DAFTAR ISI
PENGANTAR 2
3
BAB I 14
PROFIL LULUSAN SEKOLAH 17
19
BAB II 43
ARAH DASAR MENUJU SEKOLAH UNGGUL INSPIRATIF KEBANGSAAN
BAB III
LANGKAH ASESMEN LULUSAN SEKOLAH
BAB IV
RUBRIK DAN KUESIONER
BAB V
JURNAL REFLEKSI
LAMPIRAN
Ilustrasi : http://bit.ly/3fWIFZY
Pedoman Mutu Sekolah | 1
Kata Pengantar
Pandemi Covid-19 melanda seluruh kehidupan dan Pendidikan salah satu yang terkena
dampaknya. Dari peristiwa itu setiap perilaku kehidupan mengalami perubahan. Dalam pandangan
Komisi Pendidikan, Konferensi Waligereja Indonesia (Komdik KWI), Pandemi menjadi stimulus
sekaligus akselerasi untuk perubahan dalam seluruh gerak tata kelola. Untuk mengatasi perubahan
yang terjadi sekaligus mewujudkan Identitas Pendidikan Katolik maka perlu dibuat pedoman dasar
tata kelola Pendidikan. Pedoman ini untuk memastikan bahwa Pendidikan Katolik mampu tetap
berjalan menjawab kebutuhan jaman.
Maka mulai tahun 2020, pengurus Komdik KWI membentuk tim kerja untuk merefleksikan
dan membaca referensi-referensi berkaitan dengan peningkatan kualitas Pendidikan Katolik. Tim
Perumus sangat terbantu dengan berbagai referensi bacaan khususnya dari buku yang dibuat oleh
Asosiasi Sekolah Jesuit Indonesia (ASJI). Dari referensi yang dibaca melengkapi dan meneguhkan
pengalaman Tim Perumus dalam mengelola sekolah. Dengan perubahan jaman yang terjadi
(pandemi,dll) maka Tim Komdik KWI merumuskan buku/modul dengan narasi yang diharapkan
bisa membantu para pengelola sekolah dan kepala sekolah untuk menyikapi perubahan pendidikan
kini dan kedepan. Dari seluruh proses selama dua tahun tim Tim Komdik KWI menghasilkan dua
buku yang berjudul : Pedoman Tata Kelola Sekolah Inspiratif Kebangsaan dan Pedoman Standar
Mutu Sekolah Inspiratif Kebangsaan.
Dua buku di atas diharapkan membantu Lembaga Pendidikan Katolik Indonesia untuk
melakukan penataan agar menjawab kebutuhan perubahan jaman ini. Buku ini sifatnya sebagai alat
bantu untuk meneropong proses pelaksanaan sekolah yang memfokuskan pada kedalaman
pengolahan karakter SDM dan Pedagogi pendampingan anak. Buku ini dalam bentuk digital agar
lebih efektif dan adaptif penggunaannya.
Maka bagi para pelaku sekolah silahkan buku ini dibaca dan silahkan diadaptasikan dengan
situasi kondisi sekolah. Point-point dalam pernyataan bisa ditambahi atau dikurangi agar lebih
menjawab konteks kebutuhan sekolah. Dan semoga kedua buku ini membantu untuk proses
mewujudkan Sekolah Katolik yang Inspiratif dengan Identitas Katolik dan Bangsa Indonesia.
Dengan kemendalaman proses perubahan ini diharapkan sekolah Katolik kini kedepan akan
Bergerak, Berubah dan akhirnya Berbuah untuk kebaikan bersama.
RP.TB.Gandhi Hartono,SJ
Sekretaris Eksekutif Komdik KWI
Tim Penyusun Komisi Pendidikan KWI
Pedoman Mutu Sekolah | 2
BAB I
PROFIL LULUSAN SEKOLAH
Dasar pemikiran :
Standar mutu adalah seperangkat tolok ukur kinerja sistem pendidikan yang mencakup
masukan, proses, hasil, keluaran serta manfaat pendidikan yang harus dipenuhi oleh unit-unit
kerja.
Profil lulusan adalah gambaran kualitas pribadi peserta didik setelah menjalani masa
pendidikan dalam jangka waktu tertentu. Profil lulusan menjadi pusat perhatian dari seluruh
proses pendidikan. Segala sesuatu yang diupayakan sekolah haruslah dikerjakan dengan tujuan
untuk membentuk peserta didik sesuai dengan visi dan misi sekolah.
Ada dua unsur penting yang harus dipertimbangkan dalam merumuskan profil lulusan, yakni
diri peserta didik sendiri dan visi yang diperjuangkan oleh sekolah.
Peserta didik adalah individu yang dalam proses perkembangannya berada pada masa remaja.
Mereka bukan lagi kanak-kanak tetapi juga belum dewasa, mereka berada pada ambang
kedewasaan. Pada masa ini para peserta didik sudah mulai terlibat dan mendapatkan aneka
tanggung jawab dalam hidup bersama.
Identitas menjadi unsur yang sangat penting. Mereka memikirkan secara serius prinsip, nilai,
dan arah hidup. Pada tahap ini pembentukan watak berlangsung secara intensif. Masa remaja
menjadi usia yang sangat menentukan dalam pembentukan kebiasaan dan perilaku. Para peserta
didik memasuki fase kehidupan yang sangat menentukan.
Pendidikan, tuntunan, dan bimbingan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Apa yang
terjadi di sekolah pada saat ini akan berdampak besar pada kehidupan di masa depan, baik bagi
diri peserta didik sendiri maupun orang lain.
Bertolak dari diri peserta didik sendiri, profil lulusan sekolah Katolik diharapkan mempunyai
karakter pribadi yang utuh. Pribadi yang utuh dirumuskan sebagai pribadi yang kompeten
(competence), hidupnya digerakkan oleh jiwa belas kasih (compassion), bertindak berdasarkan
suara hati yang benar (conscience), mengembangkan hidup rohani, dan membentuk diri sebagai
seorang pemimpin (leadership) yang melayani.
Dibutuhkan kebijakan langkah-langkah tata kelola untuk mentransformasi pendidikan demi
terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Indonesia yang memiliki Profil Pelajar
Pancasila.
Pedoman Mutu Sekolah | 3
Mewujudkan Program Merdeka Belajar dan memberi siswa kesempatan untuk mengakses
sumber ilmu yang tidak terbatas pada ruang kelas dan guru. Siswa diberikan keleluasaan dan
kemerdekaan untuk bisa mengakses pembelajaran melalui media daring, perpustakaan, maupun
media yang hadir di lingkungan sekitar siswa.
1. Kompeten
Kompeten adalah kemampuan melakukan sesuatu secara efisien dan meningkatkan hasil
kinerja yang memuaskan. Unsur penting kompeten ini meliputi kekuatan akademik,
perseverentia, dan kebugaran jasmani.
1. Kekuatan Akademik
Kekuatan akademik meliputi aspek kedalaman pengetahuan, berpikir reflektif, motivasi
belajar dan kebiasaan belajar, serta terbuka untuk berkembang dalam ilmu dan
keterampilan.
a. Kedalaman Pengetahuan
Pribadi yang memiliki kedalaman pengetahuan adalah mereka yang secara aktif
membentuk konsep pengetahuan agar bermakna berdasarkan ilmu yang dipelajari.
Jenis pengetahuan yang dikembangkan mencakup pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, metakognitif; proses pengetahuan meliputi mengingat, memahami,
mengaplikasikan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta.1 Dengan demikian
pengetahuan yang dikembangkan adalah pengetahuan bermakna. Proses ini
menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, kreatif, daya berimajinasi,
kedewasaan perasaan, inovatif, mandiri, kolaboratif, dan menumbuhkan komitmen
untuk berkehendak.
b. Berpikir Reflektif
Refleksi2 merupakan tindakan penuh perhatian untuk menyimak kembali bahan
studi, pengalaman, ide-ide, usul-usul, atau reaksi spontan. Dalam konteks pendidikan,
refleksi dilakukan supaya pembelajar dapat menangkap makna dari apa yang dipelajari
dengan lebih mendalam. Makna tersebut diperoleh dengan jalan memahami kebenaran
yang dipelajari secara lebih baik, mengerti sumber-sumber perasaan dan reaksi yang
dialami dalam menelaah sesuatu, memperdalam pemahaman tentang implikasi-
implikasi yang telah dimengerti baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain,
1 Anderson, A.W. & Krathwohl, 2010. Kerangka Landasan untuk Pembelajaran, Pengajaran, dan Asesmen.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
2 Penjelasan lebih lanjut mengenai refleksi dapat dipelajari pada buku Paradigma Pedagogi Reflektif. 2012.
Yogyakarta: Kanisius.
Pedoman Mutu Sekolah | 4
menemukan makna bagi diri pribadi tentang kejadian-kejadian, ide-ide, kebenaran
yang dipelajari, dan memahami siapa dirinya dan sikap yang tepat terhadap orang lain.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa dalam refleksi seseorang menyadari kembali
apa yang telah dipelajari. Pelajar kembali melihat ke belakang atas pengalaman
belajarnya.
c. Motivasi Belajar dan Kebiasaan Belajar
Selama belajar hendaknya peserta didik memiliki motivasi yang tinggi.
Kedalaman pengetahuan tidak mungkin diperoleh tanpa dorongan belajar yang kuat.
Kita lebih mengutamakan motivasi belajar yang muncul dari dalam diri peserta didik
sendiri atau motivasi intrinsik. Maka setiap pribadi harus memiliki kesadaran
pentingnya belajar, mengalami rasa senang dengan apa yang dipelajari, dan mampu
membangun pengalaman belajar yang bermakna. Belajar itu penting, namun yang
jauh lebih penting adalah mempelajari cara belajar. Kebiasaan belajar yang efektif
sangat menentukan keberhasilan studi. Kebiasaan belajar yang baik akan membentuk
seseorang sebagai pribadi pembelajar, yakni menjadikan belajar sebagai gaya hidup.
Peserta didik akan selalu belajar sebagaimana pengetahuan terus berkembang dan
maju.
Ilustrasi : http://bit.ly/3NYoK9x
d. Terbuka untuk Berkembang
Ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebudayaan berkembang dengan sangat pesat.
Menjadi kompeten berarti terus-menerus tumbuh selaras dengan perkembangan zaman.
Pendidikan Katolik menekankan perlunya terus-menerus berkembang dan mendorong
bahwa “biji pertumbuhan” tetap hidup dan semakin kuat. Ada emam hal yang
Pedoman Mutu Sekolah | 5
menunjukkan adanya perkembangan diri terus-menerus. Pertama, rasa ingin tahu yang
mendorong seseorang untuk terus-menerus belajar. Dalam pembelajaran perlu
menekankan bahwa setiap unsur dunia tercipta pantas dipelajari dan direnungkan, serta
diselidiki sepanjang masa. Kedua, kesadaran talenta (bakat, kemampuan, kekuatan, dan
kelebihan) yang harus dikembangkan. Ketiga, semangat untuk menjadi lebih baik
(magis). Keempat, kebiasaan evaluasi diri untuk melihat kemajuan, kemunduran, dan
hal-hal yang harus dibenahi demi perkembangan diri lebih lanjut. Kelima, kebiasaan
merefleksikan apa yang telah dipelajari untuk menemukan makna hidup dan kehidupan.
Keenam, kemampuan membangun komitmen diri bagi proses pemberdayaan diri dan
kemampuan memberdayakan lingkungan dan sesama.
2. Perseverentia
Supaya menjadi kompeten peserta didik perlu membina diri sebagai orang yang
memiliki semangat perseverentia. Oleh karena itu, para peserta didik dibantu untuk
berkembang menjadi pribadi yang tekun, gigih, dan berdaya juang. Tekun berarti
mengerjakan sesuatu dengan setia dan menyelesaikannya sesuai dengan kualitas yang
diharapkan. Gigih berarti tetap berusaha meski menghadapi banyak kesulitan. Berdaya
juang adalah ketetapan hati untuk menggunakan waktu, tenaga, pikiran seoptimal
mungkin untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang memuaskan.
3. Kebugaran Jasmani
Dalam pendidikan selalu memperhatikan kesehatan jasmani, mengusahakan adanya
ritme seimbang antara belajar dan istirahat. Tercapainya tujuan pendidikan memerlukan
pribadi yang memiliki kebugaran jasmani. Penguasaan kompetensi membutuhkan
dukungan jasmani yang sehat. Mengingat pentingnya kesehatan jasmani, maka sekolah
perlu mendidik para peserta didik mengembangkan gaya hidup yang mendukung
kebugaran jasmani, yakni kesanggupan dan kemampuan tubuh untuk melakukan
penyesuaian terhadap olah fisik selama beraktivitas tanpa menimbulkan kelelahan yang
berlebihan. Faktor yang mempengaruhi kebugaran jasmani adalah pola makan, latihan
fisik (olahraga), ritme hidup, kebersihan, dan menghindari hal-hal yang merusak
kesehatan.
4. Menginpirasi, Menggerakkan, dan Memberdayakan
Perkembangan global yang sangat cepat perlu disikapi secara cepat dan cermat
oleh peserta didik, untuk itu supaya pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan
Pedoman Mutu Sekolah | 6
perkembangan jaman peserta didik perlu menguasai beberapa kompetensi tambahan
yang mampu menggerakkan dan membangun kerja sama dengan orang lain. Maka dari
itu sekolah harus membekalkan diri peserta didik untuk mampu mengasah empati
terhadap persoalan-persoalan yang ada di sekitarnya, mampu menyelesaikan masalah
dengan ide-ide pembaharuan, mampu membangun jejaring dan kolaborasi, mampu
mengawali dan menginisiasi sebuah perubahan yang berkelanjutan di masyarakat, serta
mampu memberdayakan masyarakat.
2. Berbelas Kasih
Compassion berarti rela dan siap hidup bersama dengan mereka yang menderita.
Perdamaian dengan sesama dan alam ciptaan tidak mungkin terwujud tanpa compassion.
Unsur compassion yang perlu dikembangkan dalam diri peserta didik adalah empati,
membantu sesama, kemurahan hati, dan keprihatinan khusus kepada mereka yang miskin
dan lemah. Tindakan belas kasih tidak bisa dipisahkan dengan iman.
1. Empati
Empati adalah kemampuan orang untuk merasakan apa yang dirasakan oleh orang
lain. Berempati berarti mengalami perasaan orang lain “seakan-akan” perasaannya
sendiri. Ada tiga kemampuan dasar yang perlu dimiliki untuk mengembangkan empati.
Pertama, peka pada perasaan orang lain yang terungkap melalui ungkapan verbal
maupun non-verbal. Kedua, merasakan apa yang dirasakan orang lain. Merasakan
berarti ikut mengalami dan solider dengan apa yang dialami orang lain. Ketiga,
melakukan tindakan konkret sebagai ungkapan rasa empati atas apa yang dirasakan
orang lain. Jadi, empati juga merupakan tindakan nyata, bukan hanya proses internal
batiniah saja.
2. Murah Hati Membantu Sesama
Compassion bukan hanya terkait dengan perasaan, melainkan tindakan atau
perbuatan untuk meringankan beban orang lain. Langkah awal dalam membantu sesama
adalah peka pada kebutuhan, mengenali kesulitan, dan merasakan penderitaan orang
lain. Ini adalah langkah untuk menemukan bentuk dan cara memberikan bantuan.
Tindakan membantu sesama dilaksanakan dalam perbuatan nyata. Ini bisa berupa
bantuan material atau bentuk pertolongan yang lain. Dengan demikian, dalam diri orang
yang ingin membantu sesama selalu ada inisiatif untuk berbuat kebaikan bagi orang
lain. Dan tindakan yang dilakukan haruslah muncul dari sikap murah hati, tulus, bebas
Pedoman Mutu Sekolah | 7
dari dorongan paksaan. Sikap murah hati yang benar selalu muncul dari pengalaman
bahwa dirinya sudah mengalami kemurahan dari Allah. Maka orang yang murah hati
selalu mengusahakan kesejahteraan dirinya maupun orang lain. Mereka berbagi bukan
atas dasar milik yang berlebihan melainkan karena tergerak rasa cinta kepada sesama.
Jadi bukan harta milik yang berlebihan yang mempengaruhi seseorang berbuat baik.
Tetapi terlebih pada semangat kepedulian pada sesama.
3. Keprihatinan Khusus bagi Kaum Miskin
Perhatian kepada kaum miskin menjadi keprihatinan nyata proses pendidikan.
Peserta didik dibimbing untuk mencintai dan berpihak kepada kaum miskin sehingga
mereka dengan senang hati bersedia hidup bersama, membantu, dan memperjuangkan
hidup kaum miskin. Termasuk dalam diri kaum miskin adalah mereka yang lemah,
tersingkir, terpinggir, dan difabel. Keberpihakan kepada kaum lemah dan miskin ini
tanpa memikirkan latar belakang hidupnya, baik suku, agama, ras, dan kelompok.
3. Suara Hati
Perbuatan baik kepada sesama selalu terjadi dalam peristiwa yang konkret. Tindakan
yang bernilai harus diambil berdasarkan keputusan yang benar. Di sinilah letak pentingnya
peserta didik mengembangkan suara hati. Maka mereka perlu membina diri dalam hal sikap
hormat, jujur, menjunjung tinggi nilai keadilan, mampu mengambil keputusan secara benar,
dan memiliki tanggung jawab dalam kehidupan bersama. Adapun spirit yang dibangun
berdasarkan suara hati sebagai berikut :
Ilustrasi : http://bit.ly/3UHqIx4
Pedoman Mutu Sekolah | 8
1. Hormat
Manusia adalah pribadi yang bermartabat. Setiap orang diciptakan dan dicintai
oleh Allah. Siapa saja memiliki hak untuk diperlakukan secara hormat. Setiap orang
memiliki martabat yang harus dijaga keutuhannya. Proses pendidikan hendaknya
membentuk peserta didik menjadi pribadi yang menunjukkan sikap hormat kepada
setiap orang. Menghormati berarti menghargai, menjunjung tinggi nama baik, dan
bersikap sopan terhadap orang lain. Sikap hormat terwujud dalam menjaga nama baik
dan harga diri orang lain. Perilaku meremehkan, merendahkan, dan menghina orang lain
tidak dapat dibenarkan.
2. Kejujuran
Sikap jujur terwujud dalam ucapan, tindakan, dan sikap membela kebenaran. Jujur
dalam ucapan berarti mengatakan sesuai dengan kenyataan. Apa yang dikatakan sama
dengan apa yang dipikirkan, dirasakan, atau kenyataan sebenarnya. Jujur dalam
tindakan berarti berbuat secara tulus dan tidak ada maksud untuk menipu. Orang yang
jujur melakukan segala sesuatu sesuai dengan prinsip kebenaran dan tidak akan berbuat
curang. Bersikap membela kebenaran berarti menjadi saksi kebenaran. Orang yang jujur
akan berani mengatakan kebenaran dan siap menerima risiko dari kebenaran yang
dikatakan. Peserta didik diharapkan berkembang menjadi pribadi yang jujur dalam
ucapan, tindakan, dan sikap membela kebenaran.
3. Keadilan
Keadilan adalah situasi bahwa setiap orang mendapat dan diperlakukan sesuai
dengan haknya. Lawan dari keadilan adalah kesewenangan, yakni bertindak melewati
dan melanggar hak orang lain. Di sekolah hendaknya peserta didik dituntut berkembang
menjadi pribadi yang mencintai keadilan. Maka peserta didik harus dilatih untuk
memahami berbagai masalah dan akar ketidakadilan, berpihak kepada korban
ketidakadilan dan membela orang yang diperlakukan secara tidak adil, berupaya aktif
membangun kehidupan bersama, damai dan adil. Mereka diharapkan berperilaku sesuai
dengan prinsip keadilan dan menjunjung tinggi martabat orang lain. Penindasan,
perampasan, dan pemaksaan tidak bisa dibenarkan. Mencintai keadilan berarti
mengupayakan kedamaian dan kesejahteraan bagi setiap orang.
Pedoman Mutu Sekolah | 9
4. Bertanggung Jawab atas Kehidupan Bersama
Likona3 memahami sikap bertangung jawab sebagai kemampuan dan kesanggupan
orang untuk merespon atau menjawab kebutuhan orang lain. Tanggung jawab adalah
bentuk komitmen dalam kehidupan bersama. Hal ini meliputi komitmen untuk
melindungi hidup orang lain dari ancaman fisik maupun psikologis, mengusahakan
kebaikan bagi kesejahteraan hidup bersama, dan melaksanakan kewajiban kemanusiaan.
5. Kesederhanaan
Tantangan globalisasi saat ini dengan beragam kenikmatan dan berbagai nilai-nilai
superfisialitas hidup yang ditawarkan memang mampu menyihir generasi muda untuk
masuk ke dalam superfisialitas kehidupan dan gemerlapnya kemajuan jaman. Bahkan
kadang generasi muda banyak yang jatuh dalam perangkap globalisasi. Hidup dengan
mengejar kenikmatan belaka (hedon) tak jarang menghantui generasi muda khususnya
Indonesia. Untuk itu, sekolah-sekolah Katolik harus mampu memberikan pendidikan
yang menyeluruh dan mengajarkan pola hidup sederhana. Sederhana bukan berarti
miskin, akan tetapi sederhana adalah suatu tindakan yang berbasis pada kebutuhan
bukan kemewahan. Dengan nilai kesederhanaan ini sekolah sudah mereduksi “candu
globalisasi” saat ini.
4. Hidup Rohani
Pembentukan religius-rohani adalah faktor dasar pendidikan sekolah Katolik. Sekolah
harus mengusahakan perkembangan hidup rohani para peserta didik dengan sungguh-
sungguh. Maka selama proses pendidikan para peserta didik hendaknya dilatih menjadi
pribadi yang reflektif, bersyukur, dan saksi mewujudkan iman dalam hidup sehari-hari.
1. Pribadi yang Reflektif
Refleksi merupakan tindakan untuk mempertimbangkan dan menyadari makna dari
setiap peristiwa yang dialami. Ada tiga proses penting yang perlu dilakukan untuk
membina diri sebagai pribadi yang reflektif. Pertama, memperjelas berbagai gerak batin
yang mendasari sebuah tindakan. Ini dilakukan dengan tujuan untuk menyadari
keinginan, pikiran, atau perasaan yang mendorong seseorang melakukan tindakan
tertentu. Proses yang dilakukan adalah memilah dan menimbang secara jernih,
mengevaluasi dan menilai secara jujur, dan akhirnya mengambil kejelasan apakah
3 Likona, T. 2012. Mendidik untuk membentuk karakter. Jakarta: Bumi Aksara.
Pedoman Mutu Sekolah | 10
keinginan, pikiran, atau perasaan yang menggerakkan tindakannya itu baik atau buruk,
tercela atau terpuji, sesuai dengan kehendak Allah atau tidak. Kedua, menyadari akibat
dari tindakan yang dilakukan. Dorongan menjadi nyata dalam tindakan yang selalu
memiliki akibat bagi diri sendiri, orang lain, atau lingkungan. Refleksi yang benar selalu
menuntun orang untuk menyadari dampak dari tindakan yang dilakukan. Ketiga,
menumbuhkan niat baru. Proses refleksi menjadi lengkap dan utuh apabila berakhir
dengan niat baru untuk memperbaiki tindakan yang sudah dilakukan. Melalui refleksi
para peserta didik dituntun untuk semakin menyadari dirinya sendiri, sesama, dan
lingkungan. Melalui refleksi mereka dibantu untuk memperjelas dan memperbaiki
keyakinan, nilai, sikap, serta cara berpikir. Dan dengan itu semua mereka berkembang
menjadi pelajar yang bertanggung jawab, berhati nurani, dan berbela rasa.
2. Rasa Syukur
Kasih itu nyata melalui berbagai anugerah yang diberikan Allah kepada umat
manusia. Sudah semestinya bahwa setiap pribadi membuka hati untuk merasakan kasih
Allah yang sedang berkarya dalam dirinya, dalam diri orang lain, dan dalam seluruh
ciptaan. Rasa syukur adalah ungkapan bahagia seseorang atas kasih Allah yang dialami.4
Kebaikan-kebaikan yang ditemukan dalam hidup sehari-hari apabila disadari, bisa
melahirkan rasa syukur.5 Rasa syukur terletak pada kemampuan seseorang untuk
menerima, mengagumi, dan mengungkapkan rasa terima kasih atas kebaikan yang
dialami. Menerima berarti mengakui dengan gembira bahwa apa yang diterima itu benar-
benar suatu anugerah atau pemberian semata-mata atas dasar kasih. Kagum merupakan
suasana hati terpikat, senang, dan terhibur secara mendalam karena mengalami kebaikan.
Rasa syukur perlu diungkapkan sehingga orang lain ikut mengalaminya. Ungkapan
syukur bisa dilakukan lewat doa, sharing, atau perbuatan baik kepada sesama.
3. Mewujudkan iman dalam hidup sehari-hari
Cinta harus diungkapkan dalam perbuatan nyata bukan hanya kata-kata. Pendidikan
rohani hendaknya mendorong peserta didik mengungkapkan iman mereka dalam tindakan
nyata hidup sehari-hari, baik di dalam maupun di luar sekolah. Cinta kepada Allah selalu
mendorong cinta kepada sesama. Mewujudkan iman berarti : (1) memahami pokok-
pokok ajaran iman; (2) menghayati doa dan ibadat; (3) mewujudkan iman dalam
4 Latihan Rohani 234.
5 Bandingkan Latihan Rohani. 233.
Pedoman Mutu Sekolah | 11
perbuatan sehari-hari kepada Allah. Dengan mengalami ketiga hal itu maka berlangsung
kaitan timbal-balik antara iman dan perbuatan – kontemplasi dan aksi.
5. Kepemimpinan
Setiap peserta didik diharapkan terlibat aktif dalam kehidupan bersama. Mereka
harus tumbuh sebagai pribadi berjiwa pemimpin. Ada empat unsur pokok jiwa
kepemimpinan yang berakar pada tradisi kepemimpinan Gereja, yakni kesadaran diri,
ingenuitas, cinta kasih, dan heroisme.6
1. Kesadaran Diri
Kesadaran diri adalah pemahaman mengenai diri secara mendalam. Unsur-unsur
diri yang perlu dikenali adalah kekuatan, kelemahan, nilai-nilai, pandangan atau visi
hidup. Mengetahui kelemahan dan kekuatan diri adalah langkah pertama untuk maju.
Nilai-nilai atau pandangan atau visi hidup harus dikenali karena hal-hal tersebut
merupakan “kompas” yang memberikan kepastian arah dalam menjalani hidup.
Kesadaran atas unsur-unsur diri tersebut menjadi syarat mutlak kepemimpinan, baik
kepemimpinan untuk diri sendiri maupun orang lain.
2. Ingenuitas
Ingenuitas berarti menggunakan kekuatan berinovasi dan beradaptasi sehingga
tetap maju dalam dunia yang terus berubah. Ini merupakan unsur kepemimpinan yang
sangat dibutuhkan di zaman ini, zaman yang ditandai dengan perubahan mendasar
pada setiap aspek kehidupan. Aspek penting dalam inovasi adalah kreativitas, yaitu
dorongan untuk terus-menerus menemukan dan mencoba sesuatu yang baru. Seorang
yang inovatif selalu menginginkan sesuatu yang baru, tidak hanya mengulang-ulang
atau meniru apa yang sudah ada. Dorongan itu tewujud dalam tindakan eksploratif –
melakukan pengamatan, penelitan, mengajukan berbagai pikiran baru, menawarkan
sesuatu yang berbeda, membawa perbedaan yang lebih baik. Kemampuan beradaptasi
adalah sebuah tuntutan.
Dunia terus-menerus berubah dalam setiap unsurnya. Adaptasi menjadi sebuah
keharusan. Tidak mampu beradaptasi tidak hanya berarti tertinggal tetapi juga mati.
Kepemimpinan zaman ini membutuhkan kualitas inovasi dan adaptasi. Pemimpin yang
memiliki ingenuitas selalu membuat diri mereka sendiri dan orang lain”tegar” hidup di
6 Lowney, C. 2005. Heroic Leadership. Jakarta: Gramendia.
Pedoman Mutu Sekolah | 12
dunia yang terus berubah. Hal ini terjadi karena mereka terbiasa mengeksplorasi
gagasan, pendekatan, dan mantap berani memasuki budaya baru. Dalam mengarungi
dunia yang terus berubah ini mereka memilki sikap “lepas bebas” untuk meninggalkan
satu hal demi sesuatu yang lebih baik.
3. Cinta Kasih
Kita mengidam-idamkan seorang pemimpin yang melayani. Dunia membutuhkan
seorang pemimpin yang sungguh-sungguh memiliki kekuatan untuk merealisasikan
kehidupan bersama yang adil dan damai, pemimpin berjiwa cinta kasih. Cinta kasih
seorang pemimpin terwujud dalam tindakan untuk menciptakan lingkungan yang
disatukan dan disemangati oleh kesetiaan dan afeksi, sikap saling mendukung,
menghargai, dan mempercayai satu dengan yang lain. Tindakan tersebut didasari oleh
keyakinan bahwa setiap pribadi dicintai dan dianugerahi bakat dan harkat oleh Allah.
4. Heroisme
Pemimpin yang memiliki jiwa heroisme selalu membayangkan masa depan yang
lebih baik dan berjuang untuk mewujudkannya. Mereka terbiasa membangun
keinginan-keinginan besar dan secara mandiri memotivasi diri untuk meraihnya.
Magis, yakni semangat untuk mewujudkan sesuatu yang lebih besar dan lebih baik,
menjadi kekuatan yang terus-menerus memacu. Pemimpin heroik selalu memiliki
“jiwa besar dan rela berkorban”. Mereka tidak takut menghadapi tantangan. Pilihan-
pilihan sulit diambil demi perbuatan-perbuatan besar yang ingin direalisasikan. Jiwa
heroik seorang pemimpin berdampak positif, memantik semangat orang-orang di
sekitarnya.
Ilustrasi :
http://bit.ly/3A5RAil
Pedoman Mutu Sekolah | 13
BAB II
ARAH DASAR
MENUJU SEKOLAH UNGGUL INSPIRATIF KEBANGSAAN
Sekolah perlu membuat strategi menuju sekolah unggul inspiratif kebangsaan dengan
merumuskan visi dan misi yang mengarah pada kemerdekaan belajar dan perubahan. Visi misi
dirumuskan bersama seluruh civitas dengan menitikberatkan pada kekuatan dan potensi sekolah itu
sendiri yang terkait dengan visi sekolah kebangsaan yang berdasar pada Pancasila. Visi misi
tersebut yang akan menggerakkan ekosistem perubahan yang ada di sekolah. Untuk itu perlu
dibentuk komunitas praktisi yang terdiri dari dewan guru, tenaga kependidikan dan penunjang
kependidikan, serta peserta didik. Komunitas-komunitas praktisi tersebut yang akan menjadi
pelopor atau mentor perubahan menuju pada sekolah kebangsaan yang sudah dirumuskan. Sekolah
perlu memperbanyak komunitas-komunitas praktisi peserta didik sehingga komunitas tersebut
menjadi agan-agen perubahan yang akan mengajak, mempelopori, menginisiasi perubahan dan
memperjuangkan visi dan misi kebangsaan di sekolah.
Komunitas praktisi baik guru maupun peserta didik akan menggerakkan komunitas
perubahan di sekolah yang terus meng-upgrade diri untuk berinovasi, merancang kegiatan dan
pelopor perubahan yang ada di sekolah. Komunitas-komunitas itu bisa berupa kelompok baca guru,
MGMP sekolah, komunitas guru research, OSIS, Dulink (Duta Lingkungan ), kepramukaan,
konselor sebaya, dan sebagainya. Komunitas praktisi inilah yang akan terus menjadi pelopor yang
akan menggerakkan dan menghidupi sekolah kebangsaan sehingga terbentuk kepemimpinan yang
mengakar kuat dan mampu menjadi penopang visi sekolah ke depan.
Sekolah perlu membuat perencanaan jangka panjang yang terkait dengan sistem pembelajaran,
kurikulum di sekolah dan pembinaan pada peserta didik pada kurun waktu tertentu. Perencanaan
jangka panjang harus tertulis dalam sistem kurikulum dan manajemen tata kelola sekolah. Dalam
merumuskan rencana jangka panjang sekolah perlu ditentukan value preposition (VP) sekolah yang
berdasarkan pada core values masing-masing sekolah. Value proposition ditentukan oleh setiap
sekolah berdasarkan peta organisasi yang telah diperbarui dengan mengacu pada visi dan misi,
kebutuhan perkembangan jaman serta situasi lokal yang berkembang. Value proposition berupa
nilai (kompetensi dan keterampilan), hasil pendidikan / profil lulusan, atau model pendidikan yang
ditawarkan kepada masyarakat agar mereka tahu apa yang akan diterima jika memasukkan putra
atau putrinya ke sekolah tersebut. Value proposition yang dipilih hendaknya mampu
mengakomodasi standar output dan outcome yang akan dicapai oleh sekolah.
Pedoman Mutu Sekolah | 14
Output merupakan bagaimana gambaran lulusan yang diharapkan sekolah. Outcome
merupakan modal sosial (social capital) yang berupa kinerja, performa, atau dampak yang
ditunjukkan oleh para lulusan di sekolah tersebut sesudah terjun dalam dunia kerja atau dalam
tingkat pendidikan selanjutnya. Misalnya lulusan sekolah mampu menciptakan inovasi di tempat
kerjanya. Value proposition kemudian diterjemahkan dalam sebuah tagline untuk mempermudah
proses sosialiasi karena tagline lebih mudah diingat oleh seluruh warga sekolah dan masyarakat.
Dalam sekolah unggul inspiratif kebangsaan dan kebhinekaan perlu adanya sistem pengajaran
dan manajemen tata kelola yang unggul yang di dalamnya memuat sebuah ekosistem baru yang
menggerakkan dan berdampak positif pada perubahan yang lebih baik. Ekosistem sekolah unggul
inspiratif kebangsaan dan kebhinekaan memuat tentang desain kurikulum sekolah yang berpusat
pada peserta didik, metode pengajaran yang memerdekaan, sistem penilaian yang berpusat pada
merdeka belajar, kegiatan pengembangan karakter dan peserta didik yang selaras dengan visi
kebangsaan dan kebhinekaan, merdeka belajar dan Profil Pelajar Pancasila.
Pengelolaan kegiatan peserta didik harus berpusat pada pengembangan diri, olah rasa, olah
pikir dan olah kehendak sehingga akan lahir pribadi yang tangguh sebagai pemimpin yang cerdas
dan berkarakter. Untuk itu sebagai sistem monitoring dan evaluasi dari kegiatan pengembangan diri
dan karakter peserta didik maka perlu dirumuskan tujuan dan indikator keberhasilan dalam setiap
kegiatan yang dijalankan. Tujuan dan indikator keberhasilan harus dirumuskan dengan lugas dan
dapat diukur keberhasilannya secara baik maka di setiap indikator keberhasilan perlu dirumuskan
dalam bentuk kuantitatif ataupun kualitatif dengan ukuran yang jelas. Selain itu program-program
kegiatan Sekolah Unggul Inspiratif Kebangsan dan Kebhinekaan (SUIKK) harus memuat aspek-
aspek Knowledge, Skill dan Attitude (KSA). Hal ini akan melahirkan pemimpin yang utuh secara
pribadi dengan pendekatan yang lebih holistik.
Tata Kelola sekolah (managerial SUIKK) sebaiknya melibatkan mitra sekolah yang
mendukung visi SUIKK baik itu alumni, orang tua peserta didik, atau komunitas-komunitas
pendukung yang bisa diajak kerja sama dan bersinergi dalam membangun visi sekolah. Selain itu,
sekolah juga perlu membangun sinergi yang baik dengan para stakeholder baik itu dengan sekolah
mitra, birokrasi pemerintahan, komunitas praktisi yang sevisi, ataupun dengan kelompok
masyarakat lainnya yang bisa mengembangkan sekolah kebangsaan. Koneksi dan relasi yang baik
dengan pelanggan atau konsumen sekolah perlu dibangun secara intens sehingga tingkat kepuasan
konsumen atau pelanggan sekolah tetap terjaga dengan baik. Untuk tetap menjaga kualitas yang
baik dengan pelanggan atau konsumen, sekolah perlu membuat survei indeks kepuasan pelanggan
terkait pelayanan di sekolah. Selain itu, sekolah perlu juga membangun dan membuat media yang
baik untuk publikasi dan pemasaran sekolah. Pada era sekarang pemasaran sekolah dapat dilakukan
mudah, misalnya memanfaat media sosial dan media-media mainstream misalnya radio, TV, surat
Pedoman Mutu Sekolah | 15
khabar dan lainnya. Untuk itu sekolah perlu membentuk tim kreatif di sekolah agar dapat membuat
konten-konten kreatif yang layak dijual di masyarakat sebagai bentuk pemasaran sekolah khususnya
kegiatan-kegiatan peserta didik terkait dengan SUIKK.
Sekolah perlu memanfaatkan seluruh potensi sumber daya yang ada di sekolah secara
maksimal dalam mendukung pengembangan SUIKK baik itu yang berupa SDM ataupun
infrastruktur yang tersedia. Semua komponen di atas harus berkaitan dengan VP di sekolah dan
kegiatan inti yang dikembangkan di sekolah sehingga output dan outcome akan selaras dengan
keinginan pelanggan atau konsumen di sekolah. Tata kelola inilah yang seharusnya dibudayakan di
sekolah menjadi sebuah ekosistem baru menuju pada Sekolah Unggul Inspiratif Kebangsaan dan
Kebhinekaan (SUIKK). Berikut adalah Diagram tata kelola SUIKK.
MITRA RELASI DENGAN
PARTNER STAKE HOLDER
SEKOLAH
(alumni, orang tua,
birokrat, komunitas, dll)
PROSES INTI VP PELANGGAN/KON
SEKOLAH SUMEN
Kurikulum sekolah KEBANGSAAN
Sistem management sekolah Orang tua, masyarakat dan
Kegiatan dan Pendidikan karakter para pemangku
kepentingan
SUMBER DAYA PUBLIKASI DAN
SDM sekolah , MARKETING
Infrastruktur
Jejaring (Media sosial Media
mainstream, jaringan
alumni, dll )
Pedoman Mutu Sekolah | 16
BAB III
LANGKAH ASESMEN LULUSAN SEKOLAH
Sekolah perlu mengetahui sejauh mana proses perwujudan profil lulusan sudah tercapai. Oleh
karena itu, sekolah harus melakukan asesmen profil lulusan. Alat untuk melakukan asesmen profil
lulusan adalah rubrik dan kuesioner.
Langkah Melakukan Asesmen
1. Menentukan aspek profil yang mau dievaluasi. Sekolah bisa memilih satu atau semua aspek
profil peserta didik yang meliputi kompeten, berbela rasa, suara hati, hidup rohani, atau jiwa
kepemimpinan.
2. Ada rubrik dan kuesioner untuk tiap-tiap unsur dari aspek Profil Lulusan. Keduanya dibuat untuk
memperkaya dan melengkapi proses evaluasi. Asesmen setiap unsur dari aspek profil lulusan
harus menggunakan rubrik dan kuesioner.
3. Memperbanyak lembar Rubrik dan Kuesioner Profil Peserta didik sebanyak peserta didik yang
diminta untuk melakukan self-assesment.
4. Mengumpulkan peserta didik yang diminta untuk melakukan self-assesment.
5. Memberikan penjelasan maksud dari self-assesment yang akan dilakukan, yakni untuk melihat
dan memahami efektivitas sekolah dalam meraih hasil pendidikannya. Menekankan pentingnya
partisipasi peserta didik dalam proses evaluasi ini.
6. Memberikan penjelasan cara melakukan self-assesment dengan menggunakan rubrik. Pokok-
pokok yang harus disampaikan, yaitu:
a. Membaca setiap pernyataan yang disajikan dalam rubrik dari gradasi kurang sampai dengan
baik sekali.
b. Mengadakan evaluasi diri dengan bercermin pada pernyataan-pernyataan dalam rubrik dan
memilih pernyataan yang cocok dengan situasi dirinya.
c. Menuliskan skor pada kolom paling kanan sesuai dengan angka (1 sampai 4) yang tertera dari
setiap pernyataan yang dipilih.
d. Skor yang dipilih tidak mengatakan baik atau buruknya seseorang. Ini adalah proses evaluasi
untuk melihat posisi diri berhadapan dengan cita-cita perkembangan karakter di sekolah.
e. Setiap rubrik dikerjakan dalam waktu 20-25 menit.
7. Memberikan penjelasan cara melakukan self-assesment dengan menggunakan kuesioner. Pokok-
pokok yang harus disampaikan seperti berikut ini:
a. Membaca setiap pernyataan yang disajikan dalam kuesioner.
Pedoman Mutu Sekolah | 17
b. Mengadakan evaluasi diri dengan bercermin pada pernyataan-pernyataan dalam kuesioner
kemudian memilih angka (1, 2, 3, 4) yang diberikan pada setiap pernyataan dengan
memberikan tanda silang (X). Ketentuan memilih angka adalah sebagai berikut:
1 = tidak sesuai dengan diri saya
2 = cukup sesuai dengan diri saya
3 = sesuai dengan diri saya
4 = sangat sesuai dengan diri saya
c. Skor yang dipilih tidak mengatakan baik atau bruknya seseorang. Ini adalah proses evaluasi
untuk melihat posisi diri berhadapan dengan cita-cita perkembangan karakter di sekolah.
d. Setiap kuesioner dikerjakan dalam waktu 10-15 menit.
8. Menganalisis data yang diperoleh dari pengerjaan rubrik dengan langkah:
a. Menjumlahkan skor setiap lembar rubrik menjadi skor individual. Menjumlah semua skor
individual menjadi skor bersama.
b. Mencari rata-rata skor rubrik dengan cara membagi besaran skor bersama dengan jumlah
peserta didik yang mengerjakan.
c. Mencari rata-rata skor setiap unsur dari rubrik. Mengidentifikasi unsur yang mendapat skor
paling tinggi dan paling rendah.
d. Membuat refleksi aspek profil lulusan berdasarkan analisis data yang dilakukan.
e. Berdasarkan refleksi yang dibuat kemudian mengusulkan langkah perbaikan proses
pendidikan demi lebih tercapainya profil lulusan.
9. Menganalisis data yang diperoleh dari pengerjaan kuesioner dengan langkah:
a. Menjumlahkan skor setiap lembar kuesioner menjadi skor individual. Menjumlah semua skor
individual menjadi skor bersama.
b. Mencari rata-rata skor kuesioner dengan cara membagi besaran skor bersama dengan jumlah
peserta didik yang mengerjakan.
c. Mencari rata-rata skor setiap item dalam kuesioner. Mengidentifikasi item yang mendapat
skor paling tinggi dan paling rendah.
d. Membuat refleksi aspek profil lulusan berdasarkan analisis data yang dilakukan.
e. Berdasarkan refleksi yang dibuat kemudian mengusulkan langkah perbaikan proses
pendidikan demi lebih tercapainya profil lulusan.
Pedoman Mutu Sekolah | 18
BAB IV
RUBRIK DAN KUESIONER
Pada halaman-halaman berikut disajikan rubrik dan kuesioner untuk tiap-tiap aspek profil
lulusan. Rubrik adalah panduan yang ditetapkan untuk menilai karya atau suatu kondisi dalam suatu
proses observasi. Kuesioner adalah instrumen yang terdiri dari serangkaian pernyataan. Di sini
kuesioner bertujuan untuk mengetahui pendapatnya tentang pernyataan tersebut. Rubrik dan
kuesioner ini meliputi aspek: kompeten, berbela rasa, suara hati, hidup rohani, dan kepemimpinan.
A. Rubrik dan Kuesioner aspek kompeten meliputi: kekuatan akademik, perseverentia, dan
kebugaran jasmani. Aspek kekuatan akademik dari kompeten dibagai lagi ke dalam: kedalaman
pengetahuan, proses belajar reflektif, motivasi dan kebiasaan belajar, dan terbuka untuk
berkembang.
B. Rubrik dan Kuesioner aspek belas kasih meliputi: empati, membantu sesama, dan perhatian
kepada yang lemah, miskin, difabel.
C. Rubrik dan Kuesioner aspek suara hati meliputi: hormat, kejujuran, keadilan, dan tanggung
jawab atas kehidupan bersama.
D. Rubrik dan Kuesioner aspek hidup rohani meliputi: pribadi yang reflektif, rasa syukur,
mewujudkan iman dalam hidup sehari-hari.
E. Rubrik dan Kuesioner aspek kepemimpinan meliputi: kesadaran diri, ingenuitas, cinta kasih,
dan heroik.
Ilustrasi : http://bit.ly/3G7ulsb
Pedoman Mutu Sekolah | 19
A. Rubrik dan Kuesioner Kompeten
1. Kekuatan Akademik
1. a. Rubrik Kedalaman Pengetahuan
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Berpikir Mempelajari Menguji pengetahuan Menerima Menerima begitu saja
Kritis pengetahuan dengan yang dipelajari dengan pengetahuan yang tanpa
melakuan penelitian membandingkannya dipelajari setelah mempertanyakan
dan percobaan. dengan beberapa memahaminya pengetahuan yang
sumber. dengan saksama. dipelajari.
Berpikir Mengembangkan Mencoba menemukan Mengikuti dan Mengikuti saja ide
Kreatif gagasan baru yang ide dan gagasan baru menambahkan ide dan gagasan yang
sungguh membawa yang belum pernah ada. dan gagasan yang sudah ada.
kemajuan. sudah ada.
Berpikir Memahami dasar- Memahami dan Belajar dengan Belajar dengan cara
Reflektif dasar pengetahuan menangkap secara memahami dan menghafalkan kata
dan implikasinya mendalam intisari dari merumuskan per kata materi yang
Imaginasi serta mengenali pengetahuan yang kembali apa yang diperlajari tanpa
reaksi perasaan yang dipelajari dipelajari. memahami isinya.
ada.
Mendayakan Mendayakan imajinasi Dengan daya Terpaku pada hal-hal
imajinasi untuk untuk menangkap imajinasi bisa yang konkret nyata
memperkaya dan pengetahuan yang membayangkan terlihat mata.
merangsang lahirnya dipelajari dengan lebih hal-hal di luar yang
ide dan gagasan baru. mendalam. konkret.
1. b. Kuesioner Kedalaman Pengetahuan Skor
No Pernyataan 1234
1234
1 Membuat pertanyaan atas pengetahuan yang dipelajari 1234
2 Memakai imajinasi untuk menemukan berbagai kemungkinan jalan keluar
3 Mengenali aneka perasaan yang muncul selama proses belajar baik di dalam 1234
1234
maupun di luar kelas 1234
4 Memahami sisi kelemahan dan kekuatan suatu teori 1234
5 Menggunakan daya imajinasi untuk efektivitas belajar 1234
6 Memahami pengetahuan secara mendalam 1234
7 Berupaya untuk memperbaiki gagasan yang sudah ada 1234
8 Menemukan berbagai cara pemecahan masalah 1234
9 Memanfaatkan daya imajinasi untuk memperdalam pengetahuan 1234
10 Berusaha menemukan alasan dasar suatu pengetahuan 1234
11 Menyadari dampak dan akibat dari pengetahuan yang dipelajari 1234
12 Membuktikan kebenaran pengetahuan melalui percobaan dan penelitian 1234
13 Menemukan ide baru yang lebih baik 1234
14 Memperluas pengetahuan dengan mempelajari berbagai sumber
15 Menggunakan daya imajinasi untuk merangsang kreativitas
16 Berani mengusulkan suatu gagasan yang berbeda
Penyebaran Kedalaman Pengetahuan:
1. Berpikir Kritis : 1, 4, 10, 12
2. Berpikir Kreatif : 7, 8, 13, 14
3. Berpikir Reflektif : 3, 6, 11, 16
4. Imajinasi : 2, 5, 9, 15
Pedoman Mutu Sekolah | 20
Dok.Panitia/Pengolahan Karakter Guru (Samarinda)
2. a. Rubrik Belajar Secara Reflektif
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Makna
Memahami dan Mengetahui Menangkap unsur- Belajar tanpa
Implikasi merasakan makna kebenaran yang unsur penting dari memahami apa
kebenaran dari apa dipelajari secara apa yang yang dipelajari.
Afeksi yang dipelajari secara mendalam. dipelajari.
mendalam.
Kesadaran
diri Menyadari dan Memikirkan dan Mengetahui Memahami
dengan serius memahami berbagai pengetahuan yang pengetahuan tanpa
mengevaluasi dampak positif atau dipelajari dan menyadari dampak
dampak positif dan negatif dari dampaknya secara dan akibatnya
negatif dari pengetahuan yang sekilas.
pengetahuan yang dipelajari.
dipelajari.
Menyadari secara Menyadari berbagai Merasakan Mengabaikan
teliti berbagai perasaan yang muncul berbagai perasaan berbagai perasaan
perasaan yang dan mengetahui yang muncul yang berlangsung
muncul selama proses dampaknya selama selama proses selama proses
belajar dan proses belajar. belajar. belajar .
mengelolanya secara
efektif.
Pengetahuan yang Pengetahuan yang Beberapa unsur Proses belajar
dipelajari dipelajari pengetahuan yang berlangsung tanpa
menyadarkan pola menyadarkan adanya dipelajari ada kaitan apapun
sikap dan prilaku sikap dan prilaku menyadarkan sikap dengan hidup
tidak tepat dan tidak tepat yang harus dan prilaku pribadi.
mendorong untuk diperbaiki. pribadi.
memperbaikinya.
Pedoman Mutu Sekolah | 21
2. b. Kuesioner Belajar Secara Reflektif
No Pernyataan Skor
1 Pengetahuan yang dipelajari mendorong untuk memperbaiki sikap terhadap 1 2 3 4
orang lain
2 Menyadari berbagai perasaan yang menghambat proses belajar 1 234
3 Menangkap dengan jelas dasar dari teori yang dibahas 1 234
4 Pengetahuan yang dipelajari mendorong untuk memperbaiki sikap terhadap 1 2 3 4
diri sendiri
5 Menyadari dampak positif dari pengetahuan yang dipelajari bagi hidup 1 234
manusia
6 Mengenal diri dengan mencermati berbagai perasaan selama proses belajar 1 234
7 Memahami kaitan teori yang satu dengan teori yang lain 1 234
8 Kesadaran menggunakan pengetahuan demi kebaikan hidup manusia 1 234
9 Menyadari kegunaan pengetahuan yang dipelajari 1 234
10 Menyadari berbagai perasaan yang mendukung proses belajar 1 234
11 Mengelola perasaan demi efektivitas belajar 1 234
12 Pengetahuan yang dipelajari memberikan kesadaran mengenai perilaku dan 1 234
sikap terhadap orang lain yang tidak tepat
13 Pengetahuan yang dipelajari memberikan kesadaran mengenai perilaku dan 1 234
sikap terhadap diri sendiri yang tidak sehat
14 Memahami unsur-unsur penting dalam pengetahuan yang dipelajari 1 234
15 Menyadari dampak negatif dari pengetahuan yang dipelajari bagi hidup 1 234
manusia
16 Mengetahui berbagai penyalahgunaan ilmu pengetahuan bagi hidup manusia 1 2 3 4
Penyebaran belajar secara reflektif:
1. Makna : 3, 7, 9, 14
2. Implikasi : 5, 8, 15, 16
3. Afeksi : 2, 10, 11, 12
4. Kesadaran Diri : 1, 4, 6, 13
3.a. Rubrik Motivasi dan Kebiasaan Belajar
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Kesadaran
Menyadari pentinganya Menyadari bahwa Mengetahui bahwa Belajar dijalani
Rasa belajar bagi kehidupan. belajar itu penting. belajar itu penting. sebagai rutinitas
Senang Maka memacu diri Maka menumbuhkan Maka sebisa tanpa melihat
untuk belajar dengan niat belajar dengan mungkin belajar arti pentingnya.
Kebiasaan serius. serius. dengan serius.
Merasa semangat Menikmati kegiatan Tidak tertarik Merasa malas
belajar dan tertarik belajar baik di dalam dengan proses dan berat
dengan semua maupun di luar kelas. belajar maka harus belajar. Bosan
pengetahuan yang Terlibat aktif dalam memaksa diri dengan kegiatan
dipelajari. Terlibat aktif proses belajar. mengikuti proses belajar di dalam
dalam kegiatan belajar. belajar sampai dan luar kelas.
selesai.
Belajar sudah menjadi Membiasakan diri Belum terbiasa Tidak memiliki
kebiasaan hidup. belajar secara teratur belajar secara rutin. kebiasaan
Memiliki waktu rutin entah ada atau tidak Belajar sungguh- belajar. Kadang
untuk belajar baik ulangan. Belajar sungguh kalau ada belajar kalau ada
pelajaran sekolah menjadi kegiatan ulangan. uangan.
maupun memperluas harian.
wawasan. Kadang merasa Tidak ada
Belajar dilakukan Memiliki semangat senang karena pengalaman
dengan semangat untuk belajar semua
Pedoman Mutu Sekolah | 22
Kepuasaan sebagai latihan bidang studi karena berhasil memahami positif dalam
mewujudkan potensi ingin meraih hasil beberapa hal belajar. Belajar
diri. Belajar ilmu akhir yang penting dari bidang hanyalah
adalah tantangan yang memuaskan. studi. kegiatan harian
menggairahkan. yang harus
dijalani.
3.b. Kuesioner Motivasi dan Kebiasaan Belajar Skor
No Pernyataan 1234
1234
1 Belajar dirasakan sebagai latihan untuk mewujudkan potensi intelektual 1234
2 Terbiasa belajar secara mandiri tanpa merasa dipaksa 1234
3 Memahami letak pentingnya pengetahuan dari setiap bidang studi 1234
4 Menempatkan kegiatan belajar sebagai prioritas yang penting 1234
5 Memiliki kebiasaan membaca 1234
6 Mengalami proses belajar sebagai sesuatu yang menggembirakan 1234
7 Belajar digerakkan oleh rasa ingin tahu 1234
8 Memiliki keinginan kuat untuk menguasai pengetahuan yang dipelajari 1234
9 Terbiasa belajar dengan rutin 1234
10 Merasakan adanya arti dan makna penting dalam belajar 1234
11 Merasakan bahwa belajar itu penting untuk pengembangan diri 1234
12 Merasa senang dengan setiap bidang studi 1234
13 Merasa tertantang dengan pengetahuan yang dipelajari 1234
14 Mengalami kepuasan dalam menguasai ilmu pengetahuan 1234
15 Terlibat aktif dalam proses belajar
16 Ada dorongan pribadi untuk belajar dengan sungguh-sungguh
Penyebaran motivasi dan Kebiasaan Belajar:
1. Kesadaran : 3, 8, 11, 16
2. Rasa Senang : 4, 6, 7, 15
3. Kebiasaan : 2, 5, 9, 12
4. Kepuasan : 1, 10, 13, 14
4.a. Rubrik Terbuka Untuk Berkembang
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Rasa Merasa kagum dan Memiliki keinginan Senang dengan Merasa tidak perlu
ingin tergerak untuk dan tertarik untuk membaca-baca mempelajari sesuatu
tahu menguasai setiap mengikuti pengetahuan baru yang baru atau
perkembangan ilmu perkembangan ilmu yang sebelumnya mengikuti
sosial, sains, dan sosial, sains, dan tidak dimengerti. perkembangan
teknologi. teknologi. zaman.
Talenta Menyadari dan Menyadari anugerah Menyadari dan Mengetahui bakat
mensyukuri anugerah bakat yang diterima mensyukuri yang ada pada
bakat yang diterima dan berusaha untuk anugerah bakat dirinya tetapi tidak
kemudian melakukan mengembangkan-nya. yang harus ingin untuk
tindakan nyata untuk dikembangkan. mengembangkannya.
mengembangkannya.
Magis Selalu melakukan Mengusahakan Tergerak untuk Merasa diri tidak
kegiatan peningkatan peningkatan diri meningkatkan diri perlu
diri sebagai pribadi sebagai pribadi yang sebagai pribadi mengembangkan diri
yang berkembang berkembang menjadi yang berkembang lebih lanjut. Sudah
menjadi lebih baik lebih baik dalam bakat lebih baik dalam puas dengan keadaan
dalam bakat dan ilmu dan ilmu pengetahuan. bakat dan ilmu sekarang ini.
Pedoman Mutu Sekolah | 23
pengetahuan. pengetahuan.
Evaluasi Rutin mengevaluasi diri Rutin mengevaluasi Kadang-kadang Tidak pernah
diri untuk menyadari diri terutama untuk mengevaluasi diri melakuan evaluasi
kekurangan dan menyadari kekurangan untuk menyadari diri. Semuanya
kelebihan; kemudian dan kelebihan; kelemahan, berjalan tanpa pernah
merencanakan dan kemudian kekurangan, dan dipertimbangkan.
melakukan tindakan merencanakan hal-hal baik yang
konkret sebagai perbaikan. dialami.
langkah perbaikan.
4.b. Kuesioner Terbuka Untuk Berkembang
No Pernyataan Skor
1 Menyadari perkembangan diri yang diraih dan kemandekan yang dialami 1 234
2 Peristiwa kehidupan ini menimbulkan dorongan untuk mempelajarinya 1 234
3 Selalu terdorong untuk maju dalam bakat dan ilmu 1 234
4 Melakukan kegiatan nyata untuk lebih baik lagi mewujudkan bakat 1 234
5 Meraih prestasi penting dalam pengembangan bakat dan kemampuan 1 234
6 Melakukan tindakan nyata untuk mengembangkan diri 1 234
7 Melakukan tindakan nyata untuk mengembangkan bakat dan kemampuan diri 1 2 3 4
8 Menyusun rencana untuk mengembangkan diri 1 234
9 Menyadari bakat dan kemampuan yang dimiliki 1 234
10 Secara rutin mengevaluasi diri untuk melihat perkembangan diri yang ada 1 234
11 Tertarik untuk mempelajari ilmu pengetahuan lebih lanjut 1 234
12 Melakukan kegiatan nyata supaya bisa menguasai ilmu pengetahuan dengan 1 234
lebih baik
13 Unsur-unsur dari alam semesta ini menarik sekali untuk dipelajari 1 234
14 Tergerak untuk terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan 1 2 3 4
teknologi
15 Bangga dengan bakat dan kemampuan yang ada 1 234
16 Ingin menjadi pribadi yang berkembang seoptimal mungkin 1 234
Penyebaran motivasi dan kebiasaan belajar:
1. Rasa ingin tahu : 1, 11, 13, 14
2. Talenta : 5, 7, 9, 15
3. Magis : 3, 4, 10, 16
4. Evaluasi diri : 2, 6, 8, 10
5.a. Rubrik Perseverentia
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Gigih
Langsung bangkit dan Tetap semangat dalam Bisa bangkit dalam Mudah menyerah
tetap semangat dalam menghadapi kegagalan; bersedia sewaktu mengalami
mengalami kegagalan; berani melakukan hal kegagalan,
kegagalan; melihat menghadapi kesulitan yang sulit; tidak menghadapi
hal paling penting dan tantangan. menghindari kesulitan. Mudah
meski sulit; tantangan. menghindari
menyambut tantangan tantangan.
dengan jiwa besar.
Setia dalam Tetap melakukan Menyelesaikan Cepat bosan dalam
melakukan tugas pekerjaan sampai tugas pada saat-saat mengerjakan
belajar sampai selesai meski dengan akhir; suka sesuatu;
selesai; teliti rasa terpaksa; ingin menunda-nunda; membiarkan
Pedoman Mutu Sekolah | 24
mengerjakan sesuatu; hasil sebaik mungkin. tidak peduli dengan pekerjaan
belajar dengan rajin; mutu pekerjaan. terbengkelai;
Tekun mengusahakan hasil menyelesaikan
sempurna. tugas asal-asalan.
Kerja
keras Berani belajar dengan Belajar penuh Belajar Belajar dengan
mati-matian; siap konsentrasi; tidak semampunya tanpa tanpa perhatian;
menderita; menghindari memaksa diri; menghindari
mengorbankan penderitaan; sebatas kesulitan; ingin
kegiatan lain demi meluangkan waktu dan kemampuan; cepat-cepat selesai.
belajar. tenaga secara lebih. meluangkan waktu
secukupnya.
No 5.b. Kuesioner Perseverentia Skor
1 Pernyataan 1234
2 1234
3 Mengusahakan hasil sempurna 1234
4 Berani menghadapi hal-hal sulit dalam belajar 1234
5 Semangat dalam menghadapi tantangan belajar 1234
6 Berani belajar dengan memeras tenaga 1234
7 Teliti dalam mengerjakan tugas, latihan, dan ulangan 1234
8 Dalam belajar berani memilih melakukan hal paling penting meski sulit 1234
9 Tetap semangat belajar meski mengalami kegagalan 1234
10 Pantang menyerah dalam belajar 1234
11 Meluangkan waktu dan tenaga untuk belajar secara lebih 1234
12 Selalu belajar setiap hari 1234
Memusatkan diri dalam belajar dan meninggalkan kegiatan lain
Terbiasa belajar dengan rajin
Penyebaran Perseverentia:
1. Gigih : 1, 6, 7, 8
2. Tekun : 2, 5, 10, 12
3. Kerja Keras : 3, 4, 9, 11
6.a. Rubrik Kebugaran Jasmani
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Pola Makan Memahami pola Memahami pola Cukup memahami Sedikit saja mengetahui
makan sehat dan makan sehat dan pola makan sehat pola makan dan
menyadari pentingnya untuk dan pentingnya pentingnya untuk
pentingnya untuk diterapkan; mulai untuk diterapkan; diterapkan; tidak
diterapkan; sudah mencoba belum pernah
menerapkannya menerapkannya menerapkannya memperhatikannya.
seacara teratur. dalam hidup sehari- dalam hidup sehari-
hari. hari.
Olah Raga Merasa senang dan Memaksa diri olah Berolah raga secara Hampir tidak pernah
terbiasa olah raga raga secara teratur tidak teratur; olah raga; sangat malas
secara teratur supaya memiliki melakukannya dan berat untuk
sehingga memiliki badan yang sehat sekadar untuk melakukannya.
badan yang sehat bugar. bersenang-senang.
bugar.
Pola Sudah lama Sudah lama Mulai memahami Tidak mengetahui pola
memahami pola memahami pola pola istirahat yang istirahat yang baik; hal
istirahat baik dan istirahat baik dan baik dan menyadari itu tidak penting; pola
Pedoman Mutu Sekolah | 25
Istirahat menyadari menyadari pentingnya untuk istirahat tidak perlu
pentingnya untuk pentingnya untuk diterapkan; diatur.
diterapkan; diterapkan; baru mencoba
menerapkannya mulai menerapkan. menerapkan. Kurang memperhatikan
setiap hari. kebersihan badan; tidak
peduli dengan
Kebersihan Selalu menjaga Memperhatikan Memperhatikan kebersihan lingkungan.
kebersihan badan kebersihan badan kebersihan badan;
dan lingkungan dan lingkungan kadang menjaga
supaya bebas dari supaya bebas dari kebersihan
kuman. kuman. lingkungan supaya
bebas dari kuman.
Dok.Panitia/Pengolahan Karakter Guru (Denpasar)
6.b. Kuesioner Kebugaran Jasmani Skor
No Pernyataan 1234
1234
1 Senang dengan kegitan olah raga 1234
2 Menyadari pentingnya pola istirahat yang baik 1234
3 Menjaga kebersihan lingkungan di manapun 1234
4 Membiasakan diri untuk tetap menerapkan pola makan yang sehat 1234
5 Menyadari pentingnya pola makan yang sehat 1234
6 Memahami pentingnya kebersihan lingkungan
7 Memahami pentingnya kebersihan badan Pedoman Mutu Sekolah | 26
8 Membiasakan diri tetap menerapkan pola istirahat yang baik 1234
9 Memahami pola makan yang sehat 1234
10 Menjaga kebersihan badan secara teratur 1234
11 Berolah raga secara teratur 1234
12 Menerapkan pola makan yang sehat 1234
13 Membiasakan diri untuk tetap berolah raga secara teratur 1234
14 Memahami pola istirahat yang baik 1234
15 Menerapkan pola istirahat yang baik 1234
16 Merasakan hasil positif olah raga bagi kesehatan badan 1234
Penyebaran Kebugaran Jasmani:
1. Pola makan : 4, 5, 9, 11
2. Olah raga : 1, 11, 13, 16
3. Pola istirahat : 2, 8, 14, 15
4. Kebersihan : 3, 6, 7, 10
B. Rubrik dan Kuesioner Belas Kasih (Compassion)
1.a. Rubrik Empati
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Peka pada Memperhatikan dan Memperhatikan dan Memperhatikan Jarang
Perasaan memahami perasaan memahami perasaan perasaan orang lain memperhatikan
Orang Lain orang lain baik yang orang lain yang sejauh hal itu perasaan orang lain
terungkap melalui terungkap baik diungkapkan dengan meskipun itu
ucapan, raut muka, melalui kata-kata kata-kata yang diungkapkan dengan
atau bahasa tubuh. maupun raut muka. diucapkan jelas. kata-kata.
Merasakan Peka merasakan apa Bisa merasakan apa Bisa merasakan apa Tidak bisa
Perasaan yang dirasakan orang yang dirasakan yang dirasakan orang merasakan perasaan
lain; solider dengan orang lain; mudah lain; bisa solider orang lain; tertutup
Lain perasaan orang lain, solider dengan dengan perasaan pada perasaan orang
siapa pun. perasaan orang- orang-orang dekat. lain; tidak bisa
orang dekat. solider.
Ungkapan Mengungkapkan Mengungkapkan Mudah Sangat sulit
Empati empati baik dengan empati baik dengan mengungkapkan mengungkapkan
ucapan maupun ucapan maupun empati melalui empati melalui
tindakan kepada tindakan kepada ungkapan kata-kata ungkapan kata atau
siapa pun yang kerabat atau teman kepada orang lain tindakan nyata
mengalami dekat yang yang kesusahan; kepada orang lain
kesusahan. mengalami belum melakukan yang kesusahan.
kesusahan. tindakan nyata.
1.b. Kuesioner Empati
No Pernyataan Skor
1 Memperhatikan dan memahami perasaan orang lain yang terungkap lewat kata- 1 2 3 4
kata
2 Mengungkapkan perasaan untuk meringankan penderitaan orang lain 1234
3 Solider dengan penderitaan orang lain 1234
4 Menemani orang lain yang kesusahan 1234
5 Peka pada perasaan orang lain 1234
6 Peduli pada orang lain yang kesusahan 1234
Pedoman Mutu Sekolah | 27
7 Menyelami kesusahan orang lain 1234
8 Memperhatikan dan memahami perasaan orang lain yang terungkap lewat 1234
bahasa tubuh
9 Merasakan apa yang dirasakan orang lain 1234
10 Melakukan tindakan sebagai wujud solider dengan penderitaan orang lain 1234
11 Memperhatikan dan memahami perasaan orang lain yang terungkap lewat raut 1 2 3 4
muka
12 Ikut prihatin dengan kesusahan orang lain 1234
Penyebaran Empati: : 1, 8, 9, 11
1. Peka pada perasaan orang lain : 3, 5, 7, 12
2. Merasakan perasaan orang lain : 2, 4, 6, 10
3. Ungkapan empati
2.a. Rubrik Membantu Sesama
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Kepekaan Tergerak untuk Peka pada kebutuhan, Mengerti kebutuhan, Cuek, tidak mau
membantu penderitaan, dan penderitaan, dan memikirkan
kebutuhan, kesulitan orang lain. kesulitan orang lain. kebutuhan,
penderitaan dan penderitaan, dan
kesulitan orang kesulitan orang lain.
lain.
Cara Memahami dengan Menangkap dan tahu Kurang mengerti apa Tidak mengerti apa
Membantu jelas apa dan jalan memberikan yang harus dilakukan yang harus diakukan
bagaimana bantuan yang tepat untuk membantu untuk meringankan
Tindakan membantu orang sesuai kebutuhan orang lain; yang kesulitan orang lain.
Nyata lain; apa yang orang lain. penting membantu.
dilakukan sungguh
tepat. Memberikan bantuan Memberikan bantuan Tidak melakukan
Secara tulus iklas tanpa mengharapkan dengan mengharap sesuatu atau
membantu sesama imbalan; dilakukan imbalan dan sejauh memberikan apa pun
secara nyata; berani sejauh tidak tidak mengganggu kepada orang lain
berkorban; berbagi mempersulit diri atau mempersulit diri yang memerlukan
milik, tenaga, sendiri. sendiri. bantuan.
waktu.
2.b. Kuesioner Membantu Sesama Skor
No Pernyataan 1234
1234
1 Mengerti cara memberikan bantuan dengan tepat 1234
2 Memberikan tenaga bagi orang lain 1234
3 Berani berkorban demi sesama 1234
4 Menyisihkan waktu bagi orang lain 1234
5 Mudah berbuat untuk meringankan penderitaan sesama 1234
6 Memberikan bantuan dengan iklas 1234
7 Peka pada kesulitan yang dialami sesama 1234
8 Berbagi milik yang dimiliki orang lain 1234
9 Membantu tepat dengan kebutuhan sesama 1234
10 Memahami apa yang dibutuhkan orang lain 1234
11 Tergerak membantu kebutuhan sesama
12 Rela berbagi milik kepada mereka yang membutuhkan
Pedoman Mutu Sekolah | 28
Penyebaran Membantu Sesama: : 5, 7, 10, 11
1. Kepekaan : 1, 3, 6, 9
2. Cara membantu : 2, 4, 8, 12
3. Tindakan nyata
3.a. Rubrik Perhatian pada yang Lemah dan Miskin
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Mencintai
Selalu memikirkan Memikirkan orang Pernah Tidak pernah
dan memperhatikan lemah, miskin dan memikirkan orang memikirkan orang
orang lemah, miskin difabel; lemah, miskin dan lemah, miskin dan
dan difabel; memperlakukan difabel; merasa difabel; tidak
mencintai, mereka secara wajar. kasihan terhadap mengenal;
menghargai, nasib mereka. bersikap acuh tak
menghormati mereka. acuh terhadap
mereka.
Berpihak Terlibat dalam Memiliki keinginan Tidak tega melihat Membiarkan nasib
Kebersamaan membela, kuat untuk berbuat penderitaan dan orang lemah,
memperjuangkan dan sesuatu bagi sesama kesulitan sesama miskin dan difabel;
Solider memperbaiki nasib yang lemah, miskin yang lemah, tidak peduli
sesama yang lemah, dan difabel. miskin dan difabel terhadap kesulitan
miskin dan difabel. mereka.
Merasa dekat dan Merasa dekat dengan Mengenal sesama Tidak mengenal
bersahabat dengan sesama yang lemah, yang lemah, dan tidak pernah
sesama yang lemah, miskin dan difabel; miskin dan hidup bersama
miskin dan difabel; bisa hidup bersama difabel; tidak dengan orang
nyaman hidup dengan mereka. menolah hidup lemah, miskin dan
bersama dengan bersama dengan difabel; merasa
mereka. Hidup sederhana mereka. jauh dari mereka.
Hidup sederhana sebagai solidaritas Memiliki rasa Menjalani hidup
sebagai solidaritas dengan sesama yang prihatin terhadap tanpa pernah
dengan sesama yang lemah, miskin dan sesama yang peduli dengan
lemah, miskin dan difabel; peduli lemah, miskin, dan sesama yang
difabel; peduli dan dengan kesulitan difabel; ingin lemah, miskin dan
menyadari setiap mereka. sekali difabel. Sama
dampak perilaku bagi menunjukkan sekali tidak ada
hidup mereka. solider kepada kepedulian.
mereka.
3.b. Kuesioner Perhatian pada yang Lemah dan Miskin
No Pernyataan Skor
1 Memikirkan dan memperhatikan sesama yang lemah, miskin dan difabel 1234
2 Mengusahakan untuk memperbaiki hidup sesama yang lemah, miskin dan difabel 1 2 3 4
3 Hidup sederhana sebagai bentuk solidaritas dengan sesama yang lemah, miskin, 1 2 3 4
dan difabel
4 Mencintai sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
5 Menghormati sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
6 Rela ikut menderita bersama sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
7 Membela sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
8 Merasa dekat dengan sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
9 Menghargai sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
10 Merasa nyaman hidup di tengah sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
11 Memperjuangkan sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
12 Bersahabat dengan sesama yang lemah, miskin, dan difabel 1234
Pedoman Mutu Sekolah | 29
Penyebaran Perhatian pada yang Lemah dan Miskin:
1. Mencintai : 1, 5, 9
2. Berpihak : 4, 2, 11
3. Kebersamaan : 7, 8, 12
4. Solider : 3, 6, 10
C. Rubrik dan Kuesioner Suara Hati (Conscience)
1.a. Rubrik Hormat
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Menghargai
Perilaku yang Menilai dan Mengakui dan Tidak percaya
mengungkapkan mengambil sikap menerima bahwa bahwa orang lain itu
bahwa orang lain itu bahwa orang lain itu orang lain itu penting dan harus
penting dan harus penting dan harus penting dan harus diperlakukan dengan
diperlakukan dengan diperlakukan dengan diperlakukan baik.
baik. baik. dengan baik.
Menjunjung Menjunjung tinggi Menjaga Sadar akan Tidak
Tinggi kewibawaan, harga kewibawaan, harga kewibawaan, harga mempedulikan
Nama Baik diri, nama baik, dan diri, nama baik, dan diri, nama baik, dan harga diri,
perasaan setiap orang. perasaan setiap perasaan setiap kewibawaan, nama
orang. orang. baik, dan perasaan
orang lain.
Sopan Berperilaku Bersikap Sadar pentingnya Bersikap cuek,
mendengarkan, mendengarkan, mendengarkan, seenaknya dalam
santun dalam santun dalam santun dalam berbicara, tidak
berbicara, berbicara, berbicara tatakrama memperhatikan
memperhatikan memperhatikan terhadap orang lain. tatakrama terhadap
tatakrama terhadap tatakrama terhadap orang lain.
siapa pun. orang tertentu saja.
1.b. Kuesioner Hormat Skor
1234
No Pernyataan 1234
1234
1 Menunjukkan sikap rendah hati 1234
2 Menjaga perasaan orang lain 1234
3 Menjunjung tinggi kewibawaan orang lain 1234
4 Berbicara dengan orang santun 1234
5 Mengakui kebaikan orang lain 1234
6 Memperhatikan tatakrama terhadap orang lain 1234
7 Memperlakukan orang dengan baik 1234
8 Mudah memuji orang lain 1234
9 Mendengarkan orang lain yang sedang berbicara 1234
10 Memperhatikan harga diri orang lain
11 Menempatkan orang lain sebagai pribadi yang penting Pedoman Mutu Sekolah | 30
12 Menjaga nama baik orang lain
Penyebaran Hormat: : 2, 5, 7, 11
1. Menghargai : 3, 8, 9, 12
2. Menjunjung tinggi nama baik : 1, 4, 6, 10
3. Sopan
Dok.Guru Inspiratif
2.a. Rubrik Kejujuran
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Ucapan
Mengatakan dalam Mengatakan dalam Mengatakan apa Terbiasa berbicara
segala hal apa segala hal apa adanya sejauh tidak bohong, menipu;
adanya; berani adanya dalam situasi merugikan diri apa yang diucapkan
menerima risiko atas apa pun. sendiri atau orang berbeda dengan
apa yang dikatakan. dekatnya. kenyataan.
Tindakan Selalu bertindak Sebagian besar Bertindak dengan Berbuat licik;
dengan tulus dalam tindakan dilakukan tulus sejauh tidak munafik; selalu ada
situasi apa pun; dengan tulus; jarang merugikan diri maksud
bertindak fair; tidak ada maksud sendiri dan orang tersembunyi dalam
ada maksud tersembunyi dalam dekat. tindakan yang
tersembunyi dalam tindakannya. dilakukan.
tindakannya.
Membela Menjadi saksi Berani menunjukkan Mau menunjukkan Selalu mengambil
Kebenaran kebenaran dengan kebenaran dan tidak kebenaran melawan sikap berpura-pura,
selalu bersikap kritis menyetujui kebohongan sejauh memilih berbohong
terhadap segala kebohongan di tidak membahayakan demi keuntungan
bentuk kebohongan masyarakat. diri sendiri. dan keselamatan
di masyarakat. pribadi.
2.b. Kuesioner Kejujuran
No Pernyataan Skor
1 Berani menentang ajakan-ajakan yang bertentangan dengan nilai kejujuran 1234
2 Mengatakan sesuatu sesuai dengan kenyataan 1234
3 Bertindak sesuai dengan prinsip kebenaran 1234
4 Berani melawan segala bentuk praktik yang tidak jujur 1234
5 Apa yang dikatakan sesuai dengan yang dipikirkan 1234
Pedoman Mutu Sekolah | 31
6 Melakukan segala sesuatu tanpa maksud tersembunyi 1234
7 Berani mengungkapkan tindakan tidak jujur yang dialami orang lain atau diri 1 2 3 4
sendiri
8 Berani menghadapi risiko atas kejujuran yang dikatakan 1234
9 Dalam segala sesuatu bertindak dengan tulus 1234
10 Berani memberantas kebiasaan tidak jujur yang berlangsung di lingkungan 1234
sekitar
11 Berani mengambil risiko atas tindakannya yang jujur 1234
12 Mengatakan sesuatu sesuai dengan kata hatinya 1234
Penyebaran Kejujuran: : 2, 5, 6, 12
1. Ucapan : 3, 8, 9, 11
2. Tindakan : 1, 4, 7, 10
3. Membela Kebenaran
3.a. Rubrik Keadilan
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Masalah Memahami dan Memahami masalah Mendengar masalah Tidak pernah
Keadilan prihatin terhadap ketidakadilan dalam ketidakadilan dalam memperhatikan
masalah setiap bidang setiap bidang masalah
ketidakadilan dalam kehidupan: sosial, kehidupan: sosial, ketidakadilan yang
setiap bidang ekonomi, politik, ekonomi, politik, terjadi dalam hidup
kehidupan: sosial, pendidikan, dsb. pendidikan, dsb. sehari-hari.
ekonomi, politik,
pendidikan, dsb.
Menegakkan Membenahi aturan, Melawan aturan, Tidak menyetujui Bersikap masa
Keadilan kebiasaan, dan kebiasaan, dan aturan, kebiasaan, bodoh terhadap
perilaku tidak adil perilaku-perilaku dan perilaku- masalah
Membangun dalam hidup sehari- tidak adil yang perilaku tidak adil ketidakadilan yang
Keadilan hari demi kehidupan terjadi dalam hidup yang terjadi dalam terjadi dalam hidup
yang lebih sehari-hari. hidup sehari-hari. hidup sehari-hari.
berkeadilan.
Berjuang Menanamkan nilai Mencintai nilai Tidak mau terlibat
mewujudkan nilai keadilan; keadilan; berusaha dan ikut berusaha
keadilan; bertindak membiasakan diri berbuat adil; membangun
adil dalam situasi berbuat adil; ikut mendukung usaha kehidupan yang
apa pun; bekerja berusaha membangun lebih adil; tidak
keras membangun membangun kehidupan yang peduli dengan nilai
kehidupan bersama kehidupan yang lebih adil. keadilan.
yang lebih adil. lebih baik.
3.b. Kuesioner Keadilan Skor
No Pernyataan 1234
1234
1 Berusaha memperbaiki aturan-aturan yang tidak adil 1234
2 Merasa prihatin dengan masalah ketidakadilan 1234
3 Bertindak adil kepada siapa pun 1234
4 Berpihak pada sesama yang menjadi korban ketidakadilan 1234
5 Menghayati nilai keadilan 1234
6 Membenahi kebiasaan hidup sehari-hari yang tidak adil 1234
7 Memahami penyebab-penyebab ketidakadilan
8 Melawan perilaku-perilaku yang tidak adil Pedoman Mutu Sekolah | 32
9 Menanamkan nilai keadilan 1234
10 Menghentikan relasi-relasi yang tidak adil 1234
11 Memahami masalah ketidakadilan dalam hidup sehari-hari 1234
12 Membiasakan perilaku adil dalam kehidupan bersama 1234
Penyebaran Keadilan: : 1, 5, 7, 10
1. Masalah keadilan : 2, 3, 4, 8
2. Menegakkan keadilan : 6, 9, 11, 12
3. Membangun keadilan
4.a. Rubrik Tanggung Jawab atas Kehidupan Bersama
Unsur Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Melindungi
Menjadi pribadi yang Menjadi pribadi Menjadi pribadi Menjadi pribadi
sanggup dan mampu yang sanggup yang ingin yang tidak peduli
memberikan rasa memberikan rasa memberikan rasa atas hidup orang
aman, pertolongan, aman, pertolongan, aman, lain; tidak
perlindungan orang perlindungan orang pertolongan, dan mempedulikan
sekitar, dari ancaman sekitar, dari perlindungan hidup orang di
fisik atau psikologis. ancaman fisik atau orang sekitar dari sekitarnya.
psikologis. ancaman fisik
atau psikologis.
Menjamin Menjadi pribadi yang Menjadi pribadi Menjadi pribadi Menjadi pribadi
Kesejahteraan sanggup dan mampu yang sanggup yang ingin tidak tertarik ikut
menciptakan suasana menciptakan menciptakan menciptakan
hidup yang damai, suasana hidup yang suasana hidup suasana hidup
tenteram, dan nyaman. damai, tenteram, yang damai, yang damai,
dan nyaman. tenteram, dan tenteram, dan
nyaman. nyaman.
Kewajiban Sanggup dan mampu Sanggup menjadi Berkeinginan Tidak terlintas
Kemanusiaan menjadi relawan dan relawan dan pejuang untuk menjadi dalam pikiran
pejuang untuk untuk mengatasi relawan dan untuk menjadi
mengatasi masalah masalah pejuang untuk relawan dan
kemanusiaan. kemanusiaan. mengatasi pejuang untuk
masalah mengatasi
kemanusiaan. masalah
kemanusiaan.
4.b. Kuesioner Tanggung Jawab atas Kehidupan Bersama
No Pernyataan Skor
1 Sanggup menjadi relawan dalam berbagai bencana kemanusiaan 1234
2 Menciptakan suasana damai dalam hidup bersama 1234
3 Menciptakan rasa aman dalam hidup bersama 1234
4 Melindungi orang sekitar dari ancaman fisik atau psikologis 1234
5 Menciptakan rasa tenteram dalam hidup bersama orang sekitar 1234
6 Siap sedia memberikan pertolongan bagi orang sekitar 1234
7 Terlibat aktif dalam perjuangan kemanusiaan 1234
8 Berkomitmen memajukan nilai kemanusiaan 1234
9 Mampu memberikan rasa aman bagi orang sekitar 1234
10 Sanggup menjadi pejuang penegakan nilai kemanusiaan 1234
11 Sanggup memberikan rasa aman bagi orang sekitar 1234
12 Menciptakan suasana nyaman dalam hidup bersama 1234
Pedoman Mutu Sekolah | 33
Penyebaran Tanggung Jawab atas Kehidupan Bersama:
1. Melindungi : 4, 6, 9, 11
2. Menjamin Kesejahteraan : 2, 3, 5, 12
3. Kewajiban Kemanusiaan : 1, 7, 8, 10
D. Rubrik dan Kuesioner Hidup Rohani
1.a. Rubrik Hidup Rohani: Pribadi yang Reflektif
Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Gerak Hati
Secara teratur Sering merasakan, Kadang merasakan, Tidak pernah
merasakan, meneliti, meneliti, dan meneliti, baik atau memeriksa
dan menyadari baik menyadari baik atau buruknya perasaan, perasaan,
atau buruknya buruknya perasaan, keinginan, dan keinginan dan
perasaan, keinginan, keinginan, dan pikiran yang dorongan. Tidak
pikiran yang pikiran yang mendorong peka dengan apa
mendorong tindakan mendorong tindakan tindakan tertentu. gerak batin yang
tertentu. tertentu. ada.
Akibat Secara teratur Sering merasakan, Kadang Tidak pernah
Tindakan merasakan, meneliti, meneliti, dan merasakan, merasakan,
dan menyadari baik menyadari baik atau meneliti, dan meneliti, dan
Bersyukur atau buruknya buruknya dampak menyadari baik menyadari baik
dampak tindakan tindakan bagi diri atau buruknya atau buruknya
bagi diri sendiri dan sendiri dan orang dampak tindakan dampak tindakan
orang lain. lain. bagi diri sendiri bagi diri sendiri
dan orang lain. dan orang lain.
Merasakan dalam- Merasakan dalam- Secara sekilas Tidak merasakan
dalam dan berterima dalam atas kebaikan merasakan kebaikan Tuhan
kasih atas kebaikan Tuhan dan kebaikan Tuhan dalam hidup
Tuhan dalam membimbing, dan membimbing, sehari-hari.
membimbing, menuntun, dan menuntun, dan Semuanya berjalan
menuntun, dan menguatkan hidup menguatkan hidup biasa-biasa saja;
menguatkan hidup sehari-hari. sehari-hari. tidak ada rasa
sehari-hari. terima kasih.
Niat baru Selalu membangun Menyadari Merasa perlu untuk Tidak ada
kehendak untuk pentingnya dan ingin memperbaiki kehendak untuk
memperbaiki memperbaiki pikiran, pikiran, perasaan menjalani hidup
pikiran, perasaan perasaan dan perilaku dan perilaku dalam lebih baik lagi.
dan perilaku dalam dalam hidup sehari- hidup sehari-hari. Hidup sekarang ini
hidup sehari-hari. hari. sudah beres.
1.b. Kuesioner Hidup Rohani: Pribadi yang Reflektif
No Pernyataan Skor
1 Menyadari kehadiran Tuhan yang membimbing, menuntun dan menguatkan 1 2 3 4
hidupku sehari-hari
2 Secara teratur meneliti baik atau buruknya keinginan, perasaan, dan pikiran 1 2 3 4
yang berlangsung dalam diriku
3 Ingin memperbaiki pikiran 1234
4 Ingin memperbaiki perasaan 1234
5 Secara teratur meneliti dampak tindakanku bagi diri sendiri dan orang lain 1234
6 Secara teratur merasa-rasakan dampak tindakanku bagi diri sendiri dan orang 1 2 3 4
lain
7 Merasakan kehadiran Tuhan yang membimbing, menuntun dan menguatkan 1 2 3 4
Pedoman Mutu Sekolah | 34
hidupku sehari-hari
8 Secara teratur menyadari baik atau buruknya keinginan, perasaan, dan pikiran 1 2 3 4
yang berlangsung dalam diriku
9 Berterima kasih kepada Tuhan yang membimbing, menuntun, dan menguatkan 1 2 3 4
hidupku sehari-hari
10 Secara teratur menyadari dampak tindakanku bagi diri sendiri dan orang lain 1 2 3 4
11 Secara teratur merasa-rasakan baik atau buruknya keinginan, perasaan, dan 1234
pikiran yang berlangsung dalam diriku
12 Ingin memperbaiki perilaku 1234
Penyebaran Pribadi yang Reflektif:
1. Gerak hati : 2, 8, 11
2. Akibat tindakan : 5, 6, 10
3. Bersyukur : 1, 7, 9
4. Niat baru : 3, 4, 12
2.a. Rubrik Hidup Rohani: Rasa Syukur
Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Menerima Menerima dan Menyadari bahwa Mengetahui bahwa Tidak ada perasaan
Kagum merasakan setiap hal yang ada setiap hal yang ada apa pun atas semua
kegembiraan atas pada diriku adalah pada diriku adalah yang dimiliki. Semua
semua anugerah anugerah yang anugerah yang peristiwa adalah
yang diberikan diberikan Tuhan diberikan Tuhan biasa-biasa saja.
Tuhan secara pribadi. secara pribadi. secara pribadi .
Mengagumi setiap Merasakan setiap Mengenali setiap Tidak pernah
kebaikan yang kebaikan yang kebaikan yang merasakan kebaikan
diberikan Tuhan diberikan Tuhan diberikan Tuhan Tuhan dalam hidup
kepadaku berupa kepadaku berupa kepadaku berupa ini. Keluarga,
keluarga, saudara, keluarga, saudara, keluarga, saudara, saudara, bakat, dan
kesehatan, bakat, dan kesehatan, bakat, dan kesehatan, bakat, berbagai peristiwa
berbagai peristiwa berbagai peristiwa dan berbagai bermakna adalah hal
bermakna. bermakna. peristiwa biasa.
bermakna.
Ungkapan Mengungkapkan rasa Mengungkapkan rasa Menyimpan rasa Tidak perlu
Syukur syukur melalui doa, syukur melalui doa syukur secara mengungkapkan rasa
sharing kepada dan sharing kepada pribadi; ucapan syukur; tidak ada
orang lain, dan orang lain. syukur dilakukan pengalaman
perbuatan amal. dalam batin saja. istimewa.
2.b. Kuesioner Hidup Rohani: Rasa Syukur
No Pernyataan Skor
1 Saya melihat keseluruhan hidup ini positif 1234
2 Merasa gembira atas anugerah-anugerah Tuhan 1234
3 Semua yang saya alami ini adalah baik adanya 1234
4 Saya sangat gembira dengan seluruh peristiwa hidup yang ada 1234
5 Tuhan telah melakukan hal besar bagi diriku 1234
6 Setiap hal yang ada padaku adalah anugerah Tuhan 1234
7 Saya mengungkapkan syukur atas hidup ini dengan berbuat amal kasih 1234
8 Semua anugerah yang diberikan Tuhan itu sangat penting 1234
9 Saya mengungkapkan syukur atas hidup ini melalui doa 1234
10 Saya mengungkapkan syukur atas hidup ini dengan menceritakannya kepada 1 2 3 4
teman-teman
11 Menerima anugerah Tuhan yang diberikan 1234
Pedoman Mutu Sekolah | 35
12 Saya mengungkapkan rasa syukur atas hidup ini dengan melakukan perintah 1234
Tuhan
Penyebaran Rasa Syukur: : 2, 6, 8, 11
1. Menerima : 1, 3, 4, 5
2. Kagum : 7, 9, 10, 12
3. Ucapan Syukur
Dok.Guru Inspiratif
3.a. Rubrik Hidup Rohani: Mewujudkan iman dalam hidup sehari-hari
Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Ajaran Iman Memahami dan Mengerti dan mampu Mempelajari dengan Tidak paham
mampu menjelaskan menyebutkan pokok- sungguh-sungguh pokok-pokok
Doa dan secara mendalam pokok ajaran iman pokok-pokok ajaran ajaran iman dan
Ibadah mengenai ajaran yang menjadi dasar iman yang menjadi jarang belajar
iman yang menjadi dan pegangan hidup. dasar dan pegangan ajaran iman yang
dasar dan hidup. menjadi dasar
pengalaman hidup. Membiasakan diri dan pegangan
berdoa pribadi dan Mulai melakukan hidup.
Senang berdoa bersama secara doa pribadi dan Merasa malas
pribadi dan bersama teratur; taat beribadah bersama; taat doa pribadi dan
secara teratur; tulus sebagai ungkapan beribadah sebagai bersama; jarang
beribadah sebagai penghayatan iman. ungkapan sekali ikut
ungkapan penghayatan iman. beribadah
penghayatan iman. sebagai
ungkapan
penghayatan
iman.
Mewujudkan Berbuat baik dan Berbuat baik dan Berbuat baik dan Tidak pernah
Iman melayani sesama; melayani sesama; melayani sesama; mengamalkan
murah hati dan murah hati dan berbuat amal; iman dengan
mengampuni sesama mengampuni sesama mentaati perintah berbuat kebaikan
sebagai ungkapan sebagai bentuk agama karena takut kepada sesama;
cinta kepada Tuhan. ketaatan pada perintah kepada Tuhan. tidak peduli pada
Tuhan. ajaran iman.
Pedoman Mutu Sekolah | 36
3.b. Kuesioner Hidup Rohani: Mewujudkan iman dalam hidup sehari-hari
No Pernyataan Skor
1 Memahami ajaran iman yang menjadi dasar dan pegangan hidup 123 4
2 Mudah mengampuni sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan 123 4
3 Mendapatkan makna hidup dari doa dan ibadah 123 4
4 Terbiasa dan senang berdoa bersama 123 4
5 Terbiasa dan senang berdoa pribadi 123 4
6 Mampu menjelaskan ajaran iman yang menjadi dasar dan pegangan hidup 123 4
7 Melayani sesama sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan 123 4
8 Mampu menjelaskan pokok-pokok ajaran agama dengan mendalam 123 4
9 Berbuat baik kepada sesama sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan 123 4
10 Menghayati berbagai ibadah 123 4
11 Mencintai sesama sebagai ungkapan cinta kepada Tuhan 123 4
12 Memahami ajaran agama dengan mendalam 123 4
Penyebaran Mewujudkan Iman dalam Hidup Sehari-hari:
1. Ajaran Iman : 1, 6, 8, 12
2. Doa dan Ibadah : 3, 4, 5, 10
3. Mewujudkan Iman : 2, 7, 9, 11
E. Rubrik dan Kuesioner Kepemimpinan
1.a. Rubrik Kepemimpinan: Kesadaran Diri
Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Kekuatan Mampu menunjukkan Memahami dengan Mengenal Tidak
Kelemahan dan menjelaskan rinci atas kekuatan diri secukupnya mengetahui
kekuatan diri yang yang dimiliki dalam mengenai kekuatan kekuatan diri
dimiliki dalam bidang bidang fisik, emosi, diri yang dimiliki yang dimiliki
fisik, emosi, intelektual, kebiasaan, dalam bidang fisik, dalam bidang
intelektual, kebiasaan, dan relasi sosial. emosi, intelektual, fisik, emosi,
dan relasi sosial. kebiasaan, dan relasi intelektual,
Memahami dengan sosial. kebiasaan, dan
Mampu menunjukkan rinci atas kelemahan relasi sosial.
dan menjelaskan diri yang dimiliki Mengenal Tidak
kelemahan diri yang dalam bidang fisik, secukupnya mengetahui
dimiliki dalam bidang emosi, intelektual, mengenai kelemahan diri
fisik, emosi, kebiasaan, dan relasi kelemahan diri yang yang dimiliki
intelektual, kebiasaan sosial. dimiliki dalam dalam bidang
dan relasi sosial. bidang fisik, emosi, fisik, emosi,
intelektual, intelektual,
kebiasaan, dan relasi kebiasaan dan
sosial. relasi sosial.
Nilai Mampu menunjukkan Memahami dengan Memikirkan dan Tidak
Visi Hidup dan menjelaskan rinci seperangkat nilai mengenal mengetahui dan
seperangkat nilai yang yang menjadi dasar secukupnya tidak pernah
menjadi dasar dalam dalam menjalani seperangkat nilai memikirkan nilai
menjalani kehidupan. kehidupan. yang menjadi dasar apa yang menjadi
dalam menjalani dasar menjalani
Memiliki dan Merumuskan visi kehidupan. kehidupan.
menanamkan visi pribadi secara jelas Mulai memikirkan Tidak pernah
pribadi; visi yang dan menjadikannya visi pribadi yang memikirkan visi
memberi kejelasan sebagai arah dan akan dijadikan arah pribadi yang bisa
arah dan prinsip prinsip berindak dalam dan prinsip menjadi arah dan
bertindak dalam prinsip bertindak
Pedoman Mutu Sekolah | 37
bertindak dalam hidup hidup sehari-hari. hidup sehari-hari. dalam hidup
sehari-hari. sehari-hari.
1.b. Kuesioner Kepemimpinan: Kesadaran Diri
No Pernyataan Skor
23
1 Mengenal kekuatan pribadi dalam bidang fisik, emosi, intelektual, kebiasaan dan 1 4
23
relasi sosial 23 4
23 4
2 Mendasarkan hidup pada seperangkat nilai yang diyakininya 1 4
23
3 Melakukan evaluasi diri secara teratur atas visi pribadi yang dijalani 1 4
23
4 Memiliki visi pribadi yang memberikan kejelasan arah bertindak dalam hidup 1 4
23
sehari-hari 23 4
23 4
5 Melakukan evaluasi secara teratur mengenai kekuatan pribadi dalam bidang fisik, 1 4
23
emosi, intelektual, kebiasaan, dan relasi sosial 4
23
6 Melakukan evaluasi secara teratur mengenai kekuatan pribadi dalam bidang fisik, 1 4
23
emosi, intelektual, kebiasaan, dan relasi sosial 4
7 Mampu menunjukkan seperangkat nilai yang penting bagi hidupnya 1
8 Mampu menjelaskan seperangkat nilai yang penting bagi hidupnya 1
9 Mengenal kelemahan pribadi dalam bidang fisik, emosi, intelektual, kebiasaan 1
dan relasi sosial
10 Mampu menjelaskan mengenai kelemahan pribadi dalam bidang fisik, emosi, 1
intelektual, kebiasaan dan relasi sosial
11 Menanamkan visi pribadi yang memberikan kejelasan dan arah bertindak dalam 1
hidup sehari-hari
12 Mampu menjelaskan mengenai kekuatan pribadi dalam bidang fisik, emosi, 1
intelektual, kebiasaan, dan relasi sosial
Penyebaran Kesadaran Diri:
1. Kekuatan : 1, 5, 12
2. Kelemahan : 6, 9, 10
3. Nilai : 2, 7, 8
4. Visi Hidup : 3, 4, 11
2.a. Rubrik Kepemimpinan: Ingenuitas
Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Sikap Merasa berani dan Merasa mau tidak Merasa tetap bisa Merasa kecil hati dan
Terhadap optimis mampu mau harus bertahan hidup dan kuatir menghadapi
Perubahan menemukan menyiapkan diri bergulat dengan dunia yang terus
peluang untuk tetap menghadapi tangan yang ada berubah; perubahan
maju dan berbagai tantangan dalam dunia yang menjadi sesuatu yang
berkembang dalam dunia yang terus- terus-menerus membuat tidak
dunia yang terus menerus berubah. berubah. berdaya.
berubah.
Inovasi Berjiwa eksploratif: Mendukung dan Mengakui perlunya Puas dengan apa yang
terbiasa mengamati, ikut ambil bagian penemuan baru sudah ada. Tidak
meneliti, menguji dalam usaha yang lebih baik dan memikirkan hal baru
coba untuk menemukan hal cocok dengan yang lebih baik dan
menemukan hal baru yang lebih baik tuntutan zaman; lebih cocok dengan
baru yang lebih baik dan cocok dengan mau mencoba hal- tuntutan zamannya.
dan cocok dengan tuntutan zaman. hal baru yang ada.
tuntutan zaman.
Menyambut Siap menghadapi Tidak menolak Takut berubah dan
perubahan dengan perubahan; mudah adanya perubahan mati-matian
Pedoman Mutu Sekolah | 38
Adaptasi jiwa besar; lepas melepaskan hal-hal dan sanggup untuk mempertahankan apa
bebas meninggalkan demi perubahan; menyesuaikan diri. yang sudah ada.
sesuatu demi memiliki kesiapan Bisa dan mau Tidak mau
kemajuan; cerdas menyesuaikan diri meninggalkan apa meninggalkan cara
menyesuaikan diri dengan perubahan yang sudah dan lama yang usang, dan
dengan tuntutan yang ada. demi kemajuan. sulit beradaptasi.
perubahan.
2.b. Kuesioner Kepemimpinan: Ingenuitas
No Pernyataan Skor
1 Berani dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berubah 1 23 4
23 4
2 Melakukan berbagai percobaan demi perkembangan 1 23 4
23 4
3 Tegar menghadapi setiap tantangan zaman 1 23 4
23 4
4 Pribadi imajinatif memikirkan berbagai kemungkinan yang bisa dilakukan 1 23 4
23 4
5 Berjiwa besar dalam menghadapi perubahan 1 23 4
23 4
6 Membiasakan diri dengan berpikir jauh ke depan seiring dengan kemajuan zaman 1 23 4
7 Rela meninggalkan sesuatu demi kemajuan 1 23 4
8 Cerdas dalam menyesuaikan diri dengan berbagai hal baru 1
9 Mantap untuk menemukan peluang dalam dunia yang terus berubah 1
10 Pribadi yang kreatif menemukan hal-hal yang lebih baik 1
11 Selalu membawa perbedaan yang lebih baik dan cocok dengan perkembangan 1
zaman
12 Optimis dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berubah 1
Penyebaran Ingenuitas: : 1, 6, 9, 12
1. Sikap terhadap perubahan : 2, 4, 10, 11
2. Inovasi : 3, 5, 7, 8
3. Adaptasi
3.a. Rubrik Kepemimpinan: Cinta Kasih
Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Setia
Memberikan rasa Suka bersahabat Bertegur sapa Tidak suka
persahabatan yang dengan siapa pun; dengan siapa pun; bersahabat;
dalam; kehangatan akrab dengan orang terbuka dengan bersikap dingin
dalam berelasi; rasa lain; memiliki rasa orang lain; mau dengan teman-
solider yang tinggi; setia kawan; membantu kawan; teman; tidak
menunjukkan jiwa menunjukkan menunjukkan memiliki jiwa
peduli baik dalam perhatian kepada keramahan kepada setia kawan; tidak
suka dan duka. rekan-rekan. rekan-rekan. ada kepedulian
bagi orang lain.
Mendukung Pribadi yang selalu Pribadi yang selalu Ikut bergembira, Pribadi yang
Menghargai membesarkan hati, merestui, senang, dan selalu
menguatkan, mempersilakan, dan menyemangati mengecilkan hati,
memberikan support, meringankan beban orang lain dalam menghalangi,
dan melancarkan orang lain dalam meraih tujuan. mengganggu, dan
orang lain meraih meraih tujuan. mempersulit
tujuan. Bersikap terbuka orang lain meraih
terhadap bakat dan tujuan.
Mengakui dan Bersikap menerima harkat orang lain; Bersikap biasa-
membanggakan bakat dan menerima biasa saja
bakat dan kemampuan orang keberhasilan orang terhadap bakat
kemampuan orang lain; bergembira dan harkat orang
lain; dengan tulus dengan keberhasilan lain; tidak suka
Pedoman Mutu Sekolah | 39
memuji keberhasilan orang lain. lain. dengan
orang lain. keberhasilan
Memandang orang lain.
Mempercayai Memandang bahwa Memandang bahwa kepercayaan hanya Memandang
setiap orang bisa siapa pun dapat bisa diberikan bahwa orang lain
diandalkan karena dipercaya setelah terbatas kepada sulit dipercaya
mereka memiliki berhasil mereka yang karena tidak
pengetahuan, membuktikan memiliki memiliki
keterampilan, dan pengetahuan, pengetahuan, pengetahuan,
keahlian yang dapat keterampilan, dan keterampilan, dan keterampilan, dan
dikembangkan. keahlian yang keahlian. keahlian.
dimiliki.
3.b. Kuesioner Kepemimpinan: Cinta Kasih Skor
No Pernyataan 1234
1234
1 Memandang bahwa setiap orang bisa diandalkan 1234
2 Menjalin relasi yang hangat dengan orang sekitar 1234
3 Memberikan support kepada orang lain 1234
4 Menguatkan orang lain 1234
5 Membanggakan bakat dan kemampuan orang lain
6 Memandang bahwa setiap orang memiliki kemampuan dalam bidangnya 1234
1234
masing-masing 1234
7 Memiliki rasa peduli kepada orang sekitar baik dalam suka dan duka 1234
8 Memuji keberhasilan orang lain 1234
9 Mengakui bakat dan kemampuan orang lain 1234
10 Gembira dengan keberhasilan orang lain 1234
11 Membesarkan hati orang lain 1234
12 Memberikan rasa persahabatan yang mendalam dengan orang sekitar 1234
13 Berani memberikan tanggung jawab kepada orang lain 1234
14 Percaya kepada kemampuan orang lain
15 Meneguhkan orang lain
16 Memiliki rasa setia kawan yang tinggi
Penyebaran Cinta Kasih : 2, 7, 12, 16
1. Setia : 3, 4, 11, 15
2. Mendukung : 5, 8, 9, 10
3. Menghargai : 1, 6, 13, 14
4. Mempercayai
4.a. Rubrik Kepemimpinan: Heroik
Aspek Baik Sekali (4) Baik (3) Cukup (2) Kurang (1) Skor
Visi Besar
Kebesaran Menghidupkan visi Memiliki impian Menginginkan Menjalani hidup
masa depan yang besar mengenai masa depan yang tanpa memikirkan
dan luhur; memiliki kehidupan masa lebih baik; sesuatu yang lebih
semangat berkobar dan depan lebih baik; senang apabila baik; mengikuti
usaha nyata untuk merasakan keinginan ini rutinitas sehari-hari;
mewujudkannya. dorongan yang kuat terwujud; menerima saja apa
mewujudkannya. membuat rencana yang sudah ada.
mewujudkannya.
Rela berkorban Tahan Jarang mengeluh Memiliki cita-cita
menanggung kesulitan mengahadapi dalam yang luhur tetapi
dan penderitaan demi segala kesulitan menghadapi selalu menghindari
meraih cita-cita yang dan penderitaan segala kesulitan kesulitan, tantang-
Pedoman Mutu Sekolah | 40
Jiwa luhur; selalu memiliki demi meraih cita- dan penderitaan an, dan penderitaan
optimisme yang kuat. cita yang luhur; demi meraih cita- untuk
tidak akan pernah cita yang luhur; mewujudkannya.
menyerah. memiliki
ketabahan.
Menggerakkan Pribadi menjadi Pribadi yang Pribadi yang Pribadi yang
sumber inspirasi, ditaati; apapun menjadi sumber kehadirannya tidak
semangat, dan yang diperintahkan kegembiraan berpengaruh apa-
kekuatan bagi orang selalu orang sekitar; apa; tidak memiliki
sekitar; menggerakkan dilaksanakan; kehadirannya kekuatan
orang untuk berbuat pikirannya selalu selalu menyemangati
sesuatu. diikuti oleh orang- menyenangkan orang melakukan
orang sekitarnya. dan menghibur. sesuatu.
4.b. Kuesioner Kepemimpinan: Heroik Skor
No Pernyataan 1234
1234
1 Menjadi pemersatu bagi orang di sekitarnya 1234
2 Berani menanggung kesulitan demi cita-cita yang luhur 1234
3 Berkehendak kuat untuk mewujudkan visi yang besar dan luhur 1234
4 Gagah berani menghadapi segala rintangan 1234
5 Terus-menerus berusaha mewujudkan visi yang besar dan luhur 1234
6 Menjadi sumber semangat bagi orang di sekitarnya 1234
7 Memiliki optimisme yang kuat untuk memperjuangkan cita-cita yang luhur 1234
8 Memiliki visi hal-hal yang besar dan luhur 1234
9 Menjadi sumber inspirasi bagi orang di sekitarnya 1234
10 Berani menanggung penderitaan demi cita-cita yang luhur 1234
11 Menjadi sumber kekuatan bagi orang di sekitarnya
12 Bersemangat untuk mewujudkan visi yang besar dan luhur
Penyebaran Heroik : 3, 4, 8, 12
1. Visi besar : 2, 5, 7, 10
2. Kebesaran jiwa : 1, 6, 9, 11
3. Menggerakan
Dok.Komdik KWI/Pelatihan Guru Inspiratif (virtual)
Pedoman Mutu Sekolah | 41
BAB V
JURNAL REFLEKSI
Jurnal refleksi adalah tulisan yang mengungkapkan sebuah keyakinan secara mendalam.
Keyakinan tesebut merupakan inti yang didapat melalui refleksi. Bagian ini merupakan unsur
penguat atas dugaan adanya sebuah refleksi. Cara untuk menganalisis adalah melihat kecocokan
refleksi tersebut dengan butir-butir yang diberikan bersama dengan panduan pertanyaan reflektif.
Dok.Komdik KWI/Pengolahan Karakter Guru (Batam)
A. Kompeten
1. Kekuatan Akademik
a. Kedalaman Pengetahuan
Panduan pertanyaan:
Apa yang kamu rasakan, pikirkan, dan lakukan untuk memahami serta mengembangkan
ilmu pengetahuan?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Mempelajari dan meneliti
Mengembangkan gagasan baru
Memahami dasar pengetahuan dan implikasinya pada perasaan
Merangsang ide dan gagasan baru
Pedoman Mutu Sekolah | 42
b. Belajar Secara Reflektif
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu memaknai pelajaran dan pembelajaran yang diharapkan mampu
mengolah tindakanmu?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Merasakan makna kebenaran
Dampak positif dan negatif
Menyadari berbagai perasaan
Memperbaiki sikap yang tidak tepat
c. Motivasi Belajar dan Kebiasaan Belajar
Panduan pertanyaan:
Bagaimana cara belajar yang mampu membawa perkembangan baik secara pribadi
maupun akademik?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Sadar memacu diri
Semangat
Waktu rutin
Tantangan
d. Terbuka Untuk Berkembang
Panduan pertanyaan:
Bagaimana sikapmu dalam menghayati perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Mampu melihat potensi diri
Daya rasa ingin tahu
Magis
Evaluasi
2. Daya Juang dan Semangat
Panduan pertanyaan:
Apa yang kamu lakukan dalam melaksanakan tanggung jawab dan menghadapi kesulitan
hidupmu?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Tekun
Gigih
Pedoman Mutu Sekolah | 43
Kerja keras
Bekerja sampai tuntas
Bekerja optimal
3. Kebugaran Jasmani
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu menjaga kesehatan tubuhmu?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Adanya keseimbangan antara aktivitas dan istirahat
Pola makan teratur
Kebersihan
B. Berbelas Kasih
1. Empati
Panduan pertanyaan:
Bagaimana sikap kamu menghadapi orang lain yang menderita?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Menyadari perasaan diri ketika melihat penderitaan orang lain
Memberikan ungkapan (kata-kata atau sikap) sebagai bentuk solidaritas terhadap
penderitaan orang lain
Melakukan tindakan nyata sebagai bentuk solidaritas terhadap penderitaan orang lain
2. Murah Hati Membantu Sesama
Panduan pertanyaan:
Mengapa kamu membantu sesama yang menderita ?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Menyadari bahwa kepedulian pada orang lain (sesama) harus diwujudkan dalam bentuk
tindakan nyata
Mendorong untuk bermurah hati pada orang lain terutama yang menderita, sebagai bentuk
ungkapan terima kasih atas kemurahan Tuhan. Hal ini didasari oleh kesadaran bahwa
segala yang kita miliki berasal dari kemurahan Tuhan pada kita
Pedoman Mutu Sekolah | 44
3. Keprihatinan Khusus bagi Kaum Lemah dan Miskin
Panduan pertanyaan:
Bagaimana sikap kamu terhadap kaum lemah, miskin, tersingkir, terpinggir, dan difabel ?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Menyadari bahwa kaum lemah, miskin, tersingkir, terpinggir, dan difabel adalah sesama
kita yang perlu mendapat perhatian lebih besar
Mendorong untuk peduli, rela membantu, berani berpihak, dan siap memperjuangkan
hidup kaum lemah, miskin, tersingkir, terpinggir, dan difabel
C. Suara Hati
1. Hormat
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu bertindak terhadap orang lain di sekelilingmu?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Melakukan kebaikan pada orang lain
Menghargai setiap pribadi orang
Bertindak atas dasar tata krama, sopan dalam bersikap, santun dalam berbicara
2. Kejujuran
Panduan pertanyaan:
Bagaimana sikapmu dalam bersaksi mengenai kebenaran?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Mengatakan kenyataan dan berani bersaksi
Berani terbuka tanpa pamrih
Mampu bersikap kritis
3. Keadilan
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu menghayati keadilan dalam hidup sehari-hari?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Peka terhadap masalah ketidakadilan
Menegakkan keadilan dalam kehidupan sehai-hari
Membangun tindakan yang lebih adil
Pedoman Mutu Sekolah | 45
4. Tanggung Jawab atas Kehidupan Bersama
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu menanggapi pengalaman hidup bersama orang lain?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Pengalaman yang membahagiakan pada saat mampu membantu orang lain dari segala
kesulitan maupun ancaman
Situasi hidup yang damai, tenteram, dan nyaman dalam hidup bersama orang lain
Kepedulian dalam mengusahakan kemanusiaan secara konkret dan berkesinambungan
D. Hidup Rohani
1. Pribadi yang Reflektif
Panduan pertanyaan:
Bagaimana sikap kamu dalam memahami setiap peristiwa dalam hidupmu?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Merasakan, meneliti, menyadari baik buruknya perasaan, keinginan, pikiran
Merasakan, meneliti, dan menyadari baik buruknya dampak tindakan
Membangun kehendak untuk memperbaiki diri dan finding God in all things
2. Rasa Syukur
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu menanggapi segala kebaikan Tuhan?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Menerima dan merasakan kegembiraan atas anugerah Tuhan
Mengagumi kebaikan Tuhan kepadaku
Mengungkapkan rasa syukur melalui doa, sharing atau amal
3. Mewujudkan Iman dalam Hidup Sehari-hari
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu mewujudkan imanmu kepada sesama dan Tuhan?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Memahami pokok ajaran iman
Menghayati doa dan ibadat
Senang berdoa dan tulus beribadah
Berbuat baik dan melayani, murah hati, dan mengampuni
Pedoman Mutu Sekolah | 46
F. Kepemimpinan
1. Kesadaran Diri
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu memahami potensi dan visi diri?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Kekuatan diri yang dimiliki
Kelemahan diri yang harus diperbaiki
Nilai hidup yang menjadi pegangan
Visi hidup yang menjadi arah tujuan hidup
2. Inovasi dan Kreasi
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu menghadapi segala bentuk perubahan?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Pengembangan sikap berani dan optimis terhadap perubahan
Pengembangan gagasan baru
Penyesuaian diri terhadap perubahan
3. Cinta Kasih
Panduan pertanyaan:
Sebagai pemimpin, bagaimana kamu mewujudkan cinta kasih ?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Menunjukkan sikap peduli
Menciptakan lingkungan yang saling mendukung, menghargai, dan mempercayai
Mengakui bakat dan kemampuan orang lain
Mempercayai bahwa setiap pribadi dianugerahi bakat oleh Allah
4. Heroik
Panduan pertanyaan:
Bagaimana kamu menularkan visi hidupmu pada orang lain ?
Refleksi yang diharapkan muncul dalam jawaban:
Dengan visi dan semangat yang besar
Siap menghadapi tantangan dan optimis
Kemampuan menggerakkan dan memberdayakan orang lain
Pedoman Mutu Sekolah | 47
LAMPIRAN
BEST PRACTICES LEARNING UNTUK MEMBANGUN SEKOLAH
INSPIRATIF KEBANGSAAN
1. Program sekolah yang bisa dikembangkan
a. Live in intereligiusitas
Live in intereligiusitas, inilah program penguatan karakter anak bangsa.
Program ini adalah program tahunan yang dilaksanakan sekali dalam setahun. Tujuan
dari program ini adalah untuk membangun karakter peserta didik yang menghidupi
semangat menggereja dan memasyarakat, semangat untuk peduli, toleran,
menghargai orang lain dan perbedaan serta memiliki kehendak kuat untuk terlibat
dalam dialog antaragama dan kepercayaan.
Fokus kegiatan live in intereligius ini adalah pada usaha untuk membangun
persaudaraan dan persahabatan dengan saudara-saudari yang berbeda keyakinan.
Usaha tersebut ditempuh dengan menghargai nilai-nilai keutamaan dan tradisi yang
baik yang ditemukan dalam komunitas yang berbeda keyakinan. Dalam konteks
formasi, kegiatan ini diharapkan bisa membantu peserta didik untuk menempa diri
menjadi pemimpin yang terbuka, berani srawung, dan membina persahabatan dengan
umat beragama lain.
Bagaimana dinamika kegiatan dalam program live in intereligiusitas itu? Peserta
didik dibagi dalam beberapa kelompok untuk live in dan hidup bersama di salah satu
pondok pesantren selama 3 hari. Dinamika kegiatannya menggunakan metode 3 S,
yaitu see (melihat), sense (merasakan), share (berbagi). Peserta didik pertama diajak
untuk melihat dan mengamati (to see) komunitas dan kehidupannya. Setelah itu,
peserta didik diajak untuk merasakan (to sense) penghayatan akan nilai dan tradisi
dari komunitas, dan selanjutnya diajak untuk berbagi (to share) dengan komunitas
dimana peserta didik berada untuk berbagi waktu, tenaga dan harapan sebagai
generasi muda Indonesia.
“Hadir, mengalami perjumpaan dan mengenal mereka, itulah yang menjadi
esensi untuk membangun toleransi antarumat beragama. Ketika kita mampu
mengenal mereka lebih dalam maka asumsi yang terkadang tidak benar akan terkikis
oleh pengalaman pribadi saat kita hidup dalam kasih bersama santri dan inilah modal
untuk membangun kerukunan antar umat beragama”
Pedoman Mutu Sekolah | 48
Dalam live in intereligiusitas ini, nilai kepedulian, kerja sama, tanggung jawab,
saling menghargai, toleran, saling memahami dan disiplin untuk menjunjung tinggi
nilai-nilai kebaikan dan keutamaan hidup antar umat beragama itulah yang menjadi
proses pembelajaran bagi peserta didik maupun santri untuk menemukan
kemendalaman hidup sebagai esensi nilai-nilai agama yang dihidupi. Sekolah
sebagai lembaga pendidikan harus mampu menumbuhkan life skill dan karakter anak
bangsa yang menjunjung tinggi nilai – nilai keutamaan hidup. Dengan demikian
terbentuk pribadi-pribadi yang berkarakter, pribadi-pribadi yang tidak hanya
mengetahui dan mencintai nilai keutamaan hidup, tetapi yang terdalam adalah
mewujudkan nilai keutamaan hidup itu dalam keberagaman bangsa Indonesia. Inilah
pembelajaran hidup yang disuguhkan sebagai hidden curriculum pembelajaran.7
Setelah live in selesai, peserta didik diminta merefleksikan dan menemukan makna
live in serta membangun komitmen, kehendak, dan sikap yang positif dalam
memperkuat toleransi antar umat beragama.
b. Live in sosial
Live in sosial yaitu program live in, dengan menempatkan peserta didiknya di
lembaga-lembaga sosial, misalnya panti jompo, panti asuhan cacat ganda,
pemukiman pemulung, dan beberapa lembaga sosial lainnya selama 3- 4 hari. Tujuan
dari program ini adalah agar peserta didik mengalami, merasakan, dan tumbuh
semangat humanisme untuk mampu melayani, berempati, peduli, berbagi dan
memiliki semangat memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan di tengah
masyarakat.
Inilah penanaman karakter yang bisa dikembangkan melalui program sekolah.
Nilai-nilai keutamaan Pancasila, tersirat dan tersurat secara nyata dalam
pembangunan karakter peserta didik melalui program tersebut. Karakter peduli,
toleran, menghargai orang lain, semangat melayani, option for the poor, berjuang
untuk kemanusiaan dan keadilan sebagai esensi nilai-nilai Pancasila bisa
ditumbuhkan secara nyata dalam kegiatan tersebut.
Setelah live in selesai, peserta didik diminta merefleksikan dan menemukan
makna dari live in yang telah dilakukan, dan mampu membangun komitmen,
kehendak, dan sikap yang positif dalam upaya melayani sesama sebagai kewajiban
asasi manusia untuk menghormati hak asasi manusia.
7 Antonius, 2021, Inspiring Teacher, Penerbit : Mahameru Press
Pedoman Mutu Sekolah | 49