The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yannuar.lesmana, 2022-08-05 03:52:30

ALL MODUL 2 KEARIFAN LOKAL

ALL MODUL 2 KEARIFAN LOKAL

4. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah terutama
daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya – budaya daerah Sidoarjo,
mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya daerah Sidoarjo. Peserta didik juga
diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya – budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai
– nilai yang terkandung dalam budaya tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat
mengembangkan budaya yang ada sehingga semakin dikenal dan lestari.

5. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

Temukan Eksplorasi berbagai alat di sekitar kita yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengolahan telur asin.
Eksplorasi isu dan cara pengolahan telur asin.

Bayangkan Menganalisis studi kasus tentang proses pengolahan telur asin.
Menentukan alat di sekitar kita yang akan dimanfaatkan dalam proses pengolahan telur asin.

Lakukan Melakukan pengolahan telur asin dengan alat yang tersedia
Melakukan perbandingan antara waktu proses pengolahan telur asin.

Membagikan hasil analisis perbandigan waktu terhadap proses pengolahan.

Bagikan

6. Pertanyaan Pemantik
1. Jenis telur apa yang biasa digunakan dalam pembuatan telur asin?
2. Bagaimana proses yang terjadi sehingga telur biasa dapat menjadi asin?
3. Jelaskan pendapatmu mengenai perbedaan waktu yang digunakan dalam pengolahan telur
asin.

7. Pelaksanaan Projek
A. Pertemuan ke-1 dan 2
⮚ Persiapan:
1. Guru menyediakan slide presentasi dan video terkait materi proses pengolahan telur
asin
2. Guru sudah mempelajari faktor yang mempengaruhi terbentuknya telur asin
3. Guru dan peserta didik sudah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan

147

⮚ Pelaksanaan:
1. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan berupa:
a. Mengapa telur asin biasanya menggunakan telur bebek?
b. Bagaimana proses terbentuknya telur asin?
c. Apa yang terjadi selama proses sehingga telur dapat menjadi asin?
2. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan
hasil pembahasan secara bersama.
3. Peserta didik diberi penjelasan mengenai proses pembuatan telur asin menggunakan
metode perendaman larutan air garam

⮚ Materi:
Telur asin adalah makanan Asia populer yang diawetkan dengan cara diasinkan.
Kebanyakan telur yang diasinkan adalah telur itik, meski tidak menutup kemungkinan
untuk telur-telur yang lain. Satu butir telur asin memiliki sekitar 75 kalori dan 13 nutrisi
penting, termasuk protein berkualitas tinggi, berbagai vitamin, kolin, folat, riboflavin,
dan berbagai mineral (termasuk seng dan zat besi). Telur dapat membantu tubuh kita
mempertahankan kekuatan otot, fungsi otak, dan kesehatan mata. Jika dimakan dalam
jumlah sedang, telur tidak menunjukkan hubungan dengan penyakit kardiovaskular atau
stroke pada populasi yang sehat, menurut beberapa penelitian.
Komponen utama telur adalah cangkang, sel udara, albumen (atau putih telur), dan
kuning telur. Kuning telur mengandung semua lemak telur, sebagian besar vitamin dan
mineral, dan sekitar setengah dari protein. Albumen atau putih telur sebagian besar
terdiri dari air (sekitar 90 persen) dan protein (sekitar 10 persen). Orang yang membatasi
asupan lemaknya bisa makan putih telur, karena putih telur tidak mengandung lemak.
Dalam telur mentah, protein dalam telur terlipat dan menggulung rapat, tetapi ketika kita
memasak telur dengan memanaskannya, panas menyebabkan protein dalam telur
menggulung sehingga protein tersebut berinteraksi satu sama lain, membentuk jaringan
protein yang terhubung. Inilah mengapa telur berubah wujud menjadi lebih padat saat
kita memasaknya.
Dalam pembuatan telur asin ini, salah satu prosesnya adalah merebus. Kita mungkin
sudah sering mendengar telur rebus, tapi apa itu telur rebus? Bagaimana tekstur yang
paling baik untuk sebutir telur rebus? Apakah putih telur rebus harus lunak atau lebih
keras? Bagaimana dengan kuningnya? Antara berair atau padat? Atau keduanya? Dalam
project ini, kita akan menemukan cara terbaik dengan waktu sesingkat mungkin dalam
merebus telur. Kita akan bereksperimen untuk merebus telur asin.

148

⮚ Tugas: Peserta didik menganalisis waktu yang tepat digunakan dalam proses
pengolahan telur asin

8. Assesmen

⮚ Assesmen diagnostik : kuis

⮚ Assesmen formatif : menemukan waktu yang tepat dalam proses pembuatan telur
asin

⮚ Assesmen sumatif : Sidoarjo Sensorium Exhibition

9. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
mengembangkan percobaan dengan variasi sebagai berikut:
1. Menggunakan thermometer infrared untuk mengukur suhu telur setelah direbus dan
menemukan cara yang paling cepat untuk mendinginkan telur.
2. Mengetahui hubungan ukuran telur terhadap waktu kematangannya.
3. Membandingan kecepatan matangnya dengan membedakan air perebusannya menggunakan
suhu normal dan suhu didih air.
4. Memberikan variasi terhadap rasa dari telur asin.

10. Refleksi peserta didik dan guru

⮚ Sebelum kegiatan:
1. Proses apa saja yang terjadi dalam pembuatan telur asin?
2. Bagaimana telur dapat berubah rasa menjadi asin?
3. Metode apa saja yang dapat dilakukan dalam pembuatan telur asin?

⮚ Sesudah kegiatan:
1. Apakah kegiatan ini berjalan dengan lancar?
2. Faktor yang mempercepat dan menghambat terbentuknya telur asin apa saja?
3. Apa saja kendala yang terjadi dalam proses pembuatan telur asin?

149

C. Lampiran

1. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Pembuatan Telur Asin

I. Tujuan
Mengetahui waktu yang tepat dalam proses pembuatan telur asin

II. Materi
Telur asin adalah makanan Asia populer yang diawetkan dengan cara diasinkan.

Kebanyakan telur yang diasinkan adalah
telur itik, meski tidak menutup
kemungkinan untuk telur-telur yang lain.
Satu butir telur asin memiliki sekitar 75
kalori dan 13 nutrisi penting, termasuk
protein berkualitas tinggi, berbagai vitamin,
kolin, folat, riboflavin, dan berbagai mineral
(termasuk seng dan zat besi). Telur dapat
membantu tubuh kita mempertahankan
kekuatan otot, fungsi otak, dan kesehatan
mata. Jika dimakan dalam jumlah sedang, telur tidak menunjukkan hubungan dengan penyakit
kardiovaskular atau stroke pada populasi yang sehat, menurut beberapa penelitian.

Komponen utama telur adalah cangkang, sel udara, albumen (atau putih telur), dan
kuning telur. Kuning telur mengandung semua lemak telur, sebagian besar vitamin dan
mineral, dan sekitar setengah dari protein. Albumen atau putih telur sebagian besar terdiri dari
air (sekitar 90 persen) dan protein (sekitar 10 persen). Orang yang membatasi asupan
lemaknya bisa makan putih telur, karena putih telur tidak mengandung lemak.

Dalam telur mentah, protein dalam telur terlipat dan menggulung rapat, tetapi ketika
kita memasak telur dengan memanaskannya, panas menyebabkan protein dalam telur
menggulung sehingga protein tersebut berinteraksi satu sama lain, membentuk jaringan
protein yang terhubung. Inilah mengapa telur berubah wujud menjadi lebih padat saat kita
memasaknya.

Dalam pembuatan telur asin ini, salah satu prosesnya adalah merebus. Kita mungkin
sudah sering mendengar telur rebus, tapi apa itu telur rebus? Bagaimana tekstur yang paling
baik untuk sebutir telur rebus? Apakah putih telur rebus harus lunak atau lebih keras?
Bagaimana dengan kuningnya? Antara berair atau padat? Atau keduanya? Dalam project ini,
kita akan menemukan cara terbaik dengan waktu sesingkat mungkin dalam merebus telur.
Kita akan bereksperimen untuk merebus telur asin. Bersiaplah untuk menyempurnakan cara
kalian!

150

III. Alat dan Bahan

Alat : Kompor
Bahan Toples
Panci
: Telur
Air
Garam

Lain-lain

IV. Prosedur Percobaan
1. Menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Merebus air dan garam sehingga larut
3. Menunggu larutan air garam hingga sampai suhu ruang
4. Memasukkan telur bebek ke dalam larutan air garam dan pastikan seluruh bagian dari
telur terendam
5. Menunggu hasil rendaman kurang lebih 12-14 hari
6. Merebus telur yang sudah di rendam menggunakan air baru

V. Data Percobaan

Waktu : ….. hari

Dokumentasi :

VI. Kesimpulan
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………

2. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru
https://www.exploratorium.edu/cooking/eggs/eggcomposition.html
http://www.cookingforengineers.com/article/249/Soft-Boiled-Eggs/print
https://www.incredibleegg.org/about-us/

3. Glosarium
Kardiovaskular: Suatu kondisi di mana terdapat adanya gangguan pada jantung dan pembuluh
darah.

4. Daftar Pustaka
https://www.exploratorium.edu/cooking/eggs/eggcomposition.html
http://www.cookingforengineers.com/article/249/Soft-Boiled-Eggs/print
https://www.incredibleegg.org/about-us/

151

PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN

152

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Frans Moeller Siregar, S.Pd., Physical Health Education, SMP Kristen Petra Acitya
2. Emandri Bumi Judi, S.Pd., Physical Health Education, SMP Kristen Petra Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana

e-module, internet, laptop/gadget

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek

Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah
Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

153

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
d. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
3. Berkebinekaan global
4. Bernalar kritis

e. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

f. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
10. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
4. Mengenal dan menghargai budaya daerah
5. Melestarikan budaya daerah
6. Mengkreasikan budaya daerah

11. Subelemen nilai-nilai RAISE
3. Respect : Menghargai dan melestarikan
4. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Aktivitas terkait
Pelajar Fase D (SMP) 1,2,3,5,6,7,8,9

Pancasila Mengenal dan Mengidentifikasi budaya 2,3,5,6,7,8,9
menghargai budaya daerah Sidoarjo yang
Berkebinekaan menjadi identitas nilai –
Global daerah nilai yang ada di
masyarakat

Melestarikan budaya Menganalisis
daerah perkembangan budaya
dan nilai – nilai di
masyarakat daerah
Sidoarjo dan dampaknya
dalam cara hidup
masyarakat daerah
Sidoarjo

154

Bernalar Kritis Mengkreasikan Menyajikan 10,11,12,13,14,15,16
budaya daerah perkembangan budaya
dan nilai – nilai yang ada
melalui penggambaran
visual

12. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

13. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

Pengenalan •Pengenalan tentang dasar-dasar gerak berirama.
•Mengenal berbagai macam unsur-unsur senam irama.
•Eksplorasi gerakan dasar senam irama serta kombinasinya dengan memperhatikan unsur-unsur gerak berirama.

•Peserta didik mengidentifikasi konsep gerakan yang akan ditampilkan.
•Peserta didik menganalisis gerak dasar berirama dengan unsur ketepatan dengan lagu daerah sidoarjo.
Kontekstualisasi

• Membuat gerakan senam irama sesuai dengan gerak dasar dan kombinasi gerak berirama yang telah dipelajari
• Menampilkan gerakan senam irama yang telah dibuat dengan memakai lagu daerah Sidoarjo sebagai back sound gerakan -->
Aksi Assesmen Formatif.

•Assesmen sumatif unjuk kebolehan hasil karya "Sidoarjo Sensorium Exhibition".
•Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan refleksi dari aksi nyata yang dilakukan.

Refleksi

•Menuliskan refleksi mengenai pengetahuan apa saja yang diperoleh selama projek ini.
Tindak Lanjut

155

14. Pertanyaan Pemantik
4. Apa saja unsur-unsur senam irama yang kamu ketahui?
5. Apa saja jenis gerakan dasar senam irama?
6. Jelaskan pendapatmu mengenai perbedaan antara gerakan dasar senam irama dengan
kombinasi gerak dasar senam irama.

15. Pelaksanaan Projek
D. Pertemuan ke-1
➢ Persiapan:
4. Guru melakukan assesmen diagnostik terlebih dahulu
5. Guru menyediakan slide presentasi mengenai pengertian senam irama beserta
macam-macam gerakan dasar berirama.
6. Guru sudah mempelajari tentang berbagai macam gerak dasar berirama.
➢ Pelaksanaan:
10. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan berupa:
a. Apa itu gerak dasar dalam senam irama?
b. Bagaimana cara menentukan gerak dasar berirama dan perhitungan
ketukannya saat pelaksanaan senam irama?
11. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan
mendiskusikan hasil pembahasan secara bersama.
12. Peserta didik diberi penjelasan mengenai gerak dasar berirama serta
pelaksanaannya
➢ Materi:
a. Aktivitas Pembelajaran Gerak Langkah Kaki Berirama
1. Langkah biasa
2. Langkah rapat
3. Langkah keseimbangan
4. Langkah depan
5. Langkah silang
b. Aktivitas Pembelajaran Gerakan Ayunan Lengan
1. Ayunan satu lengan ke depan belakang
2. Ayunan satu lengan ke samping
3. Ayunan satu lengan ke samping bersamaan dengan memindahkan berat
badan
4. Ayunan dua lengan ke depan belakang

156

5. Ayunan dua lengan silang di depan badan

➢ Tugas: Peserta didik menganalisis gerak dasar berirama langkah kaki dan
ayunan lengan

E. Pertemuan ke-2
➢ Persiapan:
5. Guru menyediakan materi mengenai kombinasi gerak dasar berirama beserta
ketukannya
6. Guru menyediakan materi mengenai ketukan dan ritme dalam melakukan
gerakan berirama
➢ Pelaksanaan:
8. Peserta didik membaca dan menganalisis mengenai unsur-unsur senam irama.
Guru memulai diskusi dengan beberapa pertanyaan berupa
a. Apakah yang dimaksud dengan kombinasi gerak dasar dalam melakukan
gerak berirama?
b. Apa yang akan terjadi jika melakukan gerak berirama tanpa
memperhatikan ketukan dan ritme dalam pelaksanaanya?
9. Guru menjelaskan mengenai kombinasi gerak dasar berirama, ketukan dan
unsur yang harus diperhatikan dalam membuat konsep gerak berirama
➢ Materi :
a. Aktivitas Pembelajaran Kombinasi Gerakan Langkah Kaki dan Gerakan
Ayunan Lengan
b. Ketukan dan ritme saat melakukan gerak berirama

➢ Tugas: peserta didik menganalisis berbagai macam gerak dasar berirama,
kombinasi dan ketukannya dalam pelaksanaan gerak berirama

F. Pertemuan ke-3
➢ Persiapan :
5. Peserta didik diminta untuk membuat konsep gerakan yang sudah dipelajari beserta
mencari lagu daerah Sidoarjo sebagai back sound gerakannya
6. Guru menyediakan materi mengenai unsur-unsur senam irama

157

➢ Pelaksanaan :
11. Peserta didik mencari lagu daerah Sidoarjo.
12. Peserta didik membuat konsep gerakan yang terdiri dari gerakan dasar senam berirama

yang telah dipelajari
13. Peserta didik menyamakan ritme lagu dengan gerakan yang telah dibuat
14. Peserta didik harus memperhatikan unsur ketepatan musik dengan irama gerakan,

kelentukan dan kontinuitas gerakan

➢ Materi :
a. Unsur-unsur senam irama :
6. Kelentukan
7. Keseimbangan
8. Keluwesan
9. Fleksibilitas
10.Kontinuitas
11.Ketepatan
b. Lagu daerah Sidoarjo

G. Pertemuan ke-4
➢ Peserta didik merancang dan membuat hasil karya Sidoarjo sensorium exhibition
➢ Hasil karya peserta didik disimulasikan terlebih dahulu untuk mendapatkan feedback

16. Assesmen
➢ Assesmen diagnostic : kuis (pemahaman dalam bentuk quiz di LMS)
➢ Assesmen formatif : menuliskan gerak berirama apa saja yang digunakan siswa saat
membuat konsep gerakan yang akan ditampilkan di unjuk karya Sidoarjo Sensorium
Exhibition
➢ Assesmen sumatif : Unjuk karya sidoarjo sensorium exhibition

17. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
menginvestigasi berbagai macam gangguan malnutrisi. Instruksi yang diberikan terkait
proyek membuat presentasi serupa dengan instruksi untuk peserta didik tipikal.
a. Peserta didik CIBI diarahkan untuk mendiskusikan macam-macam perubahan fisika
dan perubahan kimia dalam kehidupan sehari – hari. Jelaskan pendapatmu mengapa

158

peristiwa tersebut termasuk perubahan fisika atau perubahan kimia? Bagaimana cara
membedakan peristiwa yang termasuk perubahan fisika atau perubahan kimia?
b. Peserta didik menggali informasi dengan memanfaat sumber-sumber rujukan cetak di
perpustakaan sekolah atau sumber-sumber rujukan elektronik di internet. Namun,
sumber-sumber rujukan yang menjadi acuan harus kredibel (dapat dipercaya). Guru
mengajarkan dan memberikan contoh mengenai sumber-sumber rujukan yang
kredibel.
c. Setiap anggota kelompok diminta menuliskan informasi-informasi atau ide-ide
penting yang mereka temukan secara mandiri terlebih dahulu. Peserta didik kemudian
akan menyampaikan atau mempresentasikan temuan atau ide tersebut dengan anggota
kelompok yang lain.
d. Peserta didik kemudian mendiskusikan rancangan, mengolah berbagai informasi dan
ide yang masuk sehingga mencapai kesepakatan tentang bentuk presentasi yang dipilih
dan konten-konten yang akan dicantumkan dalam karya tersebut. Setiap peserta didik
memberikan kontribusi dalam proses pencarian informasi maupun proses pengerjaan
karya tersebut.

18. Refleksi peserta didik dan guru
➢ Sebelum kegiatan:
7. Apa saja jenis gerakan dasar gerak berirama yang kamu ketahui?
8. Bagaimana proses membuat konsep gerakan dengan dipadukan lagu daerah
Sidoarjo?
9. Apa unsur senam irama yang harus diperhatikan dalam pelaksanaannya?
➢ Sesudah kegiatan:
8. Apa saja yang kamu pelajari setelah melakukan kegiatan ini?
9. Apa kegiatan ini menambah wawasanmu tentang aktivitas fisik melalui gerak
berirama?
10. Bagaimana cara mempraktikkan gerak berirama yang baik sesuai dengan
unsurnya?

159

7. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru
https://www.kompas.com/sports/read/2021/08/10/16000068/musik-dalam-gerakan-senam-
irama?page=all
https://katadata.co.id/safrezi/berita/61e8d2de4fe0f/senam-irama-pengertian-jenis-prinsip-unsur-dan-
gerakan-inti

8. Glosarium
➢ Senam irama adalah salah satu jenis senam yang dilakukan dengan mengikuti irama musik, nyanyian,
atau ketukan dengan mengutamakan keselarasan gerak.
➢ Pengertian dari ritme adalah pengulangan secara terus menerus dan teratur dari suatu unsur atau
beberapa unsur. Selain itu, ada juga pengertian lainnya tentang ritme adalah rangkaian gerak yang
beraturan dan menjadi unsur dasar dari musik. Namun jika dipahami lebih dalam, bisa juga
diartikan ritme adalah pergantian panjang pendek, tinggi rendah, dan keras lembut nada atau bunyi
dalam suatu rangkaian musik. Adanya unsur ritme turut menentukan ketukan yang ada di dalam
musik.

9. Daftar Pustaka
https://www.gramedia.com/literasi/senam-irama/
https://www.sportstars.id/read/macam-macam-gerak-langkah-dalam-senam-irama-beserta-
penjelasan-lengkapnya-E7n7s3
https://ayoguruberbagi.kemdikbud.go.id/rpp/rpp-aktivitas-gerak-berirama-kelas-vii/
https://hot.liputan6.com/read/4346848/ritme-adalah-salah-satu-unsur-dalam-seni-musik

160

INFORMATION COMMUNICATION TECHNOLOGY

161

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Army Dinasty, S.Kom , Information Communication Technology, SMP Kristen Petra

Acitya
2. Julia Kresentya, S.Kom., Information Communication Technology, SMP Kristen Petra

Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana
e-module, internet, laptop/gadget

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek
Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah
Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

162

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
1. Berkebinekaan global
2. Bernalar kritis

b. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
a. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
1. Mengenal dan menghargai budaya daerah
2. Melestarikan budaya daerah
3. Mengkreasikan budaya daerah

b. Subelemen nilai-nilai RAISE
1. Respect : Menghargai dan melestarikan
2. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Fase Aktivitas terkait
Pelajar Pancasila D (SMP) 1,2,3,5,6,7,8,9
2,3,5,6,7,8,9
Berkebinekaan Mengenal dan Mengidentifikasi budaya
Global menghargai budaya daerah Sidoarjo yang 10,11,12,13,14,15,16
menjadi identitas nilai – nilai
daerah yang ada di masyarakat

Melestarikan budaya Menganalisis perkembangan
daerah budaya dan nilai – nilai di
masyarakat daerah Sidoarjo
dan dampaknya dalam cara
hidup masyarakat daerah
Sidoarjo

Bernalar Kritis Mengkreasikan Menyajikan perkembangan
budaya daerah budaya dan nilai – nilai yang
ada melalui penggambaran
visual

c. Tujuan Projek

163

Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

d. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

Pengenalan Pengenalan tentang sosial media.
Mengenal berbagai macam sosial media dan kegunaannyai.
Mengenal etika sosial media.

Kontekstualisasi Peserta didik mengidentifikasi perbedaan aplikasi sosial media yang ada dan banyak di gunakan oleh masyarakat luas.
Peserta didik menganalisis sosial media berdampak pada perubahan bahasa pergauan.
Peserta didik diminta membuat story, feed , dan reels instagram sebagai sarana promosi budaya yang ada di kota Sidoarjo

Membuat story, feed, dan reels di instagram sebagai sarana promosi budaya kota Sidoarjo

Presentasi hasil karya --> Assesmen Formatif.
Aksi

Assesmen sumatif unjuk kebolehan hasil karya "Sidoarjo Sensorium Exhibition".
Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan refleksi dari aksi nyata yang dilakukan.

Refleksi

Menuliskan refleksi mengenai pengetahuan apa saja yang diperoleh selama projek ini.

Tindak Lanjut

e. Pertanyaan Pemantik
1. Apa saja sosial media yang kamu ketahui ?
2. Apa saja sosial media yang kamu pakai dan aktif kamu gunakan sampai sekarang ?
3. Jelaskan pendapatmu mengenai banyaknya penipuan/scam di sosial media ?

164

f. Pelaksanaan Projek
A. Pertemuan ke-1
⮚ Persiapan:
1. Guru mempersiapkan video sosial media
2. Guru menyediakan slide presentasi mengenai sosial media
⮚ Pelaksanaan:
1. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan berupa:
a. Apa saja sosial media yang dipunya?
b. Siapa yang belum berusia <13 tahun?
2. Peserta didik diminta untuk menuliskan sosial media yang mereka punya dan
membuat list tujuan dalam menggunakan sosial media yang mereka punya.
3. Peserta didik diberi penjelasan mengenai sosial media dan cara menggunakan
sosial media dengan aman.
⮚ Materi:
a. Sosial Media
Platform digital yang memfasilitasi penggunanya untuk saling berkomunikasi
atau membagikan konten berupa tulisan, foto, video.
b. Sejarah sosial media
Awal mula terciptanya media sosial sendiri terjadi pada 24 Mei 1844.
Media sosial awalnya adalah serangkaian titik dan garis elektronik yang diketik
pada mesin telegraf. Pada waktu ini juga, Samuel Morse mengirimkan pesan
telegraf untuk kali pertama kepada publik.
Pada sekitar tahun 1980 hingga 1990 berpotensi untuk memperkenalkan
layanan komunikasi online, misalnya seperti CompuServe, America Online, dan
Prodigy. Layanan komunikasi ini berhasil menyediakan kepada pengguna untuk
berinteraksi melalui email, pesan papan buletin, hingga obrolan online realtime.
1997 Six Degrees sendiri merupakan sebuah platform media sosial
pertama yang bisa membuat pengguna untuk saling terhubung dengan kontak
dunia nyata, misalnya seperti membuat profil di dalam database. Setelah itu di
tahun 1999, blog mulai ramai dikembangkan. Sementara itu, berselang beberapa
tahun, platform penerbitan Blogger yang dibuat oleh perusahaan teknologi Pyra
Labs secara resmi dibeli oleh Google pada tahun 2003
Pada tahun 2001, dunia teknologi komunikasi kembali membuat inovasi
dengan menghadirkan sebuah media sosial baru yang bernama Friendster.

165

Selanjutnya, pada tahun 2002, layanan jejaring sosial dari media sosial yang
bernama LinkedIn berhasil menarik perhatian banyak pengguna. Media sosial ini
sendiri didirikan untuk para profesional yang sedang mengembangkan karir.

Masih di media sosial layanan sosial jaringan, Myspace berhasil meluncur
pada tahun 2003 dan berhasil menjadi salah satu situs web yang paling banyak
dikunjungi di planet ini pada tahun 2006. setelah itu munculah banyak sosial media
seperti Facebook, Twitter.
c. Jenis sosial media

Berikut ini adalah berbagai layanan dan jenis media sosial yang sangat
populer di tengah masyarakat, diantaranya yaitu :

1. Layanan blog

2. Layanan jejaring sosial

3. Layanan berbagi media

4. Layanan kolaborasi

5. Layanan forum

d. Fungsi sosial media
Berikut ini merupakan beberapa fungsi media sosial secara umum:
166

1. Memperluas interaksi sosial manusia dengan menggunakan teknologi
internet serta web.

2. Menghasilkan komunikasi dialogis antara banyak orang ( many to many).
3. Melaksanakan transformasi manusia yang tadinya pemakai isi pesan

berganti jadi pesan itu sendiri.
4. Membangun personal branding untuk para pengusaha maupun tokoh

masyarakat.
5. Sebagai media komunikasi antara pengusaha maupun tokoh masyarakat

dengan para pengguna media sosial yang lain.

e. Cara aman menggunakan sosial media
1. Jaga informasi yang bersifat privasi
2. Jaga etika berkomunikasi
3. Bijak memilih teman
4. Jangan asal dalam mengunggah materi
5. Jangan mudah percaya dengan informasi yang didapatkan

⮚ Tugas: Peserta didik membuat infografis tentang aplikasi sosial media yang
mereka install dan pakai sehari-hari dan menuliskan tujuan mereka
menggunakan sosial media tersebut (5 contoh)

B. Pertemuan ke-2

⮚ Persiapan:
1. Guru dan peserta didik masing-masing menyebutkan dampak posifif dan
negatif sosial media.
2. Guru menyediakan materi berupa slide presentasi dan video mengenai etika
sosial media.

⮚ Pelaksanaan:
1. Peserta didik melihat video dan menganalisis etika bersosial media dan
dampak positif negatif dari sosial media.
a. Apakah anda sudah beretika ketika bersosial media ?
b. Bagaimana ciri penipuan/scam di sosial media /
2. Guru menjelaskan positif negatif sosial media, etika bersosial media dan
bijak bersosial media.

⮚ Materi :
A. Etika bersosial media

Etika penggunaan media sosial merupakan tindakan seseorang di media
sosial yang tentunya mempertimangkan nilai baik dan buruknya. Seseorang yang

167

beretika dalam menggunakan media sosial tentunya mencerminkan nilai-nilai
yang baik di masyarakat seperti contohnya saling menghormati dan menghargai
pendapat.

Untuk memastikan bahwa pengguna media sosial dapat beretika dengan
baik, saat ini sudah ada berbagai aturan yang dibuat, seperti Undang-Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dan internet etiquette yang
disingkat menjadi netiquette atau netiket.

Netiket sendiri merupakan aturan dan tata cara yang perlu dipatuhi
dalam komunikasi yang dilakukan melalui internet untuk memastikan bahwa
proses pertukaran informasinya dapat berjalan dengan baik
Dampak positif sosial media

1. Memudahkan komunikasi
2. Memudahkan pencarian informasi
3. Sarana berbisnis / advertisement
4. Sarana hiburan / entertainment
5. Sarana pembelajaran / edukasi
Dampak negatif sosial media
1. mengganggu kesehatan mental "kecanduan dll
2. kecemburuan sosial
3. Pornografi
4. Persebaran informasi palsu

⮚ Tugas: peserta didik menganalisis berbagai macam peristiwa positif dan negatif
sosial media yang mereka gunakan sehari - hari.

168

C. Pertemuan ke-3
⮚ Persiapan :
1. Peserta didik diminta mengkonsep budaya yang akan di promosikan melalui sosial media
mereka masing - masing .
⮚ Pelaksanaan:
1. Guru menjelaskan cara mengkonsep sebuah konten promosi untuk sosial media
2. Guru menjelaskan bahwa setiap jenis konten dalam sosial media itu memiliki rasio /
ukuran yang berbeda - beda

3. Peserta didik melakukan diskusi dengan guru atau sesama teman mengenai konsep yang
mereka buat untuk di posting di sosial media mereka masing - masing.

D. Pertemuan ke-4
⮚ Peserta didik merancang dan membuat konten promosi Sidoarjo sensorium exhibition
⮚ Hasil karya peserta didik disimulasikan terlebih dahulu untuk mendapatkan feedback

g. Assesmen
⮚ Assesmen diagnostik: kuis (pemahaman dalam bentuk pre test)
⮚ Assesmen formatif: menuliskan aplikasi sosial media yang mereka install / gunakan
sehari - hari dan menuliskan tujuan mereka menggunakan sosial media tersebut.
⮚ Assesmen sumatif: Unjuk karya sidoarjo sensorium exhibition.

h. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
mengolah informasi dari internet. Instruksi yang diberikan terkait proyek membuat
presentasi serupa dengan instruksi untuk peserta didik tipikal.
1. Peserta didik CIBI diarahkan untuk menyebutkan macam - macam sosial media yang
mereka ketahui dan menyebutkan fungsi masing - masing sosial media tersebut.
2. Peserta didik menggali informasi dengan memanfaat sumber-sumber rujukan cetak di
perpustakaan sekolah atau sumber-sumber rujukan elektronik di internet. Namun,
sumber-sumber rujukan yang menjadi acuan harus kredibel (dapat dipercaya). Guru
169

mengajarkan dan memberikan contoh mengenai sumber-sumber rujukan yang
kredibel.
3. Setiap anggota kelompok diminta menuliskan apa saja yang harus disajikan dalam
membuat konten promosi
4. Peserta didik kemudian mendiskusikan rancangan, mengolah berbagai informasi dan
ide yang masuk sehingga mencapai kesepakatan tentang bentuk presentasi yang dipilih
dan konten-konten yang akan dicantumkan dalam karya tersebut. Setiap peserta didik
memberikan kontribusi dalam proses pencarian informasi maupun proses pengerjaan
karya tersebut.
i. Refleksi peserta didik dan guru
⮚ Sebelum kegiatan:
1. Apa saja sosial media yang kamu ketahui ?
2. Apa saja etika yang harus di perhatikan saat bersosial media ?
3. Apa saja yang harus di perhatikan saat membuat konten promosi ?
⮚ Sesudah kegiatan:
1. Apa saja yang kamu pelajari setelah melakukan kegiatan ini?
2. Apa kegiatan ini menambah wawasanmu untuk beretika saat bersosial media ?
3. Bagaimana cara membuat konten promosi yang akan di posting di sosial media ?
3. Lampiran
1. Lembar Kerja Peserta Didik
A. Lembar Kerja Peserta Didik 1
Buatlah Inforgrafis tentang sosial media yang kalian install dan gunakan, dan tuliskan alasan
dan tujuan kalian menggunakan sosial media tersebut dalam 5 kalimat per 1 sosial media.

170

B. Lembar Kerja Peserta Didik 2
Buatlah konten promosi budaya kota sidoarjo. seperti gambar di bawah ini
kalian boleh amati, tiru, dan modifikasi.

2. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru

171

https://www.orami.co.id/magazine/dampak-media-sosial
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pekalongan/baca-artikel/14086/Etika-Bermedia-
Sosial.html
https://pgsd.binus.ac.id/2021/08/10/1306/
https://www.zenius.net/blog/etika-dan-
penerapannya#:~:text=Etika%20penggunaan%20media%20sosial%20merupakan,saling%20m
enghormati%20dan%20menghargai%20pendapat.
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-media-sosial/
https://dosenpintar.com/pengertian-media-sosial/
https://www.idntimes.com/tech/gadget/ni-made-vera-yuni-artini/cara-bijak-menggunakan-
media-sosial-c1c2?page=all

3. Glosarium
Platform : tempat untuk menjalankan perangkat lunak
Blog : website berupa media online yang berisi konten dalam bentuk artikel, video, dan foto
yang dikelola oleh seorang blogger atau beberapa penulis sekaligus
Konten : suatu informasi yang tersedia pada produk elektronik
Infografis : media informasi yang disajikan dalam bentuk teks, serta dipadukan dengan
beberapa elemen visual seperti gambar, ilustrasi, grafik, dan tipografi

4. Daftar Pustaka
https://www.orami.co.id/magazine/dampak-media-sosial
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kpknl-pekalongan/baca-artikel/14086/Etika-Bermedia-
Sosial.html
https://pgsd.binus.ac.id/2021/08/10/1306/
https://www.zenius.net/blog/etika-dan-
penerapannya#:~:text=Etika%20penggunaan%20media%20sosial%20merupakan,saling%20m
enghormati%20dan%20menghargai%20pendapat.
https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-media-sosial/
https://dosenpintar.com/pengertian-media-sosial/
https://www.idntimes.com/tech/gadget/ni-made-vera-yuni-artini/cara-bijak-menggunakan-
media-sosial-c1c2?page=all

172

173


Click to View FlipBook Version