Q normal < 0,04 dtk (1 kotak) Q patologis : > 1/3 R = tanda infark 7. SEGMEN ST Normanya isoelectric Antara fase depolarisasi ventrikel dengan repolarisasi ventrikel
8. Gelombang T Repolarisasi dari ventrikel Normalnya positif Terbalik di aVR Bila interved selain di aVR : tanda iskemik Runcing di semua sadapan : tanda hiperkalemi GANGGUAN PENGHANTARAN IMPULS Nodus SA: SA block
Nodus AV : AV block derajat 1 AV block derajat 2 ( mobitz I & II) AV block derajat 3 (total AV block ) Interventrikuler RBBB LBBB SA Block Irama : teratur, kecuali pada gelombang yang hilang Frekuensi: umumnya kurang dari 60 x/menit Gel.P : normal, dan hilang pada saat terjadi blok Interval PR : normal, dan hilang saat terjadi blok Gel. QRS: normal, dan hilang saat terjadi blok Hilangnya kompleks PQRST merupakan kelipatan jarak antara R-R AV block derajat 1 Irama : teratur Frekuensi : umumnya normal (60 – 100 x / mnt) Gel.P : normal Interval PR : memanjang (> 0,20 detik) Gel.QPR : normal AV block derajat 2 mobiltz 1 Irama : tidak teratur
Frekuensi : normal Gel.P : normal, tapi ada satu gelombang P yang tidak diikuti QPR Interval PR : makin lama makin panjang, sampai kemudian ada gel.P yang tidak diikuti QRS dan siklus diulang kembali Gel.QRS : normal AV block derajat 2 mobitz 2 Irama : kadang teratur, kadang tidak teratur Frekuensi : umumnya lambat Gel.P : normal tapi ada satu atau lebih gelombang P yang tidak diikuti QRS Interval PR : normal atau memanjang secara konstan Gel. QRS : normal Total AV block Irama : teratur Frekuensi : kurang dari 60 x /menit Gel.P: normal, tapi gelombang P dan QRS berdiri sendiri – sendiri Interval PR : berubah – ubah Gel. QRS : normal atau memanjang Right bundle branch block
Irama : teratur Frekuensi : umumnya normal Gel.P : normal Interval PR : normal Gel.QRS : melebar (> 0,0,12 detik) Adanya “M shape” di V1 dan V2, adanya perubahan ST segmen di V1 dan V2 Left bundle branch block Irama : teratur Frekuensi : umumnya normal Gel. P : normal Interval PR : normal Gel. QPR : melebar (> 0,12 detik) Adanya “M shape” di V5 dan V6, adanya perubahan segmen ST di V5 dan V6, adanya Q yang lebar dan dalam di V1 dan V2 Hipertropi Hipertropi atrium 1. hipertropi atrium kanan ( RAH )
Adanya gelombang P yang tinggi ( > 0,3 mV ), terutama dilihat pada lead I dan II P pulmonal) 2. hipertropi atrium kiri ( LAH ) Adanya gelombang P yang lebar (> 0,12 detik), terutama dilihat pada lead \ dan II P mitral Hipertropi ventrikel 1. Hipertropi ventrikel kanan ( RVH ) - Axis RAD - Gelombang R > gelombang S pada prekordial kanan - Gelombang S menetap di lead V5/ V6 2. Hipertropi ventrikel kiri ( WH ) - Axis IAD - Gelombang R pada lead VS/ V6 > 27 mm atau gelombang S di VI + gelombang R di V5/ V6 > 35 mm