The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Faradila Annisa XI IPA 2 Tugas Akhir Biologi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by annisadila65, 2021-06-14 04:43:29

Faradila Annisa XI IPA 2 Tugas Akhir Biologi

Faradila Annisa XI IPA 2 Tugas Akhir Biologi

Sel Saraf Motorik adalah jenis sel saraf yang berfungsi untuk menghantarkn impuls dari sel sistem
saraf pusat ke sel otot atau kelenjar sehingga tubuh akan menanggapi rangsangan tersebut dengan
bergerak atau menghasilkan suatu produk sekresi. Sel saraf motorik biasanya mempunyai dendrit
yang pendek dengan akson yang sangat panjang.

Neuron (Sel Saraf) konektor

Sel saraf konektor / intermediet / asosiasi ini merupakan jenis sel saraf yang berfungsi untuk
menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lain
yang terdapat di dalam sistem saraf pusat. Serabut saraf, akso dan dendrit dari sel ini bergabung
dalam satu selubung dan akan membentuk urat saraf sedangkan badan selnya berkumpul di satu
tempat untuk membentuk ganglion saraf.

 Salah satu sifat neuron yaitu permukaan luar bermuatan positif, sedangkan dalam
bermuatan negatif. Alur impuls saraf adalah:
Saraf dalam keadaan istirahat serabut saraf dalam keadaan polarisasi yaitu permukaan
membran luar bermuatan positif, sedangkan membran dalam bermuatan negatif.
96

Saraf dirangsang disuatu tempat tertentu maka terjadi depolarisasi, yaitu permukaan luar
bermuatan negatif, sedang permukaan dalam bermuatn positif.
Antara daerah yang mengalami depolarisasi dengan daerah polarisasi akan timbul aliran
listrik lokal.
 Berdasarkan juluran sitoplasmanya, neuron dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Neuron unipolar adalah neuron yang memiliki satu juluran sitoplasma pada badan selnya.
b. Neuron bipolar adalah neuron yang memiliki dua juluran sitoplasma pada badan selnya.
Contohnya neuron pada alat indera seperti telinga, mata, dan hidung.
c. Neuron multipolar adalah neuron yang memiliki satu akson dan banyak dendrit pada
badan selnya.

97

B. SISTEM SARAF PUSAT dan SISTEM SARAF TEPI
Sistem Saraf Pusat (SPP)
Terdiri atas otak (serebral) dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Keduanya dilapisi
jaringan ikat yang disebut meninges, yang terdiri atas:

• Pia meter, lapisan paling dalam dan mengandung pembuluh darah.
• Araknoid, lapisan tengah dan mengandung sedikit pembuluh darah.
• Dura meter, lapisan terluar yang terdiri atas dua lapisan. Lapisan terluar melekat pada kranium.

Otak dan medula spinalis memiliki substansi abu-abu (bagian luar) dan substansi putih (bagian
dalam).

1. Otak
Tersusun dari 100 milyar neuron yang terhubung oleh sinapsis membentuk anyaman kompleks.
Bagian-bagian otak:

 Serebrum (otak besar).
Mengisi bagian depan dan atas rongga tengkorak. Bagian terluarnya disebut korteks serebral, dan
bagian dalamnya disebut nukleus (ganglia) basal. Area fungsional korteks serebral:
Area motor primer, mengendalikan kemampuan bicara.
Area sensor korteks, meliputi area sensor, area visual, area auditori, area alfaktori, dan area
pengecap.
Area asosiasi, meliputi area frontal (pusat intelektual dan fisik), area somatik (pusat interpretasi),
area visual, dan area wicara Wernicke.
Nukleus basal merupakan pusat koordinasi motor

98

 Diensefalon. Terletak di antara serebrum dan otak tengah. Terdiri atas:
 Talamus, berfungsi menerima dan meneruskan impuls ke korteks otak besar, serta

berperan dalam sistem kesadaran dan kontrol motor.
 Hipotalamus, berfungsi mengendalikan sistem saraf otonom, pusat pengaturan emosi, dan

memengaruhi sistem endokrin.
 Epitalamus, berperan dalam dorongan emosi.
 Sistem limbik, yaitu cincin struktur otak depan yang mengelilingi otak dan berfungsi

dalam pengaturan emosi, mempertahankan kelangsungan hidup, pola perilaku
sosioseksual, motivasi, dan belajar.

99

 Mesensefalon (otak tengah), menghubungkan pons dan serebelum (otak kecil) dengan
otak besar, berfungsi sebagai jalur penghantar dan pusat refleks, serta meneruskan
informasi penglihatan dan pendengaran.

 Pons Varolii (jembatan varol), mengatur frekuensi dan kekuatan bernapas.
 Serebelum (otak kecil), mempertahankan keseimbangan, kontrol gerakan mata,

meningkatkan kontraksi otot, serta koordinasi gerakan sadar yang berkaitan dengan
keterampilan.
 Medula oblongata, berfungsi dalam pengendalian ferkuensi denyut jantung, tekanan
darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan makanan, menelan, muntah, sekresi kelenjar
pencernaan, dan mengatur gerak refleks.
 Formasi retikuler, berfungsi memicu dan mempertahankan kewaspadaan serta kesadaran.

 Sumsum Tulang Belakang

Selain otak, sistem saraf pusat terdiri atas sumsum tulang belakang. Sumsum tulang
belakang ini terhubung dengan otak. Bagian pangkalnya disebut sumsum lanjutan atau
medula oblongata, dan bagian yang memanjang dalam rongga tulang belakang disebut
sebagai medula spinalis. Medula oblongata berfungsi untuk mengatur denyut jantung,
menyempitkan pembuluh darah, melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa
dan muntah. Medula oblongata juga menjadi pusat kendali pernapasan utama pada tubuh
manusia. Sementara medula spinalis berfungsi untuk menghubungkan rangsangan dari dan

menuju otak. Sumsum tulang belakang manusia juga berfungsi untuk mengatur gerakan

refleks alias gerakan yang terjadi tanpa disadari. Gerakan refleks ini terjadi sebagai respon
tubuh manusia terhadap adanya ancaman atau hal yang berbahaya.

Sistem Saraf Tepi (SST)

1. Saraf Kranial

Terdiri atas 12 pasang saraf. Sebagian besar tersusun dari serabut sensori dan motor, tetapi
beberapa saraf hanya tersusun dari serabut sensori. Saraf-saraf tersebut diberi nama dan disusun
dengan angka rpmawi seperti pada table

100

No Nama saraf kranial Fungsi
1 Saraf olfaktori (CN I) Indra penciuman
2 Saraf optik (CN II) Indra penglihatan
3 Saraf okulomotor (CN III) Impuls dari dan ke otot mata
4 Saraf troklear (CN IV) Impuls dari dan ke otot sadar mata
5 Saraf trigeminal (CN V) Impuls otot mastikasi, wajah, hidung, dan mulut
6 Saraf abdusen (CN VI) Impuls dari dan ke otot rektus lateral mata
7 Saraf fasial (CN VII) Impuls ekspresi wajah, lidah, kelenjar air mata dan saliva

8 Saraf vestibulokoklear (CN VIII) Impuls dari indra pendengaran

9 Saraf glosofaring (CN IX) Impuls otot bicara, menelan, kelenjar liudah, rasa pada lidah

10 Saraf vagus (CN X) Impuls organ pada toraks dan abdomen
11 Saraf aksesori spinal (CN XI) Impuls faring, laring, trapezius, dan sternokleidomastoid

12 Saraf hipoglosal (CN XII) Impuls dari dan ke otot lidah

101

2. Saraf Spinal
Terdiri atas 31 pasang saraf yang muncul dari segmen-segmen medula spinalis dan diberi nama
sesuai nama ruas tulang belakang. Berdasarkan arah impuls, SST dibagi menjadi divisi aferen
(membawa informasi dari reseptor ke SSP dan divisi eferen (membawa instruksi dari SSP ke
organ efektor.
Divisi eferen: sistem saraf somatik (neuron motor pada otot rangka) dan sistem saraf otonom
(neuron motor pada otot polos)
Sistem saraf otonom: sistem saraf simpatis dan sistem saraf parasimpatis.setiap radiks yang
memasuki atau meninggalkan korda membentuk 7-10 cabang radiks (rootlet). Radiks dorsal
terdiri atas kelompok serabut sensori yang memasuki korda, sedangkan radiks ventral terdiri
atas kelompok serabut motor dari korda. Bagian yang membesar pada radiks dorsal disebut
ganglion radiks dorsal yang mengandung neuron sensor

 Gangguan Sistem Saraf pada Manusia :
 Meningitis, radang selaput otak karena infeksi bakteri atau virus.
 Ensefalitis, peradangan jaringan otak, biasanya disebabkan oleh virus.
 Neuritis, gangguan saraf tepi akibat peradangan, keracunan, atau tekanan.
 Rasa baal (kebas) dan kesemutan, gangguan sistem saraf akibat gangguan

metabolisme, tertutupnya aliran darah, atau kekurangan vitamin neurotropik (B1, B6, dan
B12).
 Epilepsi (ayan), penyakit serangan mendadak karena trauma kepala, tumor otak,
kerusakan otak saat kelahiran, stroke, dan alkohol.
 Alzheimer, sindrom kematian sel otak secara bersamaan.
 Gegar otak, bergeraknya jaringan otak dalam tengkorak menyebabkan perubahan fungsi
mental atau kesadaran

102

BAB X SISTEM REPRODUKSI
A. Jurnal Belajar
Hari/Tanggal : Selasa 4 Mei 2021

Hari ini kami kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2 melakukan pembelajaran biologi dan
dibimbing oleh Ibu Puspa. Ibu Puspa memberitahu bahwa pada saat ulangan harian kemarin, ada
beberapa anak yang tidak keluar nilai ulangannya. Apabila banyak siswa yang tidak ada nilai
ulangannya, maka Bu Puspa akan mengadakan ulangan lagi. Setelah memberi tahu informasi
tersebut kita masuk ke materi bab 10 yaitu sistem reproduksi. Kami sangat memperhatikan Ibu
Puspa menjelaskan materi ini.

Setelah beberapa waktu berlalu, kami pun mengakhiri pertemuan hari ini. Kesan pesan
saya semoga dengan adanya pemebelajaran ini kita bisa mepelajari lebih dalam lagi dan bisa
memberikan ilmunya kepada orang lain.

BAB XI SISTEM PERTAHANAN TUBUH
A. Jurnal Belajar

Hari ini hari Kamis, 9 Mei 2021 pembelajaran Biologi berlangsung yang dipimpin oleh
Ibu Puspa selaku guru Biologi dan siswa kelas XI IPA 1 dan XI IPA 2. Seperti biasa, bu Puspa
mengawali dengan doa yang di pimpin oleh salah satu murid dan berdoa sesuai kepercayaan dan
keyakinan masing-masing. Hari ini kami belajar tentang Bab Sistem Pertahanan Tubuh. Terdapat
2 macam respon imun, yaitu nonspesifik dan spesifik. Dan terdapat 4 respon alamiah, yaitu
respon alamiah fisik, kimia, mekanik dan biologis .Pada tubuh manusia terdapat bulu pada
bagian-bagian tertentu. Setelah itu kita membahas aktivitas pada sel darah putih atau disebut juga
dengan leukosit.

Setelah beberapa menit berlalu, Pembelajaran Biologi pada hari ini pun berakhir. Kesan
dan pesan saya yaitu pembelajaran pada hari ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai generasi
muda, semoga di masa depan kita sebagai generasi muda bisa membantu banyak orang dengan
pembelajaran Biologi ini.

103

REFLEKSI
 PERISTIWA

Dalam pembelajaran biologi ini kami mengerjakan tugas portofolio dan setiap
pembelajaran biologi kami membuat jurnal. Didalam jurnal saya, saya menceritakan hal
apa saja yang terjadi pada saat pembelajaran berlangsung, seperti contohnya apabila Ibu
Puspa tidak mengadakan pertemuan virtual dikarenakan karena suatu hal, saya
menceritakannya. Selain itu saya membuat tugas portofolio yang bertujuan untuk
mengasah kembali kemampuan kita sudah sejauh mana kita paham tentang materi yang
diajarkan.

Dengan adanya jurnal dan tugas tugas ini membuat saya semakin paham tentang
materi yang dipelajari. Dan dapat berbagi pengalaman kepada teman-teman yang
membaca.
 PERASAAN

Dalam membuat portofolio dan jurnal belajar ini membuat saya senang dan sangat
terbantu apabila ingin mengulang pelajaran yang dibahas sebelumnya agar dapat mudah
diingat. Dan saya sangat bersemangat saat mengerjakan tugas tersebut.
 PEMBELAJARAN

Selama saya belajar biologi, banyak sekali pembelajaran yang saya dapatkan
melalui pembelajaran ini. Contohnya seperti saat mengerjakan tugas tugas yang harus
diselesaikan, dan saya merasa punya tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas
tersebut tepat waktu dan saya belajar masuk ke ruang Google Meet secara tepat waktu.
Selain itu tugas tugas yang diberikan Ibu Puspa dapat menambah skill saya untuk
mengedit suatu hal seperti membuat vidio.
 PERUBAHAN

Perubahan yang saya rasakan sendiri yaitu saya menjadi orang yang bertanggung
jawab, tidak selalu mengandalkan teman saat ada tugas karena sudah terbiasa dalam
melakukan tugas tersebut. Selain itu saya juga mengerti sedikit tentang ilmu komputer.
Semoga pembelajaran biologi ini bermanfaat bagi semua orang dan bisa membantu
masyarakat Indonesia.

104


Click to View FlipBook Version