The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

03. Modul P5 Projek Kewirausahaan SMANDA Tumijajar

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by naryopengawastubaba, 2022-09-20 04:08:30

03. Modul P5 Projek Kewirausahaan SMANDA Tumijajar

03. Modul P5 Projek Kewirausahaan SMANDA Tumijajar

Lampiran Kegiatan 6

Kearifan Lokal dan Etika Berwirausaha

Kearifan Lokal Dalam Praktik Bisnis di Indonesia
Andi Wijayanto

Administrasi Bisnis FISIP Universitas Diponegoro

Kearifan lokal dapat diartikan sebagai kebiasaan-kebiasaan, aturan, dan nilai-nilai sebagai hasil dari
upaya kognitif yang dianut masyarakat tertentu atau masyarakat setempat yang dianggap baik dan
bijaksana, yang dilaksanakan dan dipatuhi oleh masyarakat tersebut. Gagasan-gagasan dari kearifan
lokal tersebut dapat terwujud ke dalam berbagai bentuk, mulai dari kebiasaan-kebiasaan, aturan,
nilai-nilai, tradisi, bahkan agama yang dianut masyarakat setempat.

Bentuk-bentuk kearifan lokal lainnya dalam masyarakat misalnya adalah norma, etika, kepercayaan,
adat-istiadat, hukum adat, dan aturan-aturan khusus. Secara substansi kearifan lokal dapat berupa
aturan mengenai kelembagaan dan sanksi sosial, ketentuan tentang pemanfaatan ruang dan perkiraan
musim untuk bercocok tanam, pelestarian dan perlindungan terhadap kawasan sensitif, serta bentuk
adaptasi dan mitigasi tempat tinggal terhadap iklim, bencana atau ancaman lainnya.

Proses sosialisasi nilai-nilai kearifan lokal dilakukan sejak anak-anak. Pada usia anak-anak, nilai-
nilai tertentu biasanya akan mudah mengendap dibandingkan pada usia dewasa. Tidak hanya nilai-
nilai filosofis yang disosialisasikan sejak dini, demikian juga dengan nilai-nilai utama dalam bidang
bisnis. Pada masa anak-anak nilai-nilai penting dalam bidang bisnis di Indonesia umumnya
ditanamkan melalui permainan-permainan. Indrawati (2007) pernah melakukan penelitian terhadap
17 jenis permainan anak-anak pada masyarakat Sunda. Penelitiannya menemukan berbagai nilai-
nilai kearifan lokal yang sangat penting dalam membentuk jiwa bisnis dalam diri anak-anak,
misalnya adalah kejujuran, kesabaran, patuh pada aturan dan peran, melatih tanggung jawab,
kebijaksanaan untuk membedakan mana yang baik dan buruk, melatih jiwa kepemimpinan,
kerjasama, kebersamaan, kekompakan, musyawarah untuk mencapai kesepakatan, tidak egois, tidak
mudah putus asa, berkorban untuk kepentingan orang lain, kewaspadaan, berani mengambil risiko
dan konsekuensi terhadap pilihan yang dibuatnya, disiplin diri, kemurahan hati, menghargai kawan
dan lawan, mengetahui tugas dan kewajiban, menempatkan diri berdasarkan batasan aturan dan
peran, keuletan, semangat daya juang, melatih kepekaan, self-endurance, tahan terhadap godaan,
serta teguh pada pendirian.

Pada masyarakat Jawa, barangkali salah satu ungkapan yang paling populer dan merupakan produk
kearifan lokal adalah ungkapan “alon-alon asal kelakon”. Ungkapan ini seringkali dimaknai secara
salah yaitu diartikan sebagai kelambanan atau tidak responsif terhadap perubahan yang terjadi.
Padahal dalam ungkapan ini terdapat nilai kearifan lokal yang ingin disampaikan kepada masyarakat
Jawa, khususnya dalam pengambilan keputusan yang merupakan salah satu fungsi terpenting dalam
kepemimpina bisnis. Nilai-nilai tersebut adalah tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan,
penuh kehati-hatian, cermat dan teliti, dikaji dan dipertimbangkan secara mendalam sebelum
mengambil keputusan.

Kepemimpinan dalam masyarakat Jawa juga diwarnai oleh falsafah Ing Ngarsa Sung tuladha, Ing
Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Seorang pemimpin harus bisa memberi contoh yang
baik, membangun prakarsa atau ide dan kemauan, serta memberi dorongan atau motivasi kepada
staf bawahan. Budiyanto (2010) dalam penelitiannya mengenai pengembangan ketahanan pangan
berbasis pisang melalui revitalisasi nilai kearifan lokal di wilayah Kabupaten Lumajang, Malang,
dan Blitar menyebutkan bahwa terdapat beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang sangat mendukung
pengembangan bisnis pisang di kawasan tersebut. Misalnya adalah adanya tradisi pemanfaatan
pisang dalam acara-acara budaya dan tradisi, seperti untuk acara kemantenan, sunatan, nyadran,
maupun acara adat lainnya sebagaimana berkembangnya usaha ternak di daerah Sumba karena
digunakan dalam acara-acara budaya dan tradisi (priyanto dalam Budiyanto, 2010). Nilai-nilai 5
kerjasama sebagai salah satu nilai penting dalam organisasi bisnis juga dapat dilihat dengan kegiatan
usaha yang dilakukan dengan semangat gotong-royong.

Pada sebagian masyarakat Indonesia, nilai-nilai kearifan lokal dalam praktik bisnis juga banyak
diwarnai oleh nilai-nilai religi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia,
nilai-nilai islam cukup mewarnai kearifan lokal dalam praktik bisnis. Sebagai missal nilai-nilai
tentang riba, timbangan jual beli, pola hidup sederhana, tidak berlebihan dan tidak melampaui batas,
tidak berbuat kerusakan pada lingkungan sekitar, kewajiban zakat dan shadaqah, serta bekerjasama
dalam usaha.

Sementara itu Setyadi (2012) melakukan penelitian nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam
tembang Macapat bagi masyarakat Jawa. Beberapa nilai kearifan lokal dalam tembang Macapat
yang relevan bagi praktik bisnis di Indonesia terbagi menjadi dua klasifikasi, yaitu klasifikasi
permintaan dan klasifikasi larangan. Berupa permintaan antara lain adalah hendaklah menjaga
keprofesionalan, berusaha keras dalam meraih cita-cita, rajin dan teliti, sabar, hati-hati dan cermat,
musyawarah untuk perkara yang kecil maupun besar, tidak individualis, senang menimba ilmu atau
belajar tekun, berhati-hati dalam mengambil keputusan, serta mencari kesempurnaan hidup.
Sedangkan yang berupa larangan misalnya adalah tidak sombong, angkuh, dan congkak, tidak suka
disanjung dan disuap maupun menyuap, tidak suka mengobral janji.

Di Indonesia, salah satu etnis yang terkenal keuletannya dalam melakukan bisnis selain masyarakat
Minang dan Bugis adalah masyarakat Madura. Seperti halnya masyarakat Minang, aktifitas bisnis
masyarakat Madura bisa ditemui hampir di seluruh kota-kota di Indonesia. Djakfar (2011) meneliti
kearifan lokal masyarakat Madura yang menjadi landasan etos kerja mereka. Hasil penelitiannya
menemukan bahwa bagi masyarakat Madura berlaku ungkapan "abantal omba' asapo' angin"
(berbantal ombak dan berselimut angin). Ungkapan ini menyiratkan bahwa orang Madura selama
dua puluh empat jam dalam kondisi bekerja dan pantang menyerah. Peribahasa inilah yang menjadi
landasan sikap kerja keras pebisnis etnis Madura perantau. Peribahasa lainnya yang dianut antara
lain adalah atonggul to'ot (memeluk lutut) dan nampah cangkem (bertopang dagu) untuk menyebut
mereka yang bersikap malas. Bahkan ungkapan yang lebih sinis lagi bagi masyarakat Madura
misalnya adalah ja' gun karo abandha peller (jangan hanya bermodalkan kemaluan saja) untuk
menyebut para suami kepala keluarga yang malas bekerja untuk menafkahi anak istri. Semangat
juang para pebisnis dari Madura untuk berwirausaha juga kental dengan semangat untuk memiliki
harga diri yang tercermin dari ungkapan "etembang noro' oreng, ango'an alako dhibi' make
lane'kene'." yang artinya, daripada ikut orang lain lebih baik bekerja (usaha) sendiri walaupun hanya
kecil-kecilan (Triyuwono dalam Djakfar, 2011). Masih banyak lagi falsafah pebisnis Madura yang
menyebabkan mereka merasa malu jika gagal berusaha sehingga membentuk sikap kerja keras dan

ulet.

Sementara itu bagi para pebisnis dari Bugis berlaku motto Lempu’ (jujur), Acca (cerdas), Warani
(berani), Getteng (integritas; teguh pendirian), dan Sipakatau (saling memanusiakan) merupakan
sifat-sifat yang baik bagi kepemimpinan dalam rangka memajukan usaha. Konsep ini secara nyata
diterapkan pada perusahaan PT. Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), yang mana prinsip
Akkatenningeng (prinsip dasar hidup personal sebagai pegangan hidup bermasyarakat) dan Siri’
(malu/harga diri) tidak hanya sekedar konsepsi, tetapi merupakan pencerminan diri dalam setiap
perilaku dan kebijakan yang mewarnai manajemen perusahaan tersebut. Penerapan kearifan lokal
dalam menjaga stabilitas kerja dan manajemen perusahaan itu tergambar dalam Motto Perusahaan
PT. BKI yaitu “TERPERCAYA” (lempu/malempu), yang berarti jasa yang 6 diberikan haruslah
berkualitas, dalam arti dapat diandalkan, efisien, tepat waktu dan memiliki reputasi. Perusahaan juga
menetapkan nilai-nilai yang harus dijaga dan dikembangkan, yaitu INTEGRITAS (getteng),
PROFESIONALISME (acca/macca) (Makkulau, 2012).

Pada masyarakat Bali yang kental dengan keindahan seni dan budaya juga terdapat ungkapan yang
dianut dalam praktik bisnis, yaitu ''bani meli bani ngadep''. Kalimat ini artinya adalah “berani
membeli berani menjual”. Maksud kalimat pendek ini sangat dalam bahwa dalam menentukan harga
barang atau jasa harus ada keadilan dan tidak saling merugikan. Harga itu harus tidak merugikan
pembeli dan juga penjual. Dalam menentukan satuan harga itu harus ada berbagai perhitungan
dengan menggunakan berbagai ilmu (Gobyah dalam Balipost, 17 September 2003).

Indonesia kaya akan khasanah seni dan budaya yang salah satunya berupa nilainilai, kebiasaan dan
tradisi yang membentuk kearifan lokal. Banyak diantaranya berkaitan dengan tatanan sosial budaya
masyarakat yang menciptakan keteraturan. Meski banyak nilai-nilai kearifan lokal yang positip bagi
praktik bisnis, namun kajiankajian yang ada lebih banyak menyoroti mengenai bagaimana kearifan
lokal mampu menyelesaikan berbagai persoalan sosial budaya dan konservasi sumberdaya alam.

Penulis yakin bahwa masih banyak nilai-nilai kearifan lokal yang penting bagi praktik bisnis, namun
tidak banyak yang dapat penulis temukan dari berbagai literatur yang ada, tidak seperti halnya
kearifan lokal dalam bidang sosial, budaya, dan konservasi sumberdaya alam. Pada beberapa daerah
di wilayah Indonesia kearifan lokal tersebut makin lama makin memudar digantikan oleh nilai-nilai
global. Meskipun nilai global tidak selalu sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia, namun
nampaknya di kalangan muda nilai-nilai tersebut tak lagi menjadi idola.

Penelitian mengenai hal ini dari sudut pandang ekonomi bisnis kiranya penting dilakukan. Namun
yang lebih penting lagi adalah bagaimana mensosialisasikan nilainilai tersebut pada generasi muda
sehingga tidak lenyap ditelan nilai-nilai global. Hal ini dikarenakan meskipun banyak perusahaan-
perusahaan telah telah go global namun masih tetap memegang prinsip “Think Globally, Act
Locally”. Berfikir global, bertindak menurut nilai-nilai lokal adalah falsafah yang dianut
perusahaan-perusahaan multinasional. Untuk dapat bertindak secara lokal, maka pemahaman
terhadap kearifan lokal menjadi sangat penting dalam dunia bisnis.

Kearifan lokal merupakan kebiasaan-kebiasaan, aturan, dan nilai-nilai sebagai hasil dari upaya
kognitif yang dianut masyarakat tertentu atau masyarakat setempat yang dianggap baik dan
bijaksana, yang dilaksanakan dan dipatuhi oleh masyarakat tersebut. Terdapat berbagai nilai-nilai
kearifan lokal yang menjadi landasan bagi berbagai praktik bisnis di Indonesia. Nilai-nilai tersebut

umumnya bervariasi menurut etnik mengingat bahwa Indonesia terdiri dari berbagai sukubangsa.
Umumnya di setiap suku ataupun suatu komunal di Indonesia dapat ditemui nilai-nilai tersebut, baik
pada masyarakat Jawa, Sunda, Bali, Lombok, Minang, Dayak, Bugis, hingga Papua.

Penelitian mengenai hal ini dari sudut pandang ekonomi bisnis kiranya penting dilakukan. Namun
yang lebih penting lagi adalah bagaimana mensosialisasikan nilainilai tersebut pada generasi muda
sehingga tidak lenyap ditelan nilai-nilai global.

Catatan: kutipan langsung. belum disederhanakan
Sumber:
https://core.ac.uk/download/pdf/17333727.pdf

Berdasarkan bacaan di atas, buatlah daftar kearifan lokal dari berbagai daerah yang dapat
diterapkan dalam berwirausaha. Tambahkan dalam tabel kearifan lokal daerahmu dan
daerah lain dari hasil risetmu.

No. Nama Kearifan Lokal Asal Daerah Makna

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

Pertanyaan diskusi:

1. Apa peran kearifan lokal dalam praktik baik kewirausahaan?
2. Apa peran kearifan lokal dalam menjaga integritas seorang wirausahawan dalam

menjalankan usahanya?
3. Apakah dengan menjunjung kearifan lokal sebuah usaha dapat berhasil dan mengglobal?
4. Apakah kearifan lokal dalam berusaha yang dikenal di daerahmu? Bagaimana kearifan lokal

tersebut dapat diterapkan dalam mengelola sumberdaya daerah dan menjalankan

Asesmen Formatif

1. Anekdotal

Penilaian diambil dari:

- Partisipasi kehadiran siswa
- Partisipasi dalam diskusi kelas
- Hasil belajar yang direfleksikan pada pengisian jurnal Kegiatan 1 - 6 dan 7-13

Bentuk penilaian rubrik tambahan

Partisipasi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik 1
Kehadiran 5 4 3 2 < 65%

Partisipasi 95 - 100% 85-95% 75-85% 65-75%
diskusi
Sangat aktif Aktif Cukup aktif Kurang aktif. Tidak aktif.

Tepat sasaran Tepat sasaran Tepat sasaran Tepat sasaran

Bertanya dan Bertanya dan Bertanya dan Bertanya dan

merespon merespon merespon merespon

sesuai konteks sesuai konteks sesuai konteks sesuai konteks

dalam setiap dalam dalam dalam setiap
beberapa diskusi
diskusi kebanyakan diskusi

diskusi

Refleksi Seluruh jurnal Seluruh atau Sebagian besar Sebagian Tidak
Jurnal terisi. sebagian besar jurnal terisi. jurnal terisi. mengisi
jurnal terisi. jurnal.
Tepat sasaran. Tepat sasaran. Merespon
Tepat sasaran. sesuai konteks
Merespon Merespon dengan
sesuai konteks Merespon sesuai konteks penjelasan
dengan rinci sesuai konteks dengan sederhana.
dan penjelasan Beberapa
memberikan sederhana. jawaban tidak
pandangan tepat sasaran.
baru.

2. Esai singkat (150 - 400 kata) tentang topik pilihan:
● Membangun Sikap Kewirausahaan yang berwawasan Pancasila
● Analisis sumberdaya daerahku
● Kearifan lokal untuk kemajuan ekonomi daerah

Elemen Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik 1
penilaian 5 4 3 2

Isi Isi esai sesuai Isi esai sesuai Isi esai cukup Isi esai cukup Tidak

dengan tema dengan tema sesuai dengan sesuai dengan membuat

yang dipilih. yang dipilih. tema yang tema yang esail / esai

Esai mencakup Esai mencakup dipilih. Esai dipilih. Esai tidak selesai

seluruh elemen seluruh elemen mencakup mencakup

yang yang sebagian besar sebagian dari

dibutuhkan. dibutuhkan. dari elemen elemen yang

Penjelasan Penjelasan yang dibutuhkan.

lengkap dan lengkap dibutuhkan. Penjelasan

mendalam diberikan Penjelasan lengkap

diberikan untuk sebagian lengkap diberikan

untuk setiap besar dari diberikan untuk sebagian

elemen elemen - untuk sebagian dari elemen

tersebut. elemen elemen tersebut,

tersebut. tersebut. sementara

lainnya kurang

lengkap atau

tepat.

Organisasi Esai mengikuti Esai mengikuti Esai mengikuti Esai mengikuti Tidak
petunjuk petunjuk petunjuk sebagian membuat
penulisan dan penulisan dan penulisan dan petunjuk proposal /
ditulis dengan sebagian besar sebagian penulisan dan proposal
alur yang jelas, ditulis dengan ditulis dengan sebagian tidak tidak selesai
logis, dan alur yang jelas, alur yang jelas, ditulis dengan
informatif. logis, dan logis, dan alur yang jelas,
informatif. informatif. logis, dan
informatif
sehingga
mempengaruhi
pemahaman
pembaca.

Keterbacaan Esai Esai Esai Esai Tidak
ditulis/diketik ditulis/diketik ditulis/diketik ditulis/diketik mengerjakan
dengan rapi, dengan rapi, dengan cukup dengan kurang /menyelesaik
menggunakan menggunakan rapi, rapi, an esai.
kalimat dan kalimat dan menggunakan menggunakan
tatabahasa tatabahasa kalimat dan kalimat dan
yang baik, yang baik, tatabahasa tatabahasa
serta serta yang cukup yang cukup
penggunaan penggunaan baik, serta baik, serta
kosa kata yang kosa kata yang penggunaan penggunaan
tepat yang tepat. kosa kata yang kosa kata.
memperkaya tepat. Kesalahan dan
isi tulisan. ketidaktepatan
pada unsur di
atas
mempengaruhi
pemahaman
pembaca.

Lampiran Kegiatan 7
Menggali dan Mengembangkan Ide

Lengkapi gambar ini sesuai dengan imajinasimu.
Kamu dapat melengkapinya dengan warna.

Sumber gambar:
Lengkapilah simbol pada kotak di atas sesuai dengan imajinasimu. Kamu dapat menambah gambar
obyek dan mewarnainya. Tunjukkan hasil karyamu kepada teman. Bandingkan hasil akhir
gambarmu dengan temanmu.
Pertanyaan panduan untuk diskusi

1. Apa persamaan dan perbedaan antara gambarmu dan temanmu?
2. Penambahan apa pada gambar asli yang memberikan arah dan kejelasan pesan akhir

gambar?
3. Bagaimana persamaan dan perbedaan dapat terjadi?
4. Apa pendapatmu tentang persamaan dan perbedaan kalian?

Sumber gambar: https://www.thoughtco.com/cartoon-strip-social-interactions-3110699

Lengkapilah komik bergambar berikut ini dengan mengisi kolom percakapan pada buble.
Kamu dapat menambah gambar obyek dan mewarnainya. Tunjukkan hasil karyamu kepada teman.
Bandingkan jalan cerita percakapan komikmu dengan temanmu.

Pertanyaan panduan untuk diskusi
1. Apa persamaan dan perbedaan antara komikmu dan temanmu?
2. Penambahan apa pada gambar asli yang memberikan arah dan kejelasan isi komik?
3. Bagaimana persamaan dan perbedaan dapat terjadi?
4. Apa pendapatmu tentang persamaan dan perbedaan kalian?

Sepatu Ajaib

Sumber gambar: https://pixy.org/src/77/775342.jpg
Lengkapilah gambar sepatu di atas dengan sebuah ide kreatif. Kreativitas bisa pada produk, proses
(produksi, promosi, pemasaran). Kamu dapat menambah keterangan dan mewarnainya. Tunjukkan
hasil karyamu kepada teman. Bandingkan ide kreatifmu dengan temanmu.
Pertanyaan panduan untuk diskusi

1. Apa persamaan dan perbedaan antara ide kreatif sepatu ajaibmu dan temanmu?
2. Penambahan apa pada gambar asli yang memberikan arah dan kejelasan ide kreatifmu?
3. Bagaimana persamaan dan perbedaan dapat terjadi?
4. Apa pendapatmu tentang persamaan dan perbedaan kalian?

Kreativitas

Karakteristik dari Kreativitas
Unik, Baru, Inovatif, Asli

Pengembangan kreativitas dapat dilaksanakan pada:
kreativitas lingkungan, kreativitas produk, kreativitas proses, kreativitasSDM
Sumber:
https://www.researchgate.net/publication/304105996_The_Creative_Entrepreneur_A_Framew
ork_of_Analysis/download

Lampiran Kegiatan 8 Perencanaan Usaha

Lembar
Perencanaan Usaha

Ide Usaha Nama Usaha Pangsa Pasar
(Apa ide usahamu? Bentuknya Apa nama merek atau sebutan Siapa calon pembelimu?
barang atau jasa? Apa dari usahamu? Apakah namanya (Apakah mereka anak-anak,
keunikan idemu? Apa sudah terdengar baik dan mudah remaja, orang dewasa, wanita,
keunikan barang/jasa yang diingat/diucapkan? Apakah pria), apa kesukaan mereka, di
kamu buat? Apa yang orang akan tertarik dengan mana mereka tinggal?
membuat orang akan tertarik namanya?
untuk membelinya?

Ilustrasi produk/jasa:
(tambahkan keterangan lain seperti alat dan bahan)

Lokasi Penjualan Promosi Harga Laba Usaha
Di mana lokasi Berapa harga barang/jasa
penjualan? Mengapa Bagaimana kamu yang kamu tetapkan?
itu menjadi pilihan
terbaik? mengenalkan Bagaimana Berapa besar
perbandingannya dengan
barang/jasa kepada harga barang/jasa lain keuntungan yang
yang sejenis?
calon pembeli akan kamu dapatkan?

(langsung, sosial (buat kalkulasi

media, dan lainnya)? hitungnya)

Mengapa itu menjadi

pilihan terbaik? Apa yang akan kamu

lakukan dengan laba

usaha tersebut?

(ditabung,

didonasikan, dibuat

tambahan modal

usaha.

Lampiran: Analisis Usaha

Usaha Martabak Berkah

Investasi awal:
gerobak 3.000.000
kompor 1.000.000
tabung gas 500.000
loyang martabak besar 500.000
loyang martabak kecil 350.000
wadah adonan martabak (ember) besar 100.000
wadah campuran martabak (cangkir) 50.000
pisau 20.000
parutan keju 30.000
lain-lain 200.000
Total investasi = ………………………...

Biaya tetap per bulan
listrik bulanan 2.000.000
sewa tempat bulanan 1.000.000
retribusi 50.000
gaji karyawan 2.000.000
Total biaya tetap per bulan = ……………….

Biaya variabel per bulan (30 hari)
bahan martabak 50.000 x 30 hari = …………………..
bahan campuran 100.000 x 30 hari = …………………..
mentega 500gram 15.000x 30 hari = = …………………..
gas 3kg 20.000 x 30 hari = …………………..
kertas roti dan box makanan 20.000x 30 hari = …………………..
kantong plastik 5000 x 30 hari = = …………………..
Total biaya variabel = ………………………...

Perkiraan pemasukan per bulan
martabak manis coklat susu 10 x 12.000 x 30 hari = ………………………...
martabak manis keju susu 10 x 15.000 x 30 hari = …………………………..
martabak manis keju coklat 10 x 15.000 x 30 hari = ………………………...
martabak manis kacang susu 10 x 10.000 x 30 hari = …………………...
Total perkiraan pemasukan per bulan = ………………………….

Perkiraan keuntungan per bulan
laba = total pemasukan - biaya operasional = ………………….

sumber: https://www.anginbisniss.com/2017/09/sukses-dengan-memulai-usaha-martabak.html
disesuaikan

Tugas.

Amatilah analisis usaha Martabak Barkah di atas.
Lalu jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini:

1. Isilah titik-titik di atas dengan jawaban hasil perhitungan yang tepat
a. Total investasi
b. Total biaya tetap perbulan
c. Total biaya variabel per bulan
d. Total perkiraan pemasukan per bulan
e. Total perkiraan pendapatan per bulan
f. Total perkiraan keuntungan/laba per bulan
g. Lama (jumlah bulan) usaha sampai investasi kembali…….

2. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini
a. Jika Budi memiliki modal sebesar Rp 5.000.000, apakah dana tersebut cukup untuk
memulai usaha menjual martabak manis? (berikan alasanmu)
b. Jika kamu memiliki cukup modal untuk menjalankan usaha menjual martabak
manis, apakah kamu akan melakukannya? (berikan alasanmu)
c. Perhatikan komponen biaya lain-lain pada bagian investasi awal. Mengapa perlu
menambahkan biaya lain-lain pada sebuah analisa usaha?
d. Pada bulan keberapa modal dapat kembali jika asumsi penjualan seperti di atas?
e. Jika Budi memilih menjalankan usaha dari rumah dan menerima pesanan dari
tetangga sekitar ataupun pesan/antar: Biaya apa yang berkurang? Biaya apa yang
bertambah? Apakah membuka usaha dari rumah (tanpa toko, bangunan, atau
gerobak usah) efektif?

Lampiran Kegiatan 9
Berkolaborasi dan Bekerja Sama

Kita Banyak Samanya Kenal Lebih Jauh Mirip, Gak

Siswa bermain dalam Siswa bermain dalam kelompok Siswa bermain berpasangan
kelompok. Setiap kelompok dan membentuk lingkaran. dan saling duduk
diberi tugas untuk menemukan Siswa pertama akan memegang membelakangi. Siswa A akan
10 kesamaan dari anggotanya. bola dan melempar bola ke salah memegang sebuah gambar,
Kelompok yang pertama satu anggota kelompok sambil siswa B akan memegang
menyelesaikan tugas menjadi melontarkan pertanyaan. Siswa pensil dan kertas kosong.
pemenang. yang menerima akan menjawab Siswa A akan memberikan
pertanyaan. Setelah itu petunjuk kepada Siswa B,
gilirannya untuk melempar bola Siswa B menyimak dan
ke teman lainnya sambil menggambar sesuai petunjuk.
mengajukan pertanyaan.. Setelah waktu selesai, mereka
membandingkan gambar.
Pasangan yang memiliki
gambar dengan kesesuaian
paling tinggi menjadi
pemenang.

Pesan Berantai Percaya Saya

Siswa bermain dalam satu Permainan Siswa bermain dalam
kelompok dan berbaris Dinamika Kelompok kelompok. Setiap anggota
memanjang menghadap satu kelompok berdiri berbaris
arah. Siswa paling belakang Saya Jadi Kita memanjang dan mengenakan
akan menerima pesan pertama penutup mata, kecuali satu
dari guru. Siswa tersebut akan orang yang ditunjuk sebagai
menepuk pundak teman pemimpin. Sang pemimpin
didepannya, lalu meneruskan akan memberikan panduan
pesan tersebut. Pesan bagi para anggotanya untuk
diteruskan dengan cara yang bergerak menuju titik akhir.
sama sampai ke siswa terakhir Kelompok yang sampai ke
yang berdiri paling depan. titik akhir lebih dulu akan
Kelompok yang dapat menjadi pemenang.
menyebutkan pesan dengan
benar di waktu yang paling
cepat akan keluar sebagai
pemenang.

Benteng Takeshi Oper Ke Saya Berburu Harta Karun

Siswa dibagi menjadi dua Siswa bermain dalam kelompok Siswa bermain dalam
kelompok besar. Setiap berdiri berbaris atau membentuk kelompok. Setiap kelompok

kelompok menentukan lingkaran. Siswa pertama akan bertugas menemukan benda
mengoper benda ke siswa yang terletak di tempat rahasia
bentengnya. Setiap kelompok sebelahnya, terus begitu sampai dari petunjuk-petunjuk yang
ke siswa terakhir. Kelompok diberikan. Kelompok pertama
bertugas mengatur strategi yang menyelesaikan operan yang memecahkan kode dari
pertama kali tanpa menjatuhkan petunjuk dan menemukan
untuk menjaga bentengnya dan benda akan menjadi benda menjadi pemenangnya.
pemenangnya
merebut benteng orang lain.

Kelompok yang berhasil

merebut benteng lawan akan

keluar sebagai pemenang.

Proposal Kewirausahaan (PUKM)

Instruksi Umum
Secara Berkelompok:

● Buatlah sebuah proposal usaha barang/jasa yang memanfaatkan sumberdaya daerahmu.
● Usaha yang diajukan adalah usaha kreatif yang berlingkup usaha kecil dan menengah

(UKM).
● Usaha yang diajukan adalah usaha yang memungkinkan untuk dibuatkan percobaannya

dalam skala kecil untuk menguji keefektifan usaha.
● Proposal dapat dibuat dalam bentuk dokumen atau salinda presentasi

Instruksi Khusus
Proposal terdiri dari

1. Pendahuluan (Latar Belakang Usaha, Visi dan Misi Usaha, Jenis dan Tujuan Usaha)
2. Analisis Usaha (Peluang Usaha, Tantangan Usaha, Potensi Usaha,
3. Aspek Produksi (Variasi Produk, Waktu dan Tempat Produksi, Peralatan Produksi, Bahan

Baku Produksi, Proses Produksi)
4. Strategi Usaha (Kondisi Pasar, Konsumen, Strategi Pemasaran)
5. Aspek Keuangan (Rencana Produksi, Rencana Anggaran,Perkiraan Pemasukan, Perkiraan

Laba/Rugi)
6. Kesimpulan

Video panduan:
Merancang proposal usaha untuk PKWU pengolahan di SMA:
https://www.youtube.com/watch?v=G4aFLfvCyPI

Tabel Berbagi Peran.

Berdiskusilah bersama teman kelompokmu.
Hal yang harus disiapkan bersama:

1. Kesepakatan Kerja
2. Pembagian Peran
3. Jadwal diskusi/tindak lanjut
4. Jadwal kerja
5. Lainnya (yang disepakati bersama)

Kesepakatan Jadwal diskusi:
Kelompok : Jadwal kerja:
Lainnya:
Kami berjanji akan:
1. …. Peran Alasan Penugasan Peran
2. ….
3. ….
4. ….

Tertanda

No Nama Anggota

Checklist Kegiatan

No. Kegiatan Tanggal Keterangan

Perencanaan Pelaksanaan

1 Menggali Ide

2 Menentukan Produk/Jasa
3 Membuat design produk/jasa
4 Mengadakan survey awal
5 Membuat analisa usaha
6 Membuat proposal usaha

Libur tengah semester

7 Membuat prototype
8 Mengadakan survey menengah
9 Presentasi dan perbaikan proposal

usaha dan produk
10 Menjalankan usaha skala kecil
11 Perhitungan laba-rugi
12 Pembuatan laporan usaha

Lampiran Kegiatan 10
Strategi dan Inovasi dalam Berwirausaha

No Produk A Produk B Produk C
.

1

2

3

Pertanyaan:
1. Produk mana yang menjadi favoritmu?
2. Produk mana yang sering kamu konsumsi/gunakan?
3. Apa yang menjadi alasan kamu mengkonsumsi/menggunakannya?

No Produk A Produk B Produk C
.

1.

2.

3

Strategi 4P dalam Pemasaran

Bauran pemasaran, atau 4 P, adalah sebuah kerangka kerja ciptaan Jerome E. McCarthy untuk
pengambilan keputusan pemasaran. Empat pilar penting dari 4P adalah: Produk, Harga, Tempat dan
Promosi. Masing-masing 4P saling berhubungan satu sama lain dan dapat dikombinasikan dalam
menghadapi situasi pasar yang beragam. Kemampuan dalam memahami dan menerapkan 4 P
berperan penting dalam kesuksesan sebuah usaha yang berkelanjutan. Berikut adalah penjelasan
rinci dari 4P.

PRODUCT - PRODUK adalah barang atau jasa yang ditawarkan untuk memenuhi minat atau
permintaan konsumen. Bentuknya dapat sangat beragam dan unik. Produk sangat bergantung pada
minat atau kebutuhan pasar.

PRICE - HARGA adalah biaya yang dibayar orang (pembeli) untuk suatu produk. Ini termasuk
biaya pokok (bahan, produksi, dan pengiriman) ditambah biaya lainnya (sewa, perlengkapan, upah,
dll.). Hal yang harus juga diperhatikan dalam penetapan harga adalah: harga yang dibuat pesaing
yang memproduksi barang/jasa sejenis, besar harga yang rela dibayar pembeli agar kebutuhannya
atas barang/jasa tersebut terpenuhi. Harga jual harus berada di atas biaya produksi, dan total
pendapatan harus melebihi total pengeluaran agar mendapatkan keuntungan.

PLACE TEMPAT. adalah "rumah" tempat produk berada, dan "rumah" tersebut dapat hidup di
banyak saluran yang berbeda, seperti tampilan toko fisik, iklan koran, radio atau TV, atau situs web
atau blog yang menjadi sorotan. Berfokuslah pada tempat di mana Anda bisa menampilkan produk
Anda di depan calon pembeli Anda yang memiliki daya beli dan minat terhadap produk Anda.

PROMOTION - PROMOSI adalah upaya mengenalkan produk kepada masyarakat melalui iklan
(televisi, radio, surat kabar, sosial media, internet) serta dari mulut ke mulut, surat langsung, dan alat
pemasaran lainnya. Promosi adalah alat komunikasi yang merangkum 3 P pertama dengan
menempatkan produk yang tepat pada tempat yang tepat dengan harga yang tepat pada waktu yang
tepat, dengan tujuan agar diterima dengan baik oleh pelanggan.

Dengan kondisi pasar yang berubah, dan juga dengan dikenalnya teknologi, strategi 4P masih sangat
relevan untuk diterapkan. Setiap usaha memiliki karakternya masing-masing. Personalisasi terhadap
4P akan membawa manfaat bagi usaha yang sedang dibangun atau dijalankan.

Sumber: https://www.angle180.com/insights/4-ps-marketing-mix diterjemahkan.

Lampiran Kegiatan 11

Penyempurnaan Karya dan Strategi

Secara mandiri atau berkelompok, simaklah informasi dari video-video tentang kewirausahaan di
bawah ini.

Proses Kewirausahaan: https://www.youtube.com/watch?v=gjGwlM5s-lw
Contoh Bisnis: https://www.youtube.com/watch?v=clxmWSXiWbU
Study Kelayakan: https://www.youtube.com/watch?v=xbBGDiOmxos
Pembentukan Tim yang Kuat: https://www.youtube.com/watch?v=KK7cIhS5c6g
Branding dan Strategi Pemasaran: https://www.youtube.com/watch?v=MkV5DBZt6p8
Strategi Pemasaran 4P: https://www.youtube.com/watch?v=7G2mySGJAww

Cara membuat iklan video animasi menggunakan aplikasi canva:
https://www.youtube.com/watch?v=_i0NOagAFuo
Cara membuat desain kemasan produk dengan power point:
https://www.youtube.com/watch?v=YkYYAAxV_-c
Cara menghitung analisis usaha dengan microsoft excell:
https://www.youtube.com/watch?v=QYesrqgYjuU
Cara membuat proposal usaha bagian 1: https://www.youtube.com/watch?v=YVIdIuW6GHc
Cara membuat proposal usaha bagian 2: https://www.youtube.com/watch?v=KwZ7Fu4CPGg
Contoh proposal usaha makanan ringan: https://www.youtube.com/watch?v=yLV7USvBXd4

Kegiatan

Setelah menyaksikan video tersebut, lihatlah kembali proposal usaha yang telah kamu buat, dan
lengkapilah dengan menerapkan pengetahuan yang kamu dapat dari video tersebut.

Presentasi Proposal

Sumber gambar:
https://www.dreamstime.com/illustration/business-team-presentation.html

Tentang Presentasi:
Setiap kelompok mendapat waktu 30 menit: 20 menit untuk presentasi, dan 10 menit untuk
mendengarkan umpan balik.
Alur presentasi: Salam pembuka, perkenalan nama anggota, pembahasan elemen proposal usaha
(setiap anggota kelompok mendapat giliran untuk presentasi), penerimaan umpan balik.
Kelengkapan presentasi: salindia/ slide digital atau poster, lembar perencanaan usaha, protype
produk.

Lampiran Kegiatan 12
Wirausaha Mandiri dan Berkelanjutan

Artikel

Teori Kanter
Menyikapi Kegagalan dalam Berproses Menuju Keberhasilan

Pernahkah kamu merasakan situasi di mana setiap kali kamu mempelajari sesuatu yang baru,
mengembangkan kebiasaan baru, atau menjalankan proyek besar, selalu ada saat-saat di mana
kekhawatiran datang secara tiba-tiba? Kamu merasa tidak ada perubahan yang berarti, kamu
menjadi tidak nyaman, dan putus asa karena masih jauh perjalananmu menuju keberhasilan.

Kamu tidak sendiri. Kamu dan orang-orang yang yang sedang berjuang mengalami sebuah
pergulatan emosi yang jika digambarkan dalam bentuk grafik akan berbentuk seperti sebuah
senyuman (atau U). Di awal dan di akhir emosi cenderung sangat positif. Pada awalnya kamu sangat
optimis dan memiliki harapan, dan dengan semangat memutuskan untuk memulai sesuatu yang
kamu yakini akan sangat menarik (jika tidak, tentu kamu tidak akan melakukannya, bukan?) Dan
ketika kamu hampir mencapai tujuan, kamu menjadi penuh percaya diri.

Lalu, perasaan apa yang muncul di antara awal dan akhir? Menurut Rosabeth Moss Kanter, profesor
di Harvard Business School, "di tengah, semuanya tampak seperti kegagalan" (hukum Kanter).
Setiap orang merasa termotivasi di awal perjalanan, dan akan sangat bahagia saat tujuannya
tercapai, tetapi di tengah-tengah proseslah di mana kerja keras terjadi.

Berikut adalah ilustrasi dari perjalanan emosi dalam mencapai sebuah tujuan.

Di tengah perjalanan mencapai tujuan, kita semua memiliki keraguan. Perasaan inipada
dasarnya dihasilkan karena rencana tidak selalu berjalan lurus dan mulus, karena tantangan dan
perubahan dapat muncul tiba tiba dan tidak terduga . Perubahan yang tersisa biasanya memberikan
dua pilihan dampak: langkah maju dan langkah mundur.

Selain itu, mudah untuk merasakan bahwa ketika kita berada di tengah-tengah proses, kita merasa
sangat jauh dari tujuan yang ingin kita capai. Berbagai peristiwa yang tak terduga, perubahan arah
tujuan, masalah ketidakcukupan sumberdaya (waktu, uang, tenaga, keterampilan, dan lainnya) dapat
membuat munculnya keputusasaan.

Inilah mengapa penting untuk memahami sepenuhnya bahwa kegagalan adalah bagian penting dari
perubahan, karena akan ada periode kebingungan di mana godaan untuk meninggalkan apa yang
sudah kita rintis akan menjadi besar. Di perusahaan, di tim kerja manapun, dan secara individu,
sangat penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan pola pikir bahwa kegagalan adalah
bagian alami dari sebuah proses.

Sumber: https://facilethings.com/blog/en/everything-looks-like-a-failure-in-the-middle
Diterjemahkan langsung

Video: https://bigthink.com/videos/what-do-you-believe

Pertanyaan:

1. Apa yang dimaksud Profesor Kanter dengan "segala sesuatu tampak seperti kegagalan di
tengah?"

2. Diskusikan contoh saat kamu "sedang berada di tengah proses" menjalankan sesuatu dan
rasanya seperti gagal. Bagaimana hasilnya? Apa yang kamu pelajari? Apakah Anda akan
melakukan sesuatu yang berbeda lain kali?

3. Menurut kamu, bagaimana perasaan para wirausahawan (orang yang memulai bisnis mereka
sendiri) ketika mereka berada di tengah dan ada banyak hal "yang tidak diketahui?" Apakah
itu mudah atau sulit? Menurut kamu bagaimana mereka bisa melewatinya?

Tugas Individu
Tuliskan pengalaman yang berhubungan dengan Hukum Kanter. Pengalaman tersebut dapat
berhubungan dengan pengalaman dalam kehidupan pribadi, organisasi, usaha, akademik ataupun
non-akademik tentang: menetapkan tujuan/rencana, melaksanakan setiap rencana, situasi yang
dialami, dan langkah serta keputusan yang diambil.
Diskusi kelompok
Siswa duduk berkelompok. Setiap peserta dalam kelompok mempresentasikan selama 1-2 menit
tentang pengalaman mereka sendiri dengan "Hukum Kanter".

Refleksi
● Apa yang akan terjadi jika saya akan menghadapi tantangan dalam hidup, dan karier saya,
atau dalam memulai bisnis suatu hari nanti?
● Bagaimana saya bisa melewati tengah di mana 'segala sesuatu tampak seperti kegagalan?
● Mengapa kemampuan untuk mengatasi tantangan ini penting?

Lampiran
Kuis Ketangguhan

Nilai dirimu dari 1 hingga 5 untuk hal-hal berikut: (1 = sangat tidak setuju, 5 = sangat setuju).

Dalam situasi krisis atau kacau, saya menenangkan diri dan fokus untuk mengambil tindakan yang
berguna.
Saya biasanya optimis. Saya melihat kesulitan sebagai sementara dan berharap untuk mengatasinya.

Saya dapat mentolerir tingkat ambiguitas dan ketidakpastian yang tinggi tentang situasi.

Saya beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan baru. Saya pandai bangkit kembali dari
kesulitan.
Saya suka bercanda. Saya menemukan humor dalam situasi yang sulit, dan dapat menertawakan diri
saya sendiri.
Saya bisa pulih secara emosional dari kerugian dan kemunduran. Saya punya teman yang bisa saya
ajak bicara. Saya bisa mengungkapkan perasaan saya kepada orang lain dan meminta bantuan.
Perasaan marah, kehilangan dan putus asa tidak berlangsung lama.
Saya merasa percaya diri, menghargai diri sendiri. dan memiliki konsep yang sehat tentang siapa saya.

Saya penasaran. Saya mengajukan pertanyaan. Saya ingin tahu bagaimana segala sesuatunya bekerja.
Saya suka mencoba cara baru dalam melakukan sesuatu.
Saya belajar pelajaran berharga dari pengalaman saya dan dari pengalaman orang lain.

Saya pandai memecahkan masalah. Saya dapat menggunakan logika analitis, menjadi kreatif, atau
menggunakan akal sehat praktis.
Saya pandai membuat semuanya berjalan dengan baik. Saya sering diminta untuk memimpin kelompok
dan proyek.
Saya sangat fleksibel. Saya merasa nyaman dengan kompleksitas paradoks saya. Saya optimis dan
pesimis, percaya dan berhati-hati, tidak egois dan egois, dan lain sebagainya.

Saya selalu menjadi diri saya sendiri, tetapi saya menyadari bahwa saya berbeda dalam situasi yang
berbeda.
Saya lebih suka bekerja tanpa deskripsi pekerjaan tertulis. Saya lebih efektif jika saya bebas melakukan
apa yang menurut saya terbaik dalam setiap situasi.
Saya "membaca" orang dengan baik dan mempercayai intuisi saya.

Saya pendengar yang baik. Saya memiliki keterampilan empati yang baik.

Saya tidak menghakimi orang lain dan beradaptasi dengan gaya kepribadian orang yang berbeda.

Saya sangat tahan lama. Saya bertahan dengan baik selama masa-masa sulit. Saya memiliki semangat
mandiri di balik cara kerja sama saya dalam bekerja dengan orang lain.

Saya telah dibuat lebih kuat dan lebih baik oleh pengalaman yang sulit.

Saya telah mengubah kemalangan menjadi keberuntungan dan menemukan manfaat dalam pengalaman
buruk.

Sumber: https://resiliencyquiz.com/index.shtml diterjemahkan.

Hasil quiz:
>80 sangat tangguh!
65-80 lebih tangguh dari kebanyakan orang
50-65 cukup tangguh
40-50 belajar menjadi tangguh
<40 belum tangguh. harus belajar

Orang yang sangat tangguh memiliki sifat-sifat seperti di bawah ini.

Keingintahuan yang lucu dan kekanak-kanakan. Ajukan banyak pertanyaan, ingin tahu cara kerjanya.
Mainkan perkembangan baru. Nikmati diri mereka sendiri seperti anak-anak. Selamat bersenang-
senang hampir di mana saja. Bertanya-tanya tentang banyak hal, bereksperimen, membuat kesalahan,
terluka, tertawa. Tanyakan: "Apa yang berbeda sekarang? Bagaimana jika saya melakukan ini? Siapa
yang dapat menjawab pertanyaan saya? Apa yang lucu tentang ini?"

Belajar terus menerus dari pengalaman. Dengan cepat mengasimilasi pengalaman baru atau tak
terduga dan memfasilitasi perubahannya. Tanyakan "Apa pelajarannya di sini? Petunjuk awal apa
yang saya abaikan? Jika hal itu terjadi lagi, saya akan ...."

Beradaptasi dengan cepat. Sangat fleksibel secara mental dan emosional. Nyaman dengan kualitas
kepribadian yang kontradiktif. Bisa kuat dan lembut, sensitif dan tangguh, logis dan intuitif, tenang
dan emosional, serius dan menyenangkan, dan sebagainya. Lebih banyak lebih baik. Dapat berpikir
dengan cara negatif untuk mencapai hasil yang positif. "Apa yang bisa salah, jadi bisa dihindari?"

Memiliki harga diri dan kepercayaan diri yang kuat. Harga diri adalah bagaimana perasaan Anda
tentang diri Anda sendiri. Ini menentukan seberapa banyak Anda belajar setelah terjadi kesalahan. Ini
memungkinkan Anda untuk menerima pujian dan pujian. Ini bertindak sebagai penyangga terhadap

pernyataan yang menyakitkan sekaligus menerima kritik yang membangun. "Saya suka, menghargai,
dan mencintai diri sendiri ...."

Berharap semuanya berjalan dengan baik. Optimisme yang mendalam dipandu oleh nilai dan standar
internal. Toleransi tinggi untuk ambiguitas dan ketidakpastian. Dapat bekerja tanpa deskripsi
pekerjaan, merupakan teladan profesionalisme yang baik. Memiliki efek sinergis, membawa stabilitas
pada krisis dan kekacauan. Tanyakan "Bagaimana saya bisa berinteraksi dengan ini sehingga
semuanya berjalan dengan baik bagi kita semua?"

Baca orang lain dengan empati. Lihat sesuatu melalui perspektif orang lain, bahkan antagonis. Sikap
menang / menang / menang dalam konflik. Tanyakan "Apa yang dipikirkan dan dirasakan orang lain?
Bagaimana rasanya menjadi mereka? Bagaimana mereka mengalamiku? Apa yang sah tentang apa
yang mereka rasakan, katakan, dan lakukan?"

Gunakan intuisi, firasat kreatif. Terimalah persepsi dan intuisi bawah sadar sebagai sumber informasi
yang valid dan berguna. Tanyakan "Apa yang dikatakan tubuh saya? Apakah lamunan itu berarti apa-
apa? Mengapa saya tidak percaya apa yang dikatakan kepada saya? Bagaimana jika saya melakukan
ini?"

Pertahankan diri dengan baik. Hindari dan blokir serangan, lawan. Lihat dan lihat kontra,
"permainan", dan manipulasi yang dicoba orang lain. Temukan sekutu, sumber daya, dan dukungan.

Memiliki bakat untuk kebetulan. Pembelajaran di sekolah kehidupan adalah penangkal perasaan
menjadi korban. Mereka dapat mengubah situasi yang secara emosional beracun bagi orang lain
menjadi sesuatu yang bergizi secara emosional bagi mereka. Mereka berkembang dalam situasi yang
membuat stres orang lain karena mereka belajar pelajaran yang baik dari pengalaman buruk. Mereka
mengubah kemalangan menjadi keberuntungan dan mendapatkan kekuatan dari kesulitan.

Indikator yang baik dari kesehatan mental yang luar biasa adalah ketika seseorang yang berbicara
tentang pengalaman kasar berkata, "Saya tidak akan pernah rela mengalami hal seperti itu lagi, tetapi
itu adalah salah satu hal terbaik yang pernah terjadi pada saya." Tanyakan "Bagaimana saya bisa
membalikkan ini? Mengapa bagus jika ini terjadi? Apa hadiahnya?"

Menjadi lebih baik dan lebih baik setiap dekade. Menjadi semakin kompeten dalam hidup, tangguh,
tahan lama, menyenangkan, dan bebas. Luangkan lebih sedikit waktu untuk bertahan hidup daripada
yang lain dan selamat dari kesulitan besar dengan lebih baik. Nikmati hidup lebih dan lebih.

Unjuk Karya

Menggali Potensi Daerah Lewat Wirausaha Muda

Sumber gambar: http://clipart-library.com/entrepreneurship-cliparts.html
Kelengkapan unjuk karya

1. Judul/Merel produk
2. Contoh produk/jasa
3. Proposal usaha
4. Nama anggota kelompok
5. Dokumentasi kegiatan (saat survey, uji pasar, dll)
6. Refleksi
7. Lainnya (video promosi, poster, foto, iklan media sosial dan lainnya)

Lampiran Kegiatan 13 Refleksi

Sekarang saatnya merefleksikan pengalaman belajar.
Tuliskanlah refleksi belajarmu dari aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap pada tabel di bawah
ini

Pengetahuan yang aku dapat Keterampilan yang aku bangun Sikap yang aku bangun dari
dari Projek Kewirausahaan ini dari Projek Kewirausahaan ini Projek Kewirausahaan ini

Di masa depan, pengetahuan dan keterampilan, dan sikap dari project kewirausahaan akan
membantuku dalam……..

Asesmen Sumatif

1. Penulisan dan Presentasi Proposal

Penulisan dan Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik 1
Presentasi 5 4 3 2
Proposal

Orisinalitas Menghasilkan Menghasilkan Menghasilkan Menghasilkan Tidak
Ide dan ide dan ide atau ide atau ide dan membuat/me
Kreativitas penggunaan penggunaan penggunaan menggunakan nyelesaikan
cara yang cara yang baru, cara yang baru, cara yang proposal
baru, inovatif, inovatif, unik, menunjukkan konvensional,
unik, berjiwa berjiwa muda, usaha ke arah tidak
muda,member dan menjadi menunjukkan
dayakan memberdayaka inovatif, unik, sisi inovatif,
potensi daerah, n potensi berjiwa muda, unik, berjiwa
dan memiliki daerah, dan dan muda, dan
nilai guna memiliki nilai memberdayaka memberdayaka
guna n potensi n potensi
daerah daerah

Nilai Produk Menghasilkan Menghasilkan Menghasilkan Menghasilkan Tidak
produk yang produk yang produk yang produk yang membuat
dibuat dengan dibuat dengan dibuat dengan belum sesuai proposal
baik sesuai baik sesuai cukup baik tujuan,
tujuan dan , tujuan, sesuai tujuan, berguna dan
berguna dan berguna dan berguna dan berharga,
berharga, berharga, berharga, belum mampu
mampu mampu mampu memecahkan
memecahkan memecahkan memecahkan masalah atau
masalah atau masalah atau sebagian memenuhi
memenuhi memenuhi masalah atau kebutuhan
kebutuhan kebutuhan memenuhi yang
yang yang sebagian diidentifikasi,
diidentifikasi, diidentifikasi, kebutuhan tidak
praktis, layak tidak praktis, yang praktis,belum
dijadikan layak dijadikan diidentifikasi, layak dijadikan
usaha usaha dengan tidak praktis, usaha
sedikit layak dijadikan
perbaikan usaha dengan
beberapa
perbaikan

Isi Proposal Proposal Proposal Proposal Tidak
Organisasi mencakup mencakup mencakup mencakup membuat
Presentasi seluruh elemen seluruh elemen sebagian besar sebagian dari proposal /
yang yang dari elemen elemen yang proposal
dibutuhkan. dibutuhkan. yang dibutuhkan. tidak selesai
Penjelasan Penjelasan dibutuhkan. Penjelasan
lengkap lengkap Penjelasan lengkap
diberikan diberikan lengkap diberikan
untuk setiap untuk sebagian diberikan untuk sebagian
elemen besar dari untuk sebagian dari elemen
tersebut. elemen - elemen tersebut,
elemen tersebut. sementara
tersebut. lainnya kurang
lengkapatau
tepat.

Proposal Proposal Sebagian besar Sebagian Tidak
mengikuti mengikuti proposal proposal membuat
petunjuk petunjuk mengikuti mengikuti proposal /
penulisan dan penulisan dan petunjuk petunjuk proposal
ditulis dengan ditulis dengan penulisan dan penulisan dan tidak selesai
alur yang jelas alur yang jelas ditulis dengan ditulis dengan
dan logis. dan logis. alur yang jelas alur yang jelas
Penyusunan Penyusunan dan logis. dan logis.
ilustrasi sebagian besar Sebagian besar Sebagian
(gambar, ilustrasi penyusunan penyusunan
grafik, tabel) (gambar, ilustrasi ilustrasi
dibuat secara grafik, tabel) (gambar, (gambar,
rapi dan dibuat secara grafik, tabel) grafik, tabel)
informatif. rapi dan dibuat secara dibuat secara
informatif. rapi dan rapi dan
informatif. informatif.Seb
agian lagi tidak
sehingga
mempengaruhi
pemahaman
pembaca.

Penguasaan Penguasaan Penguasaan Penguasaan Tidak
dalam dalam dalam dalam melakukan
penyampaian penyampaian penyampaian penyampaian presentasi
materi sangat materi baik materi cukup materi kurang
baik baik baik

2. Unjuk Karya

Elemen Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik 1
penilaian 5 4 3 2

Isi Projek Unjuk Projek Unjuk Projek Unjuk Projek Unjuk Tidak

Karya Karya Karya Karya membuat

mencakup mencakup mencakup mencakup unjuk karya

seluruh elemen seluruh elemen sebagian besar sebagian dari

yang yang dari elemen elemen yang

dibutuhkan. dibutuhkan. yang dibutuhkan.

Penjelasan dan Penjelasan dibutuhkan. Penjelasan

analisis lengkap Penjelasan diberikan

lengkap diberikan lengkap untuk sebagian

diberikan untuk sebagian diberikan dari elemen

untuk setiap besar dari untuk sebagian tersebut,

elemen elemen - elemen Sementara

tersebut. elemen tersebut. bagian lainnya

Projek ini tersebut. Sementara kurang

logis dan bisa Projek ini bagian kecil lengkap atau
diterapkan lainnya kurang tepat sehingga
logis dan bisa lengkap atau mempengaruhi
dalam konteks diterapkan kurang tepat pemahaman
nyata tetapi tidak pengunjung.
dalam konteks mempengaruhi
dunia. nyata pemahaman

dunia. pengunjung.

Organisasi Seluruh Sebagian besar Sebagian Sebagian besar Tidak
komponen Komponen komponen dari komponen membuat
visual Projek visual Projek visual Projek visual Projek unjuk karya
Unjuk Karya Unjuk Karya Unjuk Karya Unjuk Karya
lengkap dan lengkap dan lengkap dan yang adatidak
tertata dengan tertata dengan tertata dengan lengkap, tidak
sangat rapi, rapi, rapi, tertata dengan
terorganisir, terorganisir, terorganisir, rapi,
dan menarik. dan menarik. dan menarik. terorganisir,
dan menarik.

Presentasi Penguasaan Penguasaan Penguasaan Penguasaan Tidak
Unjuk Karya dalam dalam dalam dalam membuat
penyampaian penyampaian penyampaian penyampaian unjuk karya
materi dan materi dan materi dan materi dan
komunikasi komunikasi komunikasi komunikasi
dengan dengan dengan dengan
pengunjung pengunjung pengunjung pengunjung

sangat baik. baik. cukup baik. kurang baik.


Click to View FlipBook Version