The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by irwanmaulana21, 2022-10-24 09:18:24

Pejuang Centang Biru

Antologi Puisi

Keywords: PuISI

MUMFIATI

Karya: Tri Mulyono
Mengajar dengan teliti
Sangat pinter menghargai
Peserta didik berprestasi
Sehingga diri mereka
Punya rasa bangga
Sehingga diri mereka
Slalu bersemangat
Dekat terlibat
Pemalang, 09 Oktober 2021

45 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

NI KADEK IRMA SURYANI

Karya: Tri Mulyono

Ni Kadek Irma Suryani
Guru muda dari Bali
Mengajar pada siang hari
Mengajak anak bertepuk nyamuk
Untuk mengusir rasa kantuk
Di awal agak lupa
Tak cukup tegur tak ada sapa
Untuk menggiring siswa
Mengikuti materi yang ada
Tetapi ada gambar
Yang membuat anak sadar
Terbuka diri
Mengingat materi
Pemalang, 09 Oktober 2021

46 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

NOVIA ERWANDI

Karya: Tri Mulyono

Novia Erwandi
Mengajar dengan semangat
Dengan nada tinggi
Mengajak anak terlibat

Novia Erwandi
Pinter menghargai
Hasil karya siswa
Apa pun ujudnya

Dengan password dan jargonnya
Mengajak anak slalu bangga
Menumbuhkan rasa cinta
Pada bahasa
Juga sastra
Materi yang dipelajari
Setiap hari

Ada satu kurang dirasa
Terlalu banyak bicara

Pemalang, 09 Oktober 2021

47 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

PERCAYA

Karya: Tri Mulyono

Sungguh aku percaya
Dirimu luar biasa
Bisa menjadi seniman serba bisa

Membuat puisi
Bukan masalah lagi
Tanpa nunggu inspirasi
Puisi langsung jadi

Selain nulis puisi
Kau juga bisa menari
Bergerak ke sana ke mari
Melangkah penuh ekspresi

Menyanyi juga bisa
Tentang lagu apa saja
Irama dangdut langgam jawa
Suka menyanyi di mana saja

Bermain drama?
Nuryanti juga bisa
Sejak dulu
Ketika menjadi mahasiswa

Pemalang, 15.Oktober 2021

48 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

MAAFKAN JIKA AKU KELIRU MENILAIMU

Karya: Tri Mulyono

Maa kan dinda wanita
Jika aku telah salah menilaimu

Kukira engkau wanita biasa
Yang hanya bisa memasak
Suka macak
Dan membimbing anak

Ternyata dirimu toeti heraty
Yang bisa menyentuh hati
Mengetuk sanubari
Dengan puisi

Maa kan diriku ini
Yang telah salah
Menilai
Mengira
Menuduh
Dirimu rapuh
Tak bisa bersastra
Menulis cerita

Pemalang, 09 Oktober 2021

49 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

NURYANTI

Karya: Tri Mulyono

Nur yanti
Parasmu cantik sekali secantik istri
Tapi memang beda
Dirimu masih muda
Alismu tebal
Pertanda suka rewel
Salah sedikit bisa jengkel
Tapi juga punya jempol
Sungguh dirimu banyal akal
Kau juga pendiam
Sbagai tanda tak mudah paham
Slalu bertanya
Tentang segala yang ada
Pemalang, 10 Okt 2021

50 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

KAU BILANG

Karya: Tri Mulyono
Kau bilang sendiri
Suka wahyu yang ganteng sekali
Yang berkumis
Yang keren habis
Kau bilang sediri
Sudah lengket
Sama wahyu yang bukan penjaga mini market
Dia yang tebak dompet
Yang ganteng tanpa pelet
Pemalang, 09 Oktober 2021

51 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

MENGAPA BESUK

Karya: Tri Mulyono
Kau bilang besuk
Balas puisi yang bagus enak
Tapi ku ingin sekarang
Rasa rindu sudah menghadang
Mata ini ingin memandang
Hati ini ingin mengenang
Puisimu yang tembus pandang
Kau bilang besuk
Sebelum. Ngantuk
Ingin kubaca dengan suntuk
Pemalang, 09 Oktober 2021

52 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

BUKAN MERAYU

Karya: Tri Mulyono

Bukan merayu
Bukan pula aku menggoda
Aku bilang apa adanya
Mengatakan apa yang ada
Bagiku kau cantik
Kau menarik
Bagai bunga kau begitu lentik
Tak mungkin aku menggoda
Apa lagi merayu
Aku sudah tahu
Diri ini tak.lagi.muda
Pemalang, 09 Oktober 2021

53 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

PROFESIKU GURU

Karya: Wilhelmina Bethan

Profesiku guru
Mengarungi langkah tak kenal lelah
Debu kapur tulis berderai setiap KBM
Tuk mengais rezeki di setiap hari

Profesiku guru
Perjuangan dari waktu ke waktu
Tak surut oleh gaji seadanya
Tak ada kata menyerah demi sebuah mimpi

Profesiku guru
Di mana pun berada berbakti sambil berharap
Andaikan ada setitik harapan
Dari petinggi pejuang nasib anak bangsa

Profesiku guru
Saat yang tepat kau datang
Ketika pundakku lelah memikul beban
PPG jawaban meraih mimpi dan cita-cita

Profesiku guru
Biarpun tertatih langkah termakan waktu
Biarpun asah terseok termakan usia
Harapan lulus PPG jawaban masa depan

54 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

PPG

Karya: Yulia Marini

Namamu begitu dikagumi banyak orang
Banyak yang berangan-angan untuk mendapatkanmu
Mereka senang saat kau memintanya untuk berjalan
bersamamu
Walaupun demi mendapatkanmu banyak rintangan yang
harus dilalui

Anganku melayang untuk bisa mendapatkanmu
Masih ku ingat dengan jelas saat kau memintaku untuk
dekat denganmu
Bahagia tak terhingga kurasakan saat akan berjalan
mendekatimu
Takut juga kurasakan saat bersamamu

Bahagia dan cemas kurasakan saat berjalan bersamamu
Cemasku kalau tidak bisa berjalan dengan baik bersamamu
Pendidiksan profesi guru (PPG) itu namamu
Akankah diriku bisa menggapaimu

Doa selalu kuucapkan saat bersamamu
Untuk menjadi guru profesional

55 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

PEJUANG CENTANG BIRU

Karya: Yuliana Natalia Kuyami

Dari ujung barat sampai ujung timur
Para pejuang centang biru dipertemukan dalam satu wadah
Wadah PPG dalam Jabatan yang merangkum semua
perbedaan
Yang tampak adalah teman rasa saudara yang selalu siap
membantu
Dipertemukan dengan dosen- dosen yang rendah hati
Dalam beban di pundakmu, berjuang tanpa henti
Berjalan pelan, langkah demi langkah kau lewati
Siang malam berjuang menyelesaikan tugas- tugas yang
diberikan
Kertas putih dan laptop menemanimu siang dan malam
Terkadang banyak kendala yang dihadapi
Tapi semangatmu tak pernah goyah dan kendur
Para pejuang centang biru tetaplah semangat merebut asa
Para pejuang centang biru teruslah berjuang mencapai cita
walaupun jaringan sering menghalagi pertemuanmu dengan
dosen
Bukan berjuang mencapai nilai tertinggi
Tapi untuk mencapai kata LULUS PPG
Pejuang centang biru menjadi guru yang profesional

56 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

PESAN UNTUK MURIDKU

Karya: Yulita Nur Indrawati

Pelita yang menerangi kehidupan
Tumpuan dan harapan sepasang insan
Menumpahkan kasih dan rasa
Demi kau
Demi kau
Demi kau
Menjadi seorang penerus bangsa

Belajar dan buka bukumu
Hidup tak semudah membalik telapak tangan
Kau perlu senjata
Kau perlu amunisi
Kau perlu keberanian
Kau mengerti itu

Hidup itu belajar
Belajar mulai dari keluarga
Belajar dengan temanmu
Belajar dengan guru
Sekolah tempatmu setelah rumah untuk belajar

57 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

BIOGRAFI PARA PENULIS

Adis Setyo Rini lahir di Temanggung Jawa Tengah pada
tanggal 18 Oktober 1986. Pernah menempuh pendidikan
di Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2005. Saat ini ak f
mengajar di SMP Syubbanul Wathon Tegalrejo Magelang.
Sekarang berdomisili di Bagongan rt 02/rw 02 Sukorejo
Mertoyudan Magelang Jawa Tengah.

Penulis bernama Anggraeni Irma Wahyuningsih
dilahirkan di Pemalang, pada tanggal 13 Oktober 1986.
Penulis adalah anak keenam dari 8 bersaudara pasangan
Alm. Bapak Slamet Abdulla f dengan Almh. Ibu Rahayu.
Dan merupakan istri dari Bapak Nur Zaeni serta dikarunia
anak sepasang. Farensa Sak Prawira Aqiilah yang
merupakan anak sulung dari penulis berusia 12 tahun
dan Sanidorysa Sa va Irzeaqiilah anak kedua penulis berusia 8 tahun.

Saat ini penulis beralamat di Jl. Palabuhan II Km18 ASMIL YONIF 310/KK
Cikembar Sukabumi Jawa Barat. Selain menjadi Guru, penulis juga sebagai
Ibu PERSIT karena merupakan pendamping abdi negara yang selalu setai
dan mendukung se ap tugas Pokok TNI. Suka duka dialami penulis ke ka
mendampingi abdi negara bahkan ke ka melahirkan kedua anakya dak
didampingi suami karena suami sedang melakukan Tugas Khusus di Papua,
Ambon Dll. Tetapi penulis tetap melaluinya dengan penuh semnngat.

Pendidikan yang ditempuh Penulis adalah SD Negeri Bojong Bata 04 (Tahun
1999), SMP Negeri 2 Pemalang (Tahun 2002), SMA Negeri 2 Pemalang
(Tahun 2005). Pada tahun 2005, Penulis terda ar sebagai mahasiswa IKIP
PGRI Semarang atau sekarang yang dikenal dengan nama UPGRIS
(Universitas PGRI Semarang). Dengan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni
Konsentrasi Program studi Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia dan Bahasa
Daerah (Tahun 2011). Selanjutnya penulis melanjutkan studi di Magister
Manajemen di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha Jakarta pada tahun
2020-2021 yang ditempuh dengan cepat ga semester. Penulis juga

58 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

alhamdulillah lulus seleksi PPG dan mendapat Bantuan Pemerintah Kuliah
menempuh Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Universitas Panca Sak Tegal
(2021) yang sekarang sedang ditempuh penulis.

Pekerjaan sebagai guru merangkap 2 sekolah Negeri dan swasta yaitu dari
SMP Negeri 11 Kota Sukabumi dan SMP PGRI lembursitu sebagai Guru
Mapel Bahasa Indonesia sampai saat ini. Kemudian di tahun 2012
dipercaya sebagai Kepala Perpustakaan SMP PGRI Lembursitu hingga 2018.

Anton Parnozomi lahir pada tanggal 07 Mei 1990 di
Bengkulu Selatan tepatnya di sebuah desa yaitu Bandung
Agung, saya anak pertama dari dua bersaudara semua
laki-laki, saya terlahir dari ayah bernama Anhar dan ibu
bernama Li Parnia. Kami bukanlah orang berada, ayah
saya seorang petani dan ibu saya juga petani tetapi saya
bangga masih memiliki beliau sampai saat ini walaupun
beliau ada di Palembang tepatnya di kota Pagaralam sedangkan saya di kota
Batam. Saya adalah seorang guru di salah satu sekolah swasta di Batam dan
saya sudah menjadi seorang pendidik sekitar enam tahun, alhamdulilah
saat ini saya sudah berkeluarga dan memiliki satu orang anak perempuan
yang sangat saya sayangi. Hobby saya memainkan music dan bernyanyi
walaupun suara dak bagus, cita-cita saya ingin menjadi seorang PNS
walaupun sampai saat ini masih belum terwujud saya akan berusaha
beraihnya karena bagi saya perjuangan dak akan menghiana hasil.

Baharuddin Nurdin lahir di Desa Ban Kecamatan Baraka
Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan pada tanggal 30
Agustus 1986, anak ke dua dari enam bersaudara
pasangan Nurdin Ajja dan Janna. Pendidikan formal
dimulai tahun 1992 di SDN No. 206 Tawibaru Kecamatan
Mangkutana Kabupaten Luwu (sekarang Luwu Timur) dan
tamat tahun 1998. Tahun yang sama melanjutkan di SMP
Negeri 1 Mangkutana dan selesai pada tahun 2001. Tahun 2006 tamat dari
MAN Aliyah Mamuju, Sulawesi Barat. Tahun yang sama melanjutkan

59 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

pendidikan di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakutas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Universitas Cokroaminoto Palopo dan selesai tahun 2011.
Tahun 2020 menyelesaikan Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
di Universitas Negeri Gorontalo. Tahun 2015 menikah dengan Supriya
yang merupakan tenaga pendidik dari SMP Negeri 3 Sumalata Timur dan
dianugerahi dua orang anak, putra dan putri. Anak pertama bernama
Humairah Althafunnisa Putri dan yang kedua bernama Muhammad Hafidz
Nurwahid. Terangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil pada tahun 2014
dan ditugaskan di SMAN 9 Gorontalo Utara (sebelumnya SMAN 1 Sumalata
Timur) hingga sekarang.

Penyair, yang bernama lengkap Budi Teguh Harianto, merupakan anak
ke ga dari empat bersaudara, pasangan M Sukiman (ayah) dan Si Asiah(
ibu), lahir di Jambi, pada 11 Oktober 1983. Berdarah Jawa, penyair
menyelesaikan pendidikan dasar di SDN 71/1 Pudak, kemudian
menamatkan pendidikan menengah di SMPN 1 Koto Karang. Selanjutnya,
menempuh pendidikan di SMA Negeri 9 Kota Jambi, dan tamat tahun 2001.
Tahun 2006 penyair berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia di Kampus Orange, Universitas Negeri Jambi dengan judul
sekripsi, Analisis Kelengkapan Unsur Berita Pada Harian Pos Metro Jambi.
Tidak merasa puas untuk menuntut ilmu, penyair melanjutkan pendidikan
jejang pasca sarjana, dan di tahun 2017 berhasil meraih gelar Magister
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Negeri Jambi
dengan judul tesis Pengaruh Metode Suges Imajinasi Terhadap Krea vitas
dan Keterampilan Siswa Kelas IX SMP Menulis Puisi. Setelah menamatkan
pendidikan S1, penyair berkerja sebagai jurnalis di Jawa Post Grup (Jambi
Star: 2006-2015), Koran lokal Jambi, namanya pun rercatat di Dewan Pers
pusat sebagai pemegang ser fikasi jurnalis kategori Wartawan Utama
(Gold). Beberapa karya penyair, dalam Antologi Puisi Bait-Bait Yang
Berkeadilan Bawaslu Jambi (2019), yang berjudul Perisai Demokrasi. Dalam
antologi puisi ini, penyair meraih penghargaan juara harapan dua dari 233
nominasi karya. Kemudian, Cerpen yang berjudul Air Mata Corona yang
dimuat pada buku Antologi Cerpen Jalan Kecil Di Desa Terpencil yang
diterbitkan Bening Publishing (2020) merupakan kumpulan karya lomba

60 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

menulis Cerpen ngkat nasional. Penyair juga meraih juara dua pada
lomba penulisan best prac ce pembelejaran dimasa pendemi yang
diselenggarakan oleh PGRI Provinsi Jambi (2020). Selain itu, penyair juga
ak f melakukan riset peneli an pendidikan dan sosial, yang terbit di
beberapa jurnal terakreditasi sinta dua, antara lain, peneli an yang
berjudul Krea vitas Pemuda dan IKM Tanjung Jabung Barat (Equilibrium,
Sinta Dua.2020), Problema ka Sekolah Satu Atap Dalam Pembelajaran Di
Masa Pendemi (Jurnal Ahsanta. 2021). Sejak 2015, penyair berkerja sebagai
ASN, Guru Bahasa Indonesia di SMPN Satu Atap 7 Pengabuan, Tanjung
Jabung Barat, dan Dosen Luar Biasa (DLB) di Ins tut Agama Islam
Muhammad Azim Jambi (2018-sekarang). Selain itu, penyair juga ak f di
lembaga pendampingan pendidikan, Tanoto Founda on, sebagai
Fasilitator Daerah Program Pintar, 2018 hingga sekarang. Dalam organisasi
profesi, penyair berkecimpung di MGMP Bahasa Indonesia SMP Tanjung
Jabung Barat, sebagai sekretaris, dan pengurus PGRI Kabupaten Tanjung
Jabung Barat.

Chrisna Sukarni, perempuan kelahiran

Serang, 1 Mei 1984 ini merupakan

lulusan dari Universitas Sriwijaya tahun

2008 Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Sekarang ak f mengajar di SMA Negeri 1

Mancak, sebagai guru bahasa Indonesia. Ia

sangat suka sekali menjelajah alam,

memasak dan mendengarkan musik.

Defni Janiar lahir pada 14 Januari 1988 dari keluarga
petani sederhana. Nama ayah Damhuri Dahlil, sedangkan
ibunya Tu Mar ni. Riwayat pendidikannya dimulai SD
Lubuk Pinang, Kecamatan Lubuk Pinang Kabupaten
Mukomuko. SMP Negeri 04 Mukomuko dan SMA Negeri
01 Mukomuko. Lulus Sarjana Bahasa dan sastra Indonesia
pada tahun 2010 dengan skripsi berjudul “Menulis Puisi

61 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

dengan Menggunakan Media Alam Sebagai Sumber Belajar Siswa Kelas VII
SMP Negeri 7 Mukomuko. Riwayat kepenyairannya dimulai dengan
menulis kumpulan puisi dalam ppg daljab Tahun 2021 sebagai tugas dari
salah satu Dosen yaitu Bapak Try Mulyono.
Hingga saat ini penulis tercatat sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMP
Negeri 07 Mukomuko Provinsi Bengkulu.

Dwi Yuliana

Es Sumarmi, S.Pd. perempuan kelahiran 19 Juni 1984,
menamatkan pendidikan SD hingga SMA di tanah
kelahiran Penajam Paser Utara kemudian melanjutkan
pendidikan S1 Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan
Daerah di Universitas Mulawarman Samarinda, Provinsi
Kalimantan Timur. Pengalaman mengajar 2007-2011 di
SMA Negeri 2 Penajam Paser Utara, 2011-2015 mengajar
di SMK Pelita Gamma dan Tahun 2015 kembali mengajar di SMA N 2
Penajam Paser Utara sampai saat ini. Selain ak f mengajar mata pelajaran
Bahasa Indonesia juga ak f sebagai pembimbing ekstrakuler baca puisi,
monolog, debat dan mading .

Fivin Novidha, S.S. lahir dan nggal hingga kini di
Yogyakarta. berasal dari keluarga sederhana,
namun memuliki cita-cita yang nggi untuk putri
semata wayangnya. Nama ayah Suparno dan Ibu
Murbasih. Riwayat pendidikan SD Negeri Sutan,
SMP Negeri 1 Minggir, SMA Negeri 1 Sleman
serta lulusan Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas
Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Saat ini penulis tengah
menyelesaikan program studinya di Pascasarjana Universitas Negeri
Yogyakarta Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia.
Penulis pernah bekerja sebagai editor penerbit Gama Media dengan kepala
editornya yaitu Sastrawan Iman Budhi Santosa (2007—2009), kemudian

62 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

bekerja sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA Muhammadiyah Boarding
School Yogyakarta (2010—2014), dan saat ini penulis bertugas sebagai guru
Bahasa Indonesia di SMA Islam Al Azhar 9 Yogyakarta sejak tahun 2014.

Penulis juga merupakan salah satu Instruktur Nasional Bahasa Indonesia
dari Kabupaten Sleman sejak tahun 2015—2018. Pada tahun 2019 hingga
sekarang penulis menjadi salah satu Guru In Bahasa Indonesia di Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Provinsi Daerah Is mewa Yogyakarta.
Sebagai Instruktur Nasional dan Guru In , penulis sering menjadi
Narasumber diklat diantaranya adalah Diklat Peningkatan Kompetensi
Pembelajaran Berbasis Zonasi yang diselenggarakan oleh Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan RI pada tahun 2019. Penulis juga merupakan
pengurus MGMP Bahasa Indonesia di Provinsi Daerah Is mewa
Yogyakarta. Adapun buku yang pernah diterbitkannya yaitu Operasi
Jengkol, Antologi Cerpen Guru Bahasa Indonesia Provinsi DIY tahun 2019.

I Wayan Ariyastana lahir pada 21 Juli 1990 dari keluarga petani sederhana.
Nama ayah kandung I Ketut Raci (alm) dan Ibu Kandung Ni Ketut Yasni.
Riwayat pendidikannya dimulai SD Negeri 1 Baha, Kecamatan Mengwi,
Kabupaten Badung. SMP Negeri 4 Mengwi dan SMA Negeri 1 Mengwi. Lulus
Sarjana Sastra Fakultas Sastra IKIP PGRI Bali dengan skripsi berjudul
“Afiksasi Pembentukan Kata Bahasa Indonesia pada Karangan Siswa Kelas V
Sekolah Dasar Sekecamatan Sukawa Kabupaten Gianyar”. Lulus Magister
Ilmu Pendidikan Bahasa (S.2) Pascasarjana UNDIKSHA pada tahun 2017
dengan tesis berjudul “Insersi Nilai-Nilai Karakter Bangsa pada Materi dan
Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII Semester II SMP Negeri 2
Mengwi”. Hingga saat ini penulis tercatat sebagai guru di SMP Negeri 3
Mengwi dengan mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesdia.

Iis Darliah lahir di Nanga Suhaid, 4 Maret 1988. Ia
dibesarkan dalam keluarga yang sederhana, Ayahnya
bernama Marzuki dan Ibunya Nuraini. Bungsu dari empat
bersaudara ini memiliki riwayat pendidikan yang dimulai
dari SD Negeri 1 Suhaid, kecamatan suhaid kabupaten
Kapuas hulu. SMP Negeri 1 Suhaid dan SMA Negeri 1

63 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Sungai Raya, Pon anak. Lulus sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia di Universitas Tanjungpura pada tahun 2013 dengan skripsi
berjudul “Kesantunan Berbahasa dalam Buku Ajar Bahasa dan Sastra
Indonesia untuk SMK”

Hingga saat ini penulis tercatat sebagai guru Bahasa Indonesia di SMA
Negeri 1 Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Irwan Maulana lahir di Kabupaten Purwakarta pada
tanggal 12 November 1988 dari keluarga Guru. Nama
ayah Endang Rahman, sedangkan ibunya Sari Sukmanah.
Riwayat pendidikannya dimulai SD Negeri 3 Cijun ,
Kecamatan Campaka Kabupaten Purwakarta. SMP Negeri
2 Campaka dan SMK Negeri 1 Purwakarta. Lulus Sarjana di
STKIP Subang tahun 2011 dengan skripsi berjudul
“Peningkatan Berbicara Siswa Melalui Model Tema k”.

Riwayat menulis dimulai dari menulis lirik lagu berjudul "Mengenang Cinta
Yang Hilang" (2009) dengan pengiring musik Beats Arimbi. lirik lagu kedua
berjudul "SaguratCarita" (2010), yang menggambarkan kehidupan penulis,
Bersama Komposer Arimbi Liriknya di kemas dalam sebuah musik
bergendre Pop Modern. Penulis bersama Komposer Beats Arimbi
menuangkan karyanya berjudul "Baheula kuring teh Cinta" (2015) yang
menceritakan kesukaan terhadap seseorang, namun berakhir kecewa
karena sikapnya berubah. karya Tulis puisi lirik berikutnya "Takdir tuhan"
(2017) yang menceritakan di nggalkan seseorang karena cinta yang
terhalang, liriknya di aransemen oleh Beats Arimbi dengan genre Pop
Modern. Puisi lirik "Kedipan masa depan" (2017), menceritakan masa lalu
yang te nggal suram, kemudian bersama Komposer Beats Arimbi dikemas
dalam genre slowRock dengan nuansa sajian sendu. Pada pemenuhan
salah satu tugas perkuliahan PPG dalam Jabatan, menulis kumpulan puisi
berjudul "Bak guru guru bak (2021), yang mengisahkan keteladanan
guru atas haknya sebagai pendidik.

Hingga saat ini penulis tercatat sebagai Mahasiswa Universitas Pancasak
(UPS) Tegal, pada program Pengembangan Keprofesian berkelanjutan dari
Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, berupa
Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan.(17/10/21)

64 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Ita Rahmah Haerani, dia lahir di Dompu 27 Agustus 1987.
Dia adalah anak ke lima dari lima bersaudara, buah dari
pasangan Ismail dan Rukmini. Ita adalah panggilan
akrabnya, ia terlahir dari keluarga sederhana. Ayahnya
seorang PNS sedangkan ibunya bekerja mengurus rumah
tangga. Ke ka berumur 7 tahun ia mulai Pendidikan di SD
Inpres 37 Karijawa Dompu, kemudian setelah lulus dia
melanjutkan Pendidikannya di SMPN Negeri 1 Dompu. Selepas lulus dari
SMP dia melanjutkan pendidikannya di sekolah menengah atas SMA Negeri
1 Dompu dan setelah lulus SMA dia merantau melanjutkan pendidikannya
di UNIVERSITAS MATARAM pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah.

Lida Ekawa lahir pada 03 Juli 1989 dari keluarga petani sederhana. Nama
ayah M. Said, sedangkan ibunya Siama. Riwayat pendidikannya dimulai SDN
Inpres Kala, Kecamatan Donggo Kabupaten Bima. SMPN 1 Donggo dan SMA
Negeri 02 Kota Bima. Lulus Sarjana Pendidikan Bahasa dan sastra Indonesia
STKIP Hamzanwadi Selong pada tahun 2011 dengan skripsi berjudul
“Meningkatkan Keterampilan Menulis Paragraf Deduk f Melalui
Penyusunan Kalimat Acak pada Siswa Kelas VII SMPN 01 Donggo”.
Riwayat mengajar Pernah mengajar di SMPN 04 Donggo Satap dari tahun
2012 sampai 2017 dan sekarang mengajar Bahasa Indonesia di SMALB
Mutmainnah Soromandi . Pernah melakukan pela han-pela han di
berbagai daerah diantarannya Pela han Pemanfaatan TIK bagi Guru SLB-A
dengan no ser fikat 429/20.BTKP/Dikpora penyelenggara Balai Teknologi
Komunikasi Pendidikan Dinas Dikpora Provinsi NTB pada tahun 2015,
Pela han Guru Implementasi Kurikulum PK dengan No ser fikat
1391/D6/PP/2015 penyelenggara Direktorat Pembinaan PKLK Pendidikan
Dasar Republik Indonesia pada tahun 2015.

65 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Maria Fransiska Dosila

Mega Rosarianta Purba lahir pada tanggal 11 September
1985 dari keluarga yang sederhana. Nama ayahnya Sardin
Purba, sedangakan ibunya Mariani Damanik. Penulis
anak ke empat dari empat bersaudara. Riwayat
pendidikannya dimulai dari SD Negeri 3 Pematang Raya,
SMP Negeri 1 Raya, SMA Negeri 1 Raya. Lulus sarjana dari
Fakultas Universitas Negeri Medan (Unimed) Jurusan
Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 2009. Setelas lulus kuliah penulis
mengajar di SD Swasta Kalam Kudus Medan. Tahun 2010 penulis pindah
mengajar di SMA swasta EFARINA sekalian mengajar bimbingan di
Ganesha Opera on (GO). Pada tahun 2013, penulis menikah dengan
Destripsen Saragih dan dikaruniai dua orang putri. Pada tahun 2013 penulis
pindah mengajar ke SMA Negeri 1 Raya sebagai Guru Mata Pelajaran
Bahasa Indonesia dan ak f sebagai Pembina Literasi di sekolah tersebut.

Muh. Ali R. lahir pada tanggal 6 Juli 1983 dari keluarga
petani sederhana. Ayah bernama Rappe dan ibu bernama
Haerana. Riwayat pendidikannya dimulai SDN 18
Leppangeng Kecamatan Bungoro. SMP Negeri 1 Bungoro
dan SMK Negeri 1 Bungoro. Lulus sarjana pendidikan
Fakultas Bahasa UNM pada Jurusan Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia dan Daerah pada tahun 2008
dengan skripsi berjudul “Kemampuan Membaca Teknik
Wacana Rumpang pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pangkep. Penulis mulai
mengajar di SMK Negeri 1 Bungoro pada bulan Juli 2008. Pada tahun 2009
dipercaya menjadi wali kelas sampai tahun 2013. Pada tahun 2010 penulis
kembali dipercaya menjadi Pembina ekstrakurikuler PMR hinga sekarang.

Selain ak f mengajar penulis juga ak f dibeberapa kegiatan organisasi di
antaranya menjadi Pengurus KNPI Kab. Pangkep, Pengurus KSR Pioneer
Unit Masyarakat PMI Kab. Pangkep sebagai sekretaris, Pengurus JATMAN
Kab. Pangkep sebagai wakil sekretaris.

66 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Sampai sekarang penulis mengajar didua sekolah yang berbeda yakni SMK
Negeri 1 Pangkep dan SMK Negeri 6 Pangkep dengan mengampu mata
pelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya.

Mumfia lahir pada 6 Maret 1983 dari keluarga yang sederhana dan biasa-
biasa saja. Nama ayah Kamaludin, sedangkan ibunya Harya . Riwayat
Pendidikan dimulai SD Sidamulya, Kecamatan Wanareja Kabuipaten
Cilacap. SMP Negeri 2 Majenang dan SMA Negeri 1 Majenang. Lulus Sarjana
Bahasa dan Sastra Indonesia UAD pada tahun 2007.
Riwayat pekerjaan dimulai dari tahun 2007 mengajar di SMP
Muhammadiyah Majenang sampai tahun 2014. Tahun 2014 sampai
sekarang mengajar di SMK Muhammadiyah Majenang kabupaten Cilacap.

Ni Kadek Ima Suryani lahir pada 3 Mei 1993 di daerah
pesisir Bali Timur tepatnya di Desa Sukadana, Kecamatan
Kubu, Kabupaten Karangasem. Penulis adalah anak
terakhir dari lima bersaudara. Nama ayah I Made Mangku
Pasar, sedangkan ibunya Ni Nengah Jaba. Riwayat
pendidikannya dimulai dari SD Negeri 2 Sukadana, SMP
Negeri 2 Kubu, dan SMA Negeri 1 Kubu. Lulus Sarjana
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa
dan Seni, Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja pada tahun 2014.
Penulis memulai pengabdian sebagai guru di SMKN 1 Kubu. Setelah lima
tahun pengabdian, terhitung mulai tahun 2021 penulis ditugaskan sebagai
Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 4 Semarapura. (09/10/21)

Nova Andriani Hutauruk lahir pada 22 Agustus 1989 dari
keluarga sederhana.Penulis merupakan anak kedua dari

ga bersaudara.Nama ayah Jimmer Hutauruk,sedangkan
ibunya Marlin Panjaitan.Riwayat pendidikannya dimulai
SD Negeri 158309 Pandan,Kecamatan Pandan Kabupaten
Tapanuli Tengah.SMP Sw.FATIMA 2 Sarudik Sibolga dan
SMA Negeri 2 Sibolga.Lulus Sarjana dariFakultas

67 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas HKBP Nommensen
Medan pada 2011.

Menjadi tenaga pendidik awalnya bukan cita-cita penulis tetapi seiring
berjalannya waktu mengiku perkuliahan dengan baik hingga lulus.Sejak
2014 mulai mengajar sebagai GTT di SMK Negeri 3 Sibolga.Hari-hari penulis

dak jauh dari kegiatan pembelajaran.Banyak ilmu yang didapat di
lapangan untuk perkembangan pengetahuan penulis.

Hingga saat ini penulis tercatat sebagai guru di SMK Negeri 3 Sibolga
dengan mengampu mata pelajaran bahasa indonesia.

Novia Erwandi lahir di Takengon, 9 November 1987.
Penyair merupakan anak ke ga dari pasangan Rinaldi dan
Animar. Penyair berdarah Minang asli meskipun lahir di
Aceh. penyair menyelesaikan pendidikannya di SD Negeri
4 Takengon, kemudian penyair melanjutkan pendidikan di
SLTP 2 Takengon selanjutnya penyair menamatkan
pendidikan SMA-nya di SMK Negeri 1 Takengon, dan
penyair melanjutkan perkuliahan di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia Universitas Syiah Kuala dan pendidikan terakhirnya sampai
jenjang strata 2 Jurusan Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Universitas Syiah Kuala. Sekarang, penyair ak f mengajar di SMA Negeri
Modal Bangsa, sebagai guru Bahasa Indonesia, selain itu juga mengajar di
SMA IT Arabian, dan UIN Ar-Nirry Aceh. Saat ini, penyair berdomisili di Blok
i, 46, Kaju, Baitussalam, Aceh Besar, Aceh. Perjuangan penyair sukses
hingga saat ini berkat sahabat surga (Hasniya ) yang selalu memo vasi dan
memberi dukungan menjadi yang terbaik.

Novita Surya D.A lahir pada 11 November 1992 dari
keluarga sederhana. Nama ayah Suryanto sedangkan
ibunya Sumarmi Widiastu . Riwayat pendidikannya
dimulai dari SD Paliyan V, SMP Negeri 1 Paliyan dan SMA
Negeri 1 Playen. Lulus sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra

68 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Indonesia UAD pada tahun 2015 dengan judul “Alih Kode dan Campur Kode
Kegiatan Jual Beli di Pasar Giwangan Kecamatan Kotagede dan Kaitannya
dengan Pembelajaran Teks Negosiasi di SMA Kelas X Semester Genap”.
Penulis pernah menyusun antologi puisi berjudul “Ria-Ria”.

Semenjak kuliah penulis juga bekerja sebagai front office di Purawisata
Yogyakarta. Menghadapi tamu manca negara membuatnya harus belajar
berbagai bahasa asing. Ia mengelu pekerjaannya hingga tahun 2016.
Penulis beralih profesi menjadi marke ng pada salah satu perusahaan di
Surabaya. Namun tak bertahan lama, karena ibunya yang sudah tua dan
hanya nggal sendiri di kampung halaman. Penulis pun memutuskan untuk
menjadi guru di kampung halamannya.

Penulis mengabdi sebagai guru di sekolah swasta SMK Kesehatan Wonosari
sebagai pengajar bidang studi Bahasa Indonesia dan ak f sebagai Pembina
Literasi Sekolah. Selain disibukkan dengan kegiatan mengajar, penulis juga
seorang ibu rumah tangga yang mempunyai satu putra bernama Elnino
Zaydan Alfarizqi Se awan. Seorang anak laki-laki pintar membawa rezeki
yang berlimpah.

Nuryan lahir di Marsawa, Kuantan Singingi pada tanggal
15 Agustus 1988 dari pasangan Jajang dan Mu ara. Pada
tahun 1996-2001 memulai pendidikan di Sekolah Dasar
Negri (SDN) 014 Marsawa. Kemudia melanjutkan
pendidikan Sekolah Lanjutan Tinggkat Pertama Negeri
(SLTPN) 2 Benai dari tahun 2002-2004. Pada tahun 2005-
2007 melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah
Menengah Atas Negri (SMAN)2 Benai. Setelah itu melanjutkan sekolah ke
Perguruan Tinggi Universitas Islam Riau pada tahun 2007 dan
mendapatkan gelar sarjana pada tahun 2011.

Perwan Meylia lahir pada 15 Mei 1986 dari keluarga
sederhana. Nama ayah M. Ali (Alm) sedangkan ibunya
Nursiah. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri 63
Palembang, SMP Negeri 9 Palembang dan SMA Negeri 6
Palembang. Lulus sarjana Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra

69 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Indonesia UNSRI pada tahun 2019 dengan judul “Kri k Sosial Karikatur
Harian Kompas Edisi Juni -Agustus 2008”. Penulis lulus menjadi ASN pada
tahun 2010 dan mendapatkan penempatan di SD Negeri 07
Tempilang,Bangka Barat dua tahun kemudian penulis pindah tugas ke SMP
Negeri 02 Tempilang, Bangka Barat. Setelah mengabdi sebagai ASN
Kepulauan Bangka Belitung selama 5 tahun penulis pindah tugas Kembali
karena turut suami yang bekerja sebagai prajurit TNI AD ke Kota
Prabumulih, Sumatera Selatan. Saat ini penulis ak f mengajar di SMP
Negeri 10 Prabumulih sebagai pengajar Bidang studi Bahasa Indonesia,
kemudian ak p sebagai Pembina LIterasi sekolah. Selain disibukan dengan
kegiatan mengajar, penulis juga seorang ibu Persit dan ak p dalam kegiatan
Kepersitan di tempat suami bekerja Kesatuan YONKAV 5 DPC Karang Endah.

Petrus Afendi yang akrab disapa Fendi lahir di
Watubura pada tanggal 29 Maret 1987. Anak
petama dari empat bersaudara memulai
pendidikan formal sejak tahun 1992. Ia Memiliki
hobi membaca dan traveling. Sejak dibangku SD
ia bercita- cita ingin menjadi Guru dan terwujud
sejak mengawali pendidikan jenjang S1 di FKIP
Universitas Dwijendra Denpasar dengan mengambil jurusan Bahasa dan
Sastra Indonesia. Setelah Lulus S1 pada tahun 2010 langsung mengabdi
menjadi guru bahasa Indonesia di SMA Swasta Katolik Bhaktyarsa
Maumere hingga saat ini. Selama mengemban tugas menjadi guru banyak
kegiatan workshop dan Bimtek ngkat Nasional yang diiku , menjadi
pendamping guru dan narasumber di bidang kurikulum di sekolah lain
bahkan Universitas serta wakil Ketua MGMP mata pelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia ngkat Kabupaten. Selain menjadi guru ia mendapatkan
tugas tambahan sebagai wakasek bidang kurikulum sejak Tahun 2015
sampai sekarang. Prestasi yang diraih selama menjadi guru salah satunya
menjadi guru berprestasi ngkat sekolah dan alumnus guru penggerak
nasional angkatan 1. Ak vitas saat ini selain mengajar ia juga sedang
mengiku Pendidikan S2 di Universitas Muhammadyah Malang dan
Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan di Universitas Pancasak Tegal.

70 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Ruswa , S.Pd. Dilahirkan di desa Bodas Karangja ,
Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah pada 4 Juni 1986.
Penulis adalah putri keempat dari lima bersaudara.
Ibunya Markini (Alm.) dan Ayahnya Marsudi adalah
petani. Riwayat pendidikannya dimulai dari SD Negeri 2
Bodas Karangja , SMP Negeri 1 Rembang, dan SMA
Negeri 1 Rembang. Penulis melanjutkan pendidikan di
Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia pada tahun 2004. Penulis adalah guru di salah satu SMA
Muhammadiyah Purbalingga (dari 2008 sampai sekarang). Sebelumnya
juga pernah menjadi guru di SMA Maarif Karanganyar (2018-2021).

Sapriadi Bin Syahrir lahir pada 27 Juli 1990.
Merupakan anak dari seorang petani sederhana
bernama Syahrir dan istrinya Darmi. Riwayat
pendidikan dimulai dari SRK. Bombalai Tawau
yang berada di salah satu negeri di Malaysia saat
kedua orang tua menjadi TKI di negeri jiran
tersebut, melanjutkan sekolah di SMP Terbuka
Bulukumpa 1 dan SMK Negeri 1 Bulukumba. Merupakan lulusan sarjana
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di STKIP Muhammadiyah
Bulukumba pada tahun 2012 dengan judul Skripsi “ Ananlisis Mental Tokoh
Utama dalam Novel Berlayar ke Surga”
Riwayat kepenyairan dimulai pada tahun 2021 saat mengiku Pendidikan
Profesi Guru (PPG) yaitu pada tahun ini, berkat mo vasi dan bimbingan dari
dosen-dosen Universitas Pancasak Tegal sehingga penulis memberanikan
diri untuk mulai menulis beberapa puisi.
Saat ini penulis tercatat sebagai guru CPNS di SMP Satap 5 Bulukumba yang
mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia.

71 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Suhendra atau yang akrab dipanggil dengan sebutan
Bapak Hendra adalah seorang guru Bahasa Indonesia di
SMP Negeri 1 Napabalano Kabupaten Muna Sulawesi
Tenggara. Lahir di Muna, pada tanggal 04 Maret 1991
yang merupakan anak dari dari keluarga sederhana.
Nama ayah La Malihu, sedangkan ibunya Wa Ruhaena.
Ayahnya bekerja sebagai PNS di SD Negeri 2 Napabalano
dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

Pada awalnya beliau dak pernah bercita-cita menjadi seorang guru apalagi
sebagai guru Bahasa Indonesia. Sejak masih kecil beliau bercita-cita
menjadi seorang polisi (Abdi Negara). Akan tetapi cita-cita itu dak
terwujud disebabkan kedua orang tua dak mendukung dengan alasan
ke ka lulus akan ditempatkan di wilayah yang cukup jauh.

Beliau memiliki hobi yang menarik, yaitu berpetualang di hutan untuk
berburu burung dan ayam hutan. Selain berpetualang di hutan beliau juga
memiliki hobi memancing ikan di laut yang biasanya menjadi ru nitas saat
liburan sekolah.

Riwayat pendidikannya dimulai SDN 3 Napabalano, Kecamatan
Napabalano Kabupaten Muna. SMPN 1 Napabalano dan SMA Negeri 1
Napabalano. Lulus Sarjana Pendidikan Bahasa Indonesia pada tahun 2015
dengan skripsi berjudul “Nilai-nilai Pendidikan pada Mantra Bercocok
Tanam Jagung di Kecamatan Napabalano Kabupaten Muna”.

Riwayat kepenyairannya dimulai dengan mengiku lomba menulis puisi
ngkat fakultas dengan judul puisi “Nyawa di Balik Tirai” (2013). Kemudian

mengajar di SMPN 1 Napabalano dipercayakan menjadi pela h lomba baca
puisi pada kegiatan HUT Republik Indonesia 17 agustus ngkat Kecamatan
ditahun 2016 dan menjadi pendamping pada lomba tari kreasi ngkat
Kabupaten tahun 2019. Di tahun 2018-2021 dipercayakan menjadi salah
satu penyelenggara pemilu dan menjabat sebagai ketua Pani a
pemungutan suara (PPS).

Hingga saat ini penulis tercatat sebagai guru Bahasa Indonesia di SMP
Negeri 1 Napabalano dan menjadi peserta/mahasiswa PPG dalam Jabatan
Angkatan 4 Universitas Pancasak (UPS) Tegal (29/09/21).

72 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Nama saya Suryani, saya lahir di Tembeling (Kabupaten
Bintan, kepulauan Riau) pada 26 Januari 1991. Saya
terlahir sebagai anak ke lima dari enam bersaudara. Dari
seorang ayah bernama Salim, dan ibu bernama Zaharah.

Riwayat pendidikan saya yakni sekolah dasar di SDN 002
Teluk Bintan (lulus tahun 2003), SMPN 1 Teluk Bintan
(lulus tahun 2006), dan SMAN 3 Bintan (lulus tahun 2009),
kemudian kuliah di perguruan nggi Universitas Mari m Raja Ali Haji
(UMRAH) dengan mengambil jusurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (lulus pada tahun 2013).

Sejak September 2014, tepatnya pada tanggal 2, saya memulai karir saya
bekerja sebagai seorang guru di Batam. Saya mengajar di SMPN 50 Batam
sebagai guru Bahasa Indonesia. Hingga saat ini saya masih menjadi guru di
SMPN 50 Batam.

Saat ini saya sedang mengiku Program Profesi Guru (PPG) dalam jabatan di
Universitas Pancasak Tegal bersama 34 rekan guru bahasa Indonesia
lainnya. Semoga kami semua mampu menjadi guru yang profesional
setelah mengiku PPG ini.

Tri Mulyono lahir pada 25 November 1965 dari
keluarga petani sederhana. Nama ayah Kasan, sedangkan
ibunya Rusinah. Riwayat pendidikannya dimulai SD
Botekan, Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang. SMP
Pemda Ulujami dan SMA Negeri Comal. Lulus Sarjana
Sastra Fakultas Sastra UNDIP pada 1991 dengan skripsi
berjudul “Nilai Kejawaaan pada Novel Perampok Karya Mayon Soetrisno”.
Lulus Magister Ilmu Pendidikan Bahasa (S.2) Pascasarjana UNNES pada
2007 dengan tesis berjudul “Model Gordon dan Ceramah Bervariasi dalam
Pembelajaran Apresiasi Puisi Siswa SLTA Kabupaten Pemalang”. Lulus
Program Doktor Ilmu Pendidikan Bahasa (S.3) Pascasarjana UNNES pada
2018 dengan disertasi berjudul “Struktur dan Nilai Este ka Puisi Anak
Indonesia”.

Riwayat kepenyairannya dimulai dengan menulis kumpulan puisi yang
berjudul Balada Asu (2012) bersama Begawan Penyair Tegalan Lanang

73 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Se awan. Bersama Mantan Wakil Walikota Tegal, yang juga mantan Rektor
Universitas Pancasak (UPS) Tegal, juga Rektor Universotas BAMADA,
Maufur menulis kumpulan puisi berjudul Kesaksian Dibalik Pesta Rakyat.
Bersama penyair Banyumas, Wanto Tirto et.al. menulis kumpulan puisi
Wulan Ndadari (2019). Bersama Maufur et. al. menulis kumpulan puisi
berjudul Mengikat Tradisi Menguntai Puisi (2020). Bersama Lanang
Se awan et. al. menulis kumpulan puisi berjudul Ma Rasa Ma Kuasa
(2020), Kang Nur, Bapak Sastrawan Tegalan (2020), dan Seprapat Abad
Punjul Sastra Tegalan (2020). Bersama Deswalantri et. al. menulis
kumpulan puisi berjudul Antologi Puisi Corona Karya Dosen-dosen
Indonesia (2020). Bersama Leli Triana et. al. menulis kumpulan puisi tegalan
berjudul Laka Wujude (2020), Nyanyian Mantan Kekasih (2020), Mbesiki
Sore (2021), dan Gendu-gendu Rasa (2021). Bersama penyair Banyumas,
Hamidin Krazen, menulis kumpulan puisi berjudul Ibu Kita Idola (2021).
Penulis berkontribusi dalam Antologi Puisi 100 Karya Terbaik Lomba
Menulis Puisi Nasional 2020 (2020). Penulis juga menulis dua kumpulan
puisi tegalan Layang Kelangan (2019) dan Layang Kamulyan (2020). Dua
buku kumpulan puisi Indonesianya berjudul Parto Bilang Iya Par Bilang
Mboten (2019) dan Jauh Itu Dekat (2020). Bersama mahasiswa PPG dalam
Jabatan Angkatan 3 UPS Tegal, penulis juga berkontribusi sebagai editor
dan penulis kumpulan puisi Fatamorgana Kehidupan (2021).

Hingga saat ini penulis tercatat sebagai dosen sastra Universitas Pancasak
(UPS) Tegal dengan mengampu mata kuliah Puisi Indonesia, Sastra Tegalan,
Metode Peneli an Sastra, Kri k Sastra, dan Metode, Pendekatan, dan
Strategi Pembelajaran.(29/09/21).

Wilhelmina Bethan, lahir di Ongalereng, 02 Mey 1983,
Lulusan Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia,
Universitas Nusa Cendana Kupang. Sekarang ak f
mengajar di SMA Negeri 1 Larantuka , sebagai guru
Bahasa Indonesia dengan status Pegawai Negeri Sipil,
dan sekarang berdomisili di Kelurahan Sarotari,
Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

74 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Yulia Marini lahir di PematangPanjang,Tanggal 23Oktober
1981. Nama ayah H.Ridwan, namaibuSi Haini. Riwayat
pendidikan,belajar di:

1. S D N 1

PematangPanjang,Kec.Sijunjung,Kab.Sijunjung,

Provinsi.Sumbar

2. S M P N 4
Sijunjung,Kec.Sijunjung,Kab.Sijunjung.Provinsi.Sumbar

3. SMUN I KUPITAN,Kec.Kupitan.Kab.Sijunjung. Provinsi.Sumbar

4. UNIVERSITAS BUNG HATTA.Provinsi.Sumbar

Riwayat mengajar,:

1. SSA-SMPN 31 Sijunjung, Kec.Sijunjung,Kab.Sijunjung,
Provinsi.Sumbar( Dari Tahun 2007-2010 )

2. SMPN 28 Sijunjung,Kec.Sijunjung,Kab.Sijunjung, Provinsi.Sumbar
( Dari Tahun 2010-2019 )

3. SMPN 14 Sijunjung, Kec.Sijunjung,Kab.Sijunjung, Provinsi.Sumbar
(Dari Tahun 2019 sampaisekarang )

Yuliana Natalia Kuyami

Yulita Nur Indawa lahir pada 31 Juli 1989 dari keluarga
seorang pendidik/guru. Nama ayah Rasun, sedangkan
ibunya Turiyah. Riwayat pendidikannya dimulai SD Negeri
1 Binorong, Kecamatan Bawang, Kabupaten
Banjarnegara. SMP Negeri 1 Bawang dan SMA Negeri 1
Purwonegoro. Lulus Sarjana Sastra Fakultas Sastra dan
Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah
Purwokerto pada 2011 dengan skripsi PTK (Peneli an Tidakan Kelas)
berjudul “Penulisan Memo Menggunakan Metode Discovery untuk Siswa
Tingkat Menengah Pertama”. Penulis sebelum lulus dari perguruan nggi
sudah mulai mengasah kemampuan mengajar di tempat les Quantum
bimbel agar dapat lebih mahir dalam mengajar. Setelah itu bekerja di SMK

75 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”

Mulya Husada kejuruan khususnya kesehatan dan merangkap mengajar di
tahun yang sama di SMK Telkom Purwokerto yaitu sekolah kejuruan bidang
ilmu teknologi.
Sampai saat ini penulis belum pernah membuat puisi yang sifatnya terbit
pada media cetak atau digital, sejauh ini fokus pada mengajar dan
mengiku pela han-pela han khususnya untuk mengembangan ilmu dan
metode dalam pembelajaran. Penulis ingin suatu saat nan
mengembangkan ilmu penulisan khususnya sastra untuk menambah ilmu.

“Tiada kata selain ucapan terima kasih saya haturkan kepada Dr.
Tri Mulyono, M.Pd yang telah memberi bimbingan dan motifasi
yang tiada henti sehingga saya bisa mewujudkan impian saya
untuk menghasilkan karya puisi terbaik. Berkat Beliau buku
antologi ini dapat diterbitkan. Semoga karya ini bermanfaat
bagi para pembaca.”

76 Antologi Puisi “Pejuang Centang Biru”


Click to View FlipBook Version