ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
52EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
CHAPTER 5
RENCANA POLA RUAN53 ।EXECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT
KABUPATEN POHUWATO
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Rencana pola ruang dalam RDTR merupakan rencana distribusi subzona peruntukan
yang antara lain meliputi hutan lindung, zona yang memberikan perlindungan
terhadap zona dibawahnya, zona perlindungan setempat, perumahan, perdagangan
dan jasa, perkantoran, industri, dan RTNH ke dalam blok-blok. Rencana pola ruang
dimuat dalam peta yang juga berfungsi sebagai zoning map bagi peraturan zonasi.
Rencana pola ruang berfungsi sebagai:
a. Alokasi ruang untuk berbagai kegiatan sosial, ekonomi, serta kegiatan pelestarian
fungsi lingkungan dalam WP;
b. Dasar penerbitan izin pemanfaatan ruang;
c. Dasar penyusunan RTBL; dan
d. Dasar penyusunan rencana jaringan prasarana.
Rencana pola ruang dirumuskan berdasarkan:
a. Daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup dalam WP; dan
b. Perkiraan kebutuhan ruang untuk pengembangan kegiatan sosial ekonomi dan
pelestarian fungsi lingkungan.
Rencana pola ruang dirumuskan dengan kriteria:
a. Mengacu pada rencana pola ruang yang telah ditetapkan dalam RTRW;
b. Memperhatikan rencana pola ruang bagian wilayah yang berbatasan;
c. Memperhatikan mitigasi dan adaptasi bencana pada wilayah perencanaan,
termasuk dampak perubahan iklim; dan
d. Menyediakan RTH dan RTNH untuk menampung kegiatan sosial, budaya, dan
ekonomi masyarakat.
Rencana pola ruang Kawasan Perkotaan Paguat didesain dalam rangka
mendistribusikan zona pada WP yang akan diatur sesuai dengan fungsi lindung dan
fungsi budidaya. Adapun rencana pola ruang kawasan Perkotaan Paguat disajikan pada
tabel dan gambar berikut
NG 54EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
RENCANA POLA RUANG WP PAGUAT
No ZONA Kode SUB ZONA Kode Total Persentase
(%)
Kawasan Lindung BA 455,09
HL 14,76%
1 Badan Air BA Badan Air PS 6,73
RTH-1 205,52 0,22%
2 Zona Hutan Lindung HL Hutan Lindung RTH-2 151,09 6,66%
RTH-3 4,90%
3 Zona Perlindungan Setempat PS Perlindungan Setempat RTH-4 58,20 1,89%
RTH-5 23,01 0,75%
Rimba Kota RTH-7 0,02%
0,56 0,21%
Taman Kota BJ 6,56 0,02%
HP 0,60 0,09%
4 Zona Ruang Terbuka Hijau RTH Taman Kecamatan HPK 2,82
Taman Kelurahan P-1 85,24%
P-2 2.629,09
Taman RW P-3 2,63%
IK-2 81,04 0,51%
Pemakaman PTL 15,71 12,83%
KPI 395,68 6,52%
Kawasan Budidaya W 201,24 11,27%
R-2 347,51 13,78%
1 Zona Badan Jalan BJ Badan Jalan R-3 425,10 0,63%
R-4 19,56 0,39%
2 Zona Hutan Produksi KHP Hutan Produksi Tetap SPU-1 12,02 9,37%
Hutan Produksi yang dapat Dikonversi SPU-2 289,12 1,94%
SPU-3 59,95 0,88%
Tanaman Pangan K-1 27,08 13,50%
K-2 416,34 3,85%
3 Zona Pertanian P Hortikultura K-3 118,59 0,72%
KT 22,23 0,33%
Perkebunan PL-3 10,04 0,43%
PL-4 13,19 0,19%
4 Zona Perikanan IK Perikanan Budi Daya HK 1,39%
TR 5,74 3,45%
5 Zona Pembangkitan Tenaga Listrik PTL Pembangkitan Tenaga Listrik 42,98 0,16%
106,48 0,04%
6 Zona Kawasan Peruntukan Industri KPI Kawasan Peruntukan Industri 0,09%
4,79 0,16%
7 Zona Pariwisata W Pariwisata 1,15 0,19%
2,69
Perumahan Kepadatan Tinggi 5,01 100,00%
5,90
8 Zona Perumahan R Perumahan Kepadatan Sedang
3.084,18
Perumahan Kepadatan Rendah
SPU Skala Kota
9 Zona Sarana Pelayanan Umum SPU SPU Skala Kecamatan
SPU Skala Kelurahan
Perdagangan dan Jasa Skala Kota
10 Zona Perdagangan dan Jasa K Perdagangan dan Jasa Skala WP
Perdagangan dan Jasa Skala SWP
11 Zona Perkantoran KT Perkantoran
12 Zona Peruntukan Lainnya PL Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM)
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)
13 Zona Pertahanan dan Keamanan HK Pertahanan dan Keamanan
14 Zona Transportasi TR Transportasi
Total
Sumber : Hasil Rencana, 2021
55 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
56EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
CHAPTER 6
KETENTUAN PEMANFA57RDTR WP PAGUAT। EXECUTIVE SUMMARY
KABUPATEN POHUWATO
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
Program prioritas pemanfaatan ruang dan disesuaikan dengan pentahapan
jangka waktu 5 (lima) tahunan RPJP
di WP Perkotaan Paguat disusun Kabupaten Pahowato terdiri atas:
berdasarkan program perwujudan 1) tahap pertama pada periode tahun
rencana pola ruang dan rencana
2022-2026;
struktur ruang, lokasi pelaksanaan 2) tahap kedua pada periode tahun
program pemanfaatan ruang,
2027-2031;
ketersediaan pendanaan program 3) tahap ketiga pada periode tahun
pemanfaatan ruang dan program
perwujudan rencana pola ruang dan 2032-2036; dan
4) tahap keempat pada periode
rencana struktur ruang. Ketersediaan
pendanaan program pemanfaatan tahun 2037-2041.
ruang bersumber dari :
Adapun program pemanfaatan ruang
1) Anggaran Pendapatan dan Belanja tahun 2021-2041 di WP perkotaan
Daerah (APBD) Kabupaten/Kota; Paguat diantaranya sebagai berikut:
2) Anggaran Pendapatan dan Belanja a. Perwujudan Rencana Struktur
Daerah (APBD) provinsi; Ruang
3) Anggaran Pendapatan dan Belanja Sistem Jaringan prasarana
Negara (APBN); perkotaan merupakan pembentuk
struktur ruang yang mampu
4) Investasi swasta, dan/atau mengembangkan keterhubungan
5) Kerjasama pendanaan. antar bagian wilayah perkotaan
yang didukung oleh aksesbilitas
Instansi pelaksana program yang tinggi. Kawasan perkotaan
pemanfaatan ruang merupakan pihak- sebagai pusat pertumbuhan yang
saling terkait dengan pusat
pihak pelaksana program prioritas pertumbuhan lainnya dan dengan
terdiri atas pemerintah, pemerintah wilayah sekitarnya. Perwujudan
provinsi, pemerintah kabupaten, struktur ruang di WP Perkotaan
Paguat diantaranya yaitu:
swasta dan masyarakat. Waktu dan
tahapan Pelaksanaan program
pemanfaatan ruang direncanakan
dalam kurun waktu perencanaan 5
(lima) tahun yang dirinci setiap tahun
AATAN RUANG 58EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
1) Perwujudan Pusat Pelayanan b. Perwujudan Rencana Pola Ruang
Perkotaan;
Daya tarik lingkungan tidak terbatas pada bentuk d
2) Perwujudan Sub Pusat tatanan lingkungan tersebut saja tetapi keserasian b
Pelayanan Kawasan untuk mengatur keserasian masyarakat dikawasan b
Perkotaan; dan lingkungan yang meliputi masyarakat homogen
mayoritas dan masyarakat heterogen. Untuk itu ma
3) Perwujudan Pusat lingkungan yang tersedia di WP Perkotaan Paguat diatur sedem
kecamatan; rupa rencana pemanfaatannya berdasarkan pada ke
dan daya dukung lahan. Pengaturan dimaksudkan a
4) Perwujudan Rencana Jaringan kegiatan yang telah berkembang dapat terakomoda
Transportasi; seluruhnya serta mempersiapkan ruang yang lebih p
dan mampu menyediakan ruang-ruang untuk melak
5) Perwujudan Rencana Jaringan aktivitas sosial ekonomi bagi penduduk Perkotaan P
Energi; Adapun perwujudan rencana pola ruang di WP Perk
Paguat diantaranya yaitu:
6) Perwujudan Rencana Jaringan
Telekomunikasi; 1. Perwujudan Zona Badan Air (BA);
2. Perwujudan Zona RTH;
7) Perwujudan Rencana Jaringan 3. Perwujudan Zona Badan Jalan (BJ);
Sumber Daya Air; 4. Perwujudan Zona Pertanian (P);
5. Perwujudan Zona Perikanan (IK);
8) Perwujudan Rencana Jaringan 6. Perwujudan Zona Pembangkit Tenaga Listrik (P
Air Minum; 7. Perwujudan Zona Kawasan Peruntukan;
8. Perwujudan Zona Pariwisata (W);
9) Perwujudan Rencana Jaringan 9. Perwujudan Zona Perumahan (R);
Air Limbah dan Pengelolaan 10. Perwujudan Zona Sarana Pelayanan Umum (SP
Limbah Bahan Berbahaya dan 11. Perwujudan Zona Perdagangan dan Jasa (K);
Beracun (B3); 12. Perwujudan Zona Perkantoran (KT);
13. Perwujudan Zona Transportasi (TR);
10) Perwujudan Rencana Jaringan 14. Perwujudan Zona pertahanan dan keamanan (H
Pengelolaan Persampahan; 15. Perwujudan Zona Peruntukan Lainnya (PL); dan
16. Perwujudan Zona Pengelolaan Persampahan.
11) Perwujudan Rencana Jaringan
Drainase; dan
12) Perwujudan Rencana Jaringan
Prasarana Lainnya.
59 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
CPHEARPTEAR T7 URAN ZONASI
RDTR WP PAGUAT
UPATEN POHUWATO
INTENSITAS PEMANFAATAN RUANG
Intensitas pemanfaatan ruang adalah besaran pembangunan yang diperbolehkan
berdasarkan batasan KDB, KLB, KDH atau kepadatan penduduk. Aturan intensitas
pemanfaatan ruang minimum terdiri dari Koefisien Dasar Bangunan (KDB) maksimum,
Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maksimum, Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
maksimum Koefisien dasar Hijau (KDH) minimum.
Dengan kondisi diatas maka perlunya kelengkapan peraturan, agar pelaksanaan
pembangunan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Aturan
yang disusun pada peraturan zonasi ini mempunyai ketentuan yang berbeda-beda
pada setiap zonanya, ketentuan ini disusun berdasarkan fungsi utama setiap zona dan
berdasarkan pada fungsi kegiatan maupun fungsi bangunan yang ada pada setiap
zonasi.
Sasaran dari intensitas pemanfaatan lahan adalah untuk mendapatkan intensitas
pemanfaatan lahan kawasan yang lebih merata dan seimbang sesuai dengan jenis
peruntukannya. Sedangkan tujuan dari intensitas pemanfaatan ruang adalah :
1. Mendistribusikan secara ruang intensitas pemanfaatan lahan kawasan
perencanaan menurut jenis peruntukannya.
2. Menetapkan daerah perencanaan atau pengkavlingan.
3. Mengupayakan ambang intensitas pemanfaatan lahan secara merata (koefisien
lantai bangunan rata-rata).
4. Menentukan kepadatan bangunan yang ditunjukan dengan Koefisien Dasar
Bangunan (KDB).
5. Menentukan Koefisien Daerah Hijau (KDH) yang berfungsi untuk pertamanan
yang seimbang.
6. Menerapkan sistem intensif-disintensif pengembangan.
60EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
INTENSITAS PEMANFAATAN RUANG WP PAGUAT
Sub Zona Kode KDB KLB KDH Luas
Maksimum Maksimum Minimum Kavling
Badan Air BA Minimal
Hutan Lindung HL (%) (%) (%)
Perlindungan Setempat PS (m2)
Rimba Kota RTH-1 0 0 100
Taman Kota RTH-2 0 0 100 96
Taman Kecamatan RTH-3 5 0.05 90 120
Taman Kelurahan RTH-4 5 0.05 85 180
Taman RW RTH-5 5 0.05 85
Pemakaman RTH-7 10 0.10 80
Hutan Produksi Tetap HP 10 0.10 80
Hutan Produksi yang dapat Dikonversi HPK 10 0.10 80
Tanaman Pangan P-1 5 0.05 80
Hortikultura P-2 5 0.05 95
Perkebunan P-3 5 0.05 95
Zona Perikanan Budidaya IK-2 10 0.10 90
Pembangkit Listrik PTL 10 0.10 90
Kawasan Peruntukan Industri KPI 10 0.10 90
Pariwisata W 20 0.20 30
Perumahan Kepadatan Tinggi R-2 60 1.80 20
Perumahan Kepadatan Sedang R-3 70 2.80 10
Perumahan Kepadatan Rendah R-4 60 1.80 20
SPU Kota SPU-1 70 3.50 10
SPU Kecamatan SPU-2 60 1.80 15
SPU Kelurahan SPU-3 60 1.80 15
Perdagangan dan Jasa Skala Kota K-1 60 2.40 15
Perdagangan dan Jasa Skala WP K-2 60 1.80 10
Perdagangan dan Jasa Skala SWP K-3 60 1.20 10
Perkantoran KT 70 2.80 10
Instalasi Pengolahan Air Minum PL-3 70 2.10 10
Instalasi Pengolahan Air Limbah PL-4 70 1.40 10
Transportasi TR 60 1.80 15
Pertahanan dan Keamanan HK 70 2.10 10
Sumber : Hasil Rencana, 2021 40 0.40 20
50 1.00 10
70 2.10 10
61 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KETENTUAN KHUSUS
Ketentuan khusus adalah ketentuan yang mengatur pemanfaatan
zona yang memiliki fungsi khusus dan diberlakukan ketentuan
khusus sesuai dengan karakteristik zona dan kegiatannya. Selain
itu, ketentuan pada zona-zona yang digambarkan di peta khusus
yang memiliki pertampalan (overlay) dengan zona lainnya dapat
pula dijelaskan disini.
Ketentuan khusus merupakan aturan tambahan yang
ditampalkan (overlay) di atas aturan dasar karena adanya hal-hal
khusus yang memerlukan aturan tersendiri karena belum diatur
di dalam aturan dasar.
KETENTUAN KHUSUS LP2B
Untuk kawasan yang termasuk ke dalam Lahan Pertanian Pangan
Berkelanjutan (LP2B) maka :
1. Lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebesar 85,33
(delapan puluh lima koma tiga puluh tiga) hektar;
2. Ketentuan khusus terkait kriteria, insentif dan penetapan LP2B
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
3. LP2B dilarang alih fungsi lahan;
4. Alih fungsi LP2B hanya dapat dilakukan oleh pemerintah atau
pemerintah daerah dalam rangka pengadaan tanah untuk
kepentingan umum dan/atau terjadi bencana sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
5. Pengalihfungsian Lahan yang sudah ditetapkan sebagai Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan untuk kepentingan umum
dapat dilakukan dengan syarat:
a. dilakukan kajian kelayakan strategis;
b. disusun rencana alih fungsi lahan;
c. dibebaskan kepemilikan haknya dari pemilik; dan
d. disediakan lahan pengganti terhadap Lahan Pertanian
Pangan Berkelanjutan yang dialihfungsikan.
62EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
63 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KETENTUAN KHUSUS KAWASAN RAWAN BENCANA
Ketentuan Khusus Kawasan rawan bencana merupakan
kawasan yang memiliki kerentanan terhadap bencana
alam. Kawasan rawan bencana adalah kondisi atau
karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis,
geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi
pada suatu kawasan untuk jangka waktu tertentu yang
mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai
kesiapan, dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi
dampak buruk bahaya tertentu. Ketentuan khusus
kawasan rawan bencana terdiri atas :
1. Rawan Bencana Gerakan Tanah
Ketentuan khusus rawan bencana gerakan tanah
dengan tingkat kerawanan bencana tinggi adalah
pemotongan atau pengurukan tanah harus lebih rendah
dari 5 (lima) meter.
2. Rawan Bencana Likuefaksi
Ketentuan khusus rawan bencana likuefaksi berupa
rawan bencana likuefaksi skala tinggi meliputi :
a. setiap unit bangunan harus dilengkapi dengan
sumur air untuk melepaskan tekanan air tanah
yang berlebihan dengan diameter lebih dari 1
(satu) meter dan kedalaman lebih dari 15 (lima
belas) meter;
b. bangunan engineered harus dirancang sesuai
dengan SNI1726;
c. KDH harus ditambahkan 10 (sepuluh) persen dari
yang disebutkan; dan
d. pada kawasan yang belum terbangun
diprioritaskan untuk fungsi lindung fungsi dan
kawasan budidaya non terbangun berupa
pertanian, perkebunan, kehutanan.
64EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
65 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KETENTUAN KHUSUS TEMPAT EVAKUASI BENCANA
Ketentuan Khusus Tempat Evakuasi Bencana yang berupa Tempat Evakuasi
Sementara (TES) dan Tempat Evakuasi Akhir (TEA) pemanfaatannya mempergunakan
zona-zona yang berada di Kawasan Perkotaan Paguat. Untuk ketentuan khusus
kawasan yang termasuk ke dalam tempat evakuasi bencana adalah sebagai berikut:
1. Dekat dengan jalur evakuasi;
2. Penyediaan rambu evakuasi bencana;
3. Standar minimal daya tampung ruang evakuasi minimal 3 m2 per orang; dan
4. Wajib mengikuti standar konstruksi bangunan rumah tahan gempa dilengkapi
prasarana lingkungan yang diperlukan.
66EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KETENTUAN KHUSUS KAWASAN CAGAR BUDAYA
Untuk ketentuan khusus yang termasuk ke dalam kawasan cagar budaya adalah
sebagai berikut:
1. Pengembangan dan pembangunan wajib mendapatkan rekomendasi dari tim ahli
cagar budaya;
2. Keaslian tampilan bangunan dan struktur bangunan tidak dapat diubah;
3. Bangunan dan/atau lingkungan cagar budaya dapat dikembangkan untuk
kegiatan pariwisata;
4. Pengembangan kawasan cagar budaya atau adat dikembangkan selaras dengan
kearifan lokal dan budaya masyarakat setempat; dan
5. Pemberian insentif untuk pengembangan cagar budaya agar tetap lestari dan
berkarakter diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati tersendiri.
67 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
KETENTUAN KHUSUS KAWASAN SEMPADAN
Ketentuan khusus sempadan terdiri atas :
Sempadan Pantai
Ketentuan khusus sempadan pantai, meliputi :
1. Konstruksi bangunan rumah harus mengikuti
standar pembangunan rumah tahan banjir rob;
2. untuk bangunan yng rawan akan banjir rob
dibangun tanggul disepanjang pantai;
3. menyediakan ruang jalur evakuasi;
4. menyediakan bangunan tinggi 2 (dua) lantai
atau lebih dengan elevasi lantai dasar
bangunan setinggi muka luapan air; dan
5. KDH harus ditambahkan 10 (sepuluh) persen
dari yang disebutkan.
Sempadan Sungai
Ketentuan khusus sempadan sungai, meliputi :
1. konstruksi bangunan rumah harus mengikuti
standar pembangunan rumah tahan banjir;
2. menyediakan ruang jalur evakuasi;
3. menyediakan bangunan tinggi 2 (dua) lantai
atau lebih dengan elevasi lantai dasar
bangunan setinggi muka luapan air; dan
4. KDH harus ditambahkan 10 (sepuluh) persen
dari yang disebutkan.
68EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
69 । EXECUTIVE SUMMARY
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
70EXECUTIVE SUMMARY|
ECECUTIVE SUMMARY
RDTR WP PAGUAT KABUPATEN POHUWATO
p a g ua tKAWASAN PERKOTAAN
71 । EXECUTIVE SUMMARY DIREKTORAT JENDERAL TATARUANG
KEMENTERIAN AGRARIADAN TATARUANG/
BADAN PERTANAHAN NASIONAL