Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Gerak Berirama 24 a Diskusikanlah lembar kriteria gerak berikut ini. b Amatilah teman-teman Kalian (regu lain) yang sedang melakukan variasi dan kombinasi aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama (giliran bermain diatur oleh guru). c Perhatikan beberapa variasi dan kombinasi aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama yang dilakukan oleh temanteman kalian dari kelompok lain tersebut. d Rumuskanlah cara melakukan masing-masing variasi dan kombinasi aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama yang dilakukan oleh teman-teman kalian tersebut. e Berikan catatan kesalahan-kesalahan yang terjadi ketika variasi dan kombinasi aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama tersebut dilakukan. f Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut, sesuai dengan kesalahan yang dilakukan dalam melakukan variasi dan kombinasi aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama. Bentuk Pembelajaran Kesulitan yang sering dilakukan Kesalahan yang sering dilakukan Cara memperbaiki kesalahan tersebut Aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki. Aktivitas keterampilan gerak spesifik ayunan lengan. Aktivitas variasi dan kombinasi keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan. 3. Bahan Bacaan Peserta Didik a. Sejarah singkat aktivitas gerak berirama atau senam ritmik. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. b. Peralatan dalam aktivitas gerak berirama atau senam ritmik. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. c. Rangkaian aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. 4. Bahan Bacaan Guru a. Gerak spesifik variasi aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Gerak Berirama 25 b. Bentuk-bentuk rangkaian variasi aktivitas keterampilan gerak spesifik langkah kaki dan ayunan lengan aktivitas gerak berirama. Glosarium • Aktivitas gerak berirama: Bentuk gerakan senam yang menekankan pada mat dan irama, kelentukan tubuh dalam gerakan dan kontinuitas gerakan. • Aktivitas gerak ritmik: Rangkaian gerak manusia yang dilakukan dalam ikatan pola irama, disesuaikan dengan perubahan tempo, atau semata-mata gerak ekspresi tubuh mengikuti iringan musik atau ketukan di luar musik. • Mengayun: Menggerakkan lengan dan/atau tungkai ke depan, belakang, dan/atau ke samping. • Senam irama: Rangkaian gerak manusia yang dilakukan dalam ikatan pola irama, disesuaikan dengan perubahan tempo, atau semat-mata gerak ekspresi tubuh mengikuti iringan musik atau ketukan di luar musik. Referensi Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Aktivitas Gerak Berirama. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SMP Negeri 187 Jakarta Jakarta, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran HARMONIS, S.Sn NIP. 197006151995032002 FEBRYAN RIZQILLAH, S.Pd NIP. 199202062020121011
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 1 MODUL AJAR PJOK SMP FASE D KELAS VIII Penyusun : Febryan Rizqillah Jenjang : SMP Kelas : VIII Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit (2 Kali pertemuan). Kompetensi Awal: Peserta didik telah dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan gerak spesifik start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat dengan benar sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Profil Pelajar Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat. Sarana Prasarana o Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). o Start block atau sejenisnya. o Tali pembatas. o Bendera start. o Peluit dan stopwatch. Target Peserta Didik o Peserta didik regular/tipikal. o Peserta didik dengan hambatan belajar. o Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI). o Peserta didik meregulasi diri belajar. o Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda). Jumlah Peserta Didik o Maksimal 32 peserta didik. Ketersediaan Materi o Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK. o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK. Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik Materi Ajar, Alat, dan Bahan yang Diperlukan 1. Materi Pokok Pembelajaran a. Materi Pembelajaran Reguler 1) Fakta, konsep dan prosedur, serta praktik/latihan dalam pembelajaran variasi
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 2 gerak spesifik jalan cepat dengan menangkap bola yang dilambung. 2) Fakta, konsep dan prosedur, serta praktik/latihan dalam pembelajaran variasi gerak spesifik dengan lomba jalan cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan. 3) Fakta, konsep dan prosedur, serta praktik/latihan dalam pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat dengan langkah kaki lebar, mengikuti garis pada lintasan. 4) Fakta, konsep dan prosedur, serta praktik/latihan dalam pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat pada garis lurus melewati tanda titik-titik untuk mengatur lebar langkah. 5) Fakta, konsep dan prosedur, serta praktik/latihan dalam pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat berkelompok 4 - 7 orang dalam satu formasi berbanjar. 6) Fakta, konsep dan prosedur, serta praktik/latihan dalam pembelajaran variasi gerak spesifik berlomba jalan cepat pada lintasan lurus. 7) Fakta, konsep dan prosedur, serta praktik/latihan dalam pembelajaran variasi gerak spesifik perlombaan jalan cepat pada tikungan. b. Materi Pembelajaran Remidial Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi gerak spesifik jalan cepat Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut. c. Materi Pembelajaran Pengayaan Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan variasi gerak spesifik jalan cepat yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi). 2. Media Pembelajaran a. Model peserta didik atau guru yang memperagakan aktivitas start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat. b. Gambar start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat. c. Video pembelajaran start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat. 3. Alat dan Bahan Pembelajaran: a. Buku Ajar b. Link Video (online)
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 3 c. Video Pembelajaran (offline) d. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. Moda Pembelajaran o Daring. o Luring. o Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pengaturan Pembelajaran Pengaturan Peserta didik: o Individu. o Berpasangan. o Berkelompok o Klasikal (Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan) Metode: o Diskusi o Presentasi o Demonstrasi o Project o Eksperimen o Eksplorasi o Permainan o Ceramah o Simulasi (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan) Asesmen Pembelajaran Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: o Asesmen individu o Asesmen berpasangan o Asesmen kelompok Jenis Asesmen: Jenis Asesmen: o Pengetahuan o Keterampilan o Sikap (mandiri dan gotong royong) o Portopolio Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis gerak spesifik dan fungsional permainan dan olahraga, start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan seharihari. Pemahaman Bermakna
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 4 Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi gerak spesifik start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat dalam kehidupan nyata sehari-hari. Pertanyaan Pemantik Mengapa peserta didik perlu menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan variasi gerak spesifik jalan cepat? Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1. Persiapan mengajar Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut: a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya. b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan jalan cepat. c. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya: 1) Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). 2) Start block atau sejenisnya. 3) Tali pembatas. 4) Bendera start. 5) Peluit dan stopwatch. 6) Lembar Kegiatan Peserta Didik (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. 2. Kegiatan pengajaran Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut: a. Kegiatan pendahuluan (15 Menit) 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan olahraga jalan cepat: misalnya
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 5 bahwa olahraga jalan cepat adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani, penanaman karakter dan prestasi cabang olahraga jalan cepat. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat. 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat, baik kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: menunjukkan variasi gerak start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat, menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game antara lain: a) Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok (peserta didik putera dan puteri dibagi sama banyak). Kalau jumlah peserta didik 32 orang, maka satu kelompok terdiri dari 16 peserta didik. b) Cara bermain: (1) Kelompok A dinamakan sebagai kelompok hitam, (2) kelompok B dinamakan sebagai kelompok hijau (3) Guru akan menyebut kata secara acak ”hitam atau hijau”, kata yang disebutkan menjadi komando bagi kelompok untuk mengejar dan menyentuh kelompok lawan (hanya diperbolehkan mengejar lawan di depannya) sampai batas wilayah yang telah ditentukan sebelumnya. Hitung jumlah pemain yang berhasil disentuh sebelum batas wialyahnya sebagai skor kelompok tersebut. Di akhir permainan kelompok dengan skor terbanyak sebagai pemenang. c) Berdasarkan pengamatan guru pada game, dipilih sejumlah peserta didik yang dianggap cukup mampu untuk menjadi tutor bagi temannya dalam aktivitas berikutnya. Mereka akan mendapat anggota kelompok dari peserta didik yang tersisa dengan cara berhitung sampai angka sejumlah peserta didik yang terpilih (misalnya 16 orang). Maka jika terdapat 32 peserta didik, setiap kelompok akan memiliki anggota 16 orang. d) Dalam pembelajaran ini disamping dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. b. Kegiatan Inti (90 Menit) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model penugasan, dengan prosedur sebagai berikut: 1) Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik start, gerakan jalan
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 6 cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat. 2) Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat. Secara rinci tugas ajar aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat adalah sebagai berikut: Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan variasi gerak jalan cepat. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur mengoper, variasi gerak spesifik start, gerakan jalan cepat, dan memasuki garis finish jalan cepat, dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru Bentuk-bentuk aktivitas variasi gerak spesifik permainan bola tangan (handball), antara lain sebagai berikut: a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat dengan menangkap bola yang dilambung Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Aktivitas pembelajaran dilakukan secara berkelompok. (2) Pembelajaran dilakukan gerakan jalan cepat setelah bola dilambungkan ke depan ke atas oleh pelambung bersamaan aba-aba “Ya”. (3) Kemudian bola ditangkap sebelum jatuh ke lantai. (4) Pembelajaran ini dilakukan bergantian yang melambung bola dan yang berjalan menangkap bola. Aktivitas 1
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 7 b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik dengan lomba jalan cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Aktivitas pembelajaran diawali dengan diletakkan bola pada garis tengah lapangan basket/voli atau halaman sekolah. (2) Peserta didik berdiri dan melakukan gerakan start berdiri pada garis start, menghadap arah bola. (3) Selanjutnya setelah ada aba-aba ”ya”, lakukan jalan cepat ke arah bola dan mengambilnya. (4) Peserta didik yang lebih awal menyentuh bola dinyatakan sebagai pemenang. c) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat dengan langkah kaki lebar, mengikuti garis pada lintasan Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Panduan Pelaksanannya: (1) Aktivitas pembelajaran dilakukan secara perorangan atau berkelompok. (2) Pembelajaran dilakukan menggunakan gerakan jalan cepat dengan langkah mengikuti garis pada lintasan. (3) Badan dicondongkan ke depan dan pandangan lurus ke depan. (4) Pembelajaran ini dilakukan 4 – 5 menit. ILUSTRASI ILUSTRASI
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 8 Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat jalan cepat, peserta didik diminta untuk merasakan otot-otot apa saja yang dapat teregang dan berkontraksi. Peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran 1 variasi gerak spesifik jalan cepat, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas pembelajaran aktivitas pembelajaran 2 variasi gerak spesifik jalan cepat. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran 2 variasi gerak spesifik jalan cepat, antara lain sebagai berikut: a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat pada garis lurus melewati tanda titik-titik untuk mengatur lebar langkah Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Aktivitas pembelajaran dilakukan secara perorangan, berpasangan atau berkelompok. (2) Aktivitas pembelajaran dilakukan menggunakan gerakan jalan cepat dengan mengitari lapangan basket/voli/sepak bola atau halaman sekolah. (3) Pembelajaran dilakukan ± 2 - 3 menit. b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat berkelompok 4 - 7 orang dalam satu formasi berbanjar Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Aktivitas 2 ILUSTRASI
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 9 Cara melakukannya: (1) Aktivitas pembelajaran dilakukan secara berkelompok. (2) Peserta didik yang paling depan memberikan aba-aba "ya". (3) Peserta didik yang berada di belakang berjalan ke depan melewati samping formasi barisan dengan gerakan jalan cepat, dan seterusnya. (4) Pembelajaran ini dilakukan ± 2 - 3 menit. c) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik keterampilan gerak berlomba jalan cepat pada lintasan lurus Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: 1) Berjalan sepanjang lintasan dan upayakan agar telapak kaki mengikuti sebuah garis lurus. 2) Menjaga agar badan bergerak pada jalur lurus sehingga tidak terjadi pengurangan jangkauan langkah ataupun kecepatan. 3) Berkonsentrasi pada gerak sebelah kaki dalam tahap penarikan dengan menancapkan tumit pada tanah dan berkonsentrasi pada gerak tersebut oleh kaki yang lain, kemudian perhatikan kedua kaki. 4) Seperti pembelajaran (3) tetapi berkonsentrasi pada kaki pendorong. 5) Lakukan pembelajaran di atas berulang kali, pertaa dengan satu kaki kemudian dengan kedua belah kaki. 6) Dengan langkah terkontrol, lakukan langkah-langkah percepatan dan perubahanperubahan irama jalan, pada jarak-jarak yang pendek.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 10 d) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat pada tikungan Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Badan dan kepala diusahakan tetap vertikal, lengan bengkok pada siku dengan sudut ±90º. (2) Kaki belakang setelah melakukan dorongan dengan sempurna, bergerak maju ke depan, bengkok dan ujung jari kaki dekat dengan tanah. (3) Kaki depan ditarik ke belakang dan diluruskan sampai mencapai penarikan dan dorongan. (4) Kaki-kaki bergerak pada satu garis dalam arah jalan cepat dan titik pusat gravitasi menempuh jalur yang sama. c. Kegiatan Penutup (10 menit) 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran jalan cepat 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas variasi gerak spesifik melempar, menangkap, menggiring bola, menembak dan menghadang lawan dalm permainan bola tangan hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula ILUSTRASI
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 11 Asesmen 1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. b. Rubrik Asesmen Sikap No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya membuat target penilaian yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan. 2. Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi. 3. Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar. 4. Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. 5. Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan. 6. Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. 7. Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya. 8. Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. 9. Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif. 10. Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu. 11. Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 12. Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 12 tuntutan peran sosialnya di masyarakat. 13. Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. 14. Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat. Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” 2. Asesmen Pengetahuan Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Penilaian Tes Tulis Pilihan ganda dengan 4 opsi 1) Jalan cepat atau racewalking atau race walking merupakan cabang olahraga atletik yaitu: berjalan gerak maju dengan melangkah tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Dalam melakukan jalan cepat setiap kali melangkah, kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki belakang . . . . a. meninggalkan tanah b. menyentuh tanah c. dibengkokkan d. diluruskan e. ditekuk dan rileks Kunci: A meninggalkan tanah Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. Uraian tertutup Pada perlombaan jalan cepat harus diperhatikan hal-hal yang tepat dalam penggunaan keterampilan gerak sesuai dengan bentuk lintasan, jelaskan cara efektif dalam melakukan jalan cepat di lintasan lurus. Kunci: a) Berjalan sepanjang lintasan dan upayakan agar telapak kaki mengikuti sebuah garis lurus. b) Menjaga agar badan bergerak pada jalur lurus sehingga tidak terjadi pengurangan jangkauan langkah ataupun kecepatan. c) Berkonsentrasi pada gerak sebelah kaki dalam tahap penarikan dengan Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 13 menancapkan tumit pada tanah dan berkonsentrasi pada gerak tersebut oleh kaki yang lain, kemudian perhatikan kedua kaki. d) Seperti latihan (3) tetapi berkonsentrasi pada kaki pendorong. e) Dengan langkah terkontrol, lakukan langkah-langkah percepatan dan perubahan-perubahan irama jalan, pada jarak-jarak yang pendek. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. 3. Penilaian Keterampilan a. Tes kinerja aktivitas gerak spesifik jalan cepat 1) Butir Tes Lakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak start jalan cepat. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama :____________________________ Kelas: __________ No Indikator Esensial Uraian Gerak Ya (1) Tidak (0) 1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 3. Posisi dan Sikap Akhir a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 4) Pedoman penskoran a) Penskoran o Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 14 o Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. (1) Sikap awalan melakukan gerakan (a) Start perlombaan jalan cepat dilakukan dengan start berdiri, (b) kaki kiri di belakang garis start, kaki kanan di belakang kaki kiri, (c) badan agak condong ke depan, tangan bergantung kendor. (d) pada aba-aba “Ya!”, segera langkahkan kaki kanan ke depan dan jalan (2) Sikap pelaksanaan melakukan gerakan (a) Dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki diayun ke depan, dengan lutut terlipat. (b) tungkai badan bergantung ke depan. (c) menapak ke tumit terlebih dahulu menyentuh tanah. (d) dilanjutkan kaki tumpu menolak dengan mengangkat tumit selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah berganti menjadi kaki ayun. (e) badam sedikit condong ke depan dan pandangan mata fokus pada lintasan. (3) Sikap akhir melakukan gerakan (a) Sikap saat mencapai garis finish badan di condongkan kedepan tanpa menguarngi kecepatan jalan. b) Pengolahan skor Skor maksimum: 10 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10. c) Lembar pengamatan penilaian keterampilan gerak jalan cepat 3.000 meter. (1) Penilaian hasil keterampilan gerak Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk keterampilan gerak jalan cepat dengan cara: (a) Mula-mula peserta didik berdiri pada garis start. (b) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “bersedia”, “siap”, “ya’!” peserta didik mulai melakukan keterampilan gerak jalan cepat 4000 meter. (c) Petugas menilai waktu tempuh peserta didik menggunakan stopwatch. d) Konversi ketepatan gerak Perolehan Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri ….. < 25 menit ….. < 30 menit Sangat Baik 26 – 27 menit 31 – 32 menit Baik 28 – 29 menit 33 – 34 menit Cukup
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 15 …… > 29 menit …… > 34 menit Kurang Pengayaan dan Remedial 1. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan. 2. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Refleksi Peserta Didik Pada setiap topik di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang: a. Apa yang sudah dipelajari. b. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai. c. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. d. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. e. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Contoh Format Refleksi. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat,. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. No Aktivitas Pembelajaran Pengamatan Pembelajaran Tercapai Belum Tercapai 1. Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat yang dilakukan secara berpasangan atau berkelompok*
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 16 2. Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat. *) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan. 2. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: a. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? b. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran variasi gerak start jalan cepat. c. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran variasi gerak start jalan cepat tersebut. d. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran variasi gerak start jalan cepat tersebut. Lembar Kerja Peserta Didik Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Siswa : ................................................................. Fase/Kelas : D / VIII 1. Panduan umum a. Pastikan Peseta didik dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. b. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera. Catatan: • Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat yang ditentukan oleh guru, maka minta remidial. • Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat yang ditentukan oleh guru, maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih komplek dan bervariasi.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 17 c. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. d. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. 2. Panduan aktivitas pembelajaran a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok berpasangan yang teridiri dari 6-8 orang. b. Lakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak start jalan cepat dengan temanmu satu kelompok. c. Perhatikan penjelasan berikut ini: Cara bermain aktivitas pembelajaran variasi gerak start jalan cepat antara lain: 1) Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat dengan menangkap bola yang dilambung. 2) Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik dengan lomba jalan cepat mengambil bola dilakukan berpasangan dan berhadapan. 3) Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat dengan langkah kaki lebar, mengikuti garis pada lintasan. 4) Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat pada garis lurus melewati tanda titik-titik untuk mengatur lebar langkah. 5) Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik jalan cepat berkelompok 4 - 7 orang dalam satu formasi berbanjar. 6) Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik berlomba jalan cepat pada lintasan lurus. 7) Aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik perlombaan jalan cepat pada tikungan. 3. Bahan Bacaan Peserta Didik a. Peraturan jalan cepat yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. b. Materi hasil rancangan keterampilan gerak jalan cepat. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. 4. Bahan Bacaan Guru a. Teknik dasar jalan cepat. b. Bentuk-bentuk keterampilan gerak jalan cepat. c. Bentuk-bentuk perlombaan jalan cepat. Glosarium • Jalan cepat merupakan gerak maju dengan melangkahkan kaki tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Setiap kaki melangkah kaki depan harus menyentuh tanah sebelum kaki tanah meninggalkan tanah. Untuk melakukan gerakan-gerakan jalan cepat secara baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Dengan kondisi fisik yang baik akan memudahkan melakukan gerakan-gerakan yang lebih sulit (kompleks). • Start jalan cepat adalah start yang dilakukan dengan berdiri. • Langkah kaki jalan cepat merupakan gerak maju dengan melangkahkan kaki tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Estafet 18 • Gerakan finish adalah jalan terus hingga melewati garis finish, langkah baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah melewati jarak lima meter. • Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Teknik dalam jalan cepat dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Referensi Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Atleti Nomor Jalan dan Lari. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SMP Negeri 187 Jakarta Jakarta, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran HARMONIS, S.Sn NIP. 197006151995032002 FEBRYAN RIZQILLAH, S.Pd NIP. 199202062020121011
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 1 MODUL AJAR PJOK SMP FASE D KELAS VIII Penyusun : Febryan Rizqillah Jenjang : SMP Kelas : VIII Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit (2 Kali pertemuan). Kompetensi Awal: Peserta didik telah dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat dalam gerakan lompat jauh dengan benar sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Profil Pelajar Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran gerak spesifik atletik melalui lompat jangkit Sarana Prasarana o Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). o Bak lompat jauh atau lapangan sejenisnya. o Tali pembatas o Peluit dan stopwatch Target Peserta Didik o Peserta didik regular/tipikal. o Peserta didik dengan hambatan belajar. o Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI). o Peserta didik meregulasi diri belajar. o Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda). Jumlah Peserta Didik o Maksimal 32 peserta didik. Ketersediaan Materi o Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK. o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK. Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik Materi, Alat, dan Bahan yang Diperlukan
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 2 1. Materi Pokok Pembelajaran a. Materi Pembelajaran Reguler 1) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/Latihan gerak awalan/ancangancang (approach run), gerak tolakan/tumpuan (take-off), gerak sikap mendarat (landing), dan gerak keseluruhan lompat jangkit. 2) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak spesifik pembelajaran fase-fase lompat jangkit: melompati tali, gerak melompati bangku senam, dan gerak melompati dari papan tolakan/tumpuan. 3) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan perlombaan lompat jangkit dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi yang dilakukan secara berkelompok. b. Materi Pembelajaran Remidial Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi gerak spesifik lompat jangkit Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut. c. Materi Pembelajaran Pengayaan Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan variasi gerak spesifik lompat jangkit yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi). 2. Media Pembelajaran a. Model peserta didik atau guru yang memperagakan aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit b. Gambar aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit c. Video pembelajaran aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit. 3. Alat dan Bahan Pembelajaran a. Buku Ajar b. Link Video (online) c. Video Pembelajaran (offline)
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 3 d. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. Moda Pembelajaran o Daring. o Luring. o Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring. Pengaturan Pembelajaran Pengaturan Peserta didik: o Individu. o Berpasangan. o Berkelompok o Klasikal Metode: o Diskusi o Presentasi o Demonstrasi o Project
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 4 (Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan) o Eksperimen o Eksplorasi o Permainan o Ceramah o Simulasi o (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan) Asesmen Pembelajaran Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: o Asesmen individu o Asesmen berpasangan o Asesmen kelompok Jenis Asesmen: o Pengetahuan o Keterampilan o Sikap (mandiri dan gotong royong) o Portopolio (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa penilaian yang sesuai) Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis gerak spesifik dan fungsional permainan dan olahraga, aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi gerak spesifik spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit, dalam kehidupan nyata sehari-hari. Pertanyaan Pemantik Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai gerak spesifik lompat jangkit Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1. Persiapan mengajar Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut: a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 5 b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan permainan bola tangan (handball). c. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya: o Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). o Bak lompat jauh atau lapangan sejenisnya. o Tali pembatas o Peluit dan stopwatch 2. Kegiatan pengajaran Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut: a. Kegiatan pendahuluan (15 Menit) 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari lompat jangkit: misalnya bahwa pencak silat adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit. 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas gerak spesifik lompat jangkit, baik kompetensi sikap (profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: menganalisis aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit, menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan variasi gerak spesifik aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit, dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menekankan pada pengembangan nilainilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan dengan melakukan pergangan pasif, dengan Gerakan sebagai berikut:
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 6 • Lakukan peregangan pasif terlebih dahulu, secara berurutan (dari anggota tubuh bagian atas lalu ke bawah, atau sebaliknya dari anggota tubuh bagian bawah ke atas). Leher, lengan, punggung, tubuh bagian samping, tungkai. • Regangkan otot secara perlahan, lakukan masing-masing 2 x 8 hitungan. Bergantian sisi kiri dan kanan. • Peragangan pasif perlu dilakukan untuk menyiapkan otot-otot untuk melakukan pembelajaran yang lebih berat. Setelah selesai, lakukan peregangan aktif untuk memperluas gerak sendi sekaligus. b. Kegiatan Inti (90 Menit) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model penugasan, dengan prosedur sebagai berikut: 1) Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit 2) Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: aktivitas gerak spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit. Secara rinci adalah sebagai berikut: Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak spesifik spesifik dan fungsional awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit, dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru Bentuk-bentuk aktivitas variasi gerak spesifik lompat jangkit, antara lain sebagai berikut: a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik lompat jangkit dengan melompati tali Aktivitas 1
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 7 Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Panduan Pelasanaanya: (1) Pancangkan seutas tali yang dipasang dengan ketinggian ± 50 cm. (2) Kemudian kamu berdiri ± 4 – 5 meter di depan seutas tali tersebut. (3) Lalu berlari, menolak, sikap di udara, dan mendarat, melalui tali yang dipasang melintang. (4) Lakukan pembelajaran tersebut secara berkelompok. (5) Lakukan pembelajaran tersebut berulang-ulang sampai dapat merasakan gerakan mana yang mudah dilakukan. (6) Pembelajaran ini menekankan pada nilai-nilai: disiplin, sportivitas, kerja sama, dan kerja keras. b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik lompat jangkit dengan bangku Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Panduan Pelasanaanya: (1) Tempatkan 2 buah bangku senam (jarak antarbangku 1,5 m) dan seutas tali yang dipasang melintang. (2) Kemudian kamu berdiri ± 1 meter di depan tanda-tanda tersebut. (3) Laku lakukan gerakan melangkah melalui atas bangku senam, dan akhiri gerakan melangkah, dengan tolakan melalui atas tali yang dipasang melintang
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 8 lalu mendarat. (4) Setelah itu berpindah tempat (posisi). (5) Lakukan pembelajaran tersebut secara berkelompok. (6) Lakukan pembelajaran tersebut berulang-ulang sampai dapat merasakan gerakan mana yang mudah dilakukan. c) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik lompat jangkit dengan awalan Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Panduan Pelaksanannya (1) Bediri kurang lebih 5 – 6 meter dari papan tolakan. (2) Kemudian melakukan lomba lompat jangkit yang diawali dengan posisi melangkah menghadap bak lompat. (3) Lalu menolak dengan kaki depan/terkuat ke depan atas. (4) Lakukan pembelajaran tersebut secara berkelompok. (5) Lakukan pembelajaran tersebut berulang-ulang sampai dapat merasakan gerakan mana yang mudah dilakukan. (6) Pembelajaran ini menekankan pada nilai-nilai: disiplin, sportivitas, kerja sama, dan kerja keras. d) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran kombinasi gerak spesifik awalan dan menolak melalui atas boxs Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Awalan atau ancang-ancang adalah gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melakukan tolakan (lompatan). Kecepatan yang diperoleh dari hasil awalan itu disebut dengan kecepatan horizontal berguna untuk membantu kekuatan pada waktu melakukan tolakan ke atas-depan.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 9 Panduan Pelaksanannya: (1) Pembelajaran dilakukan secara perorangan atau berkelompok. (2) Aktivitas pembelajaran diawali dengan menolak melalui atas boks dan mendarat menggunakan satu kaki, dilanjutkan dengan dua kaki. (3) Kemudian setelah melakukan gerakan berpindah tempat (posisi). e) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran kombinasi gerak spesifik langkah jingkat melewati papan dan tali Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Panduan Pelaksanaannya: (1) Pembelajaran dilakukan secara perorangan atau berkelompok. (2) Aktivitas pembelajaran diawali dengan gerak langkah melalui atas bangku senam dari akhir gerakan melangkah, melakukan tolakan melalui atas tali yang dipasang melintang lalu mendarat. (3) Peserta didik yang telah melakukan gerakan, lalu berpindah tempat (posisi). (4) Setelah melakukan gerakan berpindah tempat (posisi). f) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran kombinasi gerak spesifik langkah, menolak, dan posisi badan di udara Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 10 Panduan Pelaksanaanya: (1) Pembelajaran dilakukan secara perorangan atau berkelompok. (2) Aktivitas pembelajaran diawali dengan melangkah melalui atas bangku senam, menolak dan melenting saat di udara dengan perut/ dada menyentuh benda yang tergantung di depan atas. (3) Kemudian mendarat menggunakan kedua kaki. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jangkit, peserta didik diminta untuk merasakan otot-otot apa saja yang dapat teregang dan berkontraksi. Peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jauh. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran gerak spesifik awalan, tolakan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat lompat jangkit, antara lain sebagai berikut: a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik awalan atau ancang-ancang (Approach-Run) Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Awalan atau ancang-ancang adalah gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melakukan tolakan (lompatan). Kecepatan yang diperoleh dari hasil awalan itu disebut dengan kecepatan horizontal berguna untuk membantu kekuatan pada waktu melakukan tolakan ke atas-depan. Guna awalan adalah untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya sebelum mencapai balok tolakan. Panjang awalan untuk melaksanakan awalan lompat jangkit tidak kurang dari 45 meter. Untuk memperoleh hasil lompatan yang maksimal, setiap melakukan awalan harus selalu dapat bertumpu pada balok. Cara melakukan awalan dalam lompat jangkit sama seperti pada lompat jauh, baik mengenai kecepatan maupun jaraknya. Cara melakukan awalan/ ancang-ancang lompat jangkit adalah sebagai berikut: Aktivitas 2
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 11 Panduan Pelaksanannya: (1) Tergandung dari tingkat prestasi lari ancang-ancang bervariasi antara 10 langkah (untuk atlet pemula) dan 20 langkah (bagi atlet top). (2) Kecepatan lari ancang-ancang semakin dipercepat sampai saat bertolak. (3) Pembelajaran ini menekankan pada nilai-nilai: disiplin, sportivitas, kerja sama, dan kerja keras. b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam Aktivitas pembelajaran gerak spesifik tumpuan/tolakan (Take-off) Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Tolakan adalah perubahan atau perpindahan gerakan dari gerakan horizontal ke gerakan vertikal yang dilakukan secara cepat. Dimana sebelumnya pelompat sudah mempersiapkan diri untuk melakukan gerakan sekuat-kuatnya pada langkah yang terakhir, sehingga seluruh tubuh terangkat ke atas melayang di udara. Tumpuan pada balok tumpuan harus sedemikian rupa sehingga kecepatan tidak banyak berkurang. Fase tolakan/tumpuan lompat jangkit dibagi atas tiga tahapan, yaitu: (1) Tolakan pada waktu berjingkat, (2) Tolakan pada waktu melangkah, dan (3) Tolakan pada waktu melompat. (1) Aktivitas pembelajaran jingkat (Hop) Panduan Pelaksanannya: (a) Kaki penolak harus mendarat dengan aktif dan siap menendang, ayunkan paha kaki-bebas (kaki yang tidak digunakan untuk menolak) ke posisi horizontal. (b) Langkah jingkat dilakukan dengan 3 langkah jingkat. (c) Bertolak ke depan dan ke atas.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 12 (d) Untuk “Jingkat” yang panjang dan datar, tariklah kaki penolak ke depan-atas dan tarik kaki-bebas ke bawah dan ke belakang. (2) Aktivitas pembelajaran tolakan pada waktu melangkah Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Panduan Pelaksanannya: (a) Bertolak dengan cepat, luruskan mata-kaki, sendi lutut dan pinggang, ayunkan paha kaki-bebas ke posisi horizontal. (b) Kaki yang digunakan saat melangkah sama dengan kaki yang digunakan saat menolak (c) Perlu kekuatan kaki untuk melakukan step untuk membuat tubuh tetap berada dalam momentum kecepatan yang tinggi (d) Setelah lompatan kedua, kamu harus bersiap untuk melakukan tolakan lain dan lompatan jauh terakhir (e) Pada waktu gerak “Langkah”, posisi bertolak dipertahankan untuk mempersiapkan gerak “Lompat”, luruskan kaki-bebas ke depan dan ke bawah. (3) Aktivitas pembelajaran tolakan pada waktu melompat Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Panduan Pelaksanannya: (a) Bertolaklah dengan cepat, ayunkan paha kaki-bebas ke posisi horizontal. (b) Untuk lompat yang jauh, tahap melayang melibat-kan teknik menggantung
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 13 atau teknik melangkah. (c) Tarik tubuh ke depan-bawah untuk mendarat, bawa lengan ke depan. (4) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam Aktivitas pembelajaran gerak spesifik mendarat di bak lompat Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Sikap mendarat pada lompat jangkit, baik gaya jongkok, gaya menggantung, maupun gaya berjalan di udara adalah sama. Pada waktu akan mendarat kedua kaki dibawah ke depan lurus dengan jalan mengangkat paha ke atas, badan dibungkukkan ke depan, kedua tangan ke depan. Kemudian mendarat pada kedua tumit terlebih dahulu dan mengeper, dengan kedua lutut dibengkokkan (ditekuk), berat badan ke depan supaya tidak jatuh kebelakang, kepala ditundukkan, kedua tangan ke depan. Sikap mendarat pada lompat jangkit sama seperti pada lompat jauh. Cara melakukan pendaratan lompat jangkit adalah sebagai berikut: Panduan Pelaksanannya: (a) Pada waktu akan mendarat kedua kaki diangkat atau dibawa ke depan-lurus. (b) Badan dibungkukkan ke depan dan kedua tangan dari atas dibawa ke depan. (c) Kemudian mendarat pada kedua kaki mengeper dengan cara membengkokkan kedua lutut. (d) Berat badan di bawa ke depan supaya jangan terjatuh ke belakang, kepala ditundukkan, kedua tangan ke depan. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran kombinasi gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jauh, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran kombinasi gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jauh. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 14 c. Kegiatan Penutup (10 menit) 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran aktivitas lompat jangkit. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jauh, hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula. Asesmen 1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. b. Rubrik Asesmen Sikap No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya membuat target penilaian yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan. 2. Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi. 3. Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar. 4. Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. 5. Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan. 6. Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. 7. Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya. 8. Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 15 lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. 9. Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif. 10. Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu. 11. Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 12. Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat. 13. Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. 14. Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat. Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” 2. Asesmen Pengetahuan Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Penilaian Tes Tulis Pilihan ganda dengan 4 opsi 1. Tahapan-tahapan dalam melakukan lompat jauh ada empat tahap, yaitu: awalan/ancang-ancang, tolakan/ tumpuan, sikap badan di udara, dan sikap mendarat. Dari tahapantahapan tersebut yang paling dominan dalam melakukan lompat jauh agar memperoleh hasil lompatan yang jauh adalah . . . . A. melayang di udara B. awalan/ancang-ancang C. tumpuan/tolakan D. mendarat di bak lompat Kunci: B awalan/ancang-ancang. Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. Uraian tertutup 1. Jelaskan cara melakukan kombinasi gerak spesifik langkah dan menolak melewati tali. Kunci: 1) Pembelajaran dilakukan secara perorangan atau berkelompok. 2) Aktivitas pembelajaran diawali dengan gerak langkah melalui atas bangku senam dari akhir gerakan melangkah, melakukan tolakan Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 16 melalui atas tali yang dipasang melintang lalu mendarat. 3) Peserta didik yang telah melakukan gerakan, lalu berpindah tempat (posisi). 4) Setelah melakukan gerakan berpindah tempat (posisi). urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. 3. Penilaian Keterampilan a. Tes kinerja aktivitas gerak spesifik lompat jauh. 1) Butir Tes Lakukan aktivitas gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jangkit Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama :____________________________ Kelas: __________ No Indikator Esensial Uraian Gerak Ya (1) Tidak (0) 1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 3. Posisi dan Sikap Akhir a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 4) Pedoman penskoran a) Pedoman penskoran (1) Sikap gerakan kaki Skor 3 jika: (a) kaki melangkah selebar dan secepat mungkin. (b) kaki belakang saat menolak dari tanah harus tertendang lurus dengan cepat. (c) lutut ditekuk secara wajar agar paha mudah terayun ke depan.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 17 (d) lutut agak bengkok. Skor 2 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. (2) Sikap gerakan lengan Skor 4 jika: (a) lengan diayun ke depan atas sebatas hidung. (b) sikut ditekuk kurang lebih membentuk sudut 90 derajat. (c) lengan diayunkan secara bergantian secara konsisten. (d) lengan diayunkan ke depan dan ke belakang. Skor 3 jika : hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 2 jika : hanya dua sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. (3) Sikap posisi badan Skor 3 jika: (a) saat berlari badan rileks (b) kepala segaris punggung (c) pandangan ke depan (d) badan condong ke depan Skor 2 jika : hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika : hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. b) Pengolahan skor Skor maksimum: 10 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10 5) Lembar pengamatan penilaian hasil gerak spesifik awalan/ancang-ancang, tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jangkit. a) Penilaian hasil gerak spesifik lompat jangkit (1) Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk gerak spesifik lompat jangkit dengan cara: (a) Mula-mula peserta didik berdiri mengambil awalan/ancang-ancang (30-45 m dari papan tumpuan). (b) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “mulai” peserta didik mulai melakukan lompat jangkit. (c) Petugas menghitung jauhnya hasil lompatan yang dapat dilakukan oleh peserta didik. (d) Jumlah hasil lompatan yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor. (2) Konversi jumlah hasil lompatan Perolehan Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri ….. > 4.00 meter ….. > 3.50 meter Sangat Baik 3.50 – 3.99 meter 3.00 – 3.49 meter Baik 3.00 – 3.49 meter 2.50 – 2.99 meter Cukup …… < 3.00 meter …… < 2.50 meter Kurang
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 18 Pengayaan dan Remedial 1. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan. 2. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Refleksi Peserta Didik Pada setiap topik di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang: a. Apa yang sudah dipelajari. b. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai. c. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. d. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. e. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Contoh Format Refleksi. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik lompat jangkit, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahankesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik lompat jangkit,. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. No Aktivitas Pembelajaran Pengamatan Pembelajaran Tercapai Belum Tercapai 1. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik lompat jangkit dengan berbagai formasi yang dilakukan secara berpasangan atau berkelompok* 2. Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran gerak
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 19 spesifik lompat jauh. *) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan. 2. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: a. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? b. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran gerak spesifik lompat jangkit. c. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran gerak spesifik lompat jangkit tersebut. d. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran gerak spesifik lompat jangkit tersebut. Lembar Kerja Peserta Didik Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Siswa : ................................................................. Fase/Kelas : D / VIII 1. Panduan umum a. Pastikan Peseta didik dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. b. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera. c. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. d. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. 2. Panduan aktivitas pembelajaran Catatan: • Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jangkit yang ditentukan oleh guru, maka minta remidial. • Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik awalan, tolakan/tumpuan, melayang di udara, dan mendarat lompat jangkit yang ditentukan oleh guru, maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih komplek dan bervariasi dan kombinasi dalam bentuk pengayaan.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 20 a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 8 orang. b. Lakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik lompat jangkit secara berpasangan dengan temanmu satu kelompok. c. Perhatikan penjelasan berikut ini: Cara melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik lompat jangkit antara lain: 1) Gerak awalan/ancang-ancang (approach run), gerak tolakan/tumpuan (take-off), gerak sikap mendarat (landing), dan gerak keseluruhan lompat jangkit. 2) Gerak spesifik pembelajaran fase-fase lompat jangkit: melompati tali, gerak melompati bangku senam, dan gerak melompati dari papan tolakan/tumpuan. 3) Perlombaan lompat jangkit dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi yang dilakukan secara berkelompok. 3. Bahan Bacaan Peserta Didik a. Peraturan perlombaan lompat jangkit yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. b. Materi gerak spesifik lompat jangkit. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. 4. Bahan Bacaan Guru a. Teknik dasar lompat jangkit. b. Bentuk-bentuk gerak spesifik jangkit. c. Bentuk-bentuk lompat jangkit dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. Glosarium • Awalan atau ancang-ancang adalah gerakan permulaan dalam bentuk lari untuk mendapatkan kecepatan pada waktu akan melakukan tolakan (lompatan). Kecepatan yang diperoleh dari hasil awalan itu disebut dengan kecepatan horizontal berguna untuk membantu kekuatan pada waktu melakukan tolakan ke atas-depan. • Kombinasi adalah melakukan beberapa teknik gerakan dengan berbagai cara dalam satu rangkaian gerak. • Lompat jangkit adalah suatu gerakan melompat ke depan atas dengan usaha agar badan melayang di udara yang dilakukan dengan cepat dan dengan cara melakukan tolakan satu kaki untuk memperoleh jarak sejauh-jauhnya. • Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. • Sikap badan melayang di udara yaitu: sikap setelah kaki tolak menolakkan kaki pada balok tumpuan, badan akan dapat terangkat melayang di udara, bersamaan dengan ayunan kedua lengan ke depan atas.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lompat Jangkit 21 • Sikap mendarat pada lompat jauh, baik gaya jongkok, gaya menggantung, maupun gaya berjalan di udara adalah sama. Pada waktu akan mendarat kedua kaki dibawah ke depan lurus dengan jalan mengangkat paha ke atas, badan dibungkukkan ke depan, kedua tangan ke depan. • Tolakan atau tumpuan adalah perubahan atau perpindahan gerakan dari gerakan horizontal ke gerakan vertikal yang dilakukan secara cepat. Dimana sebelumnya pelompat sudah mempersiapkan diri untuk melakukan gerakan sekuat-kuatnya pada langkah yang terakhir, sehingga seluruh tubuh terangkat ke atas melayang di udara Referensi Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Atletik Nomor Lompat. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SMP Negeri 187 Jakarta Jakarta, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran HARMONIS, S.Sn NIP. 197006151995032002 FEBRYAN RIZQILLAH, S.Pd NIP. 199202062020121011
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 1 MODUL AJAR PJOK SMP FASE D KELAS VIII Penyusun : Febryan Rizqillah, S.Pd Jenjang : SMP Kelas : VIII Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit 2 Kali pertemuan). Kompetensi Awal: Peserta didik telah dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan gerak spesifik lari jarak pendek dengan benar sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Profil Pelajar Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran mempraktikkan gerak spesifik lari sambung/ estafet. Sarana Prasarana o Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). o Start block atau sejenisnya. o Tongkat estafet atau sejenisnya o Tali pembatas. o Bendera start. o Peluit dan stopwatch. Target Peserta Didik o Peserta didik regular/tipikal. o Peserta didik dengan hambatan belajar. o Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI). o Peserta didik meregulasi diri belajar. o Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda). Jumlah Peserta Didik o Maksimal 32 peserta didik. Ketersediaan Materi o Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK. o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK. Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik Materi, Alat, dan Bahan yang Diperlukan 1. Materi Pokok Pembelajaran a. Materi Pembelajaran Regule 1) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Gerak spesifik memegang tongkat estafet lari sambung/estafet.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 2 2) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Gerak spesifik penyerahan tongkat estafet. 3) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Gerak spesifik mengatur susunan urutan pelari sambung/estafet. 4) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Gerak strategi tim dalam lari sambung/estafet. 5) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Perlombaan lari sambung/estafet dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi yang dilakukan secara berkelompok. b. Materi Pembelajaran Remidial Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi gerak spesifik lari sambung/estafet Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut. c. Materi Pembelajaran Pengayaan Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan variasi gerak spesifik lari sambung/estafet yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi). 2. Media Pembelajaran a. Model peserta didik atau guru yang memperagakan gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet. b. Gambar gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/ estafet. c. Video pembelajaran gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet. 3. Alat dan Bahan Pembelajaran a. Buku Ajar b. Link Video (online) c. Video Pembelajaran (offline) d. Lembar Kerja (tudent work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 3 Moda Pembelajaran o Daring. o Luring. o Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring. Pengaturan Pembelajaran Pengaturan Peserta didik: o Individu. o Berpasangan. o Berkelompok o Klasikal (Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan) Metode: o Diskusi o Presentasi o Demonstrasi o Project o Eksperimen o Eksplorasi o Permainan o Ceramah o Simulasi o (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan) Asesmen Pembelajaran Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: o Asesmen individu o Asesmen berpasangan o Asesmen kelompok Jenis Asesmen: Jenis Asesmen: o Pengetahuan o Keterampilan o Sikap (mandiri dan gotong royong) o Portopolio (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa penilaian yang sesuai). Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis gerak spesifik dan fungsional permainan dan olahraga, pembelajaran gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 4 Pemahaman Bermakna Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi gerak spesifik pembelajaran gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet dalam kehidupan nyata sehari-hari. Pertanyaan Pemantik Mengapa peserta didik perlu menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan hasil rancangan keterampilan gerak lari sambung/estafet? Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1. Persiapan mengajar Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut: a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya. b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan lari sambung/estafet. c. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya: 1) Lapangan atletik atau lapangan sejenisnya (halaman sekolah). 2) Start block atau sejenisnya. 3) Tongkat estafet dan sejenisnya. 4) Tali pembatas. 5) Bendera start. 6) Peluit dan stopwatch. 7) Lembar kegiatan Peserta Didik (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. 2. Kegiatan pengajaran Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut: a. Kegiatan pendahuluan (15 Menit) 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 5 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari pencak silat: misalnya bahwa pencak silat adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari estafet 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas gerak spesifik pencak silat, baik kompetensi sikap (profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: menganalisis gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari estafet, menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan variasi gerak spesifik gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan dengan streaching agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan. 10) Sebagai pemanasan dilaksanakan Permainan “Lingkaran Kursi Bergerak”, Tujuan dari permainan ini selain sebagai pemanasan sebelum menuju ke kegiatan ini adalah untuk melatih kerja sama, komunikasi, serta gotong royong masing-masing siswa untuk mencapai tujuan Bersama sesuai nilai nilai dalam profil pelajar Pancasila Panduan Pelaksanannya: 1. Siswa dibentuk kelompok beranggotakan 10 – 12 siswa. 2. Semua siswa berdiri satu di belakang yang lain membentuk lingkaran. 3. Para siswa harus berdiri begitu dekat satu sama lain sehingga mereka bersentuhan. 4. Dengan aba-aba guru yang telah disepakati semua siswa sekarang duduk di paha orang di belakang secara bersamaan. 5. Jika siswa orang duduk, mereka dapat mencoba untuk bergerak. 6. Guru dapat mensituasikan bergerak memutar atau berkompetisi dengan kelompok lain. 7. Waktu permainan 10 menit. b. Kegiatan Inti (90 Menit) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model penugasan, dengan prosedur sebagai berikut: 1) Peserta didik menerima dan mempelajari kartu tugas (task sheet) yang berisi perintah
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 6 dan indikator tugas gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet. 2) Peserta didik melaksanakan tugas ajar sesuai dengan target waktu yang ditentukan guru untuk mencapai ketuntasan belajar pada setiap materi pembelajaran, yaitu: gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet. Secara rinci adalah sebagai berikut: Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan variasi gerak dalam lari sambung/estafet. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak start, gerakan lari sambung, dan memasuki garis finish lari sambung/estafet, dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru Bentuk-bentuk aktivitas variasi gerak spesifik lari sambung/estafet, antara lain sebagai berikut: a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak memegang tongkat estafet lari sambung/estafet Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Pegangan tongkat estafet bebas, boleh dengan tangan kanan atau kiri menurut kebutuhan. Gerak spesifik memegang tongkat dapat dibedakan menjadi dua. (1) Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak memegang tongkat ketika start Cara melakukannya: (a) Memegang tongkat dengan pangkal ibu jari, jari kelingking, dan jari manis sehingga ketika start, ibu jari dan telunjuk menjadi tumpuan berat badan. (b) Memegang tongkat dengan pangkal ibu jari dan jari tengah hingga ketika start ibu jari dan telunjuk menjadi tumpuan berat berat badan di atas garis start. Aktivitas 1
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 7 (2) Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak memegang tongkat tongkat ketika akan memberikan tongkat Cara melakukannya: (a) Gerakan ini adalah tongkat dipegang agak ke ujung belakang. (b) Untuk pelari pertama, gerakan ini harus dimulai ketika start. (3) Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak menerima tongkat tongkat estafet Cara melakukannya: (a) Cara visual Cara visual adalah cara menerima tongkat dengan melihat kebelakang sebelum tongkat berpindah tangan dilakukan. Cara melakukannya: • Tangan yang menerima harus diluruskan kebelakang dengan telapak tangan menghadap ke atas, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka. • Tangan yang menerima tongkat diayunkan kebelakang dengan sikap telapak tangan menghadap kebelakang dan keempat jari terbuka kearah dalam. • Tangan yang menerima tongkat dijulurkan kebelakang serong bawah dengan telapak tangan menghadap belakang serong atas dan keempat jari rapat menuju luar. Sementara itu, ibu jari terbuka menuju dalam. (b) Cara Non-Visual Cara nonvisual adalah teknik menerima tongkat dengan cara tidak menoleh kebelakang ketika tongkat berpindah tangan.
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 8 Cara melakukannya: • Tangan yang menerima tongkat diayun kebelakang atas, telapak tangan menghadap atas, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka. • Tangan yang menerima tongkat diayun kebelakang dengan telapak tangan menghadap ke bawah, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka. • Tangan yang menerima tongkat dijulurkan kebelakang pinggul, dengan telapak tangan menghadap dalam dan jari-jari agak ditekuk, sedangkan ibu jari dibuka. b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak penyerahan tongkat estafet Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Pada dasarnya teknik nonvisual dan visual hampir sama. Perbedaannya terutama pada nama dan cara penerimaan tongkat. Pada cara nonvisual, penerimaan tongkat tidak melihat kebelakang (kepada yang menyerahkan tongkat) dan digunakan pada nomor lari 4 x 1000 m. Pada cara visual, penerimaan tongkat dapat melihat kebelakang (kepada yang menyerahkan tongkat) dan digunakan pada nomor lari 4 x 400 m. Perbedaan ini disebabkan karena pada lari 4 x 100 m waktu persatu detik pun sangat berharga sebab jarak tempuh tiap pelari hanya 100 m sampai 130 m, sehingga waktu yang sesaat itu dapat dimanfaatkan lawan untuk mendahuluinya. Lain halnya dengan jarak 4 x 400 m, jarak tempuh tiap pelari 400 m sampai dengan 430 m, sehingga apabila ada waktu sesaat untuk melihat kebelakang tidak akan terlalu berpengaruh. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam nomor lari estafet adalah sebagai berikut: (1) Bagi penerima tongkat estafet Cara melakukannya: (a) Tentukanlah tanda setepat-tepatnya sesuai hasil latihan. (b) Lakukan start tepat pada waktu pemberi sampai tanda, jangan terlalu cepat atau terlalu tambat. (c) Lakukan start secepat-cepatnya agar segera mencapai kecepatan tertinggi. ILUSTRASI
Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 9 (d) Waktu tangan diulurkan kebelakang, tangan jangan goyang/bergerak. (e) Apabila terlalu awal melakukan start dan setelah kira-kira 10 m belum terkejar, hendaknya kecepatan larinya dikurangi sedikit sehingga dapat menerima tongkat sebelum melewati batas daerah pertukaran tongkat. Jangan mengurangi kecepatan secara mendadak apalagi berhenti. (f) Agar tidak melewati batas daerah pertukaran tongkat, hendaknya start dilakukan 10 m sebelum garis batas permulaan pergantian. (2) Bagi pemberi tongkat estafet Cara melakukannya: (a) Jangan sampai terjadi kegagalan dalam pemberian tongkat. (b) Apabila pemerima tongkat terlalu cepat terkejar, usahakan jangan sampai menabraknya, tetapi larilah disamping penerima dan jagan tergesa-gesa memberikan tongkat sebelum penerima siap menerima tongkat dengan baik (c) Jangan melepaskan tongkat dan mengurangi kecepatan sebelum yakin tongkat itu telah diterima. Larilah terus dengan mengurangi kecepatan sedikit demi sedikit dilintasannya sendiri agar tidak mengganggu pelari regu lain. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran gerak pertama lari estafet, peserta didik diminta untuk merasakan otot-otot apa saja yang dapat teregang dan berkontraksi. Peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak pertama lari sambung. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran aktivitas lari estafet, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas pembelajaran gerak susunan urutan lari sambung. Bentukbentuk aktivitas hasil rancangan keterampilan gerak susunan urutan lari sambung, antara lain sebagai berikut: ILUSTRASI Aktivitas 2