The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Baskoro Hargono XI-IPA 3 Fortofolio Biologi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by baskoro.hargono, 2021-06-14 08:17:36

Baskoro Hargono XI-IPA 3 Fortofolio Biologi

Baskoro Hargono XI-IPA 3 Fortofolio Biologi

NEURON

Gambar 1 Neuron

Struktur

 Dendrit
Merupakan percabangan dari badan sel yang terlihat seperti tonjolan bercabang. Dendrit
berfungsi untuk menerima dan menghantarkan rangsangan dari badan sel.

 Badan Sel
Badan sel merupakan bagian terbesar dari sel saraf yang mengandung banyak komponen
penting. Di dalam badan sel terdapat sitoplasma, nukleus (inti sel), dan nukleolus (Anak
inti). Badan sel bertugas untuk menerima rangsangan dari dendrit kemudian meneruskan
rangsangan tersebut ke akson (neurit).

 Akson (Neurit)
Akson (Neurit) adalah serabut sel saraf panjang yang terlihat seperti penjuluran dari
badan sel. Neurit mirip dengan dendrit, bedanya neurit haya ada satu buah dan berukuran
lebih besar serta lebih panjang. Akson berperan dalam menghantarkan impuls dari badan
sel menuju efektor seperti sel otot atau sel kelenjar.Untuk menjalankan fungsinya ini,di
dalam neurit terdapat struktur yang disebut neurofibril

 Selaput Mielin
Selaput atau selubung Mielin adalah selaput pembungkus neurit. Selubung mielin
tersusun dari lemak. Selaput mielin mempunya segmen – segmen dan lekukan di antara
dua segmen disebut nodus ranvier. Selaput mielin ini dikelilingi oleh sel schwann. Fungsi
dari bagian ini adalah untuk melindungi sel saraf dari kerusakan dan mencegah bocornya
impuls serta mempercepat hantaran impuls yang masuk. Selubung mielin diproduksi oleh
sel glial.

96

 Sel Schwaan
Sel Schwann adalah sel yang mengelilingi selubung mielin.Sel schwann akan
menghasilkan lemak yang membungkus neurit berkali kali lipat sampai terbentuknya
selubung mielin.Sel Schwann berfungsi untuk mempercepat jalannya impuls,
menyediakan nutrisi bagi neuri dan membantu regenerasi dari neurit.

 Nodus Ranvier
Nodus Ranvier adalah bagian antar dua segmen selubung mielin.Nodus Ranvier
berfungsi sebagai loncatan impuls saraf agar sampai lebih cepat ke tempat tujuan. Nodus
ranvier mempunyai diameter sekitar 1 mikrometer dan ditemukan oleh Louis Antoine
Ranvier.

 Sinapsis
Sinapsis adalah celah yang terdapat pada pertemuan satu neuron dengan neuron lainnya.
Setiap sinapsis menyediakan koneksi antar neuron sehing memungkinkan terjadinya
pertukaran informasi antar neuron tersebut. Informasi ini ditukarkan dalam bentuk zat
kimia yang disebut Neurotransmiter. Pada ujung neurit setiap sel saraf terdapat sebuah
kantong yang disebut Bulbus Akson, nah kantong inilah yang akan menghasilkan
neurotransmiter tadi.

Fungsi

• Neuron sensor (aferen): menghantarkan impuls dari organ sensor ke saraf pusat.
• Neuron motor (eferen): menghantarkan impuls dari saraf pusat ke organ motor atau

kelenjar.
• Neuron konektor: penghubung antar neuron.

Pengelompokan

 Neuron unipolar
Neuron unipolar mempunyai satu tonjolan yang kemudian bercabang dua dekat dengan
badan sel. Satu cabang menuju ke perifer sedangkan cabang yang lain berjalan menuju
ssp.

 Neuron bipolar
Neuron bipolar mempunyai dua tonjolan satu akson dan satu dendrit, contohnya neuron
bipolar antara lain adalah sel batang dan kerucut retina

 Neuron multipolar
Neuron multipolar mempunyai beberapa dendrit dan satu akson yang dapat bercabang-
cabang banyak sekali.salah satu contoh sel jenis ini adalah neuron motorik yang berasal
dari kornu ventral medula spinalis dengan aksonnya yang menjulur sampai ke otot rangka

97

SISTEM SARAF PUSAT

Gambar 2 Sistem Saraf Pusat

Struktur

1. OTAK
Bagian-bagian otak:
(1) Serebrum (otak besar). Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian
terluarnya disebut korteks serebral, dan bagian dalamnya disebut nukleus (ganglia)
basal. Area fungsional korteks serebral:
 Area motor primer, mengendalikan kemampuan bicara.
 Area sensor korteks, meliputi area sensor, area visual, area auditori, area
alfaktori, dan area pengecap.
 Area asosiasi, meliputi area frontal (pusat intelektual dan fisik), area somatik
(pusat interpretasi), area visual, dan area wicara Wernicke.
Nukleus basal merupakan pusat koordinasi motor.
(2) Diensefalon. Terletak di antara serebrum dan otak tengah. Terdiri atas:
 Talamus, berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar,
serta berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor.
 Hipotalamus, berfungsi mengendalikan sistem saraf otonom, pusat pengaturan
emosi, dan memengaruhi sistem endokrin.
 Epitalamus, berperan dalam dorongan emosi.

98

(3) Sistem limbik, yaitu cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan berfungsi
dalam pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku
sosioseksual, motivasi, dan belajar.

(4) Mesensefalon (otak tengah), menghubungkan pons dan serebelum (otak kecil) dengan
otak besar, berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta meneruskan
informasi penglihatan dan pendengaran.

(5) Pons Varolii (jembatan varol), mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.
(6) Serebelum (otak kecil), mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata,

meningkatkan kontraksi otot, serta koordinasi gerakan sadar yang berkaitan dengan
keterampilan.
(7) Medula oblongata, berfungsi dalam pengendalian ferkuensi denyut jantung, tekanan
darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan, muntah, sekresi
kelenjar pencernaan, dan mengatur gerak refleks.
(8) Formasi retikuler, berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta
kesadaran.
2. MEDULA SPINALIS (SUMSUM TULANG BELAKANG)
Berfungsi mengendalikan aktivitas refleks, komunikasi antara otak dengan semua bagian
tubuh, serta menghantarkan rangsangan koordinasi antara otot dan sendi ke serebelum.

Fungsi

 Mengumpulkan informasi dari dalam dan luar tubuh (fungsi sensorik).
 Mengirimkan informasi ke otak dan sumsum tulang belakang.
 Memproses informasi di otak dan sumsum tulang belakang (fungsi integrasi).
 Mengirimkan informasi ke otot, kelenjar, dan organ sehingga dapat merespon dengan tepat

(fungsi motorik)

99

SISTEM SARAF TEPI

Gambar 1 Sistem Saraf Tepi

Struktur

a. Saraf otak (saraf cranial)
Saraf otak terdapat pada bagian kepala yang keluar dari otak dan melewati lubang yang
terdapat pada tulang tengkorak. Urat saraf ini berjumlah 12 pasang, berhubungan erat
dengan otot mata, telinga, hidung, lidah dan kulit.

Gambar 2 Saraf Cranial

100

Dari kedua belas saraf otak tersebut dapat dikelompokkan menjadi 3 macam yaitu:
1) saraf sensorik : saraf nomor I, II, VIII
2) saraf motorik : saraf nomor III, IV, VI, XI, XII
3) saraf gabungan sensorik dan motorik : saraf nomor V, VII, IX, dan X

Ada saraf yang memiliki jangkauan fungsi sangat luas yaitu saraf nomor X (saraf vagus).
Sehingga disebut saraf pengembara. Sifat kerja saraf vagus seperti saraf parasimpatik.
b.Saraf sumsum tulang belakang (saraf spinal)
Saraf sumsum tulang belakang berjumlah 31 pasang yang keluar dari:

1) Ruas-ruas tulang leher : 8 pasang
2) Ruas-ruas tulang punggung : 12 pasang
3) Ruas-ruas tulang pinggang : 5 pasang
4) Ruas-ruas tulang kelangkang : 5 pasang
5) Ruas-ruas tulang ekor : 1 pasang

Fungsi

 Menyampaikan informasi sensorik ke kulit
 Membawa respon keluar dari otak
 Mengatur aktivitas secara tidak sadar

Pengelompokan

 Sistem saraf somatik
Sistem saraf somatik bekerja dengan mengontrol semua hal yang Anda sadari dan secara
sadar memengaruhi respon tubuh, seperti menggerakkan lengan, kaki, dan bagian tubuh
lainnya. Fungsi saraf ini menyampaikan informasi sensorik dari kulit, organ indera, atau otot
ke sistem saraf pusat. Selain itu, saraf somatik juga membawa respons keluar dari otak untuk
menghasilkan respon berupa gerakan.

 Sistem saraf otonom
Sebaliknya, sistem saraf otonom mengontrol aktivitas yang Anda lakukan secara tak sadar
atau tanpa perlu memikirkannya. Sistem ini terus menerus aktif untuk mengatur berbagai
aktivitas, seperti bernapas, detak jantung, dan proses metabolisme tubuh.Ada dua bagian dari
saraf ini:
1. Sistem simpatik
Sistem ini mengatur respons perlawanan dari dalam tubuh ketika ada ancaman pada diri
Anda. Sistem ini juga mempersiapkan tubuh untuk mengeluarkan energi dan menghadapi
potensi ancaman di lingkungan.
2. Sistem parasimpatik
Sistem ini gunanya menjaga fungsi tubuh normal setelah ada sesuatu yang mengancam
diri Anda. Setelah ancaman berlalu, sistem ini akan memperlambat detak jantung,
memperlambat pernapasan, mengurangi aliran darah ke otot, dan menyempitkan pupil
mata. Ini memungkinkan kita untuk mengembalikan tubuh ke kondisi normal.

101

HORMON
Laporan Hasil Analisis Struktur,Fungsi,dan Pengelompokan Hormon Sebagai

Sistem Koordinasi Masnusia

Oleh
Baskoro Hargono

NIS:19918
Kelas:XI-IPA 3
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN AJARAN 2020/2021

ANALISIS STRUKTUR, FUNGSI DAN PENGELOMPOKAN HORMON SEBAGAI
SISTEM KOORDINASI PADA MANUSIA
102

Sistem Hormon (Endokrin)
Sistem hormon (endokrin) adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi

hormone. Hormon (Yunani, hormone = yang menggerakkan) adalah senyawa organic pembawa
pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju ke sel-sel atau jaringan tubuh. Sistem endokrin
berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh seperti metabolisme,
homoeostasis (misalnya pengendalian tekanan darah dan kadar gula darah), pertumbuhan,
perkembangan seksual dan siklus reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
A. Karakteristik Kelenjar Endokrin
Kelenjar endokrin memiliki beberapa karakteristik yaitu sebagai berikut.
 Merupakan kelenjar buntu, karena tidak memiliki saluran (duktus) dan menyekresikan hormone
langsung ke dalam cairan di sekitar sel-sel.
 Pada umumnya menyekresi lebih dari satu jenis hormon, kecuali kelenjar paratiroid yang hanya
menyekresi hormone paratiroid.
 Memiliki sejumlah sel sekretori yang dikelilingi banyak pembuluh darah dan ditopang oleh
jaringan ikat.
 Masa aktivitas kelenjar endokrin dalam menghasilkan hormon berbeda-beda, ada yang seumur
hidup, dimulai pada masa tertentu, atau bekerja sampai masa tertentu.
 Sekresi hormon dapat distimulasi atau dihambat oleh kadar hormone lainnya dan senyawa
nonhormone dalam darah, serta impuls saraf.
B. Kelenjar Endokrin dan Sekresi Hormon
Kelenjar endokrin pada manusia terdiri atas hipofisis (pituitari), tiroid, paratiroid, adrenal,
pancreas, dan timus.

103

1. Hipofisis (pituitari), organ berbentuk oval, melekat di bagian dasar hipotalamus otak, sebesar
kacang dan memiliki berat 0,5 gram. Hipofisis terbagi menjadi tiga bagian, yaitu lobus anterior,
intermedia, dan posterior.

a. Hipofisis lobus anterior, menghasilkan hormon-hormon sebagai berikut :
(1) Hormon pertumbuhan (growth hormonel GH) atau hormon somatotropin (STH) yang

berfungsi:
 Mengendalikan pertumbuhan dan perbanyakan sel-sel tubuh.
 Menyebabkan hati memproduksi somatomedin yang berperan dalam pertumbuhan tulang

dan kartilago.
 Mempercepat laju sintesis protein
 Menurunkan laju penggunaan karbohidrat oleh sel-sel tubuh
 Meningkatkan pemakaian lemak untuk energi

Abnormalitas sekresi growth hormonel/GH:

 Kerdil (dwarfism), jika kekurangan (hiposekresi) GH selama masa anak-anak sehingga
pertumbuhan terhenti.

 Gigantisme, akibat kelebihan (hipersekresi) GH selama masa remaja sebelum penutupan
cakram epifisis yang menyebabkan pertumbuhan tulang panjang berlebihan.

 Akromegali, pembesaran tulang yang tidak proporsional seperti penambahan ketebalan
tulang pipih pada wajah, serta pembesaran pada tangan dan kaki.
104

(2) Hormon perangsang tiroid (tirotropin, thyroid stimulating hormone/TSH)
Hormon TSH berfungsi meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sel-sel kelenjar
tiroid(kelenjar gondok), laju produksi hormonnya (tiroksin), dan metabolisme sel. Pada udara
dingin dalam waktu lama akan merangsang produksi tiroksin sehingga mempercepat
metabolisme untuk menghangatkan tubuh.

(3) Hormon adrenokortikotropik atau kortikotropin (adrenocorticotropic hormonel/ACTH)
Hormon ACTH berfungsi merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi glukokortikoid
(hormone untuk metabolisme karbohidrat).

(4) Hormon gonadotropin atau gonadotropik yang mengatur fungsi gonad. Hormon gonadotropin
terdiri atas:
FSH (follicle sti ulating hormone)
 Pada wanita ; FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan memproduksi
hormone estrogen.
 Pada laki-laki : FSH berfungsi menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan spermatozoa
dalam tubulus seminiferous testis.
LH (luteinizing hormone)
 Pada wanita : LH bekerjasama dengan FSH menstimulasi produksi estrogen. LH berperan
dalam ovulasi dan sekresi progesterone.
 Pada laki-laki : LH menstimulasi sel-sel interstisial tubulus semineferus testis untuk
memproduksi androgen (testosterone)

(5) Hormon prolactin (PRL), disekresikan pada saat hamil dan menyusui.

b. Hiposis lobus intermedia (tengah), menghasilkan endorphin dan melanocyte stimulating
hormone (MSH). Hormon ini juga dihasilkan di lobus anterior.
 Endorfin, zat penghilang nyeri alamiah, merespons stress dan aktivitas seperti olahraga .
 MSH, merangsang pembentukan pigmen dan penyebaran sel-sel penghasil pigmen
(melanosit) pada epidermis.

c. Hiposis lobus posterior, menghasilkan hormone ADH dan oksitosin.
 ADH, berfungsi menurunkan volume air yang hilang dalam urine melalui peningkatan
reabsorpsi air dari tubulus kontortus distal dan duktus kolektivus di ginjal.

105

 Oksitosis, berfungsi menstimulasi kontraksi otot polos pada saat melahirkan dan pengeluaran
ASI pada ibu menyusui.

2. Tiroid (kelenjar gondok), terdiri atas folikel-folikel dalam dua lobus lateral yang terletak di
bawah laring. Kelenjar tiroid menghasilkan hormone tiroksin (tetraiodotironin/ ) sebanyak 90%
dan triiodotironin ( ) sebanyak 10% dari seluruh sekresi tiroid. Hormon tiroksin berfungsi
meningkatkan laju metabolisme sel, menstimulasi konsumsi oksigen, meningkatkan pengeluaran
energi panas, serta mengatur pertumbuhan dan perkembangan normal tulang, gigi, jaringan ikat,
dan saraf.
Abnormalitas sekresi tiroid:
 Hipotiroidisme (penurunan sekresi hormone), menyebabkan penurunan metabolisme,
konstipasi, reaksi mental lambat, dan peningkatkan simpanan lemak.
 Hipertiroidisme (sekresi hormone berlebihan), menyebabkan peningkatan metabolisme,
berat badan menurun, gelisah, diare, frekuensi denyut jantung meningkat, toksisitas hormone
dan penyakit Grave (pembengkakan jaringan di bawah kantong mata sehingga bola mata
menonjol).

3. Paratiroid (kelenjar anak gondok, terdiri atas empat organ kecil berukuran sebesar biji apel,
terletak pada permukaan belakang tiroid. Paratiroid menyekresi hormone parathormone
(Parathyroid hormone/PTH). PTH berfungsi mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat
dalam tubuh melalui:
 Stimulasi aktivitas osteoklas (sel penghancur tulang) yang menyebabkan pengeluaran
kalsium,
 Pengaktifan vitamin D yang diperlukan untuk mengabsorpsi kalsium dalam makanan, dan
 Stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal sehingga menurunkan kehilangan ion
kalsium dalam urine dan meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
Abnormalitas sekresi PTH :
 Hiperparatiroidisme, menyebabkan peningkatan aktivitas osteoklas dan pelemahan tulang.
 Hipoparatiroidisme, menyebabkan penurunan kadar kalsium dalam darah, peningkatan
iriatabilitas sistem neuromuscular, dan tetanus) kejang otot rangka.

4. Adrenal (suprarenalis/kelenjar anak ginjal), terletak di kutub atas ginjal, berwarna kuning,
dan tertanam pada jaringan adiposa. Terdiri atas korteks di bagian luar dan medula di bagian
dalam. Kelenjar adrenal bagian medula menghasilkan hormone :

106

 Adrenalin (Epinefrin) meningkatkan frekuensi jantung metabolisme, dan konsumsi
oksigen.

 Noradrenalin (Norepinefrin), meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi otot jantung.
Kelenjar adrenal bagian korteks menghasilkan hormone :
 Aldosteron, mengatur keseimbangan air dan elektrolit melalui pengendalian kadar natrium

dan kalium dalam darah.
 Glukokortikoid (kortisol, kortison, dan kortikosteron), memengaruhi metabolisme

glukosa, protein lemak, serta menjaga membrane lisosom sehingga mencegah kerusakan
jaringan.
 Gonadokortikoid (steroid kelamin), sebagai precursor pengubahan testosteron dan
estrogen oleh jaringan lain.
Abnormalitas sekresi kelenjar adrenal :
 Hiposekresi menyebabkan penyakit Addison, dengan gejala ketidakseimbangan natrium
dan kalium dalam darah sehingga kulit menghitam.
 Hipersekresi menyebabkan peningkatan tekanan darah, cusbings disease (kelemahan otot
serta penumpukan lemak di leher dan wajah), serta perempuan dewasa yang memiliki
karakteristik pria seperti tumbuh rambut di wajah, suara menjadi berat dan perkembangan
otot.
5. Pankreas, organ berbentuk pipih, terletak di bagian belakang bawah lambung. Pankreas sebagai
endokrin menghasilkan hormone :
 Glukagon, dihasilkan oleh sel alfa, berfungsi meningkatkan penguraian glikogen hati
menjadi glukosa
 Insulin, dihasilkan oleh sel beta, berfungsi menurunkan katabolisme lemak dan protein,
menurunkan kadar gula darah serta meningkatkan sintesis protein dan lemak.
 Somatostain, dihasilkan oleh sel delta, merupakan penghalang hormone pertumbuhan dan
penghambat sekresi glukagon dan insulin.
 Polipeptida pankreas, hormon pencerbaan yang dilepaskan setelah makan namun
fungsinya belum diketahui.
Abnormalitas sekresi kelenjar pankreas:
Defiensi insulin menyebabkan diabetes mellitus yang dapat disebabkan oleh faktor genetic,
obesitas, penyakit autoimun, virus, lingkungan, ekonomi dan budaya.

107

6. Pineal (epifisis serebri), terletak di langit-langit otak, menghasilkan melatonin yang
berpengaruh pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin.

7. Timus, terdiri atas dua lobus berwarna kemerah-merahan, terletak dibagian posterior toraks di
atas jantung. Pada bayi yang baru lahir, bentuknya sangat kecil, hanya sekitar 10 gram.

8. Ovarium, testis, dan plasenta. Ovarium menghasilkan hormone estrogen dan progesterone.
Testis menghasilkan hormone testosterone . Plasenta menghasilkan gonadotropin korion,
estrogen, progesterone, dan somatotropin.

108

BAB X SISTEM REPRODUKSI

Jurnal Belajar

Pada pembelajaran kali ini Senin,3 Mei 2021 Bu Puspa melakukan pembelajaran
melalui media google meet, seperti biasa sambil kita menunggu teman-teman yang
lain hadir kita pun bercerita. Setelah itu kita akan berdoa menurut agama dan
kepercayaan kita masing-masing yang dipimpin oleh Iqbal. Pada kesempatan ini
Bu Puspa pun menerangkan materi tentang reproduksi pria dan wanita dari awal
materi sampai akhir materi dengan sangat jelas dan mudah diterima, dan Bu Puspa
tidak lua menyakan pendapat kami para murid selama pembelajaran ini
berlangsung. Pelajaran berakhir dengan sangat baik dan ditutup kembali dengan
doa

109

BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
Jurnal Belajar

Pada pembelajaran Selasa, 4 Mei 2021 ini Bu Puspa melakukan pembelajaran
melalui media google meet. Pada pembelajaran kali ini kita membahas pelajaran
terakhir di kelas 11 ini yaitu tentang Sistem Pertahan Tubuh, seperti biasa pelajaran
dibuka dengan membaca doa menurut agama dan kepercayaan masing-masing
yang dipimpin oleh Iqbal, Bu Puspa menjelaskan materi ini dengan sangat jelas
dan mudah dimengerti materi ini membahas tentang fungsi sistem pertahanan
tubuh, mekanisme pertahan tubuh, jenis imunitas, dan lain-lain. Pembelajaran
ditutup dengan doa lagi dan Bu Puspa mengingatkan tentang protokol kesehatan
selama masa pandemic ini

110

REFLEKSI
PERISTIWA
Pada kesempatan ini saya sebagai penulis sedang merekap jurnal-jurnal serta
tugas-tugas saya yang sudah saya buat selama di kelas 11 ini untuk dimasukan ke
dalam portofolio ini. Portofolio ini merupakan salah satu syarat kenaikan kelas 11.

PERASAAN
Pada saat penulis menulis portofolio ini penulis merasa senang dan bangga setelah
melihat hasil kerja keras penulis dalam menyelesaikan jurnal-jural dan tugas-
tugasnya selama pembelajaran biologi pada kelas 11 ini.

PEMBELAJARAN
Selama penulis membuat jurnal-jurnal serta tugas-tugasnya penulis mendapat
pembelajaran baru setiap menulis jurnal-jurnal, tugas-tugas, serta portofolio ini.
Dan selama menulis penulis dapat mengingat kembali pelajaran-pelajaran yang
sudah diajarkan.

PERUBAHAN
Selama penulis menulis jurnal-jurnal serta tugas-tugasnya penulis belajar, bahwa
kita tidak boleh menunda-nunda mengerjakan tugas, serta penulis belajar untuk
meperbaiki tata bahasanya. Penulis berharap bahwa tugas menulis jurnal serta
portofolio dapat menjadi tugas wajib setiap tahunnya karena banyak sekali manfaat yang

dirasakan.
111


Click to View FlipBook Version