The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Ajar Matakuliah Penulisan Ilmiah berisi materi yang dapat dipelajari terkait seluk beluk penulisan ilmiah, khususnya ditujukan bagi mahasiswa di bidang seni. Dengan tambahan data dukung berupa gambar, infografis serta video Buku Ajar ini diharapkan dapat memberikan pendekatan baru bagi mahasiswa untuk memahami dan mempelajari tata cara penulisan sebuah tulisan ilmiah, terutama sebuah artikel jurnal.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by hanyadidin01, 2024-06-18 04:13:59

Buku Ajar Penulisan Ilmiah

Buku Ajar Matakuliah Penulisan Ilmiah berisi materi yang dapat dipelajari terkait seluk beluk penulisan ilmiah, khususnya ditujukan bagi mahasiswa di bidang seni. Dengan tambahan data dukung berupa gambar, infografis serta video Buku Ajar ini diharapkan dapat memberikan pendekatan baru bagi mahasiswa untuk memahami dan mempelajari tata cara penulisan sebuah tulisan ilmiah, terutama sebuah artikel jurnal.

Keywords: Penulisan Ilmiah,Saaduddin,Seni Teater,ISI Padangpanjang

Adapun untuk pedoman yang digunakan oleh ISI padangpanjang dapat dilihat pada tautan berikut: SCAN ME disain oleh Saaduddin, 2024 Buku yang diedit oleh satu atau lebih editor Buku yang diterbitkan ulang dengan editor Buku yang diterbitkan ulang dengan kata pengantar baru oleh penulis lain BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 45


aturan tambahan Sertakan informasi edisi dalam tanda kurung setelah judul, tanpa dicetak miring. jika buku memiliki DOI, sertakan DOI setelah nama penerbit. Jika ebook tanpa DOI memiliki URL yang stabil, sertakan URL buku dalam referensi Gunakan tanggal hak cipta yang tercantum pada halaman hak cipta buku sebagai tahun penerbitan dalam referensi, bahkan jika tanggal hak cipta berbeda dengan tanggal rilis Jangan sertakan lokasi penerbit dalam referensi Jika ebook berasal dari database penelitian akademik dan tidak memiliki DOI atau URL yang stabil, akhiri referensi buku setelah nama penerbit. Jangan sertakan nama database dalam referensi Daftar pustaka menggunakan sumber artikel jurnal Jika artikel jurnal tidak memiliki DOI dan berasal dari basis data penelitian akademis, akhiri referensi setelah rentang halaman (untuk penjelasan lebih lanjut, lihat halaman informasi basis data). Referensi dalam kasus ini sama dengan artikel jurnal cetak.Jangan sertakan informasi basis data dalam referensi kecuali artikel jurnal berasal dari basis data yang menerbitkan karya dengan sirkulasi terbatas atau konten asli dan kepemilikan.Jika artikel jurnal tidak memiliki DOI tetapi memiliki URL yang dapat diakses oleh pembaca (misalnya, berasal dari jurnal online yang bukan bagian dari basis data), sertakan URL artikel di akhir referensi. Artikel jurnal dengan nomor artikel BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 46


Nomor terbitan yang hilang (tidak ada) Halaman artikel yang hilang Jika jurnal tidak menggunakan volume, edisi, dan/atau nomor artikel atau halaman, hilangkan elemen yang tidak ada dari referensi. Jika jurnal diterbitkan setiap tiga bulan dan bulan atau musim (Fall, Winter, Spring, Summer) dicatat, sertakan itu dengan elemen tanggal; lihat contoh Lipscomb.Jika volume, edisi, dan/atau nomor artikel atau halaman belum ditetapkan, gunakan format untuk publikasi online yang telah disetujui atau artikel yang sedang dalam proses Abstrak dari artikel jurnal dari basis data indeks abstrak Meskipun lebih disarankan untuk mengutip artikel lengkap, abstrak dapat dikutip jika itu adalah satu-satunya sumber yang tersedia. Jika abstrak memiliki nomor akses basis data, letakkan dalam tanda kurung setelah judul. Catat bahwa anda hanya mengambil abstrak dengan menempatkan kata-kata "abstract from" dan kemudian nama basis data abstrak dalam tanda kurung. Tempatkan deskripsi dalam kurung ini setelah judul dan nomor akses. Nomor akses kadang-kadang disebut sebagai pengenal unik atau sebagai nomor publikasi (misalnya, sebagai PubMed IDs); gunakan istilah yang diberikan oleh basis data dalam referensi. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 47


Daftar pustaka menggunakan sumber brosur / booklet Petunjuk Penulisan: ·Dalam hal ini, penulis adalah sebuah organisasi (Cedars-Sinai). ·Tahun publikasi (2015). ·Judul brosur (dalam huruf miring). ·Sertakan deskripsi "[Brochure]" dalam tanda kurung “ [ ]” segera setelah judul. · Berikan URL langsung di mana brosur tersebut dapat diakses. Daftar pustaka menggunakan sumber kamus online Petunjuk penulisan: ·Dalam kasus ini, penulis dan penerbit adalah organisasi yang sama, jadi nama hanya muncul di elemen penulis untuk menghindari pengulangan. ·Karena entri dalam kamus diperbarui dari waktu ke waktu dan tidak diarsipkan, sertakan tanggal akses dalam referensi. ·Judul entri dalam kamus. ·Nama kamus (dalam huruf miring). ·Berikan URL langsung di mana entri kamus tersebut dapat diakses. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 48


Daftar pustaka menggunakan sumber kamus yang dicetak Petunjuk Penulisan: ·Dalam kasus ini, penulis dan penerbit adalah organisasi yang sama, jadi nama hanya muncul di elemen penulis untuk menghindari pengulangan. ·Tahun publikasi (2015 untuk American Psychological Association dan 2003 untuk Merriam-Webster). ·Judul entri dalam kamus. ·Nama kamus (dalam huruf miring). Informasi edisi dan nomor halaman diberikan dalam tanda kurung tanpa huruf miring setelah judul kamus, dipisahkan dengan koma Daftar pustaka menggunakan sumber audiovisual https://apastyle.apa.org/style-grammarguidelines/references/examples#audiovisual-media Daftar pustaka menggunakan sumber media online https://apastyle.apa.org/style-grammarguidelines/references/examples#audiovisual-media Rangkuman Mahasiswa harus memahami paraphrase dan cara penulisan sumber pustaka sebagai bagian penting dari kompetensi akademis mereka. Parafrase adalah teknik menulis ulang teks dengan kata dan struktur kalimat berbeda tanpa mengubah makna asli, yang membantu menghindari plagiarisme dan menunjukkan pemahaman terhadap materi. Menurut Purdue University, parafrase melibatkan interpretasi informasi dengan kata-kata baru dan disertai dokumentasi akurat. Ini lebih dari sekadar ringkasan karena menawarkan pengulangan yang lebih rinci dan fokus pada gagasan utama. Proses parafrase melibatkan membaca teks asli berulang kali untuk memahaminya, mencatat gagasan kunci, menulis ulang dari catatan tanpa melihat teks asli, dan memeriksa kembali dengan teks asli untuk memastikan ketepatan informasi yang diberikan. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 49


Penulisan sumber pustaka sangat penting dalam tulisan ilmiah untuk memberikan penghargaan kepada setiap penulis yang memiliki tulisan tersebut, memungkinkan adanya proses verifikasi terhadap data dan informasi, serta mencegah praktik plagiat. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 17 Tahun 2010, plagiat adalah tindakan mengutip karya ilmiah orang lain tanpa menyatakan sumber dengan tepat. Penulis harus memberikan pengakuan yang jelas terhadap penulis asli melalui kutipan langsung atau tidak langsung, sesuai dengan berbagai gaya sitasi seperti APA, MLA, Chicago, dan lainnya. Harvard-APA Style adalah salah satu pedoman yang sering digunakan, terutama di Fakultas Seni Pertunjukan ISI Padangpanjang. Penggunaan sitasi dan daftar pustaka yang benar tidak hanya menunjukkan penghargaan terhadap karya orang lain, tetapi juga memastikan integritas akademik dan membantu pembaca menelusuri informasi yang digunakan dalam tulisan. Uji Kompetensi 1.carilah sebuah pernyataan, dan gunakan penulisan sumber pustaka untuk melakukan parafrasekan . 2. Tulis referensi berikut dalam format APA untuk buku berikut ini: Penulis: Henryk Jurkowski dan Penny Francis, Tahun Terbit: 2014,Judul Buku: Aspects of puppet theatre Penerbit: Bloomsbury Publishing 3.Tulis kutipan langsung yang benar (kurang dari empat baris) dari sebuah pernyataan dengan mengikuti format APA. 4.Tulis kutipan tidak langsung yang benar dari sebuah pernyataan dengan mengikuti format APA. 5.Parafrasekan teks berikut dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri: Andre Hardjana (1994) menyatakan bahwa istilah kritik yang kini sangat populer memiliki sejarah panjang, dan praktiknya telah ada jauh sebelum istilah tersebut muncul. Ia mengutip pendapat yang menyebutkan bahwa kritik pertama kali dilakukan oleh orang Yunani bernama Xenophanes dan Heraclitus sekitar tahun 500 SM, ketika mereka dengan keras mengkritik pujangga besar Homerus yang sering menceritakan kisah-kisah tidak pantas dan bohong tentang para dewa-dewi. 6.Tulis referensi dalam format APA untuk artikel jurnal berikut: Penulis: Saaduddin, Tahun Terbit: 2023, Judul Artikel: Navigating the Direction of Tradition Change: A Case Study on the Si Muntu Parade Tradition in West Sumatra,Nama Jurnal: Melayu Arts and Performance Journal ,Volume: 6, Nomor Edisi: 2,Halaman: 163-174, DOI: 10.26887/mapj.v6i2.4034.g1560 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 50


MERANCANG PENULISAN BAB 6 Kompetensi Dasar -Engku Muhamad SyafeiJANGAN MINTA BUAH MANGGA KEPADA POHON RAMBUTAN, TAPI JADIKAN SETIAP POHON BUAHNYA MANIS Mahasiswa mampu memahami tahapan dalam sebuah praktik penulisan ilmiah terutama adalah artikel jurnal Uraian Singkat Persiapan untuk menulis sebuah artikel ilmiah memerlukan serangkaian tahapan yang penting sebagai panduan. Salah satu tahapan krusial adalah pra penulisan, di mana peneliti merencanakan dan mengorganisir ide sebelum memulai penulisan sebenarnya. Tahap ini meliputi penentuan topik, penetapan tujuan penelitian, tinjauan literatur, dan penyusunan metodologi penelitian. Pra penulisan sangat penting karena memberikan struktur yang jelas, mengoptimalkan penggunaan waktu, serta menjamin kualitas dan konsistensi artikel yang dihasilkan. Dengan melakukan pra penulisan, penulis dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak awal, memastikan ketersediaan data dan referensi yang relevan, serta mengurangi kemungkinan revisi berulang yang menghabiskan waktu. Tahapan ini dapat disusun dalam bentuk mind map, tabel, atau grafik lainnya untuk memudahkan visualisasi dan pengaturan proses penulisan yang efektif. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 51


Memilih topik yang relevan dan menarik merupakan langkah awal yang sangat penting. Topik yang relevan biasanya terkait langsung dengan bidang studi yang diminati peneliti dan memiliki potensi untuk memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang tersebut. Untuk menentukan relevansi topik, peneliti harus memahami isu-isu terkini dan tren dalam bidang studi mereka. Misalnya, dalam bidang seni, peneliti mungkin akan tertarik pada topik yang berhubungan dengan pandemi atau teknologi media. Selain itu, dilakukannya klusterisasi terhadap riset terdahulu yang pernah kita lakukan selama ini yang telah dipublikasikan merupakan poin penting yang dapat memetakan dalam tahapan pra penulisan ini A. Penentuan Topik Selain relevansi, ketertarikan pribadi terhadap topik juga sangat penting. Topik yang menarik bagi peneliti akan meningkatkan motivasi dan dedikasi selama proses penelitian. Peneliti yang terlibat secara emosional dengan topik mereka cenderung lebih kuat dalam menghadapi tantangan dan kreatif dalam mencari solusi, maka subjektifitas kadangkalanya merupakan kekuatan dalam penyelesaian sebuah penelitian atau penulisan. Subjektifitas dalam hal ini terkait dengan kesukaan atau minat terhadap topik yang dekat dengan aktifitas sesorang tersebut. Ketertarikan ini juga akan tercermin dalam kualitas pada akhir proyek yang dilakukan, karena peneliti lebih mungkin untuk dapat terlibat secara penuh dan mendalam Setelah menentukan topik yang relevan dan menarik, langkah berikutnya adalah memastikan bahwa topik tersebut memiliki cukup literatur yang tersedia untuk ditinjau. Literatur yang memadai sangat penting untuk membangun dasar teori yang kuat dan memberikan konteks bagi penelitian. Literatur juga membantu peneliti untuk memahami apa yang telah diketahui tentang topik tersebut dan mengidentifikasi celahcelah yang perlu diisi oleh penelitian baru. Peneliti harus melakukan tinjauan pustaka awal untuk mengevaluasi ketersediaan sumber-sumber yang relevan. Ini bisa melibatkan pencarian di database akademik, jurnal, buku, dan sumber-sumber lain yang dapat dipercaya. Terutama pada beberapa penyedia referensi yang telah dijelaskan pada bab terdahulu dan jangan hanya sekedar terkonsentrasi pada google scholar atau perpustakaan yang hanya meyediakan referensi cetak. Proses ini akan membantu peneliti memahami berbagai perspektif dan metode yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 52


Pemilihan Topik dan Perumusan Masalah Pilih topik yang menarik, relevan, dan memiliki kontribusi signifikan terhadap bidang studi Gunakan sumber-sumber terbaru dan terkemuka untuk mengidentifikasi trend dan kesenjangan penelitian Formulasikan masalah penelitian yang jelas dan spesifik. Masalah ini harus dapat dijawab atau dipecahkan melalui penelitian Memastikan ketersediaan literatur juga membantu dalam merancang metodologi penelitian. Dengan memahami pendekatan yang telah diambil oleh penelitian sebelumnya, peneliti dapat menghindari pengulangan dan sebaliknya, berfokus pada aspek-aspek yang belum banyak diteliti. Selain itu, literatur yang memadai memungkinkan peneliti untuk mengembangkan argumen yang lebih baik dan mendukung temuan mereka dengan bukti yang kuat. Pada prinsipnya, kadangkala peneliti atau penulis berfikir bahwa referensi terhadap objek penelitian hanya bersumber dari penulis dari Indonesia saja, namun dengan upaya pencarian yang lebih detail melalui berbagap platform mesin penyedia referensi, secara perlahan akan menemukan berbagai referensi yang terkait datau memiliki relevansi terhadap topik penelitian tersebut. B. Tujuan penelitian Tujuan Penelitian Merumuskan tujuan penelitian yang spesifik dan jelas menetapkan apa yang ingin dicapai atau dijawab melalui penelitian Tujuan 1 Tujuan 2 Mempelajari Dinamika Perkembangan teater Modern di Sumatera Barat Melakukan analisis terhadap pertumbuhan teater modern di Sumatera Barat Pilihan tujuan yang spesifik Melakukan analisis terhadap perkembangan teater modern di Padangpanjang periode 1998-2024 contoh BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 53


Tujuan yang jelas juga memudahkan peneliti dalam merancang metodologi penelitian yang tepat, memilih variabel yang relevan, serta menentukan teknik analisis yang akan digunakan. Tujuan yang kurang jelas atau terlalu umum bisa mengakibatkan penelitian yang tidak fokus, menghamburkan sumber daya, terutama terkait waktu dan biaya , dan menghasilkan temuan yang tidak konklusif atau kurang bermakna. Selain itu, , penting juga untuk menetapkan apa yang ingin dicapai atau dijawab melalui penelitian. Ini berarti seorang peneliti harus memiliki gambaran yang jelas tentang pertanyaan penelitian atau hipotesis yang ingin diuji. Menetapkan apa yang ingin dicapai membantu mengarahkan fokus penelitian ke hasil atau temuan yang diharapkan. Dalam penelitian tentang teater modern tersebut (lihat contoh). Dalam konteks ini, peneliti setidaknya perlu menetapkan pertanyaan penelitian, seperti : Identifikasi Identifikasi Apa peran lembaga pendidikan dan komunitas teater dalam memajukan teater modern di Padangpanjang Bagaimana struktur dan manajemen kelompok teater telah berubah selama periode 1998-2024? Apa dampak teknologi dan media baru terhadap produksi dan penyebaran teater modern di Padangpanjang? Apa pandangan para praktisi teater mengenai tantangan dan peluang dalam perkembangan teater modern di Padangpanjang? Menetapkan tujuan yang jelas juga memudahkan dalam pengukuran dan evaluasi hasil penelitian. Dengan mengetahui secara spesifik apa yang ingin dicapai, peneliti dapat merancang instrumen pengukuran yang tepat dan menetapkan indikator keberhasilan yang objektif. Selain itu, tujuan yang jelas memungkinkan peneliti untuk menyusun laporan penelitian yang lebih terstruktur dan koheren, serta memberikan rekomendasi yang lebih relevan dan aplikatif berdasarkan temuan penelitian BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 54


Perumusan Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian Jika penelitian bersifat kuantitatif, rumuskan hipotesis yang dapat diuji Jika penelitian bersifat kualitatif atau eksploratif, rumuskan pertanyaan penelitian yang jelas dan terarah Tinjauan terhadap literatur adalah komponen penting dalam setiap penelitian yang akan dilakukan, karena memberikan fondasi teoritis yang kuat dan konteks bagi studi yang sedang dilakukan. Langkah pertama dalam melakukan tinjauan literatur adalah mengumpulkan dan mengkaji berbagai sumber yang relevan dengan topik penelitian. Ini termasuk artikel jurnal, buku, swkirpsi, tesis, disertasi, dan laporan penelitian sebelumnya. Mengkaji literatur yang ada memungkinkan peneliti untuk memahami apa yang telah diteliti dan temuan apa yang sudah ada dalam bidang studi tersebut. Proses ini melibatkan pencarian di database terkait data ilmiah, perpustakaan, dan sumber-sumber penyedia literature lainnya (lihat bab pembahasan mencari sumber referensi terbarukan) C. Perumusan Hipotesis atau Pertanyaan Penelitian D. Tinjauan Literatur Dengan mengkaji literatur tersebut, peneliti dapat mengidentifikasi teori-teori utama, metodologi yang telah digunakan, serta hasil-hasil penting yang relevan dengan topik penelitian. Selain itu, ini setidaknya juga membantu peneliti untuk mengidentifikasi trend dan pola dalam penelitian terdahulu, serta memahami konteks historis dan perkembangan penelitian dalam bidang studi tersebut. Misalnya, dalam penelitian tentang perkembangan teater modern, tinjauan literatur akan mencakup studistudi tentang perubahan dalam tema, gaya, dan teknik produksi teater, serta pengaruh sosial, politik terhadap teater Setelah mengkaji literatur yang ada, maka peneliti perlu melakukan mengidentifikasi (GAP) kesenjangan dalam penelitian terdahulu. GAP penelitian adalah area di mana informasi atau data masih kurang, atau di mana pertanyaan penelitian belum dijawab sepenuhnya. Mengidentifikasi GAP ini penting untuk menunjukkan bagaimana penelitian baru dapat memberikan kontribusi yang unik dan signifikan. Peneliti harus memperhatikan aspek-aspek yang belum terjelaskan atau dapat berupa kontradiksi dalam temuan penelitian sebelumnya. Misalnya, mungkin ada sedikit penelitian tentang dampak teknologi digital terhadap produksi teater modern di daerah tertentu, atau mungkin ada perbedaan pandangan tentang pengaruh faktor budaya terhadap tema teater tersebut, dan setelah peneliti dapat mengidentifikasi GAP (kesenjangan), peneliti perlu merumuskan bagaimana penelitian mereka akan mengisi GAP (kesenjangan)tersebut. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 55


Tinjauan Literatur Literature terdahulu terkait dengan topik Gunakan database akademik seperti Google Scholar, PubMed, Scopus, dan lainnya untuk mencari literatur yang relevan (lihat pembahasan mencari referensi terbarukan) Identifikasi GAP/ Dengan melakukan evaluasi dan analisis kritis terhadap literatur yang ditemukan maka akan dapat mengidentifikasi kesenjangan penelitian, metodologi yang digunakan, dan temuan utama Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif Campuran Pendekatan Naratif Fenomenology Grounded Theory Etnography Studi Kasus Ini dapat berupa pendekatan baru, metodologi yang lebih tepat, atau fokus pada aspek-aspek yang belum banyak diteliti. Dalam kasus penelitian tentang teater modern di Padangpanjang, peneliti mungkin menemukan bahwa sedikit sekali studi yang meneliti perkembangan teater setelah tahun 2000 atau kurangnya analisis tentang peran komunitas lokal dalam mendukung teater modern. Penelitian ini dapat mengisi GAP tersebut dengan melakukan studi terhadap periode tertentu yang melibatkan analisis data dari 1998 hingga 2024 dan mengeksplorasi peran komunitas dan teknologi dalam perkembangan teater. Penyusunan metodologi penelitian adalah langkah krusial dalam proses penelitian yang memastikan data yang dikumpulkan relevan dan analisis yang dilakukan tepat guna menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis E. Penyusunan Metodologi Penelitian BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 56


Langkah pertama dalam penyusunan metodologi adalah memberikan gambaran singkat tentang metode yang akan digunakan. Peneliti perlu menjelaskan secara ringkas metode yang akan diterapkan dalam pengumpulan dan analisis data. Misalnya, dalam penelitian kualitatif, metode pengumpulan data bisa berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Sedangkan dalam penelitian kuantitatif, metode pengumpulan data bisa mencakup survei, kuesioner, dan eksperimen. Metode ini kemudian harus dijelaskan dalam konteks penelitian yang sedang dilakukan, mengapa metode tersebut dipilih, dan bagaimana metode tersebut akan membantu dalam menjawab pertanyaan penelitian. Setelah adanya gambaran umum, maka penelitu juuga perlu merancang metodologi yang tepat untuk menjawab pertanyaan penelitian atau menguji hipotesis. Ini melibatkan pemilihan desain penelitian yang paling sesuai dengan tujuan penelitian. Desain penelitian bisa bersifat deskriptif, eksplanatori, atau eksploratori tergantung pada tujuan penelitian. Misalnya, jika tujuan penelitian adalah untuk menganalisis perkembangan teater modern di Padangpanjang periode 1998-2024, maka pilihan desain penelitian yang cocok dapat berupa berupa studi longitudinal (terhadap periode) yang memungkinkan peneliti untuk melihat perubahan dan perkembangan selama periode waktu yang panjang. Dan jika, jika peneliti ingin menguji hipotesis tentang pengaruh teknologi terhadap produksi teater, maka peneliti dapat memilih desain penelitian eksperimental. Aspek lainnya yang tidak boleh dilupakan dalam penyusunan metodologi adalah penentuan sampel/populasi, teknik pengumpulan data, dan metode analisis data. Menentukan sampel melibatkan pemilihan populasi yang akan diteliti dan teknik sampling yang akan digunakan, seperti random sampling, stratified sampling, atau purposive sampling. Misalnya, peneliti bisa memilih sampel dari kelompok teater, praktisi teater, dan audiens di Padangpanjang. Adapun dalam pengumpulan data harus disesuaikan dengan jenis data yang dibutuhkan. Jika data kualitatif diperlukan, teknik seperti wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan partispasipan observer bisa digunakan. Untuk data kuantitatif, teknik seperti survei atau analisis statistik dari data sekunder mungkin lebih tepat jika digunakan sebagai intrumen dalam penelitian ini. Terakhir tentunya dalam aspek analisis data perlu dipilih suatu metode dengan jelas. Untuk data kualitatif, analisis tematik atau analisis naratif bisa digunakan untuk mengidentifikasi pola dan tema. Sedangkan untuk data kuantitatif, analisis statistik seperti regresi mungkin diperlukan untuk menguji hipotesis. Untuk pilihan software untuk melakukan analisis terhadap data kualitatif ataupun kuantitatif, ini dapat disesuaikan dengan disain penelitian yang dilakukan BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 57


Topik Masalah Tujuan Penentuan topik apakah telah sesuai riset terkini? Riset yang dilakukan berpijak pada Fenomena, atau GAP? Tujuan Riset? Pertanyaan Riset? Teori Kebaruan Metode penentuan teori utama sumber teori utama kenapa menggunakan teori tersebut? apa asumsi terhadap teori tersebut untuk menjawab masalah ? Berupa apakah orisinalitasnya? Apa tawaran kebaruan dari riset tersebut? dan masuk dalam level apa tingkat kebaruan tersebut? Penentuan metode kuantitatif, kualitatif, gabungan? Sesuai identifikasi Alat Pengumpulan Data Analisis Data Software Pendukung Analisis Data Kuesioner? Wawancara?, observasi?, atau analisis dokumen? Naratif, Deskriptif? Spss, Nvivo, Atlasti, dll TABEL UNTUK DISAIN SEBUAH PENELITIAN BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 58


F. Pengumpulan Data PENGUMPULAN DATA COGNITO FORM JOTFORM ZOHO FORMS HUBSPOT FORM QUALTRICSSURVEY MONKEY GOGGLEFORMPADA PENGUMPULAN DATA : PENTING MENERAPKAN ETIKA PENELITIAN 1. 2.PERSETUJUAN INFORMAN 3.MENJAGA KERAHASIAAN DATA untuk Instrumen Pengumpulan Data perlu mengembangkan dan menguji instrumen pengumpulan data untuk memastikan validitas dan reliabilitas G. Analisis Data Model analisis data dari Miles dan Huberman adalah pendekatan yang sangat umum digunakan oleh mahasiswa dalam penelitian kualitatif untuk menyusun skripsi. Menurut Miles dan Huberman (2014), analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berkelanjutan hingga selesai, sampai data mencapai kejenuhan. Kejenuhan data dicapai ketika tidak ada lagi data atau informasi baru yang ditemukan. Prosedur analisis data pada penelitian kualitatif menurut Miles dan Huberman (2014), meliputi langkah-langkah sebagai berikut: 1. Reduksi data (data reduction) 2. Penyajian data (data display) 3. Penarikan kesimpulan (conclusion drawing) Menurut Miles dan Huberman, dalam prosedur analisis data penelitian kualitatif, peneliti perlu memahami konsep dasar analisis data terlebih dahulu. Analisis data kualitatif dapat dimulai sejak peneliti berada di lapangan. Dari analisis ini, tema dan hipotesis dapat dirumuskan. Untuk mencapai tema dan merumuskan hipotesis, peneliti harus mengacu pada tujuan penelitian dan rumusan masalahnya. Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 59


Rangkuman Merancang penulisan artikel ilmiah memerlukan persiapan yang matang dan terstruktur. Salah satu tahap penting adalah pra-penulisan, atau dapat juga menentukan dan merancang sebuah disain penelitian yang akan laksanakan nantinya. Pada persiapan ini peneliti dapat menentukan topik yang relevan dan menarik, tinjauan literatur, serta penyusunan tujuan penelitian yang jelas. Peneliti harus memilih topik yang sesuai dengan bidang studi dan memiliki potensi untuk kontribusi nyata. Tinjauan literatur membantu membangun dasar teori yang kuat dan mengidentifikasi celah-celah penelitian. Tujuan penelitian yang jelas memberikan arah dan fokus yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Selain itu, perumusan metodologi yang tepat sangat penting untuk memastikan data yang dikumpulkan relevan dan analisis yang dilakukan dapat menjawab pertanyaan penelitian. Tahap ini memberikan kerangka kerja yang jelas, mengoptimalkan penggunaan waktu yang terhubung dengan banyak hal, dan dapat memastikan kualitas serta konsistensi dalam luaran artikel. Dengan pra-penulisan, peneliti dapat mengidentifikasi potensi masalah sejak dini, memastikan ketersediaan data, dan mengurangi kemungkinan pengumpulan data yang berulang. Proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan mind map, tabel, atau grafik untuk memudahkan visualisasi dan pengaturan penulisan. . BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 60


Uji Kompetensi 1. Apa saja tahapan penting dalam persiapan penulisan ilmiah? 2. Mengapa tahap pra-penulisan dianggap penting dalam penulisan ilmiah? 3. Apa langkah pertama yang harus dilakukan dalam menentukan topik penelitian? 4. Mengapa peneliti harus memahami isu-isu terkini dalam bidang studi peneliti? 5. Apa yang dimaksud dengan 'GAP' dalam penelitian? 6. Mengapa penting untuk melakukan tinjauan literatur sebelum memulai penelitian? 7. Apa manfaat dari merumuskan tujuan penelitian yang jelas? 8. Sebutkan salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. 9. Apa yang dimaksud dengan analisis data menurut Miles dan Huberman? 10. Mengapa peneliti perlu mengidentifikasi teori utama dalam penelitiannya? BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 61


SISTEMATIKA PENULISAN BAB 7 Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu memahami tentang paraphrase dan tata cara penulisan sumber pustaka Uraian Singkat Sistematika penulisan dalam penulisan ilmiah adalah kerangka atau struktur yang digunakan untuk menyusun suatu karya ilmiah agar teratur, jelas, dan mudah dipahami. Kerangka ini sangat penting dalam memastikan bahwa setiap aspek penelitian disajikan dengan cara yang logis dan sistematis, sehingga pembaca dapat mengikuti alur pemikiran dan temuan penulis dengan mudah. Sistematika penulisan ini secara umum mencakup berbagai bagian atau bab yang terstruktur dengan baik, di mana setiap bagian memiliki fungsi dan tujuan spesifik. Bagian-bagian ini sering kali mencakup judul, abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Dengan adanya struktur yang jelas, penulis dapat mengkomunikasikan ideide dan temuan mereka kepada pembaca, serta memfasilitasi praktik evaluasi dan dapat melakukan replikasi penelitian oleh peneliti lain sehingga terjadinya proses pendalaman terhadap penelitian tersebut secara kontinyu. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 62


Artikel ilmiah adalah tulisan berdasarkan ide ilmiah yang telah melalui penelitian dan kajian teoritis, sehingga pada luaran hasil yang didapatkan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Setiap tujuan dari terbentuknya sebuah penulisan artikel ilmiah adalah untuk dapat dipublikasikan melalui berbagai platform yang telah ditentukan oleh setiap penulis atau tim penulis tersebut. Adapun pengakuan terhadap lahirnya produk kecendekiaan tersebut akhirnya hasilnya dapat memberikan suatu pengetahuan baru bagi pembaca dan kalangan pengguna npengetahuan tersebut sehingga akhirnya dijadikan sebagai rujukan terbarukan dan memberikan pengetahuan baru dalam bidangnya ataupun bahkan dalam bidang lainnya Adapun sebelum suatu produk kecendekiaan tersebut terpublikasikan, maka setiap draf artikel ilmiah tersebut telah melalui proses yang memiliki standar pemeriksaan , hingga akhirnya dilakukan publikasi terhadap draf tersebut menjadi sebuah artikel ilmiah. Adapun proses yang ditentukan atau standar yang dilakukan berdasarkan selingkung dimana platform yang dituju Secara umum, sistematika penulisan memiliki kesamaan dalam bagianbagiannya. Berikut sistematika penulisan tersebut SISTEMATIKA SISTEMATIKA JUDUL 01 IDENTITAS PENULIS 02 ABSTRAK 03 KATA KUNCI 04 PENDAHULUAN 05 TINJAUAN PUSTAKA 06 METODOLOGI 07 HASIL DAN PEMBAHASAN 08 KESIMPULAN DAN SARAN 09 UCAPAN TERIMAKASIH PENYANDANG DANA (JIKA DIPERLUKAN) 01 DAFTAR PUSTAKA 01 Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 63


Bagian pertama dari artikel ilmiah adalah judul, yang mencerminkan isi artikel dan memberikan kesan pada pembacaan pertama. Judul setidaknya harus singkat, jelas, dan menarik agar pembaca tertarik untuk melanjutkan pada tahap selanjutnya. Kata kunci dalam sebuah judul sangat penting untuk memudahkan pencarian nantinya setelah artikel tersebut dipublikasikan. Pertimbangkan format judul sesuai instruksi dari panduan penulisan yang dituju. Biasanya, judul terdiri dari 10-15 kata Identitas penulis adalah bagian penting dalam artikel ilmiah yang menentukan siapa yang bertanggung jawab atas artikel tersebut. Jika hanya satu orang yang menyusun artikel, maka hanya ada satu nama yang dicantumkan. Namun, jika artikel disusun secara berkolaborasi, maka beberapa nama akan dicantumkan. Identitas sangat penting karena akan berpengaruh terhadap algoritma pada mesin pencarian terhadap artikel tersebut. Dalam beberapa kasus, artikel menuliskan tanpa menambahkan keterangan author corresponding (penulis korespondensi), yakni penulis yang bertanggung jawab terhadap proses pengajuan artikel, proses revisi, dan proses akhir terbit antara jurnal atau konferensi yang dituju. Identitas terdiri dari nama, afiliasi, dan alamat email penulis. Nama penulis dicantumkan tanpa gelar akademik dan dicetak tebal dengan spasi single di bawah judul. Afiliasi atau institusi penulis mencantumkan fakultas, prodi, dan alamatnya. Alamat email penulis terletak satu spasi di bawah afiliasi penulis. Untuk email ini, terdapat ketentuan yang hanya mencantumkan email penulis pertama, tetapi ada juga yang mewajibkan seluruh email penulis. Keuntungan mencantumkan seluruh email penulis adalah kadangkadang terdapat pembaca yang tertarik untuk melakukan kolaborasi penelitian bersama salah satu penulis dari tim tersebut. Hal ini akan berguna dalam melakukan penelitian terbarukan terhadap studi yang memiliki relevansi terhadap ruang lingkup artikel tersebut. Identitas penulis sangat penting tidak hanya bagi editor dan peneliti, tapi juga bagi pembaca yang ingin memperoleh informasi atau pengetahuan lain yang berhubungan dengan artikel ilmiah. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 64


Struktur yang sering digunakan dalam penulisan abstrak Abstrak adalah ringkasan singkat dari seluruh isi sebuah artikel atau laporan penelitian ilmiah. Fungsi utama dari abstrak adalah memberikan gambaran umum tentang tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan dari penelitian kepada pembaca, sehingga mereka dapat memahami inti dari penelitian tanpa perlu membaca keseluruhan artikel. Abstrak sangat penting karena sering menjadi bagian pertama yang dibaca oleh peneliti lain, reviewer, atau pembaca umum, dan dapat menentukan apakah mereka tertarik untuk membaca lebih lanjut. STRUKTUR ABSTRAK -IMRAD (Introduction, Method, Result and Analysis) INTRODUCTION Menyajikan interpretasi singkat dari hasil dan implikasi dari temuan penelitian. DISCUSSION Ringkasan temuan utama dari penelitian RESULT Menguraikan desain penelitian, teknik pengumpulan data, dan metode analisis data yang digunakan METHOD Menjelaskan latar belakang dan alasan dilakukannya penelitian serta apa yang ingin dicapai. Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 65


PILIHAN STRUKTUR DALAM ARTIKEL BIDANG SENI ICID IDEA IRAE INTRODUCTION INTERPRETATION DISCUSSION CONTEXT STRUKTUR ICID Disain, Saaduddin, 2024 Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 66


INTRODUCTION EXAMINATION APPLICATION DESCRIPTION STRUKTUR IDEA INTRODUCTION ANALYSIS EVALUATION RESEARCH STRUKTUR IRAE Disain, Saaduddin, 2024 Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 67


01 02 03 04 05 Pendahuluan Konteks atau Tinjauan Pustaka Metodologi Interpretasi Ilustrasi atau Visualisasi Introduction Pilihan Struktur Lainnya Context / Literature Review Methodology Interpretation Ilustration / Visualisation 06 06 Diskusi Discussion Kesimpulan Conclusion Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 68


ciri-ciri abstrak yang baik Singkat dan padat. Biasanya terdiri dari 150-250 kata Jelas dan Informatif. Diperlihatkan dengan penggunaan Bahasa yang mudah untuk dipahami memberikan informasi yang cukup tanpa perlu merujuk ke teks utama informasi faktual tanpa memasukkan pendapat subjektif penulis Kata kunci atau keyword adalah kata-kata atau frasa jelas yang mencerminkan topik utama dari artikel ilmiah. Kata kunci ini dipilih dengan cermat karena ini berperan penting bagi pembaca untuk dapat mengidentifikasi isi dan fokus dari sebuah penelitian. Dalam konteks artikel ilmiah ini, maka kata kunci digunakan untuk menggambarkan subjek penelitian dengan tepat dan ringkas. Adapun tujuan utama dari kata kunci juga memudahkan artikel untuk ditemukan dalam pencarian database akademik ataupun data digital yang terhubung dengan Digital Object Identifier setiap artikel (baca pembahasan mengenai ini pada pembahasan mengenai Digital Object Identifier) dan meningkatkan visibilitas sebuah penelitian. Ketika peneliti lain hendak mencari informasi terkait topik tertentu atau pada proses literature review, maka kata kunci membantu utnuk memastikan bahwa artikel yang relevan muncul dalam hasil pencarian yang dilakukan oleh para peneliti. Oleh sebab itu, maka pemilihan kata kunci yang tepat sangat penting untuk meningkatkan keterbacaan dan juga proses sitasi terhadap artikel ilmiah. Misalnya, jika sebuah artikel membahas tentang "wayang sayur sebagai sebuah literasi pendidikan kesehatan bagi anak-anak," maka kata kunci yang mungkin digunakan termasuk "wayang sayur; pendidikan kesehatan; literasi kesehatan; wayang anak-anak. Kata kunci ini harus mencerminkan elemen kunci dari penelitian dan memudahkan mereka yang mencari referensi menemukan artikel tersebut.Penggunaan kata kunci yang tepat dapat secara signifikan meningkatkan dampak dan distribusi sebuah penelitian ilmiah dengan lebih luas. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 69


Pendahuluan adalah bagian awal dari sebuah tulisan ilmiah yang berfungsi untuk memberikan konteks dan latar belakang bagi penelitian yang dilakukan. Bagian ini mencakup beberapa elemen penting seperti latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, dan pentingnya penelitian. Latar belakang masalah menjelaskan konteks dan situasi yang memotivasi penelitian. Ini tentunya dapat mencakup tinjauan literatur sebelumnya yang telah dilakukan oleh peneliti tersebut, kesenjangan pengetahuan yang ada (GAP), atau permasalahan praktis yang belum terpecahkan pada penelitian terdahulu. Melalui latar belakang inilah , penulis hendaknya memberikan gambaran tentang bidang studi yang relevan dan alasan mengapa topik tersebut penting untuk diteliti. Kemudian, pada pendahuluan ini juga memuat mengenai perumusan masalah yang mengidentifikasi isu jelas atau pertanyaan penelitian yang akan dijawab melalui studi tersebut. Pada bagian ini, telah diberikan gambaran untuk memperjelas fokus penelitian dan menetapkan batasan-batasan yang diperlukan. Rumusan masalah biasanya disampaikan dalam bentuk pertanyaan atau pernyataan hipotesis yang akan diuji oleh penulis. Aspek lainnya memuat mengenai tujuan penelitian yang dirincikan apa yang ingin dicapai oleh penelitian ini. Hal ini dapat berupa pengembangan teori baru, verifikasi terhadap teori yang sudah ada, atau pemecahan terhadap suatu masalah praktis. Tujuan penelitian memberikan arah yang jelas bagi seluruh studi dan menetapkan suatu gambaran ekspektasi bagi pembaca mengenai hasil yang diharapkan dalam penelitian tersebut.Poin ini setidkanya juga dapatni menjelaskan mengapa penelitian ini penting untuk dilakukan dan bagaimana hasilnya dapat bermanfaat bagi komunitas ilmiah, pembuat kebijakan, atau praktisi Contoh sebuah penilaian yang dilakukan oleh peer reviewer terhadap bagian pendahuluan tersebut antara lain. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 70


contoh hasil peer review yang dilakukan oleh penulis terhadap salah satu artikel, 2023 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 71


contoh hasil peer review yang dilakukan oleh penulis terhadap salah satu artikel, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 72


Tinjauan Pustaka atau Kajian Teori (Literature Review/Theoretical Framework) adalah sebuah bagian penting dalam sebuah tulisan ilmiah yang memiliki setidaknya tiga komponen penting. Antara lain (1). Untuk menguraikan ulasan berbagai literatur terkait penelitian sebelumnya, (2). Teori yang mendasari penelitian, (3). Serta mengidentifikasi kesenjangan (GAP) penelitian. Hal ini meliputi penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik, temuan-temuan penting, dan metodologi yang digunakan. Dalam konteks ini pula, maka hendaknya penulis mengevaluasi dan menyajikan kembali penelitian-penelitian terdahulu untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang perkembangan pengetahuan dalam bidang tersebut (state of the art). Adapun gambaran penjeleasan terhadap teori yang mendasari penelitian dapat berasal dari berbagai disiplin ilmu, tergantung pada subjek penelitian. Penjelasan terhadap teori ini sangat membantu bagi pembaca untuk dapat memahami kerangka berpikir yang digunakan dalam penelitian oleh penulis, dan bagaimana penelitian tersebut terkait dengan konsep-konsep yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan poin gambaran berupa identifikasi terhadap kesenjangan penelitian. Hal ini perlu mengidentifikasi area-area di mana penelitian sebelumnya. Dengan memberikan klusterisasi terhadap area penelitian tersebut, maka penulis memberikan dasar untuk relevansi penelitian yang dilakukan serta memberikan sebuah pembenaran mengapa penelitian ini perlu dilakukan oleh peneliti. SEJARAH (2018-2022) Paul H Mason ( 2012): Barometer of modernity: Village Performances in the Highlands of West Sumatra Almah Bubi Zikwan (2018) Dokumentasi dan Analisis Fungsi Arakan Si Muntu di Nagari Koto Malintang, Andaleh Baruah Bukik, Ganggo Mudiak dan Surantiah Ernida Kadir (2018) Tari Piring Sebagai Reinvensi Tradisi dan Ikon Budaya Minangkabau di Sumatera Barat Febriani W, (2022) Aktivitas Badunia-Dunia Pada Pesta Pernikahan Di Nagari Pematang Panjang Tahun 1961-2017 RISET ESTETIKA (2018-2021) M. Abdi Azzara et.al ( 2018) Perubahan Fungsi Tradisi Simuntu Dalam Kehidupan Masyarakat Minangkabau Martha Z (2021) Komunikasi Ritual pada Tradisi Parang Pisang di Nagari Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat RISET EKPLORATIF (2018-2023) Eliza Y, et.al (2017) Koreografi Marajuik Asa: Interpretasi Atas Tari Piring debus Andaleh, Tanah Datar Sahrul N. (2018) Pamenan as an Aesthetic Concept of Creating a Wayang Padang Theatre Sanoppan AR et.al (2021) Pertunjukan Simuntu dan Tari Kreasi Karya Yeni Eliza dalam Sepekan Kesenian Tradisi di Nagari Andaleh Baruh Bukik Saaduddin, et.al (2023) Tradisi Arak-Arakan Si Muntu dan Strategi Pengembangannya dalam Perspektif Kepariwisataan di Sumatera Barat RISET INOVASI DRAMATURGI (2023) Revitalisasi Sebagai Sumber Kreatifitas Dramaturgi Baru Teater Boneka Perancangan Teater Boneka Minangkabau berbasis kearifan lokal sebagai bentuk ketahanan budaya ROADMAP PENELITIAN (Saaduddinn, 2023) RISET SEJARAH (2012-2022) contoh klusterisasiterhadap literatur terkait dengan Tradisi Arak-Arakan Si Muntu BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 73


Metodologi dalam sebuah tulisan ilmiah merupakan bagian penting yang merangkum berbagai aspek terkait dengan penyelidikan suatu masalah atau pertanyaan penelitian. Komponen-komponen utama dalam metodologi meliputi desain penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, serta metode analisis data. Penjelasan yang rinci mengenai setiap komponen ini bertujuan untuk memberikan informasi yang cukup sehingga penelitian tersebut dapat direplikasi oleh peneliti lain dengan hasil yang konsisten. Adapun desain penelitian merupakan sebuah kerangka kerja yang berguna sebagai langkah-langkah yang akan diambil untuk menjawab pertanyaan penelitian. Sebuah disain penelitian dapat berupa kuantitatif, kualitatif, eksperimental dan lainnya tergantung pada tujuan penelitian dan jenis data yang akan dikumpulkan oleh peneliti.Selain itu perlu memberikan gambaran dan penjelasan populasi dan sampel ( siapa atau apa) yang menjadi subjek penelitian. Selain itu perlu memberikan penjelasan tentang teknik pengumpulan data atau alat yang digunakan untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan. Teknik pengumpulan data dapat berupa survei, wawancara, observasi, atau partisipan observer, tergantung pada jenis data yang dibutuhkan dan konteks penelitian Dalam konteks penelitian seni pertunjukan, bagian hasil fokus pada temuan empiris yang telah diperoleh dari berbagai metode penelitian yang digunakan untuk mengevaluasi objek material tersebut. Hasil penelitian ini bisa berupa data yang kualitatif ataupun kuantitatif. Misalnya, dalam sebuah penelitain Kajian Penonton yang ingin mendapatkan mengenai penerimaan dan penafsiran audiens (penonton) terhadap sebuah pertunjukan teater dengan melibatkan informan dari kalangan penonton pemula (misalnya; siswa Sekolah Menengah, ataupun anggota Sanggar) dapat melibatkan survei, wawancara, atau observasi langsung selama dan setelah pertunjukan. Hasil kualitatif mencakup deskripsi naratif tentang pengalaman audiens, analisis tematik dari wawancara dengan aktor dan penonton, atau catatan observasi mengenai dinamika lokasi panggung yang berlangsung selama pertunjukan ataupun interaksi antar aktor dan penonton. Hasil BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 74


Untuk hasil kuantitatif, data berupa statistik dari para kuisioner yang menilai berbagai aspek pertunjukan, seperti kepuasan audiens, pemahaman terhadap alur cerita, dan pengaruh emosional . Visualisasi data pada poin ini diperlihatkan melalui grafik, tabel, atau diagram guna memberikan representasi yang jelas tentang temuan empiris. Bagian hasil harus memaparkan temuan secara objektif di lapangan dan terstruktur tanpa menambahkan interpretasi subjektif, dan gambaran ini merupakan sebuah jawaban dari tujuan penulisan yang diuraikan pada poin pendahuluan, tanpa menyertakan referensi sumber pustaka. Pembahasan Bagian pembahasan dalam penelitian seni pertunjukan berfungsi untuk menganalisis dan menginterpretasikan hasil yang telah disajikan. Dalam bagian pembahasan ini , peneliti telah menjleaskan dan menghubunganseluruh temuan dengan teori-teori seni pertunjukan, dan literatur ataupun konteks budaya atau sosial yang memiliki relevansi terhadap pembahasan. Misalnya, jika penelitian menemukan bahwa penerimaan penonton terhadap suatu pertunjukan lebih cenderung positif terhadap pertunjukan yang menggunakan interaksi langsung antara aktor dan penonton, maka pembahasan mencakup analisis mengenai teori interaksi dari Jonathan Turner [1] dalam seni pertunjukan dan bagaimana pendekatan ini memengaruhi keterlibatan audiens. Peneliti mungkin juga membahas implikasi dari temuan tersebut bagi praktek teater modern, menyarankan bagaimana elemen interaksi dapat diintegrasikan ke dalam produksi sebuah pertunjukan teater guna meningkatkan pengalaman penonton. Poin pembahasan juga mencakup refleksi kritis terhadap metode penelitian yang digunakan oleh peneliti atau penulis, mengidentifikasi adanya kekurangan yang terjadi dalam informasi yang didapatkan dengan menggunakan sampel penonton , serta memberikan sebuah rekomendasi untuk penelitian lanjutan setelahnya. Selain gambaran umum tersebut, pada bagian pembahasan ini penulis dapat mengeksplorasi bagaimana temuan tersebut dapat berkontribusi pada pemahaman yang lebih luas tentang seni pertunjukan dalam konteks sosial dan budaya yang sedang berkembang di masa kini, dan gambaran tersebut merupakan sebuah implementasi bagaimana dialektika terhadap hasil di lapangan yang merupakan hipotesis yang kita miliki. [1] Turner, J. H. (1988). A theory of social interaction. Stanford University Press. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 75


Berikut perbedaan antara dua sub tersebut. DEFENISI Temuan lapangan atau data mentah dari penelitian Analisis dan interpretasi dari hasil penelitian TUJUAN Menyajikan data secara objektif dan terstruktur Memberikan interpretasi, menjelaskan signifikansi, dan mengaitkan temuan dengan literatur yang ada PENYAJIAN DATA adanya tabel, grafik, gambar, deskripsi naratif penjelasan secara mendalam ISI Fakta dan hasil nyata tanpa interpretasi adanya analisis, interpretasi, implikasi, dan evaluasi ASPEK LITERATUR tidak menghubungkan langsung dengan studi sebelumnya Menghubungkan temuan dengan penelitian sebelumnya dan teori yang ada INTERPRETASI tidak ada memiliki interpretasi berdasarkan hasil yang telah diperoleh ASPEK HASIL PEMBAHASAN H A SIL > < P E M B A H A S A N Penutup atau kesimpulan dalam sebuah artikel jurnal adalah bagian akhir yang merangkum dan menyimpulkan seluruh isi penelitian. Bagian ini menyajikan temuan utama yang ditemukan dan menghubungkannya dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan. Selain itu, kesimpulan juga menginterpretasikan hasil dan menguraikan implikasi teoretis dan praktis. Dalam tulisan tersebut, penulis perlu menyebutkan keterbatasan yang dihadapi selama penelitian, seperti batasan dalam metodologi atau data yang digunakan. Pentingnya point ini dituliskan guna memberikan rekomendasi untuk penelitian terkait bagi peneliti yang lainnya Dalam bagian ini pula penulis perlu untuk memberikan pernyataan yang mengikat semua poin utama, menyediakan pandangan atau refleksi terakhir tentang penelitian dan kontribusinya terhadap bidang ilmu terkait Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 76


Ucapan terima kasih dalam artikel jurnal mencakup pengakuan terhadap berbagai pihak yang terlibat dalam penyelesaian sebuah artikel. Ini termasuk lembaga yang memberikan dana individu atau kelompok . Ucapan terimakasih ini juga dapat dituliskan kepada para responden yang berpartisipasi dalam penelitian. Daftar Pustaka adalah kumpulan referensi yang terdiri dari bukubuku dan materi bacaan lainnya seperti laporan, jurnal, dan hasil penelitian yang digunakan dalam proses penyusunan skripsi. Hanya pustaka-pustaka yang secara langsung disebutkan atau dirujuk dalam isi tulisan yang dimasukkan ke dalam Daftar Pustaka. Penulisan Daftar Pustaka harus mengikuti aturan tertentu, sesuai dengan panduan yang ditentukan di mana teksnya menggunakan jenis huruf sesuai dengan panduan penulisan dimana tulisan dituju nantinya yang berkaitan dengan ukuran dan jarak spasi. Daftar Pustaka merupakan bagian penting dari sebuah tulisan yang menunjukkan keseriusan penulis dalam menyusun karya ilmiahnya serta memberikan penghargaan kepada sumber-sumber yang digunakan dalam proses penelitian. Umumnya saat ini pada panduan penulisan menggunakan berbagai pilihan seperti Mendeley, Zotero atau Endnote. Pada penulisan daftar pustaka juga saat ini merupakan kewajiban menggunakan manajemen untuk referensi tersebut menggunakan aplikasi Mendeley Desktop atau Mendeley Cite. Untuk instalasi dan penggunaan Mendeley ini telah banyak ditemukan berbagai tutorial penggunaannya. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 77


Rangkuman Sistematika penulisan ilmiah adalah kerangka atau struktur yang digunakan untuk menyusun karya ilmiah agar teratur, jelas, dan mudah dipahami. Struktur ini mencakup bagian-bagian seperti judul, abstrak, pendahuluan, tinjauan pustaka, metode penelitian, hasil penelitian, pembahasan, kesimpulan, dan daftar pustaka. Bagian-bagian tersebut memiliki fungsi spesifik yang membantu penulis dalam mengkomunikasikan ide-ide dan temuan mereka secara efektif. Namun, dalam konteks seni, terdapat beberapa pilihan untuk struktur penulisan yang dapat dilakukan dan dikembangkan. Saat ini, bahkan terdapat beberapa artikel ilmiah yang strukturnya membuat struktur baru dengan kekhususan materi yang tidak dapat dijelaskan dengan struktur penulisan yang konvensional. Bentuk struktur penulisan dalam konteks seni, terutama dalam hal kekaryaan, perlu memberikan tawaran baru yang tidak dapat diakomodir oleh struktur penulisan yang selama ini sudah baku dan mengacu pada struktur STEM-H (Science, Technology, Engineering, Manufacture, Health). Struktur penulisan dalam seni mungkin memerlukan pendekatan yang lebih fleksibel dan kreatif, memungkinkan penyajian ide dan temuan yang sesuai dengan karakteristik unik dari penelitian seni. Ini bisa termasuk format naratif, deskripsi proses kreatif, analisis karya seni, dan interpretasi kritis, yang semuanya memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang subjek seni yang diteliti. Uji Kompetensi 1. Apa definisi dari sebuah artikel ilmiah? 2. Mengapa judul artikel ilmiah perlu singkat, jelas, dan menarik? 3. Apa yang dimaksud dengan identitas penulis dalam sebuah artikel ilmiah? 4. Mengapa abstrak sangat penting dalam sebuah artikel ilmiah? 5. Mengapa pemilihan kata kunci atau keyword penting dalam artikel ilmiah? 6. Apa yang termasuk dalam bagian pendahuluan dari sebuah artikel ilmiah? 7. Apa fungsi dari tinjauan pustaka atau kajian teori dalam artikel ilmiah? 8. Jelaskan komponen utama yang terdapat dalam metodologi penelitian dalam artikel ilmiah. 9. Apa yang harus dimuat dalam bagian hasil dari sebuah artikel ilmiah? 10. Apa yang dimaksud dengan kesimpulan dalam sebuah artikel ilmiah, dan mengapa penting untuk disertakan? BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 78


LANGKAH PUBLIKASI TULISAN ILMIAH BAB 8 Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu memahami tahapan dalam melakukan publikasi artikel ilmiah Uraian Singkat Publikasi ilmiah adalah tulang punggung bagi penyebaran pengetahuan di kalangan akademisi. Melalui publikasi, hasil penelitian dapat dibagikan kepada komunitas ilmiah dan masyarakat luas, memungkinkan pengetahuan tersebut diadopsi, diuji, dan dikembangkan lebih lanjut. Publikasi juga menjadi media utama untuk memperluas jaringan peneliti. Ketika seorang peneliti mempublikasikan karyanya, dia berkomunikasi dengan komunitas global, membuka peluang untuk kolaborasi, diskusi, dan kerja sama lintas disiplin. Selain itu, publikasi adalah cara utama untuk mendapatkan pengakuan dan validasi dari rekan sejawat. Melalui proses peer review, kualitas dan kontribusi ilmiah dari sebuah penelitian diakui, yang berkontribusi pada reputasi dan kredibilitas peneliti tersebut. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 79


Selain itu, publikasi ilmiah kini menjadi tolok ukur utama dalam penilaian kinerja akademik dan pemberian hibah penelitian. Jumlah dan kualitas publikasi yang dihasilkan seorang peneliti sering kali digunakan sebagai indikator utama dalam evaluasi kinerja dan pengambilan keputusan terkait promosi dan pendanaan di sebuah Intitusi pendidikan. Artikel yang dipublikasikan di jurnal bereputasi tinggi meningkatkan kredibilitas dan reputasi peneliti, membuka peluang untuk pendanaan dan kolaborasi lebih lanjut. Hal ini membuat publikasi ilmiah menjadi aspek yang sangat penting dalam karier seorang akademisi. Langkah-langkah dalam proses publikasi artikel ilmiah Publikasi artikel ilmiah merupakan proses penting yang memerlukan perencanaan dan ketelitian. Berikut adalah langkah-langkah umum yang diikuti dalam proses ini: A. Menentukan media publikasi Menentukan media publikasi adalah langkah pertama yang sangat penting. Media publikasi bisa berupa jurnal ilmiah, konferensi, buku, atau platform digital yang saat ini semakin mudah untuk ditemukan akibat dampak perubahan komunikasi pasca pandemic Covid-19. Beberapa pertimbangan dalam menentukan media publikasi adalah sebagai berikut: 1.Reputasi sebuah jurnal/konferensi Pilih jurnal yang memiliki reputasi baik di bidang penelitian Anda. Reputasi ini bisa dilihat dari impact factor, indeksasi jurnal (seperti Scopus atau Web of Science), dan masukan dari teman-teman sejawat. Jurnal dengan reputasi tinggi cenderung memiliki proses review yang ketat dan diakui oleh komunitas ilmiah.Dengan peraturan terbaru surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Nomor 0502/E.E4/RHS/DT.04.01/2024 Tanggal 22 Mei 2024 Perihal Ketentuan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen pada Masa Peralihan. Reputasi jurnal bahkan telah disesuaikan kembali dengan fleksibilitasnya. antara lain kenakan ke GB hanya memerlukan SJR 0,1. 2. Scope dan Fokus Pastikan jurnal atau konferensi yang dipilih sesuai dengan topik dan bidang penelitian yang anda lakukan. Setiap jurnal yang dituju biasanya memiliki scope yang jelas, sehingga penting untuk memastikan bahwa penelitian Anda sesuai dengan fokus jurnal tersebut. Apakah artikel anda masuk pada bidang secara umum dan bidang jurnal secara jelas, ini menentukan pada focus pembahasan yang diinginkan oleh editor di setiap jurnal tersebut. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 80


3. Akses pada jurnal Pertimbangkan apakah jurnal tersebut berbayar atau tidak, dan masuk dalam kategori open access atau tidak. Open access memungkinkan artikel Anda lebih mudah diakses oleh banyak pembaca, yang dapat meningkatkan visibilitas dan dampak penelitian anda ke depannya, terutama jejaring yang lebih luas di kalangan para akademisi dan peneliti 4. Waktu publikasi Periksa waktu rata-rata yang dibutuhkan dari proses pengiriman naskah pertama, proses review dan publikasi. Beberapa jurnal membutuhkan waktu yang berbeda. Ini penting untuk diperhatikan jika Anda memiliki batasan waktu tertentu, tergantung situasi dan kondisi kebutuhan luaran penelitian tersebut. Apakah untuk syarat wisuda, pengambilan ijazah, atau luaran sebuah hibah penelitian tertentu. Pada laman setiap jurnal telah terdapat infografis atau metric jurnal yang dapat dipelajari. Namun, untuk luaran tertentu yang memerlukan waktu yang tidak terlalu lama, maka strateginya melihat apakah setiap jurnal memiliki jadwal penerbitan pada satu volume (satu tahun) lebih dari satu(1) nomor terbitan. Ada yang memiliki waktu pubvlikasi hanya 1 tahun sekali, per semester, bahkan ada yang memiliki jadwal terbitan setiap bulan. 5. Panduan penulisan Baca dan pahami panduan penulisan penulisan yang telah disediakan oleh setiap jurnal . Pada setiap jurnal, terdapat laman yang mengarahkan pada panduan penulisan yang merupakan panduan bagi setiap penulis. Panduan penulisan biasanya mencakup format penulisan, panjang artikel (halaman/jumlah kata) , dan gaya referensi yang harus diikuti. Dengan mengikuti panduan ini, maka penulis dapat mempercepat proses review dan mengurangi kemungkinan terjadinya penolakan terhadap manuscript yang disebabkan karena masalah format yang tidak sesuai BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 81


B. Pengiriman artikel ilmiah / proses submission Setelah penulis memilih media publikasi karya ilmiahnya yang sesuai dengan yang telah ditetapkan secraa menyeluruh, maka tahapan selanjutnya adalah pengiriman artikel tersebut. Berikut adalah tahapan tersebut: 1.Memastikan kesesuaian Pastikan draf yang akan dikirimkan telah memenuhi aspek pembahasan BAB 7- seluruh kaidah tersebut telah terpenuhi , dan waktunya untuk memeriksa kesesuaian dengan panduan penulisan dan template , apakah itu jurnal ataupun konferensi. Selain itu, perlu draft tersebut dilakukan proses penyuntingan dan proofreading untuk memastikan tidak adanya kesalahan tata bahasa, ejaaan, dan format penulisan. 2. Menyiapkan dokumen pendukung Selain data umum seperti pada BAB 7 tersebut di atas, maka penulis perlu menyiapkan dokumen lainnya seperti surat pernyataan penulis, daftar pemulis dan kelengkapan profile, lembar pernyataan etika penelitian, surat keterangan kepemilikan artikel bebas dari konflik kepentingan. 3. Pengiriman /Submission Saat ini, terdapat platform yang menggunakan sistem OJS dari PKP, dan ada juga yang membuat format sesuai publisher tertentu ataupun hanya berdasarkan platform jurnal tersebut saja. Namun saat ini Sebagian besar jurnal ilmiah / konferensi telah menggunakan sistem manajemen pengiriman online (misalnya, Editorial Manager atau ScholarOne). Buat akun di sistem tersebut, isi informasi yang diperlukan, dan unggah artikel beserta dokumen pendukung. Pastikan semua file diunggah sesuai dengan instruksi jurnal. Beberapa jurnal/konferensi bahkan meminta penulis melakukan kontak terlebih dahulu kepada ketua editor dan mengiirimkan abstrak dan draft artikel. Jika ketua editor tertarik dan draft tersebut sesuai dengan scope dan memiliki tingkat kebaruan yang tinggi, maka draft artikel tersebut akan langsung diproses. 4. Proses review Setelah pengiriman, artikel penulis akan melalui proses review oleh rekan sejawat (peer review). Reviewer akan menilai kualitas, keaslian, dan kontribusi ilmiah dari artikeltersebut. Proses ini bisa memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan. Penting untuk tetap sabar dan memantau status artikel melalui sistem akun OJS dimana penulis mendaftar, ataupun melakukan pengcekan berkala pada email penulis. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 82


6. Proses revisi dan keputusan penerimaan artikel Berdasarkan masukan dari reviewer, penulis mungkin diminta untuk melakukan revisi pada artikel tersebut. Tanggapi setiap komentar dengan cermat dan lakukan revisi sesuai kebutuhan sebelum mengirimkan kembali artikel tersebut. Proses revisi bisa memakan waktu hingga beberapa kali hingga artikel diterima. Adapun revisi tersebut dapat berupa revisi mayor ataupun revisi minor yang akan dikriimkan melalui akun atau email korespondensi tersebut. 7. Publikasi Jika artikel penulis diterima, manajer jurnal tersebut akan menjadwalkan artikel untuk dipublikasikan pada edisi terbit. Perlu dipahami bahwa pada jurnal tertentu, penulis perlu menandatangani perjanjian penerbitan dan membayar biaya publikasi jika diperlukan. Setelahnya, artikel akan tersedia secara online dan dapat diakses. Pada setiap jurnal berbayar, keterangan APC (Article Processing Charge) pada laman jurnal biasanya sesuai dengan pembayaran yang ditagihkan ke penulis. Namun, terkadang biaya APC yang ditagihkan berbeda dengan keterangan APC pada laman jurnal tersebut. Besaran biaya APC untuk setiap kategori jurnal tidaklah sama. Untuk jurnal yang tidak berbayar, masih banyak tersedia. Diperlukan waktu untuk mencari informasi dan menemukan jurnal yang tidak menerapkan biaya APC, baik jurnal nasional, jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, maupun jurnal internasional bereputasi (WOS, EBSCO, Copernicus, Scopus). BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 83


Uji Kompetensi 1.Jelaskan pentingnya publikasi ilmiah dalam konteks penyebaran pengetahuan di kalangan akademisi dan masyarakat luas. 2.Sebutkan dan jelaskan lima pertimbangan utama dalam menentukan media publikasi yang tepat untuk artikel ilmiah. 3.Mengapa reputasi jurnal merupakan faktor penting dalam memilih media publikasi? Sebutkan dua indikator yang dapat digunakan untuk menilai reputasi jurnal. 4.Apa yang dimaksud dengan jurnal open access dan bagaimana jurnal jenis ini dapat meningkatkan penelitian seorang peneliti? 5.Deskripsikan langkah-langkah yang harus diikuti dalam proses pengiriman artikel ilmiah ke jurnal atau sebuah konferensi yang dipilih. 6.Bagaimana cara melakukan penyuntingan dan proofreading pada artikel ilmiah sebelum pengiriman? Sebutkan dua metode yang dapat digunakan untuk membantu proses ini. 7.Jelaskan proses peer review dan pentingnya proses ini dalam publikasi artikel ilmiah. 8.Apa yang harus dilakukan seorang penulis jika artikel ilmiahnya ditolak oleh jurnal? Jelaskan langkah-langkah yang dapat diambil selanjutnya. 9.Sebutkan dan jelaskan dokumen pendukung yang mungkin diminta oleh jurnal selain artikel utama saat pengiriman. Jelaskan peran dan manfaat dari panduan penulisan yang disediakan oleh jurnal dalam proses publikasi artikel ilmiah. Rangkuman Sebagai luaran dari penelitian, draft artikel yang telah diselesaikan dapat dipublikasikan. Proses menuju publikasi memerlukan beberapa tahapan yang harus dilalui. Penulis perlu mencermati proses ini tahap demi tahap. Pertama, penulis harus memilih jurnal yang sesuai dengan cakupan penelitian dan memahami panduan penulisan yang disediakan oleh jurnal atau konferensi yang dituju. Draft artikel tersebut kemudian dikirim melalui sistem online jurnal, atau penaduan yang ditetapkan dalam suatu jurnal atau konferensi, di mana akan melewati proses peer review yang melibatkan penilaian oleh editor dan evaluasi mendalam oleh reviewer yang dipilih. Setelah menerima umpan balik, penulis harus melakukan revisi, baik mayor maupun minor, dan mengirim ulang artikel melalui akun OJS atau melalui korespondensi email. BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 84


STEP 1 SOP ALUR ARTIKEL TERBIT DI SEBUAH JURNAL Apakah manuscript memenuhi selingkung jurnal Informasikan ke penulis Penulis menyerahkan manuscript ke editor/ ke jurnal secara online STEP 2.1 STEP 2 Menunjuk editor oleh Chief Editor STEP 3 Evaluasi awal oleh editor tentang pemenuhan syarat gaya selingkung STEP 4 Chief Editor /Editor membuat keputusan sementara : rejected/Decline/Revisi/ Accept STEP 7 Editor memeriksa perbaikan dan membuat keputusan akhir : Accept /Reject . Editor dapat melakukan revisi berkala kepada penulis STEP 10 Manuscript diterima untuk publikasi. Editor memberikan informasi ke penulis (LoA) secara Online OJS STEP 11 Manuscript masuk ke bagian produksi dan siap untuk di publish STEP 12 Manuscript ditolak. Editor memberikan informasi ke penulis (Secara Online OJS) STEP 10.2 manuscript perlu revisi lanjut (kembalikan ke penulis) STEP 10.1 Penulis merevisi manuscript & menyerahkan kembali ke editor STEP 9 manuscript perlu revisi dari penulis (kembalikan melalui OJS) STEP 8 Rejected/Ditolak STEP 4.1 Informasikan kepada penulis STEP 4.2 Jika Manuscript memenuhi syarat lanjut undang /tugaskan Reviewer untuk mereview STEP 5 Reviewer mengirim hasil reviewe ke editor / melalui OJS STEP 6 Ya Disain, Saaduddin, 2024 BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 85


PENUTUP BAB 9 MASKOT ISI PADANGPANJANG OLVIANDA ARIESTA BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 86


DAFTAR REFERENSI BUKU AJAR PENULISAN ILMIAH | 87


Saaduddin, adalah dosen, peneliti dan seorang sutradara teater. Saat ini mengabdi di program Studi Seni Teater Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia Padangpanjang. Menjadi staf pengajar di almamaternya semenjak tahun 2006. Membina beberapa matakuliah, antara lain: Monolog, Pasca Realisme, Penulisan Ilmiah, Kajian Penonton, dan Pantomime. Metalogos Publisher Saaduddin, S.Sn.,M.Sn Penerbitan dan Percetakan Metalogos Publisher Alamat : Jalan Rohana Kudus No 61. RT 24 Kelurahan Kampung Manggis Kecamatan Padangpanjang Barat. Kota Padangpanjang -Provinsi Sumatera Barat 27111 email: [email protected] Kelahiran Pekanbaru, Riau. 26 Mei 1980. Pendidikan SD hingga SMP di Pekanbaru, SMA di INS Kayutanam. Menyelesaikan Studi S1 di program Studi Seni Teater STSI Padangpanjang dengan minat Pemeranan (2005), dan pendidikan S-2 di Pengkajian dan Penciptaan Seni di Sekolah Pascasarjana Institut Seni Indonesia Surakarta (2013). Sejak SMA terlibat dalam berbagai kegiatan seni dan budaya. Saat ini bergiat sebagai sutradara di SherlilabSherliNovalinda Dance Laboratory Padangpanjang. Rumah Budaya Lambah Sani Padangpanjang. Buku Ajar Matakuliah Penulisan Ilmiah berisi materi yang dapat dipelajari terkait seluk beluk penulisan ilmiah, khususnya ditujukan bagi mahasiswa di bidang seni. Dengan tambahan data dukung berupa gambar, infografis serta video Buku Ajar ini diharapkan dapat memberikan pendekatan baru bagi mahasiswa untuk memahami dan mempelajari tata cara penulisan sebuah tulisan ilmiah, terutama sebuah artikel jurnal. PublikasiIlmiah


Click to View FlipBook Version