The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chilatulfitriyah, 2021-07-14 01:29:48

Power Point PR IPA 7A 2019

Power Point PR IPA 7A 2019

Ilmu Pengetahuan Alam

SMP/MTs Kelas VII
Semester 1

Oleh:

1. Henny Purnamawati
2. Adip Ma’rifu Sururi

3. Narum Yuni Margono

Disklaimer Daftar isi

Disklaimer

• Powerpoint pembelajaran ini dibuat sebagai alternatif guna membantu
Bapak/Ibu Guru melaksanakan pembelajaran.

• Materi powerpoint ini mengacu pada Kompetensi Inti (KI) dan
Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013.

• Dengan berbagai alasan, materi dalam powerpoint ini disajikan secara
ringkas, hanya memuat poin-poin besar saja.

• Dalam penggunaannya nanti, Bapak/Ibu Guru dapat
mengembangkannya sesuai kebutuhan.

• Harapan kami, dengan powerpoint ini Bapak/Ibu Guru dapat
mengembangkan pembelajaran secara kreatif dan interaktif.

DAFTAR ISI

BAB I Objek IPA dan Pengamatannya
BAB II Klasifikasi Makhluk Hidup
BAB III Klasifikasi Materi dan Perubahannya
BAB IV Suhu dan Perubahannya
BAB V Kalor dan Perpindahannya
BAB VI Energi dalam Sistem Kehidupan

BAB

I Objek IPA dan Pengamatannya

A. Penyelidikan IPA
B. Pengukuran sebagai

Bagian dari Pengamatan

Kembali ke daftar isi

A. Penyelidikan IPA

1. Keterampilan Proses dalam IPA
2. Sikap Ilmiah

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Keterampilan Proses dalam IPA

a. Keterampilan Proses Sains Dasar b. Keterampilan Proses Sains
(Basic Skills)
Terintegrasi (Integrated Skills)
• Keterampilan Mengamati
• Keterampilan • Merumuskan Masalah
• Mengidentifikasi Variabel
Mengelompokkan/Mengklasifikasi • Mendeskripsikan Hubungan Antarvariabel
• Keterampilan Memprediksi • Mengendalikan Variabel
• Keterampilan Menyimpulkan (Membuat • Mendefinisikan Variabel secara Operasional
• Memperoleh dan Menyajikan Data
Inferensi) • Menganalisis Data
• Keterampilan Mengomunikasikan • Merumuskan Hipotesis
• Merancang Penelitian
• Melakukan Penyelidikan atau Percobaan

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Sikap Ilmiah Mau Bekerja Sama
Terbuka dan
Mampu
Membedakan Opini Fleksibel
dan Fakta Bertanggung Jawab
Ulet dan Gigih
Berani Mencoba Mensyukur Karunia
Jujur
Teliti Tuhan
Selalu Ingin Tahu
Objektif

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

B. Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

1. Pengukuran
2. Besaran Pokok
3. Besaran Turunan
4. Besaran Vektor dan Skalar

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Pengukuran

Pengukuran yang dipelajari

Satuan Baku dan Tidak Baku

Mengukur Pengukuran Langsung dan Tidak
adalah kegiatan Langsung
suatu besaran
yang diukur Kesalahan dalam Pengukuran
dengan besaran
sejenis yang Ketelitian dan Keselamatan Kerja
dipakai sebagai
satuan.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

a. Satuan Baku dan Tidak Baku

Satuan Baku Satuan Tidak Baku
dan Tidak Baku

mencakup

Satuan adalah Satuan Baku
standar ukuran
dari suatu besaran.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

b. Pengukuran Langsung dan Tidak Langsung

Pengukuran Langsung dan
Tidak Langsung

mencakup

Pengukuran Pengukuran Tidak
Langsung Langsung

adalah adalah

Pengukuran menggunakan Pengukuran yang
alat ukur sehingga bisa
diperoleh hasil pengukuran membutuhkan proses
secara langsung.
minimal dua langkah untuk

mengetahui hasil yang

contohnya diukur.

Mengukur lingkar pohon contohnya

dengan menggunakan Mengukur lingkar pohon
dengan melilitkan tali, lalu
meteran. panjang tali diukur dengan
penggaris.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

c. Kesalahan dalam Pengukuran

Kesalahan
Sistematis

Kesalahan mencakup
dalam

Pengukuran

Kesalahan Kesalahan acak adalah kesalahan yang terjadi karena
acak kondisi lingkungan yang tidak menentu sehingga
mengganggu kerja alat ukur. Sebagai contoh gerak Brown
pada molekul udara, fluktuasi (naik-turunnya) tegangan
listrik, dan derau (noise) elektronik yang bersifat acak dan
sukar dikendalikan

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

d. Ketelitian dan Keselamatan Kerja

Ketelitian dan Ketelitian pengukuran di berbagai bidang berperan
Keselamatan Kerja penting dalam menjamin keselamatan dan
kesejahteraan manusia, contohnya ketelitian
perhitungan dan pengukuran seorang teknik sipil
untuk mendirikan sebuah bangunan serta
ketelitian dan keselamatan kerja di laboratorium
sekolah.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Besaran Pokok

Besaran Pokok

mistar, jangka sorong, dan mikrometer
sekrup
neraca Ohauss dan timbangan duduk

Jam pendulum, stopwatch, dan jam atom

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Maka, hasil akhir pengukuran mikrometer sekrup pada
contoh ini adalah 5.5 + 0.28 = 5.78 mm.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3. Besaran Turunan

Besaran Turunan

 Luas Cara mengukur benda
 Volume yang bentuknya tidak
 Konsentrasi teratur
 Laju Pertumbuhan
 Frekuensi Denyut Nadi
 Produktivitas Lahan

Pertanian

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

4. Besaran Vektor dan Skalar

Besaran Vektor dan Besaran
Skalar

Besaran Vektor Besaran Skalar

Besaran yang mempunyai Besaran yang hanya
mempunyai nilai (besar),
nilai (besar) dan arah. tetapi tidak mempunyai
arah. Contohnya yaitu
Contohnya yaitu volume, massa, waktu, dan
jarak.
perpindahan, kecepatan,

gaya, dan percepatan.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

CONTOH SOAL

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

BAB

II Klasifikasi Makhluk Hidup

A. Ciri-Ciri Benda di Sekitar Kita
B. Ciri-Ciri Makhluk Hidup
C. Pengklasifikasian Makhluk

Hidup

Kembali ke daftar isi

A. Ciri-Ciri Benda di Sekitar Kita

• Benda-benda yang terdapat di alam semesta dapat dikelompokkan sebagai benda hidup
dan benda tak hidup. Benda hidup terdiri atas komponen biotik yang meliputi semua jenis
makhluk hidup, sedangkan benda tak hidup terdiri atas komponen abiotik.

• Benda-benda tak hidup dapat dikelompokkan berdasarkan sifat atau ciri-cirinya.
Berdasarkan sifatnya benda-benda tak hidup juga dapat dikelompokkan menjadi benda

tABaBkHBHlhuaieTdeTiiumddapaannbuutekkddriasapipafaanht alami••aKhedmBamhmbhyblaaBbnaaiileeleibedndaeekuennnandnuugmtrraagddfnuudtdapps.riaaippasauabi b--aanheKbbtetukkmagareebaaaaaklkinnktnnseaaddwaanaallbab

B. Ciri-Ciri Makhluk Hidup

1. Bergerak

2. Peka terhadap
rangsang

3. Bernapas

4. Beradaptasi

5. Memerlukan
makan

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

6. Mengeluarkan
zat sisa

7. Berkembang biak

8. Tumbuh dan
berkembang

9. Memiliki bahan
genetik

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

C. Pengklasifikasian Makhluk Hidup

1. Klasifikasi Dikotom dan Kunci Determinasi

a. Klasifikasi Dikotom
b. Kunci Determinasi

2. Sistem Klasifikasi Lima Kingdom

a. Kelompok Monera

b. Kelompok Protista

c. Kelompok Fungi (Jamur)

d. Kelompok Plantae
e. Kelompok Animalia

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

a. Klasifikasi Dikotom

 Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup
Sistem klasifikasi makhluk hidup dibedakan menjadi tiga seperti berikut.
• Sistem alami
• Sistem artifisial (buatan)
• Sistem filogenetik

 Pemberian Nama Ilmiah
• Nama Marga dan Penunjuk Spesies

• Nama Penemu
Nama penemu dapat disingkat dengan menulis huruf depannya

saja. Contohnya Oryza sativa L. L. merupakan singkatan dari nama
penemunya yaitu Linnaeus.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

b. Kunci Determinasi

Kunci determinasi bermanfaat untuk menentukan jenis kelompok dan nama hewan atau
tumbuhan yang belum diketahui. Kunci determinasi sederhana dinamakan kunci dikotom.
Dalam pembuatan kunci dikotom perlu memperhatikan hal-hal berikut.
1) Kunci dikotom menggunakan sifat morfologi sehingga mudah untuk diamati.
2) Sifat-sifat morfologi tersebut dituliskan dalam urutan nomor. Setiap nomor terdiri atas dua

pernyataan pendek dan mudah dipahami.
3) Setiap pernyataan dalam satu nomor didahului kata yang sama. Namun, pernyataan pada

nomor yang berurutan, misalnya pernyataan pada nomor 1 dan 2 tidak boleh dimulai
dengan kata yang sama.
4) Kedua pernyataan dalam satu nomor harus menunjukkan sifat morfologi berkebalikan.
5) Kedua pernyataan dalam satu nomor tidak boleh memiliki makna relatif.

Contoh Kunci Determinasi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

a. Kelompok Monera

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

b. Kelompok Protista

Protista mirip tumbuhan (Algae)

Ciri-ciri: memiliki dinding sel dan klorofil, bersifat autotrof, Contoh: Euglena sp., Laminaria sp., Eucheuma sp., Chlorella
sp., dan Palmaria sp.
bagian tubuh dapat dibedakan, bersel satu atau bersel

banyak, reproduksi dapat secara seksual dan aseksual.

Protista mirip hewan (Protozoa)

Ciri-ciri : Memiliki alat gerak sehingga mampu bergerak. Contoh: Paramecium sp., Amoeba sp., Trypanosoma sp.,
Alat gerak Protozoa berupa pseudopodia, silia, dan flagela, dan Plasmodium
serta hidup di air tawar, tanah, dan parasit.

Protista mirip jamur

Ciri-ciri: Tubuh tersusun atas hifa, tidak dapat melakukan Contoh: Jamur air (Oomycota) meliputi Phytoptora sp. dan
fotosintesis, beberapa anggotanya memiliki fase vegetatif Phytium sp.. serta jamur lendir (Myxomycota) meliputi
mampu bergerak seperti amoeba, dan bereproduksi Ceratiomyxa fruticulosa
dengan menghasilkan spora.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

c. Kelompok Fungi (Jamur)

Zygomycotina

• Mempunyai rizoid untuk melekat pada substrat.
• Menghasilkan zigospora.
• Contoh: Rhizopus stolonifer.

Ascomycotina

• Mempunyai hifa bersekat dan berinti banyak.
• Struktur tubuhnya ada yang uniseluler dan multiseluler.
• Menghasilkan askospora.
• Contoh : Neurospora crassa.

Basidiomycotina

• Struktur tubuh multiseluler dan bersifat makroskopis.
• Dapat membentuk tubuh buah.
• Bereproduksi secara aseksual dan seksual.
• Contoh: Volvariella volvaceae.

Deuteromycotina
• Hifa bersekat dan dinding selnya terbuat dari zat kitin.
• Hidup sebagai saprofit atau parasit.
• Reproduksi seksualnya belum diketahui.
• Contoh: Epidermophyton floocossum, dan Trichophyton.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

d. Kelompok Plantae

Bryophyta

Kelompok
Plantae

Spermatophyta

Pteridophyta

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1) Bryophyta (Tumbuhan Lumut) Marchantia polymorpha

• Tumbuhan lumut memiliki ciri-ciri sebagai
berikut.

• Tidak memiliki berkas pembuluh angkut
xilem dan floem sehingga tumbuhan lumut
termasuk tumbuhan tidak berpembuluh.

• Tidak memiliki akar, batang, dan daun yang
sesungguhnya.

• Hidup di tempat-tempat lembap.
• Berkembang biak secara vegetatif

menggunakan spora.
• Daur hidupnya mengalami pergiliran

keturunan antara fase generatif (gametofit)
dan fase vegetatif (sporofit).

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2) Pteridophyta (Tumbuhan Paku) Platycerium bifurcatum

• Tumbuhan paku memiliki ciri-
ciri sebagai berikut.

• Memiliki berkas pembuluh
angkut xilem dan floem
sehingga termasuk tumbuhan
berpembuluh.

• Memiliki akar, batang, dan daun
sejati.

• Habitat menempel pada pohon
(epifit) dan ada yang hidup di
tanah.

• Berkembang biak secara
vegetatif menggunakan spora.

• Daur hidupnya mengalami
pergiliran keturunan antara fase
generatif (sporofit) dan fase
vegetatif (gametofit).

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3) Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)
Spermatophyta

Angiospermae Gymnospermae

Monocotyledoneae Dicotyledoneae

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Perbedaan Angiospermae dan Gymnospermae

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

a) Monocotyledoneae Oryza sativa

• Ciri-ciri tumbuhan
Monocotyledoneae sebagai
berikut.

• Memiliki kotiledon
berjumlah satu.

• Berakar serabut.
• Pada batang tidak terdapat

kambium sehingga tidak
tumbuh membesar.
• Bentuk tulang daun sejajar
atau melengkung.
• Umumnya jumlah mahkota
bunga kelipatan tiga.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

b) Dicotyledoneae Mangifera indica

• Ciri-ciri tumbuhan
Dicotyledoneae sebagai
berikut.

• Memiliki kotiledon berjumlah
dua.

• Berakar tunggang.
• Batang memiliki kambium

sehingga dapat tumbuh
membesar.
• Bentuk tulang daun menyirip
atau menjari.
• Umumnya jumlah mahkota
bunga kelipatan dua, empat,
atau lima.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

e. Kelompok Animalia

Kelompok
Animalia

Invertebrata
Vertebrata

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Invertebrata

Porifera Callyspongia plicifera

Coelenterata Aurelia aurita
(Cnidaria) Fasciola hepatica

Platyhelminthes Necator americanus

Nemathelminthes

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Annelida Hirudo sp.

Mollusca Achatina fulica
Asteroidea sp.
Echinodermata Cancer pangyrus
Arthropoda

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Vertebrata Dasyatis sp.
Salamandra sulamandra
Pisces

Amphibia
(Amfibi)

Reptilia (Reptil) Iguana iguana
Aves (Burung) Olor combionus

Mammalia Elephas maximus

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

BAB

III Klasifikasi Materi dan Perubahannya

A. Klasifikasi Materi
B. Pemisahan Campuran
C. Perubahan Materi

Kembali ke daftar isi

A. Klasifikasi Materi

1. Materi
2. Unsur, Senyawa, dan Campuran

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Materi

Materi adalah sesuatu yang mempunyai massa dan dapat menempati ruang

a. Karakteristik Benda Benda Padat Benda Cair Benda Gas
Berdasarkan Wujudnya
Mencair
b. Perubahan Wujud Benda Membeku
Menguap
Mengembun
Menyublim

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Sifat Benda

Padat • Bentuk dan volumenya tetap
• Volume tetap dan bentuknya selalu

Cair berubah-ubah mengikuti tempatnya
Gas • Bentuk dan volume berubah-ubah

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Skema Perubahan Wujud Benda

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Unsur, Senyawa, dan Campuran

Materi

Zat Tunggal Campuran

a. Unsur a. Homogen
b. Senyawa b. Heterogen

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

a. Unsur

• Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat
lain yang lebih sederhana melalui reaksi kimia biasa. Bagian terkecil
dari unsur adalah atom. Unsur dibedakan menjadi dua macam yaitu
unsur tunggal dan molekul unsur.

Unsur Unsur Tunggal Contoh :
Molekul Unsur a((aHhCn(lCruAail2igod2(t(m)ul()eAAr),nrI,r,oonk2iugtuin)dglootg)),omiuea,.ehdurmnnn:iminn
(N2), dan
Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Penulisan Lambang Unsur

Penulisan Lambang Unsur di kemukakan oleh Jons Jacob Barzelius (1779–1848).
Aturan penulisan lambang Unsur sebagai berikut:

1. Menggunakan satu huruf kapital. Contoh N (nitrogen) dan C (karbon).
2. Menggunakan dua huruf. Huruf pertama ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua ditulis dengan

huruf kecil. Contoh Cu (cuprum) dan Na (natrium).
3. Menggunakan dua huruf. Huruf pertama ditulis dengan huruf kapital dan huruf kedua (huruf khas)

ditulis dengan huruf kecil. Contoh Mg (magnesium) dan Zn (zincum). Tidak boleh ditulis Ma dan Zi.
4. Menggunakan tiga huruf. Huruf pertama ditulis dengan huruf kapital, huruf kedua dan ketiga (huruf

khas) ditulis dengan huruf kecil. Contoh Uut (ununtrium) dan Uus (ununseptium).

Contoh nama unsur dan lambangnya sebagai berikut.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Sifat-Sifat Unsur Logam, Nonlogam, dan Semilogam

Logam Nonlogam Semilogam

• Penghantar listrik dan • Kurang baik • Unsur semilogam
panas yang baik menghantarkan listrik merupakan unsur yang
(konduktor) dan panas (isolator) mempunyai sifat di
antara sifat logam dan
• Mengilap • Tidak mengilap nonlogam. Dengan
• Kuat • Rapuh demikian, semilogam
• Dapat ditempa dan • Tidak dapat bersifat
semikonduktor.
dibengkokkan dibengkokkan
• Titik leleh tinggi • Titik leleh rendah • Contoh: Silikon.
• Pada suhu kamar • Pada suhu kamar

berwujud padat, berwujud gas atau cair,
kecuali Hg (cair) kecuali Br (padat)
• Contoh : natrium, • Contoh: karbon, klor,
stronsium, tembaga, nitrogen, dan iodium.
dan magnesium.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Para ahli kimia mendaftar unsur-unsur yang ada di alam dalam bentuk tabel yang dikenal dengan tabel
periodik unsur.Para ahli tersebut tergabung dalam IUPAC (International Union of Pure Applied and
Chemistry).

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab


Click to View FlipBook Version