hasil kerja keras
Acara diikuti 45 peserta, di mana 16 Kesehatan membentuk Komite Nasional
peserta adalah utusan dari 14 negara Perubahan Penggolongan Narkotika
anggota OKI, yakni, Uganda, Gambia, dan Psikotropika melalui Keputusan
Sudan, Afghanistan, Bangladesh, Somalia, Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/
Nigeria, Maldives, Brunei Darussalam, Menkes/372/2017 yang direvisi menjadi
Malaysia, Turki, Kazakhstan, Tunisia Keputusan Menteri Kesehatan Nomor
dan Maroko. Sisanya, enam peserta dari HK.01.07/MENKES/550/2018.
Dinas Kesehatan Provinsi, enam peserta
dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Komite Nasional merupakan gabungan
tujuh peserta pusat dari Kementerian beberapa instansi, seperti Kementerian
Kesehatan, dan 10 peserta dari PT Bio Kesehatan, Badan Narkotika Nasional
Farma. (BNN), Badan Reserse Kriminal
(Bareskrim Polri) dan BPOM, termasuk
3. Perubahan Penggolongan pakar dari berbagai Perguruan Tinggi
Zat Psikoaktif Baru (New Negeri di Indonesia (Universitas
Psychoactive Substances) Indonesia, Universitas Airlangga,
Universitas Gadjah Mada, dan Universitas
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 Udayana). Tugas komite nasional
tentang Psikotropika dan Undang-Undang melakukan kajian Zat Psikoaktif Baru
Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan memberikan rekomendasi terhadap
mengamanahkan kewenangan melakukan penggolongan zat tersebut.
penetapan perubahan penggolongan
narkotika dan psikotropika kepada Pada 2020 ini, Kementerian Kesehatan
Menteri Kesehatan untuk melindungi telah menerbitkan dua peraturan terbaru
masyarakat dari bahaya penyalahgunaan terkait penggolongan narkotika. Pertama,
Zat Psikoaktif Baru (New Psychoactive Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
Substances/NPS). Untuk itu Kementerian 22 Tahun 2020 tentang Perubahan
92 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Penggolongan Narkotika. Kedua, Pada tahun 2018, ada penambahan 15 zat
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor ke dalam narkotika golongan I melalui
23 Tahun 2020 tentang Penetapan dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
Perubahan Penggolongan Psikotropika. 20 Tahun 2018 yang dicabut dengan
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
Dalam peraturan pertama yang terbit 50 Tahun 2018 tentang Perubahan
pada 31 Agustus 2020, ada dua zat Penggolongan Narkotika. Pada tahun
ditetapkan sebagai narkotika golongan itu juga, ditambahkan dua zat dalam
1, yaitu MDMB-4en PINACA dan psikotropika golongan II melalui
1-(p-Fluorophenyl) Piperazine (pFPP). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
Sedangkan dalam peraturan selanjutnya, 49 Tahun 2018 tentang Penetapan dan
dua zat ditetapkan sebagai psikotropika Perubahan Penggolongan Psikotropika.
golongan 1, yaitu Deschloroketamine dan Tahun 2019, Peraturan Menteri Kesehatan
2F-Deschloroketamine. Nomor 50 Tahun 2018 dicabut dan diganti
dengan Peraturan Menteri Kesehatan
NPS adalah zat yang banyak Nomor 44 Tahun 2019 tentang Perubahan
disalahgunakan baik dalam bentuk murni Penggolongan Narkotika. Aturan yang
atau dalam bentuk sediaan tertentu, yang lebih baru itu menambahkan 14 zat ke
tidak diatur dalam Konvensi Tunggal dalam narkotika golongan I.
Narkotika Tahun 1961 atau Konvensi
Psikotropika Tahun 1971 tetapi dapat
menimbulkan masalah bagi kesehatan
masyarakat. Pengertian baru belum tentu
merujuk kepada penemuan baru, tapi
bisa zat lama yang baru-baru ini muncul,
beredar, dan menimbulkan masalah
kesehatan masyarakat.
| 93Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
Simposium Pengembangan Industri Obat Tradisional dan
Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional 2019 di Yogyakarta.
4. Simposium Obat
Tradisional
Upaya pengembangan produk natural
oleh industri obat tradisional memerlukan
komitmen dan sinergisme dari pemangku
kepentingan, yaitu Academic, Business,
Government dan Community (ABGC)
dalam pengorganisasian, penggerakan,
pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi
sesuai dengan kewenangan dan tanggung
jawab masing-masing. Sebanyak 20
industri obat tradisional yang memproduksi
fitofarmaka dan obat herbal terstandar ikut
berpartisipasi mengisi pameran.
94 | memimpin dengan hati
Minum jamu bersama Menteri Kesehatan. Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Direktorat Jenderal
Kefarmasian dan Alat Kesehatan. 5. Gerakan Nasional Bugar
Dengan Jamu
(Gernas Bude Jamu)
Sebagai implementasi Gernas Bude Jamu,
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan
Alat Kesehatan sampai tahun 2019 telah
melakukan pembinaan kepada 9.409
pelaku Usaha Jamu Gendong (UJG) dan
Usaha Jamu Racikan (UJR) serta memberi
edukasi kepada 12.375 masyarakat di 90
Kabupaten/Kota. Gernas Bude Jamu juga
diimplementasikan dalam penyediaan
jamu segar disertai pemberian informasi
manfaat dari bahan baku jamu.
Selama masa pandemi COVID-19, jamu
segar dimanfaatkan sebagai upaya
promotif dan preventif bagi tenaga
kesehatan yang berjuang di garda terdepan
dalam penanganan pandemi COVID-19.
Salah satu bentuk dukungan kepada
tenaga kesehatan dalam masa krisis ini,
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat
Kesehatan menyediakan jamu segar untuk
tenaga kesehatan di RSPI Prof.Dr. Sulianti
Saroso dan RS Darurat Penanganan
COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran.
| 95Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
6. Inovasi Teknologi Integrasi Aplikasi e-Pharm
dengan e-Napza BPOM
Inovasi teknologi dalam industri sediaan
farmasi dibutuhkan untuk menjamin Dalam rangka percepatan dan peningkatan
ketersediaan dan meningkatkan kualitas pelayanan perizinan ekspor dan impor
pelayanan. Dengan dasar itu, Direktorat narkotika, psikotropika, dan prekursor
Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan farmasi agar lebih mudah, cepat, dan
melakukan beberapa upaya, yakni: efisien serta menjamin ketersediaan obat
yang aman, bermutu dan berkhasiat,
E-BBKOS dilakukan pengembangan aplikasi
perizinan ekspor dan impor narkotika,
E-BBKOS adalah aplikasi elektronik portal psikotropika, dan prekursor farmasi
informasi bahan baku kosmetika yang (aplikasi e-Pharm) yang terintegrasi
berisi informasi dari 15.923 bahan baku dengan dengan e-Napza BPOM. Integrasi
kosmetika. Aplikasi berupa search engine ini mengefisienkan penggunaan aplikasi
yang user friendly atau mudah digunakan e-Pharm oleh pelaku usaha impor
oleh pengguna. Aplikasi ini memudahkan dan/atau ekspor komoditi narkotika,
pengguna mengakses informasi di psikotropika, dan prekursor farmasi.
mana pun dan kapan pun melalui
berbagai gawai yang mereka miliki,
seperti Personal Computer (PC), tablet,
maupun smartphone. Informasi bahan
baku kosmetika di e-BBKOS terdiri dari
International Nomenclature Cosmetic
Ingredient (INCI) Name, Chemical
Abstracts Service (CAS) Number,
kegunaan, Rumus Molekul (RM), Berat
Molekul (BM), dan struktur kimia.
Aplikasi E-BBKOS.
96 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Aplikasi untuk Sertifikasi
Industri Rumah Tangga
Pangan (SIPUS-IRTP)
Aplikasi Standardisasi Penyuluhan
untuk Sertifikasi Industri Rumah Tangga
Pangan (IRTP) atau SIPUS-IRTP adalah
aplikasi berbasis web yang bertujuan
menyeragamkan materi penyuluhan
keamanan pangan yang terintegrasi
mulai dari Pemerintah Pusat, Provinsi,
Kabupaten/Kota, hingga pelaku usaha
secara online dan real time. Aplikasi
yang mudah digunakan ini meningkatkan
efektivitas penyuluhan keamanan pangan.
Aplikasi ini juga bisa digunakan sebagai
sumber data terkait penyelenggaraan
pelatihan penyuluh keamanan pangan
serta jumlah tenaga penyuluh keamanan
pangan yang tersebar di seluruh
Indonesia.
Pelatihan penyuluh keamanan pangan.
| 97Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
Kemandirian
Alat Kesehatan
Dalam Negeri
Daftar Jenis/Varian Alat Kesehatan yang
Diproduksi di Dalam Negeri (Kumulatif)
Tahun 2018 - 2020
No. Nama Produk Nama Produsen Nomor Izin Edar
Tahun 2018
1 Heron V PT DIPA Global Medtek AKD 20501710975
2 JMS Cell Washing PT JMS Batam AKD 20209810095
3 REFOCARE Calcium Alginate Dressing PT Perusahaan Dagang dan Industri Faratu AKD 21603810074
4 CERASPON PT Swayasa Prakarsa AKD 31603810395
5 BUDI Pengukur Kadar Lemak Digital CV Timbangan Budi AKD 20502810668
6 DERMATIX Ultra PT Menarini Indria Laboratories AKD 21603810607
7 ZETTA TeleCTG PT Provital Perdana AKD 21101810911
Tahun 2019 PT Mitra Rajawali Banjaran AKD 21302910196
1 BONEFILL ORTHO PT Sarandi Karya Nugraha AKD 21106910156
2 FEMICAM Portable Medical Camera PT Rohto Laboratories Indonesia AKD 21202910254
3 VIRNA Glaucoma Implant by ROHTO PT Bio Farma (Persero) AKD 20101910808
4 BIOSAINS Rapid Test GAD55 PT Sarandi Karya Nugraha AKD 20605910003
5 KARIXA Dentolaser PT Hexa Dental Indonesia AKD 20602910054
6 HEXAETCH Etching Gel PT Jayamas Medica Industri AKD 20602910928
7 ONEMED Alginate Impression Material
PT Genbody Indonesia Sehat AKD 20303020003
Tahun 2020 PT OSIK Gema Dinamika AKD 21403020122
1 GB Rapid HAV IgG/IgM PT Mitra Rajawali Banjaran AKD 20403020696
2 OSIK Medi Comby PT Bio Farma (Persero) AKD 20303020600
3 Vent-I Origin PT Gerlink Utama Mandiri AKD 20403020951
4 BioCoV-19 RT-PCR Kit
5 GERLIP HFNC 01
98 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat 1. Koordinasi Lintas Sektor
Kesehatan juga fokus pada kemandirian
industri alat kesehatan dalam negeri Koordinasi lintas sektor untuk
tanpa melepaskan faktor kualitas dan pengembangan industri dan kemanfaatan
keamanannya. alat kesehatan dalam negeri menjadi
Langkah-langkah konkret, seperti momentum kebangkitan dan membangun
pertemuan-pertemuan dalam rangka kemandirian industri alat kesehatan dalam
pengembangan alat kesehatan dalam negeri. Koordinasi bertujuan mengurangi
negeri, workshop, dan pameran terkait ketergantungan terhadap impor dalam
kemandirian produk alat kesehatan dalam pemenuhan kebutuhan di Fasyankes.
negeri juga terus dilakukan. Antara lain: Apalagi secara kualitas, produk alat
kesehatan dalam negeri tidak kalah dan
mampu bersaing dengan produk impor,
bahkan sudah ada yang menembus pasar
ekspor.
Karena itu, sudah seharusnya Fasyankes
di Indonesia mendukung dengan
memanfaatkan alat kesehatan lokal.
Kegiatan koordinasi dihadiri Rumah
Sakit, Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas
Kesehatan Kabupaten/Kota, Industri Alat
Kesehatan Dalam Negeri, serta Direktorat
Penilaian Alat Kesehatan dan PKRT.
Koordinasi lintas sektor dengan pameran alat kesehatan dalam negeri.
| 99Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
2. Pameran Produk Alat
Kesehatan dan PKRT
Dalam Negeri
Pameran produk alat kesehatan dan PKRT
dalam negeri bertujuan menampilkan dan
memperkenalkan produk alat kesehatan
dan PKRT yang sudah diproduksi di dalam
negeri kepada pengguna. Dengan datang
ke pameran, pengguna dapat melihat
produk alat kesehatan dan PKRT dalam
negeri yang memiliki kualitas baik dan
berdaya saing dengan produk impor.
Trade Expo
Indonesia,
Banten
Jumlah Peserta
15 Industri
Rakernas
Banten
Jumlah Peserta
15 Industri
Lampung
Jumlah Peserta
21 Industri
Sulawesi
Utara
Jumlah Peserta
17 Industri
Bali
Jumlah Peserta
22 Industri
DI Yogyakarta
Jumlah Peserta
22 Industri
Sumatera
Barat
Jumlah Peserta
15 Industri
100 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Perketat Pengawasan
Alat Kesehatan dan PKRT
Pengawasan postmarket alat kesehatan 1. SISTEM PENGAWASAN E-POST
dan Perbekalan Kesehatan Rumah BORDER ALKES DAN PKRT
Tangga (PKRT) menjadi bagian tak
terpisahkan dari peran Direktorat Aplikasi e-Post Border Alkes PKRT
Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. merupakan sistem pengawasan secara
Pengawasan alat kesehatan, alat kesehatan elektronik. Aplikasi tersebut digunakan
diagnostik in vitro, dan PKRT impor untuk meningkatkan efektivitas
dilaksanakan melalui kegiatan inspeksi pengawasan alat kesehatan, alat kesehatan
sarana distribusi dan produk serta inspeksi diagnostik in vitro dan Perbekalan
khusus sarana distribusi dan produk. Kesehatan Rumah Tangga. Pengawasan
tata niaga post border merupakan wujud
Notifikasi E-Inspeksi komitmen dalam melayani masyarakat
PIB untuk mendapatkan alat kesehatan,
alat kesehatan diagnostik in vitro dan
Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga
yang aman, bermutu, dan bermanfaat.
E-Info
Sistem Aplikasi Analisis Kementerian
Pengawasan Kesehatan
Post Border
Bea Cukai Status Data Hijau Status Data Merah
Feedback
Border Verfikasi Dinkes
post Border Profil Provinsi
Sharing
Importir Risiko Risiko Risiko
Rendah Sedang Tinggi
Tindak Lanjut Tindak Lanjut
Pusat Daerah
Laporan
| 101Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
2. IMPLEMENTASI INDONESIA
SINGLE RISK MANAGEMENT
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat
Kesehatan telah mengimplementasikan
kebijakan Indonesia Single Risk
Management (ISRM) yang diharapkan
dapat meningkatkan efisiensi pelayanan
dan efektivitas pengawasan dalam proses
impor khususnya untuk produk alat
kesehatan dan Perbekalan Kesehatan
Rumah Tangga.
Risk Assessment - IdentificationCommunication and ConsultationRisiko Risiko
Monitoring and Review Inheren berasal dari
Establish eksistensi dan
Context responsibility
Risk Assessment Risiko Risiko berasal
Operasional dari penelitian
Risk kebenaran
Identification laporan
Risk Rekam Risiko berasal
Analysis Jejak dari pelanggaran
terhadap
Risk ketentuan
Evaluation
Risk
Treatment
Identifikasi informasi yang terkait pelaku usaha yang berpengaruh terhadap risiko
Strategis - Operasional - Kepatuhan - Fraud - Financial
102 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
3. MOBILE PHONE PENGAWASAN
ALKES DAN PKRT
Upaya penguatan pengawasan produk keamanan dan manfaat. Salah satu
alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan strategi penguatan pengawasan produk
Rumah Tangga dilakukan secara alat kesehatan dan Perbekalan Kesehatan
berkesinambungan guna melindungi Rumah Tangga melalui pemanfaatan
masyarakat dari produk alat kesehatan teknologi informasi dan komunikasi telah
dan Perbekalan Kesehatan Rumah Tangga diimplementasikan yaitu dengan aplikasi
yang tidak memenuhi persyaratan mutu, mobile phone untuk meningkatkan
efektivitas pengawasan produk alat
Aplikasi Mobile kesehatan dan perbekalan kesehatan
Pengawasan rumah tangga di seluruh pelosok
Indonesia sebagai wujud pengawasan
Layanan Aduan Terpadu semesta yang dapat dimanfaatkan oleh
Kementerian Kesehatan masyarakat.
CEK ALKES
Menu digunakan untuk melakukan
pengecekan alkes
CEK PKRT
Menu digunakan untuk melakukan
pengecekan Perbekalan
Kesehatan Rumah Tangga
ADUAN ALKES
Menu digunakan untuk
mengirimkan aduan alkes
dan PKRT
| 103Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
Digitalisasi
Farmalkes
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Beberapa program digitalisasi farmalkes
Kesehatan melakukan reformasi melalui yang telah dilakukan Direktorat Jenderal
digitalisasi farmalkes yang dilakukan Kefarmasian dan Alat Kesehatan adalah:
untuk jaminan akses sediaan farmasi
dan alat kesehatan serta sustainabilitas
sistem kefarmasian dan alat kesehatan.
e-Seralkes Simedanbaja e-Desk
sertifikasialkes.kemkes.go.id simedanbajafarmalkes.kemkes.go.id edeskfarmalkes.kemkes.go.id
Sepakat Sipapi e-Monev Katalog
sepakat.kemkes.go.id sipapifarmalkes.kemkes.go.id monevkatalogobat.kemkes.go.id
Logistik COVID-19 Bankdataelog e-Fornas
logistikfarmalkes.kemkes.go.id bankdataelog.kemkes.go.id e-fornas.farmalkes.kemkes.go.id
Sikobat Elic e-Watch
sikobat.kemkes.go.id elic.binfar.kemkes.go.id e-watch.alkes.kemkes.go.id
Pio Sipnap Sipus IRTP
pio.binfar.kemkes.go.id sipnap.kemkes.go.id sipus.kemkes.go.id
e-Report PBF e-Regalkes e-Suka
pbf.binfar.kemkes.go.id regalkes.kemkes.go.id esuka.binfar.kemkes.go.id
e-Report Info Alkes e-Inspeksi
e-report.alkes.kemkes.go.id infoalkes.kemkes.go.id e-inspeksi.alkes.kemkes.go.id
APIF Simada
apiffarmalkes.kemkes.go.id simadafarmalkes.kemkes.go.id
104 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Pameran Pembangunan
Kesehatan 2018
Pameran Pada tahun 2018, Direktorat Jenderal bidang kesehatan. Selain itu ada pelayanan
Pembangunan Kefarmasian dan Alat Kesehatan berperan pemeriksaan atau konsultasi kesehatan
Kesehatan dan aktif dalam Pameran Pembangunan gratis kepada pengunjung.
Produk Kesehatan Kesehatan yang diselenggarakan dalam
Dalam Negeri dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- Peserta pameran mulai dari industri farmasi
rangka HKN ke-54 54 yang bertujuan menampilkan program dan alat kesehatan, industri kosmetika,
Tahun 2018. dan hasil pembangunan kesehatan. Di industri makanan-minuman, industri
sini, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan PKRT, beserta asosiasi dari industri-
Alat Kesehatan mengikuti pameran dan industri terkait. Unit Eselon I Kementerian
memperkenalkan alat kesehatan dalam Kesehatan, Kementerian/Lembaga dan
negeri untuk mendorong minat Fasyankes instansi pemerintah terkait, Rumah
menggunakan produk-produk tersebut. Sakit, dan Organisasi Profesi Kesehatan
Beberapa hasil riset dari perguruan tinggi juga turut meramaikan acara tersebut.
dan lembaga penelitian di bidang farmasi Rangkaian kegiatan antara lain, Pameran
dan alat kesehatan juga ditampilkan. Pembangunan Kesehatan, Pameran Alat
Kesehatan Dalam Negeri, Pameran Inovasi
Selama penyelenggaran pameran, Riset di Bidang Farmasi dan Alat Kesehatan,
diadakan dialog atau seminar kesehatan Dialog/Seminar Kesehatan, Layanan
sebagai sarana edukasi bagi masyarakat Pemeriksaan atau Konsultasi Kesehatan
untuk meningkatkan pengetahuan di Gratis, Hiburan, dan Aneka Lomba.
| 105Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
Ketua Umum HKN 2019
Pada tahun 2019, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat
Kesehatan berkesempatan menjadi Ketua Umum Peringatan Hari
Kesehatan Nasional (HKN) ke-55. Peringatan HKN ke-55 yang
mengambil tema “Generasi Sehat Indonesia Unggul” merupakan
rangkaian kegiatan yang tidak saja dimiliki oleh Kementerian
Kesehatan, tetapi juga oleh Pemerintah Daerah, Kementerian/
Lembaga terkait, organisasi masyarakat, akademisi, hingga
sektor swasta. Rangkaian kegiatan di tingkat pusat terdiri dari
upacara dan pemberian penghargaan, tabur bunga sebagai
bentuk penghargaan kepada insan kesehatan, perlombaan dan
pengabdian masyarakat, forum ilmiah, pameran kesehatan, serta
Health Business Forum.
Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan bersama Menteri
Kesehatan Myanmar meninjau Pameran Pembangunan Kesehatan
dalam rangka HKN ke-54.
106 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Kunjungan Menteri Kesehatan ke Pameran Inovasi Teknologi Kesehatan pada Pameran
Pembangunan Kesehatan dan Produk Kesehatan Dalam Negeri dalam rangka HKN ke-54
| 107Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
Technofarmalkes 2019
Seperti diketahui, Program Kefarmasian Kegiatan ini juga menjadi pijakan
dan Alat Kesehatan berupaya untuk langkah pengembangan inovasi dan
meningkatkan akses, kemandirian, dan daya saing produk dalam negeri, di
mutu sediaan farmasi dan alat kesehatan antaranya produk sediaan farmasi dan
bagi pembangunan kesehatan. Salah satu alat kesehatan; inovasi hasil penelitian;
upaya yang dilakukan adalah melalui instrumen kebijakan perdagangan
diseminasi informasi, advokasi, dan bilateral, regional, dan internasional;
fasilitasi lintas pemangku kepentingan. uji klinik alat kesehatan; dan fasilitasi
(business matching, sharing experience)
Untuk itu, pada tahun 2019 dilaksanakan dari Academy-Business-Government-
Technofarmalkes 2019 dengan tema Community-Innovator (A-B-G-C-I).
“Indonesian Health Tech Innovation”.
Kegiatan utama dari acara ini adalah Beberapa tema kecil yang disampaikan
seminar umum, focus group discussion, pada Technofarmalkes 2019 adalah:
dan pameran hasil inovasi di bidang a. Ekspos inovasi hasil penelitian produk-
kefarmasian dan alat kesehatan.
produk kesehatan
Kegiatan ini menjadi wadah lintas b. Pengembangan daya saing produk
program, lintas sektor, maupun mitra
terkait untuk memperoleh informasi sediaan farmasi dan alat kesehatan
terkini serta mengolaborasikan berbagai melalui instrumen perdagangan
masukan tentang isu teraktual di regional dan internasional
bidang kefarmasian dan alat kesehatan. c. Implementasi uji klinik alat kesehatan
d. Healthcare improvement and IT on
health
108 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
| 109Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
Perluasan Kerja Sama
Bilateral Lewat
Diplomasi Kesehatan
Dalam upaya meningkatkan akses, a. HBF RI-Belanda Pertemuan Menteri
kemandirian, dan mutu sediaan farmasi Kesehatan dengan
dan alat kesehatan, Direktorat Jenderal Indonesia-Belanda Health Bussiness pengusaha Belanda
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Forum dilaksanakan pada Bulan Juni dalam Forum
berpartisipasi aktif dalam implementasi 2019. Di mana telah dilakukan pertukaran Bisnis Kesehatan
kerja sama luar negeri/health diplomacy informasi terkait dengan kebijakan Indonesia-Belanda.
yang dinaungi dalam nota kesepakatan kefarmasian dan alat kesehatan Indonesia
(Memorandum of Understanding/MoU) dan Belanda serta penjajakan kerja sama
dengan 17 (tujuh belas) negara. Meliputi pengembangan industri alat kesehatan
negara-negara di Asia, Eropa, Australia, Indonesia.
dan Amerika.
b. HBF RI-Korea Selatan
Tiga fokus utama pelaksanaan diplomasi
kesehatan adalah: 1) Pemenuhan Kerja sama Indonesia-Korea telah
sediaan farmasi dan alat kesehatan; 2) dilakukan baik secara Government to
Peningkatan kapasitas industri farmasi Government (G-to-G), Government to
dan alat kesehatan dalam negeri baik SDM Business (G-to-B) maupun Business to
maupun alih teknologi; dan 3) Membuka Business (B-to-B) dan menghasilkan
pasar ekspor produk dalam negeri yang beberapa kesepakatan di bidang
dapat meningkatkan devisa negara. kefarmasian dan alat kesehatan.
Pertemuan ini juga telah menghasilkan
Menindaklanjuti MoU yang telah beberapa implementasi terhadap
dibuat, Direktorat Jenderal Kefarmasian
dan Alat Kesehatan telah melakukan
beberapa Health Bussines Forum (HBF)
yang merupakan salah satu upaya
menghubungkan (matchmaking) antara
industri farmasi dan alat kesehatan
Indonesia dengan industri luar negeri.
Melalui HBF ini, diharapkan dapat
meningkatkan promosi sediaan farmasi
dan alat kesehatan dalam negeri ke
negara-negara lain. Beberapa HBF yang
telah dilakukan antara lain:
110 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
Kerja Sama kesepakatan tersebut antara lain: - Joint research pada uji klinik terapi
Indonesia-Korea. stem cell untuk pasien COVID-19 oleh
- Kerja sama PT Bio Farma dengan SK Daewoong Pharmaceutical.
Plasma tentang fraksionasi plasma
darah. - Kerja sama antara PT Kalbe Farma
dan Genexine tentang uji klinik vaksin
- Kerja sama antara PT Oneject COVID-19 Fase 2.
Indonesia, Palang Merah Indonesia
(PMI), dan Taechang Industry tentang - Kerja sama antara Universitas
produksi kantong darah di Indonesia. Indonesia dan The Korea Medical
Devices Industrial Cooperative
- Kerja sama antara Kementerian Association (KMDICA).
Kesehatan dan Korea Testing
Laboratory (KTL) dalam upaya c. HBF RI-Iran
mendukung pelaksanaan road map
pembangunan laboratorium uji alat Health Bussines Forum Indonesia-Iran
kesehatan di Indonesia. telah dilakukan secara kontinyu pada
tahun 2019, baik di Jakarta maupun di
Teheran dengan fokus kerja sama pada
teknologi nano farmasi dan alat kesehatan.
Di mana kerja sama dilakukan secara
G-to-G dan B-to-B. Beberapa hasil dari
HBF ini antara lain:
- Kerja sama antara PT Bio Farma dan
Darou Daman Arang.
- Negosiasi antara Kementerian Kesehatan
Indonesia dan Iran FDA tentang regulasi
pre market sediaan farmasi dan alat
kesehatan.
Health Bussines
Forum
Indonesia-Iran
| 111Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
hasil kerja keras
d. Health Bussiness
Forum Jakarta
Health Business Forum yang dilaksanakan dan alat kesehatan di Indonesia dan
di Jakarta ini merupakan salah satu negara lain. Selain itu, dilakukan pula
rangkaian dari pelaksanaan Pameran kunjungan site ke industri terpilih yaitu PT
Pembangunan Kesehatan dalam rangka Kalbe Farma.*
Hari Kesehatan Nasional Tahun 2019.
Pertemuan ini dihadiri oleh regulator
serta industri farmasi dan alat kesehatan
Indonesia dan perwakilan negara-negara
lain. Bentuk kegiatan ini adalah Focus
Group Discussion (FGD) yang membahas
kebijakan di bidang farmasi dan alat
kesehatan serta kondisi industri farmasi
112 | memimpin dengan hati
Membangun Kesehatan Lewat Kefarmasian dan Alkes
| 113Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
114 | memimpin dengan hati
Prestasi
Kerja
MKHaeesrnialusai
“Setiap karya memberi jejak.
Meningkatkan rasa peduli,
menjadikan kita manusia yang
berarti.” - Ainy Fauziyah -
| 115Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
eberhasilan suatu Faktor lain yang juga sangat menentukan
kebijakan mulai dari keberhasilan kebijakan adalah upaya
perumusan hingga terus-menerus dan kerja keras semua
pelaksanaan sangat pihak untuk secara sadar bersama-sama
menyukseskan kebijakan tersebut. Jika
K ditentukan oleh kesiapan hasil kerja keras bersama membuahkan
kelembagaan, ketatalaksanaan, Sumber penghargaan dan apresiasi dari pihak-
Daya Manusia (SDM), dan ketersediaan pihak eksternal, tentu hal ini menjadi hal
anggaran seiring komitmen semua yang patut disyukuri dan menjadi pemicu
pimpinan dan staf Direktorat Jenderal semangat untuk bekerja lebih baik lagi di
Kefarmasian dan Alat Kesehatan. Tidak masa depan.
kalah penting, keterlibatan pemangku
kepentingan utama, baik dalam bentuk Sepanjang kepemimpinan Direktur
koordinasi, partisipasi, maupun Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan
pemberdayaan juga berperan besar dalam Dra. Engko Sosialine, Apt., M. Biomed
keberhasilan pelaksanaan kebijakan tahun 2018-2020, Direktorat Jenderal
bidang kefarmasian dan alat kesehatan. Kefarmasian dan Alat Kesehatan
memperoleh berbagai prestasi, antara lain:
1.Website resmi Direktorat
Jenderal Kefarmasian dan
Alat Kesehatan memperoleh
predikat Pemenang III (Ketiga)
dalam kompetisi e-ASPIRASI
(Anugerah Situs Sehat Inspirasi
Sehat) di lingkungan Kementerian
Kesehatan Tahun 2018. Kompetisi
diselenggarakan oleh Pusat
Data dan Informasi, Sekretariat
Jenderal, Kementerian Kesehatan
dalam rangka peringatan Hari
Kesehatan Nasional ke-54. Prestasi
ini menunjukkan komitmen dan
konsistensi Direktorat Jenderal
Kefarmasian dan Alat Kesehatan
untuk menjamin keterbukaan
informasi dan pelayanan publik
yang lebih baik.
116 | memimpin dengan hati
Penilaian SAKIP Direktorat Jenderal
Kefarmasian dan Alat Kesehatan
tahun 2018-2019
Tahun 2018 Tahun 2019
Hasil Penilaian Hasil Penilaian Hasil Penilaian Hasil Penilaian
(angka) (huruf) (angka) (huruf)
97,01 AA 94,37 AA
2.Pelaksanaan Evaluasi Implementasi Penilaian tersebut menunjukkan tingkat
Sistem Akuntabilitas Kinerja efektivitas dan efisiensi penggunaan
Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan anggaran dibandingkan dengan capaian
amanah Peraturan Presiden Nomor 29 kinerjanya, kualitas pembangunan budaya
Tahun 2014 tentang SAKIP dan Peraturan kinerja birokrasi dan penyelenggaraan
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pemerintahan yang berorientasi pada hasil
dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun sudah menunjukkan hasil yang sangat
2015 tentang Pedoman Evaluasi atas baik.
Implementasi SAKIP. SAKIP bertujuan
menilai tingkat akuntabilitas kinerja atau
pertanggungjawaban atas hasil (outcome)
terhadap penggunaan anggaran, dalam
rangka mewujudkan pemerintahan
yang berorientasi kepada hasil serta
memberikan saran perbaikan yang
diperlukan.
3.Satuan kerja di lingkungan Perbekalan Kesehatan Rumah
Direktorat Jenderal Kefarmasian Tangga yang Baik) dan CDAKB (Cara
dan Alat Kesehatan telah menerapkan Distribusi Alat Kesehatan yang Baik)
sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 - Pelayanan Produksi Dan Distribusi
untuk: Kefarmasian
- Penyusunan Formularium Nasional
- Pelayanan Jasa Otorisasi Alat - Tata Kelola Obat Publik dan
Kesehatan dan Perbekalan Kesehatan Perbekalan Kesehatan
Rumah Tangga - Layanan Dukungan Manajemen
Sekretariat Direktorat Jenderal
- Pelayanan Sertifikasi CPAKB (Cara Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
Pembuatan Alat Kesehatan yang
Baik), CPPKRTB (Cara Pembuatan
| 117Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
Prestasi
Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan b. Direktorat Pengawasan Alat
kinerja aparatur, sistem birokrasi yang Kesehatan dan PKRT telah memenuhi
lebih efektif dan efisien dalam mendukung standar sistem manajemen mutu
Program Kefarmasian dan Alat Kesehatan. ISO 9001:2015 yang berfokus
pada efektivitas proses Continual
a. Direktorat Penilaian Alat Kesehatan Improvement System yang dalam
dan Perbekalan Kesehatan Rumah prosesnya senantiasa melakukan
Tangga memperoleh Surat Keterangan perencanaan yang matang,
dari TUV Rheinland 28 November implementasi yang terukur dengan
2018 yang menyatakan Direktorat jelas, dilakukan evaluasi dan analisis
Penilaian Alat Kesehatan dan PKRT data serta monitoring pelaksanaannya.
telah memelihara sistem manajemen
mutu sesuai dengan persyaratan c. Direktorat Produksi dan Distribusi
SNI ISO 9001:2015 untuk cakupan Kefarmasian menerapkan sistem
penerapan Pelayanan Jasa Otorisasi manajemen mutu ISO 9001:2015
Alat Kesehatan dan Perbekalan untuk keseluruhan proses bisnis sesuai
Kesehatan Rumah Tangga. Sehingga dengan standar operasional yang ada
sertifikat SNI ISO 9001:2015 dengan di Direktorat Produksi dan Distribusi
nomor register 824 100 13105 tanggal Kefarmasian. Pada tahun 2019
20 November 2016 masih tetap dilaksanakan serah terima sertifikat
berlaku. ISO 9001:2015 oleh badan sertifikasi
BSI Group Indonesia.
118 | memimpin dengan hati
Kerja Keras Menuai Hasil
Ruang lingkup sertifikasi tersebut Pelayanan Kefarmasian berupaya
antara lain perumusan kebijakan dan untuk menjamin ketersediaan,
penyusunan norma, standar, prosedur, keterjangkauan, dan aksesibilitas
dan kriteria, penerbitan sertifikat obat dengan menyusun Formularium
produksi dan distribusi kefarmasian, Nasional (Fornas), yang digunakan
fasilitasi Pusat Pengolahan Pasca sebagai acuan dalam pelayanan
Panen Tanaman Obat dan administrasi kesehatan di seluruh Fasilitas
ketatausahaan. Penerapan sistem Pelayanan Kesehatan, baik FKTP
manajemen mutu merupakan upaya (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama)
untuk memastikan jaminan mutu maupun FKRTL (Fasilitas Kesehatan
pelayanan, meningkatkan kinerja Rujukan Tingkat Lanjutan) sebagai
aparatur, sistem birokrasi yang lebih instrumen kendali mutu dan kendali
efektif dan efisien dalam pelayanan biaya dalam pelaksanaan JKN.
publik maupun keseluruhan proses
bisnis di lingkup Direktorat Produksi Dalam rangka mewujudkan proses
dan Distribusi Kefarmasian. penyusunan Fornas yang akuntabel,
transparan, profesional dan
d. Direktorat Pelayanan Kefarmasian berintegritas, Direktorat Pelayanan
untuk Penyusunan Formularium Kefarmasian telah memperoleh
Nasional. Dalam mendukung sertifikat Sistem Manajemen Mutu
pelaksanaan JKN, Kementerian ISO 9001:2015 untuk Penyusunan
Kesehatan melalui Direktorat Formularium Nasional dan
| 119Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
Prestasi
Pengembangan software e-Fornas. tugas teknis lainnya pada program
Pada tahun 2019 telah diperbarui Kefarmasian dan Alat Kesehatan.
dengan ISO 9001:2015 yang Upaya ini merupakan continuous
berlaku sampai Desember 2020. quality improvement pelayanan publik
Dengan adanya e-Fornas maka akan di Sekretariat Direktorat Jenderal
mempermudah fasilitas kesehatan Kefarmasian dan Alat Kesehatan, di
dan organisasi profesi dalam mana selama tiga tahun sebelumnya
menyampaikan usulan obat secara telah menerapkan sistem manajemen
online dan memberi kemudahan bagi mutu ISO 9001:2008 untuk enam
masyarakat dalam mengakses daftar standar operasional prosedur.
obat yang tercantum dalam Fornas.
e. Direktorat Tata Kelola Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan memperoleh
Sertifikat ISO 9001:2015 untuk Quality
Management System untuk tahun 2019
yang dilaksanakan oleh TNV. Ruang
lingkup penerapan sistem manajemen
mutu yang diaudit di dalam sertifikasi
tersebut yaitu tata kelola obat publik
dan perbekalan kesehatan, termasuk
di Instalasi Farmasi Pusat. Dengan
demikian pelaksanaan sistem
manajemen mutu di Direktorat Tata
Kelola Obat Publik dan Perbekalan 3.Kementerian Kesehatan menerima Kementerian
Kesehatan diakui telah memenuhi trofi dan piagam dari Pemerintah Kesehatan menerima
persyaratan sesuai dengan standar ISO trofi dan piagam
9001:2015 dari Kementerian
Indonesia atas capaian opini Wajar Tanpa Keuangan atas
f. Sekretariat Direktorat Jenderal
Kefarmasian dan Alat Kesehatan Pengecualian (WTP) 6 (enam) kali berturut- capaian Opini Wajar
berhasil menerapkan sistem Tanpa Pengecualian
manajemen mutu ISO 9001:2015 turut untuk laporan keuangan tahun (WTP) selama 6
untuk seluruh standar operasional
prosedur sejumlah 146 layanan 2014-2019, karena berhasil menyusun (enam) kali berturut-
dukungan manajemen sebagai upaya turut untuk Laporan
untuk meningkatkan kinerja aparatur, dan menyajikan laporan keuangan dengan Keuangan Tahun
sistem birokrasi yang lebih efektif dan 2014-2019.
efisien dalam pelayanan publik terkait baik selama periode tersebut. Ini artinya,
dukungan manajemen dan pelaksanaan
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat
Kesehatan turut serta dalam melaksanakan
pengelolaan keuangan negara secara
efektif, efisien, transparan dan akuntabel
sesuai aturan yang berlaku dalam rangka
mendukung terwujudnya tata kelola
pemerintahan yang baik (Good Governance).
120 | memimpin dengan hati
Kerja Keras Menuai Hasil
4.Direktorat Jenderal Kefarmasian
dan Alat Kesehatan meraih
penghargaan tertinggi di lingkungan
Kementerian Kesehatan melalui Ahmad
Hafiz, S.E. sebagai Petugas Penyusun
Laporan Keuangan Tahun 2018 dan
Semester I tahun 2019 dengan Kualitas
Terbaik Pertama Tingkat Kementerian
Kesehatan kategori Satuan Kerja Non
BLU. Penilaian didasarkan pada kualitas
laporan keuangan tahun anggaran 2018
dan kualitas laporan keuangan Semester I
Tahun 2019.
Pemberian penghargaan kepada petugas penyusun
laporan keuangan kualitas terbaik.
5.Penghargaan Pengelolaan
Keuangan yang diterima Direktorat
Tata Kelola Obat Publik dan Perbekalan
Kesehatan sebagai satuan kerja terbaik
dalam pengelolaan keuangan oleh Kantor
Pelayanan Perbendaharaan Negara
(KPPN) VII. Di tahun 2019 penghargaan
yang diterima adalah sebagai Petugas
Satker Favorit Tahun Anggaran 2019.
| 121Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
122 | memimpin dengan hati
Penutup
“Ujian terakhir dari seorang
pemimpin adalah mewariskan
kepada orang-orang yang
dipimpinnya keyakinan dan
kemauan untuk terus maju.”
-Walter Lippman-
| 123Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
Penutup
emimpin
Direktorat
Jenderal
Kefarmasian
Mdan Alat
Kesehatan pada periode 2018-2020 atau
dalam waktu tiga tahun, tidaklah bisa
dikatakan masa kepemimpinan yang
panjang. Apalagi memimpin pada masa
peralihan kebijakan karena berakhirnya
era kebijakan lama dan dimulainya era
kebijakan baru. Kondisi itu, membuat
wanita pekerja keras ini harus berpikir
taktis untuk dapat menjembatani
peralihan kebijakan agar target-target
yang ditetapkan dapat tercapai.
Pengabdian di Kementerian Kesehatan dijalankan untuk membantu mempercepat
terutama di sektor kefarmasian dan alat penanganan COVID-19 meski pandemi ini
kesehatan selama lebih dari 32 tahun, belum berhasil dikalahkan.
menjadi bekal paling berharga bagi Beliau.
Pengalaman panjang tersebut, membuat
Beliau cepat tanggap dan sangat memahami
permasalahan dan tantangan yang dihadapi
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan
Alat Kesehatan. Itu membuat kebijakan
dan program yang dibuat dan dijalankan
Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat
Kesehatan cukup tajam dan tepat sasaran
serta dijalankan dengan sungguh-sungguh
oleh semua pemangku kepentingan.
Tantangan yang datang tak diundang pun, Waktu berlalu, semua akan berubah dan
seperti pandemi COVID-19, diantisipasi berganti, begitu juga kepemimpinan di
dengan cepat dan tanggap oleh Direktorat Direktorat Jenderal Kefarmasian dan
Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Alat Kesehatan ini. Namun, satu yang
di bawah kepemimpinan Beliau. Tak heran pasti, keteladanan seorang pemimpin
dalam waktu singkat berbagai kebijakan akan menjadi warisan paling berharga
aksi konkret berhasil dirumuskan dan bagi semua yang pernah dipimpinnya.
124 | memimpin dengan hati
Penutup
Keyakinan dan kemampuan untuk terus Capacity Building
maju, semangat untuk terus berbenah Direktorat Jenderal
diri menjadi lebih baik, serta semangat Kefarmasian dan
pengabdian dan melayani adalah benih Alat Kesehatan.
yang telah ditabur dan disemai oleh Engko
Sosialine. Seperti apa hasil tuainya di
masa depan, menjadi tanggung jawab yang
ditinggalkan untuk menyiram, memupuk,
dan merawatnya.*
| 125Sigap Mengawal Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan 2018-2020
Tantangan dan hambatan akan selalu siap
menghadang, termasuk pandemi COVID-19,
namun janganlah menjadi kendala dalam
mencapai tujuan. Jadikan tantangan
dan hambatan menjadi peluang untuk
terus memberikan yang terbaik dengan
mengarahkan kemampuan dan daya upaya
yang dimiliki.
ISBN 978-623-301-075-7