RENCANA KEGIATAN DAN ANGGARAN SEKOLAH
(RKAS)
SMP TAMAN RAMA DENPASAR
TAHUN PELAJARAN 2022-2023
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu pilar pokok pembangunan pendidikan
di Indonesia. Pendidikan yang bermutu akan menghasilkan sumber daya manusia yang cerdas,
kreatif dan kompetitif sesuai dengan visi Kementerian Pendidikan Nasional. Untuk
mewujudkan visi tersebut diperlukan upaya peningkatan mutu pendidikan secara
berkelanjutan oleh semua pihak. Perkembangan di bidang pendidikan yang semakin pesat,
menuntut kesiapan dari satuan pendidikan untuk melakukan perubahan sesuai tuntutan dan
kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini menyebabkan setiap satuan pendidikan
harus memiliki Rencana Kerja yang jelas dan terperinci untuk melaksanakan semua kegiatan
agar lebih terarah. Setiap kegiatan pada satuan pendidikan dikelola atas dasar Rencana Kerja
Sekolah (RKS) yang merupakan penjabaran rinci dari Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM) satuan pendidikan yang meliputi masa empat tahun sesuai dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 53 ayat (1).
Oleh karenanya setiap satuan pendidikan wajib menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah
(RKJM) yang selanjutnya disebut Rencana Kerja Sekolah (RKS) yang akan menggambarkan
tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu empat tahun dan Rencana Kegiatan dan
Anggaran Sekolah ( RKAS) yang dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
( RKAS) dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja Sekolah
1.2. Tujuan dan Manfaat RKAS
Tujuan dan Manfaat Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah ( RKAS) adalah sebagai
gambaran, arah dan tujuan yang akan dicapai untuk menentukan program dan kegiatan
tahunan yang tepat sesuai denngan urutan prioritas dan sasaran tahunan yang telah ditetapkan,
dengan memperhitungkan sumber daya yang tersedia dan merupakan penjabaran dan Rencana
Kerja Sekolah.
Tujuan Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) adalah :
1) Menjamin agar tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan pada tahun berjalan dapat
dicapai dengan tepat waktu dan tepat guna.
.. Hal.2
2) Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan strategi baik antar pelaku, antar,
Dinas Pendidikan Kota, Dinas Pendidikan Provinsi.
3) Mendukung koordinasi antar pelaku.
4) Menjamin keterkaitan antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pelaporan,
evaluasi dan pengawasan.
5) Mengoptimalkan pertisipasi seluruh warga dan masyarakat dalam mengawasi jalannya
program.
6) Menjalin tercapainya penggunaan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan
berkelanjutan.
Manfaat dari penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) adalah
sebagai kerangka acuan dalam mengembangkan dasar untuk memonitor dan mengevalusi
pelaksanaan pengembangan, serta bahan acuan untuk mengajukan sumber daya pendidikan
yang diperlukan dalam pengembangan
1.3. Landasan Hukum Dasar Hukum Penyusunan RKAS
Landasan Hukum Dasar Hukum Penyusunan Rencana Kerja Sekolah (RKS) adalah :
1. UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional pendidikan.
3. PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
4. PP Nomor 66 Tahun 2010 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17
Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
5. Pemendiknas RI Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
6. Pemendiknas RI Nomor 15 tahun 2009 tentang Standar Pelayanan Minimal
Pendidikan Dasar 26
7. Pemendiknas RI Nomor 63 tahun 2009 tentang Sistem Penjamin Mutu Pendidikan
8. Pemendiknas RI Nomor 69 tahun 2010 tentang Standar Biaya Operasi Non
Personalia
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 79 Tahun 2015 tentang
Data Pokok Pendidikan
.. Hal.3
10. Surat Edaran Bersama (SEB) Kemendagri Nomor 907-6479-SJ dan
Kemendikbudristek Nomor 7 tahun 2021 tentang integrasi sistem informasi
pengelolaan dana bantuan operasional sekolah dengan sistem pengelolaan keuangan
daerah
.. Hal.4
BAB II
VISI, MISI DAN TUJUAN SEKOLAH
I. Visi SMP Taman Rama Denpasar
Visi merupakan citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan
di masa datang. Namun demikian, visi sekolah harus tetap dalam koridor kebijakan
pendidikan nasional dan sesuai dengan visi Yayasan Taman Mahatma Gandhi (Quality
Education, Moral Value) di mana SMP Taman Rama Denpasar bernaung. Visi juga harus
memperhatikan dan mempertimbangkan potensi yang dimiliki sekolah, harapan
masyarakat yang dilayani sekolah. Oleh karena itu visi sekolah di SMP Taman Rama
Denpasar dirumuskan dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait (stakeholders) sehingga
visi tersebut dapat mewakili aspirasi seluruh aspek yang berkepentingan terhadap SMP
Taman Rama Denpasar.
Sehubungan dengan hal tersebut visi SMP Taman Denpasar dirumuskan sebagai
berikut :
“UNGGUL DALAM MUTU, BERMORAL, BERKETRAMPILAN DAN
BERDAYA SAING SECARA INTERNASIONAL.”
Indikator Visi
1. Terwujudnya pengembangan kurikulum nasional dengan berstandar internasional.
2. Terwujudnya proses pembelajaran yang inovatif dan berstandar nasional dan internasional.
3. Terwujudnya kompetensi lulusan yang cerdas, bermoral, berketrampilan, kompetitif secara
nasional dan internasional.
4. Terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan mutakhir untuk serta
berstandar nacional dan internasional.
5. Terpenuhinya tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kompetensi dan kualifikasi
untuk mengelola sekolah berstandar nasional dan internasional.
6. Terwujudnya standar pengelolaan sekolah yang sesuai standar pendidikan nasional dan
internasional.
7. Tercapainya pembiayaan untuk memenuhi standar biaya sekolah berstandar nasional dan
internasional.
8. Terwujudnya sistem penilaian pendidikan yang berstandar nasional dan internasional.
.. Hal.5
9. Terwujudnya pengembangan budaya dan lingkungan sekolah untuk mendukung
penyelenggaraan sekolah sesuai dengan nilai dan karakter bangsa
II. Misi SMP Taman Rama Denpasar
Berdasarkan visi dan indikator keberhasilan visi di atas, misi sekolah dirumuskan
sebagai berikut :
1. Terwujudnya pengembangan kurikulum yang bertaraf nasional dan internasional.
1) Mewujudkan pengembangan kurikulum Dokumen 1 yang bertaraf nasional dan
internasional
2) Mewujudkan pengembangan silabus Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam,
Bahasa Inggris, dan TIK yang bertaraf nasional dan internasional.
3) Mewujudkan pengembangan kalender pendidikan.
4) Mewujudkan standar kompetensi lulusan bertaraf nasional dan internasional.
5) Mewujudkan kompetensi dasar dan indikator-indikator pencapaian kompetensi
yang bertaraf nasional dan internasional.
6) Mewujudkan rencana pelaksanaan pembelajaran untuk mata pelajaran
Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Bahasa Inggris, dan TIK yang bertaraf
nasional dan internasional.
2. Terwujudnya proses pembelajaran yang inovatif dan bertaraf nasional dan
internasional.
1) Mewujudkan berbagai model atau metode pembelajaran bertaraf internasional
untuk memungkinkan a joy of learning
2) Mewujudkan berbagai strategi pembelajaran bertaraf nasional dan internasional
berbasis ICT yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.
3) Menyusun berbagai program untuk mendukung keterlaksanaan pembelajaran
bertaraf nasional dan internasional.
3. Terwujudnya standar kompetensi lulusan yang bertaraf nasional dan internasional.
1) Menyusun standar SKL yang bertaraf nasional dan internasional yang berlaku
di sekolah
2) Memperluas dan memperdalam cakupan SKL nasional menjadi SKL bertaraf
internasional
3) Meningkatkan apresiasi karya seni dan budaya nasional dan internasional
4) Meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dan
santun dengan bahasa Inggris.
5) Meningkatkan pemahaman jiwa kewirausahaan.
.. Hal.6
4. Terpenuhinya standar sarana dan prasarana pendidikan yang bertaraf nasional dan
internasional.
1) Melaksanakan program dalam upaya pengembangan fasilitas bertaraf
internasional
2) Mewujudkan fasilitas pokok sekolah yang bertaraf nasional dan internasional.
3) Mewujudkan fasilitas pendukung bertaraf nasional dan internasional.
4) Mengembangkan pemeliharaan dan perawatan fasilitas sesuai Standar nasional
dan internasional
5. Tersedianya tenaga pendidik dan kependidikan yang memiliki kompetensi dan
kualifikasi untuk mengelola sekolah bertaraf internasional.
1) Meningkatkan kompetensi bahasa Inggris bagi guru-guru dan karyawan.
2) Meningkatkan kemapuan komputer dan internet bagi semua warga sekolah.
3) Meningkatkan kemampuan guru dalam bidang studinya sesuai latar belakang
pendidikannya.
4) Mengembangkan Sertifikasi Profesi sebagai guru.
5) Meningkatkan kesanggupan kerja yang tinggi.
6. Terwujudnya standar pengelolaan sekolah yang bertaraf Internasional.
1) Menyusun program-program dalam upaya pengembangan manajemen sekolah
bertaraf internasional.
2) Mengimplementasikan model manajemen berbasis sekolah secara penuh.
Mengimplementasikan model manajemen sekolah yang bertaraf nasional dan
internasional ( ISO 9000 ).
3) Menjalin kerjasama dengan sekolah sederajat atau yang bertaraf nasional dan
internasional.
7. Tercapainya pembiayaan pendidikan untuk memenuhi standar biaya sekolah bertaraf
internasional.
(1) Menyusun program-program dalam upaya pengembangan pembiayaan sekolah
bertaraf nasional dan internasional.
(2) Mengupayakan sumber pendanaan yang memadai untuk penyelenggaraan
pendidikan bertaraf nasional dan internasional.
(3) Melaksanakan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan keuntungan ekonomi.
(4) Mewujudkan penggunaan dana secara optimal dan transparan baik yang
bersumber dari pusat, daerah, dan masyarakat.
8. Terwujudnya sistem penilaian pendidikan yang bertaraf internasional.
(1) Menyusun program-program pengembangan sistem penilaiai pendidikan
bertaraf internasional.
(2) Menetapkan berbagai standar sistem penilaian yang bertaraf internasional.
(3) Menetapkan model penialaian pembelajaran yang bertaraf internasional.
Melaksanakan berbagai model penilaian pembelajaran yang bertaraf
internasional.
.. Hal.7
Melaksanakan Ujian Sekolah/Ujian Nasional dan ujian lainnya yang memiliki
standar internasional.
Mewujudkan dokumen penilaian di sekolah.
9. Terwujudnya pengembangan budaya dan lingkungan yang mendukung
penyelenggaraan sekolah bertaraf internasional sesuai dengan nilai dan karakter bangsa.
(1) Mewujudkan kebiasan hidup bersih
(2) Menciptaan lingkungan berbudaya, asri, lestari dan indah.
(3) Mewujudkan sistem sanitasi/drainasi yang sehat
(4) Menciptakan budaya tata krama “in action”.
(5) Mewujudkan peningkatan kerjasama dengan lembaga lain dalam
pengembangan budaya dan kebersihan lingkungan.
(6) Mewujudkan pengembangan lomba-lomba kebersihan, kesehatan dan
kerindangan sekolah.
(7) Mewujudkan sekolah Adiwiyata.
III. Tujuan SMP Taman Rama Denpasar
Implementasi Kurikulum SMP Taman Rama Denpasar menjabarkan tujuan
pendidikan sekolah yang merupakan gambaran tingkat kualitas yang akan dicapai oleh
sekolah dengan mengacu pada karakteristik - dan/atau keunikan setiap satuan pendidikan
sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Berdasarkan visi dan misi SMP Taman Rama Denpasar, maka tujuan pendidikan di
SMP Taman Rama Denpasar antara lain:
a. Terwujudnya lulusan yang unggul dalam bidang akademik dan non akademik
serta berkarakter Pancasila.
a. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter keimanan dan ketaqwaan
kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia dalam pembelajaran
dan kehidupan sehari-hari.
b. Tercapainya hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan untuk seluruh
mata pelajaran.
c. Tercapaian kelulusan peserta didik 100% dan untuk semua mata pelajaran
ujian sekolah rata-rata minimal 70
d. Tercapainya peserta didik mengikuti lomba minimal tingkat
Kota/Kabupaten hingga sampai tingkat internasional dan memiliki prestasi
minimal tingkat Kota/Kabupaten.
e. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter cinta tanah dan
kebinekaan serta berbudaya baik lokal maupun global dalam pembelajaran
dan kehidupan sehari-hari.
f. Tercapainya peserta didik yang memiliki karakter mandiri, bernalar kritis,
dan kreatif serta gotong royong dalam pembelajaran dan kehidupan sehari-
hari.
.. Hal.8
b. Terwujudnya pendidikan yang mengedepankan pembentukan komunitas belajar
sepanjang hayat yaitu guru, peserta didik dan orang tua saling belajar sepanjang
hidupnya.
a. Terlaksanan kegiatan membuka ruang kelas (open class) untuk guru lain
bisa saling melihat dan belajar proses pembelajaran di kelas.
b. Tercapainya kegiatan MGMP sekolah untuk forum diskusi dalam
merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan penilaian
untuk semua mata pelajaran
c. Terdapat 70% guru yang mengikuti pendidikan dan atau pelatihan yang
relevan dengan mata pelajaran yang diampu untuk dapat meningkatkan
kualitas pengetahuan, keterampilan, dan wawasan guru agar lebih
profesional.
d. Seluruh peserta didik mengikuti kegiatan ekstrakurikuler minimal dengan
nilai baik pilihan berdasarkan minat dan potensi peserta didik dalam segala
bidang,
e. Terlaksananya sosialisasi kepada komunitas orang tua terkait dengan
pola/strategi pendampingan belajar tatap muka langsung maupun online
(belajar dari rumah) pada masa pandemi untuk putra dan putrinya.
c. Terwujudnya pendidikan yang mengedepankan pembentukan profil pelajar
Pancasila
a. Terlaksananya proyek profil pelajar Pancasila untuk seluruh peserta didik 3 kali
dalam setahun.
b. Terlaksananya pengintegrasian nilai profil pelajar pancasila dalam perancanaan
pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian untuk semua mata
pelajaran.
c. Terlaksananya pengintegrasian nilai profil pelajar pancasila dalam kegiatan
pembiasaan rutin sekolah dan budaya sekolah.
d. Terwujudnya pendidikan yang menjamin hak belajar bagi setiap peserta didik
a. Tersedia fasilitas pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
b. Tersedia fasilitas pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak.
c. Terlaksana kegiatan saling bantu dan dibantu antar peserta didik.
e. Terwujudnya pendidikan menggunakan pendekatan atau model yang beragam
a) Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model yang
beragam untuk semua mata pelajaran.
b) Terlaksananya pembiasaan bagi peserta didik untuk melaksanakan tugas
dalam bentuk proyek untuk semua mata pelajaran.
f. Terwujudnya pendidikan mengembangkan keterampilan abad 21
a) Terlaksananya kegiatan belajar mengajar mengembangkan sikap kritis,
kreatif, kolaboratif, komunikatif untuk semua mata pelajaran.
b) Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan mengintegrasikan literasi
dan numerasi untuk seluruh mata pelajaran.
.. Hal.9
g. Terlaksananya kegiatan belajar mengajar dengan menumbuhkan pendidikan
karakter untuk seluruh mata pelajaran.
a) Memfasilitasi pembelajaran bagi peserta didik berkebutuhan khusus
b) Memfasilitasi pembelajaran dengan mengedepankan persamaan hak
.. Hal.10
BAB III
PROFIL SEKOLAH
Sekolah Menegah Pertama (SMP) Taman Rama Denpasar yang terletak di jalan
Cokroaminoto nomer 382 Ubung Kaja Denpasar merupakan Satuan Pendidikan berstatus
Nasional di Denpasar, Bali yang didirikan pada tahun 1999 dengan penuh keyakinan
bahwa masyarakat Bali sangat membutuhkan Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI) yang
siap bersaing di tingkat internasional. Sampai dengan saat sekarang penyelenggaraan dan
pengembangan pendidikan di SMP Taman Rama Denpasar mengacu dan berpedoman
kepada :
1) Surat keputusan Direktur Pendidikan Lanjutan Pertama, Dirjen Pendidikan Dasar
dan Menengah 20:1147/A/C3/SK/2004 tentang penetapan Sekolah Standar
Nasional.
2) SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
309/C/LN/2014 tanggal 27 November 2014 tentang Izin Satuan Pendidikan
Kerjassama Penyenggaraan dengan nama sekolah SMP Taman Rama School Bali.
3) SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor
51/MPK.D/KS/2018 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 309/C/LN/2014 tentang Ijin Satuan Pendidikan Kerjasama
Penyelenggara SMP Taman Rama School Bali dan kembali menjadi sekolah
nasional dengan nama SMP Taman Rama Denpasar.
Sekolah Taman Rama Denpasar berdiri dengan akte pendirian Nomor 9 tertanggal
2 Oktober 1998 di bawah naungan Yayasan Taman Mahatma Gandhi dan selanjutnya
terjadi perubahan nama sekolah pada tahun 2000 Sekolah yang dahulunya bernama SLTP
Taman Mahatma Gandhi merubah nama menjadi SLTP Taman Rama dengan surat
perubahan nomer 1290/I.19.G/MN/2001 yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi
Bali. Sejak berdirinya, SMP Taman Rama Denpasar selanjutnya bekerjasama dengan
pemerintah pusat, pemerintah provinsi Bali, pemerintah kota Denpasar, dan masyarakat
untuk mengusahakan ketercapaian dan tuntutan pemenuhan indikator-indikator
penyelenggaraan pendidikan sebagai Sekolah Nasional. Oleh karena itu ketercapaian yang
sudah dimiliki sekolah harus dipertahankan dan dilanjutkan untuk secara terus-menerus
menuju pendidikan yang bermutu sehingga outputnya mampu bersaing baik secara nasional
maupun global.
Sedangkan pada tanggal 27 November 2014, SMP Taman Rama Denpasar telah
menyandang status sebagai Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) berdasarkan Surat
Keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
309/C/LN/2014 tentang Izin Satuan Pendidikan Kerjasama Penyenggaraan dengan nama
sekolah SMP Taman Rama School Bali.
.. Hal.11
Dan selanjutnya, karena atas pertimbangan kebutuhan pendidikan di Bali, maka
selanjutnya diusulkan keberadaan sekolah Taman Rama School Bali dibagi menjadi 2 jenis
sekolah yang bernama Sekolah Taman Rama dan Taman Rama Intercultural School dari
jenjang SD, SMP dan SMA. Maka SMP Taman Rama School Bali berubah status untuk
kembali menjadi sekolah Nasional dengan SK dari Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia nomor 51/MPK.D/KS/2018 tentang Pencabutan
Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 309/C/LN/2014 tentang Ijin
Satuan Pendidikan Kerjasama Penyelenggaraa SMP Taman Rama School Bali untuk
kembali menjadi SMP Taman Rama Denpasar yang berstatus sekolah Nasional.
Adapun gambaran umum tentang kondisi SMP Taman Rama Denpasar adalah
sebagai berikut :
Nama Sekolah : SMP Taman Rama Denpasar
Alamat : Jl. Cokoroaminoto no 382 Denpasar
Telp/ fax : (0361)414849/ 0361(414859)
E-Mail : [email protected]
Instagram : smptamanramadenpasar
Facebook : smptamanramadenpasar
Website : http://ourbalischools
Kota : Denpasar
Status tanah : Hak milik
Sertifikat no. : 3612/1875
Status : Terakreditasi A
NSS : 204220902040
NDS : 2022090032
NPSN : 50103152
Sedangkan perkembangan Kelembagaan kami adalah sebagai berikut:
1. SK Kepala Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali
nomor: 123/I/19.G/KEP/MN/99 tanggal 31 Mei tentang Ijin Operasional Sekeloh
Menengah
2. SK dari Kepala Kantor Depdikbud Provinsi Bali. No. 1290/I.19.G/MN/2001 tentang
perubahan Nama sekolah dari SLTP Taman Mahatma Gandhi menjadi SLTP Taman
Rama.
3. SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor
309/C/LN/2014 tanggal 27 November 2014 tentang Izin Satuan Pendidikan Kerjasama
(SPK) dengan nama sekolah SMP Taman Rama School Bali.
4) SK dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor
51/MPK.D/KS/2018 tentang Pencabutan Keputusan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 309/C/LN/2014 tentang Ijin Satuan Pendidikan Kerjasama
Penyelenggara SMP Taman Rama School Bali dan kembali menjadi sekolah
nasional dengan nama SMP Taman Rama Denpasar.
.. Hal.12
Ketercapaian pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP) di SMP Taman Rama
Denpasar untuk standar kompetensi lulusan ketercapaian rata-rata nilai dari tahun ke tahun
baik untuk nilai peseta didik pada setiap semester dan nilai ujian sekolah mengalami
kenaikan dengan rata-rata di atas KKM. Dalam kegiatan lomba-lomba baik akademik
maupun non akademik, SMP Taman Rama Denpasar berhasil memperoleh juara dari
tingkat kabupaten/kota sampai tingkat internasional.
Sejak berdiri, SMP Taman Rama Denpasar sudah memenuhi syarat dari segi luas
tanahnya. Dengan fasilitas tanah yang luas maka semua kegiatan pembelajaran dapat
diselenggarakan di areal SMP Taman Rama Denpasar baik kegiatan akademik dan non
akademik seperti kegiatan olah raga untuk semua jenis olah raga.
Dalam memenuhi ruang belajar serta kebutuhan ruangan untuk pengembangan
perpustakaan, laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, serta ruang Multi Media, sejak
tahun 2000 semua fasilitas tersebut sudah ada dan sudah dipakai oleh seluruh siswa.
Dari segi kualifikasi dan kompetensi pendidik sampai saat sekarang (tahun
pelajaran 2021-2022) SMP Taman Rama Denpasar didukung oleh guru lokal sebanyak 22
orang guru tetap (GTY) dengan kualifikasi Akademik 4 orang S2 dan 17 orang S1 dan 1
orang D3. Sedangkan jumlah tenaga asing yang ditugaskan untuk mengajar pelajaran
muatan lokal English sebanyak 6 orang dengan kualifikasi akademik 2 orang S2 dan 4 orang
S1.
Peranan Komite sekolah sangat besar dalam mendukung kegiatan dan
pengembangan sekolah terutama dari segi pendanaan. Untuk mengakomodasi kebutuhan
dan potensi daerah, peserta didik, serta perkembangan masyarakat, penyusunan dan
pengembangan kurikulum Taman Rama Denpasar disamping melibatkan seluruh guru dan
tenaga kependidikan yang ada di SMP Taman Rama Denpasar juga menyertakan instansi
terkait serta stakeholders yang ada.
Kurikulum sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan dalam upaya
mengembangkan potensi dan sumber daya peserta didik, harus mampu mengikuti dan
menyesuaikan dengan perkembangan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam kehidupan masyarakat. Pengembangan dan penyempurnaan Kurikulum SMP Taman
Rama Denpasar akan dilakukan sesuai dengan kebutuhan secara terus menerus. Sejak tahun
pelajaran 2013/2014 sampai dengan sekarang SMP Taman Rama Denpasar sudah
menerapkan kurikulum 2013 untuk kelas VII, VII dan IX. Namun pada tahun ajaran 2022-
2023, SMP Taman Rama menggunakan kurikulum Merdeka untuk siswa kelas VII yang
mengintegrasilan Projek Profile Pelajara Pancasila. Sedangka untuk kels VIII dan IX akan
lenajut menggunakan kurikulum 2013. Oleh karena itu kurikulum ini disusun untuk layanan
pendidikan berdasarkan struktur dan layanan pendidikan revisi kurikulum 2013.
Sejak tahun pelajaran 2019-2020, kurikulum SMP Taman Rama diintegerasikan
pendidikan karakter dan pembiasaan gerakan literacy dengan mengikuti perkembangan
pendidikan yang mengacu pada Pendidikan Era digital 4.0 yang mengaplikasikan 4C
(creativity, critical thinking, communicative, collaborative). Dengan perubahan pada
keputusan menteri pendidikan, pada tahun 2020, kementerian sudah memberikan arahan
untuk implementasi gerakan ”merdeka belajar” yang akan dimulai dengan perangkat
mengajar guru yang akan disempurnakan untuk memenuhi gerakan merdeka belajar
tersebut pada kurikulum SMP Taman Rama Denpasar tahun pelajaran 2022-2023 yang
.. Hal.13
akan menggunakan kurikulum Merdeka (kelas VII) dan Kurikulum 2013 (kelas VIII dan
IX).
Demikian juga aplikasi pendidikan tentang penggunaan kantong plastik yang telah
dicanangkan oleh Pemerintah Kota Denpasar dalam perwali nomor 36 tahun 2018 tentang
pengurangan penggunaan kantong plastik dan Provinsi Bali dalam pergub Nomor 97 tahun
2018 tentang Pembatasan Timbunan Plastik sekali pakai diintegrasikan pada kurikulum
menjadi alasan untuk melakukan perubahan pada kurikulum SMP Taman Rama Denpasar
pada tahun pelajaran 2021-2022.
Di tahun pelajaran 2019-2020 tepatnya di pertengahan semester 2 tahun 2020 kita
dihadapkan pada kondisi pandemi Virus Corona (COVID 19) yang mengharuskan peserta
didik untuk belajar dari rumah dan guru mengajar dari rumah secara daring. Dalam masa
darurat ini, kita semua diharuskan belajar penggunaan media daring. Di tahun pelajaran
2020-2021 kondisi wilayah khususnya Denpasar belum menunjukkan zona hijau, maka
pembelajaran secara daring tetap dilaksanakan sepanjang tahun ajaran tersebut. Di tahun
ajaran 2021-2022, diharapkan untuk bisa melakukan pembelajaran tatap muka terbatas
dengan mengacu pada Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 719
/P/2O2O tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Pada Satuan Pendidikan Dalam
Kondisi Khusus maka kurikulum SMP Taman Rama Denpasar akan disesuaikan dalam
pembelajaran tatap muka terbatas sampai pemerintah daerah memberikan ijin untuk
melakukan tatap muka penuh. Hal ini terkait dengan struktur muatan kurikulum yang mana
muatan kurikulum tidak akan bisa dilaksanakan seutuhnya di masa pembelajaran tatap
muka terbatas dengan mengadopsi metode hybrid learning untuk mengurangi beban tinggi
kepada peserta didik akibat tidak maksimalnya kegiatan tatap muka bagi peserta didik.
Potensi input di SMP Taman Rama Denpasar sangat menunjang untuk bisa
menghasilkan output siswa yang bisa berdaya saing di tingkat nasional dan internasional
dengan didukung oleh sarana prasarana yang sangat memadai untuk menberikan pelayanan
pendidikan dengan sistem hybrid learning, tenaga pendidik dan kependidikan yang sangat
memadai dan dukungan pembiayaan dari orang tua peserta didik yang sangat memadai serta
dukungan dari semua stakeholder.
.. Hal.14
BAB IV
PENGEMBANGAN RKAS
SMP TAMAN RAMA DENPASAR
TAHUN AJARAN 2022-2023
A. ANALISIS LINGKUNGAN OPERASIONAL SEKOLAH
Adanya perkembangan informasi yang begitu pesat sangat mempengaruhi
perkembangan kehidupan masyarakat saat ini di antaranya adalah terjadinya perubahan-
perubahan dalam kehidupan sosial, di mana perubahan tersebut dapat berakibat positif namun
dapat juga berakibat negatif, hal ini ditandai dengan bergesernya tata nilai dan norma kehidupan
yang dianut oleh masyarakat. Pengaruh yang menonjol dalam kehidupan secara horizontal
dapat dilihat baik dalam sikap, perilaku dan pergaulan dalam masyarakat maupun secara
vertikal dalam hubungannya dengan pengamalan norma Agama, pada umumnya norma
kehidupan sosial masyarakat yang sudah melekat selama ini hampir mulai terkikis dengan
perilaku hidup lebih bersifat individual, materialistis dan cenderung jauh dari sentuhan-
sentuhan ajaran Agama. Fenomena kehidupan seperti ini tentu saja bila dibiarkan akan sangat
berbahaya bukan saja bagi orang tua, keluarga, akan tetapi juga bagi bangsa dan negara kita,
untuk itu sekolah sebagai institusi pendidikan dituntut lebih banyak peranannya sehingga dapat
menyikapi dan menetralisir permasalahan tersebut.
Dalam bidang ekonomi, berbagai kebijakan yang dianggap dapat menghambat kegiatan
ekonomi secara bertahap mulai dihapuskan, persaingan mutu dan kualitas produk (barang)
tentu saja merupakan salah satu faktor yang turut menentukan dalam persaingan bisnis. Hal ini
menuntut agar semua pelaku ekonomi lebih meningkatkan kemampuan SDM-nya menjadi
SDM yang handal, unggul, mempunyai kompetensi, disiplin yang tinggi dan etos kerja yang
sehat. Hal ini tentu dapat diwujudkan melalui pendidikan yang berkualitas.
Dalam kehidupan berpolitik, negara kita secara konkret sudah mulai menerapkan sistem
demokrasi dengan partisipasi yang tinggi dari semua komponen masyarakat, hal ini diwarnai
dengan adanya praktik keterlibatan langsung masyarakat baik secara individu maupun melalui
partai memilih para wakil rakyat yang akan duduk di lembaga legislatif bahkan secara langsung
dalam memilih presiden. Tentu saja ada harapan yang besar dari masyarakat agar kehidupan
.. Hal.15
politik ini kedepan berjalan dengan baik, etika yang tinggi dan secara umum kinerjanya dapat
membawa perubahan dalam kehidupan sosial dan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu dunia
pendidikan sangat bertanggungjawab mempersiapkan dan mewujudkannya.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini telah berlangsung dengan pesat,
hal ini banyak memberikan manfaat dan kemudahan dalam kehidupan manusia bahkan
berbagai persoalan kehidupan dapat pula dipecahkan dengan teknologi modern, hanya dengan
penguasaan IPTEK suatu bangsa dapat mengarungi dunia dengan bermacam-macam aktivitas
yang serba kompetitif. Bagi bangsa yang dapat bersaing dalam penguasaan IPTEK maka
bangsa tersebut akan mampu mengikuti perubahan dengan melakukan inovasi-inovasi.Untuk
menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi diperlukan adanya proses pendidikan yang bermutu
dan sarana prasarana yang lengkap.
Masalah lain yang berpengaruh sebagai dampak perkembangan ilmu dan kemajuan IPTEK
adalah masalah budaya, masuknya budaya asing ke negara kita secara langsung atau tidak
langsung ternyata telah mengancam budaya bangsa kita yang agamis pada umumnya diserap
melalui media elektronik tanpa filter terlebih dahulu. Agar budaya bangsa kita ini dapat
bertahan dan tetap eksis maka diperlukan sikap kehati-hatian di dalam menghadapi budaya
asing tersebut sehingga budaya bangsa kita dapat kita lestarikan dengan baik.
Kondisi tentang pandemic Virus Corona (Covid 19) yang terjadi juga berpengaruh terhadap
pelaksanaan pembelajaran yang semula dilakukan dengan tatap muka langsung di sekolah ke
pembelajran secara daring di mana siswa belajar dari rumah dan guru mengajar dari sekolah di
awal pandemic Covid-19 (Maret – Juli).
Di awal tahun ajaran baru 2020-20211, pemerintah tetap memberikan keputusan agar siswa
tetap belajar dari rumah. Namun di SMP Taman Rama Denpasar kebijakan ini tidak berlaku
bagi guru. Guru wajib mengajar dari sekolah untuk bisa memberikan pelayanan Pendidikan
pemebelajaran daring yang maksimal dengan ditunjang sarana-prasarana pemebelajaran daring
yang disiapkan oleh sekolah. Maka peralatan belajar daring untuk guru dan siswa juga
menjadikan pertimbangan tersendiri dalam penyusunan RKAS pada tahun tahun pelajaran
2021-2022.
Perubahan kurikulum yaitu Kurikulum Merdeka yang akan diimplementasikan kepada
peserta didik kelas VII juga membutuhkan dana yang cukup karena SMP Taman Rama
.. Hal.16
Denpasar memilih menggunakan kurikulum Merdeka dengan kategori Mandiri Berubah di
mana hal tersebut berdampak pada dana yang akan digunakan di dalam persiapan-persiapan
impelemntasi kurikulum tersebut. Pelaksanaan workshop terkait Kurikulum Merdeka dan
kegiatan para guru untuk mempersiapkan perangkat ajarnya juga merupakan anggaran yang
sangat signifikan yang harus dianggarkan pada RAKS tahun pelajaran 2022-2023.
Peningkatan penggunaan IT pada pembelajaran untuk tahun ajaran 2022-2023 masih terus
dilaksanakan dengan rencana implementasi kurikulum Merdeka untuk peserta didik kelas VII
terutama dikembalikannya mata pelajaran Informatika sebagai pengganti mata pelajaran
Prakarya. Sedangkan mata pelajaran Prakarya diintegrasikan pada mata pelajaran Seni dan
Prakkarya. Terkait dengan perubahan tersebut, dibutuhkan sarna dan prasarana yang bisa
mendukung terlaksananya pelajaran Informatika.
Pengintegrasian Projek Profile Pelajar Pancasilapun pada implementasi Kurikulum
Merdeka merupakan kewajiban yang harus dipenuhi untuk peserta didik kelas VII dan kegiatan
tersebut juga membutuhkan dana untuk pelaksanaan dan pengembangannya.
Demikian juga kebijakan pemerintah daerah yang masih akan terus melakukan kajian
tentang kondisi keamanan para siswa untuk kembali bisa melaksanakan tatap muka di sekolah
masih terus menerus dikaji dan dievaluasi serta dipersiapkan untuk beberapa kondisi. Kondisi
strategis yang disiapkan adalah melakukan simulasi tatap muka di sekolah, dan kemudian
melakukan tatap muka terbatas dan jika kondisi pandemi sudah sangat membaik dan sudah
tercapai herd immunity, maka pemerintah daerah akan kembali mewajibkan sekolah untuk
melakukan tatap muka normal di sekolah dengan tetap ijin dari orang tua siswa adalah yang
paling menentukan. Sudah barang tentu kondisi ini butuh persiapan dan anggaran dana terkait
dengan sarana dan prasarana pada penerapan metode pengajaran dengan metode hybrid
learning/ blended learning dimana sebagian siswa bisa melakukan tatap muka di sekolah dan
Sebagian melakukan tatap muka secara daring dari rumah.
Isu tentang sampah plastik yang tidak mudah terurai yang sudah sangat mengancam bumi
saat ini, juga menjadi masih isu untuk membuat lingkungan sekolah bebas sampah plastik dan
menerapkan aturan yang dikeluarkan opeh Gubenur Provinsi Bali dan Wali Kota Denpasar
yang masih terus berdampak pada perubahan pada RKAS tahun pelajaran 2022-2023.
.. Hal.17
Penambahan jumlah siswa yang berdampak terhadap penyiapan kelas juga merupakan hal
yang sangat penting yang akan berdampak pada penyediaan anggaran untuk sarana prasarana
kelas baru pada tahun ajaran 2022-2023 di samping anggaran sarana prasarana regular.
B. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH SAAT INI
Potret dunia pendidikan kita saat ini belum seperti apa yang kita harapkan, di sana sini
masih banyak terdapat permasalahan-permasalahan dan di antara permasalahan itu yang sangat
mendasar adalah masalah kualitas dan pemetaan pendidikan. Rendahnya kualitas pendidikan
antara lain ditandai dengan batas nilai kelulusan yang relatif masih rendah, kompetensi lulusan
yang belum siap pakai, dan terdapatnya disparitas mutu yang cukup tinggi antardaerah (sekolah
di perkotaan dan sekolah di pelosok pedesaan, sekolah di Jawa dan luar Jawa dll).
Terbatasnya sarana dan prasarana pendidikan terutama kita jumpai di daerah-daerah
terpencil juga merupakan bagian dari penyebab rendahnya mutu pendidikan, belum lagi
masalah terbatasnya jumlah tenaga guru, kualitas guru, kesejahteraan dll. Dengan keluarnya
Undang-Undang tentang Guru dan Dosen mudah-mudahan akan mengurangi masalah
pendidikan yang sedang kita hadapi.
Masalah lain adalah pemerataan pendidikan, yaitu tingginya angka putus sekolah dan
belum tuntasnya program wajib belajar sembilan tahun, terbatasnya penyediaan gedung
sekolah di daerah-dareah terpencil dan pelosok berakibat terbatasnya kesempatan dan akses
bagi anak usia sekolah di daerah tersebut. Faktor lain yang juga dapat sebagai pemicu anak
putus sekolah adalah rendahnya taraf ekonomi mereka baik bagi mereka yang hidup di kota
maupun mereka yang tinggal di pedesaan.
Berangkat dari permasalahan di atas, bangsa kita terutama dalam hal ini adalah pemerintah
dan stakeholder lainnya dihadapkan kepada dua dilema, peningkatan mutu atau pemerataan
kesempatan belajar. Sementara permasalahan lain baik relevansi pendidikan dengan tuntutan
dunia kerja, masalah efisiensi dan manajemen juga perlu menjadi perhatian bagi seluruh
stakeholder pendidikan. Dunia pendidikan lebih banyak dituntut dan harus dapat mewujudkan
keinginan dan harapan dalam mengikuti dinamika kehidupan masyarakat yang menyangkut
semua aspek kehidupan. Untuk itu penyelenggaraan pendidikan harus senantiasa mengacu
kepada konsep-konsep dan terobosan-terobosan baru yang aktual dan relevan.
.. Hal.18
No Tinjauan Umum Kondisi Pendidikan Masa Kini
. dari Aspek/Bidang
1. Akses dan pemerataan ● Daya tampung rendah: karena terbatasnya ruang
Pendidikan belajar dan lahan
● Angka Kelulusan di berbagai daerah tidak merata
● Di beberapa daerah angka DO masih tinggi
2 Mutu Pendidikan ● Mutu input rendah
● Mutu proses rendah,
● Mutu out put- out come rendah,
3 Relevansi Pendidikan Kurangnya relevansi pendidikan dengan dunia kerja
(tuntutan masyarakat) nasional, regional,
maupun global
4. Tata kelola Kurang akuntabel, kurang
transparan, kurang partisipatif, tidak
efektif efektif dan tidak efisien
5. Pencitraan Publik Rendah
6 Pembelajaran tatap Pembelajaran secara daring oleh siswa karena pandemik
muka di sekolah Covid 19
7 Peraturan Gubernur Penerapan aturan gubernur dan wali kota Denpasar terkait
dan Wali Kota tentang sampah plastik
Sampah Plastik
C. ANALISIS PENDIDIKAN SEKOLAH 1 TAHUN KEDEPAN (YANG DIHARAPKAN)
Upaya pembangunan dunia pendidikan nasional dengan meletakkan keragaman sebagai
pertimbangan utama atas perlunya standarisasi nasional pendidikan. Melalui PP 19/2005,
pemerintah menetapkan kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum
Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lingkup standar nasional pendidikan meliputi 1) standar
isi, 2) standar proses, 3)standar kompetensi lulusan, 4) standar pendidik dan tenaga
kependidikan, 5) standar sarana dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan,
dan 8) standar penilaian pendidikan.
Di masa yang akan datang, masalah krusial yang diperkirakan akan mewarnai dunia
pendidikan nasional khususnya yang berkaitan dengan perkara mutu, akan berada di sekitar
delapan standar ini. Untuk mencapai tataran formal mandiri, sebuah lembaga pendidikan
.. Hal.19
formal, sebagai contoh, harus memenuhi kriteria minimal nasional. Demikian juga sekolah-
sekolah dalam kategori formal mandiri, agar dapat mencapai standar internasional, harus benar-
benar memenuhi ke delapan standar ditambah dengan nilai lebih berciri internasional.
Tantangan persaingan global yang menuntut sumber daya manusia Indonesia untuk mampu
bersaing dengan bangsa-bangsa lain dan sedapat mungkin memenangkan persaingan tersebut.
Ini menuntut percepatan peningkatan kualitas pendidikan nasional kita. Isi kurikulum nasional
harus selalu diselaraskan dengan tuntutan kehidupan global yang semakin maju dengan
teknologi informasi, komunikasi, transportasi dan penguasaan IPTEK yang semakin canggih
tetapi harus tetap mengedepankan penanaman niali-nilai imtaq dan rasa cinta tanah air. Proses
belajar mengajar pada satuan pendidikan harus diselenggarakan secara interaktif, inspiratif,
menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta
memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan
bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik dan diwarnai dengan
keteladanan dari guru. Lulusan pendidikan nasional di masa yang akan datang harus memiliki
standar sikap, pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan
dan harus menjunjukkan mutu tinggi yang mencerminkan kualitas sumber daya manusia yang
diperlukan demi kepentingan bangsa dan negara. Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik
dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki
kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang oleh karenanya harus
memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan
kompetensi sosial. Sedangkan tenaga kependidikan harus memiliki kualifikasi, dan kompetensi
sesuai dengan bidang tugasnya. Dalam hal sarana prasarana, setiap satuan pendidikan wajib
memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan
sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk
menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Juga harus dimiliki lahan dan
gedung serta perangkat lain dengan kualifikasi yang sesuai dengan jenis, jenjang dan typologi
satuan pendidikan yang bersangkutan. Satuan pendidikan harus dikelola dengan menerapkan
manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi,
keterbukaan, dan akuntabilitas. Di samping itu, untuk mendorong percepatan peningkatan mutu
.. Hal.20
dapat pula diterapkan standar ISO 9001:2000 dikombinasikan dengan model kepemimpinan
transformasional, situasional dan kepemimpinan moral.
Biaya penyelenggaraan pendidikan meliputi biaya investasi, biaya-biaya operasional dan
biaya personal harus mencapai jumlah tertentu sehingga menjamin penyelenggaraan
pendidikan yang teratur, berkelanjutan dan bermutu sesuai dengan jenis, jenjang dan tipologi
satuan pendidikan. Di samping itu, penyelenggaraan pendidikan harus dievaluasi baik untuk
kepentingan pembelajaran maupun penilaian yang dapat dilaksanakan oleh guru, sekolah,
maupun pemerintah dengan berbagai model penilaian yang tepat.
Tinjauan Umum dari Kondisi Pendidikan Masa Datang
No
Aspek/Bidang
1. Akses dan Pemerataan ● Daya tampung tinggi
Pendidikan ● Angka Kelulusan tinggi
● Wajib belajar 12 tahun tercapai
2. Mutu Pendidikan ● Mutu input tinggi
● Mutu proses tinggi
● Mutu out put- out come tinggi
3. Relevansi Pendidikan Adanya relevansi pendidikan dengan
dunia kerja (tuntutan masyarakat)
nasional, regional, maupun global
4. Tata kelola Akuntabel, transparan, partisipatif,
efektif dan efisien
5. Pencitraan Publik Tinggi
6 Pembelajaran secara Daring ● Mutu pembelajaran secara daring
● Metode pembelajaran daring dengan metode
hybrid learning/ blended learning
● System pebelajaran daring
● Biaya sarana prasarana pembelajran daring
● System penilaian pembelajaran daring
7 Peraturan Gubernur dan Penerapan aturan gubernur dan wali kota Denpasar
Wali Kota tentang Sampah terkait sampah plastik
Plastik
.. Hal.21
D. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA SATU (1) TAHUN
Berdasarkan pada analisis situasi, baik internal maupun eksternal sekolah, dan analisis
kondisi sekolah sekarang dan yang diharapkan masa datang (SATU tahun ke depan), maka
dapat diketahui kesenjangan yang terjadi.
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
1. Standar Kompetensi Standar Kompetensi Lulusan
Lulusan
a Bidang akademik:
- Rata2 pencapaian - Rata2 pencapaian 1,0
KBM/KKTP semua KBM/KKTP semua mapel
mapel 78,00 79,00
- Rata2 pencapaian NUS - Rata2pencapaian NUS 90,00 5,50
84,50
- Ranking 1 pada olimpiade - Memperoleh ranking 1 tk 1 tingkat
IPS tingkat Nasional Nasional bidang olimpiade
(Kemendikbud) IPS (Kemendikbud)
- Memperoleh juara ke-2 - Memperoleh juara ke-1 tk 1 tingkat
dan ke-3 tk Nasional Nasional bidang olimpiade
bidang olimpiade Science Science (ASMO)
(ASMO)
- Memperoleh juara 1 dan 3 - Memperoleh juara ke-1 Mempertahankan
- tk Provinsi bidang bahasa - tingkat Kota dan mengikuti lebih
Inggris (lomba Pidato) juara 2 banyak lomba
Mendapatkan juara 3 Memperoleh Matematika
untuk lomba Math tingkat olimpiade 1 tingkat
nasional (ASMO) tingkat nasional
b Bidang non akademik:
c Kelulusan:
- Jumlah kelulusan 100% - Jumlah kelulusan 100% 0%
d Melanjutkan studi: -
- Jumlah lulusan yang Jumlah lulusan yang
melanjutkan studi ke melanjutkan studi ke jenjang 0%
jenjang lebih tinggi 100% lebih tinggi 100%
2 Standar Isi Standar Isi
a Buku KTSP
(Buku/Dokumen-1):
Dokumen KTSP sudah Dokumen KTSP perlu direvisi Revisi kurikulum
tersusun dengan untuk kelas VII karena Tingkat Satuan
menggunakan kurikulum penggunaan kurikulum Merdeka Pendidikan dengan
20013 dan Kurikulum menggunakan
Merdeka kurikulum Merrdeka
(kelas VII) dan
.. Hal.22
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
kurikulum 2013
(kelas VIII dan IX)
Implementasi Pergub dan Dokumen KTSP mencantumkan Beberapa
Perwali terkait sampah platik kegiatan yang akan direncanakan tambahan paragraph
terkait sampah plastik di Bab 1 terkait
dengan sampah
plastic dan di
dokumen 2 dan 3
b Silabus: Silabus:
- Pengembangan silabus - Tersusun pengembangan
Kelas VIII dan IX) dan silabus 11 Mapel dengan 50%
ATP (Kelas VII) pada Kurikulum 2013 untuk kelas
semua mapel dan mulok VIII dan IX dan ATP 11
untuk kelas 7,8,9 mapel untuk kelas VII
- Tersusunnya Silabus dan - 100% Tersusun silabus kelas
ATP pada pelajaran VIII dan IX /ATP (kelas VII) Silabus/ ATP
tambahan berpengantar mapel English (Language, mapel English
Bahasa Inggris Math, Science, and Social (Language, Math,
Studies/ Moral Studies) Science, and Social
untuk kelas7, 8 dan 9 Studies/ Moral
Studies) untuk kelas
- Belum tersusunnya - 100% Tersusun silabus/ ATP 7, 8 dan 9
silabus/ATP pada mata mapel Bahasa Mandarin
pelajaran Bahasa - 100%
Mandarin
c Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP):
- Tersusun RPP/Modul - Tersusun RPP/Modul Ajar
Ajar 11 mapel sebesar 100 11 Mapel untuk tahun 50%
% hanya untuk kelas 7,8, pelajaran 2022-2023 RPP kelas 7,8,9
9 untuk tahun pelajaran
2022-2023
- Tersusun RPP/Modul Ajar - Tersusun RPP/Modul Ajar
semua mapel bahasa semua mapel bahasa Inggris 50%
Inggris kelas 7,8,9 kelas 7,8,9
3. Standar Proses
a Persiapan pembelajaran: Persiapan pembelajaran:
- Kepemilikan - Kepemilikan silabus/ATP 50%
silabus/.ATP berkarakter berkarakter untuk kelas 7,8,9
untuk kelas 7,8,9 oleh oleh guru: 100% memiliki
guru: 100% memiliki
.. Hal.23
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
- Kepemilikan RPP/Modul - Kepemilikan RPP/Modul 50%
Ajar berkarakter oleh ajar berkarakter oleh guru:
guru: 100% guru memiliki 100% memiliki
- Kepemilikan sumber - Kepemilikan sumber 50%
belajar/bahan ajar: 50% belajar/bahan ajar: 100%
- Pengembangan perangkat - Pengembangan perangkat 50%
instrumen untuk instrumen untuk pemahaman
pemahaman guru terhadap guru terhadap karakteristik
karakteristik siswa: 50% siswa: 100%
- Dll - Dll
b Persyaratan Pembelajaran
- Jumlah siswa per rombel: - Jumlah siswa per rombel: 25
24 anak anak Penambahan 1
siswa/rombel
- Beban mengajar guru: 24- - Beban mengajar guru 24
30 jam/minggu jam/minggu/ guru Pengurangan 4
jam/minggu
- Ratio antara jumlah siswa - Ratio antara jumlah siswa
dengan buku tekas mapel dengan buku tekas mapel 1:1 Sesuai
1:1
- Pengelolaan kelas: 95% - Pengelolaan kelas: 100%
- Dll - Dll 5%
c Pelaksanaan pembelajaran: Pelaksanaan pembelajaran:
- Cakupan pendahuluan - Cakupan pendahuluan dalam 10%
60%
dalam pembelajaran oleh pembelajaran oleh guru di
20%
guru di kelas: 90% kelas: 100% 0%
30%
- Cakupan penerapan - Cakupan penerapan prinsip 50%
20%
prinsip pembelajaran pembelajaran yang:
yang: eksploratif, eksploratif, elaboratif, dan
elaboratif, dan konformatif: 100%
konformatif: 60% - Penerapan CTL: 100%
- Penerapan CTL: 80% - Penerapan pembelajaran
- Penerapan pembelajaran tuntas: 100%
tuntas: 100% - Penerapan Metode
- Penerapan Metode Scienctific: 100%
Scientific: 70% - Penerapan pembelajaran di
- Penerapan pembelajaran luar kelas/sekolah: 100%
di luar kelas/sekolah: 40% - Cakupan pelaksanaan
- Cakupan pelaksanaan penutup dalam
penutup dalam pembelajaran: 100%
pembelajaran: 80%
.. Hal.24
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
d Pelaksanaan penilaian Pelaksanaan penilaian
pembelajaran: pembelajaran:
- Pengembangan instrumen - Pengembangan instrumen 50%
penilaian hasil belajar penilaian hasil belajar
mengacu kepada AKM : mengacu pada AKM: 100%
50%
- Variasi model penilaian: 2 - Variasi model penilaian: 5 3 model
model model
- Pengolahan/analisis hasil - Pengolahan/analisis hasil 1 jenis berbasis
penilaian: 1 jenis manual penilaian: 2 jenis dengan ICT
- Pemanfaatan/tindak lanjut berbasis ICT
hasil penilaian: 1 manfaat - Pemanfaatan/tindak lanjut
hasil penilaian: 3 manfaat 2
kemanfaatan/tindak
-- lanjut
e Pengawasan proses Pengawasan proses
pembelajaran: pembelajaran:
- Cakupan kegiatan - Cakupan kegiatan
pemantauan pemantauan pembelajaran:
pembelajaran: 90% 100% 10%
10%
- Cakupan kegiatan - Cakupan kegiatan supervisi 20%
dipertahankan
supervisi pembelajaran: pembelajaran: 100% 20%
90%
- Cakupan kegiatan - Cakupan kegiatan evaluasi
evaluasi pembelajaran: pembelajaran: 100%
80%
- Dokumen pelaporan hasil
- Dokumen pelaporan hasil evaluasi pembelajaran:
evaluasi pembelajaran: 100%
100% - Cakupan tindak lanjut hasil
- Cakupan tindak lanjut evaluasi pembelajaran:
hasil evaluasi 100%
pembelajaran: 80%
4 StandarTenaga Pendidik StandarTenaga Pendidik dan
dan Tenaga Kependidikan: Tenaga Kependidikan:
a Kepala sekolah:
- Pelatihan TIK terkait - pelatihan TIK min. 5 kali 4 kali
0 kali
pembelajaran sekaligus program Microsoft
Excel
.. Hal.25
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
- Pelatihan Kepemimpinan: - Sudah mendapatkan
Pelatihan Calon Kepala pelatihan Cakep dan sudah
Sekolah (Cakep) memiliki NUK (Nomor Unik
Kepala Sekolah
1 kali
- Pelatihan manajerial - Sudah pelatihan manajerial
sekolah (MBS) sekolah (MBS) min. 1 kali
(Prodep) 1 kali
- Belum pelatihan - pelatihan kewirausahaan
kewirausahaan min. 3 kali
- Pelatihan supervisi, - pelatihan supervisi, 3 kali
monitoring, dan evaluasi monitoring, dan evaluasi 3 kali
sekolah sekolah min. 3 kali 2 kali
- Belum pelatihan - pelatihan administrasi cukup
administrasi persekolahan persekolahan min. 3 kali cukup
cukup
- Pelatihan KTSP - Sudah Pelatihan KTSP 50%
50%
berkarakter 1 kali berkarakter min 3 kali
50%
b Guru: (bersifat rata-rata) Guru: (bersifat rata-rata)
20%
- Jumlah guru keseluruhan: - Jumlah guru keseluruhan
50%
24 sesuai kebutuhan mapel: 24 25%
80%
- Jumlah guru IPA: 2 orang - Jumlah guru IPA: 2 orang
100%
- Jumlah guru TIK: 1 orang - Jumlah guru TIK: 1 orang 50%
- Pelatihan CTL: 50% - Pelatihan CTL: 100% 75%
- Pelatihan pembelajaran - Pelatihan pembelajaran 4%
70%
tuntas: 50% tuntas: 100%
- Pelatihan penilaian dan - Pelatihan penilaian dan
evaluasi pembelajaran evaluasi pembelajaran:
50% 100%
- Pelatihan bahasa Inggris: - Pelatihan bahasa Inggris:
80% 100%
- Pelatihan TIK: 50% - Pelatihan TIK: 100%
- Pelatihan KTSP: 75% - Pelatihan KTSP: 100%
- Pelatihan penelitian - Pelatihan penelitian
pendidikan: 20% pendidikan: 100%
- Pelatihan kepribadian: 0% - Pelatihan kepribadian: 100%
- Pengabdian masyarakat: - Pengabdian masyarakat:
50% 100%
- Pelatihan Metode - Pelatihan Metode
Scientific: 25% Sciencetific: 100%
- Jumlah guru S1/D4: 90% - Jumlah guru S1/D4: 100%
.. Hal.26
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
- Jumlah guru bersertifikasi - Jumlah guru bersertifikasi 0%
profesi: 30% profesi: 100%
- Jumlah guru yang - Jumlah guru yang memiliki
memiliki komputer/laptop: 100%
komputer/laptop: 100%
Tenaga TU, Laboran, Tenaga TU, Laboran,
c Pustakawan, dll: (bersifat Pustakawan, dll: (bersifat
rata-rata) rata-rata)
- Jumlah tenaga TU: 2 - Jumlah tenaga TU: 2 orang
orang - Pelatihan TIK: 100% cukup
- Pelatihan TIK: 75% - Pelatihan bahasa Inggris: 25%
- Pelatihan bahasa Inggris: 100% 90%
10% - Pelatihan bidangnya: 100%
- Pelatihan bidangnya: 50% - Pelatihan manajemen sesuai 50%
- Pelatihan manajemen bidangnya: 100% 95%
sesuai bidangnya: 5% - Jumlah laboran IPA: 2 orang
- Jumlah laboran IPA: 2 cukup
orang
5 Standar Sarana dan Standar Sarana dan Prasarana
Prasarana
a Sarana dan Prasarana Sarana dan Prasarana
Minimal Minimal
- Ruang kepala sekolah: 20 - Ruang kepala sekolah: min. sesuai standar
m2 12 m2
- Ruang wakil KS tidak ada - Ruang wakil KS ada perlu diadakan
sesuai standar
- Ruang kelas : standar - Ruang kelas standar 7X9m2 sesuai
- Ruang perpustakaan: - Ruang perpustakaan: standar
standar
- Ruang Lab. IPA: 1 buah - Ruang Lab. IPA: 1 buah cukup
cukup terpenuhi
- Ruang guru:standar (< - Ruang guru: standar (< 4m2
4m2 / guru) / guru)
- Gudang: ada - Gudang: ada cukup
- Ruang UKS : ada - Ruang UKS : ada cukup
b Sarana dan Prasarana Sarana dan Prasarana
Lainnya Lainnya
- Ruang Lab. Komputer: 1
- Ruang Lab. Komputer: buah Cukup
sesuai
ada - Ruang multi media: ada Perlu diadakan
- Ruang multi media: ada - Ruang akademik dan
pengembangan SIM: 2 buah
.. Hal.27
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
- Ruang akademik dan - Ruang kantin: ada standar Melebihi standar
pengembangan SIM: tidak
ada
- Ruang kantin: standar
(<10m2)
c Fasilitas Pembelajaran dan Fasilitas Pembelajaran dan
Penilaian Penilaian
- Daya listrik rendah (< - Daya listrik rendah (6000W) 3000W
3000W)
- Komputer Guru: 1 - Komputer Guru: 3 Kurang 2 bh
- Komputer TU: 2 buah - Komputer TU: 2 buah cukup
- Komputer perpustakaan: 3 - Komputer perpustakaan: 10 kekurangan 7 bh
buah. buah
- Komputer Lab IPA: tidak - Komputer Lab IPA: 1 buah 1buah
ada
- Jaringan internet: ada - Jaringan internet: ada Dinaikan
kapasitas
- Sarana olah raga: 100% - Sarana olah raga: 100% interrnetnya
- Printer bewarna: 4 bh - Printer berwarna: 5 bh Melebihi standar
Kurang 1 bh
6. Standar Pengelolaan Standar Pengelolaan
Perangkat dokumen Perangkat dokumen pedoman
a pedoman pelaksanaan pelaksanaan rencana
rencana kerja/kegiatan: kerja/kegiatan:
- Dokumen RPS (RKS dan - Dokumen RPS (RKS dan 0%
RKAS): 100% RKAS): 100%
- Dokumen PPDB: 80% - Dokumen PPDB: 100% 20%
20%
- Dokumen Pedoman - Dokumen Pedoman
pembinaan kesiswaan: pembinaan kesiswaan: 100%
80%
- Dokumen tata tertib - Dokumen tata tertib sekolah: Ada, tersedia
sekolah: 100% 100%
- Dokumen kode etik - Dokumen kode etik sekolah: Ada tersedia
sekolah: 100% 100%
- Dokumen penugasan - Dokumen penugasan guru: Ada 100%
guru: 100% 100%
- Dokumen administrasi - Dokumen administrasi 30%
sekolah lainnya: 70% sekolah lainnya: 100%
b Struktur organisasi dan Struktur organisasi dan
mekanisme kerja: mekanisme kerja:
- Struktur organisasi: 100% - Struktur organisasi: 100% 0 %
lengkap lengkap
.. Hal.28
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
- Dokumen pembagian - Dokumen pembagian
tugas/kewenangan/tupoks tugas/kewenangan/tupoksi: 0%
i: 100% 100%
- Dokumen mekanisme - Dokumen mekanisme
fungsi/tugas organisasi: fungsi/tugas organisasi: 0%
100% 100%
Supervisi, monitoring, Supervisi, monitoring,
c evaluasi, dan akreditasi evaluasi, dan akreditasi:
sekolah:
- Tidak ada tim khusus - Ada tim khusus: 100% 100%
- Ada instrumen supervisi - Ada instrumen supervisi: tersedia
100 % 100%
- Ada instrumen monitoring - Ada instrumen monitoring: 0%
0%
100% 30%
0%
- Ada instrumen evaluasi - Ada instrumen evaluasi: 0%
0%
100% 0%
20%
- Ada instrumen akreditasi: - Ada instrumen akreditasi: 50%
70% 100% 0%
50%
- Ada pelaporan supervisi - Ada pelaporan supervisi: 0%
3 instansi
100%
cukup
- Ada pelaporan monitoring - Ada pelaporan monitoring:
100%
- Ada pelaporan evaluasi - Ada pelaporan evaluasi:
100%
- Ada pelaporan akreditasi - Ada pelaporan akreditasi
internal 100% internal: 100%
- Pendokumentasian : 80% - Pendokumentasian : 100%
- Tindak lanjut: 50% - Tindak lanjut: 100%
d Kemitraan dan peranserta Kemitraan dan peranserta
masyarakat: masyarakat:
- Dokumen keberadaan - Dokumen keberadaan
Komite Sekolah: 100% Komite Sekolah: 100%
- Dokumen program kerja - Dokumen program kerja
komite sekolah: 50% komite sekolah: 100%
- Kepengurusan komite - Kepengurusan komite
sekolah: 100% lengkap sekolah: 100% lengkap
- Perolehan kerjasama - Perolehan kerjasama dengan
dengan pihak lain: 2 pihak lain: 5 instansi
instansi
- Bantuan biaya pendidikan Ada Bantuan biaya pendidikan
dari orang tua siswa dari orang tua siswa
.. Hal.29
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
e SIM sekolah: SIM sekolah:
- Tidak terpasang PAS - Terpasang PAS (Paket 100%
(Paket Aplikasi Sekolah) Aplikasi Sekolah): 100%
- Tidak terpasang jaringan - Terpasang jaringan SIM: 100%
SIM 100%
7. Standar Pembiayaan Standar Pembiayaan
a Sumber dana: 3 buah Sumber dana: minimal 3buah sesuai
b Pengalokasian dana: 8 SNP Pengalikasian dana: minimal 8 sesuai
SNP
c Penggunaan dana: 100 % Penggunaan dana: 100% benar 0%
benar
d Pelaporan penggunaan dana: Pelaporan penggunaan dana: 0%
100% 100%
e Dokumen pendukung Dokumen pendukung pelaporan: 20%
pelaporan: 80% 100%
8. Standar Penilaian Standar Penilaian
Pendidikan: Pendidikan:
a Frekuensi ulangan harian oleh Frekuensi ulangan harian oleh 5%
guru: 95% guru: 100%
b Ulangan tengah semester Ulangan tengah semester yang 0%
yang dilakukan oleh guru: 0% dilakukan oleh guru: 0%
Cakupan materi ulangan akhir Cakupan materi ulangan akhir
c semester yang dilakukan semester yang dilakukan 0%
sekolah: 100% sekolah: 100%
Cakupan materi ulangan Cakupan materi ulangan
d kenaikan kelas oleh sekolah: kenaikan kelas oleh sekolah: 0%
100% 100%
Teknik-teknik penilaian yang Teknik-teknik penilaian yang
e dipergunakan guru dalam dipergunakan guru dalam 25%
pembelajaran: 75% pembelajaran: 100%
Instrumen yang Instrumen yang dikembangkan
f dikembangkan guru untuk guru untuk ulangan harian: 100% 20%
ulangan harian: 80%
Variasi instrumen yang Variasi instrumen yang
g dikembangkan sekolah untuk dikembangkan sekolah untuk 20%
ulangan akhir semester: 80% ulangan akhir semester: 100%
Variasi instrumen yang Variasi instrumen yang
h dikembangkan sekolah untuk dikembangkan sekolah untuk 20%
ulangan kenikan kelas: 80% ulangan kenaikan kelas: 100%
Mekanisme dan prosedur Mekanisme dan prosedur
i penilaian pendidikan oleh penilaian pendidikan oleh guru: 25%
guru: 75% terpenuhi 100% terpenuhi
.. Hal.30
No. Kondisi pendidikan saat ini Kondisi pendidikan masa Besarnya
datang (1 tahun) tantangan nyata
Mekanisme dan prosedur Mekanisme dan prosedur
j penilaian pendidikan oleh penilaian pendidikan oleh 10%
sekolah: 90% terpenuhi sekolah: 100% terpenuhi
9 Pengembangan Budaya dan Pengembangan Budaya dan
Lingkungan Sekolah: Lingkungan Sekolah:
a Pengembangan budaya Pengembangan budaya bersih: 20%
bersih: 80% 100%
Penciptaan lingkungan sehat, Penciptaan lingkungan sehat,
b asri, indah, rindang, sejuk, dll asri, indah, rindang, sejuk, dll 10%
(tamanisasi): 90% (tamanisasi): 100%
c Pemenuhan sistem Pemenuhan sistem 10%
sanitasi/drainasi: 90% sanitasi/drainasi: 100%
d Penciptaan budaya tata krama Penciptaan budaya tata krama 10%
“in action”: 90% “in action”: 100%
Peningkatan kerjasama Peningkatan kerjasama dengan
e dengan lembaga lain relevan: lembaga lain relevan: 5 lembaga 3 lembaga
2 lembaga
Pengembangan lomba-lomba Pengembangan lomba-lomba
f kebersihan, kesehatan, dll: 1 kebersihan, kesehatan, dll: 2 1 jenis lomba
lomba lomba
E. TUJUAN SITUASIONAL/SASARAN
a. Pengembangan Kurikulum ( Silabus/ATP, RPP/Modul Ajar, Sistim Penilaian,
Kurikulum Bahasa Inggris MIPA ) yang berintegrasikan dengan pendidikan karakter
Bangsa dengan penerapan Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.
b. Peningkatan Pengembangan SDM Pendidikan.
c. Pengembangan proses pembelajaran ( Pendekatan CTL, pendekatan pembelajaran
tuntas).
d. Peningkatan/pengembangan sarana dan fasilitas pendidikan.
e. Peningkatan / pengembangan pencapaian standar kelulusan maksimal.
f. Pengembangan standar penilaian
g. Peningkatan pembelajaran MIPA berbahasa Inggris.
h. Peningkatan rata-rata US yang diharapkan adalah + 0,25. Setiap tahunnya.
i. Diharapkan 95 % mampu menerima pelajaran yang disajikan dengan pengantar Bahasa
Inggris dan mengerti dengan baik .
.. Hal.31
j. Diharapkan 95 % siswa mampu menunjukkan dirinya sebagai siswa yang memiliki nilai
Plus.
k. Diharapkan 100 % siswa mampu mengakses berita melalui Internet. Kondisi saat ini 95
% siswa Mampu mengakses berita dari Internet, sehingga tantangannya adalah 5 %.
l. Diharapkan 80% siswa mampu mengoperasikan Microsoft Power Point. Kondisi saat
ini adalah 75% siswa mampu mengoperasikan Microsoft Power Point sehingga
tantangannya adalah 25%.
m. Diharapkan 100% Siswa mampu menerapkan nilai-nilai karakter bangsa di dalam
kehidupannya sehari-hari. Kondisi saat ini siswa hanya mampu menerapkan karakter
bangsa di dalam kehidupannya sehari-hari sebesar 60%, sehingga tantangannya adalah
40%.
n. Diharapkan siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan metode hybrid learning/
blended learning.
o. Diharapkan siswa mampu menerapkan kegiatan literasi selama belajar di rumah
maupun secara tatap muka langsung
p. Diharapkan siswa mampu mengembangkan katakter terkeit pembelajaran abad 4.0
dengan menerapkan 4C (colaboratif, creatif, critical thinking, dan communicative).
q. Diharapkan siswa mampu mendukung kerakan bebas sampah platik baik di lingkungan
tempat tinggal maupun di sekolah.
r. Diharapkan siswa kelas VII mampu melaksanakan kegiatan projek profil Pelajar
Pancasila.
s. Diharapkan siswa kelas VIII dan IXmampu melaksanakan kolaborasi projek antar mata
pelajaran.
F. IDENTIFIKASI URUSAN-URUSAN SEKOLAH UNTUK MENCAPAI SETIAP
SASARAN
(1) Sasaran 1 : Fungsi Kurikulum dan Fungsi Ketenagaan
(2) Sasaran 2 : Fungsi Ketenagaan dan Fungsi Monitoring / Evaluasi
(3) Sasaran 3 : Fungsi PBM, Fungsi Ketenagaan dan Fungsi Sarana/Prasarana
(4) Sasaran 4 : Fungsi Ketenagaan, Fungsi Sarana/Prasarana dan Fungsi Lingkungan
.. Hal.32
(5) Sasaran 5 : Fungsi PBM dan Fungsi Evaluasi
(6) Sasaran 6 : Fungsi Sarana dan Fungsi Ketenagaan
(7) Sasaran 7 : Fungsi PBM, Fungsi Pendukung PBM Ketenagaan, Fungsi Pendukung
PBM sarana Prasarana dan Fungsi Pendukung PBM Kesiswaan
(8) Sasaran 8 : Fungsi Ketenagaan, Fungsi Sarana/Prasarana, Fungsi Lingkungan
(9) Sasaran 9 : Fungsi Ketenagaan, Fungsi Sarana/Prasarana dan Fungsi Lingkungan
(10) Sarana 10 : Fungsi SDM, Fungsi Sarana/Prasarana, Fungsi Kepengawasan dan
Fungsi Hubungan Masyarakat
(11) Sasaran 11: Fungsi Hubungan Sekolah - Masyarakat, Fungsi Fasilitas dan Fungsi
Dana dan Sumbernya
(12) Sasaran 12: Fungsi Ketenagaan, Fungsi fasilitas dan Fungsi Dana dan sumbernya
G. ANALISIS SWOT
Sasaran 1: PENGEMBANGAN KURIKULUM
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat
Kesiapan
A. Faktor Internal Kurang terpenuhi, Faktornya
kriterianya: Siap Tidak
Dokumen Kurikulum Terpenuhi kriterianya: 75% memiliki
100% memiliki dokumen dokumen KTSP Siap
Tingkat Satuan KTSP Berkarakter berkarakter
√
Pendidikan (KTSP) K- 75% memiliki
dokumen KTSP √
13 berkarakter berkarakter
Kurang terpenuhi, √
100% memiliki dokumen kriterianya:
KTSP yang bermuatan 75% memiliki
lokal dokumen program
Tahunan, Semester,
Dokumen Program Terpenuhi kriterianya: Pemetaan,
tahunan, Semester, Dokumen program
Pemetaan silabus/ATP, tahunan, Semester,
RPP/Modul Ajar, Pemetaan Silabus/ATP,
Program Remidi, dan RPP/Modul Ajar,
Sistem Penilaian
.. Hal.33
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Tingkat
Kesiapan
Dokumen Kurikulum Program Remidi, dan Silabus/ATP, Faktornya
yang telah system Penilaian Siap Tidak
dikembangkan RPP/Modul ajar,
Terpenuhi, kriterianya: Siap
100% memiliki dokumen Program Remidi dan
Kurikulum yang telah √
dikembangkan sesuai system Penilaian
kebutuhan sekolah
Kurang terpenuhi,
kriterianya:
75% memiliki
dokumen kurikulum
yang telah
dikembangkan
sesuai kebutuhan
sekolah
Tingkat
Kriteria Kesiapan
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kondisi Nyata Faktornya
B. Faktor Siap Tidak
Eksternal Siap
Dukungan Tingi, kriterianya: Kurang terpenuhi, V
Pemerintah 100% Dokumen kriterianya:
(Disdikpora Provinsi KTSP berkarakter
dan Kota) serta disusun sesuai ● 100% memiliki
Komete sekolah dengan kebutuhan dokumen KTSP
dalam penyusunan sekolah berkarakter yang
Kurikulum Tingkat disusun sesuai
Satuan Pendidikan dengan
(KTSP) Berkarakter. kebutuhan
sekolah
Dukungan Yayasan
dan Komite Sekolah Tinggi kriterianya: Kurang terpenuhi, V
dalam Minimal 50% kriterianya:
memperbanyak/peng dianggarkan dalam
gandaan dokumen RKAS dari dana ● Dianggarkan
KTSP yang disusun komite dalam RAPBS
berdasarkan baru 25 % dari
kebutuhan sekolah dana yang
dibutuhkan
.. Hal.34
Tingkat
Kriteria Kesiapan
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
Ada kerjasama, Ada kerjasama, V
kriterianya: kriterianya:
Kerjasama dengan Ada Mou/
lembaga sertifikat ● Ada MoU
Kependidikan lain kerjasama/ surat pengembangan
dalam pengembangan perjanjian dengan kurikulum
isi kurikulum Cambridge Cambridge
University
Sasaran 2: PENGEMBANGAN PROSES PEMBELAJARAN
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
1. Faktor Internal
a. Keragaman Bervariasi, Memadai, kriterianya:
Metode yang kriterinya: 75% guru menerapkan V
digunakan 100% persen guru metode Scientific dan
dalam PBM menerapkan kurang bervariasi
pendekatan
Scientific
berkarakter dan
bervariasi
b. Keragaman Beragam sesuai Bervariasi, kriterianya: V
media dengan kompetensi, 75% guru menggunakan V
kriterianya: media pembelajaran
pembelajaran 100% jumlah media sesuai berbasis TIK dan
yang terpenuhi seperti menerapkan Scienctifik
media elektronik, tetapi variasinya perlu
digunakan oleh modelling, dan alam ditingkatkan
guru dalam Beragam sesuai Memadai, kriterianya:
dengan
PBM kompetensinya, ● 70% guru sudah
c. Sistem kriterianya: menerapkan
penilaian dalam Penilaian harian, sistem penilaian
Penilaian tugas, sesuai dengan
PBM kriteria.
.. Hal.35
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
Penilaian pekerjaan
rumah, Penilaian
hasil karya siswa,
Penilaian prestasi
siswa, Penilaian
portofolio, Penilaian
ulangan tengah
semester, Penilaian
ulangan akhir
semester, Penilaian
karakter
2. Faktor Sangat mendukung,
eksternal
a. Lingkungan kriterianya: Sangat mendukung,
sosial sekolah
● 100% aman kriterianya: V
b. Lingkungan
fisik sekolah ● Tidak ada ● 100% aman
tindakan ● Tidak ada
kriminalitas tindakan
● Tidak ada kriminalitas
tempat- ● Tidak ada tempat-
tempat tempat rawan,
rawan, asusila, amoral di
asusila, sekitar sekolah
amoral di ● Mayoritas
sekitar masyarakat
sekolah peduli sekolah
● Mayoritas
masyarakat
peduli
sekolah
Sangat mendukung, Sangat kondusif,
kriterianya: kriterianya:
● 100% bersih ● 100% bersih dari V
dari kotoran kotoran
● Taman ● Taman sekolah
sekolah tertata rapi,
tertata rapi, teratur dan indah
teratur dan ● 100% sanitasi
indah terpenuhi
.. Hal.36
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
● 100% ● Tidak ada Siap Tidak
sanitasi kerusakan sarana Siap
terpenuhi dan prasarana
● Tidak ada
kerusakan
sarana dan
prasarana
Sasaran 3 : STANDAR PENILAIAN
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
1. Faktor Internal:
a. Supervisi klinis Memadai, kriterianya: Memadai, kriterianya: Siap Tidak
: KTSP 2013 ● 100% guru telah 100% guru telah Siap
berkarakter disupervisi oleh disupervisi oleh kepala
Kepala sekolah/ sekolah/ kaur kurikulum/ V
2. Faktor eksternal kaur kurikulum/ guru yang ditugaskan
a. Monitoring dari guru yang
Disdikpora ditugaskan Kurang, kriterianya:
Tidak ada monitoring
Tinggi, kriterianya: yang kontinyu dari: V
● Ada monitoring
dari: 1. Ditjen Dikdas
1. Ditjen Kementrian
Dikdas Pendidikan
Kementrian pusat
Pendidikan
pusat 2. Dinas Dikpora
Provinsi Bali
.. Hal.37
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
2. Dinas 3. Dinas Dikpora Siap Tidak
Dikpora Kota Siap
Provinsi Bali Denpasar
3. Dinas 4. Komite
Dikpora sekolah
Kota
Denpasar
4. Komite
sekolah
Sasaran 4 : PENINGKATAN PENGEMBANGAN TENAGA PENDIDIK DAN
KEPENDIDIKAN
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
B FUNGSI
Siap Tidak
KETENAGAAN Siap
1.Faktor Internal:
a. Kualifikasi Terpenuhi kriterianya: Kurang terpenuhi, √
Kriterianya: √
Pendidikan o 100% guru
berijasah S1 o 96% guru sudah
b.Kompetensi Guru berijasah S1
o 100% guru
tel;ah o 70% guru telah √
mendapatkan mendapatkan
pelatihan pelatihan
kurikulum penyususnan
KTSP 2013 kurikulum KTSP
berkarakter 2013 berkarkter
o 100% guru o 100% guru
diberikan diberikan
kesempatan kesempatan
melanjutkan melanjutkan
pendidikannya
.. Hal.38
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
c. Motivasi Kerja pendidikan ke ke jenjang lebih Siap Tidak
Guru jenjang yang tinggi. Siap
lebih tinggi. o 50% guru
o 100% guru diberikan √
diberikan kesempatan
kesempatan mengikuti √
mengikuti kursus-kursus
kursus-kursus untuk √
untuk memperluas √
memperluas wawasan
wawasan terhadap
terhadap kependidikan
kependidikan Kurang terpenuhi,
Terpenuhi, kriterianya: kriterianya:
● 100% ● 70% kompetensi
kompetensi guru tinggi dapat
guru tinggi dilihat dari hasil
dapat dilihat test kompetensi
dari hasil test guru pada
kompetensi seleksi sertifikasi
guru pada guru
seleksi Kurang terpenuhi,
sertifikasi guru Kriterianya:
o 100% guru dapat
Terpenuhi, kriterianya: menyelesaikan
o 100% guru tugas dengan
dapat tepat waktu
menyelesaikan o 100% guru
tiugas dengan memiliki
tepat waktu tanggung jawab
o 100% guru yang tinggi
memiliki dalam
tanggung jawab melaksanakan
tinggi dalam dan mengerjakan
melaksanakan tugas-tugas
dan
mengerjakan
tugas-tugas
.. Hal.39
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
d. Beban Mengajar Terpenuhi, kriterianya: Terpenuhi, V
Guru ● Minimal guru kriterianya:
mengajar
2. Faktor Eksternal: sebanyak 24 ● Minimal guru
a. Pengalaman jam/ minggu mengajar
sebanyak 24
mengajar guru Terpenuhi, kriterianya: jam/ minggu
o Rata-rata
memiliki Kurang, terpenuhim √
pengalaman kriterianya:
lebih dari 5th
mengajat sesuai o 90% guru
dengan sudah
bidangnya memiliki
pengalaman
lebih dari 5
tahun sesuai
dengan
bidangnya
b. Fasilitas dan Terpenuhi, kriterianya: Kurang terpenuhi,
kesempatan o 100% guru kriterianya:
membuat Karya
pengembangan guru Tulis o 10% guru
membuat
100% guru melakukan karya tulis √
penelitian Tindakan √
Kelas o 10% guru
melakukan √
penelitian √
tindakan kelas
1.Fungsi internal Terpenuhi Kriteria: Terpenuhi Kriteria:
a.. Jumlah guru dan ● Rasio guru = 1 : ● Rasio guru: =
pegawai 20 1 : 10
● Rasio pegawai = ● Rasio pegawai
1 ; 120 = 1 : 25
.. Hal.40
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
b. Profesionalisme Terpenuhi Kriteria: Kurang terpenuhi
pendidikan dengan kriteria:
● 100% guru dan ● Hanya 50% √
guru dan
pegawai diberikan pegawai
diberikan
kesempatan kesempatan
untuk
mengikuti kursus- mengikuti
pelatihan/kursu
kursus untuk s untuk
memperluas
memperluas wawsannya
terhadap
wawasan terhadap kependidikan.
kependidikan. ● 80% guru dan
pegawai
● 100% guru dan diberikan √
kesempatan
pegawai diberikan mengikuti √
pelatihan √
kesempatan sebagai
pengelola Lab
mengikuti pelatihan Bahasa, IPA,
Komputer dan
sebagai pengelola Perpustakaan
Lab Bahasa, IPA, ● 90% guru dan
pegawai
Komputer dan mampu
mengembangka
perpustakaan. n potensinya
sesuai dengan
● 100% guru dan tugasnya
pegawai mampu
mengembangkan ● 100% guru dan
potensinya sesuai pegawai
dengan tugasnya. menguasai IT
dan 80%
● 100% guru dan
pegawai menguasai
IT dan bahasa Inggris
sebagai persiapan
menuju SBI
.. Hal.41
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
c. Kompetensi
Guru Siap Tidak
Siap
Terpenuhi Kriteria: mampu
berbahasa
● 100% guru Inggris pasif
dan aktif untuk
kompetensinya persiapan
menuju SBI
minimal 75 yaitu Terpenuhi kriteria:
Melalui supervisi kelas
mampu: maka kondisi saat ini:
✔ Menguasai ● 100% guru √
menguasai √
bahan ajar bahan ajar
√
✔ Landasan ● 100% memiliki √
landasan √
pendidikan pendidikan
√
✔ Mengelola ● 90% mempu √
mengelola
program program PBM
belajar ● Mengelola
kelas 90%
mengajar
● 60%
✔ Mengelola menggunakan
media dan
kelas strategi belajar
mengajar
✔ Menggunaka
● 80% menilai
n media dan prestais peserta
didik
strategi
● 75% mengenal
belajat fungsi
bimbingan
mengajar pelayanan
penyuluhan
✔ Menilai
prestasi
peserta didik
✔ Mengenal
fungsi dan
program
pelayanan dan
bimbingan
penyuluhan
✔ Mengenal
penyelenggar
aan
.. Hal.42
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
administrasi ● 70% mengenal Siap Tidak
sekolah penyelenggaraa Siap
n administrasi
sekolah. √
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
d. Kompetensi Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Pegawai TU
Siap Tidak
e. Motivasi Kerja Siap
guru
Terpenuhi kriterianya: Kurang terpenuhi,
kriterianya:
● 100% pegawai √
● 5% pegawai
memiliki memiliki
kemampuan
kemampunan dalam
menyelesaikan
dalam tugas-tugas
adminsitrasi
menyelesaikan kelembagaan
menggunakan IT.
tugas-tugas
Tinggi, kriterianya:
administrasi 100% guru dapat
menyelesaikan tugas-
kelembagaan tugas dengan tepat
waktu.
menggunakan
100% guru memiliki
IT. tanggungjawab tinggi
dalam melaksanakan dan
Tinggi, kriterianya: mengerjakan tugas-tugas
● 100% guru V
V
dapat
menyelesaikan
tugas dengan
tepat waktu
● 100% guru
memiliki
tanggungjawab
tinggi dalam
melaksanakan
dan
.. Hal.43
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
f. Motivasi kerja
pegawai Siap Tidak
Siap
2. Faktor
Eksternal mengerjakan Memadai, kriterianya: V
tugas-tugas ● 90% pegawai
a.Pengalaman dapat V
kerja Tinggi, kriterianya: menyelesaikan
● 100% pegawai tugas dengan
dapat tepat waktu
menyelesaikan ● 100% pegawai
tugas dengan memiliki
tepat waktu. tanggungjawab
● 100% pegawai tinggi dalam
memiliki melaksanakan
tanggungjawab dan mengerjakan
tinggi dalam tugas-tugas.
melaksanakan
dan
mengerjakan
tugas-tugas
Terpenuhi, kriterianya: Memadai, kriterinya: V
● Rata-rata guru ● 96% guru V
mengajar lebih mengeajar sesuai
dari 5 tahun dengan latar
sesuai dengan belakang
latar belakang pendiudikannya.
pendidikan. ● Rata-rata
● Rata-rata pegawai
pegawai melaksanakan
melaksanakan atugasnya sesuai
tugasnya sesuai dengan
dengan pembagian tugas
pembagian tugas dan bekerja lebih
dan bekerja dari 5 tahun
lebih dari 5
tahun
.. Hal.44
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
b. Fasilitas dan Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
kesempatan
pengembangan Siap Tidak
guru dan Siap
pegawai
c. Persiapan guru Terpenuhi, kriterianya: Memadai, kriterianya:
saat mengajar
100% guru dan pegawai 75% guru dan pegawai
d. Mengikuti
mendapat kesempatan mendapatkan V
untuk mengembangkan kesempatan untuk
diri sesuai dengan mengembangkan diri
bidangnya dan sesuai dengan
meningkatkan bidangnya dan
kompetensinya. meningkatkan
kompetensinya
Terpenuhi, kriterianya: Terpenuhi, kriterianya:
100% persiapan 100% persiapan
mengajar lengkap mengajar lengkap V
diantaranya: diantaranya:
1. Jadwal 1. Jadwal
mengajar mengajar
2. Program 2. Program
tahunan tahunan
3. Porgram 3. Porgram
semester semester
4. Pemetaan 4. Pemetaan
SK/KD SK/KD
terhadap terhadap
aspek aspek
penilaian penilaian
silabus silabus
5. Silabus dan 5. Silabus dan
sistem sistem
penilaian penilaian
6. Rencana 6. Rencana
Pelaksanaan Pelaksanaan
Pembelajaran Pembelajaran
7. Analisis 7. Analisis
Hasil belajar Hasil belajar
siswa siswa
8. Program 8. Program
remidial remidial
9. Kalender 9. Kalender
pendidikan pendidikan
Tinggi, kriterianya: Memadai, kriterianya:
.. Hal.45
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
seminar/
workshop/ 50% guru pernah Siap Tidak
simposium mengikuti seminar/ Siap
workshop/ simposium
● 100% guru V
pernah mengikuti
seminar/
workshop/
simposium
SASARAN 5 : PENGEMBANGAN SARANA DAN PRASARANA
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
1.Perpustakaan: Terpenuhi, kriterianya: Terpenuhi, kriterianya: V
1. Faktor Internal ● Rasio siswa ; V
a. Buku setiap mata ● Rasio siswa : buku = 1: 1
pelajaran buku = 1 : 1 V
b. Jumlah buku Memadai, kriterianya:
penunjang Terpenuhi, kriterinya: ● Rasio buku : V
● Rasio siswa : siswa= 2 : 1
2.Faktor eksternal buku = 1: 1
a. Dukungan orang Memadai, kriterianya:
tua dalam Tinggi, kriterianya: ● Ada
● Ada sumbangan sumbangan
melengkapi dari orang tua dari orang tua
perpustakaan minimal 200 rata-rata 50
buku setiap buku per tahun
b. Kerja sama tahun. sesuai dengan
dengan toko jumlah siswa
Ada kerjasama, yang tamat
buku kriterianya:
Tidak ada, kriterianya:
c. Dukungan dari ● Ada MoU/ surat ● Tidak ada
pemerintah perjanjian kerjasama
dengan toko dengan toko
buku buku.
Tinggi, kriterianya: Memadai,
kriterianya:Ada
.. Hal.46
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
Ada sumbangan dari sumbangan dari V
Disdikpora Provinsi
pemerintah pusat/ Bali sebanyak lebih
dari 250 buku, tetapi
Provinsi/ Kota sebanyak tidak berkelanjutan
minimal 100 buku/
tahun
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
2. Faktor Terpenuhi, kriterianya: Terpenuhi, kroterianya:
Eksternal ● 90% siswa merasa
a. Kenyamanan ● 100% siswa nyaman berada di V
perpustakaan V
b. Ketenangan merasa nyaman karena berAC
V
2. Kelengkapan berada di Terpenuhi, kroterianya: V
buku ● 90% siswa merasa
perpustakaan tenang berada di
Penunjang perpustakaan
guru Terpenuhi, kriterianya: karena lokasi
3. Penyimpanan perpustakaan yang
media ● 100% siswa strategis
Pembelajaran merasa tenang Terpenuhi, kriterianya:
● 75% buku tersedia
berada di untuk penunjang
guru
perpustakaan
Belum memadai,
Terpenuhi, kriterianya: kriterianya:
● 100% tersedia
buku penunjang ● Tempat
guru penyimpanan
media bari
Memadai, kriterianya: menampung 75%
● 100% tersedia
tempat
khusus/almari
file untuk
menyimpan
.. Hal.47
Tingkat
Fungsi dan Kesiapan
Faktornya
Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
4.Dukungan media media V
Komite dalam elektronik dan pembelajaran
non- elektronik V
pengembangan Sangat mendukung, Sangat mendukung,
sarana kriterianya: kriterianya:
● 100%
pendidikan mendukung ● 100% mendukung
pengembangan pengembangan
5.Dukungan sarana sarana pendidikan
pemerintah Pusat/ pendidikan
Memadai, Kriterianya: Belum Memadai,
Daerah/ Kota ● Ada bantuan kriterianya:
pusat/ daerah/
Kota dalam ● 10% pemerintah
pengembangan pusat/daerah/Kota
sarpras memberi bantuan
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
6.Audio System
Kurang, kriterianya: Kurang mendukung, Siap Tidak
● Audio system kriterianya Siap
harus bagus
● Alat-alat musik ● Audio system √
dalam kondisi sudah
bagus diperbaiki √
● Tape player
lengkap dan ● Beberapa alat- √
dalam kondisi alat music
bagus bagus
● Tape player
untuk recorder
berfungsi baik
7. Laptop sekolah Kurang, kriterianya: Kurang, kriterianya:
.. Hal.48
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
● Rasio laptop: 1 ● Rasio laptop: 1 Siap Tidak
guru : 1 laptop laptop: 1 guru Siap
√
8. Kebutuhan di TU Kurang, kriterianya: Kurang, Kriterianya:
● Lemari file
9.Ruang Lab Sains ● Lemari jumlahnya √
belum
10 Ruang Lab. penyimpanan memadai V
Komputer V
arsip jumlahnya Memadai, kriterianya: √
● 100%
mencukupi. memenuhi
standard
Memadai, kriterianya: Cambridge
● 100% Memadai, kriterianya:
● 100%
memenuhi memenuhi
rasio: 6 siswa:
standar nasional 1 komputer
● 100% kondisi
dan Cambridge komputer
bagus
Memadai, kriterianya:
● Rasio jumlah
komputer: 1
siswa: 1
komputer
● 100% kondisi
komputer bagus
11.Ruang kelas Memadai, kriterianya: Memadai, kriterianya:
● Rasio meja ● Rasio meja
belajar: 1 siswa: belajar siswa: 1 V
1 meja siswa: 1 meja V
● Rasio LCD ● Rasio LCD √
projector: 1 Projektor: 1
kelas 1 LCD kelas : 1 LCD
projektor projector
● 100% Korden ● Korden
lengkap dan lengkap dan
kondisi bagus kondisi kurang
bagus
12 Sarana Memadai kriterianya: ● 1 samrtboard 3 √
Pembelajran daring ● 1 smartboard 1 guru
kelas dan guru guru
● 1 webcam tripod ● 1 webcam: 1 3
1 guru
.. Hal.49
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
● 1 1 router 1 guru ● 1 router : 2 √
guru
√
Tingkat
Kesiapan
Fungsi dan Faktornya Kriteria Kesiapan Kondisi Nyata Faktornya
Siap Tidak
Siap
● Terdapat locker ● Belum ada V
untuk siswa loker untuk
siswa
dengan rasio: 1
loker: 1 siswa Cukup memadai, V
kriterianya:
12. Canteen Memadai, kriterianya: ● 80%
menampung
● Menampung siswa pada saat
semua siswa istirahat
saat istirahat
● Bersih, sehat ● Cukup bersih, √
dan nyaman sehat dan
untuk siswa
nyaman untuk
Memadai, kriterianya: siswa
a.Lapangan
14. Fasilitas olah Cukup memadai, √
raga ● 100% lapangan kriterianya: √
(basket, sepak a.Lapangan
a. lapangan bola,
b. peralatan badminton, ● 1000% kondisi
atletik) dalam lapangan
kondisi bagus. bagus( ring
b.Peralatan basket rusak)
● 100% peralatan b.Peralatan
● 20% peralatan
untuk semua
jenis kegiatan rusak
.. Hal.50