6) Pineal (Epifisis Serebri)
kelenjar pineal terletak di bagian pusat otak. Kelenjar ini menghasilkan melatonin
yang berpengaruh pada pelepasan gonadotropin dan menghambat produksi melanin
7) Timus
151
Terletak di daerah dada, kelenjar ini menghasilkan satu hormon:
» Thymosin, untuk pengendalian perkembangan sistem imun.
8) Kelenjar Gonad (Kelamin) dan Plasenta
Terletak di daerah perut (wanita) atau buah zakar dalam skrotum (laki-laki), kelenjar ini
juga menghasilkan hormon berbeda bagi wanita dan laki-laki.
Pada wanita, kelenjar gonad menghasilkan dua hormon:
152
» Estrogen, untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder.
» Progesteron, untuk menebalkan dan memperbaiki dinding uterus.
Pada laki-laki, menghasilkan satu hormon:
» Testosteron, untuk menentukan ciri pertumbuhan kelamin sekunder.
Plasenta menghasilkan
» Gonadotropin korion: hormon kehamilan yang diproduksi di plasenta. Hormon
inilah yang sering dijadikan acuan positifnya kehamilan pada test pack yang
dijual di pasaran.
» Estrogen:
» Progesteron
» Somatotropin: hormone pertumbuhan
Terima kasih
153
Analisis Struktur dan Fungsi 5 Indera sebagai
Sistem Koordinasi Manusia
Alat indera pada manusia disebut juga dengan panca indera. Karena alat indera
manusia terdiri dari lima, yakni indera penglihatan (mata), indera pendengar (telinga),
indera pembau (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).
1. Mata
Mata adalah organ indera yang bertanggung jawab untuk penglihatan atau sistem optik
yang memfokuskan berkas cahaya pada fotoreseptor dan mengubah energi cahaya menjadi
impuls saraf.
Aksesori/Alat tambahan mata: alis, bulu mata, kelopak mata, dan air mata. Bertujuan
untuk melindungi mata dari keringat, debu dan benturan
Struktur mata beserta fungsinya:
» Kornea mata, mempunyai fungsi untuk menerima sebuah rangsangan cahaya
dan meneruskannya pada bagian mata yang lebih dalam.
» Lensa mata mempunyai fungsi untuk meneruskan dan memfokuskan pada cahaya
agar bayangan benda jatuh ke lensa mata.
» Iris mempunyai fungsi untuk mengatur banyak sedikitnya sebuah cahaya yang masuk
ke mata.
» Pupil mempunyai fungsi sebagai saluran masuknya sebuah cahaya.
» Retina mempunyai fungsi untuk membentuk sebuah bayangan benda yang
kemudian dikirim oleh saraf mata ke otak.
154
» Otot mata mempunyai fungsi untuk mengatur suatu gerakan bola mata.
» Saraf mata, mempunyai fungsi untuk meneruskan sebuah rangsangan cahaya dari
retina ke otak.
Cara kerja mata:
Cahaya menuju ke aqueous humor lalu menuju pupil terus menuju lensa lalu menuju
vitreous humor lalu menuju retina lalu menuju saraf optik dan yang terakhir menuju otak.
2. Telinga
Telinga adalah organ indera yang bertanggung jawab untuk pendengaran. Setiap bagian
telinga memiliki peranan penting dalam menyediakan informasi bunyi ke otak. Secara
umum telinga terbagi atas telinga luar, telinga tengah dan telinga dalam.
Bagian Bagian Telinga Yaitu sebagai berikut:
✔ Telinga bagian luar yakni terdiri dari daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran.
✔ Telinga bagian tengah yakni terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar (martil,
landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius.
✔ Telinga bagian dalam yakni terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah
lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea).
155
Fungsi bagian telinga:
» Daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran mempunyai fungsi untuk
menangkap dan mengumpulkan suatu gelombang bunyi.
» Gendang telinga mempunyai fungsi untuk menerima sebuah rangsang bunyi
dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
» Tiga tulang pendengaran (tulang martil, landasan dan sanggurdi) mempunyai
fungsi untuk memperkuat sebuah getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah
siput.
» Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah
siput) mempunyai fungsi untuk mengubah impuls dan diteruskan ke otak. Pada Tiga
saluran setengah lingkaran juga mempunyai fungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
» Saluran eustachius fungsi nya untuk menghubungkan suatu rongga mulut dengan
telinga bagian luar.
Cara kerja telinga adalah sebagai berikut:
Getaran suara menuju daun telinga lalu menuju saluran telinga lalu menuju gendang telinga
lalu menuju tiga tulang pendengaran lalu menuju rumah siput lalu menuju sel-sel rambut
dalam organ korti lalu menuju sel saraf auditori dan yang terakhir menuju otak.
3. Hidung
Hidung adalah tonjolan yang berada tepat di tengah wajah dan berfungsi sebagai
organ pernapasan, indera penciuman, bahkan indera pengecap.
156
Bagian – bagian hidung yaitu sebagai berikut:
» Lubang hidung mempunyai fungsi untuk keluar masuknya sebuah udara.
» Rambut hidung mempunyai fungsi untuk menyaring sebuah udara yang masuk
ketika bernapas.
» Selaput lendir mempunyai fungsi sebagai tempat menempelnya sebuah kotoran
dan sebagai indra pembau.
» Serabut saraf mempunyai fungsi untuk mendeteksi zat kimia yang ada pada
udara pernapasan.
» Saraf pembau mempunyai fungsi untuk mengirimkan bau-bauan ke bagian otak.
Cara kerja hidung adalah sebagai berikut:
Rangsang (bau) menuju ke lubang hidung lalu menuju ke epitelium olfaktori lalu
menuju ke mukosa olfaktori lalu menuju ke saraf olfaktori lalu menuju ke talamus lalu
menuju ke hipotalamus dan terakhir menuju ke otak.
4. Lidah
Lidah merupakan indera pengecap yang terdiri dari sejumlah bagian dan memiliki
berbagai macam fungsi. Selain berfungsi sebagai pengecap, lidah juga memiliki beberapa
fungsi utama, antara lain membantu kita berkomunikasi, mengunyah, dan menelan
makanan.
157
Lidah memiliki kemoreseptor berupa kuncup pengecap yang terdapat pada papila lidah
langit langit lunak, epiglotis, dan faring.
Pada permukaan lidah yang ditutupi oleh empat macam papila yaitu sebagai berikut:
158
» Papila sirkum valata (menonjol dan tersusun seperti huruf V)
» Papila filiformis (Kerucut)
» Papila Fungiformis (Bulat)
» Papila foliata (seperti daun)
Cara kerja lidah sebagai berikut:
Makanan/larutan berasa menuju ke papila lidah lalu menuju ke saraf gustatori lalu
menuju medula oblongata lalu menuju talamus dan yang terakhir menuju otak.
5. Kulit
Kulit ialah salah satu alat indera yang mampu untuk menerima sebuah rangsangan
temperatur suhu, sentuhan,rasa sakit, tekanan, tekstur, dan lain sebagainya. Pada kulit
terdapat sebuah reseptor yang peka terhadap sebuah rangsangan fisik (mekanoreseptor).
Bagian Bagian Kulit dan Fungsinya:
» Kulit ari mempunyai fungsi untuk mencegah masuknya sebuah bibit penyakit dan
untuk mencegah penguapan air dari dalam tubuh.
» Kelenjar keringat mempunyai fungsi untuk menghasilkan suatu keringat.
» Lapisan lemak mempunyai fungsi untuk menghangatkan suatu tubuh. » Otot
penggerak rambut mempunyai fungsi untuk mengatur sebuah gerakan rambut.
» Pembuluh darah mempunyai fungsi untuk mengalirkan darah keseluruh tubuh.
Reseptor sensor pada kulit:
∙ Korpuskula Pacini, mendeteksi tekanan yang dalam (kuat) dan
getaran. ∙ Korpuskula Meissner, mendeteksi sentuhan.
∙ Cakram Merkel, mendeteksi sentuhan dan sebagai reseptor raba yang beradaptasi
lambat. ∙ Korpuskula Ruffini, reseptor tekanan dan tegangan di sekitar jaringan ikat.
159
∙ Ujung bulbus Krause, mendeteksi tekanan sentuhan, kesadaran posisi, dan
gerakan. ∙ Ujung saraf bebas, mendeteksi rasa nyeri, sentuhan ringan, dan suhu
(panas/dingin).
Terima Kasih
160
BAB X SISTEM REPRODUKSI
A. Jurnal Belajar
Rabu 5 Mei 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet dan membahas Sistem reproduksi, Bu Puspa menjelaskan
berdasarkan gambar alat kelamin perempuan dan laki laki pada
powerpoint.
Pada akhir pembelajaran ini Bu Puspa mengatakan kita akan lanjut
membahas system reproduksi dalam pertemuan selanjutnya bila ada
waktu. Bu Puspa juga memberikan tugas untuk menggabungkan seluruh
portofolio dan dikumpulkan sebelum ulangan serta menjelaskan
kesempatan untuk mengikuti lomba GSMB.
B. Tugas-Tugas
-
161
BAB XI SISTEM IMUNITAS TUBUH
A. Jurnal Belajar
Jumat 7 Mei 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa mengatakan hari ini merupakan hari terakhir untuk
mendapatkan nilai oleh karena itu Bu Puspa mengatakan masing masing
siswa siswi untuk secara bergiliran menyampaikan materi mengenai
system pertahanan tubuh dan setelah itu dibuat Portofolionya berdasarkan
kata kunci masing-masing 62 siswa.
B. Tugas-Tugas
62 Kalimat Pernyataan Portofolio Sistem Pertahanan Tubuh
1. Aaliyah: Sistem imunitas adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal,
menghancurkan serta menetralkan benda asing atau sel abnormal yang berpotensi merugikan
tubuh.
2. Albert: Fungsi Sistem pertahanan tubuh yaitu ada mempertahankan tubuh dari pathogen
invasive (virus dan bakteri), melindungi tubuh terhadap suatu agen dari lingkungan eksternal,
menyingkirkan sel-sel yang sudah rusak, mengenali dan menghancurkan sel abnormal.
162
3. Adastra: Alat yang menghalangi dalam imunitas bawaan, seperti kulit, air mata, mukus
(cairan lengket dan tebal yang disekresikan oleh membran dan kelenjar mukosa), dan air
ludah. Mereka berfungsi untuk mencegah laku peradangan setelah terjadi Luka atau infeksi.
4. Aldinan: Mekanisme pertahanan tubuh pertahanan spesifik merupakan system kompleks
yang memberikan respons imun terhadap antigen yang spesifik.
5. Afif: Pertahanan nonspesifik dibagi menjadi 4 yaitu: pertahanan fisik, kimia dan mekanis
terhadap agen infeksi, Fagositosis, Inflamasi (peradangan), dan zat mikroorganisme
nonspesifik yang diproduksi tubuh.
6. Aldian: Pertahanan fisik, kimia, dan mekanis terhadap agen infeksi: kulit yang sehat dan
utuh, membrane mukosa, cairan tubuh yang mengandung zat kimia antimikroba, pembilasan
oleh air mata, saliva, dan urin.
7. Alfonsus: Kemampuan tubuh untuk menahan atau menghilangkan benda asing serta sel sel
abnormal disebut imunitas (kekebalan).
8. Alya Herliani: Inflamasi adalah reaksi lokal jaringan terhadap infeksi atau cedera.
9. Alya Rahimah: Zat antimikroba non spesifik yang diproduksi tubuh dapat bekerja tanpa
adanya interaksi antigen dan antibodi sebagai pemicu, comoh: interferon dan komplemen.
10. Andi Ailman: komponen respons imunitas spesifik ada 2 : antigen dan antibodi.
11. Alya Sakila: Di dalam interaksi antibodi dan antigen, terdapat fiksasi komplemen yaitu
aktivasi sistem komplemen (+ - protein serum) oleh antibodi, yang jika terjadi infeksi, protein
pertama dalam rangkaian protein komplemen diaktifkan, kemudian memicu aktivasi protein-
protein berikutnya, hasilnya merupakan virus dan sel-sel patogen yang mengalami lisis.
12. Ashaz: Hipersensitivitas bergejala gatal-gatal, ruam, mata merah, sulit bernapas.keram
berlebihan, dil.
13. Aurelia: Interaksi antibodi dan antigen ada fiksasi komplemen, netralisasi, aglutinasi. Dan
presipitasi.
163
14. Boeih: Jenis imunitas terhadap kekebalan tubuh Imunitas aktif dan imunitas pasif,
imunitas aktif ada alami dan buatan, imunitas pasif ada alami dan buatan juga.
15. Brandon: Pertahanan Spesifik (Adaptit) dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu
imunitas yang diperantarai oleh antibodi dan imunitas yang diperantarai oleh sel.
16. Cantika: Sel sel yg terdapat dalam respons imunitas ada sel B, sel T, makrofag, sel
pembunuh alami.
17. Candyle: Faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu Genetik (keturunan),
Fisiologis, Stress, Usia. Hormon, Olahraga, Tidur, Nutrisi, Pajanan zat berbahaya, Racun
tubuh, Penggunaan obat-obatan.
18. Deswita: mekanisme respon imunitas seluler ada 2 yaitu, ekstraseluler jika antigen
dicerna oleh makrofag) dan intraseluler (ika antigen menginfeksi sel).
19. Dwi: tanda-tanda lokal response inflamasi, yaitu kemerahan, panas, pembengkakan,
nyeri, atau kehilangan fungsi.
20. Dicky: Mekanisme Ekstraseluler atau jika antigen dicerna oleh makrofag: antigen ditelan
makrofag, makrofag membentuk molekul MHC kelas II, MHC kelas II menangkap peptide
antigen, Sel T penolong mengaktivasi makrofag.
21. Elvina: Makrofiag dapat dibedakan menjadi 3 yaitu makrofag jaringan ikat, makrofag dan
prekursor nya, dan sistem fagosit mononukleus.
22. Dina: Imunitas dibagi menjadi beberapa, Imunitas pasif adalah jika antibodi dari satu
individu dipindahkan ke individu lainnya. Imunitas pasif buatan adalah melalui injeksi
antibodi dalam serum yang dihasilkan orang atau hewan.
23. Engeline: Gangguan sistem pertahanan tubuh meliputi hipersensitivitas, penyakit
autoimun dan imunodefisiensi.
24. Faisal: fagositosis memiliki beberapa jenis makrofag. Yaitu: makrofag jaringan ikat atau
histiosit, makrofag dan prekusomya atau monosit, dan sistem makrofag mononuldleus.
164
25. Fajar Hamdan: Pertahanan non spesifik terbagi menjadi 3 yaitu pertahanan fisik kimia
dan mekanis, fagositosis, inflamasi, dan zat antimikroba non spesifik yang diproduksi oleh
tubuh.
26. Fani: Faktor yg mempengaruhi sistem pertahanan tubuh yaitu genetik, fisiologis, stress,
usia, hormon, olahraga, tidur, dan nutrisi.
27. Farren: Gangguan sistem pertahanan tubuh seperti hipersensitivitas, penyakit auto imun,
imunodefisiensi.
28. Gabe: Sistem pertahanan tubuh spesifik yaitu limfosit. Limfosit ada 2 macam yaitu
Limfosit B dan Limfosit T.
29. Gina: Sel sitotoksik adalah sel pembunuh aktif yang menghancurkan sel.
30. Gita: Mekanisme respon humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan
antibody dalam plasma darah dan limfa.
31. Ivan: Sel pembunuh alami atau natural killer, Sel ini berperan dalam menghancurkan sel
kanker, virus, jamur, dan parasit lainnya.
32. Juan: Hipersensitivitas atau alergi adalah peningkatan sensitivitas atau reaktivitas
terhadap antigen yang pemah dipajankan atau dikenal sebelumnya, pada umumnya terjadi
pada beberapa orang saja dan tidak terlalu membahayakan tubuh.
33. Je Ivan: Penyakit autoimunitas adalah kegagalan sistem imunitas untuk membedakan sel
tubuh dengan sel asing sehingga sistem imunitas menyerang sel tubuh sendiri.
34. Louis: Imunodefisiensi, adalh kondisi menurunnya keefektifan sistem imunitas atau
ketidakmampuan sistem imunitas untuk merespon antigen. Contoh: defisiensi imun
kongenital dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome).
165
35. Khanza: Sindrom sistem Johnson penyakit kulit dan mukosa yang berbahaya dan dapat
mengakibatkan kematian. Sel-sel kulit bagian epidermis mengelupas dan memisahkan diri
dari dermis dengan gejala bercak kemerahan.
36. Marcell: Imunisasi polio merupakan vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari
gangguan poliomyelitis atau infeksi polio. Vaksin polio ini sangat penting untuk upaya
mencegah penularan.
37. Madinah: Jenis imunisasi dan penyakit yg dicegah. BCG: Tuberkolosis, Hepatitis B:
Hepatitis B (infeksi organ hati), Polio: Poliomielitis / Kelumpuhan.
38. Modestine: Tujuan akhir inflamasi adalah untuk mengisolasi, menghancurkan,
menginaktifkan agen penyerang, membersihkan sel-sel debris, serta mempersiapkan proses
penyembuhan dan perbaikan jaringan.
39. Andri: Antibodi Memiliki jumlah paling banyak 5 kelas (Ig): IgA (melawan
mikroorganisme), IgB (membantu memicu respon imunitas), IgE (menyebabkan pelepasan
histamin dan mediator kimia lain), IgG (berjumlah paling banyak), IgM (antibodi pertama
yang tiba di lokasi infeksi).
40. Salman: Antigen adalah zat yang merangsang respons imunitas, terutama dalam
menghasilkan antibodi. Terdiri atas determinan antigen dan hapten.
41. Fawwaz: salah satu faktor yg mempengaruhi yaitu tidur. Jika kurang, menyebabkan
perubahan pada jaringan sitokin yang dapat menurunkan imunitas seluler, kekebalan tubuh
melemah.
42. Oasis: imunisasi DP yaitu imunisasi untuk difteri, pertussis (batuk rejan), dan tetanus Yg
diberikan pada bayi usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Pemberian yang ke-4 adalah pada usia
18 bulan, dan pemberian yang terakhir pada usia 5 tahun. Dosis yang diberikan yakni satu
kali suntikan setiap jadwal imunisasi.
43. Rafli: Salah satu gangguan sistem pertahanan tubuh adalah defisiensi imun, tidak
memiliki sel B dan sel T sejak lahir. Penderita harus tinggal di tempat yg steril.
166
44. Oriza: kekebalan tubuh ada dua. Aktif: kekebalan yg dihasilkan oleh tubuh sendiri
dimana jika seseorang sakit karena terinfeksi patogen, tubuh akan membuat antibodi. Pasif:
kekebalan yang diperoleh setelah mendapat antibodi dari Luar contohnya kekebalan tubuh
bayi yang didapat dari air susu ibu.
45. Rafli Dwi: magnesium diketahui dapat mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.
Selain itu, magnesium juga dapat membantu menjaga otot normal dan fungsi saraf, menjaga
irama jantung agar tetap stabil, menjaga tulang yang kuat,mengatur tingkat gula
darah,mengatur tekanan darah.
46. Zinedine: Respons kekebalan humoral melibatkan aktivasi sel B yang akan menghasilkan
antibodi dalam plasma darah dan limfa.
47. Raisya: Imunodefisiensi adalah salah satu penyakit sistem pertahanan tubuh Yaitu kondisi
menurunnya keefektifan sistem imunitas atau ketidakmampuan system imunitas untuk
merespons antigen. Ada 2 jenis imunodefisiensi, yaitu defisiensi imun kongenital dan AIDS.
48. Nadia: Vaksin adalah patogen yg mati atau dilemahkan atau toksin yg telah diubah.
49. Rania: Imunisasi PCV yaitu untuk mencegah penyakit radang selaput otak, infeksi darah,
dan radang paru-paru.
50. Nanda: Salah satu faktor yg mempengaruhi adalah nutrisi seperti vitamin dan mineral
yang diperlukan dalam pengaturan sistem imunitas. DHA dan asam arakidonat
mempengaruhi maturasi atau pematangan sel T. Protein diperlukan dalam pembentukan
imunoglobulin dan komplemen.
51. Naura: Pencegahan terbaik untuk Stevens Johnson adalah tidak mengkonsumsi obat2an
sembarangan dan lebih baik memberitahukan kepada dokter jika memiliki alergi terhadap
suatu jenis obat, makanan, atau bahan-bahan kimia tertentu.
52. Ruth: Salah satu program imunisasi adalah Hep A untuk mencegah Hep A. Hep
A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Hep A.
167
53. Patricia: Program dan jenis imunisasi yaitu Campak untuk mencegah terjadinya penyakit
campak, Tifoid untuk mencegah penyakit tifus, dan Varicella untuk mencegah penyakit
cacar.
54. Samuel: Patogen dapat dengan cepat berevolusi dan beradaptasi agar terhindar dari
identifikasi dan penghancuran oleh sistem imun. Tetapi, sistem pertahanan tubuh juga
berevolusi untuk mengenali dan menetralkan patogen tersebut.
55. Raina: Contoh alergen yaitu spora kapang, serbuk sari, rambut hewan, kotoran serangga,
karet lateks, obat-obatan, dan bahan makanan (telur, susu, kacang. udang, dan kerang).
56. Raisha: Salah satu faktor yang mempengaruhi sistem pertahanan tubuh adalah pajanan zat
berbahaya seperti bahan radioaktif, pestisida, rokok, minuman beralkohol, dan bahan
pembersih kimia yang dapat menurunkan imunitas.
57. Skylenn: Dalam pertahanan spesifik adaptif terdapat sel-sel yang terlibat dalam respons
imunitas salah satunya a adalah Makrofag. Makrofag adalah sel fagosit besar dalam jaringan,
yang berasal dari perkembangan sel darah putih, dan berfungsi untuk menelan antigen atau
bakteri untuk dihancurkan secara enzimatik.
58. Sakhi: Presipitasi/Pengendapun adalah pengikatan silang molekul-molekul antigen yang
terlarut dalam cairan tubuh.
59. Jason: Cara meningkatkan imunitas tubuh adalah perbanyak makan buah dan sayur,
berolahraga, istirahat cukup, hindari rokok dan alkohol, hindari stress.
60. Thezar: pada beberapa kasus Stevens Johnson disebabkan beberapa obat2an seperti.
Penisilin, streptomisin, sulfonamida, tetrasiklin, metamizole, antalgin, parasetamol,
klorpromazin, karbamazepin, dan turunannya.
61. Wahyu: Struktur antibodi tersusun atas dua macam rantai polipeptida yang identic dimana
terdapat dua rantai ringan dan dua rantai berat. Keempat rantai pada molekul antibodi
dihubungkan oleh ikatan disulfida dan bentuk molekulnya menyerupai huruf Y.
62. Yuniar: hormon bergantung pada jenis kelamin wanita memproduksi hormone estrogen
yang meningkatkan sintesis igG dan igA sehingga menjadi lebih kebal terhadap infeksi
daripada pria.
168
REFLEKSI
PERISTIWA
Peristiwa-peristiwa yang terjadi selama kegiatan belajar mengajar mata
pelajaran biologi selama 2 semester ini adalah peristiwa pembelajaran yang disertai
dengan pembuatan Jurnal belajar dan Portofolio untuk tugas-tugas. Jurnal belajar berisi
berbagai hal yang terjadi selama pembelajaran dan tidak harus ditulis secara baku
karena dapat menggunakan Bahasa santai yang mudah dipahami.
Selain itu, juga terdapat tugas-tugas yang diberikan selama kegiatan
pembelajaran yang dikerjakan dalam bentuk portofolio. Namun terkadang juga terdapat
tugas yang dikerjakan dalam bentuk lain seperti dalam bentuk powerpoint, karya ilmiah
dan video.
PERASAAN
Perasaan penulis selama menulis jurnal belajar, membuat tugas-tugas hingga
membuat Portofolio ini adalah senang karena dengan menulis jurnal penulis dapat
mengungkapkan perasaan selama pembelajaran dan membantu penulis juga dalam
mengingat beberapa peristiwa yang terjadi dalam pertemuan untuk ditulis pada jurnal.
Serta dengan membuat tugas-tugas pengetahuan penulis menjadi lebih matang.
PEMBELAJARAN
Pembelajaran yang dapat penulis ambil selama menulis jurnal belajar, membuat
tugas-tugas hingga membuat portofolio ini adalah berbagai pengalaman untuk
mempersiapkan diri kedepannya. Dalam 2 semester ini penulis menjadi lebih terlatih
dalam membuat karya tulis, laporan, makalah, video dan sebagainya sehingga pastinya
akan dapat memudahkan penulis kedepannya. Selain itu, pembuatan jurnal belajar juga
melatih penulis untuk mengungkapkan berbagai perasaan selama pembelajaran.
Sehingga dapat dikatakan terdapat banyak manfaat yang bisa didapat dari menulis
jurnal dan mengerjakan portofolio.
169
PERUBAHAN
Perubahan yang didapat penulis selama menulis jurnal belajar, membuat tugas-
tugas hingga membuat Portofolio ini adalah penulis menjadi lebih terbiasa dalam
mengerjakan tugas, meningkatkan kedisiplinan penulis serta membuat penulis lebih
mendalami tugas. Harapan penulis, semoga pengalaman membuat Jurnal dan Portofolio
ini dapat berguna untuk kedepannya baik untuk penulis maupun pembaca.
170