BUKU DIGITAL
PANDUAN DALAM BEKERJA
“BUDI KERJA”
PADA UNIT KERJA BAGIAN KEUANGAN
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA
KOTA TANGERANG SELATAN
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis bisa menyelesaikan Aksi Perubahan
melalui BUku DIgital panduan dalam beKERJA “BUDI KERJA”. Tidak lupa juga
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah turut
memberikan kontribusi dalam penyusunan buku panduan ini. Tentunya buku
panduan ini tidak akan bisa maksimal jika tidak mendapat dukungan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, izinkan penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada:
1. Ibu Mursinah, S.H.,M.Si, selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota
Tangerang Selatan yang telah memberikan dukungan dan arahan untuk
menggunakan fasilitas kantor.
2. H. Oki Rudianto, S.IP.,M.Si, selaku mentor sekaligus sebagai Sekretaris
Satuan Polisi Pamong Praja yang telah memberikan dukungan dan saran
kepada penulis.
3. Ibu Euis Mulyaningsih, S.T.,M.T, selaku coach dan widyaiswara yang telah
memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan penyusunan BUku
DIgital panduan dalam beKERJA “BUDI KERJA”.
4. Para stakeholder baik internal maupun internal yang tidak dapat disebutkan
satu persatu, tim kerja efektif dan kepada semua pihak yang telah turut
memberikan kontribusi dalam menyelesaikan penyusunan Buku Panduan ini.
Sebagai penyusun, penulis menyadari bahwa buku panduan yang disusun ini
masih belum sempurna dan masih terdapat kekurangan baik dari isi materi hingga
tata bahasa penyampaian. Oleh karena itu, penulis dengan rendah hati menerima
saran dan kritik yang membangun dari pembaca agar penulis dapat memperbaiki
dan menyempurnakan buku panduan ini.
Tangerang Selatan, 31 Mei 2021
Ilham Rizky
TIM PENYUSUN
Pengarah
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
Kota Tangerang Selatan
Mursinah, SH., M.Si
Pengawas
Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja
Kota Tangerang Selatan
H. Oki Rudianto, S.Ip., M.Si
Ketua Tim
Kasubag Keuangan Satuan Polisi Pamong Praja
Kota Tangerang Selatan
Ilham Rizky, SE
Editor
Tb. Khaeril Anwar
Suryatmaji
Anggota Tim
Zefanya Lea Dyafra
Risma Destiana
ii
DAFTAR ISI
Hal.
Halaman Judul
Kata Pengantar i
Tim Penyusun ii
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN 1
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Maksud dan Tujuan 1
1.3 Dasar Hukum 2
BAB II PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN APBD 3
2.1 Persiapan 3
2.2 Pelaksanaan 3
BAB III PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNAAN ANGGARAN 7
3.1 Tahapan Pertanggungjawaban Anggaran 7
3.2 Kelengkapan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) 8
Ketentuan Kwitansi Dan Dukomen Administrasi Keuangan
3.3 13
Lainnya
BAB IV TATA CARA PERHITUNGAN PAJAK 14
4.1 Pajak Penghasilan Pasal 21 14
4.2 Pajak Penghasilan Pasal 22 14
4.3 Pajak Penghasilan Pasal 23 16
4.4 Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat (2) 17
4.5 Pajak Pertambahan Nilai 17
4.6 Bea Materai 18
4.7 Mekanisme Penyetoran Pajak 19
BAB V INFORMASI JABATAN PELAKSANA PADA SUB BAGIAN 20
KEUANGAN
5.1 Bendahara Pengeluaran 21
iii
5.2 Verifikator Keuangan 23
5.3 Pengolah Daftar Gaji 24
5.4 Pengadministrasi Keuangan 25
BAB VI STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) 26
6.1 SOP Penyusunan Laporan Keuangan 27
6.2 SOP Penerbitan SPP/SPM Gaji dan Tunjangan 31
6.3 SOP Penerbian SPP/SPM Ganti Uang (GU) 36
6.4 SOP Penerbitan SPP/SPM LS (LANGSUNG) 42
BAB VII PENUTUP 47
iv
BAB I
PENDAHUALUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pengelola keuangan pada SKPD Satpol PP mulai dari staf maupun pejabat
pengelola keuangan harus memahami aturan mengenai mekanisme dan teknis
pelaksanaan anggaran, tata cara pengajuan pembayaran dana APBD, tata cara
pelaporan, tata cara pembukuan, tata cara penghitungan pajak, tata cara
pengadaan barang dan jasa, dan tata cara surat pertanggungjawaban (SPJ)
keuangan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam menyelesaikan
suatu pekerjaan.
Pengelolaan Keuangan Daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari penyelenggaraan Urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah
sebagai akibat dari penyerahan Urusan Pemerintahan. Pengelolaan keuangan
daerah diharapkan dilakukan secara tertib, taat pada ketentuan peraturan
perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan
bertanggungjawab dengan memperhatikan kepatutan dan kewajaran.
1.2 MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud
BUku Digital panduan dalam beKERJA “BUDI KERJA” menjelaskan
secara teknis penatausahaan keuangan agar dimaksudkan sebagai acuan
dalam pelaksanaan pengelolaan keuangan bagi pegawai pelaksana
administrasi sub bagian keuangan di lingkungan SKPD Satuan Polisi
Pamong Praja Kota Tangerang Selatan. Makna kata Digital dari buku ini
yaitu buku ini hanya dipublikasikan dan di akses secara online serta dapat
di unduh berupa file berformat Pdf. Sehingga penulis tidak mencetak fisik
atau memperbanyak fisik buku ini, melainkan hanya copy paste file.
2. Tujuan
Penyusunan buku panduan dalam bekerja pada Satuan Polisi Pamong
Praja Kota Tangerang Selatan bertujuan untuk :
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 1
a. Memberi pemahaman tentang tata cara pengajuan pembayaran dana
APBD;
b. Memberi pemahaman tentang tata cara pertanggungjawaban
keuangan;
c. Memberi pemahamanan dan petunjuk tata cara pembukuan dan
pelaporan, pelaporan SPJ serta penghitungan pajak.
1.3 DASAR HUKUM
1. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
2. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Laporan Keuangan
dan Kinerja Instansi Pemerintah;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah
4. Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021 tentang perubahan atas perpres
Nomor 16 Tahun 2018 tentang pengadaan Barang/Jasa pemerintah;
5. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar
Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan;
6. Permendagri Nomor 77 tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan
Keuangan Daerah;
7. Peraturan Daerah Kota tangerang Selatan Nomor 12 Tahun 2011 tentang
Pokok-Pokok Pengelolaan Keuangan Daerah;
8. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 38 Tahun 2012 tentang
Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota
Tangerang Selatan;
9. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 49 Tahun 2016 Tentang
Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Satpol PP;
10. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 31 Tahun 2020 Tentang
Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai Negeri Sipil;
11. Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 25 Tahun 2020 tentang
Standar Harga Satuan Tahun Anggaran 2021.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 2
BAB II
PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN APBD
2.1 PERSIAPAN
Sebelum pelaksanaan APBD ada beberapa hal yang harus dipersiapkan
diantaranya :
1. Surat usulan Bendahara Pengeluaran yang di buat sebelum tahun
anggaran berkenaan yang dilaksanakan, sehingga Surat Keputusan (SK)
Kepala Daerah tentang Nama Bendahara Pengeluaran dan Pengguna
Anggaran (PA) terbit pada awal tahun anggaran berkenaan;
2. SK Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat/Panitia Pengadaan
Barang/Jasa (PPBJ) dan Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP)
diterbitkan pada awal tahun anggaran;
3. Proses Pengajuan Uang Persediaan (UP) dilakukan apabila telah dihitung
besaran UP yang akan di ajukan dan setelah itu, besaran UP tersebut di
tetapkan oleh Kepala Daerah dan pengajuannya di sertai dengan
pernyataan pengguna anggaran bahwa uang persediaan akan di gunakan
sesuai dengan peruntukannya.
2.2 PELAKSANAAN
Berdasarkan SPD atau dokumen lain yang dipersamakan dengan SPD,
bendahara pengeluaran mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
kepada PA melalui PPK-SKPD. SPP terdiri dari : SPP-UP, SPP-GU, SPP-TU
dan SPP-LS.
1. SPP-Uang Persediaan (UP)
a. Uang persediaan adalah uang kas dalam jumlah tertentu yang dikelola
bendahara pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional atau
pengeluaran yang sifat dan tujuannya tidak mungkin dilakukan melalui
mekanisme pembayaran langsung (LS). Bendahara pengeluaran
melakukan pengajuan SPP-UP kepada PA melalui PPK- SKPD setiap
awal tahun anggaran. SPP-UP dipergunakan untuk mengisi uang
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 3
persediaan pada SKPD. Pengajuan UP hanya dilakukan sekali dalam
setahun tanpa pembebanan pada kode rekening tertentu. Besaran
Uang Persediaan diatur 1/12 x (jumlah pagu belanja langsung setelah
dikurangi belanja LS). UP dapat diberikan untuk pengeluaran-
pengeluaran Belanja Barang Jasa, dan Belanja Modal;
Formulasi UP :
b. Bendahara mempersiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan
sebagai lampiran dalam pengajuan SPP-UP, selain dari dokumen SPP-
UP itu sendiri. Lampiran tersebut antara lain :
Salinan SPD;
Salinan DPA atau RKA apabila APBD belum ditetapkan;
Salinan Keputusan PA, Bendahara Pengeluaran dan Bendahara
Pengeluaran Pembantu;
Surat Pernyataan PA; dan
Lampiran lain yang diperlukan.
2. SPP-Ganti Uang (GU) Persediaan
a. Pada saat uang persediaan telah terpakai, bendahara pengeluaran
dapat mengajukan SPP Ganti Uang Persediaan (GU) setelah Surat
Pertanggungjawaban (SPJ) belanja dicatat/dibukukan ke dalam
pencatatan Buku Kas Umum (BKU) bendahara pengeluaran;
b. Bendahara pengeluaran mempersiapkan dokumen-dokumen yang
diperlukan sebagai lampiran dalam pengajuan SPP-GU, selain dari
dokumen SPP-GU itu sendiri. Lampiran tersebut antara lain :
Salinan SPD;
Surat Pernyataan PA;
Surat pengesahan pertanggungjawaban Uang Persediaan;
Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB);
Lampiran lain yang diperlukan.
3. SPP-Tambahan Uang Persediaan (TU)
a. Apabila terdapat kebutuhan belanja yang sifatnya mendesak dan uang
persediaan yang dikelola oleh bendahara pengeluaran tidak mencukupi
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 4
karena sudah direncanakan untuk kegiatan yang lain, maka bendahara
pengeluaran dapat mengajukan SPP-TU. Batas jumlah pengajuan
SPP-TU harus mendapat persetujuan dari PPKD dengan
memperhatikan rincian kebutuhan dan waktu penggunaan. Jumlah
dana yang diajukan dalam SPP-TU ini harus dipertanggungjawabkan
tersediri;
b. Dalam hal dana tambahan uang tidak habis digunakan dalam 1 (satu)
bulan, maka sisa tambahan uang disetor ke rekening kas umum
daerah. Ketentuan batas waktu penyetoran sisa tambahan uang
dikecualikan untuk :
Kegiatan yang pelaksanaannya melebihi 1 (satu) bulan;
Kegiatan yang mengalami penundaan dari jadwal yang telah
ditetapkan yang diakibatkan oleh peristiwa di luar kendali Pengguna
Anggaran.
c. Kegiatan sebagaimana dimaksud pada huruf (b), harus dilengkapi
dengan surat pernyataan Pengguna Anggaran.
d. Bendahara pengeluaran mempersiapkan dokumen-dokumen yang
diperlukan sebagai lampiran dalam pengajuan SPP-TU, SPP-TU tidak
diperkenankan mendahului tanggal surat persetujuan besaran TU dari
PPKD. Selain dari dokumen SPP-TU itu sendiri, lampiran lainnya
adalah :
Salinan SPD;
Surat Pernyataan Pengguna Anggaran;
Surat keterangan penjelasan keperluan pengisian TU;
Surat persetujuan besaran TU dari PPKD;
Lampiran lain yang diperlukan.
4. Langsung (LS)
SPP Langsung (SPP-LS) yang dipergunakan untuk pembayaran langsung
pada pihak ketiga dengan jumlah yang telah ditetapkan. SPP LS dapat
dikelompokkan menjadi :
a. SPP-LS untuk pembayaran gaji dan tunjangan;
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 5
b. SPP-LS untuk pengadaan barang/jasa
Dokumen untuk SPP-LS barang/jasa terdiri dari :
Salinan SPD;
Surat Pernyataan Pengguna Anggaran;
Dokumen-dokumen terkait kegiatan (disiapkan oleh PPTK) yang
terdiri atas :
- Surat perjanjian kerjasama/kontrak antara PA/KPA dengan pihak
ketiga serta mencantumkan nomor rekening bank pihak ketiga;
- Berita acara penyelesaian pekerjaan;
- Berita acara serah terima barang/jasa yang ditandatangani oleh
pihak ketiga/rekanan, Pengguna Anggaran, PPTK serta
penyimpan barang;
- Berita acara pembayaran;
- Kwitansi bermaterai cukup, nota/faktur/invoice yang
ditandatangani pihak ketiga, PPTK, Bendahara Pengeluaran serta
disetujui oleh PA/KPA;
- e-faktur pajak (PPN) yang telah ditandatangani wajib pajak atau
wajib pungut;
- Foto copy NPWP Pihak Ketiga;
- Surat jaminan bank atau yang dipersamakan yang dikeluarkan
oleh bank atau lembaga keuangan non bank (asli/legalisir);
- Referensi Bank yang masih berlaku;
- Foto copy Giro/Tabungan/Rekening Koran pihak ketiga;
- Berita acara pemeriksaan yang ditandatangani oleh pihak
ketiga/rekanan serta unsur panitia penerima hasil pekerjaan
berikut lampiran daftar barang yang diperiksa;
- Khusus untuk pekerjaan konsultan yang perhitungan harganya
menggunakan biaya personil (billing rate), berita acara prestasi
kemajuan pekerjaan dilampiri dengan bukti kehadiran dari tenaga
konsultan sesuai pentahapan waktu pekerjaan dan bukti
penyewaan/pembelian alat penunjang serta bukti pengeluaran
lainnya berdasarkan rincian dalam surat penawaran.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 6
BAB III
PERTANGGUNGJAWABAN PENGGUNAAN ANGGARAN
3.1 TAHAPAN PERTANGGUNGJAWABAN ANGGARAN
Dalam mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran ada beberapa hal
yang harus diperhatikan :
1. Pencatatan dan pengarsipan oleh PPTK
a. PPTK agar membuat rincian pembayaran non tunai dan diserahkan
kepada Bendahara Pengeluaran agar dapat segera memproses
pembayaran;
b. PPTK agar melaksanakan pengendalian anggaran kegiatan dengan
melakukan pencatatan realisasi anggaran pada masing-masing lingkup
sub kegiatan yang dijalankannya;
c. Surat Pertanggungjawaban cukup 1 rangkap, setelah di verifikasi,
diinput dan ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran dan Pengguna
Anggaran agar dapat di copy¸dan diserahkan 2 rangkap ke bag
Keuangan ( asli dan foto copy @1 rangkap ) dengan dilampiri dengan
bukti bayar pajak dan foto copy SP2D;
d. PPTK agar mengarsipkan fotocopy SP2D berikut SPJ kegiatannya;
e. Melaksanakan rekapitulasi belanja baik UP, TU, GU maupun LS sesuai
kegiatannya masing-masing;
f. PPTK harus memiliki arsip SPJ keuangan seluruh transaksi baik yang
dilaksanakan sendiri maupun yang dilaksanakan oleh pemborong/pihak
ketiga sebagai penyedia/penyelenggara acara rapat atau even tertentu,
serta laporan baik fisik maupun administrasi yang menjadi
tanggungjawabnya, sebagaimana tertuang dalam kontrak/SPK atau
perjanjian lainnya yang telah disepakati bersama dengan mitranya;
g. PPTK agar melakukan rekonsiliasi realisasi belanja setiap bulannya
maksimal tanggal 5 dengan bendahara pengeluaran.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 7
2. Mekanisme Pengajuan dan Pembayaran Belanja Ganti Uang (GU)
PPTK dapat mengajukan permohonan pembayaran belanja kegiatan yang
telah dilaksanakan kepada bendahara pengeluaran dengan ketentuan :
a. Telah terbit SP2D UP/TU/GU dari belanja kegiatan SPJ (GU) yang
pernah diajukan atau dibayarkan sebelumnya;
b. Membuat Nota Dinas Permohonan Ganti Uang (GU) dan telah
mendapat persetujuan dari Pengguna Anggaran yang dituangkan
dalam sebuah surat perintah bayar serta dilengkapi dengan SPJ yang
telah di validasi (diparaf dan ditandatangani);
c. Dokumen SPJ yang telah di validasi dan lengkap dapat diserahkan
kepada verifikatur pada sub bagian keuangan;
d. Apabila dalam verifikasi SPJ terdapat kesalahan dan kekurangan agar
segera diselesaikan maksimal pada hari berkenaan. Apabila perbaikan
belum bisa dipenuhi SPJ tersebut akan dikembalikan kepada PPTK;
e. Setiap alat bukti pembayaran (kwitansi) ditandatangani oleh Pengguna
Anggaran, Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ), PPTK,
Bendahara Pengeluaran dan pihak ketiga/penyedia barang dan jasa
disertai dengan stempel pihak ketiga/toko/penyedia barang dan jasa;
f. SPJ Kegiatan GU yang sudah lolos validasi dan verifikasi akan
dibayarkan secara non tunai oleh bendahara keuangan melalui aplikasi
IBC (Internet Banking Coorporation) dan dibukukan ke dalam aplikasi
pencatatan Buku Kas Umum (BKU) untuk dilanjutkan ke pembuatan
SPP Ganti Uang dari SPJ kegiatan yang telah di bayarkan.
3.2 KELENGKAPAN SURAT PERTANGGUNGJAWABAN (SPJ)
1. Belanja Pegawai
Seluruh belanja pegawai dibayarkan secara non tunai baik dengan
mekanisme Langsung (LS) yaitu melalui PPKD selaku BUD atau dengan
mekanisme transfer dari Rekening Satpol PP/Bendahara Pengeluaran ke
rekening penerima. Dalam kelengkapan SPJ pada setiap kegiatan agar
membuat Surat Ketetapan sekretariat Pelaksana Kegiatan Tim Internal dan
dilampirkan pada Surat Pertanggungjawaban (SPJ). Pada Standar Harga
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 8
Satuan anggaran tahun 2021, honorarium Sekretariat tim panitia pelaksana
kegiatan dapat diberikan apabila seseorang yang diangkat dalam suatu tim
pelaksana kegiatan untuk melaksanakan suatu tugas tertentu berdasarkan
Keputusan Walikota atau Sekretaris Daerah.
2. Belanja Barang dan Jasa
Pelaksanaan pembayaran belanja barang dan jasa juga dibayarkan
secara non tunai, baik dibayarkan transfer dari Bendahara Pengeluaran
(Rekening Satpol PP) ke Rekening Penyedia Barang dan Jasa ataupun
dapat dilakukan dengan mekanisme Langsung (LS) dari RKUD ke
Rekening Penyedia Barang dan Jasa. Batasan maksimal nilai transaksi
pembayaran non tunai belanja barang dan jasa melalui transfer bendahara
pengeluaran (rekening Satpol PP) adalah Rp. 50.000.000,-, sedangkan
apabila melalui mekanisme LS RKUD adalah Rp. 0,- s/d tidak terhingga
(sesuai dengan kebutuhan yang akan di bayarkan berdasarkan Daftar Pagu
Anggaran/DPA).
Kelengkapan dokumen SPJ dari jenis-jenis belanja yang sering di
jumpai pada kegiatan satpol pp, antara lain :
a. Belanja Jasa Narasumber dan Tenaga Ahli :
Biodata narasumber/tenaga ahli;
Daftar penerima honor yang sudah ditandatangani dilengkapi dengan
nomor rekening bank;
Bukti potong pajak ( e – billing );
Daftar Hadir;
Copy buku rekening bank penerima;
Copy NPWP (jika ada)
Surat permohonan narasumber/tenaga ahli;
Foto copy materi.
b. Belanja Uang Saku :
Tanda Terima Uang Saku;
Daftar Hadir;
Bukti potong pajak ( e-billing );
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 9
Copy buku rekening bank penerima;
Surat Undangan.
c. Pembayaran Jasa pertunjukan/tampilan percontohan seni : suara,
drama, tari, bela diri, olah raga, dan sejenisnya harus dilengkapi
dengan :
Surat permintaan dari PA kepada calon peserta/penyaji;
Surat jawaban atau pengajuan dari calon peserta/penyaji;
Data pribadi calon peserta/penyaji;
Surat Penetapan sebagai peserta perorangan/ tim pelaksanaan
acara oleh PA;
Daftar Penerimaan Uang / Honor dilengkapi nomor rekening bank
Copy buku rekening bank penerima;
Copy NPWP (jika ada)
Dokumentasi.
d. Belanja Bahan Pakai Habis ( ATK, Perlengkapan Peserta, dsb) :
Kwitansi pembayaran (bermaterai cukup dan bertanda tangan
lengkap serta stempel/cap pihak penyedia);
Nota Rincian barang yang dibeli yang sudah ditandatangani oleh
penyedia;
Surat pernyataan kepemilikan usaha;
Copy buku rekening bank
Copy NPWP (jika ada)
Kewajiban Pajak / e-billing penyedia;
Tanda terima bila diberikan kepada peserta;
Berita acara serah terima barang/persediaan;
e. Belanja Dokumentasi
Kwitansi pembayaran (bermaterai cukup dan bertanda tangan
lengkap serta stempel/cap pihak penyedia);
Nota Rincian barang yang dibeli yang sudah ditandatangani oleh
penyedia;
Surat pernyataan kepemilikan usaha;
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 10
Copy buku rekening bank
COPY NPWP (jika ada)
Kewajiban Pajak / e-billing penyedia
Bukti fisik dokumentasi (foto/album/CD);
Berita acara serah terima barang/persediaan.
f. Kelengkapan SPJ Makan minum acara rapat :
Kwitansi pembayaran dari Toko/Penyedia (bermaterai cukup dan
bertanda tangan lengkap serta stempel/cap pihak penyedia);;
Nota rincian barang yang dibeli;
Surat pernyataan kepemilikan usaha;
Copy buku rekening bank
COPY NPWP (jika ada)
Kewajiban Pajak / e-billing toko/penyedia
Surat Undangan;
Daftar Hadir dan tanda terima makan minum;
Notulensi;
Dokumentasi.
g. Untuk setiap belanja aset agar mendapatkan lembar surat validasi aset
dari bidang aset BPKAD Kota Tangerang Selatan dan melampirkan :
Resume Kontrak (bila melalui mekanisme LS);
Kwitansi;
Berita Acara Pembayaran (bila melalui mekanisme LS);
SPK/ Surat Pesanan;
Nomor Rekening Bank
Berita Acara Serah Terima Pekerjaan (bila melalui mekanisme LS);
Berita Acara Provisinal Hand Over (PHO) untuk belanja Modal
Konstruksi.
h. Belanja Perjalanan Dinas :
Perjalanan dinas jabatan merupakan perjalanan dinas dari tempat
kedudukan ke tempat yang dituju dan kembali ke tempat kedudukan
semula baik yang dilakukan didalam atau luar wilayah negara
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 11
kesatuan republik indonesia untuk kepentingan pemerintah daerah;
Biaya perjalanan dinas terdiri dari :
- Uang harian
- Biaya penginapan
- biaya tranportasi
- uang representasi perjalanan dinas
Perjalanan dinas dilakukan secara selektif, yaitu hanya untuk
kepentingan yang sangat tinggi dan prioritas yang berkaitan dengan
penyelenggaraan pemerintahan daerah dan jumlah hari diatur
sebagai berikut:
- Jabatan Tinggi Pratama / Staf Khusus / Jabatan Administrator /
Jabatan Pengawas / Pelaksana ASN dengan maksimal jumlah
hari perjalanan dinas dalam setahun sebanyak 108 hari;
- Pelaksana Non ASN dengan maksimal jumlah hari perjalanan
dinas dalam setahun sebanyak 96 hari.
Kelengkapan dokumen administrasi pertanggungjawaban (SPJ)
antara lain sebagai berikut :
- SPT;
- Visum;
- Laporan Hasil Perjalanan Dinas;
- Surat Perintah Bayar;
- Rincian Perjalanan Dinas;
- Kuitansi/Tanda Terima Uang harian (Lumpsum);
- Daftar Rekapitulasi Penerima Pembayaran Transfer Perjalanan
dinas;
- Surat undangan untuk perjalanan dinas dalam rangka menghadiri
undangan.
3. Belanja Modal
Pembayaran transaksi belanja modal pada prinsipnya sama dengan belanja
barang dan jasa yaitu dibayarkan secara non tunai melalui mekanisme LS
maupun Transfer Bendahara Pengeluaran/Bendahara Pengeluaran
Pembantu.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 12
3.3 KETENTUAN KWITANSI DAN DUKOMEN ADMINISTRASI KEUANGAN
LAINNYA
1. Kwitansi Swakelola dari pedagang/toko sbb:
2. Kwitansi LS definitif, harus tertulis rujukan uraian belanja, nama dan Status
jabatan penerima uang, nilai nominal harus sesuai dengan huruf, tidak
boleh terdapat coretan, tanggal, nomor kwitansi, NPWP, Rekening Bank,
serta ditanda tangani Bendahara Pengeluaran, Pengguna Anggaran, PPTK
dan Pejabat Pengadaan barang jasa;
3. Materi dokumen yang terkait dengan SPJ keuangan yang lembar/halaman
lebih dari satu setiap lembar/halaman tersebut harus diparaf oleh yang
menandatanganinya Dokumen :
a. Surat Keputusan
b. Surat Perintah Tugas
c. Surat Perintah Kerja
d. Dokumen Kontrak
e. Surat Perintah Mulai Kerja
f. Surat Perjanjian Kerjasama
g. Nota Kesepahaman (MoU)
h. Berita Acara Pemeriksaan
i. Berita Acara Serah Terima
j. Berita Acara Pembayaran
4. Dalam rangka kerjasama/kemitraan harus dituangkan kedalam surat
perjanjian kerjasama secara rinci, lengkap dan mengikat.
5. Pembukuan dan Pelaporan
Setiap kegiatan harus memiliki pembukuan atas pembelanjaan anggaran
kegiatan tersendiri minimal :
a. Buku Kas Umum Kegiatan
b. Kartu Kendali Anggaran per Kode Rekening
c. Kartu Kendali Anggaran pertolok ukur
d. Daftar Pembelian asset lancar dan tidak lancar.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 13
BAB IV
TATA CARA PERHITUNGAN PAJAK
Pajak adalah iuran rakyat kepada negara berdasarkan undang-undang
dengan tidak mendapat balas jasa secara langsung yang hasilnya digunakan
untuk membiayai penyelenggaraan negara.
Macam-macam pajak yang digunakan dalam urusan sehari-hari :
4.1 PAJAK PENGHASILAN PASAL 21
Pajak Penghasilan Pasal 21 adalah Pajak atas penghasilan berupa gaji,
upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain yang diterima atau
diperoleh wajib pajak orang pribadi dalam negeri sehubungan dengan
pekerjaan atau jabatan, jasa, dan kegiatan, terdiri dari :
1. Honorarium PNS Gol IV dikenakan PPh Pasal 21 sebesar 15%
2. Honorarium PNS Gol III dikenakan PPh Pasal 21 sebesar 5%
3. Honorarium Pegawai Honorer tidak dikenakan Pajak, kecuali untuk
penerimaan insentif dan diluar Gaji dikenakan PPh Pasal 21 sebesar 5%
4. Bagi pegawai yang tidak memiliki NPWP dikenakan tarif +20%
4.2 PAJAK PENGHASILAN PASAL 22
Pajak Penghasilan Pasal 22 adalah PPh yang dipungut oleh :
1. Bendaharawan Pemerintah Pusat/Daerah, instansi atau lembaga
pemerintah barang dan lembaga-lembaga negara lainnya, berkenaan
dengan pembayaran atas pembelian barang;
2. Pembelian belanja barang diatas Rp. 1.000.000,- dikenakan PPn 10 %, dan
diatas Rp. 2.000.000,- dikenakan PPN 10 % dan PPh 22 sebesar 1.5 %;
3. Belanja makanan dan minuman di restoran. rumah makan dan warung nasi
di atas Rp. 2.000.000,- dikenakan PPh 22 sebesar 1,5% tanpa PPN
4. Apabila rekanan tidak memiliki NPWP tarif dikenakan 100 % lebih tinggi;
5. Badan-badan tertentu, baik badan Pemerintah maupun swasta berkenaan
dengan kegiatan di bidang impor atau kegiatan usaha di bidang lain.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 14
Dikecualikan dari pemungutan PPh Psl. 22, antara lain :
1. Pembayaran atas pembelian barang yang jumlahnya paling banyak Rp.
2.000.000,- dan tidak merupakan pembayaran yang terpecah –pecah
dalam beberapa faktur;
2. Pembayaran untuk pembelian bahan bakar minyak, listrik, gas, air
minum/pdam, dan benda benda pos;
3. Pembayaran untuk pembelian barang sehubungan dengan penggunaan
dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS);
4. Pembayaran atas penyerahan barang sehubungan dengan pekerjaan
pemerintah yang dibiayai dengan hibah / pinjaman luar negeri.
Contoh :
1. Pengadaan barang Rp. 2.000.000,00 keatas dikenakan PPh Pasal 22
sebesar 1.5% dan PPN sebesar 10% dari Dasar Pengenaan Pajak.
2. Pembelian ATK keperluan Kantor sebesar Rp. 2.600.000,00 (sudah
termasuk pajak PPN dan PPh)
Cara perhitungannya :
Untuk mengetahui berapa jumlah PPh yang wajib dipungut/dipotong maka
harus mengetahui nilai PPN terlebih dahulu.
a. menghitung PPN
= Nilai Pembelian : 1,1 x 10%
= Rp. 2.600.000 : 1,1 x
= Rp. 236.363
b. Menhitung PPh 22
= ( Nilai pembelian – PPN ) x tarif PPh 22
= ( 2.600.000 – 236.363 ) x 1,5 %
= Rp. 35.455
Jika tidak memiliki NPWP maka PPH 22 dikenakan 3% yaitu Rp. 35.455 x 2
= Rp. 70.910
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 15
4.3 PAJAK PENGHASILAN PASAL 23
Pajak Penghasilan Pasal 23 adalah pajak yang dipotong atas penghasilan
yang berasal dari royalti, hadiah/penghargaan, penyerahan jasa sewa dan
penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta, dan imbalan
sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konsultan dan jasa lain.
Besarnya pemotongan PPh Pasal 23 adalah:
1. Sebesar 15% (lima belas persen) dari jumlah bruto atas royalti dan
hadiah/penghargaan;
2. Sebesar 2% (dua persen) dari jumlah bruto atas:
a) sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta.
b) imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa
konsultan dan jasa lain.
Untuk sewa kendaraan yang dibebankan pada kode rekening perjalanan
dinas tidak dipungut pajak.
Adapun jenis jasa lain yang terkena PPh Pasal 23, yaitu seperti :
1. Jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan,
2. Jasa Lainnya : Jasa penilai, jasa aktuaris, jasa akuntansi, jasa perancang,
jasa pengeboran migas, jasa penunjang di bidang penerbangan, jasa
penebangan hutan, jasa pengolahan limbah, jasa penyedia tenaga kerja,
jasa perantara, jasa instalasi, jasa pemeliharaan, jasa maklon, jasa
penyelidikan dan keamanan, jasa penyelenggaraan kegiatan, jasa
pengepakan, jasa media masa, jasa pembasmian hama, jasa kebersihan,
jasa catering.
Contoh :
Pembelian makanan dan minuman pada CV. Catering dengan total
pemesaan sebesar Rp. 5.000.000,-
Cara penghitungannya :
Untuk mengetahui berapa jumlah PPh yang wajib dipungut/dipotong maka
perhitungannya yaitu :
PPh 23 = Nilai x tarif PPh 23
PPh 23 = Rp. 5.000.000,- x 2 %
PPh 23 = Rp. 100.000,-
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 16
Jika tidak memiliki NPWP maka PPh 23 dikenakan 4% yaitu Rp. 100.000,-
x 2 = 200.000,-
Khusus belanja makanan dan minuman menggunakan jasa catering,
berapapun jumlahnya itu hanya dikenakan PPh 23 (final) tanpa PPN.
4.4 PAJAK PENGHASILAN PASAL 4 AYAT (2)
Adalah cara pelunasan pajak dalam tahun berjalan antara lain melalui
pemotongan atau pemungutan pajak yang bersifat final atas penghasilan
tertentu yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah. Penghasilan tertentu
yang dikenai Pajak Penghasilan bersifat final sebagai berikut:
1. Sewa tanah dan/atau bangunan tarif 10%;
2. Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan tarif 2,5%
3. Jasa Kontruksi (Perencanaan, Pengawasan dan Pelaksanaan) Tarif
Berdasarkan Kualifikasi;
4. Penghasilan dari usaha yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak yang
memiliki peredaran bruto tertentu.
4.5 PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN)
Pajak Pertambahan Nilai atau PPN merupakan pelunasan pajak yang
dikenakan atas setiap transaksi pembelian barang atau perolehan jasa dari
pihak ketiga, misal pembelian alat tulis kantor, pembelian seragam untuk
keperluan dinas, pembelian komputer, pembelian mesin absensi Pegawai,
perolehan jasa konstruksi, perolehan jasa pemasangan mesin absensi,
perolehan jasa perawatan AC kantor, dan perolehan jasa atas tenaga
keamanan.
Secara umum, atas setiap transaksi pembelian barang dan perolehan jasa
dari pihak ketiga/rekanan yang dibayar oleh bendahara harus dipungut PPN.
Namun demikian, terdapat beberapa transaksi pembelian barang dan
perolehan jasa dari pihak ketiga yang tidak perlu dipungut PPN oleh bendahara
yaitu:
1. pembayaran yang jumlahnya paling banyak Rp1.000.000,00 (satu juta
rupiah) dan tidak merupakan pembayaran yang terpecah-pecah;
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 17
2. pembayaran untuk pembebasan tanah, kecuali pembayaran atas
penyerahan tanah oleh real estate atau industrial estate;
3. pembayaran atas penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena
Pajak yang menurut ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
mendapat fasilitas Pajak Pertambahan Nilai tidak dipungut dan/atau
dibebaskan dari pengenaan Pajak Pertambahan Nilai;
4. pembayaran atas penyerahan Bahan Bakar Minyak dan Bukan Bahan
Bakar Minyak oleh PT Pertamina (Persero);
5. pembayaran atas rekening telepon;
6. pembayaran atas jasa angkutan udara yang diserahkan oleh perusahaan
penerbangan;
7. pembayaran lainnya untuk penyerahan barang atau jasa yang menurut
ketentuan perundang- undangan yang berlaku tidak dikenakan Pajak
Pertambahan Nilai.
Cara Penghitungan PPN yaitu Rumus PPN = Nilai pembelian : 11
Contoh :
Pembelian ATK di Toko Andhika sebesar Rp. 1.000.000,- maka
PPN = Rp. 1.000.000,- : 11
PPN = Rp. 90,909;-
4.6 BEA MATERAI
Bea Meterai merupakan pajak yang dikenakan terhadap dokumen yang
menurut Undang-undang Bea Meterai menjadi objek Bea Meterai. Pada
prinsipnya, dokumen yang harus dikenakan bea meterai adalah dokumen yang
menyatakan nilai nominal sampai jumlah tertentu, dokumen yang bersifat
perdata, dan dokumen yang digunakan di muka pengadilan. Mulai tahun 2021,
diberlakukan tarif bea materai tunggal yaitu hanya Rp. 10.000,- dengan masa
transisi satu tahun atau hingga akhir desember 2021. Pada masa transisi,
materai Rp. 3.000,- dan Rp. 6.000,- masih bisa digunakan untuk menggantikan
materai Rp. 10.000, tetapi dengan minimal Rp. 9.000,- yaitu dengan ditempel
secara berdampingan dalam satu dokumen.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 18
4.7 MEKANISME PENYETORAN PAJAK
Kewajiban bendahara pengeluaran selanjutnya adalah menyetorkan PPh
dan/atau PPN melalui sistem pembayaran pajak elektronik (e-billing) dan/atau
layanan pada loket/teller pada Kantor Pos, bank devisa, atau bank penerima
pembayaran yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan, dengan ketentuan:
1. Pembayaran diutamakan melalui e-billing dengan login ke website
sse.pajak.go.id dan djponline.pajak.go.id denan mengisi form SSP melalui
website tersebut;
2. Semua SSP ditandatangani oleh Bendahara Pengeluaran baik itu yang
menggunakan NPWP Dinas maupun NPWP rekanan;
3. Setiap penyetoran pajak harus dilampiri dengan NTPN ( Nota Tanda
Penerimaan Negara ) jika tidak dilampirkan NTPN maka pajak dianggap
belum disetorkan;
4. PPh Pasal 4 ayat (2) harus disetor paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan
berikutnya setelah Masa Pajak;
5. PPh Pasal 21 disetor paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan berikutnya
setelah Masa Pajak berakhir;
6. PPh pasal 23 harus disetor paling lama tanggal 10 (sepuluh) bulan
berikutnya setelah Masa Pajak berakhir;
7. PPh Pasal 22 harus disetor paling lama 7 hari setelah tanggal pelaksanaan
pembayaran;
8. PPN atau PPN dan PPnBM harus disetor paling lama tanggal 7 (tujuh) hari
setelah tanggal pelaksanaan pembayaran kepada PKP rekanan pemerintah
melalui KPPN;
9. PPN atau PPN dan PPnBM yang pemungutannya dilakukan oleh Pejabat
Penandatangan Surat Perintah Membayar sebagai Pemungut PPN, harus
disetor pada hari yang sama dengan pelaksanaan pembayaran kepada
Pengusaha Kena Pajak Rekanan Pemerintah melalui Kantor Pelayanan
Pembendaharaan Negara (LS);
10. Setiap bulan agar Pengadministrasi SPJ membuat laporan Pajak bulanan
dan diserahkan ke Subbag Keuangan paling lambat tanggal 5 setiap
bulannya.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 19
BAB V
INFORMASI JABATAN PELAKSANA PADA SUB BAGIAN KEUANGAN
SATPOL PP
Informasi jabatan memuat tentang nama jabatan, kelas jabatan, kualifikasi
pendidikan, unit kerja, ikhtisar jabatan, uraian tugas dan wewenang. Setiap
kegiatan tugas jabatan yang akan dilakukan harus berdasarkan pada tugas dan
fungsi, wewenang, tanggungjawab, dan uraian tugas yang telah ditetapkan dalam
Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK). Untuk itu, mungkin perlu dalam buku
ini, dilengkapi dengan uraian tugas dan fungsi (tupoksi) masing-masing pegawai.
Berikut beberapa manfaat uraian tupoksi yang diterima organisasi dan pegawai
saat menerapkan tupoksi yang baik dalam pekerjaan :
1. memperjelas siapa yang bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas tugas-
tugas dalam organisasi;
2. membantu pegawai memahami tugas dan tanggung jawabnya;
3. memberikan informasi tentang pengetahuan, pelatihan, pendidikan, dan
keterampilan yang dituntut untuk melaksanakan tiap-tiap pekerjaan secara
lengkap dan objektif.
4. dan lain-lain
Untuk lebih jelasnya, dibawah ini merupakan informasi jabatan yang ada di
unit kerja Sub Bagian Keuangan di Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang
Selatan Tahun 2021.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 20
7.1 BENDAHARA PENGELUARAN
1. Nama Jabatan : Bendahara pengeluaran
2. Kelas Jabatan : 7 ( Tujuh )
3. Kualifikasi Pendidikan : D-3 (Diploma-Tiga) bidang Akuntansi/
manajemen atau bidang lain yang relevan
dengan tugas jabatan
4. Unit Kerja : Sub Bagian Keuangan
5. Kedudukan Dalam Struktur Organisasi
6. Ikhtisar Jabatan
Melakukan kegiatan pengelolaan uang persediaan,
pengeluaran/pembayaran belanja dan pembukuan serta pertanggung
jawaban terkait transaksi keuangan.
7. Uraian Tugas dan Wewenang
a. menerima, menyimpan uang persediaan/surat berharga/barang
sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk bahan
pertanggungjawaban;
b. mengajukan Surat Permintaan Pembayaran (SPP) menggunakan
SPP UP, SPP GU, SPP TU, dan SPP LS;
c. melaksanakan pembayaran dari UP, GU, dan TU yang dikelolanya;
d. mencatat penerimaan dan pengeluaran uang di dalam Buku Kas
Umum (BKU) atau pembukuan daftar penerimaan dan pengeluaran
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 21
yang telah ditetapkan sesuai prosedur yang berlaku untuk bahan
lampiran laporan;
e. meneliti kelengkapan dokumen pembayaran;
f. menyiapkan dokumen surat tanda setoran atas pengembalian
belanja akibat koreksi atau hasil pemeriksaan internal dan eksternal
g. melakukan rekonsiliasi dengan pihak Bank yang ditetapkan Kepala
Daerah
h. membuat laporan pertanggungjawaban secara administratif kepada
pengguna anggaran (PA) dan laporan pertanggung jawaban secara
fungsional kepada BUD secara periodik;
i. memungut dan menyetorkan pajak sesuai dengan ketentuan
peraturan dan perundang-undangan;
j. membantu mengkoordinasikan Laporan Keuangan dan Catatan
Atas Laporan Keuangan kepada unit kerja/perangkat daerah terkait
k. mengikuti Pembinaan dan Bimbingan Teknis dalam Pengelolaan
Keuangan dan Menerima Tugas Kedinasan lain dari Pimpinan;
l. menolak perintah bayar dari PA yang tidak sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 22
7.2 VERIFIKATOR KEUANGAN
1. Nama Jabatan : Verifikator Keuangan
2. Kelas Jabatan : 6 ( enam )
3. Kualifikasi Pendidikan : D-3(Diploma-Tiga) bidang Akuntasi/
Manajeman/Administrasi Perkantoran atau
bidang lain yang relevan dengan tugas
jabatan
4. Unit Kerja : Sub Bagian Keuangan
5. Kedudukan Dalam Struktur :
Organisasi
6. Ikhtisar Jabatan
Melakukan kegiatan verifikasi terhadap dokumen usulan pencairan
anggaran
7. Uraian Tugas
a. membantu menghimpun / menyusun / menganalisa / merumuskan /
dokumen pelaporan keuangan bulanan, triwulanan, semester dan
tahunan di lingkup Dinas;
b. membantu meneliti kebenaran dan kelengkapan dokumen
pembayaran administrasi keuangan;
c. membantu menghimpun / menyusun / menganalisa / merumuskan /
dokumen Catatan Atas Laporan Keuangan;
d. mengikuti Pembinaan dan Bimbingan Teknis dalam Pengelolaan
Keuangan;
e. menerima dan melaksanakan tugas lain dari atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 23
7.3 PENGOLAH DAFTAR GAJI
1. Nama Jabatan : Pengolah Daftar Gaji
2. Kelas Jabatan : 6 ( enam )
3. Kualifikasi Pendidikan : D-3(Diploma-Tiga) bidang Akuntansi/
Manajemen/Administrasi /Teknik
Informatika/Manajemen Teknik Informatika
atau bidang lain yang relevan dengan tugas
jabatan
4. Unit Kerja : Sub bagian Keuangan
5. Kedudukan Dalam Struktur :
Organisasi
6. Ikhtisar Jabatan
Melakukan kegiatan pengelolaan dan penyusunan laporan realisasi Gaji
dan Tunjangan
7. Uraian Tugas
a. membantu menyelenggarakan pengelolaan gaji dan tunjangan di
lingkup Sub Bagian Keuangan Satpol PP
b. membantu Bendahara pengeluaran dalam melakukan pemotongan
dan pembayaran gaji dan tunjangan
c. membantu menyiapkan bahan penyusunan dokumen perencanaan
program, kegiatan dan anggaran pada sub bagian keuangan;
d. mengikuti Pembinaan dan Bimbingan Teknis dalam Pengelolaan
Keuangan;
e. menerima dan melaksanakan tugas lain dari atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 24
7.4 PENGADMINISTRASI KEUANGAN
1. Nama Jabatan : Pengadministrasi Keuangan
2. Kelas Jabatan : 5 ( Lima )
3. Kulifikasi Pendidikan : SLTA/DI/ D-2 (Diploma-Dua)/D-3 (Diploma-
Tiga) bidang Manajemen Perkantoran/
Administrasi perkantoran/ Tata Perkantoran
atau bidang lain yang relevan dengan tugas
jabatan
3. Unit Kerja : Sub bagian Keuangan
4. Kedudukan Dalam Struktur :
Organisasi
5. Ikhtisar Jabatan
Melakukan kegiatan pencatatan dan pengadministrasian di sub bagian
keuangan
6. Uraian Tugas
a. membantu menyiapkan dokumen pendukung pelaksanaan
program, kegiatan dan angaran sub bagian keuangan satpol pp;
b. melakukan kegiatan administrasi keuangan di lingkup sub bagian
keuangan ;
c. menyimpan dan mendokumentasikan transaksi administrasi
keuangan;
d. mengikuti Pembinaan dan Bimbingan Teknis dalam Pengelolaan
Keuangan;
e. menerima dan melaksanakan tugas lain dari atasan sesuai dengan
tugas dan fungsinya.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 25
BAB VI
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR ( SOP )
Standar Operasional Prosedur yang selanjutnya di sebut SOP adalah
serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses
penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan,
dimana dan oleh siapa dilakukan. Sebagaimana tertuang dalam Permenpan&RB
nomor 35 Tahun 2012 tentang pedoman penyusunan standar operasional
prosedur administrasi pemerintahan. Pada hakekatnya, tujuan SOP yaitu sebagai
pedoman dalam melaksanakan dan menyelesaikan suatu pekerjaan secara efektif
dan efisien sesuai dengan ketentuan dan peraturan. Oleh karena itu, untuk
mewujudkan pelaksanaan pekerjaan yang efektif dan efisien, perlu adanya acuan
dalam bentuk dokumen SOP dalam unit kerja keuangan pada Satuan Polisi
Pamong Praja (Satpol PP).
Adapun SOP mempunyai manfaat, diantaranya adalah :
1. sebagai standarisasi cara yang dilakukan aparatur dalam menyelesaikan
pekerjaan yang menjadi tugasnya;
2. mengurangi tingkat kesalahan dan kelalaian yang mungkin dilakukan oleh
seorang pegawai dalam melaksanakan tugas;
3. meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab
individual aparatur dan organisasi secara keseluruhan;
4. membantu aparatur menjadi lebih mandiri dan tidak tergantung pada
intervensi manajemen, sehingga akan mengurangi keterlibatan pimpinan
dalam pelaksanaan proses sehari-hari;
5. sebagai panduan dan acuan kepada pegawai baru dalam melaksanakan
tugas dan tanggung jawabnya.
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 26
8.1 SOP PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN
Nomor SOP : /SATPOLPP-Sekret/2021
Tanggal Buat : April 2021
Tanggal Revisi : April 2021
Tanggal Efektif : Januari 2021
Di sahkan oleh :
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KEPALA
SUB BAGIAN KEUANGAN NIP.
Nama SOP : Penyusunan Laporan Keuangan
DASAR HUKUM KUALIFIKASI PELAKSANA
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 55 Tahun 2008 1. Memiliki kemampuan di bidang Akuntansi dan Keuangan
Tentang Tata Cara Penatausahaan dan Penyusunan 2. Pemahaman tentang prosedur dan peraturan
Laporan Pertanggung Jawaban Bendahara serta 3. Mengetahui dan memahami mekanisme anggaran
Penyampaiaannya
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Satndar Operasional Prosedur
Administrasi Pemerintah
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020
Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan
Daerah
KETERKAITAN PERALATAN/PERLENGKAPAN
1. Komputer, Printer dan Kelengkapannya
2. Lembar Kerja, DPA Organisasi Perangkat Daerah
3. Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional,
Laporan Ekuitas dan Catatan atas Laporan Keuangan
4. Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku
KETERKAITAN PENCATATAN DAN PENDATAAN
Apabila Laporan Pertanggung jawaban Di simpan sebagai data elektronik dan manual
keuangan tidak dilaksanakan dengan benar dan
tepat waktu maka akan menghambat dalam
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 27
pembuatan dan penyusunan Laporan
Keuangan pada OPD Satuan Polisi pamong
praja
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 28
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR MEMB
SATUAN POLISI
PEAKSANA
No. KEGIATAN KEPALA DINAS SEKRETARIS KASUBA
KEUANGA
1 Mengintruksikan sekretaris Satpol PP
agar memerintahkan Kasubag Keuangan
untuk menyusun Laporan Keuangan
2 Memerintahkan kepada Kasubag
Keuangan untuk membuat dan menyusun
Laporan Keuangan
3 Menugaskan Kepada Pelaksana penyusun
laporan keuangan untuk menyusun
Laporan Keuangan
4 Melaksanakan penyusunan Laporan
Keuangan
5 Meneliti, memeriksa dan memaraf
Laporan Keuangan untuk dilanjutkan
paraf sekretaris
6 Meneliti, memeriksa dan memaraf
Laporan Keuangan untuk dilanjutkan
tanda tangan kepala Satpol PP
7 Meneliti, memeriksa dan
menandatangani Laporan Keuangan
8 Menyerahkan laporan keuangan ke
Inspektorat dan BPKAD serta di arsipkan
pada SKPD/OPD
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja
BUAT DAN MENYUSUN LAPORAN KEUANGAN
I PAMONG PRAJA
MUTU BAKU KET
AG PELAKSANA PERSYARATAN WAKTU OUTPUT
AN /PENYUSUN
Surat Edaran 10 Menit Disposisi Surat
Sekretaris Daerah Perintah Kepala
Satpol PP
Disposisi Surat 10 Menit Disposisi Surat
Perintah Kepala Perintah Sekretaris
Satpol PP Satpol PP
Disposisi Surat 10 Menit Disposisi Surat
Perintah Sekretaris Tugas Kasubag
Satpol PP Keuangan
Disposisi Surat 120 Hari LRA, NERACA, LO,
Tugas Kasubag LPE dan CaLK
Keuangan
LRA, NERACA, LO, 5 Hari Draf Laporan Dokumen tidak
LPE dan CaLK Keuangan Satuan lengkap / salah
Polisi Pamong Praja dapat dikembalikan
Draf Laporan 60 Menit Laporan Keuangan Dokumen tidak
Keuangan Satuan yang telah diperiksa lengkap / salah
Polisi Pamong Praja dan di paraf dapat dikembalikan
Laporan Keuangan 30 Menit Laporan Keuangan Dokumen tidak
yang telah diperiksa yang telah disetujui lengkap / salah
dan di paraf dan di tanda tangani dapat dikembalikan
Laporan Keuangan 1 Hari Laporan Keuangan
yang telah disetujui Satuan Polisi
dan di tanda tangani Pamong Praja
29
FORMULIR LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI KEGIATAN / AKTIVITAS
A. DATA KEGIATAN
1 Nama SOP Membuat dan Menyusun Laporan Keuangan
2 Jenis Kegiatan Rutin
3 Penanggung Jawab
a. Produk Kepala Satpol PP / Pengguna Anggaran
b. Kegiatan Kepala Sub Bagian Keuangan
4 Ruang Lingkup Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan
B. IDENTIFIKASI KEGIATAN
Nama Kegiatan Membuat dan Menyusun Laporan Keuangan
Langkah Awal Kepala Satuan memerintahkan kepada Sekretaris Satuan untuk
membuat / menyusun Laporan Keuangan
Langkah Utama Sub Bagian Keuangan melakukan penyusunan Laporan Keuangan
Langkah Akhir Dokumen Laporan Keuangan pada Satuan Polisi Pamong Praja
C. IDENTIFIKASI LANGKAH
Langkah Awal 1 Kepala Satuan mengintruksikan kepada Sekretaris untuk
memerintahkan Kasubag Keuangan menyusun Laporan Keuangan
Langkah Utama 2 Sekretaris Satuan memerintahkan kepada Kasubag Keuangan untuk
membuat dan menyusun Laporan Keuangan
3 Kasubag Keuangan menugaskan pelaksana penyusun untuk
membuat dan menyusun Laporan Keuangan
4 Pelaksana penyusun laporan melaksanakan pembuatan dan
penyusunan Laporan Keuangan
5 Kepala Sub bagian Keuangan meneliti, memeriksa dan memaraf
Laporan Keuangan sebelum diparaf Sekretaris Satpol PP
6 Sekretaris Satpol PP meneliti, memeriksa dan memaraf Laporan
Keuangan sebelum di tanda tangani oleh Kepala Satpol PP
7 Kepala Satpol PP meneliti, memeriksa dan menandatangani Laporan
Keuangan
Langkah Akhir 8 Kasubag Keuangan menyerahkan Laporan keuangan ke Inspektorat
dan BPKAD serta diarsipkan di Satpol PP
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 30
8.2 SOP PENERBITAN SPP/SPM GAJI DAN TUNJANGAN
Nomor SOP : /SATPOLPP-Sekret/2021
Tanggal Buat : April 2021
Tanggal Revisi : April 2021
Tanggal Efektif : Januari 2022
Di sahkan oleh :
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KEPALA
SUB BAGIAN KEUANGAN NIP.
Nama SOP : Penerbitan SPP/SPM Gaji & Tunjangan
DASAR HUKUM KUALIFIKASI PELAKSANA
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 55 Tahun 2008 1. Memiliki kemampuan di bidang Perbendaharaan dan Keuangan
Tentang Tata Cara Penatausahaan dan Penyusunan 2. Pemahaman tentang prosedur dan peraturan
Laporan Pertanggung Jawaban Bendahara serta 3. Mengetahui dan memahami mekanisme anggaran
Penyampaiaannya
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Satndar Operasional Prosedur
Administrasi Pemerintah
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020
Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan
Daerah
KETERKAITAN PERALATAN/PERLENGKAPAN
1. Komputer, Printer dan Kelengkapannya
2. Lembar Kerja, DPA Organisasi Perangkat Daerah
3. Leger gaji/Daftar gaji pegawai
4. Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku
KETERKAITAN PENCATATAN DAN PENDATAAN
Apabila validasi Leger Gaji atau Daftar Gaji Pegawai yang Di simpan sebagai data arsip elektronik dan arsip manual
diterbitkan oleh BPKAD tidak tepat waktu maka akan
menghambat penertiban SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
yang akan di terbitkan pada sub bagian keuangan pada
OPD Satuan Polisi pamong praja
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 31
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PE
SATUAN POLISI
PEAKSANA
No KEGIATAN KEPALA SEKRETARIS KASUBAG PENGE
SATUAN
1 Mengintruksikan Sekretaris Satpol PP agar KEUANGAN GA
memerintahkan Kasubag Keuangan untuk
membuat SPP/SPM Gaji & Tunjangan
2 Memerintahkan Kasubag Keuangan untuk
membuat penerbitan SPP/SPM Gaji &
Tunjangan
3 Menugaskan Pengelola Gaji untuk membuat
kelengkapan dokumen pendukung
penerbitan SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
4 Verifikasi leger gaji dan membuat
kelengkapan dokumen pendukung untuk
penerbitan SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
5 Memverifikasi dokumen pendukung serta
membuat SPP Gaji & Tunjangan
6 Memverifikasi kelengkapan dokumen SPP
Gaji & Tunjangan dengan membuatkan
daftar cek list
7 Memverifikasi dan memparaf dokumen
pendukung dan SPP untuk di dibuatkan Surat
Perintah Membayar (SPM)
8 Meneliti, memeriksa dan memparaf
dokumen SPP/SPM Gaji & Tunjangan
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja
ENERBITAN SPP/SPM GAJI & TUNJANGAN
I PAMONG PRAJA
MUTU BAKU KET
ELOLA BENDAHARA PERSYARATAN WAKTU OUTPUT
AJI PENGELUARAN
Leger atau daftar gaji 10 Surat Perintah Kepala
yang telah terbitkan Menit Satpol PP
BPKAD
Surat perintah Kepala 10 Surat Perintah
Satpol PP Menit Sekretaris satpol PP
Surat Perintah 10 Surat Tugas Kasubag
Sekretaris satpol PP Menit Keuangan dan Leger
Gaji
Surat Tugas Kasubag 60
Keuangan dan Leger Menit Leger Gaji
Gaji terverifikasi dan
30 dokumen pendukung
Leger Gaji terverifikasi Menit
dan dokumen Dokumen terverifikasi
pendukung 10 dan Surat Permintaan
Menit Pembayaran (SPP)
Dokumen terverifikasi
dan Surat Permintaan 30 Dokumen pendukung Dokumen tidak
Pembayaran (SPP) Menit dan SPP Yang Telah di lengkap / salah dapat
Verifikasi dikembalikan
Dokumen SPP Gaji & 20
Tunjangan Yang Telah Menit Dokumen SPP Valid Dokumen tidak
di Verifikasi dan Surat Perintah lengkap / salah dapat
Membayar (SPM) dikembalikan
Dokumen SPP Valid
dan Surat Perintah Dokumen SPP/SPM Dokumen tidak
Membayar (SPM)
Gaji & Tunjangan valid lengkap / salah dapat
dan telah di paraf dikembalikan
32
No KEGIATAN KEPALA SEKRETARIS PEAKSANA
SATUAN KASUBAG PENGE
GA
9 Menandatangani SPP/SPM Gaji & Tunjangan
yang telah di paraf dan di validasi
10 Menyerahkan Dokumen SPP/SPM Gaji &
Tunjangan Pegawai yang telah lengkap ke
BPKAD dan di arsipkan
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja
MUTU BAKU KET
WAKTU
ELOLA BENDAHARA PERSYARATAN OUTPUT
AJI PENGELUARAN
Dokumen SPP/SPM 20 Dokumen SPP/SPM
Gaji & Tunjangan valid Menit Gaji & Tunjangan yang
dan telah di paraf telah di tanda tangani
3
Dokumen SPP/SPM hari Dokumen SP2D Gaji &
Gaji & Tunjangan yang Tunjangan
telah di tanda tangani
33
FORMULIR LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI KEGIATAN / AKTIVITAS
A. DATA KEGIATAN
1 Nama SOP Penertiban SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
2 Jenis Kegiatan Rutin
3 Penanggung Jawab
a. Produk Kepala Satuan / Pengguna Anggaran
b. Kegiatan Kepala Sub Bagian Keuangan
4 Ruang Lingkup Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan
B. IDENTIFIKASI KEGIATAN
Nama Kegiatan Penertiban SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
Langkah Awal Kepala Satuan mengintruksikan Sekretaris untuk memerintahkan
Kasubag Keuangan untuk membuat SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
Langkah Utama Sub Bagian Keuangan Membuat SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
Langkah Akhir Dokumen SPP/SPM Gaji & Tunjangan pada Satuan Polisi Pamong Praja
C. IDENTIFIKASI LANGKAH
Langkah Awal 1 Kepala Satpol PP mengintruksikan sekretaris agar memerintahkan
Langkah Utama Kasubag Keuangan untuk menerbitkan SPP/SPM Gaji dan Tujangan
2 Sekretaris Satpol PP memerintahkan Kasubag Keuangan untuk
membuat SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
3 Kasubag Keuangan menugaskan Pengolah Daftar Gaji dan
Bendahara Pengeluaran untuk membuat SPP Gaji dan Tunjangan
4 Pengelola Gaji Verifikasi leger gaji dan membuat kelengkapan
dokumen pendukung untuk penerbitan SPP/SPM Gaji dan Tunjangan
5 Bendahara Pengeluaran Meneliti dan memeriksa dokumen pendukung
serta membuat SPP Gaji & Tunjangan
6 Pengelola Gaji meneliti dan memeriksa kelengkapan dokumen SPP
Gaji & Tunjangan dengan membuatkan daftar cek list
7 Kasubag Keuangan memverifikasi dan memparaf dokumen SPP dan
menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM)
8 Sekretaris Satpol PP memeriksa dan memparaf dokumen SPP/SPM
Gaji & Tunjangan sebelum di tanda tangani oleh Kepala Satpol PP
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 34
Langkah Akhir 9 Kepala Satpol PP menandatangani SPP/SPM Gaji & Tunjangan yang
telah di paraf dan di validasi
10 Pegelola Gaji menyerahkan Dokumen SPP/SPM Gaji & Tunjangan
Pegawai yang telah lengkap ke BPKAD dan di arsipkan
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 35
8.3 SOP PENERBIAN SPP/SPM GANTI UANG (GU)
Nomor SOP : /SATPOLPP-Sekret/2021
Tanggal Buat : April 2021
Tanggal Revisi : April 2021
Tanggal Efektif : Januari 2022
Di sahkan oleh :
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja
PEMERINTAH KOTA TANGERANG SELATAN
SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KEPALA
SUB BAGIAN KEUANGAN NIP.
Nama SOP : Penerbitan SPP/SPM Ganti Uang (GU)
DASAR HUKUM KUALIFIKASI PELAKSANA
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 55 Tahun 2008 1. Memiliki kemampuan di bidang Perbendaharaan dan Keuangan
Tentang Tata Cara Penatausahaan dan Penyusunan 2. Pemahaman tentang prosedur dan peraturan
Laporan Pertanggung Jawaban Bendahara serta 3. Mengetahui dan memahami mekanisme anggaran
Penyampaiaannya
2. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi Nomor 35 Tahun 2012 Tentang
Pedoman Penyusunan Satndar Operasional Prosedur
Administrasi Pemerintah
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020
Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan
Daerah
KETERKAITAN PERALATAN/PERLENGKAPAN
1. Komputer, Printer dan Kelengkapannya
2. Lembar Kerja, DPA Organisasi Perangkat Daerah
3. SPJ belanja kegiatan
4. Peraturan Perundangan-undangan yang berlaku
KETERKAITAN PENCATATAN DAN PENDATAAN
Apabila Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) Di simpan sebagai data arsip elektronik dan arsip
belanja kegiatan belum terverifikasi manual
kelengkapan dan keabsahannya maka akan
menghambat penertiban SPP/SPM GU (Ganti
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 36
Uang) yang akan di terbitkan pada sub bagian
keuangan pada OPD Satuan Polisi pamong
praja
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 37
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR P
SATUAN POLISI
PEAKSANA
No KEGIATAN PELAKSANA / VERIFIKATOR BENDAHARA KA
PPTK KEUANGAN PENGELUARAN KEU
1 Permohonan Pembayaran Belanja kegiatan
yang telah dilaksanakan dengan membuat
Nota Dinas permohonan Ganti Uang (GU)
2 Memverifikasi Nota Dinas Permohonan Ganti
Uang (GU) dan berkas SPJ Belanja Kegiatan
serta membuat surat perintah bayar
3 Memverifikasi dan menandatangani dokumen
SPJ Belanja kegiatan, memeriksa ketersediaan
uang persediaan pada rekening bank
4 Menandatangani dokumen SPJ Belanja
kegiatan dan Surat perintah bayar
5 Memverifikasi kelengkapan dan keabsahan
dokumen SPJ belanja Kegiatan dan berkas
pendukungnya
6 Melakukan pembayaran belanja kegiatan
berdasarkan dokumen terverifikasi dan
membuat SPP GU (Ganti Uang)
7 Memverifikasi dan memparaf SPP GU serta
membuat Surat Perintah Membayar (SPM)
8 Menandatangani SPP/SPM GU (Ganti Uang)
yang telah di paraf dan di verifikasi
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja
PENERBITAN SPP/SPM GU (GANTI UANG)
I PAMONG PRAJA
MUTU BAKU KET
ASUBAG KEPALA OPD PERSYARATAN WAKTU OUTPUT
UANGAN (P.A)
Dokumen SPJ Belanja 30 SPJ belanja dan Nota
Kegiatan Menit dinas permohonan
Ganti Uang (GU)
SPJ belanja dan Nota 30 SPJ belanja, Nota Dinas Dokumen tidak
dinas permohonan Menit
Ganti Uang (GU) terverifikasi dan Surat lengkap / salah dapat
Perintah bayar dikembalikan
SPJ belanja, Nota Dinas 30 SPJ belanja, Nota Dinas Dokumen tidak
terverifikasi dan Surat Menit
Perintah bayar dan Surat Perintah lengkap / salah dapat
bayar terverifikasi dikembalikan
SPJ belanja, Nota Dinas 30 SPJ belanja, Nota Dinas
serta Surat Perintah
dan Surat Perintah Menit bayar tertanda tangani
bayar terverifikasi
SPJ dan Nota Dinas 60 Terverifikasi Dokumen Dokumen tidak
SPJ belanja kegiatan lengkap / salah dapat
serta Surat Perintah Menit dan berkas pendukung dikembalikan
bayar tertanda tangani
Terverifikasi Dokumen 20 Dokumen SPJ valid
SPJ belanja kegiatan Menit dan Surat Permintaan
dan berkas pendukung Pembayaran (SPP)
Dokumen SPJ valid 10 Dokumen SPJ valid dan Dokumen tidak
dan Surat Permintaan Menit
Pembayaran (SPP) SPP/SPM yang telah di lengkap / salah dapat
Verifikasi dikembalikan
Dokumen SPJ valid dan 30 Dokumen SPJ valid dan .
SPP/SPM yang telah di Menit SPP/SPM yang telah di
Verifikasi tanda tangani
38
PEAKSANA
No KEGIATAN PELAKSANA / VERIFIKATOR BENDAHARA KA
PPTK KEUANGAN PENGELUARAN KEU
9 Menyerahkan Dokumen SPP/SPM GU (Ganti
Uang) yang telah lengkap ke BPKAD lalu
mengarsipkan Dokumen SPJ belanja kegiatan
dan SPP/SPM GU tersebut
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja
MUTU BAKU KET
WAKTU
ASUBAG KEPALA OPD PERSYARATAN OUTPUT
UANGAN (P.A)
Dokumen SPJ valid dan 3 Dokumen SP2D GU
SPP/SPM yang telah di hari
tanda tangani
39
FORMULIR LEMBAR KERJA IDENTIFIKASI KEGIATAN / AKTIVITAS
D. DATA KEGIATAN
1 Nama SOP Penertiban SPP/SPM GU (Ganti Uang)
2 Jenis Kegiatan Rutin
3 Penanggung
Kepala Satuan / Pengguna Anggaran
Jawab Kepala Sub Bagian Keuangan
a. Produk Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan
b. Kegiatan
4 Ruang Lingkup
E. IDENTIFIKASI KEGIATAN
Nama Kegiatan Penertiban SPP/SPM GU (Ganti Uang)
Langkah Awal
PPTK/Pelaksana mengajukan permohonan pembayaran belanja kegiatan
Langkah Utama yang telah dilaksanakan dengan membuat Nota Dinas permohonan Ganti
Langkah Akhir Uang (GU)
Bendahara Pengeluaran melakukan pembayaran belanja kegiatan
berdasarkan dokumen terverifikasi dan membuat SPP GU (Ganti Uang)
Menyerahkan Dokumen SPP/SPM GU (Ganti Uang) yang telah lengkap
ke BPKAD lalu mengarsipkan Dokumen SPJ belanja kegiatan dan
SPP/SPM GU tersebut
F. IDENTIFIKASI LANGKAH
Langkah Awal 1 PPTK/Pelaksana mengajukan permohonan pembayaran belanja
kegiatan yang telah dilaksanakan dengan membuat Nota Dinas
permohonan Ganti Uang (GU) yang di lengkapi dengan dokumen SPJ
belanja kegiatan
2 Verifikator Keuangan memverifikasi Nota Dinas Permohonan Ganti
Uang (GU) dengan menyesuaikan rekening anggaran pada DPA dan
memeriksa kelengkapan berkas SPJ Belanja Kegiatan. Apabila tidak
sesuai DPA atau tidak lengkap dapat di kembalikan kepada pemohon
dan jika sudah lengkap dapat dibuatkan surat perintah bayar atau
standing intrukstion
3 Bendahara Pengeluaran menandatangani dan memverifikasi dokumen
SPJ Belanja kegiatan serta memeriksa ketersediaan uang persediaan
Buku Digital Panduan Dalam Bekerja 40