MODUL 1
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
TEMA : KEWIRAUSAHAAN
TOPIK : MENGGALI POTENSI DAERAH
LEWAT WIRAUSAHA MUDA
FASE E
SMA NEGERI 2 TUMIJAJAR
KAB. TULANG BAWANG BARAT
TAHUN 2022/2023
KATA PENGANTAR
Pertama-tama tim penyusun memanjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT Tuhan Yang
Maha Esa atas limpahan rahmat dan hidayatNya sehingga Modul 1 Projek Penguatan Profil Pelajar
Pancasila ini dapat selesai dan siap digunakan. Secara umum modul ini berisi pendahuluan,
pembelajaran dan assesment. Pada bagian pembelajaran dijelaskan tentang pemetaan kompetensi,
tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran, lembar kerja peserta didik, rangkuman, refleksi serta
penilaian pembelajaran beserta pedoman penskorannya.
Modul ini disusun untuk menjadi bahan ajar dan/atau panduan bagi siswa di SMA Negeri 2 Tumijajar
didalam pelaksanaan pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila elemen akhlak pribadi,
mengenal dan menghargai budaya, kolaborasi, dan memperoleh dan memproses informasi dan
gagasan pada dimensi profil pelajar pancasila. Adapun projek di Kelas X mengambil tema
kewirausahaan, dengan topik “Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda”. Siswa diberikan
kebebasan didalam mengembangkan projek dan berkolaborasi dengan pihak/sumber lain yang
diketahuinya, strategi pembelajaran maupun alokasi waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan
pembelajaran modul 1 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini disesuaikan dengan kondisi
sekolah, sarana dan prasarana, minat serta karakteristik peserta didiknya.
Tim penyusun menyadari sepenuhnya bahwa modul 1 Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, segala kritik dan saran/masukan yang konstruktif dari
para pembaca dan siswa sebagai pengguna maupun dari pihak-pihak lain yang terkait dengan
kurikulum merdeka sangat kami harapkan demi kesempurnaan isi modul ini. Dengan adanya kritik
dan saran tersebut penyusun berharap modul ini kedepan akan semakin bermanfaat keberadaannya
baik bagi guru dan peserta didik maupun rekan-rekan komunitas.
Dengan segala kekurangan dan keterbatasan dalam penyusunan modul ini, tim penyusun tetap
berharap modul ini dapat membantu siswa dan guru SMA Negeri 2 Tumijajar di dalam melaksanakan
pembelajaran Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.
Tumijajar, 06 September 2022
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR........................................................................................................................... i
DAFTAR ISI......................................................................................................................................... ii
I. PENDAHULUAN .............................................................................................................................1
1.1 Tujuan, Alur, dan Target .................................................................................................................1
1.2.Tahapan dalam Projek ......................................................................................................................3
1.3.Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Projek.............................................................4
1.4.Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila ............................................................6
1.5.Relevansi Projek................................................................................................................................7
1.6.Petunjuk Penggunaan Modul............................................................................................................8
II. TAHAP PENGENALAN ................................................................................................................9
III. TAHAP KONSTEKSTUAL...........................................................................................................
IV. TAHAP PERENCANAAN.............................................................................................................
V. TAHAP AKSI...................................................................................................................................
VI. TAHAP REFLEKSI........................................................................................................................
I.PENDAHULUAN
1.1 Tujuan, Alur, dan Target
TUJUAN
Projek bertema Kewirausahaan “Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha
Muda” yang dikembangkan di SMA Negeri 2 Tumijajar Kabupaten Tulang
Bawang Barat Provinsi Lampung merupakan salah satu sarana bertujuan untuk
membangun kesadaran, menggali potensi diri dan daerah, serta memberdayakan
pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam mengembangkan wirausaha.
Tahun 2009, pemerintah membuat program pembangunan kepemudaan, yang
salah satunya adalah Program Kewirausahaan Pemuda. Program yang bertujuan
membangun komitmen peranan pemuda dalam pembangunan ekonomi nasional
ini terdiri dari 3 pilar: penyadaran, pemberdayaan, dan pengembangan. “Pemuda
menurut Undang-Undang No.40 tahun 2009 adalah warga negara Indonesia yang
berusia 16 sampai 30 tahun yang merupakan periode penting usia pertumbuhan
dan perkembangan. Menurut hasil Susenas tahun 2020, perkiraan jumlah pemuda
sebesar 64,50 juta jiwa atau hamper seperempat dari total penduduk Indonesia
(23,86%).” (Statistik Pemuda Indonesia 2020, Badan Pusat Statistik).
Peserta didik SMA adalah generasi penerus bangsa yang dalam era mereka
bersekolah di SMA ini akan masuk ke dalam masa penentuan kelanjutan. Salah
satunya yaitu berwirausaha. Berwirausaha merupakan profesi yang terus
berkembang seiring waktu, hal ini ditandai dengan meningkatnya kesadaran
kalangan muda untuk bekerja sebagai wirausaha. Salah satu jenis usaha yang tidak
akan pernah mati adalah makanan, karena makanan merupakan kebutuhan pokok
manusia yang paling utama sehingga akan selalu dicari oleh banyak orang untuk
memenuhi kebutuhan tubuh mereka.
ALUR
PENGENALAN
AKSI KONTEKSTUAL
REFLEKSI PERENCANAAN
Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan dan kontekstualisasi. Mengacu pada
Program Kewirausahaan Pemuda, tahap pengenalan dan kontekstualisasi adalah
bagian dari penyadaran kewirausahaan. Peserta didik diajak mengenali dan
menggali lebih dalam tentang pentingnya berwirausaha. Hal ini dimaksudkan
untuk memberikan dorongan dan pemacu untuk tumbuh dan berkembangnya
sikap mental, cara pandang (mindset) serta motivasi peserta didik untuk
berwirausaha. Program penyadaran ini ditujukan untuk menumbuhkan beberapa
sikap mental yang dibutuhkan untuk menjadi seorang wirausahawan.
Peserta didik SMA adalah generasi penerus bangsa yang dalam era mereka
bersekolah di SMA ini akan masuk ke dalam masa penentuan kelanjutan. Salah
satunya yaitu berwirausaha. Berwirausaha merupakan profesi yang terus
berkembang seiring waktu, hal ini ditandai dengan meningkatnya kesadaran
kalangan muda untuk bekerja sebagai wirausaha. Salah satu jenis usaha yang
tidak akan pernah mati adalah makanan, karena makanan merupakan kebutuhan
pokok manusia yang paling utama sehingga akan selalu dicari oleh banyak orang
untuk memenuhi kebutuhan tubuh mereka.
Tahap berikutnya adalah perencanaan, aksi, dan refleksi. Mengacu pada Program
Kewirausahaan Pemuda, ketiga tahap ini adalah bagian dari pemberdayaan yang
dilaksanakan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada
peserta didik dalam mengembangkan wirausaha. Pengetahuan dan keterampilan
yang diberikan kepada peserta didik memiliki motivasi dan sikap mental untuk
berwirausaha dengan mengembangkan ide-ide usaha yang ada. Pelatihan,
pendidikan dan penyuluhan yang diberikan harus melalui tahap anisis kebutuhan
sehingga pelatihan dan pendidikan yang diberikan tepat sasaran.
TARGET
Melalui projek ini, peserta didik dapat mengembangkan
tiga dimensi profil pelajar pancasila, diantaranya :
1. Kreatif
2. Bergotong Royong
3. Mandiri
1.2 Tahapan dalam Projek
Tahap Pengenalan : Mengenali makna, karakteristik, dan peran wirausaha dalam kehidupan
manusia.
• Mengenal Wirausaha (4 JP)
1
• Menggali Potensi Diri (4 JP)
2
• Menumbuhkan Sikap Wirausaha (4 JP)
3
Tahap Kontekstual : Mengkontekstualisasi wujud wirausaha dalam pengenalan potensi daerah.
• Mengenal Potensi Daerah (8 JP)
4
• Analisis Sumber Daya Daerah (4 JP)
5
• Kearifan Lokal dan Etika Berwirausaha (4 JP)
6
Tahap Perencanaan : Mencari dan mengembangkan ide, menginventarisasi sumber daya, dan
merencanakan usaha yang berkelanjutan.
• Menggali dan Mengembangkan Ide (4 JP)
7
• Merencanakan Usaha (4 JP)
8
• Berkolaborasi dan Bekerja sama
9
Tahap Aksi : Mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang didapat melalui aksi nyata yang
bermakna.
10. Strategi dan Inovasi 11. Penyempurnaan Karya
dalam Berwirausaha (4 JP) dan Strategi (12 JP)
13. Refleksi (4 JP) 12. Wirausaha Mandiri dan
Berkelanjutan (12 JP)
1.3 Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Projek
KOMITMEN
Seluruh warga sekolah harus komitmen untuk menerapkan nilai-nilai penting
kewirausahaan: kreativitas, inovasi, kepemimpinan, berintegritas, berjiwa pemimpin,
mandiri, berkomitmen, dan pantang menyerah. Nilai dan inti pembelajaran dari aksi
ini akan bermanfaat bagi pengembangan Profil Pelajar Pancasila dilingkungan peserta
didik apabila komitmen bersama dilaksanakan secara konsisten dan penuh kesadaran.
PERAN GURU
Fasilitator : Memfasilitasi kegiatan, menyediakan media belajar, materi belajar,
lembar kerja, dan lain-lain.
Moderator : Memoderasi diskusi, memberikan pertanyaan pemantik, menutup
dengan kesimpulan.
Penyedia Informasi : Menyediakan artikel, video, tautan informasi, dan lain-lain.
Mentor : Membimbing peserta didik dalam mengembangkan projek.
Guru perlu memiliki keterbukaan pola pikir terhadap konsep baru khususnya terkait
program kewirausahaan.
Guru perlu memiliki keinginan untuk memahami bahwa program kewirausahaan
adalah program yang membangun kesadaran, menggali potensi diri dan daerah, serta
memberdayakan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam mengembangkan
wirausaha.
Guru juga harus memberikan bimbingan bagi siswa sekaligus memberikan ruang bagi
siswa untuk menuangkan kreativitas mereka. Hal ini termasuk bersikap terbuka dalam
menerima masukan program dari siswa.
SARANA DAN PRASARANA
Pelaksanaan Projek “Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda”
membutuhkan fasilitas berupa budget dan akses internet terutama dalam hal
menghadirkan narasumber eksternal/praktisi, melakukan kunjungan/observasi, dan
lain-lain. Dukungan berupa sarana TIK pada kegiatan “nonton bareng” tentang
kewirausahaan.
NARASUMBER (PRAKTISI)
Pelaksanaan Projek “Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda”
membutuhkan narasumber/praktisi yang dapat memberikan wawasan langsung
tentang praktik kehidupan berwirausaha di masyarakat.
Narasumber dapat dihadirkan secara langsung (offline) maupun tidak langsung
(online) dalam kegiatan webinar.
1.4 Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Elemen Profil Sub Elemen Target Pencapaian Aktivitas
Profil Pelajar Pelajar Profil Pelajar di Fase E Terkait
Pancasila Terlampir
Pancasila Pancasila Terlampir
Mandiri Pemahaman diri Mengenali kualitas dan
dan situasi yang Terlampir
Kreatif dihadapi. minat diri serta tantangan
Menghasilkan
gagasan yang yang dihadapi.
orisinal.
Menghasilkan gagasan
Menghasilkan
karya dan tindakan yang beragam untuk
yang orisinal.
mengekspresikan pikiran
dan atau perasaannya,
menilai gagasannya, serta
memikirkan segala
resikonya dengan
mempertimbangkan
banyak perspektif seperti
etika dan nilai
kemanusiaan ketika
gagasannya
direalisasikan.
Mengeksplorasi dan
mengekspresikan pikiran
dan/atau perasaannya
dalam bentuk karya
dan/atau tindakan, serta
mengevaluasinya dan
mempertimbangkan
dampak dan resikonya.
Memiliki Bereksperimen dengan Terlampir
keluwesan berpikir Terlampir
dalam mencari berbagai pilihan secara
alternatif solusi
permasalahan. kreatif untuk
Kerja sama memodifikasi gagasan
sesuai dengan perubahan
situasi.
Bergotong Kolaborasi Membangun tim dan
Royong
mengelola kerjasama
untuk mencapai tujuan
bersama sesuai dengan
target yang sudah
ditentukan
1.5 Relevansi Projek
Salah satu agenda strategis pembangunan kepemudaan adalah menciptakan generasi
penerus masa depan bangsa yang tangguh, mandiri dan berdaya saing, terlebih untuk
memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan peluang bonus demografi. Menyadari pentingnya
peran dan fungsi yang melekat pada pemuda, maka pemerintah Indonesia berusaha untuk
mengembangkan segenap potensi yang ada melalui penyadaran, pemberdayaan,
pengembangan kepemudaan di segala bidang, sebagai bagian dari pembangunan nasional.
(Statistik Pemuda Indonesia 2020).
Penyadaran dan pengembangan sikap wirausaha kepada para siswa SMA usia pemuda 16-
18 tahun merupakan bagian dari kewajiban sekolah dalam menyiapkan pengetahuan, sikap
dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bekal kehidupan di dunia nyata. Sekolah
memberikan pengenalan, bimbingan, dan pendampingan bagi siswa dalam mengenal,
memahami, dan menumbuhkan nilai-nilai luhur dalam tema kewirausahaan. Sekolah dapat
menjadi ekosistem bagi siswa untuk belajar dan menggali pengalaman. Siswa yang
memiliki daya kreasi dan inovasi yang tinggi, visioner, berjiwa pemimpin, mandiri,
berkomitmen, pantang menyerah adalah siswa yang akan memberikan kontribusi positif
dalam perannya di kelas, sekolah, dan masyarakat baik secara akademik maupun non-
akademik.
Rangkaian kegiatan pada Tema Kewirausahaan dengan Projek “Menggali Potensi Daerah
Lewat Wirausaha Muda” melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pelaksanaannya.
Pengenalan etika dan integritas lewat pelajaran agama dan budi pekerti serta budaya lokal;
pembuatan berbagai macam teks seperti proposal, iklan, surat yang melibatkan pelajaran
bahasa; penghitungan dasar hasil survey, harga, dan biaya dari pelajaran Matematika;
pengenalan potensi daerah lewat pelajaran IPS dan IPA, menumbuhkan sikap kerjasama
lewat kerja kelompok berbagai bidang ilmu dan juga pelajaran Olahraga, dan lainnya.
Pelaksanaan projek ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang
terlibat: siswa, orangtua, guru, sekolah, masyarakat sekitar, pemerintah daerah, dan pihak
lainnya.
1.6 Petunjuk Penggunaan Modul
1. Perangkat ajar ini dirancang untuk membantu guru SMA (Fase E) yang berada di
sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusung tema
Kewirausahaan.
2. Di dalam perangkat ajar untuk projek “Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha
Muda” ini, ada 13 (tiga belas) aktivitas yang saling berkaitan. Waktu untuk
melaksanakan perangkat ajar ini dilakukan pada semester pertama dengan total kurang
lebih 72 JP. Setiap tahap memiliki JP yang berbeda terkait dengan karakteristik dari
kegiatan pada tahap tersebut.
3. Sebaiknya ada waktu refleksi dan umpan balik diantara tahapan dalam proses projek
ini, agar peserta didik mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan menjalankan
masing-masing aktivitas dengan baik.
4. Perlu dipahami dengan baik bahwa guru akan mayoritas berperan sebagai fasilitator
dimana pembelajaran akan berpusat pada peserta didik, sehingga perlu adanya ruang
yang aman untuk peserta didik mengemukakan gagasan, dan juga pola pikir yang
terbuka untuk menerima hal baru dalam setiap proses pembelajarannya.
5. Pada perangkat ajar ini, sekolah dan guru dapat menyesuaikan jumlah aktivitas, konten
(misalnya narasumber, lokasi kunjungan) dengan kebutuhan murid dan kondisi
sekolah.
II. TAHAP PENGENALAN
Kegiatan 1: Mengenal Karakter Wirausaha
Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat mendalami makna wirausaha
Siswa dapat mengenal karakteristik seorang pengusaha
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan:
- Sebagai kegiatan awal dari tema, guru akan memperkenalkan tema kewirausahaan dengan
projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda
- Diskusi tentang harapan siswa akan pelaksanaan program ini
- Pembuatan perjanjian kelas tentang sikap belajar
Pelaksanaan:
- Diskusi tentang apa yang siswa ketahui tentang kewirausahaan
- Diskusi tentang petunjuk visual (gambar: pengusaha dan pegawai). Mana yang
menggambarkan pengusaha? Mana yang bukan? Apa perbedaannya?
- Guru memutar video tentang kewirausahaan.
- Guru membuka diskusi dan menjelaskan kembali tentang definisi wirausaha/entrepreneur:
orang yang pandai atau berbakat dan inovatif dalam melakukan aktivitas kewirausahaan
baik mengenali produk baru, menentukan cara produksi produk baru, menyusun
manajemen operasional pengadaan produk, memasarkan produk, dan mengatur sistem
permodalan usahanya.
- Membaca artikel/menonton dokumentasi tentang tokoh wirausahawan sukses
- Mengidentifikasi sikap-sikap yang dimiliki tokoh wirausahawan dalam bacaan/tontonan:
Bagaimana sikap atau karakteristik tokoh? Apakah kamu memiliki sikap dan karakteristik
yang sama dengan tokoh?
Tugas:
- Mengerjakan jurnal
- Mencari tahu anggota keluarga/masyarakat yang adalah seorang wirausahawan.
Mengidentifikasi sikap-sikap yang dimiliki tokoh wirausahawan: Apakah kamu mengenal
seorang pengusaha atau wiraswasta? Bagaimana sikap atau karakteristik mereka? Apakah
kamu memiliki sikap dan karakteristik yang sama dengan mereka?
Kegiatan 2 Menggali Potensi Diri
Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat mengenal karakter dan kualitas diri yang berhubungan dengan karakteristik
kewirausahaan
Siswa dapat mengenal dan menggali minat dan bakat
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru meminta siswa untuk duduk dalam kelompok kecil.
Pelaksanaan:
- Presentasi individu. Apakah hal yang menarik minatmu?. Siswa secara bergantian masing-
masing 1 menit tentang satu hal yang menarik minatnya.
- Diskusi kelompok. Bagaimana kalian dapat melihat bidang minat kalian sebagai sebuah
bisnis, produk, atau layanan sosial (kewirausahaan sosial?)
- Usaha impian. Siswa menuliskan dan mengilustrasikan tentang usaha impiannya pada
lembar kerja.
- Presentasi individu usaha impian.
- Guru mengajukan pertanyaan: Apa yang harus dilakukan agar impianmu berhasil? Siswa
mendeskripsikan jawaban mereka pada tabel.
- Diskusi kelompok. Siswa berbagi dengan teman-temannya tentang isi tabel mereka.
- Diskusi kelas. Menjadi Wirausahawan:
Tugas:
- Mengisi jurnal
- Membaca artikel/menonton topik terkait kegiatan di atas
- Membuat daftar potensi pribadi dan impian/cita cita masa depan (dream book)
Kegiatan 3 Menumbuhkan Sikap Wirausaha
Tujuan Pembelajaran:
- Membangun sikap wirausaha (berani mencoba, membuat keputusan
- Siswa dapat memahami dasar-dasar kewirausahaan dan pengambilan keputusan
- Memahami persepsi dan definisi kewirausahaan dan bisnis kecil
- Memahami peran kewirausahaan bagi komunitas
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan lembar kuis atau file kuis secara online. Guru dapat membuat kotak
tabulasi di papan untuk pengisian hasil survey.
Pelaksanaan:
- Mengisi kuis: Cocok jadi wirausahawan.
- Diskusi kelompok. Siswa dalam kelompok nilai yang sama berkumpul. Mereka saling
berbagi tentang persamaan dari sifat yang mereka miliki. Perwakilan dari tiap kelompok
akan berbagi hasil diskusi pada presentasi kelas.
- Survey pendapat siswa. Menjadi wirausahawan sukses itu: bakat, pilihan, atau keduanya?
- Membahas hasil survey. Siswa memberikan alasan atas jawaban yang mereka pilih.
- Permainan. Arkade Bola Kertas. Siswa mendapat 3x kesempatan melempar bola kertas ke
dalam keranjang yang ditaruh di depan kelas. Terdapat 3 titik untuk melempar. Setiap titik
mempunyai poin. Titik terjauh memiliki poin terbesar, titik terdekat memiliki poin terkecil.
Jika berhasil masuk, siswa mendapat poin, jika tidak 0. Siswa yang memiliki poin tertinggi
menjadi pemenangnya.
- Diskusi. Wirausahawan adalah individu yang menggunakan sumber daya ekonomi dan
menciptakan produk baru atau bisnis baru. Mereka menanggung risiko dan menerima
imbalan/keuntungan dari usaha mereka. Pertanyaan: Apa saja kerugian yang bisa dialami
oleh seorang wirausahawan? Mengapa mereka berani untuk mengambil resiko dalam
berusaha?
Tugas:
- Mengisi jurnal
- Membuat satu komitmen untuk mencoba atau melakukan hal baru minggu ini.
III. TAHAP KONTEKSTUAL
Kegiatan 4 Mengenal Potensi Daerah
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengenal potensi daerah
Waktu: 8JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan gambar/tulisan negara baik yang dibuat sendiri ataupun mencontoh
dari panduan dan memuat pada format digital.
Pelaksanaan: Guru meminta siswa menjelaskan apa yang mereka ketahui tentang negara maju
- dan negara berkembang dan menyebutkan daftar negara maju dan negara
berkembang yang mereka ketahui
- Guru memberikan 3 contoh gambar berpasangan berbagai negara dan meminta
mereka menebak mana yang merupakan negara maju dan berkembang dan
- menyebutkan alasannya.
Guru menjelaskan definisi tentang negara maju dan berkembang. 4 faktor yang
- mendukung kemajuan ekonomi suatu negara: Sumber daya alam, sumber daya
modal, sumber daya manusia, kewirausahaan
Guru meminta siswa mengamati contoh negara pada kegiatan sebelumnya. Guru
meminta siswa menyimpulkan tentang kesamaan yang dimiliki oleh negara-negara
maju (lewat hasil diskusi juga dari kegiatan membaca artikel).
Tugas:
- Mengerjakan jurnal
- Guru meminta siswa melakukan riset dan observasi (lewat kunjungan, wawancara,
atau pengamatan langsung) terhadap sumber daya yang ada di daerah tempat
tinggal. Panduan riset dan observasi ada pada jurnal.
Kegiatan 5 Analisis dan Sumberdaya Daerah
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengenal potensi daerah
Waktu: 4 JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan artikel tentang daerah Wisata Borobudur (bisa dengan gambarnya),
lembar diagram SWOT baik dalam bentuk cetak atau digital. Guru meminta siswa menyiapkan hasil
wawancara/diskusi/survey/kunjungan luar sekolah guna mencari tahu tentang potensi daerah dari
kegiatan sebelumnya.
Pelaksanaan:
- Guru membuka pertemuan dengan menunjukkan gambar Candi Borobudur dan bertanya:
Siapa yang pernah mengunjungi Candi Borobudur? Apa tempat wisata lainnya yang ada di
sekitar Candi?
- Guru meminta siswa membaca artikel 1 “Borobudur Ramai Wisatawan Tetapi 3 Desanya
Dilanda Kemiskinan” dan bertanya tentang isi artikel (Apa kelebihan tempat wisata Candi
Borobudur? Apa kekurangan pada daerah wisata tersebut? Apa tantangan untuk daerah
sekitar tempat wisata? Apa peluang atau potensi yang ada di kawasan wisata Candi
Borobudur? Apa strategi atau langkah yang dapat dilakukan agar desa di kawasan wisata
Candi Borobudur dapat sejahtera?
- Setelah selesai mendengar jawaban dari siswa, guru meminta siswa membaca artikel 2.
Siswa menyebutkan langkah-langkah yang dilakukan oleh para penduduk desa di kawasan
wisata Candi Borobudur untuk meningkatkan perekonomian mereka.
- Guru menjelaskan tentang analisis SWOT, sebagai alat untuk mengidentifikasi faktor
internal dan faktor eksternal diri/daerah/suatu usaha dan hasil digunakan sebagai salah satu
dasar untuk pengambilan keputusan
- Guru meminta siswa duduk berkelompok dan membaca kembali artikel 1 dan 2 dan
menuliskan komponen SWOT desa di kawasan wisata Borobudur
Tugas: Secara berkelompok, siswa membaca kembali hasil pengamatan dan survei dari kegiatan
sebelumnya. Lalu secara bersama berdiskusi dan menuliskan hasil diskusi dan identifikasi potensi
daerah dalam diagram analisis SWOT.
Kegiatan 6 Kearifan Lokal dan Etika Berwirausaha
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengenal kearifan lokal dari berbagai daerah yang berhubungan dengan
kewirausahaan
- Siswa memahami kearifan lokal sebagai bagian yang mendukung kelangsungan
kewirausahaan
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan gambar/tulisan negara baik yang dibuat sendiri ataupun mencontoh
dari panduan dan memuat pada format digital.
Pelaksanaan:
- Guru menyebutkan sebuah pepatah/petuah dalam bahasa daerah yang betema
kebijakan hidup, integritas, dan kerja kertas. Guru meminta kepada siswa untuk
menebak arti dari pepatah/petuah tersebut, dan menyebut apakah pernah mendengar
hal tersebut? Guru meminta siswa menyebutkan pepatah/petuah lainnya yang
mereka ketahui
- Guru meminta siswa membaca artikel “Kearifan Lokal Dalam Praktik Bisnis di
Indonesia” lalu secara mandiri atau berpasangan mengerjakan kegiatan lanjutan:
mendata kearifan lokal dari berbagai daerah pada tabel dan menjawab pertanyaan
diskusi terkait tema kegiatan.
- Guru menjelaskan tentang formatif 1 yang dilakukan oleh guru dengan menilai
partisipasi siswa dan refleksi yang dituliskan pada jurnal. Formatif 2 yang
dilakukan di akhir kegiatan 6 yaitu Esai singkat (150 - 400 kata) tentang topik
pilihan:
● Membangun Sikap Kewirausahaan yang berwawasan Pancasila
● Analisis sumberdaya daerahku
● Kearifan lokal untuk kemajuan ekonomi daerah
Tugas:
- Melengkapi jurnal
- Membuat kerangka penulisan topik pilihan
IV. TAHAP PERENCANAAN
Kegiatan 7 Menggali dan Mengembangkan Ide
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mampu menemukan dan mengembangkan ide yang layak, berdampak, dan kreatif
- Siswa mampu memberikan solusi atas masalah
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan materi kegiatan kreativitas seperti pada jurnal. Guru dapat menjadikan
kegiatan pada jurnal sebagai panduan, tetapi dapat mencari alternatif yang lain atau melakukan
dalam urutan yang berbeda. Siapkan situasi dan suasana kelas dalam keadaan relaks. Tunjukkan
sikap terbuka dalam menerima dan menyimak ide yang diekspresikan siswa pada kegiatan-kegiatan
yang dilakukan.
Pelaksanaan:
- Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan imajinasi gambar. Siswa melengkapi
gambar garis atau simbol yang ada pada kotak sesuai imajinasinya. Siswa dapat melengkapi
gambar dengan warna. Siswa berbagi dan membandingkan hasil imajinasinya dengan teman
sebangku/sekelompok menggunakan pertanyaan panduan.
- Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan imajinasi komunikasi antar dua karakter
pada komik. Siswa melengkapi komik dengan kalimat percakapan sesuai imajinasinya.
Siswa dapat melengkapi komik dengan tambahan latar dan warna. Siswa berbagi dan
membandingkan hasil imajinasinya dengan teman sebangku/sekelompok menggunakan
pertanyaan panduan.
- Guru meminta perwakilan siswa berbagi hasil diskusi dengan temannya.
- Guru meminta siswa untuk melakukan kegiatan ketiga yaitu Sepatu Ajaib. Guru
memberikan sebuah konteks dengan situasi berikut: Siswa adalah salah satu peserta
kompetisi inovasi muda, di mana mereka diminta untuk membuat inovasi atas salah satu
produk kelengkapan sekolah. Siswa melengkapi gambar dasar pada jurnal (atau bisa
menggambar kembali pada kertas kosong atau pada media digital) menggunakan daya
imajinasinya sekreatif mungkin.
- Guru dapat mengadakan kegiatan gallery walk agar siswa dapat saling melihat hasil kerja
teman-temannya
- Guru menunjukkan diagram tentang Karakteristik dari Kreativitas (Unik, Baru, Inovatif,
Asli) dan bagaimana Pengembangan kreativitas dapat dilaksanakan pada: kreativitas
lingkungan, kreativitas produk, kreativitas proses, kreativitas SDM. Guru membuka diskusi
dengan siswa tentang apa yang mereka pahami dari diagram tersebut. Guru meminta siswa
menjelaskan kreativitas yang mereka sajikan dari tugas Sepatu Impian.
Tugas: Menulis jurnal, Melengkapi tugas sepatu impian pada kegiatan mandiri atau di rumah.
Kegiatan 8 Merencanakan Usaha
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mampu memahami komponen penyusunan perencanaan usaha
- Siswa memahami langkah-langkah pembuatan perencanaan usaha
- Siswa mampu menulis sebuah perencanaan usaha yang sederhana dan logis
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan lembar perencanaan usaha secara cetak ataupun dalam bentuk digital.
Guru menekankan kegiatan ini adalah kegiatan contoh untuk memahami bagaimana membuat
sebuah perencanaan usaha. Contoh yang siswa buat pada kegiatan ini dapat digunakan/tidak
digunakan pada kegiatan selanjutnya.
Pelaksanaan:
- Guru membuka kegiatan dengan menyambungkan kegiatan sebelumnya dengan kegiatan
kini. Ketika seorang wirausahawan mendapat ide dan mengidentifikasi sebuah peluang
bisnis yang potensial, langkah selanjutnya adalah membuat sebuah perencanaan usaha.
Bagaimana membuat perencanaan usaha yang baik?
- Guru meminta siswa mengamati lembar perencanaan usaha dan elemen penting yang ada di
sana.
- Guru meminta siswa untuk mengembangkan ide usahanya (bisa dari inspirasi kegiatan 2, 6,
7) dan menuliskan perencanaan usaha pada lembar yang diberikan.
- Guru membantu memberi penjelasan jika siswa memiliki kesulitan dalam menentukan ide
usaha. Ide yang dikembangkan haruslah ide yang: layak (karena berfokus untuk membantu
orang lain), berdampak (karena fokus pada pemecahan masalah, bukan pada produk),
kreatif (karena menggunakan masalah sebagai inspirasi usaha)
Tugas:
- Mengerjakan jurnal
- Melakukan riset mandiri untuk pengisian lembar perencanaan usaha agar perencanaan
sederhana yang dihasilkan memiliki kelengkapan yang baik dan logis.
Kegiatan 9 Berkolaborasi dan Bekerja Sama
Tujuan Pembelajaran:
- mengembangkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan kerjasama tim
- melibatkan diri dalam aktivitas kerjasama tim yang berfokus pada projek
- merefleksikan kinerja diri dalam perannya sebagai anggota tim
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan alat-alat dan ruang kelas untuk permainan berkelompok yang
bertujuan untuk membangun semangat kolaborasi dan kerja sama. Beberapa kegiatan alternatif
diberikan pada lampiran kegiatan, guru dapat memilih permainan yang sesuai dengan situasi dan
kondisi..
Pelaksanaan:
- Guru mengajak siswa berpartisipasi dalam permainan agar memperoleh pengalaman
berinteraksi dalam kerja tim. (inspirasi permainan ada pada jurnal)
- Guru meminta siswa membagikan kesan-kesan dalam mengikuti permainan.
- Guru berdiskusi dengan siswa tentang nilai-nilai yang didapat dari permainan.
Apakah kamu 'berpikir bersama' sebelum mulai melakukan permainan? -> membuat
perencanaan penting tetapi menjadi fleksibel saat situasi yang berbeda muncul juga sama
pentingnya.
➔ Apakah setiap anggota di kelompokmu memiliki peran yang jelas? Apakah
peranmu? Apakah kamu menikmati permainan? jika tidak, apa sebabnya?
(Tekankan bahwa dalam kerja tim, pembagian peran (pemimpin dan anggota) itu penting
agar tim berfungsi dengan baik. Dalam kolaborasi, meskipun tidak ada pembagian peran
yang signifikan, setiap anggota yang berkontribusi maksimal dan berkomunikasi dengan
baik akan menghasilkan kerjasama yang baik.
➔ Apakah kamu dapat menyelesaikan tantangan tepat waktu?
Jika tidak, menurutmu mengapa hal itu terjadi? Pentingnya
manajemen waktu untuk tim.)
➔ Apakah kamu senang dengan kolaborasi Anda sendiri dalam
aktivitasnya? Dengan anggota tim Anda? -> pastikan siswa berbicara jujur satu sama lain
dengan saling menaruh sikap hormat.
➔ Apa yang kamu pelajari? Apa yang akan kamu lakukan secara berbeda lain kali?
- Guru menjelaskan tentang pentingnya mengembangkan keterampilan berkolaborasi dan
kerja tim sebagai kompetensi unggul. (catatan: penting menjelaskan perbedaan keduanya.
Kolaborasi adalah kerjasama dalam hubungan sejajar. Kerja tim adalah kerjasama yang
membutuhkan pemimpin dan anggota. Setiap anggota mempunyai perannya masing-
masing. Pemimpin mempunyai tugas untuk mengkoordinasikan anggotanya agar tujuan tim
tercapai).
- Guru menjelaskan kegiatan lanjutan yaitu mengelompokkan siswa untuk berkolaborasi dan
bekerja tim dalam menyiapkan sebuah proposal usaha. Kelompok ini akan bersama sampai
akhir projek.
- Siswa dalam satu kelompok akan memulai kegiatan dengan membuat kesepakatan bersama,
berbagi peran, dan bertukar ide. Mereka dapat mengenalkan ide-ide pribadi yang sudah
mereka buat pada kegiatan-kegiatan sebelumnya sebagai alternatif ide untuk didiskusikan
dalam tim saat memutuskan ide usaha kelompok.
Tugas:
- Menulis jurnal
- Berdiskusi kelompok
V. TAHAP AKSI
Kegiatan 10 Strategi dan Inovasi dalam Berwirausaha
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa memahami bauran pemasaran sebagai bagian dari strategi dalam berwirausaha
- Siswa mendemonstrasikan kemampuan berpikir kritis tentang konsep pemasaran melalui
aktivitas yang dilakukan
- Siswa memahami inovasi sebagai bagian dari keberlanjutan sebuah usaha
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan materi untuk penjelasan tentang bauran pemasaran 4P. Guru dapat
mengundang guru mapel ekonomi/bisnis dan manajemen untuk menjadi pemateri tamu di kelas.
Guru juga dapat memutarkan video untuk penjelasan ini. Untuk kegiatan pembuka, guru dapat
memantik siswa dengan membawa beberapa barang konsumsi (atau menunjukkan gambarnya).
Pelaksanaan:
- Guru menunjukkan gambar produk lalu mendiskusikan dengan siswa pertanyaan-
pertanyaan tentang produk. Contoh ada pada jurnal.
Guru memberikan penjelasan: Produk dapat berupa barang, jasa, atau acara. Barang adalah
sesuatu yang digunakan atau dikonsumsi (contoh: makanan, minuman, alat tulis). Jasa
adalah sesuatu yang orang lakukan untuk membantu kita (jasa angkutan, potong rambut).
Acara adalah kegiatan bertema untuk suatu tujuan (contoh: konser musik, kompetensi
olahraga)
- Guru mendiskusikan dengan siswa pertanyaan-pertanyaan tentang produk, harga, promosi,
dan tempat . (pertanyaan panduan ada pada jurnal)
- Guru membuka diskusi dengan siswa tentang teknologi. Siswa berbagi pengalaman mereka
menggunakan teknologi sehari-hari dan bagaimana teknologi mempengaruhi kehidupan.
- Guru bersama siswa menyaksikan contoh inovasi pada teknologi. Pertanyaan: bagaimana
inovasi dengan menggunakan teknologi membantu memecahkan masalah dan
meningkatkan efisiensi serta produktivitas. (pertanyaan panduan pada jurnal)
Tugas: Mengamati perkembangan teknologi di daerah. Apa aspek kehidupan yang berubah dalam
sepuluh tahun terakhir? Apa manfaat dari inovasi di bidang teknologi bagi aspek kehidupan
tersebut?
Kegiatan 11 Penyempurnaan Karya dan Strategi
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa mengembangkan kesadaran akan pentingnya kolaborasi dan kerjasama tim
- Siswa melibatkan diri dalam aktivitas kerjasama tim yang berfokus pada penyelesaian
projek
- Siswa mampu mengkomunikasikan ide di depan khalayak
Waktu: 12JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru meluangkan waktu secara berkala untuk mengecek perkembangan siswa. Kegiatan
ini lebih banyak dilakukan secara mandiri oleh siswa. Guru dapat mendampingi jika siswa
memerlukan bantuan dalam hal berhubungan dengan pihak ketiga atau pihak lain di luar sekolah.
Pelaksanaan:
- Guru mendiskusikan progres perkembangan pembuatan rencana usaha siswa.
Diskusi dilakukan per kelompok.
- Guru menginformasikan sumber-sumber belajar tambahan yang membantu siswa
menyelesaikan perencanaan usahanya.
- Guru memfasilitasi kegiatan siswa yang berhubungan dengan penyelesaian
perencanaan usaha (melakukan survey, wawancara, pembuatan prototype,
peminjaman alat/ruang sekolah, komunikasi dengan orang tua, komunikasi dengan
guru mapel yang terkait seperti guru ekonomi/manajemen, guru matematika, dan
lainnya, atau pihak lain yang dapat membantu siswa)
- Guru membagikan jadwal presentasi kelompok dan check list kelengkapan
presentasi proposal usaha kepada siswa
- (pada hari yang ditentukan) Siswa bersama kelompoknya mempresentasikan
proposal usaha. Guru (bersama tim penilai) akan memberikan masukan bagi
perbaikan proposal usaha siswa.
- Siswa melanjutkan penyempurnaan proposal usaha dan prototype produk.
Tugas:
- Melakukan kegiatan mandiri (bersama kelompok) penyelesaian proposal usaha dan
persiapan presentasi proposal
- Membuat perbaikan dan penyempurnaan proposal usaha da prototype produk.
Kegiatan 12 Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa memahami tantangan yang dihadapi oleh wirausahawan
- Siswa memahami faktor-faktor penting dalam menciptakan usaha yang berkelanjutan
Waktu: 12JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Ada dua hal yang akan dilakukan pada kegiatan ini, yaitu Projek Unjuk Kerja dan juga
studi kasus tentang ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Untuk Projek Unjuk Kerja, Guru
dapat berkoordinasi bersama guru pendamping Projek Kewirausahaan dan P5 lainnya, Kepala
Sekolah, orangtua dan/atau pengurus OSIS agar kegiatan Projek Unjuk Kerja berjalan dengan baik.
Sambil siswa bersama kelompoknya berproses menyiapkan projek unjuk kerja selama jadwal
Kegiatan 12 berlangsung, guru dapat mengecek kesiapan siswa dan tantangan yang mereka hadapi
sambil membawakan materi tentang ketangguhan dalam menghadapi tantangan (Hukum Karnel dan
Kuis Ketangguhan). Panduan pelaksanaan di bawah ini dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
Pelaksanaan:
- Siswa bekerja secara mandiri dengan kelompoknya menyiapkan Projek Unjuk
Kerja
- Guru mendiskusikan perkembangan persiapan Projek Unjuk Kerja Siswa
berdasarkan proposal dan timeline yang sudah dibuat
- Guru mendiskusikan dengan siswa tantangan yang dihadapi selama pengerjaan
proposal dan persiapan Projek Unjuk Kerja
- Guru meminta siswa mengisi Kuis Ketangguhan pada jurnal
- Guru meminta siswa mendiskusikan hasilnya
- Guru meminta siswa membaca teks Hukum Karnel dan menghubungkannya dengan
pengalaman kewirausahaan siswa. Pertanyaan diskusi: Apa tantangan terbesar yang
kamu miliki? Bagaimana usahamu mengatasinya? Apakah tantangan ini
menyurutkan motivasimu untuk menyelesaikan/melangsungkan projek yang sedang
kamu lakukan? Jika menghadapi tantangan apa yang sebaiknya dilakukan? Berhenti
dan mencari tantangan baru atau mencari cara mengatasinya?
- Guru mendiskusikan dengan siswa faktor -faktor penting (inovasi, kreasi, relasi,
dan motivasi) dalam usaha yang berkelanjutan. Pertanyaan diskusi: Apa hubungan
faktor inovasi, kreasi, relasi, dan motivasi pada usaha yang berkelanjutan? Jika
dihubungkan dengan Projek yang sedang kalian buat, bagaimana kalian membuat
faktor inovasi, kreasi, relasi , dan motivasi mendukung keberlanjutan usaha
kalian? Jika memiliki banyak tantangan, kenapa seorang wirausahawan tetap
tangguh menjalankan usahanya?
Tugas:
- Siswa menyiapkan kelengkapan persiapan Projek Unjuk Kerja sesuai panduan
- Siswa berlatih presentasi untuk persiapan Projek Unjuk Kerja
- Siswa membersihkan dan merapikan ruangan dan dokumen setelah Projek Unjuk Kerja
selesai
VI. TAHAP REFLEKSI
Kegiatan 13 Refleksi
Tujuan Pembelajaran:
- Siswa merefleksikan pengalaman belajar mereka lewat jurnal refleksi
- Siswa mampu merefleksikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kewirausahaan yang
dibangun untuk masa depan
Waktu: 4JP
Bahan: jurnal siswa, alat tulis, buku bacaan, perangkat audio visual, komputer dengan jaringan
internet, narasumber, kunjungan
Peran Guru:Moderator/Fasilitator/Narasumber/Supervisi/Konsultasi
Persiapan: Guru menyiapkan lembar refleksi (secara cetak atau digital) atau menuliskan pertanyaan
refleksi pada papan tulis
Pelaksanaan:
- Guru meminta siswa mengerjakan refleksi pribadi dengan menggunakan pertanyaan
panduan pada jurnal
- Guru meminta siswa duduk berkelompok dan berbagi hasil refleksinya
- Guru mengajak seluruh siswa untuk sebuah diskusi kelas, meminta perwakilan untuk
berbagi tentang refleksi pribadi dan refleksi kelompok
- Guru meminta siswa melihat pohon harapan dan kekhawatiran yang dibuat di awal kegiatan
dan meminta pendapat siswa tentang hal ini.
- Guru memberi penutup dengan mengucapkan selamat atas komitmen dan keberhasilan
siswa menjalani Projek Kewirausahaan dan memberikan pesan bahwa pengetahuan,
keterampilan, dan sikap kewirausahaan yang dibangun pada projek ini dapat diaplikasikan
dan membawa manfaat bagi kehidupan kini dan masa depan
Tugas:
- siswa memastikan kelengkapan jurnal atau berkas belajar Projek Kewirausahaan lalu
mengumpulkannya dalam bentuk portfolio
JURNAL
Lampiran: Kegiatan 1
Apa yang kalian harapkan dari Projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda pada P5
Tema Wirausaha ini?
Apa kekhawatiran yang kalian miliki dari Projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda
pada P5 Tema Wirausaha ini?
Apa tantangan yang kalian perkirakan akan kalian hadapi dari Projek Menggali Potensi Daerah
Lewat Wirausaha Muda pada P5 Tema Wirausaha ini?
Harapan Kekhawatiran Tantangan
Perjanjian Kelas -> Contoh
Agar projek Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda dapat terlaksana dengan baik, maka
kita wajib:
- Mengikuti kegiatan dengan teratur
- Bersikap terbuka
- Menaruh hormat pada diri sendiri dan orang lain
- Bekerja sama
Lampiran: Tentang Wirausaha
Contoh hasil diskusi anak tentang wirausaha Jualan
produk
barang
jasa
kaya
uang
usaha
kerja keras
los
lelah
kerja sama
solusi
resiko
inisiatif
kesempatan
ide
manajemen
perencanaan
pengetahuan
visioner
kewirausahaan
Lampiran tentang gambar
Gambar B
Gambar A Gambar D
Gambar C
Gambar E
Gambar F
Kegiatan menonton video tentang wirausaha:
https://www.youtube.com/watch?v=gjGwlM5s-lw
Lampiran artikel tokoh Wirausahawan Indonesia
Biografi Bob Sadino
Indonesia bukan hanya kaya akan hasil alam saja namun juga sumber daya manusia yang kompeten.
Ada banyak tokoh terkenal dengan perjalanan hidup inspiratif dari berbagai bidang termasuk usaha.
Berikut biografi salah satu pengusaha pangan dan peternakan sukses Bob Sadino.
Latar Belakang Bob Sadino
Pengusaha nyentrik dengan gaya berbusana khas baju safari dan celana pendek ini memiliki nama
asli Bambang Mustari Sadino. Ia lahir dari pasangan suami istri Sadino dan Itinah Soeraputra pada 9
maret 1933 di Tanjungkarang, Lampung kemudian wafat di Jakarta tanggal 19 januari 2015.
Bob sadino merupakan bungsu dari lima bersaudara. Ia menikah dengan Soelami Soejoed dan
mempunyai dua anak perempuan bernama Shanti Dwi Ratih serta Mira Andiani.
Beliau berasal dari keluarga yang berkecukupan. Ayahnya, Sadino merupakan seorang guru dan
menjadi kepala sekolah. Pergaulannya tentu lebih baik mengingat sang ayah termasuk amteenar
atau pegawai negeri zaman Hindia Belanda. Ibunya sendiri bernama Itinah Soeraputra.
Pendidikan Bob Sadino
Latar belakang keluarga yang mumpuni membuat Bob Sadino tidak sulit mendapatkan pendidikan
layak mulai dari SD hingga SMA. Oleh karena itu, dapat dibilang bahwa kehidupannya cukup
memadai dibandingkan anak seusianya di masa itu.
Pendidikan Bob Sadino berawal dari SR atau Sekolah Rakyat setingkat SD di Yogyakarta pada
1947. Setelah itu ia melanjutkan SMP (1950) dan SMA (1953) di Jakarta.
Setelah lulus SMA Bob Sadino sempat bekerja di PT. Unilever namun hanya beberapa bulan.
Kemudian ia mengikuti temannya mendaftar kuliah Fakultas Hukum di Universitas Indonesia
sebelum akhirnya memutuskan untuk meninggalkan pendidikannya dan memilih pekerjaan.
Jenjang Karir Bob Sadino
Selepas meninggalkan bangku kuliahnya sebelum lulus Bob Sadino kembali menjadi karyawan
Unilever hingga beberapa tahun. Setelah itu, ia bekerja di perusahaan pelayaran Jakarta Lyod dan
melancong ke luar negeri. Berikut ulasan lengkap mengenai perjalanan karirnya sebelum sukses:
1. Menjadi sopir
Saat bekerja di pelayaran Djakarta Lloyd Bob Sadino sering melanglang buana ke luar negeri
terutama Belanda dan Jerman sehingga kemampuan bahasa asingnya meningkat. Di sana
pergaulannya semakin luas namun selalu merasa tertekan menjadi atasan.
Akhirnya pada 1967 Bob Sadino dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia menggunakan gajinya saat
bekerja di Eropa dan warisan orang tuanya untuk membeli 2 buah Mercedes lalu membuka usaha
sewa mobil merangkap sebagai sopirnya. Sayangnya terjadi kecelakaan sehingga kendaraan mewah
tersebut rusak.
2. Menjadi Kuli Bangunan
Kerusakan akibat kecelakaan pada mobil Mercedes miliknya terlalu parah sehingga Bob Sadino
tidak mempunyai dana yang cukup melakukan perbaikan. Untuk menyambung hidup keluarga
akhirnya ia memutuskan menjadi seorang kuli bangunan.
Saat itu upah harian Bob Sadino sebagai kuli bangunan hanya Rp. 100. Tekanan hidup yang ia alami
sempat membuatnya depresi hingga suatu hari sahabatnya memberi saran untuk mengobatinya
dengan memelihara ayam dan dari sanalah inspirasi berwirausaha ternak muncul.
3. Merintis Telur Ayam Negeri
Bob Sadino mampu melihat peluang bisnis dari ukuran telur ayam lokal lebih kecil daripada yang
ada di luar negeri. Minimnya modal membuat ia menghubungi sahabatnya, Sri Mulyono
Herlambang untuk mengirimkan 50 bibit broiler langsung dari Belanda.
Mengingat bahwa ia bukan lulusan sarjana peternakan, Bob Sadino mempelajari cara
mengembangbiakkan ayam broiler dari majalah peternakan berbahasa Belanda. Berbekal hal
tersebut pengusaha nyentrik ini pun berhasil dan menjual telur ayamnya kepada tetangga tempat
tinggalnya.
Pengalaman hidup di Eropa dan kefasihannya dalam berbahasa Inggris memudahkan Bob Sadino
untuk memasarkan telur kepada tetangga yang kebanyakan ekspatriat atau orang asing. Berkat
mempertahankan keuletan, penjualan meningkat dari beberapa saja dalam sehari menjadi puluhan
kilo.
4. Merambah Bisnis Sayur Mayur
Setelah cukup sukses menjual telur ayam broiler, Bob Sadino kembali sadar terdapat peluang dalam
banyaknya sayur mayur serta buah-buahan luar negeri yang belum ada di Indonesia. Akhirnya ia
memperkenalkan jagung manis, brokoli dan melon.
Bob Sadino juga menjadi orang yang memperkenalkan cara berkebun secara hidroponik di
Indonesia sehingga dapat menghasilkan sayuran segar. Padahal saat itu belum ada satupun
perladangan yang menerapkan sistem tersebut. Ia pun bekerjasama dengan para petani lokal untuk
mengembangkan bisnis Kem Farm.
5. Mendirikan Perusahaan
Akhirnya Bob Sadino mendirikan perusahaannya sendiri di tahun 1970 bernama Kem Chicks. Ini
merupakan supermarket yang menyediakan berbagai produk pangan impor untuk masyarakat
Jakarta. Lokasinya berada di jalan Kemang Raya nomor 3-5 di Ibu Kota.
Melihat permintaan daging sosis semakin meningkat Bob Sadino memanfaatkan peluang tersebut
untuk mendirikan perusahaan Kemfood pada tahun 1975. Ini merupakan pelopor industri daging
olahan di Indonesia. Produk andalannya yaitu burger, bakso dan lain sebagainya.
Perusahaan Bob Sadino terbilang sukses jika melihat catatan awal 1985 yang menunjukkan rata-rata
penjualannya sudah konsisten 40 – 50 ton daging segar, 60 – 70 ton daging olahan, dan 100 ton
sayuran.
6. Melebarkan Bisnis ke Bidang Properti
Bob Sadino tidak berhenti mengembangkan bisnisnya. Kali ini ia merambah bidang properti dengan
melakukan kerjasama bersama Agung Sedayu Group untuk mendirikan The Mansion at Kemang
yaitu perpaduan pusat perbelanjaan, apartemen dan perkantoran.
Mansion at Kemang masih satu lokasi bersama Kem Chicks yaitu berada di jalan Kemang Raya
nomor 3-5 Jakarta. Bob Sadino melengkapi gedung 32 lantai dengan ruang apartemen sejumlah 180
unit dan pertokoan 10 unit.
Bob Sadino Menjadi Motivator para Pengusaha
Meskipun telah sukses dan menjadi konglongmerat, Bob Sadino tetap menjadi sosok ramah dan
bersahaja. Pria yang gemar mengenakan busana santai baju safari dan celana pendek ini juga dikenal
sangat menyukai musik country.
Setelah sukses, Bob Sadino juga sering tampil di layar televisi nasional untuk memberikan motivasi.
Ia berbagi pengalaman suka dukanya dalam meniti usaha kepada khalayak umum. Berikut beberapa
quotes yang pernah terlontar dari pengusaha berpenampilan nyentrik ini.
● “Setinggi apapun pangkatnya Anda tetaplah karyawan, sekecil apapun usahanya Anda
adalah bosnya”
● “Saya bisnis mencari rugi sehingga semangat dan jika untung bertambahlah rasa
syukur”
● “Di balik harapan selalu diikuti kekecewaan jadi berhentilah berharap”
● Selain itu masih banyak quotes dari Bob Sadino yang mampu memotivasi para calon
pengusaha sukses supaya tidak mudah menyerah.
Wafatnya Bob Sadino
Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Bob Sadino sempat menjalani perawatan di Rumah
Sakit Pondok Indah selama dua bulan.
Kemudian pada hari senin tanggal 19 januari 2015 ia wafat setelah berjuang dengan penyakit infeksi
saluran pernafasan kronis.
Bob Sadino sendiri sudah tidak sadarkan diri dalam kurun waktu 2 – 3 minggu sebelumnya. Selain
karena usia lanjut, kondisinya memang semakin menurun semenjak wafatnya sang istri pada bulan
juli 2014.
Demikian biografi lengkap salah satu tokoh pengusaha sukses Indonesia Bob Sadino. Semoga
perjalanannya dalam memulai bisnis dari nol dapat menginspirasi Anda.
Sumber:
https://www.akudigital.com/bisnis-tips/biografi-bob-sadino/
Video Wirausahawan Indonesia: Bob Sadino
https://www.youtube.com/watch?v=C53YPi9jBGk&t=370s
https://www.youtube.com/watch?v=AMDtLJGT7m4
https://www.youtube.com/watch?v=jOWhn9El5fg
Lembar Kerja setelah Membaca Artikel/Menonton Video
1. Apa yang menjadi alasan sang tokoh mulai menjadi wirausahawan?
2. Apa produk/jasa yang dihasilkan?
3. Apa saja tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usaha?
4. Apa yang memotivasi tokoh untuk tetap bertahan dan berkembang?
5. Apa saja strategi yang ditunjukkan tokoh dalam menjalankan usaha?
6. Bagaimana sikap atau karakteristik tokoh?
7. Apakah kamu memiliki sikap dan karakteristik yang sama dengan tokoh?
8. Apa pesan moral yang dapat diambil dari kisah tentang tokoh tersebut?
Lampiran lembar tugas mencari tokoh wirausahawan di sekitar
Nama tokoh wirausahawan:
Produk/Jasa yang dihasilkan:
Lama waktu berusaha:
Lokasi usaha:
Kegiatan sehari-hari: (proses produksi)
Sumberdaya yang digunakan:
Kisah perjalanan usaha:
Karakter tokoh:
Yang dapat dipelajari dari kisah tokoh:
Lampiran Kegiatan 2
Usaha Impian
Andai ini adalah tokomu. Tulislah dan hiaslah toko ini dengan usaha impianmu.
Tulis nama toko, harga barang/jasa, gambar produk, keterangan lain.
Tambahan informasi untuk dituliskan.
Bagaimana bentuk produk usahamu? Gambarkan ide bisnismu.
Alat dan bahan apa yang kamu butuhkan?
Siapa saja orang yang akan bekerja bersamamu?
Bagaimana kamu akan menjalankan usahamu?
Saya saat ini Impian saya di masa depan Yang saya usahakan agar
impian saya menjadi
kenyataan
Impian Saya di Masa Depan :
Nama Ilustrasi
Kalimat motivasi:
Saat saya dewasa, cita-cita saya adalah ...………………
Karena…….
Saya berbakat dalam bidang: Saya memiliki sikap berikut….. (lingkari 3
1. …………………… sikap yang sangat menggambarkan dirimu saat
2. …………………… ini.)
3. …………………...
Hal penting dalam hidup saya adalah
…………………………………………………
…………………………………………………
…...
Jika saya sukses, maka saya akan
…………………………………………………
…………………………………………………
…...
Lampiran Kegiatan 3
Kuesioner Cocok jadi wirausahawan.
Berilah bobot pada 10 pertanyaan kuesioner di bawah ini sesuai dengan apa yang kamu rasakan.
1-------------------2----------------------3--------------------4----------------------5
Sangat tidak cukup setuju sangat
tidak setuju setuju setuju
setuju
1. ….. Saya menyukai tantangan untuk mencoba melakukan sesuatu yang baru
2. ….. Saya rela bekerja keras asal dapat mewujudkan mimpi saya
3. ….. Saya adalah orang yang jujur, dapat dipercaya dan diandalkan oleh teman, guru, dan
keluarga.
4. ….. Saya merasa sangat puas saat dapat menyelesaikan tugas dengan baik
5. ….. Saya selalu menyelesaikan tugas yang saya miliki meskipun banyak tantangan yang
dihadapi
6. ….. Saya dapat membuat keputusan secara mandiri
7. ….. Saya berani mengambil resiko dan belajar dari kesalahan
8. ….. Saya dapat bekerja dengan baik pada situasi yang beragam
9. ….. Saya memiliki kepribadian/keahlian/keterampilan yang unik yang tidak dimiliki semua
orang.
10. ….. Ayah/Ibu saya adalah seorang pengusaha
Nilai Petunjuk Nilai
41-50 Kamu sangat cocok menjadi seorang pengusaha
31-40 Kamu punya potensi menjadi seorang pengusaha
21-30 Kamu dapat belajar menjadi seorang pengusaha dengan fokus pada
10- 20 pengembangan diri
Kamu lebih tertarik pada profesi selain menjadi seorang pengusaha
Diskusi. Menjadi pengusaha sukses: bakat atau pilihan?
Menjadi Seorang
Pengusaha Sukses
⇦
⇨ pilihan ?
bakat ?
Menurut saya …..
Karena …...
Mencoba hal baru Minggu ini.
Apa saja manfaat mencoba hal-hal baru?
Mencoba hal-hal baru meningkatkan kesadaran diri, merangsang kreativitas, membantu mengatasi
rasa takut, meningkatkan kepercayaan diri, membangun kebijaksanaan, dan memungkinkan Anda
untuk melihat dunia dari perspektif yang berbeda.
Mengapa sulit sekali untuk melakukannya?
Sebagian dari kita kadang sulit untuk mencoba hal-hal baru. Biasanya karena kita sudah merasa
nyaman dengan hal yang kita sukai atau sudah sering lakukan. Pemikiran yang muncul atas
ketidaknyamanan yang mungkin terjadi akan membuat kita enggan mencoba hal baru meskipun
kita tertarik akan hal itu.
Bagaimana saya dapat meyakinkan diri saya untuk melakukannya?
Menuliskan daftar hal-hal baru yang ingin dilakukan, menuliskan alasannya dan kapan kalian akan
melakukannya akan sangat membantu hal itu dapat terlaksana.
Minggu ini, cobalah melakukan sesuatu hal baru yang selalu kamu inginkan, dan tuliskan
perasaanmu atas pengalaman tersebut. Berikut beberapa ide baik yang dapat kamu lakukan
minggu ini.
- Menelepon kerabat jauh atau sahabat lama menanyakan kabar mereka
- Memasak menu baru dari inspirasi
- Melukis dengan
- Mendaftar seminar atau pelatihan keterampilan
- Dan sebagainya
Hal baru yang aku lakukan minggu ini adalah …..
Aku melakukannya karena….
Perasaanku setelah melakukannya adalah…..
Lampiran Kegiatan 4
Mengamati peta penyebaran negara-negara menurut
Sumber: https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Developed_and_developing_countries.PNG
Kegiatan
Kegiatan mengamati dan membandingkan sumber daya dua negara dan kemampuan ekonomi
yang dimiliki.
Pertanyaan:
- Di mana letak geografis negara tersebut?
- Apa sumber daya yang dimiliki tiap negara?
- Apakah negara tersebut termasuk dalam berkembang atau maju menurut kemampuan
perekonomiannya? Apa yang menyebabkan?
1
Negara A: Qatar Negara B: Sudan
2
Negara A: Belanda Negara B: Kolombia
3
Negara A: Indonesia Negara B: Singapura
4 faktor sumberdaya yang mendukung kemajuan ekonomi suatu negara
Sumber Daya Alam Sumber Daya Manusia
Kekayaan alam yang mendukung proses Kuantitas dan kualitas tenaga kerja yang
produksi (luas wilayah, kesuburan tanah, hutan, dibutuhkan dalam proses produksi.
bahan tambang, minyak, gas, laut).
Sumber Daya Modal Kewirausahaan
Kekayaan teknologi, uang, mesin, serta alat dan Para wirausahawan yang menggabungkan input
infrastruktur lainnya yang mendukung proses sumber daya alam, tenaga kerja, dan modal
produksi untuk menghasilkan barang atau jasa dengan
tujuan menghasilkan keuntungan atau mencapai
tujuan nirlaba.
Orang-orang ini membuat keputusan yang
menentukan arah bisnis mereka; mereka
menciptakan produk dan proses produksi atau
mengembangkan layanan. Mereka menjadi
pengambil resiko karena tidak mendapat
jaminan keuntungan sebagai imbalan atas waktu
dan usaha mereka. Akan tetapi, jika perusahaan
usaha mereka berhasil, mereka akan mendapat
keuntungan.
Sumber: https://pressbooks.senecacollege.ca/introbusinessbam101/chapter/chapter-1-economic-
systems-and-business/ diterjemahkan.
Lembar Kerja: Potensi Daerah
Hasil Riset/Observasi/Wawancara/Kunjung Kerja Sumber Daya Manusia
Potensi Daerah ……
Oleh:............
Sumber Daya Alam
Sumber Daya Modal Kewirausahaan
Catatan Penting lainnya
Sumber:
Lampiran Kegiatan 5
Lampiran: Artikel
Borobudur Ramai Wisatawan Tetapi 3 Desanya Dilanda Kemiskinan
Daya pikat Candi Borobudur sebagai destinasi wisata memang tak perlu diragukan. Dibangun pada
abad ke-IX, di atas bukit yang dikelilingi pegunungan kembar (Merapi-Merbabu & Sindoro
Sumbing), monumen Buddha terbesar di dunia itu adalah magnet bagi para pelancong lokal dan
mancanegara.
Dengan kunjungan rata-rata 3,5-3,8 juta turis per tahun, wisata Candi Borobudur jadi penopang
pendapatan pariwisata di Kabupaten Magelang—pada 2015 menyetor Rp96,49 miliar atau 95,93
persen dari total pendapatan obyek wisata.
Namun, besarnya pendapatan itu tak serta-merta berdampak pada perekonomian masyarakat desa di
sekitarnya.
Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPD) Jawa Tengah mencatat, tiga desa di
Kecamatan Borobudur masih masuk dalam zona merah kemiskinan, yakni Giri Tengah, Ngadiharjo
dan Wringinputih.
Saya menyaksikan langsung bagaimana kondisi Giri Tengah, berjarak sekitar 7 kilometer dari Candi
Borobudur, pada Rabu, 13 November lalu. Dibandingkan desa yang lebih dekat lokasinya dengan
Candi Borobudur, pembangunan infrastruktur Giri Tengah memang terlihat masih minim.
Beberapa titik jalan belum teraspal, berlubang dan terlihat gelap saat saya melewatinya jelang
Maghrib karena tak ada penerangan. Kondisi ini membuat akses ke Giri Tengah yang menanjak dan
berkelok di kaki perbukitan Menoreh rawan kecelakaan.
Turis dari Candi Borobudur juga jarang ada yang berkunjung meski desa itu punya potensi
pariwisata yang tak kalah menarik: kerajinan pahat topeng kayu, anyaman bambu, batik tulis, hingga
gamelan.
Mati Suri Balkondes
Sebenarnya, desa-desa di Kecamatan Borobudur punya Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang
dapat kucuran dana corporate social responsibility BUMN, PT Taman Wisata Candi Borobudur.
Balai yang diresmikan serentak di 20 desa pada tahun 2017 itu diharapkan jadi ruang bagi
masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonomi desanya masing-masing.
Namun hingga sekarang, manfaatnya belum benar-benar dirasakan. Pengelola Balkondes Giri
Tengah, Cahyo Sipiani mengatakan, waktu kunjungan turis yang relatif sebentar di Candi
Borobudur jadi salah satu penyebab sepinya kunjungan ke desanya.
Para pelancong biasanya hanya mampir ke Borobudur, lalu kembali ke penginapan mereka di
Yogyakarta. Padahal, jika mereka singgah lebih lama, banyak potensi pariwisata lain yang bakal
berkembang di desa-desa Kecamatan Borobudur.
"Sejarah Giri Tengah ini jadi saksi peperangan Pangeran Diponegoro dulu, jadi banyak petilasan-
petilasan, dari ujung sana sampai ujung sana, itu ada ceritanya semuanya," ungkapnya.
Selain itu, menurut Cahyo, pengelola Candi Borobudur juga masih kurang promotif terhadap potensi
wisata desa-desa setempat.
Hal serupa juga disampaikan oleh Aan Hermawan, 42 tahun, salah satu pengelola Balkondes di
Desa Majaksingi. Menurutnya masih ada ketimpangan antara Balkondes Majaksingi dengan
Balkondes lain yang lokasinya lebih dekat dengan candi.
Desa Majaksingi sendiri memiliki beberapa produk unggulan seperti sangkar burung, kesenian
pitutur, kerajinan bambu, dan kerajinan besek. Mereka juga menawarkan wisata caving Gua Maria
Watu Tumpeng.
Aan bahkan menyebut tak hanya Balkondes Majaksingi dan Giri Tengah saja yang lesu dan sepi.
"Balkondes Kebonsari, Balkondes Tanjungsari, dan Balkondes Wringinputih seperti 'mati suri'.
Bahkan Wringinputih bangunannya lapuk sebab pakai bambu," tuturnya.
Supoyo, 38 tahun, seorang pengrajin gerabah di Dusun Klipoh, Desa Karanganyar, Borobodur,
mengamini hal tersebut. Dusun Klipoh sendiri jadi desa wisata kerajinan gerabah tradisional; ada 85
keluarga yang memproduksi gerabah berbentuk kendi, asbak, hingga patung dari tanah.
Supoyo mengatakan, efek domino pariwisata Candi Borobudur terhadap dusunnya masih minim
karena sedikitnya para turis untuk berkunjung.
Padahal harga gerabah produksi Supoyo dan komunitas masyarakat lain di sekitar Borobudur relatif
terjangkau. Sebuah piring kecil dari gerabah yang biasa digunakan untuk tempat sambal, misalnya,
hanya dibandrol dua ribu rupiah.
Tapi, sepinya aktivitas pariwisata di Klipoh bukan sepenuhnya salah para turis. Supoyo mengatakan,
minimnya informasi mengenai desa-desa wisata di desa-desa sekitar Borobudur juga jadi salah satu
penyebab.
"Yang pasti kan untuk kegiatan wisata kan harus kontinyu, kalau misalnya cuma beberapa langkah
terus wisatawan sudah lelah setelah dari Candi Borobudur, enggak menutup kemungkinan tamu
yang hadir akhirnya enggak mampir ke desa-desa wisata," ujarnya saat ditemui Tirto, Rabu
(13/11/2019) lalu.
Upaya Kembangkan Wisata Sejarah
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membenarkan bahwa selama ini
turis yang datang ke Candi Borobudur hanya enggan mencari wisata alternatif di desa-desa sekitar
milik rakyat lokal.
Karena itu, pemerintah tengah merancang konsep wisata Borobudur dengan gaya interpretative tour
dan storytelling.
Pasalnya, selama ini tour guide yang membawa wisatawan ke Candi Borobudur hanya menceritakan
sejarah candi yang normatif saja tanpa ada kisah-kisah lainnya.
Anggota Tim Percepatan Pengembangan Wisata Sejarah, Religi, Seni, Tradisi, dan Budaya
Kemenparekraf RI, Revalino Tobing, mengatakan akademisi penting untuk dilibatkan karena
mereka dapat menggali konsep wisata dari narasi-narasi sejarah yang telah ada.
Beberapa yang telah ditawarkan untuk ikut bekerja sama adalah dosen sejarah, antropologi,
arkeologi, dan kajian budaya dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Bisa juga diangkat mengenai orang-orang sekitar Borobudur di masa lampau dan masa kini
sehingga bagaimana faktor yang membuat Borobudur menunjang kehidupan warga sekitar sampai
sekarang. Semisal pengrajin gerabah sekarang, itu kan ada di relief-relief sejak zaman dahulu,"
katanya, Rabu (13/11/2019) lalu.
Dalam hal ini, lanjut Revalino, Supoyo dan komunitas masyarakat pengrajin gerabah di Dusun
Klipoh juga akan dilibatkan. Sementara di Giri Tengah, yang sempat menjadi lokasi perang
Pangeran Diponegoro, sangat memungkinkan masuk ke dalam wisata interpretatif tour.
Salah satu anggota Tim Penyusun Narasi Legenda Borobudur UGM, Louie Buana, membenarkan
ucapan Revalino.
Menurutnya, perlu para akademisi dan dosen yang paham mengenai narasi-narasi alternatif dari
sejarah Borobudur perlu dilibatkan agar para wisatawan agar lebih tertarik.
"Karena memang selama ini tour wisata Candi Borobudur hanya sebatas sejarah kapan dan oleh
siapa candi dibangun, tanpa pernah dipaparkan cerita-cerita menarik di balik semua relief-reliefnya.
Kami ingin mencoba memaparkan itu, tentu dengan kajian historis yang ketat dan saintifik," kata
Louie.
Sumber: https://tirto.id/borobudur-ramai-wisatawan-tapi-3-desanya-dilanda-kemiskinan-elHV
EKONOMI KREATIF : Warga Sekitar Candi Diberdayakan dengan Cara Ini
Harianjogja.com, JOGJA -- Warga di sekitar candi perlu diberdayakan untuk meningkatkan
perekonomian. Jangan sampai hanya menyaksikan wisatawan hilir mudik mengunjungi candi, tetapi
mereka juga harus mengambil peluang bisnis dari rutinitas tersebut.
"Jangan sampai mereka hanya menjadi objek tapi sudah harus menjadi subjek. Caranya dengan
membuat batik motif relief candi," kata salah satu perwakilan Balai Pelestarian Cagar Budaya
(BPCB) Jawa Tengah Wahyu Astuti saat membuka Pameran Batik Lokal Binaan Unesco, Kamis
(2/6/2016).
Pembuatan batik motif relief candi sudah dimulai oleh Unesco, organisasi Perserikatan Bangsa-
Bangsa yang memiliki perhatian pada pelestarian budaya. Sejak satu tahun lalu, Unesco telah
mendampingi warga di sekitar candi Borobudur, Prambanan, dan Candi Ijo untuk memproduksi kain
batik dengan motif yang mengeksplorasi lingkungan sekitar.
Masyarakat di sekitar Candi Sojiwan Prambanan menciptakan kain dengan motif binatang seperti
yang tertera dalam relief.
"Ada motif monyet, burung gagak, ular, kepiting, angsa, dan kambing," kata warga binaan Unesco ,
Hendra Pram, dari Dusun Kebon Dalam Kidul Prambanan.
Dalam sebulan, ia dan 13 temannya mampu membuat 13 potong kain batik. Kain tersebut dijual
mulai Rp250.000-Rp660.000 kepada para wisawatan yang berwisata ke Candi Sojiwan maupun di
desa wisata di dekat candi tersebut. Pembeli tidak hanya dari kalangan wisatawan tetapi juga
kolektor kain batik.
"Otomatis kegiatan ini akan meningkatkan perekonomian karena pendapatan kami jadi bertambah.
Semoga masyarakat lain juga akan bergabung," kata Hendra.
Batik produksi para warga binaan Unesco dipamerkan di Tirana House Kotabaru hingga 31 Juli
2016. Project Coordinator Unesco Jakarta Diana mengatakan, acara pameran ini serangkaian proses
yang dilakukan Unesco sejak 2013. Selain memberi pendampingan dan pelatihan tentang cara
membatik, warga binaan juga dilatih dalam bidang pemasaran.
"Terakhir mereka [warga binaan Unesco] kami ikutkan pameran di Inna Garuda. Kami mencoba
antarkan komunitas ini from zero to hero," tandasnya.
Sumber: https://jogjapolitan.harianjogja.com/read/2016/06/06/512/725991/ekonomi-kreatif-warga-
sekitar-candi-diberdayakan-dengan-cara-ini
Lampiran: Kegiatan 5
Analisis SWOT
Apa itu Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah sebuah bentuk evaluasi akan 4 hal penting (Kekuatan, Kelemahan, Peluang,
dan Tantangan) dalam pengambilan keputusan.
Strength (Kekuatan atau Kelebihan)
Weaknesses (Kelemahan atau Kekurangan)
Opportunities (Kesempatan atau Peluang)
Threats (Ancaman atau Tantangan)
SW adalah faktor dari dalam
OT adalah faktor dari luar
Apa fungsi dari Analisis SWOT?
Melakukan analisis SWOT membantu kita mengidentifikasi kekuatan agar dapat menyeimbangan
kelemahan kita dan juga mengatasi tantangan dengan menggunakan peluang-peluang yang ada.
Hasil analisis SWOT dapat dijadikan rujukan untuk menyusun strategi dan membuat keputusan,
baik untuk kehidupan pribadi, karir, ataupun dalam usaha.
ANALISIS SWOT
Faktor Strengths Weaknesses
Internal (Kekuatan/Kelebihan) (Kelemahan/Kekurangan)
- Apa sumber daya yang dimiliki? - Apa sumber daya yang
- Apa keunikan/kekhasan yang kurang/tidak kita miliki?
dimiliki? - Apa hal baik yang perlu
- Apa hal baik yang sudah/dapat ditingkatkan?
dilakukan? - Apa kekurangan yang orang lain
- Apa hal baik yang orang lain lihat/pikirkan tentang kita?
lihat/pikirkan tentang kita? Threats
(Ancaman/Tantangan)
Faktor Opportunities
Eksternal (Kesempatan/Peluang) - Apa saja tantangan/kesulitan yang
ada sekarang?
- Apa kesempatan/peluang yang ada
sekarang? - Bagaimana dengan situasi
persaingan?
- Bagaimana mengubah kekuatan
menjadi peluang? - Bagaimana kelemahan yang
dimiliki dapat menjadi tantangan?
Sumber: dari berbagai sumber
Lembar Kerja
ANALISIS SWOT
Faktor Internal Strengths Weaknesses
(Kekuatan/Kelebihan) (Kelemahan/Kekurangan)
Faktor Eksternal Opportunities Threats
(Kesempatan/Peluang) (Ancaman/Tantangan)
Lembar Kerja
ANALISIS SWOT
Studi Kasus Potensi Daerah ………………………..
Nama Siswa:
Faktor Internal Strengths Weaknesses
(Kekuatan/Kelebihan) (Kelemahan/Kekurangan)
Faktor Eksternal Opportunities Threats
(Kesempatan/Peluang) (Ancaman/Tantangan)