1 MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 1. Ursulani Bonatiur Nainggolan S.Pd, Character Building & Christian Living SMP Kristen Petra Acitya 2. Wahyu Priyono M.Psi, Character Building & Christian Living, SMP Kristen Petra Acitya 3. Christine Maryonita.P,S.Psi, Character Building & Christian Living, SMP Kristen Petra Acitya A. Informasi Umum 1. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 2. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kewirausahaan” 4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat” B. Komponen Inti 1. Deskrispsi Projek Kewirausahaan merupakan suatu konsep yang mencerminkan semangat, kreativitas, dan dedikasi seseorang atau kelompok dalam menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha bisnis. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, karena wirausahawan sering kali menjadi pendorong utama inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kewirausahaan tidak hanya sebatas menciptakan bisnis baru, tetapi juga melibatkan pengelolaan risiko, pemasaran produk atau layanan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Melalui pengajaran kewirausahaan, siswa dapat mengembangkan keterampilan kreativitas, berpikir inovatif, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Selain itu, kewirausahaan juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi kegagalan, dan tanggung jawab, yang merupakan kualitas penting dalam kehidupan sehari-hari dan berkarir.
2 2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 1. Kreatif 2. Gotong Royong b. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect dan Advance c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE a. Subelemen Profil Pelajar Pancasila 1. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal 2. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan 3. Kerja sama 4. Koordinasi Sosial b. Subelemen nilai-nilai RAISE 1. Respect : Relationship, Teamwork 2. Advance : Innovation Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Subelemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan Gotong Royong Kerja sama Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat
3 kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama Koordinasi sosial Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama 4. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi kegagalan, dan tanggung jawab serta meningkatkan keterampilan kreativitas dan berpikir inovatif untuk menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat. 5. Alur Kegiatan Projek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut: Pengenalan Pengenalan tentang konsep kreatif & inovatif sebagai skill dalam kewirausahaan. Kontekstualisasi Aksi Peserta didik mampu mempresentasikan minat karir yang mereka impikan dengan menggunakan pendekatan kreatif & inovatof Refleksi Peserta didik mampu merefleksikan tantangan karir yang mereka miliki di masa yang akan datang Tindak Lanjut Peserta didik diminta untuk mengkaitkan profesi yang ia minati sekarang dengan menggunakan pendekatan kreatif & inovatif Konseling karir
4 6. Pertanyaan Pemantik 1. Apa profesi yang kamu minati di masa yang akan datang? 2. Bagaimana peluang profesimu? 3. Skill apa sajakan yang dibutuhkan? 7. Pelaksanaan Projek A. Pertemuan ke-1, 2 & 3 • Persiapan: 1. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) • Pelaksanaan: 1. Peserta didik membaca materi job tomorrow 2. Peserta didik membuat refleksi 3 job dengan menjawab 3 pertanyaan pematik lalu di presentasikan • Materi: B. Pertemuan ke-2 • Persiapan: Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS).
5 • Pelaksanaan: 1. Guru menjelaskan pentingnya kreativitas & inovasi dalam bidang pekerjaan di masa yang akan datang. 2. Siswa diminta menciptakan ide kreatif & inovatif yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan mereka di masa yang akan datang. • Materi : C. Lampiran A. Lembar Refleksi: 1. Daftar Pustaka Ensikloprodi Karir
6 MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 1. Devina Alianto, S.Pd., M.Pd., Bahasa Indonesia, SMP Kristen Petra Acitya 2. Antonius Deni, S.Pd., Bahasa Inodnesia, SMP Kristen Petra Acitya 3. Selvia Putri Kumalasari, S.Pd., M.Pd., Bahasa Indonesia, SMP Kristen Petra Acitya C. Informasi Umum 5. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 6. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 7. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kewirausahaan” 8. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat” D. Komponen Inti 3. Deskrispsi Projek Kewirausahaan merupakan suatu konsep yang mencerminkan semangat, kreativitas, dan dedikasi seseorang atau kelompok dalam menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha bisnis. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, karena wirausahawan sering kali menjadi pendorong utama inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kewirausahaan tidak hanya sebatas menciptakan bisnis baru, tetapi juga melibatkan pengelolaan risiko, pemasaran produk atau layanan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Melalui pengajaran kewirausahaan, siswa dapat mengembangkan keterampilan kreativitas, berpikir inovatif, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Selain itu, kewirausahaan juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi
7 kegagalan, dan tanggung jawab, yang merupakan kualitas penting dalam kehidupan sehari-hari dan berkarir. 4. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE d. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 3. Kreatif 4. Gotong Royong e. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect dan Advance f. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila 5. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal 6. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan 7. Kerja sama 8. Koordinasi Sosial d. Subelemen nilai-nilai RAISE 3. Respect : Relationship, Teamwork 4. Advance : Innovation Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Subelemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan
8 Gotong Royong Kerja sama Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama Koordinasi sosial Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama 4. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi kegagalan, dan tanggung jawab serta meningkatkan keterampilan kreativitas dan berpikir inovatif untuk menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat. 5. Alur Kegiatan Projek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut: Pengenalan Pengenalan pengertian, ciri, dan jenis iklan Penayangan video iklan untuk membuat peserta didik lebih memahami iklan Kontekstualisasi Aksi Membuat iklan sesuai dengan tema ‘kewirausahaan’ pada canva Refleksi Assessment sumatif unjuk karya iklan kewirausahaan Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan refleksi dari aksi nyata yang dilakukan. Tindak Lanjut Peserta didik mengamati video iklan yang ditayangkan Peserta didik menganalisis ciri dan jenis iklan dari video yang sudah ditayangkan Peserta didik mengelompokkan jenis iklan komersial dan non komersial Peserta didik dapat membuat iklan dengan tema ‘kewirausahaan’
9 6. Pertanyaan Pemantik 4. Apakah iklan memiliki tujuan dalam setiap isinya? 5. Apakah setiap iklan itu bertujuan untuk mengejar keuntungan? 6. Menurut kalian, apakah iklan itu selalu menjual barang? 7. Pelaksanaan Projek C. Pertemuan ke-1 • Persiapan: 2. Guru menyiapkan materi, silabus,slide,dan ppt. 3. Guru meyiapkan proyek yang akan diberikan kepada siswa. • Pelaksanaan: 3. Guru memberikan contoh video iklan. 4. Peserta didik mengamati video iklan yang diberikan oleh guru. 5. Peserta didik menganalisis setiap video iklan yang diberikan oleh guru. • Materi: a. Pengertian iklan, ciri, dan jenis iklan. D. Pertemuan ke-2 • Persiapan: 1. Guru menyiapkan video iklan. 2. Guru menyiapkan materi jenis iklan. • Pelaksanaan: 3. Guru menampilkan video iklan. 4. Guru memberikan penjelasan materi jenis iklan dengan contoh sebuah video iklan. • Materi : a. Jenis-jenis iklan dan ciri-cirinya.
10 E. Pertemuan ke-3 ➢ Persiapan : 1. Guru menyiapkan ppt tentang kebahasaan iklan (kalimat persuasif dan imperatif). 2. Guru menyiapkan soal untuk bahan diskusi. ➢ Pelaksanaan: 1. Guru memberikan penjelasan tentang kalimat imperatif dan persuasif. 2. Guru memberikan soal untuk diskusi secara kelompok tentang kalimat imperatif dan persuasif. ➢ Materi: Pengertian dan ciri kalimat imperatif dan persuasif. F. Pertemuan ke-4 • Persiapan : 1. Guru menyiapkan lembar kerja untuk peserta didik. 2. Guru menyiapkan tema untuk pembuatan iklan. • Pelaksanaan: 1. Guru menyampaikan tugas yang harus dikerjakan peserta didik. 2. Guru menjelaskan dengan detail setiap langkah dalam pembuatan iklan. 3. Peserta didik mulai membuat iklan bertema ‘kewirausahaan’ berbentuk canva. • Materi: Langkah-langkah membuat iklan C. Lampiran 2. Lembar Kerja Peserta Didik B. Lembar Kerja Peserta Didik 1 Buatlah iklan dalam bentuk canva yang bertema ‘kewirausahaan’ dengan memperhatikan gambar serta tulisan yang mengandung imperatif dan persuasif.
11 Lembar Kerja P5 Bahasa Indonesia Nama : Kelas : Tema Iklan : Hasil Pengerjaan Iklan : C. Lembar Refleksi: Refleksi untuk peserta didik sebelum kegiatan. 1. Apakah kalian pernah melihat iklan? 2. Apakah kalian mengetahui tujuan dari iklan? 3. Bagaimana cara membuat iklan yang efektif? Refleksi untuk peserta didik setelah kegiatan. 1. Apakah kalian sudah memahami pengertian dan jenis-jenis iklan? 2. Apakah iklan itu selalu mencari keuntungan? 3. Apakah kalian sudah memahami cara membuat iklan yang efektif? 3. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru Lestari, Maya dan Delfia, Ely. 2021. Bahasa Indonesia kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
12 Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. 4. Glosarium Assesment adalah upaya untuk mendapatkan data/informasi dari proses dan hasil pembelajaran untuk mengetahui seberapa baik kinerja siswa, kelas/mata Pelajaran dibandingkan terhadap tujuan/kriteria/capaian pembelajaran tertentu. Iklan adalah setiap bentuk komunikasi yang dimaksudkan untuk memotivasi seorang pembeli potensial dan mempromosikan penjual suatu produk Patau jasa, untuk mempengaruhi pendapat publik, memenangkan dukungan publik untuk berpikir atau bertindak sesuai dengan keinginan pemasang iklan. 5. Daftar Pustaka Lestari, Maya dan Delfia, Ely. 2021. Bahasa Indonesia kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset,dan Teknologi. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.
13 MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 4. Hendra Adi Bagas Pamungkas, S. Pd. , Mathematics, SMP Kristen Petra Acitya 5. Mei Yuvita Hutauruk, S. Pd., Mathemstics, SMP Kristen Petra Acitya E. Informasi Umum 9. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 10. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 11. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kewirausahaan” 12. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat” F. Komponen Inti 5. Deskrispsi Projek Kewirausahaan merupakan suatu konsep yang mencerminkan semangat, kreativitas, dan dedikasi seseorang atau kelompok dalam menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha bisnis. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, karena wirausahawan sering kali menjadi pendorong utama inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kewirausahaan tidak hanya sebatas menciptakan bisnis baru, tetapi juga melibatkan pengelolaan risiko, pemasaran produk atau layanan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Melalui pengajaran kewirausahaan, siswa dapat mengembangkan keterampilan kreativitas, berpikir inovatif, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Selain itu, kewirausahaan juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi kegagalan, dan tanggung jawab, yang merupakan kualitas penting dalam kehidupan sehari-hari dan berkarir. 6. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE g. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 5. Kreatif 6. Gotong Royong
14 h. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect dan Advance i. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE e. Subelemen Profil Pelajar Pancasila 9. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal 10. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan 11. Kerja sama 12. Koordinasi Sosial f. Subelemen nilai-nilai RAISE 5. Respect : Relationship, Teamwork 6. Advance : Innovation Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Subelemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan Gotong Royong Kerja sama Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama
15 Koordinasi sosial Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama 4. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi kegagalan, dan tanggung jawab serta meningkatkan keterampilan kreativitas dan berpikir inovatif untuk menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat. 5. Alur Kegiatan Projek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut: 6. Pertanyaan Pemantik 7. Apa yang kalian ketahui tentang fungsi linear? 8. Apa pentingnya belajar fungsi linear? Mengapa? 9. Apa kaitannya fungsi linear dengan kehidupan sehari-hari? Dan apa manfaatnya? Pengenalan Pengenalan tentang konsep grafik fungsi linear. Kontekstualisasi Aksi Peserta didik menggambar grafik penjualan setiap produk pada koordinat kartesius. Peserta didik mencari gradien dan persamaan fungsi linear dari grafik tersebut. Refleksi Assesmen sumatif presentasi hasil grafik, perhitungan persamaan fungsi linear, dan kesimpulan yang diperoleh. Peserta didik bersama guru melakukan diskusi untuk memperoleh produk yang sesuai dengan kebutuhan di lingkup terdekat. Tindak Lanjut Peserta didik diminta untuk memprediksi jumlah setiap produk yang telah terjual di setiap sessi. Menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan di lingkup terdekat.
16 7. Pelaksanaan Projek G. Pertemuan ke-1 • Persiapan: 4. Guru mempersiapkan asesmen diagnostik - non kognitif (bentuk: esai, lembar observasi, pertanyaan kunci, dan durasi) 5. Guru mempersiapkan tindak lanjut asesmen diagnostik (identifikasi peserta didik, mengkomunikasikan pada peserta didik/mentor/ guru BK/ orang tua apabila diperlukan) 6. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) • Pelaksanaan: 6. Peserta didik melakukan asesmen diagnostik berupa permasalahan yang berkaitan dengan fungsi linear. 7. Peserta didik menjawab pertanyaan diskusi dari guru dan teman-teman lainnya. 8. Peserta didik mengidentifikasi masalah yang ada dan menyelesaikannya dengan menggunakan konsep fungsi linear. • Materi: Apa itu Fungsi Linear? Pada dasarnya, definisi dari fungsi linear adalah relasi yang memasangkan setiap anggota yang ada di himpunan A dengan anggota lain di himpunan B. Semua anggota yang ada di himpunan A harus berpasangan dengan anggota yang ada di himpunan B. Fungsi linear ini disebut juga dengan Persamaan Garis Lurus (PGL). Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, fungsi dalam dunia matematika akan berkaitan erat dengan unsur pembentuknya, yakni berupa variabel, koefisien, dan konstanta. Jadi, fungsi linear adalah suatu fungsi yang membentuk grafik secara garis lurus. Fungsi linear ini juga menjadi fungsi yang telah mendapatkan pangkat tertinggi dengan variabelnya sama dengan satu. Bentuk umum dari fungsi linear adalah sebagai berikut, f : x → mx + c atau juga dapat menjadi f(x) = mx + c atau juga dapat menjadi
17 y = mx + c Keterangan: m = gradien atau kemiringan c = konstanta Kemiringan Suatu Garis Berhubung fungsi linear itu berkaitan erat dengan grafik, maka garisnya harus miring secara tepat. Dalam hal ini, apabila diketahui terdapat dua buah titik yang berkoordinat (x1,y1) dan (x2,y2), yang terletak di satu garis lurus, maka kemiringan dari garisnya menjadi: Ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yakni: • a > 0; garis dari persamaan linear akan bergerak dari arah kiri bawah ke kanan atas. • a < 0; garis dari persamaan linear akan bergerak dari arah kiri atas ke kanan bawah. • a = 0; garis dari persamaan linear akan bergerak dari besarnya konstanta b sehingga sejajar dengan sumbu x ke arah kiri maupun kanan. • b > 0; grafik persamaan linear akan memotong sumbu y yang memiliki nilai positif. • b < 0; grafik persamaan linear akan memotong sumbu y yang memiliki nilai negatif. • b = 0; grafik tersebut tidak memiliki titik potong dengan sumbu y, sehingga grafik tersebut akan bergerak dari titik pangkal atau titik 0. Hubungan Antar Garis Lurus Pada fungsi linear yang “mengharuskan” adanya garis lurus antar kedua himpunan, maka memiliki hubungan-hubungan sebagai berikut: • Dua Garis Saling Berimpit Dua garis lurus akan saling berimpit satu sama lain, apabila terdapat persamaan garis satu yang mana merupakan persamaan garis lainnya.
18 • Dua Garis Saling Sejajar Dua garis lurus akan sejajar satu sama lain, jika kemiringan garis (gradien) kedua garis tersebut memiliki nilai yang sama besar. • Dua Garis Saling Berpotongan Dua garis akan saling berpotongan satu sama lain, jika kemiringan kedua garis tersebut berbeda atau tidak memiliki nilai yang sama besar. • Dua Garis Saling Berpotongan Tegak Lurus Dua garis akan saling berpotongan tegak lurus satu sama lain, jika kemiringan kedua garis tersebut saling berkebalikan dengan tanda yang berlawanan Nah, fungsi linear ini tidak akan jauh dari yang namanya penggambaran grafik, sehingga ketika harus melakukannya harus mencermati beberapa langkah berikut ini. • Menentukan titik potong dengan sumbu x, maka y = 0, didapatkan dari koordinat A (x1, 0) • Menentukan titik potong dengan sumbu y, maka x = 0, didapatkan dari koordinat B (0, y1) • Menghubungkan dua titik A dan B, sehingga akan membentuk garis lurus persamaan linear yang kemudian ditulis dengan y = ax + b. • Apabila b bernilai positif, maka fungsi linear akan dilukis garis dari arah kiri bawah ke kanan atas. • Apabila b bernilai negatif, maka fungsi linear akan dilukis garis dari arah kiri atas ke kanan bawah. • Apabila b bernilai 0, maka fungsi linear akan dilukis garis yang sejajar dengan sumbu datar X. H. Pertemuan ke-2 • Persiapan: 3. Guru dan peserta didik mereview materi pertemuan sebelumnya 4. Guru beserta peserta didik berdiskusi tentang grafik fungsi linear
19 5. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 6. Guru mempersiapkan lembar observasi untuk penilaian formatif siswa • Pelaksanaan: 5. Guru menanyakan pertanyaan-pertanyaan pemantik. 6. Guru dan Peserta didik melakukan diskusi yang berkaitan dengan grafik fungsi linear. • Materi : Memahami Hal-Hal Lain Dalam Fungsi Linear Di dunia matematika, keberadaan “fungsi” ini dapat diartikan sebagai ‘hubungan antara satu variabel dengan variabel lain, yang masing-masing variabel tersebut saling mempengaruhi satu sama lain’. Dalam hubungan tersebut juga menyatakan adanya setiap anggota domain (anggota pertama/wilayah) yang memiliki keterikatan hubungan dengan satu dan hanya satu anggota range (anggota kedua/jangkauan). Dalam fungsi ini terdapat beberapa komponen, yakni berupa: • Variabel, yakni suatu besaran yang di dalam suatu permasalahan nilainya dapat berubah. Variabel dapat dibedakan menjadi dua, yakni variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas adalah variabel yang menjelaskan variabel lainnya; sementara variabel terikat adalah variabel yang dijelaskan oleh variabel bebas. • Konstanta, yakni bilangan atau angka yang membentuk suatu fungsi tetapi tidak berkaitan dengan suatu variabel. • Koefisien, yakni bilangan atau angka yang ikut membentuk sebuah fungsi dan berkaitan pada suatu variabel dalam fungsi yang bersangkutan. Nah, kembali lagi ke pembahasan fungsi linear, keberadaannya adalah fungsi yang memiliki pangkat tertinggi dari variabel bebasnya adalah satu (1). Bentuk umumnya berupa y = ax + b Keterangan: y = variabel terikat x = variabel bebas
20 a = koefisien b = konstanta Pada bentuk umum tersebut yakni y = ax + b, menyatakan bahwa y adalah fungsi dari x. Artinya, besar kecilnya nilai x maka akan berpengaruh pada besar kecilnya nilai y. Penyajian Fungsi dengan Grafik Dalam penyajian fungsi dengan grafik ini, dapat dilakukan dengan dua cara yakni cara daftar dan cara matematis. Berikut uraiannya. Cara Daftar Misal, terdapat soal berupa “Gambarlah grafik dari suatu persamaan y = 2x + 10”. Maka untuk penerapan cara daftar adalah: Cara Matematis Misal, terdapat soal berupa “Gambarlah grafik dari suatu persamaan y = 2x + 10”. Maka untuk penerapan cara daftar adalah: • Titik potong dengan sumbu y jika x = 0, maka y = 10, sehingga titik potong dengan sumbu y akan terjadi pada (0,10) • Titik potong dengan sumbu x jika y = 0, maka 0 = 2x + 10, x =-15, sehingga titik potong dengan sumbu y akan terjadi pada (-5,0) Maka jika digambar menjadi grafik, adalah sebagai berikut
21 I. Pertemuan ke-3 • Persiapan : 1. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 2. Guru mempersiapkan lembar observasi untuk penilaian formatif siswa • Pelaksanaan: 4. Peserta didik menghitung jumlah setiap produk yang telah terjual di sessi 1 dan 2. 5. Peserta didik menggambar grafik hasil penjualan di koordinat kertesius. 6. Peserta didik menganalisa persamaan fungsi linear dari grafik tersebut. 7. Peserta didik dapat mengambil kesimpulan jenis produk yang sesuai dengan kebutuhan di lingkup terdekat. • Materi: Penerapan konsep grafik fungsi linear Peserta didik menggambar grafik dari hasil penjualan produk dengan menggunakan konsep fungsi linear. C. Lampiran 6. Lembar Kerja Peserta Didik D. Lembar Kerja Peserta Didik 1
22 E. Lembar Refleksi: 7. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru https://www.youtube.com/watch?v=v__3FwtTSIA https://www.youtube.com/watch?v=zVSq5b3PPfY https://www.youtube.com/watch?v=KFsfyg0t70s https://www.youtube.com/watch?v=j2QaRWDPI_c https://www.youtube.com/watch?v=BPgM3q6e-bk https://www.youtube.com/watch?v=Q6phH6FTw34 https://www.youtube.com/watch?v=guf2gp6XqY4 8. Glosarium Fungsi Linear 9. Daftar Pustaka Buku Panduan Guru Matematika Sekolah Menengah Pertama Kelas 8 Buku Panduan Siswa Matematika Sekolah Menengah Pertama Kelas 8
23 MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 1. Drianda Imanuel P, S.Pd. , Geography, SMP Kristen Petra Acitya 2. Yannuar Lesmana T, S.Pd, M.M., Geography, SMP Kristen Petra Acitya A. Informasi Umum 1. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 2. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kewirausahaan” 4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat” B. Komponen Inti 1. Deskrispsi Projek Kewirausahaan merupakan suatu konsep yang mencerminkan semangat, kreativitas, dan dedikasi seseorang atau kelompok dalam menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha bisnis. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, karena wirausahawan sering kali menjadi pendorong utama inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kewirausahaan tidak hanya sebatas menciptakan bisnis baru, tetapi juga melibatkan pengelolaan risiko, pemasaran produk atau layanan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Melalui pengajaran kewirausahaan, siswa dapat mengembangkan keterampilan kreativitas, berpikir inovatif, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Selain itu, kewirausahaan juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi
24 kegagalan, dan tanggung jawab, yang merupakan kualitas penting dalam kehidupan sehari-hari dan berkarir. 2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 1. Kreatif 2. Gotong Royong b. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect dan Advance c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE a. Subelemen Profil Pelajar Pancasila 1. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal 2. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan 3. Kerja sama 4. Koordinasi Sosial b. Subelemen nilai-nilai RAISE 1. Respect : Relationship, Teamwork 2. Advance : Innovation Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Subelemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan, serta mengevaluasinya dan mempertimbangkan dampaknya bagi orang lain Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan
25 Gotong Royong Kerja sama Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama Koordinasi sosial Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama 4. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi kegagalan, dan tanggung jawab serta meningkatkan keterampilan kreativitas dan berpikir inovatif untuk enciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat. 5. Alur Kegiatan Projek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut: Pengenalan Pengenalan tentang iklim dan cuaca di Indonesia. Eksplorasi isu tentang kegiatan ekonomi Indoenesia Pengenalan materi mengenai pengaruh cuaca dan iklim terhadap kegiatan ekonomi masyarakat. Kontekstualisasi Aksi Peserta didik mempraktekkan kegiatan ekonomi yang dipengaruhi cuaca dan iklim → Assesmen Formatif Peserta didik diminta untuk mengeksplorasi iklim dan cuaca di Indonesia. Peserta didik diminta untuk menganalisis kegiatan ekonomi Indoenesia Peserta didik menyadari pentingnya cuaca dan iklim terhdap kegiatan ekonomi Indoenesia Refleksi Assesmen sumatif unjuk kebolehan hasil karya berwirausaha dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan refleksi dari aksi nyata yang dilakukan Tindak Lanjut Rancangan strategi untuk berwirausaha di tengah perubahan cuaca dan iklim
26 6. Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana kondisi iklim dan cuaca di Indonesia? 2. Bagaimana kegiatan ekonomi yang terjadi pada masyarakat? 3. Bagaimana pengaruh iklim dan cuaca terhadap proses kegiatan ekonomi masyarakat? 7. Pelaksanaan Projek A. Pertemuan ke-1 ⮚ Persiapan: 1. Guru mempersiapkan asesmen diagnostik - non kognitif (bentuk: esai, lembar observasi, pertanyaan kunci, dan durasi) 2. Guru mempersiapkan tindak lanjut asesmen diagnostik (identifikasi peserta didik, mengkomunikasikan pada peserta didik/mentor/ guru BK/ orang tua apabila diperlukan) 3. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) ⮚ Pelaksanaan: 1. Peserta didik melakukan asesmen diagnostik berupa presentasi keragaman alam Indonesia 2. Peserta didik menjawab pertanyaan diskusi dari guru dan rekan-rekan lainnya 3. Peserta didik mengidentifikasi tema pembelajaran terkait gaya hidup berkelanjutan dan pemanfaatan sumber daya alam ⮚ Materi: a. Keragaman Alam Indonesia Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki jumlah pulau sekitar 18.110 pulau besar maupun kecil yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sebagai masyarakat Indonesia, sudah seharusnya kita bersyukur atas keindahan dan kekayaan alam Indonesia Adapun keadaan alam Indonesia dapat dibagi menjadi dua, yaitu keadaan iklim dan bentuk permukaan bumi (keadaan fisik wilayah) dan keadaan flora-fauna menyangkut jenis kearagamnnya.
27 b. Cuaca dan Iklim di Indonesia Cuaca dan iklim merupakan sesuatu hal yang berbeda. Cuaca adalah keadaan udara di atmosfer pada waktu dan tempat tertentu yang sifatnya tidak menentu dan beruba ubah. Penilaian terhadap kategori cuaca umumnya dinyatakan dengan memperhatikan kondisi hujan, suhu udara, jumlah tutupan awan, penguapan kelembapan, dan kecepatan angin di suatu tempat. Sedangkan Iklim adalah kebiasaan dan karakter cuaca yang terjadi di suatu tempat atau daerah, kurun waktu yang menjadi acuan penentuan iklim rata-rata berdurasi 30 tahun. Unsur penyusun iklim sama dengan cuaca. Cuaca dan iklim sangat tergantung pada kondisi geografi, dan Indonesia terletak pada garis katulistiwa, dan beriklim tropis. B. Pertemuan ke-2 ➢ Persiapan: 1. Guru dan peserta didik menyiapkan LMS yang diakses menggunakan laptop/gadget 2. Siswa mengamati video mengenai pemanfaatan sumber daya alam 3. Siswa mengamati video mengenai pengaruh cuaca dan iklim terhadap aktivitas ekonomi 4. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 5. Guru mempersiapkan lembar observasi untuk penilaian formatif siswa ➢ Pelaksanaan: 1. Guru menanyakan pertanyaan-pertanyaan pemantik. 2. Guru dan Peserta didik melakukan curah gagasan mengenai pengaruh cuaca dan iklim terhadap kegiatan wirausaha. 3. Guru membagi peserta didik menjadi 3 kelompok 4. Peserta mendiskusikan mengenai pengaruh cuaca dan iklim terhadap kegiatan wirausaha.
28 C. Pertemuan ke-3 ➢ Persiapan : 1. Guru dan peserta didik menyiapkan LMS yang diakses menggunakan laptop/gadget 2. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 3. Guru mempersiapkan lembar observasi untuk penilaian formatif siswa ➢ Pelaksanaan: 1. Peserta didik mengamati video vlog yang berhubungan dengan wirausaha 2. Peserta didik secara berkelompok berdiskusi untuk kegiatan wirausaha dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya D. Pertemuan ke-4 ➢ Persiapan : 1. Guru dan peserta didik menyiapkan LMS yang diakses menggunakan laptop/gadget 2. Guru mempersiapkan lembar observasi untuk penilaian formatif siswa ➢ Pelaksanaan: 1. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi 2. Peserta didik lainnya memberikan pertanyaan dan pendapat C. Lampiran 1. Lembar Kerja Peserta Didik A. Lembar Kerja Peserta Didik 1 Diskusikanlah mengenai kegiatan wirausaha yag dipengaruhi oleh iklim dan cuaca. B. Lembar Refleksi: Refleksi ini berupa tulisan yang menceritakan pengalaman ataupun opini yang berkaitan dengan topik tertentu. Pada refleksi ini, peserta didik bisa menuliskan
29 pengalaman atau opini yang didapatkan selama berwirausaha yang telah dibuat bersama kelompok. Refleksi ini dibuat secara mandiri atau individu. 2. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru https://www.beritasatu.com/lifestyle/1055431/5-tips-gaya-hidup-berkelanjutan-dalamkeseharian#:~:text=Jakarta%2C%20BeritaSatu.com%20%2D%20Gaya,lingkungan% 20dan%20sumber%20daya%20alam. https://lindungihutan.com/blog/sumber-daya-alam/ https://www.gramedia.com/literasi/daya-tarik-indonesia-di-mata-dunia/ https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/verina-intan-l/keragaman-sumberdaya-alam-dan-keragaman-bentuk-muka-bumi-di-indonesia 3. Glosarium ● Keragaman sumber daya alam dapat diartikan sebagai banyaknya jenis atau bentuk yang berbeda-beda pada setiap sumber daya alam guna memenuhi kebutuhan hidup manusia. ● Sumber daya alam adalah semua bahan yang ada di alam yang dapat ditemukan dan dimanfaatkan oleh manusia untuk kepentingan hidupnya. 4. Daftar Pustaka https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jikm/article/view/158#:~:text=Limbah%20 rumah%20tangga%20adalah%20limbah,berpotensi%20mencemari%20dan%20mera cuni%20lingkungan. http://repository.unimus.ac.id/2289/3/D%20BAB%20II%20FIX.pdf https://www.99.co/blog/indonesia/cara-mengurangi-limbah-rumah-tangga/ https://environment-indonesia.com/contoh-limbah-industri-dan-caramenanggulanginya/ https://www.gramedia.com/literasi/daya-tarik-indonesia-di-mata-dunia/ 1. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 2. Gotong Royong
30 MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 6. Sherly Kristyana Putri,S.Pd, Economic and World History SMP Kristen Petra Acitya G. Informasi Umum 13. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 14. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 15. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Bangunlah Jiwa dan Raganya” 16. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kesejahteraan diriku: dari saya dan untuk saya” H. Komponen Inti 7. Deskrispsi Projek Pelajar Indonesia dituntut bukan hanya baik dalam kegiatan intrakulikuler dan ekstrakuliker, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannnya, peserta didik juga diharapkan dapat membangun karakter dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, serta menintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Bangunlah Jiwa dan Raganya” dengan topik “Kesejahteraan diriku: dari saya dan untuk saya”. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila dan ketahanan diri yang kuat sesuai dengan keseimbangan olah rasa, olah pikir, olah raga dan olah karsa yang dicetuskan oleh Ki Hadjar Dewantara
31 8. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE j. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 7. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia 8. Mandiri k. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect dan Internelize l. Sub elemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE g. Sub elemen Profil Pelajar Pancasila 1. Merawat diri secara fisik, mental dan spiritual 2. Berempati kepada orang lain 3. Mengembangkan refleksi diri 4. Regulasi emosi h. Sub elemen nilai-nilai RAISE 7. Respect : Relationship 8. Internalize : Internal cohesion Tabel Dimensi dan Sub elemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Sub elemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Aktivitas terkait Beriman, bertakwa kepada TYME, dan berakhlah mulia Merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani, mental dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Berempati kepada orang lain Memahami perasaan dan sudut pandang orang dan/ atau kelompok lain yang tidak pernah dikenalnya 2,6,14,18,19,20 Mandiri Mengembangkan refleksi diri Memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan pribadi dan akademik yang akan muncul berlandaskan pada pengalamannya untuk 3,10,11,12,13,14,15,1 6,17
32 mempertimbangkan strategi belajar yang sesuai. Regulasi emosi Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkah-langkah untuk mengelola emosinya dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain. 10,11,12,13,14,15,16, 17 9. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengerti tentang dirinya sendiri, mencintai dirinya sendiri, mengerti semua emosi yang dia rasakan dan peduli terhadap kesehatannya baik kesehatan mental maupun kesehatan fisiknya. Peserta didik juga diharapkan dapat mencari berbagai kegiatan lain yang dapat membantu mereka dalam menjaga kesejahteraan dirinya serta mengajak orang lain untuk menyadari dan menjaga kesehatan mental mereka. 10. Alur Kegiatan Projek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut: Pengenalan ⚫ Menayangkan video mengenai UMKM ⚫ Berdiskusi mengenai UMKM Kontekstualisasi ⚫ UMKM Daerah ⚫ Ekonomi Regional Aksi ⚫ Proyek membahas mengenai UMKM daerah Refleksi ⚫ Presentasi mengenai hasil laporan kunjungan UMKM ⚫ Mendapat feedback dari guru pengajar Tindak Lanjut ⚫ Mendapatkan evaluasi dari pengajar ⚫ Refleksi pribadi
33 11. Pertanyaan Pemantik 1. Apakah itu UMKM? 2. Apakah UMKM membantu ekonomi regional? 12. Pelaksanaan Projek J. Pertemuan ke-1 • Persiapan: A. Pertemuan ke-1 (Pengenalan) ➢ Persiapan: 1. Guru menentukan detail teknis proyek, skema penilaian dan timeline pengerjaan proyek 2. Guru mempersiapkan dan mempelajari materi dan presensi pembagian kelompok sebelum memulai pembelajaran 3. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang seimbang ➢ Pelaksanaan: 1. Guru dan siswa mendiskusikan pertanyaan pemantik 2. Guru memaparkan materi proyek 3. Guru dan siswa mendiskusikan detail teknis pengerjaan proyek, skema penilaian dan timeline pengerjaan “laporan kunjungan UMKM” ➢ Materi: Pengenalan UMKM, Karakterstik UMKM K. Pertemuan ke-2 • Persiapan: 1. Guru menentukan detail teknis proyek, skema penilaian dan timeline pengerjaan “laporan kunjungan UMKM” 2. Guru membagi siswa menjadi bebrapa kelompok 3. Guru menyampaikan tujuan dan harapan dari project ini ➢ Pelaksanaan: 1. Guru memberikan materi mengenai jenis-jenis UMKM 2. Guru menanyakan apakah ada UMKM disekitar sekolah? 3. Guru dan Siswa berkunjung ke UMKM terdekat 4. Siswa melakukan wawancara kepada pemilik UMKM
34 ➢ Materi: Mengenai jenis-jenis UMKM ➢ Tugas: 1. Setiap kelompok mewawancarai pemilik UMKM ”Vins Kitchen” 2. Setiap kelompok membuat Laporan hasil kunjungan UMKM L. Pertemuan ke-3 (Aksi & Relfeksi) ➢ Persiapan: 1. Guru mempersiapkan presensi sebelum memulai pembelajaran ➢ Pelaksanaan: 1. Peserta didik berkumpul bersama kelompoknya untuk kembali berdiskusi mengenai hasil wawancara 2. Siswa berdiskusi mengenai wawancara dengan pemilik UKMK dan membuat makalah berisi laporan kunjungan UMKM 3. Guru memeriksa dan membantu kesulitan yang di alami oleh peserta saat mengerjakan laporan ➢ Setiap kelompok mempersiapkan makalah laporan kunjungan ➢ Tugas: Membuat laporan makalah ”Kunjungan UMKM” M.Pertemuan ke-4 (Tindak Lanjut) ➢ Persiapan: 1. Guru membantu hal-hal yang diperlukan setiap kelompok ➢ Pelaksanaan: Setiap kelompok presentasi hasil dari kunjungan UMKM 13. Assesmen ➢ Assesmen diagnostik: Diskusi kelas ➢ Assesmen formatif: Diskusi kelompok ➢ Assesmen sumatif: Unjuk karya 14. Refleksi peserta didik dan guru ➢ Sebelum kegiatan: 1. Apa yang kamu ketahui mengenai ekonomi regional? 2. Apakah UMKM membantu perekonomian Indonesia? 3. Apakah dampak adanya UMKM disekitar lingkungan kamu ? Sesudah kegiatan:
35 1. Apakah ada hubungan antara topik ini dengan pengalaman pribadimu? 2. Mengapa menurutmu topik ini penting untuk dipelajari? Bagaimana topik ini relevan dengan kehidupan sehari-harimu? 3. Apa yang membuatmu penasaran tentang topik ini? 15. Lampiran 10. Lembar Kerja Peserta Didik F. Lembar Kerja Peserta Didik 1 11. Daftar Pustaka (BUKU PEGANGAN) 1. Ilmu Pengetahuan Sosial Semester 1 (2017) 2. Ilmu Pengetahuan Sosial Semester 2 (2017) 3. Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas 8 (2021) 4. IPS Terpadu untuk SMP/MTs Kelas VIII
36 MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN NILAINILAI RAISE PPPK PETRA Oleh: 1. Adelia Yemima, S.Ak., GMA., Finance & Entrepreneurship, SMP Kristen Petra Acitya 2. Ratri Herda Ferdiani Theofil, S.Pd. A. Informasi Umum 1. Sarana dan Prasarana e-module, internet, laptop/gadget 2. Target Peserta Didik Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar) 3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Kewirausahaan” 4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila “Menciptakan produk yang menjawab kebutuhan tertentu dalam lingkup terdekat” B. Komponen Inti 2. Deskrispsi Projek Kewirausahaan merupakan suatu konsep yang mencerminkan semangat, kreativitas, dan dedikasi seseorang atau kelompok dalam menciptakan, mengelola, dan mengembangkan usaha bisnis. Kewirausahaan memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi global, karena wirausahawan sering kali menjadi pendorong utama inovasi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kewirausahaan tidak hanya sebatas menciptakan bisnis baru, tetapi juga melibatkan pengelolaan risiko, pemasaran produk atau layanan, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Melalui pengajaran kewirausahaan, siswa dapat mengembangkan keterampilan kreativitas, berpikir inovatif, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan bisnis yang dinamis. Selain itu, kewirausahaan juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, kemampuan mengatasi kegagalan, dan tanggung jawab, yang merupakan kualitas penting dalam kehidupan sehari-hari dan berkarir.
37 3. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE b. Dimensi Profil Pelajar Pancasila 3. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa 4. Gotong Royong c. Integrasi nilai-nilai RAISE Respect, and Advance d. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE ● Subelemen Profil Pelajar Pancasila 1. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal 2. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan 3. Kerja sama 4. Koordinasi Sosial ● Subelemen nilai-nilai RAISE 1. Respect : Relationship, Teamwork 2. Advance : Innovation Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila Dimensi Profil Pelajar Pancasila Subelemen Tingkat pencapaian Fase D (SMP) Aktivitas terkait Beriman, bertakwa kepada TYME, dan berakhlah mulia Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi Memahami konsep sebabakibat di antara berbagai ciptaan Tuhan dan mengidentifikasi berbagai sebab yang mempunyai dampak baik atau buruk, langsung maupun tidak langsung, terhadap alam semesta 1,2 Menjaga Lingkungan Alam Sekitar Mewujudkan rasa syukur dengan berinisiatif untuk menyelesaikan permasalahan 1, 2, 11, 17
38 lingkungan alam sekitarnya dengan mengajukan alternatif solusi dan mulai menerapkan solusi tersebut Gotong Royong Kerja Sama Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama 10,11,13 Koordinasi Sosial Membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok serta menjaga tindakan agar selaras untuk mencapai tujuan bersama 10, 12, 14, 15 Bernalar Kritis Mengajukan pertanyaan Mengajukan pertanyaan untuk klarifikasi dan interpretasi informasi, serta mencari tahu penyebab dan konsekuensi dari informasi tersebut 1, 4 Mengidentifika si, mengklarifikasi , dan mengolah informasi dan gagasan Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu 5, 6, 7, 8, 13 Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu kesimpulan atau keputusan 8, 9, 10, 11, 16 4. Tujuan Projek Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan serta mencari jalan keluar untuk masalah lingkungan serta mempromosikan gaya hidup serta perilaku yang lebih berkelanjutan dalam keseharian. 5. Alur Kegiatan Projek Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:
39 6. Pertanyaan Pemantik 1. Bagaimana memulai usaha kecil yang mendukung keberlangsungan hidup di lingkungan sekitar sekolah atau rumah Anda? 2. Sebutkan contoh-contoh usaha kreatif dan ramah lingkungan yang bisa dijalankan oleh siswa SMP untuk mendukung keberlanjutan hidup di masa depan. 3. Bagaimana penerapan prinsip etika dan tanggung jawab sosial dapat membantu membangun usaha yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar? 7. Pelaksanaan Projek A. Pertemuan ke-1 • Persiapan: 1. Guru mempersiapkan asesmen diagnostik - non kognitif (bentuk: esai, lembar observasi, pertanyaan kunci, dan durasi) 2. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 3. Guru menyediakan materi pembelajaran untuk siswa. Pengenalan Pengenalan akan pentingnya wirausaha dalam kehidupan bermasyarakat, serta manfaat yang didapatkan Ketika berani untuk berwirausaha. Kontekstualisasi Peserta didik diminta untuk mengeksplorasi lebih jauh kegiatan usaha di sekitar kehidupan sehari hari. Menganalisa serta Mengadaptasikan inovasi yang dapat menunjang kegiatan wirsausaha di perkembangan jaman.. Aksi Peserta didik membuat rancangan wirausaha yang dapat menunjang keberlangsungan hidup yang bisa diterapkan dalam lingkup sekolah dan Masyarakat sekitar.Hasil dari rancangan tersebut akan dipraktekan dalam kegiatan projek P5. Refleksi Assesmen sumatif berupa laporan berupa Analisa kegiatan secara menyeluruh yang dilakukan peserta didik. Tindak Lanjut Setelah siswa melakukan assessmen sumatif berupa laporan diharapkan dengan kegiatan wirausaha menjadisalah satu kegiatan yang berkelanjutan dan dapat menjaga dan mengembangkan keberlangsungan hidup di sekitar mereka.
40 • Pelaksanaan: 1. Peserta didik memahami materi dasar dasar wirausaha 2. Peserta didik menjawab pertanyaan diskusi dari guru dan rekan-rekan lainnya 3. Peserta didik melakukan diskusi Bersama dengan kelompok sebagai kegiatan reflektif dari sebuah tayangan yang disediakan mengenai pebisnis. • Materi: Materi yang dijelaskan dalam pelajaran "Dasar-dasar Wirausaha" mencakup: Pengertian wirausaha dan peran pentingnya dalam perekonomian. Karakteristik seorang wirausaha, termasuk kreativitas, ketekunan, inovasi, dan kemampuan menghadapi risiko.Siklus bisnis: tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Identifikasi peluang bisnis: bagaimana mengamati kebutuhan dan masalah di sekitar kita untuk mengembangkan ide bisnis. Manajemen risiko dalam bisnis dan bagaimana mengurangi risiko. Pengenalan tentang strategi pemasaran dasar untuk mempromosikan produk atau layanan. Selama sesi pembelajaran, penting untuk mendorong peserta didik untuk berpartisipasi aktif melalui diskusi, aktivitas, dan studi kasus. Selain itu, dorong mereka untuk berpikir kreatif dan menerapkan konsep-konsep yang dipelajari ke dalam situasi kehidupan nyata. Ingatlah untuk selalu memberikan contoh nyata dan relevan yang dapat membantu peserta didik memahami konsepkonsep wirausaha dengan lebih baik. B. Pertemuan ke-2 • Persiapan: 1. Guru mempersiapkan asesmen diagnostik - non kognitif (bentuk: esai, lembar observasi, pertanyaan kunci, dan durasi) 2. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 3. Guru menyediakan materi pembelajaran untuk siswa. • Pelaksanaan: 1. Guru menanyakan pertanyaan-pertanyaan pemantik. 2. Guru memberikan pemahaman seputar Perusahaan dan usaha yang dilakukan 3. Guru mengajak peserta didik untuk dapat melakukan penelitian kecil mengenai Perusahaan yang melakukan usaha yang dapat menjada keberlangsungan hidup.
41 4. Peserta didik membuat laporan mengenai temuan temuannya. • Materi : Perusahaan yang menjaga keberlangsungan hidup Materi ini akan membahas tentang perusahaan-perusahaan yang mengadopsi praktik keberlanjutan dalam operasi mereka. Konsep keberlanjutan mengacu pada upaya perusahaan untuk mencapai tujuan ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam jangka panjang, dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan generasi mendatang. Berikut adalah uraian materi untuk topik "Mengamati Perusahaan yang Menerapkan Keberlangsungan Hidup": Dengan menekankan materi tentang Pengenalan tentang Keberlangsungan Hidup (Sustainability), Prinsip-Prinsip Keberlangsungan Hidup dalam Bisnis, Studi Kasus Perusahaan yang Berhasil Menerapkan Keberlangsungan Hidup. C. Pertemuan ke-3 • Persiapan : 1. Guru mempersiapkan asesmen diagnostik - non kognitif (bentuk: esai, lembar observasi, pertanyaan kunci, dan durasi) 2. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 3. Guru menyediakan materi pembelajaran untuk siswa. • Pelaksanaan: 1. Peserta didik Bersama dengan kelompok meakukan riset inovasi yang bisa diterapkan untuk berwirausaha. 2. Peserta didik dengan kelompok membuat rancangan wirausaha yang akan dilakukan dalam bentuk “Business Model Canvas”. • Materi: Inovasi dan Business Model Canvas Materi ini akan membahas tentang dua konsep penting dalam dunia wirausaha, yaitu inovasi dan business model canvas. Inovasi adalah elemen kunci dalam menciptakan nilai tambah dan membedakan bisnis dari pesaing, sementara business model canvas adalah alat yang membantu merancang model bisnis secara komprehensif. Berikut adalah uraian materi untuk topik "Inovasi dan Business Model Canvas": Pengenalan tentang inovasi,proses Inovasi, Pengenalan tentang
42 Business Model Canvas, keuntungan menggunakan Business Model Canvas,kombinasi inovasi dan business model canvas. Melalui uraian materi ini, diharapkan siswa dapat memahami konsep inovasi dan pentingnya inovasi dalam konteks bisnis. Selain itu, siswa juga akan memahami konsep dan penggunaan Business Model Canvas sebagai alat yang membantu merancang model bisnis yang komprehensif dan inovatif. Dengan memahami dan menggabungkan kedua konsep ini, siswa akan memiliki landasan kuat untuk menjadi wirausaha yang kreatif, berani berinovasi, dan mampu merancang model bisnis yang berhasil di pasar yang kompetitif. D. Pertemuan ke-4 • Persiapan : 1. Guru mempersiapkan asesmen diagnostik - non kognitif (bentuk: esai, lembar observasi, pertanyaan kunci, dan durasi) 2. Guru menyediakan slide presentasi berbentuk Power Point atau canva yang sudah terlampir di Learning Management System (LMS) 3. Guru menyediakan materi pembelajaran untuk siswa. • Pelaksanaan: 1. Peserta didik mempelajari komponen dalam perencanaan wirausaha 2. Peserta didik mendiskusikan secara berkelompok tentang pembuatan rancangan wirausaha. 3. Peserta didik akan diminta untuk membagikan hasil diskusi di hari itu tentang sejauh mana progress pembuatan rancangan bisnis. • Materi: Business Plan Business plan (rencana bisnis) adalah dokumen tertulis yang merinci tujuan, strategi, dan rencana tindakan suatu bisnis. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan untuk menggambarkan visi, misi, serta langkah-langkah yang akan diambil dalam mencapai kesuksesan bisnis. Berikut adalah uraian singkat tentang business plan: Pengenalan tentang business plan, komponen dalam Business Plan, penutup dan pelaksanaan Business plan. Business plan adalah alat yang sangat penting dalam proses perencanaan bisnis. Dengan memiliki business plan yang baik, seorang wirausaha dapat mengartikulasikan gagasannya dengan jelas, mengidentifikasi