ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
1 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
2EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
3 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
4EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
5 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
DAFTAR ISI
APA ITU RDTR
MENGENAL PAGUAT
TUJUAN PENATAAN RUANG
RENCANA STRUKTUR RUANG
RENCANA POLA RUANG
KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG
PERATURAN ZONASI
6EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
7 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
CHAPTER 1
APA ITU RDTR ?
RDTR WP PAGUAT
UPATEN POHUWATO
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) adalah rencana secara terperinci
tentang tata ruang wilayah kabupaten/kota yang dilengkapi dengan
peraturan zonasi kabupaten/kota. Penyusunan RDTR mencakup
kawasan dengan karakteristik perkotaan, karakteristik perdesaan,
dan kawasan lintas kabupaten/kota.
Proses penyusunan RDTR kabupaten/kota meliputi tahapan:
Persiapan;
Pengumpulan data dan informasi;
Pengolahan data dan analisis;
Perumusan konsepsi; dan
Penyusunan rancangan peraturan kepala daerah tentang RDTR kabupaten/kota.
Sesuai ketentuan Pasal 59 Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang, setiap RTRW kabupaten/kota harus menetapkan
bagian dari wilayah kabupaten/kota yang perlu disusun RDTR-nya. Bagian dari wilayah
yang akan disusun RDTR tersebut merupakan kawasan perkotaan atau kawasan
strategis kabupaten/kota. Kawasan strategis kabupaten/kota dapat disusun RDTR
apabila merupakan:
Kawasan yang mempunyai ciri perkotaan atau direncanakan menjadi
kawasan perkotaan; dan
Memenuhi kriteria lingkup wilayah perencanaan RDTR yang ditetapkan
dalam pedoman ini.
RDTR juga berfungsi untuk menentukan kesesuaian dokumen perencanaan dengan
implementasi pembangunan di lapangan. RDTR merupakan dasar acuan dari
diterbitkannya dokumen perizinan terkait bangunan. Tanpa adanya dokumen RDTR
maka dokumen tersebut tidak dapat dikeluarkan. Jika sebelumnya untuk mendirikan
bangunan diperlukan IMB, maka kini telah berganti menjadi PBG (Persetujuan
Bangunan Gedung). Meskipun telah berganti istilah, namun tetap memiliki fungsi yang
sama.
8EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KEDUDUKAN RDTR fungsional agar tercipta lingkungan
yang harmonis antara kegiatan utama
Kedudukan RDTR dalam sistem dan kegiatan penunjang dalam
perencanaan tata ruang dan sistem kawasan fungsional tersebut.
perencanaan pembangunan nasional
dapat dilihat pada Gambar RDTR Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
disusun apabila sesuai kebutuhan, yang disusun lengkap dengan
RTRW kabupaten/kota perlu dilengkapi peraturan zonasi merupakan satu
dengan acuan lebih detil pengendalian kesatuan yang tidak terpisahkan untuk
pemanfaatan ruang kabupaten/kota. suatu WP tertentu. Dalam hal RDTR
Dalam hal RTRW kabupaten/kota tidak disusun atau RDTR telah
memerlukan RDTR, maka disusun ditetapkan sebagai perda namun
RDTR yang muatan materinya lengkap, belum ada peraturan zonasinya
termasuk peraturan zonasi, sebagai sebelum keluarnya pedoman ini, maka
salah satu dasar dalam pengendalian peraturan zonasi dapat disusun
pemanfaatan ruang dan sekaligus terpisah dan berisikan zoning map dan
menjadi dasar penyusunan RTBL bagi zoning text untuk seluruh kawasan
zona-zona yang pada RDTR perkotaan baik yang sudah ada
ditentukan. Dalam hal RTRW maupun yang direncanakan pada
kabupaten/kota tidak memerlukan wilayah kabupaten/kota.
RDTR, peraturan zonasi dapat disusun
untuk kawasan perkotaan baik yang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
sudah ada maupun yang direncanakan ditetapkan dengan perda
pada wilayah kabupaten/kota. kabupaten/kota. Dalam hal RDTR telah
ditetapkan sebagai perda terpisah dari
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) peraturan zonasi sebelum keluarnya
merupakan rencana yang menetapkan pedoman ini, maka peraturan zonasi
blok pada kawasan fungsional sebagai ditetapkan dengan perda
penjabaran kegiatan ke dalam wujud kabupaten/kota tersendiri.
ruang yang memperhatikan keterkaitan
antarkegiatan dalam kawasan
9 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Gambar Kedudukan RDTR
Kabupaten/Kota dalam Sistem
Penataan Ruang dan Sistem
Perencanaan Pembangunan
Nasional
Hubungan antara RTRW Kabupaten/Kota, RDTR, dan RTBL serta Wilayah
Perencanaannya dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Gambar Hubungan antara
RTRW Kabupaten/Kota, RDTR,
dan RTBL serta Wilayah
Perencanaannya
MASA BERLAKU RDTR
RDTR Pekotaan Paguat berlaku dalam jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dan ditinjau
kembali setiap 5 (lima) tahun. Peninjauan kembali RDTR Pekotaan Paguat dapat
dilakukan lebih dari 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun apabila terjadi perubahan
lingkungan strategis berupa:
a. bencana alam skala besar yang ditetapkan dengan peraturan perundang-
undangan;
b. perubahan batas territorial negara yang ditetapkan undang-undang;
c. perubahan Batas Daerah yang ditetapkan dengan undang-undang; atau
d. perubahan kebijakan nasional yang bersifat strategis.
18EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
(2)
19 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
CHAPTER 2
MENGENAL PAGUAT
RDTR WP PAGUAT
BUPATEN POHUWATO
Kabupaten Pahuwato adalah kabupaten yang terbentuk dari hasil pemekaran
Kabupaten Boalemo. Nama Pohuwato dipilih sebagai nama kabupaten karena nilai
historisnya. Pohuwato dulunya oleh Belanda diberi nama Paguat karena mereka sulit
mengucapkan kata Pohuwato. Sekarang Paguat dipecah menjadi berbagai kecamatan
yang membentuk kabupaten Pohuwato sekarang.
20EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KONEKTIVITAS ANTAR KEDUDUKAN DAN KETERKAITAN
EKONOMI
WILAYAH Sektor Pertanian : Komoditas
Dilalui oleh Ruas jalan lintas Unggulan Kelapa dan Jagung
timur Sulawesi; batas Sulawesi Sektor Perikanan : Perikanan
Tengah – Marisa – Paguyaman
– Isimu; dan Jalan bebas Laut (Budidaya – Tangkap)
hambatan (by pass) Isimu – Sektor Industri Pengolahan :
Marisa;
Ditetapkan sebagai kawasan
Rencana pengembangan peruntukan industri skala
jaringan kereta api trans regional serta pergudangan
sulawesi disekitar Pel. Bumbulan.
Sektor Pariwisata : Pantai Indah
Terdapat Rencana Bumbulan (Pantai Libuo), Pantai
Pengembangan Transportasi Maleo, Kawasan Kota Tua (Kel.
Laut: Siduan, Ds. Soginti, Ds. Sipayo
& Ds. Bonuyo)
Pelabuhan Penyeberangan dan
KEDUDUKAN DAN KETERKAITAN
Pelabuhan Pengumpan : LINGKUNGAN
(Pelabuhan Bumbulan) KRB Banjir (Luapan Sungai
bumbulan), KRB Gerakan Tanah
Terdapat PLTG 100 MW di Desa (kaki perbukitan), KRB
Maleo dan GI Paguat 150 kV, Likuefaksi (sepanjang pesisir
juga jaringan saluran udara pantai).
tegangan ekstra tinggi (SUTT)
150 KV, menghubungkan Prov. KEDUDUKAN DAN KETERKAITAN
Sulawesi Utara, Sulawesi SOSIAL BUDAYA
Tengah dan Gorontalo.
Sejarah Empat Raja yang
memiliki keterkaitan dengan
Gorontalo.
21 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
DELINEASI WP PAGUAT
Penentuan wilayah dimulai dengan menganalisa Peraturan Daerah (Perda) No.4
Tahun 2011 Tentang RTRW Provinsi Gorontalo dan Perda No.8 Tahun 2012 Tentang
RTRW Kabupaten Pohuwato , sebagai dasar hukum dan dasar penentuan wilayah
yang memang telah diamanatkan dalam peraturan perundangan tersebut untuk
dilakukan penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).
Selain dasar hukum, kondisi eksisting wilayah juga dijadikan pertimbangan dalam
penentuan lokasi, diutamakan merupakan kawasan yang telah didukung oleh
infrastruktur yang memadai, diantaranya transportasi, energi/kelistrikan dan sumber
daya air.
Dari hasil kajian singkat tersebut, diperoleh dua wilayah yang akan diusulkan untuk
dijadikan wilayah penyusunan RDTR di Kabupaten Pohuwato, yaitu :
USULAN DELINEASI RDTR POHUWATO
KECAMATAN MARISA KECAMATAN PAGUAT
16EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Adapun dasar penetapan ini adalah :
a. Diamanatkan dalam Perda No.4 Tahun 2011 Tentang RTRW Provinsi Gorontalo
dan Perda No.8 Tahun 2012 Tentang RTRW Kabupaten Pohuwato, bahwa
Kecamatan Paguat ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL)
b. Kecamatan Paguat karena merupakan wilayah yang kondisi eksistingnya sudah
merupakan wilayah Industri dan masih memiliki area non-terbangun yang masih
cukup untuk mendukung kegiatan pengembangan selama beberapa tahun ke
depan.
c. Infrastruktur yang ada sudah mendukung untuk kegiatan pengembangan dan
investasi ke depannya, diantaranya :
Sarana transportasi mendukung karena dilewati oleh Jalan Nasional (Jalan
Trans Sulawesi) dan terdapat Pelabuhan Barang & Penumpang di Bumbulan;
Sumber daya air memadai;
Didukung oleh PLTG 4x25 MW.
d. Terdapat kawasan pariwisata alam dan budaya di Kecamatan Paguat
Deliniasi awal Kawasan RDTR di
Kecamatan Paguat disesuaikan
dengan didasarkan fakta, yaitu :
a. Sedang terjadi proses usulan
pelepasan Kawasan Hutan
Produksi di bagian utara,
menjadi Area Penggunaan Lain,
sehingga deliniasi diperluas
dengan menyesuaikan
kenampakan eksisting sawah
dan kebun yang nampak pada
citra.
b. Terdapat Rencana Tata
Bangunan dan Lingkungan
(RTBL) pada area Pelabuhan
Bumbulan
17 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Pada hari Rabu, Tanggal Dua Desember Dua Ribu Dua Puluh bertempat di Ruang Rapat
Manggrove Eco Resort, telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Penyepakatan Delineasi
RDTR OSS Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dalam rangka penyusunan
kompilasi data dan delineasi lokasi RDTR OSS Kabupaten Pohuwato Tahun 2020.
Adapun hal-hal yang disepakati pada Focus Group Discussion diantaranya adalah :
a. Delineasi RDTR yang disepakati adalah RDTR Kawasan Paguat,
Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo dengan luas total 3.072,08 Ha;
b. Wilayah perencanaan Kawasan Perkotaan Paguat, disajikan berikut:
Deliniasi Kawasan RDTR Paguat
Hasil Kesepakatan
18EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
“ Terbitnya SK Bupati Pohuwato Nomor
97/9/I/2020 Tentang Penetapan
Deliniasi Wilayah Perencanaan
Rencana Detail Tata Ruang dan
Peraturan Zonasi Kawasan Paguat
Kabupaten Pohuwato
Wilayah Perencanaan Luas (Ha) Persentase
Kelurahan 177,64 5,78
Pentadu 147,47 4,8
Siduan 961,44
Libuo 31,3
Desa 405,23
Bumbulan 334,56 13,18
Maleo 318,74 10,89
Buhujaya 349,17 10,38
Bunuyo 207,17 11,37
Sipayo
Kemiri 30,4 6,74
Soginti 108,72 0,99
Molamahu 3,54
31,5 1,03
Total
3072,04 100
Luas WP Paguat
3072,04 Ha
Secara Administratif
Terdiri dari
3 Kelurahan
8 Desa
19 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
ASET JASA LINGKUNGAN
01 STATUS KAWASAN HUTAN.
Status Kawasan hutan berdasarkan SK KLHK perkembangan status kawasan hutan
terbaru (Nomor 6030/MenLHK-PKTL/KUH/PLA.2/11/2017), bahwa kawasn hutan di
WP Paguat meliputi Hutan Lindung (HL), Hutan Produksi Tetap (HP) dan Hutan
Produksi yang Dapat Dikonversi (HPK).
02 SAWAH IRIGASI
Kebijakan mempertahankan lahan sawah irigasi sebagai asset jasa lingkungan WP
Paguat dan kebijakan ketahanan pangan adalah berdasarkan Lahan Baku Sawah (LBS)
mengingat kebijakan LP2B belum ditetapkan lokasi dan luasan sawah.
03 SEMPADAN SUNGAI
04 Penetapan Sempadan Sungai dimaksudkan untuk pengamanan prasarana sungai /
saluran air serta penataan dan penertiban terutama akibat keberadaan
perkembangan bangunan-bangunan yang mengakibatkan terganggunya daerah aliran
air sungai/saluran.
a. Pada sungai tidak bertanggul yang mempunyai kedalaman kurang dari 3
(tiga) meter GSS minimal 10 (sepuluh) meter dihitung dari tepi sungai
b. Pada sungai tidak bertanggul yang mempunyai kedalaman lebih besar dari 3
(tiga) meter sampai dengan 20 (dua puluh) meter, GSS minimal 15 (lima
belas) meter dihitung dari tepi sungai
SEMPADAN PANTAI
Penetapan sempadan pantai minimal adalah 100 (seratus) meter dari pasang
tertinggi.
20EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
ZONA RAWAN BENCANA
ZONA DAN TIPOLOGI DEFINISI/KRITERIA ARAHAN SPASIAL BENCANA (KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG)
ZRB 4
4L :ZdoannateKlearhetnetrajnaadni sLtirkuuketufarktsaintainhggi • Dilarang pembangunan kembali dan pembangunan baru. Unit hunian pada
(Zona Terlarang) yang rusak parah zona ini direkomendasikan untuk direlokasi.
ZRB 3 4G :Zona rawan gerakan tanah tinggi • Diprioritaskan untuk pemanfaatan ruang untuk fungsi kawasan lindung dan
(Zona Terbatas) 4B Zona rawan Bajir Tinggi RTH
ZRB 2 • Dilakukan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta Konservasi Tanah dan Air
(Zona Bersyaarat) (KTA)
ZRB 1 • Dilakukan Mitigasi Struktural bencana banjir (mis: tanggul sungai, naturalisasi
(Zona Pengembangan) dan normaslisasi sungai, dll)
3L Zona Kerentanan Likuefaksi tinggi • Setiap unit bangunan harus dilengkapi dengan sumur air untuk melepaskan
3B Zona rawan Bajir Sedang tekanan air tanah yang berlebihan. Untuk ini dibutuhkan sumur dengan
diameter > 1m dan kedalaman >15m
• Bangunan engineered harus dirancang sesuai dengan SNI1726.
• Intensitas bangunan lebih rendah dari aturan dasar
• Pada kawasan yang belum terbangun diprioritaskan untuk fungsi kawasan
budidaya non -terbangun (pertanian, perkebunan, kehutanan)
2L Zona Kerentanan Likuefaksi
2G rendah-menengah • Intensitas pemanfaatan ruang klasifikasi sedang
Zona rawan gerakan tanah rendah • Lokasi prioritas bagi pengembangan permukiman baru
2B Zona rawan Bajir Rendah
Diluar Zona Rawan Bencana • Intensitas pemanfaatan ruang menengah sampai tinggi
• Lokasi prioritas bagi pengembangan permukiman baru
Catatan : Di setiap zona rawan bencana, pembangunan mengikuti SNI bangunan tahan gempa, dan dilengkapi dengan jalur, rambu, dan ruang evakuasi bencana
21 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KONDISI PENGGUNAAN LAHAN
Pada delineasi Kawasan Perkotaan Paguat total penggunaan tanah sebesar
3072,04 ha, di dominasi oleh tegalan/ladang sebesar 57,13% dari total
luasan. Sesuai luas total kepemilikan tanah 2119,81 ha, luas tanah kosong
mendominasi sebesar 54,26% disusul tanah hak milik sebesar 39,65% dari total luas
tanah.
Peta Kepemilikan Tanah
Peta Penggunaan Tanah
22EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
DAYA DUKUNG DAN DAYA TAMPUNG
Analisis daya dukung lahan dihasilkan berdasarkan peta kemampuan lahan dan peta
zona prioritas pengembangan kawasan (aset jasa lingkungan) WP Paguat.
No Zona Rawan Bencana Kondisi Lahan Luas/Ha
507,25
1 Limitasi Kemampuan lahan pada kelas A dan 752,00
2 Kendala kawasan hutan lindung, Sempadan
3 Potensi Sungai, Sempadan Pantai dan Kondisi 1.812,77
rawan bencana Tinggi 3,072.02
Kemampuan lahan Kelas B Sedangkan
Kondisi Rawan Bencana Yaitu Gerakan
Tanah menengah, LP2B dan HPK
Kemampuan lahan pada kelas C dan D
dan tidak memiliki rawan bencana baik
gerakan tanah dan rawan likeufaksi
rendah sampai menengah
Total
Daya Tampung Lahan WP Paguat
Rasio Tutupan Luas (ha) Luas Luas Daya Daya
Lahan Permukiman Perumahan Tampung Tampung
Penduduk Penduduk
Rasio Tutupan 1,812.77 906.39 453.19
Lahan maksimal 752.00 75.20 37.60 (KK) (jiwa)
50 % (Potensi) 507.25 - - 28,576 114,305
Rasio Tutupan
Lahan maksimal 3,072.02 981.59 490.79 2,371 9,484
30 % (Kendala)
Rasio Tutupan - -
Lahan maksimal 30,947 123,789
0 % (limitasi)
TOTAL
Asumsi yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
1. Luasan potensial untuk pengembangan permukiman didasarkan kepada analisis
rasio tutupan lahan yang akan dikembangkan yaitu 981.59 Ha
2. Kawasan perumahan yang akan dibangun adalah 50 % dari luas diatas seluas
490.79 ha
3. 1 KK terdiri dari 4 orang yang memerlukan luas 150 m2
23 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KONDISI KEPENDUDUKAN
Pada tahun 2015-2019 jumlah penduduk di Kecamatan Paguat mengalami penurunan.
Pada tahun 2015 dan 2016 jumlah penduduk kecamatan Paguat adalah 15.925 jiwa
dan mulai mengalami penurunan dari tahun ketahun sampai 2019 sejumlah 15.718
jiwa. Berikut merupakan jumlah penduduk serta kepadatan penduduk tahun 2015
sampai tahun 2019 di Kecamatan Paguat.
Proyeksi Laju Pertumbuhan Penduduk
Kecamatan Paguat Tahun 2021-2041
No Desa Proyeksi LPP 2021-2041 (%)
1 Libuo 2021-2026 2026-2031 2031-2036 2036-2041
2 Pentadu 756,41 8,71
3 Siduan 10,75 91,08 49,48
4 Bunuyo -5,30 -16,92
5 Sipayo 20,95 -7,94 -3,53 9,81
6 Soginti -3,22
7 Maleo -16,02 5,10 2,14 -30,12
8 Bumbulan 121,15 5,84
9 Buhu Jaya -0,05 -13,47 -6,14
10 Molamahu 161,42 33,79
11 Kemiri 6,11 2,99 1,26 15,01
4,35
Total 97,74 19,41 7,67 0,09
-2,75
7,96 51,87 14,28
-7,29
0,04 0,02 6,59
60,60 38,07
7,56 3,13
-2,55 -2,55
45,67 35,66
Jumlah tenaga kerja yang diserap di Kecamatan Paguat pada tahun 2041 rata-rata
44.702 tenaga kerja dengan asumsi 85% adalah pendatang dan 15% adalah penduduk
lokal, dan tidak semua tenaga kerja pendatang tinggal menetap di Kec. Paguat.
Kepadatan Penduduk Kecamatan Paguat tahun 2041 diprediksi mencapai 21 jiwa/Ha.
Asumsi Jumlah Penduduk Berdasarkan Tarikan Luas Satuan
Tenaga Kerja Industri
352,17 Ha
Luas Kawasan Industri Kec. Paguat : 246,52 Ha
Luas Kavling Industri (70%)
Jumlah penduduk yang diserap per 1 Ha industri 100 Tenaga Kerja
(berdasarrkan PP No 142 Tahun 2015)
70% tenaga kerja yang diserap industri di kec. Paguat 24.652 Tenaga Kerja
Tenaga Kerja yang bekerja asumsi 1 KK = 4 orng 55.878 KK
Tenaga Kerja Yang Diserap Industri 44.702
jiwa
24EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
PROYEKSI JUMLAH PENDUDUK BERDASARKAN TARIKAN TENAGA KERJA
INDUSTRI2020-2040
Proyeksi Penduduk (Jiwa) Kepadatan
Penduduk
No Desa Luas 2021 2026 2031 2036 2041 Tahun 2041
(Ha) (Jiwa/Ha)
38.876
1 Libuo 961 1.462 12.520 23.924 35.761 1.357 40
2 Pentadu 178 1.660 1.839 1.693 1.633 2.124 8
3 Siduan 147 1.903 1.802 1.894 1.934 794
4 Bunuyo 349 1.156 1.399 1.210 1.136 1.765 14
5 Sipayo 207 1.652 1.599 1.646 1.667 2.386 2
6 Soginti 109 1.652 1.387 1.657 1.784 6.103 9
7 Maleo 335 1.463 3.236 3.494 5.306 1.766
8 Bumbulan 405 1.764 1.763 1.764 1.765 8.544 22
9 Buhu Jaya 319 1.516 3.962 6.363 8.786 1.185 18
10 Molamahu 934 1.005 1.037 556
11 Kemiri 32 881 632 616 600 4
30 606 65.455 27
Total WP 3.072 15.715 31.074 45.266 61.409 37
19
21
Sumber : Hasil Proyeksi, 2021
25 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
ISU STRATEGIS
26EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Potensi
1. Kawasan Wisata
a. Wisata Pantai Maleo
b. Wisata Pantai Libuo (Bumbulan Indah)
c. Wisata Kota Tua (Budaya)
2. Kawasan Peruntukan Industri (Arahan
RTRW)
3. Kawasan Transportasi
a. Pelabuhan barang
b. Pelabuhan penumpang/penyeberangan
4. Sumber Energi/Kelistrikan
a. PLTG 100 MW
b. Gardu Induk 150 kV
5. Kawasan Perikanan laut (budidaya –
tangkap)
6. Kawasan Perkebunan (komoditas unggulan
Kelapa, Jagung)
7. Kawasan Pertanian (Lahan Baku Sawah)
Masalah
1. Kawasan Limitasi (Rawan Bencana)
• KRB Likuefaksi Tinggi
• KRB Banjir Tinggi
2. Belum tersedianya IPAL kawasan
3. Belum tersedianya simpul transportasi
(terminal penumpang – Tipe C)
4. Tidak tersedia TPA (TPA berada di Kota
Marisa)
5. Kebbutuhan pemenuhan air bersih/minum
masih rendah apabila Kawasan Peruntukan
Industri telah berfungsi.
6. Pemenuhan pelayanan PSU belum sesuai SNI
27 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
CHAPTER 3
TUJUAN PENATAAN RUANG
RDTR WP PAGUAT
BUPATEN POHUWATO
Setelah menelaah dan menggali isu strategis maka dapat ditentunkan tujuan
penataan WP Perkotaan Paguat, dimana Tujuan penataan WP Perkotaan Paguat
merupakan nilai dan/atau kualitas terukur yang akan dicapai sesuai dengan arahan
pencapaian sebagaimana ditetapkan dalam RTRW Kabupaten Pohuwato dan
merupakan alasan disusunnya RDTR tersebut, serta apabila diperlukan dapat
dilengkapi konsep pencapaian.
Tujuan penataan WP Perkotaan Paguat berfungsi :
1. Sebagai acuan untuk penyusunan rencana pola ruang, penyusunan rencana
jaringan prasarana, penetapan Sub BWP yang diprioritaskan penanganannya,
penyusunan ketentuan pemanfaatan ruang, penyusunan peraturan zonasi; dan
2. Menjaga konsistensi dan keserasian pengembangan kawasan perkotaan
dengan RTRW.
Tujuan penataan WP Perkotaan Paguat dirumuskan dengan
mempertimbangkan :
1. Keseimbangan dan keserasian antarbagian dari wilayah kabupaten/kota;
2. Fungsi dan peran BWP;
3. Potensi investasi;
4. Kondisi sosial dan lingkungan BWP;
5. Peran masyarakat dalam pembangunan; dan
6. Prinsip-prinsip yang merupakan penjabaran dari tujuan tersebut.
28EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Berdasarkan arahan diatas, maka Tujuan Penataan Ruang WP Perkotaan Paguat
adalah sebagai berikut :
Mewujudkan ruang WP Kawasan Perkotaan Paguat sebagai
pusat pertumbuhan berbasis industri dan pariwisata yang
berwawasan lingkungan serta tangguh bencana dan
berkelanjutan.
Arah pengembangan fungsi serta Adapun perwujudan penataan ruang Kawasan
peran Kawasan Perkotaan Paguat Perkotaan Paguat dilakukan dengan prinsip sebagai
diarahkan sebagi berikut: berikut:
1. Pusat Pengembangan olahan
1. Mengembangkan kawasan peruntukan industri
dan peningkatan nilai tambah yang berbasis pertanian dan perikanan;
hasil pertanian dan
perkebunan; 2. Mengembangkan pariwisata berbasis alam
2. Pusat pengembangan wisata (wisata pantai) dan budaya;
alam dan budaya;
3. Menciptakan pusat 3. Mengembangkan pusat permukiman menunjang
pertumbuhan baru; kawasan peruntukan industri;
4. Mempertimbangkan daya
dukung lingkungan dan resiko 4. Mengembangakan infrastruktur wilayah;
bencana dalam 5. Mengembangkan aksesibilitas internal dan
pengembangan.
eksternal;
29 । EXECUTIVE SUMMARY 6. Meningkatkan fungsi-fungsi ekologis;
7. Mewujudkan sistem jaringan mitigasi bencana;
dan
8. Mengembangkan ruang terbuka hijau
perkotaan
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RCHEANPTECR A4 NA STRUKTUR RUA
RDTR WP PAGUAT
BUPATEN POHUWATO
RENCANA PENGEMBANGAN PUSAT PELAYANAN
Pada dasarnya suatu pusat pelayan memiliki hirarki dari berbagai faktor yang
menyatakan kelengkapan dan skala pelayanan setiap fasilitas sosial ekonomi yang
dimilikinya. Selain itu faktor potensi pengembangan baik dilihat dari fisik, aksesibilitas
dan potensi aglomerasi permukiman penduduk menjadi faktor yang penting untuk
melihat pusat-pusat pelyanan dan skala pelayanan yang mungkin tumbuh dalam
struktur ruang Kawasan Perkotaan Paguat.
Dasar dari pembagian struktur ruang pusat pelayanan Kawasan Perkotaan Paguat
dapat dirumuskan sebagai berikut :
Pusat Pelayanan Kota
Kelurahan Siduan
Sistem pusat pelayanan sebagai satu kesatuan sistem struktur ruang perkotaan sesuai
fungsi yang diemban sebagai pusat perkotaan (potensi pelayanan yang luas dengan
cakupan skala wilayah atau region bahkan nasional) yang meliputi kegiatan pusat
pemerintahan (kecamatan), pusat permukiman, pusat pendidikan, pusat
perdagangan dan jasa, pusat budaya dan pusat pertahanan dan keamanan.
Sub Pusat Pelayanan Kota
Kelurahan Libuo
Sistem pusat pelayanan sebagai satu kesatuan sistem struktur ruang perkotaan sesuai
fungsi yang diemban sebagai pusat perkotaan (pelayanan perkotaan dengan cakupan
skala wilayah bakan nasional karena keberadaan kawasan industri) yang meliputi
kegiatan pusat pemerintahan (desa), pusat permukiman, pusat pendidikan
tinggi, pusat perdagangan dan jasa, pusat kesehatan (puskesmas), Pusat
Energi/Kelistrikan dan kepariwasataan (Wisata Pantai Libou dan Pantai
Maleo).
30EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
UR RUANG
Desa Bumbulan
Sistem pusat pelayanan sebagai satu kesatuan sistem struktur ruang perkotaan sesuai
fungsi yang diemban sebagai Sub Pusat Perkotaan (pelayanan perkotaan dengan
cakupan skala lokal) yang meliputi kegiatan pusat pemerintahan (desa), pusat
permukiman, pusat pendidikan, pusat perdagangan dan jasa, dan simpul
transportasi laut berupa pelabuhan barang & penumpang/penyeberangan.
Pusat Pelayanan Lingkungan (kelurahan/desa)
Pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala atar lingkungan
dalam satu kesatuan struktur ruang perkotaan, meliputi: Desa Maleo; Kel.
Petandu, Desa Soginti, Desa Sipayo dan Desa Buhujaya; Desa Bunujaya,
Desa Molamahu dan Desa Kemiri.
31 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RENCANA JARINGAN TRANSPORTASI
Pengembangan jaringan transportasi Kawasan Perkotaan Paguat bertujuan untuk:
• Mendukung inter-koneksi antar pusat pelayanan dan membentuk sistem jaringan
pergerakan dalam konteks internal Kawasan Perkotaan Paguat maupun dengan
kawasan yang lebih luas.
• Memberi akses bagi semua wilayah pelayanan menuju pusat-pusat pelayanan
disetiap SWP.
• Mendukung wilayah-wilayah berproduksi tinggi yaitu menciptakan akses pada
potensi pengembangan kawasan industri serta meningkatkan aksesibiltias pada
kawasan pariwisata
• Mencapai proses konektivitas transportasi penumpang dan barang secara optimal
dengan mempertimbangkan faktor efisiensi waktu dan biaya
Jalan Arteri Primer (JAP)
Sistem Jaringan Jalan Primer adalah sistem jaringan jalan dengan peran pelayanan
distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional
dengan menghubungkan semua simpul jasa distribusi yang berwujud pusat kegiatan.
a. Rumija minimal 18 meter,
b. Lebar badan jalan 10 meter (4/2 D) dan bahu jalan 2x1 meter
c. Jalur hijau 2 x 1 M
d. Trotoar dan drainase 2 x 1,5 m
e. Median Jalan 1 M
f. Kecepatan rencana 60 km/jam dan jalan masuk dibatasi
Jalan Kolektor Sekunder (JKS)
Memilki fungsi sebagai pengumpul dan penyebar pergerakan dari kawasan pembangkit
dan penarik pergerakan (menghubungkan pergerakan antar SWP).
Rencana pengembangan jalan kolektor sekunder
a. Memisahkan pergerakan barang dari industri dengan penumpang untuk
mengurangi beban jalan arteri primer (Jalan Lingkar Utara dan Jalan Lingkar
Selatan) yang terhubung ke Pelabuhan laut dan penyebrangan sebagai inlet-outlet
utama kota.
b. Menambah JKS dari pengembangan permukiman dan wisata yang bertumpu pada
jalan nasional
32EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Rumija 14 meter,
Lebar badan jalan 7 meter (2/2 UD), dan bahu jalan 2x1,5 meter
Jalur sepeda pada badan jalan 2 x 1 meter
Trotoar drainase dan jalur hijau 2 x 1 meter
Kecepatan rencana 20 - 30 km/jam
Jalan Lokal Sekunder (JLS)
Memilki fungsi menghubungkan pergerakan masyarakat ke unit perumahan atau unit
fungsioal pelayanan lainnya yang berada di internal SWP (Kelurahan/Desa).
a. Pelebaran rumija dan badan jalan pada ruas jalan eksisting sesuai dengan kriteria
geometrik jalan diatas dan pengembangan
b. Pengembangan jaringan jalan baru lokal sekunder yang bertumpu pada
pengembangan jalan kolektor sekunder (Jalan Lingkar), kegiatan industri,
pemukiman dan pariwisata.
Rumija minimal 10 meter,
Lebar badan jalan 5 meter (2/2UD), dan bahu jalan 2x1 meter
Trotoar dan drainase 2 x 1,5 meter
Kecepatan rencana 10 - 20 km/jam
Jalan Lingkungan Sekunder (JLs)
Jaringan jalan lingkungan sekunder lebih diarahkan kepada pengembangan jalan
lingkungan perumahan and fasilitas sosial dan ekonomi yang sudah ada dengan minimal
lebar jalan adalah 6 meter berdasarkan kecepatan rencana paling rendah 10 km/jam.
a. Rumija 6 meter,
b. Lebar badan jalan 3 meter (2/2UD),
c. Trotoar dan drainase 2 x 1,5 meter
d. Kecepatan rencana 10 - 20 km/jam
33 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Terminal Penumpang Tipe C
Dalam mendukung pergerakan sistem transportasi darat atau jalan, maka keberadaan
terminal sebagai simpul pergerakan diperlukan untuk melayani sistem angkutan publik
baik orang maupun barang. Terminal penumpang di Perkotaan Paguat tersedia
Terminal tipe C. Dalam hal kelengkapan fasilitas pelayanannya juga belum memenuhi
standar dari Ditjendat, Kementerian Perhubungan. Pengembangan rencana
pengembangan Terminal Tipe C berada pada SWP A blok A5.
Jembatan Timbang
Dalam mendukung kegiatan kawasan industri dimana akan dilalui banyak kendaraan
bermuatan besar yang melintas baik darat ataupun yang akan menuju pelabuhan,
jembatan timbang diperlukan untuk mengukur berat kendaraan pengangkut produk
seperti truk kontainer atau kendaraan-kendaraan bermuatan besar lainnya.
Pengembangan jembatan timbang akan diterapkan di SWP C blok C5.
Jembatan
Pengembangan jembatan diperlukan untuk menunjang pergerakan transportasi di
Kawasan Perkotaan Paguat. Hal tersebut dimaksudkan sebagai penghubung jalan
yang melewati sungai Paguat. Pengembangan jembatan direncanakan di SWP A blok
A1 A2, SWP B blok B3 B4 B5 dan SWP C blok C1 C2 C3.
Halte
Pada saat ini, titik pelayanan masih minim belum tempat perbehentian atau halte
penumpang sehingga mempersulit sirkulasi pergerakan penumpang pada titik-titik
utama turun naik penumpang. Pengembangan halte sebagai titik transit penumpang
selain terminal utama di beberapa pusat-pusat permukiman dan pergerakan, yaitu :
a. SWP A pada blok A.2, A.4, A.5
b. SWP B pada blok B.2, B.3, B.4 dan B.5
c. SWP C pada blok C.2 dan C.6
34EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Jaringan Transportasi Api
Pengembangan jaringan transportasi api pada Kawasan Perkotaan Paguat merupakan
bagian dari rencana transportasi api Trans Sulawesi. Lintasan pengembangan jaringan
kereta api tersebut melintasi perkotaan Paguat, diantaranya melintasi SWP A pada
blok A1 dan A2, SWP B pada blok B3 B4 B5, SWP C pada blok C1 C2 dan C3.
Pelabuhan
Pelabuhan di Kawasan Perkotaan Paguat saat ini merupakan salah satu moda
transportasi yang mendukung kegiatan perekonomian di Kawasan Perkotaan Paguat.
Kemudian direncanakan pengembangan Pelabuhan penyebrangan kelas 1 dan
Pelabuhan pengumpan regional. Pengembangan pelabuhan penyeberangan kelas 1
dan pelabuhan pengumpan regional direncanakan berlokasi di SWP C pada blok C6.
Pengembangan pada kedua pelabuhan tersebut adalah sebagai berikut :
a. Penyediaan fasilitas pelabuhan sisi darat yang lebih baik yang dilengkapi oleh
terminal penumpang, lapangan parkir, fasilitas umum dan ekonomi lainnya serta
sebagai prasarana utama;
b. Menata kawasan sekitar pelabuhan yang menciptakan kawasan dengan
bangunan yang tidak resisten dengan bencana pasang air dengan
pengembangan tanggul dan menaikan dasar dan lantai bangunan; dan
c. Penyediaan titik transit pergantian moda angkutan umum ke angkutan laut.
Pengembangan pada Simpul Pergerakan:
a. Perlu difasilitasi oleh terminal tipe C sebagai simpul pergerakan internal Perkotaan
Paguat yang terintegrasi dengan Pelabuhan Bumbulan.
b. Perlu difasilitasi oleh halte penumpang sehingga akan memudahkan sirkulasi
pergerakan penumpang pada titik-titik utama turun naik penumpang khususnya
pada titik Pelabuhan Bumbulan, Kawasan Industri, dan pariwisata.
c. Untuk pengembangan terminal tipe C dapat diintegrasikan dengan kegiatan hunian
dan non hunian (Zona campuran) berupa pengembangan TOD, mengingat potensi
pergerakan commuter pekerja di kawasan sekitar sangat besar dan bangkitan
pekerja di internal Kawasan Perkotaan Paguat juga sangat besar.
35 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Tipe B PERKOTAAN PAGUAT Tipe A Tipe B
MARISA PAGUAT ISIMU TML.42
BUMBULAN GORONTALO
Tipe B Terminal Pelayanan
Titik Pelayanan
Jalur Pelayanan Dalam Kota
Jalur Pelayanan Luar Kota
Simpul Pergerakan Angkutan Laut
Pelabuhan Penyeberangan (sabuk penyeberangan nasional Kelas 1) yaitu
Pelabuhan Bumbulan
Pengembangan pelabuhan laut Bumbulan dari pelabuhan pengumpan lokal
menjadi pengumpan regional dengan pelayanan angkutan barang.
36EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
37 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RENCANA JARINGAN ENERGI
Pada tahun 2021 kebutuhan listrik di Kawasan Perkotaan Paguat mencapai 127,64
Mwatt atau hamper 12 megawatt yang terdiri dari 3 jenis tipe rumah, sedangkan
tahun analisis akhir 2041 kebutuhan listrik di Kawasan Perkotaan Paguat mencapai
49.418.772 watt atau hamper 50 megawatt. Kebutuhan non domestik yang terdiri dari
perdagangan dan perkantoran, fasilitas sosial dan pelayanan umum, dan penerangan
jalan di Kawasan Perkotaan Paguat di tahun 2021 mencapai 7.118.832 watt, dan
tahun 2041 mencapai 29.651.263 watt.
Untuk memenuhi kegutuhan listrik Perkotaan Paguat diatas, maka rencana jaringan
energi/listrik Kawasan Perkotaan Paguat adalah sebagai berikut :
1) Jaringan Transmisi Tenaga Listrik GI Paguat sebesar 150 Kv
Sistem jaringan transmisi yang Gardu distribusi
melayani kawasan Perkotaan Pembangkit Listrik Tenaga
Paguat adalah transmisi 150 kV
berupa gardu induk. Gas (PLTG) 100 MW
3) Gardu Listrik, dengan
2) Jaringan Distribusi Tenaga Listrik
Dari sistem transmisi tegangan pengembangan :
akan ditunkan dalam sistem Gardu Induk Paguat (70 – 150
distribusi yang akan sampai
langsung ke pemakai. Sistem kV) yang berada di Sub WP A
Distribusi jaringan listrik untuk berfungsi untuk menurunkan
Kawasan Perkotaan Paguat dibagi tegangan dari jaringan
menjadi 2 yaitu : subtransmisi menjadi
a. Sistem Pembangkit tegangan menengah;
Bagian dari system energi Gardu hubung yang berada di
SULUTTENGGO Sub BWP A, berfungsi untuk
Pembangkit Listrik Tenaga membagi daya listrik dari
Gas (PLTG) memiliki gardu induk menuju gardu
kapasitas 100 MW (4x25 distribusi (20 KV)
Mwatt Saluran Udara Adapun rencana jaringan energi di
Tegangan Rendah (SUTR) Kawasan Perkotaan Paguat
b. Transmisi 75 KV (SUTT) diantaranya yaitu :
c. Distribusi Jaringan 1) Infrastruktur pembangkit listrik
Saluran udara tegangan dan sarana pendukung berupa
menengah (SUTM) pembangkit listrik tenaga gas
bertegangan diatas 1 kv – (PLTG) 4x25 mw (100Mw)
35 kv 2) Jaringan transmisi tenaga listrik
Jaringan saluran udara antar sistem berupa SUTT 75 kv
tegangan rendah (SUTR) di SWP A blok A5 dan SWP B
bertegangan 100 V – blok B3 dan B4
3.1000 V 3) Jaringan distribusi tenaga listrik
d. Gardu Listrik berupa :
37 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Saluran Udara Tegangan Saluran Udara Tegangan
Menengah (SUTM) Rendah (SUTR)
Jaringan distribusi primer yang Jaringan distribusi sekunder
merupakan Saluran Udara yang merupakan Saluran
Tegangan Menengah (SUTM) Udara Tegangan Rendah
ini terletak antara gardu induk (SUTR) berfungsi sebagai
dengan gardu pembagi, yang penyalur tenaga listrik dari
memiliki tegangan sistem lebih gardu-gardu pembagi (gardu
tinggi dari tegangan terpakai distribusi) ke pusat-pusat
untuk konsumen. Tegangan beban (konsumen tenaga
untuk jaringan distribusi listrik). Besarnya standar
primer ini adalah 20 kV. tegangan untuk jaringan
Rencana pengembangan ditribusi sekunder ini adalah
berada di SWP A pada blok A1 220/380 V. Rencana
A2 A3 A4 A5 A6, SWP B blok pengembangan berada di SWP
B1 B2 B3 B4 B5 dan SWP C A pada blok A2 A3 A4 A5 dan
pada blok C1 C2 C3 C4 C5 C6. SWP B pada blok B1 B2 B3 B4
B5.
• Gardu Listrik
• Rencana pengembangan
gardu listrik Gardu Induk
Paguat berada di SWP A
pada blok A5.
39 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RENCANA JARINGAN TELEKOMUNIKASI
Untuk menunjang layanan telekomunikasi dan data pada masa yang akan datang perlu
pengembangan jaringan telekomukasi di BKawasan Perkotaan Paguat yaitu :
a. Penyediaan jaringan bergerak seluler berupa menara Telekomunikasi atau Base
Transfer Station (BTS) bersama sebanyak 7 Unit yang berada di :
SWP A melewati jalan Arteri primer, jalan lokal sekunder pada Blok A2, A5
SWP B melewati jalan kolektor sekunder, jalan lingkungan pada Blok B2, B5
SWP C melewati jalan kolektor sekunder pada Blok C1 C2, C6
b. Pembangunan Jaringan tetap berupa jaringan serat Optik melalui Jalan Paguat-
Dengilo, Jalan Buhujaya, Jalan Desa Maleo, Jalan Desa Petandu, Jalan Peta Siduan
dan Jalan Desa Sipayo yang direncanakan pada :
SWP A pada Blok A1, A2, A3, A4, A5, A6
SWP B pada Blok B1, B2, B3, B4, B5
SWP C pada Blok C1, C2, C3, C4, C5, C6
39 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RENCANA JARINGAN SUMBER DAYA AIR
Sumber daya air di Kawasan Perkotaan Paguat berdasarkan eksistingnya terdapat
jaringan irigasi untuk mendukung sistem pertanian tanaman pangan (sawah) di Desa
Bunoyo (SWP C).
Jaringan Irigasi
Kawasan Perkotaan Paguat
Adapun rencana sumber daya air yang akan terapkan diantaranya yaitu :
1. Sistem jaringan irigasi yang terdapat di Kawasan Perkotaan Paguat terdiri dari :
jaringan Irigasi primer yang berada di SWP C pada Blok C1
Jaringan Irigasi sekunder yang berada di SWP C pada Blok C1, C4 dan C5
Jaringan Irigasi tersier yang berada di SWP C pada Blok C1, C4 dan C6
2. Bangunan sumber daya air berupa prasarana irigasi : Pintu air dan bendungan
40EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RENCANA JARINGAN AIR MINUM
Penyediaan air bersih dengan pemanfaatan secara sehat dan higienis, merupakan upaya
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena air bersih merupakan
kebutuhan dasar mesyarakat dalam kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, sistem
penyedian air bersih harus memenuhi standar yang telah ditentukan, baik dari segi
kualitas maupun kuantitas.
Tingkat pelayanan
Sungai Paguat (Sungai Bumbulan) sebagai prioritas sumber air baku dengan
panjang aliran ± 17,3 km dengan debit andalan 2,46 m3/detik.
Jaringan perpipaan dilayani oleh PDAM Tirta Maleo melalui :
IKK Paguat Desa Soginti (kapasitas terpasang 10 lt/dt)
IKK Paguat 2 (Hongaria), kapasitas terpasang 20 lt/dt
IKK Dengilo kapasitas terpasang 10 lt/dt (jika dilakukan interkoneksi
Jaringan pelayanan sambungan pelanggan 2.420 sambungan (80 %)
Adapun rencana jaringan air minum di Kawasan Perkotaan Paguat terdiri dari jaringan
perpipaan dan jaringan nonperpipaan, diantaranya yaitu :
1. Jaringan perpipaan
a. Unit air baku berupa pengembangan jaringan transmisi air baku yang diambil
dari sungai paguat.
b. Unit produksi berupa instalasi produksi dengan :
Optimalisasi kapasitas terpasang eksiting 40 lt/det dan mengembangkan
kapasitas IPA sampai mencapai 70 l/det untuk kebutuhan untuk memenuhi
kebutuhan air masyarakat di Kawasan Perkotaan Paguat
Untuk kebutuhan kegiatan Industri sebesar 125 lt/det dilakukan secara
mandiri dengan pembangunan WTP oleh pengelola Kawasan Industri
c. Unit distribusi berupa pengembangan jaringan distribusi pembagi sampai ke
unit pelayanan (SR)
d. Pengembangan program pansimas (memenuhi 20% tingkat pelayanan yang
tidak diakomodasi oleh PDAM.
2. Jaringan Bukan Perpipaan
Pengembangan sumur dangkal, sumur pompa, bak penampungan air
hujan yang menyebar di seluruh Kawasan Perkotaan Paguat.
41 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
43 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RENCANA JARINGAN AIR LIMBAH
Adapun kebutuhan mengenai jaringan air limbah di Kawasan Perkotaan Paguat pada
tahun 2041 secara lebih rinci diuraikan pada tabel berikut.
Proyeksi Kebutuhan Air Limbah
NO KETERANGAN SATUAN PROYEKSI
PRASARANA AIR
1 Jml Penduduk Jiwa
LIMBAH 2041
2 Penduduk yang terlayani IPLT Asumsi Terlayani 75% 65.455
49,091
3 Penduduk yang terlayani Septi Asumsi Terlayani 25%
Tank Komunal 16,364
4 Kebutuhan IPLT Unit (1 IPLT = 50.000 jiwa) 1
5 Kebutuhan Septi Tank Unit (1 Septi Tank Komunal 1.309
Komunal = 50 jiwa)
5.380
6 Lumpur Tinja Domestik yang lt/hari (30 lt x jlh pddk)/365
1.076
dihasilkan hari 6.456
7 Lumpur Non Tinja lt/hari (20% tinja) 14
8 Total Jumlah Lumpur lt/hari
9 SPAL-T Skala pelayanan Unit
permukiman (200 KK-500 KK)
SPAL DOMESTIK • Sub Sistem pengelolaan setempat (system tangka
SETEMPAT septik individual maupun komunal mencakup 75%
penduduk
• Sub system pengelolaan Lumpur Tinja (IPLT) di SWP A
dengan pengembangan angkutan truk tinja.
SPALL DOMESTIK • IPAL Skala Kawasan pemukiman (200-500 KK)
TERPUSAT sebanyak 14 unit, sehingga direncanakan untuk
pengadaan 9 unit IPAL dengan penempatan yang
diprioritaskan pada permukiman/perumahan sekitar
pantai, permukiman/perumahan sekitar sungai dan
pengembangan Kawasan perumahan baru.
LIMBAH B3 • Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun (B3)
diarahkan pada Kawasan Industri dan sarana
Kesehatan.
Skema Rencana Pengembangan Jaringan Air Limbah
Kawasan Perkotaan Paguat
Rencana Pengembangan Jaringan Air Limbah Kawasan Perkotaan Paguat Terdiri atas :
43 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
a. Sistem pengelolaan air limbah domestic setempat berupa :
Pengembangan system tanky septick individual maupun komunal mencakup
seluruh penduduk WP Kawasan perkotaan Paguat
Pengembangan pengangkutan lumpur tinja yang mencakup seluruh Kawasan
perkotaan paguat
Pengembangan sub system pengelolaan lumpur tinja (IPLT) yang berada di
SWP A pada Blok A6
b. Sistenm pengelolaan air limbah domestic terpusat terdiri dari
Sub system pengelolaan terpusat berupa IPAL skala Kawasan
tertentu/permukiman sebanyak 7 unit Terdapat pada :
SWP A pada Blok A3, A4, A5
SWP B pada Blok B2, B5
SWP C pada Blok C1 dan C2
Sistem pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) 4 Unit
terdapat di SWP A pada Blok A1, A4, A5 dan 3 Unit terdapat di SWP B pada
Blok B2 serta pada SWP C blok C1 C2 yang diperuntukan untuk pengelolaan
limbah di kawasan industri, rumah sakit, dan sebagainya.
RENCANA JARINGAN AIR LIMBAH
44EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
kebutuhan prasarana persampahan yang terdiri dari gerobak sampah, bak sampah
kecil, bak sampah besar, TPS kontainer besi, truk terbuka, dump-truck, hingga Arm-roll
Truck yang perlu disediakan di Kawasan Perkotaan Paguat tahun 2021-2041. Tahun
2021 membutuhkan 25 gerobak sampah, 8 bak sampah kecil, 4 bak sampah besar, 5
TPS kontainer besi, 7 truk terbuka, 6 dump-truck, dan 5 arm-roll truck. Sedangkan
tahun 2041 membutuhkan 98 gerobak sampah, 33 bak sampah kecil, 16 bak sampah
besar, 20 TPS kontainer besi, 28 truk terbuka, 25 dump-truck, dan 20 arm-roll truck.
Adapun rencana jaringan pengelolaan persampahan di Kawasan Perkotaan Paguat
diantaranya yaitu:
A. Secara non fisik
1) Sosialisasi dan penyuluhan
2) Penegakan aturan (Perda) dan penertiban
3) Pengembangan sistem insentif berupa bank sampah
B. Pengelolaan pada unit permukiman
1) Penyediaan sarana pewadahan tempat sampah yang telah terpilah
2) Penyediaan sarana pengumpulan sampah berupa gerobak sampah
3) Penyediaan sarana penampungan sementara
4) Pemanfaatan dana CSR
C. Pengelolaan pada unit kota (Pemda)
1) Penyediaan TPS berbasis masyarakat pada tempat-tempat yang dekat dengan
aktivitas ekonomi sebanyak 9 unit berada pada :
• SWP A melewati jalan kolektor sekunder, jalan lokal sekunder yang berada
pada Blok A2, A3, A4, A5
• SWP B melewati jalan kolektor sekunder, jalan lokal sekunder, jalan
lingkungan yang berada pada Blok B3, B4, B5
• SWP C melewati jalan arteri primer, jalan kolektor sekunder yang berada
pada Blok C1 dan C2
2) Penyediaan TPS 3R berbasis masyarakat pada tempat-tempat yang dekat
dengan aktivitas ekonomi sebanyak 4 unit berada pada:
• SWP A pada blok A1 berada pada Kawasan industry dan perkebunan yang
dilalui jalan arteri primer, jalan kolektor sekunder
• SWP B pada blok B2, B3 dan B5 yang dilalui jalan kolektor sekunder, jalan
lokal sekunder, jalan lingkungan
3) Penyediaan sarana angkutan sampah menuju TPA. TPA berada di kecamatan
marisa (diluar Kawasan perencanaan) dengan system control landfill.
45 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
4) Perencanaan dan Pembangunan jaring sampah di sungai.
RENCANA JARINGAN DRAINASE
46EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Rencana jaringan drainase di Kawasan Perkotaan Paguat yaitu dengan Penerapan
Konsep Drainase Zero Runoff. Drainase Zero run off adalah drainase kawasan yang
berfungsi mengalirkan air limpasan yang dibuang ke luar kawasan atau ke saluran kota
dapat direncanakan sekecil mungkin hingga dicapai nol persen (zero run off).
JARINGAN PRIMER : B = 1.00 m; h = 1.00 m
JARINGAN SEKUNDER : B = 0.75 m; h = 0.75 m
JARINGAN TERSIER : B = 0.5 m; h = 0.5 m
Direncanakan adanya Bangunan tampungan/ polder yaitu
• Polder 1, L = 22.500 m2, dengan daya tampung = 112.500 m3
• Polder 2, L = 16.900 m2, dengan daya tampung = 84500 m3
• Polder 3, L = 16.900 m2, dengan daya tampung = 84500 m3
Kolam retensi ini dapat menampung air limpasan dan juga sebagai sumber air
baku.
Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjaga fungsi drainase agar tidak terjadi
bencana banjir di kawasan perkotaan Paguat adalah :
1. Penguatan dan peninggian tebing sungai dengan membuat jalan di sepanjang
sungai untuk memudahkan perawatan dan serta penghijauan jalur sempada
sungai
2. Peningkatan pemeliharaan jaringan darainase primer, sekunder dan tersier dari
tumpukan sampah dan sedimetasi saluran
3. Pembangunan kanal atau modifikasialiran ini adalah mengendalikan volume air
sungai/kali dengan mengalirkan kelebihan debit banjir secepat mungkin melewati
Kanal Banjir
Dengan arahan pengembangan sistem drainase diatas, maka rencana jaringan drainase
Perkotaan Paguat adalah sebagai berikut :
1. Saluran drainase primer dikembangkan di seluruh fungsi jaringan jalan arteri
perimer, jalan kolektor primer dan jalan kolektor sekunder yang berada pada:
47 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
SWP A pada Blok A1, A2, A3, A4, A5, A6;
SWP B pada Blok B1, B2, B4, B5; dan
SWP C pada Blok C1, C2, C4 dan C5.
2. Saluran drainase sekunder dikembangkan di seluruh fungsi jaringan jalan kolektor
sekunder yang berada pada:
SWP A pada Blok A1, A2, A3, A4, A5, A6;
SWP C pada Blok C1, C2 C3, C4, C5, C6.
3. Saluran drainase tersier dikembangkan di seluruh fungsi jaringan jalan lokal
sekunder dan lingkungan sekunder.
SWP A pada Blok A1, A2, A3, A4, A5, A6;
SWP B pada Blok B1, B2, B3, B4, B5; dan
SWP C pada Blok C1, C2, C4, C5 dan C6.
4. Bangunan tampungan (polder) merupakan bagian dari pengendalian banjir berada
di :
SWP A pada Blok A1
SWP B pada Blok B4
SWP C pada Blok C1
RENCANA JARINGAN PRASARANA LAINNYA
Jalur Evakuasi
48EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Rencana pemanfaatan ruas jalan menuju TES dan TEA di Kawasan Perkotaan Paguat
berada di jalan arteri primer, kolektor sekunder dan lokal sekunder. Adapun jaringan
jalan yang dilalui untuk menuju lokasi tempat evakuasi sementara dan tempat evakuasi
akhir tersebut melintasi Desa Maleo-Kelurahan Libuo-Desa Buhujaya-lurahan Petandu-
Kelurahan Siduan- Desa Sipayo- Desa Soginti- Desa Kemiri-Desa Bunuyo dan Desa
Bumbulan.
Pemanfaatan ruas jalan menuju TES dan TEA berada pada
• Melalui Jalan kolektor sekunder melewati Desa Maleo-Kelurahan Libuo-Desa
Buhujaya- Desa Sipayo- Desa Sogintipada SWP A (blok A1, A5), SWP B (B2, B3,
B4, B5), SWP C(C2, C3, C4, C5, C6.
• Melalui Jalan jalan kolektor sekunder melewati Desa Maleo-Kelurahan Libuo-Desa
Buhujaya-Kelurahan Petandu- Desa Bumbulan- Desa Bunuyo pada SWP A(blok A1,
A2, A4, A6), SWP B (blok B1, B2, B4, B5), SWP C (blok C1,C2).
• Jalan lokal sekunder melalui jalan lokal sekunder melewati Desa Maleo-Kelurahan
Libuo-Kelurahan Siduan- Desa Sipayo- Desa Soginti yang berada pada pada SWP
A (blok A2, A3, A6) SWP B (blok B3,B4, B5)
• Jalan lingkunan yang melewati jalan lingkungan melewati Kelurahan Libuo-
Buhujaya-Soginti
• SWP A(Blok (A4) dan SWP B (Blok B1 dan B3).
Titik Evakuasi Sementara
Titik evakuasi sementara di Kawasan Perkotaan Paguat berupa pemanfaatan ruang
terbuka sebagai titik kumpul sementara sebanyak 15 titik yang berada pada blok TES
lokasi di SWP A blok A1 A2 A4 A5, SWP B blok B3 B4 B5, SWP C C1 C3 C4 C6.
Titik Evakuasi Akhir
Jalur evakuasi dan ruang evakuasi menurut Permen PU No. 20 tahun 2011 memiliki
ketentuan umum, yaitu :
a. Pemanfaatan ruang yang diperbolehkan adalah sebatas ruang terbuka hijau.
b. Kegiatan yang diizinkan adalah pemasangan rambu, papan peringatan bencana,
perhubungan, dan komunikasi.
c. Kegiatan yang tidak diizinkan adalah kegiatan yang dapat menghambat kelancaran
akses jalur evakuasi.
d. Rencana penyediaan titik evakuasi akhir di Kawasan Perkotaan Paguat diarahkan
berupa pemanfaatan bangunan perkantoran, fasilitas umum dan sosial sebagai
titik kumpul akhir sebanyak 13 titik yang berada pada di SWP A blok A2 A4 A5,
SWP B blok B2 B3 B4 B5, SWP C blok C1 dan C4.
Rencana Jalur Pejalan Kaki
50EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Rencana pengembangan jalur pejalan kaki sebagai prasarana utama bagi pejalan kaki
sangat dibutuhkan pada ruas-ruas jalan di mana pola penggunaan lahan di sekitarnya
mempunyai fungsi publik. Dalam pengembangan jalur pejalan kaki hendaknya dengan
memperhatikan kondisi lalu lintas (intensitas lalu lintas) serta fungsi lahan sekitarnya.
Jangan sampai pengembangan jalur pedestrian malah menimbulkan bangkitan atau
tarikan terhadap orientasi pergerakan pejalan kaki dan menimbulkan kemacetan.
Rencana pengembangan jalur pejalan kaki di Kawasan Perkotaan Paguat dikembangkan
pada :
SWP A melewati jalan kolektor sekunder, jalan lokal sekunder, jalan lingkungan
berada pada Blok A1, A2, A3, A4, A5, A6
SWP B melewati jalan kolektor sekunder, jalan lokal sekunder, jalan lingkungan
berada pada Blok B1, B2, B3, B4, B5
SWP C melewati jalan arteri primer, jalan kolektor sekunder, jalan lingkungan berada
pada Blok C1, C2, C4, C5
Rencana Jalur Sepeda
Rencana pengembangan jalur sepeda di Kawasan Perkotaan Paguat meliputi :
SWP A melewati jalan arteri primer, jalan kolektor sekunder, jalan lokal sekunder,
jalan lingkungan yang berada pada Blok A1, A2, A3, A4, A5, A6
SWP B melewati jalan jalan arteri primer, jalan kolektor sekunder, jalan lokal
sekunder, jalan lingkungan yang berada pada Blok B1, B2, B4, B5
SWP C melewati jalan arteri primer, jalan kolektor sekunder, jalan lingkungan yang
berada pada Blok C1, C2.
51 । EXECUTIVE SUMMARY