101
LAPORAN PRAKTIKUM
UJI ZAT MAKANAN
Oleh
Skylenn H.T / XI IPA 4
Guru Pembimbing:
Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN
TIMUR DINAS PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN SMA NEGERI 1
BALIKPAPAN
TAHUN 2021
102
A. Tujuan Praktikum
1.Menjelaskan proses pencernaan bahan makanan seperti karbohirat, lemak, dan protein
2.Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui kandungan zat makan
(karbohidrat/amilum, protein, glukosa, dan lemak) dari berbagai jenis bahan makanan.
B. Dasar Teori
Bahan makanan yang kita kenal yaitu empat sehat lima sempurna, di dalam bahan
makanan tersebut terkandung berbagai macam zat makanan yaitu: karbohidrat, lemak,
protein, mineral, vitamin, dan air.
Makanan akan mengalami proses pencernaan secara mekanis, chemis
(enzymatis), dan biologis sehingga dihasilkan zat yang mudah diserap oleh vili-vili usus
dalam tubuh.
Kebutuhan akan zat makanan antar orang berbeda, tergantung dari usia, aktihitas,
kondisi kesehatan, berat badan, masa pertumbuhan, penyembuhan penyakit,
mengandung, dsb. Makanan harus terpenuhi dalam jumlah cukup dan bergizi, higienis,
bebas hama dan penyakit, bebas racun, dan mudah dicerna.
Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengand ung zat pengatur,
pembangun, dan sumber energi. Oleh karena itu sumber makanan harus selalu tersedia
pada setiap saat. Makanan harus selalu terjaga kualitasnya agar tetap baik.
Untuk mengetahui bahan makanan bergizi atau tidak perlu pengujian. Uji
makanan meliputi uji amilum, glukosa, protein, lemak, vitamin, mineral. Uji amilum
misalnya dengan reagen lod/Lugol akan memberikan warna biru. Uji protein dengan
reagen Biuret campuran antara NaOH dan CuSO4 akan memberikan reaksi warna
ungu/c incin ungu. Sedang uji glukosa dengan reagen Fehling A dan Fehling B yang
dicampur dan dipanaskan akan memberikan warna merah batalorange, sedang uji lemak
akan memberikan noda transparan.
103
A. Uji Benedict (uji glukosa/karbohidrat monosakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 5 ml larutan benedict ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan 0.5 ml larutan hasil penggerusan nasi tersebut di atas.
5. Beri label “uji benedict: nasi” pada tabung reaksinya.
6. Amati warna sebelum dipanaskan.
7. Panaskan tabung reaksi yang berisi larutan benedict dan larutan nasi tersebut di atas
selama 5 menit dan dinginkan.
8. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Apabila
dalam makanan terdapat karbohidrat/gula monosakarida, larutan akan berwarna kuning
kehijauan dan terbentuk endapan merah bata.
9. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
10. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti,
kentang, dan jagung)
104
B. Uji Iodin/Lugol (uji amilum/karbohidrat polisakarida)
1. Haluskan nasi dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan dan
tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
2. Masukkan 5 ml larutan hasil penggerusan bahan makanan ke dalam tabung reaksi.
3. Beri label “uji iodin: nasi” pada tabung reaksi.
4. Amati warna larutan.
5. Tambahkan 2 tetes larutan iodin.
6. Amati perubahan warna yang terjadi setelah ditetesi larutan iodin (apabila warna
menjadi hitam atau kebiruan, bahan makanan yang diuji mengandung amilum karbohidrat)
dan catat pada tabel hasil pengamatan.
7. Lakukan hal yang sama untuk kentang, roti, dan jagung.
8. Bandingkan hasil uji benedict untuk bahan-bahan makanan tersebut (nasi, roti, kentang,
ubi, dan jagung).
C. Uji Biuret (uji protein)
1. Haluskan tempe dengan cara menggerusnya menggunakan mortal dan lempengan.
2. Tambahkan air secukupnya sehingga terbentuk larutan.
3. Masukkan 1 ml larutan hasil penggerusan tempe tersebut ke dalam tabung reaksi.
4. Tambahkan setetes demi setetes larutan biuret sambil dikocok hingga tercapai warna
maksimum (tidak terjadi perubahan warna lagi).
5. Amati perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan. Jika warna
berubah ungu berarti bahan makanan mengandung protein.
6. Lakukan hal yang sama pada tahu, telur, dan susu.
7. Bandingkan hasil percobaan untuk tiap bahan makanan yang diuji.
D. Uji Lemak
1. Bentuklah kotak 5x5 cm pada kertas koran.
2. Teteskan larutan bahan makanan yang akan diuji pada kotak-kotak kertas koran
tersebut.
3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi dan catat pada tabel hasil pengamatan.
Apabila kertas koran menjadi buram/transparan, berarti bahan makanan mengandung
lemak.
105
E. Hasil Praktikum
Tabel Hasil Pengamatan
A. Uji Benedict Reagen Warna setelah dicampur
Bahan Makanan penguji/warna Sebelum dipanaskan Setelah dipanaskan
No. yang diuji/warna Biru Biru kehijauan
Biru Merah bata
1. Nasi/Putih Benedict/Biru tua Biru Kuning pucat
Biru Orange kehitaman
2. Roti/Putih Benedict/Biru tua Biru Orange
3. Kentang/Kuning Benedict/Biru tua
4. Jagung/Kuning Benedict/Biru tua
5. Ubi/Ungu Benedict/Biru tua
B. Uji Iodin/Lugol Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
No. Bahan Makanan penguji/warna
Biru tua
yang diuji/warna Iodin/Coklat Biru tua
Iodin/Coklat Biru muda
1. Nasi/Putih Iodin/Coklat Biru muda
2. Roti/Putih Iodin/Coklat Biru muda
3. Kentang/Kuning Iodin/Coklat
4. Jagung/Kuning
5. Ubi/Ungu
C. Uji Biuret Reagen Perubahan Warna setelah dicampur
penguji/warna
No. Bahan Makanan Ungu muda
yang diuji/warna Ungu muda
1. Tempe Biuret/Biru muda Ungu
Ungu
2. Tahu Biuret/Biru muda Ungu
3. Telur Biuret/Biru muda
4. Susu Biuret/Biru muda
5. Kacang Biuret/Biru muda
D. Uji Lemak Warna kertas koran Perubahan Warna
No. Bahan Makanan setelah ditetesi pada
Abu-abu
yang diuji/warna Abu-abu kertas koran
Abu-abu
1. Tempe Abu-abu Transparan
2. Tahu Abu-abu Transparan
3. Telur sedikit transparan
4. Susu sedikit transparan
5. Kacang sedikit transparan
106
F. Pembahasan
Pada praktikum uji bahan makanan, terdapat indikator yang digunakan untuk
mengecek ada tidaknya kandungan zat makanan di dalam makanan yang diuji.
Didapatkan hasil scbagai berikut:
Lugol digunakan untuk menguji bahan makanan yang mengandung karbohidrat (amilum).
Bahan makanan yang mengandung amilum (karbohidrat) bila ditetesi lugol akan berubah
warna menjadi biru hitam. Semakin gelap warnyanya berarti makanan tersebut banyak
kandungan karbohidratnya.
Biuret (campuran NaOH dan CUSO4) adalah reagen yang digunakan untuk menguji
kandungan protein. Bahan makanan yang mengandung protein akan berubah menjadi ungu
setelah ditetesi biuret. Hal itu terjadi karena ada ikatan protein dengan biuret yang
menghasilkan dasar reaksi kompleks koordinasi antara Cu2+ dengan gugus – C = O dan NH
ikatan peptida dalam larutan alkalis. Menghasilkan perubahan warna menjadi ungu atau
lembayung.
Benedict adalah reagen yang digunakan untuk menguji kandungan glokusa pada bahan
makanan. Bahan makanan yang mengandung glukosa akan berubah menjadi warna merah
bata setelah ditetesi benedict dan kemudian dipanaskan.
Kertas koran digunakan sebagai uji lemak. Bahan makanan yang mengandung lemak akan
membuat kertas koran menjadi transparan jika dioleskan pada permukaan korannya.
G. Pertanyaan dan Jawaban
1. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat
setelah diuji dengan: a) Larutan benedict? b) Larutan iodin/lugol?
2. Apakah warna yang terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein setelah
diuji dengan biuret?
3. Jelaskan perbandingan kandungan karbohidrat pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
4. Jelaskan perbandingan kandungan lemak pada ke 5 bahan makanan yang diuji!
5. Jelaskan proses pencernaan karbohidrat, protein, dan lemak!
107
Jawaban
1.
a.) Wama yang akan terjadi pada bahan makanan yang mengandung karbobidrat setelah
diuji dengan larutan benedict akan menunjukkan wama kuning kehijauan dan terbentuk
endapan merah bata.
b.) Wama yang akan teradi pada bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah diuji
dengan larutan iodin lugol akan menunjukkan warna hitam atau kebiruan.
2. Warna yang akan terjadi pada bahan makanan yang mengandung protein getelah diuji
dengan larutan biuret akan menunjukkan wama ungu.
3.
Perbandingan kandugen karbohidrat monosakarida (glukosa) pada 5 bahan makanan yang
diuji:
• Nasi : sebelum dipanaskan bewama biru dan setelah dipanaskan bewama
kuning kehijauan (mengandung banyak glukosa)
• Roti : sebelum dipanaskan bewama biru dan setelah dipanaskan bewama
merah bata (mengandung banyak glukosa)
• Kentang : sebelum dipanaskan bewama biru dan setelah dipanaskan
bewama kuning pucat(mengandung sedikit glukosa)
• Jagung : sebelum dipanaskan bewana biru dan setelah dipanaskan
berwama oranye kehitaman (mengandung sedikit glukosa)
• Ubi : sebelum dipanaskan bewama biru dan setelah dipansakan bewama
oranye(mengandung sedikit glukosa)
Perbandingan kandungan karbohidrat polisakarida pada 5 bahan makanan
• Nasi : perubahan wama yang tejadi setelah direaksikan dengan iodin
adalah biru Tua berarti nasi mengandung banyak karbohidrat.
• Roti : perubahan warna yang terjadi setelah direaksikan dengan iodin
adalah biru Kehitaman berarti roti mengandung banyak karbohidrat.
• Kentang : perubahan wama yang teradi setelah direaksikan dengan iodin
adalah biru Muda berarti kentang mengandung sedikit karbohidrat
• Jagung : perubahan wama yang terjadi setelah direaksikan dengan iodin
adalah biru Muda berarti Jagung mengandung sedikit karbohidrat.
108
• Ubi : perubahan wana yang teradi setelah direaksikan dengan iodin
adalah biru Muda berarti Ubi mengandung sedikit karbohidrat.
4. Perbandingan kandungan lemak pada 5 bahan makanan tersebut:
• Tempe : setelah ditetesi pada kertas koran. kertas koran menjadi
transparan(mengandung banyak lemak)
• Tahu : setelah ditetesi pada kertas koran, kertas koran menjadi
Transparan (mengandung banyak lemak)
• Telur : setelah ditetesi pada kertas koran. kertas koran menjadi sedikit
transparan(mengandung sedikit lemak)
• Susu ะ getelab ditetesi pada ketas koran. kertas koran menjadi sedikit
transparan(mengand ung sedikit lemak)
• Kacang : setelah ditetesi pada kertas koran. Kertas koran menjadi sedikit
transparan (mengandung sedikit lemak).
5.
A. Pencernaan Karbohidrat dalam Tubuh
Karbohidrat merupakan senyawa kimia yang banyak tersusun oleh unsur-unsur karbon.
Unsur yang terdapat dalam karbohidrat adalah C, H, dan O. Bahan makanan yang banyak
mengandung karbohidrat, misalnya beras, jagung, kentang, gandum, umbi-umbian, dan
buahbuahan yang rasanya manis.
Karbohidrat setelah dicerna di usus akan diserap oleh dinding usus halus dalam bentuk
monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagian besar menuju hati dan
sebagian lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu dan mengalami proses metabolisme lebih
lanjut. Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis menghasilkan glikogen,
dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa oleh aliran darah ke
bagian tubuh yang memerlukan.
109
Hati dapat mengatur kadar glukosa dalam darah atas bantuan hormon insulin yang
dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Kenaikan proses pencernaan dan penyerapan
karbohidrat menyebabkan glukosa dalam darah meningkat, sehingga sintesis glikogen dari
glukosa oleh hati akan naik. Sebaliknya, jika banyak kegiatan, maka banyak energi yang
digunakan untuk kontraksi otot, sehingga kadar glukosa dalam darah menurun.
Dalam hal ini, glikogen akan diuraikan menjadi glukosa yang selanjutnya mengalami
katabolisme menghasilkan energi (dalam bentuk energi kimia). Hormon yang mengatur
kadar gula dalam darah, yaitu sebagai berikut.
110
1. Hormon insulin, dihasilkan oleh pankreas berfungsi menurunkan kadar glukosa dalam
darah. 2. Hormon adrenalin, dihasilkan oleh korteks adrenal berfungsi menaikkan
B. Pencernaan Protein dalam Tubuh
Protein merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, O, N (kadang juga
mengandung unsur P dan S). Bahan makanan yang mengandung banyak protein antara lain :
protein hewani, misalnya daging, ikan, telur, susu, dan keju; dan protein nabati, misalnya
kacang-kacangan, tahu, tempe, dan gandum.
Di dalam tubuh, protein diubah menjadi asam amino oleh beberapa reaksi hidrolisis serta
enzim-enzim yang bersangkutan. Enzim-enzim yang bekerja pada proses hidrolisis protein,
antara lain pepsin, tripsin, kemotripsin, karboksi peptidase, dan amino peptidase.
Protein yang telah dipecah menjadi asam amino, kemudian diabsorpsi melalui dinding usus
halus dan sampai ke pembuluh darah. Setelah diabsorpsi dan masuk ke dalam pembuluh darah,
asam amino tersebut sebagian besar langsung digunakan oleh jaringan. Sebagian lain,
mengalami proses pelepasan gugus amin (gugus yang mengandung N) di hati. Proses
pelepasan gugus amin ini dikenal dengan deaminasi protein.
Protein tidak dapat disimpan di dalam tubuh, sehingga kelebihan protein akan segera dibuang
atau diubah menjadi zat lain. Zat sisa hasil penguraian protein yang mengandung nitrogen
akan dibuang bersama air seni dan zat sisa yang tidak mengandung nitrogen akan diubah
menjadi karbohidrat dan lemak. Kelebihan protein dalam tubuh dapat mengakibatkan
pembengkakan hati dan ginjal karena beban kerja organ organ tersebut lebih berat dalam
menguraikan protein dan mengeluarkannya melalui air seni.
C. Pencernaan Lemak dalam Tubuh
Lemak merupakan senyawa kimia yang mengandung unsur C, H, dan O. Peran lemak adalah
menyediakan energi, melarutkan vitamin A, D, E, K, dan menyediakan asam lemak esensial
bagi tubuh manusia. Bahan makanan yang mengandung banyak lemak antara lain :lemak
hewani: keju, daging, susu, dan ikan basah; dan lemak nabati: kelapa, kemiri, kacang-
kacangan, dan buah avokad
Di dalam tubuh, lemak mengalami metabolisme. Lemak akan dihidrolisis menjadi asam
lemak dan gliserol dengan bantuan enzim lipase. Proses ini berlangsung dalam saluran
111
pencernaan. Sebelum diserap usus, asam lemak akan bereaksi dengan garam empedu
membentuk senyawa, seperti sabun.
Selanjutnya, senyawa tersebut akan diserap jonjot usus dan akan terurai menjadi asam lemak
dan garam empedu. Asam lemak tersebut akan bereaksi dengan gliserol membentuk lemak.
Kemudian, diangkut oleh pembuluh getah bening usus menuju pembuluh getah bening dada
kiri. Selanjutnya, ke pembuluh balik bawah selangka kiri.
Lemak dikirim dari tempat penimbunannya ke hati dalam bentuk lesitin untuk dihidrolisis
menjadi asam lemak dan gliserol. Selanjutnya, gliserol akan diubah menjadi gula otot atau
glikogen. Asam lemak akan diubah menjadi asetil koenzim.
Gangguan metabolisme berupa tertimbunnya senyawa aseton yang dapat menyebabkan
gangguan pernapasan. Kesulitan bernapas terjadi karena meningkatnya tingkat keasaman
dan jumlah CO2 yang tertimbun. Kelainan ini dinamakan asidosis.
H. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil praktikum ini. Maka, dapat ditarik kesimpulan bahwa:
Jika bahan makanan yang telah dicampur oleh beberapa tetes biuret berubah warna menjadi
ungu kehitaman maka makanan tersebut mengandung protein. Makanan yang mengandung
protein adalah Tempe (sedikit), Tahu (sedikit), telur, susu kacang.
Jika bahan makanan berubah menjadi warna ungu kebiruan setelah dicampur oleh lugol
maka makanan tersebut mengandung amilum/karbohidrat. Makanan yang mengandung
Amilum / karbohidrat adalah nasi, roti, kentang (sedikit), jagung (sedikit), ubi (sedikit)
112
Jika makanan tersebut berubah warna menjadi warna orange-kekuning-kuningan dicampur
benedict dan dipanaskan maka makanan tersebut mengandung glukosa. Makanan yang
mengandung glukosa adalah roti, kentang, jagung, ubi
Jika kertas yang telah diolesi oleh bahan makanan menjadi bernoda transparan, maka
makanan tersebut mengandung lemak. Makanan yang mengandung lemak adalah tempe dan
tahu.
I. Daftar Pustaka https://www.mikirbae.com/2016/12/pencernaan-karbohidrat-
protein-dan.html https://idschool.net/smp/uji-makanan-amilum-glukosa-protein-
dan-lemak/ https://www.slideshare.net/DhiarrafiiBintangMat/laporan-resmi-
praktikum-biologi-ujimakanan http://eprints.walisongo.ac.id/6881/3/BAB%20II.pdf
https://academia.co.id/laporan-praktikum-uji-makanan/
https://www.scribd.com/doc/266098024/Laporan-GP-Kentang-Fix
BAB VII SISTEM PERNAPASAN
A. Jurnal Belajar
Jumat 29 Januari 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa mengatakan kelas XI IPA 4 hadir semua dan XI IPA 5
kurang beberapa murid. Bu Puspa juga mengatakan Osis ingin melakukan
bakti sosial korban gempa dan ada juga beberapa murid yang telah
ditinggalkan orang tuanya sehingga untuk mempersiapkan sumbangan.
Pembelajaran hari ini dimulai dengan refleksi nilai, Bu Puspa bangga
dengan hasil ulangan dan Bu Puspa berharap ulangan selanjutnya jika
bisa tidak ada yang remedial.
Bu Puspa lalu mengirimkan materi di grup whatsapp dan Juan
Carlos bersedia menampilkannya di meet. Udara yang kita hirup bukan
hanya oksigen dan Co2 tetapi terdapat beberapa gas lain. Rekap hari ini
113
Bu Puspa mengatakan pembelajaran berjalan dengan baik semua lengkap
hanya beberapa ada yang terlambat, banyak yang aktif hanya kurang
disiplin perlu sedikit dorongan terlebih dahulu.
Rabu 3 Februari 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa melanjutkan bab materi pernapasan Pembelajaran dimulai
dengan Bu Puspa meminta seseorang untuk menjelaskan laring dan kita
berdiskusi bersama seluruh organ pernapasan. Hari ini kita belajar hingga
Faktor-faktor yang mempengaruhi pernapasan ada 7. Sudah 7 menit
terlewat dan sekarang waktunya pelajaran fisika dengan Pak Win.
114
Jumat 5 Februari 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa memulai pembelajaran dengan membahas system
pernapasan manusia transpordan pertukaran gas. Pada saat pembelajaran
Bu Puspa sempat terkeluar sekali terganggu oleh jaringan dan kesalahan
mic. Dan pada saat 15 menit terakhir Bu Puspa berusaha sebaik mungkin
untuk menjelaskan. Bu Puspa lalu meminta 10 orang untuk membantu
menjelaskan dan pada akhir pembelajaran Bu Puspa megingatkan bahaya
rokok dan menghimbau khususnya para siswa untuk tidak merokok.
Jumat 05 Februari 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Saat masuk Bu Puspa mengatakan bahwa hari ini merupakan ulang
tahun Bapak Kepala sekolah kita Pak Eddy dan kita membuat Video. Bu
Puspa lalu menjelaskan mengenai tugas yang terdapat di classroom.
Bu Puspa mengatakan bahwa Bu Puspa bangga dengan Ipa 4 dan 5
karena sebelum dijelaskan sudah ada yang mengumpulkan tugas Lalu
disaat terakhir Bu Puspa menanyakan apa ada yang mau menampilkan
tugas video namun tidak ada yang ingin menampilkan sehingga
pembelajaran pun ditutup oleh Bu Puspa.
115
116
B. Tugas-Tugas
BIOLOGI KELAS XI
Oleh
Skylenn H.T / XI IPA 4
Guru Pembimbing:
Puspani, M.Pd
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN
TIMUR DINAS PENDIDIKAN DAN
KEBUDAYAAN SMA NEGERI 1 BALIKPAPAN
TAHUN 2020/2021
117
Judul LEMBAR PENGESAHAN
Oleh
: Pengaruh asap kendaraan bermotor terhadap paru-paru
: Skylenn Hertanto Tan
Mengetahui, Balikpapan, Februari 2021
Guru Biologi SMA Negeri 1 Balikpapan Siswa yang Bersangkutan,
Puspani, M.Pd Skylenn Hertanto Tan
NIP. 19731010 200012 2 003 NIS. 19945
1. Judul
Studi literature ini berjudul Pengaruh asap kendaraan bermotor terhadap paru-paru
118
2. Tujuan
Dalam penulisan suatu studi literatur tentunya harus memiliki beberapa hal yang direncanakan
sebagai tujuan. Adapun tujuan studi literatur ini ialah:
Untuk mengetahui pengaruh pencemaran udara terhadap organ paru-paru manusia.
3. Hasil Analisis
A. Peristiwa Pencemaran
Pencemaran udara adalah suatu kondisi dimana masuknya zat, energi dan atau komponen
lain ke dalam udara. Pencemaran udara juga bisa berarti berubahnya tatanan/komposisi udara oleh
kegiatan manusia dan proses alam, sehingga kualitas udara menurun atau tidak dapat berfungsi lagi
sesuai dengan peruntukkannya.
B. Penyebab Pencemaran
Bertambahnya pemakaian kendaraan setiap tahunnya meningkatkan penggunaan bahan
bakar minyak bumi. Minyak bumi banyak digunakan dalam kendaraan beroda, minyak bumi
tersebut diproses dan memiliki zat buangan. yang dibuang melalui knalpot. Hasil pembuangan gas
tersebut mengandung karbon monoksida (CO), karbon dioksida (CO2), nitrogen oksida (NOx),
hidrokarbon (HC) beserta aerosol yang dapat mencemari udara. Selain dari kendaraan, pertumbuhan
penduduk juga berperan dalam pencemaran udara. Meledaknya pertumbuhan penduduk
mengakibatkan padatnya lalu lintas, dan berkurangnya lahan kosong akibat pembangunan rumah.
C. Akibat Pencemaran
Jika terpapar udara yang tercemar, kebanyakan orang akan mengalami gangguan
pernapasan. Dampaknya bisa bermacam-macam, mulai dari menurunnya kadar oksigen dalam
tubuh hingga kerusakan saluran pernapasan hingga menyebabkan penyakit pernapasan, seperti
asma, pneumonia dan kanker paru-paru.
4. Refleksi
Polusi udara tidak boleh diabaikan, karena akan berdampak buruk terhadap tingkat kesehatan
kita. Berdasarkan data dan fakta, pencemaran udara dapat diakibatkan oleh berbagai hal dan belum
menemukan solusi yang tepat. Tidak tepatnya pengelolaan jumlah kendaraan dan cara mengatasi
polusi udara yang diakibatkannya menyebabkan tingkat pencemaran udara semakin meninggi.
Dengan ini penulis akan berusaha untuk mengurangi pencemaran udara guna memperbaiki keadaan
udara yang ada di sekitar lingkungan penulis.
119
5. Tindak Lanjut
Adapun tindak lanjut yang dapat dilakukan untuk menghadapi permasalahan diatas
yaitu:
Melakukan penanaman di lahan kosong seperti disekitar lingkungan rumah,
menggunakan masker dalam setiap melakukan aktivitas untuk mereduksi adanya
resiko penurunan fungsi paru-paru akibat polusi udara. Dan mengurangi penggunaan
kendaraan bermotor dengan beralih pada angkutan umum untuk perjalanan sederhana.
6. Daftar Pustaka
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas “Pencemaran” (2021)
https://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran#:~:text=Pencemaran%20adalah%20masuk%20
atau
%20dimasukkannya,ke%20dalam%20air%20atau%20udara.&text=Pencemaran%20terha
dap
%20lingkungan%20dapat%20terjadi,bahan%20kimia%20termasuk%20logam%20berat.
Setiyawan Nurbiyantara. “Pengaruh polusi udara terhadap fungsi paru pada polisi lalu
lintas di Surakarta” core (2010); 58-59 https://core.ac.uk/download/pdf/12352211.pdf
Dr. Verury Verona Handayani, “Pengaruh Polusi Udara pada Kesehatan” halodoc
(2021) https://www.halodoc.com/artikel/4-pengaruh-polusi-udara-pada-kesehatan
120
BAB VIII SISTEM EKSKRESI
A. Jurnal Belajar
Jumat 19 Februari 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa mengatakan Bu Puspa bangga dengan kelas XI IPA 4 dan
XI IPA 5 karena nilai ulangan yang bagus dan tidak ada yang remedial.
Bu Puspa juga mengatakan Bu Puspa akan terus mensupport untuk terus
meraih prestasi dan terus semangat meskipun pembelajaran dilakukan
secara daring. Bu Puspa juga mengatakan Kehadiran IPA 5 lebih bagus
daripada IPA 4 dan mengatakan IPA 4 harus lebih semangat lagi.
Bu Puspa juga mengingatkan untuk selalu mengingat agama dan
bersedekah walaupun sedikit, Hanya kurang 2 orang di meet Biologi
yaitu Alfon yang ijin dan Adastra hingga Adastra ditelpon oleh Bu Puspa.
Hari ini kita masuk pembelajaran system ekskresi. Ekskesi berarti
zat sisa yang harus dibuang dari tubuh manusia karena bila tidak terbuang
akan mengganggu metabolism dan organ organ tubuh, jadi harus dibuang.
Ada 4 organ yang melakukan fungsi ekskresi ada hati, ginjal, paru-paru,
kulit. Kita harus memperhatikan bentuk,fungsi dan bagaimana proses
yang terjadi di hati, ginjal, paru-paru dan kulit saat melakukan ekskresi
serta kelainan dan solusinya.
Bu Puspa mengatakan bahwa pemahaman kita mengenai paru paru
sudah cukup berhubungan dengan bab sebelumnya yaitu system
Pernapasan. Jadi pada bab ini kita akan membahas ginjal, hati dan kulit.
Bu Puspa lalu membagi kelompok berdasarkan absen untuk mengerjakan
tugas analisis.
121
Rabu 24 Februari 2021
Hari ini merupakan hari pembagian raport sehingga tidak terdapat
pertemuan biologi
Jumat 26 Februari 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa meminta maaf karena tidak terdapat pertemuan
sebelumnya. Dan Bu Puspa juga mengatakan untuk memperhatikan nilai
rapot untuk seleksi SNMPTN. Hari ini hari penjelasan kulit dan Candyle
memulai penjelasan mengenai kulit san dilanjutkan Deswita, Engeline
dan lainnya. Bu Puspa juga mengatakan untuk berbicara pada 18 orang
yang lainnya.
Pembelajaran selanjutnya akan melanjutkan kulit atau bisa jadi
yang lain semuanya harus siap.
122
Rabu 3 Maret 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa mengatakan masi ada yang blum hadir dan meminta
sekretaris untuk memeriksa. Hari ini kita membahas Ginjal, dimulai pada
Aaliyah fungsi lalu struktur dan proses Bu Puspa menunjuk beberapa
orang untuk menjelaskan.
Dwi sudah sangat memahami ginjal dan Bu Puspa pada akhir
pembelajaran mengatakan Bu Puspa senang dengan IPA 4 dan IPA 5
karena hanya 3 yang belum hadir yaitu Candyle, Yohanes dan Adastra.
Bu Puspa juga mengingatkan kita untuk selalu menghormati orang tua
kita.
Jumat 5 Maret 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Hari ini kita melanjutkan pembelajaran ginjal dari faktor yang
mempengaruhi urin hingga karakteristik dan komposisi urin.
Pembelajaran selanjutnya akan membahas hati.
123
Rabu 10 Maret 2021
Hari ini Saya mengikuti seleksi KSN informatika sehingga tidak
melakukan pembelajaran biologi. Saya akan mengejar materi Hati yang
tertinggal.
Jumat 12 Maret 2021
Hari ini Bu Puspa memberikan tugas untuk menganalisis organ
organ eskresi Kulit, Hati dan Ginjal melalui Google classroom.
Rabu 17 Maret 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Hari ini melanjutkan pembahasan sistem eskresi informasi baru yang
menjelaskan ada Alya,fani, ashaz, madinah, jesem gabriel, ghina, khansa,
Juan dan lainnya.
Banyak penjelasan mengenai penyakit, enzim, cara mengatasi luka
bakar, dan lainnya sehingga Bu Puspa Senang karena banyak informasi
yang sudah terdapat pada meet hari ini.
124
125
B. Tugas-Tugas
Analisis Organ Ekskresi Manusia
Ginjal
Ginjal memiliki bentuk seperti kacang dengan lekukan yang menghadap
ke dalam. Di tiap ginjal terdapat bukaan yang disebut hilus dimana arteri renalis
masuk dan vena relias dan ureter keluar.
126
Fungsi umum ginjal adalah menyaring dan membuang limbah, seperti racun, garam
berlebih, dan urea (limbah mengandung nitrogen hasil dari metabolisme protein).Ginjal
manusia memiliki beberapa bagian utama yang membantu proses ginjal dengan sempurna,
melindungi ginjal dari kerusakan.
Bagian utama ginjal manusia yaitu korteks, pelvis, medula, ureter, vena ginjal, dan arteri
ginjal.
1. Korteks
Korteks merupakan bagian paling utama, sebagai tempat yang menjadi muara urin berasal.
Korteks mengandung nefron-nefron yang di dalamnya terdapat badan malpighi. Badan
malpighi tersusun dari glomerulus, kapsula bowman, beserta tubulus-tubulus yang
mendukung proses filtrasi/penyaringan. Filtrasi darah manusia dimulai pada bagian ini.
2. Nefron
Nefron merupakan tempat darah disaring. Di dalam nefron terdapat struktur-struktur penting
yaitu glomerulus, kapsula bowman, tubulus kontortus proximal, tubulus kontortus distal,
lengkung henle, & tubulus kolektivus.
3. Glomerulus
Pada glomerulus darah akan di saring, zat-zat yang masih berguna akan digunakan kembali
oleh tubuh. Zat-zat tersebut contohnya air, garam, asam amino, glukosa. Hasil penyaringan
pada glomerulus disebut urin primer.
4. Kapsul bowman
Kapsul bowman berbentuk seperti kapsul/ kantung, berfungsi untuk membungkus
glomerulus.
5. Tubulus kontortus proximal
Tubulus ini menghasilkan urin sekunder. Di dalam tubulus ini, darah yang berasal dari
glomerulus akan diserap kembali, karena darah yang sudah menjadi urin primer ini masih
mengandung zat zat yang berguna seperti yang sudah dijelaskan di atas. Proses tersebut
disebut reabsorpsi atau penyerapan kembali.
127
6. Lengkung henle
Lengkung henle berbentuk melengkung. Struktur seperti ini dibutuhkan dalam penyaringan
sebagai penghubung antara tubulus kontortus proximal & tubulus kontortus distal.
7. Tubulus kontortus distal
Pada tubulus ini urin berupa urin sekunder, dan melepas zat-zat yang masih berguna bagi
tubuh. Kemudian terjadi penambahan zat-zat sisa/pembuangan yang sudah tidak berguna.
Pada tubulus ini terbentuk urin yang sesungguhnya.
8. Tubulus kolektivus
Tubulus ini merupakan bagian terakhir pada nefron. Tubulus ini berbentuk seperti selang,
merupakan saluran terakhir dan terpanjang pada ginjal. Tubulus ini berfungsi untuk
menampung urin sesungguhnya yang merupakan hasil dari penyerapan di dalam nefron. Lalu
urin akan dilanjutkan ke pelvis. dan ditampung di kandung kemih sebelum dikeluarkan.
9. Medulla
Medula berbentuk seperti piramida piramida yang terletak pada lengkung henle. Medula
berfungsi sebagai tempat berkumpulnya pembuluh darah kapiler & kapsul bowman.
10. Arteri ginjal
Arteri ginjal berfungsi untuk membawa darah ke dalam ginjal. Setelah sampai di dalam
ginjal, darah akan masuk ke dalam glomerulus kemudian akan melalui proses penyaringan.
11. Vena ginjal
Vena ginjal berfungsi untuk membawa darah keluar dari ginjal menuju ke pembuluh vena
cava inferior. Darah yang dilarikan kembali ke dalam jantung akan diolah menjadi darah
bersih yang mengandung oksigen.
12. Ureter
Ureter merupakan saluran yang berfungsi untuk mengalirkan urin yang sesungguhnya dari
ginjal ke kandung kemih. Ureter berbentuk silinder seperti saluran maskuler.
13. Pelvis
Pelvis merupakan tempat penampungan sementara urin sesungguhnya yang sudah disaring
sebelum dikeluarkan menuju kandung kemih. Jika pelvis sudah penuh, urin sesungguhnya
akan mengalir dari ureter menuju kandung kemih.
128
Hati
129
Hati (liver) merupakan organ terbesar yang dimiliki manusia. Organ ini terletak di
bagian kanan atas perut dan terlindungi oleh tulang rusuk serta diafragma. Bentuknya dapat
dilihat pada gambar dibawah. Fungsi hati sangatlah penting bagi tubuh, yaitu menetralisir
racun, menghasilkan protein, membantu proses pembekuan darah, Mengaktifkan vitamin D,
Fagosit bakteri oleh sel Kupffer, Degradasi hormon insulin dan hormon lain, hingga
Degradasi amonia menjadi urea.
Hati terdiri dari atas dua lobus besar yaitu lobus kanan dan lobus kiri yang dibatasi oleh
jaringan ikat ligamen falsiformis dan bagian luar hati akan dibukungkus oleh jaringan ikat
padat Kapsula Hepatika.
Pada lobus kanan, lobus kanan akan terbagi lagi menjadi 3 lobus yang lebih kecil, yaitu:
• Lobus kanan atas
• Lobus caudatus
• Dan lobus quadratus
Setiap lobus terdiri dari atas sejumlah lobulus, lobulus merupakan unsur terkecil yang
menyusun hati dengan bentuk segi enam (polygonal) dan panjangnya sekitar 1 milimeter.
Lobulus akan dipisahkan oleh percabangan dari kapsula hepatika yang disebut Kapsula
Glison.
Dalam jaringan hati terdapat beberapa pembuluh darah, yaitu:
• Arteri Hepatika, fungsi pembuluh darah ini adalah membawa darah kaya oksigen ke
hati.
• Vena Hepatika, fungsi pembuluh darah ini adalah mengangkut darah terdeoksigenasi
dan darah yang telah disaring oleh hati yaitu darah dari lambung, usus kecil, usus besar
pankreas menuju vena kava inferior. Contohnya: Vena Porta Hepatika dan Vena Hepatika
Kiri.
• Vena Kava Inferior, fungsi pembuluh darah ini adalah mengalirkan darah dari vena
hepatika, kembali ke jantung.
Darah terdeoksigenasi adalah darah yang tidak memiliki oksigen. Darah menjadi
terdeoksigenasi setelah menerima karbon dioksida dalam pertukaran untuk karbon dioksida,
yang terjadi pada membran sel selama respirasi dan sirkulasi.
130
Volume hati tersusun dari sel-sel :
• 80 % sel-sel parenkimal (hepatosit).
• 6,5 % sel-sel nonparenkim.
• 13,5 % sisanya terdiri dari sel-sel intrahepatic (sel oval), hepatosit duktular, dan sel-
sel imun (sel-sel kekebalan tubuh).
Secara rinci fungsi hati
Mensekresi empedu, cairan yang berasal dari perombakan sel darah merah yang sudah tua
dan disimpan dalam kantung empedu atau dialirkan ke duodenum.
Juga berfungsi membantu pencernaan lemak, mengaktikan lipase, membantu absorpsi lemak
di usus, dan mengubah zat yang tidak dapat larut di dalam air menjadi larut.
Menghasilkan hormon trombopoietin, albumin, hormon angiotensinogen, enzim arginase,
enzim glutamat-oksaloasetat transferase, glutamat-piruvat transferase, dan laktat
dehidrogenase.
Serta menyimpan glikogen, lemak, zat besi, zat tembaga, serta vitamin A, D, dan B12.
131
Kulit
Kulit merupakan lapisan tubuh yang paling luar.
Kulit memiliki beberapa fungsi :
1. Ekskresi
mengeluarkan keringat
2. Perlindungan
melindungi tubuh dari mikroorganisme
3. Pengaturan suhu badan
mengatur suhu badan dengan mengeluarkan keringat (Penguapan)
4. Metabolisme
menyintesis vitamin D, dan menyimpan lemak sebagai sumber energi
5. Komunikasi
Penerimaan stimulus lingkungan oleh reseptor kulit
132
Terdapat beberapa struktur kulit:
1. Epidermis
Tersusun dari skuamosa dan mengalami keratinasi. Keratin berfungsi untuk melindungi
permukaan kulit. Epidermis terdiri atas 5 lapisan yaitu
a. Stratum korneum
b. Stratum lusidum (sel-sel pipih)
c. Stratum granulosum (prekursor pembentukan keratin)
d. Stratum spinosum
e. Stratum basalis/germinativum (terdapat melanosit yang menghasilkan pigmen
melanin).
2. Dermis
a. Lapisan papilar (jaringan ikat areolar renggang)
b. Lapisan retikuler (jaringan ikat ireguler).
3. Hipodermis
Lapisan yang mengikat kulit secara longgar dengan organ-organ yang terdapat di
bawahnya. Hipodermis mengandung sel lemak, pembuluh darah, dan ujung saraf.
Kelenjar Pada Kulit :
1. Kelenjar Keringat
a. Ekrin
Tersebar luas pada dahi, telapak tangan, kaki. Dapat membantu pendinginan
melalui sekresi keringat yang mengandung air
b. Apokrin
Tersebar pada bagian tubuh tertentu seperti genital, payudara, dan ketiak.
Sekresi kelenjar dapat berbau akibat bakteri
2. Kelenjar Subaseus
Terdapat kelenjar sebum yang dialirkan ke folikel rambut. Sebum merupakan
campuran lemak, zat lilin, dan pecahan sel. Berfungsi untuk pelembut kulit,
pertahanan dari evaporasi, bakterisida.
133
Kulit sebagai pengatur panas
Terdapat beberapa cara agar panas dapat dikeluarkan
1. Pemancaran (Panas dikeluarkan ke udara sekitar)
2. Pengaliran (Mengganti udara panas yang telah menyentuh tubuh dengan udara yang
lebih dingin)
3. Konduksi (Panas dipindahkan ke barang yang disentuh kulit)
4. Penguapan (Panas dikeluarkan bersama keringat, lalu keringat menguap)
Kontrol pengeluaran keringat
Pengeluaran keringat diatur oleh Hipotalamus di otak. Hipotalamus menghasilkan enzim
bradikinin yang berfungsi mempengaruhi pelebaran pembuluh darah dan kelenjar keringat
1. Darah yang melalui Hipotalamus melebihi batas normal (panas)
2. Rangsangan suhu panas tersebut diteruskan oleh saraf simpatis
3. Pembuluh darah melebar
4. Aliran darah di permukaan kulit meningkat, sehingga terjadi konduksi untuk
membuang panas yang ada dalam tubuh.
Apabila darah yang mengalir pada Hipotalamus lebih rendah dari batas normal (dingin), maka
yang terjadi adalah kebalikan dari yang terjadi dengan darah Hipotalamus melebihi batas
normal.
Pengeluaran keringat dapat dipengaruhi beberapa faktor
1. Suhu lingkungan (PanasKeringat, DinginUrin)
2. Aktivitas tubuh (lari/duduk)
3. Emosi (Marah, senang)
4. Kondisi psikis (tenang, gelisah)
134
Terima kasih
135
BAB IX SISTEM KOORDINASI
A. Jurnal Belajar
Jumat 26 Maret 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Bu Puspa mengirim materi pembelajaran melalui whatsapp dan
mengirimkan link pembelajaran 25 menit setelahnya. Bu Puspa memulai
dengan menyemangati kami semua lagi dan mengatakan bahwa Bu Puspa
bangga dengan nilai nilainya lagi. Bu Puspa juga mengatakan untuk tetap
mempertahankan hasil kita.
Bu Puspa juga mengingatkan untuk selalu menghormati Sesama
karena Bu Puspa juga menghormati kita semua. Bu Puspa juga senang
mengoreksi tugas tugas kita karena terdapat beberapa yang lucu. Bu
Puspa juga menceritakan mengenai ulangan kelas 12 dan giliran kita akan
mulai tahun depan.
Bu Puspa juga mengatakan untuk berusaha masuk jalur SNMPTN
karena merupakan jalur spesial melalui nilai rapot namun juga kita bila
dapat tiketnya, tiketnya tidak boleh dimasukan ke tempat yang salah. Kita
harus benar benar mempertimbangkan dan merencanakan.
Kita juga harus mempersiapkan AKM bulan depan dan pada saat
meet Bu Puspa juga ditelpon oleh Bu Tutut.
Hari ini kita masuk pembelajaran saraf. Rania membantu untuk
menjelaskan bagian bagian sel saraf. Bu Puspa juga mengatakan untuk
mencatat kembali kata kata penting multi, bi, uni.
136
Rabu 31 Maret 2021
Hari ini kita tidak melakukan pembelajaran daring dan Bu Puspa
memberikan tugas untuk menganalisis Sistem koordinasi
Jumat 2 April 2021
Hari ini kita merayakan Jumat Agung sehingga tidak terdapat
kegiatan Pembelajaran
Rabu 7 April 2021
Hari ini kita tidak melakukan pembelajaran daring dikarenakan Bu
Puspa sedang workshop. Namun Bu Puspa memberikan tugas pada
google classroom untuk menganalisis Sistem Hormon.
Jumat 9 April 2021
Hari ini kita tidak melakukan pembelajaran daring dikarenakan
terdapat kerja bakti para guru. Lalu Bu Puspa memberikan tugas pada
google classroom untuk menganalisis Sistem Indera.
137
Jumat 16 April 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Awal pembelajaran Bu Puspa memberikan apresiasi bagi yang
sudah mengerjakan tugas. Ipa 5 Sudah mengumpulkan seluruh tugas
lengkap sedangkan ipa 4 terdapat 2-3 anak yang belum mengumpulkan
tapi karena terdapat yang berhalangan karena kondisi masing-masing
seperti Ruth. Semoga Ruth kembali pulih dan sembuh lagi ototnya. Dan
Adastra sepertinya tidak mengumpulkan pada Classroom yang benar.
Dan Raisya terdapat tugas yang belum lengkap.
Hari ini kita akan melanjutkan pembicaraan system syaraf pusat
dan tepi. Bu Puspa menunjuk Raisya untuk berbicara namun Raisya tidak
merespon/tidak hadir sehingga digantikan oleh Aaliyah yang berbicara.
Lalu Bu Puspa juga mengatakan untuk tidak menghapal tapi memahami
dan penerapan dalam kehidupan bisa.
Pada akhir pembelajaran ini kita sudah membicarakan system saraf
pusat dan tepi. Bu Puspa mengatakan kita harus mencari tahu bagaimana
cara untuk mengembangkan otak kita secara maksimal dan kita harus
mencari tau lebih lagi mengenai system saraf (tanggung jawab masing-
masing) karena semua tidak bisa disampaikan secara virtual.
138
Rabu 28 April 2021
Hari ini kita melakukan pembelajaran dengan menggunakan google
meet. Awal pembelajaran Bu Puspa bertanya apakah kita sudah
membahas Hormon. Namun kami belum jadi hari ini membahas
mengenai 5 hormon. Bu Puspa meminta 5 orang untuk membacakan
Hormon orang yang pertama adalah Adastra lalu Aaliyah, Rania,
Angeline, dan Afif.
Setelah itu kita lanjut membahas indera. pada akhir pembelajaran
ini Bu Puspa mengatakan kita sudah cukup membicarakan indera. Bu
Puspa mengatakan kita harus baca baca lagi dan pertamuan berikutnya
kita akan membahas napza.
Jumat 30 April 2021
Hari ini tidak terdapat pembelajaran karena guru-guru rapat
perpisahan kelas 12
139
B. Tugas-Tugas
Analisis Sistem Koordinasi Manusia
Sel Saraf (Neuron)
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bagian struktur Neuron:
1. Badan Sel.
Badan sel adalah bagian dari jaringan yang terbesar. Didalam badan sel terdapat
nucleus yaitu inti sel jaringan saraf. Bagian ini berfungsi sebagai penerima impus atau
rangsangan dari sitoplasma bercabang menuju akson.
2. Inti Sel (Nukleus).
Bagian inti sel atau biasa di sebut dengan nucleus berfungsi sebagai regulator dari
seluruh aktivitas sel saraf. Inti sel berada di dalam badan sel, dan mengambang di
antara sitoplasma.
3. Sitoplasma.
Bagian jaringan sitoplasma ini adalah cairan yang memiliki protein yang tinggi.
Sitoplasma di bungkus oleh sel neurologia yang membantu sel dalam memperoleh
suplai makanan.
4. Dendrit.
Dendrit adalah bagian saraf yang sekumpulan serabut sel saraf pendek yang
bercabang cabang halus dan merupakan perluasan dari badan sel. Bagian ini
berfungsi sebagai penerima impuls dan menyampaikan impuls yang diterimanya
menuju badan sel.
140
5. Neurit (Akson).
Bagian saraf neurit atau akson adalah selaput sel saraf yang Panjang perluasan dari
badan sel. Neurit berfungsi sebagai pengirim impus yang diperoleh badan sel menuju
sel saraf melalui sinapsis. Akson dilindung oleh selubung meilin. Selubung ini berupa
selaput berbahan lemak yang berfungsi melindungi akson dari kerusakan.
6. Sel Schwann.
Sel schwann adalah sel penyokong akson yang berfungsi menyediakan suplai
makanan bagi metabolisme akson dan membantu regenerasi akson
7. Sinapsis.
Bagian sel safar sinapsis adalah ujung akson berfungsi untuk meneruskan impuls
menuju ke neuron lainnya. Sinapsis dari satu neuron akan terhubung dengan dendrit
dari neuron lainnya.
Terdapat tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya,
yaitu:
∙ Sel Saraf Sensorik, yaitu sel saraf yang memiliki fungsi menerima rangsangan
dari reseptor yaitu alat indera.
∙ Sel Saraf Motorik, merupakan sel saraf yang memiliki fungsi mengantarkan
rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal
atau diterima dari otak.
∙ Sel saraf penghubung, yaitu sel saraf yang memiliki fungsi menghubungkan sel dari
saraf satu dengan sel saraf lainnya. Sel saraf ini banyak ditemukan di otak dan
sumsum tulang belakang. Sel saraf yang dihubungkan yaitu sel saraf sensorik dan sel
saraf motoric.
141
Sistem Saraf Pusat (SSP)
142
Sistem saraf pusat terdiri atas otak dan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat ini
berfungsi sebagai pusat pengendali utama pada tubuh.
Otak merupakan organ terpenting dari tubuh manusia yang tersusun oleh jutaan sel saraf.
Otak manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.
Berikut penjelasannya:
Otak Besar
Otak besar atau otak bagian depan manusia disusun oleh serebrum. Serebrum
merupakan bagian yang paling besar pada otak manusia, sehingga disebut sebagai
otak besar. Serebrum menjadi pusat integrasi yang paling rumit dan menjadi pusat
kontrol semua ingatan manusia. serebrum juga mengatur emosi manusia. Serebrum
ini terdiri dari dua belahan, yaitu hemisfer kanan dan hemisfer kiri. Hemisfer kanan
memiliki kemampuan untuk memecahkan masalah visual, sementara hemisfer kiri
cara kerjanya lebih rasional dan analitis.
Talamus dan Hipotalamus
Pada otak depan manusia juga terdapat talamus dan hipotalamus. Talamus
merupakan bagian otak yang menjadi penerima informasi sensorik dari organ indra
yang diteruskan ke otak besar. Dari otak besar, informasi hasil terjemahannya akan
masuk ke talamus dulu sebelum keluar dari otak untuk disampaikan ke organ yang
ditargetkan.
Sementara hipotalamus, adalah bagian otak yang menjadi pusat pengaturan
homeostasis atau pengaturan lingkungan dalam tubuh kita dengan cara
mengeluarkan enzim bradikinin ke kulit enzim bradikinin ini akan membuat
pembuluh darah dan kelenjar keringat melebar, lalu mengeluarkan keringat dari
tubuh dan suhu tubuh kita menurun.
Mesensefalon (Otak Bagian Tengah)
Otak tengah yang biasa disebut mesensefalon terletak sejajar dan lebih dekat dengan
mata dan telinga. Karena lebih dekat dengan kedua organ indra tersebut, tugas
mesensefalon berkaitan dengan pendengaran dan penglihatan. Misalnya, saat ada
debu yang mengganggu atau ada cahaya yang menyilaukan mata. Mesensefalon inilah
yang secara tidak sadar bertugas untuk menutup mata.
Serebelum (Otak Kecil)
Di bagian otak belakang, ada serebelum yang disebut juga sebagai otak kecil.
Serebelum merupakan pusat keseimbangan tubuh manusia yang dapat memantau
kedudukan posisi tubuh manusia. Serebelum membantu koordinasi, ketepatan, dan
keakuratan waktu gerakan tubuh manusia.
Di bagian otak belakang ini juga ada yang namanya pons varoli atau jembatan
varol. Pons varoli ini bertugas untuk menghubungkan atau menghantarkan impuls
bolak-balik dari otak bagian kanan dan kiri. Pons varoli juga menghubungkan
bagian dalam otak
143
besar dan otak kecil hingga sumsum tulang belakang. Pons varoli juga memiliki
tugas sebagai pengatur frekuensi dan kekuatan bernapas manusia.
❖ Sumsum Tulang Belakang
Selain otak, sistem saraf pusat terdiri atas sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang
ini terhubung dengan otak. Bagian pangkalnya disebut sumsum lanjutan atau medula
oblongata, dan bagian yang memanjang dalam rongga tulang belakang disebut sebagai medula
spinalis.
Medula oblongata berfungsi untuk mengatur denyut jantung, menyempitkan pembuluh
darah, melakukan gerakan menelan, batuk, bersin, bersendawa dan muntah. Medula
oblongata juga menjadi pusat kendali pernapasan utama pada tubuh manusia. Sementara
medula spinalis berfungsi untuk menghubungkan rangsangan dari dan menuju otak.
Sistem Saraf Tepi (SST)
Sistem saraf tepi tersusun dari semua saraf yang bercabang dari otak dan sumsum
tulang belakang ke seluruh bagian tubuh manusia. Fungsi sistem saraf tepi ini
memungkinkan sistem saraf pusat untuk berkomunikasi dengan bagian-bagian tubuh.
Sistem saraf tepi bekerja secara dua arah melalui saraf sensorik dan saraf motorik, berikut
penjelasannya:
144
⮚ Sistem Saraf Sensorik
Sistem saraf sensorik atau aferen adalah saraf yang menerima rangsangan dari
lingkungan sekitar, yang bertugas untuk meneruskan informasi rangsangan yang
didapatkan kepada otak. Informasi atau rangsangan tersebut berupa visual, rasa, atau
aroma.
⮚ Saraf Motorik
Saraf motorik atau eferen adalah saraf yang menerima perintah dari otak dan sumsum
tulang belakang, serta mengantarkan perintah tersebut ke organ tubuh manusia lainnya.
Saraf motoric ini dibedakan lagi menjadi saraf somatik dan saraf otonom.
⇨ Saraf Somatik
Saraf somatik bekerja secara sadar seperti saat kita mnyendok makanan. Oleh karena itu,
saraf somatik ini biasanya ditemukan di otot rangka, agar bisa memerintah otot-otot
tersebut untuk berkontraksi dan kita pun bisa bergerak sesuai keinginan.
⇨ Saraf Otonom
saraf otonom bekerja secara tidak sadar. Saraf inilah yang mengontrol kontraksi paru-paru
agar tetap bernapas setiap saat. Saraf otonom juga betugas mengontrol sistem pencernaan
agar dapat mengolah makanan yang masuk. Maka dari itu, saraf otonom ini banyak
ditemukan pada otot polos, seperti pada organ pencernaan, otot jantung, dan kelenjar.
Karena memiliki fungsi yang berlawanan pada organ yang sama, saraf otonom ini dibagi
lagi menjadi dua, yaitu:
» Saraf Simpatis
Saraf simpatis adalah saraf yang mengendalikan respon tubuh kita pada saat kita
berada dalam keadaan bahaya seperti melawan atau lari dari sebuah monster. Saraf
simpatis berpangkal di sumsum tulang belakang atau medula spinalis, di daerah
dada sampai pinggang.
» Saraf Parasimpatis
Saraf parasimpatis adalah saraf yang berfungsi untuk mengendalikan organ-organ tubuh
manusia saat dalam fase “istirahat”. saraf parasimpatis berpangkal di medula oblongata,
yang lebih dekat dengan otak.
145
Terima kasih
146
Analisis Sistem Endokrin (Hormon)
Manusia Pengertian dan fungsi umum
Sistem endokrin adalah sekumpulan kelenjar dan organ yang memproduksi hormon, yaitu
senyawa organik pembawa pesan kimiawi di dalam aliran darah menuju sel atau jaringan
tubuh.
Sistem endokrin berinteraksi dengan sistem saraf berfungsi mengatur aktivitas tubuh
seperti metabolisme, homeostasis, pertumbuhan, perkembangan seksual dan siklus
reproduksi, siklus tidur, serta siklus nutrisi.
Struktur
1) Hipofisis (Pituitari)
Terletak di dasar otak besar, kelenjar satu ini merupakan kelenjar yang terbesar dan
dapat mempengaruhi aktivitas kelenjar lainnya.Kelenjar hipofisis terbagi menjadi tiga
lobus dan masing-masingnya menghasilkan hormon yang berbeda-beda, yaitu:
a. Lobus anterior, menghasilkan hormon:
» Hormon pertumbuhan (Growth Hormone/GH): Mengendalikan pertumbuhan sel,
tulang, dan kartilago; mengatur laju sintesis protein; serta mengatur pemakaian lemak. »
Hormon perangsang tiroid (Thyroid Stimulating Hormone/TSH): meningkatkan
pertumbuhan dan perkembangan kelenjar tiroid (gondok), laju produksi hormonnya
(tiroksin), dan metabolisme sel.
147
» Hormon adrenokortikotropik (Adrenocorticotropic Hormone/ACTH):
merangsang kelenjar korteks adrenal untuk menyekresi glukokortikoid.
» Hormon gonadotropin:
- Follicle Stimulating Hormone (FSH): menstimulasi pertumbuhan folikel ovarium dan
memproduksi hormon estrogen (wanita); menstimulasi pertumbuhan dan
perkembangan spermatozoa (laki-laki)
- Luteinizing Hormone (LH): bekerjasama dengan FSH menstimulasi produksi
estrogen, berperan dalam ovulasi dan sekresi progesteron (wanita); menstimulasi
produksi testosteron (laki-laki)
b. Lobus intermedia, menghasilkan endorfin (menghilangkan nyeri alamiah, merespon stres,
dan aktivitas seperti olahraga) dan Melanocyte Stimulating Hormone (MSH) (merangsang
pembentukan pigmen dan penyebaran sel penghasilnya (melanosit) pada epidermis.
c. Lobus inferior, menghasilkan Antidiuretic Hormone (ADH) (menurunkan volume air
yang hilang dalam urine) dan oksitosin (menstimulasi kontraksi otot polos saat
melahirkan dan pengeluaran ASI pada ibu menyusui.
2) Tiroid (Kelenjar Gondok)
Terletak di daerah leher, dekat jakun, kelenjar ini adalah yang paling kaya pembuluh
darah. Kelenjar tiroid menghasilkan tiga hormon, yaitu:
» Tiroksin, untuk membantu dalam proses metabolisme, pertumbuhan
fisik perkembangan mental, dan kematangan seks.
» Triidotironin, untuk mengatur distribusi air dan garam dalam tubuh.
» Kalsitonin, untuk menjaga keseimbangan kalsium dalam darah.
3) Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)
Terletak di daerah kelenjar gondok, kelenjar ini dapat mengendalikan kadar kalsium
dalam darah.
148
Kelenjar paratiroid menghasilkan satu hormon, yaitu:
Parathormon, untuk untuk mengendalikan keseimbangan kalsium dan fosfat dalam
tubuh melalui stimulasi aktivitas osteoklas (sel penghancur tulang), aktivasi vitamin
D, dan stimulasi reabsorpsi kalsium dari tubulus ginjal.
4) Adrenal (Suprarenalis/Anak Ginjal)
a. Adrenal bagian medula menghasilkan:
» Adrenalin (epinefrin) meningkatkan frekuensi jantung, metabolisme, dan
konsumsi oksigen
» Noradrenalin (norepinefrin) meningkatkan tekanan darah dan menstimulasi
otot jantung
b. Adrenal bagian korteks menghasilkan:
» Aldosteron mengatur keseimbangan air dan elektrolit
» Glukokortikoid mempengaruhi metabolisme glukosa, protein, lemak, dan
menjaga membran lisosom
» Gonadokortikoid sebagai prekursor pengubahan testosteron dan estrogen
oleh jaringan lain.
149
5) Pankreas
Terletak di dekat ventrikulus atau lambung, kelenjar ini menghasilkan empat hormon, yaitu:
» Menghasilkan hormon glukagon (meningkatkan penguraian glikogen di hati
menjadi glukosa, dan sintesis glukosa dari sumber non karbohidrat)
» Insulin (menurunkan katabolisme lemak dan protein, menurunkan kadar gula
darah, serta meningkatkan sintesis protein dan lemak)
» Somatostatin (penghalang hormon pertumbuhan dan penghambat sekresi
glukagon dan insulin)
» Polipeptida pankreas (fungsi belum diketahui).
150