LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI
PEGAWAI NEGERI SIPIL SEBAGAI CALON BIDAN TERAMPIL
DALAM PENDAMPINGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH
PADA IBU HAMIL ANEMIA DENGAN MEDIA WHATSAPP
DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT SLEMAN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN
Nama: Tesha Rosyida Nur Agustina, AMd.Keb.
No. Presensi : 36 / LATSAR / Golongan II / Angkatan XVI / 2021
NIP: 19960820 202012 2 011
LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI
PEGAWAI NEGERI SIPIL SEBAGAI CALON BIDAN TERAMPIL
DALAM PENDAMPINGAN KEPATUHAN MINUM TABLET TAMBAH DARAH
PADA IBU HAMIL ANEMIA DENGAN MEDIA WHATSAPP
DI PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT SLEMAN
DINAS KESEHATAN KABUPATEN SLEMAN
Nama: Tesha Rosyida Nur Agustina, AMd.Keb.
No. Presensi : 36 / LATSAR / Golongan II / Angkatan XVI / 2021
NIP: 19960820 202012 2 011
PEMERINTAH DAERAH DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
GOLONGAN II ANGKATAN XVI
YOGYAKARTA
2021
ABSTRAK
TESHA ROSYIDA NUR AGUSTINA, Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil
Sebagai Calon Bidan Terampil Dalam Pendampingan Kepatuhan Minum Tablet Tambah
Darah Pada Ibu Hamil Anemia dengan Media Whatsapp di Pusat Kesehatan Masyarakat
Sleman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman. Laporan Aktualisasi, Yogyakarta : Badan
Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta, Desember 2021.
Kegiatan yang telah dilaksanakan penulis sebagai Calon Bidan Terampil dalam
Pendampingan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Anemia dengan
Media Whatsapp di Pusat Kesehatan Masyarakat Sleman Dinas Kesehatan Kabupaten
Sleman antara lain : 1) Melakukan koordinasi dengan bidan koordinator dan mentor terkait
program pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah. 2) Pembuatan video dan
poster sebagai media edukasi minum tablet tambah darah yang tepat, serta pembuatan form
pemantauan sebagai bukti kontrol kepatuhan minum tablet tambah darah. 3) Melakukan
pengambilan data ibu hamil anemia. 4) Melakukan pendampingan kepatuhan minum tablet
tambah darah pada ibu hamil anemia melalui media whatsapp
Inovasi yang penulis lakukan adalah menyediakan grub whatsapp pendampingan kepatuhan
minum tablet tambah darah, selanjutnya memberikan pendampingan berupa mengingatkan
ibu minum tablet tambah darah sesuai jadwal dan memotivasi ibu melakukan evaluasi Hb,
selain itu program pendampingan ini harus meminta kerjasama ibu hamil anemia untuk
selalu melaporkan apabila sudah minum tablet tambah darah dengan cara mengirimkan
video saat minum tablet tambah darah dan mencentang kartu kontrol minum tablet tambah
darah. Hasil kegiatan ini di laporkan dalam bentuk Laporan Aktualisasi dan di seminarkan
di Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai syarat kelulusan
Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II Angkatan XVI Tahun 2021.
Kata Kunci : Ibu hamil anemia, tablet tambah darah, calon bidan terampil
iii
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ASN “Rancangan Aktualisasi
Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil Sebagai Calon Bidan Terampil Dalam
Pendampingan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Pada Ibu Hamil Anemia dengan
Media Whatsapp di Puskesmas Sleman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman ini dapat
terselesaikan. Rancangan aktualisasi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat
untuk menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Dasar CPNS Golongan II angkatan XVI
tahun 2021
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak yang telah
banyak membantu dalam memberikan kritik, saran dan nasihat dalam penyelesaian
rancangan
1. Drs. YB. Jarot Budi Harjo, Kepala Badan Pelatihan dan Pendidikan di Gunung
Sempu Bantul yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas dalam Pelatihan
Dasar CPNS tahun 2021.
2. dr. Ellyza Sinaga, MPH, Kepala Puskesmas Sleman sekaligus mentor yang telah
memberikan izin untuk mengikuti Pelatihan Dasar (LATSAR) golongan II angkatan
XVI di Bandiklat Daerah Istimewa Yogyakarta dan telah memberikan bimbingan
serta arahan.
3. Dr. Totok Suharto, S.T., M.Si. selaku Coach yang telah memberikan bimbingan dan
arahan.
4. Budiharti, S.E., M.Si. selaku penguji pada evaluasi Rancangan Aktualisasi ini.
5. Rantiyem, AMd.Keb, Bidan Koordinator Perawat Puskesmas Sleman yang telah
memberikan arahan dan bimbingan dalam penyusunan Laporan akualisasi
6. Suami tercinta Yuniar Riza Hakiki, S.H yang telah memberikan dukungan, motivasi
dan do’a sehingga penulis bisa selalu diberikan kemudahan dan kelancaran oleh
Allah SWT dalam melaksanakan aktualisasi ini.
7. Orang tua dan keluarga yang telah memberikan doa terbaik sehingga penulis selalu
iv
bersemangat dalam menjalani kegiatan.
8. Rekan – rekan Bidan di Puskesmas Sleman yang telah memberikan dukungan dan
kerjasamanya dalam kegiatan aktualisasi ini
9. Teman-teman CPNS Tahun 2019 Puskesmas Sleman yang selalu memberikan
semangat, dukungan serta motivasi.
10. Teman-teman diklat prajabatan golongan II angkatan XVI di Bandiklat Daerah
Istimewa Yogyakarta yang telah memberikan semangat dan dukungan.
11. Semua pihak yang tidak dapat penyusun sebutkan satu persatu yang telah
memberikan dukungan baik moral, material, maupun spiritual.
Penulis menyadari bahwa rancangan aktualisasi ini masih banyak kekurangan, untuk
itu masukan dan saran demi perbaikan sangat penulis harapkan. Akhir kata semoga
“Laporan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri Sipil Sebagai Calon
Bidan Terampil Dalam Pendampingan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah Pada
Ibu Hamil Anemia dengan Media Whatsapp di Puskesmas Sleman” ini banyak
memberikan manfaat.
Yogyakarta, Desember 2021
Penulis
Tesha Rosyida Nur Agustina, AMd.Keb
NIP. 19960820 202012 2 011
v
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………...…………………………i
BERITA ACARA..................................................................................................................ii
ABSTRAK............................................................................................................................iii
KATA PENGANTAR.......................................................................................................... iv
DAFTAR ISI ........................................................................................................................ vi
DAFTAR TABEL ...............................................................................................................vii
DAFTAR GAMBAR..........................................................................................................viii
DAFTAR ISTILAH............................................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................................ xi
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
A. Posisi Organisasi dalam Lingkup NKRI ........................................................................ 1
B. Visi Misi, Tujuan dan Nilai Organisasi.......................................................................... 3
C. Struktur Organisasi......................................................................................................... 5
D. Tugas dan Fungsi............................................................................................................ 6
E. Kondisi Organisasi ......................................................................................................... 9
BAB II ................................................................................................................................. 16
A. Latar Belakang Pemilihan Isu dan Kegiatan ................................................................ 16
B. Proses Aktualisasi......................................................................................................... 20
BAB III PENUTUP ............................................................................................................. 95
A. Kesimpulan................................................................................................................... 95
B. Saran ............................................................................................................................. 96
C. Rencana Aksi Penyempurnaan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar ..................................... 97
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................ 100
LAMPIRAN………………………………………………………………………...……101
vi
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Jumlah Tenaga Puskesmas Sleman Tahun 2020 ................................................... 15
Tabel 2. Hasil rekap evaluasi Hb ibu hamil anemia ............................................................ 94
Tabel 3. Rencana Aksi Nilai – Nilai Dasar Profesi PNS..................................................... 97
Tabel 4. Rencana Aksi Kegiatan Aktualisasi ...................................................................... 98
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas Sleman............................................................... 5
Gambar 2. Maps Puskesmas Sleman................................................................................... 10
Gambar 3. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Sleman ............................................................ 11
Gambar 4. Data Ibu Hamil Anemia dari file export SIMKIA SEMBADA bulan Agustus
2021 ..................................................................................................................................... 17
Gambar 5. Data Ibu Hamil Anemia dari file export SIMKIA SEMBADA bulan September
2021 ..................................................................................................................................... 17
Gambar 6. Pohon Masalah..................................................................................................... 18
Gambar 7. Melakukan koordinasi dengan bidan koordinator ............................................. 28
Gambar 8. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor....................................... 29
Gambar 9. Foto saat melakukan pencarian literatur di internet........................................... 42
Gambar 10. Screen shoot beberapa sumber literatur yang di dapatkan............................... 43
Gambar 11. Foto saat membuat video edukasi.................................................................... 43
Gambar 12. Screenshot saat proses editing video ............................................................... 43
Gambar 13. Screenshoot video edukasi.............................................................................. 44
Gambar 14. Foto saat membuat poster ................................................................................ 44
Gambar 15. Screenshot saat mendesain poster.................................................................... 44
Gambar 16. Screenshoot desain poster............................................................................... 45
Gambar 17. Format Form Pemantauan................................................................................ 46
Gambar 18. Foto koordinasi dengan bidan koordinator ...................................................... 47
Gambar 19. screenshot koordinasi dengan mentor ............................................................. 47
Gambar 20. Buku Register ANC........................................................................................... 56
Gambar 21. Proses Peminjaman buku register ANC .......................................................... 56
Gambar 22 . Data ibu hamil yang melakukan ANC pada tanggal 08-13 November 2021 . 57
Gambar 23. form pemantauan yang sudah diisi dibagian identitas..................................... 58
Gambar 24. Screenshoot whatsapp memperkenalkan diri kepada ibu hamil anemia ......... 59
Gambar 25. Screenshot ibu hamil yang sudah bersalin....................................................... 60
Gambar 26. Profil whatsapp business................................................................................... 79
Gambar 27. Grub whatsapp................................................................................................. 80
Gambar 28 . screenshot penjelasan bentuk pendampingan di grub whatsapp .................... 81
Gambar 29. Poster tentang cara minum tablet tambah darah yang tepat ............................ 82
Gambar 30. Screenshot whatsapp pemberian edukasi melalui poster................................. 83
Gambar 31. Screenshot video edukasi................................................................................. 83
Gambar 32. Screenshot pemberian edukasi video melalui grub ......................................... 84
Gambar 33. screenshot whatsapp pendamping mengingatkan ibu hamil minum tablet
tambah darah........................................................................................................................ 85
viii
Gambar 34. Screenshoot meminta ibu mengirimkan video saat minum tablet tambah darah
............................................................................................................................................. 86
Gambar 35. Contoh kartu kontrol minum tablet tambah darah yang sudah terisi............... 87
Gambar 36. Ibu hamil mengirimkan video saat minum tablet tambah darah...................... 87
Gambar 37. Form pemantauan yang sudah terisi ................................................................ 88
Gambar 38. Screenshot whatsapp mengingatkan ibu kontrol dan memotivasi untuk
evaluasi Hb ulang ................................................................................................................ 89
Gambar 39. Laporan hasil evaluasi Hb ............................................................................... 91
Gambar 40. Form pemantauan yang sudah terisi hasil evaluasi Hb.................................... 91
ix
Anemia DAFTAR ISTILAH
Malabsorpsi
: suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam
Paritas darah kurang dari normal
Pemeriksaan ANC
(Antenatal Care) : kumpulan gejala yang disebabkan oleh gangguan
Hemoglobin (Hb) penyerapan salah satu atau beberapa zat nutrisi di usus
halus
Screenshot
: jumlah atau banyaknya persalinan yang pernah dialami
Whatsapp ibu baik lahir hidup maupun mati.
: pemeriksaan kehamilan yang bertujuan untuk
meningkatkan kesehatan fisik dan mental pada ibu hamil
secara optimal
: Hemoglobin merupakan zat warna yang terdapat dalam
darah merah yang berguna untuk mengangkut oksigen
(O2) dan karbondioksida CO2 dalam tubuh
: Tindakan untuk bisa menangkap dan menyimpan sebuah
tampilan pada layar smartphone ataupun laptop
: Aplikasi gratis yang menyediakan layanan bertukar
pesan dan panggilan yang sederhana, aman, dan reliabel
serta tersedia pada berbagai telepon di seluruh dunia.
x
DAFTAR LAMPIRAN
1. Lembar konsultasi Rancangan Aktualisasi
2. Lembar konsultasi Laporan Aktualisasi
3. Surat pernyataan mentor
4. Lembar form masukan penguji
5. Lembar form masukan mentor
6. Lembar form masukan coach
7. Lembar komitmen revisi
8. Slide presentasi Rancangan Aktualisasi
9. Slide presentasi Laporan Aktualisasi
10. Jadwal Aktualisasi
xi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Posisi Organisasi dalam Lingkup NKRI
Kabupaten Sleman terletak diantara 107o 15’ 03’’ dan 100° 29’ 30’’ lintang selatan.
Wilayah Kabupaten Sleman berketinggian antara 100–2500 m dari permukaan laut. Jarak
terjauh utara–selatan ± 32 km, timur–barat ±35 km. Luas wilayah Kabupaten Sleman seluas
18 % dari luas wilayah DIY atau seluas 57.482.000 ha. Dari luas wilayah tersebut pada
tahun 2013 termanfaatkan untuk tanah sawah seluas 24.774,000 ha (43,10%), tanah tegalan
seluas 3.924,000 ha (6,83%), tanah pekarangan seluas 18.561,000 ha (32,29%), hutan seluas
530,000 ha (0,09%), tanah tandus dan semak 1.263,000 (2,20%) dan lain-lain seluas
8.430,000 ha (14,67%).
Kabupaten Sleman terdiri dari 17 kecamatan, 86 desa, 1212 dusun, dengan jumlah
2.890 RW dan 6.961 RT. Jumlah penduduk pada pertengahan tahun 2017 sebesar 1.062.861
jiwa, terdiri laki-laki 531.741 jiwa dan perempuan 531.120 jiwa. Tingkat kepadatan
penduduk 1.849 jiwa/km2, rasio jenis kelamin laki-laki per wanita sebesar 100,12%,
Pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Sleman terletak di Kecamatan Sleman
Kabupaten Sleman. Kecamatan Sleman merupakan daerah agraris. Wilayah kerja
Puskesmas Sleman meliputi 5 desa binaan yaitu Desa Trimulyo,Tridadi, Triharjo,
Caturharjo Dan Pandowoharjo yang semuanya masuk dalam wilayah Kabupaten Sleman
dengan batas wilayah sebagai berikut : sebelah timur berbatasan dengan wilayah Sebelah
Utara Kecamatan Sleman, sebelah Barat Kecamatan Seyegan dan sebelah Selatan
Kecamatan Sleman, luas wilayah kerja Puskesmas Puskesmas Sleman 1.428 ha atau sekitar
2,5 % dari keseluruhan wilayah Kabupaten Sleman.
Puskesmas Sleman menempati lokasi di Dusun Srimulyo, Kelurahan Triharjo,
Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman yang beralamat di Jalan Kapten Haryani No.06
Srimulyo Triharjo Sleman, Sleman Yogyakarta, Yogyakarta 55514 Sejak awal berdirinya
sampai sekarang, Puskesmas Sleman telah mengalami beberapa peningkatan baik mengenai
fisik bangunan, sarana dan prasarana Puskesmas hingga peningkatan jumlah sumber daya
manusianya.
Semula Puskesmas Sleman merupakan Puskesmas Sebagai Pusat Kesehatan
Masyarakat yang hanya memberikan pelayanan dasar, kemudian sejak tahun 1985 mulai
dikembangkan menjadi Puskesmas induk, dan dari tahun ke tahun mulai dengan melakukan
diversifikasi pelayanan kesehatan berupa pelayanan dalam rawat jalan (Balai Pengobatan
1
Umum, BP Gigi, KIA), laboratorium , konseling gizi, kesehatan lingkungan, psikologi, dan
kegiatan promotif lainnya.
Puskesmas Sleman adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau sebagian
wilayah kecamatan. Sebagai unit pelaksana teknis, puskesmas melaksanakan sebagian tugas
Dinas Kesehatan kabupaten Sleman.
Berdasarkan Permenkes Nomor 75 tahun 2014 tentang Puskesmas, puskesmas
memiliki Fungsi penting antara lain:
1. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama di wilayah kerjanya
Dalam menyelenggarakan fungsi tersebut, puskesmas berwenang untuk
melaksanakan perencanaan berdasarkan analisis masalah kesehatan masyarakat dan
analisis kebutuhan pelayanan yang diperlukan; melaksanakan advokasi dan sosialisasi
kebijakan kesehatan; melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi, dan
pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan; menggerakkan masyarakat untuk
mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kesehatan pada setiap tingkat
perkembangan masyarakat yang bekerjasama dengan sektor lain terkait; melaksanakan
pembinaan teknis terhadap jaringan pelayanan dan upaya kesehatan berbasis
masyarakat; melaksanakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Puskesmas;
memantau pelaksanaan pembangunan agar berwawasan kesehatan; melaksanakan
pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan Pelayanan
Kesehatan; dan memberikan rekomendasi terkait masalah kesehatan masyarakat,
termasuk dukungan terhadap sistem kewaspadaan dini dan respon penanggulangan
penyakit
2. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama di wilayah kerjanya
Dalam penyelenggaraan fungsi UKP puskesmas berwenang untuk
menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan dasar secara komprehensif,
berkesinambungan dan bermutu; menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang
mengutamakan upaya promotif dan preventif; menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan
yang berorientasi pada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat;
menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan yang mengutamakan keamanan dan
keselamatan pasien, petugas dan pengunjung; menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan
dengan prinsip koordinatif dan kerja sama inter dan antar profesi; melaksanakan rekam
medis; melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan evaluasi terhadap mutu dan akses
Pelayanan Kesehatan; melaksanakan peningkatan kompetensi Tenaga Kesehatan;
2
mengoordinasikan dan melaksanakan pembinaan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat
pertama di wilayah kerjanya; dan melaksanakan penapisan rujukan sesuai dengan
indikasi medis dan Sistem Rujukan.
Bisnis Puskesmas adalah bisnis kepercayaan ( Trusty Business/ Value Business)
yang berarti bahwa berkembang tidaknya organisasi ini tergantung pada besarnya
kepercayaan pelanggan / pengguna jasa pelayanan Puskesmas. Pada masa sekarang ini
sangat sulit untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat sebagai pelanggan /
pemakai jasa pelayanaan Puskesmas, hal ini terlihat dengan semakin maraknya tuntutan
sosial terhadap Puskesmas, dokter maupun tenaga professional lainnya di Puskesmas.
Dengan adanya aturan-aturan yang ada yang kadangkala justru menimbulkan
kekakuan dalam pengelolaan keuangan Puskesmas serta dengan semakin menurunnya
kemampuan dana pemerintah dalam penganggaran, memacu Puskesmas sebagai unit
pelaksana teknis untuk mencari jalan keluar, oleh karena itu berbagai upaya
penyempurnaan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat perlu terus
dilakukan, salah satu langkah strategis yang harus ditempuh dalam upaya memperbaiki
dan meningkatkan kualitas pelayanan tersebut adalah dengan secara aktif meningkatkan
kinerja organisasi Puskesmas secara professional dan mandiri.
B. Visi Misi, Tujuan dan Nilai Organisasi
1. Visi Misi Kabupaten Sleman
a. Visi
Berdasarkan Peraturan Daerah Sleman Nomor 3 Tahun 2021 tentang RPJMD
Tahun 2021-2026, Visi Pemerintah Kabupaten Sleman:
“Terwujudnya Sleman Sebagai Rumah Bersama Yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya
Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong”
b. Misi
Berdasarkan Peraturan Daerah Sleman Nomor 3 Tahun 2021 tentang RPJMD
Tahun 2021-2026, Misi Pemerintah Kabupaten Sleman :
1) Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dengan dukungan teknologi
untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
2) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pelayanan pendidikan dan
kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
3) Membangun perekonomian yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan
kesejahteraan.
3
4) Meningkatkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai macam
ancaman dan bencana.
5) Membangun sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung
terwujudnya kabupaten cerdas.
6) Menguatkan budaya masyarakat yang saling menghargai dan jiwa gotong
royong.
2. Visi Misi Puskesmas Sleman
a. Visi
Terwujudnya masyarakat Kecamatan Sleman yang lebih mandiri, berbudaya sehat
melalui penerapan Smart Health pada tahun 2021
b. Misi
1) Meningkatkan tata kelola pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas
sumber daya puskesmas
2) Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua
lapisan masyarakat
3) Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan
4) Meningkatkan kerja sama lintas sektor dan lintas program yang harmonis
5) Meningkatkan pengelolaan data serta penerapan aplikasi dan integrasi sistem e-
health melalui tahapan berkelanjutan
3. Tujuan
a. Meningkatkan tata kelola pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas
sumberdaya puskesmas baik SDM maupun sarana dan prasarana sesuai standar.
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi semua
lapisan masyarakat.
c. Meningkatkan kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan.
d. Meningkatkan kerja sama lintas sector dan lintas program yang harmonis dalam
bidang kesehatan
e. Meningkatkan pengelolaan data serta penerapan aplikasi dan integritas sistem e-
health secara bertahap.
4. Tata Nilai
Nilai-nilai Dasar Puskesmas Sleman dalam melaksanakan tugas yaitu adalah
Profesional, Transparansi, Disiplin dan Tanggung Jawab, Kerja Sama.
4
a. Profesional, bahwa di dalam melaksanakan tugas/kewajiban harus dilandasi dengan
standar pelayanan profesi yang berlaku, kompetensi, menegakkan integritas, nilai
etika dan responsive dalam melaksanakan profesi.
b. Transparansi, bahwa profesi pengambilan keputusan harus dapat diketahui oleh
berbagai pihak yang berkepentingan.
c. Disiplin dan Tanggung jawab, bahwa dalam melaksanakan tugas/kewajiban harus
dilandasi oleh sikap disiplin yang tinggi terhadap norma dan standar profesi serta
aturan-aturan yang berlaku tanpa merasa diawasi, namun tumbuh dari rasa
tanggungjawab pribadi.
d. Kerja Sama, bahwa kegiatan-kegiatan suatu organisasi harus dilaksanakan secara
terpadu dengan berbagai pihak guna mencapai tujuan yang sudah ditetapkan oleh
organisasi secara bersama-sama.
C. Struktur Organisasi
Gambar 1. Struktur Organisasi Puskesmas Sleman
5
D. Tugas dan Fungsi
1. Organisasi
a. Tugas Puskesmas
Puskesmas adalah suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang
merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran
serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok.
Puskesmas memiliki satuan penunjang di antaranya adalah puskesmas
pembantu dan puskesmas keliling, puskesmas pembantu yaitu unit pelayanan
kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam rung lingkup wilayah yang lebih
kecil.
Sedangkan puskesmas Keliling yaitu unit pelayanan kesehatan keliling yang
dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan kesehatan, dengan tugas yaitu
memberi pelayanan kesehatan daerah terpencil.
Fungsi dan kegiatan pokok puskesmas tertuang dalam buku pedoman kerja.
Puskesmas memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam memelihara
kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka meningkatkan status
kesehatan masyarakat seoptimal mungkin. Berdasarkan Buku Pedoman Kerja
Puskesmas yang terbaru ada beberapa usaha pokok kesehatan yang dapat dilakukan
oleh puskesmas, itupun sangat tergantung kepada faktor tenaga, sarana dan prasarana
serta biaya yang tersedia.
Pelaksanaan kegiatan pokok diarahkan kepada keluarga sebagai satuan
masyarakat terkecil. Oleh karena itu kegiatan pokok puskesmas ditujukan untuk
kepentingan keluarga sebagai bagian dari masyarakat di wilayah kerjanya. Kegiaian-
kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas dan kegiatan pokok di atas adalah:
1. UKM dan Perkesmas
2. Upaya Kesehatan Perorangan (UKP), Kefarmasian dan Laboratorium
3. Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Pelayanan Kesehatan Masyarakat
b. Fungsi Puskesmas
Ada 3 fungsi pokok puskesmas, yaitu:
6
1. Sebagai pusat pembangunan kesehatan masyarakat di wilayahnya
2. Membina peran serta masyarakat di wilayah kerjanya dalam rangka
meningkatkan kemampuan untuk hidup sehat
3. Memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada
masyarakat di wilayah kerjanya.
Proses dalam melaksanakan fungsinya, dilakukan dengan cara:
a. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam
rangka menolong dirinya sendiri.
b. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggali dan
menggunakan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien.
c. Memberi bantuan yang bersifat bimbingan teknis materi dan rujukan medis
maupun rujukan kesehatan kepada masyarakat dengan ketentuan bantuan
tersebut tidak menimbulkan ketergantungan.
d. Memberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat.
e. Bekerja sama dengan sektor-sektor yang bersangkutan dalam melaksanakan
program puskesmas.
2. Unit Kerja
Penulis adalah seorang perawat yang bekerja di unit UKP (Upaya Kesehatan
Perseorangan). Salah satu tugas puskesmas adalah memberikan pelayanan bagi
perseorangan. UKP (Upaya Kesehatan Perseorangan) merupakan suatu kegiatan dan
atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk peningkatan,
pencegahan, penyembuhan penyakit, pengurangan penderitaan akibat penyakit dan
memulihkan kesehatan perseorangan.
a) Balai Pengobatan Umum (BPU)
Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat I berperan menyediakan
pelayanan pemeriksaan kesehatan secara umum bagi masyarakat. Di Puskesemas
Sleman, fasilitas pelayanan ini disebut sebagai BP Umum. Pelayanan ini menyediakan
pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan untuk keluhan kesehatan secara umum
selain kondisi gawat darurat. Pelayanan kesehatan di BP Umum dilakukan oleh
beberapa orang dokter umum dan perawat. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,
pelayanan BP Umum juga terintegrasi dengan semua pelayanan-pelayanan lain di
Puskesmas Sleman
b) Pelayanan 24 Jam Terbatas
7
Pelayanan 24 Jam Terbatas merupakan salah satu bagian pelayanan di Puskesmas
Sleman yang bertugas untuk melakukan tindakan medis dan terapi untuk mencegah
kematian dan kecacatan akibat kecelakaan atau penyakit tertentu. Pelayanan yang
dilakukan meliputi observasi, diagnosis, pengobatan, dan tindakan medis secara cepat
terhadap kondisi gawat darurat
3. Pegawai
Berdasarkan PERMENPAN RB Nomor 36 Tahun 2019 tentang Jabatan
Fungsional Bidan, Tugas Jabatan Fungsional Bidan yaitu melakukan kegiatan
kebidanan yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pengelolaan pelayanan
kebidanan.
Uraian Tugas jabatan fungsional Bidan Terampil yaitu:
1. Melakukan pengkajian pada Ibu hamil fisiologis.
2. Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana pada pelayanan kebidanan.
3. Merencanakan asuhan kebidanan kasus fisiologis sesuai kesimpulan.
4. Memfasilitasi informed choice dan / atau informed consent.
5. Melakukan tindakan pencegahan infeksi.
6. Memberikan nutrisi dan rehidrasi / oksigenisasi / personal hygiene.
7. Memberikan vitamin / suplemen pada klien / asuhan kebidanan kasus fisiologis.
8. Melaksanakan kegiatan asuhan pada kelas Ibu hamil.
9. Memberikan KIE tentang kesehatan Ibu pada individu / keluarga sesuai dengan
kebutuhan.
10. Melakukan asuhan Kala I persalinan fisiologis.
11. Melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis.
12. Melakukan asuhan Kala III persalinan fisiologis.
13. Melakukan asuhan Kala IV persalinan fisiologis.
14. Melakukan pengkajian pada Ibu nifas.
15. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas 6 jam sampai dengan hari ke tiga pasca
persalinan (KF1)
16. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 4-28 pasca persalinan (KF 2)
17. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari ke 29-42 pasca persalinan (KF 3).
18. Melakukan asuhan kebidanan pada gangguan psikologis ringan dengan
pendampingan.
19. Melakukan fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) pada persalinan normal.
20. Melakukan asuhan bayi baru lahir normal.
8
21. Melakukan penanganan awal kegawatdaruratan pada Bayi Berat Lahir Rendah
(BBLR).
22. Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang kesehatan anak
pada individu / keluarga sesuai kebutuhan.
23. Melakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB) oral dan kondom.
24. Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) tentang Kesehatan
Reproduksi Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) pada individu / keluarga
sesuai kebutuhan.
25. Melakukan promosi dan edukasi tentang perilaku pola hidup sehat untuk remaja
termasuk personal hygiene dan nutrisi.
26. Melakukan pendataan sasaran pada individu (WUS / PUS / Keluarga Berencana
/ Ibu hamil / Ibu nifas / Ibu menyusui / bayi dan balita) di wilayah kerja
Puskesmas melalui kunjungan rumah.
27. Melakukan tabulasi sasaran pada individu (WUS / PUS / Keluarga Berencana /
Ibu hamil / Ibu nifas / Ibu menyusui / bayi dan balita).
28. Mengikuti pelaksanaan kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) atau Musyawarah
Masyarakat Desa (MMD).
29. Melaksanakan pelayanan kebidanan di posyandu/posbindu/ kampung Keluarga
Berencana (KB) atau tempat lain sesuai penugasan
30. Melakukan pemberian imunisasi rutin sesuai program pemerintah pada anak
sekolah
E. Kondisi Organisasi
1. Letak Organisasi
Pusat Kesehatan Masyarakat Sleman terletak di Pedukuhan Srimulyo Kelurahan
Triharjo Kecamatan Sleman , Kabupaten Sleman bagian tengah, atau di jalan Kapten
Hariyadi no. 06 Srimulyo, Triharjo, Sleman, Telpon (0274) 868374 merupakan daerah
perbatasan antara wilayah agraris dan perkotaan yang wilayahnya memanjang dengan
bentang lebih kurang 4 km. Luas wilayah kerja Pusat Kesehatan Masyarakat Sleman
secara keseluruhan mencapai 31.320.000 Ha tinggi permukaan laut 2.430m dan suhu
maksimal/minimal 34°C/22°C.
Secara Administratif Wilayah Pusat Kesehatan Masyarakat Sleman terdiri dari 5
desa dan 83 dusun, 477 RT, 203 RW dan terinci menjadi : Desa Triharjo 12 dusun ,
9
Desa Tridadi 15 Dusun, Desa Trimulyo 14 dusun, Desa Caturharjo 20 Dusun dan Desa
Pandowoharjo 22 Dusun.
Gambar 2. Maps Puskesmas Sleman
1. Batas-batas wilayah Puskesmas Sleman
Sebelah Utara : Kecamatan Turi
Sebelah Timur : Kecamatan Ngaglik
Sebelah Selatan : Kecamatan Mlati
Sebelah Barat : Kecamatan Tempel
2. Jarak dengan Pusat Pemerintahan
Kelurahan / Desa terjauh : 5 Km
Kecamatan : 3 Km
Kabupaten : 3 Km
Propinsi : 15 Km
3. Keadaan Cuaca
Jumlah hari dengan curah hujan terbanyak : 20 hari
Banyak nya curah hujan : 2.250 mm3/Th
10
Wilayah kerja Puskesmas Sleman dapat dilihat pada peta berikut:
Gambar 3. Peta Wilayah Kerja Puskesmas Sleman
2. Sarana Prasarana
Sarana
Sarana kesehatan di Puskesmas Sleman terdiri dari 1 Puskesmas induk dan 5 Puskesmas
Pembantu,
a. Unit Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Perawatan Kesehatan Masyarakat
(Perkesmas)
1) UKM Esensial dan Perkesmas
a) Pelayanan Promosi Kesehatan
b) Pelayanan Kesehatan Lingkungan
c) Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKM
d) Pelayanan Gizi yang Bersifat UKM
e) Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
f) Pelayanan Keperawatan Kesehatan Masyarakat
11
2) UKM Pengembangan
a) Pelayanan Kesehatan Jiwa
b) Pelayanan Usaha kesehatan Sekolah (UKS)
c) Pelayanan Kesehatan Lansia
b. UnitanUpaya Kesehatan Perorangan (UKP)
Pelayanan yang ada di Unit UKP antara lain:
1) Pelayanan Pemeriksaan Umum
a) Pemeriksaan Umum
b) Pemeriksaan Lanjut Usia (Lansia)
2) Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut
a) Pencabutan gigi
b) Pembersihan karang gigi
c) Perawatan gigi
d) Tambal gigi
3) Pelayanan KIA-KB yang bersifat UKP
a) Pemeriksaan ibu hamil
b) Pelayanan KB
c) Pelayanan Imunisasi
d) Kesehatan Reproduksi / Infeksi Menular Seksual : Hari rabu’ di Induk
c. Unit Pelayanan Gawat Darurat/Unit 24 jam Terbatas (U24JT)
Pelayanan 24 jam terbatas Sleman merupakan pintu gerbang masuknya
pasien yang membutuhkan pertolongan cepat dan tepat. Menggunakan sistem
triage (sistem seleksi penderita).
Pasien dikategorikan sesuai tingkat kegawatan dan prioritas penanganan
dengan kode warna: merah, kuning, dan hijau. Selain itu untuk menunjang
penegakkan diagnosa agar lebih tepat dan akurat untuk penanganan yang cepat dan
sesuai. U24JT24 jam terbatas memiliki tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya,
dan memiliki kompetensi penanganan pasien gawat darurat yang tersertifikasi
dengan pelatihan ACLS dan PPGD.
d. Unit Pelayanan Gizi yang besifat UKP
Unit pelayanan gizi menerima konseling antara lain:
1) Konsultasi gizi pada ibu hamil dan menyusui
2) Konsultasi gizi pada penderita Penyakit Kronis (Hipertensi dan Diabetes
Mellitus)
3) Konsultasi gizi pada Anak Kurang Gizi
12
4) Konsultasi gizi pada penderita TBC
e. Unit Pelayanan Rawat Inap dan Persalinan
Terdapat 4 tampat tidur untuk pasien umum dan 4 tempat tidur untuk persalinan
dan atau hamil sakit.
f. Unit Pelayanan Kefarmasian
Pelayanan farmasi di Puskesmas Sleman adalah:
1) Pengelolaan Obat Dan Bahan Medis Habis Pakai
2) Pelayanan Farmasi klinik
3) Kunjungan Resep Obat Puskesmas Sleman
g. Unit Pelayanan Laboratorium
Pemeriksaan dasar Laboratorium Puskesmas Sleman adalah :
1) Hematologi : hemoglobin, hematokrit, jumlah eritrosit, jumlah leukosit, jumlah
trombost, hitung jenis leukosit, LED. Kimia klinik : glukosa, asam urat,
cholesterol, trigliserid.
2) Mikrobiologi dan parasitologi : BTA, preparat Gram, preparat GO,
Trichomonas sp, jamur dan spora (pada permukaan dan sekret), malaria.
3) Imunologi : Tes kehamilan, golongan darah, widal, HbsAg, Anti HIV, Anti
Syphilis. RPR
4) Urinalisa : makroskopis (warna, kejernihan, bau, volume), Ph, berat jenis,
protein, glukosa, bilirubin, urobilinogen, keton, nitrit, leukosit, eritrosit, dan
mikroskopis (sedimen urin).
h. Unit Pelayanan Fisioterapi
Jenis Pelayanan Fisioterapi antara lain:
1) Tumbuh kembang anak
2) Fisioterapi kesehatan wanita dan masalah kesehatan reproduksi.
3) Fisioterapi kesehatan dan keselamtan kerja.
4) Fisioterapi usia lanjut / geriatri
5) Fisioterapi olahraga.
6) Fisioterapi pelayanan medik
i. Unit Pelayanan Konseling Sanitasi
Pelayanan konseling Sanitasi meliputi:
1) Pelayanan pasien yang menderita penyakit dan atau gangguan kesehatan yang
diakibatkan oleh faktor risiko lingkungan.
13
2) Pelayanan pasien yang dating untuk berkonsultasi masalah kesehatan
lingkungan (dapat disebut klien).
j. Unit Pelayanan Psikologi
Pelayanan Psikologi di Puskesmas Sleman adalah:
1) Kunjungan Atas Rujukan (Internal & Eksternal)
2) Atas Permintaan Sendiri (APS)
3) Konseling Keluarga
4) Konseling Caten (calon Penganten)
k. Unit Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis)
Pelayanan pengelolaan penyakit kronis di Puskesmas Sleman antara lain:
1) Klinik prolanis : dilaksanakan pada selasa minggu ke dua untuk prolanis DM
dan selasa minggu ke empat untuk prolanis hipertensi.
2) Pemeriksaan laboratorium : bekerjasama dengan Lab Parahita, dilaksanakan
setiap selasa minggu ke dua untuk peserta DM.
3) Senam : dilaksanakan sebulan dua kali. Selasa minggu ke dua untuk peserta
DM, selasa minggu ke empat untuk peserta HT.
4) Penyuluhan kesehatan : Dilaksanakan sebulan dua kali.
5) SMS gateway : sebagai reminder kegiatan prolanis dan info kesehatan
l. Jaringan Pelayanan Puskesmas dan Jejaring Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Beberapa Jaringan Puskesmas Sleman meliputi:
a. Pelayanan Puskesmas Pembantu
b. Pelayanan Puskesmas Keliling
c. Pelayanan Bidan Desa
d. Jejaring fasilitas Pelayanan Kesehatan
Prasarana
Puskesmas Sleman memiliki prasarana terdiri atas:
a. Sistem penghawaan (ventilasi);
b. Sistem pencahayaan
c. Sistem sanitasi
d. Sistem kelistrikan
e. Sistem komunikasi
f. Sistem gas medik
g. Sistem proteksi petir
h. Sistem proteksi kebakaran
14
i. Sistem pengendalian kebisingan
j. Sistem transportasi vertikal untuk bangunan lebih dari 1 (satu) lantai;
k. Kendaraan Puskesmas keliling
l. Kendaraan ambulans
3. SDM (Sumber Daya Manusia)
Jumlah tenaga yang bekerja di Puskesmas Sleman adalah sebagai berikut :
Tabel 1. Jumlah Tenaga Puskesmas Sleman Tahun 2020
Jum lah Pegaw ai Menurut Pendidikan
No Unit Kerja S2 D4/S1 Pe ndidik an SLTP SD Jum lah
D3 SLTA
A Pejabat Stuktural dan Fungsional
1 Manajemen 1 3 2 13 3 22
0
B Pejabat Fungsional Tertentu
1 Apoteker 2 2
2 Asisten Apoteker 2 2
3 Bidan 12 12
4 Dokter Umum 5 5
5 Dokter Gigi 2 2
6 Epidemiologi 11
7 Fisioterapi 1 1
8 Nutrisionis 21 3
9 Promkes 11 2
10 Peraw at 2 12 14
11 Peraw at Gigi 3 3
12 Perekam Medis 2 2
13 Pranata Laboratorium 2 2
14 Sanitarian 12 3
15 Psikolog 1 1
16 Kesmas 1 1
Jum lah 2 18 41 14 3 0 78
15
BAB II
AGENDA AKTUALISASI
A. Latar Belakang Pemilihan Isu dan Kegiatan
Selama bertugas sebagai bidan terampil di Puskesmas Sleman terdapat ibu hamil yang
masih mengalami anemia walaupun sudah diberikan tablet tambah darah. Berdasarkan
WHO, anemia pada kehamilan ditegakkan apabila kadar hemoglobin (Hb) <11 g/dL atau
hematokrit (Ht) <33%, serta anemia pasca salin apabila didapatkan Hb <10 g/dL. Center for
disease control and prevention mendefinisikan anemia sebagai kondisi dengan kadar Hb
<11 g/dL pada trimester pertama dan ketiga, Hb <10,5 g/dL pada trimester kedua, serta <10
g/dL pada pasca persalinan. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi
pada kehamilan dan persalinan, meningkatnya resiko angka kematian ibu dan bayi, dan berat
badan bayi lahir rendah. Dampak anemia pada kehamilan bervariasi dari keluhan yang
sangat ringan hingga terjadinya gangguan kelangsungan kehamilan.
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi timbulnya anemia ibu hamil antara lain: sosial
ekonomi, pengetahuan, frekuensi pemeriksaan kehamilan (Nurhidayati, 2013), umur ibu,
jarak kehamilan, paritas, penyakit infeksi (Yanti, et al., 2015), kurang konsumsi zat besi,
folat, vitamin B12, perdarahan kronis (Laksmi, 2008), status gizi, pola makan, kepatuhan
mengonsumsi tablet Fe, gangguan penyerapan zat besi dalam tubuh, umur kehamilan
(Wibisono, et al., 2009).
Kepatuhan mengkonsumsi tablet besi diukur dari ketepatan jumlah tablet yang
dikonsumsi, ketepatan cara mengkonsumsi tablet besi, frekuensi konsumsi per hari
(Hidayah, 2012). Berbagai macam faktor yang mempengaruhi kepatuhan ibu dalam
mengkonsumsi tablet besi antara lain kunjungan antenatal care (ANC), suplai tablet, efek
samping dan manfaat yang dirasakan ibu setelah mengkonsumsi tablet besi, konseling dari
petugas kesehatan, dukungan keluarga, kepercayaan tradisional, forgetfullness dan
pengetahuan ibu hamil mengenai tablet besi (Wiradnyani, 2013)
Jumlah ibu hamil anemia di Puskesmas Sleman pada bulan agustus 2021 adalah 29 ibu
hamil anemia dan 2 orang diantaranya masih mengalami anemia pada 2 minggu kemudian.
Sedangkan pada bulan september 2021 terdapat 41 ibu hamil yang mengalami anemia dan
5 orang diantaranya masih mengalami anemia setelah 2 minggu diberikan tablet tambah
darah. Berikut data ibu hamil dengan anemia pada bulan Agustus-September yang di ambil
dari SIMKIA SEMBADA sebagai berikut :
16
Gambar 4. Data Ibu Hamil Anemia dari file export SIMKIA SEMBADA bulan Agustus 2021
Gambar 5. Data Ibu Hamil Anemia dari file export SIMKIA SEMBADA bulan September
2021
17
Analisis isu menggunakan pohon masalah
Gambar 6. Pohon Masalah
Banyak ibu hamil anemia
Defisiensi Fe/Zat Besi
Kurang asupan Tidak konsumsi Malabsorsi/gang
nutrisi guan penyerapan
mengandung Fe tablet tambah darah
zat besi
secara rutin
Kurangnya kesadaran ibu Belum ada Belum adanya media
hamil untuk rajin dalam pemantauan minum
minum tablet tambah pendampingan minum tablet tambah darah
darah bagi ibu hamil anemia
tablet tambah darah
kepada ibu hamil anemia
Pemasalahan masih banyak ibu hamil yang masih mengalami anemia walaupun sudah
diberikan tablet tambah darah karena belum adanya pendampingan minum tablet tambah
darah bagi ibu hamil anemia, terkait dengan hal itu perlu adanya pendamping bagi ibu hamil
anemia agar dapat patuh dalam meminum tablet tambah darah
Untuk mewujudkan program pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah
pada ibu hamil anemia di Puskesmas Sleman Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, maka
beberapa gagasan pemecahan isu yang dapat dilaksanakan diantaranya adalah
1. Melakukan koordinasi dengan bidan koordinator dan mentor terkait program
pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah
a. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan bidan koordinator mengenai
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama menjalankan aktualisasi
program pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah
18
b. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor mengenai kegiatan-
kegiatan yang akan dilakukan selama menjalankan aktualisasi program
pendampingan kepatuhan
2. Pembuatan video dan poster sebagai media edukasi minum tablet tambah darah yang
tepat, serta pembuatan form pemantauan sebagai bukti kontrol kepatuhan minum tablet
tambah darah
a. Mencari literatur tentang cara minum tablet tambah darah yang tepat dalam
bahan materi pembuatan video dan poster
b. Membuat video edukasi cara cara minum tablet tambah darah yang tepat
c. Membuat poster cara minum tablet tambah darah yang tepat
d. Membuat form pemantauan sebagai bukti kontrol kepatuhan minum tablet
tambah darah
e. Melakukan koordinasi hasil desain poster, video dan form pemantauan
3. Melakukan pengambilan data ibu hamil anemia
a. Melakukan pengambilan data ibu hamil anemia dari buku register Antenatal
Care (ANC) di poli KIA
b. Mencatat identitas beserta nomer handphone dan hasil pemeriksaan Hb pada
form pemantauan
c. Menghubungi nama-nama ibu hamil anemia secara pribadi melalui nomer
whatsapp yang tertera pada form pendampingan untuk memperkenalkan diri
dan menyampaikan adanya program pendampingan
4. Melakukan pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah pada ibu hamil
anemia melalui media whatsapp
a. Membuat grub whatsapp pendampingan ibu hamil anemia
b. Menjelaskan bentuk kegiatan pemantauan
c. Memberikan video cara minum tablet tambah darah yang benar
d. Mengirimkan poster cara minum tablet tambah darah yang benar
e. Bidan melakukan reminder untuk minum tablet tambah darah di grub whatsapp
2 kali sehari (pagi dan malam)
f. Meminta ibu untuk mengirimkan bukti video saat minum tablet tambah darah
dan mencentang kartu kontrol minum tablet tambah darah pada buku KIA
g. Mencatat laporan ibu hamil yang sudah minum tablet tambah darah pada form
pendampingan
19
h. Memotivasi ibu hamil anemia untuk melakukan evaluasi Hb setelah dilakukan
pendampingan selama 2 minggu
i. Mencatat hasil Hb evaluasi
Dari keempat gagasan pemecahan isu tersebut, kegiatan pendampingan kepatuhan
minum tablet tambah darah bagi ibu hamil anemia dapat menjadi inovasi bagi
Puskesmas Sleman. Sehingga semua ibu hamil yang mengalami anemia dapat
terpantau dan kadar hemoglobin menjadi optimal menjelang persalinan
B. Proses Aktualisasi
Terlampir di halaman selanjutnya
20
Kegiatan 1. Melakukan koordinasi dengan bidan koordinator dan mentor terkait program
pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah
Kegiatan / Kegiatan :
Sub Kegiatan / Melakukan koordinasi dengan bidan koordinator dan mentor
Output terkait program pendampingan kepatuhan minum tablet tambah
darah
Sub Kegiatan :
a. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan bidan
koordinator mengenai kegiatan pendampingan
b. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor
mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama
menjalankan aktualisasi program pendampingan
kepatuhan minum tablet tambah darah
Tanggal Output Kegiatan :
Tingkat Pencapaian a. Terlaksana pertemuan dengan bidan koordinator
b. Mendapatkan saran dan masukan dari bidan koordinator
Deskripsi Proses c. Mendapatkan izin melakukan kegiatan pendampingan
30 Oktober s.d. 03 November 2021
Kegiatan koordinasi dengan bidan koordinator dan mentor
terkait program pendampingan kepatuhan minum tablet tambah
darah terlaksana dengan tingkat pencapaian sebesar 100%.
Dengan indikator capaian:
a. Telah mendapatkan saran dan masukan tentang pelaksanaan
program pendampingan minum tablet tambah darah bagi ibu
hamil anemia
b. Telah mendapatkan izin untuk melakukan kegiatan
pendampingan minum tablet tambah darah bagi ibu hamil
anemia
Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan bidan
koordinator mengenai kegiatan pendampingan
21
Tahapan pertama dalam kegiatan ini yaitu menyampaikan
rencana kegiatan yang akan dilakukan secara detail sesuai
jadwal yang disusun, menyampaikan target sasaran dan hasil
akhir yang diharapkan dari program pendampingan ini. Serta
berkoordinasi mengenai jalannya program pendampingan agar
kegiatan ini dapat melibatkan semua bidan yang bertugas.
Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor
mengenai kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama
menjalankan aktualisasi program pendampingan
kepatuhan minum tablet tambah darah
Setelah berkoordinasi dengan bidan koordinator, kemudian
dilakukan kegiatan konsultasi dan koordinasi dengan mentor.
Kegiatan ini dimulai dengan memaparkan rencana kegiatan
aktualisasi secara detail dan menyampaikan masukan dari bidan
koordinator mengenai pelaksanaan program pendampingan.
Pada tahapan ini didapatkan target sasaran yang akan dilakukan
pendampingan, dan rangkaian kegiatan yang akan
dilaksanakan. Tahapan kegiatan dalam program pendampingan
sudah mendapatkan persetujuan dari mentor
Solusi Solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah dengan
melakukan janji temu terlebih dahulu, melakukan koordinasi
sebelum atau sesudah kegiatan pelayanan pasien.
Daftar Lampiran 1. Foto kegiatan
2. Catatan saran dan masukan dari bidan koordinator
3. Catatan saran dan masukan dari mentor
Penjelasan Keterkaitan Kegiatan/Sub Kegiatan dengan Nilai-Nilai Mata
Pelatihan:
Manajemen ASN
Melakukan konsultasi dengan atasan sebagai bentuk tanggung jawab dalam terhadap
rencana aktualisasi yang akan dijalankan.
Pelayanan Publik
22
Melakukan konsultasi dengan atasan (mentor dan bidan koordinator) bertujuan untuk
mendapatkan saran dan masukan agar kegiatan aktualisasi yang dilakukan menjadi lebih
baik lagi. Sehingga akan menghasilkan kegiatan yang profesional dan bermanfaat bagi
pasien
Whole Of Goverment
Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi ini membutuhkan koordinasi dan sinergi dari
semua pihak termasuk dari calon ASN dan atasan, hal tersebut dimulai dengan
melakukan konsultasi dan koordinasi dengan atasan
Sub Kegiatan:
a. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan bidan koordinator mengenai kegiatan
pendampingan
AKUNTABILITAS
Tanggung Jawab
Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan atasan sebagai wujud tanggung jawab
tentang program aktualisasi yang akan dijalankan. Sehingga setelah melakukan
konsultasii kegiatan aktualisasi dapat segera dilaksanakan dengan baik dan penuh
tanggung jawab.
Kejelasan
Setiap kegiatan pada rencana aktualisasi harus disampaikan secara jelas dan detail,
agar atasan calon ASN memiliki pemahaman yang sama terhadap rencana kegiatan
yang akan dilakukan.
NASIONALISME
Musyawarah
Konsultasi dan koordinasi dilakukan dengan cara musyawarah dan diskusi mengenai
kegiatan yang akan dilakukan selama akualisasi hingga mencapai mufakat
Kerjasama
Peserta Latsar calon ASN melakukan kerjasama dengan bidan koordinator selaku
penanggung jawab poli KIA agar program dapat berjalan dengan baik.
ETIKA PUBLIK
Sopan
Selalu bersikap sopan baik dari perkataan maupun tindakan kepada atasan saat
melakukan koordinasi dan konsultasi.
23
Hormat
Menghargai dan menghormati atasan selama prosen koordinasi. Serta selalu
memperhatikan atasan ketika memberikan saran dan masukan
Komunikasi Efektif
Melakukan komunikasi efektif saat menyampaikan rencana pelaksanaan aktualisasi
kepada atasan agar rencana pelaksanaan kegiatan aktualisasi tersampaikan dengan
lebih jelas, lengkap sehingga terdapat timbal balik saat melakukan koordinasi
KOMITMEN MUTU
Orientasi mutu
Konsultasi dan koordinasi dengan atasan dilakukan agar mendapatkan saran dan
masukan agar memperbaiki rencana aktualisasi sebelumnya agar saat pelaksanaan
tercipta kegiatan yang profesional dan berorientasi pada mutu pelayanan
Efisien
Dalam melaksanakan koordinasi dengan atasan menggunakan kalimat-kalimat yang
mudah dipahami, tidak berbelit-belit, langsung kepada permasalahan dan tujuan
yang ingin disampaikan, sehingga komunikasi berlangsung dengan baik dan tidak
membutuhkan waktu terlalu lama.
ANTI KORUPSI
Jujur
Menyampaikan setiap kegiatan dengan jujur dan apa adanya kepada atasan. Sehingga
atasan dapat memberikan masukan terhadap kegiatan yang akan dilakukan
Tepat Waktu
Melakukan konsultasi dengan tepat waktu, sesuai dengan waktu yang telah
disepakati.
b. Melaksanakan konsultasi dan koordinasi dengan mentor mengenai kegiatan-
kegiatan yang akan dilakukan selama menjalankan aktualisasi pendampingan
kepatuhan minum tablet tambah darah
AKUNTABILITAS
Tanggung Jawab
Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan atasan sebagai wujud tanggung jawab
tentang program aktualisasi yang akan dijalankan. Sehingga setelah melakukan
24
konsultasi kegiatan aktualisasi dapat segera dilaksanakan dengan baik dan penuh
tanggung jawab
Kejelasan
Setiap kegiatan pada rencana aktualisasi harus disampaikan secara jelas dan detail,
agar atasan calon ASN memiliki pemahaman yang sama terhadap rencana kegiatan
yang akan dilakukan
NASIONALISME
Musyawarah
Konsultasi dan koordinasi dilakukan dengan cara musyawarah dan diskusi mengenai
kegiatan yang akan dilakukan selama akualisasi hingga mencapai kata mufakat.
Kerakyatan/Saling Menghargai
Menghargai saran dan masukan yang diberikan oleh mentor mengenai pelaksanaan
kegiatan aktualisasi
ETIKA PUBLIK
Sopan
Selalu bersikap sopan baik dari perkataan maupun tindakan kepada atasan saat
melakukan koordinasi.
Hormat
Menghargai dan menghormati atasan selama prosen konsultasi dan koordinasi . Serta
selalu memperhatikan atasan ketika memberikan saran dan masukan
Komunikasi Efektif
Melakukan komunikasi efektif saat menyampaikan rencana pelaksanaan aktualisasi
kepada atasan agar rencana pelaksanaan kegiatan aktualisasi tersampaikan dengan
lebih jelas, lengkap sehingga terdapat timbal balik saat melakukan koordinasi
KOMITMEN MUTU
Orientasi mutu
Konsultasi dengan atasan dilakukan agar mendapatkan saran dan masukan agar
memperbaiki rencana aktualisasi sebelumnya agar saat pelaksanaan tercipta kegiatan
yang profesional dan berorientasi pada mutu pelayanan
Efisien
Dalam melaksanakan koordinasi dengan atasan menggunakan kalimat-kalimat yang
mudah dipahami, tidak berbelit-belit, langsung kepada permasalahan dan tujuan yang
25
ingin disampaikan, sehingga komunikasi berlangsung dengan baik dan tidak
membutuhkan waktu terlalu lama
ANTI KORUPSI
Jujur
Menyampaikan setiap kegiatan dengan jujur dan apa adanya kepada atasan. Sehingga
atasan dapat memberikan masukan terhadap kegiatan yang akan dilakukan
Tepat Waktu
Melakukan konsultasi dengan tepat waktu, sesuai dengan waktu yang telah
disepakati.
Kontribusi terhadap Visi Konsultasi dan koordinasi dengan atasan (bidan
dan Misi Organisasi koordinator dan mentor) sebagai wujud kontribusi
terhadap visi misi menyediakan pelayanan kesehatan
yang berkualitas. Calon ASN berkonsultasi dengan atasan
untuk mendapatkan saran dan masukan terhadap kegiatan
aktualisasi yang akan dilakukan, dalam hal ini
pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah
pada ibu hamil anemia. Saran dan masukan tersebut
bermanfaat bagi perbaikan kegiatan yang berhubungan
dengan pelayananan kesehatan.
Penguatan Nilai Melakukan konsultasi dengan atasan mengenai kegiatan
Organisasi aktualisasi yang akan dilakukan adalah bentuk penguatan
nilai tanggung jawab. Calon ASN bertanggung jawab
terhadap program yang akan dilakukan dengan
menyiapkan rincian kegiatan sebelum bertemu dengan
atasan. Selain itu berkonsultasi dengan atasan juga
sebagai wujud penguatan nilai atau budaya kerja
“SATRIYA” yaitu percaya diri. Calon ASN saat
berkonsultasi harus percaya diri dalam memaparkan
rencana kegiatannya kepada atasan.
Makna yang diperoleh secara pribadi oleh penulis dalam pelaksanaan kegiatan ini:
Koordinasi dengan bidan koordinator melatih cara Komunikasi Efektif penulis kepada
atasan agar setiap kegiatan yang akan dilakukan tersampaikan dengan tepat. Kegiatan ini
juga sebagai bentuk tanggung jawab terhadap program yang akan dilaksanakan. Hal ini
26
dilakukan agar program pendampingan yang dilakukan menjadi maksimal dan
bermanfaat bagi masyarakat terutama kepada ibu hamil anemia. Kegiatan ini juga
Yogyakarta, 15 November 2021
Disetujui oleh,
Mentor
dr.Ellyza Sinaga, MPH
NIP. 196604072002122002
27
LAMPIRAN BUKTI KEGIATAN 1
Melakukan koordinasi dengan bidan koordinator dan mentor terkait program
pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah
Sub Kegiatan :
a. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan bidan koordinator mengenai
kegiatan pendampingan
Gambar 7. Melakukan koordinasi dengan bidan koordinator
Lembar catatan dan masukan dari bidan koordinator
Tanggal, 2 November 2021
Kegiatan :
Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan bidan koordinator mengenai kegiatan
pendampingan
Hal yang disampaikan :
a. Jadwal Kegiatan
b. Sasaran yang akan didampingi
c. Bentuk Pendampingan
d. Hasil akhir yang diharapkan
Hasil koordinasi :
1. Sasaran kegiatan dapat diambil dari buku register ANC maupun SIMKIA SEMBADA
2. Sasaran ibu hamil anemia dapat diambil pada Trimester (TM) 1 dan TM 3 sesuai standar
minimal pemeriksaan Hb selama kehamilan
28
3. Laksanakan pendampingan dengan sungguh-sungguh dan sesuai jadwal
Notulis,
Tesha Rosyida N.A, AMd.Keb
b. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor mengenai kegiatan-kegiatan
yang akan dilakukan selama menjalankan aktualisasi program pendampingan
kepatuhan minum tablet tambah darah
Gambar 8. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor
Lembar catatan dan masukan dari mentor
Tanggal, 3 November 2021
Kegiatan :
Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor mengenai kegiatan-kegiatan yang
akan dilakukan selama menjalankan aktualisasi program pendampingan kepatuhan
minum tablet tambah darah
Hal yang disampaikan :
a. Hasil masukan dari bidan koordinator mengenai Sasaran yang akan didampingi
b. Pelaksanaan program pendampingan kepatuhan minum tablet tambah darah
Hasil koordinasi :
a. Sasaran kegiatan adalah seluruh ibu hamil anemia dari TM 1, TM 2 dan TM 3 agar
semua ibu hamil anemia dapat mencapai Hb maksimal menjelang persalinan
b. Menghubungi pasien segera setelah diambil datanya agar ibu hamil anemia dapat
segera terpantau
29
c. Laksanakan setiap kegiatan dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil
maksimal
Notulis,
Tesha Rosyida N.A, AMd.Keb
30
Kegiatan 2. Pembuatan video dan poster sebagai media edukasi minum tablet tambah darah
yang tepat, serta pembuatan form pemantauan sebagai bukti kontrol kepatuhan minum tablet
tambah darah
Kegiatan / Kegiatan :
Sub Kegiatan / Pembuatan video dan poster sebagai media edukasi minum
Output tablet tambah darah yang tepat, serta pembuatan form
pemantauan sebagai bukti kontrol kepatuhan minum tablet
tambah darah
Sub Kegiatan :
a. Mencari literatur tentang cara minum tablet tambah
darah yang tepat dalam bahan materi pembuatan video
dan poster
b. Membuat video edukasi cara cara minum tablet tambah
darah yang tepat
c. Membuat poster cara minum tablet tambah darah yang
tepat
d. Membuat form pemantauan sebagai bukti kontrol
kepatuhan minum tablet tambah darah
e. Melakukan koordinasi hasil desain poster, video dan
form pemantauan
Tanggal Output Kegiatan :
Tingkat Pencapaian a. Terdapat video edukasi cara minum tablet tambah darah
yang tepat
b. Terdapat poster tentang minum tablet tambah darah yang
tepat
c. Terdapat form pemantauan kepatuhan minum tablet tambah
darah
03 s.d. 10 November 2021
Kegiatan Pembuatan video dan poster sebagai media edukasi
serta pembuatan form pemantauan sebagai bukti kontrol
31
Deskripsi Proses kepatuhan minum tablet tambah darah terlaksana dengan
tingkat pencapaian sebesar 100%. Dengan indikator capaian:
c. Telah mendapatkan literatur tentang cara minum tablet
tambah darah yang tepat
d. Terdapat video edukasi tentang tablet tambah darah
e. Terdapat poster edukasi
f. Terdapat form pemantauan kepatuhan minum tablet tambah
darah
Mencari literatur tentang cara minum tablet tambah
darah yang tepat dalam bahan materi pembuatan video
dan poster
Tahapan dalam kegiatan ini yaitu mencari literatur tentang
cara minum tablet tambah darah yang tepat melalui internet.
Kegiatan dilakukan dengan memilah mana sumber yang
terpercaya dan tidak. Setelah didapatkan beberapa materi yang
dibutuhkan kemudian dilakukan penyusunan draf isi video
maupun poster. Hal tersebut untuk memfokuskan informasi
yang akan di sampaikan kepada ibu hamil anemia serta
mempermudah penyusunan video maupun poster edukasi.
Membuat video edukasi cara cara minum tablet tambah
darah yang tepat
Setelah didapatkan literatur yang dibutuhkan dan disusun
dalam draf, langkah selanjutnya adalah membuat video
melalui aplikasi animaker. Sebelum memasuki pembuatan
video, penulis mencari beberapa gambar yang dibutuhkan
dalam video agar lebih menarik. Video dibuat berdasarkan draf
isi yang telah disusun sebelumnya. Video berisi mengenai
pengertian anemia, cara mengatasinya, manfaat tablet tambah
darah dan cara minum tablet tambah darah yang tepat.
Membuat poster cara minum tablet tambah darah yang
tepat
Kegiatan pembuatan poster dilakukan menggunakan aplikasi
32
Hambatan canva. Poster disusun secara singkat dan menarik sesuai draf
Solusi yang telah disusun. Poster dibuat satu halaman yang berisi
Daftar Lampiran tentang cara minum tablet tambah darah yang tepat. Informasi
ini ditulis secara singkat dan jelas.
Membuat form pemantauan sebagai bukti kontrol
kepatuhan minum tablet tambah darah
Kegiatan pembuatan form pemantauan dilakukan dengan cara
mencari contoh atau panduan membuat form pemantauan
minum tablet tambah darah di internet, namun tidak
didapatkan panduan baku mengenai hal tersebut. Kemudian
penulis melakukan penyusunan form pemantauan berdasarkan
kebutuhan informasi yang dibutuhkan selama proses
pendampingan. Form pemantauan dibuat satu lembar untuk
satu orang sehingga diharapkan form tersebut nantinya dapat
dimasukan ke dalam rekam medis pasien.
Melakukan koordinasi hasil desain poster, video dan form
pemantauan
Setelah video, poster dan form pemantauan selesai disusun,
hasil tersebut dikoordinasikan dengan atasan agar
mendapatkan saran dan masukan.
Hambatan yang dihadapi dalam pembuatan video dan poster
sebagai media edukasi, serta pembuatan form pemantauan
adalah penulis belum terbiasa menggunakan aplikasi animaker
maupun canva
Solusi untuk mengatasi kesulitan tersebut adalah dengan belajar
tutorial menggunakan aplikasi animaker maupun canva melalui
youtube, maupun meminta bimbingan dari teman yang mahir
menggunakan aplikasi tersebut.
4. Foto kegiatan
5. Link atau screenshoot sumber literatur
6. Screenshoot video edukasi
7. Desain Poster
8. Format Form pemantuan
33
9. Catatan saran dan masukan
Penjelasan Keterkaitan Kegiatan/Sub Kegiatan dengan Nilai-Nilai Mata
Pelatihan:
Manajemen ASN
Kegiatan membuat video dan poster edukasi serta form pemantauan adalah bentuk
implementasi dari melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian, kejujuran, kesadaran,
dan rasa tanggungjawab.
Pelayanan Publik
Dengan adanya video dan poster edukasi, pasien akan mendapatkan informasi yang
akurat dan menarik. Selain itu form pemantauan yang ada juga memudahkan
pendamping dalam melakukan pemantauan terhadap kepatuhan pasien.
Whole Of Goverment
Kegiatan membuat video dan poster edukasi serta form pemantauan dilakukan dengan
menggabungkan berbagai literatur yang terpercaya. Konsultasi dengan atasan mengenai
video dan poster edukasi serta form pemantauan yang dibuat sangat dibutuhkan guna
menghasilkan media yang berkualitas
Sub Kegiatan:
a. Mencari literatur tentang cara minum tablet tambah darah yang tepat dalam bahan
materi pembuatan video dan poster
AKUNTABILITAS
Tanggung Jawab
Materi yang diambil harus dari literatur yang terpercaya sehingga materi tersebut
dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Konsisten
Mengumpulkan literatur secara konsisten agar mendapatkan sumber yang tepat
sesuai kebutuhan
NASIONALISME
Pantang Menyerah
Dalam mencari literatur harus didasari rasa pantang menyerah untuk terus berusaha
mendapatkan sumber informasi yang valid dan terpercaya yang digunakan dalam
penyusunan media edukasi.
Rela berkorban
34
Rela mengorbankan waktu, pikiran dan tenaga untuk menyelesaikan pengumpulan
literatur yang akan digunakan dalam pembuatan materi edukasi
ETIKA PUBLIK
Informasi yang benar
Mencari literatur dari sumber terpercaya tersebut sebagai implementasi etika publik
yaitu berusaha memberikan informasi yang benar kepada masyarakat
Cermat
Memilah sumber informasi secara cermat untuk mendapatkan materi yang akurat
KOMITMEN MUTU
Orientasi Mutu
Pencarian literatur harus dilakukan secara tepat dan akurat agar sumber informasi
yang didapatkan benar-benar terpercaya dan terhindar dari hoax.
Efisien
Merangkum literatur menggunakan bahasa yang sederhana agar menjadi mudah
dipahami oleh ibu hamil anemia sehingga informasi yang diberikan dapat diterima
dengan baik
ANTI KORUPSI
Mandiri
Kegiatan mencari literatur ini dilakukan secara mandiri tanpa merepotkan orang lain
sehingga calon ASN juga dapat lebih memahami substansi atau isi materi yang
didapatkan.
Kerja keras
Diperlukan kerja keras dalam pencarian literatur yang benar dan terpercaya agar
terbebas dari informasi palsu atau hoax
b. Membuat video edukasi cara cara minum tablet tambah darah yang tepat
AKUNTABILITAS
Kejelasan
Video yang dibuat harus jelas dan dapat dipahami untuk semua kalangan. Sehingga
pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan tidak menimbulkan
penafsiran ganda bagi yang melihat.
Tanggung Jawab
35
Calon ASN sebagai pendamping ibu hamil anemia bertanggung jawab dalam
memberikan edukasi dan informasi yang dibutuhkan oleh ibu hamil, salah satunya
dengan memberikan edukasi cara minum tablet tambah darah melalui media video
NASIONALISME
Cinta Tanah Air
Video yang dibuat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai
wujud cinta tanah air.
Semangat
Bersemangat dalam pembuatan video edukasi agar didapatkan hasil yang maksimal
ETIKA PUBLIK
Informasi yang benar
Informasi yang diberikan dalam bentuk video harus dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya. Sumber materi harus berasal dari media atau literatur yang terpercaya.
Sopan
Video edukasi yang dibuat menggunakan kalimat yang sopan dan mudah dipahami
KOMITMEN MUTU
Inovatif
Video yang dibuat harus menarik dan inovatif, agar peserta pendampingan menjadi
antusias dalam mencermati informasi-informasi yang diberikan
Efisien
Isi video edukasi menggunakan kalimat-kalimat sederhana dan tidak berbelit-belit
agar ibu hamil dapat langsung memahami informasi yang disampaikan
ANTI KORUPSI
Jujur
Video yang dibuat benar-benar dibuat secara mandiri sesuai dengan literatur yang
telah didapatkan
Disiplin
Melakukan pembuatan video secara disiplin waktu selesai sesuai jadwal yang telah
disusun
Tepat waktu
Video yang dibuat harus diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal kegiatan yang telah
ditentukan
c. Membuat poster cara minum tablet tambah darah yang tepat
36
AKUNTABILITAS
Kejelasan
Poster yang dibuat harus jelas dan dapat dipahami untuk semua kalangan. Sehingga
pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Tanggung Jawab
Bertanggung jawab membuat poster sesuai jadwal untuk media edukasi yang akan
disampaikan kepada ibu hamil anemia
NASIONALISME
Pantang menyerah
Dalam proses pembuatan poster harus dilandasi sikap pantang menyerah untuk terus
berusaha menemukan desain terbaik agar poster yang dihasilkan terlihat menarik dan
informatif.
Semangat
Membuat poster dengan penuh semangat agar poster yang dibuat menjadi maksimal
dan menarik
ETIKA PUBLIK
Informasi Efektif
Informasi dalam poster dibuat secara sederhana dan menarik agak pesan dalam poster
tersampaikan dengan baik.
Cermat dan Teliti
Pembuatan poster dilakukan secara cermat dan teliti dengan memasukan informasi
singkat mengenai cara minum tablet tambah darah yang tepat.
KOMITMEN MUTU
Inovatif
Poster yang dibuat harus menarik dan inovatif, agar peserta pendampingan menjadi
antusias dalam mencermati informasi yang diberikan
Orientasi Mutu
Membuat poster secara sungguh-sungguh yang berisi informasi sederhana cara
minum tablet tambah darah yang tepat agar didapatkan hasil maksimal dan berguna
bagi masyarakat
ANTI KORUPSI
Tepat waktu
37
Poster yang dibuat harus diselesaikan tepat waktu sesuai jadwal kegiatan yang telah
ditentukan
Disiplin
Melakukan pembuatan video secara disiplin waktu selesai sesuai jadwal yang telah
disusun
d. Membuat form pemantauan sebagai bukti kontrol kepatuhan minum tablet tambah
darah
AKUNTABILITAS
Kejelasan
Form yang dibuat harus jelas sehingga memudahkan pendamping dalam pengisian
data
Tanggung Jawab
Membuat form pemantauan sebagai wujud tanggung jawab pelaksaan kegiatan yang
telah disusun sesuai jadwal
NASIONALISME
Pantang Menyerah
Pantang menyerah dalam menyusun form pemantauan sesuai kebutuhan pasien agar
didapatkan form yang efektif dan efisien yang akan digunakan dalam pemantauan ibu
hamil anemia
Semangat
Membuat form pemantauan dengan semangat agar dapat selesai tepat waktu
ETIKA PUBLIK
Pelayanan Maksimal
Penyusunan form pemantauan dilakukan dengan sungguh-sungguh agar form yang
dihasilkan berisi tabel yang sesuai dengan data yang dibutuhkan
Teliti
Teliti dalam memilih kolom apa saja yang akan dimasukan kedalam form pemantauan
sehingga setiap informasi yang nantinya dicatat dalam form adalah informasi yang
benar-benar dibutuhkan
KOMITMEN MUTU
Efisien
Tabel dan kolom pada form pemantauan disusun secara efisien, sehingga hanya data
yang benar-benar diperlukan yang dapat dimasukkan kedalam form pemantuan.
38