The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by chilatulfitriyah, 2021-07-14 01:29:48

Power Point PR IPA 7A 2019

Power Point PR IPA 7A 2019

b. Senyawa

Senyawa adalah materi yang tersusun atas dua atau lebih unsur yang
berbeda melalui reaksi kimia.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Sifat-Sifat Senyawa

1. Terbentuk dari dua atau lebih unsur yang berbeda melalui reaksi kimia.
2. Memiliki sifat yang berbeda dengan unsur-unsur penyusunnya.
3. Dapat diuraikan menjadi unsur-unsurnya melalui reaksi kimia.
4. Unsur-unsur penyusunnya memiliki perbandingan tetap.
5. Pembentukannya memerlukan atau melepaskan energi.

Berdasarkan unsur penyusunnya, 1. Senyawa Organik
senyawa dibedakan menjadi dua Senyawa organik yaitu senyawa yang mengandung
macam yaitu senyawa organik unsur karbon (C), kecuali karbida, karbonat, dan
dan senyawa anorganik oksida karbon.
Contoh: asam cuka atau asam asetat (CH3COOH) dan
gula pasir (C12H22O11).

2. Senyawa Anorganik
Senyawa anorganik yaitu senyawa yang tidak mengandung
unsur karbon (C) dan umumnya sebagai penyusun material
atau benda tidak hidup.
Contoh: pasir (SiO2) dan garam meja (NaCl).

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

c. Campuran

Campuran adalah materi yang tersusun atas dua zat atau lebih tetapi masih
mempunyai sifat zat penyusun.

Ciri-ciri campuran sebagai berikut.
1. Tersusun atas dua zat atau lebih.
2. Memiliki sifat seperti zat penyusunnya.
3. Tidak memiliki komposisi tetap.
4. Zat penyusunnya dapat dipisahkan secara fisika.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Berdasarkan zat penyusunnya, campuran dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.

1. Campuran yang tersusun atas dua jenis unsur atau lebih.
Contoh: campuran antara unsur O2 dan unsur H2

2. Campuran yang tersusun atas dua jenis senyawa atau lebih.
Contoh: campuran antara senyawa CO dan senyawa H2O

3. Campuran yang tersusun atas unsur dan senyawa.
Contoh: campuran antara unsur O2 dan H2O

Berdasarkan sifat zat penyusunnya, campuran dibedakan menjadi tiga
sebagai berikut.

1. Campuran yang tersusun atas zat gas dan zat gas
Contoh: udara tersusun atas beberapa gas (O2, N2, dan gas lain).

2. Campuran yang tersusun atas zat padat dan zat padat.
Contoh: Baja (paduan logam antara besi dan karbon), kuningan ( paduan logam antara
tembaga dan seng)

3. Campuran yang tersusun atas zat padat dan zat cair.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Campuran antara Zat Padat dan Zat Cair

Campuran Homogen Campuran Heterogen

Ciri-cirinya: Ciri-cirinya:

1. Tersusun atas zat padat yang berfungsi 1. Partikel-partikel yang bercampur memiliki
sebagai zat terlarut (solute) dan zat cair perbedaan massa jenis besar.
yang berfungsi sebagai zat pelarut
(solvent) dengan ukuran yang tidak jauh 2. Keruh dan tidak tembus cahaya.
berbeda 3. Terdapat endapan saat didiamkan.
4. Percampurannya tidak merata.
2. Bening dan tembus cahaya.
Campuran
3. Tidak ada endapan saat didiamkan. Heterogen

4. Zat-zat penyusun tercampur sempurna. Suspensi (Ukuran
Partikel > 100 nm)
Contoh: campuran air dengan alkohol, air
dengan gula, dan air dengan sirop.

Campuran homogen disebut juga dengan Contoh pasir
Larutan. dalam air

Koloid (Ukuran partikel 1 -
100 nm)

Contoh susu,
darah, dan asap

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Berdasarkan sifatnya, larutan dibedakan menjadi tiga yaitu larutan asam,
basa, dan garam.

Asam Basa G

• Berasa masam • Berasa pahit • Gar
hasi
• Bersifat korosif • Bersifat Licin anta
dan
• Memerah • Membirukan
• Con
kertas lakmus kertas lakmus
• NaC
biru • Menghasilkan CaC
NH
• Menghasilkan ion OH- saat

ion H+ saat dilarutkan
Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Indikator Asam-Basa Indikator Alami
Contoh : Bunga sepatu, kol ungu,
Indikator kunyit, dan bunga mawar
Asam-Basa
Indikator Buatan
Contoh : metil merah dan
fenolftalein

Indikator Universal
Contoh : kertas lakmus

pH Meter

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

B. Pemisahan Campuran

1. Filtrasi

7. Atraksi Pemisahan 2. Sentrifugasi
Magnetik Campuran
3. Distilasi
6. Evaporasi (Penyulingan)
(Penguapan)

4. Kromatografi

5. Sublimasi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Filtrasi

• Metode filtrasi digunakan untuk
memisahkan zat-zat yang bercampur
dalam campuran heterogen.

• Sebagai contoh, air dan pasir dapat
dipisahkan dari campuran air-pasir dengan
cara menyaring.

Rangkaian alat filtrasi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Sentrifugasi

• Sentrifugasi adalah metode pemisahan
untuk memisahkan padatan sangat halus
dengan jumlah campuran sedikit dalam
campuran heterogen.

• Contoh sel-sel darah merah dapat
dipisahkan dari plasma darah.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3. Distilasi (Penyulingan)

• Distilasi merupakan proses pemisahan zat cair dari campurannya berdasarkan
perbedaan titik didih zat yang bercampur sehingga saat menguap setiap zat akan
terpisah.

• Contoh memisahkan aseton dengan air.

Rangkaian alat distilasi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

4. Kromatografi

• Kromatografi adalah metode pemisahan
zat-zat yang bercampur dalam campuran
yang didasarkan pada perbedaan
kecepatan merambat antara partikel-
partikel zat yang bercampur dalam suatu
medium diam ketika dialiri suatu medium
gerak.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

5. Sublimasi

• Sublimasi adalah metode pemisahan
campuran yang didasarkan pada
campuran zat yang memiliki satu zat yang
dapat menyublim (perubahan wujud
padat ke wujud gas), sedangkan zat yang
lainnya tidak dapat menyublim.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

6. Evaporasi (Penguapan)

• Evaporasi adalah proses pemisahan zat padat dari larutannya dengan cara
menguapkan pelarutnya. Saat larutan dipanaskan maka larutan akan berubah
menjadi larutan lewat jenuh dan membentuk kristal.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

7. Atraksi Magnetik

• Atraksi magnetik adalah metode pemisahan campuran materi yang didasarkan pada
perbedaan sifat kemagnetan zat-zat penyusun campuran.

• Contoh memisahkan serbuk besi dari pasir.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

C. Perubahan Materi

Secara umum sifat materi dikelompokkan menjadi dua yaitu
sifat ekstensif dan sifat intensif.

Sifat Sifat
Ekstensif Intensif

Massa Sifat
Fisika
Volume
Sifat
Kimia

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Sifat Fisika Sifat Kimia

1. Berat Jenis 1. Kestabilan
2. Kerapatan (Massa Jenis) 2. Kereaktifan
3. Kelarutan 3. Keterbakaran
4. Daya Hantar Listrik atau Panas 4. Daya Ionisasi
5. Kekerasan
6. Kekuatan
7. Elastisitas
8. Kemagnetan
9. Titik Didih
10. Titik Leleh
11. Titik Beku
12. Kekentalan (Viskositas)
13. Kekeruhan
14. Bau
15. Rasa
16. Warna

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Macam-Macam Perubahan Fisika dan Kimia

Perubahan Perubahan
Fisika Kimia

Perubahan bentuk dan Proses Pembakaran
ukuran
Proses Pencampuran
Perubahan wujud Zat

Perubahan karena Pelarutan Proses Peragian
atau Pengeringan

Perubahan karena Adanya Proses Kerusakan
Pemanasan atau Arus Listrik
Proses Biologi Makhluk
Hidup

Proses Perkembangan

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Ciri Perubahan Kimia Pembent Reaksi
uPekamnbGeanst EkRseoatkesrim
Ciri Endoter
Perubaha ukan
n Kimia PEenrduabpaahna m
n Warna

Perubaha
n Suhu

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

BAB

IV Suhu dan Perubahannya

A. Cara Mengetahui Suhu
Benda

B. Perubahan Benda Akibat
Suhu

Kembali ke daftar isi

A. Cara Mengetahui Suhu Benda

1. Jenis-Jenis Termometer
2. Skala Termometer

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Jenis-Jenis Termometer

Jenis-Jenis
Termometer

menggunakan

Termometer Termometer Termometer Termometer Termometer
Zat Cair Zat Padat Kristal Cair Gas Digital

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Skala Termometer

persamaan skala
mengonversi
termometer

akan didapat
persamaan singkat

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

CONTOH SOAL

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

B. Perubahan Benda Akibat Suhu

Perubahan Benda
Akibat Suhu

1. Pemuaian Zat 2. Pemuaian Zat 3. Karakteristik
Padat Cair dan Zat Gas Pemuaian Zat Gas dan

Zat Cair

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Pemuaian Zat Padat

Pemuaian Zat Padat

Pemuaian Panjang Pemuaian Luas Pemuaian Volume

koefisien muai pajang bahan
Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Pemuaian Zat Cair dan Zat Gas

koefisien muai

volume zat cair

Pemuaian Zat Cair

koefisien muai

volume zat gas

Pemuaian Gas

keduanya menggunakan

persamaan pemuaian volume

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3. Karakteristik Pemuaian Zat Cair dan Zat Gas

Pemuaian yang terjadi pada zat cair dan zat gas memiliki gejala-gejala
tertentu. Gejala pemuaian dari kedua zat itu antara lain :
a. adanya kenaikan suhu;
b. adanya penambahan volume, kecuali dalam peristiwa anomali air; dan
c. adanya perubahan tekanan.

Contoh gejala pemuaian zat cair dan gas sebagai berikut.
a. Peristiwa meletusnya ban sepeda saat terkena terik matahari. Jika ban sepeda

yang penuh berisi udara dipanaskan di terik matahari, suhunya akan naik
sehingga volume dan tekanannya naik. Jika karet ban sepeda tidak bisa
mengembang lagi, ban akan meletus.
b. Peristiwa dalam proses memasak air. Air di dalam cerek yang dipanaskan akan
mengalami kenaikan suhu, volume, dan tekanan. Efek dari perubahan volume
dan tekanan ini sangat terlihat ketika air mendidih akan keluar uap air dari
corong cerek.
c. Peristiwa yang terjadi pada balon udara. Udara dalam balon memuai dengan
gejala kenaikan suhu dan perubahan tekanan.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Contoh Soal

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

BAB

V Kalor dan Perpindahannya

A. Kalor
B. Perpindahan Kalor

Kembali ke daftar isi

A. Kalor

1. Kalor dan Perubahan Suhu Benda
2. Kalor dan Perubahan Wujud Benda
3. Asas Black
4. Pengaturan Suhu Tubuh pada Manusia dan Hewan
5. Teknologi yang Memanfaatkan Konsep Kalor

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1. Kalor dan Perubahan Suhu Benda

Kalor Jenis (c) Berbagai Zat

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2. Kalor dan Perubahan Wujud Benda

15

23 4

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

Grafik Perubahan Wujud Air

A-B, C-D, dan E ke atas B-C D-E

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3. Asas Black

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

4. Pengaturan Suhu Tubuh pada Manusia dan Hewan

Pembentukan Panas Menggigil adalah proses metabolisme
Tubuh lebih lanjut melalui kerutan otot-otot
lurik tubuh ketika pembentukan panas
Pengeluaran Panas tidak cukup untuk mempertahankan
suhu tubuh.

Tubuh akan berkeringat ketika cuaca
sangat panas atau saat berolahraga.
Keringat akan menguap dan suhu tubuh
akan turun.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

5. Teknologi yang Memanfaatkan Konsep Kalor Pot in Pot

Teknologi yang Memanfaatkan Konsep
Kalor

contohnya

Teknologi Pendingin Ruangan

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

CONTOH SOAL

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

B. Perpindahan Kalor

Perpindahan Kalor

mencakup

Konduksi Konveksi Radiasi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

BAB

VI Energi dalam Sistem Kehidupan

A. Pengertian dan Jenis-
Jenis Energi

B. Macam-Macam Sumber
Energi

C. Sumber Energi bagi
Tubuh

D. Transformasi Energi di
Dalam Sel

Kembali ke daftar isi

A. Pengertian dan Jenis-Jenis Energi

1. Pengertian Energi

Energi adalah kemampuan melakukan usaha (kerja) atau melakukan suatu
perubahan. Perhatikan skema pembagian jenis energi berikut.

2. Jenis-Jenis Energi

a. Energi Potensial
b. Energi Kinetik
c. Energi Cahaya
d. Energi Panas
e. Energi Bunyi

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

a. Energi Potensial

1) Energi Potensial Gravitasi
2) Energi Potensial Elastisitas
3) Energi Kimia
4) Energi Listrik
5) Energi Nuklir

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

1) Energi Potensial Gravitasi

Energi potensial gravitasi adalah
energi yang dimiliki suatu benda
akibat kedudukan atau posisinya di
atas permukaan bumi.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

2) Energi Potensial Elastisitas

Energi potensial elastisitas adalah
energi yang tersimpan pada benda
karena adanya gaya tekan dan gaya
regang yang bekerja pada benda
tersebut.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

3) Energi Kimia

• Energi kimia adalah energi yang
terkandung dalam suatu zat,
misalnya makanan.

• Energi kimia juga terdapat dalam
bahan bakar fosil seperti bensin,
solar, dan batu bara.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

4) Energi Listrik

• Energi listrik adalah energi yang
dimiliki muatan listrik dan arus
listrik.

• Energi listrik dihasilkan oleh
sumber energi listrik, misalkan
aki, generator, reaktor nuklir, dan
sel surya.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

5) Energi Nuklir

• Energi nuklir adalah energi yang
dihasilkan oleh radiasi inti yang
tersimpan dalam inti atom bahan
radioaktif.

• Energi nuklir dihasilkan oleh
reaksi nuklir yang berupa reaksi
penggabungan (fusi) dan reaksi
pembelahan (fisi) inti atom.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

b. Energi Kinetik

• Energi kinetik adalah bentuk
energi ketika suatu materi
berpindah atau bergerak.

• Besarnya energi kinetik
sebanding dengan massa dan
kecepatan benda.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

c. Energi Cahaya

Energi cahaya merupakan radiasi
gelombang elektromagnetik kasat
mata yang merambat dengan
kecepatan 3 × 108 m/s.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab

d. Energi Panas

Energi panas didefinisikan sebagai
energi yang dihasilkan oleh gesekan
partikel-partikel penyusun dalam
suatu zat yang saling bergerak dan
bersinggungan.

Kembali ke daftar isi Kembali ke awal bab


Click to View FlipBook Version