
yang diterimanya. Akibatnya, arus informasi yang lancar terjadi di kedua
arah.
2. Memberikan pengakuan : Dalam komunikasi dua arah, pengirim
mengirimkan informasi kepada penerima dan penerima memberikan
tanggapan atau jawabannya kepada pengirim. Dengan cara ini, pergantian
dua arah mengakui penerimaan pesan oleh penerima.
3. Implementasi arahan : Dalam organisasi, atasan menyampaikan berbagai
perintah, instruksi, kebijakan, prosedur dll kepada bawahan. Jika bawahan
gagal memahami instruksi, perintah, atau kebijakan apa pun, komunikasi
dua arah memungkinkan mereka untuk meminta klarifikasi lebih
lanjut. Dengan demikian, komunikasi dua arah membantu pelaksanaan
arahan atasan.
4. Mendorong saran dari karyawan : Untuk memperkaya rencana dan
kebijakan organisasi, manajemen harus mendorong saran dari
bawahan. Dorongan seperti itu dimungkinkan bila ada saluran komunikasi
dua arah.
5. Meningkatkan kepuasan kerja : Komunikasi dua arah memberi karyawan
sarana untuk menyampaikan keluhan, sikap , perasaan, minat, dan
pendapat mereka kepada atasan mereka. Setelah itu, atasan dapat
mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk kesejahteraan
karyawan. Hasilnya, kepuasan kerja para karyawan meningkat.
6. Menciptakan lingkungan yang demokratis : Dalam komunikasi dua arah,
baik komunikator maupun penerima dapat dengan bebas mengungkapkan
perasaan, gagasan dan pandangan mereka. Pertukaran informasi yang
saling menguntungkan ini menciptakan lingkungan yang demokratis dalam
organisasi.
7. Mengatasi ambiguitas : Komunikasi dua arah juga sangat berguna untuk
mengatasi kebingungan atau ambiguitas terkait pesan karena
memungkinkan penerima untuk menyampaikan tanggapannya.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 15
8. Menciptakan hubungan yang menyenangkan : Hubungan kongenial antara
pekerja dan manajemen sangat penting untuk mencapai tujuan
organisasi . Untuk menciptakan hubungan tersebut, manajemen harus
mendengarkan pendapat dan pandangan karyawan. Komunikasi dua arah
memungkinkan.
9. Menciptakan hubungan informal : Aspek positif lain dari komunikasi dua
arah adalah meningkatkan hubungan informal antara pengirim dan
penerima. Karena komunikasi dua arah memungkinkan kedua peserta
untuk bertukar pikiran, mereka dapat mengembangkan rasa saling
pengertian. Hasilnya adalah hubungan yang lebih baik di antara mereka.
10. Meningkatkan efektivitas komunikasi : Komunikasi
yang efektif bergantung pada pemahaman pesan yang tepat oleh pengirim
dan penerima. Melalui komunikasi dua arah, kedua belah pihak dapat
saling mengevaluasi pendapat sehingga dapat meningkatkan efektifitas
komunikasi.
Meningkatkan efisiensi : Komunikasi dua arah juga memberikan kontribusi
positif terhadap efisiensi penerima. Dalam komunikasi ini, penerima dapat mencari
klarifikasi dan analisis pesan pengirim yang pada akhirnya meningkatkan
pengetahuan, pemahaman, dan efisiensinya.
F. Metode Komunikasi Yang Tepat Dan Benar Digunakan
Seperti komunikasi pada umumnya, maka Instruksi Keinsinyuran
menunjukkan proses pengiriman dan penerimaan pesan (massages) dari satu pihak
kepada pihak lain melalui cara- cara dan saluran-saluran tertentu dengan harapan
terjadi perubahan perilaku sesuai dengan pesan yang diterima. Jadi tiap Instruksi
Keinsinyuran adalah hasil dari proses rumit yang meliputi baik kognisi (thinking)
dan perilaku (doing). Oleh karena itu setiap aktivitas komunikasi harus didasarkan
pada elemen-elemen inti yang meliputi: WHY?, FOR WHOM?, WHAT’S IT
ABOUT?, WHEN?, HOW?, WHICH CHANNELS? Dan pemahaman tentang
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 16
elemen-elemen dalam proses komunikasi adalah satu tahap pertama dalam
pengembangan pengetahuan tentang Instruksi Keinsinyuran
Instruksi Keinsinyuran pada hakekatnya merupakan proses penyebaran dan
pertukaran informasi di dalam dan dengan luar organisasi. Melalui Instruksi
Keinsinyuran, maka eksekutif pemerintahan bertukar dan membagi informasi
dengan yang lain, yaitu dengan legislatif, dengan staf, dengan pelaku bisnis, dan
dengan masyarakat. Melalui komunikasi, eksekutif pemerintah atau administrator
atau manajer pemerintah bermaksud untuk mempengaruhi sikap (attitude),
pemahaman (understanding), dan perilaku (behavior) birokrasi dan masyarakat.
Dengan demikian, tiap orang yang terlibat dalam penyelenggaraan pemerintahan
demokratis merupakan bagian dari proses Instruksi Keinsinyuran, baik sebagai
sender di satu waktu, dan di waktu lain ia menjadi receiver.
Bahkan, Instruksi Keinsinyuran tidak saja sebagai sarana atau alat bagi
pemerintah untuk menyampaikan dan atau menerima informasi tentang suatu
kebijakan publik, misalnya, tetapi juga sebagai sarana memadukan kegiatan-
kegiatan secara terorganisasi dalam mewujudkan kerjasama. Juga merupakan
sarana penyaluran masukan sosial ke dalam sistem sosial, dan sarana memodifikasi
perilaku, mempengaruhi perubahan, memproduktifkan informasi, sarana untuk
mencapai tujuan serta membantu pelaksanaan dan memadukan fungsi-fungsi
manajemen.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 17
Latihan
Untuk menjawab soal latihan ini dengan benar, Anda harus membaca dan
mempelajari Materi komunikasi secara efektif dalam Modul yang meliputi materi:
1. Komunikasi Secara Efektif Baik Lisan Maupun Tertulis dengan Bahasa
yang Dikuasai
2. Kontribusi Dalam Persiapan, Interpretasi dan Presentasi Informasi
3. Hubungan Baik dengan Kolega dan Tenaga Ahli Dalam Suatu Organisasi
4. Instruksi Keinsinyuran yang Diterima Diterjemahkan Dengan Benar
5. Instruksi Yang Jelas dan Tepat Kepada Bawahannya Disampaikan Secara
Tepat dan Sesuai
6. Metode Komunikasi Yang Tepat Dan Benar Digunakan
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan Anda
mengerjakan soal latihan berikut ini!
1. Apa yang di maksut komunikasi secara efekti?
2. Apa yang harus diperhatikan dalam persiapan, interprestasi dan presentasi
informasi?
3. Bagaimana menjaga hubungan baik dengan kolega dan tenaga ahli dalam
suatu organisasi?
4. Mengapa intruksi keinsinyuran perlu diterima dan diterjemahkan dengan
benar?
5. Intruksi yang jelas dan tepat kepada bawahan seperti apa?
6. Sebutkan metode komunikasi yang tepat dan benar?
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 18
Rangkuman
Insinyur mungkin kompeten secara teknis; namun, mereka sering
kekurangan keterampilan komunikasi yang baik yang diperlukan untuk
mentransfer informasi dan alasan. Ini situasi membuat keterampilan teknis yang
sangat baik berlebihan. Jelas bahwa keterampilan komunikasi adalah alat yang
penting untuk sukses.
Komunikasi efektif adalah komunikasi yang bertujuan untuk memastikan
komunikan (orang yang diajak bicara) dapat memahami pesan yang
disampaikan oleh komunikator (orang yang mengajak bicara) dan komunikan
memberikan umpan balik yang sesuai dengan pesan baik itu secara lisan maupin
secara tertulis. Dengan mempelajari teknik komunikasi dan presentasi ini paling
tidak seseorang sudah mulai memiliki kemauan untuk meningkatkan
kompetensi diri menjadi komunikator/presenter yang baik.
Dengan mempelajari teknik komunikasi dan presentasi ini paling tidak
seseorang sudah mulai memiliki kemauan untuk meningkatkan kompetensi diri
menjadi komunikator/presenter yang baik. Instruksi Keinsinyuran tidak lepas
dari kontek komunikasi organisasi dan ia juga merupakan bagian dari
komunikasi organisasi. Arus penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan
melalui jaringan yang sifat hubungannya saling tergantung satu sama lain
berdasarkan aturan-aturan formal.
Agar intruksi keinsinyuran yang tepat dan jelas kepada bawahannya, dapat
komunikasi dua arah sehingga terjadi secara horizontal atau vertikal dalam
organisasi. Ketika informasi dipertukarkan antara atasan dan bawahan, itu
dikenal sebagai komunikasi dua arah vertikal.
Instruksi Keinsinyuran adalah hasil dari proses rumit yang meliputi baik
kognisi (thinking) dan perilaku (doing). Oleh karena itu setiap aktivitas
komunikasi harus didasarkan pada elemen-elemen inti yang meliputi: WHY?,
FOR WHOM?, WHAT’S IT ABOUT?, WHEN?, HOW?, WHICH
CHANNELS? Dan pemahaman tentang elemen-elemen dalam proses
komunikasi adalah satu tahap pertama dalam pengembangan pengetahuan
tentang Instruksi Keinsinyuran .
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 19
Evaluasi Kegiatan Pembelajaran 1
1. Insinyur yang berkompeten secara teknis seringkali memiliki kekurangnan
yakni?(kecuali)
a. Kemampuan berkomunikasi
b. Kemampuan mengendarai kendaraan
c. Kemampuan bela diri
d. Kemampuan bergurau
2. Pengertian dari Komunikasi efektif adalah
a. komunikasi yang bertujuan untuk memastikan komunikan (orang yang
diajak bicara) dapat memahami pesan yang disampaikan oleh komunikator
(orang yang mengajak bicara)
b. komunikasi yang bertujuan untuk memastikan komunikan (orang yang
diajak bicara) dapat bingung pesan yang disampaikan oleh komunikator
(orang yang mengajak bicara)
c. komunikasi yang bertujuan untuk memastikan komunikan (orang yang
diajak bicara) tidak dapat membentah intruksi yang disampaikan oleh
komunikator (orang yang mengajak bicara)
d. komunikasi yang bertujuan untuk memastikan komunikan (orang yang
diajak bicara) dapat menintak lanjuti pesan yang disampaikan oleh
komunikator (orang yang mengajak bicara)
3. Dikutip dari The Five Inevitable Laws of Effective Communication, dalam buku
Make Yourself A Leader yang ditulis oleh Aribowo Prijosaksono dan Ping
Hartono, 5 (lima) kaidah hukum komunikasi efektif yaitu ?
a. Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble.
b. Respect, Empathy, Communication, Clarity, Humble.
c. Respect, Simpathy, Audible, Clarity, Humble.
d. Respect, Empathy, Audible, Clarity, Hummanity.
4. Menurut Jafar Hafsah, manfaat Kerjasama adalah, kecuali ?
a. Manfaat efisiensi
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 20
b. Manfaat dalam resiko
c. Manfaat produktivitas
d. Manfaat dalam penalaran
5. Tujuan dari mempelajari teknik komunikasi dan presentasi ini paling tidak
seseorang sudah mulai memiliki kemauan untuk meningkatkan kompetensi diri
menjadi?
a. Insinyur yang terkenal
b. Insinyur yang bersahaja
c. komunikator/presenter yang baik.
d. Komunikator/presenter yang terkenal.
6. Di bawah ini hal - hal yang menjadi komponen di dalam presentasi adalah,
kecuali ?
a. Internal pribadi presenter
b. Pertanyaan presentasi
c. Bahan presentasi
d. Media presentasi
7. Arus penyampaian dan penerimaan pesan dilakukan melalui?
a. jaringan yang sifat hubungannya saling tergantung satu sama lain
berdasarkan aturan-aturan non formal.
b. jaringan yang sifat hubungannya tidak saling tergantung satu sama lain
berdasarkan aturan-aturan informal.
c. jaringan yang sifat hubungannya saling tergantung satu sama lain
berdasarkan aturan-aturan formal.
d. Jaringan internet
8. Dalam komunikasi kepada bawahan, penerima dapat mencari klarifikasi dan
analisis pesan pengirim yang pada akhirnya untuk meningkatkan ?
a. pengetahuan, pengalaman, dan efisiensinya.
b. Pemahaman, pengalaman, dan ketrampilan
c. Pengetahuan, pemahaman, dan efisiensinya.
d. Pengetahuan, pemahaman, dan ketrampilan.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 21
9. Secara umum “kolega berarti teman sejawat atau teman sepekerjaan”. Pendapat
tersebut dikemukakan oleh ?
a. Juhana Wijaya E
b. Suyetty
c. Jafar Hafsah
d. Aribowo Prijosaksono
10. Setiap aktivitas komunikasi harus didasarkan pada elemen-elemen inti yang
meliputi ?
a. WHY?, FOR WHOM?, WHERE?, WHEN?, HOW?, WHICH
CHANNELS?
b. WHY?, FOR WHOM?, WHERE?, WAS?, HOW?, WHICH CHANNELS?
c. WHY?, FOR WHOM?, WHAT?, WHEN?, HOW?, WHICH CHANNELS?
d. WHY?, FOR WHOM?, WHAT’S IT ABOUT?, WHEN?, HOW?, WHICH
CHANNELS?
Evaluasi kegiatan pembelajaran
Evaluasi dimaksudkan untuk mendapatkan masukan berdasarkan temuan
hasil pengawasan guna penyempurnaan materi komunikasi secara efektif dimasa
mendatang.
a. Aspek-aspek yang dievaluasi:
1. Komunikasi Secara Efektif Baik Lisan Maupun Tertulis dengan Bahasa
yang Dikuasai
2. Kontribusi Dalam Persiapan, Interpretasi dan Presentasi Informasi
3. Hubungan Baik dengan Kolega dan Tenaga Ahli Dalam Suatu Organisasi
4. Instruksi Keinsinyuran yang Diterima Diterjemahkan Dengan Benar
5. Instruksi Yang Jelas dan Tepat Kepada Bawahannya Disampaikan Secara
Tepat dan Sesuai
6. Metode Komunikasi Yang Tepat Dan Benar Digunakan
b. Petugas evaluasi
Petugas evaluasi dapat terdiri dari personil yang ditunjuk oleh lembaga
diklat teknik mesin.
c. Waktu evaluasi
Evaluasi dapat dilaksanakan baik pada saat proses pelaksanaan maupun
setelah selesai penyelenggaraan diklat teknik mesin.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 22
Tindak Lanjut dan Umpan Balik
Periksalah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Evaluasi Materi Pokok 1
yang terdapat di bagian akhir Modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap Materi Pokok 3 pada Modul ini.
Rumus:
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100%
5
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
90 - 100% = sangat baik
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda telah
menyelesaikan semua soal evaluasi pada modul inin dengan baik, Bagus! Tetapi
bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Materi
Pokok 1, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 23
KEGIAATAN PEMBELAJARAN 2
MENYAMPAIKAN IDE-IDE KEINSINYURAN
INDIKATOR KEBERHASILAN
Setelah mempelajari materi pokok komunikasi keinsinyuran bidang teknik
mesin, diharapkan peserta PSPPI mampu menyampaikan ide – ide keinsinyuran di
bidang teknik mesin sehingga dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusi
bagi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang teknik mesin yang
membawa dampak positif bagi instansi/lembaga.
URAIAN MATERI
A. Kontribusi Dalam Persiapan Dan Presentasi Untuk Pengarahan Kepada
Tingkat Profesional
Penyampaian ide-ide keinsinyuran memiliki berbagai metode seperti
diskusi kelompok, presentasi dan lain sebagainya. Diskusi kelompok cukup
memberikan efek yang baik karena lewat diskusi, siswa mengeluarkan pendapatnya
sedemikian mungkin agar bisa dimengerti oleh teman sekelompoknya. Presentasi
juga merupakan salah satu cara untuk melatih kemampuan berkomunikasi. Lewat
presentasi, siswa harus bisa menemukan cara penyampaian materi yang akan
disampaikannya agar para penonton dapat mengerti. Cara tersebut harus seefisien
mungkin. Dengan presentasi, siswa belajar bagaimana caranya berkomunikasi
secara lisan dengan baik agar targetnya bisa tercapai (missalkan targetnya agar
semua audience mengerti bahan presentasi yang dibawakan).
misalnya dalam Proyek kelompok yang digabung dengan presentasi juga
mendorong dan meningkatkan keterampilan interpersonal siswa. Hal ini melatih
kerjasama tim , yang diakui sebagai keterampilan inti dalam industry, dan
komunikasi dengan anggota tim harus berjalan secara efektif agar presentasi dapat
berjalan dengan baik. Penilaian sejawat telah terbukti memberikan banyak
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 24
kelebihan serta kekurangan. Keuntungan termasuk membuat siswa berpikir tentang
latihan lebih mendalam lagi, mengakui sudut pandang orang lain dan bagaimana
memberikan kritik yang membangun untuk rekan-rekannya. Kerugiannya meliputi
potensi bias, keengganan untuk memberikan nilai rendah untuk rekan-rekan mereka
yang belum bekerja secara maksimal dan memuaskan. Selain itu ada metode
bermain peran. Kegiatan ini seperti simulasi pertemuan dengan klien atau developer
atau rekan dan lain sebagainya. Hal ini melatih komunikasi lisan siswa. Selain itu,
ada metode video dimana presentasi siswa direkam dan dinilai dengan dubbing dari
pendidik dan lembar umpan balik. Keuntungan dari metode ini adalah siswa
mendapat lembar umpan balik yang berguna untu perbaikan dirinya dalam
presentasi selanjutnya.
Menurut studi di Irlandia, pendidik seharusnya mempertimbangan teknologi
juga dalam hal ini. Contohnya seperti dalam desain halaman web, desai grafis, MS
Office Suite, merupakan tiga hal utama yang digunakan dalam presentasi lisan oleh
lulusan bidang industry. Hal ini memberikan indikasi yang jelas dari unsur-unsur
teknologi yang perlu dimasukkan ke dalam pelatihan dasar komunikasi bagi
mahasiswa teknik dalam rangka persiapan untuk berkarir di dunia industry.
Pekerjaan sebagai engineer semakin hari semakin menjadi hal yang biasa
sejalan dengan adanya globalisasi. Lulusan insinyur juga harus memiliki
pemahaman tentang komunikasi internasional yang mencakup aspek-aspek seperti
bahasa implisit dan lintas budaya. Littlewood mengajukan beberapa elemen yang
penting dalam rangka untuk memperkuat dan mengefisienkan proses belajar-
mengajar:
1. Ruang kelas yang kondusif
2. Pembelajaran yang relevan dengan kepentingan peserta didik dan
kebutuhannya
3. Peserta didik harus terlibat aktif dalam kelas
Ruang kelas yang kondusif akan membantu proses pembelajaran menjadi
semakin nyaman. Bahan ajar harus relavan dengan kepentingan peserta didiknya.
Peserta didik diharapkan tidak bersikap pasif dalam kelas. Peserta didik diharapkan
bersikap aktif dalam kelas.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 25
B. Karya Tulis Untuk Dipublikasikan Dalam Jurnal Keinsinyuran
Publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian
hasil kerja suatu penelitian. “Suatu penelitian yang baik dan dilaporkan serta ditulis
dengan baik seharusnya dipublikasikan pada jurnal yang baik pula atau lebih
dikenal dengan jurnal bereputasi atau jurnal terindeks global. Mengapa suatu jurnal
dikatakan bereputasi? Apabila indeks-nya memang global,” jelas Kepala Pusat
Pembinaan, Pendidikan dan Pelatihan (Pusbindiklat) Lembaga Ilmu Pengetahuan
Indonesia (LIPI), Ratih Retno Wulandari pada “Pelatihan Penulisan Karya Tulis
dalam Jurnal Ilmiah Terindeks Global”, pada Senin (02/08)
https://pusbindiklat.lipi.go.id/id/lipi-latih-peserta-menulis-karya-tulis-ilmiah-
targetkan-terbit-di-jurnal-terindeks-global/
Profesi insinyur, melalui visi strategis khusus disiplin dan komunikasi
industri, telah mulai meningkatkan keterampilan insinyur yang ditetapkan di luar
pengetahuan teknis khusus disiplin. Karena permintaan meningkat bagi insinyur
untuk meningkatkan keterampilan komunikasi dan profesional mereka,
menjembatani kesenjangan antara pemikiran analitis dan komunikasi analitis tidak
pernah sepenting ini bagi mahasiswa teknik kami. Banyak organisasi teknik
profesional telah menggambarkan visi strategis mereka agar para insinyur dapat
berkomunikasi dengan cara yang jelas dan ringkas. Keterampilan komunikasi
profesional dan keahlian teknis sama pentingnya dalam industri. Namun, kursus
menulis tradisional berbasis karya ilmiah seringkali menjadi satu-satunya. Selain
itu, penulisan teknis dalam rekayasa, yang mencakup penelitian yang diterbitkan,
laporan, presentasi, di antara produk pengetahuan lainnya, diproduksi dan diatur
menurut konvensi yang berbeda dari yang diikuti dalam penulisan karya ilmiah.
Implementasi menulis dalam pendidikan teknik tetap menjadi tantangan
karena dua alasan. Pertama, pendidik teknik belum mencapai konsensus tentang
bagaimana menulis harus diajarkan dan dinilai. Goldsmith dan Willey mencatat
bahwa sementara ada kesepakatan luas mengenai harapan, masih ada ketidak
sepakatan di antara pendidik teknik tentang peran menulis dalam kurikulum, serta
siapa yang akan mengajarkannya . Kedua, sementara seruan luas untuk
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 26
meningkatkan eksposur terhadap penulisan karya ilmiah adalah tema umum dalam
diskusi desain kurikuler teknik, secara praktis, sulit untuk melihat bagaimana hal
ini diterapkan tanpa hanya menambah satu tahun lagi pada persyaratan beban
kursus yang kaku dan ada.
C. Komunikasi Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilakukan Antara
Sesama Jajaran Insinyur dan yang Lainnya
Keterampilan komunikasi profesional yang berkembang dengan baik,
praktik kerja kolaboratif, manajemen diri yang efektif, dan pemahaman yang jelas
tentang tanggung jawab sosial dan praktik etis sangat penting bagi insinyur baru
yang berharap dapat berkontribusi pada profesi dan membangun karier.
Kebutuhan akan komunikasi yang efektif meresap melalui setiap disiplin
ilmu teknik. Badan akreditasi untuk program teknik di AS dan banyak sekolah di
luar negeri adalah ABET, dan mereka mendefinisikan hasil siswa sebagai "apa yang
diharapkan siswa untuk diketahui dan dapat dilakukan pada saat kelulusan." Salah
satu Hasil Mahasiswa adalah “ menunjukkan kemampuan untuk berkomunikasi
secara efektif”. Dokumen strategis ini memandu semua program teknik dan lebih
dari sekedar aspirasi. Mereka dimaksudkan untuk mempengaruhi perubahan,
sehingga menerapkan tindakan untuk menghasilkan siswa dengan keterampilan
komunikasi yang efektif dimulai dengan fakultas.
D. Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilaporkan Kepada Pimpinan
Jajaran Insinyur dan Pimpinan Yang Lainnya Dalam Lembaga /
Institusinya
Dalam pekerjaan baru-baru ini yang meneliti organisasi dalam kaitannya
dengan departemen, keahlian dan kompetensi individu – khususnya yang berkaitan
dengan pengembangan Sel Bolshevik (Reay Atkinson et al, 2013c) tercatat bahwa
departemen memiliki ciri khas yang berbeda dan berpotensi unik di seluruh dampak
spektrum pengaruh dan kontrol. Hal ini dianggap mungkin berhubungan dengan
keterampilan dan kompetensi tipe Kepemimpinan Teknik.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 27
Gambar 5 Pemosisian Organisasi / Departemen Dampak atau Pengaruh dan
Kontrol Pemosisian
Tidak semua organisasi memiliki departemen Kepemimpinan & Strategi
(pemindaian cakrawala) dan R&D, dalam hal ini spektrum kepemimpinan mungkin
lebih terfokus secara operasional dan taktis:
Gambar 6 Tata Letak Organisasi dan Departemen (UKM)
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 28
Pada Gambar 6, bidang inti Kepemimpinan Rekayasa di perusahaan
rekayasa (atau pengiriman / produksi) tipe kecil hingga menengah ditunjukkan
dalam Warna Hijau. Pemimpin Teknik biasanya menempati beberapa posisi
Kepemimpinan dan Eksekutif (walaupun dalam proporsi yang lebih kecil daripada
mungkin di perusahaan dan organisasi yang lebih besar dengan struktur pekerjaan
paralel yang dapat diidentifikasi); juga mereka sering berkontribusi pada
departemen logistik, manajemen, dan SDM tetapi kurang berkontribusi pada
operasi, mis. di Angkatan Laut Kerajaan Australia, perwira operasi dan komandan
diambil dari departemen navigasi, pelayaran dan peperangan daripada departemen
teknik. Dalam hal kepemimpinan, organisasi yang lebih fokus secara operasional
seperti unit militer (kapal, perusahaan, skuadron dll) cenderung memusatkan gaya
kepemimpinan mereka pada model yang ditunjukkan oleh Gambar 6. Secara umum,
organisasi-organisasi ini, secara terpisah, mungkin bias terhadap otoriter; yang
membeda-bedakan diri sendiri; operasional dan taktis dan menjadi lebih 'sadar
peringkat'. Bias ini mungkin juga mencerminkan pendekatan yang berbeda secara
filosofis dan metodologis terhadap manajemen dan kepemimpinan (Inbar &
Lammers, 2012; Reay Atkinson et al, 2013c). Secara umum, hal ini kemungkinan
akan menguntungkan para pemimpin teknik yang dapat melakukan penelitian
dalam jumlah terbatas untuk mendukung produk tetapi sebagian besar bersifat
konsesi (Reay Atkinson & Moffatt, 2005) dan mendukung model kepemimpinan-
pengikutan, mungkin bertindak lebih sebagai penjaga daripada innovator. Peluang
bagi insinyur untuk pindah ke departemen lain berpotensi terbatas dan, dalam
banyak kasus, sangat mungkin bahwa insinyur lebih suka bekerja di tempat yang
paling nyaman dan paling berpengaruh. Dengan kata lain, bekerja dari posisi
kekuatan tematik/spesialis daripada bersaing dalam forum kepemimpinan dan
manajemen yang lebih umum.
E. Kemampuan Profesional Dalam Negosiasi, Pemecahan Masalah,
Konseling, Penyampaian Gagasan dan Sikap Kerja Yang Baik
Apa itu negosiasi ? Dilansir dari Negotiation Exprert, negosiasi
adalah proses interaktif antara dua orang atau lebih negosiator atau pihak-pihak
yang berusaha menemukan titik temu untuk kepentingan bersama. Pihak-pihak ini
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 29
nantinya akan berunding untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima dan
dihormati bersama atau win-win solution. Negosiasi sangat berguna untuk
kehidupan personal maupun profesional.
Berikut ini adalah 7 kemampuan negosiasi yang perlu di kuasai :
1. Menguasai komunikasi verbal dan non-verbal
Keterampilan komunikasi verbal dan non-verbal adalah kunci terpenting
dalam negosiasi. Seorang negosiator yang baik harus mampu berkomunikasi
dengan jelas dan efektif. Sebab, jika komunikasi tidak jelas dapat menimbulkan
kesalahpahaman yang dapat mengubah situasi negosiasi. Selain intonasi dan
artikulasi, perhatikan juga bahasa tubuh Anda, ya. Karena bahasa tubuh juga bisa
mendukung apa yang Anda katakan. Jika Anda gugup atau bingung, semua itu dapat
dilihat dengan jelas oleh orang lain. Jack Welch, seorang legenda manajemen dari
General Electric, sering menggunakan teknik 4-blocker untuk menyampaikan ide-
idenya di setiap rapat perusahaan. Teknik presentasi ini hanya menggunakan 1 slide
power point dengan fokus pada 4 area yaitu What, Achieved, Under The Spotlight,
dan What's Next. Teknik ini menuntut pembicara untuk menyederhanakan sekaligus
memperjelas apa yang ingin dia sampaikan.
2. Kemampuan menganalisis masalah dan problem solving
Tidak hanya pandai berkomunikasi, seorang negosiator yang efektif harus
mampu menganalisis suatu masalah dan menentukan kepentingan masing-masing
pihak yang terlibat. Memahami masalah dengan jelas dapat membantu Anda
menemukan solusi terbaik untuk masalah tersebut. Setelah melakukan analisis
masalah, Anda akan dapat mengidentifikasi masalah, kepentingan pihak-pihak
yang terlibat, dan tujuan akhir. Contoh sederhana adalah menegosiasikan kontrak
kerja antara karyawan dan majikan. Area masalah dalam negosiasi ini biasanya
terkait dengan jumlah kompensasi seperti gaji dan bonus. Dengan mengidentifikasi
masalah dari sudut pandang kedua belah pihak, keduanya akan mencapai win-win
solution dimana keputusan yang diperoleh menguntungkan kedua belah pihak.
3. Persiapan yang cermat
Sebelum memulai proses negosiasi, seorang negosiator yang baik harus
melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang baik dapat menentukan hasil
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 30
negosiasi. Tentukan hasil apa yang ingin Anda capai dalam negosiasi ini. Dengan
begitu, Anda bisa menyadari apakah negosiasi sudah berjalan sesuai harapan atau
tidak. Jadi, Anda bisa tahu kapan saatnya berhenti atau masih perlu menekan lebih
jauh. Selain itu, Anda juga bisa melakukan persiapan dengan melakukan riset
sederhana untuk mengetahui latar belakang suatu perusahaan atau orang secara
online. Anda dapat menggunakan informasi ini untuk membangun hubungan atau
membuat topik pembicaraan yang menyenangkan, sehingga situasi negosiasi
menjadi lebih kondusif.
4. Mendengarkan secara aktif
Selain pandai berkomunikasi, seorang negosiator juga harus mampu
mendengarkan secara aktif. Artinya, Anda dapat memahami apa yang dikatakan
orang lain dengan baik. Jangan hanya mendengarnya tetapi tidak mengerti apa
artinya. Mendengarkan dan memahami arti sebenarnya dari apa yang dikatakan
pihak lain membantu Anda menganalisis masalah dengan lebih akurat, serta
menemukan solusi yang paling tepat untuk kedua belah pihak. Dengarkan dan
perhatikan baik-baik apa yang dikatakan pihak lain, jangan sampai Anda terlalu
mendominasi percakapan.
5. Cerdas dalam mengontrol emosi
Kontrol emosi sangat penting dalam proses negosiasi. Pihak-pihak yang
tidak mampu mengatur emosinya akan sering menjadi pihak yang menyesali
keputusan atau perkataannya ketika negosiasi berakhir. Meskipun negosiasi
terkadang sulit dan membuat frustrasi, negosiator yang baik akan menjaga
emosinya tetap terkendali selama proses negosiasi.
6. Tunjukkan komitmen
Untuk memastikan bahwa negosiasi Anda efektif, Anda perlu meyakinkan
pihak lain bahwa kedua belah pihak berkomitmen untuk berpartisipasi dalam
negosiasi yang berhasil. Tunjukkan bahwa Anda peduli dengan keberhasilan
negosiasi tanpa mengorbankan keinginan dan kepentingan pihak lain. Anda dapat
menunjukkan komitmen ini melalui kata-kata, kontak mata, dan bahasa tubuh untuk
membuat pihak lain percaya pada komitmen anda.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 31
7. Ketahui gaya negosiasi pihak lawan
Proses dan hasil negosiasi tentunya akan ditentukan oleh kedua belah pihak.
Oleh karena itu, Anda harus pintar-pintar dalam mempelajari ciri-ciri pihak lawan.
Kenali tipe dan sifatnya, apakah pihak lawan termasuk tipe yang to the point dan
tidak suka negosiasi terlalu lama, atau termasuk tipe yang banyak akal atau pemain
yang keras. Dari sini Anda bisa menyesuaikan gaya negosiasi yang akan digunakan.
Insinyur agar dapat mengambil keputusan dalam Pemecahan Masalah, harus
memiliki kemampuan diantaranya :
a. Unggul dalam membuat penilaian yang tepat
b. Dapat dipercaya untuk menggunakan penilaian yang baik
c. Unggul dalam mengembangkan perspektif baru
d. Mengikuti berbagai pendekatan dalam kegiatan dan teknik
e. Secara efektif mendiagnosis situasi atau kondisi
f. Secara sistematis mengevaluasi pilihan dalam hal konsekuensi
g. Pertimbangkan tindakan alternatif
h. Menampilkan penilaian intuitif yang sangat baik
i. Melakukan penilaian atas nama orang lain
j. Mengetahui prinsip dan metode manajemen dasar
k. Memiliki pengetahuan untuk menangani pekerjaan yang paling alam yang
kompleks
l. Memahami dengan jelas maksud, tujuan, praktik dan prosedur departemen
m. Menampilkan pengetahuan yang kuat tentang tanggung jawab
n. Memahami semua aspek pekerjaan secara menyeluruh
o. Memahami kebutuhan dan persyaratan pekerjaan
p. Aman dalam pengetahuan pekerjaan
q. Sangat berpengetahuan tentang berbagai pekerjaan tanggung jawab
r. Memiliki pengalaman "dunia nyata" yang luar biasa
s. Memiliki pengalaman praktis
t. Mendemonstrasikan pengetahuan fungsional yang kuat
u. Menampilkan aplikasi pengetahuan yang luas
v. Menunjukkan teknis dan operasional yang kuat pengetahuan
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 32
w. Sangat terinformasi dengan baik
x. Berbagi pengetahuan untuk kepentingan karyawan
y. Tetap waspada terhadap praktik saat ini
z. Mendemonstrasikan pengetahuan yang komprehensif tentang bidangnya
aa. Tetap terinformasi dengan baik tentang bisnis, politik dan sosial masalah
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 33
Latihan
Untuk menjawab soal latihan ini dengan benar, Anda harus membaca dan
mempelajari Materi komunikasi secara efektif dalam Modul yang meliputi materi:
1. Kontribusi Dalam Persiapan Dan Presentasi Untuk Pengarahan Kepada
Tingkat Profesional
2. Karya Tulis Untuk Dipublikasikan Dalam Jurnal Keinsinyuran
3. Komunikasi Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilakukan Antara
Sesama Jajaran Insinyur dan yang Lainnya
4. Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilaporkan Kepada Pimpinan
Jajaran Insinyur dan Pimpinan Yang Lainnya Dalam Lembaga / Institusinya
5. Kemampuan Profesional Dalam Negosiasi, Pemecahan Masalah,
Konseling, Penyampaian Gagasan dan Sikap Kerja Yang Baik
Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, silakan Anda
mengerjakan soal latihan berikut ini!
1. Kontribusi apa perlu dilakukan insinyur Dalam Persiapan Dan Presentasi
Untuk Pengarahan Kepada Tingkat Profesional?
2. Bagaimana seorang insinyur mempublikasikan Karya Tulis Dalam Jurnal
Keinsinyuran?
3. Sebutkan hal harus diperhatikan agar Komunikasi Informasi Keinsinyuran
Secara Efektif Dilakukan Antara Sesama Jajaran Insinyur dan yang
Lainnya?
4. Bagaiman prosedur dalam menyampaikan Informasi Keinsinyuran Secara
Efektif Dilaporkan Kepada Pimpinan Jajaran Insinyur dan Pimpinan Yang
Lainnya Dalam Lembaga / Institusinya?
5. Sebutkan hal yang perlu diperhatikan dalam Kemampuan Profesional
Dalam Negosiasi, Pemecahan Masalah, Konseling, Penyampaian Gagasan
dan Sikap Kerja Yang Baik?
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 34
Rangkuman
Sasaran penyampaian informasi dalam presentasi bisa berasal dari pihak
intern maupun ekstern perusahaan. Pembicara harus dapat menyesuaikan gaya
bicara atau cara penyampaian informasi sesuai dengan latar belakang audiens,
sehingga tujuan dalam melakukan presentasi dapat tercapai. Sebelum
melakukan presentasi, pembicara juga harus sudah mengetahui latar belakang
audiens dengan harapan dapat mengukur situasi.
Publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator utama dalam penilaian
hasil kerja suatu penelitian. Suatu penelitian yang baik dan dilaporkan serta
ditulis dengan baik seharusnya dipublikasikan pada jurnal yang baik pula atau
lebih dikenal dengan jurnal bereputasi atau jurnal terindeks global.
Keterampilan komunikasi profesional yang berkembang dengan baik,
praktik kerja kolaboratif, manajemen diri yang efektif, dan pemahaman yang
jelas tentang tanggung jawab sosial dan praktik etis sangat penting bagi insinyur
baru yang berharap dapat berkontribusi pada profesi dan membangun karier.
Tidak semua organisasi memiliki departemen Kepemimpinan &
Strategi. Pemimpin Teknik biasanya menempati beberapa posisi
Kepemimpinan dan Eksekutif (walaupun dalam proporsi yang lebih kecil
daripada mungkin di perusahaan dan organisasi yang lebih besar dengan
struktur pekerjaan paralel yang dapat diidentifikasi); juga mereka sering
berkontribusi pada departemen logistik, manajemen, dan SDM
7 Kemampuan negosiasi yang perlu di kuasai:
1. Menguasai komunikasi verbal dan non-verbal
2. Kemampuan menganalisis masalah dan problem solving
3. Persiapan yang cermat
4. Mendengarkan secara aktif
5. Cerdas dalam mengontrol emosi
6. Tunjukkan komitmen
7. Ketahui gaya negosiasi pihak lawan
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 35
Evaluasi Kegiatan Pembelajaran 2
1. Littlewood mengajukan beberapa elemen yang penting dalam rangka untuk
memperkuat dan mengefisienkan proses belajar-mengajar pada tingkat
professional, kecuali ?
a. Ruang kelas yang kondusif
b. Peserta didik harus terlibat aktif dalam kelas
c. Pembelajaran yang relevan dengan kepentingan dan kebutuhan peserta didik
d. Pembelajaran yang bersifat menyenangkan
2. Keterampilan komunikasi profesional dan keahlian teknis sama pentingnya
dalam bidang ?
a. Industri
b. Sekolah
c. Masyarakat
d. Kampus
3. Berikut ini yang bukan kemampuan negosiasi yang perlu di kuasai adalah ?
a. Menguasai komunikasi verbal dan non-verbal
b. Kemampuan menganalisis masalah dan problem solving
c. Persiapan yang terburu-buru
d. Cerdas dalam mengontrol emosi
4. Badan akreditasi untuk program teknik di AS dan banyak sekolah di luar negeri
adalah ?
a. PASCAL
b. ABET
c. REACH
d. GOLDEN
5. Yang bukan kemampuan negosiasi yang perlu di kuasai?
a. Menguasai komunikasi verbal dan non-verbal
b. Kemampuan menghindari masalah dan problem solving
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 36
c. Mendengarkan secara aktif
d. Mendengarkan secara yang penting saja
6. Apa pengertian dari negosiasi?
a. proses interaktif antara dua orang atau lebih negosiator atau pihak-pihak
yang berusaha menemukan titik temu untuk kepentingan bersama.
b. proses pasif antara dua orang atau lebih negosiator atau pihak-pihak yang
berusaha menemukan titik temu untuk kepentingan bersama.
c. proses mendengarkan antara dua orang atau lebih negosiator atau pihak-
pihak yang berusaha menemukan titik temu untuk kepentingan bersama.
d. proses mendominasi antara dua orang atau lebih negosiator atau pihak-
pihak yang berusaha menemukan titik temu untuk kepentingan bersama.
7. Teknik presentasi 4-blocker hanya menggunakan 1 slide power point dengan
fokus pada 4 area yaitu ?
a. What, Achieved, Under The Spotlight, dan What's Next
b. What, Achieved, Under The Spotlight, dan Who
c. Who, Achieved, Under The Spotlight, dan What's Next
d. What, When, Where, dan Who
8. Berikut yang bukan salah satu 9 teknik presentasi yang dianggap penting adalah?
a. Use visual aids.
b. Keep it short and sweet!
c. Rehearse
d. Keep smile
9. Alasan orang menolak ketika diminta untuk berbicara di depan orang banyak
adalah ?
a. gugup, takut, tidak siap atau tidak percaya diri
b. gugup, belum pernah, tidak siap atau tidak percaya diri
c. gugup, takut, tidak bersemangat atau tidak percaya diri
d. galau, takut, tidak siap atau tidak percaya diri
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 37
10. Tujuan dari negoisasi adalah?
a. untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima dan dihormati bersama
atau win-win solution
b. untuk mencapai keuntungan perusahaan sebesar-besarnya
c. untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima dan dihormati secara
sepihak
d. untuk mendapatkan pujian
Evaluasi kegiatan pembelajaran
Evaluasi dimaksudkan untuk mendapatkan masukan berdasarkan temuan
hasil pengawasan guna penyempurnaan materi menyampaikan ide-ide keinsinyuran
secara efektif dimasa mendatang.
a. Aspek-aspek yang dievaluasi:
1. Kontribusi Dalam Persiapan Dan Presentasi Untuk Pengarahan Kepada
Tingkat Profesional
2. Karya Tulis Untuk Dipublikasikan Dalam Jurnal Keinsinyuran
3. Komunikasi Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilakukan Antara
Sesama Jajaran Insinyur dan yang Lainnya
4. Informasi Keinsinyuran Secara Efektif Dilaporkan Kepada Pimpinan
Jajaran Insinyur dan Pimpinan Yang Lainnya Dalam Lembaga /
Institusinya
5. Kemampuan Profesional Dalam Negosiasi, Pemecahan Masalah,
Konseling, Penyampaian Gagasan dan Sikap Kerja Yang Baik
b. Petugas evaluasi
Petugas evaluasi dapat terdiri dari personil yang ditunjuk oleh lembaga
diklat teknik mesin.
c. Waktu evaluasi
Evaluasi dapat dilaksanakan baik pada saat proses pelaksanaan maupun
setelah selesai penyelenggaraan diklat teknik mesin.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 38
Tindak Lanjut dan Umpan Balik
Periksalah jawaban Anda dengan Kunci Jawaban Evaluasi Materi Pokok 2
yang terdapat di bagian akhir Modul ini. Hitunglah jumlah jawaban Anda yang
benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan Anda terhadap Materi Pokok 3 pada Modul ini.
Rumus:
Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100%
5
Arti tingkat penguasaan yang Anda capai:
90 - 100% = sangat baik
80 - 89% = baik
70 - 79% = cukup
< 70% = kurang
Bila Anda mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih, Anda telah
menyelesaikan semua soal evaluasi pada modul inin dengan baik, Bagus! Tetapi
bila tingkat penguasaan Anda masih di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Materi
Pokok 2, terutama bagian yang belum Anda kuasai.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 39
KEGIAATAN PEMBELAJARAN 3
MEMPERSIAPKAN DOKUMEN
KEINSINYURAN
INDIKATOR KEBERHASILAN
Setelah mempelajari materi pokok komunikasi keinsinyuran bidang teknik
mesin, diharapkan peserta PSPPI mampu menyampaikan ide – ide keinsinyuran di
bidang teknik mesin sehingga dapat berperan aktif dalam memberikan kontribusi
bagi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan di bidang teknik mesin yang
membawa dampak positif bagi instansi/lembaga.
URAIAN MATERI
Penulisan Laporan
1. Latar Belakang
Penulisan portofolio merupakan salah satu bentuk penulisan karya ilmiah
yang wajib dilakukan oleh mahasiswa sebelum mahasiswa menyelesaikan program
insinyurnya. Panduan ini disusun untuk membantu mahasiswa dalam penulisan
portofolio disamping untuk menyeragamkan format tulisan. Dengan adanya
panduan ini, mahasiswa diharapkan dapat menyelesaikan portofolio sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Buku ini berisi panduan agar mahasiswa membuat portofolio dengan format
dan kerangka sesuai dengan panduan ini. File ini dapat digunakan sebagai panduan
dalam penyusunan portofolio.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 40
2. Tujuan Praktik Keinsinyuran
Tujuan unit pengelola juga merupakan tujuan pendidikan program
(Program Educational Objectives - PEO), yakni: Menjadikan PS PPI ITB sebagai
penyelenggara pendidikan profesi keinsinyuran yang menghasilkan lulusan yang:
a. Mampu melakukan perencanaan keinsinyuran dengan memanfaatkan
sumberdaya dan melakukan evaluasi keinsinyuran secara komprehensif
dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
b. Mampu memecahkan permasalahan keinsinyuran melalui pendekatan
monodisiplin dan multidisiplin.
c. Mampu melakukan riset dan mengambil keputusan keinsinyuran sesuai
etika profesi dan standar keinsinyuran secara strategis dan akuntabel.
Mahasiswa diharapkan dapat menuliskan pandangan pribadi mahasiswa
terkait penerapan profesionalisme dalam praktik keinsinyuran dan tujuan
penerapannya untuk apa.
3. Ruang Lingkup Praktik Keinsinyuran
Sebutkan ruang lingkup praktik keinsinyuran yang akan dibahas pada
portofolio ini. Portofolio ini berisi pengalaman mahasiswa terkait profesionalisme
keinsinyuran. Mahasiswa membuat daftar topik yang akan dibahas dalam portofolio
ini.
A. Laporan Keinsinyuran Dipersiapkan Dengan Profesional
Laporan berguna untuk menentukan arah kegiatan yang akan dilaksanakan
selama kerja keinsinyuran dan merupakan pembatasan laporan yang akan ditulis.
Oleh karena itu, walaupun ditulis secara ringkas, laporan kegiatan harus jelas dan
langsung menuju sasaran. Arah suatu kegiatan tersirat dalam judul dan dipertegas
dalam tujuan. Pembatasan Laporan termuat dalam kegiatan yang akan dilakukan
dan informasi yang akan diambil dan cara pengambilannya.
1. Isi Laporan
Format laporan praktik keinsinyuran mengikuti format laporan teknis yang
biasa digunakan di Universitas.
MODUL MEMILIKI KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI 41