The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yannuar.lesmana, 2022-08-05 03:52:30

ALL MODUL 2 KEARIFAN LOKAL

ALL MODUL 2 KEARIFAN LOKAL

4. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
c. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
3. Berkebinekaan global
4. Bernalar kritis

d. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

e. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
4. Mengenal dan menghargai budaya daerah
5. Melestarikan budaya daerah
6. Mengkreasikan budaya daerah

d. Subelemen nilai-nilai RAISE
3. Respect : Menghargai dan melestarikan
4. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Fase Aktivitas terkait
Pelajar Pancasila D (SMP) 1,2,3,5,6,7,8,9
2,3,5,6,7,8,9
Mengenal dan Mengidentifikasi budaya
menghargai budaya daerah Sidoarjo yang 10,11,12,13,14,15,16
menjadi identitas nilai – nilai
daerah yang ada di masyarakat

Berkebinekaan Menganalisis perkembangan
Global budaya dan nilai – nilai di
masyarakat daerah Sidoarjo
Melestarikan budaya dan dampaknya dalam cara
daerah hidup masyarakat daerah
Sidoarjo

Bernalar Kritis Mengkreasikan Menyajikan perkembangan
budaya daerah budaya dan nilai – nilai yang
ada melalui penggambaran
visual

97

e. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

f. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

•Pengenalan tentang Sidoarjo.
•Eksplorasi kenampakan fisik di Sidoarjo

Pengenalan

•Peserta didik mengamati ke khas an region di Sidoarjo
•Peserta didik mengamati produk lokal yang terkenal di Sidoarjo
Kontekstualisasi •Menjelaskan kenapa Sidoarjo sesuai untuk tambak garam

• Mencari informasi mengenai syarat-syarat yang diperlukan untuk tambak garam
Aksi

•Menganalisa daerah yang sesuai untuk tambak garam

Refleksi

•Menganalisa penggunaan garam selain sebagai garam dapur.
Tindak Lanjut

g. Pertanyaan Pemantik
1. Apa produk local yang identik dengan Sidoarjo?
2. Apakah Sidoarjo memiliki tambak garam?
3. Bagaimana garam dibuat?
4. Kenapa Sidoarjo sesuai untuk tambak garam?
5. Bagaimana cara mengelola tambak garam dengan baik?

98

h. Pelaksanaan Projek
E. Pertemuan ke-1

➢ Persiapan :
1. Guru melakukan assesmen diagnostik terlebih dahulu
2. Guru menyediakan slide presentasi mengenai karakteristik fisik Sidoarjo.
➢ Pelaksanaan:

1. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan berupa:
a. Apa produk local yang identik dengan Sidoarjo?
b. Apakah Sidoarjo memiliki tambak garam?
c. Bagaimana garam dibuat?
d. Kenapa Sidoarjo sesuai untuk tambak garam?
e. Bagaimana cara mengelola tambak garam dengan baik?

2. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan hasil
pembahasan secara bersama.

3. Peserta didik diberi penjelasan mengenai bagaimana karakteristik geografis suatu daerah akan
mempengaruhi produk khas daerah tersebut.

➢ Materi :
a. Pengenalan tentang karakteristik geografis Sidoarjo.
b. Pengenalan tentang tambak garam

➢ Tugas : Peserta didik menganalisis tentang kesesuaian karakteristik geografis Sidoarjo
dengan tambak garam.

F. Pertemuan ke-2

➢ Persiapan :

1. Peserta didik diminta untuk menganalisa proses pembuatan garam

2. Peserta didik mempraktikan proses distilasi sederhana

➢ Pelaksanaan:

1. Guru menjelaskan bagaimana lokasi Sidoarjo mendukung untuk tambak garam

2. Guru menjelaskan tentang proses pembuatan garam dengan proses distilasi

3. Peserta didik melakukan diskusi dengan tentang proses pembuatan garam mengenai

kebersihan, dll. Pertanyaan pemandu :

a. Darimana asal air yang didistilasi untuk pembuatan garam?

b. Proses apa saja yang dilalaui garam untuk bisa dikonsumsi?

c. Apa saja pemanfaatan garam selain digunakan sebagai garam dapur?

4. Peserta didik membuat infografik penggunaan garam secara sederhana dan

menyampaikannya di kelas.

G. Pertemuan ke-3

99

➢ Peserta didik produk tertentu menggunakan garam dengan kolaborasi dengan mata
pelajaran lainnya.

➢ Peserta didik merancang dan melakukan pameran ” Sidoarjo Sensorium Exhibition”
➢ Hasil karya peserta didik disimulasikan terlebih dahulu untuk mendapatkan feedback

i. Assesmen
➢ Assesmen diagnostik: kuis (pemahaman dalam bentuk pre test)
➢ Assesmen formatif: Proses penyampaian ide penggunaan garam kreatif
➢ Asesment sumatif: Penilaian terhadap infografik

j. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
mencari ide penggunaan garam secara kreatif. Instruksi yang diberikan terkait proyek
membuat presentasi serupa dengan instruksi untuk peserta didik tipikal.
a. Peserta didik CIBI diarahkan untuk mendiskusikan pemanfaatan garam secara kreatif
dan bernilai ekonomis di Sidoarjo. Jelaskan pendapatmu mengapa kegiatan tersebut
bernilai kreatif dan ekonomis.
b. Peserta didik menggali informasi dengan memanfaat sumber-sumber rujukan cetak di
perpustakaan sekolah atau sumber-sumber rujukan elektronik di internet. Namun,
sumber-sumber rujukan yang menjadi acuan harus kredibel (dapat dipercaya). Guru
mengajarkan dan memberikan contoh mengenai sumber-sumber rujukan yang
kredibel.
c. Setiap anggota kelompok diminta menuliskan informasi-informasi atau ide-ide
penting yang mereka temukan secara mandiri terlebih dahulu. Peserta didik kemudian
akan menyampaikan atau mempresentasikan temuan atau ide tersebut dengan anggota
kelompok yang lain.
d. Peserta didik kemudian mendiskusikan rancangan, mengolah berbagai informasi dan
ide yang masuk sehingga mencapai kesepakatan tentang bentuk presentasi yang dipilih
dan konten-konten yang akan dicantumkan dalam karya tersebut. Setiap peserta didik
memberikan kontribusi dalam proses pencarian informasi maupun proses pengerjaan
karya tersebut.

k. Refleksi peserta didik dan guru

100

➢ Sebelum kegiatan:

4. Kenapa Sidoarjo cocok untuk tambak garam?

5. Faktor apa yang berpengaruh terhadap kesesuaian lahan tambak garam?

➢ Sesudah kegiatan:

4. Apakah nilai manfaat tambak garam bagi penduduk Sidoarjo?

5. Lampiran

9. Lembar Kerja Peserta Didik

D. Lembar Kerja Peserta Didik 1

Membuat infografik sederhana mengenai rencana pengolahan produk kreatif menggunakan

garam.

Nama Kreatifitas Desain Presentasi Penggunaan

bahasa

10. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru
https://kkp.go.id/djprl/jaskel/artikel/17505-kriteria-penentuan-lokasi-lahan-produksi-garam-
di-indonesia
https://kumparan.com/kumparanbisnis/5-faktor-yang-mempengaruhi-proses-produksi-
garam-lokal
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/12594/1/FAKTOR-
FAKTOR%20YANG%20MEMPENGARUHI%20TINGKAT.pdf
http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_702923976767.p
df
https://id.wikipedia.org/wiki/Distilasi

11. Glosarium
Garam adalah senyawa kimia yang komponen utamanya berupa natrium klorida dan dapat mengandung
unsur lain, seperti magnesium, kalsium, besi, dan kalium dengan bahan tambahan atau tanpa bahan
tambahan iodium.

Distilasi adalah proses pemisahan suatu campuran yang didasarkan pada perbedaan titik didih dan
tekanan uap yang cukup signifikan.

12. Daftar Pustaka

101

https://kkp.go.id/djprl/jaskel/artikel/17505-kriteria-penentuan-lokasi-lahan-produksi-garam-di-
indonesia
https://kumparan.com/kumparanbisnis/5-faktor-yang-mempengaruhi-proses-produksi-garam-lokal
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/12594/1/FAKTOR-
FAKTOR%20YANG%20MEMPENGARUHI%20TINGKAT.pdf
http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_artikel_abstrak/Isi_Artikel_702923976767.pdf
https://id.wikipedia.org/wiki/Distilasi

102

ECONOMIC AND WORLD HISTORY

103

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Sherly Kristyana Putri S.Pd, Economic and World History, SMP Kristen Petra Acitya
2. Ratri Herda Ferdiani Theofil, S.Pd., Economic and World History, SMP Kristen Petra

Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana
e-module, kertas, alat tulis, internet, laptop/gadget

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek
Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.

Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah

104

Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
1. Berkebinekaan global
2. Bernalar kritis

b. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
a. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
1. Mengenal dan menghargai budaya daerah
2. Melestarikan budaya daerah
3. Mengkreasikan budaya daerah

b. Subelemen nilai-nilai RAISE
1. Respect : Menghargai dan melestarikan
2. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Fase Aktivitas terkait
Pelajar Pancasila D (SMP)

Mengenal dan Mengidentifikasi budaya 1,2,3,5,6,7,8,9
menghargai budaya daerah Sidoarjo yang menjadi 2,3,5,6,7,8,9
identitas nilai – nilai yang ada
daerah di masyarakat

Berkebinekaan Menganalisis perkembangan
Global budaya dan nilai – nilai di
masyarakat daerah Sidoarjo
Melestarikan budaya dan dampaknya dalam cara
daerah hidup masyarakat daerah
Sidoarjo

105

Bernalar Kritis Mengkreasikan budaya Menyajikan perkembangan 10,11,12,13,14,15,16
daerah budaya dan nilai – nilai yang
ada melalui penggambaran
visual

c. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

d. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

Pengenalan Pengenalan tentang kegiatan ekonomi di daerah sidoarjo dengan cara guru memberikan data hasil pangan daerah Sidoarjo
Guru menampilakan data BPS mengenai Produksi, Konsumsi dan distribusi tentang hasil pangan Sidoarjo.

Peserta didik mengidentikasi dan menganalisis mana produksi, distribusi dan konsumsi yang lebih menonjol pada hasil pangan di
Sidoarjo.
Kontekstualisasi

Peserta didik menuju tempat pengolahan telur asin untuk memberikan wawasan tentang komoditas unggulan sidoarjo dan produksi
telur asin di Sidoarjo.
Aksi

Assesmen sumatif unjuk kebolehan hasil karya "Sidoarjo Sensorium Exhibition" dengan peserta didik membuat laporan berupa
infografis mengenai hasil analisis produksi, distribusi dan konsumsi.

Refleksi

Peserta didik mempresentasikan laporan berupa infografis yang peserta didik buat secara kelompok.

Tindak Lanjut

106

e. Pertanyaan Pemantik
1. Mengapa produksi, konsumsi dan distribusi saling berkaitan?
2. Berikan pendapatmu mengenai kegiatan ekonomi yang berada didaerah Sidoarjo?
3. Faktor apa saja yang menyebabkan sebuah produksi meningkat dan menjadi komoditi
utama di suatu daerah?

f. Pelaksanaan Projek
A. Pertemuan ke-1

⮚ Persiapan :
1. Guru melakukan assesmen diagnostik terlebih dahulu
2. Guru menyediakan slide presentasi mengenai motif, prinsip dan tindakan ekonomi.
3. Guru sudah mempelajari tentang mengenai motif, prinsip dan tindakan ekonomi.
⮚ Pelaksanaan:
1. Guru dapat memberikan pertanyaan berupa:

Mengapa produksi, konsumsi dan distribusi saling berkaitan?

2. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan hasil
pembahasan secara bersama.

3. Peserta didik diberi penjelasan mengapa mengenai produksi, konsumsi dan distribusi saling
berkaitan

⮚ Materi :
a. Pengenalan tentang motif, prinsip dan tindakan ekonomi.

⮚ Tugas : Peserta didik diberi tugas mengenai mengenai produksi, konsumsi dan
distribusi saling berkaitan

B. Pertemuan ke-2
⮚ Persiapan :

1. Guru menyediakan slide presentasi mengenai kegiatan ekonomi di daerah Sidoarjo.
2. Guru sudah mempelajari tentang kegiatan ekonomi di daerah Sidoarjo.
⮚ Pelaksanaan:

1. Guru dapat memberikan pertanyaan berupa:
Berikan pendapatmu mengenai kegiatan ekonomi yang berada didaerah Sidoarjo?

2. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan
hasil pembahasan secara bersama.

3. Peserta didik diberi penjelasan mengenai kegiatan ekonomi yang berada didaerah
Sidoarjo.

107

⮚ Materi :

Pengenalan tentang motif, prinsip dan tindakan ekonomi.

⮚ Tugas : Peserta didik diberi tugas memberi pendapat mengenai kegiatan ekonomi yang
berada didaerah Sidoarjo.

C. Pertemuan ke-3

⮚ Persiapan :

1. Guru menyediakan slide presentasi mengenai faktor apa saja yang menyebabkan sebuah
produksi meningkat dan menjadi komoditas utama di suatu daerah.

2.. Guru sudah mempelajari tentang faktor apa saja yang menyebabkan sebuah produksi meningkat
dan menjadi komoditi utama di suatu daerah.

⮚ Pelaksanaan:

1. Guru dapat memberikan pertanyaan berupa:

Faktor apa saja yang menyebabkan sebuah produksi meningkat dan menjadi komoditi utama di
suatu daerah?

2. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan hasil
pembahasan secara bersama.

3. Peserta didik diberi penjelasan faktor apa saja yang menyebabkan sebuah produksi meningkat dan
menjadi komoditi utama di suatu daerah.

⮚ Materi :

a. Faktor apa saja yang menyebabkan sebuah produksi meningkat dan menjadi komoditi utama di
suatu daerah.

⮚ Tugas : Peserta didik diberi tugas menganalisis faktor apa saja yang menyebabkan sebuah
produksi meningkat dan menjadi komoditi utama di suatu daerah dan memberikan
contohnya.

D. Pertemuan ke-4

⮚ Persiapan :
Peserta didik melakukan survey mengenai telur asin sebagai komoditi unggulan Sidoarjo

⮚ Pelaksanaan:

108

Pembicara memberi penjelasan mengenai ”Komoditi Unggulan Sidoarjo”

⮚ Materi :
Komoditas Unggulan Sidoarjo

⮚ Tugas : Peserta didik diberi tugas membuat laporan berupa infografis mengenai hasil
analisis produksi, distribusi dan konsumsi dan mempersiapkan presentasi laporan
berupa infografis yang peserta didik buat secara kelompok.

g. Assesmen
● Assesmen diagnostik: kuis (pemahaman dalam bentuk pre test)
● Assesmen sumatif: Unjuk karya kebolehan memasak dalam bentuk video

h. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
menginvestigasi berbagai macam gangguan malnutrisi. Instruksi yang diberikan terkait
proyek membuat presentasi serupa dengan instruksi untuk peserta didik tipikal.

1. Peserta didik CIBI diarahkan untuk mendiskusikan bentuk kegiatan ekonomi dalam
kehidupan sehari – hari. Jelaskan pendapatmu mengapa kegiatan itu bisa terjadi?
Bagaimana cara membedakan kegiatan-kegiatan tersebut dalam dunia nyata melalui salah
satu contoh studi kasus?

2. Peserta didik menggali informasi dengan memanfaat sumber-sumber rujukan cetak di
perpustakaan sekolah atau sumber-sumber rujukan elektronik di internet. Namun,
sumber-sumber rujukan yang menjadi acuan harus kredibel (dapat dipercaya). Guru
mengajarkan dan memberikan contoh mengenai sumber-sumber rujukan yang
kredibel.

3. Setiap anggota kelompok diminta menuliskan informasi-informasi atau ide-ide
penting yang mereka temukan secara mandiri terlebih dahulu. Peserta didik kemudian
akan menyampaikan atau mempresentasikan temuan atau ide tersebut dengan anggota
kelompok yang lain.

4. Peserta didik kemudian mendiskusikan rancangan, mengolah berbagai informasi dan
ide yang masuk sehingga mencapai kesepakatan tentang bentuk presentasi yang dipilih
dan konten-konten yang akan dicantumkan dalam karya tersebut. Setiap peserta didik
memberikan kontribusi dalam proses pencarian informasi maupun proses pengerjaan
karya tersebut.

109

i. Refleksi peserta didik dan guru
⮚ Sebelum kegiatan:
1. Apakah yang dimaksud dengan kegiatan ekonomi?
2. Apa kamu bisa merasakan kegiatan ekonomi disekitarmu?
⮚ Sesudah kegiatan:
1. Apa yang kamu rasakan setelah melakukan kegiatan ini?
2. Apa yang membedakan kegiatan ekonomi dengan kegiatan lain disekitarmu?

3. Lampiran
1. Lembar Kerja Peserta Didik
A. Lembar Kerja Peserta Didik 1
Membuat laporan berupa infografis mengenai hasil analisis produksi, distribusi dan konsumsi.

2. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/komoditas

https://journal.lppmunindra.ac.id
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=kegiatan+ekonopmi&btnG=
http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141415/
http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=817203&val=6028&title=Peran%20masy
arakat%20dalam%20pengelolaan%20ekominawisata%20pulau%20Lusi%20kabupaten%20Sidoarjo

3. Glosarium
Komoditas adalah barang dagangan utama.

Infografis adalah Infografis berasal dari kata Infographics dalam Bahasa Inggris yang merupakan
singkatan dari Information + Graphics adalah bentuk visualisasi data yang menyampaikan informasi
kompleks kepada pembaca agar dapat.

110

4. Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Bandeng

https://journal.lppmunindra.ac.id
https://scholar.google.com/scholar?hl=id&as_sdt=0%2C5&q=kegiatan+ekonopmi&btnG=
http://repository.ub.ac.id/id/eprint/141415/
http://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php?article=817203&val=6028&title=Peran%20masy
arakat%20dalam%20pengelolaan%20ekominawisata%20pulau%20Lusi%20kabupaten%20Sidoarjo

111

SENI BUDAYA

112

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Bertha Karyahastana S.Ars., Visual Art, SMP Kristen Petra Acitya
2. Nikolas Rigel Aurigaetama S.Pd., Seni Musik, SMP Kristen Petra Acitya
3. Maria Cendhika Wening Galih S.Ds., Art and Craft, SMP Kristen Petra Acitya

4. Melia Santoso S.Pd., Seni Tari, SMP Kristen Petra Acitya
5. Yoanda Anestine Ratu Cantya S.Pd., Seni Drama, SMP Kristen Petra Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana
e-module, internet, laptop/gadget, google sheet

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek
Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah

113

Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
1. Berkebinekaan global
2. Bernalar kritis

b. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
1. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
1. Mengenal dan menghargai budaya daerah
2. Melestarikan budaya daerah
3. Mengkreasikan budaya daerah

2. Subelemen nilai-nilai RAISE
1. Respect : Menghargai dan melestarikan
2. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Aktivitas terkait
Pelajar Fase D (SMP) 1,2,3,5,6,7,8,9
2,3,5,6,7,8,9
Pancasila Mengenal dan Mengidentifikasi budaya 114
menghargai budaya daerah Sidoarjo yang
Berkebinekaan menjadi identitas nilai –
Global daerah nilai yang ada di
masyarakat

Melestarikan budaya Menganalisis
daerah perkembangan budaya
dan nilai – nilai di
masyarakat daerah
Sidoarjo dan dampaknya
dalam cara hidup

Bernalar Kritis Mengkreasikan masyarakat daerah 10,11,12,13,14,15,16
budaya daerah Sidoarjo

Menyajikan
perkembangan budaya
dan nilai – nilai yang ada
melalui penggambaran
visual

3. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

4. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

•5W1H proyek Sidoarjo Sensorium Exhibition
Pengenalan •timeline pengerjaan proyek

(pertemuan I)

•Peran seni rupa, seni musik, seni tari dan seni drama dalam proyek Sidoarjo Sensorium
Kontekstualisasi Exhibition

(pertemuan II-V)

•Kerja kelompok penyusunan konsep proyek
Aksi •Presentasi konsep kelompok

(pertemuan VI)

•Mendapatkan feedback dari guru pengajar

Refleksi
(pertemuan VI)

•Menyusun langkah strategis penyelesaian proyek berdasarkan feedback yang didapat
Tindak Lanjut •Pelaksanaan proyek Sidoarjo Sensorium Exhibition

(pertemuan VI-
VII)

115

Adapun alur kontekstualisasi peran seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni drama
adalah sebagai berikut:
1. Seni Rupa

•diskusi pembuka
Mengamati •mencermati dan mengkritisi berbagai macam pameran sekolah

•pengantar detail teknis pameran

Mendefinisikan

•kerja kelompok menggagas pameran
Menggagas

•presentasi awal gagasan desain
•mendapatkan feedback dari guru pengajar
Memilih •eksekusi proyek

•mendapatkan evaluasi dari pengunjung pameran
•pengumuman proyek terbaik sesuai tema
Merefleksikan •refleksi pribadi

2. Seni Drama

•mencari hal yang istimewa dari Sidoarjo
Temukan

•pengenalan drama musikal
•menceramati dan mengkritisi cara pembguatan drama musikal yang menarik
Bayangkan

•Kerja kelompok dan berlatih drama musikal
Lakukan

•Pementasan drama musikal
Bagikan

116

3. Seni Tari

•diskusi pembuka
•mencermati karya tari daerah khas Sidoarjo
Mengamati

•ciri khas karya tari daerah khas Sidoarjo
•detail teknis pertunjukan tari daerah

Mendefinisikan

•kerja kelompok menggagas pertunjukan tari daerah
Menggagas

Memilih •presentasi awal gagasan pertunjukan seni tari daerah
•mendapatkan feedback dari guru pengajar
•eksekusi proyek pertunjukan

•mendapatkan evaluasi dari penonton pertunjukan
•pengumuman proyek terbaik sesuai tema
Merefleksikan •refleksi pribadi

5. Pertanyaan Pemantik
1. Bagaimana cara melestarikan budaya agar tidak punah?
2. Apa yang menjadikan remaja masa kini lebih menyukai budaya luar dibanding dengan
budaya lokal?

6. Pelaksanaan Projek
A. Pertemuan ke-1 (Pengenalan)

➢ Persiapan:
1. Guru menentukan detail teknis proyek, skema penilaian dan timeline
pengerjaan proyek
2. Guru mempersiapkan dan mempelajari materi (5W1H Proyek Sidoarjo
Sensorium Exhibition) dan presensi pembagian kelompok sebelum memulai
pembelajaran
3. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang seimbang

117

➢ Pelaksanaan:
4. Guru dan siswa mendiskusikan pertanyaan pemantik
5. Guru memaparkan materi 5W1H Sidoarjo Sensorium Exhibition
6. Guru dan siswa mendiskusikan detail teknis pengerjaan proyek, skema
penilaian dan timeline pengerjaan proyek

➢ Materi: 5W1H Proyek Sidoarjo Sensorium Exhibition (Later belakang dan lingkup
pengerjaan proyek, pembagian kelompok, skema penilaian dan timeline pengerjaan
proyek)

•diskusi pembuka
Mengama •mencermati dan mengkritisi berbagai macam pameran sekolah

ti

•pengantar detail teknis pameran

Mendefinisika
n

Menggag •kerja kelompok menggagas pameran
as

•presentasi awal gagasan desain

•mendapatkan feedback dari guru pengajar
Memilih •eksekusi proyek

•mendapatkan evaluasi dari pengunjung pameran

Merefleksik •pengumuman proyek terbaik sesuai tema
an
•refleksi pribadi

B. Pertemuan ke-2 (Kontekstualisasi proyek Seni Rupa)
➢ Persiapan:
1. Guru menentukan detail teknis proyek, skema penilaian dan timeline
pengerjaan proyek
2. Guru mempersiapkan dan mempelajari materi (Pameran Sensorium Exhibition)
dan presensi pembagian kelompok sebelum memulai pembelajaran
3. Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok yang seimbang
➢ Pelaksanaan:
1. Guru menyajikan video ragam pameran sekolah
2. Guru dan siswa mendiskusikan pameran sekolah yang kontekstual dengan
generasi masa kini
3. Guru dan siswa mendiskusikan detail teknis pengerjaan proyek, skema
penilaian dan timeline pengerjaan proyek
4. Siswa berdiskusi kelompok untuk memaparkan konsep pameran

118

➢ Materi: Pameran Sensorium Exhibition (Later belakang dan lingkup pengerjaan
proyek, pembagian kelompok, skema penilaian dan timeline pengerjaan proyek)

C. Pertemuan ke-3 (Kontekstualisasi proyek Seni Musik)

D. Pertemuan ke-4 (Kontekstualisasi proyek Seni Drama)
➢ Persiapan:
1. Guru mempersiapkan dan mempelajari slide presentasi materi (budaya Sidoarjo
& drama musical) dan presensi pembagian kelompok sebelum memulai
pembelajaran
2. Guru mempersiapkan contoh naskah dalam pembuatan sebuah drama
musikal
3. Guru mempersiapkan contoh drama musikal
➢ Pelaksanaan:
1. Guru mempresentasikan slide presentasi mengenai Sidoarjo
2. Guru menanyakan hal istimewa apa saja yang ada di Sidoarjo, yang belum
dimasukkan dalam slide presentasi (peserta didik diperbolehkan melihat
internet)
3. Guru memutarkan contoh drama musikal
4. Guru dan siswa mendiskusikan hal hal yang membuat drama musical menjadi
menarik dan tidak membosankan
5. menerangkan materi drama musikal (naskah)
6.
➢ Materi: Pengenalan akan keistimewaan budaya Sidoarjo dan langkah-langkah
dalam membuat naskah drama (peserta didik bebas memilih topik apa saja yang
berkaitan dengan Sidoarjo)
7. Guru mulai membagikan dan menjelaskan mengenai tugas yang akan dibuat
oleh dua kelompok besar dalam satu kelas
➢ Tugas:
a. Setiap kelompok berdiskusi dalam membuat naskah drama musikal mengenai
sesuatu yang istimewa dari Sidoarjo
b. Setiap kelompok berdiskusi mengenai musik dan tarian apa yang akan mereka
gunakan dalam drama musikal

119

E. Pertemuan ke-5 (Kontekstualisasi proyek Seni Tari)

F. Pertemuan ke-6 (Aksi & Relfeksi)
➢ Persiapan:
1. Guru mempersiapkan presensi sebelum memulai pembelajaran
➢ Pelaksanaan:
1. Peserta didik berkumpul bersama kelompoknya untuk kembali berdiskusi
2. Perwakilan dari kelompok dapat mempresentasikan konsep proyek Sidoarjo
Sensorium Exhibition
3. Guru memberikan feedback dari presentasi konsep proyek
4. Guru memeriksa kelengkapan pertunjukan dan pemeran dari setiap
kelompok
5. Setiap kelompok dapat mencoba latihan di panggung & venue pameran
➢ Tugas: Persiapan untuk proyek Sidoarjo Sensorium Exhibition

G. Pertemuan ke-7 (Tindak Lanjut)
➢ Persiapan:
1. Guru membantu hal-hal yang diperlukan setiap kelompok
➢ Pelaksanaan: Setiap kelompok menampilkan proyek Sidoarjo Sensorium
Exhibition

7. Assesmen
➢ Assesmen diagnostik: Diskusi kelas
➢ Assesmen formatif: Diskusi kelompok
➢ Assesmen sumatif: Unjuk karya sidoarjo sensorium exhibition

8. Refleksi peserta didik dan guru
➢ Sebelum kegiatan:
1. Apa yang kamu ketahui tentang Sidoarjo?
2. Apa itu drama musikal?
3. Bagaimana cara membuat naskah drama yang tepat?
4. Bagaimana cara membuat drama musikal yang tidak membosankan?

Sesudah kegiatan:
5. Apa saja yang kamu pelajari setelah melakukan kegiatan ini?

120

3. Lampiran

1. Lembar Kerja Peserta Didik

E. Lembar Kerja Peserta Didik 1

SIDOARJO KOSTUM MUSIK TARI

2. Daftar Pustaka
https://tirto.id/pengertian-drama-musikal-sebagai-seni-teater-unsur-ciri-cirinya-glrj
https://www.mapel.id/seni-teater/
https://www.kompas.com/skola/read/2021/12/20/080000669/menulis-teks-drama-dan-
pementasannya?page=all
https://rencanamu.id/post/how-to/4-langkah-menulis-naskah-film-yang-baik-bagi-pemula
https://penerbitdeepublish.com/pengertian-naskah/

121

ART AND CRAFT

122

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Maria Cendhika Wening Galih, S.Ds., Art and Craft, SMP Kristen Petra Acitya

2. Bertha Karyahastana, S.Ars., Art and Craft, SMP Kristen Petra Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana
e-module, internet, laptop/gadget, alat tulis, gunting, lem, bahan untuk menghias

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek
Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah

123

Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
1. Berkebinekaan global
2. Bernalar kritis

b. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
a. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
1. Mengenal dan menghargai budaya daerah
2. Melestarikan budaya daerah
3. Mengkreasikan budaya daerah

b. Subelemen nilai-nilai RAISE
1. Respect : Menghargai dan melestarikan
2. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Fase Aktivitas terkait
Pelajar Pancasila D (SMP)

Berkebinekaan Mengenal dan Mengidentifikasi budaya 1,2,3,5,6,7,8,9
Global menghargai budaya daerah Sidoarjo yang 2,3,5,6,7,8,9
menjadi identitas nilai –
daerah nilai yang ada di masyarakat

Melestarikan budaya Menganalisis perkembangan
daerah budaya dan nilai – nilai di
masyarakat daerah Sidoarjo
dan dampaknya dalam cara

124

Bernalar Kritis Mengkreasikan hidup masyarakat daerah 10,11,12,13,14,15,16
budaya daerah Sidoarjo

Menyajikan perkembangan
budaya dan nilai – nilai yang
ada melalui penggambaran
visual

c. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

d. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

Pengenalan Pengenalan tentang kemasan
Pengenalan tentang elemen desain dan aspek desain kemasan
Eksplorasi desain kemasan

Peserta didik berdiskusi dalam kelompok untuk membuat sketsa layout desain dan informasi apa saja yang ada di dalam
kemasan

Kontekstualisas Peserta didik mengeksplor cara membuat kemasan telur asin melalui youtube
i

Peserta didik membuat sketsa desain kemasan --> Assesmen Formatif.
Aksi Peserta didik membuat kemasan untuk telur asin (tugas foodtech)

Refleksi Assesmen sumatif unjuk kebolehan hasil karya "Sidoarjo Sensorium Exhibition".
Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan refleksi dari aksi nyata yang dilakukan.

Menuliskan refleksi mengenai pengetahuan apa saja yang diperoleh selama projek ini.

Tindak Lanjut

125

e. Pertanyaan Pemantik
1. Apa yang kalian ketahui tentang desain kemasan?
2. Desain kemasan seperti apa yang menarik bagi konsumen?
3. Bagaimana pendapat kalian tentang desain kemasan pada makanan khas Sidoarjo?

f. Pelaksanaan Projek
A. Pertemuan ke-1
⮚ Persiapan:
1. Guru melakukan assesmen diagnostik terlebih dahulu
2. Guru menyediakan slide presentasi mengenai desain kemasan
3. Guru sudah mempelajari tentang ragam desain kemasan dan bahan kemasan yang
aman untuk produk makanan.
⮚ Pelaksanaan:
1. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan berupa:
a. Desain kemasan seperti apa yang menarik bagi konsumen?
b. Bahan kemasan apa yang aman digunakan pada produk makanan?
2. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan
hasil pembahasan secara bersama.
3. Peserta didik diberi penjelasan mengenai desain kemasan dan aspek-aspek yang
menentukan daya tarik produk.
⮚ Materi:
1. Pengenalan tentang desain kemasan yang baik

2. Pengenalan akan material yang aman bagi produk makanan

⮚ Tugas: Peserta didik melakukan perbandingan desain kemasan produk olahan khas
Sidoarjo dan produk kemasan makanan ringan masa kini

B. Pertemuan ke-2
⮚ Persiapan:
1. Guru menyiapkan gambar dan video tutorial sebagai contoh ide desain kemasan
⮚ Pelaksanaan:

1. Peserta didik brainstorming ide desain kemasan untuk telur asin (tugas foodtech)
2. Peserta didik mendiskusikan hasil ide desain dan mendata kebutuhan alat dan

bahan kerajinan tangan

126

3. Peserta didik membuat layout desain dan info yang akan diletakkan pada
kemasan

⮚ Tugas: peserta didik harus membuat sketsa gambar layout desain kemasan
beserta kebutuhan alat dan bahannya

C. Pertemuan ke-3
⮚ Persiapan :

1. Guru menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
⮚ Pelaksanaan:
1. Peserta didik membuat kerajinan tangan sesuai dengan hasil sketsa yang telah

dibuat
⮚ Tugas: peserta didik membuat kemasan untuk telur asin

g. Assesmen
⮚ Asesmen diagnostik: kuis pemahaman dalam bentuk pre test
⮚ Asesmen sumatif: Unjuk karya ‘Sidoarjo Sensorium Exhibition’

h. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
mencari gambar ide desain di internet. Kemudian peserta didik akan membuat
desain kemasan secara mandiri.

i. Refleksi peserta didik dan guru
⮚ Sebelum kegiatan:

1. Jelaskan pendapatmu tentang desain kemasan produk olahan khas Sidoarjo!
2. Bagaimana membuat desain kemasan yang menarik untuk produk olahan khas

Sidoarjo?
⮚ Sesudah kegiatan:

1. Apa saja yang kamu pelajari setelah melakukan kegiatan ini?
2. Apa kegiatan ini menambah wawasanmu tentang desain kemasan?
3. Apakah kemasan yang telah dibuat dapat menambah value produk?

127

3. Lampiran

1. Lembar Kerja Peserta Didik

Kelompok Alat dan Bahan Hasil Sketsa Keterangan

2. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru
https://www.soocadesign.com/blog/5-fungsi-desain-kemasan-produk/
http://ocw.upj.ac.id/files/Handout-VCD-306-VCD-306-DESAIN-PAMERAN-
Exhibiton-Design.pdf
https://www.jurnal.id/id/blog/desain-produk-berperan-menarik-minat/
https://www.ekrut.com/media/desain-produk

3. Glosarium

4. Daftar Pustaka
https://repo.isi-dps.ac.id/1077/1/Desain_Kemasan_Produk.pdf
http://ocw.upj.ac.id/files/Handout-VCD-306-VCD-306-DESAIN-PAMERAN-
Exhibiton-Design.pdf

128

URBAN FARMING

129

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Drh. Ellen Wahyuningtyas. Urban Farming, SMP Kristen Petra Acitya
2. Priskala Leoruslina, S.Pd., Urban Farming, SMP Kristen Petra Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana
e-module, kertas, alat tulis, internet, laptop/gadget

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek
Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah

130

Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
1. Berkebinekaan global
2. Bernalar kritis

b. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
a. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
1. Mengenal dan menghargai budaya daerah
2. Melestarikan budaya daerah
3. Mengkreasikan budaya daerah

b. Subelemen nilai-nilai RAISE
1. Respect : Menghargai dan melestarikan
2. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Fase D Aktivitas terkait
Pelajar Pancasila (SMP)

Mengenal dan Mengidentifikasi budaya 1,2,3,5,6,7,8,9
menghargai budaya daerah Sidoarjo yang menjadi 2,3,5,6,7,8,9
identitas nilai – nilai yang ada
daerah di masyarakat

Berkebinekaan Menganalisis perkembangan
Global budaya dan nilai – nilai di
masyarakat daerah Sidoarjo
Melestarikan budaya dan dampaknya dalam cara
daerah hidup masyarakat daerah
Sidoarjo

131

Bernalar Kritis Mengkreasikan budaya Menyajikan perkembangan 10,11,12,13,14,15,16
daerah budaya dan nilai – nilai yang
ada melalui penggambaran
visual

c. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

d. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

Pengenalan Pengenalan ternak unggas.

Eksplorasi peternakan unggas dengan cara guru menayangkan artikel atau video mengenai studi tour pada peternakan unggas
terdekat.

Kontekstualisasi Peserta didik mengidentifikasi cara beternak unggas yang baik dan benar
Peserta didik menganalisis kesehatan dan kebutuhan vaksin unggas

Studi tour ke peternakan unggas secara virtual
Aksi

Refleksi Assesmen sumatif unjuk kebolehan hasil karya "Sidoarjo Sensorium Exhibition"
Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan refleksi dari studi tour yang dilaksanakan

Tanya jawab tentang pengetahuan peternakan unggas yang sudah diberikan melalui studi tour virtual

Tindak Lanjut

132

e. Pertanyaan Pemantik
1. Bagaimana cara beternak unggas baik supaya menghasilkan kualitas telur yang bagus?
2. Berikan pendapatmu apakah bebek juga memerlukan vaksinasi dan vitamin seperti
manusia?

f. Pelaksanaan Projek
⮚ Persiapan :
1. Guru melakukan assesmen diagnostik terlebih dahulu

⮚ Pelaksanaan:
1. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan berupa:

a. Apa saja jenis unngas petelur yang kalian ketahui?
b. Bagaimana manajemen kandang yang bagus untuk beternak unggas ?
2. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan hasil
pembahasan secara bersama.
3. Peserta didik mengikuti live tour peternakan unggas

⮚ Materi :
a. Pengenalan tentang beternak unggas
b. Pengenalan tentang kesehatan dan vaksinasi unggas

g. Assesmen
⮚ Assesmen diagnostik: kuis (pemahaman dalam bentuk pre test)
⮚ Assesmen sumatif: Unjuk karya dalam “Sidoarjo Sensorium Exhibition”

h. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
menginvestigasi berbagai macam gangguan malnutrisi. Instruksi yang diberikan terkait
proyek membuat presentasi serupa dengan instruksi untuk peserta didik tipikal.
1. Peserta didik CIBI diarahkan untuk mendiskusikan cara beternak unggas yang baik
dan benar. Jelaskan pendapatmu mengapa manajemen kandang yang baik sangat

133

diperlukan untuk kesehatan unggas? Bagaimana menjaga agar kondisi kandang
menjadi nyaman bagi unggas?
2. Peserta didik menggali informasi dengan memanfaat sumber-sumber rujukan cetak di
perpustakaan sekolah atau sumber-sumber rujukan elektronik di internet. Namun,
sumber-sumber rujukan yang menjadi acuan harus kredibel (dapat dipercaya). Guru
mengajarkan dan memberikan contoh mengenai sumber-sumber rujukan yang
kredibel.
3. Setiap anggota kelompok diminta menuliskan informasi-informasi atau ide-ide
penting yang mereka temukan secara mandiri terlebih dahulu. Peserta didik kemudian
akan menyampaikan atau mempresentasikan temuan atau ide tersebut dengan anggota
kelompok yang lain.
4. Peserta didik kemudian mendiskusikan rancangan, mengolah berbagai informasi dan
ide yang masuk sehingga mencapai kesepakatan tentang bentuk presentasi yang dipilih
dan konten-konten yang akan dicantumkan dalam karya tersebut. Setiap peserta didik
memberikan kontribusi dalam proses pencarian informasi maupun proses pengerjaan
karya tersebut.

i. Refleksi peserta didik dan guru
⮚ Sebelum kegiatan:
1. Apakah kalian pernah melihat atau berkunjung ke peternakan unggas?
2. Apa yang kamu ketahui tentang beternak unggas?
⮚ Sesudah kegiatan:
1. Apa saja yang kamu pelajari setelah melakukan kegiatan ini?
2. Apa kegiatan ini menambah wawasanmu tentang beternak unggas?

3. Lampiran
1. Lembar Kerja Peserta Didik
A. Lembar Kerja Peserta Didik 1
Membuat laporan tentang mengenai informasi yang diperoleh saat mengikuti virtual tour !

134

2. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru
https://hot.liputan6.com/read/4309312/7-cara-beternak-bebek-petelur-untuk-pemula-dari-
modal-sampai-panen
https://gdm.id/ternak-bebek-petelur/
https://www.merdeka.com/trending/7-cara-beternak-bebek-bagi-para-pemula-bikin-enggak-
gagal-panen-kln.html

3. Glosarium
-

4. Daftar Pustaka
https://balingasal.kec-padureso.kebumenkab.go.id/index.php/web/artikel/4/824
https://hot.liputan6.com/read/4309312/7-cara-beternak-bebek-petelur-untuk-pemula-dari-
modal-sampai-panen

135

FOOD TECH

136

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Maria Ceacilia Angela, S.Si. Food Technology, SMP Kristen Petra Acitya
2. Ruth Madeline Rubba, S.Pd., Food Technology, SMP Kristen Petra Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana

e-module, kertas, alat tulis, timbangan, pisau, garam, telor bebek, telor ayam kampong, telor
ayam horen, panci, toples, internet, laptop/gadget

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek
Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah
Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

137

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
1. Berkebinekaan global
2. Bernalar kritis

b. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

c. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
1. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
1. Mengenal dan menghargai budaya daerah
2. Melestarikan budaya daerah
3. Mengkreasikan budaya daerah

2. Subelemen nilai-nilai RAISE
1. Respect : Menghargai dan melestarikan
2. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Fase Aktivitas terkait
Pelajar Pancasila D (SMP) 1,2,3,5,6,7,8,9
2,3,5,6,7,8,9
Mengenal dan Mengidentifikasi budaya
menghargai budaya daerah Sidoarjo yang 10,11,12,13,14,15,16
menjadi identitas nilai – nilai
daerah yang ada di masyarakat

Berkebinekaan Menganalisis perkembangan
Global budaya dan nilai – nilai di
masyarakat daerah Sidoarjo
Melestarikan budaya dan dampaknya dalam cara
daerah hidup masyarakat daerah
Sidoarjo

Bernalar Kritis Mengkreasikan Menyajikan perkembangan
budaya daerah budaya dan nilai – nilai yang
ada melalui penggambaran
visual

138

3. Tujuan Projek
Pada akhir projek ini, peserta didik diharapkan dapat mengenal budaya – budaya daerah
terutama daerah tempat mereka tinggal yaitu daerah Sidoarjo, menghargai budaya –
budaya daerah Sidoarjo, mampu melestarikan dan memperkenalkan budaya – budaya
daerah Sidoarjo. Peserta didik juga diharapkan dapat mengetahui perkembangan budaya
– budaya daerah Sidoarjo yang ada serta nilai – nilai yang terkandung dalam budaya
tersebut. Selain itu peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan budaya yang ada
sehingga semakin dikenal dan lestari.

4. Alur Kegiatan Projek
Adapun alur kegiatan projeknya secara umum adalah sebagai berikut:

Pengenalan •Pengenalan tentang telor.

•Eksplorasi berbagai macam cara pengolahan telor khas daerah sidoarjo dengan cara menayangkan video atau artikel yang berkaitan
dengan makanan khas daerah.

•Peserta didik mengidentifikasi telor yang diperoleh melalui referensi yang ditemukan di internet.

•Peserta didik menganalisis telor berdasarkan manfaatnya bagi tubuh peserta didik melalui berbagai referensi yang ditemukan di
internet

Kontekstualisasi •Peserta didik diminta membuat menu makanan dengan menggunakan telor dan mengidentifikasi cari pembuatan dan manfaatnya
bagi tubuh

• Membuat vlog

• Simulasi unjuk kebolehan hasil karya
Aksi

•Assesmen sumatif unjuk kebolehan hasil karya "Sidoarjo Sensorium Exhibition"
•Peserta didik bersama guru melakukan evaluasi dan refleksi dari masakan yang dibuat

Refleksi

•Mampu mengelolah telor dengan pengawetan.
Tindak Lanjut

5. Pertanyaan Pemantik
1. Apakah kalian memakan makanan yang diawetkan?
2. Berikan pendapatmu apakah mengkonsumsi makanan yang diawetkan dengan
kesehatan diri seseorang?
3. Prediksikan apa yang akan terjadi jika kita menggunakan telor bebek, telor ayam
horen, telor ayam kampung!

139

6. Pelaksanaan Projek
A. Pertemuan ke-1
➢ Persiapan :
1. Guru melakukan assesmen diagnostik terlebih dahulu
2. Guru menyediakan slide presentasi mengenai makanan yang diawetkan dalam tubuh seseorang
3. Guru sudah mempelajari tentang pengolahan pembuatan telor asin.
➢ Pelaksanaan:
7. Guru dapat memberikan beberapa pertanyaan berupa:

a. Makanan yang berpengawet apa saja yang sering mereka konsumsi?
b. Seberapa sering mereka mengkonsumsi makanan berpengawet?
8. Peserta didik dapat melakukan brainstorming secara kelompok dan mendiskusikan hasil
pembahasan secara bersama.
9. Peserta didik diberi penjelasan mengenai pentingnya pengelolahan telor asin.
➢ Materi :
a. Pengenalan tentang makanan yang melalui pengawetan.
b. Pengenalan tentang berbagai cara pengawetan.
➢ Tugas : Peserta didik menganalisis tentang cara pengawetan dalam makanan.

B. Pertemuan ke-2
➢ Persiapan :
3. Peserta didik diminta untuk menentukan telor asin mana yang bermanfaat dalam tubuh
seseorang dari telor bebek, telor ayam horen, telor ayam kampung.
4. Peserta didik menuliskan cara pengelolahan pengawetan telor asin dan manfaat dalam tubuh
kita.
➢ Pelaksanaan:
5. Guru menjelaskan kembali spesifikasi tentang telor asin.
6. Guru menjelaskan kembali berbagai cara pengelolahan telor asin.
7. Referensi pengelolahan telor asin dapat diperoleh dari berbagai sumber di internet.
8. Peserta didik melakukan diskusi dengan guru atau sesama teman mengenai masakan yang
dibuat. Pertanyaan pemandu :
a. Telor apa yang dipakai?
b. Apakah telor tersebut memiliki perbedaan setelah mengalami pengawetan?
c. Apa dampak dari mengonsumsi kelebihan atau kekurangan dari telor asin?
9. Peserta didik membuat telor asin dengan cara pengelolahan yang sesuai dengan kebutuhan
tubuh mereka.

140

10. Peserta didik dan guru mendiskusikan hasil menu makanan yang sudah dibuat. Pertanyaan
pemandu :
a. Apakah menu makanan yang dibuat sudah sesuai dengan cara pengelolahan yang ada?
b. Kendala apa saja yang peserta didik hadapi dalam menyusun menu makanan?

C. Pertemuan ke-3
➢ Peserta didik membuat makanan bergizi dengan menggunakan bahan telor yang sudah
direncanakan.
➢ Peserta didik merancang dan membuat hasil karya masakan ” Sidoarjo Sensorium
Exhibition”
➢ Hasil karya peserta didik disimulasikan terlebih dahulu untuk mendapatkan feedback

7. Assesmen
➢ Assesmen diagnostik: kuis (pemahaman dalam bentuk pre test)
➢ Assesmen sumatif: Unjuk karya kebolehan memasak

8. Pengayaan dan remidial
Materi pengayaan diperuntukkan bagi peserta didik CIBI. Peserta didik CIBI akan
menginvestigasi berbagai macam gangguan malnutrisi. Instruksi yang diberikan terkait
proyek membuat presentasi serupa dengan instruksi untuk peserta didik tipikal.
a. Peserta didik CIBI diarahkan untuk mendiskusikan apakah makanan diawetkan itu
baik untuk kesehatan tubuh? Berikan pendapatmu apabila kita mengkonsumsi
makanan yang diawetkan secara terus-menerus!
b. Peserta didik menggali informasi dengan memanfaat sumber-sumber rujukan cetak di
perpustakaan sekolah atau sumber-sumber rujukan elektronik di internet. Namun,
sumber-sumber rujukan yang menjadi acuan harus kredibel (dapat dipercaya). Guru
mengajarkan dan memberikan contoh mengenai sumber-sumber rujukan yang
kredibel.
c. Setiap anggota kelompok diminta menuliskan informasi-informasi atau ide-ide
penting yang mereka temukan secara mandiri terlebih dahulu. Peserta didik kemudian
akan menyampaikan atau mempresentasikan temuan atau ide tersebut dengan anggota
kelompok yang lain.
d. Peserta didik kemudian mendiskusikan rancangan, mengolah berbagai informasi dan
ide yang masuk sehingga mencapai kesepakatan tentang bentuk presentasi yang dipilih
dan konten-konten yang akan dicantumkan dalam karya tersebut. Setiap peserta didik

141

memberikan kontribusi dalam proses pencarian informasi maupun proses pengerjaan
karya tersebut.

9. Refleksi peserta didik dan guru
➢ Sebelum kegiatan:
5. Apakah saya pernah memakan makanan yang diawetkan?
6. Apa yang kamu mengetahui cara pengelolahan makanan tersebut?
➢ Sesudah kegiatan:
6. Berikan perbedaan apabila menggunakan waktu yang berbeda seperti telor
bebek, telor ayam horen, telor ayam kampung?
7. Apa pengawetan ini bisa dilakukan di bahan selain telor?

3. Lampiran
3. Lembar Kerja Peserta Didik
F. Lembar Kerja Peserta Didik 1
Membuat laporan tentang cara pembuatan kreasi masakan “telor asin” mulai dari bahan
yang dipakai sampai cara pengelolahan pengawetannya !

4. Bahan Referensi Peserta Didik dan Guru
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengawetan_makanan
https://id.wikipedia.org/wiki/Telur_asin
https://www.orami.co.id/magazine/cara-membuat-telur-asin
https://cookpad.com/id/resep/6341063-cara-buat-telur-asin-sendiri-hanya-3-bahan-
homemade-salted-eggs

5. Glosarium
Telur asin adalah istilah umum untuk masakan berbahan dasar telur yang diawetkan dengan
cara diasinkan (diberikan garam berlebih untuk menonaktifkan enzim perombak).
Pengawetan makanan adalah cara yang digunakan untuk membuat makanan memiliki daya simpan
yang lama dan mempertahankan sifat-sifat fisik dan kimia makanan.

142

6. Daftar Pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengawetan_makanan
https://id.wikipedia.org/wiki/Telur_asin
https://www.orami.co.id/magazine/cara-membuat-telur-asin
https://cookpad.com/id/resep/6341063-cara-buat-telur-asin-sendiri-hanya-3-bahan-
homemade-salted-eggs

143

PHYSICAL HEALTH EDUCATION

144

MODUL PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
DAN NILAI-NILAI RAISE PPPK PETRA

Oleh:
1. Sebastianus Hardi S, S.Pd, Physics, SMP Kristen Petra Acitya

2. Christopher Lie, S.Pd, Physics, SMP Kristen Petra Acitya

A. Informasi Umum
1. Sarana dan Prasarana
e-module, internet, laptop/gadget

2. Target Peserta Didik
Reguler (tidak ada kesulitan dalam memahami materi ajar)

3. Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Kearifan Lokal”

4. Topik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Sidoarjo Sensorium Exhibition”

B. Komponen Inti
1. Deskrispsi Projek
Suatu bangsa akan besar apabila memiliki generasi muda yang memiliki kualitas yang unggul dan
semangat kuat untuk memajukan budaya daerah yang didasari dengan keimanan dan akhlak mulia.
Pelajar Indonesia sebagai generasi muda penerus bangsa diharapkan tidak hanya dapat mengikuti
perkembangan zaman dan teknologi yang ada, namun, seiring dengan perjalanan pendidikannya,
peserta didik juga diharapkan dapat memiliki semangat yang kuat untuk melestarikan dan
memperkenalkan budaya daerah yang menjadi identitas dari daerah dengan tetap berlandaskan
pada nilai-nilai Pancasila, serta mengintegrasikannya dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan.
Tema yang diangkat dalam projek merupakan salah satu dari tujuh tema yang dirumuskan dalam
Naskah Profil Pelajar Pancasila yaitu “Kearifan Lokal” dengan topik “Sidoarjo Sensorium
Exhibition”. Pada projek ini budaya daerah difokuskan pada salah satu daerah yaitu daerah
Sidoarjo dengan mempertimbangkan bahwa sebagian besar peserta didik tinggal di daerah
Sidoarjo. Projek ini dibuat agar dapat membentuk peserta didik dengan karakter Pancasila yang
mengenal, menghargai dan melestarikan budaya Sidoarjo tempat mereka tinggal.

145

2. Dimensi Profil Pelajar Pancasila dan integrasi nilai-nilai RAISE
a. Dimensi Profil Pelajar Pancasila
1. Berkebinekaan global
2. Bernalar kritis

b. Integrasi nilai-nilai RAISE
Respect dan Advance

3. Subelemen Profil Pelajar Pancasila dan nilai-nilai RAISE
a. Subelemen Profil Pelajar Pancasila
1. Mengenal dan menghargai budaya daerah
2. Melestarikan budaya daerah
3. Mengkreasikan budaya daerah

b. Subelemen nilai-nilai RAISE
1. Respect : Menghargai dan melestarikan
2. Advance : Mempelajari dan mengkreasikan

Tabel Dimensi dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Dimensi Profil Subelemen Tingkat pencapaian Aktivitas terkait
Pelajar Fase D (SMP)

Pancasila

Berkebinekaan Mengenal dan Mengidentifikasi budaya 1,2,3,5,6,7,8,9
Global menghargai budaya daerah Sidoarjo yang 2,3,5,6,7,8,9
menjadi identitas nilai –
daerah nilai yang ada di
masyarakat
Melestarikan budaya
daerah Menganalisis
perkembangan budaya dan
nilai – nilai di masyarakat
daerah Sidoarjo dan
dampaknya dalam cara
hidup masyarakat daerah
Sidoarjo

Bernalar Kritis Mengkreasikan Menyajikan perkembangan 10,11,12,13,14,15,16
budaya daerah budaya dan nilai – nilai
yang ada melalui
penggambaran visual

146


Click to View FlipBook Version