The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TEKNIK PENGGUNAAN SARANA PENDUKUNG PENGAMANAN

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rutanwates, 2021-03-10 03:22:39

TEKNIK PENGGUNAAN SARANA PENDUKUNG PENGAMANAN

TEKNIK PENGGUNAAN SARANA PENDUKUNG PENGAMANAN

PELATIHAN
TEKNIS PENGAMANAN TINGKAT DASAR

MODUL
TEKNIK PENGGUNAAN
SARANA PENDUKUNG PENGAMANAN

Penulis:
Riko Purnama Chandra, A.Md.IP.,SH.

Donny Setiawan, A.Md.IP., SH.,MM

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA HUKUM DAN HAM

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI
MANUSIA REPUBLIK INDONESIA
TAHUN 2019

Hak Cipta © Pada : BPSDM Hukum dan HAM
Edisi Tahun 2019

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia
Jl. HR. Rasuna Said kav 6-7 Kuningan, Jakarta

Selatan,
DKI Jakarta, Indonesia-12940

Teknik Penggunaan Peralatan Pendukung

Jakarta – BPSDM-2019
… hlm: 15 x 21 cm
ISBN: xxx – xxxx – xx – x

DAFTAR ISI

SAMBUTAN .............................................................................. i
KATA PENGANTAR.................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................... iv

BABI. PENDAHULUAN........................................................ 1

A. Latar Belakang..................................................... 1
B. Deskripsi Singkat ................................................. 3
C. Hasil Belajar......................................................... 3
D. Indikator Hasil Belajar.......................................... 3
E. Materi Pokok ........................................................ 4
F. Manfaat ................................................................ 5
G. Petunjuk Belajar................................................... 5
BAB II. SARANA PENDUKUNG PENGAMANAN................ 8
A. Alat Pembatas Gerak........................................... 9
B. Senjata Semprotan Merica .................................. 10
C. Gas Air Mata ........................................................ 11
D. Pakaian Huru-Hara .............................................. 12
E. Handy Talkie ........................................................ 13
F. Alat Pemadam Api Ringan .................................. 14
G. Alat Pemindai Bahan Kimia................................. 20

ii

H. Latihan..................................................................21
I. Rangkuman .......................................................... 21
J. Evaluasi ................................................................ 21
K. Umpan Balik ......................................................... 22
L. Kunci Jawaban..................................................... 22

BAB III. TEKNIK PENGGUNAAN SARANA PENDUKUNG .22
A. Teknik Penggunaan Alat Pembatas Gerak (Borgol)
.............................................................................. 27
B. Teknik Penggunaan Senjata Semprotan Merica
(Pepper Spray).....................................................33
C. Teknik Penggunaan Handy Talkie....................... 36
D. Teknik Penggunaan Pakaian Huru-Hara ............37
E. Teknik Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan
..............................................................................42
F. Teknik Penggunaan Gas Air Mata.......................48
G. Teknik Penggunaan Alat Pemindai Bahan Kimia
..............................................................................52
H. Latihan..................................................................58
I. Rangkuman .........................................................59
J. Evaluasi ................................................................59
K. Umpan Balik .........................................................59

iii

BAB IV.PENUTUP ....................................................................61
A. Simpulan ................................................................ 61
B. Tindak Lanjut.......................................................... 62

DAFTAR PUSTAKA .................................................................63
DAFTAR GAMBAR...................................................................55

iv

BAB I
PENDAHULUAN

Selamat datang dalam Pelatihan Teknis Pengamanan
Tingkat Dasar “Teknik Penggunaan Sarana Pendukung
Pengamanan”. Dalam hal ini sangatlah penting bagi
petugas pengamanan pada Lembaga Pemasyarakatan
(Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) untuk
menguasai teknik-teknik penggunaan sarana pendukung
pengamanan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Sebagai bagian dari pelatihan, maka modul ini akan
memperkenalkan kepada para peserta tentang teknik-
teknik penggunaan sarana pendukung pengamanan yang
sering digunakan agar kinerja petugas pengamanan dapat
lebih maksimal dan efektif.

A. Latar Belakang
Sistem keamanan di Lapas dan Rutan pada

dasarnya merupakan suatu kegiatan untuk
mewujudkan kehidupan dan penghidupan yang
teratur, aman dan tenteram sehingga
terselenggaranya kegiatan perawatan tahanan,

2

pembinaan warga binaan pemasyarakatan dalam

rangka pencapaian tujuan pemasyarakatan.

Bahwa keamanan dan ketertiban yang kondusif

di dalam Lapas dan Rutan adalah syarat utama dalam

mendukung terwujudnya keberhasilan

pemasyarakatan. Terampil dalam penggunaan sarana

pendukung pengamanan menjadi salah satu kriteria

yang harus dipenuhi oleh petugas Lapas dan Rutan

dalam melaksanakan tugas-tugas pengamanan.

Pengamanan yang dimaksud dalam hal ini

adalah segala bentuk kegiatan dalam rangka

memberikan perlindungan, pencegahan dan

penindakan terhadap setiap ancaman dan gangguan

baik dari dalam maupun dari luar Lapas dan Rutan.

Dengan memperhatikan pelaksanaan kegiatan tugas-

tugas pengamanan maka diperlukan peralatan

pendukung untuk memudahkan pelaksanaan tugas

pengamanan guna tercapainya tujuan dari

pengamanan itu sendiri.

B. Deskripsi Singkat

3

Modul yang diterapkan dalam pelatihan
dimaksud adalah untuk memandu peserta melakukan
peragaan teknik penggunaan sarana pendukung
pengamanan di dalam unit pelaksana teknis
pemasyarakatan.

C. Hasil Belajar
Setelah mempelajari modul ini, peserta pelatihan

diharapkan mampu memperagakan teknik
penggunaan sarana pendukung pengamanan dengan
lebih baik dan benar selama pelaksanaan tugas.

D. Indikator Hasil Belajar
Setelah mempelajari modul teknik penggunaan

sarana pendukung pengamanan ini peserta
diharapkan dapat:
1. Menjelaskan fungsi penggunaan sarana

pendukung pengamanan.
2. Memperagakan teknik-teknik penggunaan

sarana pendukung pengamanan.
E. Materi Pokok

4

Materi pokok yang dibahas dalam modul ini
adalah:
1. Fungsi penggunaan sarana pendukung

pengamanan
a) Alat Pembatas Gerak (Borgol)
b) Senjata Semprotan Merica
c) Gas Air Mata
d) Pakaian Huru-Hara
e) Handy Talkie
f) Alat Pemadam Api Ringan
g) Alat Pemindai Bahan Kimia

2. Memperagakan teknik-teknik penggunaan

sarana pendukung pengamanan

a) Teknik Penggunaan Alat Pembatas

Gerak (Borgol)

b) Teknik Penggunaan Senjata

Semprotan Merica

c) Teknik Penggunaan Senjata Gas Air

Mata

d) Teknik Penggunaan Pakaian Huru-

Hara

5

e) Teknik Penggunaan Handy Talkie
f) Teknik Penggunaan Alat Pemadam Api

Ringan
g) Teknik Pengoperasian Alat Pemindai

Bahan Kimia

F. Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh dengan

mempelajari modul ini adalah:
1. Peserta pelatihan dapat menjelaskan fungsi

masing-masing penggunaan sarana pendukung
pengamanan.
2. Peserta pelatihan dapat memperagakan teknik
penggunaan sarana pendukung pengamanan
dalam tugas pengamanan di Lapas dan Rutan.

G. Petunjuk Belajar
Dalam proses pembelajaran mata pelatihan

“Teknik Penggunaan Sarana Pendukung
Pengamanan”, untuk mencapai tujuan pembelajaran
secara baik, peserta disarankan mengikuti langkah-
langkah sebagai berikut:

6

1. Bacalah secara cermat, dan pahami indikator
hasil belajar atau tujuan pembelajaran yang
tertulis pada setiap awal bab, karena indikator
belajar memberikan tujuan dan arah. Indikator
belajar menetapkan apa yang harus Anda capai.

2. Mempelajari setiap bab secara berurutan, mulai
dari Bab I sampai dengan Bab IV.

3. Laksanakan secara sungguh-sungguh dan
tuntas setiap tugas pada akhir bab (Latihan).

4. Belajarlah secara mandiri atau berkelompok
secara seksama. Untuk belajar mandiri, dapat
seorang diri, berdua atau berkelompok dengan
yang lain untuk mempraktikkan teknik
penggunaan alat pendukung secara baik dan
benar.

5. Anda disarankan mempelajari bahan-bahan dari
sumber lain, seperti yang tertera pada Daftar
Pustaka pada akhir modul ini, dan jangan segan-
segan bertanya kepada siapa saja yang
mempunyai kompetensi dalam teknik
penggunaan alat pendukung.

7

Baiklah, selamat belajar!, semoga Anda sukses
menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang
diuraikan dalam mata pelatihan ini, sebagai upaya
untuk meningkatkan tugas-tugas pengamanan secara
baik.

8

BAB II
SARANA PENDUKUNG PENGAMANAN

Setelah membaca bab ini, peserta pelatihan
diharapkan dapat menjelaskan fungsi penggunaan

sarana pendukung pengamanan

Gangguan keamanan pada Lapas dan Rutan yang
terjadi belakangan ini telah menjadikan pemasyarakatan
sebagai sorotan publik. Gangguan keamanan yang terjadi
dapat dipicu oleh berbagai macam penyebab, namun
demikian kerusuhan yang terjadi merupakan cerminan
rentannya keamanan Lapas, Rutan dan Cabang Rutan.
Kondisi Lapas, Rutan dan Cabang Rutan yang aman dan
tertib merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang
keberhasilan program pembinaan.

Ditinjau secara sistem, terdapat 3 (tiga) sistem
keamanan di Lapas, Rutan dan Cabang Rutan yaitu sistem
keamanan statis, sistem keamanan dinamis dan sistem
keamanan prosedural. Sistem keamanan statis adalah
sarana dan prasarana serta peralatan lain yang digunakan
untuk memastikan narapidana dapat dikontrol secara fisik.

9

Sistem keamanan dinamis adalah menciptakan hubungan
yang baik dan benar antara petugas dan narapidana.
Sistem keamanan prosedural berfokus pada pola
pelaksanaan aturan dan prosedur untuk mencegah
terjadinya gangguan keamanan serta melindungi hak dan
martabat narapidana dan tahanan. Sarana keamanan
memiliki fungsi mendeteksi, mencegah dan menindak
gangguan keamanan.

a) Alat Pembatas Gerak (Borgol)
Borgol adalah alat penahan yang dirancang

untuk menyatukan kedua pergelangan tangan
seseorang. Pemborgolan biasanya dilakukan untuk
mencegah seseorang melarikan diri dari tahanan.

Borgol terdiri dari dua gelang yang dihubungkan
dengan rantai pendek, setiap gelang dapat dibuka dan
ditutup dengan kunci. Ada juga borgol kaki, borgol
tangan yang memiliki borgol jempol, dan lain-lain.

Borgol dapat dibuat dari baja tahan karat, baja
karbon, aluminium, atau polimer.

10

Gambar. 1

b) Senjata Semprotan Merica
Senjata semprotan merica sering digunakan oleh

penegak hukum untuk membantu menundukkan dan
menangkap orang-orang yang perilakunya kasar atau
tidak kooperatif, atau digunakan dalam jumlah besar
sebagai pengontrol kerusuhan. Senjata semprotan
merica adalah zat pengikat (lachrymatory), yang
membuat mata menangis. Bahan dasar senjata
semprotan merica adalah minyak cabai yang dikenal
sebagai oleoresin capsicum. Capsaicin, zat
peradangan dalam minyak, adalah zat kimia yang
sama yang membuat cabe terasa pedas dan panas.
Namun dalam senjata semprotan merica, tingkat
konsentrasi capsicumnya jauh lebih tinggi

11

Gambar. 2

c) Gas Air Mata

Gas air mata adalah gas kimia yang digunakan

untuk melumpuhkan massa yang

menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem

pernapasan. Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk

semprotan maupun granat. Gas air mata digunakan

sebagai alat untuk mengendalikan kerusuhan yang

terjadi di Lapas, Rutan dan Cabang Rutan dengan

cara menghalau dan memecah konsentrasi massa

12
yang ditembakkan menggunakan peluncur sampai
dengan jarak 150 meter. Terdiri atas 2 (dua) peralatan,
yaitu peluncur gas air mata (berbentuk senapan) dan
gas air mata (berbentuk peluru).
Gambar. 3

d) Pakaian Huru-Hara
Pakaian Huru Hara adalah peralatan yang

digunakan dalam penindakan hura-hara, berupa
pelindung diri yang digunakan petugas yaitu tameng,
tongkat pemukul, helm pelindung kepala serta rompi
yang melindungi bagian tubuh, pelindung tangan dan
kaki dari benturan. Untuk menghadapi kejadian
kerusuhan massa di Lapas, Rutan dan Cabang Rutan,

13
petugas harus diperlengkapi dengan baju pelindung
anti huru-hara.

Gambar. 4

e) Alat Komunikasi (Handy Talkie)
Alat Komunikasi (Handy Talkie) adalah sebuah

alat komunikasi genggam yang dapat
mengkomunikasikan dua orang atau lebih dengan
menggunakan gelombang radio.

14
Kebanyakan Handy Talkie digunakan untuk
melakukan kedua fungsinya yaitu berbicara ataupun
mendengar. Handy Talkie dikenal dengan sebutan
Two Way Radio atau radio dua arah, yang dapat
melakukan pembicaraan dua arah, berbicara dan
mendengar lawan bicara secara bergantian. Handy
Talkie dapat digunakan dalam jarak 0,5 km sampai
dengan 2,5 km tanpa menggunakan
biaya pulsa seperti menelpon.

Gambar. 5

f) Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Berdasarkan bahan pemadam api yang

digunakan, Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dapat

15

digolongkan menjadi beberapa jenis. Diantaranya
terdapat 4 jenis APAR yang paling umum digunakan,
yaitu :

1. Alat Pemadam Api (APAR) Air / Water
APAR jenis air (water) adalah tabung yang
diisikan oleh air dengan tekanan tinggi. Jenis air
ini merupakan yang paling ekonomis dan cocok
untuk memadamkan api yang dikarenakan oleh
bahan-bahan padat non-logam seperti kertas,
kain, karet, plastic, dan lain sebagainya
(Kebakaran Kelas A). Tetapi akan sangat
berbahaya jika dipergunakan pada kebakaran
yang dikarenakan instalasi listrik yang
bertegangan (Kebakaran Kelas C).

2. Alat Pemadam Api (APAR) Busa / Foam
APAR jenis busa ini adalah tabung yang terdiri
dari bahan kimia yang dapat membentuk busa.
Busa AFFF (Aqueous Film Forming Foam) yang
disembur keluar akan menutupi bahan yang
terbakar sehingga oksigen tidak dapat masuk
untuk proses kebakaran. APAR jenis busa ini

16

efektif untuk memadamkan api yang ditimbulkan
oleh bahan-bahan padat non-logam seperti
kertas, kain, karet, dan lain sebagainya
(Kebakaran Kelas A) serta kebakaran yang
dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang mudah
terbakar seperti minyak, alkohol, solvent dan lain
sebagainya (Kebakaran Jenis B).

3. Alat Pemadam Api (APAR) Serbuk Kimia / Dry
Chemical Powder
APAR jenis serbuk kimia atau Dry Chemical
Powder Fire Extinguisher terdiri dari serbuk
kering kimia yang merupakan kombinasi
dari Mono-amonium dan ammonium sulphate.
Serbuk kering kimia yang dikeluarkan akan
menyelimuti bahan yang terbakar sehingga
memisahkan oksigen yang merupakan unsur
penting terjadinya kebakaran. APAR jenis serbuk
kimia ini merupakan alat pemadam api yang
serbaguna karena efektif untuk memadamkan
kebakaran di hampir semua kelas kebakaran
seperti Kelas A, B dan C.

17

APAR jenis serbuk kimia tidak disarankan untuk
digunakan dalam industri karena akan mengotori
dan merusak peralatan produksi di sekitarnya.
APAR jenis serbuk kimia umumnya digunakan
pada mobil.

4. Alat Pemadam Api (APAR) Karbon Dioksida /
Carbon Dioxide (CO2)
APAR jenis karbon dioksida (CO2) adalah
tabung yang menggunakan bahan karbon
dioksida sebagai bahan pemadamnya. APAR
karbon dioksida sangat cocok untuk Kebakaran
Kelas B (bahan cair yang mudah terbakar) dan
Kelas C (instalasi listrik yang bertegangan).

Kita perlu mengetahui kelas-kelas (golongan)
kebakaran atau sumber penyebab terjadinya api
supaya jenis APAR yang dipergunakan efektif dalam
mengendalikan kebakaran tersebut. Dalam
Permenaker No. Per-04/MEN/1980, kelas atau
golongan kebakaran dibagi menjadi 4 golongan yaitu
golongan A, B, C dan D. Berikut ini adalah golongan

18

kebakaran beserta Jenis APAR yang efektif untuk
memadamkannya :

1. Kebakaran Golongan A
Kebakaran golongan A merupakan golongan
kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-bahan
padat non-logam seperti kertas, plastik, kain,
kayu, karet dan lain sebagainya. Jenis APAR
yang cocok untuk memadamkan Kebakaran
golongan A adalah APAR jenis air (water), APAR
jenis busa (foam) dan APAR jenis tepung kimia
(dry chemical powder).

2. Kebakaran Golongan B
Kebakaran golongan B merupakan kebakaran
yang dikarenakan oleh bahan-bahan cair yang
mudah terbakar seperti minyak (bensin, solar,
oli), alkohol, cat, solvent, methanol dan lain
sebagainya. Jenis APAR yang cocok untuk
memadamkan Kebakaran golongan B
adalah APAR jenis karbon dioksida (CO2),
APAR jenis busa (foam) dan APAR jenis tepung
kimia (dry chemical powder).

19

3. Kebakaran Golongan C
Kebakaran golongan C merupakan kebakaran
yang dikarenakan oleh instalasi listrik yang
bertegangan. Jenis APAR yang cocok untuk
memadamkan kebakaran golongan C adalah
APAR jenis karbon dioksida (CO2) dan APAR
jenis tepung kimia (dry chemical powder).

4. Kebakaran Golongan D
Kebakaran golongan D merupakan kebakaran
yang dikarenakan oleh bahan-bahan logam yang
mudah terbakar seperti sodium, magnesium,
aluminium, lithium dan potassium. Kebakaran
jenis ini perlu APAR khusus dalam
memadamkannya.

Gambar. 6

20
g) Alat Pemindai Bahan Kimia

Alat pemindai bahan kimia adalah alat
spektrometer yang melakukan identifikasi berkualitas
seperti di laboratorium tentang bahan kimia, bahan
peledak, dan narkotika yang tidak diketahui di
lingkungan lapangan. Penggunaan alat ini dapat
dilakukan pada saat petugas Lapas dan Rutan
menemukan barang yang diduga obet-obatan
terlarang sehingga dapat terdeteksi kandungan
barang terlarang tersebut.

Gambar. 7

21

h) Latihan
1. Jelaskan fungsi dari penggunaan gas air mata?
2. Jelaskan fungsi dari alat pemadam api ringan?
3. Jelaskan fungsi dari alat pembatas gerak
(borgol)?

i) Rangkuman
sarana pendukung pengamanan adalah suatu

alat yang digunakan untuk melakukan pencegahan
dan penindakan gangguan keamanan dan ketertiban
di dalam Lapas dan Rutan. Petugas pemasyarakatan
harus dapat mengetahui fungsi dari sarana pendukung
sarana keamanan dan tersebut sehingga dapat
menjelaskan tujuan dari sarana pendukung
pengamanan tersebut.

j) Evaluasi
Sebutkan sarana pendukung pengamanan yang
terdapat pada modul ini dan jelaskan fungsi dari
sarana pendukung tersebut!

22

k) Umpan Balik
1. Apakah bahan modul ini tidak terlalu berat bagi
peserta pelatihan?
2. Apakah peserta pelatihan menggunakan alat
bantu belajar yang cukup?
3. Apakah alokasi waktu penyampaian materi
dalam modul dirasa cukup untuk pembelajaran
peserta pelatihan?
4. Apakah modul tersebut sudah dikuasai oleh
peserta pelatihan?

l) Kunci Jawaban Latihan
1. fungsi dari penggunaan gas air mata
Gas air mata digunakan sebagai alat untuk
mengendalikan kerusuhan yang terjadi di Lapas,
Rutan dan Cabang Rutan dengan cara
menghalau dan memecah konsentrasi massa
yang ditembakkan menggunakan peluncur
sampai dengan jarak 150 meter. Terdiri atas 2
(dua) peralatan, yaitu peluncur gas air mata
(berbentuk senapan) dan gas air mata
(berbentuk peluru).

23

2. fungsi dari alat pemadam api ringan
Berdasarkan bahan pemadam api yang
digunakan, Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
dapat digolongkan menjadi beberapa jenis.
Diantaranya terdapat 4 jenis APAR yang paling
umum digunakan, yaitu :

a) Alat Pemadam Api (APAR) Air / Water
APAR jenis air (water) adalah tabung yang
diisikan oleh air dengan tekanan tinggi.
Jenis air ini merupakan yang paling
ekonomis dan cocok untuk memadamkan
api yang dikarenakan oleh bahan-bahan
padat non-logam seperti kertas, kain, karet,
plastic, dan lain sebagainya (Kebakaran
Kelas A). Tetapi akan sangat berbahaya
jika dipergunakan pada kebakaran yang
dikarenakan instalasi listrik yang
bertegangan (Kebakaran Kelas C).

24

b) Alat Pemadam Api (APAR) Busa /
Foam
APAR jenis busa ini adalah tabung yang
terdiri dari bahan kimia yang dapat
membentuk busa. Busa AFFF (Aqueous
Film Forming Foam) yang disembur keluar
akan menutupi bahan yang terbakar
sehingga oksigen tidak dapat masuk untuk
proses kebakaran. APAR jenis busa ini
efektif untuk memadamkan api yang
ditimbulkan oleh bahan-bahan padat non-
logam seperti kertas, kain, karet, dan lain
sebagainya (Kebakaran Kelas A) serta
kebakaran yang dikarenakan oleh bahan-
bahan cair yang mudah terbakar seperti
minyak, alkohol, solvent dan lain
sebagainya (Kebakaran Jenis B).

c) Alat Pemadam Api (APAR) Serbuk Kimia /
Dry Chemical Powder
APAR jenis serbuk kimia atau Dry Chemical
Powder Fire Extinguisher terdiri dari serbuk
kering kimia yang merupakan kombinasi

25

dari Mono-amonium dan ammonium

sulphate. Serbuk kering kimia yang

dikeluarkan akan menyelimuti bahan yang

terbakar sehingga memisahkan oksigen

yang merupakan unsur penting terjadinya

kebakaran. APAR jenis serbuk kimia ini

merupakan alat pemadam api yang

serbaguna karena efektif untuk

memadamkan kebakaran di hampir semua

kelas kebakaran seperti Kelas A, B dan C.

APAR jenis serbuk kimia tidak disarankan

untuk digunakan dalam industri karena

akan mengotori dan merusak peralatan

produksi di sekitarnya. APAR jenis serbuk

kimia umumnya digunakan pada mobil.

d) Alat Pemadam Api (APAR) Karbon

Dioksida / Carbon Dioxide (CO2)

APAR jenis karbon dioksida (CO2) adalah

tabung yang menggunakan bahan karbon

dioksida sebagai bahan

pemadamnya. APAR karbon dioksida

sangat cocok untuk Kebakaran Kelas B

26
(bahan cair yang mudah terbakar) dan
Kelas C (instalasi listrik yang bertegangan).
3. fungsi dari alat pembatas gerak (borgol)
Borgol adalah alat penahan yang dirancang
untuk menyatukan kedua pergelangan tangan
seseorang. Pemborgolan biasanya dilakukan
untuk mencegah seseorang melarikan diri dari
tahanan.

BAB III

27

TEKNIK PENGGUNAAN SARANA PENDUKUNG
PENGAMANAN

Setelah membaca bab ini, peserta diharapkan dapat memperagakan
teknik-teknik penggunaan sarana pendukung pengamanan

Petugas pemasyarakatan harus dapat menggunakan
sarana pendukung pengamanan guna pencegahan dan
penindakan gangguan keamanan dan ketertiban. Dalam
menggunakan sarana pendukung keamanan ada beberapa
teknik yang harus dilakukan agar alat tersebut dapat
berfungsi sesuai dengan peruntukannya.

A. Teknik Penggunaan Alat Pembatas Gerak (Borgol)
Teknik Penggunaan Pembatas Gerak (borgol):
a. Memastikan jarak petugas cukup aman dari
narapidana dan tahanan.
b. Memastikan lubang kunci borgol menghadap ke
atas atau berlawanan dengan jari sebelum
digunakan terhadap narapidana dan tahanan.
c. Meminta narapidana dan tahanan untuk
membelakangi petugas dengan tangan berada di
belakang punggung, telapak tangannya

28
menghadap keluar dan ibu jarinya menghadap
ke atas.

Gambar. 8

d. Petugas memegang borgol di tangan yang lebih
dominan (tangan kanan), dengan jari di sekitar
rantai penghubung yang memisahkan borgol.

29
Gelang ganda ditempatkan di tangan berbentuk
“V” sementara gelang tunggal berada di bawah
jari telunjuk. Petugas kemudian memasang
borgol mengitari pergelangan tangan narapidana
dan tahanan.

Gambar. 9

e. Petugas mendorong borgol ke atas tangan
sehingga gelang tunggal menggantung di sekitar
pergelangan tangan narapidana dan tahanan.

30

f. Petugas mengamankan gerigi borgol dengan
menaruh tangan kiri ke tangan narapidana dan
tahanan dan menutup borgol.

g. Petugas menempatkan jari kelingkingnya di
antara borgol dan pergelangan tangan
narapidana dan tahanan untuk memastikan
bahwa borgol tidak terlalu ketat. Jika tidak ada
jarak untuk memasukkan sebuah jari kelingking
di antara borgol dan pergelangan tangan, maka
petugas menggunakan kunci untuk
merenggangkan borgol.

31

Gambar. 10

h. Petugas mengunci borgol sebanyak dua kali,
yaitu dengan menekan lubang pin yang terdapat
pada gelang ganda, atau kunci ganda (double
lock), lalu memasukkan kunci ke dalam lubang
kunci borgol sebagai penguncian terakhir.

i. Saat petugas membuka alat pembatas borgol,
petugas memerintahkan narapidana dan
tahanan untuk tetap diam dan berdiri agak
condong ke depan agar petugas dapat memiliki
ruang yang lebih baik untuk membuka borgol.

32

Gambar. 11

33

j. Jika satu tangan narapidana dan tahanan
sudah terlepas dari borgol, petugas menutup
gerigi borgol yang terbuka dan memerintahkan
narapidana dan tahanan untuk menempatkan
tangannya yang sudah bebas tadi di belakang
kepalanya, sementara Petugas membebaskan
tangan narapidana dan tahanan yang belum
terlepas dari borgol.

34
Gambar. 12

B. Teknik Penggunaan Senjata Semprotan Merica
(Pepper Spray).
1) Senjata semprotan merica dapat digunakan
pada tahap pelaksanaan penggunaan kekuatan
teknik ringan;
2) Senjata semprotan merica digunakan sebagai
respon pertama yang dapat dipilih pada
pelaksanaan penggunaan kekuatan;

35

3) Senjata semprotan merica tidak boleh digunakan
sebagai hukuman atau balas dendam;

4) Tabung-tabung senjata semprotan merica
berukuran kecil dapat digunakan pada jarak
hingga 3 (tiga) meter;

5) Penggunaan senjata semprotan merica harus
dilakukan dengan memperhatikan keselamatan
anggota, narapidana dan tahanan serta
mengikuti petunjuk penggunaan;

6) Pada saat penggunaan senjata semprotan
merica, petugas mengambil posisi kuda-kuda
kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang,
dengan semprotan di pegang di tangan kanan
dan posisi tangan kiri lurus ke depan menghadap
ke arah narapidana dan tahanan;

7) Saat menggunakan senjata semprotan merica,
anggota harus berdiri di arah yang berlawanan
dengan arah angin dan arah narapidana atau
tahanan;

8) Anggota perlu berhati-hati akan adanya cipratan
atau semprotan berlebih yang bisa mengarah

36
pada petugas, narapidana dan tahanan lain di
area tersebut;
9) Demi keselamatan dan keefektifan maksimum
penyemprotan, petugas harus tetap berada pada
jarak 1 (satu) sampai 3 (tiga) meter atau
tergantung situasi;

Gambar. 13
Prosedur penanganan setelah terpapar
semprotan merica/gas air mata adalah sebagai berikut
:
1) Petugas/Anggota TTD dapat meminta
narapidana dan tahanan untuk mandi, sebagai
cara yang paling cepat dan efektif untuk

37

menghilangkan paparan semprotan merica/gas
air mata;
2) Jika mandi tidak mungkin dilakukan, maka perlu
membasuh mata dan muka narapidana dan
tahanan dengan air dingin dan mengalir;
3) Narapidana dan tahanan yang terpapar
semprotan merica harus segera dipindahkan ke
area berudara segar dan terbuka.
4) Narapidana dan tahanan yang terpapar
semprotan merica maka harus ditanyakan
apakah menderita kondisi medis yang serius dan
apakah mengalami kesulitan bernapas atau
masalah lain seperti asma. Jika iya dan terlihat
mengalami gangguan pernapasan maka
bantuan medis perlu dilakukan.

C. Teknik Penggunaan Alat Komunikasi Handy Talkie
(HT)
Alat Komunikasi Handy Talkie adalah alat yang
digunakan untuk melakukan komunikasi verbal antar
petugas guna menyampaikan informasi/ berita pada
tempat yang berbeda, baik di dalam maupun di luar

38

Lapas, Rutan dan Cabang Rutan. HT atau handheld
transceiver, atau lebih akrab disebut handy talkie
memerlukan sumber listrik yang utamanya berasal
dari baterai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan
dalam menggunakan handy talkie:
1. Gunakan pesan yang pendek atau to the point

jika pengguna memiliki pesan yang cukup
panjang, jadikan pesan tersebut pendek dan
pastikan bahwa penerima pesan tersebut
mengerti apa yang dimaksud pada pesan
tersebut.
2. Berbicara yang jelas dan dalam kondisi suara
yang normal dengan mulut berjarak 3 inchi dari
microphone radio.
3. Gunakan kata-kata istilah yang standar dalam
mempraktikannya kepada orang lain yang
menggunakan HT.
4. Saat mengoperasikan HT, tekan tombol Push-to-
talk sebelum memulai untuk berbicara. Lepaskan
tombol tersebut jika sudah selesai berbicara.

39

Gambar. 14

D. Teknik Penggunaan Pakaian Huru-Hara (PHH)
Satuan PHH yang tersedia di Lapas, Rutan dan

Cabang Rutan harus dipelihara dengan baik dan
pastikan bahwa kondisi seluruh komponen satuan
PHH dalam keadaan baik, seperti baju pelindung tidak
sobek atau pecah, helm tidak pecah, tameng tidak
retak atau pecah dan tongkat karet tidak patah.

Adapun cara memakai pakaian huru-hara

40

1) Memasang pelindung kaki bawah

Gambar. 15

41
2) Memasang pelindung kaki atas serta mengaitkan

dengan pelindung kaki bawah

Gambar. 16

42
3) Memasang pelindung badan depan dan

belakang yang sudah terkait

Gambar. 17

43
4) Pastikan semua pengait terpasang dengan baik

Gambar. 18

44

E. Teknik Penggunaan Alat Pemadam Api Ringan
(APAR)
Cara menggunakan APAR harus dipahami
terlebih dahulu setelah membeli alat pemadam
kebakaran. Sebenarnya prosedur penggunaan APAR
sudah tertulis pada setiap tabung pemadam
kebakaran yang di beli, namun banyak kurang
memperhatikan. Sehingga saat kebakaran terjadi
kebingungan mencari instruksi. Sangat berbahaya jika
ini benar terjadi.

Cara menggunakan APAR adalah sebagai berikut:
1. Tarik kunci pengaman atau segel.
2. Pegang bagian ujung selang dan arahkan ujung

selang ke sumber api.
3. Tekan tuas.
4. Kibaskan ujung selang pada sumber api secara

perlahan sampai api padam.

45

Gambar. 19

Cara menggunakan APAR seperti di atas adalah
acuan standar bagaimana cara menggunakan alat
pemadam api. Namun dari pengalaman para
pengguna sering terjadi kesalahan-kesalahan yang
perlu diperhatikan. Kesalahan cara menggunakan
APAR yang sering dilakukan:


Click to View FlipBook Version