PASONE PROJECT 21 – 30 SEPTEMBER 2022
TEMA : KEARIFAN LOKAL
KELAS/SEMESTER : VII (TUJUH) / 1
TAHUN PELAJARAN : 2022/2023
SMP PASUNDAN 1 BANDUNG
2022
A. Pendahuluan
Wacana kearifan lokal mendapat perhatian lebih ketika muncul kecenderungan
mengendornya nilai-nilai moral sebagai akinat dari kemajuan ilmu pengetahun dan
teknologi serta perubahan kebudayaan yang menyertainya, sekaligus lahirnya pemahaman
tentang pentingnya nilai-nilai tersebut. Realitas ini juga melahirkan kesadaran tentang
betapa rapuh dan fananya dunia kita ini, suatu pengakuan tentang batas-batas sampai
dimana bumi ini akan bertenggang rasa terhadap campur tangan manusia.
B. Pengertian Kearifan Lokal
Kearifan lokal mengacu pada berbagai kekayaan budaya yang tumbuh dan
berkembang dalam sebuah masyarakat yang dikenal, dipercayai, dan diakui sebagai
elemen-elemen penting yang mampu mempertebal kohesi sosial di tengah masyarakat.
Quaritch Wales merumuskan kearifan lokal atau local genius sebagai “the sum of the
cultural characteristic which the vast majority of a people have in common as a result of
their experiences in early life”. Pokok pikiran yang terkandung dalam definisi tersebut
adalah (1) karakter budaya, (2) kelompok pemilik budaya, serta (3) pengalaman hidup yang
lahir dari karakter budaya.
Kearifan lokal bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan dan menciptakan
kedamaian. Kearifan lokal digali dari produk kultural yang menyangkut hidup dan
kehidupan komunitas pemiliknya, misalnya sistem nilai, kepercayaan dan agama, etos
kerja, bahkan bagaimana dinamika itu berlangsung.
C. Kearifal Lokal dalam Menghadapi Tantangan Perubahan Kebudayaan
Kemajuan teknologi dan mobilitas fisik, misalnya, telah dilengkapi dengan
mobilitas sosial dan intelektual yang jauh lebih padat dan intensif. Media komunikasi yang
semakin canggih telah menyebabkan masyarakat terintegrasi ke dalam suatu tatanan yang
lebih luas, dari yang bersifat lokal menjadi global. Kondisi ini justru melahirkan
kegamangan karena teknologi secara radikal mengubah cara hidup, cara pikir, dan pola
relasi antarsesama.
Perubahan kebudayaan menunjukkan adanya suatu periode transisional polapola
ekonomi, sosial, dan kultural yang terus berubah dan membentuk kontur masa depan,
mengindikasikan „struktur perasaan‟ yang gamang dari serangkaian praktek kultural.
Barker menyebutkan contoh penampilan dan status budaya pop yang dipercepat oleh media
elektronik mempertegas terbukanya sekatsekat yang menambah kegamangan. Beberapa
hal yang mempertegas kegamangan ini menurut Prior adalah sebagai berikut: 1) hilangnya
tapal-tapal batas; 2) tidak ada lagi batas waktu dan jarak; 3) kehidupan dikendalikan oleh
pasar global; 4) tidak ada kepastian dan kejelasan hidup; 4) kecenderungan menuju
individualisme yang semakin besar dan sukar untuk dibalik kembali; 5) kecenderungan
tradisi-tradisi besar menafsir tradisi-tradisi kecil dan mendepaknya; 6) adanya kompetensi;
7) kewenangan, administrasi, dan birokrasi telah didesakralisasi. Dalam pemahaman yang
hampir sama Barker merumuskan perubahan tersebut dengan menjelaskan sebagai inti dari
“struktur perasaan” postmodern adalah: 1) suatu pengertian tentang sifat kehidupan yang
fragmentaris, mendua, dan tidak menentu; 2) kesadaran tentang sentralitas
ketakmenentuan; 3) pengakuan adanya perbedaan kultural; dan percepatan dalam
perjalanan hidup.
Untuk menghadapi derasnya arus globalisasi yang mengaburkan batas budaya serta
sebagai tantangan perubahan kebudayaan, kerja sama berdasarkan keberagaman dan
kebhinekaan Indonesia perlu diupayakan. Di tingkat lokal keberagaman itu mewujud pada
peran budaya lokal sebagai kehidupan masyarakat (lokal). Pada tataran ini senantiasa
berlangsung gejala budaya dua arah, yakni gejala budaya glokal (dari global menjadi lokal)
dan gejala budaya lobal (dari lokal menjadi global). Apa peran kearifan lokal menghadapi
sistem nilai tradisional (lokal) yang mulai digantikan sistem nilai modern (global).
Pandangan di atas membuat sebuah relasi yang damai antara perubahan
kebudayaan yang terasa lebih radikal dengan adanya kemajuan teknologi –terutama
teknologi media- di semua lini kehidupan pada satu sisi dan kesadaran untuk memposisikan
kembali dan memberi ruang bagi nilai-nilai budaya atau kearifan lokal pada sisi lainnya.
Salah satu upaya yang perlu dilakukan demi mewujudkan relasi yang damai antara
perubahan kebudayaan dan kearifan lokal adalah dengan menyikapi kebudayaan dan
kearifan lokal di dalamnya secara diferensial.
D. Kearifan Lokal Menurut Para Ahli
1. Wibowo
Kearifan lokal adalah identitas atau kepribadian budaya sebuah bangsa yang
menyebabkan bangsa tersebut mampu menyerap, bahkan mengolah kebudayaan yang
berasal dari luar/bangsa lai menjadi watak dan kemampuan sendiri.
2. Fajarini
Kearifan lokal adalah pandangan hidup dan ilmu pengetahuan serta berbagai
strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam
menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka. Dalam bahasa asing
sering juga dikonsepsikan sebagai kebijakan setempat “local wisdom” atau pengetahuan
setempat “local knowledge” atau kecerdasan setempat “local genious”.
3. Istiawati
Kearifan lokal merupakan cara orang bersikap dan bertindak dalam menanggapi
perubahan dalam lingkungan fisik dan budaya.
E. Bentuk-Bentuk Kearifan Lokal
Haryanto menyatakan bentuk-bentuk kearifan lokal adalah Kerukunan beragaman
dalam wujud praktik sosial yang dilandasi suatu kearifan dari budaya. Bentuk-bentuk
kearifan lokal dalam masyarakat dapat berupa budaya (nilai, norma, etika, kepercayaan,
adat istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus). Nilai-nilai luhur terkait kearifan lokal
meliputi Cinta kepada Tuhan, alam semester beserta isinya,Tanggung jawab, disiplin, dan
mandiri, Jujur, Hormat dan santun, Kasih sayang dan peduli, Percaya diri, kreatif, kerja
keras, dan pantang menyerah, Keadilan dan kepemimpinan, Baik dan rendah
hati,Toleransi,cinta damai, dan persatuan.
Dalam karya sastra kearifan lokal jelas merupakan bahasa, baik lisan maupun
tulisan. Dalam masyarakat, kearifan-kearifan lokal dapat ditemui dalam cerita rakyat,
nyayian, pepatah, sasanti, petuah, semboyan, dan kitab-kitab kuno yang melekat dalam
perilaku sehari-hari. Kearifan lokal ini akan mewujud menjadi budaya tradisi, kearifan
lokal akan tercermin dalam nilai-nilai yang berlaku dalam kelompok masyarakat tertentu.
F. Produk yang digunakan dalam project
1. Makanan Khas Sunda
Budaya kuliner khas sunda tidak dapat dipisahkan dari kekayaan vegetasinya.
Beragam sayuran digunakan sebagai lalab atau sebuah istilah sunda untuk menyebut jenis-
jenis sayuran, baik yang tumbuh liar maupun dibudidayakan untuk dipilih sebagai
hidangan utama sunda. Tidak mengherankan apabila di lingkungan rumah Sunda atau
Rumah makan Sunda, sayuran mentah atau yang direbus yang dilengkapi dengan sambal
terasi kerap disajikan sebagai menu wajib. Tradisi lalab sendiri seringkali disosialisasikan
dengan lingkungan alam sundan berupa citra tanah suburnya yang mendukung
pertumbuhan banyak jenis tanaman bermanfaat untuk dijadikan bahan lalab. Setidaknya
tradisi ini telah membentuk keunikan budaya makan sunda jika dibandingkan dengan
wilayan budaya makan lainnya di Indonesia. Hal yang menjadi pertanyaan sejak kapan
tradisi lalab melekat ke dalam budaya makan Sunda?
2. Permainan Tradisional Sunda
Permainan adalah suatu aktifitas yang melibatkan proses pembelajaran secara
tidak formal dan mewujudkan suatu suasana yang dapat merangsang untuk belajar
dan menguasai keterampilan. Dalam bermain, anak membuat pilihan, memecahkan
masalah, berkomunikasi, dan bernegosiasi. Mereka menciptakan peristiwa khayalan,
melatih keterampilan fisik, sosial, dan kognitif. Permainan tradisional adalah permainan
tradisi rakyat suatu daerah, permainan ini bisa menjadi sarana yang baik dalam
mengembangkan pendidikan anak. Salah satu yang utama, permainan ini mampu
memberikan unsur pendidikan pada anak dengan biaya murah dan hasil yang
memuaskan.
Permainan tradisional sangat sarat dengan nilai etika moral dan budaya masyarakat
pendukungnya. Di samping itu permainan tradisional atau permainan rakyat
mengutamakan nilai kreasinya juga sebagai media belajar. Permainan tradisional
menanamkan sikap hidup dan keterampilan seperti nilai kerjasama, kebersamaan,
kedisiplinan, kejujuran, dan musyawarah mufakat karena ada aturan yang harus
dipenuhi oleh para pemain. Dalam permainan tradisional banyak melibatkan gerak
tubuh, melibatkan lagu atau suara sebagai media, melibatkan alat main. Permainan
yang melibatkan lagu lebih mengutamakan syair lagu yang isinya memberi ajakan,
menanamkan etika dan moral, maupun hanya bersenang-senang saja.
3. Kebudayaan dan Kesenian Sunda
A. Kebudayaan Sunda
Budaya Sunda merupakan salah satu kekayaan bangsa Indonesia yang hidup,
tumbuh, dan berkembang di kalangan orang Sunda yang umumnya berdomisili di tanah
Sunda atau Jawa Barat. Budaya Sunda mewujud dalam bentuk fisik maupun nonfisik yang
bisa dinikmati dan dirasakan oleh pelaku maupun penikmatnya. Adapun unsur-unsur
pokok kebudayaan yang berlaku universal, sebagaimana disampaikan Kluckhohn dalam
Universal Categories of Culture (1953), yaitu bahasa, sistem pengetahuan, organisasi
sosial, sistem peralatan hidup dan teknologi, sistem mata pencaharian hidup, sistem religi,
dan kesenian. Pada praktiknya, unsur-unsur tersebut, antara lain, mewujud pada pola hidup,
nilai-nilai kearifan lokal warisan leluhur, artefak, dan sebagainya.
Dari segi sosial budaya, terdapat beberapa definisi tentang siapa yang disebut orang
Sunda. Jakob Sumardjo, budayawan yang mendalami budaya Sunda, menuturkan,
berdasarkan penuturan orang Baduy, ada lima syarat yang disebut Sunda, yaitu berdarah
Sunda, bertempat tinggal di Sunda, berbahasa Sunda, beradat istiadat Sunda, dan beragama
Sunda. Jakob menjelaskan, yang dimaksud agama Sunda menurut orang Baduy adalah
Sunda Wiwitan. Namun, karena umumnya orang Sunda beragama Islam, maka Islam
dianggap sebagai agama orang Sunda sehingga ada sebutan “Sunda itu Islam, Islam itu
Sunda.
Menurut kriteria kedua, orang Sunda adalah orang atau sekelompok orang yang
dibesarkan dalam lingkungan sosial budaya Sunda dan dalam hidupnya menghayati serta
mengunakan norma-norma dan nilai-nilai budaya Sunda. Dalam hal ini, tempat tinggal,
kehidupan sosial budaya, dan sikap orangnya yang dianggap penting. Budayawan Sunda,
Ajip Rosidi, mendefinisikan orang Sunda berdasarkan kriteria kedua, yaitu manusia yang
dalam hidupnya menghayati serta menggunakan nilai-nilai budaya Sunda.
B. Kesenian Sunda
Masyarakat Sunda tak hanya mempunyai etos dan nilai budaya tersendiri, akan
tetapi mereka pun memiliki kesenian budaya Sunda yang bisa dibilang cukup dikenal oleh
masyarakat di luar Jawa Barat. Adapun kesenian budaya Sunda yang dimaksud, di
antaranya kesenian sisingaan, tarian khas tradisional Sunda, wayang golek, alat musik dan
musik tradisional Sunda yang lazimnya diselenggarakan di pertunjukan kesenian.
1. Kesenian Sisingaan
Kesenian atau tradisi Sisingaan berakar dari usaha masyarakat di Kabupaten
Subang dalam membebaskan tekanan terhadap situasi politik di masa penjajahan, tepatnya
di tahun 1812 saat wilayah perkebunan Subang dikuasai dan diduduki secara bergantian
antara Belanda dan Inggris. Pada masa itu, bentuk patung singa dalam tradisi Sisingan
belumlah sempurna seperti saat ini. Hal itu karena konstruksi kayu yang digunakan masih
ringan dari pohon randu dan rangkaian rambut yang terbuat dari daun kaso atau bunga.
Kemudian, kerangkanya pun masih ala kadarnya dengan struktur anyaman bambu yang
dibalut karung goni.
Sisingaan ini memperlihatkan dua hingga empat boneka singa. Untuk
permainannya sendiri pun, Sisingaan dimainkan oleh empat orang sebagai pemandu singa,
yakni dua orang anak yang menunggangi singa dan beberapa pemuda bertugas untuk
mengiringi jalannya rangkaian kegiatan kesenian Sisingaan, tentunya dengan diiringi alat
musik tradisional Sunda. Pertunjukan Sisingaan ini mengitari kampung setempat ataupun
jalanan kota.
Adapun alasan dipilihnya singa sebagai simbol dari kesenian Sisingaan ini, yakni
karena sebagai bentuk usaha masyarakat Sunda dalam menyindir atau mengkritik bangsa
Eropa dengan menjadikan simbol kebesaran negaranya sebagai sebuah permainan rakyat.
Dalam pertunjukannya, masyarakat Sunda berusaha melimpahkan ekspresi rasa
benci lewat simbol atau lambang singa yang dinaiki dan dimainkan oleh anak-anak.
Kemudian, para penunggang, yakni anak-anak tersebut menjambak rambut kepala dari
singa yang dijunjung oleh bangsa Eropa.
2. Tarian Jaipong
Tari Jaipong adalah tarian tradisional Sunda dengan karakteristik tariannya, yakni
semangat, ceria, humoris, erotis, spontan, tetapi tetap sederhana. Tari Jaipong ini
diprakarsai oleh Gugum Gumbira dan H. Suanda pada 1976, tepatnya di Karawang.
Kesenian tari khas Sunda ini terinspirasi dari berbagai kesenian yang ada, seperti topeng
banjet, pencak silat, wayang golek, dan lainnya.
Zaman dahulu, instrumen yang digunakan masih sederhana, seperti gong, gendang,
krecek, ketuk, dan rebab. Kemudian, tari Jaipong meluas di daerah Jawa Barat dan
mendapatkan sambutan hangat dan positif dari masyarakatnya. Hingga akhirnya, tari
Jaipong menjadi tari tradisional khas Jawa Barat yang sering digunakan ketika acara resmi,
misalnya, sebagai bentuk sambutan untuk tamu dari luar daerah, bahkan luar negeri.
Untuk properti yang digunakan pada tiap penampilan tari Jaipong, di antaranya
sinjang atau celana panjang, apok atau baju atasan yang dikenakan penari (kebaya), dan
selendang atau sampur yang umumnya diletakkan di leher penari Jaipong.
Selain tari Jaipong, ada pula tarian tradisional khas Sunda lainnya, di antaranya Tari
Ketuk Tilu, Tari Topeng, Tari Rampak Gendang, Tari Wayang, Tari Samping, Tari
Buyung, dan masih banyak lagi.
3. Wayang Golek
Wayang golek, yakni semacam boneka kayu yang dimainkannya oleh seorang
dalang bak wayang kulit. Untuk cerita yang dimainkan juga berasal dari cerita rakyat,
seperti cerita penyebaran agama Islam oleh Rara Santang dan Walangsungsang, atau bisa
pula cerita Ramayana dan Mahabarata. Dalang dalam wayang golek bercerita dengan
bahasa Sunda dan diiringi suara gamelan Sunda.
Kesenian budaya Sunda yang satu ini, dikenalkan pertama kalinya oleh Sunan
Kudus, tepatnya di daerah Kudus yang diketahui atau dikenal dengan Wayang Menak.
Kemudian, dipertunjukkan di Cirebon dan dikenal dengan nama Wayang Cepak. Wayang
golek memang sudah sangat dikenal oleh masyarakat di Jawa Barat, persebarannya pun
mulai dari daerah Cirebon sampai Banten. Hebatnya, Wayang golek telah dikenal hingga
ke mancanegara. Dalam budaya Sunda sendiri, wayang golek disebut sebagai Si Cepot.
4. Angklung dan Suling
Angklung adalah salah satu alat musik tradisional khas Jawa Barat, terbuat dari
bilahan bambu dan dimainkan dengan cara digoyang. Angklung mempunyai berbagai
jenis, di antaranya angklung reog, angklung banyuwangi, angklung bali, angklung kanekes,
dan lainnya.
Angklung tak hanya dikenal oleh masyarakat Jawa Barat, melainkan telah tersebar
ke seluruh pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, bahkan ke mancanegara. Luar biasanya,
angklung telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO atau The United
Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.
Selain angklung, ada pula alat musik tradisional Jawa Barat yang terkenal, yaitu
Suling. Suling adalah alat musik tradisional Jawa Barat yang terbuat dari bambu Tamiang.
Bambu Tamiang merupakan jenis bambu yang tipis karena diameternya juga kecil
sehingga tepat untuk dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan suling.
Adapun skala nada pada alat musik tradisional suling Sunda, di antaranya
mandalungan, salendro, madenda atau sorog, dan pelog degung. Untuk menghasilkan nada
pada saat menggunakan suling, yakni mencermati ketepatan posisi jari dan kecepatan udara
yang ditiup. Lazimnya, suling Sunda digunakan sebagai instrumen utama kecapi suling dan
mendampingi instrumen gamelan degung.
CARA MELESTARIKAN KEARIFAN LOKAL BUDAYA SUNDA
Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planning) dan manajemen
(management) untuk mencapai suatu tujuan. Tetapi untuk mencapai tujuan tersebut strategi
tidak berfungsi sebagai peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja, melainkan harus
menunjukkan taktik operasionalnya.
Salah satu pelestarian budaya Sunda yakni pemakaian dan pemaknaan kata
Sampurasun sebagai pengawal pidato ataupun kegiatan formal pemerintahan lainnya.
Himbauan pelafalan kata sampurasun, menstimulasi terhadap sekelompok organisasi Islam
yang tidak sefaham dengan pelafalan sampurasun tersebut. Melestarikan budaya Sunda
adalah kewajiban bagi setiap individu yang memiliki latar belakang kelahiran di tanah
Sunda.
Sosialisasi program rebo nyunda kepada masyarakat menjadi andalan karena Rebo
nyunda fokus pada penerapan dan kesadaran masyarakat untuk mengikuti aturan
pemerintah.
Sumber:
Nayiroh, L. (2020). Strategi Komunikasi Pemerintah Daerah dalam Upaya
Pelestarian Budaya Sunda pada Kepemimpinan Dedi Mulyadi di Kabupaten Purwakarta.
Jurnal PIKMA: Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema, 3(1), 14-20.
Indrawardana, I. (2012). Kearifan lokal adat masyarakat Sunda dalam hubungan
dengan lingkungan alam. Komunitas: International Journal of Indonesian Society And
Culture, 4(1).
Suyatman, U. (2018). Teologi Lingkungan dalam Kearifan Lokal Masyarakat
Sunda. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(1), 77-88.
PASONE PROJECT 1 SEPTEMBER 2022
TEMA : KEARIFAN LOKAL
PRODUK : BATIK
KELAS/SEMESTER : VIII (DELAPAN) / 1
TAHUN PELAJARAN : 2022/2023
SMP PASUNDAN 1 BANDUNG
2022
Pengertian Batik
Menurut pengertiannya, batik adalah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan
cara ditulis atau menerakan malam dengan canting. Kemudian, kain tersebut diolah dan
diproses dengan cara tertentu yang cenderung menggunakan cara-cara tradisional. Ada pula
pendapat lain mengenai definisi batik, yaitu kain bergambar yang dibuat khusus denagn cara
menuliskan lilin pada kain mori atau kain tenun berwarna putik, selanjutnya diolah dengan
proses tertentu sehingga menjadi pakaian bernilai guna tinggi. Sedangkan menurut terminologi
dan etimologi, istilah batik berasal dari bahasa Jawa, yakni “mbat” yang berarti melempar dan
“titik”. Sehingga bila digabungkan arti kata batik adalah melempar titik berkali-kali pada kain.
Dari arti tersebut bisa dijabarkan menjadi seni dalam menghias kain dengan penutup lilin untuk
membentuk corak hiasan tertentu serta membentuk bidang pewarnaan.
Pengertian Batik Menurut Para Ahli
Definisi batik pun dijabarkan oleh para ahli antara lain:
1. Santosa Doellah
Menurut Santosa Doellah, pengertian batik adalah sehelai kain yang dibuat secara tradisional
dan utamanya juga digunakan dalam matra tradisional dengan beragam corak hias dan pola
tertentu, dimana pembuatannya menggunakan teknik celup rintang dengan lilin sebagai bahan
perintang warna. Santosa Doellah juga menjabarkan lebih lanjut bahwa suatu kain bisa disebut
batik jika memiliki dua unsur pokok, antara lain:
Dibuat dengan teknik celup rintang menggunakan lilin sebagai perintang warna
Mempunyai pola khas batik yang beragam
2. Irwan Tirta
Iwan Tirta mendefiniskan batik sebagai suatu teknik menghias kain atau tekstil dengan
memanfaatkan lilin dalam proses pencelupan warna, dimana seluruh proses tersebut dilakukan
menggunakan tangan.
3. Afif Syakur
Pengertian batik menurut Affif Syakur adalah serentang warna meliputi porses pemalaman lilin,
pencelupan atau pewarnaan dan pelorotan atau pemanasan sehingga menghasilkan motif
halus, dimana semua proses tersebut dilakukan dengan sangat teliti.
Asal Usul Batik
Nama batik memiliki banyak makna, salah satunya diartikan sebagai menitik atau
menetes. Pernyataan ini diungkap oleh W. Kertscher melalui buku yang ditulisnya berjudul
Perindustrian Batik di Pulau Djawa. Tidak hanya itu, S. Koperberg juga sempat mengungkap
dalam sebuah buku berjudul De Javansche Batik Industrie, masyarakat Jawa percaya batik
berasal dari kata kerja membatik atau membuat titik-titik. Dengan demikian, batik bukanlah
sekadar kain atau busana tertentu, tapi proses membuat suatu motif dengan berbekal sebuah
alat bernama canting yang dilengkapi lilin atau malam.
Proses membatik telah dilakukan sejak zaman Kerajaan Hindu-Buddha sebagai motif
khas adat Jawa. Hal ini terbukti dari adanya ukiran candi peninggalan kerajaan-kerajaan
tersebut yang menampilkan motif batik tertentu. Fakta ini diungkap oleh G.F. Rouffer melalui
tulisannya dalam buku De Batikkunst in Nederlandsch-Indie en Haar Geschiedenis. Selain itu,
sejarah mencatat bahwa perkembangan batik di Indonesia sangat erat kaitannya dengan
penyebaran agama Islam di era Kerajaan Majapahit. Saat itu, kesenian batik mulai dikenal
secara luas, terutama di Jawa pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19.
Teknik batik yang sangat unik diketahui telah ada lebih dari 1000 tahun silam.
Kemungkinan, cara membatik ini berasal dari Mesir Kuno atau Sumeria yang selanjutnya
meluas di beberapa negara di Afrika Barat, meliputi Mali, Kamerun, dan Nigeria. Sementara di
Asia mulai meluas di India, Bangladesh, Sri Lanka, Thailand, Malaysia, Iran, dan Indonesia.
Awal masa keemasan batik dimulai pada awal abad ke-19 yang saat itu hanya dibuat terbatas
untuk keluarga atau kalangan keraton. Motif batik yang dikenakan pun menggambarkan arti,
sejarah, dan kisah tertentu yang tidak dibuat asal-asalan. Meski demikian, ada pula motif
dengan makna sakral dan tidak bisa digunakan oleh sembarang orang.
Seiring berjalannya waktu, batik mulai dikenal oleh masyarakat di luar keraton.
Masyarakat kelas bawah pada akhirnya mendapat izin untuk ikut mengenakan batik. Namun,
batik tersebut harus digunakan dengan norma dan pakem motif tertentu. Ada beberapa motif
khusus yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan abdi dalem saja sehingga rakyat jelata tidak
diizinkan untuk mengenakannya. Berbekal adanya kebebasan ini, para pembatik pun akhirnya
menciptakan banyak motif, corak, warna, dan desain batik yang bisa digunakan oleh
masyarakat luas. Sampai saat ini, para pengrajin batik hingga desainer profesional juga masih
menciptakan motif-motif batik baru dengan sentuhan kekinian yang dikombinasi dengan teknik
tradisional.
Jenis Motif Batik Asli Indonesia
Batik adalah salah satu bentuk seni paling kuno di negara ini. Biasanya ditemukan pada
kain, pola batik kini telah dikembangkan dan dimasukkan ke dalam berbagai kerajinan tangan
seperti dompet buatan tangan, tas, dan bahkan gelang. Karena berkaitan erat dengan
kebudayaan lokal dan kehidupan masyarakat, pada 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan
batik sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Tak benda. Itulah
kenapa, setiap tanggal 2 Oktober kita peringati sebagai Hari Batik Nasional di Indonesia. Tidak
sedikit masyarakat Indonesia yang masih bingung menentukan batik untuk dikenakan sehari-
hari. Sebab motif batik asli Indonesia sangat beragam dan ada beberapa diantaranya tidak bisa
digunakan secara sembarangan. Berikut ini adalah beberapa ragam jenis batik paling populer
dan cocok untuk dikenakan di berbagai momen.
1. Mega Mendung
Batik mega mendung merupakan batik yang identik
sekaligus menjadi ikon batik di Cirebon dan daerah lain di
Indonesia. Motif yang dimiliki batik ini sangat khas dan tidak
ditemui di jenis batik lainnya. Mega mendung memiliki motif
yang berupa gambar awan dengan warna tegas. Batik
dengan motif ini juga sudah banyak dikenal hingga
mancanegara. Motif batik Mega Mendung memiliki arti
yang unik bagi setiap penggunanya. Mega merupakan
frase dari awan yang megah dan besar sehingga
penggunanya bisa terlihat berwibawa. Sedangkan untuk Mendung sendiri memiliki arti
tenang dan meneduhkan. Filosofi tersebut banyak dipercaya oleh
masyarakat Cirebon bahwa pengguna batik mega mendung akan terlihat megah,
berwibawa namun tetap teduh dan kalem.
2. Batik Sogan
Motif batik Sogan berasal dari Solo dan
Yogyakarta dengan ciri khas berwarna cokelat
muda beraksen bunga serta titik-titik. Selain itu,
ada pula lengkungan dan garis di dalam motif
batik yang menjadi favorit Presiden RI, Joko
Widodo. Sogan ternyata sudah ada sejak
zaman nenek moyang dan biasa digunakan
oleh raja-raja di keraton atau kesultanan. Sogan
cukup populer karena memiliki warna yang elegan, yaitu kombinasi hitam dan cokelat.
Meskipun saat ini motif dan warna batik semakin beragam, tapi batik sogan tetap menjadi batik
khas Indonesia yang diincar para fashionista di Asia dan seluruh daratan Eropa.
3. Batik Tujuh Rupa
Salah satu daerah di Indonesia yang terkenal sebagai
daerah pengrajin dan pusat batik adalah Pekalongan, Jawa
Tengah. Sehingga tidak heran jika di kota ini kita akan
menemukan berbagai motif batik yang elegan. Selain itu,
batik Pekalongan dikenal sebagai motif batik pesisir yang
kaya warna. Batik Pekalongan memiliki ciri khas yang didominasi oleh motif tumbuh-tumbuhan
dan juga hewan. Bukan hanya bermotif bunga yang cerah, batik Pekalongan juga memiliki motif
garis dan titik yang memesona. Batik Pekalongan menggambarkan ciri kehidupan masyarakat
pesisir yang mudah beradaptasi dengan pengaruh budaya luar sehingga terlihat semakin
variatif. Jika dilihat dari sisi filosofinya, para pengrajin batik Pekalongan telah menempatkan
hiasan keramik Tiongkok sebagai penanda akulturasi ikatan budaya leluhur yang dalam
lukisannya memiliki kelembutan sekaligus kefasihan.
4. Batik Kartini
Tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil
ukiran kayu, ternyata Jepara juga mempunyai ciri khas
lain, yaitu motif batik kartini. Adapun dua motif yang
paling terkenal adalah motif lama dan motif baru. Motif
batik Jepara memiliki beberapa karakteristik yang
cukup mencolok, seperti lung berwarna hitam sampai
flora fauna yang berupa daun ulir hijau atau gajah berwarna cokelat. Sementara untuk versi
motif batik baru, Jepara sudah melakukan inovasi seperti batik tenun sampai batik tulis yang
saat ini dikenal sebagai batik Kartini.
5. Batik Betawi
Ternyata motif batik populer bukan hanya berasal dari
daerah Jawa Tengah, ada pula batik khas Jakarta dengan motif
yang disukai oleh para kolektor batik nusantara, yaitu batik
Betawi. Motif batik betawi umumnya menonjolkan warna cerah
dan menampilkan nilai budaya masyarakat Betawi. Ada
beberapa gambar motif yang cukup dominan pada kain batik ini,
seperti ondel-ondel, Sungai Ciliwung, Monas, hingga Peta Ceila.
Umumnya, motif batik Betawi ini dikenakan pada acara-acara
bergengsi, seperti acara kenegaraan ataupun perhelatan Abang None Jakarta.
6. Batik Asmat
Salah satu penghasil batik selain dari daerah Jawa adalah
provinsi Papua yang dikenal dengan motif batik Asmat. Batik Asmat
dikenal dengan motif berwarna terakota atau warna yang sedikit
kecokelatan layaknya tanah. Motif batik ini biasanya didominasi oleh
corak ukiran yang unik khas Suku Asmat, Papua. Contoh motifnya
berupa ukiran patung yang menjadi keunikan suku asli tersebut.
7. Batik Kamoro
Motif batik yang tak kalah unik berikutnya adalah batik
Kamoro yang berasal dari Papua. Motif ini memiliki gambar
berupa patung yang berdiri sambil membawa sebilah tombak.
Warna-warna yang ditampilkan pada motif Suku Kamoro
cenderung cerah dan berani, seperti hijau dan biru, merah
dan merah muda, atau kuning dan hitam. Motif batik Kamoro
juga dipengaruhi oleh banyak kebudayaan, seperti budaya
dari Suku Kamoro dan pengaruh batik Jawa yang dibawa
oleh para pengrajin batik asal Pulau Jawa. Penggunaan batik
Kamoro tak hanya digunakan untuk pakaian, tapi juga gaun sampai bed cover.
8. Batik Cenderawasih
Selain batik Asmat dan Kamoro, Papua juga
mempunyai batik bermotif lain, yaitu Cenderawasih. Salah
satu ciri khas dari motif batik ini adalah penggunaan warna-
warn cerah dan mencolok, mulai dari merah, hijau, hingga
kuning keemasan. Motif batik yang tergolong kekinian ini
begitu populer karena burung cenderawasih merupakan ikon
dari Papua. Sesuai dengan namanya, batik ini terinspirasi
dari burung cenderawasih yang memiliki bulu dan ekor
menawan. Tidak heran, jika kita mengenakan batik bermotif
burung cenderawasih ini, maka akan tampak semakin gagah dan terkesan tegas sekaligus
anggun. Itulah sebabnya, motif batik Cenderawasih sering dijadikan sarimbit atau seragam
batik bersama pasangan dan keluarga.
9. Batik Prada
Papua juga mempunyai jenis batik dengan keindahan
dan harga yang terkenal mahal, yaitu batik Prada. Motif ini
nyaris menyerupai batik Cenderawasih, tapi pada batik Prada
terdapat sentuhan garis emas yang memesona di tiap
motifnya. Selain menggunakan bahan kain sutera yang halus,
masyarakat Papua juga kerap menggunakan bahan kain
shantung. Sekilas, kain shantung ini mirip seperti bahan kain tisu, katun, dan sutera.
10. Batik Pring Sedapur
Batik Pring Sedapur pertama kali diproduksi di
Desa Sidomukti, Magetan, Jawa Timur. Istilah Pring
Sedapur berasal dari Bahasa Jawa, yaitu pring berarti
bambu dan sedapur berarti serumpun. Jadi jangan heran,
jika kain batik motif ini menggambarkan tanaman bambu
dengan warna-warna cerah dengan nilai filosofi hidup
rukun dan tenteram.
11. Batik Sido Asih
Motif batik Sido Asih berasal dari Solo, Jawa Tengah ini
dapat merupakan salah satu jenis batik keraton yang paling
digemari oleh masyarakat. Menurut kebudayaan Jawa, batik Sido
Asih umumnya dikenakan pada acara pernikahan, terutama saat
malam pengantin. Masyarakat Solo percaya bahwa motif batik ini
mengandung filosofi terhadap kedua pengantin dalam menjalankan
bahtera rumah tangga. Filosofi ini berupa harapan akan tumbuhnya
cinta, kasih sayang, dan romantisme di antara mereka berdua. Namun, motif batik Sido Asih
harganya tergolong relatif mahal karena pembuatan sulit dengan kualitas di atas rata-rata.
12. Batik Priangan
Priangan adalah motif batik yang berasal dari
Tasikmalaya, Jawa Barat. Motif ini sangat digemari oleh para
pria karena coraknya rapi dan memberikan kesan kalem
sekaligus berwibawa. Meski demikian, para kaum hawa juga
bisa menggunakan motif batik ini sebagai bawahan yang tak
kalah memukau. Batik Priangan memiliki warna-warna
cerah, seperti merah, biru muda, dan hijau muda. Di samping itu, motif batik ini juga kerap
menggambarkan lingkungan alam Jawa Barat, mulai dari bentuk daun, bunga, hingga burung-
burung yang cantik.
13. Batik Parang Kusumo
Kota Solo dikenal dengan kesenian batik bermotif klasik,
salah satunya adalah motif Parang Kusumo. Batik ini
mempunyai ragam hias utama yang nyaris serupa dengan
ombak di lautan yang senantiasa menghantam tebing dan
karang tanpa kenal lelah. Sesuai dengan analogi tersebut, motif
batik Parang Kusumo memiliki makna yang cukup mendalam, yaitu sebuah kehidupan harus
dilandasi dengan perjuangan dan juga usaha. Perjuangan secara nyata dibutuhkan dalam
rangka untuk mencapai kepuasan lahir dan batin. Tentunya, perjuangan ini dilakukan tanpa
meninggalkan norma yang berlaku dan sopan santun.
14. Batik Gentongan
Seperti halnya batik pesisir pada umumnya, motif batik
Gentongan memiliki warna cerah yang menampilkan kesan ceria
bagi para penggunanya. Umumnya, batik Gentongan sengaja
dibuat dengan hanya satu motif saja. Untuk proses
pewarnaannya pun cukup sederhana, yaitu kain dicelupkan ke
dalam gentong dan motifnya digambar langsung pada kain tersebut. Menariknya, teknik ini
justru membuat warna kain tidak akan pudar dalam jangka waktu beberapa tahun.
15. Batik Kawung
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, batik
asli Indonesia telah sejak berabad-abad lalu. Salah
satu motif batik tertua di Indonesia adalah batik
Kawung. Sesuai dengan namanya, motif ini terinspirasi
dari bentuk buah kawung atau yang lebih sering dikenal
dengan buah aren. Motif batik Kawung cukup unik
karena memiliki bentuk empat oval yang di tengahnya menyerupai salib. Jika ditelaah lebih
dalam, keseluruhan gambar batik bermakna merujuk pada sumber energi universal. Batik
Kawung menjadi salah satu jenis batik nusantara yang hanya boleh dikenakan oleh kalangan
kerajaan. Biasanya, motif batik ini bisa ditemukan pada sarung raja ataupun permaisuri. Namun
seiring perkembangan zaman, batik Kawung akhirnya hadir dalam berbagai bentuk desain dan
model, seperti rok ataupun gaun.
16. Batik Sidomukti
Motif batik Sidomukti berasal dari Magetan, Jawa Timur
dengan ciri warna-warna terang dan jauh dari kesan kuno. Salah
satu ciri khasnya adalah gambar bambu dan bunga-bunga yang
cantik, tapi sederhana. Dulu motif batik Sidomukti hanya
digunakan untuk upacara adat ataupun acara-acara resmi.
Bahkan, rakyat jelata tidak diperbolehkan mengenakannya
karena hanya raja dan keluarga kerajaan yang boleh
mengenakan motif batik Sidomukti ini. Namun, saat ini peraturan tersebut sudah dicabut
sehingga masyarakat bisa mengenakan batik Sidomukti dengan bebas.
17. Batik Sidoluhur
Motif batik ini biasanya dikenakan oleh para pengantin
wanita sehari sebelum melangsungkan akad pernikahan. Motif
batik Sidoluhur memiliki alur gambar menyerupai ketupat.
Gambar pada kain tersebut memiliki makna bahwa siapa pun
yang mengenakannya bisa mencapai kedudukan tertinggi dan
menjadi panutan bagi lingkungan sekitarnya.
18. Batik Ceplok
Motif batik yang terdengar unik ini bisa langsung dikenali
dari bentuk alur geometrisnya. Pada dasarnya, gambar batik yang
kerap dihadirkan adalah bentuk suatu pengulangan. Namun, motif
batik ceplok menjadi salah satu yang paling populer dan
digunakan di berbagai acara fashion item, meliputi gaun, baju, rok,
sampai kemeja batik pria.
19. Batik Sekar Jagad
Batik Sekar Jagad adalah salah satu jenis batik
tradisional yang berasal dari dua daerah di Jawa Tengah,
yaitu Solo dan Yogyakarta. Seperti namanya, Sekar Jagad
berarti keindahan yang mampu membuat siapapun
terpesona. Kar dalam Bahasa Belanda berarti peta
dan jagad dalam Bahasa Jawa memiliki arti dunia. Dengan
demikian, motif ini melambangkan tentang keberagaman, baik di Indonesia maupun di seluruh
dunia. Tak sedikit pula yang menyebut bahwa, motif batik Sekar Jagad merupakan peta dunia
karena bentuknya mirip seperti pulau-pulau.
20. Batik Malang
Sesuai dengan namanya, batik ini berasal dari Malang yang
biasanya hadir dengan pola atau simbol khas Kota Malang. Oleh sebab
itu, motif batik ini mengusung warna cerah dan kekinian. Umumnya,
batik Malang dihadirkan dengan warna yang beragam, seperti warna
dasar hijau atau biru yang kemudian ditimpa dengan warna putih.
Setelah itu, kedua warna tersebut akan ditimpa lagi dengan warna merah ataupun kuning.
21. Batik Semen
Batik Semen dikenal dengan tiga ornamen pokok
yang ditampilkan dalam setiap sentuhan kainnya. Pertama
adalah ornamen daratan, seperti hewan berkaki empat
dan aneka jenis tumbuh-tumbuhan. Kedua adalah gambar
batik atau ornamen yang ada kaitannya dengan udara,
seperti burung, mega mendung, hingga kegagahan
garuda. Sedangkan ornamen ketiga selalu berhubungan dengan air dan laut, seperti katak,
ikan, ataupun ular.
22. Batik Garutan
Salah satu jenis batik tertua nusantara lainnya
adalah batik Garutan. Motif ini telah berkembang
sebelum kemerdekaan Indonesia. Batik garutan
memiliki kesan sederhana dan minimalis dengan
perpaduan warna-warna cerah. Secara filosofis,
warna-warna ini mengungkapkan tentang kebahagiaan
yang senantiasa terpancar, misalnya warna merah, hijau, hingga warna gading. Biasanya motif
batik Garutan adalah cerminan dari kehidupan sosial dan budaya Suku Sunda, terutama di
wilayah Garut, Jawa Barat.
23. Batik Celup
Keberagaman motif batik juga dilandasi karena
adanya banyak teknik yang digunakan dalam
pembuatannya. Salah satu teknik pembuatan batik
nusantara adalah teknik celup atau yang disebut
dengan tie dye. Biasanya, motif batik modern yang
dihasilkan dari teknik celup semacam ini memiliki pola
geometris. Namun, motif ini tidak memiliki garis tegas pemisah antara motif dan warna latar
sehingga sekilas terlihat seperti motif psychedelic.
24. Batik Tambal
Sesuai dengan namanya, motif batik Tambal berarti
menambal atau memperbaiki sesuatu yang telah rusak. Di zaman
dahulu, masyarakat Indonesia percaya, bahwa kain bermotif batik
Tambal mampu membantu menyembuhkan orang yang sedang
sakit. Cara penggunaannya cukup mudah, yakni dengan menyelimuti
orang sakit tersebut menggunakan kain batik bermotif Tambal. Meski tidak bisa dibenarkan
secara medis, tapi sebagian besar masyarakat telah membuktikan khasiatnya.
25. Batik Cuwiri
Di Indonesia ada banyak tradisi yang terus dilestarikan hingga
saat ini, salah satunya adalah tradisi tujuh bulanan atau mitoni. Dalam
tradisi ini, biasanya ibu hamil akan dipakaian sebuah kain batik. Nah,
kain batik jenis cuwiri inilah yang sering dikenakan oleh para ibu hamil
dalam tradisi mitoni. Cuwiri mempunyai arti kecil-kecil, hal itu nampak
pada corak batik yang tampak kecil-kecil. Motif batik yang berasal dari
Solo dan Yogyakarta ini pewarnaannya menggunakan zat soda alam.
Biasanya, motif cuwiri didominasi oleh ornamen meru atau
lengkungan yang menyerupai gunung.
26. Batik Lasem
Nama kain batik ini diambil dari daerah
asalnya, yaitu Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa
Tengah. Jenis batik Lasem Rembang bisa
dikatakan sangat jauh berbeda dengan motif
daerah pesisir lainnya. Alasannya karena batik
Lasem menggunakan warna-warna mencolok
dengan perpaduan gaya yang selaras antara gaya
Tiongkok dan Jawa. Hal ini disebabkan karena batik Lasem merupakan perpaduan dari
hasil akulturasi dua budaya yang berbeda.
27. Batik Singa Barong
Batik Singa Barong berasal dari Cirebon, Jawa Barat
yang mempunyai makna berdasarkan nama sekaligus sejarah
asal usulnya. Singa barong adalah jenis hewan mitologi atau
ajaib. Dalam budaya Jawa dan Bali, kata barong berarti ajaib.
Filosofi dari jenis batik ini merupakan perwujudan dari simbol-
simbol yang bersifat spiritual. Sebagian besar tokoh Keraton
Kasepuhan cenderung lebih memaknai burung garuda yang bersayap seperti bouraq sebagai
lambang agama Islam dan gajah sebagai lambang agama Hindu. Sementara naga adalah
lambang agama Buddha atau budaya Cina dan Singa adalah lambang agama Protestan atau
budaya yang berasal dari Eropa Barat.
28. Batik Bali
Kain batik Bali biasa digunakan saat kegiatan yang berbau
upacara adat dan ritual keagamaan. Ciri khas yang dimiliki
macam-macam batik ini tampak pada motif tradisional bercampur
dengan motif modern seperti lambang rusa, bangau, kura-kura
hingga naga.
29. Truntum
Truntum adalah macam-macam batik
populer dari Solo, dan diciptakan oleh Kanjeng
Ratu Kencana, putri Sunan Pakubuwana III.
Orang-orang percaya bahwa Ratu, yang sedang
bersedih dengan perselingkuhan Raja, membuat
motif batik ini sambil menatap langit malam. Terkesan dengan motifnya, Raja mengagumi
ketekunan istrinya. Cintanya pada Ratu menyala kembali dan dia berdamai dengannya.
Legenda ini mempopulerkan truntum sebagai simbol cinta yang bangkit kembali,
menjadikannya favorit di antara pengantin.
30. Batik Pekalongan
Macam-macam batik berikutnya ada batik asal
Pekalongan, yang sangat kental dengan nuansa alam.
Umumnya, batik Pekalongan menampilkan motif hewan
atau tumbuhan, yang motifnya diambil dari berbagai
campuran budaya lokal dan etnis Tionghoa. Ini karena
dulu Pekalongan merupakan tempat transit para
pedagang dari berbagai negara, sehingga akulturasi budaya tersebut menjadikan batik
Pekalongan sangat khas dengan alamnya.
Enam Teknik Pembuatan Batik yang Paling Sering Digunakan
Batik berasal dari bahasa jawa, yaitu ambathik yang merupakan gabungan dari kata
“amba” yang artinya lebar atau luas (merujuk pada kainnya) dan kata “nithik” yang artinya
membuat titik. Kata “ambathik” kemudian berkembang menjadi “Bathik” yang artinya
mengubungkan titik-titik menjadi gambar tertentu pada kain yang lebar dan luas. Seni batik
dengan teknik pewarnaan menggunakan malam atau lilin adalah salah satu bentuk seni kuno.
Teknik serupa pernah digunakan di Mesir pada abad ke-4 SM. Teknik serupa juga pernah
diterapkan di China pada masa Dinasti T’ang (618 – 907) dan Jepang pada periode Nara (645
– 794). Perkembangan teknik pembuatan batik di Indonesia sangat pesat. Jika dulu hanya ada
satu teknik untuk membuat batik. Sekarang ada enam teknik yang paling sering digunakan,
yaitu:
1. Batik Tulis/Canting
Teknik pembuatan batik tulis atau canting
adalah metode paling tua dan tradisional. Proses
pembuatan batik masih menggunakan alat canting
tradisional yang diisi dengan lilin panas sebelum
digunakan untuk menggambar pola di atas kain.
Setelah pola gambar ditutupi lilin, kemudian kain diwarnai. Bagian lilin kemudian dilepaskan dari
kain. Dengan begitu, saat kain dimasukan dalam larutan pewarna, bagian yang tertutup lilin
tidak terkena warna dan membentuk motif batik yang cantik. Teknik pembuatan batik dengan
metode canting membutuhkan ketelitian tinggi. Tekstur dan motif batik dibuat manual
menggunakan tangan. Tidak heran pembuatan batik dengan canting bisa memakan waktu 2 – 3
bulan. Meski begitu, harga batik tulis jauh lebih mahal dibanding batik biasa karena punya nilai
seni tinggi.
2. Batik Cap
Teknik pembuatan batik cap muncul
sekitar abad ke-20. Metode ini tidak
menggunakan canting, melainkan cap yang
terbuat dari tembaga berukuran 20 x 20 cm.
Bagian tengah cap memiliki motif ukiran
batik. Stempel akan dicelupkan ke dalam
cairan malam lalu ditekan dengan keras di atas kain. Proses pembuatan batik dengan metode
cap tergolong modern. Cara pembuatannnya sama seperti saat kita menggunakan stempel.
Kelebihan dari metode ini adalah membuat proses pengerjaan batik lebih cepat. Proses
pembuatan batik cap hanya memakan waktu 2 – 3 hari tergantung luas kain.
3. Batik Kombinasi
Batik kombinasi adalah perpaduan
antara batik tulis (canting) dengan batik
cap. Teknik pembuatan batik ini diciptakan
untuk menyempurnakan hasil batik cap
yang hanya bisa membuat motif besar.
Detail motif yang ukurannya lebih kecil
kemudian ditambahkan menggunakan canting. Meskipun menggunakan canting, namun
kualitas batik kombinasi masih setara dengan batik cap. Karena canting hanya digunakan untuk
menambah motif tertentu saja. Keseluruhan proses pembuatan lebih banyak menggunakan cap
tembaga. Waktu pengerjaan batik kombinasi sedikit lebih lama dari batik cap karena butuh
waktu tambahan untuk menambah detail motif dengan canting.
4. Batik Ikat Celup (Tie-Dye)
Teknik pembuatan batik dengan
metode ikat celup juga tergolong modern.
Teknik ini banyak digunakan untuk
membuat batik yang lebih berwarna-warni.
Di Jawa teknik ini disebut Jumputan, di
Palembang lebih dikenal dengan nama
Cinde, sedangkan di Banjarmasin
namanya Sasirangan. Sebelum dicelup ke cairan pewarna, sebagaian kain diikat dengan tali.
Setelah semua bagian kain tercelup kemudian angkat kain. Buka ikatan kain dan pastikan
bagian yang terikat tidak terkena pewarna. Hasil atau motif batik ikat celup mirip kaos tie dye
yang saat ini sedang tren di kalangan anak muda.
5. Batik Lukis/Colet
Teknik pembuatan batik tradisional
hanya menghasilkan 1–2 warna saja.
Namun berbeda dengan teknik pembuatan
batik lukis atau colet. Dengan teknik ini,
Anda bisa membuat batik beraneka warna.
Teknik ini juga membutuhkan keterampilan
seni yang tinggi. Semakin bagus hasilnya,
maka semakin mahal harganya. Sebelum dilukis, kain polos akan diberi motif agar tetap
memiliki ciri khas batiknya. Setelah itu pengrajin akan memberi warna pada motif atau pola
gambar tersebut dengan kuas cat. Semakin bagus perpaduan warnanya akan semakin bagus
hasilnya.
6. Batik Printing
Metode pembuatan batik printing adalah teknik yang paling modern dan paling banyak
digunakan saat ini. Selain lebih cepat, proses pembuatan batik printing tidak membutuhkan
keterampilan khusus. Oleh karena itu, teknik ini paling banyak digunakan oleh pemula untuk
membuat banyak batik dalam waktu singkat. Untuk membuat batik printing, Anda hanya
membutuhkan komputer, software dan
kemampuan untuk membuat motif batik, dan
mesin printing kain. Motif yang sudah dibuat
di komputer kemudian dicetak di atas kain.
Karena nilai seninya lebih rendah, harga
kain batik printing lebih murah. Waktu
pengerjaan batik printing paling cepat
dibanding teknik pembuatan batik lainnya.
Ada enam teknik pembuatan batik yang paling banyak digunakan saat ini. Setiap teknik
punya kelebihannya masing-masing. Sebagai contoh, batik tulis atau canting dapat
menghasilkan batik yang harganya paling mahal namun dari proses pengerjaan memakan
waktu paling lama. Di sisi lain, batik printing bisa menghasilkan banyak batik dalam waktu
singkat. Akan tetapi harganya jauh lebih murah dibanding teknik pembuatan batik lainnya.
Sepuluh Alat dan Bahan Untuk Membuat Batik Tulis
Berikut ini adalah sepuluh alat yang biasa digunakan dalam pembuatan batik tulis
diantaranya:
1. Kain Mori
Kain mori merupakan bahan utama untuk membuat batik tulis, kain ini berasal dari
bahan kapas yang telah mengalami proses pemutihan dan memiliki klasifikasi khusus. Kain
yang bisa digunakan untuk bahan batik tentunya adalah kain yang mudah menyerap zat-zat
pewarna batik. Kain mori primisima misalnya, merupakan salah satu jenis kain yang memiliki
kualitas tertinggi, meski daya serapnya kurang. Selain itu bisa juga menggunakan kain mori
berjenis prima yang memiliki kualitas sedang dengan benang yang sedikit kasar. Untuk
menghemat biaya bisa juga menggunakan kain mori biru yang merupakan kain dengan kualitas
rendah dengan tekstur kasar. Terdapat juga dua jenis kain mori, yaitu kain mori yang sudah
mengalami pemutihan dan kain mori yang belum diputihkan (kain blacu). Selain tiga jenis kain
mori tadi, untuk bahan batik tulis juga bisa menggunakan kain Kain rayon, Kain Kapas, Kapas
Grey dan bisa juga menggunakan kain sutera.
Jika pada 2020, kain Mori Unta Super 90 cm dijual seharga Rp4.500, naik menjadi
Rp4.850 tahun 2021, naik lagi menjadi Rp5.000 tahun 2022 per meter. Kain Mori Liong Mas 1
m ikut naik dari harga Rp12 ribu tahun 2020 menjadi Rp12.500 tahun 2020, naik lagi menjadi
Rp13.000 tahun 2022 per meter.
2. Canting
Canting merupakan salah satu alat utama “ senjata legendaris batik tulis“, tanpa canting
sebagai alat melukis motif, batik tulis bukanlah batik tulis tradisional dan yang dibanggakan
bangsa Indonesia.
3. Malam atau Lilin Batik
Malam juga salah satu bahan utama pembuatan batik tulis hanya saja malam tidak
hanya di gunakan untuk membuat batik tulis tapi juga menjadi salah satu pembuatan batik cap.
Malam atau lilin batik ini secara garis besar berfugnsi untuk menutupi bagian tertentu agar tidak
terkena pewarna atau bisa juga disebut sebagai perintang.
4. Zat Pewarna
Untuk pembuatan batik terdapat dua jenis zat pewarna yang bisa dipakai, zat pewarna
alami dan sintetis/buatan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk industri
batik saat ini sebagian pembatik lebih banyak menggunakan zat pewarna sintetis karena lebih
praktis, bahan mudah didapat, murah dan terdapat banyak pilihan warna.
5. Wajan dan Kompor Kecil
Wajan dan kompor kecil ini berfungsi untuk memanaskan atau mencairkan malam/lilin
batik.
6. Gawangan
Kalau yang ini fungsinya untuk penyangga kain saat proses membatik berlangsung.
Gawangan batik ini bisa terbuat dari kayu ataupun bambu. Untuk para juragan batik jaman dulu
biasanya memiliki gawangan yang diberi motif hiasan pada bagian atasnya. Biasanya berupa
ukiran kayu yang membentuk motif tertentu seperti naga ataupun motif lung-lungan (tumbuhan).
7. Dingklik
Dingklik merupakan kursi kecil terbuat dari kayu, plastik atau apapun sebagai tempat
duduk pengrajin. Biasanya memang proses menggambar batik tulis dilakukan dengan cara
duduk di bawah, tidak dilakukan dengan berdiri sebagaimana yang dilakukan pengrajin saat
membuat batik cap.
8. Bandul
Alat pemberat yang digunakan untuk menahan kain batik agar tidak mudah bergeser
ketika sedang dilukis dengan malam. Bandul ini bisa terbuat dari kayu, besi atau apapun yang
bisa difungsikan sebagai pemberat.
9. Taplak
Merupakan selembar kain yang digunakan sebagai alat untuk alas saat membatik. Alas
ini ditempatkan diantara paha dan kain batik agar tidak mengotori pembatik.
10. Meja kayu
Meja kayu sering difungsikan untuk meluruskan/meratakan permukaan kain sebelum
dibatik. Selain itu juga bisa digunakan untuk menggambar pola motif batik diatas kain dengan
menggunakan pensil.
Cara Merawat dan Membersihkan Batik
Jika kita memiliki baju atau kain batik dengan motif legendaris nan cantik dan
memesona, maka kita tidak boleh melewatkan beberapa langkah mudah untuk merawatnya.
Sebab tanpa perlakuan tepat saat mencucinya, batik yang kita miliki bisa rusak. Berikut ini ada
beberapa cara merawat dan membersihkan batik yang paling efektif agar tidak merusaknya,
yaitu:
Cuci kain batik menggunakan tangan (hand washing). Hal ini penting dilakukan supaya
motif batik tersebut tidak mudah luntur.
Jangan mencuci batik dengan kain berbahan dasar lain dalam satu tempat yang sama.
Hindari penggunaan produk detergen yang dapat membuat warna batik cepat pudar.
Jika memungkinkan, bersihkan batik dengan sabun dengan kandungan bahan kimia
paling rendah.
Hindari memeras kain batik sesaat setelah dicuci.
Hindari penggunaan produk pewangi atau pelembut pakaian.
Jangan menjemur kain batik di bawah paparan sinar matahari secara langsung.
Jangan setrika kain batik. Apabila kondisi kain terlalu kusut, maka beri lapisan sapu
tangan terlebih dulu agar panas setrika tidak langsung menyentuh kain batik yang
tergolong sensitif.
Sumber Artikel :
google.com
factsofindonesia.com.
https://m.merdeka.com/jabar/12-macam-macam-batik-khas-indonesia-kenali-setiap-
cirinya-kln.html?page=3&page=5
https://rimbakita.com/batik/
https://www.bhinneka.com/blog/teknik-pembuatan-batik/
http://www.jnjbatik.com/blog/10-alat-dan-bahan-untuk-membuat-batik-tulis/
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
PENGANTAR
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) ini berisi petunjuk
teknis/langkah kerja dalam melaksanakan proyek di PASONE
PROJECT ke-1 pada tahun pelajaran 2022-2023 dilaksanakan
dari tanggal 21 – 30 September 2022 dilanjutkan dengan
presentasi hasil projek pada tanggal 3 – 4 Oktober 2022. Adapun
tema PASONE PROJECT untuk kelas VII adalah “BATIK”,
Dengan judul project diserahkan kepada masing-masing
kelompok. Tiap-tiap kelompok terdiri dari antara 5 sampai dengan 7 orang peserta didik. Agar
project ini selesai tepat waktu dan teintegrasi dengan sebelas mata pelajaran, siswa harus
mengikuti setiap langkah kegiatan dengan baik dan seksama, memastikan ketersediaan alat
dan bahan yang diperlukan, serta membagi pengerjaan tugas dengan baik. LKPD yang sudah
selesai dikerjakan dikumpulkan kepada masing-masing guru mata pelajaran yang mengajar
dikelas masing-masing peserta didik.
PASONE PROJECT BATIK PAIBP KELAS VIII
Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar :
3.1 Meyakini bahwa jujur dan adil adalah 4.6 Menyajikan cara menerapkan perilaku jujur
ajaran pokok agama dan adil
Indikator : Indikator :
• Melalui pembuatan produk pasone project Melalui pembuatan produk pasone project
batik, siswa dapat mendeskripsikan perilaku batik, siswa dapat menunjukkan
jujur dan adil adalah ajaran pokok agama. keterampilan menujujukan perilaku jujur dan
• Melalui pembuatan produk pasone project adil dalam kehidupan sehari-hari.
batik, siswa dapat mendeskripsikan nilai-nilai Melalui pembuatan produk pasone project
yang terkandung dalam perilaku adil dan jujur batik, siswa dapat menyajikan laporan hasil
telaah dan gagasan tentang perilaku jujur
dan adil adalah ajaran pokok agama
LKPD PASONE PROJECT BATIK PAIBP KELAS VIII
1. Tuliskan makna yang terkandung dalam perilaku jujur dan adil adalah pokok ajaran
agama dan implementasinya terhadap pasone project ini?
2. Bagaimana sikap yang anda harus tunjukkan dalam menghadapi fenomena kejujuran
dan keadilan yang sudah kita saksikan di pemerintahan di Indonesia?
3. Mengapa kita harus memiliki kejujuran dan keadilan dan apa hubungannya dengan
kegiatan pasone project ini?
4. Apa manfaat yang anda dan tim peroleh setelah mempelajari materi Mengutamakan
kejujuran dan menegakkan keadilan dalam pembuatan pasone project ini?
NOTED : LKPD PAIBP
Dikerjakan perkelompok
Dibuat jawaban tersebut dalam bentuk laporan lengkap dengan cover, kata pengantar,
daftar isi dan daftar pustaka
Diketik (tidak tulis tangan)
Dikumpulkan sebelum presentasi kelompok
WASSALAM
HELMY FAJRIN, S.PD.I
PASONE PROJECT BATIK PPKN KELAS VIII
Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar :
3.2 Menelaah Pancasila sebagai dasar negara 4.1 Menyaji hasil telaah nilai-nilai Pancasila
dan pandangan hidup bangsa sebagai dasar negara dan pandangan
hidup bangsa dalam kehidupan sehari-hari
Indikator : Indikator :
• Melalui pembuatan produk pasone project Melalui pembuatan produk pasone project
batik, siswa dapat mendeskripsikan arti batik, siswa dapat menunjukkan
penting Pancasila sebagai dasar negara dan keterampilan mengamati tentang Pancasila
pandangan hidup bangsa sebagai dasar negara dan pandangan hidup
• Melalui pembuatan produk pasone project bangsa
batik, siswa dapat mendeskripsikan nilai-nilai Melalui pembuatan produk pasone project
yang terkandung dalam Pancasila batik, siswa dapat menyajikan laporan hasil
telaah dan gagasan tentang Pancasila
sebagai sebagai dasar negara dan
pandangan hidup bangsa
LKPD PASONE PROJECT BATIK PPKN KELAS VIII
1. Tuliskan makna yang terkandung dalam Pancasila sebagai dasar negara dan
implementasinya terhadap pasone project ini?
2. Tuliskan makna yang terkandung dalam Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa
dan implementasinya terhadap pasone project ini?
3. Bagaimana sikap yang anda harus tunjukkan dalam menghadapi segala perbedaan di
Indonesia? Perbedaan apa saja yang ada di Indonesia?
4. Mengapa kita harus memiliki semangat persatuan dan apa hubungannya dengan
kegiatan pasone project ini?
5. Apa manfaat yang anda dan tim peroleh setelah mempelajari materi Kedudukan dan
Fungsi Pancasila bagi Bangsa dan Negara Indonesia terhadap kehidupan sehari-hari
dalam pembuatan pasone project ini?
NOTED : LKPD PPKN
Dikerjakan perkelompok
Dibuat jawaban tersebut dalam bentuk laporan lengkap dengan cover, kata pengantar,
daftar isi dan daftar pustaka
Diketik (tidak tulis tangan)
Dikumpulkan sebelum presentasi kelompok
WARM REGARDS,
SALMAN HAKIM, S.PD.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Satuan Pendidikan : SMP Pasundan 1 Bandung
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VIII/Ganjil
Materi Pokok : Relasi
Kompetensi Inti
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotongroyong), santun, percayadiri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori
A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar:
Relasi dan Fungsi
3.3 Mendeskripsikan dan manyatakan relasi dan fungsi dengan menggunakan berbagai
representasi (kata-kata, tabel, grafik, diagram, dan persamaan)
4.3 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan relasi dan fungsi dengan menggunakan
berbagai refresentasi.
Target Kompetensi Dasar:
1. Menentukan relasi antara dua himpunan
2. Menyajikan relasi dengan cara Himpunan pasangan berurutan, Diagram Panah, dan
Diagram Cartesius.
Indikator Pencapaian Kompetensi :
1. Siswa mampu menentukan relasi dari dua himpunan pada projek.
2. Siswa mampu menyajikan relasi dengan cara Himpunan pasangan berurutan, Diagram
Panah, dan Diagram Cartesius dari dua himpunan pada projek.
B. Petunjuk
1. Baca dan pahami pernyataan – pernyataan dari masalah yang disajikan dalam LKPD
berikut,
2. Kerjakan soal berikut secara kelompok
3. Jika terdapat masalah yang tidak dapat diselesaikan tanyakan kepada guru
Nama kelompok :
Kelas : VIII -
Anggota Kelompok : 1 ................... 5. .......................
6. .......................
2. ................... 7. .......................
8. .......................
3. ...................
4. ...................
ALAT DAN BAHAN :
Alat :
1. ............
2. ............
3. ...........
4. ...........
5. ...........
6. ...........
Bahan :
1. ............
2. ............
3. ...........
4. ...........
5. ...........
6. ...........
PASONE PROJEK 1
Pada kegiatan projek ini tentunya ananda sudah memilih dan merancang projek yang akan
ananda buat.
Untuk pengisian LKPD dibawah ini ananda hanya mengisi pada bagian sesuai dengan kegiatan
yang ananda lakukan.
Selamat mengerjakan !
KEGIATAN 1
BATIK INDONESIA
Batik merupakan satu warisan budaya Indonesia yang patut kamu lestarikan. Salah satu
caranya adalah dengan bangga mengenakan batik.
Sejak 2 Oktober 2009 silam di bawah pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, UNESCO
telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan
Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Oleh sebab itu,
Indonesia memperingati Hari Batik Nasional setiap tanggal 2 Oktober.
Keputusan yang ditetapkan oleh UNESCO tersebut juga membuktikan bahwa batik berasal dari
Indonesia. Lantaran besarnya potensi bagi negara lain untuk mengklaim batik sebagai bagian
dari aset budayanya. Atas dasar itulah Indonesia akhirnya mendaftarkan batik sebagai warisan
budaya Indonesia.
Macam-macam motif batik punya beragam bentuk dan warna. Batik merupakan warisan
budaya kebanggan Indonesia. Tiap daerah bisa memiliki macam-macam motif batiknya sendiri.
Tugas kalian dalam Projek Pasone 1 ini yaitu mencari nama motif atau jenis batik yang berasal
dari beberapa daerah yang ada di Indonesia. Silahkan kalian mengisi tabel pada kegiatan 1 dan
tulis apa nama relasinya. Kemudian pada kegiatan 2 kalian mengisi cara menyajikan relasi
dengan 3 cara yaitu himpunan pasangan berurutan, diagram panah, dan diagram Kartesius.
Selamat mengerjakan !
KEGIATAN 1
1. a. Isilah tabel berikut ini ! Nama motif Batik
No. Nama Daerah / kota
1 Bali
2 Banten
3 Cirebon
4 Garut
5 Madura
6 Pekalongan
7 Solo
8 Tasikmalaya
9 Ternate
10 Yogyakarta
b. Jika Himpunan A adalah nama daerah/ kota di Indonesia dan Himpunan B adalah nama
jenis/motif batik, maka tuliskanlah nama Relasi yang tepat dari dua himpunan tersebut.
KEGIATAN 2
Pada kegiatan ke 2 ini kalian sajikan relasi dari data pada tabel diatas dengan 3 cara yaitu
himpunan pasangan berurutan, diagram panah, dan diagram Kartesius.
Himpunan Pasangan Berurutan
Diagram Panah
Diagram kartesius
Kesimpulan
Coba kalian simpulkan hal-hal apa yang dapat kalian peroleh dari membuat projek 1 ditinjau
dari mata pelajaran matematika khususnya materi RELASI
Jawab : .....................................................................................................................................
Foto Kegiatan mengerjakan LKPD
NIA YUNIATI, S.PD., M.M.PD., & SISKA PUTRI PERMATASARI, S.PD.
LKPD IPA PASONE PROJECT 1 (MEMBATIK)
TAHUN AJARAN 2022-2023
Kelompok : Kelas : VIII …
Nama Anggota Kelompok :
1. ……………………………………… 5. ………………………………………
2. ……………………………………… 6. ……………………………………
3. ……………………………………… 7. ………………………………………
4. ..................................................
Petunjuk Pengisian :
1. Cantumkan kelas dan urutan kelompok yang telah ditentukan.
2. Tentukan judul dari proyek yang kalian kerjakan berdasarkan motif batik dan teknik
pengerjaan yang kalian pilih.
3. Jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diajukan terkait proyek yang kalian kerjakan.
4. Kumpulkan LKPD kepada guru mata pelajaran sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Kompetensi Dasar :
Menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan, minuman, zat adiktif serta dampaknya
terhadap Kesehatan
Indikator Pencapaian Kompetensi :
1. Peserta didik dapat mengidentifikasi jenis pewarna yang digunakan dalam produk hasil
proyek.
2. Peserta didik dapat mendeskripsikan dampak penggunaan pewarna bagi kesehatan.
A. Judul : ……………………………………………………………………………………….........
B. Pertanyaan :
1. Pewarna yang kalian gunakan, apakah menggunakan pewarna alami atau pewarna
buatan?
2. Jika menggunakan pewarna alami dari tanaman apa saja yang kalian pilih dan
warna apa saja yang dihasilkan?
Jika menggunakan pewarna buatan, warna apa saja yang kalian gunakan dan apa
nama pewarna tersebut? Bahan kimia apa yang digunakan dalam pembuatan
pewarna yang kalian pakai?
3. Adakah dampak yang diakibatkan pewarna yang kalian gunakan untuk kesehatan?
C. Jawaban :
1. Pewarna
………………………………………………………….........................................
2. Warna yang digunakan :
a. ……………. Nama pewarna …………………….
b. ……………. Nama pewarna …………………….
c. ……………. Nama pewarna …………………….
3. Jika menggunakan pewarna buatan, bahan kimia yang digunakan adalah
…………………………………………………………………………………………….........
.......................................................................................................................................
..…………………………………………………………………………………………………
…………………………………………………………..............………………….................
EDAH JUBAEDAH, A.MD. & GESI SOLEHA, S.SI., S.PD.
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) PASONE PROYEK 1
Satuan Pendidikan : SMP Pasundan 1 Bandung
Mata Pelajaran : IPS
Kelas/Semester : VIII/ Ganjil
Materi Pokok : Pengaruh Perubahan dan Interaksi Keruangan terhadap kehidupan
di negara-negara ASEAN
A. Kompetensi Inti
KI3 :
Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata
KI4 :
Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar
3.1 Memahami perubahan keruangan dan interaksi antar ruang di Indonesia dan
negara-negara ASEAN yang diakibatkan faktor alam dan manusia (teknologi,
ekonomi, pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya terhadap
keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik.
4.1 Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang
di Indonesia dan negara-negara ASEAN yang diakibatkan faktor alam dan manusia
(teknologi, ekonomi, pemanfaatan lahan, politik) dan pengaruhnya terhadap
keberlangsungan kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Peserta didik mampu mendeskripsikan langkah-langkah dalam
memasarkan/mengekspor produk kerajinan batik Indonesia ke sejumlah negara-
negara di kawasan Asia Tenggara
2. Peserta didik mampu mendeskripsikan pendapatnya tentang salah satu negara di
Asia Tenggara yang berupaya untuk mengklaim keberadaan batik di Indonesia yang
sudah dijadikan warisan budaya oleh dunia internasional.
Petunjuk
1. Baca dan pahami pernyataan-pernyataan dari masalah yang disajikan dalam LKPD berikut
2. Kerjakan soal berikut secara kelompok
3. Laporan hasil diskusi di print out
4. Jika terdapat masalah yang tidak dapat diselesaikan tanyakan kepada guru
Kelompok : ……
Kelas : VIII -
Anggota Kelompok : 1. ...................
2. ...................
3. ...................
4. ...................
5. ....................
6. ……………...
7. ....................
PASONE PROYEK 1 produk
AKTIVITAS 1
3.1.1 Mendeskripsikan langkah-langkah dalam memasarkan/mengekspor
kerajinan batik Indonesia ke sejumlah negara-negara di kawasan Asia Tenggara.
Dalam tata ekonomi global mulai menunjukkan kecenderungan kuat pada potensi akan
kreativitas pengolahan produk-produk berbasis warisan budaya, dan batik diyakini dapat
menjadi semacam deposit tambang baru untuk terus dieksplorasi. Salah satu contohnya batik
bantulan yang sudah dijadikan sebagai warisan budaya bangsa perlu ditempatkan sebagai
deposit, tambang baru yang harus terus digali, diolah dan dikembangkan sesuai selera
konsumen agar dapat mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat atau bangsa Indonesia.
Pertanyaannya :
Jika kalian menjadi pengusaha batik, bagaimana langkah-langkah yang kalian ambil dalam
memasarkan/mengekspor produk kerajinan batik Indonesia ke sejumlah negara
negara di kawasan Asia Tenggara.
Jawaban : …………………………………………………………………........................................
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
AKTIVITAS 2
4.1.1 Mendeskripsikan pendapatnya tentang salah satu negara di Asia Tenggara
yang berupaya untuk mengklaim keberadaan batik di Indonesia yang
sudah dijadikan warisan budaya oleh dunia internasional.
Batik adalah salah satu kebanggan budaya Indonesia. Kebanggan ini semakin meningkat
setelah UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan
budaya takbenda atau Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity, pada
2 Oktober 2009.
Adanya pengakuan UNESCO atas batik sebagai warisan budaya Indonesia merupakan
sebuah pengakuan yang luar biasa. Pengakuan tersebut menandai perjuangan Indonesia
membuktikan betapa khasnya batik sebagai budaya Indonesia.
Pertanyaannya :
Bagaimana pendapat kalian sebagai pelajar ketika ada negara tetangga yang berupaya
mengklaim keberadaan batik Indonesia yang sudah menjadi warisan budaya dan mendapat
pengakuan oleh internasional.
Jawaban : …………………………………………………………………........................................
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………………
Selamat Bekerja …. Semangat ....
HENI ROCHAENI, A.MD.
Kompetensi Dasar Pasone Project Mapel TIK
Materi : Algoritma dan Pemrograman
Mata Pelajaran : TIK Guru Mapel : Gesi Soleha, S.Si
Kelas VIII
KD Pengetahuan KD Keterampilan
3.2 Memahami bahwa bagaimana manusia 4.2 Memakai instruksi kondisional
berinteraksi dengan komputer melalui
algoritma, dan bahwa algoritma dirancang
untuk mengeneralisasi solusi berbagai situasi.
Kelas :
Kelompok :
Nama-nama anggota kelompok :
Tema : Membatik
Jawablah pertanyaan dibawah dengan jelas dan benar!
• Apa judul project yang kalian buat?
• Tuliskan alat dan bahan yang diperlukan untuk project yang kalian buat!
• Sebutkan langkah-langkah pembuatan project yang kalian buat secara sistematis dan
berurutan/algoritma dalam bahasa natural! (Bila ada tambahkan instruksi kondisional
misalnya, jika-maka dan lain-lain)
'Selamat mengerjakan'
LKPD BAHASA INDONESIA
KELAS VIII
Judul Project :
Nama Anggota :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Petunjuk Pengerjaan :
1. Setiap Kelompok wajib mengumpulkan hasil LKPD dari Project yang sudah dikerjakan.
2. Pengumpulan LKPD Project hanya dilampirkan oleh Perwakilan saja melalui Google Class
Room yang telah disediakan.
Penugasan :
1. Kenakan batik yang sudah dibuat (oleh satu anggota kelompok) lalu foto dengan semenarik
mungkin dengan background polos (warna bebas).
2. Sudut foto diambil dari belakang, samping dan depan.
3. Hasil foto di upload ke GCR dan instastory instagram kalian + tag ke instagram sekolah.
4. Saat melakukan presentasi batik dipakai.
SUMIARSA, S.PD. & ANGGI HERLAMBANG, S.PD
KD Tiap Mata Pelajaran yang berkaitan dengan Project
Mata Pelajaran : Bahasa Inggris / Kelas VIII Guru Mapel : Maria Mulyani, A.Md
KD Pengetahuan KD Keterampilan
3.2 Membandingkan fungsi sosial, struktur 4.2 Menyusun teks khusus dalam bentuk
teks, dan unsur kebahasaan beberapa teks greeting card, sangat pendek dan
khusus dalam bentuk greeting card, dengan sederhana, terkait hari-hari spesial dengan
memberi dan meminta informasi terkait memperhatikan fungsi sosial, struktur teks,
dengan hari-hari spesial, sesuai dengan dan unsur kebahasaan, secara benar dan
konteks penggunaannya sesuai konteks
Target KD Pengetahuan Target KD Keterampilan
1. Menjelaskan tentang siapa, dimana Membuat kartu ucapan kepada teman yang
dan kapan tentang project membuat memperoleh hasil terbaik dalam project
batik dengan jelas. pembuatan batik.
2. Menjelaskan kegiatan yang
dilakukan dalam pembuatan project
batik tersebut.
Rancangan LKPD
Batik is one of Indonesian culture and in this project, batik is used as a project to fulfill
project pas one activities.
I firmly believe that you will make the best project to get the best grades, and in the last
session, the teacher will choose the best result among all projects.
Your task is to make greeting cards for your friends who get and are chosen to be the
best in this batik project.
PASONE PROJECT BATIK BAHASA SUNDA KELAS VIII
Kompetensi Dasar : Kompetensi Dasar :
3.7 Memahami dan mengidentifikasi struktur, 4.7 menanggapi nilai-nilai carita pondok
unsur, dan aspek kebahasaan carita pondok dengan memperhatikan unsur-unsur instrinsik,
struktur teks, serta aspek kebahasaan
Indikator : Indikator :
• Memahami pengetahuan (faktual, konseptual Mencoba mengolah dan menyaji dalam
dan prosedural) berdasarkan rasa ingin ranah konkret ( menggunakan, mengurai,
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian ranah abstrak (menulis, membaca,
tampak mata. menghitung, menggambar dan mengarang)
sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan
sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
LKPD PASONE PROJECT BATIK BAHASA SUNDA KELAS VIII
Jieun hiji Carita Pondok ngeunaan nyieun Pasone Project 1 (batik) nurutkeun kelompokna
masing-masing, kudu aya unsur-unsur intrinsik dina carita pondokna.
Conto: waktu kagiatanna, tempat kagiatanna, sarta kumaha perasaan hidep jeung kelompokna
salila nyieun Pasone Project 1 (batik) !
Cara ngerjakeunna:
1. Sadayana anggota kelompok kedah dicaritakeun dina Carita Pondok.
2. Carita Pondokna minimal 5 Paragraf atanapi sakaca.
3. Tiasa dikerjakeun ditulis dina kertas atawa langsung diketik dina LKPDna.
4. Saatos dikerjakeun LKPDna dikempelkeun ka Google Classroom masing-masing.
- Anu diketik/ngerjakeun dina filena, kirim filena ka Google Classroom.
- Anu ditulis tangan fotokeun LKPDna, kirim fotona ka Google Classroom.
Kelompok : ….
Anggota Kelompok :
1. ………………………
2. ………………………
3. ………………………
4. ………………………
5. ………………………
6. ………………………
7. ..............................
Judul Carita Pondok : ………………………
LIFHA SAUFA AINUN PERMANA, S.PD.
LKPD PASONE HYBRID PROJECT SENI BUDAYA KELAS VIII
Nama Kelompok dan Kelas :
Ketua : 1.
Anggota 2.
3.
4.
5.
6.
7.
KI :
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan ( factual, konsep dan procedural ) berdasarkan
rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait fenomena dan
kejadian tampak mata.
4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret ( menggunakan, mengurai, merangkai,
Memodifikasi dan membuat ) dan ranah abstrak ( menulis, membaca, menghitung,
menggambar dan menghitung menggambar dan mengarang ) sesuai dengan yang dipelajari
Disekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
KD :
3.2 Memahami prosedur menggambar ilustrasi dengan teknik manual dan digital
4.2 Menggambar ilustrasi dengan teknik manual dan digital.
I. Judul Project : ..........................………………………………………………………………..
II. Tujuan : ...........................………………………………………………………………..
III. Alat Dan Bahan : ( silahkan kalian cantumkan alat & bahan yang kalian gunakan )
1.
2.
3.
4.
5. dst ( silahkan tambahkan jika lebih dari 5 )
IV. Langkah Kerja : - Uraikan urutan kerja pembuatan project kelompok kalian !
- Teknik apa yang kalian gunakan dalam membuat project tersebut dan
jelaskan !
- Menggunakan bahan pewarna apakah project kelompok kalian
( pewarna alami atau buatan ) Jelaskan perbedaannya !
- Corak dekoratif yg kalian gunakan mengambil gambar binatang,
tumbuhan, geometris atau figurati, jelaskan !
Bandung, September 2022
Guru Seni Budaya
Irma Rahayu. S.Sn.
Kompetensi Dasar Pasone Project 1 Mapel PJOK
Materi Memahami cara menjaga keselamatan diri dan orang lain di jalan raya
Mata Pelajaran : PJOK Guru Mapel : Ganjar Wisnu Haedi, S.Pd.
Kelas VIII KD Keterampilan
KD Pengetahuan
3.10 Memahami cara menjaga keselamatan 4.10 Memaparkan cara menjaga
diri dan orang lain di jalan raya keselamatan diri dan orang lain di jalan
raya
Target KD Pengetahuan Target KD Keterampilan
- Menjelaskan manfaat menjaga - Menyajikan data hasil project dengan
keselamatan diri memperhatikan keselamatan diri
- Menganalisis dampak dan akibat bila
tidak menjaga keselamatan diri
- Menganalisis cara–cara menjaga
keselamatan diri
Kelompok :
Nama-nama anggota kelompok:
Kelas :
Jawablah pertanyaan dibawah dengan jelas dan benar!
• Apa nama project yang kalian buat?
• Jika dikaitkan dengan pelajaran PJOK, termasuk ke materi dan kompetensi dasar mana
project yang kalian buat!
• Gambarkan rancangan project yang kalian buat dan berikan keterangan bagian-bagiannya!
• Jelaskan deskripsi project yang kalian buat!
• Apa saja manfaat dari project tersebut?
SILAHKAN KERJAKAN PERKELOMPOK!