The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by smp negeri 187 jakarta, 2024-01-07 07:43:56

PERANGKAT DAN MODUL AJAR PJOK KELAS 8

PERANGKAT DAN MODUL AJAR PJOK KELAS 8

Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 10 a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak mengatur susunan urutan pelari sambung/estafet Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Dalam sebuah perlombaan lari sambung/estafet, haruslah disusun suatu urutan tertentu diantara para pelari agar regu dapat memenagkan lomba. Susunan urutan pelari sambung/ estafet adalah sebagai berikut: (1) Pelari pertama Pelari pertama harus mempunyai kemampuan: (a) Mempunyai kemampuan start yang baik dan dapat melakukan lari dengan baik ditikungan. (b) Mempunyai kemampuan lari dengan kecepatan yang tinggi, tetapi daya tahannya kurang apabila dibandingkan pelari lainnya. (2) Pelari kedua Pelari kedua harus mempunya kemampuan: (a) Terampil dan bertanggung jawab sebab mempunyai tugas ganda, yaitu: sebagai penerima dan pemberi tongkat. (b) Mempunyai daya tahan yang baik karena harus menempuh jarak 120 m sampai 130 m. (c) Pelari kedua dipilih dari pelari yang kurang memiliki kemampuan ditikungan. (3) Pelari ketiga Pelari yang mempunyai kemampuan ditikungan dengan baik, memiliki daya tahan yang baik, dan memiliki tanggung jawab yang besar karena harus menerima dan memberikan tongkat. (4) Pelari keempat Pelari keempat mempunyai kemampuan: (a) Pelari yang tercepat. (b) Pelari yang mempunyai semangat tinggi karena sebagai penentu kalah atau menang dari regunya. Susunan pelari harus diatur sedemikian rupa berdasarkan teori dan hasil praktek di lapangan. Akan tetapi, jika tidak dilatih dengan baik dan terprogram, akan mendapat hasil yang tidak sesuai dengan keinginan. Latihan harus dimulai secara beetahap dari jarak yang lebih pendek menuju jarak yang sebenarnya. Misalnya dari karak 4 x 200 m, 4 x 300


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 11 m, kemudian sampai jarak 4 x 400 m dan dilakukan secara berulang-ulang. b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan Aktivitas pembelajaran keterampilan gerak strategi tim dalam lari sambung/estafet Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Lari estafet adalah salah satu cabang olahraga dalam atletik. Lari estafet dilakukan dengan melakukan pergantian tongkat antarpemain dalam wilayah tertentu. Inti dari lari estafet sendiri adalah kerja sama yang baik sehingga menghasilkan kemenangan bagi tim. Poin penting dalam memenangkan lari estafet adalah pergantian tongkat yang cepat, maka dari itu sangat diperlukan penempatan pelari yang tepat agar bisa memenangkan pertandingan. Pergantian tongkat dalam lari estafet adalah salah satu hal yang paling penting. Daerah pergantian tongkat ini mempunyai peran yang sangat penting. Karena daerah ini adalah daerah yang digunakan sebagai penghubung antara satu pelari dengan pelari yang lainnya. Perpindahan tongkat ini harus dilakukan di wilayah wissel yang memiliki jarak 20 meter. Cara menempatkan pelari-pelari estafet sebagai berikut: (1) Pelari pertama akan ditempatkan di wilayah start pertama dengan lintasan yang ada ditikungan. (2) Pelari kedua akan ditempatkan di wilayah start kedua yang ada dilintasan lurus. (3) Pelari ketiga akan ditempatkan di wilayah start ketiga yang ada dilintasan tikungan. (4) Pelari keempat di tikungan ada di wilayah start keempat dengan lintasan yang lurus dan akan berakhir di garis finish. Regu estafet yang baik akan memiliki pelari yang memiliki kekhususan tersendiri. Beberapa pertimbangan yang bisa dilakukan untuk menyusun regu estafet, antara lain: (a) Pelari pertama haruslah pelari yang punya start yang baik dan pelari tikungan yang baik. Selain itu, pelari pertama juga harus mempunyai kecepatan yang tinggi dengan daya tahan yang baik. (b) Pelari kedua harus pelari yang bisa bertanggung jawab karena dia berperan ganda. Selain itu, dia juga harus mempunyai kemampuan yang baik karena mempunyai jarak tempuh yang panjang dan harus bisa berlari ditikungan dengan baik. (c) Pelari ketiga harus punya kemampuan yang sama di pelari satu dan dua. Selain itu dia juga harus mempunyai kemampuan menikung yang baik. (d) Pelari keempat adalah pelari tercepat dan kunci kemenangan. Setelah peserta didik melakukan aktivitas keterampilan gerak susunan urutan lari estafet, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak susunan urutan lari estafet. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 12 c. Kegiatan Penutup (10 menit) 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran permainan bola tangan. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas variasi gerak spesifik melempar, menangkap, menggiring bola, menembak dan menghadang lawan dalm permainan bola tangan hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula. Asesmen 1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. b. Rubrik Asesmen Sikap No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya membuat target penilaian yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan. 2. Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi. 3. Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar. 4. Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. 5. Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan. 6. Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. 7. Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 13 melaksanakannya. 8. Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. 9. Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif. 10. Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu. 11. Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 12. Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat. 13. Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. 14. Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat. Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” 2. Asesmen Pengetahuan Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Penilaian Tes Tulis Pilihan ganda dengan 4 opsi 1) Dalam satu regu lari sambung ada empat orang pelari, yaitu pelari pertama, kedua, ketiga, dan keempat. Pada nomor lari sambung ada kekhususan yang tidak akan dijumpai pada nomor lari yang lain. Suksesnya lari sambung/estafet sangat bergantung dari . . . . a. berlari dan memasuki finis b. pemberian tongkat estafet c. penerimaan tongkat estafet d. kelancaran pergantian tongkat e. pemberian dan penerimaan tongkat sambung/estafet KUNCI: D kelancaran pergantian tongkat Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. Uraian tertutup 1. Kelancaran penerimaan tongkat estafet sangat berpengaruh terhadap keberhasilan kelompok dalam meraih juara dalam perlombaan, Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 14 bagaimanakah cara menerima tongkta sambung/estafet cara visual? Kunci: a) Tangan yang menerima harus diluruskan kebelakang dengan telapak tangan menghadap ke atas, keempat jari rapat, dan ibu jari terbuka. b) Tangan yang menerima tongkat diayunkan kebelakang dengan sikap telapak tangan menghadap kebelakang dan keempat jari terbuka kearah dalam. c) Tangan yang menerima tongkat dijulurkan kebelakang serong bawah dengan telapak tangan menghadap belakang serong atas dan keempat jari rapat menuju luar. Sementara itu, ibu jari terbuka menuju dalam. dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. 3. Penilaian Keterampilan a. Tes kinerja aktivitas gerak lari estafet 1) Butir Tes Lakukan aktivitas gerak start lari sambung/estafet. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik lari sambung/estafet yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama:___________________________ Kelas: __________ No Indikator Esensial Uraian Gerak Ya (1) Tidak (0) 1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 3. Posisi dan Sikap Akhir a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 15 Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 4) Pedoman penskoran a) Penskoran o Skor 1 jika: Peserta didik dapat melakukan 80% dari komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. o Skor 0 jika: Peserta didik kurang dari 80% melakukan komponen gerakan sikap awal, sikap pelaksanaan, dan sikap akhir dengan benar. (1) Sikap awalan melakukan gerakan (a) Start perlombaan lari sambung dilakukan dengan gerakan start, (b) kaki kiri di belakang garis start, kaki kanan di belakang kaki kiri, (c) badan agak condong ke depan, tangan bergantung kendor. (d) Salah satu tangan membawa tongkat sambung/estafet. (e) pada aba-aba “Ya!”, segera langkahkan kaki kanan ke depan dan jalan (2) Sikap pelaksanaan melakukan gerakan (a) Dimulai dengan gerakan mengangkat paha kaki diayun ke depan, dengan lutut terlipat. (b) tungkai badan bergantung ke depan. (c) menapak ke tumit terlebih dahulu menyentuh tanah. (d) dilanjutkan kaki tumpu menolak dengan mengangkat tumit selanjutnya ujung kaki tumpu lepas dari tanah berganti menjadi kaki ayun. (e) badam sedikit condong ke depan dan pandangan mata fokus pada lintasan. (3) Sikap akhir melakukan gerakan (a) Memberikan tongkat secara visual atau non visual, (b) untuk pelari terakhir sikap saat mencapai garis finish badan di condongkan kedepan tanpa mengurangi kecepatan lari. b) Pengolahan skor Skor maksimum: 10 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10. c) Lembar pengamatan penilaian keterampilan gerak lari sambung/estafet 4 x 100 meter (berkelompok terdiri dari 4 peserta didik). (1) Penilaian hasil keterampilan gerak Tahap pelaksanaan pengukuran Penilaian hasil/produk keterampilan gerak lari sambung/estafet dengan cara: (a) Mula-mula peserta didik berdiri pada garis start. (b) Setelah petugas pengukuran memberi aba-aba “bersedia”, “siap”, “ya’!” peserta didik mulai melakukan keterampilan gerak lari sambung 4 x 100 meter. (c) Petugas menilai waktu tempuh peserta didik menggunakan stopwatch.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 16 a) Konversi ketepatan gerak (produk) Perolehan Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri ….. < 4.01 menit ….. < 5.01 menit Sangat Baik 4.01 – 4.30 menit 5.01 – 5.30 menit Baik 4.31 – 5.00 menit 5.31 – 6.00 menit Cukup ….. > 5.00 menit ….. > 6.00 menit Kurang Pengayaan dan Remedial 1. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan. 2. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Refleksi Peserta Didik Pada setiap topik di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang: a. Apa yang sudah dipelajari. b. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai. c. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. d. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. e. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Contoh Format Refleksi. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik lari sambung/estafet, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahankesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 17 pembelajaran variasi gerak spesifik dalam permainan handball,. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru No Aktivitas Pembelajaran Pengamatan Pembelajaran Tercapai Belum Tercapai 1. Aktivitas pembelajaran aktivitas gerak lari estafet dilakukan secara berpasangan atau berkelompok* 2. Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran aktivitas gerak lari estafet *) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan. 2. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: a. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? b. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak lari sambung/estafet. c. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran hasil rancangan keterampilan gerak lari sambung/estafet tersebut. d. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran gerak spesifik lari sambung/estafet tersebut. Lembar Kerja Peserta Didik Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Siswa : ................................................................. Fase/Kelas : D / VIII Catatan: • Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran merancang keterampilan gerak pertama jalan cepat yang ditentukan oleh guru, maka minta remidial. • Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran merancang gerak pertama jalan cepat yang ditentukan oleh guru, maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih komplek dan bervariasi.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 18 1. Panduan umum a. Pastikan Peseta didik dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. b. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera. c. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. d. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. 2. Panduan aktivitas pembelajaran a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok berpasangan yang teridiri dari 6-8 orang. b. Lakukan aktivitas pembelajaran gerak lari sambung dengan temanmu satu kelompok. c. Perhatikan penjelasan berikut ini: Cara bermain aktivitas gerak lari estafet antara lain: 1) Aktivitas gerak spesifik memegang tongkat estafet lari sambung/estafet. 2) Aktivitas gerak spesifik penyerahan tongkat estafet. 3) Aktivitas gerak mengatur susunan urutan pelari sambung/estafet. 4) Aktivitas gerak strategi tim dalam lari sambung/estafet. 5) Perlombaan lari sambung/estafet dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi yang dilakukan secara berkelompok. 3. Bahan Bacaan Peserta Didik a. Peraturan lari sambung/estafet yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. b. Materi lari sambung/estafet. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. 4. Bahan Bacaan Guru a. Teknik dasar lari sambung/estafet. b. Bentuk-bentuk keterampilan gerak lari sambung/estafet. c. Bentuk-bentuk perlombaan lari sambung/estafet. Glosarium • Lari sambung merupakan olahraga atletik yang tergolong nomor beregu. Lari sambung atau estafet termasuk nomor bergengsi dalam lomba atletik. Pada nomor ini, tiap regu terdiri atas empat atlet. Sebagai nomor beregu, diperlukan kerja sama yang baik terutama dalam pemberian dan penerimaan tongkat. Untuk melakukan gerakan-gerakan lari sambung secara baik diperlukan kemampuan dasar fisik yang memadai. Dengan kondisi fisik yang baik akan memudahkan melakukan gerakan-gerakan yang lebih sulit (kompleks). • Tongkat estafet adalah tongkat berukuran 29-30 cm dengan diameter 3,81 cm dengan berat 50 gram. • Start lari sambung adalah start jongkok yang digunakan untuk pelari pertama sambil membawa tongkat, sedangkan pelari berikutnya menggunakan start melayang. • Langkah kaki lari sambung merupakan gerak maju dengan melangkahkan kaki seperti


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Lari Estafet 19 lari sprint. • Gerakan finish adalah jalan terus hingga melewati garis finish, langkah baru dikendorkan kecepatan jalannya setelah melewati jarak lima meter. • Teknik adalah cara melakukan atau melaksanakan sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu secara efisien dan efektif. Teknik dalam lari sambung dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal. Referensi Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Atletik Nomor Lari. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SMP Negeri 187 Jakarta Jakarta, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran HARMONIS, S.Sn NIP. 197006151995032002 FEBRYAN RIZQILLAH, S.Pd NIP. 199202062020121011


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 79 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi MODUL AJAR PJOK SMP FASE D KELAS VIII Penyusun : Febryan Rizqillah Jenjang : SMP Kelas : VIII Alokasi Waktu : 2 x 40 Menit (3 Kali pertemuan). Kompetensi Awal: Peserta didik telah dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis gerak spesifik melempar/ mengoper bola, menangkap, memukul bola, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Profil Pelajar Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran aktivitas permainan lapangan melalui gerak spesifik permainan rounders. Sarana Prasarana o Lapangan permainan rounders atau lapangan sejenisnya (lapangan atau halaman sekolah). o Bola rounders atau bola sejenisnya (bola terbuat dari gulungan kertas/plastik, karet, dll). o Pemukul/stick. o Tiang hinggap atau sejenisnya. o Peluit dan stopwatch. Target Peserta Didik o Peserta didik regular/tipikal. o Peserta didik dengan hambatan belajar. o Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI). o Peserta didik meregulasi diri belajar. o Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda). Jumlah Peserta Didik o Maksimal 32 peserta didik. Ketersediaan Materi o Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK. o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK. Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik Materi, Alat, dan Bahan yang Diperlukan


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 80 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi 1. Materi Pokok Pembelajaran a. Materi Pembelajaran Reguler 1) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pada gerak spesifik lemparan bola lurus, lemparan bola melambung, lemparan bola rendah, dan lemparan bola menggelundung. 2) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pada gerak spesifik menangkap bola datar/lurus, menangkap bola melambung, dan menangkap bola bergulir di tanah. 3) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan pada gerak spesifik memukul bola lurus dan memukul bola melambung. 4) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan dalam bermain permainan rounders dengan peraturan yang dimodifikasi. b. Materi Pembelajaran Remidial Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas variasi gerak spesifik dalam permainan rounders Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut. c. Materi Pembelajaran Pengayaan Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan variasi gerak spesifik dalam permainan rounders yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi).. . 2. Media Pembelajaran a. Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan gerak spesifik melempar, menangkap bola, memukul bola menggunakan pemukul, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders. b. Gambar gerak spesifik melempar, menangkap bola, memukul bola menggunakan pemukul, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders. c. Video pembelajaran gerak spesifik melempar, menangkap bola, memukul bola menggunakan pemukul, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders. 3. Alat dan Bahan Pembelajaran a. Buku Ajar


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 81 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi b. Link Video (online) c. Video Pembelajaran (offline) d. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. Moda Pembelajaran o Daring. o Luring. o Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). Pengaturan Pembelajaran Pengaturan Peserta didik: Pengaturan Peserta didik: o Individu. o Berpasangan. o Berkelompok o Klasikal (Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan) Metode: o Diskusi o Presentasi o Demonstrasi o Project o Eksperimen o Eksplorasi o Permainan o Ceramah o Simulasi o (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan) Asesmen Pembelajaran Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: o Asesmen individu o Asesmen berpasangan o Asesmen kelompok Jenis Asesmen: o Pengetahuan o Keterampilan o Sikap (mandiri dan gotong royong) o Portopolio Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis gerak spesifik melempar/mengoper bola, menangkap, memukul bola, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 82 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas variasi gerak spesifik melempar, menangkap, memukul bola, berlari ke tiang hinggap dan mematikan lawan dalam permainan rounders dalam kehidupan nyata sehari-hari. Pertanyaan Pemantik 1. Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai variasi gerak spesifik permainan bola rounders? Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1. Persiapan mengajar Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut: a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya. b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan permainan rounders. c. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya: 1) Lapangan permainan rounders atau lapangan sejenisnya (lapangan atau halaman sekolah). 2) Bola rounders atau bola sejenisnya (bola terbuat dari gulungan kertas/plastik, karet, dll). 3) Tiang hinggap atau sejenisnya. 4) Peluit dan stopwatch. 5) Gambar dan vidio pembelajaran permainan rounders. 6) Peluit dan stopwatch. 7) Lembar kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. 2. Kegiatan Pengajaran Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut: a. Kegiatan pendahuluan (10 Menit) 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing. 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari kegiatan bermain rounders: misalnya bahwa bermain rounders adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 83 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi jasmani dan prestasi cabang olahraga rounders. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: aktivitas gerak spesifik melempar/mengoper bola, menangkap, memukul bola, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders. 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas gerak spesifik permainan rounders, baik kompetensi sikap (profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: menganalisis gerak spesifik melempar/mengoper bola, menangkap, memukul bola, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan aktivitas gerak spesifik melempar/mengoper bola, menangkap, memukul bola, berlari ke tiang hinggap, dan mematikan lawan permainan rounders, serta bermain rounders dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menekankan pada pengembangan nilai-nilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan. Pemanasan dalam bentuk game. Nama permainannya melempar dan menangkap rounders. 10) Dalam pembelajaran ini disamping dapat mengembangkan elemen keterampilan gerak dan pengetahuan gerak, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. b. Kegiatan Inti (60 Menit) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Jigshaw, dengan prosedur sebagai berikut: 1) Peserta didik membagi diri ke dalam tiga (3) kelompok sesuai dengan materi (materi menjadi nama kelompok, contoh kelompok gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders). Di dalam kelompok ini setiap peserta didik secara berulang-ulang melakukan aktivitas gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders sesuai dengan nama kelompoknya. 2) Setiap anggota kelompok berkunjung ke kelompok lain untuk mempelajari dan “mengajari” materi dari dan ke kelompok lain setelah mendapatkan aba-aba dari guru. 3) Setiap anggota kelompok kembali ke kelompok masing-masing untuk mempelajari dan “mengajari” materi dari dan ke kelompoknya sendiri setelah mendapatkan abaaba dari guru. 4) Peserta didik menerima umpan balik secara individual maupun klasikal dari guru. 5) Peserta didik mencoba tugas aktivitas gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders ke dalam permainan sederhana. Secara rinci bentuk-bentuk pembelajaran aktivitas gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders adalah sebagai berikut:


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 84 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan variasi gerak dalam permainan handball. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur mengoper, menangkap, menggiring, dan bermaian operan bola dalam handball, dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Bentuk-bentuk aktivitas variasi gerak spesifik permainan rounders, antara lain sebagai berikut: a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik lemparan bola lambung Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Arahkan bola dengan lemparan dari belakang bawah ke depan atas. (2) Pandangan ditujukan pada arah sasaran lempar. (3) Sikap badan sedikit ke belakang. (4) Ayunkan bola dari belakang bawah menuju ke depan atas hingga bola lepas dan melambung jauh. b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik lemparan mendatar Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Bola dipegang dengan tangan kanan. (2) Menghadap ke arah sasaran lempar. (3) Pandangan tertuju pada sasaran lempar. (4) Kedua kaki dibuka silang depan, lutut agak ditekuk. (5) Rentangkan tangan lempar ke belakang dengan bola diarahkan ke sasaran. Aktivitas 1


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 85 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi (6) Lengan kiri lurus ke depan sejajar dengan bahu. (7) Sikap badan sedikit ke belakang. (8) Dengan melangkahkan kaki satu langkah, lemparkan bola lurus ke arah depan. c) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik lemparan bola rendah Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Melangkahkan satu kaki ke depan. (2) Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur setinggi lutut penerima. (3) Pandangan selalu tertuju pada bola. d) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik lemparan bola menggelundung Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Melangkahkan satu kaki ke depan. (2) Bola diayunkan dari belakang atas menuju ke depan bawah hingga bola itu meluncur setinggi lutut penerima. (3) Tangan lempar diayunkan dari atas menuju bawah lutut. (4) Pandangan selalu tertuju pada bola.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 86 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi e) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar bola bagi pelambung Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Berdiri tegak, kaki kanan berada di depan. (2) Bola dipegang dengan tangan kanan di depan paha kaki kanan. (3) Condongkan badan ke depan. (4) Putar lengan tangan kanan yang memegang bola 360°. (5) Bersamaan dengan itu langkahkan kaki kiri ke depan dan lepaskan bola saat bola berada di samping paha kaki kanan yang disertai lecutan pergelangan tangan. f) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam Aktivitas pembelajaran gerak spesifik menangkap bola lambung Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Perhatikan arah lambungan bola. (2) Lari menuju bola dan berhenti di bawah lambungan bola. (3) Arahkan kedua tangan pada bola. (4) Telapak tangan membentuk corong menghadap ke atas. (5) Pandangan ke arah bola datang. (6) Tangkap bola dengan kedua tangan.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 87 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi g) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam Aktivitas pembelajaran gerak spesifik menangkap bola datar Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Menghadap ke arah bola datang. (2) Kedua kaki dibuka dan lutut ditekuk. (3) Sikap badan agak condong ke depan. (4) Pandangan ke arah bola. (5) Kedua tangan lurus ke depan. (6) Telapak tangan menghadap bola dengan membentuk mangkuk. (7) Tangkap bola dengan kedua tangan. Lalu genggam dengan jari. (8) Setelah bola tertangkap, tarik ke arah dada dengan menekuk siku. h) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola di tempat secara individu Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Bola dilambungkan dari arahkan bola dengan lemparan dari bawah ke atas. (2) Pandangan ditujukan pada arah lambungan bola ke atas. (3) Sikap badan sedikit ke depan. (4) Ayunkan bola dari belakang bawah menuju ke depan atas hingga bola lepas dan melambung ke atas. (5) Setelah itu bola ditangkap dengan dua tangan. (6) Pembelajaran lempar tangkap bola di tempat dan dilanjutkan sambil


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 88 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi bergerak maju dengan bola dilambungkan sendiri. i) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola di tempat secara berpasangan Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Saling berhadapan dengan jarak 3 – 5 meter. (2) Bola dilemparkan secara bergantian dengan lemparan setinggi dada. (3) Pandangan ditujukan pada arah lemparan bola. (4) Sikap badan sedikit ke depan. (5) Ayunkan bola dari belakang bawah menuju ke depan atas hingga bola lepas dan melambung ke depan. (6) Pembelajaran gerakan lempar tangkap bola dengan lecutan tangan berpasangan di tempat, dilanjutkan dengan gerak maju mundur. j) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola di tempat secara berpasangan dengan berbagai lemparan Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Saling berhadapan dengan jarak 6 – 7 meter. (2) Bola dilemparkan secara bergantian dengan lemparan ayunan atas, ayunan samping, dan bawah. (3) Menangkap dengan gerakan menangkap bola lurus serta bola guling tanah, dilakukan ditempat dilanjutkan dengan gerak maju mundur jalan atau lari jogging secara berpasangan. (4) Pandangan ditujukan pada arah lemparan bola.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 89 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi (5) Sikap badan sedikit ke depan. (6) Ayunkan bola dari belakang bawah menuju ke depan atas hingga bola lepas dan melambung ke depan. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders, peserta didik diminta untuk merasakan otot-otot apa saja yang dapat teregang dan berkontraksi. Peserta didik diminta menuliskan kesulitankesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas pembelajaran gerak spesifik memukul bola permainan rounders. Bentuk-bentuk aktivitas gerak spesifik memukul bola permainan rounders, antara lain sebagai berikut: a) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik memegang stick (pemukul) Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. (1) Saat menunggu lemparan pitcher, buka kedua kaki selebar bahu, lutut sedikit ditekuk. (2) Pusatkan Pandangan pada bola yang akan meluncur. (3) Posisikan badan agak condong ke depan untuk menjaga keseimbangan. (4) Pegangan agak ke belakang, siku bengkok, bahu sejajar dan sedikit agak ke bawah. (5) Saat akan memukul posisi badan tegak lurus di depan bahu kanan. Aktivitas 2


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 90 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi b) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik posisi kepala dan mata Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Berdirilah kira-kira seluas bidang pinggang sejajar dengan plate. (2) Berdirilah agak jauh dari home plate, walaupun demikian pemukul dapat menyentuh bagian sudut yang terjauh dari home plate. (3) Berdirilah pada bagian belakang batter`s box, dengan kaki bagian depan berada lurus dengan bagian belakang sudut home plate. (4) Posisi bahu sejajar dan lengan dibawa ke belakang dengan sewajarnya. (5) Pandangan selalu tertuju pada bola. c) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan ayunan (swing) Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Posisi badan berdiri tegak, kaki dibuka selebar bahu dan sedikit ditekuk. (2) Pegang stick/pemukul ke belakang bahu. Posisikan ujung stick/pemukul lebih tinggi dibandingkan bahu, sedangkan siku agak jauh dari badan. (3) Pandangan mata menatap pada gerakan pitcher. (4) Saat pitcher melempar bola, langkahkan kaki ke arah pitcher. Ayunkan stick/ pemukul mengenai bola dengan cepat memakai kekuatan lengan. (5) Selesaikan gerakan ayunan lengan sampai bola melambung ke udara.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 91 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi d) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik memukul bola dengan bola dilambungkan sendiri Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Berdiri menyamping arah gerakan. (2) Tangan kanan memegang bola dan tangan kiri memegang stick/ pemukul. (3) Lambungkan bola dengan tangan kanan di depan badan. (4) Dengan cepat pegang pemukul dengan dua tangan bersamaan kaki kiri dilangkahkan ke depan. (5) Pada saat yang tepat ayunkan bat ke depan ke arah bola hingga stick/ pemukul mengenai bola. e) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik memukul bola dengan stick/pemukul bola dilambungkan teman Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Pemain berdiri berhadapan A dan B berjarak ± 3-4 meter, A sebagai pemukul, dan B sebagai pelambung. (2) Satu pasangan satu buah bola rounders dipegang oleh B. (3) Pemain B melambungkan bola ke A, dan A memukul bola, fokuskan prinsip dasar gerakan memegang stick/pemukul, ayunan lengan, dan fokus terhadap sasaran bola.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 92 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi f) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran gerak spesifik pukulan bunt (menahan bola) Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: (1) Putar posisi badan dari posisi siap memukul, untuk melakukan bunt menghadap pelambung (posisi kaki tetap berada pada batter box). (2) Pegang stick dengan ujung tangan di antara jari telunjuk dan ibu jari, sedangkan jari-jari lain dilipat disekitar pemukul. (3) Tempatkan pemukul sama tinggi/datar di depan berhadapan dengan pelambung. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik memukul bola permainan rounders, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas bermain rounders dengan menggunakan peraturan dimodifikasi. Aktivitas pembelajaran bermain rounders menggunakan peraturan yang dimodifikasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas bermain rounders dengan peraturan yang dimodifikasi, dengan gerakan melempar, menangkap bola, dan berlari Aktivitas 3


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 93 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: 1) Pemainan dibagi berkelompok (A sampai F) empat orang (pemain) perkelompok, masing-masing menempati posisinya. 2) Pemain kelompok A menangkap dan melempar, pemain kelompok B pelambung (pitcher atau lambungan biasa) juga penangkap bola. 3) Pemainan kelompok C D, E sebagai pelari, dan pemainan kelompok F penangkap dan pelempar. 4) Permainan dilakukan ± 2 - 3 menit. 5) Pemain B melambungkan bola pada pemain A, dan pemain A menangkap lalu dilempar ke pemain kelompok F, maka pemain A berlari ke pemain C, C ke D, D ke E, dan E ke B. 6) Lakukan seterusnya seperti gerakan pertama. Untuk pemain kelompok F, mendapat giliran setelah permainan berakhir ± 2 - 3 menit. b. Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan gerak dalam aktivitas pembelajaran bermain rounders dengan peraturan yang dimodifikasi, dengan bermain melempar, memegang stick, memukul, menangkap bola, dan berlari cepat Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur kegiatan ini dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Cara melakukannya: 1) Pemain dibagi berkelompok (pemain A sampai pemain pemain F ). 2) Empat pemain perkelompok, masing-masing menempati posisinya, pemain kelompok A pemukul, pemain kelompok B pelambung (pitcher atau lambungan biasa), pemain kelompok C, D, E pelari, dan kelompok F penangkap dan pelempar. 3) Permainan dilakukan ± 2-3 menit, pemain B melambungkan bola pada pemain A, dan pemain A memukul, maka setelah bola dipukul pemain A lari ke C, D ke E, dan pemain E ke pemain B, sedangkan pemain B ke pemain A. 4) Perpindahan lari dilakukan dengan cepat sebelum bola dilempar ke O. 5) Lakukan seterusnya seperti gerakan pertama. Untuk pemain kelompok F dan O, mendapat giliran setelah permainan berakhir ± 2 - 3 menit.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 94 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi Catatan: 1) Guru mengamati seluruh gerakan peserta didik secara individu maupun kelompok. 2) Seluruh aktivitas gerak spesifik berlari ke tiang hinggap dan mematikan lawan permainan rounders peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan gerakan. 3) Peserta didik secara individu dan dan kelompok melakukan aktivitas gerak spesifik melempar, menangkap, dan memukul bola permainan rounders sesuai dengan koreksi oleh guru. 4) Seluruh aktivitas gerak spesifik melempar, menangkap, dan memukul bola permainan rounders peserta didik setelah diberikan umpan balik diamati oleh guru secara individu maupun kelompok. 5) Peserta didik secara individu, berpasangan, dan atau kelompok melakukan aktivitas gerak spesifik melempar, menangkap, dan memukul bola permainan rounders, sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh guru. 6) Guru mengamati seluruh aktivitas gerak spesifik melempar, menangkap, dan memukul bola permainan rounders secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran. c. Kegiatan Penutup (10 menit) 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran permainan rounders. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas gerak spesifik melempar, menangkap, dan memukul bola permainan rounders, hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 95 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi Asesmen 1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. b. Rubrik Asesmen Sikap No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya membuat target penilaian yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan. 2. Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi. 3. Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar. 4. Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. 5. Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan. 6. Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. 7. Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya. 8. Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. 9. Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif. 10. Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu. 11. Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. 12. Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat. 13. Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. 14. Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat. Sangat Baik Baik Perlu Perbaikan Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya”


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 96 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi 2. Asesmen Pengetahuan Teknik Bentuk Contoh Instrumen Kriteria Penilaian Tes Tulis Pilihan ganda dengan 4 opsi 1. Perhatikan gambar berikut ini yang merupakan gerak spesifik permainan rounders. Berdasarkan gambar di atas, gerak spesifik permainan rounders yang diperagakan adalah . . . . A. melempar dan menangkap bola melambung B. melempar dan menangkap bola lurus/mendatar C. melempar dan menangkap bola rendah D. melempar dan menangkap bola menggelundung Kunci: B. melempar dan menangkap bola lurus/mendatar. Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. Uraian tertutup 1. Jelaskan cara melakukan gerak spesifik melempar dan menangkap bola dalam permainan rounders. Kunci: 1) Bola dilambungkan dari arahkan bola dengan lemparan dari bawah ke atas. 2) Pandangan ditujukan pada arah lambungan bola ke atas. 3) Sikap badan sedikit ke depan. 4) Ayunkan bola dari belakang bawah menuju ke depan atas hingga bola lepas dan melambung ke atas. 5) Setelah itu bola ditangkap dengan dua tangan. 6) Pembelajaran lempar tangkap bola di tempat dan dilanjutkan sambil bergerak maju dengan bola dilambungkan sendiri. Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 97 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi 3. Penilaian Keterampilan a. Tes kinerja aktivitas gerak spesifik passing bawah dan passing atas permainan rounders. 1) Butir Tes Lakukan aktivitas gerak gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk). 2) Petunjuk Penilaian Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan. 3) Rubrik Penilaian Keterampilan Gerak Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian). Nama :____________________________ Kelas: __________ No Indikator Esensial Uraian Gerak Ya (1) Tidak (0) 1. Posisi dan Sikap Awal a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 2. Pelaksanaan Gerak a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata 3. Posisi dan Sikap Akhir a. Kaki b. Badan c. Lengan dan tangan d. Pandangan mata Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir 4) Pedoman penskoran a) Penskoran (1) Sikap awalan melakukan gerakan Skor 3 jika: (a) pandangan mata ke arah datangnya bola. (b) badan sedikit dicondongkan ke depan dan berat badan terletak di antara kedua kaki. (c) lutut ditekuk, badan condong ke depan dan jaga keseimbangan. Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. (2) Sikap pelaksanaan melakukan gerakan Skor 4 jika: (a) bola didorong dari depan. (b) kedua lengan lurus ke depan. (c) badan dicondongkan ke depan.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 98 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi (d) pandangan mata tertuju pada lepasnya bola. Skor 3 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 2 jika: hanya dua sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu sampai dua kriteria yang dilakukan secara benar. (3) Sikap akhir melakukan gerakan Skor 3 jika: (a) badan tetap condong ke depan (b) pandangan mata tertuju pada lepasnya bola (c) kaki kiri ke depan dan kaki kanan di belakang Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar. Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar. b) Pengolahan skor Skor maksimum: 10 Skor perolehan peserta didik: SP Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10 c) Konversi jumlah ulangan dengan skor Perolehan Nilai Klasifikasi Nilai Putera Puteri ……. > 32 kali ……. > 27 kali Sangat Baik 27 – 31 kali 22 – 26 kali Baik 22 – 26 kali 17 – 21 kali Cukup …… < 22 kali …… < 17 kali Kurang Pengayaan dan Remedial 1. Pengayaan Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan permainan dengan cara mengubah jumlah pemain, memperketat peraturan, menambah alat yang digunakan, serta menambah tingkat kesulitan tugas keterampilan yang diberikan. 2. Remidial Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 99 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Refleksi Peserta Didik Pada setiap topik di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang: a. Apa yang sudah dipelajari. b. Dari apa yang sudah dipelajari apa yang sudah dikuasai. c. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. d. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. e. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran. Contoh Format Refleksi. Setelah peserta didik melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik dalam perminan rounders, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas pembelajaran variasi gerak spesifik dalam permainan rounders. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru No Aktivitas Pembelajaran Pengamatan Pembelajaran Tercapai Belum Tercapai 1. Aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders yang dilakukan secara berpasangan atau berkelompok* 2. Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders. *) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan. Catatan: • Bagi peserta didik yang belum mampu mencapai batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders yang ditentukan oleh guru, maka minta remidial. • Bagi peserta didik yang mampu mencapai atau melebihi batas kompetensi dalam melakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik melempar dan menangkap bola permainan rounders yang ditentukan oleh guru, maka lanjutkan pembelajaran pada materi yang lebih komplek dan bervariasi dan kombinasi dalam bentuk pengayaan.


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 100 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi 2. Refleksi Guru Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain: a. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik? b. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses aktivitas pembelajaran gerak spesifik permainan rounders. c. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses aktivitas pembelajaran gerak spesifik permainan rounders tersebut. d. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses aktivitas pembelajaran gerak spesifik permainan rounders tersebut. Lembar Kerja Peserta Didik Tanggal : ................................................................. Lingkup/materi pembelajaran : ................................................................. Nama Siswa : ................................................................. Fase/Kelas : D / VIII 1. Panduan umum a. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran. b. Ikuti gerakan pemanasan dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru untuk menghindari cidera. c. Mulailah kegiatan dengan berdo’a. d. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama. 2. Panduan aktivitas pembelajaran a. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 8 orang. b. Lakukan aktivitas pembelajaran gerak spesifik permainan rounders secara berpasangan dengan temanmu satu kelompok. c. Perhatikan penjelasan berikut ini: Cara bermain aktivitas pembelajaran gerak spesifik permainan rounders antara lain: 1) Aktivitas gerak spesifik lemparan bola lurus, lemparan bola melambung, lemparan bola rendah, dan lemparan bola menggelundung. 2) Aktivitas gerak spesifik menangkap bola datar/lurus, menangkap bola melambung, dan menangkap bola bergulir di tanah. 3) Aktivitas gerak spesifik memukul bola lurus dan memukul bola melambung. 4) Bermain permainan rounders dengan peraturan yang dimodifikasi. 3. Bahan Bacaan Peserta Didik


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 101 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi a. Peraturan permainan rounders yang standar. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. b. Materi gerak spesifik permainan rounders. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya. 4. Bahan Bacaan Guru a. Teknik dasar permainan rounders. b. Bentuk-bentuk gerak spesifik permainan rounders. c. Bentuk-bentuk permainan rounders dengan menggunakan peraturan yang dimodifikasi. Glosarium • Rounders merupakan salah satu jenis permainan bola kecil beregu. Rounders merupakan bentuk permainan tradisional yang mengutamakan beberapa unsur yaitu kekompakan, ketangkasan, dan kegembiraan. • Lemparan datar merupakan teknik dasar permainan rounders yang dilakukan dengan cara melempar bola kearah mendatar setinggi dada atau horizontal. • Lemparan menyusur tanah merupakan teknik dasar melempar bola rounders dengan laju bola yang menyusur ketanah atau menggelinding. • Lemparan bola menggelundung gerakannya sama dengan melempar bola rendah. Tangan lempar diayunkan dari atas menuju bawah lutut. • Lemparan melambung merupakan teknik dasar permainan rounders berupa teknik melempar bola. Teknik ini merupakan sebuah teknik melempar bola yang menggunakan ayunan kebelakang kepala atas agar boa dapat melambung jauh. • Menangkap adalah suatu usaha yang dilakukan oleh pemain untuk dapat menguasai bola dengan tangan yang mengenakan glove, dan hasil pukulan ataupun lemparan teman. • Memukul bola rounders adalah tugas dari seorang pemukul, pemain pemukul atau penyerang (batter) bertugas memukul bola untuk mencetak angka (run). • Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik, antara peserta didik dengan tenaga pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. • Pitcher adalah pemain yang pertama dapat mematikan lawan. Lemparannya yang keras dan cepat akan menyulitkan bagi pemukul, sehingga ia dengan mudah dapat mematikan regu pemukul. • Strike : Bola yang dilemparkan seorang benar yaitu berada tepat diatas tempat pemukul antara lutut dan bahu pemukul. Referensi Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan


Modul Ajar PJOK SMP Fase D Kelas VIII 102 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VIII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Permainan Rounders. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Penilaian oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SMP Negeri 187 Jakarta Jakarta, Juni 2023 Guru Mata Pelajaran HARMONIS, S.Sn NIP. 197006151995032002 FEBRYAN RIZQILLAH, S.Pd NIP. 199202062020121011


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 1 MODUL AJAR PJOK SMP FASE D KELAS VIII Penyusun : Febryan Rizqillah, S.Pd Jenjang : SMP Kelas : VIII Alokasi Waktu : 3 x 40 Menit (3 Kali pertemuan). Kompetensi Awal: Peserta didik telah dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan berbagai bentuk latihan kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan dan pengukuran hasilnya sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Profil Pelajar Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan dan pengukuran hasilnya. Sarana Prasarana o Lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas). o Matras senam atau sejenisnya. o Palang tunggal. o Peluit dan stopwatch. Target Peserta Didik o Peserta didik regular/tipikal. o Peserta didik dengan hambatan belajar. o Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI). o Peserta didik meregulasi diri belajar. o Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda). Jumlah Peserta Didik o Maksimal 32 peserta didik. Ketersediaan Materi o Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA/TIDAK. o Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA/TIDAK. Jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik Materi Ajar, Alat, dan Bahan yang Diperlukan 1. Materi Pokok Pembelajaran a. Materi Pembelajaran Reguler 1) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan kecepatan.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 2 2) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan kelincahan. 3) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan keseimbangan. 4) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan koordinasi 5) Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik dalam tes kebugaran jasmani siswa SMP usia 13 s.d 15 tahun. b. Materi Pembelajaran Remidial Materi dapat dimodifikasi dengan menambah jarak, pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut. c. Materi Pembelajaran Pengayaan Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi, mengubah lingkungan permainan, dan mengubah jumlah pemain di dalam permainan yang dimodifikasi. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi). 2. Media Pembelajaran a. Model peserta didik atau guru yang memperagakan aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP. b. Gambar aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP. c. Video pembelajaran aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP. 3. Alat dan Bahan Pembelajaran a. Buku Ajar b. Link Video (online) c. Video Pembelajaran (offline) d. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. Moda Pembelajaran o Daring.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 3 o Luring. o Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning). o Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkaan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring. Pengaturan Pembelajaran Pengaturan Peserta didik: o Individu. o Berpasangan. o Berkelompok o Klasikal (Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan) Metode: o Diskusi o Presentasi o Demonstrasi o Project o Eksperimen o Eksplorasi o Permainan o Ceramah o Simulasi o (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan) Asesmen Pembelajaran Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran: o Asesmen individu o Asesmen berpasangan o Asesmen kelompok Jenis Asesmen: o Pengetahuan o Keterampilan o Sikap (mandiri dan gotong royong) o Portopolio (Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa penilaian yang sesuai). Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan menganalisis gerak spesifik dan fungsional permainan dan olahraga, aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP, sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman Bermakna


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 4 1. Apa yang dimaksud dengan latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan? 2. Jelaskan bentuk-bentuk latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan. 3. Jelaskan langkah-langkah melakukan latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan. 4. Praktikkan latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan. Pertanyaan Pemantik 1. Mengapa peserta didik perlu memahami dan menguasai peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan? 2. Bagaimana perasaan peserta didik dalam mengikuti latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan. 3. Jika ada hal-hal yang tidak peserta didik sukai terjadi dalam mengikuti latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan, apa yang akan guru lakukan. Prosedur Kegiatan Pembelajaran 1. Persiapan mengajar Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut: a. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya. b. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP. c. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya: o Lapangan olahraga atau halaman sekolah (ruangan kelas). o Matras senam atau sejenisnya. o Palang tunggal atau sejenisnya. o Peluit dan stopwatch. o Lembar kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak. 2. Kegiatan pengajaran Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut: a. Kegiatan pendahuluan (15 Menit) 1) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk menyiapkan barisan di lapangan sekolah dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik. 2) Guru meminta salah seorang peserta didik untuk memimpin doa, dan peserta didik berdoa sesuai dengan agamanya masing-masing.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 5 3) Guru memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat, bila ada peserta didik yang kurang sehat (sakit), maka guru meminta peserta didik tersebut untuk berisitirahat di kelas. 4) Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan mengajukan pertanyaan tentang manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. 5) Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab. 6) Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari aktivitas fisik: misalnya bahwa pencak silat adalah salah satu aktivitas yang dapat meningkatkan kebugaran jasmani. 7) Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (pengukuran kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP. 8) Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi aktivitas latihan kebugaran jasmani, baik kompetensi sikap (profil Pelajar Pancasila) dengan observasi dalam bentuk jurnal, yaitu pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri, kompetensi pengetahuan: menganalisis aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (pengukuran kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP, menggunakan tes tertulis, dan kompetensi terkait keterampilan yaitu: mempraktikkan variasi gerak spesifik aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan kesehatan (pengukuran kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) serta aktivitas tes kebugaran siswa SMP, dalam bentuk yang sederhana dengan peraturan yang dimodifikasi dengan menekankan pada pengembangan nilainilai karakter antara lain: gotong royong dan mandiri. 9) Dilanjutkan dengan pemanasan agar peserta didik terkondisikan dalam materi yang akan diajarkan dengan perasaan yang menyenangkan.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 6 a) Lakukan peregangan pasif terlebih dahulu, secara berurutan (dari anggota tubuh bagian atas lalu ke bawah, atau sebaliknya dari anggota tubuh bagian bawah ke atas). Leher, lengan, punggung, tubuh bagian samping, tungkai. b) Regangkan otot secara perlahan, lakukan masing-masing 2 x 8 hitungan. Bergantian sisi kiri dan kanan. c) Peragangan pasif perlu dilakukan untuk menyiapkan otot-otot untuk melakukan pembelajaran yang lebih berat. Setelah selesai, lakukan peregangan aktif untuk memperluas gerak sendi sekaligus. b. Kegiatan Inti (55 Menit) Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan prosedur sebagai berikut: 1) Peserta didik melakukan analisis latihan komponen kebugaran jasmani yang terkait keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi), sesuai dengan instruksi guru sebelum pembelajaran dimulai. 2) Guru membuka dan menjelaskan manfaat dan tujuan pembelajaran latihan kebugaran jasmani yang terkait keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) bagi kesehatan dan kebugaran jasmani. 3) Peserta didik melakukan latihan kebugaran jasmani yang terkait keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi) sesuai dengan penjelasan guru secara individu maupun kelompok, dan menyampaikan arti penting kerja sama dalam latihan kebugaran jasmani. 4) Seluruh latihan kebugaran jasmani yang terkait keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi), yang dilakukan oleh peserta didik diawasi dan diberikan koreksi oleh guru apabila ada kesalahan dalam melakukan latihan. 5) Peserta didik secara individu dan atau kelompok melakukan latihan kebugaran jasmani yang terkait keterampilan (kecepatan, kelincahan, keseimbangan, dan koordinasi), sesuai dengan koreksi yang diberikan oleh guru. Secara rinci bentuk-bentuk latihan kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan adalah sebagai berikut: Fakta, konsep, dan prosedur, serta praktik/latihan variasi gerak dalam permainan handball. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terka dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru Bentuk-bentuk aktivitas aktivitas latihan peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terka, antara lain sebagai berikut: a) Aktivitas latihan : Peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kecepatan). (1) Aktivitas latihan 1 : Kecepatan sprint (Sprinting speed) Kecepatan sprint adalah kemampuan seseorang bergerak ke depan dengan Aktivitas 1


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 7 kekuatan dan kecepatan maksimal untuk mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Cara pengembangan kecepatan sprint dapat dilakukan dengan interval running dengan volume beban latihan: 5 - 10 kali giliran lari, jarak: 30 - 80 meter, intensitas Pembelajaran lari: 80% -100%. (2) Aktivitas latihan 2 : Kecepatan reaksi (Reaction speed) Kecepatan reaksi adalah kemampuan seseorang untuk menjawab rangsangan secepat mungkin dalam mencapai hasil yang sebaik-baiknya. Hampir semua cabang olahraga memerlukan kecepatan reaksi di dalam pertandingan. Untuk mengembangkan kecepatan reaksi dapat dilakukan dengan metode pertandingan, untuk mencapai waktu yang secepatcepatnya dalam mereaksi suatu rangsangan. (3) Aktivitas latihan 3 : Kecepatan bergerak (Speed of movement) Kecepatan bergerak adalah kemampuan seseorang untuk bergerak secepat mungkin dalam satu gerakan yang tidak terputus. Seperti gerakan melompat, melempar, salto dan lain-lain. Cara mengembangkan peningkatan kemampuan kecepatan bergerak dilakukan dengan metode Weight Training. Volume beban Pembelajaran: 4-6 kali giliran, intensitas: 40% - 60%, recovery: 2-3 menit. Bentuk-bentuk latihan untuk meningkatkan kecepatan antara lain sebagai berikut : (1) lari cepat dengan jarak 40 dan 60 meter, (2) lari dengan mengubah-ubah kecepatan (mulai lambat makin lama makin cepat), (3) lari naik bukit, (4) lari menuruni bukit, dan (5) Lari menaiki tangga gedung. Panduan Pelaksanannya: (a) Peserta didik berdiri di belakang garis start dengan sikap berdiri. (b) Apabila ada aba-aba “ya” peserta didik lari ke depan secepat mungkin menempuh jarak yang ditentukan. (c) Pada saat peserta didik menyentuh/melewati garis finish stopwatch dihentikan. (d) Latihan dilakukan secara berulang-ulang sebanyak 4 – 6 kali.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 8 b) Aktivitas latihan : Peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (kelincahan) (1) Aktivitas Latihan mengubah gerak tubuh arah lurus (shuttle run) Panduan Pelaksanannya: (a) Lari bolak-balik dilakukan secepat mungkin sebanyak 6 – 8 kali (jarak 4 – 5 meter). (b) Setiap kali sampai pada suatu titik sebagai batas, si pelaku harus secepatnya berusaha mengubah arah untuk berlari menuju titik larinya. (c) Perlu diperhatikan bahwa jarak antara kedua titik tidak terlalu jauh serta jumlah ulangan tidak terlampau banyak sehingga menyebabkan kelelahan bagi si pelaku. (d) Dalam latihan ini yang diperhatikan ialah kemampuan mengubah arah dengan cepat pada waktu bergerak. (e) Latihan dilakukan secara berulang-ulang sebanyak 6 – 8 kali (jarak 4 – 5 meter). (2) Aktivitas latihan lari bolak belok (zig-zag) Panduan Pelaksanannya: (a) Dalam melakukan latihan ini dimana si pelaku berlari bolak-balik dengan cepat sebanyak 2 – 3 kali di antara beberapa titik (misalnya 4 – 5 titik). (b) Jarak setiap titik sekitar dua meter. (c) Latihan dilakukan secara berulang-ulang sebanyak 2 – 3 kali.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 9 (3) Aktivitas latihan Mengubah Posisi Tubuh Jongkok-Berdiri (squat thrust) Panduan Pelaksanannya: (a) Jongkok sambil menumpukan kedua lengan di lantai. (b) Pandangan ke arah depan. (c) Lemparkan kedua kaki belakang sampai lurus dengan sikap badan telungkup dalam keadaan terangkat. (d) Kemudian dengan serentak, kedua kaki ditarik ke depan, kemudian kembali ke tempat semula. (e) Latihan ini dilakukan berulang-ulang dengan gerakan yang sama sebanyak 5 – 6 kali. (4) Aktivitas latihan Gerakan Bereaksi Panduan Pelaksanannya: (a) Berdiri dengan sikap ancang-ancang. Kedua lengan di samping badan dengan siku bengkok, perhatikan aba-aba peluit. (b) Bunyi peluit pertama, lari ke depan secepat-cepatnya. (c) Bunyi peluit kedua, lari mundur secepat-cepatnya.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 10 (d) Bunyi peluit ketiga, lari ke samping kiri secepat-cepatnya. (e) Bunyi peluit keempat, lari kesamping kanan secepatcepatnya. (f) Latihan ini dilakukan terus-menerus secara berangkai tanpa berhenti dahulu sebanyak 2 – 3 kali. c) Aktivitas latihan : Peningkatan derajat kebugaran jasmani yang terkait dengan keterampilan (keseimbangan) 1) Aktivitas latihan keseimbangan berdiri bangau Panduan Pelaksanannya: (a) Sikap permulaan berdiri tegak rileks. (b) Salah satu kaki diangkat dengan posisi tangan dipegang secara berlawanan (jika yang diangkat kaki kanan tangan kiri yang memegang) di belakang pantat. (c) Tangan kanan diluruskan ke samping. (d) Latihan ini dilakukan terus-menerus sebanyak 8 kali hitungan. 2) Aktivitas latihan 2 : Keseimbangan dalam sikap kapal terbang Panduan Pelaksanannya: (a) Berdiri tegak rileks dengan psosi kaki dirapatkan dan kedua tangan direntangkan lurus ke samping. (b) Kemudian bungkukkan badan sambil meluruskan salah satu kaki kiri atau kanan ke arah belakang. (c) Arah pandangan lurus ke depan dan pertahankan gerakan ini selama 8 kali hitungan.


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 11 3) Aktivitas latihan 3 : Keseimbangan dalam berbagai sikap dan gerak Panduan Pelaksanannya: (a) Latihan keseimbangan dari sikap berdiri, dilakukan dengan cara mengangkat salah satu kaki ke samping menggunakan tangan, tangan yang lainnya direntangkan sejajar bahu dan tahan sampai 8 hitungan. Lakukan latihan ini secara bergantian. (b) Latihan keseimbangan berikutnya sama dengan latihan satu, tetapi bagian kaki yang dipegang adalah bagian pergelangannya dan tangan yang lainnya diangkat ke atas. Lakukan latihan secara bergantian. (c) Latihan keseimbangan ketiga prinsipnya sama dengan latihan kedua. Akan tetapi, salah satu kaki diangkat menekuk di depan panggul dan kedua tangan direntangkan ke samping. Lakukan latihan ini secara bergantian. Setelah peserta didik melakukan aktivitas latihan kebugaran jasmani yang terkait keterampilan, peserta didik diminta untuk merasakan otot-otot apa saja yang dapat teregang dan berkontraksi. Peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas latihan kebugaran jasmani yang terkait ketrampilan. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. Setelah peserta didik melakukan aktivitas latihan kebugaran jasmani yang terkait keterampilan, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas pembelajaran tes kebugaran jasmani siswa SMP usia 13 s.d 15 tahun. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran tes kebugaran jasmani siswa SMP usia 13 s.d 15 tahun, antara lain sebagai berikut: Aktivitas 2


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 12 a) Aktivitas tes lari cepat 50 meter (1) Tujuan : Mengukur kecepatan lari seseorang. (2) Alat/fasilitas : Lintasan lari, peluit, stopwatch, bendera start dan tiang pancang. (3) Pelaksanaan : (a) Peserta didik berdiri di belakang garis start dengan sikap berdiri. (b) Apabila ada aba-aba “ya” peserta didik lari ke depan secepat mungkin menempuh jarak 50 meter. (c) Pada saat peserta didik menyentuh/melewati garis finish stopwatch dihentikan. b) Aktivitas tes angkat tubuh (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera) (1) Tujuan: Mengukur kekuatan dan daya tahan otot lengan dan otot bahu. (2) Alat/fasilitas : Lantai, palang tunggal, stopwatch dan formulir pencatat hasil. (3) Pelaksanaan: (a) Peserta didik bergantung pada palang tunggal, sehingga kepala, badan dan tungkai lurus. (b) Kedua lengan dibuka selebar bahu dan keduanya lurus. (c) Kemudian peserta didik mengangkat tubuhnya dengan membengkokkan kedua lengan, sehingga dagu menyentuh atau melewati palang tunggal, lalu kembali ke sikap semula. (d) Lakukan gerakan tersebut secara berulang-ulang, tanpa istirahat selama (30 detik untuk puteri dan 60 detik untuk putera).


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 13 c) Aktivitas tes baring duduk 60 detik (1) Tujuan: Mengukur kekuatan dan daya tahan otot perut. (2) Alat/fasilitas: Lantai, palang tunggal, stopwatch dan formulir pencatat hasil. (3) Pelaksanaan: (a) Peserta didik berbaring di atas lantai/rumput, kedua lutut ditekuk kurang lebih 90 derajat. (b) Kedua tangan dilipat dan diletakkan di belakang kepala dengan jari tangan saling berkaitan dan kedua lengan menyentuh lantai. (c) Salah seorang teman membantu memegang dan menekan kedua pergelangan kaki, agar kaki tidak terangkat. (d) Apabila ada aba-aba “ya”, peserta didik bergerak mengambil sikap duduk, sehingga kedua sikunya menyentuh paha, kemudian kembali ke sikap semula. (e) Lakukan gerakan itu berulang-ulang dengan cepat tanpa istirahat dalam waktu 60 detik. d) Aktivitas tes loncat tegak (1) Tujuan : Mengukur daya ledak (tenaga eksplosif) otot tungkai. (2) Alat/fasilitas : Dinding, papan berwarna gelap berukuran (30 x 150 cm) berskala satuan ukuran sentimeter yang digantung pada dinding dengan ketinggian jarak antara lantai dengan nol pada papan skala ukuran 150 cm, serbuk kapur dan alat penghapus, dan formulir pencatat hasil. (3) Pelaksanaan: (a) Peserta didik berdiri tegak dekat dinding, kedua kaki berada dekat papan dinding di samping tangan kiri atau kanannya. (b) Kemudian tangan yang berada dekat dinding diangkat lurus ke atas, telapak tangan ditempelkan pada papan berskala, sehingga meninggalkan bekas raihan jarinya. (c) Kedua tangan lurus berada di samping badan kemudian peserta didik mengambil sikap awalan dengan membengkokkan kedua lutut dan kedua


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 14 tangan diayun ke belakang. (d) Seterusnya peserta didik meloncat setinggi mungkin sambil menepuk papan berskala dengan tangan yang terdekat dengan dinding, sehingga meninggalkan bekas raihan pada papan berskala. Tanda ini menampilkan tinggi raihan loncatan peserta didik tersebut. e) Aktivitas tes lari jauh (800 meter untuk puteri dan 1.000 meter untuk putera) (1) Tujuan: Mengukur daya tahan (cardio repiratory endurance) (2) Alat/fasilitas: Lapangan, bendera start, peluit, stopwatch, nomor dada, tanda/garis start dan finish, dan formulir pencatat hasil. (3) Pelaksanaan: (a) Peserta didik berdiri di belakang garis start. Pada aba-aba “siap” peserta didik mengambil sikap start berdiri untuk siap berlari. (b) Pada aba-aba “ya” peserta didik berlari menuju garis finish, dengan menempuh jarak (800 meter untuk puteri dan 1.000 meter untuk putera). (c) Bila ada peserta didik yang mencuri start, maka peserta didik tersebut dapat mengulangi tes tersebut. Setelah peserta didik melakukan pengukuran tes kebugaran jasmani, yaitu: (1) Lari cepat (50 meter), (2) Angkat tubuh (pull-up/ 30 detik untuk puteri dan 50 detik untuk putera), (3) Baring duduk (sit-up/60 detik), (4) Loncat tegak (vertical jump), dan (5) Lari jauh (800 m untuk puteri dan 1.000 meter untuk putera), dilanjutkan dengan menginterpretasikan hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani. Langkah-langkah menginterpretasikan hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani, antara lain sebagai berikut: 1) Menentukan kriteria/norma tes kesegaran jasmani Indonesia (untuk peserta didik SMP/Usia 13 - 15 tahun). 2) Kriteria/norma tes kesegaran jasmani Indonesia (Untuk Peserta Didik SMP/Usia 13 – 15 tahun). Klasifikasi Nilai Jenis Kelamin Putra Putri Baik Sekali 228 – ke atas 206 – ke atas Baik 176 – 227 134 – 205 Sedang 127 – 175 80 – 133 Kurang 78 - 126 39 - 79 Kurang Sekali Sampai dengan 77 Sampai dengan 38


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 15 3) Menginterpretasikan hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani Setelah dicocokkan ke tabel-tabel tersebut, didapat hasil dari pengolahan tes dan pengukuran kebugaran jasmani. Kita dapat menginterprestasikan hasil tersebut berupa kesimpulan tingkat kebugaran jasmani seseorang. Untuk lebih jelasnya dapat dipelajari contoh sebagai berikut: Nama Peserta Didik : Rasyad Aditya Anugrah Usia : 15 Tahun Jenis Kelami : Pria Hasil tes pengukuran diperoleh sebagai berikut: o Kelincahan Lari bolak-balik 4 x 10 m = waktu 8,6 detik. (b) Kekuatan o Dynamometer genggam = Tangan kanan= 45,00 kg/ Tangan kiri = 44,60 kg Dynamometer tungkai = 190,8 kg Dynamometer punggung = 115,50 kg (c) Daya Tahan o Daya tahan kardiovaskuler Lari 2,4 km = Waktu 9,30 menit Lari 12 menit = Jarak 2,57 km o Daya tahan otot local Push up = 59 kali Sit up = 44 kali o Kecepatan Lari 60 meter = Waktu 10,52 o Kelentukan Metode sit and reach = 9,6 cm o Kelincahan Lari bolak-balik 4 x 10 m = Nilai 3 atau Katagori Sedang. o Kekuatan Dynamometer genggam = Tangan kanan = Nilai 3 atau Sedang. Kiri = Nilai 4 atau Baik. Dynamometer tungkai = Nilai 4 atau Katagori Baik. • Dynamometer punggung = Nilai 4 atau Katagori Baik. (h) Daya Tahan o Daya tahan kardiovaskuler Lari 2,4 km = Nilai 5 atau Katagori Baik Sekali. Lari 12 menit = Nilai 4 atau Katagori Baik. o Daya tahan otot local Push up = Nilai 5 atau Katagori Baik Sekali. Sit up = Nilai 4 atau Katagori Baik. o Kecepatan Lari 60 meter = Nilai 3 atau Katagori Sedang. o Kelentukan Metode sit and reach = Nilai 3 atau Katagori Sedang. Guru dapat mengembangkan lagi cara-cara menginterpretasikan hasil tes dan pengukuran kebugaran jasmani, yaitu: (1) Lari cepat (50 meter), (2) Angkat tubuh (pull-up/ 30 detik


Modul Ajar PJOK Fase D Kelas VIII – Kebugaran Jasmani 16 untuk puteri dan 50 detik untuk putera), (3) Baring duduk (sit-up/60 detik), (4) Loncat tegak (vertical jump), dan (5) Lari jauh (800 m untuk puteri dan 1.000 meter untuk putera), sesuai dengan kemampuannya. . Setelah peserta didik melakukan aktivitas tes kebugaran jasmani siswa SMP usia 13 s.d 15 tahun, peserta didik diminta untuk menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahankesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya dalam melakukan aktivitas Tes kebugaran jasmani siswa SMP usia 13 s.d 15 tahun. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru. c. Kegiatan Penutup (10 menit) 1) Salah seorang peserta didik di bawah bimbingan guru melakukan gerakan pendinginan, guru mempertanyakan apa manfaatnya. 2) Guru dan peserta didik melakukan refleksi apa yang telah dicapai dan belum dicapai sesuai dengan tujuan yang ditetapkan secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat melakukan aktivitas pembelajaran. 3) Guru menginformasikan kepada peserta didik, kelompok dan peserta didik yang paling baik penampilannya selama pembelajaran permainan bola tangan. 4) Guru menugaskan peserta didik yang terkait dengan pembelajaran yang telah dilakukan untuk membaca dan membuat kesimpulan tentang aktivitas variasi gerak spesifik melempar, menangkap, menggiring bola, menembak dan menghadang lawan dalm permainan bola tangan hasilnya dijadikan sebagai tugas penilaian penugasan. 5) Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam. 6) Peserta didik kembali ke kelas yang dilakukan dengan tertib, dan bagi peserta didik yang bertugas mengembalikan peralatan ke tempat semula. Asesmen 1. Asesmen Sikap Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong) a. Petunjuk Penilaian (Lembar Penilaian Sikap Diri) 1) Isikan identitas kalian. 2) Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai. 3) Isilah pernyataan tersebut dengan jujur. 4) Hitunglah jumlah jawaban “Ya”. 5) Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi. b. Rubrik Asesmen Sikap No Pernyataan Ya Tidak 1. Saya membuat target penilaian yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan.


Click to View FlipBook Version