46
1. Kesalahan Pertama Cara Menggunakan Apar
Gambar. 20
Membawa alat pemadam kebakaran dengan
cara menenteng. Cara seperti ini akan membuat
kita kelelahan, jika jarak antara posisi APAR
dengan sumber api jauh, apalagi jika tabung
yang dibawa memiliki berat 6 kg ke atas.
Gambar. 21
47
Bagaimana dengan tabung APAR yang berisi
media CO2 (karbon dioksida) dengan kapasitas
6,8 kg yang bentuk silindernya panjang? jika
yang memiliki tinggi badan 160 cm akan
kesulitan jika membawa APAR CO2 6,8 kg
dengan cara ditenteng. Akhirnya yang sering
terjadi kemudian APAR CO2 dibawa dengan
cara diseret dan waktu eksekusi menjadi
terhambat.
2. Kesalahan Kedua Cara Menggunakan APAR
Gambar. 22
48
Menarik segel akan menjadi sangat sulit karena
tidak memahami bagaimana cara melepaskan
segel dengan benar.
Gambar. 23
Kesalahan yang sering terjadi adalah saat
menarik segel, juga menekan tuas sehingga pin
segel terjepit. Dalam kondisi seperti ini segel sulit
dilepas.
49
3. Kesalahan Ketiga Cara Menggunakan APAR
Gambar. 24
Memegang selang APAR pada bagian tengah
selang saat di tekan tuas APAR. Karena tekanan
APAR 13 bar maka selang akan bergerak kesana
kemari tidak tentu arah. Selang yang tidak
terarah akan menyebabkan media pemadam
tidak dapat memadamkan api secara efektif.
Gambar. 25
50
Pegang selang pada bagian ujung selang APAR,
dan arahkan ke sumber api.
4. Kesalahan Keempat Cara Menggunakan APAR
Saat mengeksekusi kebakaran berusaha
menghemat media agar tidak cepat habis
dengan cara menekan tuas sedikit demi sedikit.
Dengan cara tersebut pasti api tidak akan segera
padam. Tekan tuas sampai penuh, terus
menerus, sampai api padam.
F. Teknik Penggunaan Gas Air Mata
1) Cek senjata gas air mata dan peluru gas air
mata.
2) Buka senjata dengan cara menarik balakang
senjata yang berwarna merah sampai terbuka
senjata menjadi 2 bagian.
51
Gambar. 26
3) Masukan peluru gas air mata ke lubang senjata
dengan posisi lempengan kuningan menghadap
ke atas.
52
Gambar. 27
4) Kemudian tutup kembali senjata yang sudah
berisikan peluru gas air mata.
Gambar. 28
5) Sebelum melakukan penembakan senjata gas
air mata dilakukan terlebih dahulu memindahkan
53
posisi tuas kunci senjata dari titik merah ke titik
putih.
Gambar. 29
6) Pada saat penggunaan gas air mata, petugas
berdiri dengan posisi kuda kuda kaki kiri di depan
dan kaki kanan di belakang mengarahkan
senjata ke atas dengan sudut kemiringan 45
derajat.
54
Gambar. 30
G. Teknik Penggunaan Alat Pemindai Bahan Kimia
Alat pemindai bahan kimia adalah alat
spektrometer genggam yang melakukan identifikasi
berkualitas di laboratorium tentang bahan kimia,
55
bahan peledak, dan narkotika yang tidak diketahui di
lingkungan lapangan. Tata cara penggunaan alat
pemindai bahan kimia sebagai berikut:
1) keluarkan alat pemindai bahan kimia dari
kotaknya dan terdapat 2 (dua) baterai. Pastikan
kondisi bateri terisi penuh.
Gambar.31
2) pasangkan baterai ke alat pemindai bahan kimia
tersebut dengan benar sampai berbunyi “klik”.
56
Gambar. 32
3) Setelah baterai terpasang maka akan muncul di
layar kata Normal/Custom/Self-Test/Setting
Gambar. 33
57
4) Kemudian untuk mengaktifkan dengan menekan
tombol yang berada di bawah layar ke kiri, maka
akan muncul di layar “Enter Laser”
Gambar. 34
5) Untuk menggunakan alat tersebut untuk bisa
digunakan dengan cara menekan dengan cepat
tombol ”atas-bawah-kiri-kanan “ dan layar
monitor muncul “WAIT”
58
Gambar. 35
6) Setelah selesai proses loading, dimonitor layar
muncul tulisan Ready maka alat tersebut siap
digunakan.
Gambar. 36
7) Sebelum melakukan pemindaian pastikan yang
dipindai sesuai dengan kategori lapisan bahan
59
dengan cara memutar bagian ujung dengan
kategori sebagai berikut :
a. pada garis merah menunjukan posisi
yang tepat untuk pengambilan sampel
permukaan kantong plastik;
b. pada garis merah dan kuning
menunjukan posisi yang tepat untuk
pengambilan sampel permukaan botol
dengan ketebalan tipis sekitar 2 (dua) ml;
c. pada jarak antara garis merah
mendekati dengan tempat penahan sampel
digunakan pada pengambilan sampel botol
dengan ketebalan lebih atau diatas 2 (dua)
ml.
Gambar. 37
60
8) setelah ditentukan lapisan bahan yang akan di
pindai, maka pemindaian dapat dilakukan
dengan cara menempelkan bahan tersebut.
Gambar. 38
9) setelah bahan ditempel maka tekan sekali
pelatuk untuk memulai memindai sampai muncul
dimonitor “LASER IN ON”.
Gambar. 39
10) Pada saat posisi tersebut bahan tetap menempel
sampai muncul di monitor “ WAIT” dan bahan
yang ditempelkan biasa di lepas.
61
Gambar. 40
11) Setelah proses selesai maka di monitor muncul
hasil dari pemindaian bahan tersebut. Setelah
hasil dari pemindaian keluar dan terbaca, maka
untuk mengulangi pemindaian kembali tekan
tombol ke kiri dan mulai dari awal proses
pemindaian.
62
Gambar. 41
H. Latihan
1) Peragakan cara menggunakan pakaian huru-
hara dengan benar?
2) Peragakan cara menggunakan pembatas gerak
yang benar?
3) Peragakan cara menggunakan alat pemadam
api ringan dengan benar?
I. Rangkuman
Dalam tehnik penggunaan sarana pengamanan
dengan baik dan benar dapat membantu
dalampetugas pemasyarakatan melakukan
63
pencegahan dan penindakan gangguan keamanan di
unit pelaksana teknis pemasyarakatan dengan cepat
dan tepat.
J. Evaluasi
Setelah menerima materi tentang teknik
penggunaan sarana pengamanan dalam modul ini,
coba peragakan tata cara teknik penggunaan sarana
pengamanan dengan benar.
K. Umpan Balik
1) Apakah bahan modul ini tidak terlalu berat bagi
peserta pelatihan?
2) Apakah peserta pelatihan menggunakan alat
bantu belajar yang cukup?
3) Apakah alokasi waktu penyampaian materi
dalam modul dirasa cukup untuk pembelajaran
peserta pelatihan?
4) Apakah materi dalam modul tersebut sudah
dikuasai oleh peserta pelatihan?
64
BAB IV
PENUTUP
Penyelenggaraan pengamanan mencakup kegiatan
pencegahan, penindakan gangguan keamanan dan
ketertiban serta pemulihan pasca gangguan keamanan dan
ketertiban.
65
Salah satu faktor pendukung keamanan dan
ketertiban di dalam unit pelaksana teknis pemasyarakatan
dapat terwujud dengan baik adalah dengan terpenuhinya
kemampuan petugas dalam menguasai dan menerapkan
teknik penggunaan sarana pengamanan.
A. Simpulan
Sarana pendukung pengamanan berfungsi untuk
melindungi diri dan membantu dalam melakukan
pencegahan dan penindakan gangguan keamanan
dan ketertiban di Lapas Rutan.
Dalam modul penggunaan sarana pengamanan
yang menjelaskan tentang fungsi dari sarana
pengamanan dan teknik penggunaan sarana
pengamanan dengan baik dan benar dapat
memberikan pengetahuan serta memberikan
keterampilan kepada petugas pemasyarakatan dalam
melakukan pencegahan dan penindakan gangguan
keamanan dan ketertiban.
Dalam pelaksananaan tugas sehari-hari yang
sering dilakukan oleh petugas pemasyarakatan adalah
teknik penggunaan alat pembatas gerak dan teknik
66
penggunaan handy talkie. Sedangkan teknik
penggunaan senjata semprotan merica, teknik
penggunaan gas air mata, teknik penggunaan pakaian
huru-hara, teknik penggunaan alat pemadam api
ringan dan teknik penggunaan pemindai bahan kimia
dilakukan pada saat penindakan gangguan keamanan
dan ketertiban
B. Tindak Lanjut
Perlu adanya laboratorium tersendiri dalam
melakukan praktek kerja lapangan bagi petugas
pengamanan yang mengikuti pelatihan pengamanan.
DAFTAR PUSTAKA
Peraturan
Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 Tentang
Pemasyarakatan
67
Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 Tentang
Pengamanan Pada Lembaga Pemasyarakatan dan
Rumah Tahanan Negara
Peraturan Menteri tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor
Per-04/MEN/1980 tentang Syarat-Syarat
Pemasangan Dan Pemeliharan Alat Pemadam Api
Ringan
Buku
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Standar Pencegahan
Gangguan Keamanan dan Ketertiban Lapas dan
Rutan (Jakarta: Ditjen Pemasyarakatan, 2015)
Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Standar Penindakan
Gangguan Keamanan dan Ketertiban Lapas dan
Rutan (Jakarta: Ditjen Pemasyarakatan, 2015)
User Manual PGR-1064tm Chemring detection system
68
DAFTAR GAMBAR
halaman
Gambar. 1 Alat pembatas gerak (borgol) 10
Gambar. 2 Semprotan merica 11
Gambar. 3 Senjata gas air mata 12
Gambar. 4 Pakaian huru-hara 13
Gambar. 5 Handy talkie 69
Gambar. 6 Alat pemadam api ringan
(apar) 14
Gambar. 7 Alat pemindai bahan kimia 19
Gambar. 8 Posisi memborgol
Gambar. 9 Cara memborgol 20
Gambar. 10 Pengecekan kembali borgol 28
yang terpasang 29
Gambar. 11 Posisi melepas borgol 30
Gambar. 12 Kondisi saat borgol dilepaskan
Gambar. 13 Teknik semprotkan merica 31
Gambar. 14 Teknik penggunaan HT 32
Gambar. 15 Pemasangan pelindung kaki 34
Gambar. 16 Perekatan pelindung kaki 37
Gambar. 17 Pemakaian pelindung badan 38
dan tangan 39
Gambar. 18 Kondisi pakaian huru-hara 40
terpakai
Gambar. 19 Cara penggunaan APAR 41
Gambar. 20 Cara salah membawa APAR
Gambar. 21 Cara benar membawa APAR 43
44
44
Gambar. 22 Cara salah menarik segel 70
Gambar. 23 APAR 45
Gambar. 24 Cara benar menarik segel 46
Gambar. 25 APAR 47
Gambar. 26 Cara salah memegang selang 47
Gambar. 27 APAR 49
Gambar. 28 Cara benar memegang selang 49
Gambar. 29 APAR 50
Gambar. 30 Cara membuka senjata gas air 50
Gambar. 31 mata 51
Gambar. 32 Cara mengisi peluru gas air 52
mata 53
Posisi setelah senjata gas air
mata diisi peluru
Cara membuka kunci pelatuk
senjata gas air mata
Cara menembakan senjata gas
air mata
Membuka alat pemindai bahan
kimia
Cara memasang baterai alat
pemindai halaman
Gambar. 33 Layar monitor menyala setelah 71
baterai terpasang 53
Gambar. 34 Cara mengaktifkan alat
pemindai bahan kimia 54
Gambar. 35 Proses pengaktifan alat
pemindai bahan kimia 54
Gambar. 36 Alat pemindai alat bahan kimia
siap digunakan 55
Gambar. 37 Cara menentukan kategori
lapisan yang dipindai 56
Gambar. 38 Cara melakukan pemindaian
Gambar. 39 Proses pemindaian 56
Gambar. 40 Proses menunggu hasil 57
pemindaian 57
Gambar. 41 Hasil pemindaian
58