PENDAHULUAN
Apa yang kalian ketahui mengenai sampah? Seberapa pentingkah dalam kehidupan
kalian menjaga kebersihan lingkungan? Apakah kalian mengetahu bahaya penumpukan
sampah untuk kesehatan dan kelestarian alam kita? Apakah kalian mengetahui jika
sampah bisa dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat?
Sampah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri
maupun domestik (rumah tangga). Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008, Sampah di
definisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam yang
berbentuk padat atau semi padat berupa zat organik atau anorganik bersifat dapat
terurai atau tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang
kelingkungan. Mengjaga kebersihan merupakan suatu hal yang tidak boleh dilupakan
dan harus dilakukan . Menjaga dapat menjaga diri kita tetap selalu sehat dan
terhindar dari penyakit. Salah satu faktor yang menjadi penyebab rusaknya
lingkungan hidup saat ini dan masih menjadi PR besar bagi bangsa indonesia adalah
sampah. Manfaat dari mengolah sampah kembali, (1) Menghemat Energi, (2)
Mengurangi Polusi, (3) Menghemat SDA, (4) Ekonomis, (5) Menghemat Uang
Dengan mengangkat tema “Sampahku Tanggung Jawabku” dengan
mengacu kepada profil pelajar pancasila proyek ini di tunjukan untuk
membangun kesadaran siswa tentang pentingnya mengelola sampah
organik dan nonorganik dan melakukan aksi sebagai solusi terhadap
masalah sampah organik dan nonorganik.
Melalui pengalaman pengelolaan
proyek ini. Selain memahami tema
“gaya hidup berkelanjutan” dan
mengadopsinya sebagai gaya hidup
sehari hari. Siswa diharapkan
telah mengembangkan tiga dimensi
Profil Pelajar Pancasila yaitu:
ALUR
REFLEKSI DAN 4 AKSI
TINDAKLANJUT 2
Guru dan siswa bersama pihak
Guru dan siswa mereview
pelaksanaan proyek dan upaya 3 sekolah mendiskusikan
tindakanjutnya bagaimana pelaksanaan aksi
mengelola sampah di sekolah
KONTEKSTUALISASI
Siswa mengacu kepada
lingkungan sekolah untuk PENGENALAN
melakukan observasi Siswa aktif berekplorasi dan
terhadap perilaku mengelola mencari tahu tentang dampak
sampah di sekolah 1 sampah plastik dan solusi engelolaan
sampah melalui konsep 4 R (Reduce,
Reuse, Recyle, Replace) yakni
prilaku pemakaian ulang,
pengurangan penggantian pemakaian
bahan plastik dan kegiatan daur
ulang
Reuse, reduce, recycle, dan replace atau lebih dikenal dengan prinsip 4R adalah upaya
untuk mengelola dan mengurangi sampah yang dihasilkan setiap hari baik sampah
organik maupun sampah anorganik.
Reduce adalah salah satu cara dalam mengurangi
penggunaan atau pembelian bahan-bahan yang
berpotensi menjadi sampah. Jadi, reduce adalah
mengurangi penggunaan barang.
Reuse atau penggunaan kembali Berbeda dengan proses
daur ulang yang menghancurkan barang bekas menjadi
bahan mentah yang dipakai untuk membuat barang baru.
Reuse atau penggunaan kembali mencakup penggunaan
kembali secara konvensional di mana barang dipakai lagi
dengan fungsi yang sama, dan penggunaan kembali di
mana barang dipergunakan dengan fungsi yang berbeda.
Recycle berarti proses daur ulang, yaitu proses
menghancurkan barang yang sudah tidak digunakan, lalu
diolah lagi menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat.
Replace adalah mengganti barang yang kita pakai dengan
yang lebih ramah lingkungan.
Contoh :
• mengganti botol minum ke sekolah dengan botol yang
dapat digunakan berulang kali seperti yang berbahan
plastik tebal atau aluminium.
• Mengganti tempat bekal ke sekolah dengan tempat
yang bisa dipakai berulang kali daripada memakai yang
berbahan styrofoam
• Mengganti tas berbelanja dengan yang ramah
lingkungan seperti dari kain perca atau plastik bekas
yang sudah dikreasikan dengan bentuk unik sehingga
jadi menarik.
Sampah organik adalah Sampah anorganik Berbagai
suatu jenis sampah yang limbah yang berasal dari hal-
dapat dimanfaatkan kembali, hal yang non-biologis, seperti
dan dapat terurai dengan limbah industri atau limbah-
limbah yang tidak melewati
sendirinya tanpa proses alami. Limbah anorganik
campurtangan manusia.
Sampah ini berasal dari sisa memiliki bahan dasar yang
makhluk hidup seperti, terbuat dari berbagai zat
hewan dan tumbuhan serta kimia dan berasal dari mineral,
sisa makanan dari dapur. serta memiliki kandungan-
kandungan non-hayati
Memproduksi Gas Metana
Bahwa sampah organik yang menumpuk bisa menimbulkan ledakan, karena tidak
mendapatkan cukup paparan oksigen. Akibatnya, metagonen terus terakumulasi dalam
jumlah besar dan terperangkap di dalam tanah
Aneka Penyakit Berbahaya
Ancaman sampah organik tidak berhenti pada gas metana. Karena faktanya, tumpukan
sampah organik adalah habitat yang paling disukai oleh hewan-hewan seperti tikus, lalat,
kecoa dan nyamuk.
Memicu Global Warming
lebih banyak sampah organik yang hanya menumpuk saja di tempat pembuangan akhir
tanpa sirkulasi oksigen dan tidak terurai. Pada akhirnya molekul itu lepas ke udara menjadi
gas metana yang 21 kali lebih berbahaya bagi lapisan ozon dibanding karbon dioksida
karena menyerap panas lebih banyak. Dimana berikutnya berefek pada perubahan iklim
yang lebih serius bagi kehidupan manusia di bumi
Menyebabkan Masalah Kesehatan
Keberadaannya sampah anorganik dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan,
baik dari fisik sampah, maupun dari proses pembuatannya sendiri.Sebagai contoh,
sampah anorganik seperti kaleng dan botol plastik dapat terisi air hujan dan menjadi
habitat nyamuk untuk berkembang biak
Menyebabkan Masalah Lingkungan
maraknya bencana alam akibat penumpukan sampah anorganik. Sebut saja banjir,
yang hampir setiap tahun terjadi. Penyebabnya tidak lain adalah penumpukan
sampah yang mengakibatkan aliran air sungai menjadi tersumbat.
Penyebab Masalah Bagi Makhluk Hidup Lain
Banyak kasus pencemaran air yang sampai ke lautan akibat sampah anorganik.
Parahnya, pencemaran air laut ini menyebabkan banyak ikan dan organisme laut
lainnya mati karena keracunan.
1 Mengurangi pencemaran akibat sampah dan
menghemat energi
2 Mencegah timbulnya penyakit di sekitar kita
3 Mengurangi polusi
4 Ekonomis
5 Menghemat Sumber Daya Alam
Barang-barang bekas dirumah kita terkadang terlihat seperti hanya sekedar sampah dan tak
bernilai apapun. Tetapi sesungguhnya barang-barang bekas tersebut bernilai jika kita dapat
mengolahnya jadi barang berharga dan bermanfaat.
Kerajinan tangan juga bisa digunakan untuk mengurangi sebuah pencemaran lingkungan dengan
meminimalisir sampah dilingkungan sekitar. Tak hanya itu saja dengan mengubah sampah menjadi
barang bermanfaat juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.
Salah satu contoh kerajinan dari sampah
Kardus Bekas Jrigen Bekas
Dimensi Elemen Sub-Elemen Targen Pencapaian Fase D Aktifitas
Beriman, Bertakwa Akhlak Menjaga lingkungan
Kepada Tuhan YME kepada alam Mewujudkan rasa syukur dengan
dan Berakhlak Mulia alam sekitar
Kolaborasi berinisiatif untuk menyelesaikan
Gotong Royong Kerjasama
permasalahan lingkungan alam sekitar nya
Kreatif Menghasilkan karya
dan tindakan yang dengan mengajukan alternatif solusi dan
orisinal mulai menerapkan solusi tersebut
Menyelaraskan tindakan sendiri dengan
tindakan orang lain untuk melaksanakan
kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di
lingkungan sekitar, serta memberi
semangat kepada orang lain, untuk bekerja
efektif dan mencapai tujuan bersama
Mengeksplorasi dan mengekspresikan
pikiran dan /atau perasaannya dalam
bentuk karya dan /atau tindakan, serta
mengevaluasinya dan mempertimbangkan
dampaknya bagi orang lain
Dimensi: Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia
Sub-elemen: Menjaga Lingkungan Alam Sekitar
Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Sangat Berkembang
Harapan
Belum terbiasa memahami Mewujudkan rasa syukur Mewujudkan rasa syukur Mewujudkan rasa syukur
tindakan - tindakan yang dengan terbiasa berprilaku dengan membangun
ramah dan tidak ramah dengan berinisiatif untuk
ramah lingkungan dan kesadaran peduli lingkungan
lingkungan serta memahami akibat perbuatan menyelesaikan alam dengan menciptakan
membiasakan diri untuk dan mengimplementasikan
berprilaku ramah lingkungan tidak ramah lingkungan permasalahan lingkungan solusi dari permasalahan
dalam lingkup kecil maupun lingkungan yang ada
alam sekitar nya dengan
besar
mengajukan alternatif
solusi dan mulai menerapkan
solusi tersebut
Dimensi: Gotong Royong
Sub-elemen: Kerjasama
Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Sangat Berkembang
Harapan
Belum menampilkan Menunjukan harapan positif Membangun tim dan
tindakan yang sesuai dengan kepada orang lain dalam Menyelaraskan tindakan mengelola kerja sama untuk
rangka mencapai tujuan sendiri dengan tindakan
harapan dan tujuan kelompok dilingkungan orang lain untuk mencapai tujuan bersama
kelompok melaksanakan kegiatan dan sesuai dengan target yang
sekitar (sekolah dan rumah) mencapai tujuan kelompok
di lingkungan sekitar, serta telah di tentukan
memberi semangat kepada
orang lain, untuk bekerja
efektif dan mencapai tujuan
bersama
Dimensi: Kreatif
Sub-elemen: Menghasilkan Karya dan tindakan yang orisinil
Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sesuai Sangat Berkembang
Harapan
Belum mengeksplorasi dan Mengeksplorasi dan Mengeksplorasi dan
belum mengekspresikan mengekspresikan pikiran Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran
pikiran dan /atau dan /atau perasaannya dan /atau perasaannya
sesuai dengan minat dan mengekspresikan pikiran dalam bentuk karya dan
perasaannya sesuai dengan kesukaannya dalam bentuk
minat dan kesukaannya karya dan /atau tindakan dan /atau perasaannya /atau tindakan, serta
dalam bentuk karya dan serta mengapresiasi dan mengevaluasinya dan
/atau tindakan serta dalam bentuk karya dan mempertimbangkan dampak
mengapresiasi karya dan mengkritisi karya dan dan resikonya bagi diri dan
tindakan yang dihasilkan tindakan yang dihasilkan /atau tindakan, serta lingkungannya dengan
menggunakan berbagai
mengevaluasinya dan
perspektif
mempertimbangkan
dampaknya bagi orang lain
Berdasar pada dimensi dan elemen profil pelajar Pancasila dan Tahap terakhir adalah tahap refleksi dan tindak
mengangkat tema 'Gaya Hidup Berkelanjutan. Proyek’ dengan topik “SMP lanjut yaitu meninjau apa yang sudah baik dan
Islam Al Munawwaroh BERANI (Bersih, Rapi, Asri dan Indah)" yang belum baik dalam pelaksanaan proyek.
diharapkan dapat membuat para peserta didik lebih sadar akan Hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mampu mengelola sampah projek:
dan menghasilkan karya inovatif yang bermanfaat dan bernilai ekonomi 1.Semua warga sekolah harus bisa berkomitmen
yang berasal dari limbah sampah yang ada disekitarnya. untuk menjalankan aksi atau solusi yang telah
disepakati. Dengan begitu, peserta didik dapat
Proyek ini dimulai dengan tahap orientasi dengan memberikan pemahaman melihat secara nyata inti dari pembelajaran dan
dan penjelasan tentang sampah (jenis-jenis sampah, dampak buruk membangun kesadaran pada tiap warga sekolah.
sampah terhadap lingkungan, pengelolaan sampah. pemanfaatan sampah).
2.Kerja sama antara sekolah dan orang tua untuk
Kemudian pada tahap konstektualisasi, peserta didik mencoba mengamati beberapa aktivitas tertentu, seperti: memilah
kondisi persampahan di lingkungan sekitar, mengidentifikasi sumber- sampah organik dan anorganik.
sumber sampah, karakteristik sampah di lingkungan sekitar. serta
aktivitas yang telah dilakukan masyarakat dalam mengelola sampah. 3.Dukungan dari komunitas, sekolah atau institusi
lain dalam mendukung program zero waste
Setelah proses pengenalan pada tahap orientasi dan kontekstualisasi
diharapkan peserta didik menyadari dampak buruk sampah dan
berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengelola sampah pada tahapan
aksi. Adapun bentuk pengelolaan sampah pada tahap aksi adalah mengolah
sampah menjadi karya inovatif yang bermanfaat dan bernilai ekonomi.
Tahapan Orientasi/Perkenalan
1. Sosialisasi Proyek 2. Asesmen Diagnostik 3. Mengenali dan 4. Memahami sifat dan
menjaga alam lingkungan dampak sampah plastik
tempat tinggalnya
5. Mempertahankan 6. Mengenal contoh- 7. Melakukan Praktik 4R 8. Asesmen Formatif 1
konsep 4R contoh dan melakukan
Tahapan Kontekstual praktik 4R
9. Persiapan observasi 10. Kerja mandiri 11. Mengolah data 12. Asesmen Formatif 2
simulasi observasi observasi penanganan
sampah plastik di
sekolah
Tahapan Aksi 14. Memilih produk 15. Penjelasan 16. Asesmen formatif 3
13. Memiliki aksi karakteristik poster
17. Simulasi pameran 18. Simulasi pameran yang baik
hasil proyek hasil proyek
19. Asesmen sumatif
Tahapan Refleksi dan Tindak Lanjut
20. Refleksi 21. Tindak lanjut proyek
Sampah selalu menjadi persoalan di lingkungan pemukiman baik perkotaan maupun pedesaan.
Pasalnya, saat ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang hanya mampu menangani sampah
sebanyak 320 dari 600 kubik setiap harinya. Sehingga, rasio sampah tertangani hanya berada
berada di angka 53,3 persen saja, dengan sisa sampah yang tertumpuk di Kota Serang sebanyak
280 kubik setiap harinya
Sehingga, rasio sampah tertangani hanya berada berada di angka 53,3 persen saja, dengan sisa
sampah yang tertumpuk di Kota Serang sebanyak 280 kubik setiap harinya
Oleh karena itu SMP Islam Al Munawwaroh sebagai institusi
pendidikan mempunyai peran strategis untuk ambil bagian dalam
memberikanedukasi kepada peserta didik dalam mengelola sampah.
Sehingga generasi masyarakat Kota Serang. ke depan mampu berpikir
dan bertindak kreatif sertamandiri dalam mengatasi isu lingkungan
terkait dengan persoalan sampah
Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang sedemikian untuk memberi panduan kepada
guru SMP (Fase D) untuk mencakup kegiatan ko-kurikuler yang mengandung tema "Gaya
Hidup Berkelanjutan. Perangkat ajar ini mengandung total 21 (dua puluh satu) aktivitas yang
berkaitan satu sama lainnya.
Tim penyusun menyarankan proyek ini bisa dimulai di akhir semester ganjil dalam
sistem blok karena penelitian dan aktivitas di dalam tidak hanya untuk pengetahuan tetapi
siswa bisa menerapkan ilmu dan aktivitas gaya hidup menuju kehijauan dan berkelanjutan.
Waktu yang direkomendasikan untuk memenuhi perangkat ini adalah 105 JP (seratus
lima jam pelajaran), disarankan juga ada jeda waktu di antara aktivitas untuk memberikan
waktu berpikir. diskusi, mempersiapkan material dan refleksi di kalangan guru maupun siswa.
Walaupun demikian. Tim penyusun memahami bahwa setiap sekolah memiliki syarat
dan kondisi yang berbeda. Dengan demikian, kepala sekolah dan guru memiliki hak dan
kebebasan untuk menyesuaikan jumlah. waktu aktivitas dan juga waktu yang diperlukan
untuk menyelesaikan perangkat ajar ini sehingga setiap sekolah bisa memanfaatkan
perangkat ini secara maksimum.
Melalui pengalaman pengelolaan proyek ini. Selain memahami
tema “gaya hidup berkelanjutan” dan mengadopsinya sebagai
gaya hidup sehari hari. Siswa diharapkan telah
mengembangkan tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila yaitu:
Melalui pengalaman pengelolaan proyek ini. Selain memahami tema “gaya hidup berkelanjutan” dan
mengadopsinya sebagai gaya hidup sehari hari. Siswa diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi
Profil Pelajar Pancasila yaitu:
Melalui pengalaman pengelolaan proyek ini. Selain memahami
tema “gaya hidup berkelanjutan” dan mengadopsinya sebagai
gaya hidup sehari hari. Siswa diharapkan telah
▪ Melalui pengalaman pengelolaan proyek ini. Selain
memahami tema “gaya hidup berkelanjutan” dan
mengadopsinya sebagai gaya hidup sehari hari.
▪ Melalui pengalaman pengelolaan proyek ini. Selain memahami tema “gaya hidup berkelanjutan” dan
mengadopsinya sebagai gaya hidup sehari hari. Siswa diharapkan telah mengembangkan tiga dimensi
Profil Pelajar Pancasila yaitu:
Kegiatan 3 Persiapan
o Guru mencari tau ragam alam lingkungan siswanya (misalnya:
Aku dan lingkungan
tinggalku pedesaan,perkotaan,pegunungan, dan lain-lain)
o Guru menyiapkan gambar yang mewakili alam tempat tinggal para siswa dan memajangnya
Objektif
di kelas.
Siswa Mengenali dan o Guru menyiapkan kertas bekas kalender dinding atau kertas roti untuk digunakan
menjaga alam menggambar
lingkungan tempat Pelaksanaan
tinggal o Guru mengajak siswa mengamati gambar-gambar yang terpasang dikelas.
o Siswa diminta bediri di dekat gambar yang merupakan lingkungan rumahnya, kemudian
Durasi
siswa diminta bercerita.
6 JP (6 x 40 Menit ) o Siswa disuruh memilih lingkungan rumah yang kotor dan menjelaskan alasannya
o Siswa diberi tugas untuk menggambar rumahnya dan melukiskan hal-hal yang dilakukan
untuk membuat rumah bersih dan nyaman.
Belajar Campuran/Blended Learning
o Guru mengirimkan gambar-gambar lingkungan seperti yang terpasang dikelas lewat WA
kepada orang tua
o Siswa mengerjakan beberapa tugas yang di berikan oleh guru, yaitu menggambar
lingkungan rumahnya dan melukiskan hal-hal yang dilakukan untuk membuat rumah
bersih dan nyaman
Tips untuk Guru
Kegiatan 3 lingkungan Memasuki tem gaya hidup berkelanjutan, maka perlu mulai mempraktikan
perilaku daur ulang. Khusus kegiatan kali ini, siswa dianjurkan untuk memakai
Aku dan kertas bekas kalender dinding untuk menggambar lingkungan tempat
tinggalku tinggalnya.
Objektif Tugas
Siswa diberi tugas menggambae lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Siswa Mengenali dan Sumber
menjaga alam Buku ajar atau buku diperpustakaan yang memuat
tentang alam
lingkungan tempat
tinggal
Durasi
6 JP (2 x 40 Menit )
LEMBAR KEGIATAN SISWA
Kegiatan 3
Aku dan lingkungan
tinggalku
Objektif
Siswa Mengenali dan
menjaga alam
lingkungan tempat
tinggal
Durasi
6 JP (2 x 40 Menit )
Kegiatan 4 Persiapan
Kotak Prediksi o Guru menyiapkan dua bahan yang terbuat dari benda hidup dan benda mati,
misalnya: bunga plastic dan bunga segar dan wadah untuk meletakkannya .
Objektif
o Guru menyimpan lembar kerja prediksi (lihat halaman setelah ini)
Sifat Bahan Plastik
Pelaksanaan
Durasi
o Siswa berbagi cerita tentang gambar yang dibuatnya pada pertemuan
6 JP (6 x 40 Menit ) sebelumnya.
o Siswa dengan bimbingan guru membuat kesimpulan terkait tentang lingkungan
rumah dan aksi yang dilakukan untuk membuat lingkungan rumah bersih
o Guru memperkenalkan sifat benda plastik dengan menunjukan kedua jenis
bunga plastik dan bunga segar
o Siswa mengamati kedua jenis benda tersebut, dan secara bergantian diminta
untuk memegang kedua benda tersebut.
o Guru mengajak siswa berdiskusi dengan pertanyaan pemantik sebagai berikut:
❖ Apakah bedanya kedua benda tersebut?
❖ Apakah yang terjadi pada kedua benda tersebut besok? Bagaimana
dengan esoknya lagi
o Guru menunjukan lembar kerja prediksi dan menjelaskan kepada siswa
o Siswa secara berpasangan menuangkan pikirannya pada kotak prediksi
o Pasangan kerja menceritakan hasil prediksinya
Kegiatan 4 Tips
Kotak Prediksi o Guru dapat menyiapkan benda lain selain bunga yang dapat mewakili
sifat plastic.
Objektif
o Berkeliling dan melakukan fasilitas pada saat siswa bekerja
Sifat Bahan Plastik berpasangan.
Durasi o Menentukan mitra berpasangan: minta siswa duduk membentuk
lingkaran dan menghitung dan 2 agar terkelompok menjadi 2. Atau
6 JP (6 x 40 Menit ) melibatkan siswa bagaimana membentuk kelompok
Pelaksanaan
o Guru memberikan lembar prediksi kepada siswa
o Siswa melakukan pengamatan terhadap kedua benda yaitu bunga
plastic dan bunga segar
o Dengan bimbingan, siswa secara berpasangan menuliskan hasil
pengamatannya dalam lembar prediksi
LEMBAR KERJA PRESIKSI Kelas:
Nama:
Kegiatan 4
Kotak Prediksi
Objektif
Sifat Bahan Plastik
Durasi
6 JP (6 x 40 Menit )
Kegiatan 4 Persiapan
Sifat dan dampak sampah o Siswa diminta membawa suatu benda bekas atau sampah yg organic dan non organic
plastik o Siapkan kertas Koran sebagai wadah untuk meletakan benda bekas atau sampah di kelas
o Putarlah video dan tonton terlebih dahulu sebelum memutarnya untuk siswa agar paham isi
Objektif
video secara utuh.
Siswa memahami sifat dan o Membuat lembar pencatatan isi video
dampak plastik
Pelaksanaan
Durasi o Guru mengulas lembar prediksi yang lalu, apa temuan kita? Apa yang akan terjadi pada
3 JP (3 x 40 Menit ) bunga asli pada hari ke-3?
o Diskusi: jika bunga pelastik tak dapat rusak/ busuk apa yang terjadi?
❖ Simulasi penumpukan pelastik dengan benda yang dibawa dari rumah
❖ Tunjukan benda yang kamu bawa
❖ Masing-masing siswa meletakan benda pelastik itu di mana saja dalam kelas
❖ Apa yang terjadi dengan kelas kita?
o Menonton video tentang: “ ancaman polusi pelastik” di youtube, sebelum menonton video
guru mrnjelaskantugas dan kegunaan lembar pencatatan isi video
(https://youtu.be/EyzUazucAhU)
o Siswa mengerjakan lembar kerja pencatatan video
Tips
o Guru memotret saat siswa melakukan benda-beda plastic di kelas
o Jika terkendala jaringan, maka guru dapat mengganti kegiatan-kegiatan menonton dengan
mengunduhnya di computer/ laptop
o Jika berasa perlu, boleh menyetop video dan mengulangi kembali sesuai kondisi siswa
o Lembar pencatatan ini merupakan contoh. Guru dipersilahkan membuat format yang sesuai
untuk kelasnya
LEMBAR PENCATATAN VIDEO
Kegiatan 4 Persiapan
Sifat dan dampak sampah o Menyimpan lembar glossary : penjelsan kata-kata sulit yang muncul pada video
plastik (lanjutan) o Memasang lembar glossary tersebut di kelas Pelaksanaan
Objektif Pelaksanaan
Siswa memahami sifat dan o Mengulas lembar pencatatan video yang dilakukan pada kegitan
dampak plastik sebelumnya.
❖ Siswa diminta bekerja secara kelompok, saling berbagai tentang
Durasi isian lembar pencatatan videonya.
❖ Saling memberi masukan dan menuliskan ide baru yang ditemukan
2 JP (2 x 40 Menit ) dari apa yang dibagikan tempatnya.
❖ Siswa menliskan kesimpulan kelompok
o Guru mengajak tiap kelompok bergantian menceritakan hasil pembahasan
dikelompoknya.
o Siswa bekerja mandiri menyelesaikan lembar pencatatan video : tugas no
3 menemukan kata-kata sulit.
o Siswa menceritakan hasil pencatatan videonya dan temuan kata-kata
sulitnya
Tips
Sediakan brbagai ragam media referensi siswa untuk menemukan kata-kata
sulit: kamus, poster glossary, melakukan browsing atau wawancara
Kegiatan 5 Persiapan
Konsep 4R sebagai solusi o Guru menyiapkan video tentang pengolahansampah
dampak sampah plastik o Guru menyiapkan bahan bacaan tambah untuk kerja kelompok siswa
o Guru menyiapkan lembar pencatatan video dan bahan bacaan
Objektif
Pelaksanaan
Memperkenalkan konsep 4R o Guru mengulas pembelajaran sebelumnya, mengajak siswa membuat hubungan tentang hal-
Durasi halyang telah diketahui dengan menggunakan pertanyaan : jika bumi kita penuh dengan sampah
bagaimana solusinya?
2 JP (2 x 40 Menit ) o Guru memperkenalkan konsep 4R dengan memutar video di youtube, guru menunjukan lembar
pencatatan video dan mengajak siswa bersama-sama membaca dengan lantang pertanyaan di
lembar tersebut.
o Siswa mengerjakan lembar pencata video secara mandiri
o Penguatan konsep 4R
o Jigsaw reading : membaca kelompok. Guru memberikan materi bacaan dan siswa bekerja
secara berkelompok untuk membaca materi sebagai bahan tambahan untuk melengkapi isian
lembar pencatatan.
o Siswa kembali melengkapi lembaran pencatatan videonya
LEMBAR PENCATATAN VIDEO DAN BACAAN
LEMBAR PENCATATAN VIDEO DAN BACAAN
LEMBAR PENCATATAN VIDEO DAN BACAAN
LEMBAR PENCATATAN VIDEO DAN BACAAN
Kegiatan 6 Persiapan
o Guru mencari narasumber tamu pelaku pilah sampah untuk berbicara kepada
Kunjungan narasumber 1
siswa dan mengontrak narasumber tersebut
Objektif o Guru meminta narasumber untuk membawa contoh hasil seni dari bahan daur
Mengenal contoh-contoh ulang
praktik 4R Pelaksanaan
Durasi o Tempatkan berbagai produk dari bahan daur ulang di kelas.
o Siswa diberi waktu untuk mengeksplorasi benda-benda tersebut.
2 JP (2 x 40 Menit ) o Siswa menceritakan hasil eksplorasi benda-benda tersebut.
o Siswa diajak mengulas kembali lembar pencatatan penjelasan narasumber.
o Siswa memperhatikan paparan dari narasumber, melakukan Tanya jawab, dan
mencatat penjelasan narasumber pada lembar kerja.
Tips
Guru bisa membantu siswa mengulangi penjelasan agar memperkuat pemahaman
Kegiatan 6 Persiapan
o Guru mencari narasumber (Guru di sekolah ) pelaku pilah sampah untuk berbicara kepada
Kunjungan narasumber 2
siswa dan mengontrak narasumber tersebut
Objektif o Guru meminta narasumber untuk membawa contoh hasil seni dari bahan daur ulang
Mengenal contoh-contoh Pelaksanaan
praktik 4R
o Tempatkan berbagai produk dari bahan daur ulang di kelas.
Durasi o Siswa diberi waktu untuk mengeksplorasi benda-benda tersebut.
o Siswa menceritakan hasil eksplorasi benda-benda tersebut.
2 JP (2 x 40 Menit ) o Siswa diajak mengulas kembali lembar pencatatan penjelasan narasumber.
o Siswa memperhatikan paparan dari narasumber, melakukan Tanya jawab, dan mencatat
penjelasan narasumber pada lembar kerja.
Tips
Guru bisa membantu siswa mengulangi penjelasan agar memperkuat pemahaman
LEMBAR PENCATATAN NARASUMBER
Kegiatan 7 Persiapan
o Guru meminta tiap siswa mengirimkan berbagai benda yang dapat dipakai untuk daur ulang
Karya seni daur ulang bahan
plastik seperti: kardus bekas, botol bekas, pita, lem, dll.
o Guru memeriksa stok alat membuat karya
Objektif o Guru menyiapkan berbagai benda hasil daur ulang seperti: pot tanaman dari botol air
Melakukan praktik 4R minum kemasan.
Durasi Pelaksanaan
o Siswa diajak melihat dan memperhatikan benda-benda yang terbuat dari bahan daur
2 JP (2 x 40 Menit )
ulang.
o Siswa diajak untuk berpikir, karya apa yang akan dibuat dari bahan daur ulang.
o Siswa merencanakan karya apa yang akan dibuat, dengan mengisi kotak rencana.
o Siswa bekerja mandiri membuat karya dari bahan daur ulang yang diperlukan dikelasnya,
seperti: membuat kotak pensil, vas, dll
Tips
Kegiatan membuat karya dari bahan daur ulang ini dapat memberikan pesan dan kesan yang
kuat bagi siswa bahwa praktikdaur ulang tidak sulit, bahannya mudah ditemukan, dan dapat
bermanfaat bagi kita.
KOTAK RENCANA KARYAKU
Yang mau aku buat Benda yang aku butuhkan Langkah-langkah membuat
8. Asesmen Formatif 1
8. Asesmen Formatif 1
Kegiatan Belum Berkembang Mulai Berkembang Berkembang Sangat
Sesuai Harapan Berkembang
Praktik baik Tidak pernah Pernah
pelaksanaan konsep melaksanakan melaksanakan 1-2 Telah telah
4R yang pernah aku kegiatan terkait kegiatan terkait melaksanakan 3-4 melaksanakan lebih
kegiatan terkait
lakukan konsep 4R konsep 4R dari 4 kegiatan
konsep 4R terkait konsep 4R
Tindakan tidak Masih sering Kadang-kadang
ramah lingkungan melakukan tindakan masih melakukan Tidak melakukan Tidak melakukan
tindakan tidak tindakan tidak
yang masih aku tidak ramah tindakan tidak ramah lingkungan
lakukan dan perlu lingkungan ramah lingkungan ramah lingkungan dan mau mengajak
diubah orang lain
Persiapan
Kegiatan 9 o Guru menyiapkan kertas untuk menggambar bagan perencanaan proyek
o Guru menyiapkan lembar bagan perencanaan proyek untuk setiapkelompok.
Pelaksanaan
o Guru menunjukkan bagan perencanaan proyek dan menjelaskan maksud/cara
Persiapan Observasi mengisi bagan.
o Siswa secara berkelompok mengisi bagan rencana proyek yang akan
Penanganan Sampah Plastik o dilakukan.
o Guru menjelaskan lembar pencatatan observasi.
di Sekolah o Guru menjelaskan kegiatan observasi yang dilakukan yaitu dengan wawancara
Objektif
Mengetahui tentang
penggunaan dan pengelolaan terhadap guru, tenaga kependidikan, penjaga yang ada di sekolah
sampah plastic di sekolah Keterangan Bagan Perencanaan
Proyek
Durasi
TUJUAN : Apa yang akn kita sampaikan kepada warga sekolah
3 JP (3 x 40 Menit ) PERAN : Peran yang akan dilakukan siswa
SITUASI : Bagaimana cara mengetahui kondisi sekolah.
NARSUM : Siapa yang akan diwawancarai
PRODUK : Hasil pencatatan pengamatan/wawancara
Kegiatan 9 BAGAN PERENCANAAN PROYEK
TUJUAN
Persiapan Observasi
Penanganan Sampah Plastik
di Sekolah
Objektif PERAN SITUASI
Mengetahui tentang
penggunaan dan pengelolaan
sampah plastic di sekolah
Durasi NARSUM PRODUK
3 JP (3 x 40 Menit )
Kegiatan 9 Persiapan
Lembar Pencatatan Observasi
Persiapan Observasi
Pelaksanaan
Penanganan Sampah Plastik Siswa ditempatkan menjadi 2 kelompok kerja. Tiap kelompok akan
menggunakan lembar pencatatan yang sama, namun mengamati dan
di Sekolah mewawancarai narasumber yang berbeda. Membagi tugas anggota kelompok.
Melakukan observasi dan mencatat hasil kegiatan observasi.
Objektif
Mengetahui tentang
penggunaan dan pengelolaan
sampah plastic di sekolah
Durasi
3 JP (3 x 40 Menit )
Kegiatan 10 Persiapan
Lembar Pencatatan Observasi
Kerja Mandiri Observasi Sarung tangan, sabun cuci tangan, masker, tongkat pengait sampah
Penanganan Sampah Plastik
Disekolah Pelaksanaan
o Guru mengingatkan siswa tentang tata krama saat melakukan observasi.
Objektif o Siswa melakukan observasi secara berkelompok
o Guru memastikan siswa untuk mencuci tangan setelah kegiatan observasi
Mengetahui tentang
penggunaan dan pengelolaan
sampah plastic di sekolah
Durasi
3 JP (3 x 40 Menit )
LEMBAR OBSERVASI