The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-book ini adalah ragam dolanan anak nusantara

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by mardikawatisinta, 2021-10-19 23:25:35

RAGAM DOLANAN ANAK NUSANTARA PGSD 7C

E-book ini adalah ragam dolanan anak nusantara

Keywords: Dolanan Anak

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Cublak-Cublak Suweng
46

Nama : Rohan Zamzam Madani

NIM : 2018015105

PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK

A. Latar Belakang
Engklek atau Sunda manda merupakan permainan anak tradisional yang sudah

dikenal lama oleh masyarakat Indonesia terutama di Jawa. Engklek yang awal mulanya
bahasa belanda dengan nama zoondaag mandaag lalu diadopsi dengan bahasa daerah
dengan bahasa sunda manda. Permainan ini dapat dimainkan 2 orang atau lebih dan
biasanya dimainkan oleh anak anak perempuan.

B. Eksistensi
Eksistensi permainan engklek untuk saat ini sudah mulai luntur, dan tergantikan

dengan game game online. Tetapi untuk di daerah pedesaan masih banyak yang bermain
permainan tradisional lainnya.

C. Cara Bermain Engklek
Sunda Manda atau di Jogja lebih familiar dengan nama Engklek merupakan

permainan tradisional yang dimainkan oleh anak-anak sebanyak dua atau tiga orang
peserta. Pemenangnya ditentukan dari peserta yang paling banyak memiliki “omah”/rumah.
Pada permainan Sunda Manda, setiap pemain akan membawa alat permainan yang berupa
pecahan genting, batu atau yang biasanya disebut dengan Tujon, Tujon ini dilemparkan di
salah satu petak yang digambar di alas tanah/jalan. Saat melempar tujon tidak boleh
melewati garsi pembatas, jika melewati/ keluar berarti gagal dan mengulang saat gilarannya
lagi. Bahkan saat melompat dengan satu kaki tidak boleh menginjak kotak yang sudah ada
tujonnya. Dan tidak boleh berganti kaki. Untuk pemain yang telah menyelesaiakan satu
putaran terlebih dahulu maka ia berkah melempar tujonnya dengan membelakangi arena
permainan dan dimana batu itu jatuh maka kotak tersebut menjadi rumahnya dan disitu
dapat menginjakkan kedua kakinya. Untuk arena permainan bisa dengan 7 kotak, atau
dengan 8 kotak + setengah lingkaran. Pemenanngnya yaitu orang yang mempunyai rumah
paling banyak.

47

D. Manfaat
Manfaat dari permainan tradisional engklek:
1. Melatih keseimbangan badan
2. Melatih konsentrasi
3. Melatih kekuatan kaki kaki
4. Mempererat Pertemanan
5. Meningkatkan imun tubuh

E. Solusi
Jika jam pelajaran olahraga akan diisi dengan materi dan praktik permainan permainan

tradisional. Selain itu juga mengadakan lomba lomba permainan tradisional ketika sedang
KKN ataupun event event lainnya. Dengan cara dilombakan dan adanya hadiah juga akan
menggugah untuk memainkannya lagi
F. Ilustrasi Permainan Tradisional Engklek

48

Nama : R.R Eva Setyaningrum

NIM : 2018015111

PERMAINAN TRADISIONAL BOI-BOIAN

A. Latar Belakang
Boi-boian merupakan permainan tradisional yang berasal dari provinsi Jawa Barat.

Permainan ini biasa dimainkan oleh anak laki-laki, tetapi anak perempuan juga ada yang
ikut bermain. Di beberapa tempat permainan ini mempunyai nama yang berbeda, misalnya
di Pati Jawa Tengah, permainan ini dikenal dengan nama”gaprek kampung”, di daerah
Sunda bernama “boi-boian”. Jawa tengah mengeybutnya dengan nama” untrakol”. Untuk
permainannya menggunakan bola kasti untuk meruntuhkan kreweng. Permainan untrakol
adalah salah satu jenis permainan yang dimainkan dengan berkelompok. Ada juga yang
menyebutnya “bebencaran” di daerah lain permainan ini dikenal dengan “gebokan”.
Sedangkan ditempat saya permainan ini disebut “untrakol”.

Tiap daerah memiliki permainan tradisionalnya masing-masing. Salah satu
permainan yang sering di mainkan di tempat saya salah satunya yaitu permainan boi-boi
an. Boi-boian ini memiliki banyak nama lain di berbagai daerah, di daerah Sunda disebut
bebencaran ada juga yang menyebutnya dengan pecahan piring. Permainan boi-boian ini
juga sering disebut dengan permainan untrakol. Kita sangat jarang menemukan permainan
ini, karena mungkin hanya kita lihat di daerah asalnya saja. Boi-boian merupakan salah
satu permainan yang digemari anak-anak di Kalimantan Utara. Kadang menggunakan bola
plastik,bola kasti, atau benda bola serupa. Misalnya kain atau plastik yang digulung dalam
bentuk bola.

2. Alat yang digunakan
a. Pecahan genting atau gerabah, potongan kayu, dana sebagainya. Namun, bisanya
anak-anak lebih suka menggunakan pecahan genting karena mudah ditemukan.
b. Bola plastik, bola tenis, atau bisa juga dengan menggunakan bola kasti. Jika tidak
ada, biasanya anak-anak membuat bola sendiri dari gulungan kertas, kemudian
diikat dengan karet.

49

3. Tempat bermain.

Untuk permainan ini membutuhkan tempat yang luas, karena membutuhkan ruang 49
untuk berlari,melompat, dan aktivitas fisik lainnya. Akan tetapi permainan ini lebih
cocok jika dimainkan di lapangan.

4. Pemain
Dalam permainan ini tidak ada aturan khusus dalam jumlah pemain, namun biasanya
permainan ini dibagi kedalam dua kelompok, dan setiap kelompok berjumlah 5-10
orang, atau sesuai dengan kesepakatan bersama.

B. Eksistensi
Perkembangan teknologi yang pesat, juga merupakan salah satu faktor yang

menyebabkan permainan boi-boian ini tidak lagi dimainkan, bahkan anak-anak sudah tidak
tertarik untuk memainkannya. Dan lahan pun juga menjadi kendala karena tidak ada tempat
bermain karena sudah banyak lahan yang penuh dengan bangunan. Permainan ini
membutuhkan lahan yang luas untuk bisa leluasa melempar bola, supaya tidak mengenai
jendela atau terlempar di atas genting. Rata-rata anak zaman sekarang banyak yang belum
tau bagaimana cara memainkannya. Di Zaman saya permainan ini sering dimainkan, akan
tetapi karena lahan yang digunakan sudah tidak ada, maka permainan ini jadi terlupakan.

C. Cara Bermain Boi-Boian

1. Sebelum bermain di mulai, pecahan genting disusun ke atas hingga berbentuk seperti

Menara.

2. Anak-anak yang akan bermain melakukan hompimpah menjadi pemain jaga yang

bertugas menjaga tumpukan genteng.

3. Pemain yang mendapat giliran pertama bermain bola kasti ke arah tumpukan genteng

dari jarak jauh. Jarak antara tumpukan genteng dan tempat melempar telah ditentukan

sebelum permainan dimulai.

4. Jika bola tidak mengenai tumpukan genteng, pemain dilanjutkan oleh pemain

berikutnya. Begitu seterusnya hingga tumpukan genteng berhasil dirobohkan.

5. Ketika tumpukan genteng telah berhasil dirobohkan, para pemain segera berlari

secepatnya dengan batas tempat lari yang sudah ditentukan, sedangkan pemain jaga

mengambil bola kasti yang tadi dilempar oleh anak yang bermain. 50

6. Anak-anak yang bermain harus berlari untuk menghindari tembakan bola dari pemain
jaga. Akan tetapi, pemain jaga hanya boleh melempar bola dengan berdiri di tempat ia
memungut bola. Pemain jaga tidak boleh membawa bola kasti dan berlari mengejar
anak-anak yang bermain.

7. Jika ada pemain yang tubuhnya terkena bola yang dilempar oleh pemain jaga, ia
dianggap gugur. Namun, pemain belum berakhir karena masih ada teman-teman yang
satu tim yang bermain.

8. Selain berlari untuk menghindari tembakan bola kasti dari pemain jaga, anak-anak yang
bermain harus Menyusun Kembali susun genteng yang telah roboh. Sementara itu,
pemain jaga terus menghalangi jangan sampai ada pemain yang berhasil Menyusun
pecahan genteng lagi. Caranya adalah dengan terus berusaha melempar pemain yang
tengah berusaha Menyusun Kembali pecahan genteng menggunakan bola kasti.

9. Jika pecahan genteng berhasil disusun kembali, anak yang berhasil Menyusun pecahan
genteng tersebut akan berteriak “Boi…Boi…!” dan permainan pun berakhir. Kemudian
dapat dilanjutkan dengan mengulang dari awal.

D. Manfaat
Permainan ini bisa melatih kecerdasan dan strategi anak-anak. Bagaimana anak

harus berpikir untuk Menyusun Kembali pecahan genting, tanpa terkena bola dari
kelompok penjaga. Begitupun sebaliknya, anak yang menjadi kelompok penjaga, harus
berpikir agar bola mengenai kelompok pelempar. Strategi dan Kerja sama tim sangat
dibutuhkan dalam permainan.

Kemampuan fisik dilatih dalam permainan ini. Anak harus berlari, meloncat,
tengkurap, dan sebagainya, untuk menghindar dari kelompok lawan. Selain menyehatkan,
Gerakan berlari dalam permainan ini juga bermanfaat untuk menghindarkan anak
mengalami obesitas. Jika sebuah kelompok tidak mempunyai kerja sama tim yang bagus,
maka tujuan akan susah dicapai. Selain itu, pemain ini juga melatih emosi anak. Rasa
senang dan Bahagia, terkadang diselingi dengan tertawa terbahak-bahak selalu mewarnai
permainan. Layaknya permainan tradisional yang lainnya, boi-boian juga ada kelompok
yang menang dan kalah. Hal ini tentunya membuat anak harus bersikap sportif dan bisa
menerima apabila kelompoknya kalah. Dan umumnya permainan ini dilakukan dalam
waktu yang lama hingga sekitar satu jam.

51

E. Solusi
Untuk solusinya bisa dengan mengenalkan kembali kepada anak tentang permainan

tradisional. Salah satunya dengan mengajak anak dan lingkungan sekitar untuk bermainan
permainan tradisional di halaman yang luas.Mengadakan pelatihan permainan tradisional.
Pelatihan dengan mengajarkan permainan tradisional itu bisa dilakukan dilingkungan
rumah, dengan menanamkan bahwa permainan tradisional itu menyenangkan.

Kemudian buat anak menjadi tertarik untuk ikut bermain, dengan cara
menyuruhnya untuk mencobanya. Mungkin dengan semakin banyak anak-anak yang
bermain maka anak-anak yang lain juga ikut bermain karena penasaran. Akan lebih asik
jika dimainkan waktu sore hari. Usahakan bermain di lapangan, supaya bisa leluasa saat
bermain, dan bola tidak tersangkut di atas genting. Dan jangan memperkenalkan teknologi
yang canggih kepada anak-anak terlalu dini. Lebih baik mengajak anak berkreasi, dengan
membuat permainan sendiri. Dengan mengenalkan teknologi yang canggih kepada anak
terlalu dini akan membuat anak menjadi ketagihan.
F. Ilustrasi Permainan Tradisional Boi-Boian

52

Nama : Verawati Anandita Pristanti

NIM : 2018015112

PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK

A. Latar Belakang
Di Indonesia permainan ini memiliki banyak penyebutan nama, sepperti : di jawa

permainan ini lebih dikenal dengan sebutan congklak,dakon, dhakon atau dhakonan.di
beberapa daerah di Sumatra yang memiliki budaya melayu, permainan ini dikenal dengan
sebutan congklak. Di Sulawesi permainan ini lebih di kenal dengan beberapa nama :
Makaotan, Maggaleceng, Aggalacang, dan Nogarata, sedangkan di Lampung permainan
ini lebih dikenal dengan nama dentuman lamban. Berdasarkan sejarahnya, permainan
tradisional congklak juga sering disebut sebagai “permainan gadis”, maksudnya pada
zaman dahulu permainan ini yang paling sering memainkan permainan ini adalah anak
perempuan di kalangan bangsawan. Namun seiring perkembangannya, permainan
tradisional congklak semakin dikenal luas oleh para penduduk dan orang aawam dari
berbagai dinamika oleh masyarakat luas di Indonesia. Ada waktu dimana permainan
congklak dianggap tabu oleh budaya masyarakat sekitar, seperti : beberapa daerah di
Sulawesi yang hanya memainkan congklak ketika ada kerabat atau orang yang dicintai
meninggal dunia. Permainan ini akan dianggap tabu jika dimainkan pada waktu selain saat
berkabung. Menggunakan congklak ini untuk menghitung musim tanam dan musim panen.

B. Eksistensi
Permainan tradisional berangsur-angsur mulai ditinggalkan karena pergeseran

zaman. Teknologi semakin canggih membuat banyak oaring lebih memilih memainkan
gadgetnya. Mereka lupa, Indonesia memiliki banyak permainan tradisional yang penuh
unsure kebudayaan. Bahkan, beberapa dari mereka tidak tahu satu pun permainan itu.
Congklak merupakan salah satu permainan yang ada di Indonesia yang saat ini jarang
dimainkan oleh anak-anak. Permainan congklak ini dianggap tidak menarik untuk anak-
anak saat ini.

53

C. Cara Bermain Congklak
1. Congklak dimainkan 2 orang yang berhadapan menggunakan papan yang terbuat dari
kayu atau plastik dengan panjang 40-50 centimeter.
2. Papan tersebut lengkap dengan 14 lubang kecil yang saling berhadapan dan dua lubang
besar di kedua sisinya (kanan dan kiri). Masing-masing pemain dibagi tujuh lubang
kecil dan satu lubang besar.
3. Nantinya lubang-lubang kecil diisi 5-7 biji yang terbuat dari kerang atau biji sawo,
sedangkan lubang besar dibiarkan kosong, anggaplah lubang besar tersebut merupakan
gudang penyimpanan pemain.
4. Dua orang pemain bergantian untuk memilih satu lubang kecil miliknya untuk
dipindahkan satu per satu ke lubang lainnya searah jarum jam, hingga biji yang di
genggaman habis.
5. Permainan akan berakhir ketika semua lubang kecil kosong, dan semua biji berada di
lubang besar. Kemenangan ditentukan dari jumlah biji terbanyak yang berada di lubang
besar masing-masing pemain.

D. Manfaat
Manfaat dari permainan tradisional congklak:
1. Mengasah Kemampuan Berhitung.
Menurut Siregar, Sofitri, dan Roza (2014) congklak dapat digunakan dalam
pembelajaran matematika untuk mengenalkan konsep penjumlahan, pengurangan,
perkalian, bahkan pembagian bilangan
2. Mengasah Kemampuan Analisa.
Jadi, selain mengasah kemampuan berhitung, permainan congklak juga dapat mengasah
kemampuan analisis. Dengan memainkan congklak dapat belajar untuk
mempertimbangkan dan memilihlangkah yang tepat.
3. Mengasah Kemampuan Interaksi.
Kalah atau menang bukan masalah, yang terpenting ialah sama-sama sportif. Inilah
yang diajarkan dari permainan congklak, kemampuan interaksi juga sportiftas dari
kedua belah pihak.

54

E. Solusi
Dolanan anak ini tidak punah keberadaanya maka solusinya untuk mengatasinya adalah
dengan cara melestarikannya, memperkenalkannya, dan memainkannya.

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Congklak

Biji Congklak Papan Congklak

55

Nama : Novita Dela Gunita Sari
NIM : 2018015113

PERMAINAN TRADISIONAL BALAP KARUNG

A. Latar Belakang
Balap karung berasal dari zaman penjajahan Belanda di Indonesia. Awalnya, balap

karung adalah permainan yang di bawa oleh misionaris Belanda ke sekolah-sekolah dan
instansi bentukan Belanda. Karena menarik dan mudah ditiru, akhirnya banyak juga
masyarakat Indonesia yang mengadakan perlombaan balap karung sendiri dan kegiatan ini
pu berlanjut hingga Indonesia berhasil merampas kemerdekaan. Ada juga yang mengatakan
balap karung berasal dari rasa kesal masyarakat kalangan bawah Indonesia pada masa
penjajahan yang tak mampu membeli pakaian. Alhasil, kebanyakan orang harus
mengenakan karung sebagai penutup tubuh.

Balap karung adalah salah satu lomba tradisional yang populer pada hari
kemerdekaan Indonesia. Sejumlah peserta di wajibkan memasukkan bagian bawah badan
kedalam karung kemudian berlomba sampai garis akhir.

Arena yang dibutuhkan memanjang sekitar 20 meter dan lebar 3-4 meter yang
dibagi menjadi 4 atau 5 jalur, menyediakan karung-karung beras dan dimasuki anak atau
ataupun orang dewasa. Kadang-kadang ada yang kekecilan ada juga yang terlalu besar,
aada yang tingginya peserta maupun panjang karungnya. Balapan karung tidak perlu di
iringi dengan music-musik lainnya cukup dengan sorak sorai penonton yang melihat lomba
terserbut (Putro, dkk., 2015).

B. Eksistensi

Seiring dengan perkembangan jaman, setiap tahunnya kegiatan-kegiatan yang

selalu memeriahkan hari kemerdekaan terus berkurang, pembangunan gedung-gedung

yang berkembang pesat menjadikan lahan yang biasanya di lakukan tempat terlaksanakan

lomba menjadi sempit bahkan hilang karena bangunan, juga penyebab berkurangnya

kemeriahan hari kemerdekaan dikarenakan oleh situasi yang tidak tepat otomatis ini akan

mengakibatkan berkurangnya kemeriahan (Putro, dkk.,2015). Dan sekarang anak-anak

jarang sekali memainkan balap karung kecuali waktu kemerdekaan dan itupun hanya satu

tahun sekali jika lomba balap karung di adakan. 56

C. Cara Bermain Balap Karung
Cara balapnya, bebas asal tetap dalam karung. Ada yang meloncat-loncat dengan

dua kaki, melangkah pelan-pelan, atau bisa juga dengan lari biasa. Yang paling sering
digunakan adalah cara meloncat-loncat. Jatuh adalah hal biasa, cepat bangun lagi
melanjutkan sampai di garis akhir. Antara peserta tidak boleh saling menubruk atau
menghalangi lawan. Karena sifatnya lebih menonjolkan kelucuannya, meskipun bertanding
antara peserta terjadi saling menertawakan sambil berusaha sekuat tenaga untuk menang
(Putro, dkk., 2015).

D. Manfaat
Manfaat dari permainan tradisional balap karung:
1. Melatih Kemandirian
Kemandirian si kecil juga bisa dilatih ketika ia mengikuti lomba. Si kecil diberi
kebebasan untuk menuntaskan perlombaan sendiri tanpa bantuan orang tua. Saat
mengikuti lomba balap karung si kecil harus mandiri memasukkan sebagian tubuhnya
ke dalam karung, seperti ia mandiri memakai baju sendiri. Dengan demikian, si kecil
akan berusaha sendiri yang terbaik dalam mengikuti lomba tersebut.
2. Membangun Jiwa Sportivitas
Saat mengikuti lomba balap karung, ibu harus menanamkan jiwa sportivitas,
bahwa si kecil harus menuntaskan lomba balap karung dengan berusaha keras
melompat memakai karung hingga garis finish, bukan dengan mengambil cara
termudah dengan berjlan. Dengan begitu, si kecil jadi tahu untuk balajar menghargai
proses, bukan hasil.
3. Mengenal Kelebihan dan Kekurangan Diri
Meski terbilang masih kecil, namun anak-anak perlu mengenali kelebihan dan
kekurangan yang dimilikinya agar anak-anak jadi tau untuk mengasah kelebihannya
agar menjadi lebih baik dan mencari cara untuk mengatasi kekurangannya. Misalnya,
saat lomba karung, anak-anak tau bahwa dirinya belum cukup kuat untuk bisa
melompat tinggi dan berlari cepat, sehingga untuk selanjutnya dia akan termotivasi
untuk lebih giat berolahraga agar koordinasi gerak tubuhnya lebih baik.

57

4. Meningkatkan Kemampuan Bersosialisasi
Mengikuti lomba bukan semata-mata menang atau kalah. Manfaatkanlah

momen perlombaan balap karung untuk membantu meningkatkan kemampuan
bersosialisasi anak. Berlomba member kesempatan anak untuk berinteraksi dengan
banyak orang. Si anak pun dapat menjalin pertemanan dengan anak-anak sebaya yang
mengikuti lomba.
5. Belajar Menghargai Kemenangan dan Kekalahan

Menang atau kalah dalam berlomba itu hal biasa. Namun, ibu tetap harus
mempersiapkan si anak untuk menerima kemenangan dan kekalahan dengan baik.
Dengan mengikuti lomba, ibu bisa melatih anak agar berjiwa besar atau bisa berlapang
dada dan mengajari sikap rendah hati ketika menjadi pemenang.
6. Mempererat Hubungan Orang Tua dan Anak

Dengan mengikutsertakan anak untuk berlomba, ibu bisa lebih mengenal
kepribadian dan juga kemampuan anak. Dukungan dari orang tua sangat penting bagi
anak. Oleh karena itu, selalu berikan dukungan yang positif agar anak dapat merasakan
manfaat positif dari mengikuti lomba, sehingga hubungan ibu dan anak pun terjalin
semakin erat.

E. Solusi
Mengajak anak-anak untuk memainkan dan melestarikan balap karung supaya

mereka tetap bisa bermain setiap saat tidak hanya ketika hari kemerdekaan saja. Bisa pada
saat sore hari seminggu sekali anak-anak saya ajak untuk lomba balap karung supaya
permainan balap karung tidak punah.

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Balap Karung

58

Nama : Tyas Ayu Kusuma
NIM : 2018015114

PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG

A. Latar Belakang
Permainan egrang disebut sebagai salah satu tradisi yang berasal dari Lampung

dengan nama terompang pancung. Namun engrang tidak saja dapat ditemukan di Lampung
tetapi juga dapat ditemukan pada beberapa daerah lain di Idnonesia. Misalnya saja di
Sumatera Barat, egrang dikenal dengan sebutan tengkak (pincang), kemudian Bengkulu
menyebutnya seba gaiingkau (sepatu bambu) dan di wilayah Jawa disebut sebagai
jangkungan dan di Kalimantan Barat disebut batungkau.

Di indonesia sendiri permainan egrang merupakan salah satu permainan yang
digolongkan sebagai bagian dari olahraga tradisional. Meskipun permainan egrang
termasuk olahraga tradional, namun engrang tersebut masih belum bisa diperlombakan
sebagai salah satu cabang olahraga dalam skala nasional ataupun internasional, melainkan
hanya dapat diperlombakan sebagai olahraga permainan untuk bersenang-senang di daerah
tertentu. Egrang merupakan permainan tradisional dengan memanfaatkan dua pasang
tongkat bamboo panjang yang diberi tempat pijakan kaki.

B. Eksistensi
Namun, sayangnya sekarang hanya ada di daerah-daerah terpencil saja yang masih

membudidayakan permainan atau olahraga Egrang ini, bahkan bisa dikatakan sudah sulit
untuk menemukan olahraga traditional ini dan juga bisa dikatakan hampir punah.

C. Cara Bermain Egrang
Cara memainka nengrang pada dasarnya cukup sederhana, yakni dengan cara

menaiki tongkat bamboo tersebut kemudian pemainnya diminta untuk berjalan dengan
menggunakan kaki egrang. Namun hal tersebut tentu tidak mudah untuk dilakukan sebab
para pemainnya harus memiliki kesimbangan yang baik.

59

D. Manfaat
Permainan egrang termasuk permainan tradisional yang bisa mendatangkan banyak

manfaat positif bagi seseorang. Egrang mampu mempererat hubungan pertemanan. Selain
itu, permainan ini juga melatih para pemainnya bersikap ulet, penuh kerja keras dan sportif.
Bahkan sejumlah peneliti menunjukkan bahwa egrang dapat melatih motorik kasar dan
keseimbangan anak.
E. Solusi

Solusi yang dapat diberikan yaitu kita bisa mulai memainkannya lagi, dan mengajak
anak-anak yang lain untuk mencoba permainan ini agar mereka bisa merasakan keseruan
dari permainan tersebut.
F. Ilustrasi Permainan Tradisional Egrang

60

Nama : Juliana Ika Putri

NIM : 2018015115

PERMAINAN TRADISIONAL BENTHIK

A. Latar Belakang
Kata ‘benthik’ mengandung arti benturan. Bunyi ‘thik’ dihasilkan dari benturan

peralatan permainan berupa batang induk dan anakan yang terbuat dari kayu atau bambu.
Kayu berukuran panjang disebut benthong dan yang pendek disebut janak. Benturan antara
benthong dan janak itu menimbulkan suara thik. Nah, dari suara itu lah kemudian muncul
penamaan permainan itu, yaitu benthik.

Permainan ini, pada umumnya bersifat kelompok. Namun demikian, dapat anak-
bermain- benthik pula dilakukan secara individu. Satu regu (kelompok) terdiridari 3 sampai
4 anak. Setiap regu secara bergantian memainkan benthic hingga semua mendapat giliran.
Setelah selesai, regu yang menjaga mendapat giliran bermain.
a. Cara membuat Bethik

Pilih kayu yang tidak mudah patah seperti kayu pohon jambu biji, kayu pohon
manga. Ranting pohon kemudian dipotong menjadi dua bagian dengan panjang masing-
masing 30 cm dan 10 cm. Kulit kayu dikelupas dengan hati-hati menggunakan pisau
untuk membuat kedua permukaan tongkat lebih halus. Ranting pohon kemudian
dipotong menjadi dua bagian dengan panjang masing-masing 30 cm dan 10 cm. Kulit
kayu dikelupas dengan hati-hati menggunakan pisau untuk membuat kedua permukaan
tongkat lebih halus.
b. Persiapan Permainan
1) Pertama, bikin ‘luwokan’ yakni semacam lubang sepanjang batang anakan 10 cm,

lebar 3 cm, dalamnya 5 cm.

2) Permainan Benthik diawali dengan hongpimpa.

3) Tentunya siapa yang menang, maka ia akan memperoleh giliran main yang pertama.

4) Sementara itu, pihak yang kalah mau tidak mau harus jaga.

61

B. Eksistensi
Disebutkan bahwa makna benthik, salah satunya adalah nama permainan. Ini

menunjukkan bahwa permainan benthik adalah permainan yang popular dan telah eksis
dikenal sejak lama, khususnya di kehidupan sehari-hari masyarakat dan budaya. Permainan
Benthik sangat seru karena dimainkan secara kolektif oleh banyak anak. Bisa tim ataupun
individu, tergantung jumlah pemainnya. Saking serunya permainan ini sanagt popular
diantara teman-teman.

C. Cara Bermain Benthik
1. Pertama, sang pemain memasang tongkat yang pendek di atas lubang luncur (luwokan)
secarame lintang. Lalu, tongkat ini harus didorong sekuat tenaga dengan bantuan
tongka tpanjang supaya dapat melambung sejauh mungkin. Bila lawan berhasil
menangkap tongkat pendek yang melambung tersebut, maka ia akan mendapatkan poin
kemudian, sang pemain diminta meletakkan tongkat panjang di atas lubang luncur
dengan posisi melintang. Sedangkan, pihak lawan bertugas melempar tongkat pendek
yang telah dilontarkan tadi kearah tongkat panjang tersebut. Bila tongkat pendek
mengenai atau menyentuh tongkat panjang, maka giliran bermain akan berganti
kepihak lawan.
2. Tahap kedua dari permainan Benthik adalah namplek. Pada tahap ini, konsentrasi penuh
diperlukan. Sang pemain harus melempar tongkat pendek keudara terlebih dahulu, lalu
dipukul sekuat tenaga dengan tongkat panjang sejauh mungkin. Pihak lawan yang jaga
harus melempar tongkat pendek kearah sang pemain
3. Tahap ketiga, Nuthuk, bila sang pemain berhasil mengumpulkan poin dalam tahap
sebelumnya. Pada tahap ini, sang pemain harus meletakkan tongkat pendek pada lereng
lubang luncur dengan posisi miring 45 derajat. Biasanya, sang pemain akan
mendapatkan kesempatan kedua, bila pukulan pertama tidak berhasil. Jika ternyata
masih gagal lagi, maka giliran bermain jatuh ketangan pihak lawan.

Ketiga tahap permainan Benthik tersebut akan diulangi dari awal. Pemain yang menang
adalah yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak dalam ketiga tahap di atas.

62

D. Manfaat
Manfaat dari permainan tradisional benthik:
1. Berlari, aktif bergerak saat bermain, melatih fisik lebih prima.
2. Melatih ketangkasan dan keterampilan individu, keuletan, kehati-hatian, cermat dan
disiplin.
3. Kerjasama antar pemain se-tim, kepemimpinan, kejujuran, tanggung jawab, dan
semangat sportifitas saling menghormati antarp emain, kawan maupun lawan.
4. Menumbuhkan stabilitas mental, seperti mengendalikan emosi saat tak sengaja terluka,
ataupun saat kalah dalam permainan. Sikap legowo atau berlapang dada menerima
kekalahan.

E. Solusi
Solusi agar permainan tradisional benthik dapat selalu eksis dan selalu dimainkan oleh
anak-anak:
1. Sesekali anak ngobrol tentang nilai-nilai moral dari permainan tradisional.
2. Membentuk komunitas untuk melestarikan permainan tradisional.
3. Memperkenalkannya kembali kepada anak, melalui kegiatan-kegiatan lomba baik di
lingkungan sekolah ataupun di lingkungan tempat tinggal.

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Benthik

63

Nama : Wulandari
NIM : 2018015118

PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA MANDA

A. Latar Belakang

Tidak dapat dipungkiri kehadiran berbagai gadget yang bisa melakukan apa saja
termasuk permainan! dari mulai permainan Online ataupun Offline membuat permainan-
permainan yang dulu pernah kita lakukan seakan menghilang tidak pernah terlihat lagi di
lingkungan masyarakat" Banyak anak-anak yang lebih memilik bermain angry birds, coc,
Get Rich di tablet atau ponsel dibandingkan bermain petak umpet alasannya beragam mulai
dari panas kalau main di luar ataupun permainan tradisional sudah tidak zaman-nya lagi"
Padahal hampir semua permainan tradisional itu mampu memberikan lebih banyak dampak
positif daripada dengan hanya bermain dengan gadget. Berolahraga sambil bermain
merupakan hal yang menyenangkan dan banyak memberikan manfaat positif. Olaharaga
mempunyai peran penting bagi kesehatan. Sehingga, banyak pula permainan yang
diciptakan untuk dimainkan sambil berolahraga.

B. Eksistensi

Permainan petak umpet dapat melatih fisik maupun psikis bagi anak membantu
mengasah keterampilan motorik anak yang mampu memberikan gerakan pada otot-otot
besar seperti tangan dan kaki terlebih saat tantangan untuk masuk ke tempat
persembunyiaan dengan sempurna akan membantu meningkatkan keseimbangan,
kelincahan, dan koordinasi mereka.

C. Cara Bermain Petak Umpet

Petak umpet adalah sejenis permainan cari dan sembunyi yang bisa dimainkan oleh 64
minimal 2 orang yang umumnya dilakukan di luar ruang. Permainan dimulai dengan
Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari
teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau
berbalik sambil berhitung sampai 10. Biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apa

saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga)
memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta
ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang
menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati
bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau
20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-
temannya tersebut.

Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil
menyentuh INGLO atau BON atau HONG. Apabila hanya meneriakkan namanya saja,
maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Hal yang seru
adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi,
salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat
mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG. Jika berhasil menyentuhnya, semua
teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera
si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan sehingga si "kucing" harus kembali
menghitung dan mengulang permainan dari awal.

Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Orang yang pertama ditemukan
yang menjadi 'kucing' berikutnya.Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu
'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan
oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu
dari persembunyiannya.

Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian.
Anak- anak dilatih berpikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana
cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Permainan ini juga
menjadikan anak lebih kuat dan tangkas secara fisik. Selain itu memberikan pendidikan
pada anak untuk bermain sportif, jujur dan kreatif.

65

D. Manfaat
Manfaat dari permainan tradisional sunda manda:
1. Mengembangkan daya ingat
Saat bermain, tentu anak berusaha mengingat aturan-aturan apa yang ada di dalam
permainan sehingga ia dapat memenangkan permainan tersebut. Nah, pada saat itulah
anak mengembangkan kemampuan daya ingatnya.
2. Meningkatkan kemampuan memecahkan masalah
Untuk menang dalam permainan petak umpet, anak dihadapkan pada berbagai
tantangan yang memaksanya untuk berpikir. Misalnya ketika ia harus mencari
tempat persembunyian yang tidak bisa ditemukan oleh penjaga, dan bagaimana ia bisa
menyelinap ke tempat jaga tanpa ketahuan oleh si penjaga.
3. Mengembangkan kemampuan sosial
Petak umpet adalah permainan yang dimainkan oleh lebih dari satu orang. Semakin
banyak, semakin seru. Saat anak bermain petak umpet, otomatis ia berinteraksi dengan
teman-temannya. Anak juga dapat belajar bagaimana cara bekerja dalam tim lewat
permainan sederhana ini.
4. Mengenal kontrol impuls
Bermain petak umpet dapat mengajari anak tentang bagaimana mengontrol impuls
dengan belajar untuk berpikir sebelum bertindak. Sebab, tindakan yang tidakdipikirkan
matang-matang dapat membuatnya kalah dalam permainan.
5. Belajar cara mengontrol emosi
Selain berlajar mengontrol impuls, bermain permainan petak umpet juga dapat
membantu belajar cara mengontrol emosi. Saat sedang bersembunyi, mungkin anak
merasa takut, tetapi ia harus tetap bersembunyi agar tidak tertangkap.

66

6. Menstimulasi kemampuan sensorik
Anak belajar merasakan apa yang ada di sekitarnya dengan menggunakan panca indera.
Saat bersembunyi, anak secara aktif menggunakan indera pendengarnya, seperti ketika
berusaha mendengar apakah ada langkah kaki yang mendekat ke tempat
persembunyiannya. Di saat itu juga anak belajar membedakan berbagai jenissuara dan
bunyi.

7. Melatih motorik kasar
Permainan ini banyak menggunakan otot-otot besar pada anak. Misalnya ketika anak
berlari dan melompat ketika mencari tempat persembunyian atau ketika berusaha
menyentuh tempat jaga sebelum si penjaga.

8. Memberikan kebahagiaan
Dan yang utama adalah, bermain petak umpet dapat memberikan kebahagiaan untuk
anak. Ada rasa puas tersendiri ketika ia berhasil memenangkan permainan tersebut yang
dapat menghasilkan serotonin pada otak anak.

E. Solusi
Untuk Seluruh masyarakat indonesia, sesekali, bermainlah permainan tradisional

yang berasal dari indonesia. Agar permainan tradisional tidak hilang dan sebenarnya lebih
baik bermain permainan tradisional, karena manfaat nya lebih banyak baik untuk jasmani
maupun rohani, dibandingkan hanya dengan bermain gadget saja, permainan tradisional
juga dapatmembuat badan sehat.

67

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Petak Umpet
68

Nama : Fimpi Kurnia Fahyuti
NIM : 2018015121

PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK

A. Latar Belakang

Permainan tempo dulu sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak.
Secara tidak langsung anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa
kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional.
Namun sayangnya seiring kemajuan jaman, permainan yang bermanfaat bagi anak ini
mulai ditinggalkan bahkan dilupakan. Anak-anak terlena oleh televisi dan video game yang
ternyata banyak memberi dampak negatif bagi anak-anak, baik dari segi kesehatan,
psikologis maupun penurunan konsentrasi dan semangat belajar.

Permainan Tradisional yang semakin hari semakin hilang di telan perkembangan
jaman, sesungguhnya menyimpan sebuah keunikan, kesenian dan manfaat yang lebih besar
seperti kerja sama tim, olahraga, terkadang juga membantu meningkatkan daya otak.
Berbeda dengan permainan anak jaman sekarang yang hanya duduk diam memainkan
permainan dalam layar monitor dan sebagainya. Setiap daerah, atau negara memiliki
permainan tradisional berbeda-beda. Berikut ini Congklak permainan tradisional asal Jawa
Barat yang sekarang hampir terlupakan.

B. Eksistensi

Menurut Santrock (1995), permainan merupakan suatu kegiatan yang
menyenangkan yang dilaksanakan untuk kepentingan kegiatan itu sendiri. Permainan
merupakan suatu aktifitas bermain yang didalamnya telah memiliki aturan yang jelas dan
disepakati oleh bersama. Permainan tradisional ini sangat murah dan praktis, karena alat
yang digunakan dari barang-barang yang ada disekitar kita. Permainan tradisional juga
diyakini memiliki banyak manfaat bagi perkembangan fisik dan mental pada anak seperti
untuk menjaga kebugaran tubuh karena mengeluarkan keringat, melatih fisik, membangun
karakter anak, meningkatkan sistem motoric pada anak. Permainan tradisional secara tidak

69

langsung juga dapat merangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, toleransi,
kecerdasan dan masih banyak lagi.

Menurut Vygotsky permainan berpengaruh pada nalar, imajinasi dan kreativitass,
memori, bahasa serta perilaku sosial anak. Karena dalam permainan tradisional terdapat
permainan yang dilakukakan secara berkelompok yang dibutuhkan suatu kerja sama
maupun nalar.

Nampaknya kini permainan modern lebih diminati oleh anak-anak di Indonesia.
Kini permainan tradisional mulai tegeser dengan adanya permainan modern. Salah satu
contoh permaian tradisional yang pernah eksis di Indonesia adalah petak umpet, klereng,
congklak, lompat tali, egrang, bentengan, layang-layang, cublek-cublek suweng dan masih
banyak lagi, tentunya tiap-tiap daerah memiliki nama-nama masing- masing. Sayangnya
permainan-permainan tersebut kini mulai digantikan oleh permainan modern seperti
Playstation (ps), permainan di Hp dan lain-lain.

Kemajuan teknologi menjadikan semua hal menjadi lebih mudah dalam gengaman
kita. Sekarang kita dihadapkan dengan hadirnya game online. Game online yang terdapat
pada fitur gadget sangat banyak sekali seperti Hago, Wormzone, Mobile lagends, crazy
restaurant, subway surfers dan masih banyak lagi. Sampai bulan Maret 2020 ini sudah
hampir ribuan sampai jutaan yang mendownload aplikasi game online.

C. Cara Bermain Congklak 70

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka
menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 (14 x 7) buah biji yang
dinamakan biji congklak atau buah congklak. Umumnya papan congklak terbuat dari kayu
dan plastik, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu- batuan,
kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lubang yang terdiri atas 14
lubang kecil yang saling berhadapan dan 2 lubang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lubang
kecil di sisi pemain dan lubang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lubang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang
pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lubang yang akan
diambil dan meletakkan satu ke lubang di sebelah kanannya dan seterusnya berlawanan
arah jarum jam. Bila biji habis di lubang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil
biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bila habis di lubang besar miliknya maka ia
dapat melanjutkan dengan memilih lubang kecil di sisinya. Bila habis di lubang kecil di

sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila
berhenti di lubang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.
Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (seluruh biji
ada di lubang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

D. Manfaat

Manfaat dari permainan tradisional congklak:

1. Mengasah kemampuan berhitung anak

Menurut Siregar, Sofitri, dan Roza (2014) congklak dapat digunakan dalam
pembelajaran matematika untuk mengenalkan konsep penjumlahan, pengurangan,
perkalian, bahkan pembagian bilangan. Seluruh operasi bilangan tersebut sangat
penting dalam permainan congklak, sehingga jika kalian sering memainkan congklak,
kemampuan berhitung juga ikut terasah.

2. Mengasah kemampuan analisa pada anak

Untuk menang dalam permainan congklak, kalian harus tahu biji dari lubang mana yang
harus diambil. Salah mengambil langkah atau kurang berpikir panjang bisa membuat
kita kalah dalam permainan. Sebaliknya, analisis yang baik dapat dapat mendekatkan
kalian meraih kemenangan. Jadi, selain mengasah kemampuan berhitung, permainan
congklak juga dapat mengasah kemampuan analisis. Dengan memainkan congklak,
kalian dapat belajar untuk mempertimbangkan dan memilih langkah yang tepat.

3. Mengasah kemampuan interaksi pada anak

Permainan congklak tidak dapat dilakukan sendiri, kalian harus mencari lawan yang
mau diajak bermain. Sambil bermain, kalian dapat mengobrol tentang hal-hal yang lain,
berbagi kudapan atau bercanda bersama. Kalah atau menang bukan masalah, yang
terpenting ialah sama-sama sportif. Inilah yang diajarkan dari permainan congklak,
kemampuan interaksi juga sportifitas dari kedua belah pihak. Siapa tahu, dengan main
congklak bersama, kalian malah bisa mendapat teman baru.

71

E. Solusi
Menurut saya perlu adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah ataupun

masyarakat untuk tetap menjaga eksistensi permainan tradisonal pada anak- anak Seperti
memperkenalkan permainan tradisional kepada anak-anak, diberikan wadah dan ruang
untuk mengembangkan permainan tradisional tersebut serta unsur terpenting yaitu
meningkatkan unsur kesadaran akan pentingnnya permainan tradisional pada anak-anak.
Karena permainan tradisional merupakan warisan bangsa yang telah ada secara turun
temurun.
F. Ilustrasi Permainan Tradisional Congklak

72

Nama : Renita Silvia Indriani
NIM : 2018015151

PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG

A. Latar Belakang
Permainan tradisional egrang merupakan sebagian kekayaan budaya di Indonesia

yang mempunyai nilai-nilai luhur yang dapat di wariskan kepada anak cucu sebagai generasi
penerus. Egrang sendiri yaitu galah atau tongkat yang di gunakan seseorang agar bisa berdiri
dalam jarak tertentu di atas tanah.

B. Eksistensi
Permainan egrang sendiri di daerah saya sampai sekarang masih ada, namum banyak

anak-anak yang tidak tau permainan egrang dan sangat jarang ada orang yang memainkan
egrang sehingga permainan egrang lama kelamaan akan hilang bahkan banyak anak yang
tidak tau apa itu permainan egrang.

C. Manfaat
Dapat membantu mengembangkan dan mengontrol motorik anak, selain itu

permainan egrang dapat meningkatkan kekuatan otot tungkai, kaki, abdomen, lengan, tangan
dapat melatih keseimbangan dan kelenturan tubuh.

D. Solusi
Upaya yang akan saya lakukan dalam pembelajaran di sekolah saya akan mengajarkan

anak untuk memainkan Egrang karena dengan permainan egrang sendiri bisa mengajarkan
keseimbangan dan untuk tetap melestarikan permainan tradisional tersebut.

73

E. Ilustrasi Permainan Tradisional Egrang
74

Nama : Siti Nur Ainiyah
NIM : 2019015063

PERMAINAN TRADISIONAL “DELIKAN”

A. Latar Belakang
Permainan petak umpet sebenarnya bukan hanya dimainkan oleh-anak-anak di

Indonesia. Petak umpet berasal dari Yunani saat penulis Yunani, Julius Pollux
mendeskripsikan melalui tulisannya di 2 abad sebelum masehi. Pollux menyebutkan
permainan itu denga nama apodidraskinda dan mendeskripsikan peraturan dan cara
bermainnya hampir sama dengan permainan petak umpet yang kita kenal. Karena setiap
Negara memiliki perbedaan budaya, petak umpet juga mempunyai versi dan peraturan yang
berbeda di setia Negara. Di Indonesia sendiri masih terdapat anak-anak yang memainkan
permainan ini, di mana anak yang jaga diharuskan menghitung angka yang sudah ditentukan
sambil menutup mata sebelum kemudian mencari anak-anak lain yang bersembunyi
(Saferia:2020).

B. Eksistensi
Dolanan anak Delikan di daerah Bantul masih sering dimainkan oleh anak-anak.

Setiap sore atau siang hari masih sering anak-anak desa bermain petak umpet. Dalam
permainan tersebut dapat diikuti oleh banyak anak dan paling sedikit 2 anak, satu anak sebagai
pencari/penjaga markas yang biasa berupa pohon, tiang, atau dinding, dan pemain lainnya
bersembunyi kemudian mencoba mencapai tiang atau markas tersebut tanpa diketahui oleh
anak yang jaga. Untuk mengawali permainan ini biasanya ditentukan dahulu penjaganya,
untuk menentukannya biasanya dapat dilakukan dengan hompimpah.

C. Cara Bermain Delikan

Adapun cara bermaian dolanan anak Delikan yakni sebagai berikut:

1. Dolanan anak Delikan dapat dimainkan paling sedikit 2 anak.

2. Kemudian anak berkumpul untuk menentukan penjaga, penjaga dapat

ditentukan dengan hompimpah

3. Selanjutnya ketika sudah ada penjaganya ia akan menutup matanya di markas, markas

biasanya berupa pohon, dinding, dan tiang.

4. Penjaga mulai menghitung, biasanya 20 sampai 100 hitungan. 75

5. Anak yang tidak jaga berlari mencari tempat sembunyi yang aman agar tidak diketahui.
6. Penjaga mulai mencari anak satu dengan anak yang lain, jika ia menemukan anak yang

ia cari, ia akan berlari ke markas dan menyebutkan nama anak yang ketahuan tersebut,
dan berlanjut seperti itu terus menerus.

D. Manfaat
Adapun manfaat dari dolanan anak Delikan yakni:
1. Dapat meningkatkan kemampuan sosial emosional.
2. Membentuk karakter demokratis dan disiplin anak.
3. Mengasah kemampuan menyusun strategi.
4. Memberi banyak manfaat bagi kesehatan.

E. Solusi
Adapun solusi agar dolanan anak Delikan tidak punah, diantaranya yakni:
1. Tetap memainkan permainan tradisional petak umpet/delikan.
2. Dimasukan ke dalam pembelajaran misalnya memainkan pada saat jam pelajaran
Olahraga.
3. Mengadakan kegiatan khusus untuk permainan tradisonal petak umpet/ delikan, dengan
cara membuat permainan tersebut menjadi ajang kompetisi, misalnya di hari lomba
kemerdekaan Indonesia.
4. Membuat permainan tradisonal dengan mengenalkan permainan petak umpet/delikan
dengan cara yang lebih menyenangkan dan unik, dengan begitu anak akan tertarik untuk
bermain. Misalnya pemberian hadiah bagi yang banyak memenangkan permainan.

76

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Delikan
77

Nama : Fitriyah
NIM : 2019015066

PERMAINAN TRADISIONAL INGKLING ATAU SUNDA MANDA

A. Latar Belakang

Ingkling atau lebih dikenal dengan engklek (sunda manda) adalah permainan
tradisional sederhana yang cara memainkannya hanya butuh sebatang kapur atau alat gambar
lainnya untuk menggambar bentuk persegi sebanyak 8 buah di lantai atau ditanah lapang.
Permainan ini berasal dari Roma yang disebut dengan Hopscotch yang mempunyai arti Hop
(melompat) dan scotch (dalam garis-garis). Awalnya permainan ini di Roma digunakan untuk
latihan perang tentara Roma. Permainan ini mulai tersebar di Eropa disebabkan oleh
penjajahan Roma yang dimulai di Inggris. Sedangkan untuk Indonesia, permainan ini
dikenalkan oleh penjajah Belanda pada anak-anak pribumi. Hingga Indonesia merdeka
permainan tersebut masih di mainkan dan disebut namanya dengan Sunda manda.

B. Eksistensi
Masa kanak-kanak jaman dahulu dengan jaman sekarang sangat berbeda. Jaman

dahulu sepulang sekolah atau sore hari anak-anak bermain di luar rumah memainkan
permainan tradisional, namun sekarang ini anak-anak lebih sering bermain game di
gadgetatau bermain di tempat bermain yang ada di Mall. Untuk sekarang ini permainan
ingkling masih dijumpai di tempat saya namun tidak banyak anak dan juga tidak sering
dimainkan.

C. Cara Bermain Ingkling atau Sunda Manda

Ingkling dapat dimainkan dengan 3 bentuk gambar, yaitu: bentuk pesawat, gunung,

dan kitiran. Garis dapat digambar menggunakan kapur, kayu, batu bata, dll tergantung tempat

yang digunakan. Setelah itu pemain harus memilih kojo (untuk dilempar) dapat berupa

pecahan genting, keramik, batu dan sebagainya. Kojo dilempar kedalam kotak yang dipilih

kemudian pemain harus melompat ke kotak yang terdapat kojo tadi. Melompat dengan 1 kaki

untuk 1 kotak dan 2 kaki untuk 2 kotak yang berdampingan. Siapa yang terlebih dahulu bisa

sampai puncak dan kembali ke kotak awal dialah pemenangnya. 78

D. Manfaat
Manfaat dari permainan tradisional ingkling/ sunda manda:
1. Melatih keseimbangan.
2. Melatih ketangkasan dan kekuatan kaki.
3. Saat bermain dapat mengeluarkan keringat dan membakar kalori.
4. Mengajarkan keikhlasan, karena saat bermain pasti ada yang kalah dan ada yang menang.
5. Anak dapat mengenal lingkungan sekitar dan masyarakat luar karna biasanya permainan
ini dilakukan di luar rumah.

E. Solusi
Solusi agar permainan tradisional ingkling/ sunda manda dapat selalu eksis dan selalu
dimainkan oleh anak-anak:
1. Mengenalkan lagi permainan ingkling kepada anak-anak yang ada di lingkungan sekitar.
Sesekali mengajak mereka untuk bermain bersama permainan ingkling.
2. Mengajak anak-anak bermain permainan tradisional di sekolah pada saat jam istirahat. di
setiap harinya bermain permainan tradisional yang berbeda, agar banyak permainan
tradisional yang diketahui anak-anak. Sistem ini sudah diterapkan di Sekolah Dasar di
Jepang.

79

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Ingkling / Sunda Manda
80

Nama : Nabila Khairunnisa

NIM : 2019015074

PERMAINAN TRADISIONAL DHINGKLIK OGLAK-AGLIK

A. Latar Belakang
Permainan dhingklik oglak-aglik berasal dari Jawa, yaitu dari kata dhingklik dan

oglak-aglik. Dhingklik adalah semacam bangku kecil yang digunakan sebagai tempat duduk
yang keadaannya tidak seimbang sehingga mudah roboh . Pengertian tersebut sesuai dengan
jalannya permainan. Oleb sebab itu untuk melakukan permainan dhingklik oglak-aglik
dibutuhkan kekompakan, keseimbangan dalam ikatan bagi pesertanya. Permainan ini dapat
dipertandingkan dan diiringi dengan nyanyian.

Latar belakang sejarah perkembangan permainan dhingklik oglak-aglik belum ada
seorangpun yang mengetahui. Namun dalam perkembangannya permainan ini cukup dikenal
oleh masyarakat di DIY. Peserta permainan dhingklik oglak-aglik sedikitnya berjumlah tiga
orang. Apabila akan dipertandingkan paling sedikit harus terdapat dua kelompok atau lebih.
Setiap kelompok terdiri dari 3 – 5 anak. Permainan ini dapat dilakukan baik oleh anak putri
maupun putra atau bahkan dimainkan secara campuran. Apabila dimainkan secara campuran
biasanya pesertanya masih kecil, sedangkan jika dimainkan oleh anak putri atau putra saja
biasanya mereka sudah besar. Peserta permainan dhingklik oglak-aglik sebaiknya dipilih
yang seusia, sama besar dan sama tinggi dengan harapan dapat menjaga keseimbangan dan
tidak mudah roboh.

Adapun permainan ini mempunyai iringan lagu yang dinyanyikan bersama oleh
semua peserta sambil berlonjak–lonjak dan bertepuk tangan sehingga suasananya meriah.
Syair dalam lagu dhingklik oglak-aglik adalah sebagai berikut :
“Pasang dhingklik oglak-ag!ik, yen kecelik adang gogik, yu yu
mbakyu mangga dateng pasar
blonjo, leh olehe napa, jenang, jagung, enthok-enthok jenang jagung”, 3x

81

B. Eksistensi
Keberadaan permaninan Dhingklik Oglak Aglik ini masih dapat di jumpai diberbagai

daerah Gunungkidul dan Yogyakarta hingga sampai saat ini, namun untuk di daerah saya ini
sudah tidak di mainkan oleh anak-anak. Biasanya permainan Tradisional ini di mainkan
setelah mandi sore tepatnya setelah sholat ashar, di lapangan dan di salah satu teras rumah.
Namun seiring perkembangan zaman dan teknologi, permainan tradisional termasuk
Dhingklik Oglak Aglik, mulai tergantikan dan semakin jarang dimainkan oleh anak-anak saat
ini. Anak-anak masa kini banyak yang sudah beralih kepada game dan youtube sehingga
permainan tradisional semakin terlupakan.

C. Cara Bermain Dhingklik Oglak-Aglik
Cara bermain permainan tradisional Dhingklik Oglak Aglik.
1. Setiap anggota terdiri dari 3-5 anak
2. Semua anggota berdiri melingkar saling membelakangi dan berpegangan tangan
3. Kaki kanan atau kaki kiri setiap anggota kelompok lalu saling bertautan.
4. Dengan satu kaki yang menapak, mereka bergerak melingkar sambil menyanyikan lagu
daerah.
5. Kelompok yang paling lama mempertahankan tautan kaki sambil bergerak akan menjadi
pemenang (winner).

D. Manfaat
Manfaat permainan tradisional Dhingklik Oglak Aglik adalah melatih anak untuk

kekompakan dan Kerjasama antara anggota regu untuk mempertahankan posisi kaki yang
saling menyambung satu sama lain, permainan ini juga membutuhkan daya tahan yang kuat
untuk tetap bergerak dengan 1 kaki saja, dan bisa juga melatih anak tentang kepemimpinan
dengan menjalankan peran masing- masing di dalam regu.

E. Solusi

Solusi dari permainan tradisional Dhingklik Oglak Aglik ini adalah kita dapat

memperkenalkan atau mengangkat Kembali permainan ini di masyarakan maupun di dunia

Pendidikan misal saja di dunia pendidiakan pada saat jam istirahat tiba anak-anak akan keluar

dari kelasnya masing-masing itulah saat terbaik bagi kita untuk memperkenalkan Kembali

permainan tradisional dan juga bisa di masukan ke dalam pembelajaran. Agar permainan

tradisional dapat terus berkembang kembali di dunia anak. 82

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Dhingklik Oglak-Aglik
83

Nama : Sri Tavika

NIM : 2019015075

PERMAINAN TRADISIONAL “CAKLINGKING”

A. Latar Belakang
Permainan tradisional merupakan suatu aktvitas permainan yang tumbuh dan

berkembang secara turun temurun didaerah tertentu yang didalamnya terkandung nilai-nilai
budaya dan nilai kehidupan masyarakat. Permainan tradisional merupakan salah satu budaya
dalam kebudayaan masyarakat di Bangka Belitung. Salah satu permainan tradisional yang
sangat populer dikalangan masyarakat bangka belitung yaitu caklingking.

Caklingking merupakan permainan tradisional yang sering dimainkan untuk mengisi
waktu senggang di sore hari. Pada daerah Bangka Belitung permainan ini disebut dengan
caklingking, namun untuk di daerah lain sebutannya bermacam-macam, seperti engklek atau
lainnya. Ciri khas dari permainan caklingking yaitu setiap pemain memiliki satu buah benda
yang digunakan untuk menjalankan permainan dengan cara melemparkan benda tersebut ke
dalam salah satu gambar kotak. Benda tersebut biasanya dinamai dengan batu uncek atau
tago. Uncek ini biasanya berasal dari pecahan batu pipih atau batu yang memiliki permukaan
yang rata.

B. Eksistensi
Keberadaan permainan caklingking ini masih dapat dijumpai diberbagai daerah

Bangka Belitung hingga sampai saai ini. Akan tetapi seiring dengan kemajuan teknologi,
permainan caklingking mulai terpinggirkan dan semakin jarang dimainkan oleh anak-anak.

C. Cara Bermain Caklingking
Permainan caklingking ini dimainkan dengan cara membuat gambar kotak-kotak

diatas permukaan bidang datar seperti tanah. Kemudian, cara memainkannya melompat
dengan satu kaki dari satu kotak ke kotak lainnya. Permainan ini juga membutuhkan
konsentrasi agar pemain tidak keluar dari kotak tersebut. Adapun penjelasan cara bermain
caklingking lebih lengkap yaitu:
1. Semua pemain melakukan uang/hompimpa, yang menang mendapatkan giliran pertama.

Pemain pertama melemparkan uncek dan tidak boleh melebihi kotak yang telah
disediakan. Jika uncek melebihi kotak, maka pemain dinyatakan gugur.

84

2. Pemain pertama melompat dengan satu kaki, kemudian kembali lagi dengan mengabil
uncek yang ada di kotak 1 dengan posisi kaki satu masih diangkat.

3. Setelah itu pemain melemparkan uncek tersebut ke kotak 2. Jika keluar dari kotak 2 maka
pemain dinyatakan gugur dan diganti oleh pemain selanjutnya. Namun jika berhasil,
pemain bisa melanjutkan permainannya.

4. Begitu seterusnya sampai semua kotak sudah dilempar dengan uncek. Giliran permainan
ini dilakukan jika pemain pelempar uncek melewati sasaran atau menapak dua kaki di satu
kotak.

5. Kemudian jika semua kotak sudah dilewati oleh pemain, maka pemain tersebut bisa
melemparkan uncek dengan membelakangi caklingking. Jika uncek jatuh pada kotak yang
dikehendaki, maka kotak tersebut akan menjadi rumahnya.

6. Pemain yang mendapatkan kotak boleh berhenti dikotak tersebut dengan dua kaki. Begitu
seterusnya sampai kotak-kotak menjadi milik para pemain. Jika semua telah dimiliki oleh
pemain, maka permainan dinyatakan telah selesai.

7. Pemenang adalah pemain yang paling banyak memiliki rumah dari kotak-kotak pada
caklingking yang digambar.

D. Manfaat
Adapun manfaat permainan caklingking yaitu untuk menambah keaktifan

bersosialisasi antar teman, mengembangkan kecedasan logika anak, dan menambah rasa
gembira pada anak-anak. selain itu, melalui permainan ini juga anak-anak dapat berolahraga,
bergerak dan melatih konsentrasi dalam memenangkan permainan.

E. Solusi
Adapun solusi agar permainan caklingking tidak terpinggirkan dan terlupakan yaitu

dengan cara kita memperkenalkan ulang permainan ini kepada anak-anak daerah. Selain itu
kita dapat menerapkan permainan cakligking ini di lingkungan sekolah pada saat disela-sela
jam pelajaran olahraga agar permainan ini terus dilestarikan dan dimainkan oleh anak-anak
baik dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan sekolah.

85

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Caklingking
86

Nama : Alfian Yopa Irfansyah
NIM : 2019015087

PERMAINAN TRADISIONAL DAKON

A. Latar Belakang
Congklak atau Dakon merupakan salah satu permainan tradisional yang ada di

Indonesia. Permainan ini umumnya dimainkan oleh dua orang dengan memanfaatkan sebuah
papan congklak yang memiliki empat belas buah lubang kecil dan dua buah lubang besar
untuk dapat diisi oleh biji congklak. Tujuan permainan adalah memperoleh biji congklak
sebanyak-banyaknya pada lubang besarnya, tentunya dengan mengikuti peraturan permainan
congklak yang telah disepakati. Sebuah permainan umumnya dilakukan oleh masyarakat
sebagai salah satu Kegiatan untuk bersenang-senang, refreshing melepas kepenatan sejenak,
dan ajang berkumpul bersama teman-teman atau saudara. Permainan congklak ternyata juga
dapat dijadikan sebagai media latihan para pemainnya dalam mengasah kemampuan
berhitung dan menyusun strategi.

B. Eksistensi
Permainan Tradisional ini sudah jarang ditemukan. Karena permainan congklak sudah

tergantikan oleh game online. Di era teknologi seperti zaman sekarang game online lebih
diminati oleh anak-anak. Karena game online dinilai lebih simple dari pada permainan
tradisional congklak.

C. Cara Bermain Dakon
Cara bermainnya sangat mudah, dua orang pemain bergantian untuk memilih satu

lubang kecil miliknya untuk dipindahkan satu per satu ke lubang lainnya searah jarum jam,
hingga biji yang di genggaman habis. Permainan akan berakhir ketika semua lubang kecil
kosong, dan semua biji berada di lubang besar. Kemenangan ditentukan dari jumlah biji
terbanyak yang berada di lubang besar masing-masing pemain.

87

D. Manfaat
Dari permainan congklak, anak dapat melatih saraf motorik halus karena melibatkan otot
kecil, koordinasi mata, serta tangan anak. Selain itu, permainan congklak juga dapat melatih
kesabaran, belajar menghitung, memahami aturan, dan kejujuran anak.

E. Solusi
Solusi agar permainan tradisional dakon dapat selalu eksis dan selalu dimainkan oleh anak-
anak:
1. Memperkenalkannya kembali kepada anak tentang permainan Tradisional.
2. Membuat permainan tradisional menjadi lebih menarik.
3. Mengadakan event hari permainan tradisional yang bisa disisipkan pada acara car free
day, dimana semua anggota keluarga ikut Bermain permainan tradisional tersebut.

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Dakon

88

Nama : Vivi Candra
NIM : 2019015089

PERMAINAN TRADISIONAL PETAK UMPET

A. Latar belakang
Petak umpet adalah sejenis permainan cari dan sembunyi yang bisa dimainkan oleh

minimal 2 orang yang umumnya dilakukan di luar ruang. Mengharapkan mereka mau kembali
mengenal permainan tradisional tersebut memang sulit,karena disamping teknologi yang
tinggi dan tidak sederhana, permainan ini terkesan kuno.

Namun sebenarnya banyak nilai-nilai yang dapat dipelajari dari setiap permainan
tradisional itu. Kemampuan motorik, pengembangan otak kanan, juga mengembangkan
kemampuan bersosialisasi anak, baik dalam bekerjasama maupun dalam memecahkan
persoalan, melalui permainan tersebut. Khususnya dikota-kota besar, kini anak-anak banyak
terkungkung dalam permainan yang berbeda.

B. Eksistensi
Sudah jarang dimainkan karena kalah dengan kemajuanteknologi. Di zaman sekarang anak-
anak cenderung memilih bermainan game online yang ada pada gadget mereka

C. Cara Bermain Engklek
Seseorang yang kalah dalam undian berperan menjadi pencari teman-temannya yang

bersembunyi sambil menutup mata dan menghitung sampai sepuluh. Anak yang kalah undian
harus menunggu teman-temannya bersembunyi. Setelah perhitungan kesepuluh, dia boleh
membuka mata dan mulai mencari tempat persembunyian teman-temannya. Ada tonggak atau
batang pohon yang dijadikan pusat permainan.

Setiap anak yang bersembunyi mencoba mencapai tonggak tersebut sebelum
didahului anak pencari, bila tempat persembunyiannya diketemukan. Siapa yang kalah
mencapai tongggak lebih dulu akan menggantikan menjadi si pencari. Demikian aturan yang
disepakati bersama.

89

D. Manfaat
Permainan ini bermanfaat untuk menguji kecepatan, kejelian memperhatikan tempat
sembunyi, maupun kecerdikan

E. Solusi
Solusi agar permainan tradisional petak umpet dapat selalu eksis dan selalu dimainkan oleh
anak-anak:
1. Memasukkan permainan tradisional ke dalam kurikulum sekolah seperti yang sudah
dilakukan, terutama di tingkat SD.
2. Mengadakan event seperti festival permainan tradisional.
3. Mengadakan kompetisi atau pertandingan permainan tradisional.
4. Mengadakan event hari permainan tradisional, yang bisa disisipkan pada acara car free
day, dimana semua anggota keluarga ikut bermain permainan tradisional bersama sama.
5. Menyisipkan permainan tradisional dalam acara perkumpulan keluarga atau perkumpulan
lainnya.
6. Sosialisasi melalui media elektronik tentang permainan tradisional.
7. Menjadikan permainan tradisional sebagai salah satu pertunjukkan bagi wisatawan asing.
8. Membatasi penggunaan gawai sehingga anak anak memiliki pilihan untuk memainkan
permainan tradisional.

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Petak Umpet

90

Nama : Silvia Puspitasari

NIM : 2019015095

PERMAINAN TRADISIONAL ENGKLEK

A. Latar Belakang

Engklek adalah permainan tradisional yang memanfaatkan bidang datar sebagai arena
bermainnya. Berupa gambar 8 buah kotak dan satu gambar gunung. Gambar itu dibuat di
lantai, jalanan, tanah lapang, dan tempat datar lainnya. Gambar dibuat dengan kapur tulis,
arang, atau dengan kayu bila dibuat di tanah. Permainan ini umumnya dimainkan oleh anak-
anak perempuan.

B. Eksistensi

Permainan Tradisional ini mulai kehilangan peminat dan semakin lama hilang dari
pusaran penggunaannya. Karena kemajuan teknologi sehingga zaman sekarang anak-anak
lebih memilih bermain game online. Tetapi didaerah saya anak-anak masih memainkan
permaian engklek ini.

C. Cara Bermain Engklek

Permainan ini bisa dimainkan sendiri atau bersama pemain lainnya. Untuk mengundi urutan
pemain, dilakukan hompipa atau suit.
1. Untuk main engklek, pemain harus memiliki sebuah gaco. Biasanya berupa potongan

genteng atau batu yang pipih.
2. Gaco itu dilemparkan ke kotak pertama. Lalu pemain melompat-lompat dengan satu kaki

dari satu kotak ke kotak lain secara berurutan, kecuali kotak tempat gaco. Lalu pemain
kembali ke tempat asal tetap dengan cara melompat dengan satu kaki, sambil mengambil
gaco.
3. Karena pemain harus melompat dengan satu kaki, maka permainan ini diberi nama
engklek. Artinya melompat-lompat dengan satu kaki. Tetapi ada juga yang menyebutnya
permainan taplak gunung, sudamanda, atau sondamanda.

91

4. Selanjutnya pemain melemparkan gaco ke ruang kedua, ketiga, dan seterusnya sampai
selesai.

5. Kalau pemain sudah menyelesaikan semua kotak, pemain harus melempar gaco ke
gunung dan mengambilnya dengan badan membelakangi gunung.

6. Bila berhasil mengambilnya, berarti satu permainan selesai. Pemain berhak mendapat satu
kotak yang diberi tanda bintang dan tidak boleh diinjak pemain lain.

7. Pemain akan diganti dengan pemain lain bila gaco masuk ke kotak yang salah atau pemain
menginjak batas-batas kotak yang lumayan sempit.

8. Dalam permainan ini, pemenangnya adalah pemain yang memiliki bintang terbanyak.

D. Manfaat

Permainan ini membantu anak melatih kekuatan otot kakinya, terutama saat harus
melompat lebih jauh. Anak juga dapat melatih keseimbangan kaki dan ketepatan lemparan.
Selain itu, dari segi kognitif anak juga belajar mencari strategi di mana area terbaik melempar
batu agar bisa memenangkan permainan.

E. Solusi

Dapat diterapkan pada tema dan mata pelajaran di kelas lain. Dengan adanya model
pembelajaran berbasis permainan tradisional memiliki peran penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan pengetahuan selanjutnya. Dunia anak adalah dunia bermain sehingga apabila
siswa merasa senang dalam kegiatan belajarnya maka akan dapat menumbuhkan motivasi
anak.

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Engklek

92

Nama : Malik Machasin
NIM : 2019015114

PERMAINAN TRADISIONAL SEPAK SEKONG

A. Latar Belakang

Sepak tekong itu suatu permainan yang banyak dilakukan oleh anak-anak Kampung
Dalam yang bersifat kebersamaan. Mempunyai media yang berbeda dari beberapa daerah
lain.Meskipun memiliki variasi yang beraneka . Pal adalah sebuah kode yang diucapkan
sebagai tanda bahwa penjaga lebih dahulu sampai ke pos penjagaan setelah menemukan
pemain lain yang bersembunyi. Jika masih belum di-pal maka pemain yang bersembunyi
berhak untuk menghancur susunan tekong. Jadi, tak jarang pacu lari sering terjadi dalam
permainan ini. Dalam perkembangannya, pecahan genting dan bata digantikan dengan
Menggunakan bola plastik.

B. Eksistensi

Pada zaman dulu, permainan tradisional ini menjadi rutinitas anak-anak dalam
mengisi kekosongan waktu sehingga mereka bermain bersama. Hal tersebut rupanya berbeda
dengan kondisi sekarang. Kemajuan teknologi saat ini membuat permainan tradisional mulai
tidak diminati oleh sebagian anak-anak. Padahal permainan tradisional mengandung banyak
sekali makna yang dapat dimanfaatkan oleh anak dalam menghadapi kehidupan sehari-hari.
Seiring perkembangan zaman permainan ini sudah sangat jarang di mainkan oleh anak-anak,
karena kebanyakan anak-anak zaman sekarang lebih memilih untuk bermain game online.

C. Cara Bermain Sepak Sekong

Sebelum permainan dimulai terlebih dahulu para pemain akan bersuit untuk

menentukan siapa yang akan menjadi penjaga tekong, dan pemain lainnya akan bersembunyi

disekitar atau tidak terlalu jauh dari tekong. Tekong ditempatkan dalam sebuah garis

lingkaran. Si penjaga tekong sambil menginjak tekong dengan menutup mata dengan kedua

telapak tangannya sambil meneriakkan sudah dan belum. Apabila ada yang menyatakan

sudah, maka penjaga tekong mulai mencari dimana arah suara pemain. Jika ada yang dapat

maka ia akan menjadi penjaga tekong berikutnya. Namun apabila yang dapat bisa menyipak

tekong dengan jauh, maka ia akan memiliki waktu untuk kembali bersembunyi. Dalam

permainan ini mereka yang sering menjaga tekong adalah yang kalah. Bagi yang tidak pernah

menjaga tekong maka ia adalah pemenangnya. 93

D. Manfaat

Sepak sekong itu suatu permainan yang banyak dilakukan oleh anak-anak Kampung
Dalam yang bersifat kebersamaan, Permainan sepak tekong lebih asyik dan tidak
membosankan. meningkatkan aktivitas fisik atau sebagai salah satu kegiatan olah raga, atur
strategi, setia kawan, kelincahan, melatih kreativitas anak, mengembangkan kecerdasan sosial
dan emosional anak, sebagai media pembelajaran, dan mengembangkan kemampuan motorik
dan kemampuan biomotorik anak.

E. Solusi

Dengan Membuat permainan tradisional menjadi lebih menarik. Hilangnya minat
anak-anak tentang permainan tradisional bisa juga disebabkan karena kejenuhan akan cara-
cara memainkannya dan tidak menghibur. Oleh karena itu, sebagai generasi yang masih
peduli kita bisa mengubah permainan tersebut menjadi lebih menarik. Sebagai contoh kita
membuat suatu permainan tradisional yang meningkatkan kecerdasan anak. Kita juga bisa
mengadakan lomba dan memberikan penghargaan bagi pemenang. Dengan begitu anak-anak
akan termotivasi untuk terus bermaian permainan tersebut.

F. Ilustrasi Permainan Tradisional Sepak Sekong

94

Nama : Ceriza Etsa Noventamala

NIM : 2019015122

PERMAINAN TRADISIONAL SUNDA MANDA

A. Latar Belakang

Usia anak 0-6 tahun merupakan usia emas, dimana seluruh potensi anak akan
berkembang sangat pesat ketika mendapatkan rangsangan yang tepat. Orang tua maupun
pendidik perlu mengetahui hal ini agar dapat memberikan rangsangan yang tepat sehingga
seluruh potensi anak dapat berkembang secara optimal. Namun tidak dipungkuri masih ada
orang tua yang kurang mengerti hal ini. Kebanyakan orang tua bekerja keras untuk memenuhi
kebutuhan fisik saja. Mereka cukup menyerahkan pendidikan anaknya ke tangan seorang
pendidik, tetapi mereka lupa bahwa waktu anak bersama pendidik sangat terbatas sekali. Hal
ini akan semakin lebih parah lagi ketika pendidik kurang mampu memberikan rangsangan
yang tepat pada anak didik mereka.

Anak bergerak untuk menyalurkan energi yang ada dalam tubuhnya. Sebagai karakter
perkembangan motorik anak yaitu pengendalian gerak jasmani melalui kegiatan pusat syaraf,
urat syaraf dan otot yang terkoordinasi, (Hurlock dalam Junita, 2011). Kemampuan motorik
anak di TK Pertiwi Mlese II Gantiwarno Klaten masih rendah terutama kemampuan motorik
kasar anak, hal ini dapat dilihat pada waktu istirahat anak-anak jarang sekali yang berlari-lari,
kebanyakan anak hanya main di dalam kelas. Metode pemberian tugas juga memberikan andil
yang cukup besar sehingga kemampuan motorik kasar anak kurang berkembang. Kebanyakan
anak diberi tugas mengerjakan lembar kerja 4 agar kegiatan anak ada hasil karyanya turut
menyebabkan kemampuan motorik kasar anak kurang berkembang dengan optimal.

Indonesia memiliki keragaman budaya yang merupakan tradisi warisan nenek
moyang turun temurun dan menjadi milik bersama baik dalam bentuk lisan maupun tulisan.
Salah satunya adalah dolanan anak sunda manda, dolanan anak sunda manda memberikan
pelajaran kepada anak bukan hanya melalui pendidikan formal melainkan dari hal yang
sederhana seperti permainan dapat lebih cepat membantu pengembangan pola pikirnya dan
membentuk sikap.

95


Click to View FlipBook Version