The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Ajar Matakuliah Penulisan Ilmiah berisi materi yang dapat dipelajari terkait seluk beluk penulisan ilmiah, khususnya ditujukan bagi mahasiswa di bidang seni. Dengan tambahan data dukung berupa gambar, infografis serta video Buku Ajar ini diharapkan dapat memberikan pendekatan baru bagi mahasiswa untuk memahami dan mempelajari tata cara penulisan sebuah tulisan ilmiah, terutama sebuah artikel jurnal.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hanyadidin01, 2024-06-18 04:13:59

Buku Ajar Penulisan Ilmiah

Buku Ajar Matakuliah Penulisan Ilmiah berisi materi yang dapat dipelajari terkait seluk beluk penulisan ilmiah, khususnya ditujukan bagi mahasiswa di bidang seni. Dengan tambahan data dukung berupa gambar, infografis serta video Buku Ajar ini diharapkan dapat memberikan pendekatan baru bagi mahasiswa untuk memahami dan mempelajari tata cara penulisan sebuah tulisan ilmiah, terutama sebuah artikel jurnal.

Keywords: Penulisan Ilmiah,Saaduddin,Seni Teater,ISI Padangpanjang

Buku Ajar Penulisan Ilmiah Saaduddin, S.Sn.,M.Sn METALOGOS PUBLISHER


Hak Cipta dilindungi oleh undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun. Secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotocopy, merekam atau dengan teknik perekaman lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit Copyright © 2024 Saaduddin, S.Sn.,M.Sn Diterbitkan Oleh: Penerbitan dan Percetakan Metalogos Publisher Alamat : Jalan Rohana Kudus No 61. RT 24.Kelurahan Kampung Manggis Kecamatan Padangpanjang Barat.Kota Padangpanjang -Provinsi Sumatera Barat.27111 email: [email protected] Buku Ajar Penulisan Ilmiah QRCBN : 62-3572-3291-407


SOCIAL PSYCHOLOGY | 72 ii D A F T A R I S I I . Pendahuluan I I . Memahami Penuli san I lmiah I I I . Pengenalan Identi f ier IV. Akses Referens i Terbarukan V. Paraf rase dan Sumber Pus taka VI . Perancang Penuli san VI I . Si s tematika Penuli san VI I I . Langkah Publikas i IX. Penutup X. Daf tar Referens i


PENGANTAR PENULIS Karya tulis ilmiah berupa artikel ilmiah saat ini merupakan bagian integral dari Tugas Akhir yang harus diselesaikan oleh mahasiswa dalam rangka memperoleh gelar kesarjanaan Strata 1 (S1). Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi adalah publikasi artikel ilmiah mahasiswa dalam jurnal atau prosiding yang diakui, terutama terakreditasi ataupun bereputasi internasional. Meskipun literatur mengenai penulisan ilmiah sudah banyak tersebar melalui berbagai media, kenyataannya tidak semua mahasiswa dapat dengan mudah mewujudkan gagasannya dalam bentuk artikel yang sesuai dengan standar ilmiah. Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) nomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012, menekankan pentingnya peningkatan jumlah karya ilmiah yang dihasilkan oleh perguruan tinggi di Indonesia. Latar belakang kebijakan ini adalah kurangnya publikasi ilmiah yang ada. Oleh karena itu, mulai kelulusan bulan Agustus 2012, diberlakukan ketentuan sebagai berikut: iii


·Syarat lulus untuk program S1 adalah mahasiswa harus menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah. ·Syarat lulus untuk program S2 adalah mahasiswa harus menghasilkan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi oleh Ditjen Dikti. ·Syarat lulus untuk program S3 adalah mahasiswa harus menghasilkan artikel ilmiah yang sudah diterima untuk dipublikasikan pada jurnal ilmiah internasional. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah dan mendorong kontribusi akademisi Indonesia. Menghadapi tantangan tersebut, mahasiswa perlu dibekali dengan keterampilan dan pengetahuan yang memadai dalam menyusun artikel ilmiah. Selain itu, penting bagi mahasiswa untuk dilatih dalam menyusun karya ilmiah lainnya, seperti resensi buku dan artikel ilmiah populer. Keterampilan ini sangat berguna terutama ketika mereka sudah berkarir sebagai akademisi ataupun peneliti, agar dapat memanfaatkan dan menuliskan gagasan-gagasannya dalam bentuk karya tulis yang dapat dipublikasikan tidak hanya pada media koran, majalah ataupun tabloid saja. Proses penulisan karya tulis ilmiah memerlukan latihan yang berkelanjutan, perhatian yang mendalam, dan ketekunan. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami cara dan strategi penulisan beragam artikel serta prosedur publikasinya. Dalam konteks tersebut, buku ini disusun sebagai panduan yang komprehensif. Buku Ajar ini memberikan pemahaman tentang berbagai jenis artikel ilmiah dan ruang lingkup terkait macammacam karya ilmiah. Selain itu, buku ini juga dilengkapi dengan tahapantahapan penulisan untuk setiap jenis artikel, serta prosedur yang harus diikuti untuk mempublikasikannya. Dengan demikian, diharapkan Buku Ajar ini ini dapat menjadi sumber yang bermanfaat bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Lebih jauh lagi, Buku Ajar ini dirancang tidak hanya untuk membantu mahasiswa dalam menyelesaikan Tugas Akhir mereka, menggunakan beberapa gambar ilustrasi, ini memungkinkan pembaca dapat lebih memahami apa yang terdapat dalam penjelasan di setiap bab. Dengan pemahaman yang baik tentang berbagai bentuk artikel dan cara mempublikasikannya, mahasiswa diharapkan dapat terus berkontribusi dalam dunia akademik menghasilkan produk kecendekiaan mereka. ii iv


Dalam penyusunan Buku Ajar ini, penulis menyadari pentingnya menyediakan materi yang jelas dan mudah dipahami, maka dari segi informasi, buku ini juga memberikan gambar dan infografis terkait. Buku Ajar ini juga mengajak mahasiswa untuk berlatih secara terus-menerus, karena kemampuan menulis yang baik tidak datang secara instan, tetapi melalui proses yang panjang dan berkesinambungan. Semoga buku ini dapat menjadi panduan yang efektif dan memberikan manfaat yang nyata bagi para mahasiswa. Penulis berharap bahwa melalui buku ini, mahasiswa dapat lebih percaya diri dalam menyusun artikel ilmiah. Akhirnya, penulis berharap bahwa buku ini dapat menjadi alat yang membantu mahasiswa dalam mencapai tujuan akademik mereka dengan lebih baik. Penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan buku ini. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang besar dan berkelanjutan bagi para mahasiswa prodi seni teater di Institut Seni Indonesia Padangpanjang, pembaca dari Fakultas Seni Pertunjukan, dan pembaca dari seluruh prodi lainnya . Selamat membaca dan memahami Padangpanjang, Mei 2024 Penulis v


Dalam dunia seni, kreativitas dan ekspresi diri menjadi landasan bagi penciptaan karya yang menginspirasi dan memengaruhi banyak orang. Namun, di balik kebebasan artistik yang begitu luas, terdapat suatu kebutuhan yang sering diabaikan, yaitu penulisan ilmiah. Yang menerapkan terjadinya dialektika mendalam terhadap suatu proses pengetahuan. Meskipun mungkin terdengar kontradiktif, namun penulisan ilmiah memegang peran penting bagi mahasiswa seni, baik bagi mereka yang memiliki minat dalam penulisan maupun penciptaan seni itu sendiri. Pentingnya penulisan ilmiah bagi mahasiswa seni tak bisa diabaikan. Pertama-tama, penulisan ilmiah memungkinkan mahasiswa seni untuk mendalami pemahaman terhadap karya seni mereka sendiri. Dengan merenungkan dan merumuskan ide-ide mereka dalam bentuk tulisan, mereka dapat menggali lebih dalam tentang proses kreatif, inspirasi, serta konteks sosial, budaya, dan sejarah yang melingkupi karya-karya mereka. Sehingga proses pendokumentasian pengetahuan merupakan kemewahan yang harus dirasakan bagi mereka yang terus bersandar pada perkembangan pengetahuan. Selain itu, penulisan ilmiah juga membuka pintu bagi refleksi yang mendalam tentang peran seni dalam masyarakat. Mahasiswa seni yang memahami bagaimana karya-karya mereka dapat berkontribusi pada perubahan sosial, menciptakan kesadaran, atau memperkaya kehidupan manusia secara keseluruhan, akan dapat mengarahkan karya mereka dengan lebih terarah dan berdampak. -Ali bin Abi Thalib r.a - IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA PENDAHULUAN BAB 1 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 1 Bagi mereka yang memiliki minat dalam penciptaan seni, penulisan ilmiah dapat menjadi alat untuk memperluas wawasan dan inspirasi. Melalui penelitian dan pembacaan yang mendalam tentang berbagai aspek seni, mahasiswa seni dapat menemukan ide-ide baru, memperkaya perspektif, dan bahkan menemukan teknik atau konsep yang dapat mereka terapkan dalam karya-karya mereka.Tidak kalah pentingnya, penulisan ilmiah juga mempersiapkan mahasiswa seni untuk berkomunikasi dan mengartikulasikan gagasan, konsep, dan makna di balik karya seni dan sebuah proses yang mendahului kehadiran karya seni tersebut.


Oleh karena itu, walaupun mungkin terasa seperti tantangan tambahan bagi mahasiswa seni yang lebih terfokus pada penciptaan daripada penulisan, pengembangan keterampilan dalam penulisan ilmiah sangatlah penting. Itu bukan hanya tentang memenuhi persyaratan akademis, tetapi juga tentang memperkaya dan memperdalam pemahaman mereka tentang seni, serta mempersiapkan mereka untuk mengambil peran yang lebih berarti dalam dunia seni yang terus berkembang. Tujuan pembuatan buku penulisan ilmiah secara khusus ditujukan bagi mahasiswa seni teater dan dapat digunakan oleh mahasiswa prodi seni selain prodi seni teater. Ini memiliki tujuan yang sangat penting dalam mendukung perkembangan dan pemahaman mereka dalam ranah akademis maupun praktis. Di tengah dinamika perubahan fenomena budaya populer dan perkembangan budaya digital, mahasiswa seni teater dituntut untuk tidak hanya berfokus pada penciptaan seni semata, tetapi juga memperluas wawasan dan keterampilan mereka dalam komunikasi dan pemikiran kritis terkait dengan seni yang mereka geluti.Salah satu tujuan utama dari buku ini adalah memberikan landasan yang kokoh bagi mahasiswa seni teater untuk dapat mengungkapkan gagasan, konsep, dan pengalaman mereka dengan lebih efektif melalui tulisan. Dalam era digital yang dipenuhi dengan konten multimedia, kemampuan untuk menyampaikan pemikiran secara tertulis tetaplah penting. Tulisan yang baik tidak hanya menggambarkan proses penciptaan karya seni, tetapi juga mampu memperluas pengaruh dan dampak dari karya-karya tersebut untuk melampaui praktik konvensional yang hingga hari ini masih ada yang merawat dan senantiasa melestarikannya. bahwa narasi lebih penting dari pencatatan pengetahuan. Selanjutnya, buku ini juga bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa seni teater dengan trend dan perubahan dalam budaya populer. Dalam dunia yang terus berubah dengan cepat, mahasiswa seni teater perlu dapat memahami dan merespons perubahan tersebut melalui karya-karya mereka. Penulisan ilmiah menjadi alat yang kuat untuk memahami fenomena budaya populer dan mengintegrasikan elemen-elemen tersebut ke dalam karya teater mereka dengan praktik negosiasi terhadap ekosistem pendidikan yang harus dijalani. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 2


Tidak hanya itu, buku ini juga ingin memperkenalkan mahasiswa seni teater dengan pendekatan yang berbeda melalui keragaman info grafis yang tersedia di dalam buku ini. Dalam era informasi digital yang melimpah, keterampilan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data secara sistematis menjadi semakin penting. Dengan menggunakan pendekatan ini, mahasiswa seni teater dapat mengembangkan penelitian mereka dengan lebih terarah dan mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang isu-isu dalam seni teater dan tidak lagi terbebani dengan berbagai narasi-narasi panjang seperti sebuah buku umum. Terakhir, buku ini juga ingin memperkenalkan mahasiswa seni teater dengan alat dan teknologi yang mendukung analisis data, seperti penggunaan perangkat lunak untuk mengakses berbagai literature terbarukan. Dengan menguasai alat-alat ini, mahasiswa seni teater dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam analisis data mereka, serta mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang karya-karya ilmiah dalam konteks seni.. Secara keseluruhan, tujuan dari buku penulisan ilmiah ini adalah untuk memberikan mereka landasan yang kuat dalam penulisan dan analisis data, serta mempersiapkan mahasiswa untuk terus dapat adaptif dalam perubahan ekosistem pengetahuan yang saat ini terus bergerak dengan tradisi barunya. Dengan memiliki keterampilan ini, mahasiswa terutama mahasiswa seni teater dapat lebih percaya diri dalam menyampaikan gagasan dan karya mereka kepada dunia, serta berkontribusi secara signifikan pada perkembangan seni teater hari ini, dan dimasa depan. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 3


MEMAHAMI PENULISAN ILMIAH BAB 2 Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu memahami ruang lingkup tulisan ilmiah , karakteristik, kode etik, perbedaan, dan macam-macam karya ilmiah Uraian Singkat Tulisan ilmiah adalah tulisan berbasis ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan ditulis dengan metodologi yang benar. Tujuan penulisan ilmiah adalah untuk berkomunikasi dengan orang lain tentang ilmu. tulisan ilmiah harus ditulis dengan memperhatikan keteraturan dan kehalusan dalam penyampaian ide, ekonomis dalam penggunaan kata, serta tepat dalam pemilihan kata. Tulisan ilmiah harus disusun secara sistematis, logis, dan didukung oleh data yang teruji kebenarannya. Tulisan tersebut harus mampu menjelaskan mengapa dan bagaimana suatu fenomena terjadi secara objektif, tanpa dipengaruhi oleh perasaan atau manipulasi BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 4 -Tan MalakaTERBENTUR TERBENTUR TERBENTUR TERBENTUK


Karya ilmiah adalah laporan tertulis yang memaparkan hasil penelitian atau kajian yang telah dilakukan oleh individu atau tim, sesuai dengan kaidah dan etika keilmuan yang diakui oleh komunitas ilmiah. Karya ilmiah merupakan salah satu bentuk pemikiran dan imajinasi seseorang yang telah diverifikasi kebenarannya dan diterima oleh orang lain serta ditulis secara ilmiah (lihat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2011 tentang Terbitan Berkala Ilmiah). Artikel ilmiah seringkali digunakan sebagai dasar atau referensi ilmiah untuk pelaksanaan penelitian-penelitian berikutnya. Seiring dengan meningkatnya jumlah penelitian atau kajian yang dilakukan, semakin banyak pula artikel ilmiah yang dihasilkan. Banyaknya artikel ilmiah yang ada menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan teknologi digital dan aksesibilitas informasi telah mempercepat produksi dan distribusi artikel ilmiah. Platform daring dan jurnal elektronik memudahkan peneliti untuk berbagi temuan mereka dengan komunitas global dalam waktu singkat. Selain itu, adanya inisiatif open access semakin memperluas jangkauan publikasi ilmiah, memungkinkan pengetahuan dapat diakses oleh siapa saja tanpa hambatan yang selama ini menyenadera para peneliti ataupun pembaca . Penelitian-penelitian ini tidak hanya mengontribusi pengetahuan baru, tetapi juga memvalidasi dan mengembangkan teori-teori yang sudah ada. Artikel ilmiah berfungsi sebagai fondasi yang kokoh untuk kemajuan akademik, riset inovasi dan kemajuan sebuah bangsa. Pertumbuhan jumlah publikasi ilmiah mencerminkan peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian yang dilakukan oleh para akademisi dan peneliti, menunjukkan bahwa komunitas ilmiah global sedang bergerak maju dengan cepat. A. Karakteristik Penulisan Ilmiah grafik pertumbuhan artikel bereputasi oleh Perguruan Tinggi di Indonesia sumber : https://sinta.kemdikbud.go.id/ BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 5


grafik pertumbuhan riset kolaborasi dunia oleh Perguruan Tinggi di Indonesia sumber : https://sinta.kemdikbud.go.id/ Total jumlah publikasi oleh Perguruan Tinggi di Indonesia kondisi Juni 2024 sumber : https://sinta.kemdikbud.go.id/ Grafik Peningkatan Jurnal terindeks Scopus sumber: https://arjuna.kemdikbud.go.id/ BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 6


Hal ini penting untuk perkembangan berbagai bidang seperti seni, teknologi dan lingkungan. Misalnya, di bidang seni , penelitian terbaru mengenai perubahan estetika ataupun cara menikmati sajian seni telah berperan besar dalam temuan praktik ataupun pendidikan seni yang terkait dengan penggunaan teknologi digital. Di bidang teknologi informasi, kemajuan dalam kecerdasan buatan dan pembelajaran bahasa pemrograman terus membuka peluang baru untuk inovasi di bidang Sistematic Literatur Review dan Meta Analisis. Sedangkan di bidang lingkungan, penelitian tentang perubahan lingkungan, demografi dan keberlanjutan dapat membantu akademisi di bidang seni untuk mengatasi tantangan masa depan seni di masa yang akan datang Grafik Peningkatan Jumlah Jurnal Terakreditasi Nasional sumber: https://arjuna.kemdikbud.go.id/ BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 7


Setiap artikel ilmiah bisa menjadi langkah penting menuju penemuan dan inovasi baru yang berdampak luas bagi masyarakat. Dengan demikian, dukungan terhadap penelitian dan publikasi ilmiah harus terus ditingkatkan untuk mendorong kemajuan yang berkelanjutan dan berbasis pengetahuan. Berdasarkan definisi karya ilmiah yang telah dijelaskan, ciri-ciri karya ilmiah saat ini adalah sebagai berikut: 2 PENALARAN LOGIS 3 4 6 8 5 7 CIRI UMUM Karya ilmiah didukung oleh data yang akurat yang didapat melalui metode penelitian yang teruji OBJEKTIF Tulisan harus bebas dari konflik kepentingan Setiap argumen yang dikemukakan harus didasarkan pada teori yang relevan dengan topik yang dibahas RELASI ARGUMENTASI EMPIRIS DENGAN TEORI Karya ilmiah mengintegrasikan data empiris dengan kerangka teoretis. Hasil penelitian secara empiris harus dikaitkan dengan teori yang didukung guna memberikan analisa yang mendalam terhadap fenomena atau kasus yang diteliti PENGGUNAAN TEKNOLOGI informasi dan sumber data menggunakan data seprti dari database online GS, JSTOR, DOAJ, dll. Penggunaan software analisis data (spss, excel, Nvivo, Atlas ti, dll), dan beberapa software pendukung pemetaan bibliometric penelitian seperti VOS Viewer, PoP. Hal ini untuk membantu mempermudah proses penelitian, analisis data dan diseminasi tulisan Tulisan harus didasarkan pada logika dan penalaran, dimana setiap argumen dan kesimpulan dapat diterima untuk memahami alur pemikiran dari si penulis. ETIKA PENELITIAN Mematuhi prinsip-prinsip etika penelitian, perlindungan terhadap subjek penelitian, kejujuran dalam pelaporan data, pengakuan HKI dan plagiarisme DATA OBJEKTIF TEORI YANG RELEVAN Struktur tulisan terorganisir dengan baik. Setiap topik dan subtopik saling berhubungan dan mengarah pada topik utama. Mencakup penggunaan judul, subjudul, dan paragraf yang jelas 1 SISTEMATIS BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 8


Penulisan Ilmiah Penulisan Kreatif Bertujuan untuk menyampaikan informasi dan hasil penelitian secara objektif dan sistematis. Tujuannya adalah untuk berkontribusi pada pengetahuan ilmiah dan memberikan pemahaman yang mendalam tentang suatu topik atau fenomena Bertujuan untuk menghibur, menginspirasi, atau mempengaruhi emosi pembaca. Fokusnya adalah pada cerita, pengalaman, dan imajinasi, seringkali dengan tujuan menghibur atau menginspirasi pembaca Penulisan ilmiah dan penulisan kreatif (populer) memiliki tujuan, struktur, dan gaya yang berbeda. Perbedaan utama antara keduanya dijelaskan sebagai berikut: B.Perbedaan antara penulisan ilmiah dan penulisan lainnya 1.Tujuan Penulisan Ilmiah Penulisan Kreatif Memiliki struktur yang kaku dan formal. Biasanya terdiri dari abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan. Setiap bagian harus memenuhi standar tertentu dan mengikuti format yang sudah ditetapkan. Lebih fleksibel dalam struktur. Bisa berupa cerita pendek, novel, esai, atau artikel populer yang tidak terikat pada format yang ketat. Struktur ditentukan oleh alur cerita atau pesan yang ingin disampaikan. 2. Struktur BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 9


Penulisan Ilmiah Penulisan Kreatif Menggunakan bahasa yang formal, objektif, dan teknis. Menekankan pada kejelasan, akurasi, dan penggunaan terminologi yang spesifik. Penulis menghindari penggunaan bahasa yang emosional atau subjektif Menggunakan bahasa yang lebih santai, menarik, dan kadang-kadang emosional. Gaya penulisan lebih bebas dan ekspresif, dengan penggunaan metafora atau idiom tertentu 3. Gaya penulisan Penulisan Ilmiah Penulisan Kreatif Ditujukan untuk komunitas ilmiah, akademisi, peneliti, dan mahasiswa. Pembacanya adalah orang-orang yang mencari informasi mendalam dan akurat tentang topik tertentu Ditujukan untuk khalayak umum yang lebih luas. Pembacanya adalah orang-orang yang mencari hiburan, inspirasi, atau perspektif baru tentang kehidupan. 4. Pembaca Penulisan Ilmiah Penulisan Kreatif Sangat bergantung pada data dan fakta yang dikumpulkan melalui penelitian yang ketat dan metode ilmiah. Semua klaim harus didukung oleh bukti empiris dan referensi yang dapat dipercaya Meskipun bisa berdasarkan pengalaman nyata, tidak selalu mengandalkan data dan fakta yang ketat. Penggunaan imajinasi dan kreativitas lebih diutamakan, dan fakta bisa diolah untuk mendukung narasi atau tema yang dibangun. 5. Data dan fakta BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 10


Penulisan Ilmiah Penulisan Kreatif Mempunyai standar etika yang tinggi terkait plagiarisme, atribusi, dan kejujuran dalam pelaporan data. Semua sumber harus dicantumkan secara akurat. Meskipun etika tetap penting, penulis kreatif memiliki lebih banyak kebebasan dalam menginterpretasikan dan mengolah informasi. Kreativitas dan kebebasan berimajinasi lebih dihargai dibandingkan dengan keakuratan data. CATATAN: Beberapa platform bahkan menggunakan acuan standar internasional. contoh dapat dilihat pada beberapa side bar pada OJS 6. Etika publicationethic.org C. Kode etik penulisan karya ilmiah Etika dan integritas dalam penulisan ilmiah adalah prinsip-prinsip yang harus dipegang teguh oleh penulis untuk memastikan kejujuran, keandalan, dan kredibilitas karya ilmiah. Berikut adalah penjelasan mengenai etika dan integritas dalam penulisan ilmiah: Kejujuran Data harus dilaporkan secara akurat dan jujur tanpa manipulasi atau pemalsuan. Setiap hasil penelitian harus disampaikan apa adanya, termasuk data yang tidak mendukung hipotesis atau harapan peneliti. Penulis harus menjelaskan metode penelitian yang digunakan dengan detail, sehingga penelitian dapat direplikasi oleh orang lain. Kelemahan dan keterbatasan penelitian juga harus diungkapkan secara jujur BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 11


Plagiarisme Menghindari menjiplak atau menggunakan karya orang lain tanpa memberikan penghargaan yang tepat. Semua sumber informasi, ide, dan data yang diambil dari karya orang lain harus diberi atribusi yang sesuai melalui kutipan atau referensi. Mengutip sumber dengan benar sesuai dengan gaya sitasi yang relevan (misalnya APA, MLA, Chicago). Setiap penggunaan ide, data, atau kata-kata dari sumber lain harus diakui secara eksplisit Konflik Kepentingan Penulis harus mengungkapkan setiap potensi konflik kepentingan yang mungkin mempengaruhi hasil atau interpretasi penelitian. Ini termasuk dukungan finansial, hubungan pribadi, atau afiliasi institusional yang bisa mempengaruhi objektivitas. Penelitian harus dilakukan secara independen, tanpa tekanan atau pengaruh dari pihak yang memiliki kepentingan dalam hasil penelitian Kerahasiaan Informasi pribadi dan data sensitif dari partisipan penelitian harus dijaga kerahasiaannya. Peneliti harus mendapatkan persetujuan dari partisipan sebelum menggunakan data mereka dan memastikan data tersebut disimpan dan digunakan dengan aman. Menghormati hak partisipan penelitian, termasuk mendapatkan fokus informan dan memastikan partisipan memahami tujuan dan risiko penelitian yang dilakukan. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 12


Publikasi Penulis harus melaporkan hasil penelitian secara lengkap dan tidak mempublikasikan temuan yang menyesatkan. Fragmentasi publikasi (membagi hasil penelitian menjadi beberapa artikel untuk meningkatkan jumlah publikasi) harus dihindari peneliti harus menyediakan akses ke data mentah (data base)untuk verifikasi dan penggunaan lebih lanjut oleh komunitas ilmiah, dengan tetap menjaga kerahasiaan dan hak partisipan Koreksi dan Retraksi Jika ditemukan kesalahan atau ketidakakuratan dalam karya yang telah dipublikasikan, penulis harus segera mengakui dan memperbaikinya. Jika diperlukan, penulis harus siap menarik kembali (retract) karya ilmiah untuk menjaga integritas ilmiah BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 13


E.Macam-Macam Karya Ilmiah D. Peran penulisan ilmiah dalam penelitian dan akademik Penulisan ilmiah memainkan peran yang sangat penting dalam penelitian dan dunia akademik. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 14


Rangkuman 1.Penulisan ilmiah adalah proses penting dalam komunikasi hasil penelitian dan pengembangan teori yang mendukung kemajuan akademik dan inovasi sebuah perguruan tinggi. Artikel ilmiah, tesis, disertasi, dan makalah merupakan beberapa bentuk karya ilmiah yang digunakan untuk menyebarkan pengetahuan baru dan temuan ilmiah. 2.Penulisan ilmiah memiliki standar tertentu yang mencakup struktur yang terorganisir, penalaran logis, dukungan data objektif, objektivitas, argumentasi teori yang sahih, penghubungan antara data empiris dan teoretis, penggunaan teknologi dan sumber daya digital, serta kepatuhan pada etika penelitian. 3.Perbedaan antara penulisan ilmiah dan penulisan kreatif terletak pada tujuan, struktur, gaya penulisan, pembaca sasaran, penggunaan data dan fakta, serta etika dan akurasi. 4.Kode etik penulisan karya ilmiah mencakup prinsip-prinsip seperti kejujuran, penghindaran plagiarisme, pengungkapan konflik kepentingan, perlindungan kerahasiaan, pelaporan dan publikasi yang lengkap, dan kepatuhan terhadap panduan institusional dan hukum. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 15


5.Peran penulisan ilmiah dalam penelitian dan akademik meliputi komunikasi hasil penelitian, dokumentasi dan referensi, evaluasi dan validasi, pengembangan karir akademik, pendidikan dan pembelajaran, kolaborasi dan interdisipliner, serta pengaruh kebijakan dan praktik. 6.Berbagai macam karya ilmiah mencakup skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, makalah, dan laporan penelitian, masing-masing dengan karakteristik dan tujuan yang berbeda. 1. Apa yang dimaksud dengan karya ilmiah? 2.Jelaskan lima ciri-ciri utama dari penulisan ilmiah? 3.Apa perbedaan utama antara tujuan penulisan ilmiah dan penulisan kreatif (populer)? 4. Mengapa penting untuk mematuhi kode etik penulisan karya ilmiah? Sebutkan minimal dua alasan. 5.Bagaimana penulisan ilmiah mempengaruhi pengembangan karir akademik seseorang? 6.Apa saja macam-macam karya ilmiah? 7.Mengapa penting untuk mempublikasikan hasil penelitian ? 8.Bagaimana penulisan ilmiah dapat memfasilitasi kolaborasi antar peneliti dari berbagai disiplin ilmu? 9.Apa peran penulisan ilmiah dalam pengaruh kebijakan publik dan praktik di berbagai bidang? 10.Bagaimana teknologi digital dan sumber daya digital mempengaruhi praktik dalam penulisan ilmiah ? Uji Kompetensi BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 16


BAB 3 Kompetensi Dasar PENGENALAN IDENTIFIER JANGAN TAKUT JATUH, KERANA YANG TIDAK PERNAH MEMANJATLAH YANG TIDAK PERNAH JATUH. YANGTAKUT GAGAL, KERANA YANG TIDAK PERNAH GAGAL HANYALAH ORANG-ORANG YANG TIDAK PERNAH MELANGKAH. JANGAN TAKUT SALAH, KERANA DENGAN KESALAHAN YANG PERTAMA KITA DAPAT MENAMBAH PENGETAHUAN UNTUK MENCARI JALAN YANG BENAR PADA LANGKAH YANG KEDUA -Buya HamkaMahasiswa mampu memahami tentang Identifier dalam tulisan ilmiah Uraian Singkat Pengenalan identifier dalam artikel ilmiah adalah proses penggunaan tanda pengenal atau identitas yang unik dan tetap (persisten) untuk mengidentifikasi kandungan intelektual dalam dunia digital. Identifier ini sangat penting dalam pengelolaan sumber daya digital, terutama dalam kaitannya dengan hak cipta dan hak kekayaan intelektual. Dalam konteks perpustakaan digital, identifier digunakan sebagai bagian dari metadata untuk pengelolaan sumber daya digital, seperti artikel jurnal elektronik. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 17


Identifier terdiri dari nomor yang sangat unik dan hanya berlaku untuk satu entitas, mengandung informasi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi artikel ilmiah yang diterbitkan. Rangkaian angka yang terdapat pada identifier tidak memiliki makna intrinsik selain sebagai penanda, sehingga dikenal juga sebagai rentetan buram ("opaque string") atau nomor tak bermakna ("dumb number"). Identifikasi yang tepat hanya dapat dilakukan dengan memeriksa metadata yang didaftarkan bersamaan dengan pemberian nomor identifier tersebut. Identifier tidak akan pernah berubah, sehingga menjadi alat yang sangat efektif untuk mengidentifikasi dan mengelola sumber daya digital dalam jangka panjang. Misalnya, Digital Object Identifier (DOI) adalah salah satu jenis identifier yang paling umum digunakan untuk artikel jurnal, memberikan tautan permanen yang memudahkan akses langsung ke artikel tersebut. Dalam ekosistem perpustakaan digital, identifier memainkan peran krusial dalam pengelolaan katalog, membantu pustakawan dan pengguna pencarian berbagai data yang dibutuhkan. A. Jenis Identifier BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 18


Berikut ini adalah beberapa jenis identifier yang umum digunakan dalam karya tulis ilmiah: ISBN deretan angka 13 digit sebagai pemberi identifikasi unik secara internasional terhadap satu buku maupun produk seperti buku yang diterbitkan oleh penerbit. Setiap nomor memberikan identifikasi unik untuk setiap terbitan buku dari setiap penerbit, sehingga keunikan tersebut memungkinkan pemasaran produk yang lebih efisien bagi toko buku, perpustakaan, universitas maupun distributor. 978-602-8519-93-9 Angka pengenal produk terbitan buku dari EAN (Prefix identifier) = 978 Kode kelompok (group identifier) = 602 (Default) Kode penerbit (publisher prefix) = 8519 Kode Judul (title identifier) = 93 Angka pemeriksa (check digit) = 9 Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit 1. Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku 2. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarkan oleh Badan Nasional ISBN Indonesia di Jakarta, maupun Badan Internasional yang berkedudukan di London 3. Terbitan yang terbit secara tetap (majalah, bulletin, dsb.), Iklan, Printed music, Dokumen pribadi (seperti biodata atau profil personal elektronik), Kartu ucapan, Rekaman musik, Software selain untuk edukasi termasuk game, Buletin elektronik, Surat elektronik, Permainan Buku tercetak (monografi) dan pamphlet, Terbitan Braille, Buku peta, Film, video, dan transparansi yang bersifat edukatif, Audiobooks pada kaset, CD, atau DVD, Terbitan elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di Internet), Salinan digital dari cetakan monograf, Terbitan microform, Software edukatif, Mixed-media, publications yang mengandung teks dapat diberikan tidak dapat diberikan fungsi contoh 13 angka Kode Unik (International Standar Book Number) sumber: https://isbn.perpusnas.go.id/ QRCBN QRCBN (Quick Response Code Book Number) adalah aplikasi yang menggunakan teknologi terbaru untuk mengidentifikasi buku melalui QR Code, yang memberikan identifikasi unik secara internasional untuk setiap buku atau produk sejenis yang diterbitkan oleh penerbit. Layanan QRCBN sepenuhnya gratis, dan setiap buku yang diterbitkan akan memiliki nomor identifikasi yang unik. QRCBN menyediakan QR Code identifikasi buku untuk perusahaan penerbitan, swasta, instansi pemerintah, serta penerbitan mandiri (self Publishing) Setiap buku yang diterbitkan melalui layanan QRCBN mendapatkan Nomor Identifikasi unik. QR Code pada buku tersebut mengandung informasi detail seperti cover, penulis, judul buku, sinopsis, jumlah buku, dan tahun terbit. QRCBN membuka peluang baru yang signifikan bagi penulis dan penerbit, memungkinkan mereka untuk lebih menekankan pada kualitas karya daripada kuantitas. Dalam situasi di mana krisis ISBN dan batasan jumlah penerbitan buku sering menjadi kendala, QRCBN memberikan kebebasan bagi karya- karya berkualitas untuk diterbitkan tanpa terikat oleh batasan kuota yang ketat. 1. Penulis kini dapat lebih fokus pada esensi dan makna dalam setiap tulisan mereka, tanpa tekanan untuk terburu-buru memenuhi persyaratan formal. Hal ini memungkinkan mereka untuk mencurahkan lebih banyak waktu dan energi dalam menciptakan karya yang benar-benar bermutu dan mendalam. 2. Dengan demikian, penerbitan buku melalui QRCBN tidak lagi hanya menjadi upaya untuk memenuhi syarat administrasi, tetapi berkembang menjadi sebuah platform untuk menyampaikan gagasan dan inspirasi secara lebih mendalam. Penerbit dapat lebih leluasa memilih dan mempromosikan karya yang memiliki nilai artistik dan intelektual tinggi, memberikan ruang bagi inovasi dan kreativitas yang lebih besar di dunia literatur. 3. Peluang Baru, fokus pada kualitas dan substansi Solusi Inovatif teknologi QR Code (Quick respon Code Book Number) sumber: https://www.qrcbn.com/ www.kompasiana.com https://beningruapustaka.com/ BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 19


Berikut ini adalah beberapa jenis identifier yang umum digunakan dalam karya tulis ilmiah: sumber: https://www.qrcbn.com/ Contoh Hasil QRCBN sebuah buku Dasboard pengguna self publishing (2024) BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 20


ISSN (International Standard Serial Number) ISSN, singkatan dari International Standard Serial Number (Nomor Seri Standar Internasional), adalah rangkaian nomor unik yang menunjukkan identitas suatu terbitan berkala, baik dalam bentuk media cetak maupun media elektronik. Contohnya adalah jurnal dan majalah yang diterbitkan secara berkala. Publikasi berkala mencakup jurnal, prosiding, laporan tahunan, buku tahunan, majalah, surat kabar, dan buletin. Penggunaan nomor ISSN secara internasional diatur oleh ISDS (International Serial Data System) yang berkedudukan di Paris, Perancis. Di Indonesia, ISSN dikeluarkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) LIPI, yang bertanggung jawab untuk memantau seluruh publikasi berkala yang diterbitkan di Indonesia. Kini, tugas dan wewenang tersebut berada di bawah Direktorat Repositori Multimedia dan Penerbitan Ilmiah (RMPI) BRIN, yang berfungsi sebagai Pusat Nasional ISSN Indonesia. 1. Sebagai bagian dari tanggung jawabnya, Pusat Nasional ISSN Indonesia menerbitkan ISSN yang berfungsi sebagai tanda pengenal unik setiap terbitan berkala dengan validitas global. ISSN diadopsi sebagai implementasi ISO- 3297 pada tahun 1975 oleh Subkomite no. 9 dari Komite Teknik no. 46 dari ISO (TC 46/SC 9). ISDS mendelegasikan pemberian ISSN baik secara regional maupun nasional, dengan regional Asia dipusatkan di Thai National Library, Bangkok, Thailand, sementara Pusat Nasional ISSN Indonesia - BRIN adalah satu-satunya ISSN National Centre untuk Indonesia. 2. 1. sebagai identitas 2.Prasyarat Akreditasi Publikasi Ilmiah 3.Pembeda dengan terbitan lainnya Fungsi ISSN LIPI ke BRIN terbitan berkala cetak / elektronik sumber: www.issn.brin.go.id Pengajuan 1.pengikuti panduan pada laman BRIN Nama DOI adalah pengidentifikasi unik global dari sebuah entitas (disebut referent). Referent dapat berupa entitas digital, fisik, atau abstrak, dan dapat didefinisikan pada tingkat granularity (spesifik/detil) apapun tergantung pada persyaratan dari Registration Agency (RA). Nama DOI dapat mengidentifikasi edisi khusus dari sebuah novel, bab novel, bagian kecil dari rekaman musik, dll. Referent dapat berupa properti intelektual seperti penemuan, karya sastra dan seni, ide, simbol, nama, gambar, desain, dll. Grafik Peningkatan Jumlah pendaftaran ISSN Sumber: https://arjuna.kemdikbud.go.id/ BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 21


DOI sebaiknya diartikan sebagai 'identifikasi digital dari suatu objek' daripada 'identifikasi dari objek digital'. DOI dapat diberikan kepada objek apa pun (figshare.com). DOI (atau Digital Object Identifier) digunakan untuk mengidentifikasi data digital. DOI paling sering diberikan pada artikel jurnal, tetapi juga dapat diberikan pada buku, video, infografis — pada dasarnya, apa saja yang dapat ditemukan di web. DOI berfungsi sebagai tautan yang akan membawa pengguna langsung ke teks sumber. DOI menyediakan tautan permanen ke lokasi digital dokumen tersebut, memastikan aksesibilitas dan integritas jangka panjang. contoh http://dx.doi.org/10.26887/cartj.v4i1.2499 Adapun contoh DOI tersebut, jika diklik maka akan mengarahkan kembali ke artikel dimana url tersebut berada. Dan jika tidak dapat diakses (doi error), maka akan terbaca sistemnya sebagai data error. Untuk lengkap bisa di tes pada tutorial QR CODE berikut Nama DOI dapat diresolusikan, melalui layanan Handle System, ke sekumpulan elemen yang disebut catatan DOI, Catatan DOI biasanya berisi alamat web (atau URL untuk Unified Resource Locator) yang mewakili instance dari referent, dan dapat berisi layanan seperti email, serta satu atau lebih item data tentang referent (metadata). (DOI handbook by DOI Foundation) Adapun berdasarkan rujukan dari figshare.com menjelaskan juga bahwa Digital Object Identifier (DOI) digunakan untuk mengidentifikasi properti intelektual di lingkungan digital. DOI seperti sidik jari digital: Setiap artikel menerima satu yang unik saat lahir, dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi artikel sepanjang masa hidupnya, di mana pun ia berada. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 22


Adapun penyedia DOI ini terdapat yang berbayar dan gratis. Saat ini di Indonesia, umumnya sudah tergabung dalam langganan Digital Object Identifier tersebut yang tergabung oleh member dari Crossref sebagai penyedia DOI berbayar. Namun, juga terdapat beberapa penyedia DOI lainnya baik berbayar artaupun gratis yang dapat digunakan dengan cara melakukan registrasi melalui akun masing-masing penyedia tersebut, namun memiliki peraturan-peraturan tertentu terkait publikasi data digital tersebut yang perlu dipelajari dan dipahami oleh setiap pengguna.. Antara lain: (Public Library of Science) BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 23


Rangkuman 1.Pengenalan identifier dalam artikel ilmiah adalah proses penggunaan tanda pengenal atau identitas yang unik dan tetap untuk mengidentifikasi kandungan intelektual dalam dunia digital. Identifier ini memainkan peran penting dalam pengelolaan sumber daya digital, terutama terkait dengan hak cipta dan kekayaan intelektual. Dalam konteks perpustakaan digital, identifier digunakan sebagai bagian dari metadata untuk pengelolaan sumber daya digital seperti artikel jurnal elektronik. 2. Identifier terdiri dari nomor yang sangat unik dan hanya berlaku untuk satu entitas, mengandung informasi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi artikel ilmiah yang diterbitkan. Salah satu jenis identifier yang umum digunakan adalah Digital Object Identifier (DOI), yang memberikan tautan permanen untuk akses langsung ke artikel tersebut. 3.Beberapa jenis identifier lainnya termasuk ISBN (International Standard Book Number), yang digunakan untuk mengidentifikasi buku; ISSN (International Standard Serial Number), yang digunakan untuk publikasi berkala; dan QRCBN (QR Code Standard Book Number), yang menggunakan QR Code sebagai identifikasi unik untuk buku atau produk lainnya. 4.Identifier adalah alat yang efektif dalam pengelolaan katalog perpustakaan digital, membantu pustakawan dan pengguna dalam mengatur dan mencari sumber daya dengan efisiensi tinggi. Identifier ini tidak akan pernah berubah, sehingga memudahkan identifikasi dan pengelolaan sumber daya digital dalam jangka panjang. Uji Kompetensi 1.Apa yang dimaksud dengan identifier dalam konteks artikel ilmiah? 2.Mengapa identifier sangat penting dalam pengelolaan sumber daya digital? 3. Apa peran Digital Object Identifier (DOI) dalam artikel ilmiah? 4. Jelaskan perbedaan antara ISBN dan ISSN. 5.Bagaimana struktur nomor ISBN, dan mengapa ISBN diperlukan dalam publikasi buku? 6.Apa fungsi utama ISSN dalam publikasi, dan kapan biasanya ISSN diberikan? 7.Mengapa identifier dianggap sebagai alat yang efektif dalam pengelolaan katalog perpustakaan digital? 8.Apa keuntungan menggunakan QRCBN (QR Code Standard Book Number) sebagai identifier? 9.Bagaimana cara memastikan keunikan dan keandalan identifier dalam mengidentifikasi artikel ilmiah? 10.Sebutkan beberapa penyedia DOI dan jelaskan peran mereka dalam memberikan tautan permanen untuk artikel ilmiah. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 24


AKSES REFERENSI TERBARUKAN BAB 4 Kompetensi Dasar -Samuel BECKETT, En attendant GodotBERPIKIR BABI!!! Mahasiswa mampu memahami tentang tata cara akses terhadap berbagai referensi terbarukan Uraian Singkat Secara manual, untuk mencari referensi dalam penulisan ilmiah, peneliti sering kali harus mengunjungi perpustakaan dan mencari sumber secara fisik (print out). Proses ini memakan waktu dan tenaga, karena mengharuskan peneliti untuk menelusuri rak-rak buku, jurnal, dan dokumen lainnya secara langsung. Selain itu, peneliti juga harus mencatat atau menggandakan informasi yang ditemukan, yang bisa menjadi tugas yang cukup melelahkan dan memakan waktu.Namun, dengan kemajuan teknologi yang pesat, proses ini telah menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Saat ini, banyak penyedia referensi yang tersedia secara online, memungkinkan peneliti untuk mengakses literatur ilmiah dari mana saja dan kapan saja. Perkembangan teknologi informasi telah memungkinkan digitalisasi jutaan dokumen, buku, dan jurnal ilmiah yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk fisik. Platform digital seperti perpustakaan online, database jurnal, dan situs web penyedia referensi telah mengubah cara peneliti mengakses informasi. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 25


Kemudahan-kemudahan yang terjadi saat ini yang berdampak pada ruanglingkup penulisan ilmiah merupakan implikasi nyata dari perkembangan teknologi informasi. Dengan adanya internet, peneliti dapat mengakses perpustakaan digital, database jurnal, dan platform penelitian dari seluruh dunia hanya dengan beberapa klik. Situs-situs seperti Google Scholar, Semantic Scholar, Mendeley, dan banyak lagi, menyediakan akses ke jutaan artikel dan jurnal ilmiah yang dapat diunduh atau dibaca secara online. Selain itu, fitur pencarian canggih yang disediakan oleh platform ini memungkinkan peneliti untuk menemukan referensi yang relevan dengan cepat dan efisien. Bahkan, saat ini juga telah banyak digunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin memudahkan pencarian referensi ilmiah. AI mampu menganalisis teks, memahami konten, dan memberikan rekomendasi literatur yang relevan berdasarkan kata kunci atau topik penelitian yang dimasukkan. Teknologi AI juga dapat membantu dalam menyaring informasi yang paling relevan dan terbaru, sehingga peneliti tidak perlu membuang waktu untuk memeriksa sumber-sumber yang tidak relevan. A. Artificial Intelligence (AI) dan Referensi Sebagai contoh, platform seperti ResearchGate dan Academia.edu menggunakan algoritma AI untuk merekomendasikan artikel yang mungkin menarik bagi pengguna berdasarkan riwayat pencarian dan publikasi mereka. Alat manajemen referensi seperti Zotero dan EndNote juga telah mengintegrasikan fitur AI untuk membantu dalam pengelolaan bibliografi dan sitasi. Ini sangat membantu peneliti dalam mengorganisir referensi mereka dengan lebih baik dan memastikan kepatuhan terhadap gaya sitasi yang diperlukan. Selain itu, AI juga digunakan dalam pengembangan mesin pencari yang lebih pintar dan efisien. Mesin pencari ini tidak hanya mencari berdasarkan kata kunci tetapi juga memahami konteks dan maksud dari pencarian pengguna. Hal ini memungkinkan hasil pencarian yang lebih akurat dan relevan, yang sangat berguna bagi peneliti dalam menemukan literatur yang tepat. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 26


Berikut beberapa mesin pencari referensi yang dapat diakses dalam penulisan ilmiah yang kita lakukan, antara lain: B. Platform pencari referensi terbarukan (non AI) 1 2 3 4 5 GOOGLE SCHOLAR topik penelitian Google Scholar adalah mesin pencari yang dirancang khusus untuk mencari literatur akademik dan ilmiah. Ini mencakup berbagai jenis publikasi, termasuk artikel jurnal, tesis, buku, konferensi, dan paten dari berbagai disiplin ilmu. Google Scholar memberikan akses mudah ke teks lengkap artikel yang tersedia secara online dan memungkinkan pengguna untuk melacak kutipan dan perkembangan terbaru dalam bidang penelitian mereka Kunjungi Situs, Buka Google Scholar di peramban web Anda Ketik kata kunci judul artikel nama penulis Infografis penggunaan Google Scholar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (perpusnas.go.id) Perpustakaan Nasional menyediakan akses ke berbagai sumber informasi dan literatur ilmiah, termasuk jurnal, buku, dan dokumen elektronik. Sebelum bisa mengakses e-journalnya, mahasiswa harus terlebih dahulu mendaftar menjadi anggota online Perpusnas. Caranya adalah akses terlebih dahulu laman https://keanggotaan.perpusnas.go.id setelah itu klik daftar untuk melanjutkan. Lengkapnya silahkan scan QR code berikut berisi panduan pendaftaran keanggotan pada perpusnas. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 27


1 2 3 4 GOOGLE SCHOLAR harus selalu mempelajari cara pencarian menggunakan kata kunci dan sering mempelajari cara yang sesuai dengan gaya pencarian masingmasing DOAJ (Directory of Open Access Journals) adalah direktori daring yang mengindeks serta menyediakan akses ke jurnal-jurnal berkualitas yang bersifat akses terbuka dan telah melalui proses tinjauan sejawat. Directory of Open Access Journals juga dapat diartikan sebagai platform yang digunakan untuk menyimpan basis data jurnal gratis dari seluruh dunia. DOAJ menjalankan tugasnya dalam memajukan pengindeksan dengan mencatat berbagai jurnal dalam basis datanya. Kunjungi halaman DOAJ di https://doaj.org/ pilih mode pencarian jurnal atau artikel. Kemudian masukkan kata kunci atau keyword yang diinginkan Jika telah menemukannya, silakan klik “Teks Lengkap” untuk mengunduh artikel. Atau bisa lgsung menuju sumber jurnal dan pada keterangan artikel silahkan klik download (pdf) https://doaj.org Infografis penggunaan DOAJ 1 2 3 4 gunakan pilihan filter untuk kategorisasi data yang kita inginkan Proquest sebuah platform daring yang menyediakan akses ke ribuan jurnal ilmiah. Platform ini merupakan sumber informasi yang beragam bagi para peneliti, akademisi, dan mahasiswa. pengguna dapat dengan mudah mencari dan mengakses artikel-artikel ilmiah terkini dalam berbagai bidang, seperti ilmu pengetahuan, teknologi, kesehatan, dan humaniora.Selain itu, platform ini juga menyediakan fitur penelusuran yang canggih, yang memungkinkan pengguna untuk mencari artikel berdasarkan kata kunci, penulis, atau topik tertentu. Kunjungi halaman Proquest.com gunakan kata kunci dan pilihan sumber data Infografis penggunaan Proquest Proquest.com gunakan username dan password BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 28


1 2 3 4 gunakan pilihan filter untuk kategorisasi data yang kita inginkan jika terdapat DOI pada artikel kita dapat melakukan akses detil menggunakan doi tersebut ScienceDirect adalah database yang berisi kumpulan dokumen full-text yang berkualitas yang telah diperiksa oleh peer-review Elsevier. Hampir sekitar 26,000 judul buku dan 2,500 judul jurnal tersedia di ScienceDirect. ScienceDirect juga menyediakan fungsi pencari dokumen yang canggih pada bagian Search dan Retrieval tools seperti informasi yang terintegrasi dengan sumber- sumber eksternal dalam bentuk audio dan video dan seperangkat data. Kunjungi halaman sciencedirect gunakan kata kunci dan , filter pilihan sumber data Infografis penggunaan ScienceDirect www.sciencedirect.com gunakan cara Quick search atau Advanced search 1 2 3 4 setelah tersedia judul artikel, terdapat akses menuju sumber publikasi dan silahkan download full pdf yang tersedia Taylor & Francis Online adalah database yang berisi kumpulan dokumen full-text yang berkualitas dari penerbit Taylor & Francisyang mana database ini menyediakan akses ke jurnal dan buku akademik dalam berbagai disiplin ilmu. Kunjungi halaman Taylor & Francis Online : https://www.tandfonline.com Gunakan filter , kategorisasi bidang artikel Infografis penggunaan Taylor & Francis Online Ketik kata kunci di kotak pencarian https://www.tandfonline.com BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 29


1 2 3 4 setelah tersedia judul artikel, terdapat akses menuju sumber publikasi dan silahkan download full pdf yang tersedia Research Gate adalah situs jejaring sosial gratis dan telah dijadikan sebagai platform kolaborasi oleh para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu. Sehingga disini sering disebut sebagai media sosial untuk kalangan akademisi dan peneliti. pengguna akun di laman Research Gate melakukan publikasi atas karya ilmiahnya disini. Sehingga bisa menjadi media untuk membangun portofolio, branding, dan membangun jaringan di dunia. Platform ini menyediakan referensi ilmiah secara gratis Kunjungi halaman Taylor & Francis Online : https://www.researchgate.net Gunakan 3 filter pencarian Infografis penggunaan Research Gate Ketik kata kunci di kotak pencarian https://www.researchgate.net 1 2 3 4 jika tersedia, dan tidak dapat diakses full text. maka gunakan kode unik yang dapat diakses (DOI) pada artikel . gunakan platform yang bisa mengakses DOI tersebut Wiley Online Library merupakan database berbasis langganan dari penerbit John Wiley & Sons. Koleksinya meliputi kumpulan sumber online meliputi berbagai bidang subjek ilmu pengetahuan, termasuk humaniora. Kunjungi halaman Taylor & Francis Online : https://onlinelibrary.wiley.com untuk lebih luas pencarian artikel disarankan untuk mendaftar Infografis penggunaan Wiley Online Library Ketik kata kunci di kotak pencarian https://onlinelibrary.wiley.com BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 30


1 2 3 4 setelah tersedia judul artikel, terdapat akses menuju sumber publikasi dan silahkan download full pdf yang tersedia Springer Science+Business Media atau Springer adalah perusahaan penerbitan global yang menerbitkan buku, buku elektronik, dan jurnal tinjauan sejawat di terbitan-terbitan sains, teknik, dan medis (STM). Springer juga memiliki beberapa pangkalan data ilmiah, termasuk SpringerLink, Springer Protocols, dan SpringerImages. Kunjungi halaman Taylor & Francis Online : https://link.springer.com/ Gunakan filter , kategorisasi bidang artikel Infografis penggunaan Springer Ketik kata kunci di kotak pencarian https://link.springer.com/ 1 2 3 4 setelah tersedia judul artikel, terdapat akses menuju sumber publikasi dan silahkan download full pdf yang tersedia JSTOR (diucapkan jay-stor; singkatan dari Journal Storage) adalah sebuah perpustakaan digital yang didirikan tahun 1995. Perpustakaan ini sebelumnya berisi terbitan jurnal akademik yang terdigitalisasi. Sekarang, koleksinya juga mencakup buku-buku dan sumber primer, serta terbitan jurnal terbaru Kunjungi halaman Taylor & Francis Online : https://www.jstor.org Gunakan filter , kategorisasi bidang artikel Infografis penggunaan JSTOR pengguna dapat mendaftar pada platform ini. Ketik kata kunci di kotak pencarian https://www.jstor.org BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 31


1 2 3 4 setelah tersedia judul artikel, terdapat akses menuju sumber publikasi dan silahkan download full pdf yang tersedia SAGE Journal merupakan salah satu situs yang menyediakan referensi publikasi jurnal internasional. Web ini sudah mempublikasi lebih dari 1000 jurnal dari berbagai disiplin ilmu Kunjungi halaman Taylor & Francis Online : https://journals.sagepub.com Gunakan filter , kategorisasi bidang artikel Infografis penggunaan Sage Journal pengguna dapat mendaftar pada platform ini. Ketik kata kunci di kotak pencarian (advanced search) pencarian khusus https://journals.sagepub.com Tontonan FGD BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 32


Rangkuman Wiley Online Library, ResearchGate, Taylor and Francis Online, ScienceDirect, ProQuest, DOAJ, Google Scholar, dan Perpusnas adalah platform yang menyediakan akses ke berbagai jenis literatur akademik. Wiley Online Library, Taylor and Francis Online, dan ScienceDirect terkenal dengan artikel peer-reviewed berkualitas tinggi, namun aksesnya seringkali berbayar. ResearchGate memungkinkan kolaborasi antar ilmuwan dengan akses gratis ke banyak publikasi, meski kualitas artikelnya bisa bervariasi. ProQuest menawarkan berbagai sumber daya akademik seperti disertasi dan tesis, tetapi untuk akses penuh biasanya memerlukan langganan yang berbayar. Adapun DOAJ menyediakan jurnal open access yang gratis dan berkualitas tinggi, sementara Google Scholar menawarkan cakupan luas dari berbagai jenis dokumen ilmiah dengan akses gratis, meski kualitasnya bervariasi. Sedangkan Perpusnas menyediakan akses ke koleksi nasional yang unik dan sering gratis bagi warga negara Indonesia. Secara umum, kelebihan mesin pencari ini adalah kemampuannya menyediakan akses ke berbagai literatur ilmiah yang berkualitas, memudahkan kolaborasi dan penelitian yang kadangkalanya setiap penerbit menyarankan penulis untuk melakukan sitasi terkait artikel dalam kageori indeksasi bereputasi (Scopus). Namun, kekurangannya disebabkan memerlukan biaya yang tidak murah untuk akses artikel tertentu, protokol ini tidak memberikan benefit apapun bagi penulis ataupun intitusi yang menaungi penulis tersebut. (tonton materi film untuk FGD) 1..Apa keuntungan utama dari digitalisasi dokumen ilmiah dibandingkan dengan pencarian manual di perpustakaan fisik? 2. Sebutkan dan jelaskan tiga platform digital yang menyediakan akses ke literatur ilmiah dan bagaimana cara mengaksesnya. 3.Apa peran Google Scholar dalam pencarian literatur akademik dan ilmiah? 4.Jelaskan fungsi dan fitur utama Google Scholar dalam membantu peneliti mencari literatur akademik dan ilmiah. 5.Bagaimana cara menggunakan filter pencarian di Google Scholar untuk menemukan artikel yang relevan? 4.Jelaskan cara mengakses literatur melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). 5.Apa yang dimaksud dengan SINTA dan bagaimana sistem ini membantu peneliti di Indonesia? Uji Kompetensi BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 33


6. Apa keunggulan utama dari DOAJ (Directory of Open Access Journals) dalam pencarian jurnal ilmiah? 7.Bagaimana ProQuest membantu peneliti dalam mengakses berbagai jenis sumber ilmiah? BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 34


PARAFRASE DAN SUMBER PUSTAKA BAB 5 Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu memahami tentang paraphrase dan tata cara penulisan sumber pustaka Uraian Singkat Parafrase adalah teknik menulis ulang suatu teks dengan menggunakan kata-kata dan struktur kalimat yang berbeda tanpa mengubah makna asli dari teks tersebut. Parafrase harus dilakukan untuk menghindari plagiarisme, yaitu peniruan karya orang lain tanpa memberikan penghargaan terhadap si pembuat karya tersebut. Dalam konteks akademis, parafrase juga membantu penulis menunjukkan pemahaman mereka terhadap materi yang diacu dan menyesuaikan informasi dengan gaya penulisan yang diinginkan.Penulisan sumber pustaka sangat penting dalam tulisan ilmiah karena beberapa alasan. Pertama, memberikan penghargaan kepada penulis merupakan bentuk penghargaan terhadap karya intelektual orang lain. Kedua, penulisan sumber pustaka memungkinkan pembaca untuk menelusuri dan memverifikasi informasi yang digunakan dalam tulisan, sehingga meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan terhadap karya ilmiah tersebut. Ketiga, menyertakan sumber pustaka membantu mencegah plagiarisme dan menunjukkan bahwa penulis telah melakukan penelitian yang mendalam serta menggunakan referensi yang valid dan relevan . -ERNEST HEMINGWAYSEMUA DRAF PERTAMA TULISAN ADALAH SAMPAH BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 35


Bacalah teks asli dengan cermat beberapa kali untuk memastikan Anda sepenuhnya memahami maknanya Catat gagasan atau informasi yang ingin digunakan Tulislah parafrase dari catatan anda (tanpa melihat teks asli) Periksa parafrase dengan teks asli untuk memastikan bahwa telah terdapat kata kunci kata kunci pada informasi tersebut. integrasikan hasil parafrase ke dalam teks dengan penulisan kutipan teks APA dari sumber tersebut dan buatlah sebuah komentar singkat tentang informasi yang diparafrasekan (misalnya, apa arti informasi ini? Bagaimana informasi ini mendukung sudut pandang dan, argumentasi anda?). Menurut publikasi online dari Purdue University Online Writing Laboratorium (http://owl.english.purdue.edu),-Parafrase adalah kemampuan untuk menginterpretasikan informasi dan gagasan yang berasal dari orang lain dengan menggunakan kata-kata dan struktur kalimat baru yang dimiliki oleh penulis. Ini merupakan metode sah untuk meminjam dari sebuah sumber, selama disertai dengan dokumentasi yang akurat. Lebih dari sekadar ringkasan, parafrase menawarkan restatement yang lebih rinci dari materi yang asli, dengan fokus yang lebih jelas pada satu gagasan utama. Bahkan menurut panduan penulisan akademik dari University of Staffordshire dijelaskan bahwa parafarrase adalah proses membaca suatu bagian teks dan kemudian menulis kembali menggunakan kata-kata penulis sendiri. A. Parafrase Parafrase adalah penyajian ulang dari ide atau informasi yang berasal dari sumber asli dengan menggunakan kata-kata yang berbeda, tetapi tetap mempertahankan makna dan gagasan yang sama dengan sumber aslinya. Dalam parafrase, penulis mencoba untuk menyampaikan pesan atau informasi dari sumber asli dengan gaya penulisan atau kata-kata yang baru, tanpa mengutip secara langsung dari teks asli. Sumber tersebut antara lain. (https://libguides.staffs.ac.uk/academic_writing/paraphrasing) Langkah melakukan parafrase BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 36


teks asli (halaman 25) seni pada hakikatnya adalah wujud artistik yang bersifat empiris dan simbolis. Seni adalah ekspresi rumusan pengetahuan artistik dan pengetahuan nilai-nilai. seni juga memiliki asal, sifat, jenis, dan tata cara pembentukannya. seni ada dan eksis karena ada suatu proses yang mendahului adanya, yaitu proses penciptaan. Tiada seni tanpa proses penciptaan parafrase Seni pada intinya adalah manifestasi artistik yang bersifat nyata dan simbolis. Seni merupakan wujud dari pemahaman artistik dan nilai-nilai. Seni juga memiliki asal-usul, karakter, jenis, dan metode pembentukannya. Keberadaan seni terjadi melalui proses yang mendahuluinya, yaitu proses penciptaan. Tanpa proses ini, seni tidak dapat ada. sumber Sunarto, B. (2013). Epistemologi penciptaan seni. Yogyakarta: IDEA Press Yogyakarta. QuillBot Help Me Rewrite Hypotenuse AI Copy.ai Paraphraser.io Snakespeare Scribbr Wordvice AI AI Suggests Wraith Docs Typeset.io Zero GPT contoh : Beberapa platform yang dapat membantu kerja skunder tersebut antara lain: BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 37


Dalam ranah akademis, para akademisi perlu dengan seksama melakukan tinjauan terhadap literature terdahulu. Ini mencakup peninjauan terhadap teori-teori yang telah diusulkan, konsepsi-konsepsi yang telah diajukan, serta hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Semua karya tersebut dianggap sebagai produk intelektual yang harus diberikan penghargaan dan pengakuan oleh seluruh komunitas akademik. Oleh karena itu, dalam setiap tulisan yang dihasilkan, setiap penulis harus memastikan untuk memberikan pengakuan terhadap sumber-sumber tersebut. Praktik ini penting untuk menghindari terjadinya praktik plagiat, yang merupakan pelanggaran serius dalam dunia akademik. Adapun penulis harus memahami bahwa penggunaan karya orang lain, baik berupa ide, gagasan, atau bahkan kata-kata, harus disertai dengan pengakuan yang jelas terhadap penulis aslinya. Pengutipan langsung dari sumber asli dan parafrase merupakan praktek yang dianjurkan dalam penulisan ilmiah. Tanpa adanya pengakuan, penulis dapat dianggap melakukan praktik plagiat, yang dapat merusak reputasi dan kredibilitasnya dalam komunitas akademik. Oleh karena itu, menjaga integritas dalam penulisan adalah suatu keharusan bagi setiap peneliti dan akademisi. Untuk mengatasi masalah plagiat dalam pendidikan di Indonesia, pemerintah bahkan telah mengeluarkan regulasi terkait plagiarisme yakni dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010 menggambarkan plagiat sebagai tindakan yang terjadi dalam konteks penulisan ilmiah. Menurut Pasal 1 ayat (1) dari peraturan tersebut, plagiat didefinisikan sebagai "perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai Dengan definisi ini, plagiat diidentifikasi sebagai tindakan yang melibatkan penggunaan karya atau gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang sesuai. Hal ini bisa terjadi baik dengan sengaja maupun tanpa disadari. Plagiat terjadi ketika seseorang mencoba untuk mendapatkan penghargaan atau nilai atas suatu karya yang sebenarnya tidak mereka hasilkan secara orisinal, tetapi dengan mengklaimnya sebagai karya mereka sendiri. Ini adalah pelanggaran serius dalam dunia akademis karena melanggar prinsip kejujuran dan integritas dalam penelitian dan karya ilmiah. Penting bagi para penulis dan peneliti untuk memahami dan menghormati aturan-aturan terkait pengakuan sumber dalam penulisan ilmiah guna menjaga integritas akademisi. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 38


1 Plagiat adalah perbuatan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh penghargaan atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai. 2 Plagiator adalah orang perseorangan atau kelompok atau pelaku plagiat, masing-masing bertindak untuk diri sendiri, untuk kelompok atau untuk dan atas nama suatu badan 3 Pencegahan plagiat adalah tindakan preventif yang dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi yang bertujuan agar tidak teradi plagiat di lingkungan perguruan tingginya. 4 Penanggulangan plagiat adalah tindakan represif yang dilakukan oleh Pimpinan Perguruan Tinggi dengan menjatuhkan sanksi kepada plagiator di lingkungan perguruan tingginya yang bertujuan mengembalikan kredibilitas akademik perguruan tinggi yang bersangkutan Lengkapnya adalah sebagai berikut dalam Pasal 1 tersebut: Selanjutnya, pada Pasal 2, terdapat penegasan yang lebih lanjut mengenai plagiat. (1) Plagiat meliputi tetapi tidak terbatas pada : a mengacu dan/atau mengutip istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber tanpa menyebutkan sumber dalam catatan kutipan dan/atau tanpa enyatakan sumber secara memadai b mengacu dan/atau mengutip secara acak istilah, kata-kata dan/atau kalimat, data dan/atau informasi dari suatu sumber secara memadai c menggunakan sumber gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyatakan sumber secara memadai d merumuskan dengan kata-kata dan/atau kalimat sendiri ari suatu sumber kata-kata dan/atau kalimat, gagasan, pendapat, pandangan, atau teori tanpa menyartakan sumber secara memadai e menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan/atau telah dipublikasikan oleh pihak lain sebagai karya ilmiahnya tanpa menyatakan sumber secara memadai. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 39


Dalam dunia penelitian, mencantumkan referensi atau sitasi dalam karya ilmiah merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa diabaikan. Seorang peneliti wajib mencantumkan referensi ketika mengambil kutipan langsung dari sebuah sumber. Hal ini juga berlaku ketika peneliti menggunakan ide, gagasan, data, atau metode yang diperoleh dari sumbersumber tertentu selama proses penelitian. Bahkan ketika seorang peneliti memparafrasekan ide atau tulisan dari sebuah sumber dengan gaya bahasanya sendiri, mencantumkan sitasi atau referensi tetap diperlukan. Referensi dan sitasi tidak hanya berfungsi untuk memberikan penghargaan kepada penulis asli, tetapi juga untuk mendukung kredibilitas karya penelitian yang dihasilkan. Ini memberikan kesempatan bagi pembaca untuk melacak sumber asli dari informasi yang digunakan, sehingga mereka bisa melakukan verifikasi lebih lanjut jika diperlukan. Selain itu, mencantumkan sitasi membantu menghindari tuduhan plagiarisme, yang bisa merusak karier seorang peneliti. Lebih jauh lagi, sitasi berperan penting dalam ekosistem ilmu pengetahuan. Dengan mencantumkan referensi, peneliti ikut berpartisipasi dalam pertemuan ilmiah yang lebih luas, di mana ide-ide dapat diuji, dikritisi, dan dikembangkan lebih lanjut. Ini menciptakan jejaring yang lebih luas yang dapat berdampak pada kinerja intitusi ataupun kinerja invidu penulis. Peneliti juga harus sadar bahwa aturan mencantumkan sitasi berlaku tidak hanya untuk kutipan langsung, tetapi juga untuk setiap ide atau informasi yang diambil dari karya orang lain. Meskipun ide tersebut sudah ditulis ulang dengan kata-kata sendiri, tanpa mencantumkan referensi, itu tetap dianggap sebagai pelanggaran etika penelitian. Dalam menyusun karya penelitian, sangat penting untuk mengikuti pedoman yang telah ditetapkan dalam mencantumkan sitasi. Setiap bidang ilmu mungkin memiliki gaya sitasi yang berbeda, seperti APA, MLA, Chicago, atau Harvard. Memahami dan menerapkan gaya sitasi yang sesuai adalah bagian integral dari proses penulisan ilmiah yang bertanggung jawab.Dalam penulisan karya ilmiah seperti artikel jurnal, skripsi, tesis, dan disertasi, terdapat berbagai metode atau gaya (style) penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka yang bisa dipilih dan diikuti. B. Penulisan Sumber Pustaka BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 40


Turabian Style Dikembangkan oleh Kate L. Turabian, gaya ini sering digunakan dalam penulisan karya akademik, khususnya untuk sejarah dan ilmu sosial. Keunggulannya terletak pada kemampuannya untuk memberikan panduan yang detail dalam penulisan karya ilmiah, tetapi bisa jadi agak rumit bagi pemula. Harvard Style Merupakan gaya yang paling umum digunakan di berbagai disiplin ilmu. Keunggulannya adalah format yang sederhana dan mudah dipahami, namun kelemahannya terletak pada kurangnya panduan yang mendetail untuk beberapa jenis sumber Vancouver Style Banyak digunakan dalam bidang ilmu kesehatan dan kedokteran. Gaya ini sangat efisien karena menggunakan sistem penomoran, namun bisa membingungkan bagi mereka yang tidak terbiasa American Psychological Association (APA) Style Sangat populer di bidang psikologi dan ilmu sosial. Keunggulannya adalah panduannya yang sangat komprehensif, namun bisa terasa kaku dan terlalu rinci bagi sebagian penulis Chicago Style Sering digunakan dalam bidang sejarah dan seni. Gaya ini menawarkan fleksibilitas dalam penulisan, tetapi memerlukan pemahaman yang mendalam tentang berbagai aturan yang berlaku Catatan saat ini penggunaan style penulisan tersebut telah umum menggunakan aplikasi manajemen reference seperti; Mendeley, EndNote dan Zotero. Sehingga beberapa kendala tersebut telah secara fleksibel dapat digunakan pada penggunaan Windows dan IOS Beberapa gaya penulisan yang umum digunakan antara lain: Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang memilih Harvard-APA Style sebagai pedoman penulisan sumber kutipan dan daftar pustaka dalam penulisan karya ilmiah (artikel jurnal, dan tugas akhir skripsi/skripsi karya seni). Harvard-APA Style harus diterapkan secara konsisten, sehingga format penulisan kutipan harus sama dengan format yang dipakai pada penulisan daftar pustaka. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 41


a Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan langsung ke dalam teks, ditulis seperti ketikan teks, dengan awal dan akhirnya diapit oleh tanda petik (""). Informasi sumber rujukan diberikan sebelum atau sesudah teks kutipan. contoh Menurut Sunarto (2013), 'Seni pada hakikatnya adalah wujud artistik yang bersifat empiris dan simbolis " atau "Seni pada hakikatnya adalah wujud artistik yang bersifat empiris dan simbolis (Sunarto (2013), 'Seni pada hakikatnya adalah wujud artistik yang bersifat empiris dan simbolis “ Kutipan yang panjangnya kurang dari empat baris dimasukkan langsung ke dalam teks, ditulis seperti ketikan teks, dengan awal dan akhirnya diapit oleh tanda petik (""). Informasi sumber rujukan diberikan sebelum atau sesudah teks kutipan. b Kutipan yang terdiri atas empat baris atau lebih, ditulis dengan spasi tunggal, dimulai tujuh ketukan dari batas tepi kiri. Informasi sumber rujukan disajikan sebelum teks kutipan contoh Sunarto (2013) menyatakan pendapatnya tentangkarya seni sebagai berikut : C. Kutipan Langsung dan Tidak Langsung Kutipan langsung adalah kutipan yang diterapkan secara persis sesuai dengan teks aslinya, termasuk bahasa dan ejaan. Referensi kutipan ditulis di antara tanda kurung, dimulai dengan nama akhir penulis sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka, dilanjutkan dengan tanda koma, tahun terbitan, titik dua, spasi, dan diakhiri dengan nomor halaman seni pada hakikatnya adalah wujud artistik yang bersifat empiris dan simbolis. Seni adalah ekspresi rumusan pengetahuan artistik dan pengetahuan nilai-nilai. seni juga memiliki asal, sifat, jenis, dan tata cara pembentukannya. seni ada dan eksis karena ada suatu proses yang mendahului adanya, yaitu proses penciptaan. Tiada seni tanpa proses penciptaan BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 42


catatan jika ingin mengambil informasi dari sebuah buku yang dibaca, bisa menggunakan kutipan tidak langsung dengan merangkum ide atau temuan yang didapatkan dari buku tersebut, tetapi menggunakan kata-kata penulis sendiri untuk mengungkapkannya. Ini adalah cara yang umum digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber asli ke dalam tulisan tanpa harus menggunakan kutipan langsung. Namun, seperti halnya dengan kutipan langsung, penting bagi penulis untuk tetap memberikan atribusi yang tepat kepada sumber asli ketika menggunakan kutipan tidak langsung, untuk menghormati hak cipta dan integritas akademik contoh Sunarto (2013) menjelaskan bahwa karya seni memiliki pembentukannya yang unik dan bersifat empiris serta memiliki berbagai kumpulan simbol. Menurut Sunarto, ini merupakan proses pembentukan yang merupakan dasar dalam sebuah karya seni diciptakan. Kutipan Tidak langsung adalah penyajian informasi atau ide dari sebuah sumber, tetapi dengan menggunakan kata-kata penulis sendiri, bukan kata-kata langsung dari sumber asli. Dalam kutipan tidak langsung, penulis menginterpretasikan atau merangkum informasi dari sumber asli tanpa menyebutkan secara langsung kata-kata yang digunakan oleh penulis aslinya BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 43


Daftar pustaka diketik dengan spasi tunggal Jarak antara entri judul adalah satu spasi Baris pertama setiap entri rata kiri, baris kedua dan seterusnya lebih masuk lima karakter (½ inci). Daftar pustaka harus diurutkan secara alfabetis berdasarkan nama belakang penulis. Jika terdapat lebih dari satu artikel dari penulis yang sama, maka diurutkan secara kronologis mulai dari yang terbaru hingga yang lebih lama Nama pengarang paling belakang, Nama pengarang paling depan diikuti Nama tengah. (Tahun terbit). Judul. Tempat terbit: nama penerbit Buku dengan 1 penulis Format Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustakamenggunakan format American Psychological Association (APA dikarenakan pendekatan Ilmu Sosial biasanya menggunakan format APA untuk pengacuan sumber dan penulisan daftar pustaka. Format APA yang digunakan dalam Panduan Sitasi ini bersumber dari Publication Manual of the American Psychological Association, 6 th ed. serta mengacu pada format yang diambil dari http://www.apastyle.org/. dan https://apastyle.apa.org/instructional-aids/reference-guide.pdf AMERICAN PSYCHOLOGICAL ASSOCIATION (APA) STYLE Buku dengan 2 penulis Buku dengan 3 penulis Sunarto, B. (2013). Epistemologi penciptaan seni. Yogyakarta: IDEA Press Yogyakarta Galea, M., & Musca, S. (2019). Redefining theatre communities: international perspectives on community-conscious theatre-making. Intellect. Sant, E., Davies, I., Pashby, K., & Shultz, L. (2018). Global citizenship education: A critical introduction to key concepts and debates. Bloomsbury Publishing. Penulisan Daftar Pustaka Buku / Ebook BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 44


Click to View FlipBook Version