PAKET INFORMASI
MUSEUM GEDUNG SATE
KELOMPOK 4
PERMATA LPTK
2022
Kata Pengantar
Bismillahirahmanirahim, puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah
SWT yang Maha Pemurah hingga kami dapat menyelesaikan tugas mata
kuliah Sumber dan Layanan Informasi ini. Shalawat serta salam tidak lupa
dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW hingga kita selaku umatnya.
Semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT dimanapun berada.
Aamiin.
Kami ucapkan terima kasih kepada dosen pengampu mata kuliah ini yaitu
Ibu Jeihan Nabila, M.I.Kom. yang telah memberikan bimbingan kepada
kami semua untuk dapat menyelesaikan laporan ini. Serta terima kasih
kepada teman–teman yang sudah membantu kesulitan satu sama lain
selama menyelesaikan laporan ini.
Besar harapan kami untuk dapat menjadikan laporan ini menjadi salah satu
acuan untuk dapat berkembang dan berproses lebih baik lagi kedepannya.
Kritik dan saran sangat kami butuhkan demi kebaikan dan dapat
diperbaiki. Aamiin.
Bandung, 01 Oktober 2022
Penulis
Kelompok 4
2
Daftar Isi
Kata Pengantar................................................................. 2
Daftar Isi............................................................................. 3
BAB I : Sejarah & Profil................................................. 4
BAB II : Informasi Museum......................................... 20
BAB III: Sumber Informasi........................................... 22
BAB IV: Koleksi................................................................ 26
BAB V : Tokoh.................................................................. 47
BAB VI : Layanan Informasi........................................ 55
BAB VII : Pengguna Informasi................................... 64
BAB VIII: Promosi........................................................... 71
BAB IX : Fasilitas & Ruangan...................................... 82
Daftar Pustaka................................................................. 89
Penutup.............................................................................. 93
Penulis................................................................................. 94
Narasumber...................................................................... 98
Lampiran............................................................................ 100
3
B
AB 1 :
SEJARAH
&
PROFIL
4
Sejarah Gedung Sate
Gedung Sate (Gouvernements
Bedrijven) merupakan bangunan
ikonik dan bersejarah di Kota
Bandung yang telah berdiri sejak
tahun 1920 yang dirancang oleh
J.Gerber seorang seorang arsitek
muda ternama lulusan Fakultas
Teknik Delft Nederland, serta Ir. Eh.
De Roo dan Ir. G. Hendriks.
5
Sejarah Gedung Sate
Proses pembangunan langsung ditangani oleh pihak
Gemeente van Bandoeng yang diketuai oleh Kol.
Pur. VL. Slors yang melibatkan 2000 tenaga kerja
yang terdiri dari 150 orang pemahat atau ahli
bongpay pengukir batu nisan dan pengukir kayu
berkebangsaan China yang berasal dari Konghu
atau Kanton. Tak hanya itu, 2000 tenaga kerja itu
juga terdiri dari tukang batu dan kuli aduk yang
merupakan warga kampung sekitar kota Bandung
pada saat itu.
Peletakan batu pertama Gedung Sate dilakukan
oleh Johanna Catherina Coops, putri sulung dari
Walikota Bandung saat itu, B. Coops dan Petronella
Roelofsen, mewakili Gubernur Jendral Batavia J.P.
Graaf van Limburg.
6
Sejarah Gedung Sate
Pembangunan Gedung Sate memakan waktu 4
tahun dan biaya sekitar 6 juta gulden. Hal inilah
yang menjadi dasar penentuan jumlah benda bulat
yang ditusuk oleh semacam tusuk sate di bagian
puncak gedung. Ada banyak versi dari masyarakat
Bandung tentang benda bulat yang ditusuk tiang di
puncak Gedung Sate. Ada yang mengatakan bahwa
benda bulat tersebut adalah sate, jambu air hingga
melati yang berjumlah enam buah.
Gedung Sate adalah bangunan terindah di Indonesia
dan arsitekturnya menuai banyak pujian dari dari
kalangan arsitek dan ahli bangunan ternama di
dunia karena bangunannya memiliki sentuhan khas
bergaya Eropa dari Ir. J. Gerber juga dipadu
padankan dengan nuansa arsitektur tradisional
nusantara. dengan harmonis.
7
Sejarah Gedung Sate
Selain itu,Perpaduan langgam timur dan barat
yang ada di Gedung Sate terdapat pada gaya
bangunannya yang bertemakan Renaissance
Italia yang memiliki kesan megah, indah, elegan
serta kesan monumental yang sangat kental
jendelanya yang bergaya Moor Spanyol dan
menara gedung yang memiliki gaya atap pura
Bali atau pagoda dari Thailand .
Pembuatan bagian depan dari Gedung Sate juga
diperhitungkan dengan sangat terperinci.
Mengikuti sumbu poros utara-selatan, Gedung
Sate dibangun menghadap ke arah Gunung
Tangkuban Perahu yang berada di sebelah utara
dari bangunan ini..
8
Sejarah Gedung Sate
Di bagian timur dan barat Gedung Sate terdapat
dua ruang besar yang mirip gayanya dengan ball
room atau ruang dansa ala Eropa. Namun
sekarang, ruangan besar yang kini disebut dengan
Aula Barat dan Aula Timur itu berfungsi sebagai
tempat diadakannya kegiatan resmi oleh
pemerintah
Setelah pembangunan Gedung Sate Rampung
pada tahun 1924, Gedung sate difungsikan
sebagai Departemen Transportasi, Pekerjaan
Umum dan Pengelolaan Air Hindia Belanda
(Nazhar & Rosyid,2020).
9
Sejarah Gedung Sate
Sejak tahun 1980 hingga sekarang Gedung Sate
digunakan sebagai pusat pemerintahan provinsi
Jawa Barat Namun sebelum pindah ke Gedung Sate,
Kantor Gubernur Jawa Barat berada di Gedung
Kerta Mukti di Jalan Braga Bandung . Gedung Sate
dianggap sebagai bangunan bersejarah dan ikonik di
Kota Bandung serta memiliki benda-benda
bersejarah yang perlu dilestarikan
Keindahan serta Kemegahan Gedung Sate semakin
disempurnakan dengan dibangunnya Gedung Baru
hasil karya arsitek Ir. Sudibyo pada tahun 1977.
Gedung Baru ini mengambil sedikit gaya arsitektur
yang dimiliki oleh Gedung Sate. Bangunan ini
diperuntukkan bagi para Anggota Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat untuk
melaksanakan kewajiban mereka sebagai Lembaga
Legislatif Daerah.
10
11
Profile Museum
Gedung Sate
Museum Gedung Sate merupakan
salah satu museum di Jawa Barat yang
dibangun di bawah kepemimpinan
Ahmad Heryawan saat menjadi
Gubernur Jawa Barat dan diresmikan
pada 08 Desember 2017. Museum
Gedung Sate ditujukan untuk
memperkenalkan sejarah Gedung Sate
kepada masyarakat.
12
Profile Museum
Gedung Sate
Konsep Museum Gedung Sate adalah mengenai gaya arsitektur
dan nilai sejarah dari gedung sate. Penerapan konsep diadakan
secara bertahap mulai dari tahap prolog, eksplorasi hingga
kontemplasi. Nilai sejarah disampaikan dengan teknologi digital
yang interaktif. Beberapa teknologi yang digunakan ialah layar
sentuh yang menampilkan informasi melalui grafis. Tiap
pengunjung diberikan kesempatan untuk memakai kacamata
realitas virtual. Tujuannya adalah memberikan gambaran tiga
dimensi tentang gedung sate. Ruangan lainnya menyediakan
teknologi realitas berimbuh yang membuat pengunjung seolah-
olah ikut dalam pembangunan Gedung Sate. Beberapa teknologi
lainnya digunakan untuk menjelaskan bahan bangunan yang
dipakai dalam Gedung Sate seperti pilar, kusen, tangga, desain
eksterior dan desain interior Gedung Sate
13
Struktur Organisasi
Museum Gedung Sate
1.Penggagas Utama
Gubernur Jawa Barat
Wakil Gubernur Jawa Barat
Dr. [H.C] H. Ahmad Heryawan, Lc., M.Si.
H. Deddy Mizwar, S.Sn., S.E., M.I.Pol.
2. Pelaksana Gagasan & Substansi Museum
Ruddy Candrakusumah, S.H., M.H.
Ebet Nugraha, M.A.
Ade Sukaisah,S.STP.
Yadi Cahyadi
Aziz Zulficar Aly Yusca, S.STP.,M.SI.
Dinny Resmiati
Hj.Ida Mahmudah, S.H., MM.Par.
Nicolaus Lumanauw, Ph.D.
3. Pelaksana Pembangunan
Riadi,S.K.M.,M.P.H.
Anton Firmansyah,S.E.,M.M.
Saefulloh,AKS,M.MPD
Rodi Jonantara,S.T
14
Struktur Organisasi
Museum Gedung Sate
4. Penyusun Konsep Museum
Ade Ganandi
Gatot Ghautama
5. Pelaksana
a. Tim Analisa Data
Prioyulianto Hutomo [Pimpinan]
Rian Timadar, M.Hum
Ridwan Hutagalung, S.IP
Akbar Primadi, S.IP dan Tim
b. Tim Arsitektur
Ir.Respati Wardhana, IAI [Pimpinan]
DR.Ir.A.Adib Abadi, MSc
c. Tim Perencana
Faizal Riza,S.T [Pimpinan]
Haryadi, S.T
d. Tim Teknologi Informasi
Maulana Ahmad Hussain, S.Ds
Tomi Herseta Bayu Sukma, S.Ds
Bandu Darmawan, S.Sn
Ali Zaenal Abidin, S.T
Bintang Heru Priowiryanto, S.Sn.,M.B.A
Abshar Platisza, S.Sn
15
Struktur Organisasi
Museum Gedung Sate
e. Tim 3D Rekam Jejak
Drs.Marsis Sutopo, M.Si [Pimpinan]
Brahmantara,S.T
Pramudianto Dwi Hanggoro
f. Tim Dinas Purbakala
Saeful Mujahid,S.H [Pimpinan]
Soni Prasetia Wibawa,SS.
g. Tim Desain
Aam Brataatmadja [Pimpinan]
Giardy Daniswara,S.T
Nadya Aristya
Okke Muhammad Ichsan,S.Sn
Puti Levana Marsha,S.Sn
Ardhyto Widagdo,S.Sn
Septiani Hadi Gumelar,S.Ds
Teguh,S.Sn
Andi Rahman Hakim,B.F.A
16
Struktur Organisasi
Museum Gedung Sate
h. Tim Pelaksana Lapangan
Ir.Riswan Pramuji (Pimpinan)
Bayu Rihansyah
Heri Khaerul
Ade Darsono
i. Tim Produksi Film
Bondan Rilarto, S.T
Angga Hamzah Firdaus,M.B.A
j. Tim Pengawasan
Wudy Yanto Kusuma,S.T (Pimpinan)
Rachmat Rahadiansyah
Ridwan Trigunadi
17
18
19
B
AB II :
INFORMASI
MUSEUM GEDUNG
SATE
20
Alamat Museum :
Museum Gedung Sate terletak di Jl.
Diponegoro No.22, Citarum, Kec.
Bandung Wetan, Kota Bandung.
Operasional Museum:
Jam Operasional :
Selasa - Minggu pukul 09.30 - 16.00
WIB
Harga Tiket : Rp.5000,00
Kontak Museum :
022 4267753
[email protected]
@museumgedungsate
21
BA
B III :
SUMBER INFORMASI
MUSEUM GEDUNG
SATE
22
Sumber Informasi
Keseluruhan koleksi yang dimiliki oleh Museum
Gedung sate berasal dari kerja sama dengan
berbagai instansi baik itu sumber koleksi berupa
foto maupun data, kerja sama yang dilakukan pun
bukan hanya cakupan nasional tetapi juga dengan
cakupan internasional. Untuk Sumber foto,
museum Gedung sate memperoleh kerja sama
dengan instansi asing juga yaitu KITLV-Royal
Netherlands Institute Of South East Asian &
Caribbean Studies, Eye Film Institute Netherlands,
dan Universiteit Leiden
Selain itu juga, pemenuhan informasi bagi
pengunjung di museum Gedung sate bukan hanya
diperuntukkan bagi wisatawan lokal saja melainkan
juga, untuk wisatawan internasional. Dalam
museum Gedung sate, hampir keseluruhan koleksi
disertai dengan informasi yang telah diterjemahkan
dalam Bahasa inggris sehingga memudahkan
wisatawan internasional dalam mengetahui setiap
makna dari koleksi yang ada di museum Gedung
sate.
23
Sumber Informasi
24
Sumber Informasi
25
BA
B IV :
KOLEKSI
MUSEUM GEDUNG
SATE
26
Buku
27
Buku
28
Buku
29
Buku
30
Buku
31
Benda
Batu bagian dalam yang menjadi
pondasi Gedung Sate
Alat Pemadam Kebakaran
Zaman Dahulu
Miniatur
Gedung Sate
dengan skala
1:300
32
Benda
Sirine Zaman Dahulu Besi Penyangga Gedung Sate
33
Benda
Penyangga Museum
Gedung Sate
Bagian Atap Gedung Sate
34
Benda
A PRISMA
(Prism Glass)
Kaca prisma ini dirancang khusus
agar cahaya matahari yang
masuk menjadi bias, sehingga
tidak silau dan panas.
Bentuknya yang sederhana
namun menarik ini berfungsi
untuk memberikan penerangan
kedalam ruang bawah tanah.
Kaca prisma ini di produksi oleh Maclean 6 Co Makers, Glasgow
yang merupakan pabrik besi dan baja di kota Glasgow,
Skotlandia. Selain di Gedung Sate, kaca prisma ini banyak
ditemukan sebagai street fumiture pada trotoar di kota
Edinburgh, Skotlandia. Sekitar abad 19 dan 20 berfungsi
sebagai penerangan ruang penvimpanan anggur bawah
tanah.
35
Benda
KACA PATRI
Merupakan kaca berwarna sebagai suatu bahan atau karya-
karya yang dibuat . Sepanjang sejarahnya selama seribu tahun,
istilah ini telah diterapkan nyaris secara eksklusif pada jendela
gereja, masjid, dan bangunan penting lainnya.
Ornamen kaca patri di gedung sate merupakan salah satu ciri
khas dari gedung sate
36
Augmented Reality
37
Virtual Reality
38
Informasi Detail
Gedung Sate
Peta Persebaran
Bangungan Heritage di
Bandung
Kisah Tujuh Pemuda
39
Informasi Detail
Gedung Sate
Unsur Arsitektural Gedung Sate
Struktur Dinding
Struktur dan Ornamen Bangunan
40
Informasi Detail
Gedung Sate
Agar mendapatkan data dokumentasi yang detail dan akurat untuk Gedung Sate,
Pendokumentasian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi 3D Laser Scanning.Teknologi
ini dapat merekam dimensi ukuran benda dengan tingkat akurasi
yang sangat tincgi (tingkat kesalahan tidak lebih dari 2 milimeter).
Sehingga hasil dari teknologi 3D Laser Scanning ini menJadi dokumentasl digital guna
rekonstruksi
Gedung Sate di Kemudian Hari
41
Informasi Detail
Gedung Sate
42
Informasi Detail
Gedung Sate
43
Informasi Detail
Gedung Sate
44
Informasi Detail
Gedung Sate
45
Informasi Detail
Gedung Sate
Proses Pembangunan
Museum Gedung Sate
46
BAB V :
TOKOH
47
Penggagas Utama
Dr. [H.C] H.
Ahmad Heryawan,
Lc., M.Si.
H. Deddy Mizwar,
S.Sn., S.E., M.I.Pol.
48
Soetardjo
Kartohadikoesoemo
Gubernur Pertama Jawa
Barat
49
Wakil Gubernur
Jawa Barat dari
masa ke masa
50