The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PANDUAN P5 KEWIRAUSAHAAN FASE B TP 2023-2024FIX

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by masruroh hidayat, 2023-10-24 17:47:36

PANDUAN P5 KEWIRAUSAHAAN FASE B TP 2023-2024FIX

PANDUAN P5 KEWIRAUSAHAAN FASE B TP 2023-2024FIX

TEMA : Kewirausahaan TOPIK : Local Food Fair FASE : B JP : 40 JP Kerangka Projek A. Deskripsi Profil Proyek ini dibuat sebagai pengenalan makanan khas daerah sekitar lingkungan peserta didik, serta pengenalan kewirausahaan pada siswa. Peluang potensi bisnis dari makanan khas yang dapat membantu siswa untuk menambah penghasilan keluarga. Siswa juga dapat mengidentifikasi bagian-bagian, dan kandungan yang terdapat pada makanan khas yang dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari B. Ruang Lingkup Tema Fokus pada pengelolaan panganan lokal dilingkungan sekolah C. Tujuan Projek Dengan mengangkat topik “Local Food Fair” dan mengacu pada profil pelajar Pancasila, project ini bertujuan untuk membangun kesadaran siswa akan pentingnya mengetahui produk khas daerah, pengelolaannya serta memahami manfaatnya jika dikelola secara maksimal dan bernilai jual. D. Tujuan Spesifik untuk Peserta didik sesuai fase 1) Memahami sifat-sifat Tuhan utama lainnya dan mengaitkan sifat-sifat tersebut dengan konsep dirinya dan ciptaan-Nya. 2) Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/ atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan. 3) Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok E. Dimensi Projek Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, Gotong royong dan kreatif. F. Relevansi Projek bagi Sekolah Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya. Kaya akan berbagai sumber daya alam, budaya, tradisi, makanan khas, bahkan adat istiadatnya. Di seluruh daerah memiliki keunikan


dalam hal budaya, tradisi, makanan khas, dan adat istiadat. Namun, kekayaan tersebut seolah terkikis oleh budaya asing yang merambah secara global. Terutama pada makanan khas daerah yang akhir – akhir ini hampir punah yang disebabkan oleh makanan asing yang merambah pasar dunia termasuk bangsa Indonesia dan menyebar sampai ke daerah – daerah. Hal ini tergambar saat melakukan identifikasi kepada peserta didik melalui pertanyaan. Dari beberapa pertanyaan yang diajukan hamper 90% siswa tidak mengenal makanan local. Bahkan para peserta didik seolah tidak berminat terhadap penganan khas daerah. Indikator lain terhadap makanan khas ini, adalah peredaran nya tidak mampu menembus daerah lain apalagi secara nasional bahkan internasional seperti Pizza Hut, MC Donald, Spagety dan lain – lain. Dengan latar belakang ini kami, berupaya memberikan tantangan kepada para peserta didik untuk lebih mengenal makanan khas atau penganan khas local yang dapat dijual dengan inovasi terbaru sesuai dengan kebutuhan konsumen di era modern. G. Pertanyaan Pemantik 1. Apakah kalian mengetahui Jenis makanan tradisional/khas daerah yang ada di lingkungan daerah di sekitar mu? 2. Pernahkah kalian mencoba salahsatu makanan khas tersebut? 3. Bagaimana pendapatmu tentang rasa dan bentuk makanan tersebut? Menarik atau tidak? Jelaskan alasannya! 4. Apakah kalian mengetahui manfaat dari makanan tersebut? Jelarkan! 5. Menurut pendapatmu, Apakah makanan tersebut dapat diolah menjadi makanan yang menarik dari segi rasa, bentuk dan lainnya? 6. Bagaimana cara mengolah makanan tersebut menjadi lebih menarik dan bernilai jual? G. Rencana Kegiatan Diskusi Sekolah merencanakan jadwal pertemuan diskusi tentang p5 yang dihadiri pengawas sekolah, kepala sekolah dan guru meruju pada tema dan topik sesuai kebutuhan peserta didik. H. Alat dan Bahan serta Media Belajar 1) Konten materi tentang kekayaan sumber daya alam dan kisah motivasi / teladan, makanan khas daerah, manfaat, cara membuat dll 2) Lembar assesmen diagnostik tentang pemahaman anak terkait makanan khas lokal dan Kewirausahaan. 3) Instrumen wawancara kepada pedagang dan petani. 4) Lembar observasi kegiatan, presentasi dan pelaporan.


5) Lembar Penilaian kegiatan. ALUR TAHAPAN PROJEK TAHAP PENGENALAN (Mengenali dan membangun pengetahuan serta kesadaran peserta didik terkait topik projek) 1 2 3 4 5 6 Pengenalan projek - dalil Qur’an mengenai penciptaan tumbuhan Pengenalan kisah Sahabat Abdurrahman bin Auf sang pengusaha Manfaat umbiumbian Cara menanam umbi-umbian Produk hasil olahan umbiumbian Pengenalan konsep kewirausaha an TAHAP KONTEKSTUALISASI (Mengontekstualisasikan masalah terkait topik di lingkungan terdekat) 7 8 9 10 Riset/Observasi pasar produk olahan umbi-umbian dilingkungan sekitar Observasi dan identifikasi bahan baku Observasi pembuatan olahan umbi-umbian Fieldtrif ke cilembu TAHAP AKSI (Bersama-sama mewujudkan pelajaran yang didapatkan dalam bentuk aksi nyata) 11 12 13 14 Praktik menanam umbi-umbian pembuatan penganan local dari ubi cileumbu Pembuatan penganan lokal dari singkong Pengemasan Inovasi dan kreasi pembuatan produk penganan local yang bernilai jual TAHAP REFLEKSI & TINDAK LANJUT (Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi serta menyusun langkah strategis tindak lanjut) 15 16 17 Identifikasi kendala penanaman, perawatan, memetik hasil dan pengolahan dan observasi pasar Refleksi kegiatan dan Rencana Tindak Lanjut Local food fair dan market day


DIMENSI, ELEMEN DAN SUBELEMEN PROFILE PELAJAR PANCASILA Dimensi Profil Pelajar Pancasila Elemen Profil Pelajar Pancasila Subelemen Profile Pelajar Pancasila Target Pencapaian di akhir fase B Aktivitas Terkait Dimensi Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berahlak Mulia Akhlak beragama Mengenal dan Mencintai Tuhan Yang Maha Esa Memahami sifat-sifat Tuhan utama lainnya dan mengaitkan sifat-sifat tersebut dengan konsep dirinya dan ciptaan-Nya 1,a, Kreatif Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/ atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan 6,b Bergotong royong Kolaborasi Kerja sama Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok 1.a


AKTIVITAS 1 DALIL AL-QUR’AN TENTANG PENCIPTAAN TUMBUHAN Topik/Jenis Kegiatan : Pengenalan dalil Al-qur’an tentang penciptaan tumbuhan. Waktu : Minggu ke 1 (2 x 35 menit) Bahan : Materi Form penilaian hafalan Peran guru : Sebagai Fasilitator, motivator, mengarahkan dan membimbing siswa selama pembelajaran berlangsung Tahap Persiapan : 1. Guru menyiapkan materi tentang Dalil Al-qur’an tentang penciptaan tumbuhan. 2. Guru menyiapkan power point Dalil Al-qur’an tentang penciptaan tumbuhan. Tahap Pelaksanaan : 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Siapa yang tau Dalil Al-qur’an tentang penciptaan tumbuhan.? 4. Guru menyampaikan materi tentang penciptaan tumbuhan 5. Guru membimbing siswa berdiskusi tentang kekuasaan Allah salah satunya adalah tentang penciptaan makhluk hidup ( Tumbuhan). 6. Pembagian kelompok 7. Guru membimbing siswa untuk menghafal Dalil Al-qur’an tentang penciptaan tumbuhan.secara kelompok 8. Guru mengevaluasi hafalan siswa secara acak 9. Guru mengevaluasi hafalan siswa secara berkelompok, siswa diminta untuk ke depan 10. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran 11. Guru memberikan tugas tindak lanjut pembelajaran kepada peserta didik 12. Do’a dan salam


Sumber Rujukan: Al-qur’anul karim Q,S Al-an’am ayat 99. Form Penilaian hafalan siswa No Nama Sopan santun Makhorijul khuruf Kelancaran hadits dan artinya Skor 1 2 3


MATERI 1 DALIL TENTANG PENCIPTAAN TUMBUHAN Surat Al-An'am Ayat 99 َش ْيٍء فَاَ ْخ َر ْجنَا ِمْنهُ َخ ِض ًرا نُّ ْخ ِ ٖه نَبَا َت ُك لِ فَاَ ْخ َر ْجنَا ب ًءًۚ ۤ ِء َما ۤ ِذ ْيْٓ اَْن َز َل ِم َن ال َّس َما َّ َو ُهَو ال َحبًّا َو ِم َن النَّ ْخ ِل ِم ْن ِر ُج ِمْنهُ ًۚ َرا ِكبًا ُّمتَ ٍٍِۗه اُ َر ُمتَ َشاب َّو َغْي ِ ًها ْو َن َوال ُّر َّما َن ُم ْشتَب ْعنَا ٍب َّوال َّزْيتُ َّو َجنّٰ ٍت ِ م ْن اَ َوا ٌن دَانِيَةٌ ْن ِعَها قِ ْ ِل ُكْم َطل ْي ذٰ ْن ِعٖهٍۗاِ َّن فِ َمَر َويَ ْ ا اَث َمِرْٖٓه اِذَْٓ ٰى ثَ ُظ ُرْوْٓ ا اِل ْن ْوٍم ِقَ ٰي ٍت ل ْو َن ََلٰ يُّ ْؤ ِمنُ Dialah yang menurunkan air dari langit lalu dengannya Kami menumbuhkan segala macam tumbuhan. Maka, darinya Kami mengeluarkan tanaman yang menghijau. Darinya Kami mengeluarkan butir yang bertumpuk (banyak). Dari mayang kurma (mengurai) tangkai-tangkai yang menjuntai. (Kami menumbuhkan) kebun-kebun anggur. (Kami menumbuhkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman. Allah menjelaskan kejadian hal-hal yang menjadi kebutuhan manusia sehari-hari, agar mereka secara mudah dapat memahami kekuasaan, kebijaksanaan, serta pengetahuan Allah. Allah menjelaskan bahwa Allah-lah yang menurunkan hujan dari langit, yang menyebabkan tumbuhnya berbagai jenis tumbuh-tumbuhan yang terdiri dari berbagai ragam bentuk, macam dan rasa. Seperti firman Allah: disirami dengan air yang sama, tetapi Kami lebihkan tanaman yang satu dari yang lainnya dalam hal rasanya. (ar-Ra'd/13: 4) Disebutkan hujan turun dari langit adalah menurut kebiasaan mereka. "Sama" atau langit digunakan untuk apa saja yang berada di atas; sedang yang dimaksud dengan Sama dalam ayat ini ialah "Sahab" yang berarti awan seperti ditunjukkan dalam firman Allah: Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan? (al-Waqi'ah/56: 68-69) Allah menjelaskan bahwa air itu sebagai sebab bagi tumbuhnya segala macam tumbuhtumbuhan yang beraneka ragam bentuk jenis dan rasanya, agar manusia dapat mengetahui betapa kekuasaan Allah mengatur kehidupan tumbuh-tumbuhan itu. Manusia yang suka memperhatikan siklus peredaran air akan dapat mengetahui betapa tingginya hukum-hukum


Allah. Hukum-Nya berlaku secara tetap dan berlangsung terus tanpa henti-hentinya, sampai tiba saat yang telah ditentukan. Kemudian disebutkan pula perincian dari tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu; di antaranya ialah rerumputan yang tumbuh berumpun-rumpun sehingga kelihatan menghijau. Tumbuh-tumbuhan jenis ini mengeluarkan buah yang berbentuk butiran-butiran kecil yang terhimpun dalam sebuah tangkai seperti gandum, syair dan padi. Jenis yang lain dari tumbuhtumbuhan itu ialah pohon palma yang mengeluarkan buah yang terhimpun dalam sebuah tandan yang menjulai rendah sehingga mudah dipetik. Jenis yang lain lagi dari jenis tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu ialah anggur, zaitun, dan delima. Ketika jenis buah-buahan ini disebutkan secara beruntun, karena masing-masing ada yang mempunyai persamaan dan perbedaan, sifat, bentuk dan rasanya, sehingga ada yang berwarna kehitam-hitaman dan ada pula yang berwarna kehijau-hijauan; ada yang berdaun agak lebar, dan ada pula yang berdaun agak kecil; begitu pula ada yang rasanya manis dan ada yang asam. Dalam hal ini ilmuwan berkata: Makhluk hidup telah dijelaskan oleh ahli botani, seperti tumbuhan memainkan peranan penting dalam membuat dunia layak untuk dihuni. Di antara perannya, tumbuhan membersihkan udara bagi manusia, menjaga suhu agar relatif konstan, dan menyeimbangkan proporsi gas di atmosfir. Allah swt menetapkan bahwa manusia dan hewan menerima makanannya dari yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan dalam "pabrik hijau"nya. Pabrik hijau ini, yang oleh ahli botani disebut dengan kloroplas, mengandung klorofil yang di dalam Al-Qur'an disebaut sebagai al-khadhir (bahan hijau), dimana tumbuhan memanfaatkan energi cahaya matahari dan mengubahnya menjadi energi kimia yang pada akhirnya menghasilkan biji-bijian, buah-buahan dan bagian tumbuhan lainnya. Sel tumbuhan, tidak seperti sel-sel manusia dan hewan, dapat mengkonversi energi matahari menjadi energi kimia dan menyimpannya dalam nutrien melalui cara-cara yang sangat spesial. Proses yang disebut fotosintesis ini dilakukan tidak oleh sel tetapi oleh kloroplas, organelorganel yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Organel-organel hijau kecil yang hanya dapat diamati dengan mikroskop ini, merupakan satu-satunya laboratorium di muka bumi yang mampu menyimpan energi matahari dalam bahan organik. Fotosintesis merupakan sebuah proses kimia, yang dirumuskan sebagai berikut:


6 H2O + 6 CO2 +Cahaya matahari → C6 H12 O6 + 6 O2 Artinya, air dan karbon dioksida dengan bantuan energi matahari menghasilkan gula/glukosa dan oksigen. Menurut ahli astronomi Amerika, George Greenstein, klorofil adalah molekul yang melangsungkan fotosintesis. Mekanisme fotosintesis dimulai dengan penyerapan cahaya matahari oleh molekul klorofil. Fotosintesis bervariasi sesuai dengan intensitas dan lamanya sumber cahaya matahari, dan produktivitasnya diukur dari keluaran oksigen yang dihasilkannya. Produksi yang dibuat oleh tumbuhan direalisasikan melalui proses kimia yang sangat kompleks. Ribuan pigmen-pigmen klorofil ditemukan pada kloroplas bereaksi terhadap cahaya dalam waktu yang sangat pendek, sekitar seperseribu detik. Konversi energi matahari menjadi energi kimia atau listrik merupakan terobosan sangat mutakhir. Sistem fotosintesis yang sangat kompleks merupakan sebuah mekanisme yang secara sengaja dirancang oleh Allah swt. Suatu 'pabrik tanpa banding yang dilaksanakan dalam unit luasan yang kecil pada daun. Proses fotosintesis dengan peran klorofil dan kloroplas, merupakan salah satu dari ayat-ayat kauniah, yang menampakkan bahwa seluruh makhluk hidup diciptakan oleh Allah, Pemelihara seluruh alam. Ayat terkait: al-hajj/22: 5). Kesemuanya itu adalah untuk menunjukkan kekuasaan Allah yang menciptakan tumbuhtumbuhan yang beraneka ragam itu. Allah memerintahkan kepada manusia agar memperhatikan tumbuh-tumbuhan yang beraneka ragam itu pada saat berbuah bagaimana buah-buahan itu tersembul dari batang atau rantingnya, kemudian merekah sebagai bunga, setelah nampak buahnya, akhirnya menjadi buah yang sempurna (matang). Pada akhir ayat ini Allah menegaskan bahwa dalam proses kejadian pembuahan itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah yang sangat teliti pengurusannya serta tinggi ilmu-Nya. Tandatanda kekuasaan Allah itu menjadi bukti bagi orang yang beriman. Dari ayat-ayat ini dapat dipahami bahwa perhatian manusia pada segala macam tumbuh-tumbuhan hanya terbatas pada keadaan lahir sebagai bukti adanya kekuasaan Allah, tidak sampai mengungkap rahasia kekuasaan Allah terhadap penciptaan tumbuh-tumbuhan itu.


AKTIVITAS 2 KISAH SAHABAT ABDURRAHMAN BIN AUF Topik/Jenis Kegiatan : Kisah Sahabat Abdurrahman bin auf sang pengusaha. Waktu : Minggu ke 2 (2 x 35 menit) Bahan : Video Peran guru : Fasilitator dan Pengkondisian Tahap Persiapan : 1. Menyiapkan materi/video 2. Menyiapkan form evaluasi Tahap Pelaksanaan : 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Siapa yang tahu nama sahabat nabi yang menjadi seorang pengusaha yang sukses? - Jika kalian menjadi seorang pengusaha yang sukses apa yang akan kalian lakukan ? 4. Guru menyampaikan materi kisah sahabat Abdurrahman bin Auf. 5. Guru membimbing siswa berdiskusi tentang materi kisah sahabat Abdurrahman Bin Auf. 6. Pembagian kelompok 7. Guru membimbing siswa untuk berdiskusi secara kelompok dan menyiapkan perwakilan untuk presentasi ke depan 8. Guru mengevaluasi siswa tentang pemahaman materi yang disampaikan secara acak 9. Guru mengevaluasi pemahaman siswa secara berkelompok, presentasi tiap kelompok untuk menyampaikan kembali cerita yang telah disampaikan, perwakilan siswa diminta untuk ke depan 10. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran 11. Guru memberikan tugas tindak lanjut pembelajaran kepada peserta didik 12. Do’a dan salam


Sumber Rujukan: (752) Abdurrahman Bin Auf yang Selalu Gagal Miskin! Pelajaran bagi Yang Ingin Kaya - Kisah Sahabat Nabi - YouTube Kisah Sahabat Nabi Abdurrahman bin Auf, Pedagang Sukses yang Banyak Akal Kisah sahabat nabi berikut ini menarik disimak. Dia seseorang dari Bani Zuhrah, keturunan dari pihak ibu paman-paman Rasulullah SAW. Namanya Abdurrahman bin Auf. Ia juga termasuk dari 10 orang sahabat yang dijamin masuk surga. Abdurrahman bin Auf menjadi orang kedelapan pertama yang memeluk Islam dan ia diislamkan oleh Abu Bakar Ash-Shiddiq, dua hari setelah Abu Bakar masuk Islam. Sebelum masuk Islam, ia dikenal dengan nama Abd Amr. Kemudian, Rasulullah pun memintanya mengganti dengan Abdurrahman bin Auf yang namanya masih dikenal hingga sekarang. Ia lahir pada tahun ke-10 dari tahun Gajah atau tepatnya pada 581 M. Abdurrahman lahir dari ayah yang bernama Auf bin Abdu Manaf dengan ibu yang bernama Assyifa binti Auf. Seperti yang dikutip dari buku karya Abu Zaen, sebagai salah satu sahabat Rasul yang cerdas, ia memiliki hafalan Al-Qur'an yang baik bahkan ia pun selalu mencatat setiap wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah SAW dengan tekun. Ketika Nabi Muhammad SAW beserta kaum muslimin melakukan hijrah ke Kota Madinah, Abdurrahman bin Auf termasuk dalam rombongan tersebut. Rasul pun mempersaudarakan kaum Anshar dari Madinah dengan kaum Muhajirin dari Mekkah saat itu. Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Ar-Rabi, di sinilah kisah Abdurrahman bin Auf sebagai seorang pedagang dimulai. Sesampai di rumah Sa'ad bin Ar-Rabi, ia pun segera menunjukkan hartanya pada Abdurrahman bin Auf dan berkata: "Ini adalah hartaku yang aku bagi menjadi dua, maka pilihlah separuh yang dapat kamu ambil untuk dirimu."


Tidak sampai di situ saja, Sa'ad pun menawarkan rumahnya yang 2 tingkat untuk dibagi berdua dengan Abdurrahman bin Auf. Mendengar itu semua, Abdurrahman membalas dengan senyuman dan berkata: "Wahai saudaraku, semoga Allah memberikan keberkahan dalam hartamu, keluargamu, dan rumahmu. Sebaiknya tunjukkan saja kepadaku jalan menuju pasar." Setelah Sa'ad menunjukkan jalan menuju pasar, ia pun keluar dengan kayu bakar di pundaknya. Kayu bakar tersebut rencananya akan ia jual di pasar. Sejak hari itu pula, Abdurrahman bin Auf pun memulai perjuangan kerasnya dalam berjual beli, melaba, dan merugi di sana. Kreativitas Abdurrahman dalam berniaga pun lahir, seperti yang ditulis oleh Ahmad Zacky ElSyafa, ia meminta tolong pada saudara barunya Sa'ad untuk membeli tanah yang kurang berharga di samping tanah pasar tersebut. Sesaat tanah tersebut dibeli, ia pun segera membagi tanah menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang sama besarnya. Abdurrahman kemudian mempersilakan siapa pun untuk berdagang di atas tanah tersebut tanpa dikenakan biaya sewa. Jika hasil dari berdagang tersebut mendapat untung, Abdurrahman bin Auf hanya mengimbau mereka untuk membagi hasil seikhlasnya. Tentu saja ide cemerlang ini diterima dengan baik oleh para pedagang di sana. Semua orang pun berbondong-bondong pindah ke pasar baru tanpa biaya operasional yang dibangun oleh Abdurrahman tersebut. Para pedagang di sana pun sukses membawa keuntungan yang besar, sehingga hal itu membawa keuntungannya berkali lipat bagi Abdurrahman. Omzet hasil dagangannya pun semakin besar dan ia dikenal sebagai pedagang yang sukses. Nilai kekayaannya saat Abdurrahman wafat sebesar Rp 6 triliun sesuai yang dilansir dari tulisan Bahrudin dalam buku Cara Meng-Upgrade Diri Dengan Metode EnSQ Entrepreneur Spritual Question. Namun, kekayaannya tidak lantas membuat Abdurrahman bin Auf menjadi sombong dan kikir. Dalam sebuah riwayat yang terulis dalam buku 16 Dosa Meninggalkan Salat Wajib, ia pernah menyumbangkan 40 dinar (sekitar Rp 19 juta), 500 ekor kuda untuk perang di jalan Allah,


1.500 tunggangan rahilah (unta pembawa beban berat), menyumbangkan 500 ekor unta untuk berperang dan memerdekakan 30 orang budak di hari yang sama, dan masih banyak lagi. Nah, itu tadi kisah singkat sang pedagang sukses yang cerdas Abdurrahman bin Auf, semoga menginspirasi, ya!


AKTIVITAS 3 MENGENAL MANFAAT UMBI-UMBIAN Topik/Jenis Kegiatan : Manfaat Umbi-umbian. Waktu : Minggu ke 3 (2 x 35 menit) Bahan : Talas, kentang, ubi jalar, talas, wortel Peran guru : Fasilitator dan motivator, mengarahkan dan membimbing siswa selama pembelajaran berlangsung Tahap Persiapan : 1. Menyiapkan materi/video 2. Menyiapkan lembar kerja Tahap Pelaksanaan : 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Pernahkah kalian memakan umbi-umbian? - Bagaimanakah bentuknya? 4. Guru menyampaikan materi tentang umbi-umbian, jenisnya dan manfaatnya. 5. Pembagian kelompok. 6. Guru membimbing siswa berdiskusi tentang manfaat dari umbi-umbian. 7. Guru membimbing siswa untuk berdiskusi secara kelompok dan menyiapkan perwakilan untuk presentasi ke depan 8. Guru mengevaluasi siswa tentang pemahaman materi yang disampaikan secara acak 9. Guru mengevaluasi pemahaman siswa secara berkelompok, presentasi tiap kelompok untuk menyampaikan kembali cerita yang telah disampaikan, perwakilan siswa diminta untuk ke depan 10. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran 11. Guru memberikan tugas tindak lanjut pembelajaran kepada peserta didik 12. Do’a dan salam


Sumber Rujukan: https://gayasehatku.com/jenis-umbi-umbian/ https://goodminds.id/budidaya-ubi-jalar-ungu/ UMBI-UMBIAN Salah satu bahan makanan yang sering diolah menjadi panganan adalah umbi-umbian. Tanaman jenis ini banyak tumbuh di Indonesia dan beberapa diantaranya kerap dijadikan sumber karbohidrat atau diolah menjadi tepung. 1. Talas Talas atau taro (Colocasia esculenta) merupakan tanaman pangan yang telah lama dibudidayakan di Indonesia. Tanaman ini terdiri dari berbagai jenis dan warna. Salah satu yang terkenal adalah talas bogor, talas pandan, talas sutera, talas ketan, talas bentul dan talas lampung. Talas memiliki sejumlah manfaat, seperti: Menjaga kadar gula dan berat badan Meningkatkan kekuatan tulang Meningkatkan imunitas tubuh Baik untuk jantung 2. Kentang Salah satu jenis umbi yang sering Anda konsumsi mungkin adalah kentang (Solanum tuberosum).


Selain enak dan mudah diolah, kentang juga memiliki berbagai manfaat, diantaranya: Kaya karbohidrat, vitamin dan mineral Mengandung antioksidan Mengontrol gula darah Bebas gluten Melancarkan sistem pencernaan 3. Ubi jalar Ubi jalar (Ipomoea batatas L) adalah umbi-umbian yang termasuk sumber karbohidrat selain padi, jagung, dan singkong. Umbi jenis ini memiliki warna daging yang beragam seperti ungu, orange, kuning, putih, serta campuran putih dan ungu. Jika singkong cenderung berasa tawar, ubi jalar memiliki rasa yang manis. Beberapa manfaat ubi jalar diantaranya: Kaya serat, vitamin, dan mineral Meningkatkan kesehatan usus Menjaga dan meningkatkan kesehatan mata Meningkatkan fungsi otak 4. Singkong atau ubi kayu Singkong atau ubi kayu (Manihot esculenta) adalah tanaman pangan yang mudah tumbuh di wilayah tropis, tahan terhadap hama dan memiliki produktivitas yang baik. Di Indonesia, hampir semua daerah memiliki makanan khas dari singkong. Misal saja keripik balado sanjai dari Sumatera Barat, ubi kasbi dari Maluku, hingga sangko dari Madura.Berdasarkan


kandungan sianidanya, singkong terbagi atas ubi kayu manis (sianida rendah) dan ubi kayu pahit (sianida tinggi). Tak hanya sumber karbohidrat, beberapa manfaat singkong seperti: Sumber energi Mengandung serat dan 0 kolesterol Sumber protein Bebas gluten Melancarkan pencernaan 5. Garut/patat sagu Selain disebut Garut, umbi jenis ini memiliki nama lain patat sagu, irut, arut, atau jelarut. Garut (Maranta arundinacea Linn) merupakan jenis umbi berbentuk panjang dan beruas-ruas dengan warna daging kuning kehijauan. Umbi garut yang masih muda mengandung serat yang tinggi sehingga kasar dan patinya rendah. Selain itu, garut juga mengandung asam folat dan vitamin B Kompleks. Umbi jenis ini biasa diolah menjadi pati garut atau biasa disebut tepung larut. Tepung ini bisa dibuat biskuit, biskuit bayi, bubur bayi, kue kering dan olahan lainnya. Keunggulannya adalah indeks glikemiknya rendah dan bagus untuk penderita diabetes. Pati garut juga bagus untuk makanan bayi karena mudah larut di mulut, teksturnya halus, serta enak dan gurih. 6. Gadung


Gadung (Dioscorea hispida Dennst) adalah umbi-umbian yang berasal dari hutan dan tumbuh di semak-semak. Umbi jenis ini adalah sumber karbohidrat, tetapi terbatas dalam pengolahannya karena kandungan sianidanya. Namun, pengolahan gadung secara tradisional dapat menghilangkan sianida sehingga aman dikonsumsi. Kelebihan gadung adalah nilai indeks glikemik pati gadung lebih rendah dibandingkan serealia. 7. Kimpul Kimpul atau Xanthosoma terdiri atas setidaknya 40 spesies, dan diketahui dapat menguatkan gigi karena memiliki sifat basa pada umbinya. Umbi yang berbentuk menyerupai talas ini dapat dimakan dengan cara dikukus, direbus, serta biasa dibuat menjadi perkedel, atau getuk. 8. Sente Sente termasuk dalam genus Alocasia, dan memiliki nama lain Birah atau Giant taro. Umbi sente merupakan bahan makanan khas nusantara, terlebih Indonesia bagian timur. Tanaman ini sering ditanam di pinggir kolam ikan karena ikan gurame misalnya, sangat menyukai daun tumbuhan ini. Sente bisa direbus, dikolak, digoreng, bahkan dibuat tape. Tanaman ini merupakan sumber energi yang tinggi, sente juga kaya akan vitamin seperti thiamin, riboflavin, dan vitamin C.


9. Wortel Anda tentu tak asing lagi dengan wortel (Daucus carota). Umbi yang umumnya berwarna oranye ini adalah sayuran berumbi yang kaya akan beta karoten, serat, vitamin K1, potasium, dan antioksidan yang sangat baik. Anda dapat mengolah wortel menjadi sup, jus, atau olahan kue lainnya. Beberapa manfaat wortel adalah: Sumber serat yang baik untuk pencernaan Menyehatkan mata Mengurangi risiko kanker Menurunkan kolesterol darah 10. Gembili Gembili (Dioscorea esculenta L) merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara dan merupakan tanaman merambat. Umbi dari tanaman ini memiliki kulit seperti kentang dan bertekstur halus. beberapa nama lain gembili adalah sudo, ubi aung, huwi butul, dan kombili. Sebuah penelitian menemukan setidaknya terdapat 12 varietas gembili di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Gembili dapat dikukus, direbus, dibuat perkedel atau dijadikan tepung untuk bahan mie. Umbi gembili merupakan sumber karbohidrat yang kaya serat, pun baik bagi penderita diabetes.


Refleksi Manfaat Umbi-umbian 1. Apakah kamu pernah memakan jenis umbi-umbian? ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ 2. Jenis umbi-umbian manakah yang pernah kamu makan? ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ 3. Bagaimanakah rasanya? ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ 4. Apa manfaat dari umbi tersebut? ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________ ___________________________________________________________________________


LK AKTTENTANG UMBI-UMBIAN DNAMA KELOMPOK : ANGGOTA : 1. 2. 3. 1. Apakah kamu pernah memakan jenis umbi-umbian? ____________________2. Jenis umbi-umbian manakah yang pernah kamu makan? ________________NO NAMA UMBI GAMBAR UMBI MENTAH TEKSTUR WARNA RASA


TIVITAS 3 & 4 DAN CARA MENANAMNYA _______________________________________________________________ ________________________________________________________________ MATANG MANFAAT CARA MENANAM (Jelaskan cara menanam pilih satu buah umbi-umbian) A TEKSTUR WARNA RASA


AKTIVITAS 4 PENGENALAN TEHNIK MENANAM UMBI-UMBIAN Topik/Jenis Kegiatan : Cara menanam ubi jalar Waktu : Minggu ke 4 (2 x 35 menit) Bahan : materi dan lembar kerja Peran guru : Fasilitator dan Pengkondisian Tahap Persiapan : 1. Guru menyiapkan alur kegiatan 2. Guru menyiapkan materi/video Tahap Pelaksanaan : 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Siapa yang pernah melihat pohon umbi? - Pernahkah kalian menanam ubi Cileumbu? 4. Guru menayangkan video menanam ubi Cileumbu 5. Pembagian kelompok 6. Guru membimbing siswa berdiskusi tentang cara menanam ubi Cileumbu yang baik berdasarkan video 7. Pelaksanaam kegiatan 8. Guru membimbing siswa membuat review tentang cara menanam umbi-umbian. 9. Guru membimbing siswa untuk berdiskusi secara kelompok dan menyiapkan perwakilan untuk presentasi ke depan 10. Guru mengevaluasi siswa tentang pemahaman materi yang disampaikan secara acak


11. Guru mengevaluasi pemahaman siswa secara berkelompok, presentasi tiap kelompok untuk menyampaikan kembali cerita yang telah disampaikan, perwakilan siswa diminta untuk ke depan 12. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran 13. Guru memberikan tugas tindak lanjut pembelajaran kepada peserta didik 14. Do’a dan salam 15. Sumber Rujukan: Cara Menanam Ubi Jalar Langkah Demi Langkah Berikut panduan seperti cara pemeliharaan agar tanaman tumbuh subur, butuh beberapa langkah tepat dalam memulai penanaman ubi jalar. 1. Jika anda ingin melakukan penanaman maka anda memerlukan bibit dari ubi jalar. Bibit ini bisa di beli di toko bibit maupun anda langsung melakukan pembibitan seperti cara menanam ubi jalar sistem mulsa plastik. 2. Untuk melakukan pembibitan tidaklah sulit hanya memerlukan beberapa hal sederhana seperti sebuah umbi yang disisakan. Letakan di tempat yang lembab agar mempercepat pertumbuhan tunas. 3. Setelah tunas nampak dan mulai keluar dari umbi tersebut, maka pisahkan tunas-tunas tersebut. Ini akan memudahkan anda nantinya untuk mendapatkan banyak tunas yang dijadikan bibit. 4. Dan setelah anda selesai dengan penumbuhan tunas, maka carilah peralatan yang tajam dan bersih seperti pisau potong. Kemudian potong bagian tunas. 5. Potonglah secara perlahan bagian disekitar umbi di dekat tunas yang telah terbentuk. Kemudian tanam ke dalam media penanaman bibit. 6. Bisa menggunakan tray semai atau menggunakan polybag. Isi dengan campuran kompos dan tanah yang humus. Ini akan memudahkan perkembangan bibit hingga menjadi bibit yang cukup umur dan cukup ketinggiannya untuk langsung ditanam. 7. Sebenarnya, anda bisa saja langsung meananm umbi dari ubi jalar tersebut dan menunggu tunasnnya keluar. Namun dengan cara membuatkan tunas tumbuh pada bagian umbi akan lebih hemat dalam memperbanyak bibit untuk penananman. 8. Setelah bibit yang dipisahkan tumbuh subur dan ketinggiannya telah mencapai 6 cm minimal. maka anda sidah bisa memindahkannya ke lahan penanaman dengan hati-hati. Sebaiknya pindahkan bibit pada saat pagi maupun sore hari agar menghindari kelayuan pada bibit setelah dipindahkan. 9. Supaya lebih mudah longgarkan tanah yang terdapat pada pot penyemaian agar meminimalisir kerusakan dari akar bibit yang akan ditanam nantinya. Ini mudah tinggal pukul-pukul lembut pada bagian luar. 10. Posisikan penanam setengah barel atau wadah tanam besar lainnya di lokasi yang cerah. Sediakan bayangan terang di tengah hari di daerah pedalaman yang panas dan kering. Hindari warna yang teduh karena tanaman akan tampil berkesan dengan beberapa bunga. 11. Isi wadah tanam dengan campuran 2 bagian lempung, 1 bagian gambut gambut, 1 bagian pasir sedang dan 1 bagian perlit. Aduk campuran tanah sehingga pasir dan perlit didistribusikan dengan baik ke seluruh lempung.


12. Tanam ubi tergelincir dua hingga tiga minggu setelah musim semi es terakhir, atau sekali suhu tanah hangat hingga 75 derajat Fahrenheit. Beri jarak 8 hingga 10 inci di bagian tengah wadah. Sirami dengan teliti setelah menanam slip untuk meningkatkan kontak antara batang dan tanah. 13. Sebarkan selapis 1-inci-tebal mulsa ringan seperti jarum pinus di sekitar pangkal tanaman untuk melembabkan tanah dan membantu menahan kelembapan. Sisakan celah 1/2 inci antara pangkal batang dan lapisan mulsa untuk memungkinkan penguapan kelembaban dari tanah. 14. Sirami ubi setiap kali bagian atas tanah mengering sepenuhnya, atau jika daun terlihat sedikit layu. Jalankan air di pangkal tanaman sampai tanah basah di atas 3 inci. Siram di malam hari untuk menghindari merebaknya daun. Hindari masalah jenuh tanah. 15. Beri pakan atau nutrisi untuk ubi setiap bulan dari bulan April hingga September menggunakan pupuk nitrogen rendah, 5-10-10 rasio. Terapkan pupuk dengan kekuatan setengah dan air secara menyeluruh setelah makan untuk mendistribusikan nutrisi di seluruh tanah. 16. Pangkas tanaman merambat secara teratur selama musim pertumbuhan untuk mengontrol ukuran dan mendorong pembentukan umbi besar. Snip off seperempat dari tanaman merambat di pangkalan mereka menggunakan gunting pemangkasan yang tajam dan bersih. Gunting ujung tanaman merambat yang tersisa ke panjang yang diinginkan. Buang benda yang dipangkas atau tambahkan ke dalam kompos. 17. Panen umbi terbesar di musim panen tepat setelah perkiraan umbi matang. Gali umbi dengan tangan, sikat tanah dan bersihkan tanaman merambat dan akar. Simpan umbinya di tempat yang sejuk dan gelap. Tinggalkan umbi yang lebih kecil untuk menahan musim dingin dalam wadah. 18. Lanjutkan menyiram umbinya selama bulan-bulan kemarau 2 inci teratas tanah mengering. Tunda semua air tambahan selama periode dingin, cuaca hujan untuk mencegah tuber membusuk. Beri makan umbi sekali di pertengahan musim dingin menggunakan pupuk 5- 10-10 rasio diencerkan menjadi setengah kekuatan. 19. Angkat umbi yang tersisa di musim semi dan ganti campuran tanah untuk mencegah penyakit jamur dan infestasi hama. Pasang kembali 8 hingga 10 inci. Beri makan umbi yang baru ditanam dengan larutan starter 1 sendok makan 12-12-12 rasio pupuk yang diencerkan dalam 1 galon air.


Refleksi Cara Menanam Umbi-Umbian 1. Apakah kamu pernah menanam Umbi-umbian? ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ______________ 2. Bagaimanakah cara menanam umbi-umbian? ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ____________________________________________________________________________ ___________________________________


AKTIVITAS 5 PRODUK HASIL OLAHAN UMBI-UMBIAN Topik/Jenis Kegiatan : mengenal jenis jenis olahan dari umbi umbian Waktu : 2 x 35 menit Alat dan Bahaan : Satu atau beberapa produk hasil olahan yang dibawa oleh guru untuk mencontohkan. - Lembar LK yang sudsh di print oleh guru Peran guru : Sebagai Fasilitator, motivator, mengarahkan, membimbing dan mengevaluasi siswa selama pembelajaran berlangsung Tahap Persiapan : 1. Guru menyampaikan materi terkait jenis jenis umbi dan beberapa hasil olahannya 2. Guru mrmbrikan lembar kerja kepada peserta didik Tahap Pelaksanaan : 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa - Tahukah kalian nama nama umbi umbian? - Pernahkah kalian makan umbi umbian? - Pernahkah kalian melihat beberapa hasil olahan dari umbi umbian? 4. Guru melalui video ataupun gambar menjelaskan tentang jenis jenis umbi umbian. 5. Guru memberitahu beberapa jenis hasil olahan dari umbi umbian dengan membawa satu atau beberapa contoh produk hasil olahan umbi umbian. 6. Guru menjelaskan langkah langkah pembuatan olahan umbi umbian yang dibawa oleh guru 7. Pembagian kelompok


8. Tugas masing masing kelompok menuliskan langkah langkah pembuatan umbi umbian sesuai ang disampaikan oleh guru, atau mereka memilih sendiri produknya kemudian mrnuliskan langkah langkahnya(jika sudah pernah tahu produk yang lain. 9. Presentasi dan Apresiasi kelompok terbaik 10. Do’a dan salam LAMPIRAN AKTIVITAS 5 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Kelompok : Kelas : Hari, tanggal : Petunjuk pengisian : 1. Tulislah langkah langkah mengenai salahsatu produk hasil olahan umbi-umbian ! A. Bahan Bahan B Langkah Pembuatan C Langkah Pengemasan


Lembar Penilaian Peserta didik


AKTIVITAS 6 MENGENAL KONSEP KEWIRAUSAHAAN Topik/Jenis Kegiatan : Mengenal dan menentukan produk yang akan dijual Waktu : 2 x 35 menit Alat dan Bahan : Kertas Gambar A3(satu siswa satu lembar) Crayon/pensil warna (masing masing siswa) Peran guru : Sebagai Fasilitator, motivator, mengarahkan, membimbing dan mengevaluasi siswa selama pembelajaran berlangsung Tahap Persiapan : 3. Guru menyampaikan materi terkait produk produk yang ramai di pasaran 4. Guru menyampaikan materi terkait tempat yang strategis untuk pemasaran 5. Guru mrmbrikan lembar kerja kepada peserta didik Tahap Pelaksanaan : 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa - Tahukah kalian produkproduk yang laris di pasaran? - Pernahkah kalian membeli sebuah produk dan produk apa yang dibeli? - Bisakah kalian menyebutkan dimanakah kalian membeli produk tersebut? 11. Guru melalui video ataupun gambar menjelaskan tentang kegiatan jual beli di pasar atau di supermarket dan barang barang yang diperjual belikan 12. Guru menjelaskan karakteristik barang barang yang laris di pasaran/supermarket. Diantaranya: 1. Rasanya Enak dan bisa dinikmati oleh banyak orang 2. Kemasannya Menarik dan bagus 3. Harganya tidak terlalu mahal dan cenderung murah 4. Membuat promo berkala untuk menarik konsumen/pembeli.


13. Guru menunjukkan satu contoh barang yang dianggap menarik dan cara mempromosikannya. 14. Tugas individu. Membuat satu poster/brosur atau yang sejenisnya tentang promosi suatu produk yang menarik dan bisa mendatangkan konsumen. Contoh: 15. Presentasi dan Apresiasi peserta terbaik 16. Do’a dan salam


LAMPIRAN AKTIVITAS 6 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Membuat poster promosi barang seperti contoh diatas dengan menggunakan kertas gambar ukuran A3 yang sudah disiapkan oleh guru. Lembar Penilaian Peserta didik


AKTIVITAS 7 Riset/Observasi Pasar Produk Olahan Umbi-Umbian Dilingkungan Sekitar Kegiatan : - Berwawancara ke petani - Berkunjung ke warung sekitar tempat tinggal waktu : 2 jp Bahan : Slide tentang riset pasar Lembar kerja peserta didik Peran guru : Sebagai fasilitator Tahap persiapan: 1. Guru menyiapkan materi tentang riset pasar produk hasil olahan umbia-umbian. 2. Guru menyiapkan lembar kerja peserta didik Tahap pelaksanaan: 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Apakah di sekitar tempat tinggal kalian ada warung? - Produk apa saja yang di jual di warung tersebut ? - Apakah di warung tersebut ada produk hasil umbi-umbian ? berupa apa ? - Siapa pemasok produk hasil umbi-umbian tersebut ? 4. Guru menyampaikan materi tentang riset pasar produk hasil olahan umbi-umbian. 5. Guru membimbing siswa untuk wawancara ke petani yang ada di sekitar lingkungan sekolah. 6. Guru membimbing siswa berdiskusi tentang hasil wawancara dan target pasar untuk produk hasil olahan umbi-umbian 7. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran 8. Guru memberikan tugas tindak lanjut berupa LKPD ( lembar observasi ) yang harus dikerjakan di rumah. 9. Guru menginformasikan aktivitas P5 selanjutnya 10. Do’a dan salam.


LAMPIRAN AKTIVITAS 7 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK Nama : Kelas : Hari, tanggal : Petunjuk pengisian : 1. Carilah informasi mengenai peroduk hasil olahan umbi-umbian ! Contoh pertanyaan : Produk olahan apa yang ada di warung tersebut ? Bahan bakunya apa? Dari mana produk tersebut berasal ? Bagaimana cara membuatnya ? ( apabila produk tersebut hasil olahan sendiri). No Nama Toko / Warung Daftar pertanyaan Informasi


AKTIVITAS 8 Identifikasi Bahan Baku Kegiatan : Presentasi hasil wawancara dan kunjungan ke warung sekitar tempat tinggal waktu : 2 jp Bahan : Hasil wawancara Lembar kerja peserta didik yang terdapat di aktivitas sebelumnya (aktivitas 7 ) Peran guru : Sebagai fasilitator Tahap persiapan: 1. Guru menyiapkan hasil riset wawancara observasi pasar produk olahan umbi-umbian dilingkungan sekitar. 2. Guru menyiapkan lembar kerja peserta didik Tahap pelaksanaan: 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Bagaimana kesan pelaksanaan observasi pada aktivitas 7 kemarin ? - Produk apa yang kalian peroleh ? 4. Guru menyampaikan teknis presentasi dan penilaiannya. 5. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk presentasi hasil observasi. 6. Guru membimbing siswa untuk tanya jawab terkait presentasi yang dilakukan. 7. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran. 8. Guru menginformasikan aktivitas P5 selanjutnya 9. Do’a dan salam.


FORM PENILAIAN PRESENTASI HASIL OBSERVASI NO NAMA PENILAIAN Percaya Diri Penampilan Intonasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. Catatan : Penilain dilakukan dengan menggunakan angka ( 1 – 4 ) 1 = kurang 2 = Cukup 3 = Baik 4 = baik sekali


AKTIVITAS 9 BERBAGAI JENIS OLAHAN DARI UMBI-UMBIAN Topik/kegiatan : Data Jenis olahan dari umbi-umbian Waktu : 2 JP Bahan : - Slide jenis olahan dari umbi-umbian - Gambar olahan umbi-umbian Peran guru : Memberi materi, mengarahkan, dan membimbing Tahap persiapan: Guru menyiapkan materi tentang olahan penganan dari umbi-umbian Tahap pelaksanaan: 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Siapa yang pernah melihat umbi-umbian? - Apa saja yang termasuk umbi-umbian? - Apakah umbi-umbian bisa diolah menjadi makanan yang bisa dikonsumsi? - Hasil olahan dari umbi-umbian apa yang pernah kalian makan? 4. Guru menyampaikan materi tentang olahan penganan yang berasal dari umbi-umbian 5. Pembagian kelompok 6. Guru membimbing siswa berdiskusi menentukan gambar-gambar makanan manakah yang sesuai dengan bahan dasar umbi-umbian tersebut. 7. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik: - Apakah kalian sudah pernah mencoba salah satu produk olahan umbi-umbian pada gambar? - Apakah produk olahan tersebut mudah didapat di pasaran? - Apakah produk penganan dari umbi-umbian banyak diminati masyarakat? Berikan alasannya!


8. Guru dan siswa membuat kesimpulan materi pembelajaran 9. Guru memberikan tugas tindak lanjut pembelajaran kepada peserta didik 10. Do’a dan salam. Link video : https://www.youtube.com/watch?v=ifRiq_-9ecU https://www.youtube.com/watch?v=fZzW6qV53O0 https://www.youtube.com/watch?v=rbHIj9kMBYY


AKTIVITAS 10 FIELDTRIF Topik/kegiatan : Fieldtrif ke Desa Cilembu dan Sentra Penghasil olahan ubi Cilembu “Ma Utik” Waktu : - Bahan : Quesioner Peran guru : Mengarahkan dan membimbing Tahap persiapan: 1. Guru menetapkan topik kegiatan sesuai dengan Tema P5 2. Guru menentukan tujuan pembelajaran dalam kegiatan fieldtrip 3. Guru menentukan tempat yang akan dikunjungi dalam kegiatan fieldtrip 4. Guru menyusun tata tertib perilaku siswa selama di perjalanan (PP) dan berkegiatan di lokasi 5. Guru menyusun lembar kerja siswa untuk kegiatan fieldtrip sesuai dengan tujuan pembelajaran 6. Guru menginformasikan rencana dan tujuan kegiatan Fieldtrip kepada orang tua/wali dan siswa Tahap Pelaksanaan : 1. Guru mengkondisikan siswa sebelum pemberangkatan ke lokasi fieldtrip 2. Guru mengecek kehadiran dan perlengkapan fieldtrip siswa (makan, minum, lembar kerja, alat tulis, pakaian ganti, jas hujan) 3. Guru memimpin doa sebelum kegiatan 4. Guru membimbing siswa naik ke dalam mobil dengan tertib 5. Guru memandu siswa membaca doa dan tilawah/murojaah di sela-sela perjalanan 6. Guru memandu/membimbing siswa saat berkegiatan di lokasi fieldtrip sesuai dengan susunan kegiatan 7. Guru memandu/membimbing siswa saat mengisi dan mengumpulkan lembar kerja siswa 8. Guru mendokumetasikan kegiatan siswa saat kegiatan fieldtrip 9. Guru menginformasikan penjemputan kepulangan siswa di sekolah setelah selesai kegiatan fieldtrip


LEMBAR KERJA SISWA SDIT INSAN TELADAN Nama Kegiatan : Fieldtrip I Tempat Kegiatan : Desa Cilembu, dan Sentra olahan ubi Cilembu “Ma utik” Waktu Pelaksanaan : 1. Desa Cilembu berada di wilayah? ......................................................................................................................................................... ......................................................................................................................................................... 2. Apa yang menyebabkan ubi cilembu rasanya berbeda dengan ubi dari daerah lain? ......................................................................................................................................................... 3. Kapan Sentra olahan ubi “Ma Utik” berdiri? ......................................................................................................................................................... 4. Apa yang menjadi latar belakang berdirinya sentra olahan ubi “Ma Utik”? …………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………… 5. Produk apa saja yang dihasilkan oleh sentra olah ubi “Ma Utik”? ......................................................................................................................................................... 6. Setelah melaksanakan fieldtrip ini apakah kalian ingin menjadi pengusaha? Jelaskan! …………………………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………………………… 7. Bagaimana kesan dan perasaanmu saat berkunjung ke desa Cilembu dan sentra olahan ubi “Ma Utik”? …………………………………………………………………………………………………… a. Sangat inspiratif b. Cukup insfiratif c. Biasa saja


AKTIVITAS 11 PRAKTIK MENANAM UMBI-UMBIAN Topik/Jenis Kegiatan : Menanam Ubi Cileumbu Waktu : 2 x 35 menit Bahan : Ubi cilembu, air , wadah, pisau, tanah Peran guru : Sebagai Fasilitator, motivator, pengarah dan pembimbing bagi siswa selama pembelajaran berlangsung Tahap Persiapan : 1. Guru menyiapkan alur kegiatan 2. Guru menyiapkan peralatan Tahap Pelaksanaan : 1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa: - Siapa yang pernah melihat tumbuhan ubi cilembu? - Pernahkah kalian menanam ubi Cileumbu? 4. Guru menayangkan video menanam ubi Cileumbu 5. Guru membimbing siswa berdiskusi tentang cara menenm ubi Cileumbu yang baik 6. Pembagian kelompok 7. Pembagian alat membuat tong sampah 8. Pelaksanaam kegiatan Metode1 Siapkan Stek Tanaman


1. Pilihlah satu jenis ubi jalar. Stek adalah teknik perbanyakan tanaman dari tanaman ubi yang sudah ada. Anda bisa membeli stek yang sudah siap untuk ditanam dari toko tanaman di dekat Anda, atau secara online, tetapi Anda juga bisa membuatnya sendiri di rumah dengan mudah. Cari tanaman ubi matang yang sehat dari toko atau kebun teman Anda. - Jenis ubi jalar yang paling terkenal (dan tersedia di banyak toko tanaman) adalahbeauregard, ‘bunch’ porto Ricos, dan centennials.[1] - 2. Pastikan iklim di lahan tanam sesuai. Ubi jalar adalah tanaman tropis sehingga seharusnya bisa ditanam di mana saja di Indonesia. 3. Siapkan ubi Anda. Saat Anda telah mendapatkan 1 - 2 ubi jalar sehat, cucilah hingga bersih. Kemudian potong ubi Anda menjadi dua bagian. Jika ubi Anda berukuran besar, cobalah potong menjadi tiga atau empat bagian. 4. Isi wadah dengan air. Perbanyakan tanaman dengan stek ini, adalah dengan meletakkan setengah tubuh ubi ke dalam wadah air. Gunakan botol atau gelas air yang bermulut lebar sehingga ubi Anda bisa masuk ke dalamnya, dan isi penuh dengan air. 3. Letakkan ubi di dalam air. Tusukkan 4 - 5 batang tusuk gigi di setiap sisi ubi, dan satu di bagian tengah, menyerupai jari-jari roda. Letakkan ubi ke dalam air dengan bagian yang terpotong menghadap ke bawah, sementara tusuk gigi menjaga setengah bagian ubi di atas gelas dengan menyeimbangkan sisi-sisinya. Lakukan hal ini pada setiap potongan ubi yang Anda miliki, menggunakan wadah yang berbeda.


4. Berikan sinar matahari dan panas. Pindahkan wadah ke dekat jendela yang mendapatkan banyak sinar matahari. 5. Biarkan tanaman baru Anda tumbuh. Tunggu selama 2 - 4 minggu hingga tanaman baru tumbuh dari bagian atas ubi. 6. Panen stek. Setelah bagian atas ubi tertutupi tanaman baru, dengan hati-hati petik masingmasingnya secara terpisah. Tanaman ini belum memiliki akar dan akan menyerupai daun-daun kecil dengan batang yang pendek. 7. Letakkan stek ke dalam air. Isi mangkuk yang dangkal dengan sedikit air, sekitar 1 inchi atau kurang, tergantung pada jumlah stek yang Anda miliki. Biarkan stek di dalam mangkuk sehingga batangnya terendam air. Biarkan seperti ini selama beberapa hari hingga akar mulai tumbuh di bagian bawahnya. Tambahkan air baru sekali setiap hari agar stek Anda sehat. Jika ada stek yang tidak membentuk akar atau mulai mengerut, buanglah.


10. Keluarkan stek untuk ditanam. Setelah 2 - 3 hari, semua stek Anda seharusnya sudah berakar. Pada titik ini, buang air dari dalam mangkuk dan tanam stek di luar. Stek sebaiknya ditanam langsung di kebun Anda daripada menanam di dalam pot untuk menjaga agar akar tetap utuh. Metode2 Persiapkan Kebun Anda 1. Pilih satu bidang tanah di kebun. Ubi jalar terutama tumbuh di bawah tanah, sehingga tanaman ini tidak membutuhkan area kebun yang luas. Walaupun begitu, ubi jalar lebih menyukai lingkungan yang hangat, jadi cobalah memilih bidang tanah yang mendapatkan banyak sinar matahari (terutama jika Anda tinggal di daerah beriklim dingin) dan memiliki drainase yang baik. 2. Olah tanah kebun Anda. Sebagai tanaman umbi-umbian, ubi jalar akan tumbuh jauh ke dalam tanah. Pastikan ubi jalar Anda tumbuh dengan mudah dengan mengolah tanah hingga kedalaman 12 inchi. Olah lahan hingga gembur dan ringan, dengan menggabungkan tanah kebun jika perlu. Siapkan tanah. Sama seperti saat menanam buah dan sayur, tanah yang mengandung nutrien tinggi diperlukan untuk panen melimpah. Tambahkan lapisan tanah yang baik dan singkirkan batu besar yang mungkin ada. Uji pH tanah Anda, dan tambahkan lumut gambut atau abu kayu untuk menyesuaikan keasaman atau kebasaan tanah untuk menciptakan tanah dengan pH netral. Anda bisa membeli alat uji pH lahan kebun di toko peralatan berkebun.


4. Ketahui waktu yang tepat untuk menanam. Karena kecenderungannya yang tahan terhadap panas, ubi jalar perlu tanah yang hangat untuk tumbuh dengan baik. Tunggu hingga paling tidak satu minggu setelah salju terakhir di awal musim semi untuk menanam stek ubi jalar Anda. 5. Pilihlah mulsa. Bantu pertumbuhan ubi jalar Anda dengan menambahkan mulsa di atas tanah untuk memperangkap panas. Jika Anda tinggal di daerah dingin, lapisi tanah dengan plastik hitam atau alat lain untuk memperangkap panas di atas tanaman ubi setelah menanamnya. Metode3 Menanam Ubi Jalar 1. Gali lubang. Stek ubi jalar perlu jarak yang lebih besar dibandingkan beberapa jenis tanaman lainnya. Jadi gali lubang dengan jarak 12 - 24 inchi satu sama lain. Lubang ini perlu digali sedalam bola akar yang terdapat di bagian bawah stek dan sekitar 1/2 inchi hingga ke dasar tanaman. [4] 2. Tanam ubi jalar Anda. Letakkan masingmasing stek di dalam lubang yang belum Anda gali dan tutupi batangnya dengan tanah sekitar 1/2 inchi hingga ke dasarnya. Bagian berdaun dari tanaman ini akan mulai menjalar sementara akarnya akan membentuk umbi pada kedalaman 6 - 12 inchi di dalam tanah.


3. Tambahkan mulsa. Lindungi tanaman Anda dari udara dingin dengan meletakkan mulsa di bagian atasnya. Cara ini juga akan membantu menghambat pertumbuhan gulma dan mencegah tanaman menjalar terlalu jauh, yang akan mengambil energi pertumbuhan umbi. 4. Sirami tanaman. Pada awal menanam ubi jalar, tanaman ini memerlukan banyak air. Seiring pertumbuhannya, Anda harus mengurangi air yang Anda berikan hingga sekali seminggu. Mulailah dengan menyiram setiap hari, satu demi satu hari menyiram tanaman seiring dengan pertumbuhan tanaman setiap minggunya. 5. Tunggu hingga umbi berkembang. Ubi jalar adalah tanaman yang lama tumbuh, matang dan siap di panen. Teruskan menyiram tanaman seminggu sekali, bersihkan tanaman dari gulma jika perlu untuk menjaganya tumbuh sehat. 6. Panen ubi. Sekitar 120 hari setelah menanam, ubi Anda seharusnya telah mencapai kematangan sempurna. Jika mungkin, tunggulah selama mungkin (cuaca cerah terakhir sebelum musim hujan) untuk memanen ubi, karena dengan begitu Anda akan mendapatkan umbi yang lebih besar dan lebih lezat.


7. Keringkan ubi. Salah satu langkah terpenting lainnya adalah mengeringkan ubi setelah panen untuk membuatnya terasa lebih lezat (rasa ubi tidak akan terlalu lezat setelah dipanen) dan agar kulitnya menjadi lebih kuat. Letakkan ubi di area dengan suhu 29 hingga 35 derajat Celsius dengan kelembaban 80 -90% selama 5 - 10 hari. Setelahnya, ubi siap dimakan! Coba gunakan pemanas ruangan kecil dan humidifier dalam lemari besar untuk mengeringkan ubi. 8. Simpan ubi jalar Anda. Salah satu hal terbaik tentang umbi manis ini adalah mereka akan tetap segar dan lezat dimakan hingga beberapa bulan jika disimpan dengan benar. Simpan ubi dalam suhu sekitar 21 derajat celsius (hal ini berarti jangan letakkan dalam lemari es), di tempat terbuka, dan kering. Jangan menyimpan ubi dalam kantung plastik atau wadah bertutup rapat. Tips Hindari menjatuhkan atau melukai ubi setelah panen, karena tanaman ini mudah sekali mengalami luka memar. Semakin lama Anda mengeringkan ubi, akan semakin lezat rasanya. Untuk itu, Anda bisa mengeringkannya hingga beberapa minggu jika Anda mau. Cobalah untuk tidak menggunakan cangkul atau garu untuk mengolah lahan setelah Anda menanam ubi, karena alat-alat ini akan merusak akar umbi yang lemah 9. Guru mengevaluasi kegiatan bersama-sama siswa 10. Guru membuat kesimpulan materi pembelajaran 11. Guru memberikan tugas tindak lanjut pembelajaran kepada peserta didik 12. Apresiasi kelompok terbaik 13. Do’a dan salam Sumber Rujukan https://youtu.be/mZwW-ULLtfU


Lembar Penilaian Peserta didik


AKTIVITAS 12 Pembuatan Penganan Local dari Ubi Cilembu Topik/Jenis Kegiatan : Membuat Cake Ubi Cilembu Waktu : 2 x 35 menit Alat dan Bahan : A. Bahan Utama 1. 4 butir telur 2. 110 gr gula pasir 3. 1 sdt emulsifier 4. 200 gr ubi cilembu, kukus, haluskan 5. 115 gr tepung terigu 6. 15 gr tepung maizena 7. 15 gr susu bubuk 8. 1/2 sdt baking powder 9. 75 gr minyak sayur 10.75 gr margarin, campur dengan minyak sayur dan cairkan B. Alat & Perlengkapan 1. Loyang 2. Kompor Peran guru : Sebagai Fasilitator, motivator, mengarahkan, membimbing dan mengevaluasi siswa selama pembelajaran berlangsung Tahap Persiapan : 1. Guru menyiapkan alur kegiatan 2. Guru menyiapkan peralatan Tahap Pelaksanaan :


1. Pengkondisian 2. Menyampaikan tujuan kegiatan 3. Guru memberikan pertanyaan pemantik berupa - Makanan lokal apa yang pernah kalian makan? - Pernahkah kalian mencoba membuat makanan? - Pernahkah kalian mencoba membuat makanan lokal? 4. Guru melalui video ataupun gambar menampilkan beberapa gambar contoh produk olahan dari ubi dan cara membuatnya, siswa menyaksikan dengan seksama. 5. Pembagian kelompok 6. Pembagian tugas masing-masing kelompok a. Kelompok 1: b. Kelompok 2: c. Kelompok 3: d. Kelompok 4: 7. Peserta didik menyiapkan bahan dan alat pembuatan kue dari ubi Cilembu 8. Pelaksanaam kegiatan membuat olahan penganan dari ubi Cilembu


Click to View FlipBook Version