The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chan.hamdani, 2023-06-25 00:45:01

Resume Modul 3.1 Guru Penggerak

Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Keywords: Modul 3.1 Nilai Nilai Kebajikan

71


HAMDANI SD NEGERI 106162 MEDAN ESTATE NARA SUMBER C A L O N G U R U P E N G G E R A K A N G K A T A N 7 NURLAILI PULUNGAN, M.PD PESERTA CGP HAMDANI SDN 106162 MEDAN ESTATE FRRISKA EVI SILALAHI, S.PD SDN 106790 SEI MENCIRIM


Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd Wawancara 1 Wawancara dengan Kepala SDN 106162 Medan Estate, Tempat Saya Mengajar Saya melakukan kedua wawancara kepada Kepala sekolah 1. 2. Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Wawancara 2 Wawancara dengan Kepala SDN 106790 Sei Mencirim Saya Hamdani adalah salah satu Calon Guru Penggerak angkatan 7 dari UPT SPF SDN 106162 Medan Estate Percut Sei Tuan


Assalamualaikun Ibu Walaikumsalam Pak Hamdani Ibu Mohon waktunya sebentar ya Ibu.. Iya Silahkan Pak Hamdani Ibu Kebetulan saya ada tugas dari program Guru Penggerak Angkatan ke 7 ini BU.. disini saya akan mewawancarai Ibu berkaitan dengan pengambilan keputusan selama Ibu menjadi kepala sekolah di SDN 106162 Medan Estate Bisa Bu…! Ooooo Bisa Pak Hamdani Disini nanti ada beberapa pertanyaan yang saya sampaikan ya Ibu tentang pengambilan keputusan selama Ibu memimpin di sekolah ini ya Bu.. Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas


Saya melihat bahwa kasus dilema etika yaitu benar lawan benar merupakan situasi yang terjadi ketika harus memilih dan memutuskan antara dua pilihan dimana kedua pilihan itu benar secara moral tapi bertentangan satu sama lain. Sedangkan bujukan moral yaitu benar melawan salah yaitu situasi atau keadaan ketika harus mengambil keputusan antara benar dan salah Sebagai seorang pemimpin di sebuah instasi pendidikan, pasti akan beragam kasus yang akan dihadapi, baik itu kasus yang keduanya benar tetapi saling bertentangan yang dikenal sebagai dilema etika ataupun kasus yang salah satunya benar dan yang lainnnya salah. Kedua kasus tersebut harus dapat diidentifikasi dengan benar agar tidak ada kesalahan dalam pengambilan keputusan. Cara saya untuk mengidentifikasi yang mana dari kedua kasus tersebut adalah dengan memahami masing masing kasus. Tentu saja untuk memahami kasus kasus tersebut saya harus berkomunikasi dengan pihak pihak yang terlibat. Setelah permasalahan sudah dipahami maka saya perlu melakukan beberapa hal untuk bisa memetakan apakah kasus terseut merupakan bujukan moral atau dilema etika Untuk itu perlu dilakukan dibuatkan daftar pertanyaan identifikasi kasus, syarat sebuah kasus merupakan delima etika jika kedua masalah yang berbenturan tersebut tidak melanggar hukum dan serta norma norma yang berlaku atau menimbulkan ketidaknyamana sosial Jika kasus yang didentifikasi lolos dari syarat syarat tersebut maka dipastikan itu adalah kasus dilema etika. Dan sebaliknya jika syarat syarat diatas tidak terpenuhi maka itu adalah kasus bujukan moral Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas Pertanyaan Pertama Ibu. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?


Sebelum keputusan diambil dalam kasus dilema etika terlebih dahulu dilakukan pengumpulan fakta yang terjadi siapa-siapa yang terlibat, menganalisis benar salahnya, membuat alternatif solusi membuat keputusan dan melihat lagi keputusan atau direfleksi Untuk kasus dilema etika saya akan mempertimbangkan kedua hal yang sama sama benar tersebut membenturkan faktor apa atau pihak mana? Apakah kepentingan perorang atau banyak orang, mengandung nilai nilai kebenaran atau kesetiaan, rasa adil atau belas kasihan, ataukah berdampak untuk saat ini atau seterusnya Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Pertanyaan Kedua Ibu. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?


Langkah-langkah yang dilakukan adalah mengumpulkan fakta yang, di mana menentu, menganalisis benar salahnya, membuat alternatif solusi, membuat keputusan dan lagilagi harus melihat keputusan kembali atau direfleksi Suara hati dan nalar harus sejalan untuk memilih kebenaran yang paling kecil mudharatnya dan besar manfaatnya. Dengan mempertimbangkan kepentingan peserta didik jika kasus itu berhubungan dengan peserta didik, berdasarkan pada prinsip berpikir berbasis hasil akhir, berpikir berbasis peraturan, dan berpikir berbasis rasa peduli. Tahap berikutnya lakukan investigasi dengan memeriksa kembali fakta-fakta dan temukan peluang , lalu buatlah keputusan. Lalu keputusan ditinjau kembali hingga keyakinan kebenaran itu ada dan insya Allah dalam bimbingan Ilahi keputusan yang anda ambil adalah keputusan yang bertanggung jawab Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Pertanyaan Ketiga Ibu. Selama ini, Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?


Langkah-langkah yang dilakukan adalah mengumpulkan fakta yang, dimana menentu, menganalisis benar salahnya, membuat alternatif solusi, membuat keputusan dan lagilagi harus melihat keputusan kembali atau direfleksi. Hal-hal itu dlakukan bisa membuat keputusan yang dapat dilaksanakan kedua belah pihak yang bertentangan dapat menjalannyadengan baik. Dalam kasus pengambulan keputusan dengan dilema etika hal efektif yang perlu dilakukan adalah dengan menyederhanakan pokok permasalahan, dan membangun kebijkasanaan Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Pertanyaan Keempat Ibu. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?


Hal-hal yang efektif dalam mengambil keputusan kasus dilema etika adalah dengan menelaah siapa-siapa yang terlibat, sifat urgent atau mendesak dan tidaknya kasus dilema etika tersebut dan pengambilan alternatif-alternatif solusi. Hasil keputusan yang diambil mungkin akan pihak pihak yang tidak dapat menerima sepenuhnya, proses untuk dapat memahamkan sebagian orang untuk secara ikhlas menerima dan menjalan keputusan , menjadi sebuah tantangan. Serta untuk tetap istiqomah dalam menjalankan keputusan yang sudah disepakati Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Pertanyaan Kelima Ibu. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?


Tantangan dalam pengambilan keputusan kasus dilema etika adalah masalah tersebut mempunyai nilai yang sama sama penting biasanya tetapi harus ada yang didahulukan, serta adanya peraturan-peraturan yang harus dipenuhi tak kalah penting adalah nilai rasa yang harus diutamakan Tidak ada jadwal tertentu dalam menyelesaikan sebuah kasus, prioritas kasus mana yang perlu diselesaikan secepatnya tergantung dari jenis kasus dan pentingnya kasus tersebut diselesaikan secepatnya, agar tercipta lingkungan sekolah yang sehat kondusif buat semua warga sekolah Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Pertanyaan Keenam Ibu. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?


Dalam pengambilan keputusan dilema etika Saya tidak mempunyai jadwal khusus. Karena masalah biasanya tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Jika masalah itu ringan biasanya akan langsung ditangani, tapi jika masalah itu berat maka akan lebih dahulu dimusyawarahkan. Biasanya saya akan berkonsultasi dengan wakasek terlebih dahulu atau bila perlu ada guru-guru lain yang dianggap bisa membantu saya menyelesaikan masalah atau bersama orang tua murid dalam hal ini biasanya komite Komunikasi yang baik dengan semua warga sekolah, pengelolaan emosi yang baik dan pemahaman tentang teori pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin menjadi faktor yang mempermudah dan membantu dalam pengambilan keputusan Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Pertanyaan Ketujuh Ibu. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?


Pembelajaran yang bisa saya ambil dari pengambilan keputusan pada kasus dilema etika adalah sebelum mengambil keputusan harus banyak sekali menganalisis kasus yang ada, Banyak pertimbangan-pertimbangan. Setiap keputusan pastinya tidak mungkin membuat semua pihak yang terlibat, pasti ada pihak yang tidak terpuaskan. semua harus menghormati serta melaksanakan keputusan yang ditetapkan Dalam mengambil sebuah keputusan maka mengidentifikasi jenis kasus, harus bisa dilakukan lebih awal, dengan melakukan pengujian pengujian, lalu lakukan pengujian benar lawan benar untuk dapat menentukan paradigma apa yang akan kita pilih sehingga keputusan bisa diambil sesuai dengan prinsip prinsip yang tidak merugikan siswa. Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Pertanyaan Kedelapan Ibu. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?


Terima Kasih Kembali Pak Hamdani semoga kegiatan Calon Guru Penggeraknya Lancar dan saya doakan Pak Hamdani Lulus dalam mengikuti Program Guru Penggerak Angkatan Ketujuh ini sehingga ilmunya dapat mengimbas kepada guru-guru yang lain yang ada di sekolah SDN 106162 Medan Esatae. jikalau ada yang dibutuhkan dalam mensukseskan program bapak jangan sunkan-sunkan ya pak.. sampaikan sama saya apabila ada kendala di sekolah. saya juga titip pesan sama Bapak jaga Nama Baik Sekolah kita ya. saya akhiri Walaikumsalam. Berikut hasil Wawancara 1 dengan Ibu Nurlaili Pulungan, M.Pd kepala sekolah SDN 106162 Medan Estate tempat saya bertugas (Lanjutan) Terima Kasih Ibu telah berbagi Pengalaman Ibu selama ini bertugas sebagai Pemimpin sekolah yaitu Kepala Sekolah SDN 106162 Medan Estate kepada saya sehingga banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari Ibu bagaimana cara mengatasi masalah dalam dilema etika sebagai sorang Pemimpin sekolah. dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah meluangkan waktu ibu dalam kegiatan wawancara Tentang Praktik Pengambilan Keputusan Selama ini di Sekolah. Saya Akhiri Assalamualaikum Ibu.. Selamat Pagi


Selamat Pagi, Syahlom Ibu.. Selamat Pagi Pak Hamdani, Syahlom.. Ibu Mohon waktunya sebentar ya Ibu.. Iya Silahkan Pak Hamdani Ibu Kebetulan saya ada tugas dari program Guru Penggerak Angkatan ke 7 ini BU.. disini saya akan mewawancarai Ibu berkaitan dengan pengambilan keputusan selama Ibu menjadi kepala sekolah di SDN 106790 Sei Mencirim Bisa Bu…! Ooooo Bisa Pak Hamdani Disini nanti ada beberapa pertanyaan yang saya sampaikan ya Ibu tentang pengambilan keputusan selama Ibu memimpin di sekolah ini ya Bu.. Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim


Saya melihat dari sudut pandang moral dan hukum Apabila kasus tersebut melawan hukum maka sudah tentu benar atau salah namun jika masih dikatakan benar lawan benar masalah tersebut adalah Dilema etika Kasus dilema etika biasanya cenderung muncul karena adanya kepentingan yang tidak sama diantara unsur-unsur yang ada di sekolah, yang kemudian menjadi isu dan bahan diskusi serta pembicaraan diantara unsur sekolah. Kemudian hal tersebut menjadi bahan dan referensi untuk dibicarakan di tingkat sekolah atau disampaikan ke kepala sekolah ). Saya dalam menyikapi hal tersebut akan melakukan klarifikasi dan konfirmasi terhadap pihak-pihak yang teridentifikasi untuk dimintai keterangan dan pendapat terhadap apa yang menjadi permasalahan, dengan asumsi bahwa permasalahan pasti akan bisa diselesaikan hanya dengan komunikasi dan koordinasi, kemudian akan diputuskan dengan mempertimbangkan...meminimalisir potensi negatif keputusan...dan memaksimalkqn potensi positif dari keputusan Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Pertama Ibu. Selama ini, bagaimana Anda dapat mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?


Selama ini saya selalu mengidentifikasi kasus dari berbagai sudut pandang kemudian menimbang secara matang mana yang paling benar dan keputusan tersebut menguntungkan banyak orang tidak ada yang dirugikan Pengambilan keputusan terkait denang hal tersebut, saya lakukan dengan pendekatan komunikasi dan koordinasi...karena bagaimanapun pemimpin itu hanya menentukan dan mengambil keputusan akan tetapi referensi dan indikator serta pertimbanganpertimbangan dalam pengambilan keputusan ada pada unsur di dalam organisasi yaitu stake holder internal jika berkenaan dengan hal-hal internal. Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Kedua Ibu. Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?


Langkah-langkah yang dilakukan, pertama menentukan penyebab permasalahan, kemudian menentukan siapa yang terlibat, menanyakan kepada orang-orang terdekat, berdiskusi dengan warga sekolah, membuat beberapa solusi keputusan, menimbang lagi dari berbagai sudut sebelum memutuskan atau mengambil solusi Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Ketiga Ibu. Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan selama ini?


Saya melakukan analisis kasus kemudian menentukan solusi nya sesuai dengan peraturan dan norma yang berlaku, dan mengedepankan kepentingan umum solusi tersebut harus bermanfaat bagi banyak orang dan baik secara jangka panjang Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Keempat Ibu. Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?


Tantangan dalam mengambil keputusan adalah mencari keputusan terbaik karena keduanya merupakan masalah yang sama-sama benar. dalam mengambil keputusan harus menguntungkan kedua belah pihak dan tidak merugikan salah satunya. Tantanganya ada pada tataran...menyesuaikan diri terhadap keputusan yang sudah diambil yang tidak mungkin bisa memuaskan kedua belah pihak akan tetapi, paling tidak meminimalisir kekecewaan karena proses pengambilan keputusan sudah dan dilakukan dengan melibatkan unsur-unsur yang relevan yang ada di sekolah Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Kelima Ibu. Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?


Untuk memutuskan masalah yang ringan biasanya bisa saya langsung putuskan. tapi jika masalah itu berat Saya akan melakukan sesuai langkahlangkah yang disebutkan sebelumnya yaitu menentukan penyebab permasalahan, kemudian menentukan siapa yang terlibat, menanyakan kepada orang-orang terdekat, berdiskusi dengan warga sekolah, membuat beberapa solusi keputusan, menimbang lagi dari berbagai sudut sebelum memutuskan atau mengambil solusi. Untuk jadwal tertentu..tidak ada akan tetapi substansi dan urgensi sangat di perhatikan di dalam menyelesaikan permasalahan, karena penyelesaian permasalahan semakin cepat maka akan semakin baik dalam rangka menjaga harmonisasi dalam lingkungan kerja Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Keenam Ibu. Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda jalankan?


Seseorang atau faktor-faktor yang mempermudah dalam pengambilan keputusan sesungguhnya tidak ada yang khusus, akan tetapi pelibatan unsur-unsur internal sekolah sering dilakukan untuk memperkaya referensi dan informasi Biasanya Dalam mengambil keputusan, saya selalu mengajak warga sekolah, stakeholder, wali murid atau juga orang-orang yang mempunyai kedekatan personal dengan orang yang mengalami permasalahan, hal itu akan banyak membantu dalam mencari alternatif solusi Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Ketujuh Ibu. Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema etika?


Pelajaran yang dapat diambil adalah saya jadi lebih bijaksana dalam menganalisis sebuah permasalahan. Mencari alternatif-alternatif untuk dijadikan pertimbangan menentukan solusi yang tepat dan terbaik 1. Memahami konteks permasalahan 2. Koordinasi dan komunikasi sangat penting adanya karena selain untuk menjaga harmonisasi lingkungan kerja juga untuk memperbanyak referensi. Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Pertanyaan Kedelapan Ibu. Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambilkeputusan dilema etika?


Berikut hasil Wawancara 2 dengan Ibu Friska Evi Eriana Silalahi, S.Pd Kepala SDN 106790 Sei Mencirim (Lanjutan) Terima Kasih Kembali Pak Hamdani semoga kegiatan Calon Guru Penggeraknya Lancar dan saya doakan Pak Hamdani Lulus dalam mengikuti Program Guru Penggerak Angkatan Ketujuh ini sehingga ilmunya dapat mengimbas kepada guru-guru yang lain yang ada di sekolah Bapak yaitu SDN 106162 Medan Esatae. saya akhiri Selamat Pagi Pak Hamdani. Terima Kasih Ibu telah berbagi Pengalaman Ibu selama ini bertugas sebagai Pemimpin sekolah yaitu Kepala Sekolah SDN 106790 Sei Mencirim kepada saya sehingga banyak sekali ilmu yang saya dapatkan dari Ibu bagaimana cara mengatasi masalah dalam dilema etika sebagai sorang Pemimpin sekolah. dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah meluangkan waktu ibu dalam kegiatan wawancara Tentang Praktik Pengambilan Keputusan Selama ini di Sekolah. Saya Akhiri Selamat Pagi Bu..


Hal-hal menarik apa yang muncul dari wawancara tersebut, pertanyaan-pertanyaan mengganjal apa yang masih ada dari hasil wawancara bila dibandingkan dengan hal-hal yang Anda pelajari seperti 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian, apa yang Anda dapatkan? Refleksi Wawancara Melakukan identifikasi masalah Melakukan diskusi dan komunikasi dengan unsur-unsur yang ada di sekolah terutama dengan pihak-pihak yang terlibat langsung Membuat keputusan yang berpihak pada siswa, bijaksana, bertanggung jawab, memaksimalkan potensi posituf dan meminimalisir potensi negative Sesuai hasil wawancara yang saya lakuka, para kepala sekolah tersebut melakukan pengambilan keputusan dengan : Hal-hal yang telah dilakukan oleh masing-masing kepala sekolah tersebut menurut saya telah sesuai dengan teori yang saya pelajari di modul 3.1. tentang pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajjikan, dengan menerapkan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, namun tidan semua langkah dilakukan secara runut dan ada langkah yang tidak dilakukan, seperti pengujian benar atau salah maupun Investigasi Opsi Trilema.


Bagaimana hasil wawancara antara 2-3 pimpinan yang Anda wawancarai, adakah sebuah persamaan, atau perbedaan. Kira-kira ada yang menonjol dari salah satu pimpinan tersebut, mengapa, apa yang membedakan? Refleksi Wawancara Melakukan identifikasi masalah, mengumpulkan fakta-fakta Melakukan diskusi dan komunikasi dengan berbagai pihak terutama yang terlibat dalam masalah Kepala sekolah pertama sudah melakukan hampir semua 9 langkah dalam pengambilan keputusan, membuat keputusan yang berpihak kepada siswa dan bertanggungjawab Kepala sekolah kedua lebih mengedepankan diskusi, komunikasi dan koordinasi dengan unsur-unsur sekolah dan pihak-pihak yang terlibat dalam masalah. Berdasarkan hasil wawancara ada beberapa persamaan : Perbedaan dari kedua kepala sekolah dalam mengambil keputusan : Menurut saya yang lebih menonjol dalam membuat keputusan sesuai langkah-langkah pengambilan keputusan dalam teori di modul 3.1 adalah kepala sekolah pertama.


Apa rencana ke depan para pimpinan dalam menjalani pengambilan keputusan yang mengandung unsur dilema etika? Bagaimana mereka bisa mengukur efektivitas pengambilan keputusan mereka? Refleksi Wawancara Rencana kedepannya para pimpinan tersebut jika menghadapi permasalahan dilemma etika ataupun bujukan moral akan melakaukan tahapan-tahapan pengambilan keputusan sesuai dengan 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan dengan lebih lengkap termasuk pengujian dan investigasi opsi trilemma. Cara mengukur efektivitas pengambilan keputusan adalah dengan melakukan pengujian benar-salah, melakukan refleksi atas keputusan yang telah dibuat, serta meminta saran dan masukan dari pihak lain yang terkait dalam pengambilan keputusan tersebut.


Bagaimana Anda sendiri akan menerapkan pengambilan keputusan dilema etika pada lingkungan Anda, pada murid-murid Anda, dan pada kolega guru-guru Anda yang lain? Kapan Anda akan menerapkannya? Refleksi Wawancara Saya akan menerapkan 9 langkah pengambilan keputusan dalam setiap permasalah dilema etika baik ketika berhadapan dengan masalah murid maupun ketika ada kolega guru yang menemui masalah dilemma etika saya akan menawarkan mereka untuk mengambil keputusan sesuai 9 langkah pengambilan dan keputusan yang telah saya pelajari.


Do Things That Make You Happy


Dokumentasi Wawancara 1 Bersama Kepala Sekolah SDN 106162 Medan Estate Ibu Nurlalili Pulungan, MPd


Click to View FlipBook Version