The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by educarekita, 2021-12-30 10:15:57

EDUCARE DIGITAL 1-2021

EDUCARE DIGITAL 1-2021

Dinamika Pedagogi

PENERAPAN CURA PERSONALIS

DALAM LINGKUNGAN PENDIDIKAN

Sebagai seorang pendidik, apakah kita
mengenali anak didik kita secara
personal? Atau setidaknya

mengetahui latar belakang keluarga,
pendidikan, budaya, dan ekonominya?

Atau paling tidak mengetahui
cita-citanya? Jika kita belum
mengalami salah satu dari ketiga hal
di atas, sepertinya kita perlu
berefleksi diri sebagai seorang

pendidik.

Kritoforus Gustian, S.S, S.Pd
Kepala Sekolah SMA Katolik Santo
Fransiskus Assisi Samarinda

Mengutip kisah guru yang strategis di pusat kota.
inspiratif dari Thai- Rujisamorn, sapaan akrabn-
land, M.R. Rujisamorn ya, sering ditawari uang den-
Sukhsvasti, seorang guru gan jumlah besar untuk men-
yang pada akhirnya diang- jual sekolah yang dindingnya
kat menjadi kepala sekolah berkayu tersebut, namun ia
Wannawit School di Bangkok, dengan tegas menolak dan
kiranya sebagai pendidik kita tetap melanjutkan sekolahn-
perlu berefleksi bagaimana ya. Sekolah tersebut khusus
menghayati profesi sebagai menerima murid dari keluar-
seorang pendidik. Seko- ga miskin. Rujisamorn tidak
lah tersebut terletak di lokasi menerima sepeser uang pun

49

Dinamika Pedagogi

dari muridnya. untuk mengucapkan selamat

Awalnya murid di seko- hari guru kepadanya.

lah tersebut hanya 8 orang, Ada beberapa poin pent-
seiring berjalannya wak-
tu jumlah murid bertambah ing dari kisah inspiratif di
menjadi 514 orang. Perusa- atas, yaitu kesetiaan, ketulu-
haan properti sempat men- san, dan pengorbanan. Rujis-

awarkan 1 miliar baht (sekitar amorn setia pada panggilan
433 Miliar Rupiah) kepada hidup sebagai seorang guru

Rujisamorn, namun ia sama hingga akhir hayatnya, tulus
sekali tidak tertarik dengan mencintai muridnya, dan mau
tawaran menggiurkan itu. Da-
lam 70 tahun pengalamannya berkorban untuk membantu
mengajar, ia memberitahu- siswa yang mengalami kes-

kan kepada para guru bah- ulitan baik secara ekonomi
wa tanggung jawab seorang maupun pendidikan. Ada satu

guru adalah mendidik murid pertanyaan reflektif dari kisah
agar mereka memiliki akhlak ini; mengapa ia melakukan
mulia.
Rujisamorn mengabdikan tindakan mulia tersebut? Apa-
seluruh hidupnya dalam dunia kah mungkin serta merta ia
pendidikan, memberikan ban- membantu muridnya keluar

tuan kepada siswa yang ku- dari persoalan hidupnya dan

rang mampu secara ekonomi membimbing mereka den-

dan pendidikan, mengun- gan tulus? Yah…jawabanya
jungi dan mengenal keluar-
ga siswanya, dan ikut mera- adalah karena ia mengenal
sakan, bahkan terlibat mencari siswanya secara personal.
solusi apa yang dirasakan dan Ketika mengenal maka sim-

dibutuhkan muridnya. Pada pati dan empati mengalir den-
masa tuanya, ketika hanya gan sendirinya dan tentu saja

bisa terbaring di tempat tidur, memengaruhi perkembangan
Rujisamorn sering dikunjungi fisik, sosial, psikologis, dan
oleh siswanya. Bahkan para
siswanya tidak pernah lupa spiritual muridnya.

50

Dinamika Pedagogi

Pentingnya Cura Personalis itu sungguh berarti dan kare-
dalam dunia Pendidikan na itu seharusnya tak usah
Berbicara tentang cura ia terpuruk jatuh dalam kere-
personalis tidak dapat dile- takan jiwa (falls through the
paskan dari dinamika Latihan cracks).
Rohani Ignatian. Latihan ini Dalam hubungan den-
berbasis pada pengalaman gan dunia pendidikan, cura
Santo Ignatius sendiri yang personalis merupakan suatu
mengalami bahwa dalam pe- proses yang khas beru-
ziarahan spiritualnya seseo- pa perhatian pada pribadi
rang ternyata membutuhkan siswa. Hal ini menyangkut
pendampingan dari orang lain. perhatian kepada siswa se-
Cura personalis adalah sikap cara mendalam sebagai seo-
hormat dan penuh penghar- rang pribadi dengan segala
gaan bagi setiap pribadi ma- situasinya yang berlainan.
Perhatian itu dilandasi kes-
adaran bahwa setiap pribadi
itu unik dalam perkemban-
gannya dan membutuhkan
bantuan yang khusus pula.
Maka pendidik perlu men-
genal secara pribadi siswan-
ya. Bentuk konkretnya dapat
beraneka ragam tergantung
Penulis melakukan pendampingan siswa pribadi siswa yang dibimb-
secara virtual. Dok. Pribadi. ing. Misalnya, mendampingi,

nusia dan mengakui kebaikan mendengarkan, menanyai,
serta keluhuran martabatnya. berdialog, melihat kesuli-
Kepedulian akan setiap prib- tannya dan menolongnya.
adi, memandang setiap orang Meski bentuknya beraneka
sebagai insan yang dikenal, ragam, tetapi intinya sama
dipanggil, dan dicintai secara yaitu penghargaan, peneri-
pribadi oleh Allah sendiri, maan siswa sebagai pribadi
serta mengakui bahwa seti- manusia yang berharga dan
ap orang itu mempunyai rasa keinginan untuk membantu
ikut memiliki (a sense of be- mereka sesuai dengan kebu-
longing), bahwa setiap orang tuhan mereka. Cura person-

51

Dinamika Pedagogi

alis merupakan salah satu salahan tersebut jika tidak
wujud dari semangat kasih dibantu untuk diolah dapat
Tuhan. Kasih kepada siswa menyebabkan siswa/i memi-
jelas menuntut perhatian se- liki konsep diri yang rendah.
cara pribadi terhadap mere- Konsep diri yang rendah
ka. Siswa tidak dianggap se- adalah pribadi yang memili-
bagai obyek, tetapi sebagai ki konsep diri negatif sehing-
subyek dengan kekhasannya ga cenderung merasa tidak
masing-masing. aman, tertekan, kurang per-
. Selain mengajar, caya diri, dan memiliki harga
para pendidik meluangkan diri yang terpuruk. Jika hal-hal
waktu menjadi tempat cura- tersebut dialami siswa/i maka
han hati siswa/i yang dilanda akan menghambat perkem-
permasalahan hidup, yakni bangannya menjadi pribadi
persoalan eknomis, fisiolo- yang seutuhnya. Oleh karena
gis, sosiologis, dan psikol- itu, sebagai pendidik perlu
ogis. Persoalan ekonomis bersedia memberikan bimb-
misalnya: terlilit hutang, ter- ingan pribadi untuk memban-
jerat perjudian, terpepet uang tu siswa/i mengolah perma-
sekolah dan berbagai perso- salahan hidupnya supaya ia
alan ekonomi lainnya. Per- menyadari bahwa hidup itu
soalan fisiologis: mengalami memang penuh dengan per-
letih, lapar, sakit atau cacat soalan tetapi selalu mempu-
jasmaniah. Persoalan sosiol- nyai harapan dan kekuatan
ogis: mengalami hambatan untuk mengatasinya.
hubungan dalam masyarakat, Hidup memang penuh
kemerosotan martabat atau dengan risiko dan tantan-
memiliki ketidakberdayaan gan, juga terdapat pelbagai
di tengah tuntutan masyar- hambatan yang perlu diata-
kat yang semakin kompleks. si, namun dari semua pen-
Persoalan psikologis: merasa galaman itu merupakan pe-
bersalah, marah, benci, ce- luang untuk berkembang ke
mas, takut, tidak aman dan arah yang positif dan kon-
frustrasi, dikhianati, ditinggal- struktif. Bagaimana kita dapat
kan, dan ditelantarkan sendi- mengimplementasikan se-
rian dalam kemalangan. mangat cura personalis di
Permasalahan-perma- dalam karya pelayanan kita

52

Dinamika Pedagogi

sebagai pendidik?” ling melengkapi dalam men-
ciptakan suasana yang aman,
Langkah konkret penerapan nyaman, saling membangun
cura personalis dalam satu sama lain, dan berger-
konteks sekolah ak bersama menatap masa

depan dengan positif. Ketika
1. Menciptakan situasi rasa syukur dan saling men-
“Bersyukur dan Saling Men- yapa dilakukan, setiap pribadi
yapa di lingkungan sekolah” merasa bahwa mereka ber-
Lingkungan sekolah san- harga dan terdukung untuk
gat berpengaruh pada pem- melakukan hal terbaik dari dir-
bentukan karakter seorang inya.
siswa, pun pula seluruh warga
sekolah. Suasana hati yang 2. Mendata identitas dan
bersyukur akan memancar- latar belakang siswa
kan aura positif dan mengem- Menciptakan suasana
bangkan satu sama lain kare- yang aman, nyaman, saling
na walaupun mengalami membangun perlu didukung
kendala dalam melakukan oleh gerakan administrat-
aktivitas sekolah, selalu ada if yang konkret yaitu menda-
harapan untuk belajar men- ta siswa, bukan hanya siswa
gevalusi dan memperbaikin- bermasalah atau yang ber-
ya. prestasi saja, namun semua
Sikap menerima dengan siswa tanpa terkecuali. Ke-
tulus keadaan dan memban- cenderungan yang terjadi di
gun pikiran yang positif men- sekolah adalah hanya mem-
galir dari perasaan bersyukur perhatikan siswa yang berma-
bahwa Tuhan menyeleng- salah dan berprestasi, lupa
garakan yang terbaik, pada dengan siswa yang biasa saja.
orang yang tepat, dan pada Karena itu perlu suatu gera-
saat yang tepat. Gerakan kan konkret untuk mengetahui
untuk menyapa satu sama keluarganya, latar belakang
lain sebagai saudara akan pendidikan, ekonomi, budaya,
mencul ketika memiliki rasa sosial, dan informasi lain yang
syukur dalam diri. Karena itu terkait dengan siswa. Secara
bersyukur dan saling menya- praktis bisa dibuat dalam satu
pa adalah dua hal yang sa- buku khusus yang memuat

53

Dinamika Pedagogi

semua informasi siswa seh- nis siswa yang sepenuhnya
ingga dalam proses bimbin-
gan para pendidik akan den- bersalah. Melalui home vis-
gan mudah memahami dan it ini, informasi terkait siswa
mengenali siswanya. Bisa
juga didokumentasikan se- lebih diperdalam sehingga
cara digital semua informasi bisa menjadi referensi dalam
yang ada sehingga memu- menangani masalah siswa
dahkan para pendidik dalam dan tentu saja “kehadiran” ba-
membimbing siswa dalam pak/ibu guru akan memotiva-
belajar atau menangani ma- si siswa untuk lebih baik dari
salah yang dihadapi. sebelumnya serta merasa
diperhatikan dan didukung.
3. Home Visit
4. Empati

Lingkungan yang memi-
Guru menyapa dan mengunjungi rumah liki sikap “empati” yang baik
akan mengasah kepekaan
si swa. Dok. Pribadi. hati nurani seseorang kepada
yang lain. Pengalaman ikut
Kegiatan Home Vis- merasakan dan mencari solu-
it merupakan salah satu si konkret atas persoalan yang
dihadapi akan membekas da-
alternatif bagaimana men- lam pribadi siswa yang men-
genali siswa secara men- galaminya dan membangun
dalam. Kadang di sekolah citra positif tentang dirinya.
muncul berbagai masalah, Apabila lingkungan empati ini
seperti bolos, suka bekelahi, terjaga dengan baik di seko-
murung, atau suka melawan lah, maka akan tumbuh hab-
bapak/ibu guru dan secara itus “saling mengasihi” dan
sepihak sekolah memvo- secara personal siswa mera-
sakan kehadiran yang lain
dalam hidupnya.

5. Saling mendoakan

Hal yang mungkin ja-
rang dilakukan oleh pendidik
adalah mendoakan siswanya
dan demikianpun siswa men-

54

Dinamika Pedagogi

dokan gurunya. Ini tindakan nyaman, dan membangun
yang sepertinya sepele, na- harapan yang cerah bagi
mun berpengaruh terhadap semua siswa. Sebagaimana
pengalaman spiritual seseo-
rang bahwa teman dan ba- harapan yang terdapat dalam
pak/ibu guru adalah kado salah satu dokumen gere-
indah Tuhan dalam perjala- ja khusus pendidikan bahwa
nan hidupnya secara pribadi. pendidikan menitikberatkan

Pembiasaan saling mendo- pada pembangunan manusia
akan akan menyentuh aspek seutuhnya, martabatnya se-
rohani seseorang yang tentu bagai manusia yang merupa-
akan saling memberkati satu kan citra Allah sendiri (bdk.
sama lainnya.
Semua proses yang tel- Gravissimum Educationis
ah dipaparkan di atas berpen-
Bg.Pendahuluan).

garuh pada gerak pikir, hati,

Curapersonalissikap, dan tindakan semua
warga sekolah. Dambaan adalah sikap
lingkungan sekolah yang di- hormat dan
rindukan akan mengakar

pada setiap pribadi terutama penuh
siswa/i yang mengalami pros- penghargaan
es tersebut. Para pendidik di-

harapkan menjadi “Yang Di- bagi setiap
rindukan Siswa”, bagian dari pribadi
sejarah hidupnya yang istime-

wa dimana mereka menemu- manusia dan
kan oase yang menyegarkan mengakui
dan menghidupkan di tengah

situasi kering hidup mereka. kebaikan
Kiranya melalui kegia- serta keluhuran
tan konkret dan sederhana

namun secara konsisten dan martabatnya.
tulus dilakukan akan mencip-

takan sekolah yang aman,

55

Dinamika Pedagogi

GURU: SANG PEMBUAT
MUJIZAT

Andreas Toto Subagyo, S.S., M.A. kembali sewaktu diajak oleh dua
orang sahabat yang lain mengunjungi
Periplus Teacher Academy, Trainer, katedral milik Gereja Episkopal terse-
Counselor, Book Lover but. Ada ruang bawah-tanah di situ,
tidak jauh dari Kapel St. Joseph dari
Pada akhir Oktober 2021 yang Arimatea. Suasana sangat teduh, ten-
lalu saya berkontak-kontakan ang dan sakral. Tentu saja demikian,
dengan seorang rekan lama. karena di situ disimpan abu jenazah
Sekarang dia bertugas di Washington, pribadi-pribadi yang luar biasa. Tak
D.C. (USA). Kami saling tukar kabar beda dengan makam.
dan cerita. Dan entah kenapa, saya Tanpa sengaja saya memba-
seolah dilemparkan ke masa lalu keti- ca plakat perunggu kecil di dinding.
ka mengunjungi Washington National Tertulis di situ kata-kata lebih-kurang
Cathedral, tak jauh dari residensinya. sebagai berikut: “Helen Keller dan
Samar-samar saya teringat pendamping seumur hidupnya Anne
Sullivan Macy dikebumikan di kolum-
barium di belakang kapel ini.” Ada
juga huruf Braille. Kemungkinan besar
artinya juga sama.
Sesaat saya terkesima. Sewak-
tu di bangku sekolah dulu saya per-
nah membaca kisah mengenai Helen
Keller dan gurunya yang luar-biasa,
Anne Sullivan. Kisah itu menyentuh
hati saya. Dan tanpa direncana, tan-
pa disangka, saat itu saya berziarah di
peristirahatan terakhir mereka. Saya
memberikan hormat sedalamnya ke-
pada keduanya, selayaknya kepada
dua Orang Kudus.

56

Dinamika Pedagogi

“The Miracle Worker” Massachusetts. Sekolah tersebut pun
lalu mengirimkan seorang alumna
Helen Keller. terbaik mereka untuk menjadi guru
http://melodydihatiku.blogspot.com/2012/07/ Helen. Namanya Ms. Anne Sullivan
siapakah-hellen-killer.html (1866-1936). Kala itu usianya baru 20
tahun. Penglihatan Ms. Anne sendiri
Hellen Keller (1880-1968) men- tidak bagus maka dia bersekolah di
galami kebutaan karena demam tinggi Perkin. Justru karenanya Ms. Anne
yang dialaminya ketika masih berusia bisa memahami keadaan Helen, yang
19 bulan. Ketika semakin hari dia ber- frustasi karena ketidak-mampuannya
tumbuh, orangtuanya kadang kewala- berkomunikasi dengan dunia luar.
han menghadapi Helen kecil. Dia mu- Tidak serta merta semuanya
dah meledak dan tantrum. “She wants berjalan mulus sejak awal. Helen cuk-
to talk like you and me!” ratap Maman- up “liar” untuk dijinakkan. Acapkali
ya ketika bertengkar dengan suaminya Ms. Anne harus bertindak tegas dan
mengenai bagaimana mendidik dan keras. Kedua orangtua Helen pun ti-
mendisiplinkan Helen. Karena mere- dak serta merta memahami cara-cara
ka sama-sama tidak tahu persis mesti yang digunakannya. Mereka mesti
bagaimana. Cara efektif yang mereka belajar mengerti perbedaan antara
tahu ketika Helen mengamuk adalah cinta-kasih dan rasa-kasihan. Tidak
dengan memberikan camilan di mulut- jarang terjadi ketegangan di antara
nya. Biasanya dia menjadi lebih ten- mereka. Karena lingkungan keluarga
ang. sangat memengaruhi perkembangan
Maka mereka menghubungi Per- Helen, maka demi kebaikan Helen,
kin School for the Blind di Watertown, Ms. Anne menuntut: “I want complete
charge!” Mereka lalu tinggal di bangu-
nan yang berbeda.
Dengan jari-jemarinya Ms. Anne
mengajarkan bahasa isyarat kepada
Helen. Helen tidak serta-merta paham.
Karena kegigihan Ms. Anne, akhirnya
Helen mulai memahami kaitan antara
sebuah benda dengan sebuah baha-
sa (isyarat). Segala sesuatu ternyata
ada namanya. Kata “water” (air) yang
dieja Anne dengan jari-jemari di satu
telapak tangan Helen ketika telapak

57

Dinamika Pedagogi

yang lain basah oleh air ibarat kunci hun ke-50 atas pentas pertama “The

yang membukakan jendela baru bagi Miracle Worker” di Broadway, maka

Helen. Dia begitu haus untuk men- pada tahun 2010 drama tersebut

getahui lebih banyak lagi apa saja dipentaskan kembali dengan judul

yang ada di luar jendela sana: ground, yang sama.

pump, bush, flower, tree … mother, Ms. Anne membuat Helen yang
papa, teacher. Itu adalah hari enlight-
ment buat Helen! Hari itu dia belajar awalnya hidup dalam kegelapan yang

sekitar 30 kata baru. membuatnya terasing menjadi bisa

Ms. Anne mengajarinya ba- “melihat terangnya dunia” melalui

ca-tulis Braille, juga beberapa cara- Pendidikan dan cinta sejati. Hampir
cara berkomunikasi lainnya. Helen
yang memang cerdas dan begitu ulet secara harafiah kata-kata R.A. Kartini

lulus cum laude dari Radcliffe College “dari gelap terbitlah terang” bisa kita

pada usia 24 tahun. Ms. Anne mem- lihat terjadi dalam kehidupan Helen
bantunya mengakrabi kehidupan dan
bahkan memberikan kontribusinya Keller karena peran besar Ms. Anne.

yang unik. Sebagai tunanetra Helen

justru mencelikkan mata dunia. Sep-

Ms. Anne membuaterti kemudian kita tahu, Helen yang
Helen yang
buta menjadi penulis yang terkenal. awalnya hidup
Artikel maupun kuliahnya berbobot.
Dia menjadi aktivis sosial. Helen ber-

temu dengan tokoh-tokoh kelas dun- dalam kegelapan
ia: Thomas Alva Edison, Graham Bell, yang membuatnya
Mark Twain, Andrew Carnegie, mau-
pun para Presiden Amerika Serikat di terasing
masa hidupnya.

Itu semua bisa terjadi karena so- menjadi bisa
sok Ms. Anne Sullivan. Kiranya tidak “melihat terangnya
berlebihan apabila dia dijuluki sebagai

“sang pembuat mujizat” sebagaimana dunia” melalui
kisahnya kemudian difilmkan dengan Pendidikan dan
judul “The Miracle Worker” (1962).
Dengan judul yang sama dibuat film cinta sejati
yang ditayangkan pada tahun 1979

dan 2000. Untuk merayakan ulang-ta-

58

Dinamika Pedagogi

Juga dalam keseharian menyebutkan sosok guru yang telah
yang lumrah? turut membentuk kehidupan mereka.
Ada yang menyebutkan ibu atau tante
Kisah Helen Keller dan Ms. mereka sendiri, yang kebetulan juga
Anne Sullivan cukup spektakuler, berpofesi sebagai guru. Ada yang
apalagi ketika difilmkan atau dipentas- menyebutkan nama guru sewaktu di
kan di panggung. Saya tergoda untuk Sekolah Dasar, atau ketika di SMP/
membandingkannya dengan realitas SMA/SMK, atau dosen sewaktu di
keseharian yang lumrah. Apakah se- Perguruan Tinggi; bahkan ada yang
tiap sosok guru memang dianugerahi masih dengan bersemangat bercerita
kharisma seperti Ms. Anne Sullivan tentang sosok guru TK.
untuk “membuat mujizat”? Seperti apa Secara bagaimana dia telah
konkretnya? mengubah Anda? Itu pertanyaan saya
selanjutnya. Ada banyak ragam jawa-
Helen Keller bersama gurunya, Anne Sullivan. ban. Ada yang mengatakan bahwa dia
https://voi.id/berita/7918/helen-keller-dan-anne-sulli- tidak lagi menjadi pemalu untuk ber-
van-yang-berjuang-menerobos-keterbatasan diri di depan kelas (apalagi sekarang
dia sendiri telah menjadi guru). Ada
Menjelang Hari Guru Nasional yang mengatakan bahwa keyakinan
(25 November 2021) yang lalu, secara Ibu Guru terhadap dirinya membuat
random saya menanyakan kepada be- dia pun menjadi percaya akan ke-
berapa teman pertanyaan ini: adakah mampuan dia. Dia sekarang menjadi
sosok guru yang telah turut mengubah dokter. Ada yang terinspirasi oleh gu-
kehidupan Anda? runya yang selalu membacakan se-
Mungkin sekedar kebetulan buah buku cerita di kelas. Kisah-kisah
saya tidak tahu, tetapi hampir semua itu menginspirasinya menjadi penulis.
yang tanyai bisa dengan spontan Ada yang pada masa remajanya suka
ugal-ugalan dan nakal, lantas berubah
180° menjadi pribadi yang bijak dan
matang.
Singkatnya, dalam kehidupan
lumrah hal-hal tersebut memang ada,
meski tidak selalu diekspos oleh me-
dia. Banyak media lebih tertarik me-
wartakan berita yang bisa laku dijual.
Tetapi bukan berarti apa yang lumrah
itu kalah indah lho!

59

Dinamika Pedagogi

Menyingkapkan keindahan nutup keindahan sejati Helen Keller.
yang tersembunyi Faktor bawaan/alami (nature)
maupun upaya manusiawi (nurture)
Konon, seniman besar dari mesti saling melengkapi. Meskipun
Abad Renaisans, yaitu Michelangelo Helen secara alami adalah anak yang
(1475-1564) pernah berujar tentang cerdas, namun apabila berada di
patung-patung mahakaryanya yang lingkungan yang salah dengan mod-
begitu indah: “Dalam setiap bongkah el Pendidikan yang salah (dalam hal
marmer aku sudah melihat sebuah ini Orangtua terlalu memanjakan Hel-
patung yang indah sempurna. Tuga- en karena rasa kasihan), Helen tidak
sku sederhana saja, yaitu menyun- akan berkembang optimal.
gkil-hilangkan bagian-bagian yang
menyembunyikan keindahannya itu.” Ibarat tukang kebun yang baik,
Lebih dari sebongkah marmer,
tiap Anak adalah pribadi yang unik. Ms. Anne mengenali betul jenis tana-
Masing-masing memiliki potensi. Tu-
gas kita sebagai Guru/Orangtua ada- man dalam diri Helen. Jenis tanaman
lah mengenali talenta-talenta tersebut tertentu butuh lingkungan tertentu
serta membantu mengkondisikannya dan perawatan tertentu pula. Maka
sedemikian rupa agar berkembang dia menyesuaikan cara-cara merawat
secara lebih optimal. agar tanaman itu bisa bertumbuh den-
Ms. Anne Sullivan melakukan gan baik, subur dan akhirnya berbuah.
hal ini dengan sangat baik, lepas dari Selain ketulusan hati dan kes-
aneka kesulitan yang dialaminya. Dia ungguhan, kesabaran dan ketekunan;
melihat potensi yang hebat dalam dari Ms. Anne kita belajar satu hal
diri Helen. “She is smart … and an- ini: sikap positif penuh harapan! Dia
gry,” katanya dalam salah satu ver- percaya akan potensi besar dalam
si film. Helen memang cerdas. Keti- diri Helen. Dia percaya bahwa “suatu
dak-mampuannnya membuat koneksi saat” benih itu akan bertunas. Dan be-
dan komunikasi dengan “dunia luar” nar adanya. Kekuatan harapan dalam
membuatnya frustasi dan marah. diri Ms. Anne pantas diacungi jempol.
Untunglah Ms. Anne tidak mau Kiranya Helen Keller pun men-
dikalahkan oleh kesulitan demi kesu- gakui di kedalaman hatinya akan per-
litan “yang menyembunyikan keinda- an besar gurunya yang luar biasa ini.
han” Helen kecil yang dia didik. Pel- Mereka selalu ada bersama-sama,
bagai cara dia pergunakan untuk bahkan ketika Ms. Anne kemudian
menyungkil dan menghilangkan ba- menikah. Ms. Anne menghembuskan
gian-bagian yang mengotori dan me- nafas terakhir pada tanggal 20 Okto-
ber 1936 didampingi Helen Keller, mu-
rid dan sahabatnya.

60

Dinamika Pedagogi

Gladi-diri: “Do you love dangi dia apa adanya.
her?”
• Biarkan Sang Guru bertanya se-
Dalam salah satu adegan (versi cara personal kepada kita: “Apakah en-
film) Mr. Keller ayah Helen bertanya gkau mengasihinya sebagaimana Aku
kepada Ms. Anne apakah dia mencin- selalu mengasihinya? Maukah engkau
tai Helen, Ms. Anne membalikkan per- memandang keindahan dalam dirinya
tanyaan itu: “Do you?” Dia mengajak sebagaimana Aku melihatnya?” Ulan-
ayah Helen untuk belajar membeda- gi dan cecapi pertanyaan ini beberapa
kan antara cinta-kasih sejati dengan kali.
sekedar rasa kasihan. Dia mengingat- • Lagi, tidak perlu buru-buru men-
kan agar tidak terperangkap oleh jeb- jawab formal. Jawab saja dengan ju-
akan mematikan itu. jur-tulus, juga ketika ternyata tidak
Kita diajak mawas diri untuk mudah bagi kita untuk mecintai “murid
menjawab dengan jujur, apakah kita tertentu” itu. Biarkan dialog jujur terja-
mencintai setiap dari anak-anak yang di apa adanya. Tuhan mendengarkan
Tuhan percayakan kepada kita se- dengan penuh perhatian. Ungkapkan
bagaimana Tuhan mencintai mereka? apa adanya.
Lagi, cinta-kasih dan kasihan adalah • Ada baiknya kita menuliskan da-
dua kutub yang berbeda. lam jurnal kita mengenai gladi-diri yang
Pertanyaan tadi juga tidak mem- kita jalankan.
butuhkan jawaban yang formal, sep- Gladi-diri ini bisa bisa disesuaikan
erti ketika Petrus ditanya oleh Yesus seturut kebutuhan dan konteks.
Yang Bangkit: “Apakah engkau men-
gasihi Aku?” Cara pandang, sikap, Kharisma Guru sebagai
tutur-kata dan perilaku kita terhadap
anak-anak adalah cerminan jujur kual- Miracle Worker
itas jawaban kita.
Ada satu gladi-diri sederhana Lepas dari aneka aspek profe-
yang saya ajakkan. Caranya sederha- sionalisme yang melekat pada job-de-
na: scription pada seorang Guru, kiranya
• Alokasikan waktu untuk “Me tidak berlebihan apabila dengan sung-
Time” (saat teduh pribadi). Tidak ha- guh-sungguh dan rendah hati menda-
rus berlama-lama. lami kharisma khusus panggilan hidup
• Setelah menenangkan diri, had- menjadi seorang Guru/Pendidik.
irkan seorang murid dalam hati. In- Secara sederhana, kharisma
gat-ingat kapan perjumpaan terakhir. saya mengerti sebagai rahmat khusus
Hadirkan dia sehidup-hidupnya. Pan- pada diri seseorang karena perannya

61

Dinamika Pedagogi

menyalurkan kebaikan Tuhan kepa-

Dalam salah satuda anak-anak-Nya, dalam hal ini ada-

lah identitas dan tugas sebagai Guru/ adegan (versi film)
Pendidik.
Secara pribadi saya percaya Mr. Keller ayah

bahwa setiap Guru dianugerahi kha-

Helen bertanyarisma sebagai miracle worker seperti
secara tepat diterapkan untuk sosok kepada Ms. Anne

Ms. Anne Sullivan. Mohon kata mir-

apakah diaacle di sini tidak disempitkan artinya

hanya pada mujizat yang spektakuler mencintai Helen, Ms.
dan cenderung berbau sensasional.

AnneGuru sungguh dipercaya Tuhan untuk
merawat benih yang baik. Lewat kes-

membalikkanabaran, ketekunan, kesabaran, hara-

pan dan sikap positip, Guru menjadi pertanyaan itu: “Do
perpanjangan tangan Tuhan untuk

mentransformasi benih (potensi) itu you?” Dia mengajak
menjadi pohon yang bertumbuh sehat

ayah Helen untukdan berbuah lebat. Itulah kharisma

seorang Guru. belajar membedakan

antara cinta-kasih

sejati dengan

sekedar rasa kasihan.

Dia mengingatkan

agar tidak

terperangkap oleh

jebakan mematikan

https://intisari.grid.id/read/0356316/hellen- itu.
keller-perjuangkan-hak-hidup-orang-orang-ca-
cat-fisik

62

Dinamika Pedagogi

Pengalamanku Sebagai

Guru Inspiratif
Saya percaya bahwa tidak
ada yang terjadi secara
kebetulan dalam hidup
ini. Oleh karena itu ketika
diberi kesempatan oleh
Ketua Yayasan Paulus
Makassar bersama keem-
pat guru lainnya, untuk
mengikuti kegiatan TOT
guru inspiratif secara vir-
tual yang diselenggarakan
oleh Komisi Pendidikan
Konferensi Waligereja
Indonesia (Komdik KWI)
pada bulan Oktober 2020
- Januari 2021 saya me-
nerimanya dengan penuh
Florentina Sunarti, S.Pd syukur.
Kepala Sekolah SDK St. Yakobus
bukan hanya memunculkan
Makassar tantangan tetapi juga seka-
ligus menjadi stimulus un-
tuk mewujudkan pendidikan
Gerak Kolaboratif
Kepedulian Komdik KWI yang berkualitas, mendorong
untuk bergerak bersama kami untuk selalu terlibat,
dengan sekolah-seko- berdinamika dan berproses
lah Katolik di Indonesia, kami bersama-sama dengan para
sambut dengan penuh suk- fasilitator yang kreatif, nara-
acita. Ini menjadi salah satu sumber yang hebat kompe-
jawaban dari kerinduan kami ten, maupun dengan sesama
untuk maju bersama dan tetap guru dari berbagai penjuru
“berbuah” di masa pandemi. nusantara yang selalu berse-
Kesadaran bahwa pandemi mangat.

63

Dinamika Pedagogi

Pegembangan kompe- orang tua diasah dan diperta-
tensi guru yang dimulai den- jam sehingga menjadi ener-
gan disposisi batin, mem- gi baru dalam gerak langkah
bangkitkan dan menyegarkan pelayanan untuk mengem-
kembali semangat panggilan bangkan sekolah berkarakter
dan komitmen sebagai guru. unggul. Hal ini sangat meng-
Metode sharing untuk pen- gembirakan karena sesuai
golahan materi dalam kelas dengan nilai inti yang dikem-
kecil atau sebuah keluarga bangkan oleh sekolah-se-
yang anggotanya heterogen kolah milik Yayasan Paulus
dari berbagai daerah dengan Makassar, termasuk SD Ka-
keunikannya masing-masing tolik Santo Yakobus tempat
sungguh dapat mempertajam saya berkarya yaitu unggul,
dan memperluas pengala-
man belajar yang baik. Se- kreatif, kasih, dan misioner.
mangat berbagi pengetahuan Salah satu tantangan
dan pengalaman dari mas- setelah mengikuti TOT adalah
ing-masing daerah memper- bagaimana mengaplikasikan
kaya dan menginspirasi se- materi dan ilmu yang telah di-
tiap peserta untuk bergerak peroleh. Dibutuhkan kesung-
maju lebih cepat namun tetap guhan dan keteguhan hati un-
mendalam. tuk dapat melaksanakannya.

Tiga Daya Jiwa Kepedulian Ketua Yayayasan
yang selalu hadir menyapa,
Pengembangan Kom- mendorong, mengapresiasi
petensi Pedagogik (pengo- dan menemani dalam setiap
lahan diri dan pedagogi hati) gerak langkah perjalanan se-
dengan keunggulan tiga daya kolah membuat kami tidak ta-
jiwa, yaitu hati, nalar, dan ke- kut saat mengalami kesulitan
hendak/tindakan menjadi dan tantangan.
salah satu modal bagi kami
untuk mengembangkan se- Guru yang Dirindu
kolah karena guru ditantang Seperti gembala yang
untuk terus bergerak, berben-
ah, berubah, sehingga meng- selalu mengenal setiap dom-
hasilkan buah. Kompetensi ba-dombanya dan setiap

guru dalam berkomunikasi domba akan mengenali suara
dengan peserta didik maupun gembalanya, itulah sejatinya

64

Dinamika Pedagogi

da untuk melaksanakan cura
personalis. Dari tiga orang
guru ini saya berharap mer-
eka akan menemani lagi gu-
ru-guru yang lain, begitupun
seterusnya sehingga semua
guru akan mempunyai pe-
mahaman yang sama ten-
tang bagaimana mencurah-
kan hati kepada peserta didik
yang memiliki keunikan mas-
ing-masing.
Serah terima buku catatan guru. Dok. Awalnya memang tidak
Pribadi. mudah karena dibutuhkan

seorang guru. Guru yang baik waktu yang panjang, kesaba-
selalu mengenali setiap pe- ran, dan pengorbanan kare-
na tidak bisa bertemu secara
serta didiknya secara prib- langsung. Para guru yang
adi, secara utuh, sehingga saya dampingi mulai berceri-
kehadirannya selalu dirindu- ta dari hati ke hati kepada pe-
serta didik satu persatu. Per-
kan. Itulah yang pertama-ta- kataan mereka didengarkan
ma saya sharingkan secara dengan saksama sebagai se-

umum kepada teman-teman suatu yang berharga. Mera-
guru di sekolah seuai mengi- sa dihargai dan ditemani,
peserta didik akan mencer-
kuti TOT guru inspiratif. Ada itakan dengan mudah ten-
yang menanggapi secara an- tang kehidupannya, hobinya,

tusias ada pula yang menang- kebiasaanya di rumah, ke-
gapi biasa-biasa saja, namun biasaan orang tuanya, peker-
itu tidak menyurutkan lang- jaan orang tuanya, dengan
siapa mereka tinggal, jum-
kah saya untuk menemani lah saudaranya, keberadaan
guru-guru. saudaranya dan sebagainya.
Secara khusus saya me- Apa yang disukai dan apa
nemani tiga orang guru den- yang tidak disukainya. Apa
gan rentang usia yang berbe- yang membuat mereka sen-

65

Dinamika Pedagogi

ang dan apa yang mereka kalau di rumah tidak begi-
takuti, dengan siapa mereka tu, makanannya biasa-biasa
belajar, tidur, makan dan ma- saja”
sih banyak lagi.
Beberapa celoteh anak
Agar guru tidak lupa, kelas satu di atas meng-
semua yang disharingkan- gambarkan betapa dekatnya
peserta didik dicatat dalam hubungan pribadi guru den-
buku. Setiap perkembangan gan anak, sehingga mereka
dan kemajuan peserta didik
ditambahkan dalam catatan. mau menceritakan semua
Mengetahui anak secara prib- masalah atau persoalan yang
adi akan memudahkan guru ada karena percaya kepada
untuk membantu dalam bela- gurunya, guru yang member-
jarnya. Pada akhir tahun, buku ikan hatinya untuk peserta di-
diknya.
catatan hasil cura personalis Untuk dapat memper-
oleh gambaran utuh selain
tersebut diberikan kepada
guru kelas yang akan menga-
jar di kelas berikutnya, untuk berkomunikasi dengan anak,
memudahkan guru berikut- guru juga berkomunikasi den-
nya mempelajari kebutuhan gan orang tua yang menjadi
peserta didik. Sehingga guru mitra atau patner dalam men-
berikutnya tidak memulai dari dampingi anak.
kekosongan atau ruang ham- Dalam hal ini selain
pa. melalui pendekatan priba-
“ Bu aku sedih karena orang di kepada orangtua, sekolah
tuaku tidak bersama-sama juga memfasilitasi pertemuan
ke gereja, doakan ya Bu agar orang tua. Dalam pertemuan
orang tuaku ke gereja”
“ Bu, aku lebih senang belajar tersebut pihak sekolah men-
di sekolah, belajar dengan Bu dengarkan keluhan dan per-
Guru, Mamaku galak”. soalan yang dialami dalam
“Bu, aku selalu dilarang kelu- mendampingi anak belajar
ar rumah, menjengkelkan” di rumah. Masalah-masalah
“Bu, bekal makanan yang tersebut biasa terjawab den-
kubawa ke sekolah selalu gan sendirinya oleh orang tua
yang enak-enak apa yang yang lain berdasarkan pen-

saya minta diberikan, tapi galaman dalam menangani

67

Dinamika Pedagogi

kesulitan anak. Pengalaman memimpin,

Examen merefleksi kehidupan, men-
sharingkan permenungan
Selain hal yang sudah batin, berdoa dan mendoakan
saya sharingkan di atas, ada
kegiatan kecil yang dapat teman, menyanyi bersama
menginspirasi teman-teman memuji Tuhan dalam keluar-
guru dalam pelayanan mau- ga SD Katolik Santo Yakobus

pun kehidupan pribadi yaitu merupakan suatu anugerah
examen. Kami melakukan ex- dalam kehidupan bersama di
amen secara rutin satu ming-
komunitas sekolah.
gu satu kali. Kerelaan mel-
uangkan waktu di luar jam Kegiatan examen yang
pelajaran untuk bersama-sa-
ma merefleksi kehidupan selalu diakhiri dengan komit-

men bersama untuk tinda-

sungguh mengharukan. Ke- kan selanjutnya menjadikan
tika melihat kembali peris-
tiwa-peristiwa yang dialami fondasi yang kuat dalam
dalam hidup dan kehidupan mengembangkan sekolah.
serta mensharingkan pen- Pada awalnya kegiatan ini
galaman batin dalam kelom- agak sulit dilakukan namun

pok kecil maupun kelompok dengan berjalannya waktu,
besar merupakan pengala- justru kegiatan ini selalu dirin-
man baru yang menyejukkan dukan karena tanpa examen
hati, menguatkan kebersa-
maan, dan merasakan apa perjalanan hidup terasa ham-
yang dirasakan oleh teman
bar. Pengalaman examen

lainnya. guru ini mulai diterapkan juga
Kesadaran bahwa se- kepada peserta didik setiap
bagai manusia sungguh
lemah dan rapuh tetapi Tu- selesai pembelajaran meski-
han mengampuni dan mem- pun masih terbatas pada ke-
berikan pertolongan melalui las-kelas tertentu.

orang-orang di sekitar, mem- Kegiatan examen yang sela-
buat ikatan kami semakin
kuat. Setiap orang diberi kes- lu diakhiri dengan komitmen
empatan untuk mengungkap- bersama untuk tindakan se-
kan pengalaman batinnya.
Setiap orang juga diberi kes- lanjutnya menjadikan fondasi
yang kuat dalam mengem-
empatan memimpin examen bangkan sekolah

secara bergiliran.

68

Dinamika Pedagogi

Guru sharing dalam kelompok kecil. Dok. Pribadi.

Program Pengimbasan mengetahui potensi, bakat,
Atas prakarsa Ketua dan minat anak sehingga
Yayasan, pengalaman-pen- memudahkan dalam pen-
galaman berdinamika di dampingan. Sampai saat ini
Komdik KWI sudah kami kami masih terus berproses
bagikan hampir di seluruh dan berpacu untuk menca-
sekolah Yayasan Paulus pai hasil yang maksimal dan
Makassar bahkan juga di saya akan terus mendampin-
luar Yayasan Paulus Makas- gi para guru agar melakukan
sar dan telah menginspirasi pendekatan hati kepada se-
banyak orang dan sekolah tiap anak, sehingga sekolah
untuk terus mengembang- tetap menjadi media warta
kan sekolah unggul. Bagi se- kabar sukacita.
kolah kami perubahan mulai Akhirnya saya mengu-
capkan terima kasih kepada
terasa sejak melakukan ex- Komdik KWI, atas pengala-
amen dan cura personalis man yang menginspirasi kami
untuk terus bergerak, berben-
meskipun belum maksimal. ah, berubah hingga meng-
Dengan masuk ke keda- hasilkan buah.
laman hati anak, guru dapat

69

Dinamika Pedagogi

Kebersamaan guru SDK St. Yakobus Makassar. Dok. Pribadi.

Dengan masuk Pengembangan
ke kedalaman Kompetensi Pedagogik
(pengolahan diri dan
hati anak, guru pedagogi hati) dengan
keunggulan tiga daya
dapat menge- jiwa, yaitu hati, nalar,
tahui potensi, dan kehendak/tinda-

bakat, dan minat kan menjadi salah satu
modal bagi kami un-
anak sehingga tuk mengembangkan
memudahkan sekolah karena guru
dalam pendamp- ditantang untuk terus

ingan. bergerak, berbenah, be-
rubah, sehingga meng-
hasilkan buah.

70

Dinamika Pedagogi

JADILAH AGEN PERUBAHAN YANG
KONSTRUKTIF DAN FORMATIF

Antonius Agus Sulistyono, Pendidikan adalah sarana mem-
perkuat karakter dan kemampuan
S.IP., S.Pd. kognitif anak bangsa. Di tengah
Seminari Menengah St. Petrus perkembangan zaman, digitalisasi,
Canisius Mertoyudan globalisasi dan berbagai nilai ke-
hidupan yang positif dan negatif
ditawarkan pada generasi muda.
Jika ini tidak disikapi dengan
strategi pendidikan yang adap-
tif dan formatif maka pendidikan
hanya sebagai simbol formalitas
bagi pengembangan sumber daya
gmuarnuushiaar.usDableakmerjakoknetreakss, aidnailpathif,
tteetrahpadakponpsetrrukkemtifbandgaann fzoarmmaant-,
kifeudtaalmamaanmheindaunpamsekbaangainbileaki-anl ielsa-i

ensial bagi peserta didiknya.

DAgen Perubahan yang muncul dalam dunia
alam perkembangan pendidikan terkait dengan
pendidikan abad 21 ini, pengembangan kompetensi
para guru dihadapkan guru sebagai agen peruba-
pada berbagai tantangan han. Tentunya tidak semua
pendidikan, yaitu bagaima- guru, ada guru yang memiliki
na mengembangkan peser- semangat to be learner, teta-
ta didik memiliki kecakapan pi tidak sedikit pula guru yang
hidup dan keterampilan un- enggan untuk adaptif terha-
tuk memecahkan berbagai dap perkembangan zaman.
tantangan kehidupan yang Bergerak pada zona nyaman,
kompleks. Namun di sisi lain, mengajar sebagai rutinitas,
ada beberapa keprihatinan dan resistant terhadap peru-

71

Dinamika Pedagogi

bahan paradigma pendidikan pa guru yang sudah merasa
merupakan tiga hal utama “nyaman” menolak program
dari berbagai keprihatinan ini.
yang muncul dalam pengem-
bangan diri dan kompetensi
guru. Berani Menginspirasi

Ada pengalaman ke- Lalu bagaimana upaya
cil yang menarik bagi saya, membangun kesadaran akan
saat ini guru harus dikem-
bangkan literasi membaca pentingnya membaca bagi
dan menulisnya agar mampu para guru ? Guru harus mam-
meningkatkan kualitas dirinya pu menjadi agen perubah-

sebagai guru. Maka dikem- an yang konstruktif dan for-
bangkanlah program book matif bagi pendidikan. Guru
report, program ini adalah
harus berani menginspirasi
program untuk memantik dan dan membangun gagasan
memotivasi guru agar mem- baru yang inspiratif. Selain
baca buku, dan mensharing-
kan buku yang sudah dibaca itu, dalam pembuatan pro-
dihadapan rekan guru yang gram harus melibatkan guru
lain, agar tercipta pengem-
bangan wawasan berpikir untuk berpikir dan mengolah
dan pengetahuan para guru. program yang akan digulirkan
Program ini muncul dilatarbe- agar para guru merasa dilibat-

lakangi oleh adanya keprihati- kan dan dihargai keberadaan-
nan minimnya guru membaca nya sebagai satu komunitas
tetapi di sisi yang lain guru
menuntut peserta didiknya pendidikan. Tidak hanya ber-
untuk rajin membaca sebagai henti disini saja, pendampin-
bagian pengembangan liter- gan personal menjadi bagian

asi membaca dan menulis. yang sangat penting untuk
Guru seharusnya menjadi te- memahami konteks, mengerti
ladan yang mampu mengger-
akkan siswa semakin formatif dan menghargai sebuah prib-
dan konstruktif. Dalam pros- adi yang menolak perubah-
es pengembangan program an konstruktif dalam dunia

ini tidaklah mudah, bebera- pendidikan. Wawan hati se-

72

Dinamika Pedagogi

cara personal menjadi pent- if menyikapi perubahan yang

ing untuk mengolah kesada- terjadi. Maka untuk menyika-

ran dan mendampingi guru pi keprihatinan itu, beranilah

berproses dan bersinergi da- menginspirasi dan mengem-

lam pengembangan program bangkan gagasan baru yang

book report. konstruktif dan formatif, libat-

Di sisi lain, konteks pan- kan para guru dalam setiap

demi covid 19 telah mengu- pengolahan program, dan

bah strategi pendidikan tatap bangun pendekatan personal

muka menjadi pembelajaran dengan wawan hati bagi para

jarak jauh memberikan tan- guru yang masih resistant

tangan besar bagi para guru terhadap perubahan yang

untuk semakin adaptif, kon- dilakukan. Dengan ketiga hal

struktif dan formatif dalam ini, saya yakin pendidikan

membangun pembelajaran akan bertumbuh dalam siner-

yang kreatif bagi peserta di- gi bersama demi pendidikan

diknya. Guru ditantang untuk anak bangsa yang lebih baik

mampu kreatif dalam maman- dan semakin memberdaya-

fatkan teknologi informasi dig- kan guru untuk menjadi agen

ital sebagai media pembelaja- perubahan yang konstruktif

rannya, guru ditantang untuk dan formatif bagi pendidikan.

mau belajar menggunakan Dari proses pengemban-

media pembelajaran dengan gan dan pendampingan guru

metode “baru”. untuk bersinergi mengemban-

Tentunya berbagai pela- gan kualitas diri melalui book

tihan teknologi informasi dan report dan program pelatihan

komunikasi telah banyak media pembelajaran berbasis

dilakukan sekolah, tetapi ti- komputer, ada beberapa nilai

dak sedikit pula guru yang keutamaan yang bisa saya

masih mempunyai “lama” petik yaitu :

dan bahkan cenderung pas- 1. Saya sangat menyadari

73

Dinamika Pedagogi

bahwa setiap pribadi jika dipa- 3. Setiap pribadi yang

hami, didengarkan dan dihor- dicintai, pasti akan mampu

mati secara personal, maka berubah menjadi lebih

pribadi ini akan tumbuh den- formatif.

gan optimal baik integritasn- Saya yakin
ya maupun kompetensinya. pendidikan akan

2. Tuhan memampukan bertumbuh
saya untuk memahami kon- dalam
teks masing-masing pribadi
dan membantu saya sebagai sinergi bersama demi pendi-
pribadi semakin peduli, mu- dikan anak bangsa yang lebih
rah hati dan mau memberi hati
bagi orang lain dan kehidupan baik dan semakin
yang lebih baik, terkhusus da- memberdayakan guru untuk
lam dunia pendidikan. menjadi agen perubahan yang
konstruktif dan formatif bagi

pendidikan.

Penulis sedang melakukan wawan hati dengan siswa. Dok. Pribadi. 74

Dinamika Pedagogi

GURU PENGGERAK

AGEN TRANSFORMASI PENDIDIKAN

Celtos Djabun,S.S

Komdik KWI/Redaktur Pelaksana Educare

Pada tahun 2020 yang pada para guru di seluruh
lalu, Menteri Pendidikan penjuru nusantara untuk
dan Kebudayaan (Mend- menghadirkan wajah peru-
ikbud—sekarang menjadi bahan nyata bagi pendidikan
Mendikbud-Ristek) Repub- Indonesia. Guru Penggerak
lik Indonesia Nadiem An- adalah pemimpin pembela-
war Makarim meluncurkan jaran yang mendorong tum-
Program Organisasi Peng- buh kembang murid secara
gerak (POP). POP merupa- holistik, aktif dan proak-
kan program Kemendikbud tif dalam mengembang-
dalam rangka mendorong kan pendidik lainnya untuk
hadirnya Sekolah Pengger- mengimplementasikan pem-
ak dengan fokus utama pada belajaran yang berpusat ke-
peningkatan kualitas guru, pada murid. Guru pengger-
kepala sekolah dan tenaga ak menjadi teladan dan agen
kependidikan untuk mening- transformasi ekosistem pen-
katkan hasil belajar siswa. didikan untuk mewujudkan
Melalui Program Guru profil Pelajar Pancasila.
Penggerak, Kemendikbud
memberikan kesempatan ke-

75

Dinamika Pedagogi

Fasilitator Guru Penggerak KWI tidak bergerak sendiri.

Dalam proses peng- Sekretaris Eksekutif Komdik
kaderan Guru Peng- KWI RP. TB. Gandhi Harto-
gerak tersebut, Kom- no, SJ menggandeng dan
dik KWI terlibat dan ikut melibatkan beberapa Guru
berkontribusi. Wujud keter- Inspiratif yang sebelumnya
libatan itu adalah menjadi (Oktober 2020-Maret 2021)
narasumber/fasilitator pela- menjadi peserta Training of
tihan dan pengolahan guru Trainers (ToT) yang difasili-
POP di wilayah Keuskupan tasi oleh Komdik KWI. Selain
Agung Pontianak, Keusk- itu, RP. Alexander Koko Sis-
upan Amboina dan Keusk- wijayanto, SJ (Pamong SMP
upan Agung Merauke. Dalam Kolese Kanisius Jakarta)
memberikan pelatihan dan juga ikut menjadi narasum-
pengolahan guru, Komdik ber POP.

Tim Penggerak Komdik KWI/Fasilitator POP. Educare-Celtos Djabun.

76

Dinamika Pedagogi

POP di tiga wilayah secara virtual, namun para
tersebut di atas diselenggara- guru/peserta mengikuti den-
kan secara berturut-turut, se- gan penuh antusias. Dinami-
tiap minggu (Senin s.d. Jumat ka kegiatan dikemas dengan
– 8 jam per hari), tanggal 18 sangat menarik, memanfaat-
Oktober – 5 November 2021. kan media pembelajaran dig-
Sekitar 600 lebih guru/peserta ital seperti Padlet dan Menti-
ikut dalam kegiatan POP ini. meter sehingga suasana pun
Meskipun diselenggarakan begitu cair dan menyenang-

Rm. Gandhi, SJ menyapa peserta POP. Educare-Celtos Djabun. Rm. Koko, SJ sedang memaparkan konteks dunia saat ini.
Educare-Celtos Djabun.

Antusiasme para guru dalam sharing dan menjawab pertanyaan fasilitator. Educare-Celtos Djabun.

77

Dinamika Pedagogi

Metode MIKIR (Pengolahan diri untuk beru-

Metode atau suasana bah, bergerak – berbuah den-

yang dibangun dalam POP gan keunggulan 3 daya jiwa ;

ini adalah MIKIR (Mengalami, hati – nalar – tindakan/kehen-

Interaktif, Kreatif, Inovatif, Re- dak), Kompetensi Sosial

flektif). Sedangkan fokus pen- (Komunikasi: Membangun

dalaman POP meliputi empat Cura Personalis dengan anak,
kompetensi, yakni Kompe- orangtua, sesama), Kompe-
tensi Diri (Disposisi batin tensi Pedagogi-Profesion-

panggilan guru dan Aku dicin- al (Pengembangan design

tai-Bangga Menjadi Guru), kurikulum, seni mengajar).
Kompetensi Spiritual

Ice breaking di sela-sela kegiatan untuk mecairkan suasana. Educare-Celtos Djabun.

78

Dinamika Pedagogi
Sehari sebelum kegia- na banyak tugas dan peker-
tan dimulai, masing-masing jaan yang belum selesai dan
peserta diberikan satu per- sebagainya. Dengan ragam
tanyaan terkait suasana/dis- suasana batin itu, para guru
posisi batin mereka. Berbagai ikut berproses bersama fasil-
respon diberikan oleh peser- itator, mendengarkan, shar-
ta, ada yang menjawab sen- ing, pengolahan diri maupun
ang, antusias, penasaran, kelompok dan akhirnya mem-
khawatir, galau, lelah kare- buat komitmen serta acation

plan yang ingin diwujudkan

Beberapa pertanyaan pengolahan diri dan kelompok. Educare-Celtos Djabun.

79

Dinamika Pedagogi
Dari proses pelatihan dan pengolahan bersama Tim
Penggerak Komdik KWI, 142 peserta/guru dari salah satu
wilayah memberikan tanggapan dan evaluasi sbb:

Referensi:
https://blog.kejarcita.id/7-manfaat-penting-program-guru-penggerak-bagi-pendidik/
https://www.suara.com/news/2020/07/26/100901/mengenal-pop-program-organisasi-penggerak-ke-
mendikbud

80

Dinamika Pedagogi

TOT Guru Inspiratif

Para Guru Inspiratif mengikuti Training of Trainers (ToT) virtual yang diselenggarakan oleh Kom-
dik KWI (Oktober 2020 – Maret 2021). Educare – Celtos Djabun.

81

Dinamika Pedagogi

Selama pandemi Covid 19 Guru Inspiratif mengunjungi dan mendampingi siswa di rumah. Dok.
Guru Inspiratif.

82

Dinamika Pedagogi

Siswa Inspiratif Anak Pembaharu
Pancasila (SIAPP)

Para Siswa Inspiratif Anak Pembaharu Pancasila (SIAPP) ditemani para guru dalam Webinar
bertema Indonesia Memanggil (Sabtu, 28 Agustus 2021). Educare – Celtos Djabun.

83


Click to View FlipBook Version
Previous Book
Ages 12-13 (JSS2-Book 10)
Next Book
CHEMISTRY