The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Gedung Sate merupakan salah satu bangunan ikonik kota Bandung yang kental akan nilai-nilai sejarah di dalamnya.Hadirnya Museum Gedung Sate merupakan sebuah upaya untuk melestarikan informasi tentang gedung Sate.Dalam Paket Informasi Ini,memuat banyak fakta-fakta terkait Gedung Sate yang diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber.Penulis Harap,dengan hadirnya e-book mengenai Paket Informasi Museum Gedung Sate ini,Masyarakat khususnya warga Jawa Barat menjadi lebih mengetahui tentang Gedung Sate.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ekarahmawati12, 2022-12-26 16:44:09

PAKET INFORMASI MUSEUM GEDUNG SATE

Gedung Sate merupakan salah satu bangunan ikonik kota Bandung yang kental akan nilai-nilai sejarah di dalamnya.Hadirnya Museum Gedung Sate merupakan sebuah upaya untuk melestarikan informasi tentang gedung Sate.Dalam Paket Informasi Ini,memuat banyak fakta-fakta terkait Gedung Sate yang diperoleh dari hasil wawancara dengan narasumber.Penulis Harap,dengan hadirnya e-book mengenai Paket Informasi Museum Gedung Sate ini,Masyarakat khususnya warga Jawa Barat menjadi lebih mengetahui tentang Gedung Sate.

Keywords: Bandung,Gedung Sate,Museum,Paket Informasi

Ir. Martinus Putuhena



Martinus Putuhena adalah putra Maluku pertama yang mendapatkan
insinyur dari Institut Teknologi Bandung (Technische Hoogeschool). Pendidikan

dasarnya "apat di Saparoeasche Schoolt Saparua, pada tahun yang
kemudian dilanjutkan ke sekolah menengah (MULO) di Tondano, Minahasa

Setelah lulus MULO pada tahun 1919, beliau melanjuüan studnya ke AMS
Jurusan B di Yogyakarta Putuhena memulai studinya di Bandung pada tahun
1923 mempelajari ilmu Sipil Basah, di Fakuttas Teknik (Faculteit Technische

kuliah Martinus Putuhena menjadi anggota Algemeene Studie Club (ASO.
KJab tersebut adalah sebuah kelompok kuliah umum yang didirikan oleh para

intelektual nasionalis Bumiputera di Bandung pada tahun 1926. satu
anggota pendirinya adalah Sukarno, yang akan menjadi presiden pertama

Republik Indonesia.



51

Ir.Lim A Goh :
Kontraktor Sipil Gedung Sate



Kol.Zeni II Victor Louis Slors:
Ketua Tim Perancang Pembangunan GB
(Gouvernements Bedrijven)

52

Ir.Johan Gerber :
Arsitek Utama Gedung Sate



Hendriks Petrus Berlage:

Tokoh Arsitektur

53

Hendrik Freerk Tillema :
Penggagas Ide Pemindahan Ibu Kota Hindia-

Belanda



Prof.Dr.Ir.Jan Klopper :
Pendukung Ide Pemindahan Ibu Kota Hindia-

Belanda

54

BA
B VI :



LAYANAN INFORMASI

MUSEUM GEDUNG
SATE



55

Layanan Informasi
Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate merupakan
sebuah tempat rekreasi dan

pendidikan yang terbuka untuk
khalayak umum (Wibowo, 2015).

56

Museum Gedung Sate sebagai tempat
yang terbuka untuk masyarakat
tentunya perlu memperhatikan

kualitas layanan yang disediakannya.
Menurut Zeithaml dan Bitner (2006)

kualitas layanan mencakup lima
perspektif yaitu reliability,

responsiveness, assurance, empathy,
dan tangible (Kiswantoro, 2018).

57

Reliability Responsiveness
akurat dan terpercaya membantu pengunjung

Assurance Empathy

menjaga kepercayaan perilaku staf dalam
pengunjung membantu pengunjung

tangible
fasilitas yang disediakan

(Kiswantoro, 2018) 58

Reliability

Para Staf Museum Gedung Sate
memberikan pelayanan yang akurat

dikarenakan museum merupakan
pelayanan publik, sehingga sumber
informasi yang disediakan di museum

tentunya akurat dan terpercaya.

59

Responsiveness

Para Staf Museum Gedung Sate sangat
membantu pengunjung. Seperti, mengarahkan
pengunjung supaya tidak tersesat, memberitahu
pengunjung ketika masih ada tempat kosong

untuk menonton film dokumenter, bersifat
terbuka dan asik ketika diwawancara. Selain
itu, museum menyediakan edukator yang dapat

membantu pengunjung untuk memenuhi
kebutuhan informasinya dan sosial media untuk

memudahkan pengunjung dalam mencari
informasi seputar museum. Hal ini berdasarkan

hasil wawancara bahwa “Kita ada 5 edukator,
jika dalam museum disebutnya edukator,

edukator berbeda dengan pemandu.” Serta,
“Sosial media Gedung Sate dan kerjasama

dengan berbagai hotel”

60

Assurance

Keramahan para staf museum dapat
membuat nyaman pengunjung
museum.

61

Empathy

Para Staf Museum Gedung Sate
bersikap ramah kepada pengunjung.

Seperti, memberitahukan alur
pembelian tiket museum kepada
pengunjung, bersikap ramah ketika
menjawab pertanyaan pengunjung.

62

Tangible

Fasilitas yang disediakan oleh Museum Gedung
Sate memadai keperluan pengunjung. Seperti,

tempat parkir, tempat duduk, toilet, ruang
teater, virtual reality, AC, proyektor, lampu. Hal

ini didukung dengan hasil wawancara bahwa
“Fasilitas umum sudah tersedia, seperti wifi
namun jaringannya tidak terlalu kencang, toilet,

selanjutnya fasilitas lainnya dirasa sudah
memfasilitasi pengunjung.” Serta, informan

mengatakan bahwa “Aesthetic, patung
Gubernur Jawa barat menjadi salah satu daya
tarik pengunjung museum untuk berkunjung,

ruang audio visual yang menampilkan film,
augmented reality, virtual reality.”

63

BA
B VII :



PENGGUNA

INFORMASI

MUSEUM GEDUNG

SATE




64

Museum Gedung Sate adalah salah satu
tempat untuk masyarakat memenuhi
kebutuhannya terkait informasi. Nur Riani

memaparkan bahwa k
ebutuhan yang harus 13

dipenuhi menurut Ka
tz, Gurevitch dan Haas
yang dikutip Alexis Tan adalah sebagai
berikut:

1.Kebutuhan Kognitif
Kebutuhan kognitif ini bertujuan untuk memperkuat
pengetahuan dan pemahaman orang terhadap
lingkungannya.

65

66

2. Kebutuhan Afektif

Disamping kebutuhan kognitif terdapat kebutuhan
afektif yang perlu terpenuhi. Kebutuhan afektif
sendiri adalah kebutuhan yang dikaitkan dengan hal-

hppaeelnnggduaalpnaajmutnamngeenmbyueoknsaiaonnngakhl.aaJnna

yddaiadnidMdaatuapnsaegtummkeaGnrejeanddaui nseugbnSutauathke

pengetahuan akan tetapi sebagai liburan. Tidak
jarang pengunjung yang mengunjungi museum
hanya untuk hiburan, contohnya seperti melakukan
museum date yang saat ini sedang ramai
diperbincangkan. Museum date tidak hanya untuk
sebuah pasangan kekasih saja tapi bisa saja
pertemanan, persahabatan atau kekeluargaan, yang
terpenting dari museum date ini adalah mengunjungi
museum dengan orang tersayang.

67

3. Kebutuhan Integrasi
Personal

Kebutuhan ini berasal dari hasrat diri untuk
mencari harga diri, sehingga kebutuhan ini
dikaitkan dengan penguatan kredibilitas,

kepercayaan, stabilitas, da
n status individu.




68

4. Kebutuhan Integrasi Sosial

Dari namanya kita sudah bisa mengetahui bahwa

kebutuhan ini didasari dari kebutuhan seseorang

untuk berkomunikasi dengan orang lain entah itu

keluarga, teman, matmeamuuseoenruuamnh

gi lain dalam masyarakat.
Layanan dalam Gedung Sate sudah
dikatakan dapat kebutuhan ini. Hal ini

dikarenakan banyak hal yang bisa dipelajari sehingga

pengunjung pasti berkomunikasi antara satu sama

lain membicarakan hal-hal yang terdapat di dalam

Museum entah itu informasi, sarana atau fasilitas

lainnya atau dengan membagikan pengalaman

mereka selama di 14 museum ke dalam media sosial.

69

5. Kebutuhan Berkhayal
Kebutuhan ini dikaitkan dengan kebutuhan hiburan,
mencari ketenangan untuk melepaskan ketegangan,
dan melarikan diri dari hal-hal yang membuat diri

mkkietebamuteutnihduaahnkinyanin,yiasamlaMahnussae(tusutmnre

ysa).GadeDadluaanlhagmdenSpgaeatemn eandsuuahdnaaynha

layanan augmented reality. Karena dalam augment
reality pengunjung seakan-akan ikut dalam ilustrasi
pembangunan Gedung Sate itu sendiri.

70

BA
B VIII :



PROMOSI
MUSEUM GEDUNG

SATE



71

Promosi
Museum Gedung Sate

Museum Gedung Sate merupakan
salah satu museum di Indonesia yang
memanfaatkan platform media sosial

untuk melakukan promosi.

72

Dan Zarella (2010), Social media
marketing adalah strategi kegiatan
pemasaran menggunakan situs –situs

media sosial seperti Facebook,
Instagram, Twitter, Youtube dan
sebagainya. Media sosial merupakan
salah satu cara yang ampuh untuk
mempromosikan produk barang dan
jasa yang kita miliki melalui internet
marketing. Caranya mudah sederhana
tetapi memiliki efek yang luar biasa

(Untari, 2018).

73

DIMENSI SOSIAL
MEDIA MARKETING

Online Communities Interaction

membangun suatu memberikan
komunitas pemberitahuan

Sharing of Content Accessible

media pertukaran dapat diakses dengan
informasi mudah

Credibility

menyampaikan pesan
dengan jelas

(As' ad, 2014) 74

Museum Gedung Sate
menggunakan teknik promosi
melalui kerjasama dengan berbagai
hotel dan pada platform media sosial.
Hal ini berdasarkan pernyataan
narasumber bahwa promosi
dilakukan dengan “Sosial media
Gedung Sate dan kerjasama dengan

berbagai hotel.”

75

Penggunaan media sosial instagram
sebagai media promosi museum akan
dikaji menggunakan 5 dimensi sosial

media marketing.

76

Online Communities

77

Interaction

78

Sharing of Content

79

Accessible

80

Credibility

81

BA
B IX :



FASILITAS & RUANGAN

MUSEUM GEDUNG
SATE



82

Fasilitas




Cafe yang diberi
nama "GESA CAFE

83

Fasilitas




Toilet




Resepsionis

84

Fasilitas




Kantin




Pintu Gesat
untuk
kegiatan

perizinan

85

Fasilitas




Masjid Al-Muttaqin

86

Ruangan

87

Ruangan

88

Daftar Pustaka

Dewi, A. R. P., & Nurusholih, S. (2019).
Perancangan Promosi Program Tematik
Museum Gedung Sate. eProceedings of Art &
Design, 6(2).

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Bandung. (n.d). Museum Gedung Sate.
[Online]. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Bandung

Kemdikbud. (2022). Gedung Sate. Diakses
pada 3 Oktober 2022 di laman
http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/caga
rbudaya/detail/PO2016040100001/gedun
g-sate

Kiswantoro, A., & Damiasih, D. (2018).
Persepsi Kualitas Pelayanan Museum
Sebagai Sarana Edukasi Masyarakat (Studi
Kasus: Museum Gunung Api Merapi
Yogyakarta). Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah,
12(2), 57-70.

89

Daftar Pustaka

Mahmud, E. Z., Ampera, T., Risagarniwa,
Y. Y., & Sidiq, I. I. (2019). Kedudukan
dan Fungsi Bahasa dalam Permuseuman.
Metahumaniora, 9(1), 54-64.DOI:
https://doi.org/10.24198/metahumanio
ra.v9i1.22871

Nazhar, R. D., & Rosid, Y. S. (2020).
Penyajian Ruang Pameran Sejarah
Berteknologi Augmented Reality pada
Museum Gedung Sate Bandung. Waca
Cipta Ruang, 6(1), 13-18.DOI:
https://doi.org/10.34010/wcr.v6i1.4193

Riani, N. (2017). Model perilaku
pencarian informasi guna memenuhi
kebutuhan informasi (studi literatur).
Publication Library and Information
Science, 1(2), 14-20. DOI :
http://dx.doi.org/10.24269/pls.v1i2.693

90

Daftar Pustaka

Sano,D.V.A.(n.d).Beberapa Definisi

Tentang Data, Informasi, dan Sistem

Informasi Menurut BeberapaAhli.

[Online].https://binus.ac.id/malang/20

20/12/beberapa-definisi-tentang-data-

informasi-dan-sistem-informasi-

menurut-beberapa-

ahli/#:~:text=Definisi%20Informasi&te

xt=Menurut%20Kelly%20(2011%3A10),i

nformasi%20dalam%20pemakaian%20si

stem%20informasi.

Wibowo, A. J. I. (2015). Persepsi kualitas
layanan museum di Indonesia: Sebuah
studi observasi. Jurnal Manajemen
Maranatha, 15(1).

91

Daftar Pustaka

Widiyanti, R., Rahmawati, R., &
Muhammad, N. R. (2021). Persepsi
Wisatawan Milenial Terhadap
Penerapan Smart Tourism di Museum
Gedung Sate. Jurnal Pengembangan
Wiraswasta, 23(2), 115-124.DOI:
http://dx.doi.org/10.33370/jpw.v23i2.58
3

As' ad, H. A. R., & Alhadid, A. Y. (2014).
The impact of social media marketing on
brand equity: An empirical study on
mobile service providers in Jordan.
Review of Integrative Business and
Economics Research, 3(1), 315.

92

Penutup

Museum Gedung Sate merupakan salah satu bentuk upaya dalam
melestarikan bangun bersejarah sekaligus nilai-nilai historis yang
terkandung di dalamnya.Terlebih lagi,Gedung Sate merupakan salah satu
ikon kota Bandung sekaligus menjadi pusat Kantor Pemerintahan Provinsi

Jawa Barat.
Penulis membuat paket informais ini berdasarkan hasil wawancara dari

narasumber yang merupakan staff museum gedung sate.
Paket Informasi ini memiliki keunggulan dari segi isinya karena,selain
berisikan fakta-fakta terkait gedung sate dalam setiap informasi yang

tertuang didalamnya dibaurkan dengan bidang ilmu lain.
Penulis Berharap dengan adanya Paket Informasi Museum Gedung Sate ini

dapat meningkatkan minat literasi serta pengetahuan masyarakat
khususnya masyarakat Jawa Barat tentang Gedung Sate

93

PROFIL
PENULIS




94

Amalia Muthaharah

NIM :22234124

Haloooo,Saya Amalia Muthaharah.Mahasiswa Semester 5 Program
Studi Perpustakaan dan Sains Informasi,Universitas Pendidikan
Indonesia. Asal dari Majalengka, Jawa Barat

Pada Kesempatan kali ini saya sedang melakukan program PERMATA-
LPTK di Universitas Negeri Padang.



Kontribusi dalam Pembuatan E-Book:
Pengguna Informasi

95

Awalia Latifa Mayda
Ikrimah

NIM : 22234125



Haloooo, Saya Awalia Latifa Mayda Ikrimah.Mahasiswa Semester 5 Program
Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Universitas Pendidikan Indonesia.

Asal dari Bandung, Jawa Barat
Pada Kesempatan kali ini saya sedang melakukan program PERMATA-LPTK di

Universitas Negeri Padang.
Kontribusi dalam Pembuatan E-Book:
Tokoh (Pengagas utama), Layanan Informasi, Promosi, Profil Narasumber




96

Eka Rahmawati

NIM : 22234127



Haloooo,Saya Eka Rahmawati.Mahasiswa Semester
5 Program Studi Perpustakaan dan Sains

Informasi,Universitas Pendidikan Indonesia.Asal
dari Kabupaten Indramayu,Jawa Barat

Pada Kesempatan kali ini saya sedang melakukan
program PERMATA-LPTK di Universitas Negeri

Padang.
Kontribusi dalam Pembuatan E-Book:
Cover - Tokoh, Fasilitas dan Ruangan, Profil Penulis



97

PROFIL
NARASUMBER




98

Ridwan Miftahul Khoer



Financial Acountant di Gedung Sate
Bandung, Jawa Barat

99

LAMPIRAN



100


Click to View FlipBook Version