The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan Tahunan 2022-409-Wahyudi Azhari Rabha, S.Pi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by azhariwahyudi, 2022-12-08 18:55:02

Laporan Tahunan 2022-409-Wahyudi Azhari Rabha, S.Pi

Laporan Tahunan 2022-409-Wahyudi Azhari Rabha, S.Pi

Pola Produksi

Faktor

Yang Mempengaru

a. Air Laut
Mutu air laut (terutama dari s
kontaminasi dengan air sunga
yang diperlukan untuk pemek

b. Keadaan Cuaca
Panjang kemarau berp
“kesempatan” yang diberik
garam dengan pertolongan
Curah hujan (intensitas) dan
setahun rata-rata merupaka
dengan panjang kemarau ya
daya penguapan air laut.
Kecepatan angin, kelembab
mempengaruhi kecepatan
besar penguapan maka ma
yang mengendap

Teknis
uhi Produksi Garam

segi kadar garamnya (termasuk
ai), sangat mempengaruhi waktu
katan (penguapan).

pengaruh langsung kepada
kan kepada kita untuk membuat
sinar matahari.
n pola hujan distribusinya dalam
an indikator yang berkaitan erat
ang kesemuanya mempengaruhi

ban udara dan suhu udara sangat
penguapan air, dimana makin
akin besar jumlah kristal garam

c. Tanah
• Sifat porositas tanah memp
(kebocoran) air laut kedalam ta
meja.
• Bila kecepatan perembesan in
penguapannya, apalagi bila t
garam, maka tidak akan
mempengaruhi pula warna da
terbawa oleh garam yang dihasi

d. Pengaruh air
• Pengaturan aliran dan tebal air d
dalam kaitannya dengan faktor-f
kelembaban udara merupakan g
pemindahan massa).
• Kadar/kepekatan air tua yang m
mempengaruhi mutu hasil.
• Pada kristalisasi garam konsentr
29°Be. Bila konsentrasi air tua b
(Kalsium Sulfat) akan banyak me
lebih dari 29°Be Magnesium aka

pengaruhi kecepatan perembesan
anah yang di peminihan ataupun di
ni lebih besar daripada kecepatan
terjadi hujan selama pembuatan

dihasilkan garam. Jenis tanah
an ketidakmurnian (impurity) yang
ilkan.
dari peminihan satu ke berikutnya
faktor arah kecepatan angin dan
gabungan penguapan air (koefisien
masuk ke meja kristalisasi akan
rasi air garam harus antara 25–
belum mencapai 25°Be maka gips
engendap, bila konsentrasi air tua
an banyak mengendap

Pengolahan T
di Meja – meja

1. Peminihan (Penguapan)
a. Selama tiga hari pertama air la

untuk membersihkan waduk
Mulai hari keempat sesuai d
laut mulai ditahan di dalam
minimal 2 °Be atau 20 gram/lit
b.Pompa-pompa besar mulai dija
peminihan-peminihan dan mej

Tanah dan Air
dan Kristalisasi

aut yang keluar masuk digunakan
dari air hujan atau air tawar.

dengan perkembangan iklim, air
m tambak sampai konsentrasi
ter.
alankan untuk mengisi
ja-meja.

c. Setelah seluruh areal pemin
air ditutup, sehingga tebal a
urutan-urutannya memiliki k

d. Bersamaan dengan pengat
peminihan dimulai pekerjaa
laut pada pintu air utama, d
tempat kalau tambaknya s
masing peminihan tepatnya
terdapat patok ukuran air ya

e. Air laut ditimbang deng
dilakukan secara tertib
pembuatan garam

nihan terendam air laut pintu
air di peminihan sesuai dengan
ketebalan minimal 7,5 cm.
turan ketebalan air laut pada
an penimbangan konsentrasi air
di dalam tambak (sedikitnya di 3
sangat luas) dan pada masing-
a pada tempat-tempat dimana
ang dipasang.
gan Baume meter, pencatatan
setiap hari selama musim

2. Penampungan Air Tua
• Proses penampungan air
adalah sebagai berikut:
• Air dari petak peminihan
ditampung dalam petak a
• Ketinggian air pada petak
• Air dalam petak air tua d
garam dan dilakukan sec

r tua yang harus dilakukan

n (16 s.d 20 Be) selanjutnya
air tua
k air tua 30 cm
dapat dialirkan ke meja-meja
cara terus - menerus

3. Pengolahan Tanah dan Air di Me

• Beberapa tahapan dalam p
dilakukan sebagai berikut:

• Pengeringan pendahuluan dila
laut dialirkan untuk menghil
pertama dilakukan mulai dar
sehingga konsentrasinya menc

• Pemadatan dengan menggun
dilakukan setelah pengerin
dijemur hingga kering selam
dipemadatan dengan men
pemadatan dengan mengguna

• Setelah meja mengalami p
pemadatan dengan mengguna
akan mencapai maksimum 1
pengeringan kedua yang secar
pertama.

eja-meja

pengolahan tanah di meja garam

akukan sebelum atau pada waktu air
langkan lumut-lumut. Pengeringan
ri meja terendah dalam satu seri,
capai maksimum 3 – 6 °Be.

nakan guluk pertama pada meja
ngan pertama selesai dan lahan
ma 1 – 2 hari, kemudian dasarnya
nggunakan guluk menggunakan
akan guluk kayu.

proses pengeringan pertama dan
akan guluk pertama konsentrasi air
10 –14 °Be. Selanjutnya dilakukan
ra teknis sama dengan pengeringan

• Pemadatan dengan mengguna
kedua dilakukan 1 – 2 h
pengeringan kedua pada kondisi
dalam keadaan kering. Pelaksa
pemadatan dengan mengguna
kedua sama seperti pemadat
menggunakan guluk pertama seh
meja yang sudah menjala
pengeringan kedua dan pemada
menggunakan guluk kedua be
bersih, rata, keras dan padat. ir.

• Setelah air di dalam meja yan
pemadatan dengan menggunaka
mencapai maksimum 20 – 23 °B
terakhir pada meja tersebut.

• Pemadatan dengan menggunakan
setelah pengeringan terakhir da
keadaan kering. Pelaksanaan tekn
guluk terakhir sama dengan pema
dengan menggunakan guluk b
persiapan lepas air.

akan guluk
hari setelah
i dasar meja
anaan teknis
nakan guluk
tan dengan
hingga dasar
ani proses
atan dengan
enar- benar
ng telah dipengeringan kedua dan
an guluk kedua, konsentrasi air akan
Be selanjutnya dilakukan pengeringan
n guluk terakhir dilakukan 1 – 2 hari
an pada kondisi dasar meja dalam
nis pemadatan dengan menggunakan
adatan pertama dan kedua, dilakukan
beton besar sebagai syarat untuk

Pengeluaran Air

• Setelah meja mengalami pro
pemadatan dengan mengg
konsentrasi air yang ada dia
selanjutnya Lepas Air Tua (L
dilakukan.

• Proses LAT adalah sebagai be
• LAT dilakukan antara jam 10.

25 Be.
• LAT pada meja-meja lainnya

yang sama. (tambahkan gam

Tua (Lepas Air Tua)

oses pengeringan terakhir dan
gunakan guluk terakhir, serta
atasnya telah mencapai 25 Be,
LAT) pada meja tersebut dapat
erikut :
.00 s/d 13.00, pada konsentrasi

berurutan keatas di dalam seri
mbar)

Kristali

• Setelah proses meja LAT berakh
kristalisasi garam, selanjutnya
pemeliharaan proses kristalisasi da
yang sudah LAT dengan menambahk
yang memiliki konsentrasi 25 - 29 °
hari ke dalam meja serta tetap
ketebalan air minimal 5 cm, ke da
kristal dilakukan penambahan brin
konsentrasi minimal 25 – 26 °Be.

• Pada sistem pemanenan yang dilak
garam dipelihara selama 30 hari seb
waktu dari LAT ke proses perataan s
berumur 30 hari disebut lantai g
pemanenan garam selanjutnya. Pad
dipelihara selama 15 – 20 hari, set
lantai tanah.

isasi

hir terjadi
dilakukan

alam meja
kan air tua
°Be setiap

menjaga
alam meja
ne dengan

kukan PT. GARAM (Persero), kristal
belum dilakukan perataan. Selang
selama 30 hari. Lapisan garam yang
garam yang menjadi dasar pada
da metode maduris kristal garam
telah itu langsung dipungut diatas

Pengendalian Standar M
Pegara

No Standar

1. Saluran - Mampu memenuh

Primer/Saluran kelompok.

Utama - Dilengkapi pintu ai

2. Saluran - Memenuhi kebutuh

Sekunder/Saluran - Dilengkapi pintu ai

Cabang - Kuantitas dan kual

3. Kolam - Mampu memenuh

Penampungan - Mampu mengenda

Pertama/ Waduk - Dapat menampung

air muda/

Pengendapan

4. Kolam - Air yang meresap

Penguapan/ - Kecepatan pengua

Peminihan/Evapor - Proses pengenda

ator ( 3 - 22 °Be ) sempurna.

- Kedalaman air dise

aliran (buka tutup

dan kincir angin at

Manajemen Mutu Lahan
raman

Kondisi yang diharapkan
hi kebutuhan air laut untuk luas lahan yang dikelola

ir untuk menahan adanya pasang surut air laut.
han untuk luas areal sentra kelompok kecil.
ir atau pompa air
litas air laut memenuhi persyaratan.
hi kebutuhan air kolam berikutnya secara kontinyu.
apkan lumpur secara sempurna.
g air sebagai pengganti penguapan minimal 15 hari.

kebawah seminimal mungkin. gypsum
apan optimal.
apan garam, calsium carbonat dan

esuaikan dengan kondisi cuaca dan iklim setempat,
pintu air) dilengkapi dengan saluran pengolahan air
tau pompa air.

5. Kolam air tua ( 23 - 25 °Be ) - Resapan
6. Meja garam / meja kristalisasi - Konsentr
- Rata dan
( 25 - 29 °Be ) - Resapan
- Lumpur s
7. Saluran Buangan - Tebal air
- Pemeliha
- Dilakuka
- Waktu pa
- Meja kris

penguap
- Tidak ad
- Dapat m
- Air da

dalam
dapat

8. Uji kualitas air dan garam - Standar
- Uji kadar
9. Pengamatan kualitas dan - Tersedia
kuantitas air pada saluran, air
laut, kolam penguapan / lengkap
peminihan, meja kristalisasi

n air ke dalam tanah seminimal mungkin.
rasi LAT 25 °Be.
n padat.
n seminimal mungkin.
sedikit mungkin.
r tua 3 – 5 cm.
araan kristal garam tepat waktu.
an pengamatan kristal garam.
anen > 10 hari.
stal tidak berdekatan dengan air muda (kolam
pan dengan meja tidak berdekatan).
da rembesan air muda / bocoran air.
menampung air dari meja kristalisasi.
ari saluran harus dibuang, tidak boleh di campur ke
m kolam penguapan karena kandungan magnesium
menurunkan kualitas garam berikutnya.

satuan Baume meter (°Be).
r air dari kadar NaCl.
anya data dan informasi produksi pegaraman yang
dan akurat.

Macam - MacamTeknik

• Tradisional
• Semi Intensif
• Teknologi Ulir Filter (TUF)
• Backyard
• Pemakaian Zat Aditif
• Sistem Prisma
• Sistem Katup (On/Off) / Tu
• Sistem Bestekin (Mikro/Sp
• Sistem Rumah Kaca (Gara
• Full Geomembran
• Sistem Rebus
• Intensif

k Pembuatan Garam

unnel
prayer)
am Piramida)

Tata Letak Petak Garam

m Secara Tradisional

Teknik tradisional

• Proses sederhana
• Air laut (3-3,5 Be)
• Petak reservoir (16 Be
• Meja garam (25 Be)
• Kristal garam
• Panen

e)

Teknik Semi Intens

sif

Teknik Semi Intens

• Air Laut
• Petak Penampungan A
• Ulir
• Petak Penampungan A
• Meja Garam
• Panen

sif

Air Laut
Air Tua

Desain Teknologi U

Ulir Filter

“Sketsa L

II 4 ulir

I3
2

1

Kolam Buffer

Lahan”

5

Meja-meja
Kristalisasi

TEKNIK BACK YAR

RD

Teknik Bakyard

• Memanfaatkan lahan p
• Dapat Menggunakan te
• Luas meja kristalisasi m

0,04 m
• Menggunakan air tua m
• Mendapatkan sinar ma

pekarangan
erpal
minimal 2,4 m x 1,2 m x

minimum 20 Be
atahari penuh

TEKNIK PEMAKA

• kualitas K3 dengan mu
NaCl rendah

• Zat aditif adalah zat-za
pada suatu bahan/mak
produksi, pengemasan
untuk maksud tertentu

AIAN ZAT ADITIF

utu rendah dan kadar

at yang ditambahkan
kanan selama proses
n atau penyimpanan
u

MANFAAT RAMSOL

Formula Ramsol saat ini telah
petani garam rakyat untuk :
1. Meningkatkan Kwalitas g

segi :
- Kebersihan hasil garam
- Keras dan berbobot se
- Kandungan NaCl ( > 97

2. Meningkatkan Produktivita
- Bobot garam yang d
bertambah.
- Proses Hablur lebih ce
Kwalitas Garam yang d

di gunakan luas dikalang

garam krosok (garam baku) dari

m baku ( putih berkilau).
erta mudah kering
7%).

☼☼

as garam krosok dari segi :
dihasilkan per satuan volume

epat dengan tidak mengurangi
diperoleh.

Kwal

Tradisional

2. Kandungan NaCl. Rendah <85%
disebabkan proses kristalisasi di
meja hablur pendek ( 3 s/d 4
hari).

3. Garam yang dihasilkan sulit
bersenyawa dengan Iodium
(KJO3), sehingga target
Yodiumisasi sulit tercapai.

litas

Teknologi “Ramsol” Hasan Santing

2. Kandungan NaCl tinggi > 96%
disebabkan pemberian formula
“Ramsol” dan proses Kristalisasi
di meja hablur lama (7 s/d 8 hari)

3. Garam yang dihasilkan mudah
bersenyawa dengan Iodium
(KJO3), sehingga mempermudah
pengaturan komposisi Iodium
dalam kandungan garam.

APLIKASI PENGG

METODE PEMAKAIAN:
LAHAN PETANI TRADISIONAL
1. Dicampur pada air 10 liter p
2. Ditebarkan langsung ke m

bungkus utk 2.000 liter ata

LAHAN SEMI INTENSIF
1. Dicampur pada air 10 liter p
2. Dicampurkan pada air baku

air sebelum masuk ke m
bungkus utk 2.000 liter ata
komposisi air baku selalu st

GUNAAN RAMSOL

per bungkus @ 700 gr.
meja Hablur dengan komp☼osisi 1
au 2 m³



per bungkus.
u pada bak penampungan air tua,
meja garam, dengan komposisi 1
au 2 m³. Cara ini akan menjamin
tandard.

SISTEM


Click to View FlipBook Version