The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah - STAI Al-Hamidiyah 2021

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by info.alhamidiyah, 2021-06-26 23:07:06

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah - STAI Al-Hamidiyah 2021

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah - STAI Al-Hamidiyah 2021

Keywords: STAMIDIYA,Pedoman

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Kata Ibn memiliki dua versi penulisan. Jika Ibn terletak di
depan nama diri, maka kata tersebut ditulis Ibn. Jika kata Ibn
terletak di antara dua nama diri dan kata Ibn berfungsi sebagai ‘atf
al-bayān atau badal, maka ditulis bin atau b. Dalam kasus nomor
dua, kata Ibn tidak berfungsi sebagai predicative (khabar) sebuah
kalimat, tetapi sebagai ‘atf al-bayān atau badal.

Ibn Taymīyah, Ibn ‘Abd al-Bārr, Ibn al-Atsīr, Ibn Katsīr, Ibn
Qudāmah, Ibn Rajab, Muhammad bin/ b. ‘Abd Allāh, ‘Umar
bin/ b. Al-Khaţţāb, Ka’ab bin/ b. Malik.

G. CONTOH TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA DALAM CATATAN KAKI
DAN DAFTAR PUSTAKA

1. Catatan Kaki
1Abū Ishāq Ibrāhīm al-Shīrāzī, al-Luma’ fi Ushū al-Fiqh, Surabaya:
Syirkat Bungkul Indah. 1987 : 69.
2Ibn Qudāmah, Rawiat al-Nāzir wa Jannat al-Munāzir, Beirut:
Dār al-Kitāb al’Arabī. 1987 : 344.
3Muhammad b. Ismā’I al-Shanā’nī, Subul al-Salām: Syarh Bulūgh
al-Marām, vol. 4, Kairo: al-Maktabah al-Tijāryah al-Kubrā. 1950 :
45.
4Syāh Walī Allāh, al-Inshāf fī Bayān Asbāb al-Ikhtilāf, Beirut: Dār
al-Nafā’is. 1978 : 59.
5al-Syawkānī, Irsyād al-Fuhūl, Kairo: Mushţafā al-Halabī. 1937 :
81.
6al-Syāţibī, al-Muwāfaqāt fi Ushūl al-Syarī’ah, vol. 4, Beirut: Dār
al-Kutub al-‘Arabīyah. 1934 : 89.
7Rasyīd Ridā, al-Khilāfah aw al-‘Imāmah al-‘Uzmā, Mesir:
Maţba’at al-Manār. 1928 : 80, 102.

Sistematika Penulisan | 45

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

2. Daftar Pustaka

‘Abduh, Muhammad. 1967. Musykilāt al-Qur’ān al-Karīm wa
Tafsīr Sūrat al-Fātihah. Beirut: Maktabah bi al-Hayāh.

________. 1968. Tafsīr al-Qur’ān al-Azīm: Juz’ ‘Amma Kairo: al-
Maţba’ah al-Amirīyah.

________. 1972. dan Rasyīd Ridā. Tafsīr al-Manār. Vol. 12. Kairo:
al-Hay’ah al-Mishrīyah li al-Kitāb.

Abī al-Barakat, Majd al-Dīn. 1964. Al-Muharrar fī al-Fiqh ‘alā
Madzhab al-Imām Ahmad b. Hanbal. Vol. 1. Beirut: Dār al-
Kitāb al-‘Arabī.

Al-Amidī. 1914. Al-Ihkām fī Ushūl al-ahkām. Vol. 2. Kairo:
Maţba’at al-Ma’ārif.

Al-Baghdādī al-Hanbalī, SHafī al-Dīn. 1986. Qawā’id al-Ushūl wa
Ma’āqid al-Fushūl. Beirut: ‘Alam al-Kutub.

Al-Dzahabī, Muhammad Husayn. 1962. Al-Tafsīr wa al-
Mufassirūn. vol. 3. Kairo: Dār al-Kutub al-Hadītsah.

Al-Taymīyah. 1983. al-Musawwadah fī Ushūl al-Fiqh. Kairo:
Maţba’at al-Madanī.

H. SISTEMATIKA PENULISAN PROPOSAL
1. Format Kuantitatif
Bagian Awal
1. Halaman Judul
2. Halaman Pengesahan
3. Daftar Isi
4. Daftar Tabel (jika ada)

Bagian Inti

Sistematika Penulisan | 46

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

A. Judul Penelitian
B. Latar Belakang Masalah
C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Ruang Lingkup Penelitian

1. Variabel Penelitian
2. Indikator Variabel
3. Definisi Operasional
G. Landasan Teori
1. Penelitian Terdahulu
2. Kajian Teori
3. Hipotesis
H. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
2. Populasi dan Sampel
3. Teknik Pengumpulan Data
4. Instrumen Penelitian

a. Validitas
b. Reliabilitas
5. Analisis Data

Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran
2. Format Kualitatif
Bagian Awal
1. Halaman Judul
2. Halaman Pengesahan
3. Daftar Isi
4. Daftar Tabel (jika ada)

Sistematika Penulisan | 47

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Bagian Inti
A. Judul Penelitian
B. Konteks Penelitian
C. Fokus Penelitian
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Definisi Konsep
G. Kajian Pustaka

1. Penelitian Terdahulu
2. Kajian Teori
H. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
2. Lokasi Penelitian
3. Sumber Data
4. Teknik Pengumpulan Data
5. Analisis Data
6. Pengecekan Keabsahan Data
7. Tahap-tahap Penelitian

Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran

3. Format Penelitian Pustaka (Library Research)
Bagian Awal
1. Halaman Judul
2. Halaman Pengesahan
3. Daftar Isi
4. Daftar Tabel (jika ada)
Bagian Inti
A. Judul Penelitian
B. Latar Belakang Masalah

Sistematika Penulisan | 48

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

C. Rumusan Masalah
D. Tujuan Penelitian
E. Manfaat Penelitian
F. Definisi Konsep
G. Kajian Pustaka

1. Penelitian Terdahulu
2. Kajian Teori
H. Metode Penelitian
1. Pendekatan dan Jenis Penelitian
2. Sumber Data
3. Teknik Pengumpulan Data
4. Analisis Data

Analisis data dapat menggunakan analisis isi (con- tent
analysis), analisis wacana (discourse analysis), atau
analisis domain (domain
I. Sistematika Pembahasan.

Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran

I. SISTEMATIKA PENULISAN LAPORAN
1. Format Skripsi Kuantitatif
Bagian Pembuka
Halaman Judul (cover luar)
Halaman Sampul (cover dalam)
Persetujuan Pembimbing
Pernyataan Keaslian
Pengesahan
Motto dan Persembahan
Kata Pengantar
Daftar Isi

Sistematika Penulisan | 49

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Daftar Tabel (jika ada)

Daftar Gambar (jika ada)

Daftar Grafik (jika ada)

Daftar Lampiran

Pedoman Transliterasi

Abstrak

Bagian Inti

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

B. Rumusan Masalah

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

E. Ruang Lingkup Penelitian

1. Variabel Penelitian

2. Indikator Variabel

3. Definisi Operasional

BAB II : LANDASAN TEORI

A. Penelitian Terdahulu

B. Kajian Teori

C. Hipotesis

BAB III : METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

B. Populasi dan Sampel

C. Teknik Pengumpulan Data

D. Instrumen Penelitian

1. Validitas

2. Reliabilitas

E. Analisis Data

BAB IV : PENYAJIAN DAN HASIL ANALISIS DATA

A. Penyajian dan Analisis Data

B. Pengujian Hipotesis

Sistematika Penulisan | 50

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

BAB V C. Pembahasan
: PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran-saran

Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Instrumen Pengumpulan Data (Qusioner, Angket, Tes, dll)
Surat Ijin Penelitian
Surat Keterangan Selesai Penelitian
Foto-foto.
Biodata Penulis

2. Format Skripsi Kualitatif
Bagian Pembuka
Halaman Judul (cover luar)
Halaman Sampul (cover dalam)
Persetujuan Pembimbing
Pernyataan Keaslian
Pengesahan
Motto dan Persembahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel (jika ada)
Daftar Gambar (jika ada)
Daftar Grafik (jika ada)
Daftar Lampiran
Pedoman Transliterasi
Abstrak

Sistematika Penulisan | 51

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Bagian Inti

BAB I : PENDAHULUAN

A. Konteks Penelitian

B. Fokus Penelitian

C. Tujuan Penelitian

D. Manfaat Penelitian

E. Definisi Konsep

BAB II : KAJIAN PUSTAKA

A. Penelitian Terdahulu

B. Kajian Teori

BAB III : METODE PENELITIAN

A. Pendekatan dan Jenis Penelitian

B. Lokasi Penelitian

C. Sumber data

D. Teknik Pengumpulan data

E. Analisis Data

F. Pengecekan Keabsahan data

G. Tahap-tahap Penelitian

BAB IV : PENYAJIAN DAN HASIL ANALISIS DATA

A. Gambaran Objek Penelitian

B. Paparan Data dan Temuan Penelitian

C. Pembahasan Temuan

BAB V : PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran-saran

Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Instrumen Pengumpulan Data (checlist observasi, Transkip
Wawancara, dan lain-lain)
Surat Ijin Penelitian
Surat Keterangan Selesai Penelitian

Sistematika Penulisan | 52

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Foto-foto.
Biodata Penulis

3. Format Skripsi Penelitian Pustaka (Libarary Research)
Bagian Pembuka
Halaman Judul (cover luar)
Halaman Sampul (cover dalam)
Persetujuan Pembimbing
Pernyataan Keaslian
Pengesahan
Motto dan Persembahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel (jika ada)
Daftar Gambar (jika ada)
Daftar Grafik (jika ada)
Daftar Lampiran
Pedoman Transliterasi
Abstrak

Bagian Inti
BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penelitian
D. Manfaat Penelitian
E. Definisi Konsep

BAB II : KAJIAN PUSTAKA
A. Penelitian Terdahulu
B. Kajian Teori

Sistematika Penulisan | 53

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

BAB III : METODE PENELITIAN
A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
B. Sumber data
C. Teknik Pengumpulan data
D. Analisis Data

BAB IV : PENYAJIAN DAN HASIL ANALISIS DATA
A. Paparan Data dan Temuan Penelitian
B. Pembahasan Temuan

BAB V : PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran-saran

Bagian Akhir
Daftar Pustaka
Instrumen Pengumpulan Data
Surat Ijin Penelitian (jika dibutuhkan)
Surat Keterangan Selesai Penelitian (Jika ada)
Foto-foto.
Biodata Penulis.
J. FORMAT DAN REDAKSI BAGIAN PEMBUKA
1. Halaman Judul (sampul luar dan dalam). Pada halaman judul
untuk sampul luar diketik judul skripsi secara lengkap. Jika ada
judul besar, maka diketik dengan huruf besar semua, sedangkan
sub judul di tulis dengan huruf kecil. Penempatannya diatur
sedemikian rapi sehingga dalam posisi "center". Dalam halaman
ini juga harus dicantumkan logo STAI Al-Hamidiyah Bangkalan,
identitas mahasiswa (Nama dan NIM) kemudian serta bulan dan
tahun pembuatan skripsi.
2. Halaman persetujuan dibuat pada satu halaman dengan redaksi
dan format sebagaimana contoh. Sebelum diujikan pada halaman
persetujuan ini harus dibubuhkan tanda tangan pembimbing.

Sistematika Penulisan | 54

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

3. Halaman pengesahan dibuat pada satu halaman yang berisi
tentang tanggal pelaksanaan ujian dan susunan tim penguji.

4. Halaman motto dan persembahan. Apabila penulis memandang
perlu membubukan motto dan persembahan, maka penempatan
untuk motto adalah dibagian atas sebelah kiri dan persembahan
berada disebelah kanan bawah. Motto dan persembahan disusun
dengan format dan bahasa (redaksi) yang menyenangkan dan
pilihan huruf standar (times new roman 12).

5. Abstrak. Abstrak dibuat satu halaman diketik dengan spasi
tunggal. Abstrak berisi tentang permasalahan penelitian, tujuan
penelitian, metode penelitian, kesimpulan dan saran.

6. Kata pengantar adalah halaman yang berisi ucapan terima kasih
kepada orang-orang, lembaga, organisasi atau pihak yang
membantu mempersiapkan, melaksanakan dan menyelesaikan
penulisan skripsi secara langsung. Kata pengantar dibuat 1-2
halaman dan pada bagian kanan bawah ditulis kata "penulis"
(bukan nama/identitas).

7. Daftar isi dibuat berdasarkan:
a. Kata "daftar isi" diketik dengan huruf besar dan di tengah.
b. Pada sudut kanan - atas diketik kata ”halaman”.
c. Bagian pembukaan (halaman judul, persetujuan, pengesahan,
motto, persembahan, abstrak, kata pengantar, daftar isi,
daftar tabel, daftar lampiran dsb) diketik mulai awal margin
kiri dengan huruf besar semua.
d. Sistematika daftar isi menyesuaikan pendekatan penelitian
yang dipilih.

K. PENULISAN TABEL DAN GAMBAR

Penulisan Tabel

Penggunaan tabel dapat dipandang sebagai salah satu cara yang
sistematis untuk menyajikan data statistik dalam kolom-kolom dan

Sistematika Penulisan | 55

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

lajur, sesuai dengan klasifikasi masalah. Dengan menggunakan tabel,
pembaca akan dapat memahami dan menafsirkan data secara cepat,
dan mencari hubungan-hubungannya.

Tabel yang baik seharusnya sederhana dan dipusatkan pada
beberapa ide. Memasukkan terlalu banyak data dalam suatu tabel dapat
mengurangi nilai penyajian tabel. Lebih baik menggunakan banyak
tabel daripada menggunakan sedikit tabel yang isinya terlalu padat.
Tabel yang balk harus dapat menyampaikan ide dan hubungan-
hubungannya secara efektif.

Jika suatu tabel cukup besar (lebih dari setengah halaman),
maka tabel harus ditempatkan pada halaman tersendiri; dan jika
tabel cukup pendek (kurang dari setengah halaman) sebaiknya
diintegrasikan dengan teks.

Tabel harus diberi identitas (berupa nomor dan nama tabel) dan
ditempatkan di atas tabel. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan
perujukan. Jika tabel lebih dari satu halaman, maka bagian kepala tabel
(termasuk teksnya) harus diulang pada halaman selanjutnya. Akhir tabel
pada halaman pertama tidak perlu diberi garis horisontal. Pada halaman
berikutnya, tuliskan Lanjutan Tabel... pada tepi kiri, tiga spasi dari garis
horisontal teratas tabel. Hanya huruf pertama kata tabel ditulis dengan
menggunakan huruf besar. Kata "Tabel" ditulis di pinggir, diikuti nomor
dan judul tabel. Judul tabel ini ditulis dengan huruf besar pada huruf
pertama setiap kata kecuali kata hubung. Jika judul tabel lebih dari satu baris,
baris kedua dan seterusnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan
jarak satu spasi. Judul tabel tanpa diakhiri tanda titik. Nomor tabel ditulis
dengan angka Arab sebagai identitas tabel yang menunjukkan bab
tempat tabel itu dimuat dan nomor urutnya dalam bab yang
bersangkutan. Dengan demikian untuk setiap bab nomor urut tabel
dimulai dari nomor 1.

Sistematika Penulisan | 56

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Contoh:

Tabel 4.1 Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK Assaidiyah
Durjan Kokop Bangkalan

Nomor tabel ini menunjukkan bahwa tabel yang berjudul Data
Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMK Assaidiyah Durjan Kokop
Bangkalan terletak pada Bab IV nomor urut yang pertama.
Pengacuan tabel menggunakan angka, bukan dengan menggunakan
kata tabel di atas atau tabel di bawah.

Garis yang paling atas dari tabel diletakkan 3 spasi di
bawah nama tabel. Kolom pengepalaan (heading), dan deskripsi
tentang ukuran atau unit data harus dicantumkan. Istilah-istilah
seperti nomor, persen, frekuensi, dituliskan dalam bentuk
singkatan/lambang: No., %, dan f. Data yang terdapat dalam tabel ditulis
dengan menggunakan spasi tunggal. Garis akan digunakan jika
dipandang lebih mempermudah pembacaan tabel, tetapi garis
vertikal di bagian kiri, tengah, dan kanan tabel tidak diperlukan.

Tabel yang dikutip dari sumber lain wajib diberi
keterangan mengenai nama akhir penulis, tahun publikasi, dan nomor
halaman tabel asli di bawah tabel dengan jarak tiga spasi dari garis
horisontal terbawah, mulai dari tepi kiri. Jika diperlukan catatan untuk
menjelaskan butir-butir tertentu yang terdapat dalam tabel, gunakan
simbol-simbol tertentu dan tulis dalam bentuk superskrip. Catatan kaki
untuk tabel ditempatkan di bawah tabel, dua spasi di bawah sumber,
bukan pada bagian bawah halaman.
Contoh:
Tabel 3.1 Keterlibatan Lulusan dalam Program program

Pengembangan Staf

Kegiatan Peranan Lulusan Relevansi

P Pb Pan PI R TSR TR

Sistematika Penulisan | 57

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

%% % %% % %

Seminar (90,0%)*) 57,8 65,6 40,0 31,1 46,1 51,9 ttd

Penataran/latihan dalam

jabatan (78,9%) 3,3 21,1 50,0 31,1 57,6 28,8 10,0**

Lokakarya (70,0%) 34,4 34,4 22,2 8,9 53,3 40,7 ttd

Kursus (38,9%) 6,7 6,7 5,5 Ttd 66,7 27,8 ttd

Kegiatan lain (13,3%) 14,4 24,4 14,4 6,4 Ttd 3,1 Ttd

Catatan: P = Peserta TSR = Tidak selalu relevan

Pb = Pembicara TR = Tidak relevan

Pan = Panitia Ttd = Tidak tersedia data

P1 = Peran lain

R = Relevan

*) Angka-angka dalam kurung menunjukkan persentase lulusan yang

memberikan jawaban.

**) Sejumlah 1096 lagi dari peserta kegiatan ini menyatakan bahwa

hal itu tidak relevan dengan bidang keahlian mereka. Alasan-

alasan yang diberikan antara lain bahwa kuliah-kuliah yang

diberikan kadang-kadang sangat berbeda dengan bidang keahlian

baru lulusan yang mereka peroleh dalam pendidikan di luar negeri.

Penyajian Gambar
Istilah gambar mengacu pada foto, grafik, chart, peta, sket,

diagram, bagan, dan gambar lainnya. Gambar dapat menyajikan data
dalam bentuk-bentuk visual yang dapat dengan mudah dipahami.
Gambar tidak harus dimaksudkan untuk membangun deskripsi,
tetapi dimaksudkan untuk menekankan hubungan tertentu yang
signifikan. Gambar juga dapat digunakan untuk menyajikan data
statistik berbentuk grafik.

Beberapa pedoman penggunaan gambar dapat
dikemukakan seperti berikut.
1. Judul gambar ditempatkan di bawah gambar, bukan di atasnya.

Cara penulisan judul gambar sama dengan penulisan judul
tabel.

Sistematika Penulisan | 58

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

2. Gambar harus sederhana untuk dapat menyampaikan ide
dengan jelas dan dapat dipahami tanpa harus disertai
penjelasan tekstual.

3. Gambar harus digunakan dengan hemat. Terlalu banyak gambar
dapat mengurangi nilai penyajian data.

4. Gambar yang memakan tempat lebih dari setengah halaman
harus ditempatkan pada halaman tersendiri.

5. Penyebutan adanya gambar seharusnya mendahului gambar.
6. Gambar diacu dengan menggunakan angka, bukan dengan

menggunakan kata gambar di atas atau gambar di bawah.
7. Gambar dinomori dengan menggunakan angka Arab seperti pada

penomoran tabel.
Contoh :

Gambar 2.1 Fluktuasi Kenaikan Air Selama Satu Tahun di Laut
Banda dan Laut Arafura (Sumber: Wyrtki, 1961: 139)

Sistematika Penulisan | 59

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

BAB IV
DESKRIPSI BAGIAN-BAGIAN PROPOSAL

A. FORMAT PROPOSAL PENELITIAN KUANTITATIF

1. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah mengungkapkan permasalahan-

permasalahan yang akan diteliti sehingga dapat diketahui hal-
hal yang melandasi dilakukannya penelitian. Latar belakang
masalah hendaknya disusun secara singkat dan mampu
mencakup inti masalah yang akan dibahas. Masalah-masalah
tersebut dapat bersumber dari bahan bacaan, seperti buku,
koran, majalah, jurnal atau dapat juga berupa pengamatan
peneliti tentang suatu peristiwa yang berlangsung di
masyarakat.

2. Rumusan Masalah
Bagian ini mencantumkan semua rumusan masalah yang

hendak dicari jawabannya melalui penelitian. Perumusan
masalah harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik,
operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

3. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang

akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian
harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan
sebelumnya.

4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang konstribusi apa yang

akan diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan
dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan kegunaan
praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat
secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus realistis.

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 60

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

5. Ruang Lingkup Penelitian
a. Variabel Penelitian
Pada bagian ini peneliti harus menentukan variabel
secara jelas dan tegas. Mana yang menjadi variabel bebas
dan mana variabel terikatnya.
b. Indikator Variabel
Setelah varibel penelitian terpenuhi kemudian
dilanjutkan dengan mengemukakan indikator-indikator
variabel yang merupakan rujukan empiris dari variabel yang
diteliti. Indikator empiris ini nantinya akan dijadikan sebagai
dasar dalam membuat butir-butir atau item pertanyaan
dalam angket, interview, dan observasi.
c. Definis Operasional
Berdasar indikator empiris variabel penelitian
kemudian dilanjutkan dengan mengemukakan definisi
operasionalnya. Definisi operasional adalah definisi yang
digunakan sebagai pijakan pengukuran secara empiris
terhadap variabel penelitian dengan rumusan yang
didasarkan pada indikator variabel.

6. Landasan Teori

a. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil

penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang
hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik
penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum
terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi dan sebaginya).
Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat
sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang
hendak dilakukan.

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 61

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

b. Kajian Teori
Bagian ini berisi pembahasan tentang berbagai teori

terkait yang dijadikan sebagai pijakan dalam penelitian.
Pembahasan berbagai teori yang terkait dengan penelitian
secara lebih luas dan mendalam akan semakin
memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji
permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan
rumusan masalah dan tujuan penelitian.

7. Hipotesis
Hipotesis diajukan dalam bentuk pernyataan sementara

terhadap hasil penelitian. Contoh: Jika rumusan masalahnya
berbunyi: ”Apakah ada hubungan antara keaktifan mengikuti
pengajian dengan peningkatan pemahaman keagamaan?”, maka
hipotesis alternatif (Ha) berbunyi: ”Keaktifan mengikuti
pengajian mempunyai hubungan dengan peningkatan
pemahaman agama”. Sementara hipotesis nihil (Ho) berbunyi:
”Keaktifan mengikuti pengajian tidak mempunyai hubungan
dengan peningkatan pemahaman agama”.

8. Metode Penelitian
a. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang
pendekatan penelitian yang akan dipilih dan dilakukan,
kualitatif atau kuantitatif. Sementara jenis penelitian
menunjukkan jenis survey, eksprimen, komparartif, kasus,
pengembangan, riset aksi atau jenis lainnya. Penentuan
pendekatan dan jenis penelitian harus diikuti oleh alasan-
alasan.
b. Populasi dan Sampel
Istilah ini digunakan untuk penelitian yang menggunakan
sampel. Sementara untuk penelitian yang menggunakan

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 62

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

seluruh populasi disebut dengan subyek penelitian.
Penjelasan yang akurat tentang karakterisktik populasi perlu
diberikan agar jumlah sampel yang dipilih benar-benar
representatif, dalam arti dapat menggambarkan keadaan
populasinya. Hal-hal penting dalam bagian ini berisi: (1)
identifikasi dan batasan populasi, (2) prosedur dan teknik
pengambilan sampel yang hendak dilakukan, dan (3)
besarnya sampel yang diambil.
c. Instrumen Penelitian

Merupakan alat yang digunakan dalam pengumpulan
data (angket, wawancara, checklist, pengamatan dan
sebagainya) atau alat dan bahan yang digunakan dalam
penelitian. Hal lain yang perlu diuraikan dalam instrumen
penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap
setiap butir pertanyaan.
d. Analisis Data

Bagian ini menguraikan jenis analisis statistik yang
akan digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis
statistik yang dipilih, statistik deskriptif dan inferensial.
Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrik dan
non parametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat
ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap
berorientasi kepada tujuan atau hipotesis yang hendak diuji.
Oleh karenanya, yang pokok bukan kecanggihan, tetapi
ketepatan teknik analisisnya.

9. Sistematika Pembahasan
Berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi yang

dimulai dari bab pendahuluan hingga pada bab penutup. Format
penulisan sistematika pembahasan adalah dalam bentuk
deskriptif naratif, bukan seperti pada daftar isi.

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 63

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

10. Daftar Pustaka
Sumber-Sumber yang hendak dijadikan sebagai rujukan

hendaknya dicantumkan dalam bagian ini. Bagian ini juga
mencerminkan sejauh mana peneliti telah melalkukan survey
pustaka yang menunjang pelaksanaan penelitiannya.

B. FORMAT PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF

1. Konteks Penelitian
Latar belakang masalah mengungkapkan permasalahan-

permasalahan yang akan diteliti sehingga dapat diketahui hal-hal
yang melandasi dilakukannya penelitian. Latar belakang masalah
hendaknya disusun secara singkat dan mampu mencakup inti
masalah yang akan dibahas. Masalah-masalah tersebut dapat
bersumber dari bahan bacaan, seperti buku, koran, majalah,
jurnal atau dapat juga berupa pengamatan peneliti tentang suatu
peristiwa yang berlangsung di masyarakat.

2. Fokus Penelitian
Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif disebut

dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini mencantumkan semua
rumusan masalah yang akan dicari jawabannya melalui proses
penelitian. Perumusan masalah harus disusun secara singkat,
jelas, tegas, spesifik, operasional yang dituangkan dalam bentuk
kalimat tanya.

3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah yang

akan dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian harus
mengacu kepada masalah-masalah yang telah dirumuskan
sebelumnya.

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 64

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

4. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang konstribusi apa yang akan

diberikan setelah selesai melakukan penelitian. Kegunaan dapat
berupa yang bersifat teoritis dan kegunaan praktis, seperti
kegunaan bagi penulis, instansi dan masyarakat secara
keseluruhan. Kegunaan penelitian harus realistis.

5. Definisi Konsep
Definisi konsep berisi tentang pengertian secara istilah

beberapa konsep atau istilah penting yang menjadi titik
perhatian di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak terjadi
kesalahpahaman terhadap makna konsep sebagaimana
dimaksud oleh peneliti.

6. Kajian Pustaka
a. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai hasil
penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian yang
hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya, baik
penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum
terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi dan sebaginya).
Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat
sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang
hendak dilakukan.
b. Kajian Teori
Bagian ini berisi pembahasan tentang berbagai teori
terkait yang dijadikan sebagai pijakan dalam penelitian.
Pembahasan berbagai teori yang terkait dengan penelitian
secara lebih luas dan mendalam akan semakin
memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji
permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan
rumusan masalah dan tujuan penelitian. Posisi teori dalam

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 65

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

penelitian kualitatif diletakkan sebagai perspektif, bukan
diuji.

7. Metode Penelitian
a. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang
pendekatan penelitian yang akan dipilih dan akan dilakukan,
kualitatif atau kuantitatif. Sementara jenis penelitian
menunjukkan jenis survey, eksprimen, komparatif, kasus,
pengembangan, riset aksi atau jenis lainnya. Penentuan
pendekatan dan jenis penelitian harus diikuti oleh alasan-
alasan.
b. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian menunjukkan di mana penelitian
tersebut hendak dilakukan. Wilayah penelitian biasanya
berisi tentang lokasi (desa, organisasi, peristiwa, teks, dan
sebaginya) dan unit analisis. Contoh: Penelitian di desa ”X”
dengan unit analisisnya ”individu”.
c. Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkan jenis data dan sumber data.
Uraian tersebut meliputi data apa saja yang ingin diperoleh,
siapa yang hendak dijadikan informan atau subyek
penelitian, bagaimana data akan dicari dan dijaring sehingga
validitasnya dapat dijamin. Istilah sampel jarang digunakan
karena istilah ini biasanya digunakan melakukan generalisasi
dalam pendekatan kuantitatif.
d. Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data
yang akan digunakan, misalnya observasi partisipan,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Masing-masing
harus dideskripsikan tentang data apa saja yang diperoleh
melalui teknik-teknik tersebut.
Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 66

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

e. Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan bagaimana proses pelacakan,

pengaturan, dan klasifikasi data akan dilakukan. Bagaimana
prosedur analisis data hendaknya dideskripsikan secara jelas
sehingga memberikan gambaran bagaimana peneliti akan
melakukan olah data.
f. Pengecekan Keabsahan Data

Bagian ini memuat bagaimana usaha-usaha peneliti
untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh
temuan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti
kredibilitasnya dengan menggunakan teknik-teknik
perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi
secara lebih mendalam, triangulasi (menggunakan beberapa
sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat,
analisis kasus lain, melacak kesesuaian hasil, dan pengecekan
anggota. Selanjutnya, perlu dilakukan pengecekan dapat
tidaknya ditransfer ke latar lain (transferability),
ketergantungan pada konteks (dependability), dan dapat
tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya
(comfirmability).
g. Tahap-tahap Penelitian

Bagian ini menguraikan proses pelaksanaan penelitian,
mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain,
penelitian sebenarnya, dan sampai pada penulisan laporan.

8. Sistematika pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur

pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan hingga
bab penutup. Format penulisan sistematikan pembahasan adalah
dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti daftar isi.

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 67

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

9. Daftar Pustaka
Sumber-Sumber yang hendak dijadikan sebagai rujukan

hendaknya dicantumkan dalam bagian ini. Bagian ini juga
mencerminkan sejauh mana peneliti telah melakukan survey
pustaka yang menunjang pelaksanaan penelitiannya.

Deskripsi Bagian-bagian Proposal | 68

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

BAB V
DESKRIPSI BAGIAN INTI SKRIPSI

A. FORMAT LAPORAN PENELITIAN KUANTITATIF

1. BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah mengungkapkan

permasalahan-permasalahan yang diteliti sehingga dapat
diketahui hal-hal yang melandasi dilakukannya penelitian.
Latar belakang masalah hendaknya disusun secara singkat
dan mampu mencakup inti masalah yang akan dibahas.
Masalah-masalah tersebut dapat bersumber dari bahan
bacaan, seperti buku, koran, majalah, jurnal atau dapat juga
berupa pengamatan peneliti tentang suatu peristiwa yang
berlangsung di masyarakat.

b. Rumusan Masalah
Bagian ini mencantumkan semua rumusan masalah

yang dicari jawabannya melalui penelitian. Perumusan
masalah harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik,
operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

c. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah

yang dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian
harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah
dirumuskan sebelumnya.

d. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang konstribusi apa

yang diberikan setelah selesai melakukan penelitian.
Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 69

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan
masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus
realistis.

e. Ruang Lingkup Peneitian

1) Variabel Penelitian
Pada bagian ini peneliti harus menentukan variabel

secara jelas dan tegas. Mana yang menjadi variabel
bebas dan mana variabel terikatnya.

2) Indikator Variabel
Setelah varibel penelitian terpenuhi kemudian

dilanjutkan dengan mengemukakan indikator-indikator
variabel yang merupakan rujukan empiris dari variabel
yang diteliti. Indikator empiris ini nantinya akan dijadikan
sebagai dasar dalam membuat butir-butir atau item
pertanyaan dalam angket, interview, dan observasi.

3) Definis Operasional
Berdasar indikator empiris variabel penelitian

kemudian dilanjutkan dengan mengemukakan definisi
operasionalnya. Definisi operasional adalah definisi yang
digunakan sebagai pijakan pengukuran secara empiris
terhadap variabel penelitian dengan rumusan yang
didasarkan pada indikator variabel.

4) Sistematika Pembahasan
Berisi tentang deskripsi alur pembahasan skripsi

yang dimulai dari bab pendahuluan hingga pada bab
penutup. Format penulisan sistematika pembahasan
adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan seperti
pada daftar isi.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 70

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

2. BAB II LANDASAN TEORI

a. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai

hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian
yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya,
baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum
terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi, dan sebagainya).
Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat
sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang
hendak dilakukan.

b. Kajian Teori
Bagian ini berisi pembahasan tentang berbagai teori

terkait yang dijadikan sebagai pijakan dalam penelitian.
Pembahasan berbagai teori yang terkait dengan penelitian
secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam
wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang
hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan
tujuan penelitian. Posisi teori dalam penelitian kualitatif
diletakkan sebagai perspektif, bukan diuji.

c. Hipotesis
Hipotesis diajukan dalam bentuk pernyataan

sementara terhadap hasil penelitian. Contoh: Jika rumusan
masalahnya berbunyi: ”Apakah ada hubungan antara
keaktifan mengikuti pengajian dengan peningkatan
pemahaman keagamaan?”, maka hipotesis alternatif (Ha)
berbunyi: ”Keaktifan mengikuti pengajian mempunyai
hubungan dengan peningkatan pemahaman agama”.
Sementara hipotesis nihil (Ho) berbunyi: ”Keaktifan
mengikuti pengajian tidak mempunyai hubungan dengan
peningkatan pemahaman agama”.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 71

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

3. BAB III METODE PENELITIAN
a. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang
pendekatan penelitian yang dipilih dan dilakukan, kualitatif
atau kuantitatif. Sementara jenis penelitian menunjukkan
jenis survey, eksprimen, komparartif, kasus, pengembangan,
riset aksi atau jenis lainnya. Penentuan pendekatan dan jenis
penelitian harus diikuti oleh alasan-alasan.
b. Populasi dan Sampel
Istilah ini digunakan untuk penelitian yang
menggunakan sampel. Sementara untuk penelitian yang
menggunakan seluruh populasi disebut dengan subyek
penelitian. Penjelasan yang akurat tentang karakterisktik
populasi perlu diberikan agar jumlah sampel yang dipilih
benar-benar representatif, dalam arti dapat menggambarkan
keadaan populasinya. Hal-hal penting dalam bagian ini berisi:
(1) identifikasi dan batasan populasi, (2) prosedur dan teknik
pengambilan sampel, dan (3) besarnya sampel yang diambil.
c. Instrumen Penelitian
Merupakan alat yang digunakan dalam pengumpulan
data (angket, wawancara, checklist, pengamatan dan
sebagainya) atau alat dan bahan yang digunakan dalam
penelitian. Hal lain yang perlu diuraikan dalam instrumen
penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap
setiap butir pertanyaan.
d. Analisis Data
Bagian ini menguaraikan jenis analisis statistik yang
digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik
yang dipilih, statistik deskriptif dan inferensial. Dalam statistik
inferensial terdapat statistik parametrik dan non parametrik.
Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 72

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi kepada tujuan
atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karenanya, yang pokok
bukan kecanggihan, tetapi ketepatan teknik analisisnya.
Bagian analisis data erdiri dari:
1) Validitas
2) Reliabilitas
3) Teknik Analisis Data

4. BAB IV PENYAJIAN DAN HASIL ANALISIS DATA

a. Penyajian dan Analisis Data
Penyajian data berisi tentang temuan-temuan

penting dari masing-masing variabel yang dituangkan secara
singkat namun bermakna dalam bentuk-bentuk angka
statistik, tabel, maupun grafik. Setiap variabel dilaporkan
dalam sub tersendiri dengan merujuk kepada rumusan
masalah ataupun tujuan penelitian.

b. Pengujian Hipotesis
Kemudian dilakukan analisis dengan menggunakan

rumus statistik yang sesuai, bukan rumus statistik yang
dipahami peneliti.

Pemaparan tentang hasil pengujian hipotesis pada
dasarnya tidak berbeda dengan penyajian temuan penelitian
untuk masing-masing variabel. Hipotesis penelitian sekali lagi
dapat dikemukakan dalam bagian ini, termasuk hipotesis nihil
(Ho) nya dan masing-masing dikuti dengan hasil
pengujiannnya, serta penjelasan atas hasil pengujian itu
secara jelas.

c. Pembahasan
Membahas hasil temuan yang diperoleh setelah

dilakukan pengujian hipotesis. Tujuannya adalah (1)
menjawab masalah penelitian, (2) menafsirkan temuan

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 73

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

penelitian, (3) memodifiksi teori yang ada atau menemukan
teori baru, dan (4) menjelaskan implikasi lain dari hasil
penelitian.
5. BAB V PENUTUP
a. Kesimpulan

Kesimpulan ditarik dari keseluruhan pembahasan
yang terkait langsung rumusan masalah dan tujuan
penelitian. Kesimpulan merangkum semua pembahasan yang
telah diuraikan pada bab sebelumnya.
b. Saran-saran

Saran yang dituangkan hendaknya mengacu atau
bersumber dari temuan penelitian, pembahasan, dan
kesimpulan akhir hasil penelitian.

B. FORMAT LAPORAN PENELITIAN KUALITATIF
1. BAB I PENDAHULUAN
a. Konteks Penelitian
Konteks Penelitian mengungkapkan permasalahan-
permasalahan yang diteliti sehingga dapat diketahui hal-hal
yang melandasi dilakukannya penelitian. Latar belakang
masalah hendaknya disusun secara singkat dan mampu
mencakup inti masalah yang akan dibahas. Masalah-masalah
tersebut dapat bersumber dari bahan bacaan, seperti buku,
koran, majalah, jurnal atau dapat juga berupa pengamatan
peneliti tentang suatu peristiwa yang berlangsung di
masyarakat.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 74

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

b. Fokus Penelitian
Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif

disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini
mencantumkan semua rumusan masalah yang dicari
jawabannya melalui proses penelitian. Perumusan masalah
harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik,
operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah

yang dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian
harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah
dirumuskan sebelumnya.

d. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang konstribusi apa

yang diberikan setelah selesai melakukan penelitian.
Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan
kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan
masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus
realistis.

e. Definisi Konsep
Definisi konsep berisi tentang pengertian secara

istilah beberapa konsep atau istilah penting yang menjadi
titik perhatian di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak
terjadi kesalahpahaman terhadap makna konsep
sebagaimana dimaksud oleh peneliti.

f. Sistematika pembahasan
Sistematika pembahasan berisi tentang deskripsi alur

pembahasan skripsi yang dimulai dari bab pendahuluan
hingga bab penutup. Format penulisan sistematikan

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 75

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

pembahasan adalah dalam bentuk deskriptif naratif, bukan
seperti daftar isi.

2. BAB II KAJIAN PUSTAKA

a. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai

hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian
yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya,
baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum
terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi dan sebaginya).
Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat
sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang
hendak dilakukan.

b. Kajian Teori
Bagian ini berisi pembahasan tentang berbagai teori

terkait yang dijadikan sebagai pijakan dalam penelitian.
Pembahasan berbagai teori yang terkait dengan penelitian
secara lebih luas dan mendalam akan semakin memperdalam
wawasan peneliti dalam mengkaji permasalahan yang
hendak dipecahkan sesuai dengan rumusan masalah dan
tujuan penelitian. Posisi teori dalam penelitian kualitatif
diletakkan sebagai perspektif, bukan diuji.

3. BAB III METODE PENELITIAN

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang

pendekatan penelitian yang dipilih, kualitatif atau kuantitatif.
Sementara jenis penelitian menunjukkan jenis survey,
eksprimen, komparartif, kasus, pengembangan, riset aksi
atau jenis lainnya. Penentuan pendekatan dan jenis
penelitian harus diikuti oleh alasan-alasan.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 76

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

b. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian menunjukkan di mana penelitian

dilakukan. Wilayah penelitian biasanya berisi tentang lokasi
(desa, organisasi, peristiwa, teks, dan sebaginya) dan unit
analisis. Contoh: Penelitian di desa ”X” dengan unit
analisisnya ”individu”.

c. Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkasn jenis data dan sumber

data. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang
dikumpulkan, bagaimana karakteristikya, siapa yang dijadikan
informan atau subyek penelitian, bagaimana ciri-ciri informan
atau subyek tersebut dan dengan cara bagaimana data
dijaring sehingga validitasnya dapat dijamin. Istilah sampel
jarang digunakan karena istilah ini biasanya digunakan
melakukan generalisasi dalam pendekatan kuantitatif.

d. Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data

yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Masing-masing harus
dideskripsikan tentang data apa saja yang diperoleh melalui
teknik-teknik tersebut.

e. Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan proses pelacakan dan

pengaturan secara sistematis transkrip wawancara, catatan
lapangan, dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat
menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan,
pengorganisasian, pemecahan, sintesis data serta pencarian
pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa
yang dilaporkan. Analisis data dilakukan selama dan setelah
pengumpulan data.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 77

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

f. Pengecekan Keabsahan Data
Bagian ini memuat usaha-usaha peneliti untuk

memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan
interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya
dengan menggunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran
peneliti di lapangan, observasi secara lebih mendalam,
triangulasi (menggunakan beberapa sumber, metode,
peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus lain,
melacak kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota.
Selanjutnya, perlu dilakukan pengecekan dapat tidaknya
ditransfer ke latar lain (transferability), ketergantungan pada
konteks (dependability), dan dapat tidaknya dikonfirmasikan
kepada sumbernya (comfirmability).

g. Tahap-tahap Penelitian
Bagian ini menguraikan proses pelaksanaan

penelitian, mulai dari penelitian pendahuluan,
pengembangan desain, penelitian sebenarnya, dan sampai
pada penulisan laporan.

4. BAB IV PENYAJIAN DAN HASIL ANALISIS DATA

a. Gambaran Objek Penelitian
Bagian ini mendeskripsikan gambaran umum Objek

penelitian dan diikuti oleh sub-sub bahasan disesuaikan fokus
yang diteliti.

b. Paparan Data dan Temuan penelitian
Memuat tentang uraian data dan temuan yang

diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang
diuraiakan seperti pada bab III. Uraian ini terdiri atas
deskripsi data yang disajikan dengan topik sesuai dengan
pertanyaan-pertanyaan penelitian. Hasil analisis data
merupakan temuan penelitian yang disajikan dalam bentuk

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 78

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

pola, tema, kecenderungan, dan motif yang muncul dari
data. Di samping itu, temuan dapat berupa penyajian
kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi.

c. Pembahasan Temuan
Bab ini merupakan gagasan peneliti, keterkaitan

antara kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan
dengan temuan-temuan sebelumnya, serta penafsiran dan
penjelasan dari temuan yang diungkap dari lapangan.
5. BAB V PENUTUP

a. Kesimpulan
Kesimpulan ditarik dari keseluruhan pembahasan

yang terkait langsung dengan fokus dan tujuan penelitian.
Kesimpulan merangkum semua pembahasan yang telah
diuraikan pada bab sebelumnya.

b. Saran-saran
Saran yang dituangkan hendaknya mengacu atau

bersumber dari temuan penelitian, pembahasan, dan
kesimpulan akhir hasil penelitian.

C. LAPORAN HASIL PENELITIAN PUSTAKA

1. BAB I PENDAHULUAN

a. Latar Belakang Masalah
Latar belakang masalah mengungkapkan

permasalahan-permasalahan yang diteliti sehingga dapat
diketahui hal-hal yang melandasi dilakukannya penelitian.
Latar belakang masalah hendaknya disusun secara singkat
dan mampu mencakup inti masalah yang akan dibahas.
Masalah-masalah tersebut dapat bersumber dari bahan
bacaan, seperti buku, koran, majalah, jurnal atau dapat juga

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 79

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

berupa pengamatan peneliti tentang suatu peristiwa yang
berlangsung di masyarakat.

b. Rumusan Masalah
Perumusan masalah dalam penelitian kualitatif

disebut dengan istilah fokus penelitian. Bagian ini
mencantumkan semua rumusan masalah yang dicari
jawabannya melalui proses penelitian. Perumusan masalah
harus disusun secara singkat, jelas, tegas, spesifik,
operasional yang dituangkan dalam bentuk kalimat tanya.

c. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian merupakan gambaran tentang arah

yang dituju dalam melakukan penelitian. Tujuan penelitian
harus mengacu kepada masalah-masalah yang telah
dirumuskan sebelumnya.

d. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian berisi tentang konstribusi apa

yang diberikan setelah selesai melakukan penelitian.
Kegunaan dapat berupa kegunaan yang bersifat teoritis dan
kegunaan praktis, seperti kegunaan bagi penulis, instansi dan
masyarakat secara keseluruhan. Kegunaan penelitian harus
realistis.

e. Definisi Konsep
Definisi konsep berisi tentang pengertian secara

istilah beberapa konsep atau istilah penting yang menjadi
titik perhatian di dalam judul penelitian. Tujuannya agar tidak
terjadi kesalahpahaman terhadap makna konsep
sebagaimana dimaksud oleh peneliti.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 80

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

2. BAB II KAJIAN PUSTAKA

a. Penelitian Terdahulu
Pada bagian ini peneliti mencantumkan berbagai

hasil penelitian terdahulu yang terkait dengan penelitian
yang hendak dilakukan, kemudian membuat ringkasannya,
baik penelitian yang sudah terpublikasikan atau belum
terpublikasikan (skripsi, tesis, disertasi dan sebaginya).
Dengan melakukan langkah ini, maka akan dapat dilihat
sampai sejauh mana orisinalitas dan posisi penelitian yang
hendak dilakukan.

b. Kajian Teori
Bagian ini berisi pembahasan tentang berbagai teori

terkait yang dijadikan sebagai pijakan dalam penelitian.
Pembahasan berbagai teori yang terkait dengan penelitian
secara lebih luas dan mendalam akan semakin
memperdalam wawasan peneliti dalam mengkaji
permasalahan yang hendak dipecahkan sesuai dengan
rumusan masalah dan tujuan penelitian. Posisi teori dalam
penelitian kualitatif diletakkan sebagai perspektif, bukan
diuji.

3. BAB III METODE PENELITIAN

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian
Pendekatan penelitian berintikan uraian tentang

pendekatan penelitian yang dipilih, kualitatif atau
kuantitatif. Sementara jenis penelitian menunjukkan jenis
survey, eksprimen, komparartif, kasus, pengembangan, riset
aksi atau jenis lainnya. Penentuan pendekatan dan jenis
penelitian harus diikuti oleh alasan-alasan.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 81

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

b. Sumber Data
Pada bagian ini dilaporkasn jenis data dan sumber

data. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang
dikumpulkan, bagaimana karakteristikya, siapa yang
dijadikan informan atau subyek penelitian, bagaimana ciri-
ciri informan atau subyek tersebut dan dengan cara
bagaimana data dijaring sehingga validitasnya dapat dijamin.
Istilah sampel jarang digunakan karena istilah ini biasanya
digunakan melakukan generalisasi dalam pendekatan
kuantitatif.

c. Teknik Pengumpulan Data
Pada bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data

yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara
mendalam, dan dokumentasi. Masing-masing harus
dideskripsikan tentang data apa saja yang diperoleh melalui
teknik-teknik tersebut.

d. Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan proses pelacakan dan

pengaturan secara sistematis catatan kepustakaan sesuai
tema, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain agar peneliti
dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan
pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan, sintesis data
serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan
penentuan apa yang dilaporkan. Analisis data dilakukan
selama dan setelah pengumpulan data.

4. BAB IV PENYAJIAN DAN HASIL ANALISIS DATA

a. Gambaran Objek Penelitian
Bagian ini mendeskripsikan gambaran umum Objek

penelitian dan diikuti oleh sub-sub bahasan disesuaikan
fokus yang diteliti.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 82

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

b. Paparan Data dan Temuan penelitian
Memuat tentang uraian data dan temuan yang

diperoleh dengan menggunakan metode dan prosedur yang
diuraiakan seperti pada bab III. Uraian ini terdiri atas
deskripsi data yang disajikan dengan topik sesuai dengan
pertanyaan-pertanyaan penelitian. Hasil analisis data
merupakan temuan penelitian yang disajikan dalam bentuk
pola, tema, kecenderungan, dan motif yang muncul dari
data. Di samping itu, temuan dapat berupa penyajian
kategori, sistem klasifikasi, dan tipologi.
c. Pembahasan Temuan

Bab ini merupakan gagasan peneliti, keterkaitan
antara kategori-kategori dan dimensi-dimensi, posisi temuan
dengan temuan-temuan sebelumnya, serta penafsiran dan
penjelasan dari temuan yang diungkap dari lapangan.
5. BAB V PENUTUP
a. Kesimpulan

Kesimpulan ditarik dari keseluruhan pembahasan
yang terkait langsung dengan fokus dan tujuan penelitian.
Kesimpulan merangkum semua pembahasan yang telah
diuraikan pada bab sebelumnya.
b. Saran-saran

Saran yang dituangkan hendaknya mengacu atau
bersumber dari temuan penelitian, pembahasan, dan
kesimpulan akhir hasil penelitian.

Deskripsi Bagian Inti Skripsi | 83

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

BAB VI
PENULISAN MAKALAH
A. CIRI POKOK
Salah satu tujuan pokok penulisan makalah adalah untuk
meyakinkan kepada pembaca bahwa topik yang ditulis dengan
dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis
memang perlu untuk diketahui dan diperhatikan. Makalah yang
merupakan salah satu jenis karangan ilmiah memiliki ciri atau
karakter seperti berikut. Secara umum, ciri-ciri makalah terletak
pada sifat keilmiahannya. Artinya, sebagai karangan ilmiah, makalah
memiliki sifat Objektif, tidak memihak, berdasarkan fakta, sistematis,
dan logis. Berdasarkn kriteria ini, baik tidaknya makalah dapat
diamati dari segi: signifikansi masalah atau topik yang dibahas,
kejelasan tujuan pembahasan, kelogisan pembahasan, dan kejelasan
pengorganisasian pembahasannya.
Berdasar sifat dan jenis penalaran yang digunakan, makalah
dapat dibedakan menjadi tiga macam: makalah deduktif, makalah
induktif, dan makalah campuran. Makalah deduktif merupakan
makalah yang penulisannya didasarkan kepada kajian teoritis
(pustaka) yang relevan dengan masalah yang dibahas. Makalah
induktif merupakan makalah yang disusun berdasarkan data empiris
yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang
dibahas. Adapun makalah campuran merupakan makalah yang
penulisannya didasarkan kepada kajian teoritis yang digabungkan
dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang dibahas.
Dalam pelaksanaannya, jenis makalah pertama (deduktif)
merupakan jenis makalah yang paling banyak digunakan.

Penulisan Makalah | 84

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

B. ISI DAN SISTEMATIKA
Secara garis besarnya sistematika penulisan makalah terdiri

atas tiga bagian: bagian awal, bagian inti, dan bagian akhir. Isi ketiga
bagian tersebut dipaparkan sebagaimana berikut :

▪ Bagian Awal
1. Halaman Sampul
2. Daftar Isi
3. Daftar Tabel dan Gambar (jika ada)

▪ Bagian Inti
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang
2. Rumusan Masalah/ Topik Bahasan
3. Tujuan Penulisan Makalah
B. Teks Utama/ Isi
1. Sub 1
2. Sub 2
3. .............
C. Penutup
1. Kesimpulan
2. Saran

▪ Bagian Akhir
1. Daftar Rujukan
2. Lampiran (jika ada)

C. DESKRIPSI ISI DAN SISTEMATIKA MAKALAH
1. Bagian Awal
a. Halaman Sampul
Hal-hal yang perlu ada pada bagian sampul adalah
judul makalah, maksud ditulisnya makalah, nama penulis
makalah, dan tempat serta waktu penulisan makalah.

Penulisan Makalah | 85

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

Keperluan atau maksud penulisan makalah dapat berupa,
misalnya, untuk memenuhi tugas suatu mata kuliah yang
dibina oleh dosen X. Tempat dan waktu yang dimaksud
dapat berisi nama lembaga (misalnya; sekolah tinggi,
jurusan, program studi), nama kota, serta bulan dan tahun.
b. Daftar Isi

Daftar isi berfungsi memberikan panduan dan
gambaran tentang garis besar isi makalah. Melalui daftar isi,
pembaca akan dapat dengan mudah me- nemukan bagian-
bagian suatu makalah. Selain itu, melalui daftar isi akan
dapat diketahui siste- matika penulisan makalah yang
digunakan. Daftar isi dipandang perlu jika panjang maka- lah
lebih dari 20 halaman. Penulisan daftar isi dilakukan dengan
ketentuan: judul bagian maka- lah ditulis dengan
menggunakan huruf kecil (kecuali awal kata selain kata tugas
ditulis dengan huruf ka- pital), penulisan judul bagian dan
judul sub bagian dilengkapi dengan nomor halaman tempat
pemuat- annya dalam makalah. Penulisan daftar isi
dilakukan dengan menggunakan spasi tunggal dengan ja- rak
antar bagian 2 spasi.
c. Daftar Tabel dan Gambar

Penulisan daftar tabel dan gambar juga dimaksudkan
untuk memudahkan pembaca menemukan tabel atau
gambar yang terdapat dalam makalah. Penulisan daftar tabel
dan gambar dilakukan dengan cara seperti berikut; identitas
tabel dan gambar (yang berupa nomor dan nama) ditulis
secara lengkap. Jika tabel dan gambar lebih dari satu buah,
sebaiknya penulisan daftar tabel dan gambar dilakukan
secara terpisah, tetapi jika dalam makalah hanya terdapat
sebuah tabel atau gambar, sebaiknya daftar tabel atau
gambar disatukan dengan daftar isi makalah.

Penulisan Makalah | 86

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

2. Bagian Inti
a. Pendahuluan
1) Latar Belakang
Butir-butir yang seharusnya ada dalam latar
belakang penulisan makalah adalah hal- hal yang
melandasi perlunya makalah ditulis. Hal-hal dimaksud
dapat berupa paparan te- oretis ataupun paparan yang
bersifat praktis, tetapi bukan alasan yang bersifat
pribadi. Yang pokok, bagian ini harus dapat
mengantarkan pembaca pada masalah atau topik yang
dibahas dalam makalah dan menunjukkan bahwa masa-
lah atau topik tersebut memang perlu dibahas.
Penulisan bagian latar belakang dapat dila- kukan
dengan berbagai cara, di antaranya; (a) di- mulai dengan
sesuatu yang diketahui bersama (pengetahuan umum)
atau teori yang rele- van dengan masalah atau topik
yang akan di- tulis, selanjutnya diikuti dengan paparan
yang menunjukkan bahwa tidak selamanya hal ter- sebut
dapat terjadi; (b) dimulai dengan suatu pertanyaan teori
yang diperkirakan dapat mengantarkan pembaca pada
masalah atau topik yang akan dibahas dalam makalah;
(c) dimulai dengan sebuah kutipan dari orang terkenal,
ungkapan atau slogan, selanjutnya dihubungkan atau
ditunjukkan relevansinya dengan masalah atau topik
yang akan dibahas dalam makalah.
2) Rumusan Masalah/ Topik Bahasan
Setelah bagian latar belakang dipaparkan,
selanjutnya diutarakan masalah atau topik bahasan
beserta batasannya. Masalah atau topik bahasan yang
dimaksud adalah apa yang akan dibahas dalam makalah.
Masalah atau topik ba- hasan tidak terbatas pada

Penulisan Makalah | 87

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

persoalan yang me- merlukan pemecahan, tetapi juga
mencakup per- soalan yang memerlukan penjelasan
dan/atau penegasan lebih lanjut. Masalah dalam penu-
lisan makalah seringkali disinonimkan dengan topik
(meskipun kedua istilah ini tidak selalu memiliki
pengertian yang sama).

Masalah atau topik bahasan sebenarnya
merupakan hal yang pertama kali harus dite- tapkan
dalam penulisan makalah. Artinya, ke- giatan penulisan
makalah diawali dengan penen- tuan masalah atau topik
makalah, yang selan- jutnya diikuti dengan penyusunan
garis-garis besar isi makalah (kerangka makalah), pe-
ngumpulan bahan penulisan makalah, dan penulisan
draft makalah serta revisi draft ma- kalah.

Topik dapat ditentukan oleh orang lain atau
ditentukan sendiri. Lazimnya, topik ma- kalah yang telah
ditentukan bersifat sangat umum, sehingga perlu
dilakukan spesifikasi atau pembatasan topik.
Pembatasan topik makalah seringkali didasarkan pada
pertimbangan keme- narikan dan signifikansinya, serta
pertimbangan kemampuan dan kesempatan pembuat
makalah.

Jika topik makalah ditentukan sendiri oleh penulis
makalah, terdapat beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan. Pertama, topik yang dipilih haruslah
ada manfaatnya, baik dari segi praktis ataupun dari segi
teoretis, dan layak untuk dibahas; Kedua, topik yang
dipilih hendaknya menarik dan sesuai dengan minat
penulis. Dipilihnya topik yang menarik akan sangat
membantu dalam proses penulisan makalah. Jika
seseorang menulis makalah de- ngan topik yang tidak

Penulisan Makalah | 88

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

menarik, maka usaha yang dilakukan biasanya ala
kadarnya dan ku- rang serius; Ketiga, topik yang dipilih
haruslah dikuasai, dalam arti tidak terlalu asing atau
tidak terlalu baru bagi penulis; Keempat, bahan yang
diperlukan sehubungan dengan topik tersebut
memungkinkan untuk diperoleh. Setelah topik dipilih,
perlu dilakukan spesifikasi topik (pembatasan topik)
agar tidak terlalu luas. Jika topik yang diangkat terlalu
luas, maka pembahasan topik tidak dapat dilakukan
secara mendalam dan tuntas.

Pembatasan topik makalah dapat dilakukan
dengan cara; Pertama, letakkan topik pada posisi sentral
dan ajukan pertanyaan apakah topik masih dapat dirinci;
Kedua, daftarlah rincian-rincian topik itu dan pilihlah
salah satu rincian topik tersebut untuk diangkat ke
dalam makalah; dan Ketiga, ajukan pertanyaan apakah
rincian topik yang telah dipilih dapat dirinci lagi.

Topik sering disamakan dengan judul, padahal
berbeda. Topik merupakan masalah pokok yang
dibicarakan atau dibahas dalam makalah, sedangkan
judul merupakan label atau nama dari makalah yang
ditulis.

Dalam membuat judul makalah beberapa hal
berikut perlu dipertimbangkan; Pertama, judul harus
mencerminkan isi makalah atau men- cerminkan topik
yang diangkat dalam makalah; Kedua, judul sebaiknya
dinyatakan dalam bentuk frase atau klausa, bukan dalam
bentuk kalimat. Itulah sebabnya judul makalah tidak
diakhiri dengan tanda titik; Ketiga, judul makalah hen-
daknya singkat dan jelas; Keempat, sebaiknya, judul
makalah berkisar antara 5 sampai 15 kata; Kelima, judul

Penulisan Makalah | 89

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

makalah hendaknya menarik perhatian pembaca untuk
mengetahui i si- nya.Tujuan Penulisan Makalah
3) Tujuan Penulisan Makalah

Perumusan tujuan penulisan makalah di-
maksudkan bukan untuk memenuhi tugas yang
diberikan oleh seseorang dan yang sejenis dengan itu,
tetapi lebih mengarah pada apa yang ingin dicapai
dengan penulisan makalah tersebut. Perumusan tujuan
memiliki fungsi ganda, yaitu bagi penulis makalah dan
bagi pembaca makalah. Bagi penulis makalah, rumusan
tujuan dapat mengarahkan kegiatan yang harus
dilakukan dalam menulis makalah, khususnya dalam
pengumpulan bahan penulisan. Bagi pembaca makalah,
perumusan tujuan mem- berikan informasi tentang apa
yang disampaikan dalam makalah tersebut. Oleh karena
itu, rumusan tujuan yang disusun haruslah dapat
memberikan gambaran tentang cara mengurai- kan atau
membahas topik yang telah ditentu- kan. Dengan
demikian, rumusan tujuan bisa berfungsi sebagai
pembatasan ruang lingkup makalah tersebut.
b. Teks Utama/ Isi

Bagian teks utama makalah berisi pembahasan topik-
topik makalah. Isi bagian teks utama sangat bervariasi,
tergantung topik yang dibahas dalam makalah. Jika dalam
makalah dibahas tiga topik, misalnya, maka ada tiga
pembahasan dalam bagian teks utama.

Penulisan bagian teks utama dapat dikatakan sebagai
inti kegiatan penulisan makalah. Bagian teks utama makalah
merupakan cerminan tinggi-rendahnya kualitas makalah
yang disusun. Penulisan bagi- an teks utama yang baik
adalah yang dapat membahas topik secara mendalam dan

Penulisan Makalah | 90

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

tuntas, dengan menggunakan gaya penulisan ringkas, lancar,
dan langsung pada persoalan, serta menggunakan ba- hasa
yang baik dan benar. Pengertian mendalam dan tuntas ini
tidak selalu berarti panjang dan bertele-tele. Dalam
penulisan teks utama, hindari penggunaan kata-kata tanpa
makna dan cara penyampaian yang melingkar-lingkar.
Hindari penggunaan kata-kata seperti: dan sebagainya, dan
lain-lain (yang lain itu apa?), yang sebesar-besarnya (sebera-
pa besarnya?).

Penulisan bagian teks utama makalah sangat bervariasi,
tergantung pada jenis topik yang dibahas. Kegiatan pokok
penulisan bagian teks utama ada- lah membahas topik
beserta sub topiknya sesuai dengan tujuan penulisan
makalah. Pembahasan ini dapat dilakukan dengan menata
dan merangkai bahan yang telah dikumpulkan. Beberapa
teknik perangkaian bahan untuk membahas topik beserta
sub topiknya dapat dikemukakan seperti berikut. Pertama,
mulailah dari ide/hal yang bersifat sederha- na/khusus
menuju hal yang bersifat kompleks/umum, atau sebaliknya;
kedua, gunakan teknik me- tafor, kiasan, perumpamaan,
penganalogian, dan perbandingan; dan ketiga, gunakan
teknik diagram dan klasifikasi, serta teknik pemberian
contoh.

Penulisan bagian teks utama makalah dapat dilakukan
setelah bahan penulisan makalah berhasil dikumpulkan.
Bahan ini dapat berupa bahan yang bersifat teoretis (yang
diperoleh dari buku teks, laporan penelitian, jurnal, majalah,
dan barang cetak lainnya) atau dapat juga dipadukan dengan
bahan yang bersifat faktual-empiris.
c. Penutup

Bagian penutup berisi kesimpulan atau rangkuman

Penulisan Makalah | 91

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

pembahasan dan saran-saran jika memang dipandang perlu.
Bagian penutup menandakan berakhirnya penulisan
makalah. Penulisan bagian penutup makalah dapat
dilakukan dengan menggunakan teknik berikut. Pertama,
penegasan kembali atau ringkasan dari pembahasan yang
telah dilakukan, tanpa diikuti dengan kesimpulan. Hal ini
dilakukan karena masih belum cukup bahan untuk
memberikan kesimpulan terhadap makalah yang dibahas,
atau dimaksudkan agar pembaca menarik kesimpulan
sendiri. Kedua, menarik kesimpulan dari apa yang telah
dibahas pada teks utama makalah.

Selain itu, pada bagian penutup juga dapat disertakan
saran atau rekomendasi sehubungan dengan masalah yang
telah dibahas. Saran harus relevan dengan apa yang telah
dibahas. Selain itu, saran yang dibuat harus eksplisit, kepada
siapa saran ditujukan, dan tindakan apa yang disarankan.
3. Bagian Akhir
a. Daftar Pustaka

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar pustaka
harus sudah disebutkan dalam ba- tang tubuh makalah.
Daftar pustaka harus leng- kap, mencakup semua bahan
pustaka yang te- lah disebutkan dalam batang tubuh
makalah.
b. Lampiran (jika ada)

Bagian lampiran berisi hal-hal yang bersi- fat pelengkap
yang dimanfaatkan dalam proses penulisan makalah. Hal-hal
yang dimaksud dapat berupa data (baik berupa angka-angka
ataupun deskripsi verbal), dan yang dipandang sangat pen-
ting tetapi tidak dimasukkan dalam batang tu- buh makalah.
Bagian lampiran hendaknya juga diberi nomor halaman.

Penulisan Makalah | 92

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

BAB VII
PENULISAN ARTIKEL

A. Artikel Hasil Penelitian
Laporan dalam bentuk artikel ilmiah dibedakan dengan

laporan teknis dalam tiga segi, yaitu bahan, sistematika, dan
prosedur penulisan. Ciri pokok pertama yang membedakan artikel
hasil penelitian dengan laporan penelitian teknis resmi adalah bahan
yang ditulis. Artikel hasil penelitian untuk jurnal ha- nya berisi hal-
hal yang sangat penting saja, yaitu te- muan penelitian,
pembahasan hasil/temuan, dan ke- simpulan. Hal-hal selain ketiga
hal tersebut cukup disajikan dalam bentuknya yang serba singkat
dan seperlunya. Kajian pustaka lazim disajikan untuk me- ngawali
artikel dan sekaligus merupakan suatu pembahasan tentang
rasional pentingnya masalah yang diteliti. Bagian awal ini berfungsi
sebagai latar be- lakang penelitian.

Ciri pokok kedua yang membedakan artikel hasil penelitian
dengan laporan penelitian teknis resmi adalah sistematika penulisan
yang digunakan. Laporan penelitian terdiri atas bab dan subbab,
sedangkan artikel dan makalah terdiri atas bagian dan sub bagian.
Bagian dan sub bagian tersebut dapat diberi judul atau tanpa judul.
Dalam laporan penelitian teknis resmi, kajian pustaka lazimnya
disajikan di bagian kedua (Bab II). Dalam bagian artikel hasil
penelitian, kajian pustaka merupakan bagian awal dari artikel (tanpa
judul sub bagian kajian pustaka) yang berfungsi sebagai bagian
penting dari latar belakang. Kajian pustaka yang sekaligus berfungsi
sebagai pembahasan latar belakang masalah penelitian ditutup
dengan rumusan tujuan penelitian. Setelah itu, berturut-turut
disajikan hal-hal yang berkaitan dengan prosedur penelitian,
hasil/temuan penelitian, pembahasan hasil, kesimpu- lan, dan saran.

Bagian pokok ketiga yang membedakan artikel hasil

Penulisan Artikel| 93

Pedoman Penulisan Karya Ilmiah

penelitian dengan laporan penelitian teknis resmi adalah prosedur
penulisan artikel hasil penelitian. Ada tiga kemungkinan prosedur
penulisan artikel hasil pe- nelitian. Pertama, artikel hasil penelitian
ditulis sebe- lum laporan penelitian teknis resmi secara lengkap di-
buat. Tujuannya untuk menjaring masukan-masukan dari pihak
pembaca (masyarakat akademik) sebelum peneliti menyelesaikan
tulisan lengkapnya dalam bentuk laporan penelitian teknis resmi.
Masukan yang diperoleh dari pihak pembaca diharapkan akan dapat
meningkatkan kualitas hasil/temuan peneli- tiannya. Kedua, artikel
hasil penelitian untuk jur- nal ditulis setelah laporan penelitian
teknis resmi selesai disusun. Prosedur yang kedua ini berlaku kare-
na pada umumnya menulis laporan penelitian teknis resmi
merupakan kewajiban, sedangkan penuli- san artikelnya hanya
bersifat anjuran.

Alternatif ketiga, artikel hasil penelitian yang diterbitkan
dalam jurnal merupakan satu-satunya tulisan yang dibuat oleh
peneliti. Alternatif ketiga ini lazim dilakukan oleh peneliti yang
mendanai penelitiannya sendiri. Bagi penelitian swadaya, artikel
hasil penelitian dalam jurnal merupakan forum komunikasi yang
paling efektif dan efisien.

Penulisan artikel menggunakan sistematika tanpa angka
ataupun abjad. Pada bagian ini disajikan uraian tentang isi artikel
hasil penelitian secara umum yang berlaku untuk hasil penelitian
kuantitatif atau kualitatif.

Pada umumnya, isi dan sistematika laporan artikel hasil
penelitian memuat (1) judul, (2) nama penulis, (3) abstrak dan kata
kunci, (4) pendahuluan, (5) metode, 6) hasil, (7) pembahasan, (8)
kesimpulan dan saran, dan (9) daftar pustaka.
a. Judul

Judul artikel hendaknya informatif, lengkap, tidak terlalu
panjang atau terlalu pendek, yaitu antara 5-15 kata. Judul artikel

Penulisan Artikel| 94


Click to View FlipBook Version