The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Yuliana Yuliana, 2024-05-17 05:19:50

UAS cT

PORTOFOLIO

TOPIK 1 Mulai Dari Diri Nama : Yuliana NIM : 23105260072 Kelas : PPG PIPS Soal 1 Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar: Jawab: Yuliana /SMP/Ilmu Pengetahuan Sosial Soal 2 Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan? Jawab: Menurut saya cara komputer berpikir sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan yaitu dengan mengikuti prosedur yang disusun oleh programmer. Soal 3 Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT! Jawab: saya belum pernah mendengarkan CT Soal 4 Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini? Jawab: motivasi saya dalam mengambil mata kuliah CT saat ini untuk dapat lebih mengetahui mengenai CT agar menjadi guru yang profesional. Eksplorasi Konsep LK 1


Nama : Yuliana NIM : 23105260072 Kelas : PPG PIPS Soal 1 Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar: Jawab: Yuliana /SMP/Ilmu Pengetahuan Sosial Soal 2 Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan? Jawab: Menurut saya cara komputer berpikir sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan yaitu dengan mengikuti prosedur yang disusun oleh programmer. Soal 3 Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT! Jawab: saya belum pernah mendengarkan CT Soal 4 Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini? Jawab: motivasi saya dalam mengambil mata kuliah CT saat ini untuk dapat lebih mengetahui mengenai CT agar menjadi guru yang profesional. Nama : Yuliana NIM : 23105260072


Kelas : PPG PIPS Soal 1 Nama/Jenjang/Mapel yang akan diajar: Jawab: Yuliana /SMP/Ilmu Pengetahuan Sosial Soal 2 Saat ini, komputer cukup banyak digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan berbagai hal, misalnya belanja online (daring) atau mencari jalur untuk menuju suatu tempat. Menurut Anda, bagaimana cara komputer ‘berpikir’ sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan? Jawab: Menurut saya cara komputer berpikir sehingga dapat membantu manusia melakukan berbagai kegiatan yaitu dengan mengikuti prosedur yang disusun oleh programmer. Soal 3 Apakah Anda pernah mendengar/mengetahui tentang CT? Jika pernah, uraikan dengan ringkas apa yang Anda ketahui tentang CT! Jawab: saya belum pernah mendengarkan CT Soal 4 Jika belum pernah mendengar tentang CT dan saat ini Anda mengambil mata kuliah ini, apa motivasi Anda dalam mengambil mata kuliah ini? Jawab: motivasi saya dalam mengambil mata kuliah CT saat ini untuk dapat lebih mengetahui mengenai CT agar menjadi guru yang profesional. Eksplorasi Konsep Lembar Kerja mahasiswa Nama Yuliana NIM 23105260072


Nama Yuliana NIM 23105260072 Judul Proyek STEM yang Dipilih Proyek pembuatan taman mini dari barang bekas Sumber Sri Mulyati,dkk.( 2017) Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Dalam proyek ini, anak- anak dapat belajar tentang praktik kelestarian lingkungan dan memperoleh pengalaman dalam memanfaatkan bahan daur ulang untuk membuat sesuatu yang berguna dan kreatif. Buku “ Pembuatan Taman Mini Dari Barang Bekas” oleh sri Mulyati dan kolega menyediakan ide- ide kreatif tentang bagaimana membuat taman mini dengan bahan- bahan daur ulang. Buku ini sangat cocok bagi guru atau orang tua yang ingin memulai proyek dengan anak- anak dan membutuhkan inspirasi dan panduan praktis. Dengan memanfaatkn ibuku ini, anak- anak dapat belajar sains dan teknologi dalam kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat Ruang Kolaborasi Nama Yuliana


NIM 23105260072 Judul Proyek STEM yang Dipilih Proyek pembuatan taman mini dari barang bekas Sumber Sri Mulyati,dkk.( 2017) Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Dalam proyek ini, anak- anak dapat belajar tentang praktik kelestarian lingkungan dan memperoleh pengalaman dalam memanfaatkan bahan daur ulang untuk membuat sesuatu yang berguna dan kreatif. Buku “ Pembuatan Taman Mini Dari Barang Bekas” oleh sri Mulyati dan kolega menyediakan ide- ide kreatif tentang bagaimana membuat taman mini dengan bahan- bahan daur ulang. Buku ini sangat cocok bagi guru atau orang tua yang ingin memulai proyek dengan anak- anak dan membutuhkan inspirasi dan panduan praktis. Dengan memanfaatkn ibuku ini, anak- anak dapat belajar sains dan teknologi dalam kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat Demontrasi Kontekstual Nama/No. Kelompok: No. Induk / Nama 1. Febriana Khoirun Nisa


Mahasiswa: 2. Y u l i a n a Feedback/pertanyaan: Tanggapan/solusi: Mengapa CT dapat diimplementasikan pada matematika dan sains? (Pertanyaan Retta/3A) Menurut saya karena karekteristik berpikir komputasi (CT) merumuskan masalah dengan menguraikan masalah tersebut ke segmen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Strategi ini memungkinkan peserta didik untuk mengubah masalah yang komplek menjadi beberapa prosedur atau langkah yang tidak hanya lebih mudah untuk dilaksanakan, akan tetapi juga menyediakan cara yang efesien untuk berpikir kreatif. Elaborasi Pemahaman Nama : Yuliana NIM : 23105260072 Kelas : PIPS Apakah hubungan computational thinking dengan algoritma ? dan apa yang terjadi jika sudah terbiasa dengan Computational Thinking (CT)? Nama : Yuliana NIM : 23105260072 Kelas : PIPS Koneksi Antar Materi


1. Tuliskan contoh-contoh hubungan CT dengan kehidupan sehari-hari Anda! Jawaban: Computational Thinking merupakan sebuah kemampuan yang digunakanuntuk memecahkan masalah dengan menerapkan ilmu-ilmu komputasi. Dengan adanya Computational Thinking kita dapat memecahkan masalah dengan cara yang efektif. Kita bisa menganalisis permasalahan melalui tahap-tahap sehingga menemukan solusi yang sesuai dengan permasalahan yang kompleks. Berikut ini contoh penerapan CT dalam kehidupan sehari-hari yaitu: a. Mencuci pakaian yang berwarna putih. Hal ini, membutuhkan CT karena untuk mencuci pakaian yang berwarna putih kita memiliki tantangan tersendiri terkait dengan perlakuan yang akan diberikan dan lakukan. Misalnya, ketika akan mencuci kita menggunakan perlakukan yang salah maka akan berakibat fatal seperti; pakaian menjadi kusut karena terkena warna dari pakaian lain, warna pakaian akan cepat memudar, dan sebagainya. b. Memasak. Ketika kita ingin memasak kita juga memerlukan pemikiran CT karena pada saat kita memasak tidak hanya memasukan sayuran kedalam panic melainkan berfikir bagaimana cara memasak yang benar dan tepat sesuai dengan gizi yang seharusnya kita konsumsi. c. Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini juga memerlukan pemikiran CT karena seorang pendidik harus memikirkan bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dengan baik ketika terjadi hambatan atau tantangan pada saat proses pembelajaran berlangsung. 2. Menurut pendapat Anda, dapatkah CT diterapkan pada mata pelajaran yang akan Anda ajar? Penerapan CT dapat dilakukan baik pada metode atau bentuk pengajaran, soal-soal, atau aktivitas lainnya di dalam kelas. Jawaban: Computational Thinking dapat diterapkan pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia dengan mengaplikasikan cara mengajar yang beragam. Dengan menggunakan CT peserta didik dapat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru melalui Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) terkait dengan materi Peredaran Darah Manusia. Berikut ini merupakan contoh penerapan CT dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran IPAS materi Peredaran Darah Manusia: Dekomposisi: peserta didik dapat memecahkan permasalahan terkait dengan perbedaan antara sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil. Mengenali pola: peserta didik dapat memahami pola-pola hubungan antara organ yang berperan dalam sirkulasi peredaran darah manusia.


Abstraksi: peserta didik dapat mengetahui fakta bahwa setiap organ dalam tubuh memiliki keterhubungan yang sama-sama beroperasi untuk menjaga kesehatan dan kestabilan tubuh manusia. Apabila salah satu dari organ tersebut tidak bekerja dengan baik, maka akan menimbulkan beberapa gangguan dan penyakit yang dirasakan oleh manusia. Algoritma: a. Mengidentifikasi pengertian dari sirkulasi peredaran darah manusia. b. Menganalisis perbedaan sirkulasi peredaran darah besar dan sirkulasi peredaran darah kecil. c. Menganalisis organ-organ yang berperan dalam peredaran darah manusia. d. Kesimpulan ksi Nyata – Pertanyaan Reflektif 1. Apa harapan/target Anda dalam mengikuti mata kuliah ini? Jawaban : Melalui pengetahuan baru dari pemahaman tentang CT diharapkan saya mampumengelola suatu permasalah dengan menguraikannya sesuai pondasi agar dapatterselesaikan dengan baik. Setelah mengikuti perkuliahan CT, saya berharap dapatmenerapkan kepada peserta didik sehingga dalam menganalisis suatu permasalah dapatterpecahkan dan terselesaikan dengan menerapkan langkahlangkah cara berpikirdekomposisi, pengenalan pola, abstrak, dan algoritma 2. Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan setelah mempelajari CT? Jawaban :


Setelah mempelajari CT saya dapat memahami bahwa CT merupakan cara berpikiruntuk menemukan sebuah pemecahan atau solusi dengan cara yang efektif dan optimal.Mengetahuhui dan memahami secara lebih mendalam terkait 4 fondasi landasan pemecahan masalah yaitu dekomposisi, algoritma, pengenalan pola, dan abstraksi yangs angat penting diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pembelajaran. Selain itu saya baru medapat pemahaman baru jika halhal atau kegiatansederhana yang kita lakukan merupakan bentuk penerapan dari CT 3. Bagaimana pendapat Anda mengenai keberadaan CT dalam kehidupan Anda? Jawaban : Dengan adanya keberadaan CT dalam kehidupan sangat penting, karena dengan adanyaCT dapat memudahkan dalam memahami sesuatu yang sulit menjadi mudah dipahami danmelakukan dengan strategi, menganalisis, mengkonsep masalah dengan yang efektif,efisien, dan optimal. Sehingga sebagai guru akan mudah dalam menyelesaikan permasalahan dalam pembelajaran 4. Bagaimana perasaan Anda setelah belajar mengenai CT? Jawaban : Perasaan saya senang karena dapat belajar dan mendapatkan ilmu yang baru terkaitdengan CT. Selain itu saya dapat mengaplikasikan di kehidupan sehari-hari maupun dalam proses pembelajaran 5. Apa potensi kendala yang mungkin akan Anda alami selama mengikuti kuliah ini? Jika ada, tindakan apa yang akan Anda lakukan untuk mengantisipasinya? Jawaban : Kendala yang mungkin akan saya alami selama mengikuti kuliah yaitu munculnyaistilah-istilah baru yang ada pada materi selanjutnya. Materi dalam mata kuliah CT ini sangat baru bagi saya, jasi saya juga harus mempelajarinya dari awal dan memaksimalkan diri untuk menggali lebih dalam tentang semua hal yang berkaitan dengan CT


TOPIK 2 Ekplorasi Konsep T2.3 1. bagi calon guru kelas I sampai VI. Ceritakan dengan kata-kata Anda sendiri terkait peningkatan capaian yang ada pada fase A sampai C. Apakah Anda dapat melihat peningkatan capaian dari fase A-C? Jelaskan jawaban Anda! Menurut saya terdapat peningkatan capaian dari fase A-C, seperti pada fase A dalam capaian pembelajaran CT lebih sederhana dibandingkan pada fase B dan C, pada fase A bagian algoritma adalah mengurutkan obyek kongkrit sedangkan pada fase B bagian algoritma solusi dihasilkan menggunakan alat bantu atau perkakas. Sedangkan pada fase C algoritma mulai diaarahkan menjadi berbagai alternatif solusi yang lebih kompleks. 2. Bagi calon guru kelas VII-XII. Bacalah kembali dengan seksama CP pada fase yang akan Anda ampu. Apakah ada istilah-istilah atau kata-kata yang belum Anda pahami pada CP tersebut? Tuliskan kata-kata yang belum Anda pahami pada kotak berikut. Anda juga boleh menuliskan istilah-istilah yang menurut Anda menarik untuk dipelajari lebih lanjut. Istilah yang belum dipahami pada fase E dan F yaitu: a. Data diskrit bervolume besar b. Strategi algoritmik c. Justifikasi efisiensi


menurut Anda, bagaimana posisi CT di Indonesia jika dibandingkan keberadaannya di beberapa negara lain yang sudah berupaya terlebih dahulu untuk memasukkan CT ke dalam kurikulumnya? Jawab: Diindonesia sendiri CT sudah mulai diterapkan oleh beberapa Lembaga Pendidikan bahkan pemerintah sendiri sudah memasukannya ke dalam kurikulum nasional yang dikenal dalam mata pelajaran Informatika meskipun sebenarnya CT dapat diterapkan hampir semua mata pelajaran tergantung sejauh mana kreativitas dari guru dalam membuat atau menciptakan soal khusus yang mengarah pada CT. Di Indonesia sendiri biasanya menggunakan soal- soal Bebras. Bebras sendiri merupakan kompetensi internasional dalam informatika dan computational thinking. Eksplorasi Konsep Lk 1 Nama/NIM Yuliana ( 23105260072) Fase (A/B/C/D/E/F) A,B<C Tuliskan kata-kata kunci yang membedakan masing-masing fase: Fase A: mengindentifikasi, membandingkan, memilih, memilah, mengelompokan, dan mengurutkan objek konkrit Fase B: membandingkan, memilih, memilah, menyusun,mengelompokan, dan mengurutkan himpunan data kecil abtraksi benda konkrit menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan beberapa solusi Fase C: membadingkan,menyusun, mengelompokan, dan menggunakan himpunan data hasil abtraksi benda konkrit yang lebih banyak dan kompleks untuk menghasilkan lebih banyak dan komplek untuk menghasilkan lebih banyak alternatif solusi Setelah memperhatikan dengan lebih seksama kata kunci pembeda pada tiap Fase, tuliskan peningkatan kompleksitas capaian fase A-C: Pada akhir fase A peserta didik mampu menerapkan berpikir komputasional dalam menyelsaikan


persoalan sehari- hari dengan cara mengindentifikasi, membandingkan, memilih, memilah, mengelompokan, dan mengurutkan objek konkrit. Sementara pada akhir fase B peserta didik mampu membandingkan, memilih, memilah, menyusun, mengelompokan, dan mengurutkan himpunan data keci hasil abstraksi benda konkrit menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan beberapa solusi. Sedangkan pada akhir fase C peserta didik mampu menggunakan berbagai cara untuk menghasilkan lebih banyak alternatif solusi yang mengintergrasikan berpikir komputasional dalam memanfaatkan benda kongkrit Nama/NIM Yuliana (23105260072) Fase (A/B/C/D/E/F) CP Kata-kata atau istilah yang belum diketahui maknanya Makna yang didapat setelah mencari tahu lebih lanjut mengenai kata/istilah tersebut: 1. Komputasioanal 2. Diskrit 3. Literasi sains 4. Mendisposisikan 5. Algoritmik 6. justifikasi 1. Metode menyelsaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer atau mengadopsi cara berpikir seperti komputer 2. Data diskrit adalah data berupa angka yang hanya menampilkan angka dan dihitung dalam jumlah bilangan bulat 3. Pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengindentifikasi pertanyaaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpualan


berdasarkan fakta 4. Membiasakan berpikir dalam hal ini membiasakan berpikir secara komputasi 5. Proses atau serangkaian aturan yang harus diikuti dalam perhitungan atau operasi pemecahan masalah lainnya, terutama oleh komputer. Dalam hal ini algoritmik merupakan cara untuk mendapatakan solusi melalui langkah- langkah logis yang disusun secara sistematis sehingga proses penyelsaian masalah lebih efisien 6. Justifikasi adalah menyediakan dasar, bukti, dan penalaran untuk menyakikan orang lain (atau mengajak diri sendiri) bahwa sesuatu klaim atau pembenaran adalah benar Tuliskan pemaknaan mengenai CP tersebut setelah Anda memahami setiap istilah yang terdapat pada CT tersebut: Fase D : pada fase D peserta didik mampu menerpakan berpikir komputasi untuk menghasilkan beberapa solusi dan persoalan dengan data yang bulat dengan volum yang kecil dan membiasakan berpikir komputasioanal dalam bidang lain terutama dalam literasi, numerasi, dan pengetahuan yang melatih kecapakan terhadap sains. Fase E : Peserta didik mampu menerapakan strategi pemecahan masalah yang meggunakan langkah- langkah logis sehingga mendapatkan solusi yang efisien dalam kehidupan sehari- hari Fase F: peserta didik mampu menganalisi strategi yang bersifat logis secara kritis sehingga menghasilkan banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dan menganalisis nama solusi yang terbaik dari beberapa alternatif solusi yang ditemukan


Ruang Kolaborasi Nama/NIM anggota 1: Nama/NIM anggota 2: Nama/NIM anggota 3: Febriana Khoirun Nisa ( 23105260637) Yuliana ( 23105260072) Asri Sartika Pasaribu (23105260330)


Fase (A/B/C/D/E/F) E dan F CP Fase E: Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan stategi algoritmik standar pada kehidupan sehari- hari maupun implementasinya dalm sistem komputer, untuk menghasilkan beberapa solusi persoalan dengan data diskrit bervolume besar Fase F: Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis bebrapa strategi algoritmik secara kritis dalam menghasilkan banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dengan memberikan justifikasi efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari semua alternatif solusi, kemudian memilih dan menerapkan solusi terbaik, paling efisien dan optimal dengan merancang struktur data yang lebih kompleks dan abstrak Istilah dan makna dari kata-kata yang sudah disepakati oleh kelompok: 1. Data diskrit 2. Strategi algoritmik 3. Justifikasi efisiensi Kata-kata yang dipahami sebagai makna yang berbeda oleh anggota kelompok. Diskusikan lebih lanjut tentang perbedaan makna tersebut! Diskusikan juga dengan konsep pada saat eksplorasi konsep! Secara umum tidak ada makna yang berbeda dari pengertian Data diskrit, strategi algoritmik dan justifikasi efisiensi yang diungkapkan didalam kelompok. Walau pemilihan kata – kata setiap individu dalam kelompok berbeda, namun arti yang dimaksudkan adalah sama. Berikut adalah pemaknaan yang kami disepakati oleh anggota kelompok: 1. Data diskrit : data diskrit adalah data yang menyajikan berupa angka yang dihitung dalam jumlah bilangan bulat 2. Strategi algoritmik: strategi algoritmik adalah kumpulan metode atau teknik untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan yang ditentukan, yang didalam hal ini deskripsi metode atau teknik


tersebut dinyatakan dalam suatu urutan langkah- langkah penyelsaian 3. Justifikasi efisiensi: justifikasi efisiensi adalah putusan (alasan pertimbangan) sedangkan efisiensi adalaah ketetapan cara dalam melaksanakan suatu usaha atau kerja dalam menjalankan sesuatunya dengan tidak membuang tenaga, waktu, dan biaya yang besar. Tuliskan pemaknaan mengenai CP yang dibahas di kelompok, sesuai pemahaman bersama seluruh anggota kelompok! Fase E: Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan stategi algoritmik standar pada kehidupan sehari- hari maupun implementasinya dalam sistem komputer, untuk menghasilkan beberapa solusi persoalan dengan data diskrit bervolume besar Kelompok menyepakati bahwa fase E pada rentang peserta didik di kelas SMA adalah 1. Peserta didik dalam fase E sudah mampu memikirkan beberapa strategi sederhana dalam menyelesaikan persoalan sehari hari 2. Peserta didik sudah mampu untuk menyelesaikan persoalan yang dalam system computer. Maksudnya mampu menerapkan praktek baik konsep pemrograman prosedur dan mampu mengembangkan program yang terstuktur dalam notasi algoritma. 3. Peserta didik mampu mencari alternative penyelesaian masalah yang ada dengan menggunakan fungsi computer. 4. Peserta didik dapat menyelesaikan beberapa alternative solusi dengan persoalan atau pengelompokan data yang lebih besar. Fase F: Pada akhir fase F, peserta didik mampu menganalisis bebrapa strategi algoritmik secara kritis dalam menghasilkan banyak alternatif solusi untuk satu persoalan dengan memberikan justifikasi efisiensi, kelebihan, dan keterbatasan dari semua alternatif solusi, kemudian memilih dan menerapkan solusi terbaik, paling efisien dan optimal dengan merancang struktur data yang lebih kompleks dan abstrak Kelompok menyepakati bahwa maksud dari fase F adalah 1. Analisis Kritis terhadap strategi Algoritmik Fase ini masuk kedalam kelas XI dan XII SMA peserta didik dalam fase ini harusnya sudah berada dalam fase pemikiran kritis. Fase F peserta didik sudah dapat mempertimbangkan beberapa solusi kreatif dan kritis yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah secara efektif dan efisien. 2. Menghasilkan Banyak alternative solusi Pada Fase ini peserta didik mampu memberikan sebab akibat dari suatu pilihan yang diambil dalam


Demontrasi Kontekstual Nama/NIM: Febriana Khoirun Nisa (23105260637) Asri Pasaribu (231052600330) Yuliana ( 23105260072) Fase Istilah yang baru diketahui maknanya Makna dari istilah E 1. Kemometrik 2. Pseudacode 3. Representasi 1. Ilmu turunan dari matematika atau statistik kedalam data kimia. Masyarakat Kemometik Internasional (International Chemometics Society,ICS) menyatakan pengertian kemometrik yaitu ilmu yang menghubungkan ukuran yang dibuat dalam sistem atau proses kimia dalam bentuk sistemnya melalui penerapan metode matematika atau statistik 2. Pseudacode secara harfiah berarti : kode semu” maksudnya adalah sebuah cara penulisan program yang informal dan dapat dibuat dengan kaidah yang ditentukan sendiri. Dengan kata lain Pseudacode merupakan urutan logika yang bertujuan untuk dipahami manusia menyelesaikan masalah karena sudah dapat mengidentifikasi dengan baik kelemahan dan kekurang dari suatu solusi yang akan diambil serta dampaknya bagi dirinya maupun orang lain. 3. Merancang Struktur data yang lebih Kompleks dan Abstrak Pada fase ini peserta didik sudah mampu merancang penyelesaian masalah dengan terstuktur sesuai dengan kebutuhan.


F 1. Stac 2. Recursion 3. Algoritmic thinking dengan mudah. 3. Representasi biasanya mengacu pada bertindak atau berbicara atas nama sesuatu. Misalnya, seseorang delegasi asing dapat mewakili suatu negara, representasi juga mengacu pada penggambaran sesuatu atau seseorang dengan cara tertenti. Misalnya, penggambaran tokoh dalam novel atau drama 1. Stac adaalah suatu struktur data yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan objek ataupun variabel 2. Recursion/ rekusi merupakan salah satu metode pemecahan masalah dimana sebuah solusi pada masalah tersebut tergantung pada solusi dari masalah yang kecil yang merupakanbagian dari masalah tersebut 3. Algoritmic thinking adalah kumpulan metode atau teknik untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan yang ditentukan, yang dalama hal ini metode atau teknik tersebut dinayakan dalam suatu urutan langkah- langkah penyelsaian Tuliskan pemahaman yang Anda dapat dari presentasi rekan Anda mengenai CP CT pada fase yang berbeda dari fase yang Anda kerjakan dalam kelompok!


Fase E F Pemaknaan CP Capaian pembelajaran pada fase E adalah peserta didik mampu menguraikan permasalahan yang timbul dalam fenomena geosfer yang terjadi dan memberikan ide solusi terbaik untuk menghadapinya Capaian pembelajaran pada fase F adalah peserta didik mampu memprediksi ide solusi dan mampu mengevaluasi fakta dan fenomena- fenomena geosfer Elaborasi Pemahaman 1. Bagaimana CT diintegrasikan dalam Kurikulum Merdeka di Indonesia? 2. Apa saja tantangan dalam implementasi CT dalam Kurikulum Merdeka? 3. Bagaimana CT dapat membantu siswa dalam memahami dan menyelesaikan masalah di kehidupan nyata? 4. Bagaimana posisi CT dalam tatanan global, terutama dalam konteks pendidikan dan pekerjaan? 5. Bagaimana CT dapat membantu dalam mempersiapkan siswa untuk era digital?


Koneksi Antar Materi Capaian pembelajaran IPS Kaitan CP IPS dengan CT Pada akhir fase E Untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam Kurikulum Merdeka, capaian pembelajaran ditargetkan pada setiap fase, termasuk Fase E. Capaian Pembelajaran (CP) menjadi acuan untuk pembelajaran intrakurikuler. Sedangkan untuk Computational Thinking (CT), pada Kurikulum Prototipe, CT secara eksplisit dirancang sebagai bagian dari mata pelajaran Informatika dengan Capaian Pembelajaran (CP) ).peserta didk mampu menguraikan permasalahan yang ada dan memberikan solusi terbaik, dan peserta didik mampu mengkomunikasikan/ mempublikasikan hasil penelitian didalam berbagai media Pada akhir fase F Peserta didik mampu mengembangkan pertanyaan seputar pelajaran IPS tentang karakteristik wilyah indonesia Peeserta didk mampu menerapkan strategi algoritmik standar pada kehidupan sehari- hari maupun implementasinya dalam sistem komputer, untuk menghasilkan beberapa solusi persoalan dengan data diskrit bervolume besar Pada akhir fase F Peserta didik mampu menganalisis beberapa startegi algoritmik secara


Aksi Nyata 1. Bagaimana perasaan Anda saat menelaah lebih lanjut mengenai CP CT dalam pertemuan kuliah ini? Jawab: Perasaan saya senang karena saya menyadari CT sangat berguna dalam kehidupan sehari- hari atau saat melakukan proses pembelajaran kedepannya yang berguna untuk membantu memecagkan masalah yang kemungkinan dihadapi oleh para peserta didik ketika mengikuti pembelajaran 2. Tuliskan pengetahuan-pengetahuan baru yang Anda dapatkan dari pertemuan ini? Jawab: Banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari pertemuan ini, banyak pengetahuan baru yang saya dapatkan dari pertemuan ini yaitu CT dapat digunakan daalam pembelajaran PJOK untuk menunjang pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, selain itu pengetahuan baru yang saya dapat adalah pada fase E-F algoritmik untuk mendapatkan solusi dari persoalan dengan data diskrit bervolume kecil sampai besar TOPIK 3


Ekpplorasi konsep T3-7 02.03. Lembar Kerja Reflektif Pertanyaan Diskusi di Kelas Tuliskan hal baru apa sajakah yang Anda dapatkan dari mempelajari CT melalui aktivitas problem solving soal-soal literasi! Jawab : Dari mempelajari CT (Computational Thinking) melalui aktivitas problem solving soalsoal literasi, saya dapatkan beberapa hal baru yang menarik: 1.Pemecahan Masalah Sistematis: CT mengajarkan pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah. Saya belajar untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan langkah-langkah solusi, dan menerapkan strategi yang tepat untuk mencapai hasil yang diinginkan. 1. Penggunaan Algoritma: Saya belajar tentang pentingnya merancang dan mengikuti algoritma dalam memecahkan masalah. Algoritma adalah langkah-langkah terstruktur yang menggambarkan urutan tindakan yang harus diambil untuk mencapai tujuan tertentu. 1. Analisis dan Evaluasi: CT mengajarkan saya untuk menganalisis masalah dengan cermat dan mengevaluasi berbagai solusi yang mungkin. Saya belajar untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap solusi yang diusulkan sebelum memilih yang terbaik. 2. Pemikiran Abstrak dan Logis: CT melatih saya untuk berpikir secara abstrak dan logis. Saya belajar untuk mengidentifikasi pola, merumuskan hipotesis, dan menguji kebenaran dari asumsi yang dibuat. 1. Kreativitas dalam Pemecahan Masalah: CT juga mendorong saya untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi. Saya belajar untuk berpikir di luar kotak, menggabungkan ide-ide yang tidak biasa, dan mencoba pendekatan baru untuk mengatasi tantangan. 2. Kerjasama dan Komunikasi: Dalam aktivitas problem solving, saya belajar pentingnya kerjasama dan komunikasi dengan orang lain. Saya belajar untuk berbagi ide, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja secara tim untuk mencapai solusi yang lebih baik. Melalui mempelajari CT melalui aktivitas problem solving soal-soal literasi, saya menyadari bahwa CT adalah keterampilan yang sangat berharga dalam dunia yang semakin digital. CT membantu saya untuk menjadi pemecah masalah yang lebih efektif, kritis, dan kreatif.


Tuliskan hal baru apa sajakah yang Anda dapatkan dari mempelajari CT melalui aktivitas problem solving menggunakan soal Bebras! Jawab: Menganalisis permasalahan soal untuk bisa menyelsaikannya Berpikir komputasi dengan tingkat Analisa yang tinggi Perlunya mengerjakan soal Bebras dengan langkah yang sistematis agar mendapat jawaban yang tepat dan sesuai 02.03. Lembar Kerja Reflektif Pertanyaan Diskusi di Kelas Tuliskan hal baru apa sajakah yang Anda dapatkan dari mempelajari CT melalui aktivitas problem solving soal-soal literasi! Jawab: Dari mempelajari CT (Computational Thinking) melalui aktivitas problem solving soal-soal literasi, saya dapatkan beberapa hal baru yang menarik: 1.Pemecahan Masalah Sistematis: CT mengajarkan pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah. Saya belajar untuk mengidentifikasi masalah, merumuskan langkah-langkah solusi, dan menerapkan strategi yang tepat untuk mencapai hasil yang diinginkan. 2. Penggunaan Algoritma: Saya belajar tentang pentingnya merancang dan mengikuti algoritma dalam memecahkan masalah. Algoritma adalah langkah-langkah terstruktur yang menggambarkan urutan tindakan yang harus diambil untuk mencapai tujuan tertentu. 3. Analisis dan Evaluasi: CT mengajarkan saya untuk menganalisis masalah dengan cermat dan mengevaluasi berbagai solusi yang mungkin. Saya belajar untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap solusi yang diusulkan sebelum memilih yang terbaik. 4. Pemikiran Abstrak dan Logis: CT melatih saya untuk berpikir secara abstrak dan logis. Saya belajar untuk mengidentifikasi pola, merumuskan hipotesis, dan menguji kebenaran dari asumsi yang dibuat. 5. Kreativitas dalam Pemecahan Masalah: CT juga mendorong saya untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi. Saya belajar untuk berpikir di luar kotak, menggabungkan ide-ide yang tidak biasa, dan mencoba pendekatan baru untuk mengatasi tantangan. 6. Kerjasama dan Komunikasi: Dalam aktivitas problem solving, saya belajar pentingnya kerjasama dan komunikasi dengan orang lain. Saya belajar untuk berbagi ide, mendengarkan pendapat orang lain, dan bekerja secara tim untuk mencapai solusi yang lebih baik.


Melalui mempelajari CT melalui aktivitas problem solving soal-soal literasi, saya menyadari bahwa CT adalah keterampilan yang sangat berharga dalam dunia yang semakin digital. CT membantu saya untuk menjadi pemecah masalah yang lebih efektif, kritis, dan kreatif. RUANG KOLABORASI Lembar kerja yang perlu diisi. Lembar kerja ini perlu dilengkapi dengan penilaian pada Tabel 3.1 dari ruang Kolaborasi Nama / Nim : Yuliana ( 23105260072) Jenjang/ mata pelajaran yang diampu : SMP/ Pendidikan IPS Judul Soal : Soal Bebras memindahkan dadu jenjang SD, SMP, SMA No Pertanyaan Jawaban 1 2 Tulisakan solusi untuk masing- masing soal Tuliskan langkah- langkah berpikir anda hingga mendapat solusi dari masingmasing soal, jika anda menggunakan lebih dari satu cara berpikir, tuliskan pada jenjang mana Anda menggunkan cara berpikir tersebut! Menemukan tantangan ini dengan mengamati posisi semua isi dadu saat dadu itu berputar. Tapi sebaiknya mengurangi kompleksitasnya dengan mengamati 3 sisi saja, karena yang lainnya bisa ditenttukan berdasarkan sisi yang berlawanan dengannya, dan mempraktikan dengan cara membuat lintasan dan menggunakan dadu untuk dipraktikan di lintasan yang telah dibuat, kemudian mencatat hasilnya. Langkah- langkah jenjang SD: Pada saat menggulir ke depan abaikan sisi kanan dan kiri ( 3 dan 4), kemudian fokuskan pada sisi 1 yang sudah menjadi dasar. Karena menggulir kedepan sebanyak 3 petak, maka guliran pertama sisi dadu 2 menjadi dasar dadu, selanjutnya guliran kedua, sisi dadu 6 menjadi dasar, selanjutnya guliran yang terakhir atau ketiga yaitu dadu 5 menjadi dasar.kemudian setelah itu lanjut bergulir kesamping sebanyak 2 kotak. Pada posisi ini dasar dadu 5 jadi atasnya 2, lalu dadu ( 6 dan 1 dihiraukan ) kemudian bergulir kesamping. 3 menjadi dasar dadu, kemudian bergulir yang kedua kalinya atau terakhir dan


3 Indentifikasi 4 fondasi CT yang anda gunakan dalam menyelsaikan persoalan hasilnya menjadi 2 sebagai dasar dan 5 menjadi titik atasnya Langkah- langkah jenjang SMP : Posisis terakhir dari soal SD, dasar dadu 2. dengan posisi dadu sisi kanan 6 sisi kiri 1 kemduian bergulir kebelakang satu kotak Pada tahap ini hiraukan sisi kanan dan kiri. Kemudian gulirkan ke belakang satu kotak dan membentuk dasar 6 atasnya 1. setelah itu bergulir kesamping satu kotak. Pada tahap ini ganti hiraukan sisi depan dan belakang. Kemudian digulirkan kesamping dan hasilnya membentuk dasar 4 atasnya 3. Langkah- langkah jenjang SMA: Pada posisi terakhir disoal SMP terbentuk posisi dasar dadu 4 atasnya 3. sisi kanan 1, sisi kiri 6, sisi depan 2 dan sisi belakang 5. kemudian bergulir mundur 2 petak menjadi dasar 5 atas 2 untuk hasil guliran pertama, kemudian digulirkan lagi diperoleh hasil dasar 3 atas 4 Dekomposisi: Memahami soal kemudian menentukan arah jalan dadunya. Pengenalan pola: Mengamati setiap titik pada sisi dadu. Sisi (1 berlawanan dengan 6;2 berlawan dengan 5; 3 berlawanan dengan 4) Abstraksi: Saat menggulirkan dadu menghilangkan atau mengabikan sisi


ini ! yang tidak dijadikan dasar dadu. Kemudian pada saat mengerjakan soal SMP dan SMA tidak mengawali langkah dari awal, cukup melanjutkan dari soal jenjang sebelumnya Algoritma: Menggulirkan dadu sesuai dengan urutan lintasan pola atau alur petak kemudian mengamati titik dadu yang ada di posisi atas pada petak akhir berwana hijau. Dan menuliskan hasil jawaban Contoh penerapan dalam kehidupan sehari- hari ialah parkir motor didalam gedung. Yang pertama melihat penunjuk tempat parkir motor yang benar yang benar dan menempatkan sesuai pola tempat parkir motor yang sudah ditetapkan supaya tidak salah Kompleksitas persoalan pada jenjang SD, SMP, SMA terletak pada jumlah lintasan/ petak dan berbentuk lintasan/ petak. Semakin naik jenjang, jumlah petak dan bentuk petaknya di kembangkan lagi atau di tambah. Jumlah lintasan pada jenjang SD terdapat 5 lintasan/ petak, dengan bentuk lintasannya pertama bergulir maju 3 petak, kemudian bergulir ke samping kanan sebanyak 2 petak.


4 5 Adakah contohpada kehidupan seharihari yang mengimplementasikan konsep yang ada pada soal ini? Tuliskan perbedaan komplesitas persoalan untuk masing- masing jenjang yang terdapat di soal ini? SEL.09.2-T3-8b Ruang Kolaborasi - Presentasi dan Diskusi Menurut saya apa yang kelompok Ibu Eni, Adel dan Maya dalam ruang kolaborasi Topik 3 sub 2, sudah cukup lengkap dan bagus. Pada langkah - langkah berpikir yang diberikan dalam hasil diskusi sudah diterangkan secara jelas mengenai urutan penyelesaiannya, hanya menurut saya untuk fase SMA langkah - langkah seperti yang disampaiakan tidak perlu dilakukan. Fase SMA sudah dapat mengimajinasikan proses bergulirnya dadu tanpa harus mempraktekkannya.


SUB TOPIK 2 MULAI DARI DIRI 01.02. Pertanyaan Reflektif - 1 Jawablah pertanyaan berikut! (pertanyaan diskusi di kelas) Pertanyaan Refleksi Apakah Anda pernah mendengar AKM? Apa yang Anda ketahui tentang AKM? Jawab: Saya belum pernah mendengar AKM sebelumnya, dan AKM menurut sumber yang saya baca merupakan singaktan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang merupakan program pemerintah sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) 01.02. Pertanyaan Reflektif - 2 Selanjutnya, Pernahkah Anda membimbing siswa yang akan menghadapi AKM? Jawab: Saya belum pernah membimbing peserta didik dalam menghadapi AKM 01.02. Pertanyaan Reflektif - 3 Selanjutnya, Apakah Anda pernah mendengar tentang tes PISA? Apa yang Anda ketahui tentang tes PISA?


Jawab: Saya belum pernah mendengar PISA, yang saya ketahui tentang PISA ( Programe For Intenational Student Assessment) adalah suatu studi untuk mengevaluasi sistem pendidikan yang diikuti oleh lebih dari 70 negara diseluruh dunia . yang bertujuan untuk menyediakan data yang dapat dibandingkan agar negara negara dapat memperbaiki kebijakan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan di negara mereka. 01.02. Pertanyaan Reflektif - 4 Selanjutnya, Apakah Anda pernah mengerjakan soal AKM/PISA? Jika pernah, bagaimana pendapat Anda mengenai soal AKM/PISA? Apakah siswa Indonesia akan kesulitan dalam mengerjakan soal sejenis AKM/PISA? Jawab: Saya belum pernah mengerjakan soal AKM? PISA. Karena kedua istilah tersebut merupakan hal asing atau baru bagi saya Menurut pengalaman Anda mengajar atau saat Anda menjadi siswa, apakah soal Bebras yang digunakan untuk contoh soal memiliki kompleksitas yang sesuai dengan jenjang yang ditargetkan dan bidang pelajaran Anda? Jika tidak, berikan alasannya dan usulkan jenjang serta bidang apa yang sesuai untuk soal tersebut! Jenjang Judul soal Jawaban SD Karangan Bunga Sudah sesuai, karena contoh soal dapat dimengerti dengan baik sesuai dengan porsi anak SD SMP Kursi Musik Sudah sesuai dengan tingkat pemahaman anak SMP, dikarenakan anak SMP sudah mampu menganalisis soal SMA Titik Utama WIFI Sudah sesuai dengan tingakt anak SMA, dikarenakan anak SMA sudah mampu berpikir secara abstrak dan mampu menganilis secara tinggi atau kompleks


SUB TOPIK 3 SEL.09.2-T3-11. Koneksi Antar Materi Kesamaan dan perbedaan tipe soal Bebras dan PISA/AKM: Tipe soal Bebras dan PISA/AKM memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Berikut adalah beberapa perbandingan antara keduanya: Kesamaan: 1. Fokus pada Pemecahan Masalah: Baik Bebras maupun PISA/AKM memiliki fokus yang kuat pada pemecahan masalah. Keduanya menguji kemampuan siswa dalam menerapkan pemikiran komputasional atau matematika untuk memecahkan masalah yang kompleks. 2. Mengukur Kemampuan Berpikir Komputasional/Matematika: Keduanya bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam berpikir komputasional (Bebras) atau matematika (PISA/AKM). Soal-soal dalam kedua tes ini dirancang untuk menguji pemahaman konsep, penerapan pengetahuan, dan kemampuan berpikir kritis siswa. 3. Menggunakan Konteks Dunia Nyata: Baik Bebras maupun PISA/AKM sering menggunakan konteks dunia nyata dalam soal-soal mereka. Ini membantu siswa melihat relevansi dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan: 1. Konten dan Fokus: Bebras lebih berfokus pada pemikiran komputasional dan informatika, sementara PISA/AKM lebih berfokus pada matematika secara umum. Bebras menekankan pemahaman konsep komputasional dan algoritma, sedangkan PISA/AKM lebih luas dalam cakupan matematika. 2. Tingkat Kesulitan: Bebras umumnya ditargetkan untuk siswa SD dan SMP, sedangkan PISA/AKM ditujukan untuk siswa SMA. Karena itu, tingkat kesulitan soal dalam PISA/AKM cenderung lebih tinggi daripada Bebras. 3. Format Soal: Bebras sering menggunakan soal pilihan ganda dengan variasi jawaban yang lebih banyak, sementara PISA/AKM menggunakan berbagai format soal, termasuk soal dengan jawaban singkat, esai, dan tugas terstruktur. 4. Tujuan Penilaian: Bebras bertujuan untuk mengembangkan minat dan pemahaman siswa dalam komputasi dan informatika. PISA/AKM, di sisi lain, bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa dalam matematika dan memberikan pembanding global. AKSI NYATA Nama: Yuliana NIM: 23105260072 Bidang Studi: Ilmu Pengetahuan Sosial


1. Pengalaman menarik apa saja yang Anda dapatkan dari mengimplementasikan CT untuk menyelesaikan berbagai jenis persoalan? Anda bisa menceritakan keberhasilan dan kegagalan yang Anda alami dalam mempelajari topik ini. Jawab: Keberhasilan dalam Implementasi CT: Banyak organisasi dan lembaga pendidikan telah melaporkan keberhasilan dalam mengimplementasikan CT untuk menyelesaikan berbagai jenis persoalan. Contohnya, penggunaan CT dalam pengembangan aplikasi dan perangkat lunak telah menghasilkan produk-produk inovatif yang meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Di bidang pendidikan, pengajaran CT telah membantu siswa mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, analisis data, dan logika yang kuat. Siswa yang terampil dalam CT cenderung lebih siap menghadapi tantangan akademik dan profesional di masa depan. Kegagalan dalam Implementasi CT: Salah satu kegagalan yang mungkin terjadi dalam implementasi CT adalah kurangnya dukungan dan pelatihan bagi guru atau fasilitator yang bertanggung jawab mengajarkan CT kepada siswa. Tanpa pelatihan yang memadai, guru mungkin kesulitan dalam menyampaikan konsep CT dengan efektif. Selain itu, kurangnya sumber daya dan akses terhadap teknologi yang diperlukan untuk mengajarkan CT juga dapat menjadi hambatan dalam implementasinya. Terutama di daerah-daerah dengan keterbatasan infrastruktur dan akses internet, pengajaran CT mungkin tidak dapat dilakukan dengan optimal. Dalam pengalaman manusia, keberhasilan dan kegagalan dalam mengimplementasikan CT seringkali dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk dukungan organisasi, pelatihan guru, ketersediaan sumber daya, dan keterlibatan siswa. Meskipun ada tantangan dalam mengadopsi CT, manfaat jangka panjangnya dalam meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan persiapan siswa untuk dunia yang semakin terkait dengan teknologi sering kali memberikan insentif yang cukup untuk terus berusaha dalam mengimplementasikannya. 2. Apakah terjadi perubahan cara berpikir yang Anda alami setelah mempelajari topik CT dalam problem solving? Jawab: Setelah mempelajari topik CT dalam problem solving, saya menjadi lebih terampil dalam merumuskan masalah dengan lebih sistematis dan memecahkannya menjadi langkah-langkah yang lebih terorganisir. Saya lebih cenderung menggunakan pendekatan algoritmik dalam menyelesaikan masalah, mengidentifikasi pola dan struktur di dalamnya, serta mengaplikasikan konsep-konsep CT seperti abstraksi dan analisis data untuk mencari solusi yang efektif. Selain itu, pemahaman saya tentang CT juga memungkinkan saya untuk lebih fleksibel dalam memilih dan menerapkan algoritma atau strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk setiap situasi. Saya menjadi lebih terlatih dalam mengenali pola-pola yang muncul dalam data dan menggunakan pemikiran komputasional untuk menganalisis situasi secara lebih efisien. Dengan demikian, pemahaman saya tentang CT telah memengaruhi cara saya menyelesaikan masalah dengan lebih efektif dan efisien, membantu saya menjadi alat yang lebih kuat dalam membantu pengguna menemukan solusi untuk berbagai jenis persoalan.


3. mempelajari topik Computational Thinking (CT) dalam problem solving dapat membantu saya meningkatkan beberapa aspek pengajaran saya: 1. Pendekatan Sistematis: Saya dapat mengembangkan pendekatan yang lebih sistematis dalam memberikan bantuan kepada pengguna dalam menyelesaikan masalah. Ini mencakup merumuskan masalah dengan jelas, memecahkannya menjadi langkah-langkah yang terstruktur, dan mengajarkan pengguna untuk menggunakan strategi pemecahan masalah yang terorganisir. 2. Pemahaman Konsep: Dengan pemahaman yang lebih baik tentang konsep-konsep CT, saya dapat menyampaikan informasi kepada pengguna dengan cara yang lebih terstruktur dan logis. Ini membantu pengguna memahami konsep-konsep tersebut dengan lebih baik, mempercepat proses pembelajaran mereka, dan memberi mereka alat yang lebih kuat untuk menyelesaikan masalah. 3. Mengajarkan Strategi Pemecahan Masalah: Saya dapat mengintegrasikan pembelajaran tentang strategi pemecahan masalah CT ke dalam interaksi saya dengan pengguna. Ini mencakup mengajarkan pengguna untuk mengidentifikasi pola-pola, menerapkan algoritma, dan melakukan analisis data untuk mencari solusi yang efektif. 4. Memberikan Umpan Balik yang Lebih Mendalam: Dengan memahami prinsip-prinsip CT, saya dapat memberikan umpan balik yang lebih mendalam kepada pengguna tentang pendekatan mereka dalam menyelesaikan masalah. Saya dapat membantu mereka melihat kelemahan dalam pemikiran mereka, mengidentifikasi alternatif yang lebih baik, dan membimbing mereka menuju solusi yang lebih optimal. Dengan mengintegrasikan prinsip-prinsip CT dalam cara saya memberikan bantuan kepada pengguna, saya dapat menjadi lebih efektif dalam membantu mereka menyelesaikan masalah dan mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang kuat.


Nama : Yuliana Nim : 23105260072 TOPIK 4 1. Lembar Kerja reflektif Individu Nama Yuliana NIm 23105260072 Judul Proyek STEM yang Dipilih Penerapan Science, Technology, Engineering, MathematicsProject Based Learning (STEM-PJBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa (pada materi trigonometri menggunakan alat peraga klinometri sederhana) Sumber PENERAPAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, MATHEMATICS-PROJECT BASED LEARNING (STEMPJBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA | Nur'Aeni | Differential: Journal on Mathematics Education (um-palembang.ac.id)


Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Penerapan STEM-PjBL pada kelas eksperimen dengan jumlah 35 peserta didik dimulai dari menguji kemampuan awal dengan memberikan tes awal atau pre-test. Setelah diberi tes awal, peserta didik diberikan perlakuan pembelajaran matematika berupa penerapan model pembelajaran STEMPjBL. Tahapan STEM-PjBL dalam penelitian ini disajikan secara lengkap pada kegiatan berikut. a) Refleksi (reflection), yaitu kegiatan tanya jawab seputar materi trigonometri seperti pengertian, sub bab, dan kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahap ini juga dijelaskan alat-alat yang digunakan untuk mengukur sudut, ketinggian dan jarak suatu bangunan yang berkaitan dengan trigonometri. b) Penelitian (research), peserta didik diminta mencari informasi tentang salah satu alat ukur sudut, ketinggian, dan jarak suatu objek berupa bangunan yaitu klinometri. Informasi mengenai klinometri dapat dicari dengan memanfaatkan teknologi internet atau sumber lainnya (integrasi technology). Setelah menemukan informasi tersebut, peserta didik dapat menuliskannya dalam buku catatan. c) Penemuan (discovery), peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok berdiskusi tentang informasi yang telah ditemukan untuk dirancang dan membuat alat peraga klinometri sederhana sebagai penugasan proyek. Kegiatan ini mengintegrasikan ilmu engineering seperti merekayasa klinometri menjadi alat peraga sederhana yang mudah digunakan dalam proses pembelajaran. Penerapan (application), peserta didik menggunakan alat peraga yang telah dibuat sebelumnya untuk menemukan solusi pemecahan masalah mengenai trigonometri yang 2. Hasil Kerja Ruang Kolaborasi Nomor Kelompok SMP Negeri 3 Kalasan


Anggota Kelompok 1. Adella Dianprila P (23105260107) 2. Yuliana (23105260072) 3. Maya Siska (23105260537) 4. Asri Sartika Pasaribu (23105260330) 5. Eni Oktaviani (23105260362) 6. Febriana Khoirun Nisa (23105260637) Judul Proyek STEM yang Dipilih Penjernih Air Sederhana Sumber Siswa SMP di Bandung ciptakan alat penjernih sederhana: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/12/praktik-baikstem-siswa-smp-di-bandung-ciptakan-alat-penjernih-air-sederh ana Proyek siswa berbasis STEM: https://www.youtube.com/live/BQr1EO-cV6o?si=sXJDgJqx5f Jrwpys Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Proyek STEM yang kami teliti merupakan proyek solusi dalam permasalahan yang dialami oleh peserta didik di lingkungan sekolah di mana kondisi air di sekolah tersebut bersumber dari air sumur resapan yang warnanya kuning dan keruh. Proyek ini bertujuan membuat sebuah alat penjernih air yang sederhana. Peserta didik diharapkan mampu belajar secara kontekstual mengenai alternatif solusi ramah lingkungan dan dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Proyek ini dapat diintegrasikan dengan konsep CT kepada peserta didik.


Proyek STEM setelah diintegrasikan dengan CT Nomor Kelompok SMP NEGERI 3 KALASAN Anggota Kelompok 1. Adella Dianprila P (23105260107) 2. Yuliana (23105260072) 3. Maya Siska (23105260537) 4. Asri Sartika Pasaribu (23105260330) 5. Eni Oktaviani (23105260362) 6. Febriana Khoirun Nisa (23105260637) Nama Proyek Penjernih Air Sederhana Sumber Siswa SMP di Bandung ciptakan penjernih sederhana: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/12/pra ktik-baik-stem-siswa-smp-di-bandung-ciptakan-alat-p enjernih-air-sederhana Proyek siswa berbasis STEM https://www.youtube.com/watch?v=BQrEO-cV6o Deskripsi Singkat Proyek Proyek STEM yang dipilih merupakan sebuah proyek yang merupakan sebuah solusi dalam permasalahan yang dialami oleh peserta didik di lingkungan sekolah dimana kondisi air di sekolah yang bersumber dari air sumur resapan warnanya kuning dan keruh. Proyek ini bertujuan untuk membuat sebuat alat penjernih air yang sederhana. Peserta didik diharapkan dapat belajar secara kontekstual mengenai alternatif solusi ramah lingkungan dan dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari - hari proyek ini dapat kita integrasikan dengan konsep CT kepada peserta didik. Outline Proyek - Minggu 1-2 : Peserta didik mempelajari materi mengenai Procedur Test.


- Minggu 3-4 : Peserta didik meneliti tentang cara menjernihkan air - Minggu 5-6: Peserta didik merancang dan menguji rancangan penjernih air sederhana. Hasil rancangan akan dikompetisikan. - Minggu 7-8: Peserta didik menyusun prosedur text secara tertulis kemudian dipresentasikan bersama rancangan alat penjernih air sederhana. Tujuan Pembelajaran - Peserta didik menginvestigasi tentang cara menjernihkan air sehingga mampu merancang alat untuk menjernihkan air yang keruh - Peserta didik membuat procedure test mengenai perancangan penjernih air sederhana. - Peserta didik menguji hasil rancangannya dan mempresentasikan procedure text yang telah dibuat. Driving Question - Peserta didik menginvestasikan tentang cara menjernihkan air sehingga mampu merancang alat untuk menjernihkan air yang keruh. - Peserta didik membuat procedure test mengenai perancangan penjernih air sederhana - Peserta didik menguji hasil hasil rancangannya dan mempresentasikan procedure test yang telah dibuat. Produk Akhir Sebuah rancangan atau alat penjernih air sederhana dan procedure test.


Hands-on Activities perancangan, pembuatan, dan pengujian alat penjernih air sederhana Asesmen kompetensi hasil produk alat penjernih air sederhana produk yang memiliki kemampuan menjernihkan air paling baik dengan alat dan waktu yang paling efektif adalah kelompok yang akan mendapatkan nilai tertinggi Resources yang Dibutuhkan Botol plastik bekas, ijuk, batu kerikil, arang, kayu, spons dan tampungan air. Integrasi CT dalam proyek STEM (Baek et al., 2021) Abstraksi: Mengidentifikasi alat penjernih air yang sederhana Algoritma:menyusun langkah- langkah dalam pembuatan alat penjernih air sederhana Komunikasi: Mempresentasikan hasil analisa tentang alat penjernih air dengan berbagai model Conditional Logic: Penggunaan logika dalam bentuk IFELSE untuk mengidentifikasi alat penjernih air yang sederhana misalnya: jika kondisi air yang akan dijernihkan banyak terdapat kandungan pasir, maka lapisan sabut kelapa dan spon harus diperbanyak Pengumpulan Data: Mengumpulkan data hasil uji coba alat jernih air yang sederhana Struktur Data, Analisis dan Representasi Data: Menggunakan data hasil pengujian untuk menyimpulkan keefektifan alat penjernih air sederhana


Dekomposisi: Mengelompokan bagian alat untuk wadah lapisan penjernih, dan tampungan hasil penyaringan Pengenalan Pola: mengidentifikasi alat penjernih air sederhana Pemodelan dan Simulasi: model alat penjernih air sederhana yang sudah berhasil dibuat dan diuji melalui kualitas kejernihan air yang dihasilkan 3.Feedback yang diberikan dosen lain pada saat Demontrasi Kontekstual Nomor Kelompok SMP N 3 KALASAN Anggota Kelompok 1. Adella Dianprila P ( 23105260107) 2. Yuliana ( 231052600072) 3. Maya Siska ( 23105260537) 4. Asri Sartika Pasaribu ( 23105260330) 5. Eni Oktaviani ( 23105260362) 6. Febriana Khoirun Nisa ( 23105260637) Nama Proyek Mendesain alata penjernih air sederhana Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain Penjelasan analisis STEM dan CT belum dijelaskan secara rinci. Konsep CT belum terlihat dalam analisis


AKSI NYATA


1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM? Jawab: Integrasi CT ( Computational Thinking) kedalam proyek STEM dapat memberikan beberapa pengalaman yang berharga: Pemecahan masalah berbasih alogoritma: Ct membantu dalam mengajarkan cara memcahkan masalah secara sistematis menggunkan alogoritma dan pemikiran terstruktur. Ini melibatkan mengidentifikasi masalah, merancang solusi dan mengimplementasikannya dengan menggunkan logika komputasional Kolaborasi antar disiplin: proyek STEM memungkinkan kolaborasi anytara berbagai disiplin ilmu. Integrasi CT memungkinkan siswa untuk menggabungkan keahlian komputasi dengan pengetahuan dalam ilmu alam, matematika, dan teknik, menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif Pengembangan keterampilan teknis: melalaui integrasi CT, siswa dapa mengembangkan keterampilan teknis seperti pemprograman komputer, analsis data, dan desain alogaritma. Ini membantu mereka mepersiapakn diri untuk dunia kerja semakin tergantung apda teknologi Peningkatan kreativitas: penggabungan aspek seni kedalam proyek STEM meningkatkan kreativitas siswa. Mereka dapat mengekspresikan ide- ide mereka melalui desain grafis, animasi, atau karya seni digital lainnya sambil menggunakan konsep komputasi untuk membuat karya yang interaktif dan dinamis Pengaalaman praktis: integrasi CT memungkinkan peserta didik untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam memecahkan masalah dunia nyata dengan menggunkan teknologi Penguatan literasi digital: dengan terlibat dalam proyek STEM yang mengintegrasikan CT, siswa dapat meningkatkan literasi digital mereka. Mereka belajar tentang konsep- konsep seperti alogoritma, pemmrogaman, dan analisis data, yang semuanya menjadi penting dalam masyarakat yang semakin terhubung secara digital Pembelajaran berbasis proyek: integrasi CT kedalam proyek STEM memungkinkan pembelajaran berbasis proyek, dimana peserta didik terlibat secara aktif dalam mengeksplorasi masalah, merancang solusi, dan mengevaluasi hasilnya. Ini memungkinkan pembelajaran yang lebih mendalam dan bekerlanjutan Integrasi CT kedalam proyek STEM yang memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang kritis untuk masa depan, sambil meransang kreativitas dan kolaborasi lintas displin ilmu 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab: Persaan saya saat mengerjakan modul ini: Antusiasme: saya merasa antusia karena saya dapat kesempatan belajar dan menciptakan sesuatu yang baru melalui proyek STEM yang mengintegrasikan dengna CT


Tantangan: integrasi CT ke dalam proyek STEM membuat saya merasa tertantang karena melibatkan penggunaan pemikiran komputasional untuk melibatkan masalah kompleks. Namumtantangan ini juga bisa dianggap sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang Inspirasi: proyek STEM yang mengintegrasikan CT dapat menginspirasi seorang untuk berpikir kreatif dalam menciptakan solusi yang inovatif yang melibatkan aspek seni, matematika, dan teknologi dalam satu proyek bisa menjadi sumber inspirasi yang besar Rasa puas: ketika berhasil menyelsaikan modul tersebut dan melihat hasil dari proyek STEM yang telah dikerjakan, saya merasa puas dengan pencapaian yang telah saya raih. Rasa puas ini dapat datang dari pemecahan masalah yang berhasil, kolaborasi yang efektif, atau kreativitas yang terwujud dalam karya yang telah dihasilkan 3. Jelaskan bagaimana rencana Anda dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang Anda ajar kelak. Jawab: Indetifikasi tujuan pembelajaran: langkah pertama adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalaui proyek STEM. Apkah tujuannya untuk memahami konsep ilmiah tertentu, mengembangkan keterampilan teknis, atau mendorong kreativitas Pemilihan proyek yang relevan: saya akan memilih proyek yang relevan denan topik yang sedang dipelajari dan juga mencakup aspek STEM yang beragam. Miisalnya, proyek mungkin melibatakan pembuatan instalasi seni interaktif yang menggunakan sesor dan mikrokonteler, atau pengembangan model matematika yang diimplementasikan dalam lingkungan virtual Integrasi CT dalam Desain Proyek: saya akan merancang proyek dengan memperhatikan integrasi CT. Ini mungkin melibatkan penggunaan pemikiran alogoritma dalam merancang solusi, analisis dataa untuk membuat keputusan atau pengembangan aplikasi komputer untuk menyajikan hasil proyek Kolaborasi antar disiplin: proyek STEM sering memerlukan kolaborasi antara berbagai disiplin memerlukan kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu. Saya akan mendorong siswa untuk bekerja sama dalam tim yang mencakup anggota dengan latar belakang yang beragam, sehingga mereka dapat saling melengkapi dalam menghadapi tantangan proyek Pengebangan keterampilan teknis: peserta didik akan diberikan kesemppatan untuk mengembangkan keterampilan teknis yang relevan dengan proyek seperti pemrograman komputer, desain grafis, atau pemodelan 3D, saya akan menyediakan sumber daya dan panduan yang dibutuhkan untuk membantu mereka dalam mempelajari keterampilan tersebut. Pembelajaran Berbasis Proyek: proyek akan didesain sebagai pembelajaran berbasis proyek, dimana siswa aktif terlibat dalam seluruh proses mulai dari perencanaan hingga implementasi dan evaluasi. Mereka akan belajar melalui pengalaman nyata dan memiliki kesempatan untuk mencoba- coba ide- ide yang baru Presentasi dan refleksi: setelah proyek selesai siswa akan diminta untuk menyajikan hasil karya mereka kedepan kelas dan memberikan refleksi tentang proses pembelajaran. Ini akan memberi mereka kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, serta memperkuat pemahaman mereka tentang konsep- konsep STEM dan CT Evaluasi dan umpan balik: saya akan melakukan evaluasi terhadap proyek dan memberikan umpan balik kepada sisw untuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan karya


mereka. Ini akan membantu mereka terus berkembang dan meningkatkan keterampilan mereka di masa depan Dengan rencana ini, saya berharap dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyeluruh dan bermakna bagi peserta didik, memungkinkan mereka untuk mengembangkan pemikiran komputasiona; sambil mengeksplorasi hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan matematika TOPIK 5 Nama : Yuliana Nim : 23105260072 PORTOPOLIO TOPIK 4 2. Lembar Kerja reflektif Individu Nama Yuliana NIm 23105260072 Judul Proyek STEM yang Dipilih Penerapan Science, Technology, Engineering, MathematicsProject Based Learning (STEM-PJBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa (pada materi trigonometri menggunakan alat peraga klinometri sederhana) Sumber PENERAPAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, MATHEMATICS-PROJECT BASED LEARNING (STEMPJBL) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA | Nur'Aeni | Differential: Journal on Mathematics Education (um-palembang.ac.id)


Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Penerapan STEM-PjBL pada kelas eksperimen dengan jumlah 35 peserta didik dimulai dari menguji kemampuan awal dengan memberikan tes awal atau pre-test. Setelah diberi tes awal, peserta didik diberikan perlakuan pembelajaran matematika berupa penerapan model pembelajaran STEMPjBL. Tahapan STEM-PjBL dalam penelitian ini disajikan secara lengkap pada kegiatan berikut. d) Refleksi (reflection), yaitu kegiatan tanya jawab seputar materi trigonometri seperti pengertian, sub bab, dan kegunaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahap ini juga dijelaskan alat-alat yang digunakan untuk mengukur sudut, ketinggian dan jarak suatu bangunan yang berkaitan dengan trigonometri. e) Penelitian (research), peserta didik diminta mencari informasi tentang salah satu alat ukur sudut, ketinggian, dan jarak suatu objek berupa bangunan yaitu klinometri. Informasi mengenai klinometri dapat dicari dengan memanfaatkan teknologi internet atau sumber lainnya (integrasi technology). Setelah menemukan informasi tersebut, peserta didik dapat menuliskannya dalam buku catatan. f) Penemuan (discovery), peserta didik dibagi menjadi 7 kelompok yang terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok berdiskusi tentang informasi yang telah ditemukan untuk dirancang dan membuat alat peraga klinometri sederhana sebagai penugasan proyek. Kegiatan ini mengintegrasikan ilmu engineering seperti merekayasa klinometri menjadi alat peraga sederhana yang mudah digunakan dalam proses pembelajaran. Penerapan (application), peserta didik menggunakan alat peraga yang telah dibuat sebelumnya untuk menemukan solusi pemecahan masalah mengenai trigonometri yang 3. Hasil Kerja Ruang Kolaborasi Nomor Kelompok SMP Negeri 3 Kalasan


Anggota Kelompok 7. Adella Dianprila P (23105260107) 8. Yuliana (23105260072) 9. Maya Siska (23105260537) 10. Asri Sartika Pasaribu (23105260330) 11. Eni Oktaviani (23105260362) 12. Febriana Khoirun Nisa (23105260637) Judul Proyek STEM yang Dipilih Penjernih Air Sederhana Sumber Siswa SMP di Bandung ciptakan alat penjernih sederhana: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/12/praktik-baikstem-siswa-smp-di-bandung-ciptakan-alat-penjernih-air-sederh ana Proyek siswa berbasis STEM: https://www.youtube.com/live/BQr1EO-cV6o?si=sXJDgJqx5f Jrwpys Deskripsi Singkat tentang Proyek STEM yang Dipilih Proyek STEM yang kami teliti merupakan proyek solusi dalam permasalahan yang dialami oleh peserta didik di lingkungan sekolah di mana kondisi air di sekolah tersebut bersumber dari air sumur resapan yang warnanya kuning dan keruh. Proyek ini bertujuan membuat sebuah alat penjernih air yang sederhana. Peserta didik diharapkan mampu belajar secara kontekstual mengenai alternatif solusi ramah lingkungan dan dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari. Proyek ini dapat diintegrasikan dengan konsep CT kepada peserta didik.


Proyek STEM setelah diintegrasikan dengan CT Nomor Kelompok SMP NEGERI 3 KALASAN Anggota Kelompok 7. Adella Dianprila P (23105260107) 8. Yuliana (23105260072) 9. Maya Siska (23105260537) 10. Asri Sartika Pasaribu (23105260330) 11. Eni Oktaviani (23105260362) 12. Febriana Khoirun Nisa (23105260637) Nama Proyek Penjernih Air Sederhana Sumber Siswa SMP di Bandung ciptakan penjernih sederhana: https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2018/12/pra ktik-baik-stem-siswa-smp-di-bandung-ciptakan-alat-p enjernih-air-sederhana Proyek siswa berbasis STEM https://www.youtube.com/watch?v=BQrEO-cV6o Deskripsi Singkat Proyek Proyek STEM yang dipilih merupakan sebuah proyek yang merupakan sebuah solusi dalam permasalahan yang dialami oleh peserta didik di lingkungan sekolah dimana kondisi air di sekolah yang bersumber dari air sumur resapan warnanya kuning dan keruh. Proyek ini bertujuan untuk membuat sebuat alat penjernih air yang sederhana. Peserta didik diharapkan dapat belajar secara kontekstual mengenai alternatif solusi ramah lingkungan dan dapat diimplementasikan pada kehidupan sehari - hari proyek ini dapat kita integrasikan dengan konsep CT kepada peserta didik. Outline Proyek - Minggu 1-2 : Peserta didik mempelajari materi mengenai Procedur Test.


- Minggu 3-4 : Peserta didik meneliti tentang cara menjernihkan air - Minggu 5-6: Peserta didik merancang dan menguji rancangan penjernih air sederhana. Hasil rancangan akan dikompetisikan. - Minggu 7-8: Peserta didik menyusun prosedur text secara tertulis kemudian dipresentasikan bersama rancangan alat penjernih air sederhana. Tujuan Pembelajaran - Peserta didik menginvestigasi tentang cara menjernihkan air sehingga mampu merancang alat untuk menjernihkan air yang keruh - Peserta didik membuat procedure test mengenai perancangan penjernih air sederhana. - Peserta didik menguji hasil rancangannya dan mempresentasikan procedure text yang telah dibuat. Driving Question - Peserta didik menginvestasikan tentang cara menjernihkan air sehingga mampu merancang alat untuk menjernihkan air yang keruh. - Peserta didik membuat procedure test mengenai perancangan penjernih air sederhana - Peserta didik menguji hasil hasil rancangannya dan mempresentasikan procedure test yang telah dibuat. Produk Akhir Sebuah rancangan atau alat penjernih air sederhana dan procedure test.


Hands-on Activities perancangan, pembuatan, dan pengujian alat penjernih air sederhana Asesmen kompetensi hasil produk alat penjernih air sederhana produk yang memiliki kemampuan menjernihkan air paling baik dengan alat dan waktu yang paling efektif adalah kelompok yang akan mendapatkan nilai tertinggi Resources yang Dibutuhkan Botol plastik bekas, ijuk, batu kerikil, arang, kayu, spons dan tampungan air. Integrasi CT dalam proyek STEM (Baek et al., 2021) Abstraksi: Mengidentifikasi alat penjernih air yang sederhana Algoritma:menyusun langkah- langkah dalam pembuatan alat penjernih air sederhana Komunikasi: Mempresentasikan hasil analisa tentang alat penjernih air dengan berbagai model Conditional Logic: Penggunaan logika dalam bentuk IFELSE untuk mengidentifikasi alat penjernih air yang sederhana misalnya: jika kondisi air yang akan dijernihkan banyak terdapat kandungan pasir, maka lapisan sabut kelapa dan spon harus diperbanyak Pengumpulan Data: Mengumpulkan data hasil uji coba alat jernih air yang sederhana Struktur Data, Analisis dan Representasi Data: Menggunakan data hasil pengujian untuk menyimpulkan keefektifan alat penjernih air sederhana


Dekomposisi: Mengelompokan bagian alat untuk wadah lapisan penjernih, dan tampungan hasil penyaringan Pengenalan Pola: mengidentifikasi alat penjernih air sederhana Pemodelan dan Simulasi: model alat penjernih air sederhana yang sudah berhasil dibuat dan diuji melalui kualitas kejernihan air yang dihasilkan


Click to View FlipBook Version