Portofolio
Tulang:
46
47
Otot:
48
49
50
Persendian:
51
52
53
BAB V SISTEM SIRKULASI
Portofolio
54
BAB VI SISTEM PENCERNAAN
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat 8 Januari dimulai pelajaran pertama kali setelah libur semester 1.di
kesempatan ini Bu Puspa membuka pelajaran dengan salam dan menyakan kabar
untuk kita semua,dan Bu Puspa menampilkan presentasi dengan meminta tolong
Marcella untuk menanyangkan,dan Bupuspa bun mulai menerangkan dan Bu Puspa
meminta Puja,Retno,Baskoro,Ridwan,Restu,dan Nasya untuk membacakan power
point dari awal sampaimineral.dan setelah pelajaran selesai Bu Puspa pun menutup
pelajaran dengan salam dan mengingatkan untuk mematuhi protokol COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan
pantang menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya
salah satunya yaitudapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
55
Pada hari Senin 11 Januari dimulainya lagi pembelajaran biologi yang diajar oleh ibu
Puspa.Padapembelajaran kali ini ibu puspa melakukan daring tetapi bu puspa
memberikan kami materi tantang makanan dan pencernaan makanan.materi ini
dipersentasikan dalam bentuk power point dan bu puspa menerangkan satu
persatu,dalam kesempatan ini bu puspa menerangkan dari organ pencernaan mulut
sampai dengan usus halus.dan pembelajarannya mudah dimengerti karena sempat di
pelajari saat duduk di bangku SMP
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan
pantang menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya
salah satunya yaitudapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
56
Pada pembelajaran 15 Januari ini Bu Puspa menggunakan media baru untuk
melakukan daring yaitu menggunakan Microsoft Teams.dan setelah kami semua
sudah join Bu Puspa meminta Sitiuntuk memimpin doa sebelum pelajaran
dimulai.dan Bu puspa menanyakan jurnal belajar Puja dan Rian,dan setelah itu Bu
Puspa pun menasehati kami tentang Standar dan tata krama melakukan
pembelajaran daring.setelah itu Bu Puspaa menutup daring dengan salam.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan
jangan pantangmenyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil
manfaatnya salah satunya yaitumengingatkan kita tengang sopan santun.
57
Portofolio
Portofolio 1a
Syarat Makanan:
-Harus cukup mengandung kalori.
-Protein yang dikonsumsi harus mengandung kesepuluh asam amino utama,
yaitu lisin, triptopan, histidin, penilalanin, leusin, isoleusin, thereonin,
metionin, valin dan arginin.
-Harus cukup mengandung vitamin.
-Harus cukup mengandung garam mineral dan air.
-Perbandingan yang baik antara sumber karbohidrat, protein, dan lemak
-Higenis
-Mudah dicerna
Fungsi Makanan:
-sebagai pembangun dan perbaikan sistem tubuh
-dapat meningkatkan intelegensia
-memelihara fungsi sistem reproduksi manusia
-sebagai pertahanan tubuh dari penyakit dalam menjaga keseimbangan tubuh
-sebagai sumber energi untuk manusia
-makanan dapat membantu pembentukan sel-sel baru
-sebagai pengatur metabolisme tubuh
No Nama zat Fungsi zat Sumber zat
1 Protein -Makanan laut atau boga bahari
-Terlibat dalam -Susu, keju, yoghurt
kontraksi dan gerakan -Daging
otot. -Telur
-Membuat enzim yang -Kacang-kacangan
berfungsi memfasilitasi
reaksi biokimiawi dan
metabolisme tubuh
-Membuat antibodi
untuk sistem kekebalan
tubuh.
-Diperlukan dalam
pembentukan tulang,
58
otot, tulang rawan, kulit,
dan darah.
2 Karbohidrat -Mengurangi risiko Roti
penyakit Nasi
-Memenuhi kebutuhan Biji-bijian
kalori secara sehat Umbi-umbian
-Sumber energi
3 Lemak -pelindung tubuh susu
-cadangan energi daging
-menjaga suhu tubuh buah
-pengangkut nutrisi biji-bijian
4 Vitamin - Memperkuat sistem Sayuran
kekebalan tubuh. Buah-buahan
- Membantu Susu
metabolisme karbohidrat Vitamin tablet
dan protein.
Ikan
- Menjaga kadar
daging
kolesterol dalam tubuh.
5 Mineral -pengaktif insulin -daging
-menjaga gigi -kacang kedelai
-metabolisme lemak dan -bawang
protein -sayuran hijau
6 Air -sebagai pelumas -air minum
-sebagai pelarut
-pengatur suhu tubuh
59
Portofolio 1b
No Nama Organ Proses Yang Gambar organ
Terjadi
1 Mulut
Terjadi pencernaan
secara mekanis
oleh gigi dan
enzim
amylase(ptilatin)
2 Faring Di faring hanya
ada proses
mekanik yaitu
Proses
deglutisi yaitu
menggerakkan
makanan dari
faring menuju
esofagus.
Proses ini melalui
tiga tahap
yaitu:
• Fase volunter
yaitu
lidah menekan
palatum
keras dan
mengarahkan
makanan
yang sudah di
kunyah
ke orofaring.
• Fase Faring yaitu
penutupan semua
lubang kecuali
esofagus akibat
adanya
refleks dari pusat
menelan
• Fase esofagus
yaitu
adanya Gerakan
peristaltik.
60
3 Kerongkongan(Esofagus) Jalan penghubung
makanan dari
faring menuju ke
lambung dengan
gerakan perstaltik
4 Lambung Dilambung terjadi
proses mekanik
yaitu gerak
peristaltik yang
mencampur
makanan dengan
getah lambung
menjadi kimus dan
mengarahkan
kimus ke usus
halus.
Kimus : Massa
setengah cair
berkadar asam
tinggi yang
terbentuk dari
bolus yang
bercampur dengan
getah lambung.
Dilambung
terdapat juga
proses secara
kimiawi
• Pencernaan
protein:
Pepsinogen diubah
menjadi pepsin
oleh
61
5 Pankreas, Hati asam klorida.
dan Empedu Pepsin
menghidrolisis
protein menjadi
polipeptida.
• Pencernaan
lemak:
Lipase lambung
menghidrolisis
lemak susu
menjadi asam
lemak dan gliserol,
tetapi aktivitasnya
terbatas dalam
kadar pH rendah
• Pencernaan
Karbohidrat:
Enzim
amilase dalam
saliva yang
terbawa Bersama
bolus akan tetap
bekerja dalam
lambung karena
lambung tidak
memproduksi
enzim pencerna
karbohidrat.
Pankreas:
• Menghasilkan
insulin
• Menghasilkan
enzim tripsinogen,
dan amilase
Hati:
• Menyekresikan
empedu
•Mempertahankan
hemostatic gula
darah
• Menyimpan
mineral
• Produksi panas
dari aktivitas
kimia dalam hati
62
6 Usus Halus terutama
saat tidur
Empedu:
• Menyimpan
cairan empedu
yang disekresikan
oleh selsel
hati, dengan
menyimpan
kapasitas total
30-60mL.
Proses
mekaniknya terjadi
Gerakan peristaltik
dari kontraksi
ritmik otot polos
longitudinal dan
sirkuler yang
menggerakkan
kimus (bubur usus)
ke arah bawah di
sepanjang saluran.
Proses kimiawinya
dengan enzim-
enzim yang berasal
dari kelenjar
usus,pancreas,dan
empedu yang
dihasilkan oleh
hati.
63
7 Usus Besar Proses mekanik
pada usus
8 Rektum besar adalah
9 Anus adanya
kontraksi haustra
yang
menyebabkan
pergerakan
massa di dalam
kolon,
menggerakkan
massa menuju
rektrum lalu ke
anus. Di usus
besar tidak terjadi
proses
kimiawi.
Fungsi organ
pencernaan ini
adalah untuk
menerima sisa
makanan yang
sudah berubah
menjadi feses, dan
menyimpannya.
Organ ini terdiri
dari otot yang
digunakan untuk
menjaga dan
menahan feses
keluar dari rektum
jika belum
saatnya.Selain itu,
otot ini juga akan
mencegah kita
buang air besar
secara spontan saat
tidur
64
LAPORAN KEGIATAN
UJI BAHAN MAKANAN
Disusun oleh: Baskoro Hargono
Guru pembimbing : Puspani M,pd
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
KOTA BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
65
UJI BAHAN MAKANAN
Tujuan:
1. Menjelaskan proses pencernaan makanan
2. Mengetaui kandungan dalam makanan
Dasar Teori:
Makhluk hidup adalah maakhluk yang meebutuhkan makanan untuk
menjalankan kegiatan sehari-harinya, tanpa makan kita tidak akan punya tenaga
serta kesehatan kita pun akan menurun.
1. Alat dan Bahan:
1. Tabung reaksi 12. Larutan Benedict
2. Rak tabung reaksi 13. Larutan Biuret
3. Gelas ukur 14. Kertas Koran
4. Penjepit 15. Nasi,Kedelai,putih
telur,kemiri,mentega
5. Kaki tiga 16. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
6. Korek api pensil, spidol, isolasi)
7. Kawat kassa
8. Pembakar Spiritus
9. Korek api
10. Pipet
11. Lempengan mortal
66
Cara Kerja:
1. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di
atas selama 5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan
berwarna kuning kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut
(Nasi,Kedelai,putih telur,kemiri,dan mentega)
2. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan
lempengan dan tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung
reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila
warna menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji
mengandung amilum karbohidrat) dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut
(Nasi,Kedelai,putih telur,kemiri,dan mentega)
3. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan
lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3 . Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung
reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai
warna maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
67
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.(
Jika warna berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein)
6. Lakukan hal yang sama pada Nasi,Kedelai,putih telur,kemiri,dan mentega
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
8. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan(Nasi,Kedelai,putih telur,kemiri,dan
mentega) yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil
pengamatan. Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan
makanan mengandung lemak.
Tabel Hasil Pengamatan
A.Uji Benedict
Bahan Warna setelah dicampur
No. Makanan Reagen Sebelum Setelah
yang penguji/warna
dipanaskan dipanaskan
diuji/warna
1. kedelai Benedict/biru Biru muda Agak orange
muda
2. Putih telur Benedict/biru Biru muda Kuning
Biru muda kecoklatan
muda Coklat gelap
3. Kemiri Benedict/biru
muda
4. Nasi Benedict/biru Biru muda Orange
muda
5. Margarin Benedict/biru Biru muda -
muda
B.Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah
No. Bahan penguji/warna dicampur
Makanan Iodin/merah Coklat kehitaman
yang kehitaman Biru kehitaman
Iodin/ merah Orange kecoklatan
diuji/warna kehitaman
1. Kemiri Iodin/ merah
2. Nasi
3. Putih telur
68
kehitaman Putih kecoklatan
4. Kedelai Iodin/ merah -
kehitaman
5. margarin Iodin/ merah
kehitaman
C.Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah
No. Bahan penguji/warna dicampur
Makanan Biuret/biru tua Sedikit ungu
yang Biuret/ biru tua Setengah ungu
Biuret/ biru tua
diuji/warna Biuret/ biru tua Ungu
1. Nasi Biuret/ biru tua Ungu
2. Kedelai
3. Putih telur -
4. Kemiri
5. margarin
D.Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna
No. Bahan setelah ditetesi pada
Coklat buram
Makanan Coklat buram kertas koran
yang Coklat buram
Coklat buram 4
diuji/warna Coklat buram 1
1. Kemiri 3
2
2. Margarin 5
3. Kedelai
4. Nasi
5. Putih telur
Pertanyaan:
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat
setelah
diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang
diuji!
69
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
Jawab:
1.a)jika bahan makanan mengandung glukosa,maka warna makanan berubah menjadi
merah bata
b) jika bahan makanan mengandung amilum,maka warna makanan berubah menjadi
biru kehitaman
2.warna makanannya akan berubah menjadi ungu
3.kandungan karbohidrat pada bahan-bahan makanan yang di test menggunakan lugol
bahan makanan yang berubah warna menjadi biru kehitaman hanya Nasi
4.kandungan lemak dalam bahan makanan yang ditest berbeda-beda hal ini dapat
dilihat melalui transparannya kertas buram semakin transparan semakin besar
kandungan lemak,urutan bahan-bahan makanan yang memiliki kandungan lemak dari
yang tertinggi adalah margarin,nasi,kedelai,kedelai,kemiri,dan putih telur
5. Karbohidrat:
1. di mulut oleh enzim ptialin / amilase.Amilum diubah menjadi disakarida.
2. usus halus oleh enzim disakarase --> disakarida diubah menjadi monosakarida
Protein:
1. Lambung --> protein diubah mnjadi pepton oleh pepsin
2. usus halus --> pepton dipecah mnjdi asam amino oleh erepsin & tripsin
Lemak:
1. usus halus --> lemak diemulsi oleh bilus, lalu emulsi lemak dipecah mnjadi asam
lemak & gliserol oleh lipase pankreas & lipase usus
Kesimpulan:
Kandungan dalam setiap bahan makanan itu berbeda-beda dan cara mengecek
kandungan zat dalam bahan makanan itu caranya melalui ditetes cairan
Benedict,Lugol,Biuret,dan pengaplikasikan bahan makanan ke kertas buram.
Daftar Pustaka:
1. www.weschool.id/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-dan-lemak-lengkap/
2. https://brainly.co.id/tugas/2870974
3. https://brainly.co.id/tugas/9204416
70
BAB VII SISTEM PERNAPASAN
Jurnal Belajar
Pada hari Jumat,29 Januari 2021.di kesempatan ini Bu Puspa membuka pelajaran
dengan salam dan menyakan kabar dan hasil ulangan materi tentang makanan
untuk kita semua,lalu ibunya meminta Nasya untuk membagikan tips untuk
memperoleh nilai bagus selama ulangan dan Bu Puspa menyemangati kita semua
untuk belajar lebih giat dan memperoleh nilai yang bagus,dan Bu Puspa
menampilkan presentasi dengan meminta tolong Marcella untuk menanyangkan
persentasi,dan Bu puspa pun mulai menerangkan tentang organ-organ pernapasan
dan Bu Puspa meminta murid-murid untuk membacakan power point dan tak lupa
juga bu Puspa mengingatkan kita untuk aktif selama pembelajaran daring ini.dan
setelah pelajaran selesai Bu Puspa pun menutup pelajaran dengan salam dan
mengingatkan untuk mematuhi protokolCOVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan
pantang menyerah.
71
Pada hari Senin,1 Pebruari 2021. Bu Puspa menampilkan presentasi dengan
meminta tolong Marcella untuk menanyangkan persentasi,dan Bu puspa pun mulai
menerangkan tentang sebutan-sebutan dalam sistem pernapasan dan Bu Puspa
meminta murid-murid untuk membacakan power point dan meminta kita untuk
menjelaskan sesuai dengan kemampuan kitadan tak lupa juga bu Puspa
mengingatkan kita untuk aktif selama pembelajaran daring ini.setelah itu Febryan
menanggapi Bu Puspa tentang voume tidal,residu,dll.dan setelah pelajaran selesai
Bu Puspa pun menutup pelajaran dengan salam dan mengingatkan untuk mematuhi
protokol COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan
pantang menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya
salah satunya yaitudapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
72
Pada hari Senin,8 Pebruari 2021.di kesempatan ini Bu Puspa membuka pelajaran
dengan salam dan berdoa yang dipimpin oleh Iqbal,lalu Bu puspa pun meriview
pembelajaran BAB Pernapasan,setelah itu materi BAB Pernapasan pun selesai.Dan
Bu Puspa pun memberikan tugas studi pustaka pada kita semua yang di kumpul
pada hari Selasa.dan setelah pelajaran selesai Bu Puspa pun menutup pelajaran
dengan salam dan mengingatkan untuk mematuhi protokol COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan
pantang menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya
salah satunya yaitudapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
73
Pada hari Senin,9 Pebruari 2021.di kesempatan ini Bu Puspa membuka pelajaran
dengan salam,lalu Bu Puspa memeberi kesempatan kepada kami semua untuk
menampilkan video hasil anilisis dampak pencemaran bagi organ-organ
pernapsan.Dan akhirnya Siti pun mengajukan diri untuk vidionya
ditampilkan,setelah itu Bu Puspa pun menonton dan memberi saran dan pujian
kepada Siti,dan Bu Puspa memberikan nilai tambahan kepada Siti.Dan setelah itu
Bu Puspa menutup pelajaran dan mengingatkan kita untuk mengumpulkan tugas
sebelum waktu yang ditentukan
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan
pantang menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya
salah satunya yaitudapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
74
Portofolio
Kebakaran Hutan Dan Lahan Teluk Piyai Riau Menyebabkan
Pencemaran Udara
Laporan Hasil Analisis Pengaruh Pencemaran Udara Terhadap Kelainan
pada Struktur dan Fungsi Organ Pernapasan Manusia Berdasarkan Studi Literatur
Oleh
Baskoro Hargono
NIS:19918
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
75
LEMBAR PENGESAHAN
Judul: Kebakaran Hutan Dan LahanTeluk Piyai Riau Menyebabkan Pencemaran
Udara
Oleh: Baskoro Hargono
Kelas: XI-IPA 3
Mengetahui, Balikpapan, 8 Februari 2021
Guru Mata Pelajaran Biologi Siswa ybs,
Puspani, M.Pd Baskoro Hargono
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS.
76
Kebakaran Hutan Dan Lahan Teluk Piyai Riau Menyebabkan
Pencemaran Udara
Tujuanya
1.Untuk mengetahui dampak dari pencemaran udara pada saluran pernapasan
2.Untuk mengetahui dampak dari kebakaran hutan pada lingkungan
3.Untuk mengetahui cara meminimaslisir potensi kebakaran hutan
Peristiwa pencemaran
Pencemaran terjadi Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kepenghuluan Teluk
Piyai Pesisir, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, Sabtu
(6/2/2021). Komandan Regu IV Manggala Agni Sumatera V Daerah Operasi (Daops) Dumai,
M Nanang mengatakan, kebakaran di tanah gambut terjadi sejak Jumat (5/2/2021), sekitar
pukul 18.41 WIB.
Kondisi kebakaran saat itu sangat parah dan luas, sehingga sulit dipadamkan.Pada
kejadian"Lahan yang terbakar sekitar 5 hektar, jenis tanah gambut. Kedalaman gambut 3
meter," kata Nanang dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Sabtu. Lahan yang
terbakar, di dalamnya terdapat tanaman sawit dan semak belukar. Beruntung, sumber air di
kanal tersedia di lokasi, sehingga petugas tidak kesulitan melakukan penyiraman. "Untuk
pemadaman api, kami menggunakan tiga unit mesin pompa air," sebut Nanang.
Penyebab pencemaran
Pencemaran ini terjadi dikerenakan cuaca panas selama beberapa hari kemaren dan dari cuaca
panas tersebut menyebabkan munculnya banyak titik panas atau disebut juga hotspot
Akibat pencemaran
Bagi manusia:
Sebuah penelitian pada tahun 2018 menemukan bahwa paparan asap kebakaran hutan dapat
meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius pada sistem pernapasan. Di antaranya asma,
bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
Namun, bahaya asap kebakaran hutan tidak berhenti sampai di situ. Campuran gas, zat kimia,
partikel debu, dan bahan-bahan lain pada asap kebakaran hutan bisa menimbulkan efek jangka
pendek dan jangka panjang bagi kesehatan
77
1. Efek jangka pendek
Berikut adalah efek jangka pendek yang berisiko muncul akibat paparan asap kebakaran
hutan:
Kesulitan untuk bernapas secara normal
Sesak napas atau napas terdengar nyaring
Iritasi pada tenggorokan dan paru
Batuk
Tenggorokan gatal
Hidung meler
Sinus mengalami iritasi
Iritasi mata
Sakit kepala
Pada kasus yang parah, dampak asap kebakaran hutan dapat menghambat pasokan oksigen
menuju jantung. Kondisi ini dapat berakibat fatal bila tidak segera ditangani.
2. Efek jangka panjang
Asap kebakaran hutan dapat bertahan lama sehingga menurunkan kualitas udara di
wilayah sekitar bencana. Akibatnya, penduduk yang mendiami wilayah ini lebih berisiko
mengalami efek jangka panjang karena menghirup asap kebakaran.
Gangguan kesehatan yang berisiko muncul di antaranya penyakit ginjal, diabetes,
masalah kesuburan, dan peningkatan tekanan darah.Dan beberapa penelitian juga
menemukan adanya peningkatkan risiko gangguan saraf seperti penyakit Alzheimer.
Bagi lingkungan:
1.Hilangnya sejumlah spesies:selain membakar aneka flora, kebakaran hutan juga
mengancam kelangsungan hidup sejumlah binatang.
2.Erosi; Hutan dengan tanamannya berfungsi sebagai penahan erosi. Ketika tanaman musnah
akibat kebakaran hutan akan menyisakan lahan hutan yang mudah terkena erosi baik oleh
air hujan bahkan angin sekalipun
3.Alih fungsi hutan; Kawasan hutan yang terbakar membutuhkan waktu yang lama untuk
kembali menjadi hutan. Bahkan sering kali hutan mengalami perubahan peruntukan
menjadi perkebunan atau padang ilalang
78
4.Penurunan kualitas air ; Salah satu fungsi ekologis hutan adalah dalam daur hidrologis.
Terbakarnya hutan memberikan dampak hilangnya kemampuan hutan menyerap dan
menyimpan air hujan.
5.Pemansasan Global; Kebakaran hutan menghasilkan asap dan gas CO2 dan gas lainnya.
Selain itu, dengan terbakarnya hutan akan menurunkan kemampuan hutan sebagai
penyimpan karbon. Keduanya berpengaruh besar pada perubahan iklim dan pemansan
global.
6.Sendimentasi sungai; Debu dan sisa pembakaran yang terbawa erosi akan mengendap di
sungai dan menimbulkan pendangkalan
Refleksi
Melalaui analisis di atas dapat kita tau,bahwa penyebab dari kebakaran hutan dapat
disebabkan juga oleh lingkungan dan manusia. kebakaran hutan memiliki dampak yang
sangat besar baik untuk manusia maupun lingkungannya.setelah itu,kita harus menjaga
kondisi hutan kita jangan sampai terbakar dan menyebabkan dengan berbagai cara.
Tindak Lanjut
Melalui analisis kita tau,bahwa kebakaran hutan sangat berbahaya,dan sekarang kita juga
harus tau bagimana cara mencegah kebakaran hutan.Tips agar meminimalisir terjadinya
kebakaran hutan,antara lain:
1. Hindari membakar sampah di lahan atau hutan,
2. Berikan jarak tempat pembakaran sampah dari bangunan sekitar 50 kaki dan sejauh
500 kaki dari hutan..
3. Tidak membuang puntung rokok sembarangan di area hutan atau lahan,
4. Tidak membuat api unggun di area yang rawan terjadi kebakaran.
5. Setelah selesai melakukan pembakaran, pastikan untuk mengecek api sudah benar-
benar padam sebelum meninggalkan tempat itu
6. Ketidaksadaran masyarakat bisa menjadi kecerobohan yang menyebabkan hal fatal
seperti kebakaran hutan atau lahan. Untuk itu, perlu memberikan peringatan agar
tidak sembarangan membakar sampah atau rumput di sekitar hutan, apalagi saat angin
kencang di musim kemarau.
7. Penting untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi seluruh pihak untuk bersama-
sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
79
8. Membuatkan sekat-sekat kanal untuk pengaturan hidrologi air pada lahan gambut.
9. Melakukan pengawasan terhadap titik rawan kebakaran
10. Menyiapkan peralatan untuk memadamkan api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran
hutan ataupun lahan.
11. Melakukan patroli dan pengawasan rutin pada tempat-tempat yang memang rawan
terjadi kebakaran, terutama saat musim kemarau.
12. Deteksi kebakaran sejak awal dengan mendirikan menara pengawas ataupun pos jaga
lengkap dengan teropong dan alat komunikasi.
13. Menyediakan tempat penampungan air di titik-titik rawan kebakaran untuk
mempermudah mencari air jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.
14. Penyuluhan ke masyarakat yang tinggal di dekat hutan.
15. Menyediakan alarm peringatan saat kebakaran terjadi sehingga warga cepat bertindak
untuk memadamkan api sebelum menyebar luas.
16. Siap siaga jika terjadi kebakaran. Segera memberitahu warga dan pihak-pihak terkait
untuk penanganan lebih lanjut.
17. Pemetaan di wilayah-wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan supaya
semua pihak lebih fokus untuk melakukan pengawasan
Daftar Pustaka
1. Tanjung,Idon.2021. Kebakaran Hutan dan Lahan Terjadi di Rokan Hilir
(Online: https://regional.kompas.com/read/2021/02/07/08294291/kebakaran-hutan-dan-
lahan-terjadi-di-rokan-hilir?page=all diakses tgl 8 Februari 2021)
2. Lidia Vonny,2017, Dampak Kebakaran Hutan terhadap Lingkungan (Online:
https://www.kompasiana.com/lidiaponii/5a166ec305f1cd3b6a346482/dampak-
kebakaran-hutan-terhadap-lingkungan diakses tgl 8 Pebruari 2021)
3. Diah Ayu,2020, Bahaya yang Mungkin Muncul Akibat Menghirup Asap Kebakaran
Hutan (Online:https://hellosehat.com/sehat/informasi-kesehatan/bahaya-asap-kebakaran-
hutan/#gref diakses tgl 8 Pebruari 2021)
4. DwiS,2019, 17 Cara mencegah kebakaran hutan dan lahan (Online:
https://www.brilio.net/creator/17-cara-mencegah-kebakaran-hutan-dan-lahan-
748f1c.html diakses tgl 8 Pebruari 2021)
80
BAB VIII SISTEM EKSKRESI
Jurnal Belajar
Pada hari Selasa,16 Februari 2021.di kesempatan ini Bu Puspa membuka pelajaran dengan salam
dan menyakan kabar dan hasil ulangan materi tentang makanan untuk kita semua,lalu Pada hari
ini bu puspa hanya memberikan kami pengantar tentang bab baru yaitu sistem eksresi .Bu puspa
hanya memberikan kami pengantar karena hari ini kami ulangan biologi pada jam 2. setelah bu
puspa memberikan kami pengantar bu puspa memberikan kami tugas tentang bab eksresi,
dimana absen 1. ginjal 2. hati 3. kulit diikuti absen berikutnya. Pada pembelajaran kali ini tidak
berlangsung lama karena kami harus mempersiapkan diri menghadi ulangan biologi bab
respirasi,dan akhirnya bu puspa mengakhiri pembelajaran pada hari ini dan pembelajaran
dilanjutkan di minggu yang akan datang.dan setelah pelajaran selesai Bu Puspa pun menutup
pelajaran dengan salam dan mengingatkan untuk mematuhi protokol COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan pantang
menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya salah satunya yaitu
dapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
81
Pada hari Senin,22 Pebruari 2021. Pada hari ini kelompok Hati yang akan mempresentasikan
pertama. Bu puspa meminta talitha untuk menerangkan hasiol penelitian tentang struktur hati
Lalu febryan yang melengkapi lagi penjelasan Talitha. Dilanjutkan oleh Marcella, tetapi marcella
Mengalami kendala lau digantikan oleh Fara.Selanjutnya giliran Nasya yang menjelaskan
tentang singkat proses hati. Setelah itu dilanjutkan oleh Yohanes.Setelah itu di lanjutkan rian
yang.Dilanjutkan oleh puja tetapi puja tidak masuk meet,lalu digantikan oleh Baskoro.Dan
akhirnya Yohanes pun memberikan kesimpulan tentang materi hati ini. Bu puspa memberikan
pertanyaan dan dijawab oleh Nasya.dan setelah pelajaran selesai Bu Puspa pun menutup
pelajaran dengan salam dan mengingatkan untuk mematuhi protokol COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan pantang
menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya salah satunya yaitu
dapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
82
Pada hari Senin,23 Pebruari 2021.di kesempatan ini Bu Puspa membuka pelajaran dengan salam
dan berdoa yang dipimpin oleh Iqbal,lalu Bu Puspa pun meminta anak-anak kelompok ginjal
untuk menyampaikan hasil rangkumannya di google meet,setalah menyampaikan dan hasil
rangkuman dan Bu Puspa pun bertanya pertanyaan tentang rangkuman,tetapi penyampaian
materi pun tidak selesai dan akkan dilanjutkan minggu depan.dan setelah pelajaran selesai Bu
Puspa pun menutup pelajaran dengan salam dan mengingatkan untuk mematuhi protokol
COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan pantang
menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya salah satunya yaitu
dapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
83
Pada hari Senin,1 Maret 2021.di kesempatan ini Bu Puspa membuka pelajaran dengan salam,
Bertemu lagi di pembelajaran biologi yang diajar bu Puspa. Hari ini kita melanjutkan presentasi
tentang ginjal yaitu membahas tentang faktorfaktor yang mempengaruhi pembentukan urine. Bu
puspa mempersilahkan kepada temanteman ginjal yang ingin menyampaikan materi Iqbal setelah
itu dilanjutkan oleh Indri,setalah itu Bu Puspa meminta Puja untuk menjelaskan.Dilanjutkan lagi
oleh Nuh. Setelah itu dilanjutkan oleh Denissa tetapi disini Denissa diam saja padahal sudah
beberapa kali dipanggil oleh bu puspa. Dan akhirnya digantikan oleh Kurnia.Dan setelah itu Bu
Puspa menutup pelajaran dan mengingatkan kita untuk mengumpulkan tugas sebelum waktu
yang ditentukan
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan pantang
menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya salah satunya yaitu
dapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
84
Pada hari Selasa,9 Maret 2021. Pada hari ini kelompok Hati yang akan mempresentasikan
pertama. Hari ini giliran organ kulit yang mempresentasikan. Bu puspa mempersilahkan kepada
teman-teman yang bertugas memiliki materi kulit untuk mempresentasikan hasil kerjanya. Bu
puspa mempersilahkan teman-teman kulit untuk menyampaikan materinya. padahal kulit minggu
lalu sudah di presentasikan tetapi bu puspa ingin mengulang. Dan akhirnya Vira pun
menyampaikan tentang fungsi dari kulit.Setelah itu bu puspa membacakan nama-nama
teman kami yang belum tuntas mendapatkan nilai. Yang pertama ada Daiva.Selanjutnya bu
puspa menyebutkan denissa.Selanjutnya ada hikmah bu puspa dilanjutkan oleh,selanjutnya bu
puspa memanggil Taqiy tetapi tidak ada respon.Selanjutnya bu puspa memanggil Puja. Hati
dilanjutkan oleh Marcella,lalu giliran retno untuk menjelaskan materinya, tetapi belum ada
respon dari Retno. Sehingga bu puspa meminta Rio selanjutnya bu puspa meminta Yulia,lalu
Denissa pun menjelaskan,dan yang terakhir giliran Hikma.dan setelah pelajaran selesai Bu Puspa
pun menutup pelajaran dengan salam dan mengingatkan untuk mematuhi protokol COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan pantang
menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya salah satunya yaitu
dapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
85
Pada hari Senin,15 Maret 2021. Bertemu lagi di pembelajaran biologi yang diajar oleh ibu puspa.
Seperti biasa menunggu teman-teman memasuki google meet. Setelah lumayan banyak teman-
teman yang bergabung bu puspa pun memulai pembelajaran. Pada pembelajaran hari ini bu
puspa masih menerima teman-teman yang belum presentasi untuk segera presentasi agar
mendapatkan nilai. Teman kami yang bernama Daiva pun langsung menjelaskan materi tentang
kulit, Daiva menjelaskan tentang definisi, struktur, dll. Setelah selesai teman kami yang bernama
Muzaffar pun menjelaskan materi tentang kulit juga. Setelah mendapatkan nilai semua bu puspa
pun menginfokan kepada kami bahwa ulangan harian bab sistem ekskresi akan dilaksanakan
pada hari Jumat jika bisa, soalnya untuk kakak-kakak kelas 12 sedang melakukan ujian
menggunakan CBT sehingga bu puspa masih mempertimbangkan apakah jika kita ulangan
tidak mengganggu proses ujian untuk kakak kelas 12 karena biasanya kita ulangan
menggunakan CBT. Dikarenakan jaringan bu puspa sedikit gangguan bu puspa keluar masuk
google meet beberapa kali sehingga bu puspa mengakhiri pembelajaran pada hari ini. Bu puspa
pun memberikan kami tugas menganalisis sistem organ ekskresi yang di kumpulkan pada hari
Selasa.dan setelah pelajaran selesai Bu Puspa pun menutup pelajaran dengan salam dan
mengingatkan untuk mematuhi protokol COVID-19.
Pesan saya selama pembelajaran daring ini kita harus tetap semangat dan jangan pantang
menyerah.Pembelajaran daring ini sebaiknya kita mengambil manfaatnya salah satunya yaitu
dapat meningkatkan skill kita dalam public speaking.
86
Portofolio
Laporan Hasil Analisis Ginjal,Kulit,Dan Hati
Oleh
Baskoro Hargono
NIS:19918
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
87
GINJAL
Fungsi Ginjal
Mengeluarkan zat sisa organik dan racun.
Mengatur keseimbangan konsentrasi ion-ion penting dalam tubuh.
Mengatur keseimbangan asam-basa.
Menjaga tekanan darah.
Mengatur produksi sel-sel darah merah di dalam sumsum tulang.
Mengendalikan konsentrasi nutrisi darah.
Mengubah vitamin D yang inaktif menjadi aktif.
Struktur Ginjal
1. Lobus ginjal : bagian yang menyusun ginjal
2. Hilus (hilum) : cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjal
3. Sinus ginjal : rongga yang beris lemak yang membuka pada hilus
4. Parenkim ginjal : jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal
5. Pelvis renalis : penampungan urine
Proses Terbentuknya Urine
88
1. Filtrasi
Filtrasi adalah proses penyaringan plasma bebas protein melalui kapiler glomerulus ke dalam
kapsul Bowman. Ketika darah mengalir melewati membran glomerulus, hanya sel darah dan
protein plasma yang tertahan. Sedangkan seperti air dan zat terlarut di dalam air itu masih
dapat masuk. Tubuh masih ada membutuhkan zat-zat yang masuk tersebut seperti glukosa,
klorida, natrium, dan sebagianya. Sehingga filtrat glomerulus atau urine primer masih perlu
dilanjutkan ke proses reabsorpsi.
2. Reabsorpsi
Reabsorpsi adalah proses penyerapan kembali zat yang dibutuhkan. Terjadi di tubulus
kontortus proksimal, lengkung Henle, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus. Pada
proses reabsorpsi, zat yang diserap masuk ke kapiler peritubuler dan dikembalikan ke sistem
peredaran darah. Hasil yang dihasilkan adalah urine sekunder.
3. Augmentasi (sekresi tubulus)
Augmentasi adalah transpor aktif yang memindahkan zat-zat tertentu dari darah ke dalam
urine. Semua zat yang masuk ke cairan tubuler dan tidak di reabsorpsi akan dieleminasi ke
dalam urine sesungguhnya. Tahap augmentasi terjadinya di kontortus proksimal, tubulus
kontortus distal, dan tubulus kolektivus. Untuk zat-zat yang dipindahkan adalah ion hidrogen,
amonia, kreatinin, asam hipurat, obat-obatan tertentu, dan zat kimia asing dan juga ion kali
Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urine
• Faktor internal dipengaruhi: • Faktor eksternal:
1. Hormon ADH yang berfungsi mengontrol 1. Suhu lingkungan
pengeluaran urine. 2. Jumlah air yang diminum
2. Hormon insulin yang berfungsi 3. Alkohol dapat menghambat pembebasan
menurunkan kadar glukosa darah.
3. Sistem renin-angiotensin-aldosteron
Karakterisitik Urine
Sifat fisik urine adalah volume normal 800 – 2500 mL/hari, warna kuning pucat sampai
kuning tua, berat jenis 1,003 – 1,035 g/cm3, pH 4,7 – 8, bau khas amonia.Komposisi urine
adalah zat buangan nitrogen (urea, asam urat, dan kreatinin), benda keton,asam
hipurat,toksin,zat kimia asing,pigmen,enzim,vitamin,hormon,dan elektrolit.Sedangkan untuk
urine tidak normal adalah albumin, glukosa, sel darah merah, zat kapur, batu ginjal, dan badan
keton dengan jumlah berlebihan.
89
KULIT
Fungsi Hati
1.Ekskresi : mengeluarkan lemak dan keringat yang mengandung air, garam, urea, serta ion
seperti Na+
2.Perlindungan : melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari, iritasi kimia,
dan gangguan mekanik.
3. Pengaturan suhu badan : kelenjar keringat dan pembuluh darah berfungsi mengatur dan
mempertahankan suhu badan.
4. Metabolisme : menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan menyimpan lemak
sebagai sumber energi cadangan.
5. Komunikasi : stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit, misalnya perubahan suhu,
sentuhan, dan tekanan.
Struktur Kulit
1. Epidermis
Bagian terluar kulit yang tersusun dari sel – sel epitel pipih (skuamosa) berlapis banyak
dengan susunan yang sangat rapat, dan mengalami keratinasi. Jaringan ini tidak memiliki
pembuluh darah. Memiliki lima lapisan yaitu atas stratum korneum, stratum lusidum
(sel-sel pipih), stratum granulosum (prekursor pembentukan keratin), stratum spinosum,
dan stratum basalis/germinativum (terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen melanin).
2. Dermis
Dipisahkan oleh membran dasar (lamina) yang tersusun dari dua lapisan jaringan ikat yaitu
lapisan papilar (jaringan ikat areolar renggang) dan lapisan retikuler (jaringan ikat ireguler).
3. Hipodermis (subkutaneus)
Lapisan yang mengikat kulit secara longgar dengan organ – organ yang terdapat di
bawahnya.Lapisan ini banyak mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf.
90
Kelenjar Pada Kulit
• Kelenjar keringat (sudorifera)
yang terdapat di lapisan dermis. Kelenjar keringat dapat dibedakan menjadi dua macam,
yaitu ekrin dan apokrin. Ekrin adalah kelenjar sederhana yang meluas ke seluruh tubuh.
Sedangkan apokrin adalah kelenjar besar dan bercabang dengan penyebaran terbatas pada
bagian tubuh tertentu.
• Kelenjar Sebaseus
yang berfungsi mengeluarkan sebum yang biasanya dialirkan ke folikel rambut. Sebum
adalah campuran lemak, kelenjar lilin, minyak, dan pecahan-pecahan sel. Sebum
berfungsi sebagai pelembut kulit, bakterisida, dan sebagai pertahanan terhadap
evaporasi.Kulit sebagai Pengatur Panas Proses pengeluaran panas oleh kulit dapat
melalui beberapa cara yaitu:
1. Pemancaran, panas dilepas ke udara disekitarnya.
2. Pengaliran (konveksi),mengalirnya udara yang telah panas karena menyentuh
permukaan
tubuh, kemudian digantikan oleh udara yang lebih dingin.
3. Konduksi, panas dialihkan ke benda yang disentuh kulit, misalnya pakaian.
4. Penguapan (evaporasi), panas dikeluarkan bersama keringat kemudian keringat
menguap.
Kontrol Pengeluaran Keringat
Pengeluaran keringat diatur oleh hipotalamus di otak.
Jika darah yang melewati hipotalamus melebihi batas normal (panas), rangsangan
tersebut diteruskan oleh saraf simpatis ke kulit.
Pembuluh darah melebar, aliran darah di kulit meningkat, terjadi konduksi panas, dan
panas terbuang.
Pengeluaran keringan dipengaruhi oleh: lingkungan, aktivitas tubuh, emosi, dan kondisi
psikis.
Gangguan Kulit
1. Biang keringat (miliaria): ruam berbentuk bintik-bintik merah yang gatal
2. Hiperhidrosis: keluar keringat berlebihan akibat penyakit atau faktor psikis
3. Anhidrosis: kulit tidak dapat berkeringat akibat luka bakar, penyakit, obat-obatan, atau
kelenjar keringat tidak mampu berfungsi lagi
4. Bromhidrosis: keringat berbau karena bakteri atau kelenjar keringat apokrin lebih
91
HATI
Fungsi
Sebagai alat ekskresi untuk membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa sneyawa
yang bersifat racun dan menghasilkan ammonia, urea dan asam urat yang akan dieksresikan ke
dalam urine
a)Sebagai kelenjar menghasilkan
1.Empedu
2.Trombopoitein
3.Albumin
4.Angiorensinogen
5.Enzim erginase
6.Enzim glutamate
b)Menyimpan glikogen
c)Mengaktifkan vitamib D
d)Fagosit bakteri
e)Degradasi hormone insulin
f)Degradasi ammonia menjadi urea
Struktur
Hati manusia memiliki berat sekitar 1,5 – 2,0 kg. Hati terdiri atas dua lobus besar, yaitu lobus
kanan dan lobus kiri. Lobus kanan terbagi lagi menjadi tiga lobus yang lebih kecil. Hati
dilapisi oleh jaringan ikat padat yang dinamakan kapsula hepatika. Di tiap lobus, terdiri
sejumlah lobules atau unit hepar yang berbentuk poligonal yang dipisahkan oleh percabangan
dari kapsul hepatika,yaitu kapsula glison.Sekitar 80% dari volume hati tersusun dari sel-sel
parenkimal (hepatosit).Sisanya merupakan sel-sel nonparenkim (sekitar 6,5%), sel
intrahepatik, hepatosit duktular, dan sel-sel imun.
92
Proses Sekresi di Hati
Di dalam hati, terjadi dua proses yaitu:
1. Proses perombakan asam amino
Ketika sel tubuh mengalami kelebihan asam amino, maka asam amino tersebut akan
mengalami deaminasi. Deaminasi adalah suatu reaksi kimiawi yang melepaskan gugus amina
dari molekul senyawa asam amino. Deaminasi mengakibatkan terkumpulnya amonia yang
bersifat racun. Amonia akan memasuki ornitin untuk dirombak menjadi urea. Setelahnya urea
tersebut akan dikeluarkan ke dalam empedu.
2. Proses perombakan eritrosit tua
Eritrosit atau sel darah merah bersirkulasi selama 120 hari di dalam tubuh. Eritrosit yang
sudah tua akan difagositosis oleh makrofag di dalam hati agar dapat digunakan kembali.
Hemoglobin yang berada di dalam sel darah merah tersebut dihancurkan dan dipecah menjadi
beberapa zat yaitu hemin, zat besi (Fe), dan globin
Gangguan Hati
1. Penyakit hati (liver): paling sering akibat infeksi virus
2. Sirosis hati (cirrhosis): berubahnya sel-sel hati sehingga kehilangan fungsinya
3. Hemokromatosis: kelainan genetik menyebabkan menyerap zat besi terlalu banyak
Gangguan Sistem Urinaria
1. Glikosuria: ekskresi glukosa ke dalam urine
2. Albuminuria: ginjal tidak mampu melakukan proses penyaringan terutama penyaringan
protein
3. Batu ginjal: pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih
4. Diabetes mellitus
- Tipe 1: kurangnya sekresi insulin
- Tipe 2: penurunan kepekaan sel sasaran insulin
5. Diabetes insipidus: produksi urine berlebihan dan encer karena kekurangan hormon ADH
6. Poliuria: kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil karena kelebihan produksi air seni
7. Gagal ginjal: kegagalan ginjal dalam memproduksi urine
93
8. Uremia: kegagalan ginjal membuang urea sehingga darah mengalami keadaan toksik
9. Nefritis: radang nefron pada ginjal akibat infeksi bakteri Streptococcus sp.Gangg
94
BAB IX SISTEM KOORDINASI
Portofolio
Analisis Sel Saraf,Sistem Saraf Pusat,dan Sistem Saraf Tepi
Laporan Hasil Analisis Struktur,Fungsi,dan Pengelompokan Sel Saraf,Sistem Saraf
Pusat,dan Sistem Saraf Tepi
Oleh
Baskoro Hargono
NIS:19918
Kelas:XI-IPA 3
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021
95