The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PELAYANAN PEMERIKSAAN BARANG TITIPAN PENGUNJUNG DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II PALU

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hamdaniandi, 2022-11-03 03:05:23

PEMERIKSAAN BARANG TITIPAN PENGUNJUNG

PELAYANAN PEMERIKSAAN BARANG TITIPAN PENGUNJUNG DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II PALU

LAPORAN HASIL PELAKSANAAN AKTUALISASI
PELAYANAN PEMERIKSAAN BARANG TITIPAN PENGUNJUNG
DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK (LPKA) KELAS II PALU

OLEH :
DIPA KUSUMA
NIP. 199904242022031003

NDH : 09

Peserta Pelatihan Dasar CPNS Angkatan CXXII

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SULAWESI UTARA

BEKERJA SAMA DENGAN
BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA

PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN 2022

LEMBAR PERSETUJUAN
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN AKTUALISASI

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SULAWESI UTARA
BEKERJA SAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
ANGKATAN CXXII TAHUN 2022

Nama Peserta : Dipa Kusuma
NIP :199904242022031003
Unit Kerja : Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu
Jabatan : Penjaga Tahanan
Judul Aktualisasi : Pelayanan Pemeriksaan Barang Titipan Pengunjung Di

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu

SETUJU DISEMINARKAN

Laporan Hasil Pelaksanaan Aktualisasi
Penerapan Nilai-Nilai Dasar PNS

Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu

Menyetujui PALU, 04 November 2022
Mentor
Coach

Ir. ANDI HAMDANI, M.M ANTONIUS ANDRY S.J, S.H
NIP. 19660816 199403 1 007 NIP. 19860308 200501 1 001

Mengetahui,
Plt. Kepala Badiklat Hukum dan HAM Sulawesi Utara

ABDUL MAJID ODE, S.H
NIP. 19770129 200312 1 002

LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PELAKSANAAN AKTUALISASI

BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA SULAWESI UTARA
BEKERJA SAMA DENGAN

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
PROVINSI SULAWESI SELATAN

PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
ANGKATAN CXXII TAHUN 2022

Nama Peserta : Dipa Kusuma
NIP
Unit Kerja :199904242022031003
Jabatan : Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu
Judul Aktualisasi : Penjaga Tahanan
: Pelayanan Pemeriksaan Barang Titipan Pengunjung di
: Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu

Telah Diseminarkan

Pada Seminar Laporan Hasil Pelaksanaan Aktualisasi
Penerapan Nilai-Nilai Dasar Pegawai Negeri Sipil
Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu

Mengesahkan Palu, 04 November 2022
Penguji
Coach

Ir. ANDI HAMDANI, M. MUSA PAPARANG, S.E
NIP. 19660816 199403 1 007 NIP. 19780822 201012 1 001

Mengetahui

Plt. Kepala Badiklat Hukum dan HAM Sulawesi Utara

ABDUL MAJID ODE, S.H
NIP. 19770129 200312 1 002

ii

KATA PENGANTAR

Puji Syukur atas kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang Maha Esa. Atas
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya sebagai penulis dapat menyelesaikan
Laporan Aktualisasi yang berjudul Pelayanan Pemeriksaan Barang titipan
Pengunjung di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu, untuk memenuhi
tugas dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
gelombang IV Angkatan CXXII tahun 2022 yang diselenggarakan oleh Balai Diklat
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia yang bekerja
sama dengan Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Provinsi Sulawesi
Selatan.

Rancangan Aktualisasi ini bertujuan untuk membentuk nilai-nilai dasar profesi
Pegawai Negeri (PNS) yang Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten,
Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaborasi agar dapat melayani masyarakat dengan
Maksimal. Dalam proses penulisan rancangan aktualisasi ini tidak lepas dari
bantuan dan motivasi dari berbagi pihak, oleh karena itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada

1. Bapak ABDUL MAJID ODE, S.H Sebagai Plt. Kepala Balai diklat Hukum dan
HAM Sulawesi Utara yang telah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil .

2. Kepala BPSDM Sulsel, yang telah menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan
Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil

3. Bapak ANTONIUS ANDRY S.J, S.H selaku Mentor yang telah memberikan
arahan dan masukannya.

4. Bapak Ir. Andi Hamdani, MM. selaku coach yang telah memberikan arahan,
masukan, dan motivasi selama pembimbingan.

5. Bapak/Ibu Widyaiswara yang telah memberikan bimbingan sikap dan
perilaku selama mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Dasar Golombang IV
Angkatan CXVIII Tahun 2022.

6. Panitia penyelenggara Pendidikan dan Pelatihan Dasar Golombang IV
Tahun2022 yang telah membantu dan mengatur penyelenggaraan Latsar.

7. Ibunda tercinta yang selalu memberikan motivasi dan dukungan selama
mengikuti kegiatan Latsar serta Ayahanda tercinta.

iii

8. Seluruh saudara, sahabat dan kerabat yang selalu memberikan dukungan
kepada penulis dalam menyelesaikan laporan aktualisasi ini juga dalam
melaksanakan tugas..

9. Segenap keluarga besar Lembaga pembinaan khusus anak kelas II Palu
terkhusus rekan CPNS Angkatan 2021 atas dukungan dan bantuannya
selama ini.

10. Teman-teman Latsar Golombang IV Angkatan CXVIII tahun 2022 yang
telah memberikan bantuan dalam menyelesaikan laporan ini.

Penulis menyadari masih adanya kekurangan dalam laporan ini karena
keterbatasan ilmu dan pengalaman yang dimiliki. Oleh karenanya, saran dan kritik
yang bersifat membangun akan penulis terima dengan senang hati. Penulis
berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang
memerlukan.

Semoga atas dukungan semua pihak yang tiada terkira, laporan aktualisasi ini
dapat memberikan kontribusi dalam mengembangkan pelayanan publik yang lebih
baik. Saya menyadari bahwa laporan ini masih memerlukan banyak perbaikan,
olehnya itu saya memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan selama proses
Latsar, Aktualisasi dan Penulisan Laporan Rancangan seraya mengharapkan
sumbangan pemikiran berupa saran dan kritik konstruktif untuk perbaikan selanjutnya.

Penulis, 28 Oktober 2022

DIPA KUSUMA
NIP. 199904242022031003

iv

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN Halaman
LEMBAR PENGESAHAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iv
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR GAMBAR
vii
viii

BAB I PENDAHULUAN............................................................................... 1

A. Latar Belakang ............................................................................... 1
B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi ..................................................... 2
C. Ruang Lingkup............................................................................... 4
D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ................................................... 4

BAB II GAMBARAN UMUM ORGANISASI DAN KONSEPSI NILAI-NILAI 5
DASAR ASN ..................................................................................... 5
A. Gambaran Umum Organisasi ...................................................... 7
B. Struktur Organisasi ...................................................................... 8
C. Visi Kementrian Hukum dan HAM................................................ 8
D. Visi Misi Kantor LPKA Kelas IIA Palu........................................... 8
E. Nilai-Nilai Organisasi.................................................................... 9
F. Tugas Pokok ................................................................................ 10
G. Konsepsi Nilai-Nilai Dasar PNS (BerAKHLAK) ............................

BAB III PENETAPAN ISU DAN RANCANGAN AKTUALIASASI.................. 20

A. Environmental Scanning .............................................................. 20
B. Relevansi Isu Terhadap Kedudukan dan Peran ASN .................. 21
C. Penetapan dan Analisis Isu.......................................................... 22
D. Rancangan Aktualisasi................................................................. 25
E. Jadwal Kegiatan Aktualisasi......................................................... 38

BAB IV HASIL AKTUALISASI GAGASAN DAN NILAI-NILAI DASAR PNS 38

4.1 Capaian Aktualisasi Gagasan.................................................... 38
45
4.2 Deskripsi Capaian Aktualisasi Gagasan....................................... 45
4.2.1 Kegiatan I……………………………………………………………..
v

4.2.2 Kegiatan II………………………………………………………………. 47
49
4.2.3 Kegiatan III……………………………………………………………… 51
4.2.4 Kegiatan IV……………………………………………………………. 53
4.2.5 Kegiatan V……………………………………………………………..
4.2.6 Kegiatan VI……………………………………………………………. 55
58
Rekapitulasi Hasil Kuisioner.......................................................... 58
4.3 Tantangan, Hambatan, dan Cara Penyelesaian ………………... 58
59
4.3.1 Tantangan ……………………………………………………… 60
4.3.2 Hambatan ……………………………………………………… 60
4.3.3 Cara Penyelesaian ……………………………………………. 61
63
4.4 Analisa Konsekuensi dan Nilai Nilai Dasar PNS Teraktualisasi.. 63
4.4.1 Konsekuensi Isu Bila Tidak Terselesaikan………………….. 63
4.4.2 Nilai Nilai Dasar PNS Teraktualisasi……………………….… 64

4.5 Role Model................................................................................... 6250
4.5.1 Defenisi Role Model……………………………………………..
4.5.2 Maksud dan Tujuan Role Model……………………………….
4.5.3 Role Model Pada LPKA Kelas II Palu…………………………

BAB V PENUTUP........................................................................................

A. Kesimpulan ................................................................................ 65
B. Saran .......................................................................................... 65

DAFTAR PUSTAKA ...…………………………………………………………….. 66
LAMPIRAN ………………………………………………………………………….. 67

vi

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Relevansi Isu Terhadap Kedudukan dan Peran ASN ......................................... 21
Tabel 3.2 Bobot Penetapan Kriteria dan Kualitas Isu .......................................................... 23
Tabel 3.3 Analisis Kriteria Isu .............................................................................................. 23
Tabel 3.4 Analisis Kualitas Isu ............................................................................................. 24
Tabel 3.5 Rancangan Aktualisasi ........................................................................................ 25
Tabel 3.6 Rancangan Kegiatan Aktualisasi ......................................................................... 26
Tabel 3.7 Jadwal Kegiatan Aktualisasi ................................................................................ 38
Tabel 4.1 Capaian Aktualisasi ............................................................................................. 39
Tabel 4.2 Kegiatan 1 Konsultasi Dengan Mentor ................................................................ 46
Tabel 4.3 Kegiatan 2 Pembuatan Loket Pemeriksaan Barang dan Makanan ..................... 48
Tabel 4.4 Kegiatan 3 Pembuatan Banner ............................................................................ 51
Tabel 4.5 Kegiatan 4 Pembuatan Leafle .............................................................................. 53
Tabel 4.6 Kegiatan 5 Pelaksanaan Edukasi ........................................................................ 55
Tabel 4.7 Kegiatan 6 Evaluasi Hasil Aktualisasi .................................................................. 57
Tabel 4.8 Rekapitulasi Hasil Kuisioner ................................................................................ 59

vii

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Struktur Organisasi Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu.. 5
Gambar 3.1 Diagram Fishbone ............................................................................... 20
Gambar 4.1 Kegiatan I Konsultasi Dengan Mentor ................................................. 47
Gambar 4.2 Kegiatan II Pembuatan Loket Pemeriksaan Barang dan Makanan ..... 49
Gambar 4.3 Kegiatan III Pembuatan Banner ........................................................... 51
Gambar 4.4 Kegiatan IV Pembuatan Leaflet ........................................................... 53
Gambar 4.5 Kegiatan V Pelaksanaan Edukasi ........................................................ 55
Gambar 4.6 Kegiatan VI Evaluasi Hasil Aktualisasi ................................................ 57

viii

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 menyebutkan

bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi
pemerintah. Selanjutnya pada Pasal 1 ayat 3 disebutkan bahwa Pegawai
Negeri Sipil adalah Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu,
diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina
kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 pasal 34, ditetapkan bahwa
salah satu kewajiban Calon PNS untuk diangkat menjadi PNS yaitu mengikuti
pendidikan dan pelatihan yang terintegrasi. Pola pendidikan dan pelatihan
terintegrasi yang dimaksud adalah pelatihan dasar. Pelatihan dasar
dilaksanakan dalam rangka membentuk nilai-nilai dasar profesi PNS yakni
Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif,
Kolaboratif atau yang biasa disebut dengan BerAKHLAK. Melalui pelatihaan
dasar ini diharapkan dapat menghasilkan PNS yang profesional, yang mampu
melaksanakan tugas sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik dan
pemersatu bangsa sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Dalam pasal 1 ayat 1 Permenkumham Republik Indonesia No. 8 Tahun
2021 menyebutkan bahwa Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat
ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan
perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah. Selanjutnya pada pasal
1 ayat 2 disebutkan bahwa Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat
PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat
sebagai pegawai aparatur secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian
untuk menduduki jabatan pemerintahan.

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu berkapasitas 46 orang
dan jumlah data penghuni saat ini Senin, 31 Oktober 2022 Berjumlah 25 orang.
Kondisi sekarang masih kurangnya tingkat keamanan dalam hal titipan
pengunjung. Jika hal ini dibiarkan maka terjadi sesuatu yang tidak diinginkan

1

seperti masuknya barang – barang terlarang seperti senjata tajam, obat obatan
terlarang, bahan makanan dan barang – barang yang dapat dijadikan media
penyelundupan narkoba dan barang terlarang lainya yang dapat mengganggu
keamanan dan ketertiban di lingkungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak
(LPKA) Kelas II Palu.

Kondisi yang diinginkan yaitu adanya loket pemeriksaan guna
memastikan barang titipan pengunjung terbebas dari barang-barang yang
terlarang masuk ke dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II
Palu. Hal ini sejalan dengan tugas Pokok dan Fungsi Lembaga Pembinaan
Khusus Anak Kelas II Palu melakukan pembinaan, pemeliharaan keamanan
dan tata tertib. Berdasarkan hal tersebut, maka penulis mengangkat isu “Belum
Adanya Loket Pelayanan Pemeriksaan Barang dan Makanan yang Akan
Masuk Kedalam (LPKA) Kelas II Palu ”.

B. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi
1. Tujuan Umum
Dengan adanya aktualisasi ini diharapkan PNS yang terbentuk dapat
menjadi pelayan masyarakat yang profesional, dengan selalu
mengedepankan nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel,
Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), yaitu berkomitmen dalam
memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, bertanggung jawab
dalam menjalankan tugasnya, mau, dan terus belajar untuk
mengembangkan potensi diri, memiliki sifat kepedulian dan menghargai
perbedaan, berdedikasi dalam menjalankan tugasnya dan mengutamakan
kepentingan bangsa dan negara, terus berinovasi dan antusias dalam
menggerakkan dan menghadapi perubahan dan menjalin kerja sama yang
bersinergi.
Adapun tujuan umum yang hendak dicapai adalah sebagai berikut :
a. Memahami konsepsi pembelajaran habituasi;
b. Memahami tahapan kegiatan pembelajaran aktualisasi; dan
c. Melaksanakan tahapan pembelajaran aktualisasi:
d. Menyusun rancangan aktualisasi;
e. Mempresentasikan rancangan aktualisasi;
f. Melaksanakan aktualisasi;

2

g. Menyusun laporan aktualisasi;
h. Mempresentasikan laporan aktualisasi
2. Tujuan Khusus

Tujuan khusus dari penyususnan rancangan ini selain sebagai
tugas dalam pelaksanaan aktualisasi, diharapkan peserta Latsar :
a. Meningkatkan keamanan, keselamatan bagi petugas yang berada di

lingkungan Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu
b. Meningkatkan keamanan dan ketertiban di dalam blok
c. Menjaga kredibilitas LPKA Palu

3. Manfaat Aktualisasi
Manfaat kegiatan rancangan aktualisasi ini adalah sebagai berikut:
a. Manfaat bagi Penulis
1) Meningkatkan pengetahuan penulis terhadap barang – barang
terlarang yang tidak di izinkan masuk kedalam LPKA Kelas II Palu
2) Menghasilkan sebuah laporan aktualisasi guna pemenuhan tugas
pelatihan dasar
3) Mampu mengimplementasikan dan mampu menginternalisasikan
nilai – nilai BerAKHLAK
4) Meningkatkan keamanan dalam blok saat menjalankan tugas

b. Manfaat Bagi Organisasi

1) Melindungi staff dari ancaman keselamatan kerja dalam unit
LPKA kelas II Palu

2) Meningkatkan pengetahuan petugas regu tentang barang –
barang terlarang yang tidak di izinkan masuk ke dalam LPKA
kelas II PAlu

3) Meningkatkan kredibilitas LPKA Palu

c. Manfaat bagi Stakeholder
1) Dapat mengefesienkan waktu dalam proses pemeriksaan
sehingga
2) Pengnjung dapat lebih cepat bertemu dengan keluarganya yang

3

ada di dalam LPKA kelas II Palu
3) Pengunjung bisa mengetahui barang-barang titipan yang tidak

diperkenankan dibawa di LPKA
4) Pengunjung terhindar dari sanksi akibat membawa barang-barang

terlarang .
C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup pelaksanaan kegiatan aktualisasi ini adalah pelaksanaan
aktualisasi dilakukan di Rutan Kelas IIB Masamba. Adapun kegiatan yang akan
dilakukan:

1. Konsultasi dengan mentor
2. Pembuatan loket pemeriksaan barang dan makanan
3. Pembuatan baner
4. Pembuatan leaflet
5. Pelaksanaan edukasi
6. Evaluasi hasil aktualisasi
D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Tahapan Aktualisasi dan Habituasi dilaksanakan pada tanggal 20
September 2022 s/d 31 Oktober 2022, dan dilaksanakan di Lembaga
Pembinaan kelas II Palu.

4

BAB II
GAMBARAN UMUM ORGANISASI
DAN KONSEPSI NILAI-NILAI DASAR ASN

A. Gambaran Umum Organisasi

Gambar 1.1 Profil Lembaga Pembinaan Khusus Anak kelas II Palu
Lembaga Pembinaan Khusus Anak yang disingkat dengan LPKA

merupakan tempat anak menjalani masa pidananya. LPKA sendiri merupakan Unit
Pelaksana Teknis yang kedudukannya berada dibawah dan sekaligus bertanggung
jawab kepada Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Sejak munculnya UU Nomor 11
Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) yang menggantikan
UU Nomor 3 Tahun 1997 tentang pengadilan anak, setiap Lapas Anak dituntut
untuk melakukan perubahan sistem menjadi LPKA. Hal ini karena Lapas Anak
dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan hukum dan perkembangan
sistem peradilan pidana anak. Perubahan nama ini bukan saja berupa perubahan
nomenklatur atau pembentukan organisasi baru saja namun lebih pada
perwujudan transformasi penanganan terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum
(ABH) di Indonesia. Saat ini sudah ada 33 LPKA yang berada di setiap provinsi di
Indonesia, salah satunya adalah Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas
II Palu.

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu merupakan Lembaga
dibawah naungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia wilayah Sulawesi
Tengah. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Palu sendiri terletak

5

di Jalan Dewi Sartika No. 51a, Kel. Birobuli Selatan, Kec. Palu Selatan, Kota Palu,
Sulawesi Tengah, dengan luas 954 m². LPKA Kelas II Palu dibangun pada bulan
Januari tahun 2018 dan ditempati pada tahun 2019, dibawah pimpinan Bapak
Yuliantino, BC.IP., SH (9 Januari 2017-15 Januari 2020). Kemudian pada 15 Januai
2020 – 20 November 2021, beliau digantikan oleh Bapak Irfan, A.Md.IP., S.Sos.
Pada 22 November–Sekarang beliau digantikan oleh Bapak Revanda Bangun, S.
Psi., MH.

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu mencanangkan zona
Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih
dan Melayani (WBBM). LPKA Kelas II Palu memiliki 64 Aparatur Sipil Negara, 53
PNS dan 11 CPNS . LPKA Kelas II Palu memiliki 6 kantor, 1 Aula, dan 6 kamar
Anak Didik Pemasyarakatan (ANDIKPAS) dengan kapasitas maximal 50 orang,
yang masing-masing kamar terdapat kamar mandi dan WC. Dalam melaksanakan
tugas dan fungsinya, terdapat beberapa jabatan pelaksana serta fungsinya yaitu:
a. Registrasi dan klasifikasi, dimulai dari penerimaan; pencatatan baik secara

manual, maupun elektronik, penilaian, pengklasifikasian, dan perencanaan
program.
b. Pendidikan, pengasuhan, pengentasan dan pelatihan keterampilan, serta
layanan informasi.
c. Perawatan yang meliputi pelayanan makanan, minuman, dan pendistribusian
perlengkapan dan pelayanan kesehatan.
d. Pengawasan dan penegakkan disiplin yang meliputi administrasi pengawasan,
pencegahan dan penegakkan disiplin, serta pengelolaan pengaduan.
e. Pengelolaan urusan umum meliputi; urusan kepegawaian, tata usaha,
penyusunan rencana anggaran, pengelolaan urusan keuangan serta
perlengkapan dan rumah tangga.

B. Struktur Organisasi

6

KEPALA

Revanda Bangun.,S.Psi.M.H
NIP. 197909202003121002

SUBAG UMUM
Antonius Andry S.J,S.H
NIP. 19860308 200501 1

URUSAN KEPEGAWAIAN URUSAN KEUANGAN DAN
DAN TATA USAHA PERLENGKAPAN
Putu Busana. S.A.P
Ida Bagus K.D.W,S.Sos
NIP. 19900523 200912 1 NIP. 19820623 200912 1
005

SEKSI REGISTRASI DAN SEKSI PEMBINAAN SEKSI PENGAWASAN DAN
KLARIFIKASI Isra,SH PENINDAKAN DISIPLIN
I Putu Artha Wibawa,SH,
Muhammad Anis,SH. NIP. 19641204 198603 1
NIP. 19670333 199203 1 001 001 NIP. 19740117 199903 1001

Gambar 1.2 Struktur Organisasi LPKA Kelas II Palu

C. Visi Kementerian Hukum Dan HAM
1. Visi
7

Masyarakat Memperoleh Kepastian Hukum.
2. Misi

a. Mewujudkan peraturan perundang-undangan yang berkualitas.
b. Mewujudkan pelayanan hukum yang berkualitas.
c. Mewujudkan penegakkan hukum yang berkualitas.
d. Mewujudkan penghormatan, pemenuhan, dan perlindungan Hak Asasi manusia.
e. Mewujudkan layanan manajemen administrasi kementerian Hukum dan Hak Asasi

Manusia.
D. Visi Misi Kantor LPKA Kelas II Palu

1. VISI
Menjadi Instansi Terpercaya Dalam Mewujudkan Pelayanan, Pembinaan,
Pembimbingan, Perlindungan, dan Pendidikan Anak Didik Pemasyarakatan.

2. Misi
a. Mewujudkan sistem yang menumbuhkan rasa aman bagi anak didik, baik secara
fisik, psikis, melalui perlakuan yang humanis serta ramah anak.
b. Melaksanakan perawatan, pelayanan, pendidikan dan pembimbingan untuk
kepentingan terbaik bagi anak dimasa pertumbuhannya.
c. Menumbuh kembangkan ketakwaan, kecerdasan, keselarasan, dari keceriaan, agar
dapat menjadi manusia mandiri dan bertanggung jawab.

E. Nilai-Nilai Organisasi
1) Profesional
Aparat Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja keras
untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya,
menjunjung tinggi etika, dan integritas profesi.
2) Akuntabel
Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan dapat
dipertanggung jawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan dan
peraturan yang berlaku.

3) Sinergi
Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama

8

yang produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik, bermanfaat
dan berkualitas.
4) Transparan

Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses kebebasan bagi setiap
orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan,
yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan, dan pelaksanaannya,
serta hasil- hasil yang dicapai.
5) Inovatif

Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreativitas dan
mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

F. TUGAS POKOK
A. Tugas Pokok Jabatan Penjaga Tahanan di LPKA Kelas II Palu
1. Terlaksananya kegiatan serah terima antar anggota regu pengawas dan
penghuni.
2. Terlaksananya piket pengawasan pada ruangan pengawasan besuk.
3. Terlaksannya pemeriksaan terhadap barang dan badan pembesuk.
4. Terlaksananya registrasi dan memberikan kartu tanda pengenal bagi
pembesuk.
5. Tersusunnya laporan penjagaan.
6. Terlaksannya Razia dan penggeledahan dalam Blok hunian.
7. Terlaksananya pengawasan keamanan dan ketertiban dalam blok hunian.
8. Terlaksannya kegiatan membuka dan menutup blok hunian.
9. Terlaksannya pembinaan dan keagamaan WBP Anak.
10. Terlaksananya pengawasan kebersihan Blok hunian.
11. Melaksanakan Publikasi dan yang Bersangkutan tentang informasi dan
Kehumasan
B. Tugas Seksi Kehumasan Di Lpka Kelas II Palu
1. Mempublikasikan segala informasi pelayanan kepada masyarakat;
2. Mengemas informasi pelayanan anak didik agar mudah diakses
masyarakat;
3. Menyediakan bahan publikasi yang dibutuhkan LPKA Kelas II Palu;

9

4. Mengoptimalkan layanan informasi di media sosial
5. Melakukan pelayanan informasi publik dilingkungan Lembaga Pembinaan

Khusus Anak Kelas II Palu;
6. Melakukan pengumoulan dan materi-materi berupa data dan informasi dari

setiap seksi untuk pemuktahiran data dan informasi pada website atau
media sosial Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu;
7. Melakukan pengentrian data dan memuat berita dan informasi pada website
atau media sosial Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu;
8. Membuat laporan atensi pimpinan setiap selesai melaksanakan kegiatan.
9. Melakukan pentausahaan informasi dan dokumentasi untuk bahan
pemberitaan yang diperoleh sebagai bahan publikasi serta pengelola
website Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Palu;
10. Menerima dan melakukan telaah atas pengaduan yang diterima
11. Mengkoordinasikan dan menyampaikan pengaduan dengan bidang-bidang
yang terkait.

G. Konsepsi Nilai-Nilai Dasar PNS (BerAKHLAK)
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 20 tahun 2021

tanggal 26 Agustus 2021 tentang implementasi Core values dan Employer
Branding Aparatur Sipil Negara (ASN), disebutkan bahwa dalam rangka penguatan
budaya kerja sebagai salah satu strategi transformasi pengelolaan ASN menuju
pemerintahan berkelas dunia (World Class Government), Pemerintah telah
meluncurkan Core Values (Nilai-nilai dasar) ASN BerAKHLAK yang merupakan
akronim dari Berorientasi pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, Kolaboratif. Adapun Employer Branding yaitu Bangga Melayani Bangsa.

1. Beorientasi Pelayanan
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai berorientasi pelayanan pada

peserta melalui substansi pembelajaran yang terkait dengan pemahaman dan
pemenuhan kebutuhan masyarakat, ramah, cekatan, solutif, dan dapat
diandalkan, serta melakukan perbaikan tiada henti.

Pelayanan Publik sebagaimana tercantum dalam UU adalah kegiatan
atau rangkaian dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan
peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas

10

barang, jasa dan / pelayanan administratif yang disediakanoleh penyelenggara
publik .

Tiga unsur penting dalam pelayanan publik dalam konteks ASN yaitu :
1) Penyelenggara pelayanan publik yaitu : ASN/ birokrasi, 2) penerima layanan
yaitu masyarakat dan 3) kepuasan yang diberikan dan atau diterima oleh
penerima layanan.

Pelayanan publik yang berkualitas harus berorientasi kepada
pemenuhan kepuasan pengguna layanan. Pelayanan prima didasarkan pada
implementasi standar pelayanan yang di miliki oleh penyelenggara. Budaya
pelayanan ASN akan sangat menentukan kualitas pemberi layanan kepada
masyarakat.
Nilai – nilai dasar penerapan orientasi pelayanan :

a. Menerapkan budaya 5S ketika berinteraksi dengan masyarakat
b. Datang tepat waktu
c. Pulang pada waktu yang telah di tetapkan
d. Memahami dam memenuhi kebutuhan masyarakat
e. Ramah, cekatan,solutif dan dapat diandalkan
f. Melakukan perbaikan tiada henti

2. Akuntabel
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai akuntabel pada peserta melalui

substansi pembelajaran yang terkait dengan pelaksanaan tugas Kompeten
dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin dan berintegritas tinggi,
penggunaan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jawab,
efektif, dan efisien serta tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan.

Akuntabel adalah prinsip dasar bagi organisasi yang berlaku pada setiap
organisasi sebagai suatu kewajiban jabatan dalam memberikan
pertanggungjawaban laporan kegiatan kepada atasanya.

Aspek akuntabilitas mencakup beberapa hal berikut yaitu akuntabilitas
adalah sebuah hubungan , akuntabilitas beriorientasi pada hasil, akuntabilitas
memerlukan konsekuensi, serta akuntabilitas memperbaiki kinerja.
Akuntabilitas publik memiliki tiga fungsi utama ( Boves,2007 ) yaitu pertama untuk
menyediakan kontrol demokratis (peran demokrasi ) ,kedua , untuk mencegah
korupsi dan meningkatkan efesien dan efektivitas.

11

Nilai – nilai dasar penerapan Akuntabel :
1. Mengerjakan pekerjaan dengan baik
2. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin
danberintegritas tinggi
3. Menggunakan kekeyan dan barang milik negara secara bertanngung
jawab,efektif dan efesien
4. Tidak menyalagunakan kewenangan jabatan

3. Kompeten
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Kompeten pada peserta melalui

substansi pembelajaran yang terkait dengan peningkatan kompetensi diri untuk
menjawab tantangan yang selalu berubah, membantu orang lain belajar serta
pelaksanaan tugas dengan kualitas terbaik.

Karakteristik yang dianggap relevan bagi ASN dalam menghadapi
tuntutan pekerjaan saat ini dan kedepan meliputi : integritas, nasionalisme,
profesionalisme, wawasan global, IT dan bahasa asing, hospitality , networking
dan enterpreneurship.Konsepsi kompetensi adalah meliputi tiga aspek penting
berkaitan dengan perilaku kompetensi meliputi aspek pengetahuan,
keterampilan, dan sikap yang diperlukan dalam aspek pekerjaan.
Nilai – Nilai dasar kompeten ;

1. Meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu
berubah

2. Membantu orang lain belajar
3. Melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik

4. Harmonis
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai harmonis pada peserta melalui

substansi pembelajaran yang terkait dengan menghargai setiap orang apa pun
latar belakangnya, suka menolong orang lain serta membangun lingkungan
kerja yang kondusif.

12

Berakar dari Semboyan Negara Indonesia yakni Bhinneka Tunggal Ika,
yang berarti “Berbeda-beda Namun Tetap Satu Jua”, seorang pelayan publik
harus dapat menghargai setiap orang apapun latar belakangnya. Penting bagi
setiap ASN untuk dapat menciptakan dan membangun lingkungan kerja yang
kondusif. Karena dengan kenyamanan lingkungan kerja, ASN diyakini dapat
lebih produktif.

Membangun budaya harmonis tepat kerja yang harmonis sangat
penting dalam suatu organisasi. Suasana tempat kerja yang positif dan kondusif
juga berdampak bagi berbagai bentuk organisasi. Identifikasi potensi
disharmonis dan analisis strategi dalam kehidupan ASN dilingkungan berkerja
dan bermasyarakat.
Nilai – nilai dasar harmonis yaitu :
1. Menghargai semua orang apapun latar belakangnya
2. Suka menolong orang lain
3. Membangun lingkungan kerja yang kondusif

5. Loyal
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Loyal pada peserta melalui

substansi pembelajaran yang terkait dengan memegang teguh ideologi
Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,
setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemerintahyang sah,
menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara,serta menjaga
rahasia jabatan dan negara.

Dalam rangka penguatan budaya kerja sebagai salah satu strategi
transformasi pengelolaan ASN menuju pemerintahan kelas dunia ( WorldClass
Government), pemerintah telah meluncurkan Core Value ( Nilai – nilai Dasar)
ASN BerAkhlak dan Employer Branding ( Bangga MelayaniBangsa ), Nilai Loyal
diangap penting dan dimasukkan menjadi Core Value yang harus dimiliki dan
diimplementasikan dengan baik oleh setiap ASN dikarenakan adanya faktor
internal dan eksternal.

Loyal merupakan salah satu nilai yang terdapat dalam CoreValue ASN
yang dimaknai bahwa setiap ASN harus berdedikasi dan mengutamakan
kepentingan bangsa dan negara. Setiap ASN harus senantiasa menjunjung
tinggi kehormatan negara, pemerintahan dan martabak pegawai negeri sipil,

13

serta senantiasa mengutamakan kepentingan negara daripada kepentingan
sendiri, seorang atau golongan sebagai wujud loyalitasnyab terdapat bangsa
dan negara. Agar para ASN mampu menempatkan kepentingan bangsa dan
negara diatas kepentingan lainya dibutuhkan langka – langka konkrit,
diantaranya melalui pemantapan wawasan kebangsaan. Selain memantapkan
wawasan kebangsaan, sikap loyal seorang ASN dapat dibangun dengan cara
terus meningkatkan nasionalisme kepada bangsa dan negara.
Nilai – nilai dasar loyal yaitu :
1. Memegang teguh idiologi pancasila dan Undang – Undang Dasar Negara

Republik Indonesia tahun 1945
2. Setia kepada NKRI serta pemerintahan yang sah
3. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi dan negara
4. Menjaga rahasia jabatan dan Negara.

6. Adaptif
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Adaptif pada peserta melalui

substansi pembelajaran yang terkait dengan cepat menyesuaikan diri
menghadapi perubahan, terus berinovasi dan mengembangkan kreativitasserta
bertindak proaktif.

Adaptasi merupakan kemampuan alamiah dari makhluk hidup.
Kemampuan beradaptasi juga memerlukan adanya inovasi dan kreativitasyang
ditumbuhkembangkan dalam diri individu maupun organisasi. Dalam budaya
adaktif sebagai budaya ASN merupakan kampanye utuk membangun karakter
adaktif pada diri ASN sebagai individu yang menggerakan organisasi untuk
mencapai tujuannya.

Organisasi adaptif yaitu : organisasi yang memiliki kemampuan untuk
merespon perubahan lingkungan dan mengikuti harapan stakeholder dengan
cepat dan fleksibel. Situasi dan zaman yang senantiasa berkembang, membuat
seorang aparatur harus dapat dengan cepat menyesuaikan diri menghadapi
perubahan yang ada. Harus selalu diingat,istilah yang sering kita dengar yaitu
“Yang Abadi adalah Perubahan itu sendiri”, membuat siapapun yang tidak dapat
beradaptasi akan semakin tertinggal. Adaptasi dapat dilakukan dengan

14

terus berinovasi dengan mengembangkan kreativitas. Setiap pegawai juga
harus selalu bertindak proaktif dan tidak hanya berpangku tangan.
Nilai – nilai dasar Adaptif yaitu :
1. Cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan
2. Terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas
3. Bertindak proaktif.

7. Kolaboratif
Untuk memfasilitasi pembentukan nilai Kolaboratif pada peserta melalui

substansi pembelajaran yang terkait dengan pemberian kesempatan kepada
berbagai pihak untuk berkontribusi, terbuka dalam bekerja sama untuk
menghasilkan nilai tambah serta menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber
daya untuk tujuan bersama.

Dalam pelaksanaan tugas, kolaborasi di antara setiap aparatur mutlak
harus dilaksanakan. Bersinergi dan memberi kesempatan kepada berbagai
pihak untuk berkontribusi dalam pembangunan, akan dapat mempercepat
pencapaian suatu visi dan cita-cita. Keterbukaan dalam bekerja sama, dan
mencari solusi bersama akan dapat menghasilkan nilai tambah, dan
mempercepat mencapai tujuan bersama.
Nilai – nilai dasar kolaboratif yaitu :
1. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi
2. Terbuka dalam bekerjasama untuk menghasilkan nilai tambah
3. Menggerakan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama.

C. Kedudukan dan Peran ASN Menuju Smart Governance
1. Manajemen ASN
Membekali Peserta Pelatihan dengan pengetahuan tentang kedudukan,
peran, hak dan kewajiban, kode etik ASN, sistem merit dalam pengelolaanASN,
dan pengelolaan ASN. Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk
menghasilkan Pegawai ASN yang professional, memiliki nilai dasar, etika
profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan
nepotisme. Pegawai ASN berkedudukan sebagai aparatur negara yang
menjalankan kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan instansi pemerintah serta

15

harus bebas dari pengaruh dan intervensi semua golongan dan partai politik.
Manajemen ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai

ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi
politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Manajemen ASN lebih
menekankan kepada pengaturan profesi pegawai sehingga diharapkan agar
selalu tersedia sumber daya aparatur sipil negarayang unggul selaras dengan
perkembangan jaman. Kedudukan atau status jabatan PNS dalam sistem
birokrasi selama ini dianggap belum sempurnauntuBerdasarkan jenisnya ASN
terdiri atas pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian
kerja.

Pegawai Negeri Sipil merupakan warga negara Indonesia yang
memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai pegawai ASN secara tetap oleh
pejabat Pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan,
memiliki nomor induk pegawai secara nasional. SedangkanPPPK adalah warga
negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, yang diangkat oleh pejabat
Pembina kepegawaian berdasarkan perjanjian kerjasesuai kebutuhan instansi
pemerintah untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas
pemerintahan. Kedudukan ASN berada di pusat, daerah, dan luar negeri.
Namun pegawai ASN merupakan satu kesatuanmenciptakan birokrasi yang
profesional.

Untuk menjalankan kedudukannya tersebut, maka Pegawai ASN
berfungsi sebagai berikut: 1) Pelaksana kebijakan public; 2) Pelayan public; dan
3) Perekat dan pemersatu bangsa Selanjutnya Pegawai ASN bertugas: 1)
Melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan 2) Memberikan
pelayanan public yang professional dan berkualitas, dan 3) Mempererat
persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Agar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik
dapat meningkatkan produktivitas, menjamin kesejahteraan ASN dan akuntabel,
maka setiap ASN diberikan hak. Setelah mendapatkan haknya maka ASN juga
berkewajiban sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.ASN sebagai profesi
berlandaskan pada kode etik dan kode perilaku. Kodeetik dan kode perilaku ASN
bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN. Kode etik dan kode
perilaku yang diatur dalam UU ASN menjadi acuan bagi para ASN dalam

16

penyelenggaraan birokrasi pemerintah.

2. Smart ASN
Membekali Peserta dengan kemampuan kecakapan digital dasar pada

perspektif literasi digital smart ASN. Literasi digital adalah lingkungan yang kaya
akan informasi. Transformasi digital disektor pendidikan Indonesia muncul
berbagai perbincangan , regulasi pendukung dan upaya konkret menerapkan
transormasi digital dilingkungan perguruan tinggi dan semua tingkat sekolah di
Indonesia. Terjadinya pandemi COVID-19 justru memberikan dampak yang
sangat luar biasa dalam aspek ini .

Masyarakat yang modern saat ini hidupnya sangat dipengaruhi oleh
internet. Perubahan media komunikasi yang digunakan dalam masyarakat
Indonesia tidak terlepas dengan perubahan tekhnologi komunikasi. ASN dituntut
tidak Gaptek (Gagap Teknologi) dan informasi yakni dapat mengoperasikan dan
memanfaatkan aplikasi-aplikasi produk IT termasuk dapat dengan bijak
memanfaatkan internet yang digunakan dalamn meningkatkan efektifitas dan
efisiensi untuk meningkatlkan kinerja dalam rangka meningkatkan kualitas tugas
dan fungsinya dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Nilai – Nilai dalam Smart ASN sebagai berikut :

1) Integritas
Integritas Pegawai ASN yang dimaksud adalah “konsistensi

Pegawai ASN dalam berperilaku yang selaras dengan nilai, norma
dan/atau etika organisasi, dan jujur dalam hubungan dengan atasan,rekan
kerja, bawahan langsung, dan pemangku kepentingan, serta mampu
mendorong terciptanya budaya etika tinggi dan bertanggungjawab.
2) Nasionalisme

Nasionalisme adalah pemahaman mengenai nilai-nilai
kebangsaan. Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai
kecintaan individu terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk
menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan menanamkan dan
mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Pengamalan nilai-nilai luhur yang
terkandung didalamnya oleh setiap penyelenggara negara, baik di pusat
maupun di daerah. Seorang PNS dituntut untuk memiliki perilaku
mencintai tanah air Indonesia (nasionalisme) dan mengedepankan

17

kepentingan nasional. Nasionalisme merupakan salah satu perwujudan
dari fungsi PNS sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Dalam
menjalankan tugas, seorang ASN senantiasa harus mengutamakan dan
mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kepentingan kelompok,
individu, golongan harus disingkirkan demi kepentingan yang lebih besar
yaitu kepentingan bangsa dan Negara diatas segalanya.
3) Profesionalisme

Pegawai Negeri Sipil adalah terpenuhinya kecocokan antara
kemampuan aparatur dengan kebutuhan tugas merupakan syarat
terbentuknya aparatur yang profesional. Artinya, keahlian dan
kemampuan aparat merefleksikan arah dan tujuan yang dicapai oleh
sebuah organisasi.
4) Berwawasan Global

Merupakan suatu proses pendidikan yang dirancang untuk
mempersiapkan anak didik dengan kemampuan dasar intelektual dan
tanggung jawab guna memasuki kehidupan yang bersifat kompetitif dan
dengan derajat saling menggantungkan antar bangsa yang sangat tinggi.
5) Menguasai IT dan Bahasa Asing

ASN dituntut tidak Gaptek (Gagap Tekhnologi) dan informasi yakni
dapat mengoprasikan dan memanfaatkan aplikasi – aplikasi produk IT
(informasi Tekhnology) termasuk dapat dengan bijak memanfaatkan
internet yang digunakan dalam meningkatkan kualitas tugas dan
fungsinya dalam pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat. Seorang
ASN selain menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar juga
memiliki kemampuan menguasai bahasa Asing seperti bahasa Inggris,
Mandarin dan lain sebagainya.
6) Berjiwa Hospitality (Keramahan)

Hospitality / Keramahan adalah memiliki sifat baik hati dan menarik
budi bahasanya, manis tutur kata dan sikapnya dalam setiap menjalankan
aktivitas pelaksanaan tugas dan pekerjaan khususnya dalam
menampilkan pelayanan prima kepada masyarakat.
7) ASN Memiliki Kemampuan Networking

Networking adalah membangun dan menjalin hubungan dengan
orang lain atau organisasi yang berpengaruh positif pada kesuksesan

18

profesional maupun personal.
8) ASN Memiliki Jiwa Enterpeneurship

ASN dituntut memiliki kemampuan Enterpeneurship yakni berjiwa
kewirausahaan yang ditandai dengan dimilikinya keberanian, kreativitas,
inovatif, pantang menyerah, dan cerdas dalam menangkap dan
menciptakan peluang serta bertanggung jawab. Enterpreneurship juga
dapat diartikan berpikir tentang masa depan orang banyak. Kehidupan
orang banyak, kesejahteraan masyarakat dan bagaimana cara membantu
mereka yang membutuhkan. Dan dengan dimilikinya kemampuan
Enterpeneurship ini maka seorang ASN akan mampu meningkatkan
kinerja dalam setiap waktunya.

19

BAB III
PENETAPAN ISU DAN RANCANGAN AKTUALISASI

A. Enviromental Scanning

1. Sumber Isu

Isu yang diangkat oleh penulis terkait metode pelayanan yang

diterapkan di LPKA Kelas II Palu. Adapun isunya yaitu belum adanya loket

pemeriksaan barang dan makan yang akan masuk ke dalam LPKA Kelas II

Palu, demi agar dapat meningkatkan pengawasan terhadap barang atau

makanan agar dapat mencegah masuknya barang-barang terlarang yang

dapat mengganggu keamanan dan ketertibang di lingkungan LPKA Kelas II

Palu.

Penulis mengangkat isu tersebut dengan harapan membuat loket

pelayanan pemeriksaan barang dan makanan. Dengan adanya loket

pemeriksaan barang di harapkan dapat meningkatkan pengawasan

terhadap barang dan makan yang yang tidak di izinkan untuk masuk

kedalam LPKA. Adapun isu yang diangkat adalah “BELUM ADANYA

LOKET PEMERIKSAAN BARANG DAN MAKANAN YANG AKAN

MASUK KE DALAM LPKA KELAS II PALU”.

2. Identifikasi Isu

Identifikasi isu tentang belum adanya loket pemeriksaan barang

dan makan dilakukan dengan menggunakan diagram fishbone sebagai

berikut:

Kurangnya MATERIAL Belum adanya loket
pengetahuan
tentang diskriminasi pemeriksaan barang dan
dari Latar budaya makanan
yang berbeda
Tidak optimalnya sarana
Minimnya Pendidikan
pembentukan keamanan
Karakter
Tingginya
gangguan
ketertiban dan
keamanan di
LPKA

Tidak adanya SOP
titipan pengunjung

ENVIRONMEN METHO

20

Berdasarkan diagram fishbone ditemukan identifikasi isu sebagai berikut:
1. Kurangnya pengetahuan tentang diskriminasi dari Latar budaya yang

berbeda
2. Minimnya Pendidikan pembentukan Karakter
3. Belum adanya loket pemeriksaan barang dan makanan
4. Tidak optimalnya sarana keamanan
5. Tidak adanya SOP titipan pengunjung
B. Relevansi Isu Terhadap Kedudukan dan Peran ASN

Kedudukan dan Peran

No Manajemen ASN Smart ASN
Isu
Saya berisikap transparansi Saya berintegritas
1 Kurangnya
pengetahuan guna meningkatkan meningkatkan pengetahuan
tentang
diskriminasi pengetahuan tentang tentang diskriminasi dari
dari Latar
budaya yang diskriminasi dari Latar Latar budaya yang berbeda
berbeda
budaya yang berbeda
2 Minimnya
Pendidikan Saya berisakap Saya berintegritas
pembentukan professional dalam meningkatkan Pendidikan
Karakter meningkatkan Pendidikan pembentukan Karakter
pembentukan Karakter

3 Tidak Saya professional guna Saya berintegritas
optimalnya mengoptimalkan sarana meningkatkan sarana
sarana keamanan keamanan
keamanan

21

4 Belum adanya Saya cekatan membuat Saya bertanggung jawab
loket loket pemeriksaan barang dalam membuat loket
pemeriksaan dan makanan pemeriksaan barang dan
barang dan makanan
makanan

5 Tidak adanya Saya bersikap professional Saya sebagai petugas
SOP titipan dalam membuat SOP titipan harus berintegritas dalam
pengunjung pengunjung membuat SOP titipan
pengunjung

C. Penetapan dan Analisis Isu
Analisis isu dilakukan untuk menetapkan kriteria dan kualitas isu. Dari

isu di atas, analisis isu dilakukan dengan menggunakan dua alat
bantupenetapankriteria kualitas isu yakni berupa;
1. Penetapan Isu

Alat analisis kriteria isu yang digunakan dalam penulisan rancangan
aktualisasi ini adalah alat analisis APKL (Aktual, Problematik,
Kekhalayakan, Kelayakan).
a. Aktual merupakan isu yang benar-benar terjadi dan sedang hangat

dibicarakan dalam masyarakat.
b. Problematik merupakan isu yang memiliki dimensi masalah yang

kompleks, sehingga perlu dicarikan segera solusinya.
c. Kekhalayakan merupakan isu yang menyankut hajat hidup orang

banyak.
d. Layak merupakan isu yang masuk akal dan realistis serta relevanuntuk

dimunculkan inisiatif pemecahan masalahnya.
Bobot penetapan kriteria kualitas isu yaitu,

22

Bobot Keterangan
5 Sangat (Penting/Serius/Berkembang)
4
3 Penting/Serius/Berkembang
2 Cukup (Penting/Serius/Berkembang)
1 Tidak (Penting/Serius/Berkembang)

Sangat tidak
(Penting/Serius/Berkembang)

Analisis kriteria isu dengan alat analisis APKL adalah sebagai berikut.

No. Isu/Masalah Kriteria
Total Prioritas

APK L

Tidak optimalnya sarana

1 keamanan 5 4 3 4 16 II

Kurangnya pengetahuan 433 3 13 IV
tentang diskriminasi dari 533 3 14 III
2 545 5 19 I
Latar budaya yang 333 3 12 V
berbeda
Minimnya Pendidikan
3
pembentukan Karakter
Belum adanya loket
4 pemeriksaan barang dan
makanan
Tidak adanya SOP titipan
5 pengunjung

Setelah menganalisis kelima isu dengan teknik APKL, diperoleh 3 isu
prioritas yaitu:
1. Belum adanya loket pemeriksaan barang dan makanan;

23

2. Tidak optimalnya sarana keamanan; dan
3. Minimnya Pendidikan pembentukan Karakter .

2. Analisis Isu
Teknik analisis lain yang digunakan untuk menentukan isu utama

(Core Issue), yaitu dengan menggunakan teknik analisis USG (Urgency,
Seriousness, dan Growth)

a. Urgency yaitu seberapa mendesak suatu isu harus dibahas,
dianalisis, dan ditindaklanjuti.

b. Seriousness yaitu seberapan serius suatu isu harus dibahas terkait
dengan akibat yang akan ditimbulkan.

c. Growth yaitu seberapa besar kemungkinan memburuknya isu
tersebut jika tidak segera ditangani.

Untuk menetapkan isu utama (core issue) dari beberapa isu berkualitas
yang telah diidentifikasi, digunakan metode analisis Urgency,
Seriousness, and Growth (USG) yang diukur dengan Skala Likert seperti
berikut.

No. Isu/Masalah Kriteria
Total Prioritas
Belum adanya loket
1 pemeriksaan barang USG

dan makanan 4 5 5 14 I

2 Tidak optimalnya sarana 5 3 3 11 II
keamanan

Minimnya Pendidikan

3 pembentukan 3 3 4 10 III

Karakter

Berdasarkan penentuan kualitas isu menggunakan alat analisis isu
USG maka tergambar ranking tertinggi yang merupakan core issue yang
perlu dicarikan pemecahan masalahnya yaitu “Belum adanya loket
pelayanan pemeriksaan barang dan makanan”.

24

D. Rancangan Aktualisasi

Unit Kerja Lembaga Pembinaan Khusus Anak
Identifikasi isu 1. Kurangnya pengetahuan tentang diskriminasi

dari Latar budaya yang berbeda
2. Minimnya Pendidikan pembentukan Karakter
3. Belum adanya loket pemeriksaan barang dan

makanan
4. Tidak optimalnya sarana keamanan
5. Tidak adanya SOP titipan pengunjung

Belum adanya loket pemeriksaan barang dan
Isu yang diangkat makanan di LPKA Palu

Gagasan 1. Melaksanakan konsultasi dengan mentor
Pemecahan Isu 2. Membuat loket pelayanan pemeriksaan barang

dan makanan
3. Membuat baner tentang barang terlarang
4. Membuat leaflet tentan barang terlarang
5. Melaksanakan edukasi tentang barang terlarang
6. Evaluasi hasil aktualisasi

25

Unit Kerja : Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kel
Isu Yang Diangkat : Belum Adanya Loket Pelayanan Pemeri

Judul Aktualisasi LPKA Kelas II Palu
: Pelayanan Pemeriksaan Barang Titipan

No. Kegiatan Tahapan Kegiatan Output/Hasil

1. Konsultasi
dengan mentor

a. Mempersiapkan Foto bahan konsultasi

bahan konsultasi

b. Menentukan Screenshot

jadwal konsultasi penentuan jadwal

2

las II Palu
iksaan Barang Dan Makanan Yang Akan Masuk Dalam

n Pengunjung Di LPKA Kelas II Palu

Keterkaitan Substansi Mata Kontribusi Terhadap Kontribusi
Pelatihan Visi dan Misi Pencapaian Nilai
Organisasi
Manajemen ASN: Organisasi
Melaksanakan konsultasi Melakukan konsultasi
kepada mentor terkait isu serta dengan mentor untuk Kompeten
ber-komunikasi terkait gagasan mewujudkan pulihnya sepadan dengan
penyelesaian isu sebagai wujud kesatuan hidup, nilai organisasi
etika profesi kehidupan, dan profesional yaitu
penghidupan Anak memiliki
Smart ASN: Didik Pemasyarakatan penguasaan
Melakukan konsultasi secara (ANDIK PAS) sebagai bidang tugasnya
sopan dan santun serta individu
menggunakan tutur kata yang Akuntabel
baik sebagai wujud berjiwa sepadan dengan
hospitality nilai organisasi
akuntabel
1) Kompeten
Saya meningkatkan Loyal sepadan
kompetensi diri agar mampu dengan nilai
menyiapkan bahan konsultasi organisasi
yang baik akuntabel
2) Akuntabel
Saya bertanggung jawab
dengan mempersiapkan bahan
konsultasi sebelum
melaksanakan konsultasi
kepada mentor
1) Loyal

26

c. Mencatat hasil Adanya catatan hasil
konsultasi konsultasi

d. Meminta Adanya persetujuan
persetujuan mentor pelaksanaan
pelaksanaan aktualisasi
aktualisasi

2

Saya berkontribusi dalam
menentukan jadwal konsultasi
dengan mentor
2) Akuntabel
Saya bertanggung jawab
mempersiapkan jadwal dan
melaksanakan konsultasi
sesuai dengan waktu yang
telah disepakati
1) Loyal
Saya berkontribusi dalam
mencatat hasil konsultasi
dengan mentor
2) Akuntabel
Saya bertanggung jawab
untuk melakukan konsultasi
dan mencatat hasil konsultasi
dengan mentor
3) Kompeten
Saya dengan kinerja terbaik
mencatat hasil konsultasi dan
menjadikannya sebagai
pedoman dalam pelaksanaan
aktualisasi
1) Loyal
Saya berkontribusi dalam
meminta persetujuan
pelaksanaan aktualisasi dengan
mentor
2) Akuntabel
Saya bertanggung jawab
dalam meminta persetujuan
untuk melaksanakan aktualisasi
kepada mentor
3) Kompeten
Saya memberikan kinerja
terbaik dengan meminta
persetujuan pelaksanaan
aktualisasi agar sehingga

27

2. Pembuatan loket
pemeriksaan
barang dan
makanan

a. Mensurvey lokasi Foto dan video
pembutan loket Mensurvey lokasi
pembutan loket

2

aktualisasi dapat memberikan
hasil yang diinginkan

1) Manajemen ASN Dengan pembuatan loket Berorientasi
pemeriksaan barang dan Pelayanan
Saya membuat loket makanan dapat sepadan dengan
pemeriksaan barang dan membantu pencapaian nilai organisasi
makanan secara efisien dan Misi melaksanakan kerja cerdas.
efektif sistem pengamanan
yang didukung oleh Akuntabel
2) Smart ASN sistem pengelolaan yang sepadan dengan
profesioanl menuju LPKA nilai organisasi
Saya membuat loket kelas II Palu yang aman bertanggung
pemeriksaan barang dan dan terib. jawab
makanan merupakan wujud
dari professionalisme dalam Kompeten
upaya peningkatan system sepadan dengan
keamanan di LPKA kelas II nilai organisasi
Palu kerja tuntas
1) Kompeten
Saya melaksanakan tugas Harmonis
dengan kualitas terbaik sepadan dengan
dalam mensurvey lokasi nilai organisasi
pembutan loket agar dapat Peduli
menghasilkan kinerja
terbaik Loyal
sepadan dengan
2) Kolaboratif nilai organisasi
Kedisiplinan
28

b. Mempersiapkan Foto menyiapkan alat 1
alat dan bahan dan bahan

2

c. Membuat loket Foto dan video
pemeriksiaan pembutan loket
barang dan pemeriksiaan barang
makanan dan makanan

2

Saya dan Mentor melakukan Adaptif
kerja sama untuk mensurvey sepadan dengan
lokasi pembutan loket nilai organisasi
Berinovasi
1) Akuntabilitas
Saya menyiapkan alat dan Kolaboratif
bahan dengan penuh sepadan dengan
tanggung jawab nilai organisasi
Kerja sama.
2) Kompeten
Saya melaksanakan tugas
dengan kualitas terbaik
dalam menyiapkan alat dan
bahan yang di perlukan agar
dapat menghasilkan kinerja
terbaik

1) Akutabilitas
Saya Membuat loket
pemeriksaan barang dan
makan dengan penuh
tanggungjwab

2) Kolaboratif
Saya bekerja sama dalam
Membuat loket
pemeriksiaan barang dan
makanan

3) Harmonis
Saya membangun
Kerjasama dalam
Membuat loket
pemeriksiaan barang dan
makanan

29

d. Pembuatan Adanya jadwal
jadwal petugas petugas loket
loket

3. Pembuatan
banner

a. Mencari referensi Vidio mencari
referensi

b. Membuat desain Foto membuat
banner desain banner

3

1) Akuntabel Akuntabel
Saya bertanggung jawab sepadan dengan
dalam membuat jadwal petugas nilai organisasi
loket bertanggung
2) Loyal jawab
Saya berdedikasi dalam
membuat jadwal petugas loket Kompeten
3) Kolaboratif sepadan dengan
Saya bekerja sama dengan nilai organisasi
pimpinan dalam membuat kerja tuntas
jadwal petugas loket
Harmonis
Manajemen ASN: sepadan dengan
Saya membuat banner sebagai nilai organisasi
wujud berorientasi pelayanan Peduli
yaitu untuk memahami dan
memenuhi kebutuhan Loyal
masyarakat akan informasi sepadan dengan
pelayanan kami nilai organisasi
Kedisiplinan
Smart ASN:
Dalam pembuatan banner, Adaptif
saya menggunakan
kemampuan di bidang desain
grafis sebagai wujud
profesionalisme
1) Kompeten
Saya memberikan kinerja
terbaik dalam mencari
referensi desain banner
2) Adaptif
Saya berinovasi mendesain
banner dengan menemukan
referensi terbaik
1) Adaptif

30

c. Mencetak banner Foto mencetak
banner

d. Memasang Foto sebelum dan
banner sesudah
memasangan banner

3
S
p

3

Saya berinovasi dalam sepadan dengan
mendesain tampilan banner nilai organisasi
dengan mengembangkan Berinovasi
referensi-referensi yang telah
saya temukan Kolaboratif
2) Kompeten sepadan dengan
Saya berusaha meningkatkan nilai organisasi
kompetensi diri untuk dapat Kerja sama.
Menyusun dan mendesain
banner sebagai salah satu
media penyebaran informasi
3) Akutabel
Saya bertanggung jawab
dalam membuat desain banner

1) Akuntabel
Saya bertanggung jawab
dalam mencetak banner untuk
kemudian digunakan secara
efektif dan efisien
2) Berorientasi Pelayanan
Saya memenuhi kebutuhan
masyarakat dengan mencetak
banner tentang informasi terkait
barang-barang terlarang
3) Kolaboratif
Saya kerja sama dalam
mencetak banner
1) Akuntabilitas
Saya melakukan pemasangan
banner dengan penuh
tanggungjwab

2) Kompeten
Saya melaksanakan tugas
dengan kualitas terbaik dalam
pemasangan banner agar dapat
menghasilkan kinerja terbaik
3) Kolaboratif
Saya bekerja sama dalam
pemasangan banner

31

4. Pembuatan
leaflet

a. Mencari referensi Video mencari
referensi

b. Membuat desain Foto mendesain
leaflet

c,Mencetak leaflet Vidio mencetak
leaflet

3

Manajemen ASN: Pembuatan leaflet
Saya membuat leaflet sebagai dilakukan untuk
wujud berorientasi pelayanan melaksanakan
yaitu untuk memahami dan pelayanan, pembinaan,
memenuhi kebutuhan dan pembibmbingan
masyarakat akan informasi Anak Didik
pelayanan kami Pemasyarakatan dalam
kerangka penegak
Smart ASN: hukum
Dalam pembuatan leaflet, saya
menggunakan kemampuan di Kompeten
bidang desain grafis sebagai sepadan dengan
wujud profesionalisme nilai organisasi
1) Kompeten profesional yaitu
Saya memberikan kinerja memiliki
terbaik dalam mencari penguasaan
referensi desain leaflet bidang tugasnya
2) Adaptif
Saya berinovasi mendesain Akuntabel
leaflet dengan menemukan sepadan dengan
referensi terbaik nilai organisasi
1) Adaptif akuntabel
Saya berinovasi dalam
mendesain tampilan leaflet Adaptif sepadan
dengan mengembangkan dengan nilai
referensi-referensi yang telah organisasi
saya temukan inovatif
2) Kompeten
Saya berusaha meningkatkan Berorientasi
kompetensi diri untuk dapat Pelayanan
Menyusun dan mendesain sepadan dengan
leaflet sebagai salah satu nilai organisasi
media penyebaran informasi profesional
1) Akuntabel
Saya bertanggung jawab
dalam mencetak dan
memperbanyak leaflet untuk

32

d.Membuat daftar Adanya daftar
penerima leaflet penerima leaflet

5. Pelaksanaan
edukasi kepada
setiap keluarga
andik pas

a. Menyiapkan Foto materi edukasi
materi

3

kemudian digunakan secara
efektif dan efisien
2) Berorientasi Pelayanan
Saya memenuhi kebutuhan
masyarakat dengan mencetak
leaflet tentang informasi terkait
barang-barang terlarang
3) Kolaboratif
Saya bekerja sama dalam
mencetak leaflet

1) Beorientasi Pelayanan
Saya dengan ramah dan
cekatan membagikan leaflet
dan mengisi daftar penerima
leaflet
2) Akuntabel
Saya bertanggung jawab
mengisi daftar penerima leaflet
dengan sebenar-benarnya

Manajemen ASN: Pelaksanaan edukasi Kompeten
Dalam pelaksanaan edukasi dilakukan untuk sepadan dengan
saya membuat bahan dan melaksanakan nilai organisasi
melaksanakan edukasi secara pelayanan kepada profesional yaitu
efektif dan efisien keluarga Anak Didik memiliki
Pemasyarakatan penguasaan
Smart ASN: (ANDIK PAS) dalam bidang tugasnya
Saya melaksanakan edukasi kerangka penegak
dengan menggunakan bahasa, hukum Akuntabel
tutur kata, dan sikap yang baik sepadan dengan
sebagai wujud berjiwa nilai organisasi
hospitality akuntabel
1) Akuntabel
Saya bertanggung jawab Adaptif sepadan
dalam menyiapkan materi dengan nilai
edukasi organisasi
2) Kompeten inovatif
Saya terus belajar dan
mengembangkan kapabilitas

33


Click to View FlipBook Version