The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

PENGARUH MANUSIA TERHADAP EKOSISTEM KELAS VII SEMESTER GENAP

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by aisyahrohmatin, 2023-05-26 01:57:36

MODUL AJAR KSE - KELOMPOK BOJONEGORO

PENGARUH MANUSIA TERHADAP EKOSISTEM KELAS VII SEMESTER GENAP

Keywords: Modul Ajar

MODUL AJAR PENGARUH MANUSIA TERHADAP EKOSISTEM DI MTs SABILUL MUTTAQIN OLEH : 2202114470 CICIK WIJAYANTI 2202114474 EKA MEILANA PUJI LESTARI 2202114485 SESTU WILUJENG NGABNINGSIH 2202114486 SITI AISYAH ROHMATIN 22021144 88 VINNA AGUS TRIANTI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI GURU FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PGRI MADIUN 2023


MODUL AJAR IPA KELAS VII/FASE D PENGARUH MANUSIA TERHADAP EKOSISTEM A. Komponen Informasi Umum Komponen Deskripsi 1. Informasi Umum Perangkat Ajar Nama Penyusun TIM PPA II BOJONEGORO : 1. Cicik Wijayanti 2. Eka Meilana Puji Lestari 3. Sestu Wilujeng Ngabdiningsih 4. Siti Aisyah Rohmatin 5. Vinna Agus Trianti Nama Institusi MTs Sabilul Muttaqin Tahun Pelajaran 2022 /2023 Jenjang Sekolah Sekolah Menengah Pertama Fase/Kelas D/VII F Semester Genap Alokasi Waktu 2 JP (2x40 menit) 2. Kompetensi Awal Pengetahuan dan/atau Keterampilan atau Kompetensi Prasyarat Peserta didik mampu menjelaskan tentang ekosistem Peserta didik mampu menjelaskan komponen biotik dan abiotik pada ekosistem 3. Profil Pelajar Pancasila Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan 1. Bernalar kritis 2. Kreatif 3. Gotong royong 4. Sarana dan Prasarana Fasilitas 1. Kliping artikel berita 2. Bahan Bacaan 3. LKPD 4. Buku paket IPA kelas VII Lingkungan Belajar Kelas VII-C


5. Target Peserta Didik Peserta didik reguler 6. Jumlah Peserta Didik 23 8. Model Pembelajaran Model Problem Base Learning (PBL) 9. Pendekatan 1. Teaching at The Right Level (TARL) 2. KSE (Keterampilan Sosial Emosional) Berikut penjelasan terkait elemen-elemen KSE Dimensi Elemen Self-awareness (Kesadaran diri) Pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, berdoa, toleransi, bersikap dan berperilaku yang berbudi pekerti Self management (pengelolaan diri) Peserta didik menjaga suasana dan kondisi kelas tetap kondusif Responsible decision making (Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) Refleksi pemikiran dan proses berpikir dalam mengambilan keputusan dalam diskusi kelompok dan tanggung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan Social awareness (kesadaran sosial) Toleransi, menghormati pendidik dalam pembelajaran dan teman saat berdiskusi, membantu teman yang kesulitan dalam menyelesikan permasalahan, memberikan apresiasi Relationship skills (keterampilan sosial) kolaborasi dalam kelompok, presentasi B. Komponen Inti Capaian Pembelajaran: Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. 1. Tujuan Pembelajaran Pemahaman konseptual dan penalaran Keterampilan 1. Melalui studi literatur peserta didik dapat mendeskripsikan pengaruh aktivitas manusia terhadap keberadaan suatu ekosistem dengan benar sesuai dengan rubrik penilaian 2. Melalui diskusi kelompok dan studi literatur peserta didik dapat mendeskripsikan jenis-jenis kegiatan manusia yang dapat mengganggu ekosistem dengan benar sesuai dengan


rubrik penilaian 3. Melalui diskusi kelompok dan studi literatur peserta didik dapat menganalisis jenis-jenis perilaku yang mencerminkan pola hidup yang ramah lingkungan dengan benar sesuai dengan rubrik penilaian 2. Indikator Pembelajaran Pemahaman konseptual danpenalaran Keterampilan 1. Mendeskripsikan pengaruh aktivitas manusia terhadap keberadaan suatu ekosistem. 2. Mendeskripsikan jenis-jenis kegiatan manusia yang dapat mengganggu ekosistem 3. Menganalisis jenis-jenis perilaku yang mencerminkan pola hidup yang ramah lingkungan 3. Pemahaman Bermakna Kegiatan bermakna selama proses pembelajaran: Peserta didik dapat melakukan upaya penanggulangan pencemaran lingkungan dan pencegahan bencana alam sederhana dengan studi kasus litertur melalui pengalamannya sendiri. Manfaat yang diperoleh peserta didik setelah pembelajaran: Peserta didik dapat mengaplikasikan materi tentang konsep pelestarian keanekaragaman hayati dalam kehidupan seharihari Peserta didik dapat membiasakan sikap konservasi dalam kehidupan sehari-hari. 4. Pertanyaan Pemantik Pernahkah kamu melihat tumpukan sampah berserakan di pinggir jalan? Apakah polusi akan mempengaruhi ekosistem? Kegiatan manusia apa saja yang dapat mempengaruhi ekosistem? Bagaimana perilaku bijak manusia yang mencerminkan ramah lingkungan?


5. Persiapan Pembelajaran dengan Pendekatan TaRL Langkah-langkah 1. Guru memberikan asesmen diagnostik pengetahuan untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik. 2. Peserta didik mengerjakan asesmen diagnostik pengetahuan yang diberikan oleh guru. 3. Guru memberikan Asesmen diagnostik karakteristik (gaya belajar) untuk mengetahui karakteristik gaya belajar peserta didik. 4. Peserta didik mengerjakan asesmen diagnostik karakteristik (gaya belajar) yang diberikan oleh guru. 5. Guru melakukan wawancara kepada wali kelas/BK untuk mengetahui karakteristik (motivasi, minat, latar belakang peserta didik, dll) 6. Guru membuat pemetaan kelas berdasarkan hasil asesmen diagnostik pengetahuan dan karakteristik pesrta didik. 7. Guru merancang pembelajaran dan asesmen sesuai dengan hasil asesmen diagnostik pengetahuan dan karakteristik pesrta didik.


6. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran dengan Pendekatan TaRL (2x40 Menit) A. Pendahuluan Langkah-Langkah Kegiatan Pembuka (3 menit) 1. Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan salam dilanjutkan dengan berdoa. (kesadaran diri) (0,5’) 2. Guru memeriksa kehadiran peserta didik. (1’) 3. Guru menyampaikan kontrak belajar selama pembelajaran berlangsung diantara yaitu : (1’) Seluruh peserta didik harap berpartisipasi aktif selama kegiatan pembelajaran. Saling menghargai dan menghormati Tidak malu untuk bertanya Saling membantu teman yang kesulitan Mendengarkan dan memperhatikan guru/teman yang sedang berbicara/menjelaskan. Apersepsi dan Menggali Kemampuan Awal dan Motivasi (3 menit) 1. Guru menghubungkan materi yang akan disampaikan dengan materi ekologi dan interaksi lingkungan organisme pada pertemuan sebelumnya. (1’) 2. Guru menggali pengetahuan awal peserta didik melalui kegiatan tanya jawab yang dikaitkan dengan materi yang akan dipelajari. (1’) 3. Peserta didik menjawab pertanyaan guru. (kesadaran diri) 4. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, teknik penilaian selama proses pembelajaran, dan pemahaman bermakna untuk peserta didik (1’) 5. Peserta didik memperhatian penyampaian dari guru. (kesadaran diri)


B. Kegiatan Inti Sintak PBL Fase 1. Orientasi peserta didik pada masalah (7 menit) 1. Guru menunjukkan dan membacakan kliping artikel berita terkait permasalahan dalam ekosistem. (2’) 2. Peserta didik memperhatikan dan menelaah informasi dari kliping artikel berita yang dibacakan oleh guru. (kesadaran diri) (1’) 3. Guru membimbing peserta didik untuk merumuskan masalah. (1’) 4. Peserta didik membuat rumusan masalah. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) (1’) 5. Rumusan masalah yang diharapkan yaitu “Bagaimana pengaruh aktivitas manusia terhadap ekosistem” (1’) Fase 2. Mengorganisasikan peserta didik untuk belajar (10 menit) 1. Guru mengorganisasikan peserta didik menjadi beberapa kelompok masing-masing kelompok terdiri atas 3-4 peserta didik secara heterogen (setiap kelompok terdiri dari kemampuan mahir, cakap, berkembang, dan butuh pendampingan khusus sesuai dengan hasil asesmen diagnostik pengetahuan ). (keterampilan sosial) (2’) 2. Peserta didik membentuk kelompok sesuai dengan pembagian kelompok yang diisntruksikan oleh guru. (keterampilan sosial) (2’) 3. Guru memberikan instruksi pada peserta didik bahwa akan ada peran, peserta didik yang mahir dan cakap bisa menjadi tutor sebaya untuk membantu temannya pada level berkembang dan butuh pendampingan khusus. (1’) 4. Peserta didik memperhatikan instruksi dari guru.


(kesadaran diri) (1’) 5. Guru membagikan LKPD dan meminta peserta didik untuk membaca dan memahami perintah yang ada di dalamnya terutama peserta didik yang menjadi tutor sebaya untuk membacakan orientasi masalah pada LKPD kepada anggota kelompoknya. (kesadaran diri) (1’) 6. Peserta didik yang menjadi tutor sebaya membacakan orientasi masalah pada LKPD dan anggota kelompoknya menyimak serta memperhatikan. (kesadaran sosial) (3’) Fase 3 Membimbing penyelidikan individu maupun kelompok (17’) 1. Guru berkeliling ke setiap kelompok serta membantu peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk membaca dan menelaah permasalahan yang ada pada LKPD. (kesadaran sosial) (3’) 2. Peserta didik yang menjadi tutor sebaya mengkoordinir pembagian tugas kelompok dan membantu anggota kelompoknya yang membutuhkan bantuan/kesulitan. (kesadaran dan keterampilan sosial) (2’) 3. Peserta didik berdiskusi dan bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan permasalahan pada LKPD. (keterampilan sosial) (10’) 4. Guru membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menganalisis data pada LKDP. (kesadaran dan keterampilan sosial) (1’) 5. Peserta didik meminta bimbingan guru jika mengalami kesulitan. (Kesadraan diri) (1’) Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya (15 menit) 1. Guru memberi kesempatan kepada perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok.


(keterampilan sosial) (2’) 2. Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. (keterampilan sosial) (10’) 3. Guru menginstruksikan peserta didik yang lain untuk memperhatikan presentasi kelompok. 4. Peserta didik menjaga kondisi kelas tetap kondusif selama kelompok lain presentasi. (pengelolaan diri) 5. Peserta didik memberikan tanggapan hasil diskusi kelompok yang presentasi. (kesadaran sosial) (3’) Fase 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah (10 menit) 1. Guru memberikan tanggapan dan apresiasi pada setiap presentasi yang dilakukan anggota kelompok. (kesadaran diri dan kesadaran sosial) (1’) 2. Guru memberikan penguatan terkait materi pengaruh manusia terhadap ekosistem setelah peserta didik melakukan presentasi. (kesadaran diri) (5’) 3. Peserta didik memperhatikan penjelasan dari guru. (kesadaran diri) (4’) C. Penutup Langkah-Langkah Evaluasi proses yang sudah dihasilkan bersama antara guru dan peserta didik (2 menit) 1. Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi hasil diskusi yang telah dilakukan. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) (0,5’) 2. Peserta didik membuat kesimpulan. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) (0,5’) 3. Guru dan peserta didik melakukan refleksi tentang pembelajaran yang telah dilakukan hari ini dan menyampaikan materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya. (kesadaran diri) (1’)


Evaluasi hasil belajar (10 menit) Peserta didik mengerjakan lembar soal (asesmen formatif) yang diberikan oleh guru sebagai evaluasi belajar yang telah dilakukan. (pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) (10’) Apresiasi Pembelajaran (3 menit) 1. Guru memberikan apresiasi kepada kelompok dan peserta didik yang paling banyak berpartisipasi aktif dalam pembelajaran serta sudah menyelesaikan tugas dengan baik. (kesadaran sosial) (1’) 2. Guru dan peserta didik berdoa menutup pembelajaran. (kesadaran diri) (1’) 3. Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan salam. (kesadaran diri) (1’) 7. Asesmen Asesmen Formatif 1. Sikap : a. Spiritul b. Sosial c. Profil Pelajar Pancasila 2. Pengetahuan 3. Keterampilan Bentuk Asesmen 1. Observasi 2. Tes lisan lisan dan Tulis 3. Unjuk Kerja


8. Pengayaan dan Remedial Kegiatan Pembelajaran dalam bentuk pengayaan Bagi peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan diberikan pembelajaran sebagai berikut: 1. Peserta didik diberikan soal untuk menganalisis beberapa kegiatan konservasi. 2. Peserta didik menjadi pendamping tutor sebaya bagi temannya yang remedial. Kegiatan Remedial Bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan diberikan pembelajaran sebagai berikut: 1. Pembelajaran remedial dilakukan dengan memberikan materi yang belum dipahami dan merangkum materi pengaruh manusia terhadap ekosistem. 2. Tahapan pembelajaran remedial dilakukan melalui tutor sebaya 9. Refleksi Guru dan Peserta Didik Refleksi Guru 1. Apa saja kesulitan yang dialami guru saat melakukan pembelajaran hari ini? 2. Bagaimana cara guru mengatasi kesulitan pembelajaran hari ini? 3. Apa yang dilakukan guru apabila belum mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Refleksi Peserta Didik 1. Apa yang membuatmu tertarik saat belajar hari ini? Mengapa? 2. Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut? Mengapa? 3. Apa yang membuat kamu penasaran? Mengapa kamu penasaran dengan hal tersebut? 4. Apakah kamu puas dengan proses belajarmu hari ini? Mengapa? 5. Apakah yang kamu lakukan hari ini sudah mencapai tujuan (target) belajarmu? 6. Apa kesulitan yang kamu jumpai dalam proses belajar tadi? 7. Bagaimana cara kamu mengatasi kesulitan tersebut? C. Lampiran


1. Bahan Bacaan Siswa Bahan bacaan dari modul ajar pengaruh manusia terhadap ekosistem Buku paket IPA kelas VII 2. Bahan Bacaan Guru Buku guru IPA kelas VII 3. Glosarium Eutrofikasi merupakan proses pengayaan nutrisi dan bahan organik dalam air atau pencemaran air yang disebabkan munculnya nutrisi yang berlebihan ke dalam ekosistem perairan. Monokultural atau pertanaman tunggal merupakan salah satu cara budidaya di lahan pertanian dengan menanam satu jenis tanaman pada satu areal. Polutan merupakan bahan/benda yang menyebabkan pencemaran, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti sampah. 4. Daftar Pustaka Anggraena, Yogi, dkk. 2022. Pembelajaran dan Asesmen. Kemendikburistek: Jakart Pusat. Hardanie, B. D., Inabuy, V., Sutia, C., Maryana, O. F. T., & Lestari, S. H.(2021). Buku Panduan Siswa Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII (1st ed.). Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hardanie, B. D., Inabuy, V., Sutia, C., Maryana, O. F. T., & Lestari, S. H.(2021). Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII (1st ed.). Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. DAFTAR LAMPIRAN 1. Instrumen Asesmen diagnostik pengetahuan 2. Instrumen Asesmen diagnostik karakteristik a. Gaya belajar b. Lembar Wawancara 3. Instrumen Penilaian Unjuk Kerja 4. Instrumen Penilaian Profil Pelajar Pancasila 5. Instrumen Penilaian Sikap Spiritual 6. Instrumen Penilaian Sikap Sosial 7. Instrumen Penilaian Pengetahuan 8. LKPD 9. Bahan Bacaan 10. Kliping Artikel Berita


Mengetahui, Bojonegoro, 13 Februari 2023 Kepala MTs Sabilul Muttaqin Guru IPA a.n Tim PPA II Bojonegoro Suliyono, M.Pd. Hanif Nurun Nafi’ani, S.Pd. Siti Aisyah Rohmatin,.S.Pd.


Lampiran 1 INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK PENGETAHUAN Nama :…………………………………… Kelas : …………………………………... Perhatikan Gambar Ekosistem Padang Rumput dibawah ini ! Berdasarkan gambar ekosistem di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar ! 1. Sebutkan Faktor biotik yang ada pada gambar ekosistem tersebut! ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………… 2. Sebutkan Faktor abiotik yang ada pada gambar ekosistem tersebut! ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………… 3. Apakah Pengertian Ekosistem? ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………… 4. Apakah kondisi ekosistem pada gambar mengalami pencemaran ? ……………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………


Lampiran 2 INSTRUMEN ASESMEN DIAGNOSTIK KARAKTERSITIK (Gaya Belajar) Jawablah dengan cepat pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan memberi tanda silang pada a, b, atau c yang paling sesuai dengan dirimu ! 1. Pada waktu belajar untuk tes, apakah anda memilih a. membaca catatan, membaca judul dan sub-judul dalam buku, dan melihat diagram dan ilustrasi b. meminta seseorang memberi anda pertanyaan, atau menghafal dalam hati sendirian c. membuat catatan pada kartu dan membuat model atau diagram 2. Apa yang anda lakukan pada waktu mendengarkan musik? a. berkhayal (melihat benda-benda yang sesuai dengan musik yang sedang didengarkan) b. berdendang mengikuti alunan musik tersebut c. bergerak mengikuti musik tersebut, mengetukkan kaki mengikuti irama, dsb. 3. Pada waktu anda memecahkan masalah, apakah anda a. membuat daftar, mengatur langkah, dan mengeceknya setelah langkah itu dikerjakan b. menelpon teman atau ahli untuk membicarakan masalah tersebut c. menguraikan (menganalisa) masalah itu atau melakukan semua langkah yang anda pikirkan 4. Jika anda ingin membaca untuk hiburan, apakah anda memilih a. buku perjalanan dengan banyak gambar di dalamnya b. cerita misteri yang penuh dengan percakapan di dalamnya c. buku yang dapat menjawab pertanyaan dan memecahkan masalah anda 5. Untuk mempelajari bagaimana cara kerja komputer, apakah anda memilih a. menonton film tentang cara kerja computer b. mendengarkan seseorang menjelaskan cara keja computer c. membongkar komputer dan mencoba menemukan sendiri cara kerjanya 6. Anda baru saja memasuki museum ilmu pengetahuan, apa yang anda lakukan pertama kali? a. melihat sekeliling dan menemukan peta yang menunjukkan lokasi berbagai benda yang dipamerkan b. berbicara dengan penjaga museum dan bertanya kepadanya tentang benda-benda yang dipamerkan c. melihat pada benda pertama yang kelihatan menarik, dan baru kemudian membaca petunjuk lokasi benda-benda lainnya 7. Jenis restoran apa yang tidak anda sukai? a. restoran yang lampunya terlalu terang b. restoran yang musiknya terlalu keras c. restoran yang kursinya tidak nyaman 8. Apakah anda lebih suka mengikuti a. kelas melukis


b. kelas music c. kelas olah raga 9. Apa yang kira-kira anda lakukan pada waktu anda merasa senang? a. meringis (tersenyum) b. berteriak dengan senang c. melompat dengan senang 10. Seandainya anda berada pada suatu pesta, apa yang kira-kira akan paling anda ingat pada keesokan harinya? a. muka orang-orang dalam pesta, tetapi bukan namanya b. nama orang-orang dalam pesta, tetapi bukan mukanya c. sesuatu yang anda lakukan dan katakan selama dalam pesta 11. Pada waktu anda bercerita, apakah anda memilih untuk a. menulisnya b. menceritakannya dengan suara keras c. memerankannya 12. Apa yang paling mengganggu bagi anda pada waktu anda mencoba untuk berkonsentrasi? a. gangguan visual b. suara gaduh c. gangguan lainnya seperti rasa lapar, sepatu yang sempit, atau rasa khawatir 13. Apa yang kira-kira anda lakukan pada waktu anda marah? a. cemberut atau memperlihatkan muka marah b. berteriak atau “mengamuk” c. menghentakkan kaki dengan keras dan membanting pintu 14. Apa yang kira-kira akan anda lakukan pada waktu berdiri menunggu antrian di gedung bioskop? a. melihat-lihat pada poster iklan film lainnya b. berbicara dengan orang di sebelah anda c. mengetukkan kaki atau berjalan ke arah lain Dari soal di atas , jumlah jawaban A adalah sebanyak = ………………(Gaya belajar Visual) Jumlah jawaban B adalah sebanyak = ……………… (Gaya belajar Audio) Jumlah jawaban C adalah sebanyak = ………… ..(Gaya belajar Kinestetik) Hasil/Kesimpulan : Diantara jumlah jawaban A,B,dan C tersebut, jumlah jawaban yang paling banyak menunjukkan gaya belajar Anda.


LEMBAR WAWANCARA ASESMEN DIAGNOSTIK KARAKTERISTIK Narasumber : Hari/Tanggal : Tempat : No. Pertanyaan Catatan 1. Apakah Bapak/Ibu memiliki data pemetaan gaya belajar peserta didik di kelas yang Bapak/Ibu ajar? 2. Apa gaya belajar peserta didik yang paling banyak di kelas Bapak/Ibu? 3. Apakah di kelas yang Bapak/Ibu ajar terdapat peserta didik yang kurang/tidak bisa membaca, menulis dan berhitung ? 4. Apakah di kelas yang Bapak/Ibu ajar terdapat peserta didik yang berkebutuhan khusus? 5. Bagaimanakah karakter peserta didik di kelas yang Bapak/Ibu ajar? 6. Bagaimanakah latar belakang (keluarga, ekonomi, agama, ras/suku) peserta didik di kelas yang Bapak/Ibu ajar? 7. Model pembelajaran apa yang sering Bapak/Ibu gunakan di kelas ? 8. Bagaimanakah minat dan motivasi peserta didik pada pelajaran IPA di kelas yang Bapak/Ibu ajar? 9. Apakah pembelajaran di kelas sudah memanfaatkan IT seperti Proyektor LCD atau peserta didik boleh menggunakan HP ? 10. Apakah di sekolah ini terdapat laboratorium IPA dan apakah sering digunakan ?


Lampiran 3 Instrumen Penilaian Unjuk Kerja Penilaian Unjuk Kerja No Nama Siswa Aspek Mahir Cakap Layak Berkembang 1 2 3 dst Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Aspek Mahir Cakap Layak Berkembang 4 3 2 1 Penguasaan materi Menguasai materi dengan baik dan runtut, tidak membaca buku Cukup menguasai materi dan tidak membaca buku kurang menguasai materi dan tidak membaca buku Tidak menguasai materi dan presentasi membaca buku Penyampaian materi Bisa menyampaikan materi tanpa textbook dan bisa mengomunikasikan dengan baik Cukup bisa menyampaikan materi tanpa textbook dan cukup bisa mengomunikasikan dengan baik Menyampaikan materi menggunakan textbook dan kurang bisa mengomunikasikan dengan baik Menyampaikan materi menggunakan textbook tetapi tidak bisa mengomunikasikan dengan baik Kepercayaan diri Sangat percaya diri Percaya diri Cukup percaya diri Kurang percaya diri Kemampuan mempertahankan dan menanggapi pertanyaan atau sanggahan Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan sangat baik Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan baik Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan cukup baik Mampu mempertahankan dan menanggapi pertanyaan/sanggahan dengan kurang baik Kemampuan memecahkan masalah Mampu memecahkan masalah dengan terarah Mampu memecahkan masalah dengan cukup terarah Mampu memecahkan masalah akan tetapi kurang terarah Tidak mampu memecahkan masalah Pedoman Pemberian Nilai Nilai = ℎ ℎ ℎ x 4 Keterangan predikat untuk penilaian yaitu: Predikat Rentang skor SB 3,51 – 4,00 B 2,51 – 3,50 C 1,51 – 2,50 K 1,00 – 1,50


Lampiran 4 Instrumen Penilaian Profil Pelajar Pancasila Kelas : No Nama Siswa Aspek Belum berkembang Mulai berkembang Berkembang sesuai harapan Sangat berkembang 1 2 3 dst Rubrik Penilaian Profil Pelajar Pancasila Aspek Belum berkembang (1) Mulai berkembang (2) Berkembang sesuai harapan (3) Sangat berkembang (4) Bernalar Kritis Menjelaskan alasan yang relevan dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan Menjelaskan alasan yang relevan dan akurat dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan Membuktikan penalaran dengan berbagai argumen dalam mengambil suatu simpulan atau keputusan Menganalisis dan mengevaluasi penalaran yang digunakan dalam menemukan dan mencari solusi serta mengambil keputusan Kreatif Berupaya mencari solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi Menghasilkan solusi alternatif saat pendekatan yang diambil tidak berhasil berdasarkan identifikasi terhadap situasi Menghasilkan solusi alternatif dengan mengadaptasi berbagai gagasan dan umpan balik untuk menghadapi situasi dan permasalahan Menghasilkan solusi alternatif dan bereksperimen dengan berbagai pilihan secara kreatif untuk memodifikasi gagasan sesuai dengan perubahan situasi Gotong Royong Menampilkan tindakan yang sesuai dengan harapan dan tujuan kelompok Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan


Aspek Belum berkembang (1) Mulai berkembang (2) Berkembang sesuai harapan (3) Sangat berkembang (4) lingkungan sekitar (sekolah dan rumah) lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama target yang sudah ditentukan Pedoman Pemberian Nilai Nilai = ℎ ℎ ℎ x 4 Keterangan predikat untuk penilaian yaitu: Predikat Rentang skor SB 3,51 – 4,00 B 2,51 – 3,50 C 1,51 – 2,50 K 1,00 – 1,50


Lampiran 5 INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SPIRITUAL JURNAL CATATAN SIKAP SPIRITUAL Nama Sekolah : Kelas/Semester : Tahun Pelajaran : Mata Pelajaran : Tanggal Penilaian : No. Waktu Nama Siswa Kelompok Catatan Indikator sikap spiritual yang diamati: No. Aspek Deskripsi 1. Berperilaku syukur Tidak mengeluh, selalu gembira dalam segala hal, menerima perbedaan karteristik sebagai anugerah Tuhan, menerima penugasan dengan sikap terbuka, berterima kasih atas pemberian orang lain, mengakui kebesaran Tuhan. 2. Berdoa Berdoa sebelum dan sesudah belajar, mengajak dan mengingatkan teman untuk berdoa, tidak mengganggu teman saat berdoa NB. Dengan mencatat siswa yang kurang menunjukkan sikap spiritual yang diharapkan, maka siswa yang lain (tidak dicatat) sudah menunjukkan sikap spiritual yang diharapkan. Lampiran 6


INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP SOSIAL LEMBAR OBSERVASI SIKAP SOSIAL Nama Sekolah : Kelas/Semester : Tahun Pelajaran : Mata Pelajaran : A. INSTRUMEN PENILAIAN No. Nama Keterangan Kerja Sama Aktif Mandiri Tanggung Jawab Disiplin B. RUBRIK PENILAIAN SIKAP


No. Aspek yang Dinilai Kriteria Penilaian 1. Gotong Royong / Kerja sama 3: Mendengarkan teman dengan seksama atau memberikan bantuan. 2: Mendengarkan teman dengan seksama namun kurang memberikan respon kerja yang baik. 1: Tidak mendengarkan teman dengan seksama ataumenciptakan kegaduhan. 2. Aktif 3: Aktif dan sangat antusiassaat menemukan suatumasalahhingga penyelesaiannya. 2: Aktif namun terlihat kurang antusias saat menemukansuatu masalah hingga penyelesaiannya 1: Tidak aktif dan tidak antusias saat menemukan suatu masalah hingga penyelesaiannya 3. Disiplin 3: Mampu berhati-hati dan teliti dengan sangat baik dalam melakukan sebuah percobaan sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 2: Kurang mampu berhati-hati dan teliti dengan dalam melakukan sebuah percobaan sehingga berkemungkinan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 1: Tidak mampu berhati-hati dan teliti dengan sangat baikdalam melakukan sebuah percobaan sehingga terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. 4. Tanggung Jawab 3: Senantiasa membantu teman yang belum paham atau belum mengerti sehingga teman yang diajari paham. 2: Senantiasa kurang membantu teman yang belum pahamatau belum mengerti sehingga teman yang diajari ada yang belum paham. 1: Senantiasa tidak membantu teman yang belum pahamatau belum mengerti Pedoman Pemberian Nilai Nilai = ℎ ℎ ℎ x 4 Keterangan predikat untuk penilaian yaitu: Predikat Rentang skor SB 3,51 – 4,00 B 2,51 – 3,50 C 1,51 – 2,50 K 1,00 – 1,50 Lampiran 7


INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Jawablah soal-soal di bawah ini dengan cermat dan tepat! 1. Setiap manusia pasti memiliki kegiatan yang beragam dan ada mata pencaharian yang kegiatannya bergantung dengan alam , hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebutkan dua kegiatan yang bergantung dengan alam dan pemeliharaan agar alam tidak rusak! 2. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 11 November 2021 menyatakan bahwa lebih dari separuh rumah tangga atau 57,42% di Indonesia membuang air limbah mandi, mencuci, dan dapur ke got/selokan/sungai. Selain itu, sebanyak 18,71% membuang limbah rumah tangga ke lubang tanah. Ada juga 10,26% orang Indonesia yang membuang limbah ke tangki septik. Berikutnya, 1,67% orang Indonesia membuang limbah rumah tangga ke sumur resapan. Namun, hanya ada 1,28% yang membuang limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) IPAL atau Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL). Kesimpulan yang dapat kita tarik dari ilustrasi di atas adalah …. 3. Perhatikan gambar di bawah ini Pada gambar di atas terdapat dua ekor ikan mas dalam akuarium A dan B, bila ikan A kita tambahkan dengan detergen dan diberikan makanan sedangkan ikan B kita biarkan dengan air yang jernih tanpa diberikan makanan selama 30 menit, apakah yang terjadi dengan kedua ikan tersebut? 4. Pencemaran lingkungan dapat menyebabkan keseimbangan pada lingkungan menjadi rusak. Jelaskan mengapa hal tersebut bisa terjadi ! 5. Atmosfer bumi mengandung sekitar 21% gas oksigen, 78% gas nitrogen,0,9% gas argon, dan 0,03% gas karbondioksida. Oksigen yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup 21% diperoleh dari atmosfer. Saat ini, akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan seperti pembakaran sampah, penebangan hutan, asap kendaraan, dan merokok dapat mencemari udara. Buatlah dua prediksi berdasarkan kondisi di bumi jika hal tersebut terus-terus terjadi?


RUBRIK PENILAIAN PE Mata Pelajaran : IPA Jenjang : SMP Kelas/Semestr : VIII/2 Capaian Pembelajaran : Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar ma mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubah Bentuk tes : Uraian Capaian Pembelajaran Indikator soal No Soal Soal Peserta didik mampu mengidentifika si interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya Disajikan ilustrasi mengenai manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan pemeliharaanya 1 Setiap manusia pasti mem kegiatan yang beragam dan ada m pencaharian yang kegiatan bergantung dengan alam, hal bertujuan untuk memen kebutuhan hidupnya. Sebutkan kegiatan yang bergantung den alam dan pemeliharaan agar a tidak rusak! Disajikan berita dari BPS akan persentase manusia tidak membuah limbah di sarana IPAL 2 Badan Pusat Statistik (BPS) p tanggal 11 November 2 menyatakan bahwa lebih separuh rumah tangga atau 57,4 di Indonesia membuang air lim mandi, mencuci, dan dapur got/selokan/sungai. Selain sebanyak 18,71% membuang lim rumah tangga ke lubang tanah. juga 10,26% orang Indonesia y membuang limbah ke tangki sep Berikutnya, 1,67% orang Indon membuang limbah rumah tangga


ENGETAHUAN akhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya han iklim Kunci Ranah Skor mak miliki mata nnya ini nuhi dua ngan alam Pekerjaan seabagai nelayan yang harus mencarikan di laut maka harus menggunakan alat yang aman, seperti jaring nelayan, tidak boleh menggunakan bom. Pekerjaan sebagai pengepul kayu,maka harus melakukan sistem tebang pilih tanam, agar kelestarian hutan tetap terjaga C2 15 = peserta didik menjawab dengan lengkap dan benar 10 = peserta didik hanya menjawab sebagian benar 5 = peserta didik menjawab namun salah 0 = peserta didik sama sekali tidak menjawab pada 2021 dari 42% mbah ke itu, mbah Ada yang ptik. nesia a ke Kesimpulannya, ternyata masih banyak masyarakat yang kurang sadar akan keberadaan IPAL.masih banyak warga yang membuang limbah secara sembarangan. C5 20 = peserta didik menjawab dengan lengkap dan benar 10 = peserta didik hanya menjawab sebagian benar 5 = peserta didik menjawab namun salah 0 = peserta didik sama sekali tidak menjawab


Capaian Pembelajaran Indikator soal No Soal Soal sumur resapan. Namun, hanya 1,28% yang membuang lim melalui Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) IPAL atau Salu Pembuangan Air Limbah (SPA Kesimpulan yang dapat kita t dari ilustrasi di atas adalah Disajikan gambar dua akuarium berisi ikan, dan diberikan perlakuan yang berbeda pada kondisi air 3 Perhatikan gambar di bawah ini Pada gambar di atas terdapat dua e ikan mas dalam akuarium A dan bila ikan A kita tambahkan den detergen dan diberikan maka sedangkan ikan B kita biar dengan air yang jernih ta diberikan makanan selama 30 me apakah yang terjadi dengan ke ikan tersebut? Peserta didik dapat menjelaskan hubungan pencemaran air dengan lingkungan rusak 4 Pencemaran lingkungan d menyebabkan keseimbangan p lingkungan menjadi rusak. Jela mengapa hal tersebut bisa terjadi


Kunci Ranah Skor mak ada mbah Air uran AL). tarik ekor n B, ngan anan rkan anpa enit, edua Detergen menghambat pernapasan ikan A sehingga ikan tetap mati walaupun di berikan makanan, sedangkan ikan B tetap bisa bernafas karena air belum tercemar oleh detergen C4 25 = peserta didik menjawab dengan lengkap dan benar 10 = peserta didik hanya menjawab sebagian benar 5 = peserta didik menjawab namun salah 0 = peserta didik sama sekali tidak menjawab dapat pada askan ! Karena yang akan terjadi, lingkungan menjadi tidak seimbang jika terjadi kematian makhluk hidup. C2 15 = peserta didik menjawab dengan lengkap dan benar 10 = peserta didik hanya menjawab sebagian benar 5 = peserta didik menjawab namun salah 0 = peserta didik sama sekali tidak menjawab


Capaian Pembelajaran Indikator soal No Soal Soal Disajikan ilustrasi terakhir kondisi menipisnya lapisan atmosfer Bumi 5 Atmosfer bumi mengandung sek 21% gas oksigen, 78% nitrogen,0,9% gas argon, dan 0,0 gas karbondioksida. Oksigen y dibutuhkan oleh seluruh makh hidup 21% diperoleh dari atmos Saat ini, akibat aktivitas man yang tidak ramah lingkungan sep pembakaran sampah, peneban hutan, asap kendaraan, dan mero dapat mencemari udara. Buatlah prediksi berdasarkan kondisi di b jika hal tersebut terus-terus terjad


Kunci Ranah Skor mak kitar gas 03% yang hluk sfer. nusia perti ngan okok dua bumi di? Kondisi yang akan terjadi adalah jumlah oksigen semakin lama akan semakin menipis, kemudian kondisi Bumi semakin hari akan semakin panas. C5 25 = peserta didik menjawab dengan lengkap dan benar 10 = peserta didik hanya menjawab sebagian benar 5 = peserta didik menjawab namun salah 0 = peserta didik sama sekali tidak menjawab


Lampiran 8 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK PENGARUH MANUSIA TERHADAP EKOSISTEM 1. Melalui pengamatan pada studi literatur peserta didik dapat mendeskripsikan pengaruh aktivitas manusia terhadap keberadaan suatu ekosistem 2. Melalui diskusi kelompok peserta didik dapat mendeskripsikan jenis-jenis kegiatan manusia yang dapat mengganggu ekosistem 3. Peserta didik dapat menganalisis jenis-jenis perilaku yang mencerminkan pola hidupyang ramah lingkungan 1. Pertanian dan Produksi Pangan Permasalahan yang sering terjadi pada tanaman padi yaitu adanya serangan hama. Beberapa hama yang paling sering menyerang tanaman diantaranya wereng, kutu daun, tikus, walang sangit, bekicot, dll. Hama ini menyerang titik tumbuh tanaman sehingga menyebabkan kegagalan dalam proses pembentukan tunas. Sistem pertanian modern memperkenalkan banyak bahan sintetis ke ladang atau lingkungan pertanian mereka, seperti pupuk kimia dan pestisida. Berdasarkan hasil penelitian beberapa ahli bahwa penggunaan bahan sintetik dapat memberikan dampak terhadap lingkungan atau keberadaan makhluk hidup di sekitarnya. Penggunaan pestisida dan pupuk kimia akan berdampak pada organisme yang terpapar bahan kimia tersebut. Dampak yang paling nyata adalah hilangnya beberapa hewan non-target karena Kelompok : Nama Anggota : 1. …………………………………………………….. 2. …………………………………………………….. 3. …………………………………………………….. 4. …………………………………………………….. Kelas : TUJUAN PEMBELAJARAN: ORIENTASI PERMASALAHAN


kematian. Selain itu, bisa menyebabkan pencemaran air, kerusakan tanah, hingga berakibat pada gangguan kesehatan petani itu sendiri. Sumber: https://www.kompasiana.com/arlan2703/63abc1cc4addee79286f7832/ 2. Kerusakan Habitat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Natuna menyatakan bahwa terjadinya abrasi pantai di wilayah pesisir kepulauan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) akibat dari kerusakan terumbu karang. Selain ombak besar yang merusak, terjadinya abrasi pantai juga diakibatkan adanya kerusakan terumbu karang. Terumbu karang mempunyai peran yang sangat penting dalam pencegahan abrasi, karena terumbu karang mampu menahan dan meredam terjangan ombak pada musim utara. Terumbu karang yang rusak tidak akan dapat menahan ombak, arus dan lajunya erosi pada pasir pantai. Kerusakan terumbu karang yang terus terjadi, tidak hanya karena faktor alam, namun juga karena faktor kegiatan manusia. Selain kerusakan terumbu karang, kondisi diperparah akibat adanya pencemaran lingkungan serta limbah dan sampah rumah tangga. Sumber : https://sulteng.antaranews.com/berita/261066/abrasi-pantai-di-natuna-diakibatkan-kerusakan-terumbu-karang 3. Polusi Saat ini aktivitas manusia memang tidak bisa lepas dari kendaraan bermotor. Namun mobil dan motor yang kita gunakan menyebabkan pencemaran. Asap yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor mengandung berbagai bahan kimia berbahaya seperti timbal, oksida nitrogen, hidrokarbon, karbon monoksida, dan oksida fotokimia. Asap kendaraan ini jugalah yang memicu pencemaran udara. Selain itu, asap rokok juga bisa menyebabkan pencemaran udara. Jumlah perokok yang semakin banyak bisa mempengaruhi kualitas udara yang kita hirup. Dengan kata lain, semakin banyak perokok maka semakin tinggi potensi kerusakan lingkungan. Asap pabrik juga menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini bukan pengetahuan baru, sebab kita terutama yang tinggal di kawasan industri sudah tidak asing lagi dengan asam hitam di langit mereka. Asap yang keluar dari pabrik menyebabkan udara menjadi kotor. Gas karbon yang dibuang begitu saja bisa menyebabkan udara tercemar hingga memicu hujan asam. Asap dari pabrik ini jika dihirup terus-menerus juga menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia. Selain asapnya, kawasan industri menghasilkan limbah yang bisa mencemari lingkungan. Limbah dari beberapa industri seperti tekstil, kertas, emas, cat, pupuk organik, hingga farmasi jika tidak dikelola dengan baik akan merusak lingkungan terutama mencemari air dan tanah. Sumber : https://katadata.co.id/redaksi/berita/612c4dcc74958/4-macam-pencemaran-lingkungan-dan-cara-mengatasinya


1. Pertanian dan Produksi Pangan Uraikan faktor penyebab kerusakan tersebut dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: 2. Kerusakan Habitat Uraikan faktor penyebab kerusakan tersebut dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: 3. Polusi Uraikan faktor penyebab kerusakan tersebut dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: ANALISIS PERMASALAHAN Faktor Penyebab: Solusi: Faktor Penyebab: Solusi: Faktor Penyebab: Solusi:


KESIMPULAN 1. Penyebab terjadinya kerusakan ekosistem pada pertanian dan produksi pangan yaitu . . . . . 2. Penyebab terjadinya kerusakan habitat yaitu . . . . . 3. Penyebab terjadinya polusi pada lingkungan yaitu . . . . .


KUNCI JAWABAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 1. Pertanian dan Produksi Pangan Uraikan faktor penyebab kerusakan tersebut dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: 2. Kerusakan Habitat Uraikan faktor penyebab kerusakan tersebut dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: ANALISIS PERMASALAHAN Faktor Penyebab: Serangan hama pada tanaman padi membuat petani menggunakan pestisida dan pupuk kimia yang menyebabkan hilangnya beberapa hewan non-target karena kematian. Selain itu, bisa menyebabkan pencemaran air, kerusakan tanah, hingga berakibat pada gangguan kesehatan petani itu sendiri. Solusi: Penyiagaan gulma, penggunaan pestisida nabati, melakukan pengamatan rutin terhadap hama dan penyakit, penggunaan varietas yang tahan atau toleran, penggunaan pestisida dan pupuk kimia secukupnya Faktor Penyebab: Rusaknya terumbu karang menyebabkan abrasi pada pantai di wilayah pesisir kepulauan Natuna. Kerusakan terumbu karang yang terus terjadi, tidak hanya karena faktor alam, namun juga karena faktor kegiatan manusia. Selain kerusakan terumbu karang, kondisi diperparah akibat adanya pencemaran lingkungan serta limbah dan sampah rumah tangga. Solusi: Menjaga kebersihan pesisir pantai, tidak membuang limbah pabrik maupun rumah tangga ke laut, menangkap ikan tanpa merusak terumbu karang, tidak mengambil terumbu karang, melakukan rehabilitas terumbu karang yang rusak.


3. Polusi Uraikan faktor penyebab kerusakan tersebut dan solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasinya: 1. Penyebab terjadinya kerusakan ekosistem pada pertanian dan produksi pangan yaitu penggunaan pestisida dan pupuk kimia 2. Penyebab terjadinya kerusakan habitat yaitu faktor alam dan faktor manusia seperti pembuangan limbah dan sampah rumah tangga 3. Penyebab terjadinya polusi pada lingkungan yaitu asap kendaraan bermontor, asap rokok, asap dari pabrik, dan limbah industri KESIMPULAN Faktor Penyebab: a. Asap kendaraan bermontor b. Jumlah perokok yang semakin banyak c. Asap dari pabrik d. Limbah industri Solusi: a. Meminimalisir kendaraan pribadi dengan menggunakan transprtasi umum, bersepeda, maupun berjalan kaki b. Menerapkan larangan untuk merokok di sejumlah area sebagai kawasan dilarang merokok c. Melakukan penyaringan terhadap asap pabrik, menggurangi bahan bakar fosil, mengalirkan gas buangan ke dalam larutan pengikat d. Limbah padat: penimbunan terbuka, sanitary landfill, insinerasi, membuat kompos padat. Limbah cair: penyaringan, pengolahan awal, pengendapan, dan pengapungan; menggunakan mikroorganisme


RUBRIK PENILAIAN LKPD Soal Kriteria Skor Menganalisis Data: 1. Pertanian dan produksi pangan Siswa mampu menjawab faktor penyebab dan solusinya secara tepat 20 Siswa mampu menjawab faktor penyebab dan solusinya namun kurang tepat 15 Siswa hanya mampu menjawab faktor penyebabnya secara tepat 10 Siswa hanya mampu menjawab faktor penyebabnya namun kurang tepat 5 2. Kerusakan habitat Siswa mampu menjawab faktor penyebab dan solusinya secara tepat 20 Siswa mampu menjawab faktor penyebab dan solusinya namun kurang tepat 15 Siswa hanya mampu menjawab faktor penyebabnya secara tepat 10 Siswa hanya mampu menjawab faktor penyebabnya namun kurang tepat 5 3. Polusi Siswa mampu menjawab 4 faktor penyebab dan solusinya secara tepat 40 Siswa mampu menjawab 3 faktor penyebab dan solusinya secara tepat 30 Siswa mampu menjawab 2 faktor penyebab dan solusinya secara tepat 20 Siswa mampu menjawab 1 faktor penyebab dan solusinya secara tepat 10 Kesimpulan Siswa mampu membuat 3 simpulan secara tepat 20 Siswa mampu membuat 2 simpulan secara tepat 15 Siswa mampu membuat 1 simpulan secara tepat 10 Pedoman Pemberian Nilai Nilai = ℎ ℎ ℎ x 100 Keterangan predikat untuk penilaian yaitu: Rentang skor Predikat 0 – 40 belum mencapai, remedial di seluruh bagian 41 – 60 belum mencapai ketuntasan, remedial di bagian yang diperlukan 61 – 80 sudah mencapai ketuntasan, tidak perlu remedial 81 – 100 sudah mencapai ketuntasan, perlu pengayaan atau tantangan lebih


Lampiran 9 BAHAN BACAAN PENGARUH MANUSIA TERHADAP EKOSISTEM A. Pertanian dan Produksi Pangan Salah satu kegiatan manusia yang telah dilakukan selama ribuan tahun adalah bercocok tanam untuk menyediakan kebutuhan pangan. Kegiatan manusia di bidang pertanian turut memengaruhi ekosistem di dunia. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menyebabkan eutrofikasi perairan dan penurunan kesuburan tanah. Banyak organisme non-target yang terbunuh akibat penggunaan pestisida. Pertanian monokultur menyebabkan turunnya keanekaragaman hayati. Banyak tumbuhan yang disingkirkan dan diganti oleh hanya satu jenis tumbuhan tertentu. Hal ini diperparah dengan seleksi penggunaan bibit unggul yang menyebabkan spesies asli suatu daerah akan sulit ditemukan. Banyak spesies asli Indonesia kalah saing dengan spesies yang sengaja didatangkan dari luar negeri. Sehingga tidaklah mengherankan beberapa buah-buahan lokal lebih sulit ditemukan dibandingkan dengan buah impor. B. Kerusakan Habitat Perkebunan bukanlah habitat alami. Perkebunan merupakan salah satu faktor penyebab hilangnya ekosistem alami. Banyak hutan ditebang di Indonesia untuk diubah menjadi lahan perkebunan, di antaranya untuk lahan kelapa sawit. Dampaknya banyak jenis tumbuhan dan hewan yang terancam punah akibat kehilangan habitatnya. Alih fungsi lahan lainnya seperti pertambangan dan pembuatan pemukiman turut serta menyebabkan kerusakan habitat. C. Polusi Polusi adalah masuknya zat-zat beracun ke dalam lingkungan sehingga mengganggu keseimbangan lingkungan alamiah. Kerusakan lingkungan akibat pencemaran (polusi) terjadi di mana-mana yang berdampak pada menurunnya kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Bahkan, pencemaran dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi manusia seperti penyakit dan bencana alam. Banyak aktivitas manusia yang tidak disadari menyebabkan terjadi pencemaran, misalnya penggunaan kendaran bermotor, membuang sampah sembarangan dan membuang sisa limbah ke sungai secara langsung.


Dampak dari polusi menyebabkan banyak peristiwa di dunia, misalnya hujan asam dan pemanasan global. Hujan asam terjadi akibat polutan sulfur oksida dan nitrogen oksida yang bereaksi dengan air di udara. Hujan asam dapat menyebabkan hutan rusak, jembatan mudah berkarat dan patung banyak yang rusak. Adapun pemanasan global terjadi akibat terakumulasinya gas karbon dioksida di udara sehingga menyebabkan terperangkapnya energi cahaya Matahari di Bumi. Suhu Bumi menjadi meningkat sehingga kutub mencair, permukaan air laut naik, musim yang sulit diprediksi dan gagal panen. D. Konservasi Kegiatan manusia yang dapat memperlambat kepunahan organisme adalah dengan melakukan kegiatan konservasi. Kegiatan yang berwawasan lingkungan dapat memperlambat penurunan keanekaragaman hayati. Beberapa kegiatan konservasi yang dapat dilakukan di antaranya adalah penggunaan energi alternatif, daur ulang sampah, pengolahan limbah dan penghijauan. Spesies yang terancam punah dapat dilestarikan dengan strategi memantau dan melindungi spesies dan habitatnya, pendidikan, program penangkaran dan bank benih berbagai macam tumbuhan.


Lampiran 10 KLIPING ARTIKEL BERITA Marak Hewan Liar Masuk Pemukiman Warga Trenggalek, Cara Damkar Evakuasi Jadi Sorotan Kamis, 12 Januari 2023 09:00 Reporter : Rizka Nur Laily M Merdeka.com - Sepanjang tahun 2022, Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur menerima cukup banyak aduan terkait hewan liar yang masuk pemukiman warga. "Dalam kurun setahun kemarin kami melakukan evakuasi sarang tawon sebanyak 63 kegiatan dan evakuasi ular sebanyak 57 kegiatan,” kata Kepala Seksi Penyelamatan Kebakaran dan Non Kebakaran, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Trenggalek Burhanuddin, Kamis (12/1/2023). Ular-ular yang telah dievakuasi dari pemukiman warga kemudian dibawa ke kantor pemadam kebakaran untuk diamati perkembangannya. Dalam pelaksanaannya, pihak pemadam kebakaran menggandeng relawan yang memiliki latar belakang pencinta reptil. Selanjutnya, ular akan dikembalikan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman warga setelah dinyatakan layak hidup di alam liar. “Tapi kalau ular cobra dan sejenisnya berbeda perlakuan. Kami koordinasikan dengan BBKSDA. Ada beberapa ular king cobra yang kami evakuasi dari rumah warga dan kami serahkan ke BBKSDA,” imbuh dia.


REKAP HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK Satuan Pendidikan : MTs Sabilul Muttaqin Tahun Pelajaran : 2022/2023 Kelas : VII-C Wali Kelas : Hanif Nurun Nafi’ani, S.Pd. No. NAMA SISWA KATEGORI GAYA BELAJAR 1. AHMAD RIDHOI Mahir Auditori 2. DENNIS APRILYO RISANTO Mahir Auditori 3. M. AZRIL AKBAR HILMANSYAH Mahir Auditori 4. MARAN ROZZI Butuh Bimbingan Kinestetik 5. MOCH. ADIT FIRMANSYAH Mahir Visual 6. MOCH. AFIF AINUR ROFIQ Mahir Auditori 7. RONNY SYAHPUTRA Mahir Auditori 8. ROZI NUN SYULTON Mahir Auditori 9. SAHRUL MABAROKAH Butuh Bimbingan Auditori 10. AURELLIA TASYA GITA H Mahir Visual 11. DESY DWI ANGGRAENI Butuh Bimbingan Visual 12. ELA LIVIANA PUTRI Mahir Auditori 13. FITA PUTRI MAHARANI Mahir Auditori 14. ICHA NOVE BEANA PUTRI Mahir Visual 15. LIFATIN MUNIROH Mahir Visual 16. LUTFIYATUN NUFUS Mahir Visual 17. MAIFA NURROHMAH Mahir Auditori 18. PUJI INDAH LESTARI Butuh Bimbingan Auditori 19. SEKAR AYU NINGRUM Butuh Bimbingan Auditori 20. SERLI INA SAFITRI Mahir Visual 21. VERA WIDYA ANDRIANI Mahir Auditori 22. ZAHROTUS SHITA FEBRIANTI Mahir Kinestetik 23. AHMAD JA’FAR SHODIQ Butuh Bimbingan Kinestetik


REKAP HASIL WAWANCARA ASESMEN DIAGNOSTIK KARAKTERISTIK Narasumber : Hanif Nurun Nafi’ani, S.Pd. Hari/Tanggal : Senin, 20 Februari 2023 Tempat : MTs Sabilul Muttaqin Margoagung No. Pertanyaan Catatan 1. Apakah Bapak/Ibu memiliki data pemetaan gaya belajar peserta didik di kelas yang Bapak/Ibu ajar? Tidak, guru tidak memiliki data pemetaan gaya belajar peserta didik di kelas yang diajar dan BK juga tidak memiliki data tersebut. 2. Apa gaya belajar peserta didik yang paling banyak di kelas Bapak/Ibu? Tidak tahu, karena tidak pernah memberikan tes gaya belajar 3. Apakah di kelas yang Bapak/Ibu ajar terdapat peserta didik yang kurang/tidak bisa membaca, menulis dan berhitung ? Tidak ada, seluruh peserta didik dapat membaca, menulis dan berhitung. 4. Apakah di kelas yang Bapak/Ibu ajar terdapat peserta didik yang berkebutuhan khusus? Tidak ada. 5. Bagaimanakah karakter peserta didik di kelas yang Bapak/Ibu ajar? Kemampuan peserta didik dalam satu kelas sangat beragam, beberapa peserta didik ada yang sangat pendiam di kelas. 6. Bagaimanakah latar belakang (keluarga, ekonomi, agama, ras/suku) peserta didik di kelas yang Bapak/Ibu ajar? Rata-rata peserta didik berasal dari keluarga pertani/buruh dengan ekonomi menengah ke bawah, seluruhnya beragama islam dan berasal dari suku jawa atau warga desa disekitar sekolah ini. 7. Model pembelajaran apa yang sering Bapak/Ibu gunakan di kelas ? Guru terbiasa menggunakan model pembelajaran langsung, yaitu guru menjelaskan materi pelajaran dan siswa menyimak, akibatnya siswa kurang terbiasa dengan belajar dengan berkelompok atau melakukan presentasi. 8. Bagaimanakah minat dan motivasi peserta didik pada pelajaran IPA di kelas yang Bapak/Ibu ajar? Anak-anak mengikuti pelajaan seperti biasa. 9. Apakah pembelajaran di kelas sudah memanfaatkan IT seperti Proyektor LCD atau peserta didik boleh menggunakan HP ? Tidak, pembelajaran di kelas tidak didukung dengan IT seperti Proyektor LCD, dan siswa tidak diperbolehkan membawa HP ke sekolah. 10. Apakah di sekolah ini terdapat laboratorium IPA dan apakah sering digunakan ? Iya, namun tidak digunakan, karena ruang laboratorium beralih fungsi menjadi pondok.


PEMBAGIAN KELOMPOK BERDASARKAN HASIL ASESMEN DIAGNOSTIK PENGETAHUAN KELAS VII C Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 MARAN ROZZI SAHRUL MABAROKAH DESY DWI ANGGRAENI AURELLIA TASYA GITA H FITA PUTRI MAHARANI ROZI NUN SYULTON DENNIS APRILYO RISANTO RONNY SYAHPUTRA ELA LIVIANA PUTRI MAIFA NURROHMAH SERLI INA SAFITRI Kelompok 4 Kelompok 5 Kelompok 6 PUJI INDAH LESTARI SEKAR AYU NINGRUM AHMAD JA’FAR SHODIQ MOCH. AFIF AINUR ROFIQ M. AZRIL AKBAR HILMANSYAH MOCH. ADIT FIRMANSYAH ICHA NOVE BEANA PUTRI LIFATIN MUNIROH LUTFIYATUN NUFUS ZAHROTUS SHITA FEBRIANTI AHMAD RIDHOI VERA WIDYA ANDRIANI Keterangan: Kuning : Butuh Bimbingan Merah : Tutor Sebaya


ANALISIS CAPAIAN PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA) Satuan Pendidikan : MTs Sabilul Muttaqin Margoagung Nama Penyusun : Tim PPA II Bojonegoro Fase : D Dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Ilmu Pengetahuan Alam, konten-kontennya diturunkan dari CP (Capaian Pembelajaran) dengan memperhatikan urutan pembelajaran (pre-requisite) pada materi-materi tertentu. Penjabaran konten dalam ATP juga memperhatikan urgensi dan tujuan pembelajaran IPA, yaitu : peserta didik menjadi paham dan diperkuat dengan aktivitas melalui pendekatan keterampilan proses. Adapun konten-konten dalam pembelajaran IPA tersebut dibagi dalam beberapa fase dan jenjang yaitu, kelas 7, 8, dan 9. Tabel: 1 Konten Materi IPA Setiap Fase dan Jenjang Dalam Satu Tahun Pelajaran No. Kelas VII Kelas VIII Kelas IX 1. Hakikat Ilmu Sains, Pengukuran dan Metode Ilmiah Struktur dan Fungsi Sel Hewan dan Tumbuhan Pertumbuhan dan Perkembangan 2. Zat dan Perubahannya St Suktur dan Fungsi Tubuh Makhluk Hidup Sistem Koordinasi Manusia, Sistem Reproduksi dan Homeostatis 3. Suhu, Kalor dan Pemuaian Usaha dan Energi Tekanan 4. Mekanika : Gerak Lurus dan Gaya Getaran dan Gelombang Listrik dan Magnet 5. Klasifikasi Makhluk Hidup Unsur, Senyawa, dan Campuran Reaksi Kimia dan Dinamikanya 6. Ekologi dan Keanekaragaman Hayati Struktur Bumi dan Perkembangannya Genetika dan Hereditas 7. Bumi dan Tata Surya Isu-Isu Lingkungan Konten-konten materi pembelajaran yang sudah dikelompokkan di setiap jenjang, selanjutnya dijabarkan dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang akan diajarkan dalam setiap fase pembelajaran di kelas 7, 8 dan 9. Jadi pembelajaran yang nanti dilaksanakan oleh guru tidak dibatasi oleh semester, tetapi oleh fase pembelajaran selama satu tahun pada jenjang tersebut. Adalah otonomi guru dalam menentukan capaian kurikulum pada setiap akhir semester tetapi ini bukan akhir dari fase pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut maka Capaian Pembelajaran Pada akhir fase D adalah : A. Capaian Umum Berbekal capaian pembelajaran yang telah diperoleh di fase sebelumnya, peserta didik mendeskripsikan bagaimana hukum-hukum alam terjadi pada skala mikro hingga skala makro dan membentuk sistem yang saling bergantung satu sama lain. Pada fase ini, peserta didik mengimplementasikan pemahaman terhadap konsep- konsep yang telah dipelajari untuk membuat keputusan serta menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. B. Capaian per Elemen 1. Pemahaman IPA Pada akhir fase D, peserta didik mampu melakukan klasifikasi makhluk hidup dan benda berdasarkan karakteristik yang diamati, mengidentifikasi sifat dan karakteristik zat, membedakan perubahan fisik dan kimia serta memisahkan campuran sederhana.


Peserta didik dapat mendeskripsikan atom dan senyawa sebagai unit terkecil penyusun materi serta sel sebagai unit terkecil penyusun makhluk hidup, mengidentifikasi sistem organisasi kehidupan serta melakukan analisis untuk menemukan keterkaitan sistem organ dengan fungsinya serta kelainan atau gangguan yang muncul pada sistem organ tertentu (sistem pencernaan, sistem peredaran darah, sistem pernafasan dan sistem reproduksi). Peserta didik mengidentifikasi interaksi antar makhluk hidup dan lingkungannya, serta dapat merancang upaya-upaya mencegah dan mengatasi pencemaran dan perubahan iklim. Peserta didik mengidentifikasi pewarisan sifat dan penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor. Peserta didik memahami gerak, gaya dan tekanan, termasuk pesawat sederhana. Peserta didik memahami getaran dan gelombang, pemantulan dan pembiasan cahaya termasuk alat- alat optik sederhana yang sering dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik dapat membuat rangkaian listrik sederhana, memahami gejala kemagnetan dan kelistrikan untuk menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Peserta didik mengelaborasikan pemahamannya tentang posisi relatif bumi-bulan-matahari dalam sistem tata surya dan memahami struktur lapisan bumi untuk menjelaskan fenomena alam yang terjadi dalam rangka mitigasi bencana. Peserta didik mengenal pH sebagai ukuran sifat keasaman suatu zat serta menggunakannya untuk mengelompokkan materi (asam-basa berdasarkan pH nya). Dengan pemahaman ini peserta didik mengenali sifat fisika dan kimia tanah serta hubungannya dengan organisme serta pelestarian lingkungan. Peserta didik memiliki keteguhan dalam mengambil keputusan yang benar untuk menghindari zat aditif dan adiktif yang membahayakan dirinya dan lingkungan. 2. Keterampilan proses 1) Mengamati Menggunakan berbagai alat bantu dalam melakukan pengukuran dan pengamatan. Memperhatikan detail yang relevan dari objek yang diamati. 2) Mempertanyakan dan memprediksi Secara mandiri, peserta didik dapat mengajukan pertanyaan lebih lanjut untuk memperjelas hasil pengamatan dan membuat prediksi tentang penyelidikan ilmiah. 3) Merencanakan dan melakukan penyelidikan Peserta didik merencanakan dan melakukan langkah- langkah operasional berdasarkan referensi yang benar untuk menjawab pertanyaan. Dalam penyelidikan, peserta didik menggunakan berbagai jenis variabel untuk membuktikan prediksi. 4) Memproses, menganalisis data dan informasi Menyajikan data dalam bentuk tabel, grafik, dan model serta menjelaskan hasil pengamatan dan pola atau hubungan pada data secara digital atau non digital. Mengumpulkan data dari penyelidikan yang dilakukannya, menggunakan data sekunder, serta menggunakan pemahaman sains untuk mengidentifikasi hubungan dan menarik kesimpulan berdasarkan bukti ilmiah. 5) Mengevaluasi dan refleksi Mengevaluasi kesimpulan melalui perbandingan dengan teori yang ada. Menunjukkan kelebihan dan kekurangan proses penyelidikan dan efeknya pada data. Menunjukkan permasalahan pada metodologi. 6) Mengomunikasikan hasil


Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara utuh yang ditunjang dengan argumen, bahasa serta konvensi sains yang sesuai konteks penyelidikan. Menunjukkan pola berpikir sistematis sesuai format yang ditentukan.


ALUR TUJUAN PEMBELAJARANILMU PENGETAHUAN ALAM 7. Menganalisis interaksi makhluk hidup dan lingkungannya sehingga 6. Memahami karakterist dapat merancang mencegah dan upaya-upaya mengatasi makhluk hidup dan benda sehingga dapat melakuka pengklasifikasian terhadapny pencemaran dan perubahan iklim 1. Memahami konsep pengukuran Awal Fase D aspek fisis dan penerapannya terhadap objek yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari 8. Menganalisis hubungan gerak dan gaya serta penerapannya dalam kehidupan sehari –hari 9. Mengelaborasikan pemahaman mengenai hubungan antara usaha dan 10. Mengaplikasika prinsip pesaw sederhana dala mempermudah pekerjaan manusia energi dari suatu fenomena yang ditemui dalam kehidupan hari sehari -


FASE D 5. Menganalisis pengaruh energi kalor terhadap perubahan suhu dan penerapannya pada benda isolator maupun konduktor dalam kehidupan sehari-hari ik an ya 4. Menganalisis pemisahan campuran sederhana yang tepat 2. Memahami sistem organisasi kehidupan, dimulai molekul, sebagai penyusun dari atom, dan sel unit terkecil materi/makhluk hidup 3. Menganalisis berdasarkan sifat karateristiknya, perubahan fisika zat dan serta dan kimia yang menyertainya an wat am h 11. Memahami tekanan padat, gas cair zat dan 12. Memahami getaran gelombang dan 13. Menganalisis proses pemantulan dan pembiasan dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari dalam kehidupan sehari-hari cahaya serta pemanfaatannya dalam alat -alat optik sederhana


Click to View FlipBook Version