PRESENTASI MODUL
8
KB 1 , 2 ,3 DAN 4
STRATEGI
PEMBELAJARAN DI
SD
PENYAJI
KELOMPOK 5
2
SUDIRMAN
KETUA
SUJIANTI
MODERATOR
DIAN AGUSTINAH INTINING HENGKY
KB 1 KB 2 KB 3 KB 4
MODUL 8
Keterampilan
Dasar
Mengajar 2
Kegiatan belajar 1
Keterampilan Membuka dan
Menutup Pelajaran
a. Pengertian dan Tujuan 5
Pengertian Pengertian
keterampilan Keterampilan menutup
membuka pelajaran pelajaran adalah
adalah keterampilan keterampilan yang
yang berkaitan berkaitan dengan
dengan usaha guru usaha guru dalam
dalam memulai mengakhiri pelajaran.
kegiatan
pembelajaran
6
Tujuan Keterampilan membuka pelajaran
➜ Menyiapkan mental siswa untuk memasuki kegiatan
inti pelajaran.
➜ Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa
dalam mengikuti pelajaran
➜ Memberikan gambaran yang jelas tentang batas-
batas tugas yang harus dikerjakan siswa
➜ Menyadarkan siswa akan hubungan antara
pengalaman/bahan yang sudah dimiliki/diketahui
dengan yang akan dipelajari
➜ Memberikan gambaran tentang pendekatan atau
kegiatan yang akan diterapkan atau dilaksanakan
dalam kegiatan belajar.
7
Tujuan keterampilan menutup pelajaran
tMeermhaadnatappkkeagniapteamnabhealamjaanrsyisawnag
telah berlangsung
Mengetahui keberhasilan siswa
dan guru dalam kegiatan
pembelajaran yang telah
dijalani
Mmeenmgbeemrbikaanngktainndakekmlaamnjpuutaunntuk
yang baru saja dikuasai
b. Komponen keterampilan membuka dan menutup pelajaran 8
MEMBUKA PELAJARAN
A. Menarik Perhatian Siswa B. Menimbulkan motivasi
1. Memvariasikan gaya Cara menimbulkan motivasi
mengajar guru ada bermacam-macam,
diantaranya:
2. Menggunakan alat-alat bantu 1. Sikap hangat dan antusias
mengajar yang dapat menarik 2. Menimbulkan rasa ingin tahu
perhatian siswa. 3. Mengemukakan ide yang
3. Penggunaan pola interaksi bertentangan
yang bervariasi 4. Memperhatikan minat siswa
9
D.MEMBERI ACUAN D. MEMBUAT KAITAN
Acuan dapat diberikan dengan Salah satu aspek yang
berbagai cara, seperti berikut. membuat pelajaran jadi
•Mengemukakan tujuan dan bermakna adalah jika pelajaran
batas-batas tugas tersebut dikaitkan dengan
•Menyarankan langkah-langkah pengetahuan yang telah dimiliki
yang akan dilakukan siswa. Usaha guru untuk
•Mengingatkan masalah pokok mengaitkan pelajaran baru
yang akan dibahas dengan pelajaran lama sering
•Mengajukan pertanyaan- disebut sebagai menyajikan
pertanyaan bahan apersepsi yang
dilakukan pada awal pelajaran.
MEnutup PELAJARAN 10
Kegiatan menutup pelajaran dilakukan pada setiap akhir penggal kegiatan.
Agar kegiatan menutup pelajaran dapat berlangsung secara efektif, guru
diharapkan menguasai cara menutup pelajaran sebagai berikut
A.MENINJAU KEMBALI ( MEREVIU) B. MENILAI (mengevaluasi)
Hal ini dapat dilakukan dengan 2 Penilaian dapat dilakukan dengan
cara, yaitu: berbagai cara berikut.
1. Merangkum inti pelajaran •Tanya jawab secara lisan, yang
Kegiatan merangkum inti dilakukan guru kepada siswa secara
pelajaran pada dasarnya perorangan, kelompok, atau klasikal.
berlangsung selama proses •Mendemonstrasikan keterampilan
pembelajaran. •Mengaplikasikan ide baru
2. Membuat rangkuman •Menyatakan pendapat tentang masalah
Membuat ringkasan merupakan yang dibahas
satu cara untuk memantapkan •Memberikan soal-soal tertulis yang
penguasaan siswa terhadap inti dikerjakan oleh siswa secara tertulis pula
pelajaran.
11
“
C. MEMBERI TINDAK LANJUT
Agar siswa dapat memantapkan/mengembangkan
kemampuan yang baru dipelajari, guru perlu
memberikan tindak lanjut, yang dapat berupa:
➜ Tugas-tugas yang dapat dikerjakan secara
individual, seperti pekerjaan rumah (PR)
➜ Tugas kelompok untuk merancang sesuatu atau
memcahkan masalah berdasarkan konsep yang
baru dipelajari
c.Prinsip prinsip penggunaan
Kegiatan membuka dan menutup pelajaran tidak
akan berlangsung secara efektif. Prinsip tersebut
adalah bermakna dan berurutan serta
berkesinambungan.
1. Bermakna
Kegiatan yang dilakukan dalam membuka dan
menutup pelajaran haruslah bermakna, artinya
relevan dengan materi yang akan dibahas dan
sesuai dengan karakteristik siswa sehingga mampu
mencapai tujuan yang diingatkan, seperti menarik
perhatian, meningkatkan motivasi, memberi acuan,
membuat kaitan, mereviu atau menilai.
2. Berurutan dan berkesinambungan
Membuka dan menutup pelajaran merupakan
bagian yang utuh dari kegiatan pembelajaran, dan
bukan merupakan kegiatanyang lepas-lepas dan
berdiri sendiri.
13
“
BERIKUTNYA
KB 2
DI BACAKAN OLEH
AGUSTINAH
Modul 8
Kb 2
keterampilan
membimbing diskusi
kelompok kecil
Keterampilan
membimbing diskusi
kelompok kecil
merupakan
keterampilan dasar
mengajar yang
diperlukan untuk
keterlibatan siswa
dalam pembelajaran
RASIONAL
Untuk menguasai
keterampilan
berdiskusi diperlukan
latihan secara
sistematis
PENGERTIAN
Diskusi kelompok adalah
suatu proses yang teratur
& melibatkan sekelmopok
dalam interaksi tatap
muka untuk mengambil
kesimpulan &
memecahkan masalah.
SYARAT DISKUSI KELOMPOK KECIL
1. Jumlah anggota 3. Adanya tujuan yang
kelompok 3 - 9orang. ingin dicapai
2. Terjadinya tatap 4. Berlangsung secara
muka informal. sistematis
KOMPONEN KETERAMPILAN MEMBIMBING
DISKUSI KELOMPOK KECIL
1. Memusatkan perhatian peserta didik pada
tujuan & topik diskusi
2. Memperjelas masalah maupun usulan/
pendapat
3. Menganalisis pandangan/ pendapat peserta
didik
4. Meningkatkan usulan peserta didik
5. Menyebarkan kesempatan berpartisipas
6. Menutup diskusi
KEUNGGULAN DISKUSI
KELOMPOK KECIL
1. Kelompok menjadi kaya ide & informasi
untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
2. Termotivasi oleh kehadiran teman.
3. Mengurangi sifat pemalu.
4. Anak merasa terikat untuk melaksanakan
tugas kelompok.
5. Meningkatkan pemahaman diri anak.
6. Melatih siswa berfikir kritis.
7. Melatih siswa mengemukakan pendapat.
KELEMAHAN
DISKUSI
KELOMPOK KECIL
1. Waktu belajar lebih panjang.
2. Dapat terjadi pemborosan waktu.
3. Anak yang pemalu dan pendiam menjadi
kurang agresif.
4. Domonasi siswa tertentu dalam diskusi.
5. Tidak dapat mencapai tujuan
pembelajaran ketika siswa kurang siap
mengikuti kegiatan pembelajaran.
PERINSIP PENGGUNAAN
1. Diskusi dilaksanakan dalam semua
pengajaran bidang studi studi di
jenjang kela, siswa mampu
mengungkapkan pikirasn &
perasaan secara lisan.
2. Topik/ masalah yang di diskusikan
haruslah topic/ masalah yang
memerlukan informasi/ pendapat
dari banyak orang untuk
memcahkannya.
Created by AGUSTINAH
24
“
BERIKUTNYA
KB 3
DIBACAKAN OLEH
INTINING WULANDARI
MODUL 8
KB.3.KETERAMPILAN
MENGELOLA KELAS
created by: Intining wulandari
A. Rasional
Pengelolaan kelas adalah : Pengaturan
orang dan barang yang memungkinkan
tercipta dan terpelihara kondisi belajar
yang optimal
IKLIM BELAJAR YANG KONDUSIF YAITU
pengaturan
tempat duduk
28
b. Pengertian
Pengelolaan kelas dapat dicermati
berbagai definisi yaitu
1. Pendekatan Otoriter
2. Pendekatan Permisif
3.Pendekatanmodifikasi tingkah laku
4.Penciptaan iklim sosioemosional
5. Prilaku siswa mempunyai pengaruh
pada terjadinya pembelajaran
C.Kegiatan Instruksional
dan kegiatan pengelolaan
masalah masalah
intruksional pengelolaan
kegiatan instruksional
adalah kegiatan yang
diarahkan untuk membantu
siswa menguasai
kemampuan yang
diharapkan
masalah instruksional
harus diselesaikan secara
instruksional contohnya
mendiagnosa kesulitan
belajar, ketidakpahamn
siswa terhadap materi
masalah pengelolaan
harus diselesaikan secara
pengelolaan contohnya
seorang siswa yang
bertengkar didalam kelas
33
Kegiatan pengelolaan adalah kegiatan yang
bertujuan untuk menciptakan, memelihara dan
mengembalikan kondisi yang memungkinkan
terjadinya kegiatanpembelajaran yang efektif
Seperti
1. Membuat aturan / tata tertib kelas
2. Mengembangkan hubungan yang sehat dan
akrab antara guru – siswa Dan antara siswa -
siswa
komponen - komponen
keterampilan
keterampilan keterampilan
preventif represif
keterampilan preventif
adalah kemampuan guru untuk
mencegah terjadinya gangguan
sehingga kondisi belajar dapat berjalan
maksimal
usaha untuk mencegah gangguan
tersebut:
1.Menunjukkan sikap tanggap
2.membagi perhatian
3. memusatkan perhatian kelompok
4. memberikan petunjuk yang jelas
5. menegur
6. memberi penguatan
keterampilan represif adalah
kemampuan guru untuk mengatasi
gangguan yang muncul secara
berkelanjutan sehingga kelas
yang diganggu mengalami kondisi
yang optimal
3 PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN
DALAM KETERAMPILAN REPRESIF
• MEMODIFIKASI TINGKAH LAKU
• PENGELOLAAN KELOMPOK
• MENGATASI TINGKAH LAKU YANG
MENIMBULKAN MASALAH
E.Hal hal yang perlu di perhatikan 39
1. Kehangatan dan keantusiasan guru
2. Kata kata dan tindakan guru yang dapat menggugah siswa
untuk belajar
3. Penggunaan variasi dalam mengajar
4. Keluwsan guru dalam pembelajaran
5. Guru harus memusatkan ke hal hal positif
6. Guru harus mampu menjadi contoh dalam menanamkan disiplin
diri sendiri
7. Guru harus menghindari dari mencampuri urusan siswa,
kesenyapan, ketidaktepatan,penyimpangan, bertele tele dan
mengulangi penjelasan yang tidak perlu
40
“
BERIKUTNYA
KB 4
DIBACAKAN OLEH
HENGKY FIRMANSYAH
41
Modul 8
KB 4
KETERAMPILAN MENGAJAR
KELOMPOK KECIL DAN
PERORANGAN
42
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan
perorangan
Keterampilan mengajaran kelompok kecil dan perorangan
merupakan keterampilan dasar mengajar yang paling
kompleks dan menuntut penguasaan keterampilan dasar
mengajar sebelumnya.
Ini berarti bahwa untuk dapat menguasai keterampilan
mengajar kelompok kecil dan perorangan guru dituntut
untuk menguasai keterampilan bertanya, memberi
penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan
menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil,
serta mengelola kelas.
a. rasional 43
➜ Sebagai individu pada dasarnya manusia mempunyai karakteristik
dan kebutuhan sendiri-sendiri yang berbeda satu dengan yan
lainnya. Di dalam kehidupan sekolah, keanekaragaman
karakteristik dan kebutuhan individu juga berlaku bagi siswa. Ini
berarti bahwa setiap siswa mempunyai karakteristik dan
kebutuhan sendiri-sendiri.
➜ Namun nyatanya dalam kondisi sekolah saat ini, guru
memperlakukan semua siswa dengan cara yang sama. Kegiatan
kelompok kecil dan perorangan memungkinkan guru memberikan
perhatian terhadap kebutuhan siswa yang berbeda-beda.
➜ Dengan demikian, penggunaan kegiatan kelompok kecil dan
perorangan sebagai variasi dari kegiatan klasikal akan dapat
mengurangi kelemahan kegiatan klasikal, disamping
memantapkan dampak positif yang ditimbulkannya yaitu
kebiasaan melakukan interaksi sosial pada kalangan yang lebih
luas.
44
b.Pengertian
Pengajaran kelompok kecil ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
Terjadi hubungan atau interaksi yang akrab dan sehat antara guru dan
siswa serta siswa dengan siswa.Siswa belajar sesuai dengan kecepatan,
cara, kempuan, dan minatnya sendiri.Siswa mendapat bantuan dari guru
dengan kebutuhannya.Siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara
belajar yang akan ditempuh, materi dan alat yang akan digunakan, dan
bahkan tujuan yang ingin dicapai.
Pengajaran kelompok kecil ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
- Terjadi hubungan atau interaksi yang akrab dan sehat antara guru dan
siswa serta siswa dengan siswa.
- Siswa belajar sesuai dengan kecepatan, cara, kempuan, dan minatnya
sendiri.
- Siswa mendapat bantuan dari guru dengan kebutuhannya.
- Siswa dilibatkan dalam penentuan cara-cara belajar yang akan
ditempuh, materi dan alat yang akan digunakan, dan bahkan tujuan yang
ingin dicapai.
c. Variasi pengorganisasian 45
➜ Perorganisasian kegiatan klasikal,
kelompok kecil, perorangan dapat dibuat
berbagai variasi, sesuai dengan topik /
tujuan, kemampuan siswa, serta
kemampuan dan fasilitas yang ada. Berikut
beberapa model pengorganisasian
pembelajaran kelompok kecil dan
perorangan dalam pemebelajaran Klasikal :
46
MODEL A
KELAS BESAR
(KLASIKAL)
KEL. 1 KEL. 2 KEL. 3
(KEL. KECIL) (KEL. KECIL) (KEL. KECIL)
KELAS BESAR
(KLASIKAL)
47
MODEL B
KELAS BESAR (KLASIKAL)
KEL. 1 KEL. 1 S S
(KEL. KECIL) (KEL. KECIL)
KELAS BESAR (KLASIKAL)
48
MODEL C
KELAS BESAR
(KLASIKAL)
KEL. 1 KEL. 2 KEL. 3
(KEL. KECIL) (KEL. KECIL) (KEL. KECIL)
49
MODEL D
KELAS BESAR
(KLASIKAL)
PERORANGAN
KEL. KECIL
50
d. Komponen keterampilan
Ada 4 komponen keterampilan yaitu
1. Keterampilan Mengadakan Pendekatan Secara Pribadi
Suasana yang demikian itu, dapat diciptakan dengan berbagai cara, antara
lain sebagai berikut :
➜ Menunjukkan kehangatan dan kepekaan terhadap kebutuhan siswa.
➜ Mendengarkan secara simpatik gagasan yang dikemukakan oleh
siswa.
➜ Memberikan respons positif terhadap buah pikiran yang dikemukakan
siswa.
➜ Membangun hubungan saling mempercayai yang dapat diciptakan
oleh ucapan yang tulus.
➜ Menunjukkan kesiapan untuk membantu siswa.
➜ Menerima perasaan siswa dengan penuh pengertian dan keterbukaan.
➜ Berusaha mengendalikan situasi hingga siswa merasa aman.