“Jurnal Belajar”
Pertemuan ke-: 6
Hari/Tanggal : Kamis, 21 Januari 2021
Pada hari ini kita bertenu lagi pada KBM Biologi. Pada pertemuan sebelumnya kami
diberi tugas oleh Ibu Puspa membuat laporan praktikum uji makanan. ada zat glukosa,
karbohidrat, protein, dan lemak. dan kami pun mengerjakan tugas tersebut. Hari ini kami akan
membacakan hasil kerja kami yang sudah dikerjakan. Pertama Ibu Puspa memanggil nama dari
kelas XI IPA 2 yaitu Faradiba. Faradiba langsung membacakan hasil kerja nya kepada teman
teman dan Bu Puspa. Faradiba menjelaskan secara baik, walaupun 2 nomor terakhir dia belum
selesai mengerjakan.
Faradiba menjelaskan alat-alat yang digunakan, langkah-langkah menguji nya, dan hasil
pengamatannya. Kami memperhatikan dengan seksama apa yang di jelaskan oleh Faradiba.
Setelah Faradiba selesai membacakan hasil kerja nya, siswa dari kelas XI IPA 1 wajib
46
menanyakan materi yang dijelaskan oleh Faradiba. Siswa yang menanya yaitu ada Irva, Tan
rendi, Cleonny, Jovanka, Stephani, Ilham, dll. Kami dari IPA 2 menjawab pertanyaan dari kelas
IPA 1.
Dan tidak terasa sudah 30 menit dan sudah berakhir jam Biologi pada hari ini. Kesan dan
pesan saya, saya sangat senang belajar Biologi Bersama teman teman teman semua, walupun
secara daring. Semoga Covid-19 ini cepat menghilang dan kita cepat bertemu kembali di
sekolah.
Ini foto proses KBM Biologi pada hari ini :
B. Tugas-Tugas
Portofolio 1A
Syarat – syarat makanan yang baik dan menyehatkan yaitu, makanan harus mudah
dicerna, higienis dan tidak mengandung bibit penyakit, makanan mengandung gizi yang
diperlukan tubuh, makanan harus mengandung kalori dengan jumlah yang mencukupi
kebutuhan tubuh.
Makanan yang dimasukkan ke dalam tubuh memiliki beberapa fungsi utama, yaitu :
47
Sumber energi (zat pembakar), yaitu makanan yang mengandung zat gizi lemak,
protein, dan karbohidrat.
Pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh (zat pembangun), yaitu makanan
yang mengandung protein, mineral, dan air.zat tersebut diperlukan untuk
membentuk sel-sel baru, serta memelihara dan mengganti sel-sel yang rusak.
Mengatur proses tubuh (zat pengatur), yaitu makanan yang mengandung protein,
mineral, air, dan vitamin.
Pelindung tubuh terhadap lingkungan dan bibit penyakit (zat pelindung).
48
Tabel Komponen Zat Makanan
No. Nama Zat Fungsi Sumber
Glukosa, dibuat secara
1. Karbohidrat Sebagai sumber energi, pengatur metabolisme
komersil dari pati
(hidrat lemak, menghemat protein, membantu Fruktosa, ditemukan
arang) pengeluaran feses, membatasi asupan kalori, dan dalam madu dan buah-
buahan
menurunkan resiko penyakit tertentu. Sukrosa, seperti gula
pasir
Laktosa, gula yang
ditemukan dalam susu
Galaktosa, tidak terdapat
secara alami, tetapi
dihasilkan melalui proses
pencernaan laktosa
Maltosa, ditemukan pada
biji yang berkecambah,
contoh:pada
pembuatanbir
Pati, karbohidrat
simpanan yang dihasilkan
oleh tanaman
Glikogen, tersimpan pada
hati dan otot hewan
Selulosa, komponen
dinding sel tumbuhan dan
49
2. Lemak Sumber energi yang lebih efektif, perlindungan, dikenal sebagai
(lipid) penyekatan/isolasi, perasaan kenyang, turut serat(fiber).
membangun jaringan tubuh, penyedia vitamin Lemak hewan, berasal
larut lemak, menghemat protein. dari berbagai jenis hewan
Lemak nabati,
3. Protein Menghasilkan jaringan baru, menggantikan contohnya minyak
protein yang hilang, pembuatan protein baru zaitun,minyak kelapa
dengan fungsi khusus, sumber energi, mengatur sawit, minyak biji kapas,
keseimbangan air, memelihara kenetralan tubuh, dan minyak jagung.
pembentukan antibody, dan mengangkut zat-zat Daging berwarna
gizi. merah, contohnya daging
sapi, kambing, kerbau
4. Vitamin Sebagai koenzim dan biokatalisator yang Ikan, daging unggas,
mengatur proses metabolisme, fungsi normal telur, susu, kerrang, dan
tubuh, dan pertumbuhan. keju
B1 (tiamin/aneurin) Kacang-kacangan
Berperan metabolism lemak dan protein, B1, biji-bijian, daging
serta konduksi membrane dan saraf ungags, ikan, telur.
B2 (riboflavin) B2, susu, keju, daging,
Berperan dalam metabolism karbohidrat, hati,roti, sayuran hijau.
lemak, protein serta pertumbuhan dan B3, ginjal, hati, ikan,
perawatan jaringan. dagingayam, dan kacang
B3 (niasin/asam nikotinat) tanah.
Sebagai koenzim dalam reaksi oksidasi- B5, kuning telur, hati,
reduksi pada glikolsis, metabolism protein ikan, unggas
dan lemak, serta pernapasan dan sel. B6, ikan, ayam,hati,telur,
B5 (asam pantolenat) tempe, ragi.
B11, sayuran berwarna
hijau gelap, hati, khamir,
daging tanpa lemak, biji-
bijian
50
Berperan dalam sintesis hormone yang B12, susu, telur,
diperlukan dalam pembentukkan keju,daging, dan bahan
hemoglobin. lain hasil sintesis bakteri.
B6 (pridoksin)
Sebagai koenzim dalam sintesis protein, Vitamin H, hati, kuning
produksi niasin, pelepasan glikogen dari telur, serealia, jamur,
hati dan otot menjadi energi. kacang kedelai, kacang
B11 (asam folat/folasin) tanah,sayuran.
Untuk pembentukan sel darah merah dan
sel darah putih, serta pengobatan anemia Vitamin C, buah-buahan
pada ibu hamil. asam, jeruk, nanas,
B12 (kobalamin) rambutan, papaya, tomat
Mengubah folat menjadi bentuk aktif,
mempertahankan fungsi normal Vitamin A, susu,
metabolism sel. mentega, buah-buhaan
Vitamin H (biotin) berwarna kuning, wortel,
Sebagai koenzim dalam proses deaminase, ubi jalar, waluh.
sintesis atau oksidasi asam lemak.
Vitamin C (asam aksorbat) Vitamin D, kuning telur,
Pembentukan kolagen sehingga mentega, minyak ikan,
mempercepat penyembuhan luka. hati, keju, dan susu.
Vitamin D
Membantu pembentukan dan Vitamin E, gandum, biji-
pemeliharaan tulang, dengan cara bijian, daging ungags
mengartur kalsium dan fosfor dalam darah
untuk diendapkan pada proses pengerasan Vitamin K, kacang
tulang. buncis, kacang polong,
Vitamin E (tokoferol) brokoli
51
Memelihara integritas membran sel, Klorida
merangsang kekebalan, mencegah jantung Telur, susu, yoghurt, tahu,
coroner. ikan, kerrang, ikan teri,
Vitamin K : KI (terdapat di dalam kacang-kacangan
tumbuhan hijau)
K2 (menakinon/disintesis oleh bakteri Kalsium
saluran pencernaan) Telur, susu, ikan, kerang,
K3 (menadion/sintesis) sayuran.
Membantu proses pemebekuan darah.
5. Mineral Zat pembangun dan pengatur yang berperan Phospor
dalam pemeliharaan fungsi tubuh pada tungkat Ikan, ayam, beras, biji-
sel, jaringan, organ, dan fungsi tubuh secara bijian, kacang tanah, dan
keseluruhan, komponen hormon dan enzim, kacang hijau.
membantu transfer zat melalui membran sel,
pemeliharaan keseimbangan asam-basa, Magnesium
komponen hormone dan enzim. Sayuran berdaun hijau,
jagung, apel, kacang-
kacangan, telur, beras.
Natrium
Kerrang, daging, telur,
dan garam.
Kalium
Pisang, sayuran, kentang,
daging, dan kacang-
kacangan.
52
Portofolio 1B
No. Organ Proses yang terjadi Gambar Organ
53
Pencernaan
1. Mulut Di dalam mulut, terjadi pencernaan
makanan secara mekanis oleh enzim amilase
(ptialin) yang menguraikan amilum
(polisakarida) menjadi maltose (disakarida).
Bagian mulut terdiri dari bibir, gigi, lidah, dan
saliva. Fungsi saliva yaitu melarutkan makanan
untuk pengecapan rasa, melembapkan dan
melumasi makanan agar mudah ditelan,
menguraikan amilum menjadi maltose,dll.
2. Faring Saat udara melewati faring, tabung Panjang
yang berbagi dengan sistem pencernaan. Ada
sebuah lipatan jaringan ikat yang disebut
epiglottis yang akan menutup ketika makanan
ditelan untuk mencegah tersedak. Kemudian
dari faring, udara selanjutnya melewati laring,
atau kotak suara.
3. Kerongkongan Kerongkongan atau esophagus sebagai jalur
(esofagus) penghubung masuknya makanan dari mulut-
faring-esofagus agar mencapai lambung. Tiak
ada proses kimia, hanya ada gerakan otot yang
membantu agar makanan dapat turun ke
lambung.
4. Lambung Pada lambung pencernaan terjadi secara
(ventrikulus) kimiawi oleh enzim renin, pepsin, lipase dan
HCL.
Pencernaan secara kimiawi di dalam lambung :
Pencernaan protein : asam klorida
mengubah pepsonigen menjadi pepsin.
Pencernaan lemak : enzim lipase
menghidrolisis lemak menjadi asam
lemak dan gliserol
Pencernaan karbohidrat : enzim amilase
dalam saliva yang terbawa makanan
akan tetap bekerja didalam lambung.
5. Pankreas, Pankreas, terletak dibalik perut.
hati, dan Pankreas adalah kelenjar kecil yang
empedu berhubung ke hati dan usus kecil.
Pankreas berfungsi untuk menghasilkan
enzim yang menghancurkan kolesterol,
protein dan lemak dalam usus kecil,
serta menghasilkan insulin yang
diperlukan untuk mengurangi jumlah
kadar gula dalam darah kita.
Hati, saat makanan masuk ke dalam
tubuh, hati akan memproduksi cairan
empedu untuk memecahkan lemak
yang terdapat dilambung, memproses
nutrisi untuk disalurkan ke sistem
tubuh, dan menghasilkan kadar gula
darah atau glukosa yang digunakan
dalam sistem pencernaan.
Empedu,
54
6. Usus Halus Pada usus halus terjadi gerakan peristaltik
dari kontraksi peristaltic dari kontraksi ritmik
otot polos longitudinal dan sirkuler yang
menggerakkan kimus (bubur usus) kea rah
bawah di sepanjang saluran. Usus berfungsi
mencerna makanan secara kimiawi dengan
enzim-enzim yang berasal dari kelenjar usus,
pancreas, dan empedu yang dihasilkan oleh
hati. Usus halus berbentuk tabung yang
terletak di antara lambung dan usus besar,
berdiameter 2,5 cm dan Panjang 3-5 m. usus
halus terdiri atas 3 bagian, yaitu usus dua belas
jari, usus kosong, dan usus penyerapan.
Struktur usus halus memiliki banyak jontot
usus, yang berfungsi memperluas permukaan
penyerapan, sehingga makanan dapat terserap
sempurna.
7. Usus Besar Pada usus besar terjadi proses penyesuaian
(Kolon) kadar air pada zat sisa makanan kekurangan air
usus besar akan mengeluarkan air dan
memberinya kepada sisa makanan kelebihan
air, usus besar akan menyerap air tersebut.
Usus besar tidak memiliki jontot usus, tetapi
memiliki daya regang yang cukup besar. Usus
besar memiliki beberapa fungsi, antara lain
mengabsorsi 80%-90% air dan elektrolit,
memproduksi mucus yang tidak mengandung
enzim, tempat bakteri yang mampu mencerna
sedikit selulosa dan memproduksi sedikit
kalori, serta menghasilkan vitamin K,
55
ribofvlavin, tiamin dan gas, mengeluarkan zat
sisa berupa feses.
8. Anus Anus adalah pemberhentian terakhir dari
proses pencernaan, sebelum akhirnya makanan
yang sudah berubah menjadi kotoran atau
feses. Anus terdiri dari otot dasar panggul dan
dua sfingter (otot internal dan eksternal).
Lapisan atas anus, bertugas untuk mendeteksi
isi dubur, lapisan ini akan mengetahui bentuk
atau konsistensi dari feses, entah itu cairan,
solid, atau hanya gas. Saat gas atau feses
masuk ke dalam dubur, maka aka nada sensor
yang dikirimkan ke otak. Kemudian, otak akan
memutuskan, akan mengeluarkan atau
menahan kotoran yang ada di dubur. Dalam
proses buang air besar, sfingter akan merileks
dan rectum berkontraksi, sehingga feses akan
keluar lewat anus.
56
“UJI BAHAN MAKANAN”
Mata Pelajaran/Guru : Biologi/ Puspani, M. Pd
Kelas/Semester : XI/2 (Genap)
Waktu : 2 x 45 menit
4.3 Menyajikan laporan hasil uji zat makanan yang terkandung dalam berbagai jenis bahan
makanan dikaitkan dengan kebutuhan energi setiap individu serta teknologi pengolahan
pangan dan keamanan pangan
Tujuan:
1. Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2. Menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein
Dasar Teori:
Setiap makhluk di bumi membutuhkan asupan makanan yang bergizi dan sehat. Apabila kita
tidak makan, kita tidak bisa hidup. Jika kita ingin memiliki badan yang sehat dan bugar, kita
harus selalu makan makanan yang bergizi dan sehat. Makanan yang sehat, akan membuat badan
kita menjadi sehat dan bugar dan mengandung berbagai macam bahan makanan yang memilki
fungsi yang berbeda-beda. Bahan makanan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air,
dan mineral. Makanan harus terpenuhi dalam jumlah cukup dan bergizi, higienis, bebas hama
dan penyakit, bebas racun, dan mudah dikonsumsi.
Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat pengatur, zat pembangun dan
sumber energi. Oleh karena itu sumber makanan harus selalu tersedia pada setiap saat kita
membutuhkannya.
Untuk mengetahui makanan yang kita makan bergizi atau tidak, maka kita perlu melakukan
uji bahan makanan, yang terdiri dari uji amilum, uji glukosa, uji protein, dan uji lemak. uji
amilum menggunakan cairan lugol yang berwarna hitam, uji glukosa dengan cara ditambahkan
larutan benedict dicampur lalu dipanaskan akan berwarna merah bata/orange, uji protein
menggunakan reagen biuret memberikan warna ungu pada makanan yang mengandung protein,
uji lemak menggunakan kertas buram dengan cara lemaknya dioleskan dikertas buram setelah itu
diterawang, apabila banyak transparannya maka makanan tersebut paling banyak lemaknya.
Alat dan Bahan:
1. Tabung reaksi 11. Larutan Benedict
2. Rak tabung reaksi 12. Larutan Biuret
3. Gelas ukur 13. Kertas Koran
4. Penjepit 14. Nasi, roti, kentang, pisang, ubi, ketela pohon
5. Kaki tiga 15. Tahu, tempe,putih telur, papaya,
6. Kawat kassa 16. Minyak sawit, mentega, minyak zaitun, tepung
7. Pembakar Spiritus 17. Alat tulis menulis (kertas, pulpen,
8. Korek api pensil, spidol, isolasi)
9. Pipet
10. Lempengan mortal
Cara Kerja:
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan pisang dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
57
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0,5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: pisang” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas selama
5 menit dan dinginkan .
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila dalam
makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning
kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk gula, singkong
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (gula, singkong,
pisang, madu)
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna menjadi
hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat)
dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
ubi, dan ketela pohon)
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama padadaging, putih telur, dan tahu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung lemak.
Tabel Hasil Pengamatan
A. Uji Benedict
58
Bahan Makanan Reagen Warna setelah dicampur
yang diuji/warna penguji/warna
No. Sebelum Setelah
dipanaskan dipanaskan
1. Gula Benedict/ putih Biru tua Merah bata
2. Singkong Benedict/ biru muda Merah bata
putih keruh
3. Pisang Benedict/ putih Biru muda Merah bata
Biru tua Merah bata
4. Madu Benedict/
bening
5. Papaya Benedict/ Biru tua Merah bata
jingga
B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna Biru kehitaman/ biru tua
yang diuji/warna Iodin/ putih Biru kehitaman
1. Nasi keruh Biru kehitaman/biru tua
Iodin/ putih Hitam
2. Roti keruh Biru kehitaman/biru tua
Iodin/ kuning
3. Kentang keruh
Iodin/ kuning
4. Ubi keruh
Iodin/ putih
5. Ketela pohon keruh
C. Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna Ungu
yang diuji/warna Biuret/ cokelat Ungu
1. Daging Biuret/ putih Ungu
2. Tempe keruh
Biuret/ putih Ungu
3. Tepung terigu Biuret/ jernih
4. Putih telur kekuningan
Biuret/ putih
5. Tahu keruh
D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan warna setelah
No. Bahan Makanan Kuning ditetesi pada kertas koran
yang diuji/warna Transparan
1. Minyak zaitun
Transparan
2. Minyak sawit Jernih kekuningan
Transparan
3. Mentega Kuning
59
4. Kacang tanah Kuning kecoklatan Transparan
5. Santan Jernih kekuningan Transparan
Pembahasan :
1. Uji Amilum
Amilum atau pati merupakan karbohidrat kompleks yang tidak larut daam air, berwujud bubuk
putih, tawar, dan tidak berbau. Amilum adalah bahan utama yang disimpan oleh tumbuhan untuk
menyimpan kelebihan glukosa dalam jangka panjang. Untuk menguji ada tidaknya amilum
dakam suatu bahan makanan dapat menggunakan reagen lugol. Bila makanan yang ditetesi lugol
berwarna ungu kehitaman atau biru kehitaman bahan makanan tersebut dinyatakan positif
mengandung karbohidrat (amilum). Semakin pekat warna yang dihasilkan semakin banyak
kandungan karbohidratnya.
2. Uji Protein
Uji protein dilakukan untuk mengetahui kandungan bahan makanan yang mengandung protein.
Protein merupakan bagian dari semua sel hidup dan merupakan bagian terbesar tubuh setelah air.
Protein terdiri atas rantai-rantai panjang asam amino yang terikat satu sama lain dalam ikatan
peptida. Pengujian protein dapat menggunaan reagen biuret. Bila bahan makan tersebut
mengandung protein maka setelah bereaksi dengan biuret akan menghasilkan warna ungu. Hal
ini dapat terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang menghasilkan reaksi sebagai
berikut :
Kompleks koordinasi antara Cu2+ dengan gugus -C=O dan NH ikatan peptida dalam larutan
alkalis, akan membentuk warna ungu.
3. Uji Glukosa
Glukosa merupakan karbohidrat paling sederhana. Benedict merupakan reagen yang digunakan
untuk menguji kandungan glokusa pada bahan makanan jika hasil reaksi tersebut menghasilkan
warna merah bata. Hal itu terjadi Ketika reagen benedict dicampurkan dan dipanaskan dengan
glukosa, di ma na glukosa memiliki elektron untuk diberikan, tembaga (salah satu kandungan di
reagen benedict) akan menerima elektron tersebut dan mengalami reduksi sehingga terjadilah
perubahan warna. Selama proses ini CU2+ tereduksi menjadi CU+. Ketika Cu mengalami
reduksi, glukosa memberikan salah satu elektronnya dan dioksidasi. Karena glukosa mampu
mereduksi Cu pada benedict, maka glukosa disebut sebagai gula pereduksi. Dan menghasilkan
60
warna merah bata. Bahan makanan yang positif mengandung glukosa adalah pisang dan
singkong.
4. Uji Lemak
Kertas buram merupakan bahan untuk menguji kandungan lemak. Karena kertas buram mudah
menyerap air/minyak jadi sangat cocok untuk pengujian ini. Pada pengujian lemak ini makanan
yang sudah di tumbuk di oleskan pada kertas buram setelah itu di biarkan kering pada terik
matahari sehingga kandungan air mudah mongering, jika ada noda transparan maka bahan
makanan tersebut mengandung lemak. Minyak dan kuning telur merupakan bahan makanan yang
positif mengandung lemak.
Pertanyaan:
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah
diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
Pratiwi, D, A. dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta: Erlangga. (125-126)
Jawaban :
1.
a.) Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji dengan
larutan benedict adalah di makanan tersebut terjadi perubahan warna menjadi merah bata atau
orange, semakin pekat warna merah bata, maka kandungan glukosa pada makanan tersebut
semakin tinggi. Seperti pada gula dan pisang.
b.) Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji dengan
larutan iodin/lugol yaitu terjadi perubahan warna pada makanan tersebut menjdi biru kehitaman/
61
biru tua. Semakin gelap warna nya semakin tinggi kandungan amilum pada bahan makanan
tersebut. Sepeti pada nasi, kentang, ketela pohon, dan ubi.
2. Warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah diuji dengan biuret
yaitu terjadi perubahan warna menjadi warna ungu. Semakin pekat warna ungu di bahan
makanan tersebut, maka kandungan protein nya semakin tinggi. Seperti pada putih telur, tepung
terigu, tempe, dan tahu.
3. Perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji adalah singkong
dan gula mengandung banyak glukosa, sedangkan pada kentang dan ubi mengandung sedikit
glukosa. Dan uji amilum dimana nasi, roti dan ubi banyak mengandung amilum, sedangkan pada
kentang dan tahu sedikit mengandung amilum.
4. Perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji adalah minyak zaitun,
minyak sawit, dan mentega mengandung banyak lemak, sedangkan pada kacang
tanah,mengandung sedikit lemak.
5.
A. Pencernaan karbohidrat dalam tubuh
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk
monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagian besar menuju hati dan sebagian
lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu dan mengalami proses metabolism lebih lanjut. Di dalam
hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen, dioksidasi menjadi CO2
dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan.
B. Pencernaan protein dalam tubuh
Di dalam tubuh protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta
enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein,
antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase, dan amino peptidase. Protein yang
dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui dinding usus halus dan sampai ke
pembuluh darah. Setelah diabsorpsi dan masuk kedalam pembuluh darah, asam amino tersebut
sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan. Sebagian lain, mengalami proses pelepasan
gugus amin (gugus yang mengandung N) di hati. Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh,
sehingga kelebihan protein akan segera dibuang atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil
penguraian protein yang mengandung nitrogen akan dibuang Bersama air seni dan zat sisa yang
tidak mengandung nitrogen akan diubah menjadi karbohidrat dan lemak.
C. Pencernaan lemak dalam tubuh Di dalam tubuh,
Lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol
dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran pencernaan. Sebelum diserap
usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu membentuk senyawa, seperti sabun.
Selanjutnya, senyawa tersebut akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam lemak dan
garam empedu. Asam lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak.
62
Kemudian, diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dada kiri.
Selanjutnya, ke pembuluh balik bawah selangka kiri.
Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk dihidrolisis
menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah menjadi gula otot atau
glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim. Gangguan metabolisme berupa
tertimbunnya senyawa aseton yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Kesulitan
bernapas terjadi karena meningkatnya tingkat keasaman dan jumlah CO2 yang tertimbun.
Kelainan ini dinamakan asidosis.
Kesimpulan :
Menurut data disimpulkan bahwa Reagen lugol digunakan untuk mengetahui bahwa
makanan yang mengandung amilim, Reagen biuret digunakan untuk mengetahui bahwa makanan
yang mengandung protein. Reagen benedict digunakan untuk mengetahui bahwa makanan yan
mengandung glukosasedangkan kertas buram digunakan unuk mengetahui bahwa makanan yang
mengandung lemak.
Bahan makanan yang mengandung glukosa akan berubah warna menjadi merah
bata/orange. Seperti pada singkong, reagen singkong berwarna putih keruh dan sebelum
dipanaskan berwarna biru muda, setelah dicampur cairan benedict singkong berubah warna
menjadi merah bata, hal ini singkong mengandung glukosa. Bahan makanan yang mengandung
amilum akan berubah warna menjadi biru kehitaman atau biru tua, seperti pada nasi, reagen
penguji nya berwarna putih keruh, setelah di tetesi cairan lugol nasi berwarna biru kehitaman, hal
ini berarti nasi mengandung amilum. Uji protein, makanan yang mengandung protein akan
berubah warna menjadi ungu,. Uji lemak, makanan paling banyak transparannya maka makanan
tersebut paling tinggi lemaknya.
Sumber :
https://www.ilmiahku.com/2019/05/Laporan-praktikum-uji-makanan.html
https://www.alifpustaka.com/laporan-praktikum-biologi-uji-zat-makanan/
https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/laporan-resmi-praktikum-biologi-uji-makanan
Sumber: Aryulina, Dyah. dkk. 2007. Biologi 1untuk SMA/MA. Jakarta: Esis. (162-163)
63
A. Jurnal Belajar BAB VII SISTEM PERNAPASAN
“Jurnal Belajar”
Pertemuan ke-: 1
Hari/Tanggal : Kamis/ 28 Januari 2021
Setelah kami melakukan ulangan harian Biologi tentang makanan, kami melanjutkan materi
tentang pernapasan pada manusia. Pernapasan eksternal adalah rangkaian proses pertukaran
oksigen dengan karbon dioksida antara tubuh dengan lingkungan eksternal. Sementara itu,
pernapasan internal adalah proses-proses metabolism penggunaan oksigen serta pemebentukan
karbondioksida dan air yang terjadi pada mitokondria didalam sel.
Sistem pernapasan pada manusia memiliki beberapa fungsi yaitu :
1. mengambil oksigen dari atmosfer ke dalam sel-sel tubuh
2. melepaskan karbon dioksida yang dihasilkan oleh sel-sel tubuh ke atmosfer.
3. merupakan jalur untuk pengeluaran air dan panas.
4. membantu mempertahankan keseimbangan asam-basa dengan mengubah jumlah CO2 dan
H2CO3 sebagai penghasil ion H+.
5. memungkinkan berbicara, menyanyi, atau pembentukan vocal lainnya.
6. merupakan sistem pertahanan terhadap benda asing yang terhitup.
7. mengeluarkan, memodifikasi, mengaktifkan, atau menginaktifkan berbagai bahan yang
mengalir melewati sirkulasi paru-paru.
8. meningkatkan aliran balik vena akibat aktivitas pernapasan.
9. sebagai indra penciuman, yang dilakukan oleh organ pernapasan hidung,
Setelah 1 jam kita belajar, akhirnya kita mengakhiri kegiatan belajar mengajar Biologi hari ini.
64
“Jurnal Belajar”
Pertemuan ke-: 2
Hari/Tanggal : Selasa/ 2 februari 2021
Hari ini kami kembali melakukan KBM Biologi Bersama Ibu Puspa. Kali ini membahas
tentang alat-alat pernapasan, mekanisme pernapasan, transport dan pertukaran gas. Alat
pernapsam terdiri dari hidung, laring, trakea, bronkus, dan Pulmo. Fungsi hidung antara lain
menyaring partikel, melembabkan dan menghangatkan udara yang masuk, mematikan kuman
yang masuk Bersama udara oleh leukosit yang terdapat dalam selaput lendir mukosa, mematikan
kuman yang masuk bersama udara, dan sebagai indera penciuman. Laring merupakan saluran
udara yang terletak dari bagian depan faring hingga bagian bawah trakea. Laring terdiri atas
kepingan tulang rawan , ligament, dan membran. Trakea merupakan saluran lanjutan dari laring,
memiliki Panjang 9-11 cm, dan dibentuk oleh 16-20 cincin tulang rawan berbentuk huruf C.
Bronkus merupakan cabang kanan dan kiri dari trakea, serta memiliki struktur yang sama dengan
trakea. Bronkus sebelah kanan lebih pendek dan lebih besar daripada bronkus sebelah kiri.
Pulmo atau paru-paru adalah organ pernapasan utama berbentuk kerucut, terdiri atas jaringan
elastic yang berpori-pori seperti spons dan berisi udara, serta terletak di rongga toraks (dada)
sebelah kanan dan kiri yang dipisahkan oleh jantung, diatas diafragma.
Mekanisme pernapasan dilakukan oleh kerja otot utama dan otot tambahan/otot aksesoris
(otot intercostal dalam, otot sternokleidomastoideus, otot scalenus, otot pektoralis major, dan
otot serratus anterior). Mekanisme pernapasan yang dilakukan oleh otot intercostal (otot antar
tulang rusuk) disebut pernapasan dada, sedangkan mekanisme pernapasan yang dilakukan oleh
otot diafragma disebut pernapasan perut. Pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Komposisi
udara di atmosfer pada tekanan 760 mmHg di hari yang hangat, terdiri atas nitrogen 78%,
oksigen 21%, argon 0,93%, karbon dioksida 0,038%, serta uap air dan gas lainnya. Transport
oksigen, sekitar 97% oksigen dalam darah terikat oleh hemoglobin eritrosit, sedangkan sisanya
sebanyak 3% larut dalam plasma darah.
Setelah beberapa menit, dan akhirnya kita mengakhiri Kegiatan Belajar Mengajar pada hari
ini.
Berikut foto pada saat pembelajaran berlangsung
65
66
“Jurnal Belajar”
Pertemuan ke-: 3
Hari/Tanggal : Kamis/ 4 Februari 2021
Hari ini kami kembali belajar Biologi Bersama Ibu Puspa. Pagi ini kita diawali dengan
berdoa. Hari ini kami membahas tentang volume dan kapasits paru-paru, bahaya rokok bagi
kesehatan, dan gangguan sistem pernapasan.
Volume dan kapasitas paru-paru pada setiap orang berbeda-beda, bergantung dari
beberapa factor, misalnya jenis kelamin, usia, postur tubuh, kebiasaan merokok, kebiasaan
berolahraga, ketinggian daerah tempat tinggal, kekuatan bernapas, dan cara bernapas. Ada
beebrapa Volume udara antara lain, volume tidal adalah volume udara yang masuk atau keluar
dari paru-paru selama pernapasan (ventilasi) normal. Volume tidal pada laki-laki dewasa yang
sehat sekitar 500 ml, sedangkan wanita sekitar 380 ml. kemudian ada volume cadangan inspirasi
(VCI) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paru-paru dengan inspirasi maksimum di atas
inspirasi tidal. Selanjutnya ada Volume cadangan Ekspirasi adalah volume udara ekstra yang
dapat dikeluarkan dengan kuat pada akhir ekspirasi tidal. Selanjutnya Volume residu yaitu
volume udara sisa dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi kuat. Selanjutnya ada kapasitas
residu fungsional adalah jumlah udara sisa dalam sistem respirasi setelah ekspirasi normal, atau
sama dengan volume residu ditambah volume cadangan ekspirasi. Selanjutnya kapasitas inspirasi
adalah jumlah udara maksimal yang dapat diinspirasikan setelah melakukan ekspirasi normal,
atau sama dengan volume tidal ditambha volume cadanagn inspirasi. Selanjutnya kapasitas vital
adalah jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dengan kuat setelah inspirasi maksimum,
atau sama dengan penambahan volume tidal, volume cadangan inspirasi, dan volume cadanagn
ekspirasi. Selanjutnya ada kapasitas total paru-paru, volume respirasi per menit, dan volume
ekspirasi kuat dalam satu detik atau ekspirasi paksa dalam satu detik. Setlah kita membahas
tentang volume dan kapasitas paru-paru kita beralih ke materi bahaya rokok bagi kesehatan.
Bahan yang ada didalam rokok terdiri dari 22 bahan yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.
Beberapa zat di dalam rokok yang sangat berbahaya yaitu :
- Nikotin, merupakan zat kimia yang bersifat sangat toksik (beracun), dapat merusak
jantung dan sirkulasi darah dan bersifat karsinogen karena mampu memicu kanker paru-
paru.
- Tar adalah substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru.
- Karbon monoksida adalah gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya
kemampuan darah mengikat oksigen.
Dan akhirnya setelah 1 jam akhirnya kita mengakhiri Kegiatan hari ini.
67
“Jurnal Belajar”
Pertemuan ke-: 4
Hari/Tanggal : Selasa/ 9 Februari 2021
Hari ini kami belajar Biologi yang dibimbing oleh Ibu Puspa. Bu Puspa mengirimkan link
Google meet 30 menit akhir pembelajaran. Bu Puspa menjelaskan tentang tugas yang diberikan
kemarin. Dan Ibu Puspa memberikan kesempatan kepada siswa yang ingin bertanya tentang
tugas yang diberikan. Ada beberapa anak yang bertanya dan Ibu Puspa menjawab satu satu
pertanyaan anak tersebut.
Setelah 30 menit berakhir akhirnya kami pun mengakhiri pembelajaran Biologi pada hari
ini.
68
“Jurnal Belajar”
Pertemuan ke-: 5
Hari/Tanggal : Kamis/ 11 Februari 2021
Hari ini rencana pembelajaran kami Kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 akan
mempresentasikan hasil video kami yang sudah kami buat dan kami edit. Tapi laptop Ibu Puspa
ada sedikit masalah yang harus diperbaiki. Dan akhirnya kami berusaha untuk tetap masuk,
tetapi tetap tidak bisa. Dan jaringan Ibu Puspa kurang bagus. Akhirnya kami tidak melakukan
pemebelajaran pada hari ini. Presentasi video dilanjutkan miinggu depan.
Setelah selesai pembelajaran Ibu Puspa memberitahu bahwa Hari Selasa depan kita akan
melakukan ulangan Biologi Bab pernapasan.
69
B. Tugas-Tugas
BIOLOGI KELAS XI
Oleh:
Nama/Kelas :Faradila Annisa R./XI IPA 2
Guru Mapel :Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2021
70
B. LEMBAR PENGESAHAN
Judul : Pengaruh Pencemaran Asap Pabrik bagi Organ Pernapasan Manusia
Di susun oleh : Faradila Annisa Rahma
Dilaksanakan : 9 Februari 2021
Mengetahui : Balikpapan, 09 Februari 2021
Penulis
Guru Mata Pelajaran
Puspani, M.Pd Faradila Annisa Rahma
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19886
71
I. Judul : Pengaruh Pencemaran Asap Pabrik bagi Organ Pernapasan Manusia
II. Tujuan :
- Mengetahui apa saja penyebab asap pabrik yang mengganggu pernapasan pada manusia
- Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan bahaya asap pabrik dari pencemaran udara
- Mengetahui apa saja zat-zat polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara
- Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran udara asap pabrik.
III. Hasil Analisis
a. Peristiwa Pencemaran
Banyak orang yang telah mengetahui bahwa asap pabrik merupakan salah satu penyebab
pencemaran udara. Terlebih jika asap pabrik dikeluarkan dalam jumlah dan kuantitas yang
banyak sekaligus. Tentu lingkungan sekitar akan langsung tercemar. Biasanya, asap pabrik
dibuang melalui cerobong asap yang sangat besar. Perlu diketahui, bahwa pabrik merupakan
penyumbang terbesar gas karbon di udara. Selain menyebabkan pencemaran udara, asap pabrik
juga dapat memicu hujan asam.
Umumnya polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut
berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh
mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap tersebut
merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2
(karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen oksida).
b. Penyebab Pencemaran
Gas-gas beracun yang dilepaskan pabrik ke udara dapat meningkatkan risiko seseorang
untuk menderita penyakit pernapasan kronis, penyakit jantung, kanker paru-paru, dan berbagai
kondisi lainnya.Paparan limbah pabrik melalui udara dalam jangka panjang dapat menimbulkan
berbagai gangguan kesehatan permanen. Misalnya, kehilangan kapasitas paru-paru,
mempercepat penuaan paru-paru, asma, emfisema, bronkitis, dan bahkan kanker.Selain itu,
tingkat polusi udara yang tinggi dapat menyebabkan masalah kesehatan, seperti kondisi
pernapasan yang memburuk dan penyakit kardiovaskular.Bahkan pada beberapa kondisi, limbah
yang mencemarkan udara ini juga dapat menambah stres pada paru-paru dan jantung, yang
berperan penting dalam memberikan oksigen ke seluruh organ tubuh.Bahaya limbah ini juga
akan lebih rentan menghinggapi mereka dengan kondisi tertentu. Misalnya, lansia, anak di
bawah usia 14 tahun, seseorang dengan penyakit jantung, gagal jantung kongestif, atau penyakit
72
arteri koroner.Begitu pula dengan mereka yang mengalami penyakit paru-paru atau penyakit
paru obstruktif kronis.
C. Akibat Pencemaran
Dampak bagi kesehatan
Dampak kesehatan yang ditimbulkan dari limbah pabrik ini antara lain adalah sebagai berikut:
Menyebabkan adanya sampah beracun.
Timbul penyakit yang menular dari rantai makanan
Timbulnya penyakit jamur.
Menyebabkan penyakit kolera, diare, dan tifus.
Timbul sampah yang dapat menimbulkan penyakit yang berhubungan dengan tikus.
Timbul sampah yang akan menjadi tempat perkembangbiakan lalat sehingga mudah menularkan
infeksi.
Dampak bagi lingkungan
Selain akan berdampak pada kesehatan, adanya limbah pabrik ini juga dapat menyebabkan
dampak buruk bagi lingkungan. Adapun beberapa dampak negatif yang disebabkan oleh limbah
pabrik bagi lingkungan antara lain adalah sebagai berikut:
Menurunnya kualitas lingkungan
Menurunnya estetika atau nilai keindahan lingkungan
Terhambatnya pengembangan negara
Membuat lingkungan kurang nyaman untuk ditempati
Membuat makhluk hidup yang terkena pencemaran menjadi musnah atau mati.
Itulah beberapa dampak negatif yang dapat timbul akibat adanya pencemaran yang dilakukan
oleh industri pabrik bagi lingkungan. Maka dari itulah bagi masyarakat yang bertempat tinggal di
daerah yang merupakan daerah industri maka hal mengenai limbah ini harus selalu diwaspadai
agar tidak merusak lingkungan.
73
BAB VIII SISTEM EKSKRESI
A. Jurnal Belajar
“Jurnal 1”
Pertemuan ke- : 1
Hari/tanggal : Kamis, 18 Februari 2021
Hari ini kami kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 kembali bertemu secara virtual atau daring
dalam pelajaran Biologi. Hari ini pembelajaran sedikit ada kendala dikarenakan jaringan Bu
Puspa ada sedikit masalah, tetapi setelah beberapa menit kemudian jaringan Bu Puspa sudah
baik. Bu Puspa mereview tentang ulangan bab ssebelumnya. Ada beberapa anak yang tidak
tuntas dan ada juga yang tuntas dalam ulangan harian kemarin. Bu Puspa memberitahu bahwa
kelas lain murid yang tidak tuntas hanya sedikit saja. Kelas IPA 4 dan IPA 5 tidak ada yang
tidak tuntas, dalam hal ini bisa dijadikan motivasi bagi kami. Dan Bu Puspa memberitahu bahwa
pertemuan selanjutnya murid IPA 1 dan IPA 2 akan menjelaskan tentang Bab sistem ekskresi.
Bu Puspa membagi beberapa sesuai urutan no. absen, urutannya yaitu yang pertama ginjal, hati,
dan yang terakhir kulit.
Ibu Puspa menasehati kami supaya tidak banyak lagi yang tidak tuntas, lebih giat lagi
dalam belajar. Dan akhirnhya setelah beberapa menit berlalu, kami mengakhiri pertemuan
Biologi pada hari ini.
“Jurnal 2”
Pertemuan ke- : 2
Hari/tanggal : Selasa, 23 Februari 2021
74
Hari ini kami mempelajari Bab sistem ekskresi tentang ginjal. Anak yang sudah
ditntukan
sesuai absen yang mendapat giliran ginjal akan menjelaskan tentang ginjal. Yang pertama kali
menjelaskan dari kelas IPA 1 yaitu Irva, Irva menjelaskan bagian luar ginjal. Dan beberapa anak
dari IPA 1 menjelaskan tentang bagian dalam ginjal, fungsi ginjal. Kelas IPA 2 , saya sendiri
menyebutkan fungsi-fungsi ginjal tetapi ada yang kurang, dan ditambahkan oleh siswa lain.
Bu Puspa menjelaskan kembali tentang fungsi-fungsi ginjal. Bagian dalam ginjal terdapat
parenkim, korkeks, dan medulla.
Setelah beberapa menit berlalu, kami pun mengakhiri pembelajaran Biologi hari ini.
“Jurnal 3”
Pertemuan ke- : 3
Hari/tanggal : Kamis, 25 Februari 2021
Hari ini kami melanjutkan materi tentang ginjal. Kami berbicara tentang struktur ginjal
dan
proses pembentukan urine.struktur ginjal ada lobus ginjal, hilus, sinus ginjal, dan parenkim
ginjal. Proses pembentukan urine ada filtrasi glomerulus, reabsorpsi tubulus, dan augmentasi
sekresi tubulus. Siswa yang mendapat materi ginjal diberi kesempatan oleh Ibu Puspa untuk
menjelaskan tentang struktur dan proses pembentukkan urine. Setelah akhirnya beberapa menit
kemudian kami pun mengakhiri pemnelajaran pada hari ini.
“Jurnal 4”
Pertemuan ke- : 4
Hari/tanggal : Selasa, 2 Maret 2021
75
Pagi ini kita masih membahas tentang ginjal, IPA 1 dan IPA 2 diberi kesempatan oleh
Ibu
Puspa untuk menjelaskan tentang ginjal. Jovanka menjelaskan tentang ginjal, bagian internal
ginjal. Dan Ibu Puspa meminta kami untuk menjelaskan faktor-faktor pembentukan urine. Factor
pembentukan urine ada 2, yaitu internal dan eksternal. Ada teman kami dari IPA 1 yaitu
khaerunisah yang menjelaskan faktor internal. Setelah dari IPA 1 lanut ke IPA 2. Yang
berbicara yaitu Dayang. Dayang menjelaskan hormon insulin , hormone insulin dihasilkan oleh
B pada pancreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan kadar glukosa darah dengan cara
menginisiasi penyerapan glukosa oleh sel untuk diubah menjadi energi atau disimpan, dan
menghambat pembebasan glukosa ke dalam darah oleh hati. Setelah itu siswa dari XI IPA 1
yaitu Stephani, menjelaskan tentang sistem renin-angiotensin-aldosteron. Renin mengubah
protein plasma angiotensinogen menjadi angiotensin I. angiotensin I diubah menjadi angiotensin
II. Angiotensin II berfungsi menstimulasi haus, sekresi ADH, peningkatan tekanan darah, dan
pelepasan aldosterone. Setelah Stephani, ada Hisyam yang menjelaskan tentang factor eksternal
memengaruhi proses pembentukan urine bagian jumlah air yang diminum,. Jika banyak minum
air, osmolaritas darah menurun, sekresi ADH menurun, rebsorpsi air sedikit, dan jumlah urine
banyak.
Setelah itu ada siswa dari IPA 1 yaitu Cindy, menjelaskan yang factor eksternal bagian suhu
lingkungan. Jika suhu lingkungan panas, banyak mengeluarkan keringat, osmolaritas darah
meningkat, sekresi ADH meningkat, reabsorpsi air banyak, dan jumlah urine menjadi sedikit.
Setelah cindy, kemudian gizela dari IPA 2. Gisela menjelaskan faktor eksternal bagian alkohol.
Alkohol dapat menghambat pembebasan ADH sehingga menyebabkan kandungan air dalam
urine berkurang, tubuh mengalami dehidrasi, dan rasa sakit.
76
Setelah sekian lama kami berbicara tentang ginjal, dan waktunya sudah menunjukkan
untuk lanjut ke pelajaran berikutnya.
“Jurnal 5”
Pertemuan ke- : 5
Hari/tanggal : Selasa, 9 Maret 2021
Hari ini kami kembali belajar Biologi sistem ekskresi. Materi kita hari ini yaitu tentang
kulit.
Siswa yang mendapatkan giliran untuk menjelaskan kulit, diberikan kesempatan kepada Ibu
Puspa. Kulit memiliki beberapa fungsi, yaitu ekskresi, perlindungan, pengaturan suhu badan,
metabolism, komunikasi. Kita berbicara tentang struktur kulit. Materi yang kita diskusikan hari
ini sampai kelenjar pada kulit. Setelah beberapa waktu berlalu, kami pun mengakhiri pelajaran
Biologi pada hari ini yang ditutup oleh Ibu Puspa.
“Jurnal 6”
Pertemuan ke- : 6
Hari/tanggal : Selasa, 16 Maret, 2021
Hari ini kami kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 kembali belajar Biologi melalui daring. Hari
ini Ibu
Puspa memberikan kesempatan kepada siswa yang belum mendapatkan nilai atau yang belum
berbicara pada Bab Sistem ekskresi ini. Bu Puspa mengatakan bahwa hari ini kesempatan
terakhir untuk mendapatkan nilai pada Bab sistem ekskresi in. dan akhirnya siswa kelas IPA 2
77
dan IPA 1 menjelaskan tentang materi mereka masing masing. Dan akhirnya kami, pun
mengakhiri Bab sistem ekskresi pada hari ini.
B. Tugas-Tugas
ANALISIS SISTEM EKSKRESI PADA MANUSIA
A. GINJAL
Ginjal merupakan organ utama yang memproduksi urine. Ginjal berjumlah sepasang,
terletak di belakang perut,sebelah kanan dan kiri dari tulang belakang, dibawah hati dan limpa.
Sebagian ginjal bagian atas dilindungi oleh tulang rusuk.
Ginjal berbentuk seperti kacang berwarna merah tua keunguan, berat dan besarnya
bervariasi, bergantung pada jenis kelamin, umur, dan adatidaknya ginjal pada sisi lain. Ginjal
pada orang dewasa berukuran Panjang sekitar 11,5 cm, lebar 6 cm, dan tebal sekitar 2,5-3,5 cm.
berat ginjal laki-laki dewasa sekitar 125-175 gram, sedangkan pada wanita dewasa sekitar 115-
155 gram.
Fungsi Ginjal :
1. Menyaring zat-zat buangan (limbah) dalam tubuh, baik yang berasal dari makanan,
obat-obatan, maupun zat beracun.
2. Menyaring darah
Semua darah dalam tubuh melewati ginjal beberapa kali sehari. Ketika ginjal menyaring
darah, elektrolit dan protein akan tersaring dan diserap kembali, sedangkan zat sisa atau
limbah dan kelebihan cairan akan dikeluarkan melalui urine. Urine tersebut kemudian
dialirkan melalui ureter, untuk kemudian dibawa ke kandung kemih dan dibuang
sebagai air seni. Jika fungsi ginjal bermasalah, maka akan terdapat protein berlebihan pada
78
urine. Gangguan ini bisa dideteksi dengan pemeriksaan protein urine.
3. Menyaring dan membuang limbah
Fungsi ginjal lainnya adalah menyaring dan membuang limbah, seperti racun, garam
berlebih, dan urea (limbah mengandung nitrogen hasil dari metabolisme protein). Urea
yang terbentuk dalam tubuh diangkut melalui darah ke ginjal untuk kemudian dibuang.
Tanpa ginjal, limbah dan racun akan menumpuk dalam darah.
4. Memantau dan mengendalikan keseimbangan air dalam tubuh
Ginjal memastikan bahwa jaringan tubuh menerima air yang cukup agar dapat bekerja
dengan baik. Ginjal bereaksi terhadap perubahan kadar air dalam tubuh. Ketika asupan
air dalam tubuh berkurang atau dehidrasi, fungsi ginjal dalam hal ini adalah untuk
menahan air, bukan membuangnya.
5. Mengatur tekanan darah dan tingkat garam dalam darah
Caranya, dengan memproduksi enzim renin. Ginjal memerlukan tekanan dan aliran darah
yang stabil untuk dapat menyaring darah.
6. Mengatur sel darah merah
Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen, ginjal akan mengeluarkan hormon
eritropoietin, yaitu hormon yang merangsang produksi lebih banyak sel darah merah
pembawa oksigen. Ketika kadar oksigen atau sel darah merah sudah kembali normal,
hormon ini akan berhenti diproduksi.
7. Mengatur keseimbangan asam-basa (pH) darah
Semakin rendah pH, maka darah akan semakin asam (asidosis), sebaliknya semakin
tinggi pH maka kondisi disebut basa (alkalosis). pH darah normal memiliki rentang yang
sempit yaitu 7,35 – 7,45. Keseimbangan pH darah penting dipertahankan dalam rentang
79
tersebut agar proses metabolisme sel di dalam tubuh dapat berjalan dengan baik. Salah
satu fungsi ginjal yang penting adalah memastikan bahwa pH darah tetap normal.
8. Menjaga konsentrasi mineral dan elektrolit
Ginjal menjaga konsentrasi mineral dan elektrolit penting dalam darah. Di antaranya
natrium, kalium, fosfor, dan kalsium.
9. Menghasilkan bentuk aktif dari vitamin D
Vitamin D dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan untuk keseimbangan zat kimia dalam
tubuh.
Struktur Ginjal
a. Lobus ginjal, bagian yang menyusun ginjal. Setiap lobus terdiri dari atas satu piramida
ginjal, kolumna yang saling berdekatan, dan jaringan korteks yang melapisinya.
b. Hilus(hilum), cekungan pada sisi medial yang membentuk bukaan pada ginjal sebagai
tempat keluar masuknya pembuluh darah dan keluarnya ureter.
c. Sinus ginjal, jaringan yang menyelubungi struktur sinus ginjal. Jaringan ini terbagi
menjadi dua bagian, yaitu korteks (bagian luar) dan medulla (bagian dalam).
1. Korteks, tersusun dari nefron-nefron. Nefron merupakan unit structural dan
fungsional terkecil dari ginjal yang membentuk urine. Pada setiap ginjal normal, terdapat
sekitar 800.000-1,5 juta nefron yang disatukan oleh jaringan ikat. Nefron tersusun atas dua
komponen, yaitu komponen vaskuler(pembuluh) dan komponen tubuler (tabung).
80
1. Filtrasi
Tahap pertama pembentukan urin pada manusia adalah filtrasi yang terjadi di glomerulus.
Glomerulus adalah untaian pembuluh kapiler yang dinding-dindingnya bertautan dengan kapsula
bowman. Filtrasi disebut juga dengan penyaringan, Squad. Jadi darah yang mengalir di tubuh
kita akan disaring di dalam glomerulus setiap 5 menit sekali
Hasil dari filtrasi ini berupa filtrat glomerulus atau urin primer yang mengandung H 2 O dan
zat-zat seperti glukosa, klorida, natrium, kalium, fosfat, urea, asam urat dan kreatinin., urin
primer tersebut kemudian akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu reabsorpsi.
2. Reabsorpsi
Pada tahap reabsorpsi, zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh akan diserap kembali dan
dimasukkan ke dalam aliran darah, Squad. Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal
dan lengkung henle. setelah proses reabsorpsi berlangsung terbentuklah urin sekunder. Jika
zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh diserap kembali, dibawa kemana zat-zat yang tidak
diperlukan oleh tubuh? zat-zat ini akan disekresikan pada tahap augmentasi.
3. Augmentasi
Augmentasi merupakan tahap terakhir dari proses pembentukan urin pada tubuh manusia. Jadi,
seperti yang disebutkan di atas, zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh akan disekresikan,
di sinilah tempatnya. Augmentasi terjadi di tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus
(pengumpul) sebagai tempat penyimpanan urin untuk sementara. Di tahap ini masih terjadi
penyerapan kembali pada air, garam NaCl dan urea sehingga terbentuk urin sebenarnya yang
harus dibuang oleh tubuh.
1. Penyimpanan Sementara Urine dan Berkemih
Urine dari duktus kolektivus menuju ke pelvis renalis, selanjutnya mengalir melalui ureter, dan
masuk ke vesika urinaria (kandung kemih). Kontraksi peristaltik otot polos dinding ureter
mendorong urine dari ginjal ke kandung kemih. Kandung kemih berbentuk seperti buah pir
81
(kendi) terbalik dengan puncak mengarah kebawah. Dinding kandung kemih berlipat dengan
struktur otot yang dapat meregang untuk meningkatkan kapasitas penyompanan urine. Dari
kandung kemih, urine mengalir ke ureter, selanjutnya melalui lubang luar dibuang keluar tubuh.
Ureter berdiameter 4-6 mm, panjang ureter
pada wanita dewasa 2,5 - 3,5 cm, sedangkan pada laki-laki dewasa 17 - 22,5
cm. Ureter pada laki-laki membawa cairan semen dan urine, tetapi tidak pada waktu yang
bersamaan. Keinginan membuang air kecil disebabkan karena penambahan tekanan dalam
kandung kemih sudah mencapai 170 – 230 mL. Peristiwa pembuangan urine disebut mikturisi.
Faktor yang Mempengaruhi Proses Pembentukan Urine
Pembentukan urine dapat dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu :
a. Faktor Internal
Hormon ADH, dihasilkan oleh hipotalamus dalam otak. Hilangnya air secara berlebihan
karena pengeluaran keringat atau diare menyebabkan peningkatan osmolaritas darah,
peningkatan ekskresi ADH ke dalam darah, peningkatan reabsorbsi air. Hal tersebut
menyebabkan jumlah urine sedikit atau lebih pekat. Sebaliknya jika banyak minum air maka
sekresi ADH sedikit, reabsorbsi tubulus terhadap air berkurang, sehingga jumlah air banyak atau
lebih encer.
Hormon insulin, dihasilkan oleh sel beta pada pankreas. Insulin berfungsi untuk menurunkan
kadar glukosa darah dengan cara menginisiasi penyerapan glukosa oleh sel untuk diubah menjadi
energi atau disimpan, dan menghambat pembebasan glukosa kedalam darah oleh hati
Sistem renin-angiotensin-aldosteron, dihasilkan oleh apparatus juksta glomerulus untuk
merespon tekanan darah rendah, konsentrasi natrium rendah, dan kehilangan air.
b. Faktor Eksternal
Suhu lingkungan
Jumlah air yang diminum
Alkohol dalam pembebasan ADH
Karakteristik Urine
c. Sifat Fisik Urine
Volume urine orang dewasa sekitar 800-1500 mL/hari.
Bewarna kuning sampai dengan kuning tua.
Berat urine 1,003 – 1,035 gram, bersifat agak asam dengan pH
82
rata-rata 6 atau sekitar 4,7-8.
Berbau khas amonia.
d. Komposisi Urine
Urine terdiri dari 95% air dan zat-zat terlarut.
Zat yang terkandung dalam urine normal.
1) Zat buangan nitrogen seperti urea, asam urat, dan kreatinin.
2) Benda keton (hasil metabolisme lemak)
3) Asam hipurat dari pencernaan sayuran dan buah.
4) Toksin, zat kimia asing, pigmen, enzim, vitamin, dan hormon.
5) Elektrolit, meliputi ion natrium, klorin, kalium, amonium, sulfat, fosfat, kalsium, dan
magnesium.
Zat yang terkandung dalam urine abnormal adalah albumin, glukosa, sel darah merah, zat
kapur, batu ginjal, dan badan keton yang jumlahnya melebihi normal.
Gangguan Sistem Urinaria
Glukosuria adalah ekskresi glukosa ke dalam urine sehingga menyebabkan dehidrasi karena
banyak air yang akan terekskresi ke dalam urine.
Albuminuria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses
penyaringan, khususnya penyaringan protein.
Batu ginjal adalah penyakit karena adanya pengendapan pada rongga ginjal.
Diabetes mellitus tipe 1 dan 2
Diabetes Insipidus adalah penyakit ditandai dengan produksi urine berjumlah banyak dan
encer, yang disertai dengan rasa haus.
Poliuria adalah kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat dari kelebihan
produksi air seni.
Gagal ginjal adalah kegagalan ginjal dalam memproduksi urine.
Uremia adalah keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi
ginjal dalam membuang urea keluar dari tubuh.
Nefritis adalah redang nefron pada ginjal di sebabkan oleh infeksi bakteri.
83
B. HATI
Hati manusia memiliki berat sekitar 1,5-2,0 kg kg, terdiri atas dua lobus besar yang
dibatasi oleh jaringan ikat ligament falsiformis, yaitu lobus yang lebih kecil. Hati dibungkus oleh
jaringan ikat padat kapsula hepatica. Setiap lobus terdiri atas sejumlah lobulus yang berbentuk
poligonal yang dipisahkan oleh percabangan dari kapsula hepatika, yang disebut kapsula glison.
Sekitar 80% dari volume hati tersusun dari sel-sel parenkimal (hepatosit). Sisanya merupakan sel
norparenkim (sekitar 6,5%), sel intrahepatik (sel oval), hepatosit duktular, dan sel-sel imun (sel-
sel kekebalan tubuh).
1. Fungsi Hati
Empedu, berupa cairan berwarna hijau, terasa pahit, berjumlah sekitari 0,5 lier setiap
hari, berasal dari perombakan hemoglobin sel-sel darah merah yang sudah tua yang
disimpan di dalam kantong empedu atau disekresikan ke duodenum. Sekresi empedu
berfungsi untuk membantu pencernaan lemak dengan cara mengemulsikan lemak,
mengaktifkan lipase, membantu absorpsi lemak di usus, dan mengubah zat yang tidak
dapat larut di dalam air menjadi larut. Empedu mengandung kolesterol, garam empedu,
lesitin, serta pigmen bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau kebiruan. Di dalam
usus, pigmen tersebut akan mengalami oksidasi menjadi yang menyebabkan warna feses
dan urine menjadi kekuningan. Apabila saluran empedu ke usus halus tersumbat oleh
batu empedu, warna feses menjadi putih keabuan. Namun, apabila saluran empedu dihati
yang tersumbat, zat empedu akan masuk ke peredaran darah sehingga kulit penderita
menjadi kekuningan
Trombopoietin, yaitu hormone glikoprotein yang mengendalikan produksi keeping
darah oleh sumsum tulang belakang.
Albumin, yang merupakan komponen plasma darah.
Angiotensinogen, hormon yang akan diaktifkan oleh enzim renin ginjal dan berperan
dalam peningkatan tekanan darah.
Enzim arginase yang mengubah arginin menjadi ornitin dan urea.
Enzim glutamate-oksaloasetat transfrase, glutamate-piruvat transferase, dan laktat
84
dehydrogenase
Fungsi hati lainnya, yaitu :
Menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan B12.
Mengaktifkan vitamin D, yang dilakukan bersama-bersama dengan ginjal
Fagosit dilakukan oleh makrofag sel kupffer
Degradasi hormon insulin dan beberapa hormon lainnya.
Degradasi amonia menjadi urea
2. Struktur hati
Lobus kanan : Lobus ini berukuran enam kali lebih besar dibandingkan lobus kiri.
Lobus kiri : Lobus yang berukuran lebih kecil dan lebih pipih dibanding lobus kanan.
Lobus kaudatus : Lobus ini terletak di belakang lobus kanan dan menyelimuti meupun
mengelilingi vena cava inferior atau pembuluh darah balik, yang mengarah ke jantung.
Lobus kuadrat : Lobus ini terletak di bawah lobus kaudatus dan terletak mengelilingi kantung
empedu.
3. Proses perombakan eritrosit di hati :
Sel-sel darah merah tua dirombak ke dalam hati. Hemoglobin yang berada di dalam sel darah
merah tersebut dihancurkan dan dipecah menjadi beberapa zat yaitu zat besi (Fe), globin, dan
heme.
Zat besi (Fe) dan globin dilakukan penyerapan kembali, Zat besi diserap kembali dan
disimpan di hati, sedangkan globin diambil sebagai bahan dasar pembentukan hemoglobin baru.
Heme sendiri dirombak untuk dirubah ke dalam bentuk bilirubin dan biliverdin yang berwarna
hijau kebiruan.
Bilirubin akan dimanfaatkan sebagai pewarna feses dan urine setelah diubah menjadi urobilin
dan biliverdin akan dimanfaatkan sebagai pewarna empedu yang akan
digunakan di kantong empedu.
Proses siklus ornitin di hati :
Hati merubah zat amoniak (NH3) yang beracun menjadi urea (CO(NH₂)₂). Urea ini adalah
produk akhir metabolisme dari protein dan akan diekskresikan dalam urin.
Bila hati telah memecah zat berbahaya dari darah, maka produk sampingannya akan
85
dikeluarkan atau diekskresikan ke dalam cairan empedu atau darah. Produk sampingan berupa
cairan empedu akan masuk ke dalam usus dan akan dibuang dari tubuh dalam bentuk kotoran
(feses). Sementara, produk sampingan darah akan dialirkan ke ginjal untuk disaring, dan
meninggalkan tubuh dalam bentuk air kencing (urin).
1) Gangguan pada hati
Penyakit hati (liver) disebabkan oleh infeksi virus, Amoeba penyebab disentri, cacingan,
plasmodium penyebab malaria dan Toxoplasma sp.
Sirosis hati (cirrhosis) adalah berubahnya sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa, sehingga
kehilangan fungsinya. Sirosis disebabkan oleh minuman keras, serta hepatitis B dan hepatitis
C.
Hemokromatosis adalah kelainan genetik yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap
zat besi dari makanan sehingga zat besi banyak tersimpan didalam organ tertentu, seperti hati,
jantung, dan pankreas.
C. KULIT
Kulit merupakan organ terbesar yang menutupi area tubuh seluas sekitar 1,67 m2 dan berat
sekitar 4,5 kg pada laki-laki dengan berat badan 75 kg.
1. Fungsi Kulit
Ekskresi, mengeluarkan lemak dan keringat yang mengandung air, garam, urea, serta
ion-ion seperti Na+.
Perlindungan, melindungi tubuh dari mikroorganisme, radiasi sinar matahari, iritasi
kimia, dan gangguan mekanik.
Pengatur suhu badan, kelenjar keringat dan pembuluh darag berfungsi mengatur dan
mempertahankan suhu badan.
Metabolisme, menyintesis vitamin D dengan bantuan sinar matahari dan menyimpan
lemak sebagai sumber energi cadangan.
Komunikasi, stimulus lingkungan diterima oleh reseptor kulit, misalnya perubahan suhu,
86
sentuhan, dan tekanan. Kulit merupakan media ekspresi wajah yang penting untuk
komunikasi
2. Struktur Kulit
a. Lapisan epidermis yaitu lapisan terluar dari kulit. Lapisan ini terbagi menjadi dua yaitu
lapisan tanduk dan lapisan malphigi. Lapisan tanduk adalah lapisan paling luar yang
tersusun atas sel sel kulit mati yang mudah mengelupas dan tdk mempunyai pembuluh
darah dan sel saraf. Jika terkelupas tdk akan mengeluarkan darah dan tidak akan terasa
sakit. Lapisan tanduk ini berfungsi mencegah terjadinya penguapan yang berlebihan.
Sementara itu lapisan malphigi adalah lapisan yang terdiri dari sel-sel yang selalu membelah
dan berpigmen. Pigmen ini berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Lapisan malphigi ini memiliki ujung saraf perasa nyeri atau sakit. Berbeda dengan
lapisan tanduk,lapisan malphigi ini akan terasa sakit jika terkelupas atau terkena
cubitan.
Untuk lebih spesifik nya lapisan epidermis ini terbagi menjadi 5 bagian yaitu stratum
corneum,stratum lusidum,stratum granulosum,stratum spinosum,dan stratum
germinativum.
Stratum corneum : lapisan kulit mati yang selalu terkikis
Stratum lusidum :tempat terjadinya proses keratinasi sehingga stratum lusidum tampak
jelas pada telapak tangan dan telapak kaki
Stratum granulosum : tersusun atas banyak keratinosit yang bermigrasi dari lapisan
spinosum
Stratum spinosum : tersusun atas keratinosit yang mensintesis protein cytokeratin
Stratum germinativum : biasa disebut sebagai induk dari lapisan epidermis karna di
lapisan inilah terjadi proses pembelahan sel-sel kulit yang terjadi secara terus
menerus
b. Lapisan dermis
Di dalam lapisan dermis terdapat kalenjar keringat,kalenjar minyak,akar
87
rambut,pembuluh darah dan saraf. Bagian lapisan kulit ini yang menjadi alat ekskresi
nya adalah kalenjar minyak. Kalenjar minyak menghasilkan keringat yang diangkut
melalui salura keringat dan bermuara pada pori-pori kulit. Kalenjar keringat akan
bekerja keras mengeluarkan keringat terutama pada orang yang berolahraga dan orang
yang sedang berjemur dibawah sinar matahari. Selain kalenjar minyak dan kalenjar
keringat ada pembuluh darah yang berfungsi mengalirkan darah ke seluruh sel-sel
tubuh,serta ada ujung syaraf yang berfungsi untuk menerima rangsang
panas,dingin,nyeri sentuhan dan tekanan.
c. Lapisan hipodermis atau subkutan
Di lapisan ini terdapat jaringan lemak atau adiposa yang fungsinya adalah menjaga
tubuh agar tetap hangat serta berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan. Jadi
ketika kita sedang kedinginan lemak yang ada dilapisan kulit ini akan menjaga tubuh
tetap hangat.
3. Kelenjar pada Kulit
a. kelenjar keringat
Ekrin, kelenjar keringat tubuler sederhana dan berpilin, tidak berhubungan dengan
folikel rambut, serta tersebar meluas ke seluruh tubuh terutama pada dahi, telapak
tangan dan kaki.
Apokrin, kelenjar keringat yang besar dan bercabang dengan penyebaran yang
terbatas pada bagian tubuh tertentu, misalnya pada aksila (keriak), aerola payudara,
dan area genital.
Gangguan pada kulit
Biang keringat : ruam berbentuk bintik-bintik merah yang gatal akibat
tersumbatnya pori-pori kalenjar keringat yang dapat disebabkan oleh sel-sel kulit
mati atau bakteri biasanya muncul saat udara panas dan lembab
Hiperdosis : keluarnya keringat secara berlebihan yang terjadi pada seluruh badan
88
atau bagian bagian tertentu seperti telapak tangan dan kaki yang disebabkan oleh
suatu penyakit atau faktor psikis
Anhidrosis : kulit tidak berkeringat yg disebabkan oleh luka bakar penyakit akibat
pengaruh obat obatan atau kalenjar keringat yang tidak mampu berfungsi lagi
Bromhidrosis : keringat berbau atau bau badan yang disebabkan oleh bakteri atau
kalenjar keringat apokrin yang bekerja lebih aktif
Eksem atau dermatitis : radang kulit yang hebat yang akhirnya pecah dan
mengeluarkan cairan. Eksem disebabkan oleh faktor keturunan,stress,dan emosi
atau bisa saja dari kontak dengan senyawa alergenik seperti logam zat pewarna
kosmetik,parfum ataupun sabun
Kadas atau kurap : bercak-bercak kemerahan pada kulit terkadang berbentuk
bundar dan jernih di bagian tengahnya. Kadas terjadi akibat infeksi jamur.
Kudis : gatal akibat infeksi tungau dan kutu air
Athlete foot : infeksi jamur yang terjadi di sela sela kaki
Vitiligo : gangguan pigmentasi sehingga kulit kehilangan melanin, tampak bercak-
bercak putih yang bisa melebar pada kulit
Jerawat : kulit yang meradang pori-pori tersumbat yang terkadang menimbulkan
kantung nanah. Jerawat terjadi akibat infeksi bakteri,perubahan hormonal,atau
kotoran
89
BAB IX SISTEM KOORDINASI
A. Jurnal Belajar
“Jurnal 1”
Hari/Tanggal : Selasa, 30 Maret 2021
Hari ini kami ada pembelajaran Biologi. pada jam 08.00 Bu Puspa menghimbau bahwa
kita tidak melakukan pertemuan Biologi secara virtual melalui google meet. Bu Puspa
memberikan tugas di Google Clasroom. Bu Puspa memberikan tugas menganalisis sistem
koordinasi yang berupa sel saraf (neuron), sistem saraf pusat (ssp), dan sistem saraf tepi (sst).
Kesan dan pesan saya yaitu semoga tugas yang di berikan Ibu Puspa dapat menjadi
manfaat bagi orang sekitar, meskipun kita tidak melakukan pertemuan secara virtual, saya sangat
senang dan bersyukur bisa mengerjakan tugas dari Ibu Puspa.
“Jurnal 2”
Hari/Tanggal : Kamis/ 1 April 2021
Hari ini kami kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 mendapatkan jadwal Biologi. tetapi hari ini
Ibu Puspa tidak mengadakan pertemuan virtual dikarenakan Ibu Puspa sedang mengikuti
workshop. Bu Puspa memberikan tugas di Google Classroom, kami diminta untuk menganalisis
mengenai sistem hormone. Mulai dari struktur , fungsi, dan pengelompokkannya.
Kesan dan pesan saya meskipun kami tidak melakukan pertemuan melalui Google
Meet, kami cukup sennang bisa mengerjakan tugas Biologi ini.
“Jurnal 3 “
Hari/Tanggal : Selasa, 6 April 2021
Hari ini kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 mendapat jadwal Biologi, tetapi Ibu Puspa tidak
mengadakan pertemuan virtual melalui Google Meet dikarenakan Ibu Puspa mengikuti kegiatan
berdialog dengan Bapak Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. Ibu Puspa memberikan tugas
melalui Google Classroom. Kami diberikan tugas menganalisis mengenai sistem indra. Berupa
struktur dan fungsi yang menyusun sistem koordinasi.
Kesan pesan
Saya sangat senang sekali mengikuti pembelajaran Biologi ini, meskipun tidak ada
pertemuan virtual melalui Google Meet.
90
“Jurnal 4”
Hari/tanggal : Kamis, 8 April 2021
Hari ini kami kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 melakukan pembelajaran Biologi yang di
bimbing oleh Ibu Puspa. Ibu Puspa memberikan link Google Meet pada jam 07.41. pada
pertemuan kali ini Ibu Puspa tidak membahas tentang biologi, tetapi Ibu Puspa menceritakan
pengalaman saat bertemu dengan Bapak Menteri Pendidikan. Beliau menceritakan kesan dan
pesan saat mengikuti kegiatan tersebut dan berharap dapat memberikan motivasi kepada kami.
Kesan dan Pesan
Hari ini sangat menyenangkan karena bisa mendengarkan pengalaman Ibu Puspa saat
bertemu dengan Bapak Menteri Pendidikan, dan juga kami sangat termotivasi supaya bisa
menjadi siswa yang baik dan berbakti pada negara.
“Jurnal 5”
Hari/tanggal : Kamis, 15 April 2021
Hari ini kami kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 kembali melakukan pembelajaran biologi
yang dibimbing oleh Ibu Puspa. Sebelum memulai pembelajaran Biologi, Ibu Puspa meminta
salah satu siswa untuk memimpin doa. Pertemuan kali ini Ibu Puspa meminta siswa untuk
membacakan hasil kerja mereka mengenai sistem endokrin, sistem hormon, sistem saraf pusat
dan sistem saraf tepi.
Ibu Puspa memberikan kesempatan kepada siswa yang belum mengumpulkan tugas di
Google Classroom. Akhirnya Ibu Puspa memanggil satu satu nama siswa. Siswa dari kelas XI
IPA 1 membacakan hasil kerjanya.
Setelah pembahasan selesai, akhirnya kami pun mengakhiri pembelajaran Biologi pada
hari ini.
“Jurnal 6”
Hari/Tanggal : Selasa, 27 April 2021
Hari ini kami kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 kembali melakukan kegiatan belajar
mengajar Biologi melalui Google Meet. Pembelajaran kali ini dimulai pada pukul 08.00. seperti
biasa, Ibu Puspa mengawali pembelajaran dengan doa, Ibu Puspa menunjuk salah satu siswa
untuk memimpin berdoa dengan kepercayaan dan keyakinannya masing-masing. Hari ini kami
membahas tentang sistem indera. Sistem indera terbagi menjadi 5, yaitu indera penglihatan
(mata), indra pembau (hidung), indra pengecap (lidah), indra pendengar (telinga), dan indra
peraba (kulit). Hidung sebagai indra pembau memiliki kemoreseptor olfaktori yang bersifat
menerima rangsangan berupa bau. Mekanisme mencium : gas masuk ke hidung - larut pada
selaput mukosa – merangsang silia sel reseptor – rangsangan diteruskan ke otak untuk diolah –
91
jenis bau dapat diketahui. Setelah itu kita membahas lidah. Lidah memiliki kemoreseptor berupa
kuncup pengecap. Kuncup pengecap terdapat terdapat pada papilla lidah, palatum, epiglottis, dan
faring. Selanjutnya yaitu indra penglihatan. Mata adalah sistem optic yang memfokuskan bekas
cahaya pada foto reseptor dan mengubah energi cahaya menjadi impuls saraf. Aksesoris mata
terdiri dari alis, orbita, kelopak mata, otot mata, dan air mata. Selanjutnya kita membhas tentang
kulit dan telinga dan akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
Kesan dan pesan : pertemuan hari ini sangat menyenangkan, kita bisa mengetahui
indera apa saja yang ada di tubuh kita dan fungsi fungsi nya.
“Jurnal 7”
Hari/Tanggal : Kamis, 29 April 2021
Hari ini kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 melakukan kegiatan belajar mengajar Biologi
yang dibimbing oleh Ibu Puspa. Hari ini kami membahas tentang telinga dan kulit kita
membahas mengenai struktur, fungsi dan kaitannya dengan sistem koordinasi. Dan kami pun
selesai membas mengenai telinga dan kulit. Setelah itu kami membahas tentang NAPZA. Kita
membahas tentang pengertian, dampak bagi kesehatan, dll.
Setelah beberapa menit berlalu, kami pun mengakhiri pembelajaran pada hari ini.
Kesan pesan saya pertemuan hari ini sangat menyenangkan dan semoga pembelajaran pada hari
ini dapat berguna bagi masyarakat.
92
B. Tugas-Tugas
BIOLOGI KELAS XI
Oleh
Nama/Kelas :Faradila Annisa R./XI IPA 2
Guru Mapel :Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
TAHUN 2021
93
A. SEL SARAF NEURON
Neuron merupakan unit fungsional sistem saraf, terdiri atas bagian :
Badan sel, berfungsi mengendalikan metabolism keseluruhan neuron.
Dendrit, juluran sitoplasma untuk menerima impuls dari sel lain untuk dikirimkan
ke badan sel
Akson, juluran sitoplasma yang panjang untuk menirimkan impuls ke neuron
lainnya. Akson dibungkus selubung mielin. Bagian akson tanpa mielin disebut
nodus Ranvier untuk mempercepat jalannya impuls. Mielin ditutupi oleh selubung
Schwann (neurliema)
94
Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensorik, sel
saraf motorik dan sel saraf konektor / intermediet.
Neuron (Sel Saraf) Sensorik
Sel saraf Sensorik adalah jenis sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor
di tubuh ke sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Sel saraf ini sering juga disebut
dengan sel saraf indra.
Neuron (Sel Saraf) Motorik
95