The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Yuliana Yuliana, 2024-05-17 05:19:50

UAS cT

PORTOFOLIO

3.Feedback yang diberikan dosen lain pada saat Demontrasi Kontekstual Nomor Kelompok SMP N 3 KALASAN Anggota Kelompok 7. Adella Dianprila P ( 23105260107) 8. Yuliana ( 231052600072) 9. Maya Siska ( 23105260537) 10. Asri Sartika Pasaribu ( 23105260330) 11. Eni Oktaviani ( 23105260362) 12. Febriana Khoirun Nisa ( 23105260637) Nama Proyek Mendesain alata penjernih air sederhana Catatan-catatan Perbaikan yang Perlu Dilakukan Berdasarkan Masukan Dari Dosen dan Kelompok Lain Penjelasan analisis STEM dan CT belum dijelaskan secara rinci. Konsep CT belum terlihat dalam analisis


AKSI NYATA 4. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam proyek STEM? Jawab: Integrasi CT ( Computational Thinking) kedalam proyek STEM dapat memberikan beberapa pengalaman yang berharga: Pemecahan masalah berbasih alogoritma: Ct membantu dalam mengajarkan cara memcahkan masalah secara sistematis menggunkan alogoritma dan pemikiran terstruktur. Ini melibatkan mengidentifikasi masalah, merancang solusi dan mengimplementasikannya dengan menggunkan logika komputasional Kolaborasi antar disiplin: proyek STEM memungkinkan kolaborasi anytara berbagai disiplin ilmu. Integrasi CT memungkinkan siswa untuk menggabungkan keahlian komputasi dengan pengetahuan dalam ilmu alam, matematika, dan teknik, menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif Pengembangan keterampilan teknis: melalaui integrasi CT, siswa dapa mengembangkan keterampilan teknis seperti pemprograman komputer, analsis data, dan desain alogaritma. Ini membantu mereka mepersiapakn diri untuk dunia kerja semakin tergantung apda teknologi Peningkatan kreativitas: penggabungan aspek seni kedalam proyek STEM meningkatkan kreativitas siswa. Mereka dapat mengekspresikan ide- ide mereka melalui desain grafis, animasi, atau karya seni digital lainnya sambil menggunakan konsep komputasi untuk membuat karya yang interaktif dan dinamis Pengaalaman praktis: integrasi CT memungkinkan peserta didik untuk mendapatkan pengalaman praktis dalam memecahkan masalah dunia nyata dengan menggunkan teknologi Penguatan literasi digital: dengan terlibat dalam proyek STEM yang mengintegrasikan CT, siswa dapat meningkatkan literasi digital mereka. Mereka belajar tentang konsep- konsep seperti alogoritma, pemmrogaman, dan analisis data, yang semuanya menjadi penting dalam masyarakat yang semakin terhubung secara digital Pembelajaran berbasis proyek: integrasi CT kedalam proyek STEM memungkinkan pembelajaran berbasis proyek, dimana peserta didik terlibat secara aktif dalam mengeksplorasi masalah, merancang solusi, dan mengevaluasi hasilnya. Ini memungkinkan pembelajaran yang lebih mendalam dan bekerlanjutan Integrasi CT kedalam proyek STEM yang memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang kritis untuk masa depan, sambil meransang kreativitas dan kolaborasi lintas displin ilmu 5. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab:


Persaan saya saat mengerjakan modul ini: Antusiasme: saya merasa antusia karena saya dapat kesempatan belajar dan menciptakan sesuatu yang baru melalui proyek STEM yang mengintegrasikan dengna CT Tantangan: integrasi CT ke dalam proyek STEM membuat saya merasa tertantang karena melibatkan penggunaan pemikiran komputasional untuk melibatkan masalah kompleks. Namumtantangan ini juga bisa dianggap sebagai kesempatan untuk tumbuh dan berkembang Inspirasi: proyek STEM yang mengintegrasikan CT dapat menginspirasi seorang untuk berpikir kreatif dalam menciptakan solusi yang inovatif yang melibatkan aspek seni, matematika, dan teknologi dalam satu proyek bisa menjadi sumber inspirasi yang besar Rasa puas: ketika berhasil menyelsaikan modul tersebut dan melihat hasil dari proyek STEM yang telah dikerjakan, saya merasa puas dengan pencapaian yang telah saya raih. Rasa puas ini dapat datang dari pemecahan masalah yang berhasil, kolaborasi yang efektif, atau kreativitas yang terwujud dalam karya yang telah dihasilkan 6. Jelaskan bagaimana rencana Anda dalam mengintegrasikan CT di dalam proyek STEM di kelas yang Anda ajar kelak. Jawab: Indetifikasi tujuan pembelajaran: langkah pertama adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran yang ingin dicapai melalaui proyek STEM. Apkah tujuannya untuk memahami konsep ilmiah tertentu, mengembangkan keterampilan teknis, atau mendorong kreativitas Pemilihan proyek yang relevan: saya akan memilih proyek yang relevan denan topik yang sedang dipelajari dan juga mencakup aspek STEM yang beragam. Miisalnya, proyek mungkin melibatakan pembuatan instalasi seni interaktif yang menggunakan sesor dan mikrokonteler, atau pengembangan model matematika yang diimplementasikan dalam lingkungan virtual Integrasi CT dalam Desain Proyek: saya akan merancang proyek dengan memperhatikan integrasi CT. Ini mungkin melibatkan penggunaan pemikiran alogoritma dalam merancang solusi, analisis dataa untuk membuat keputusan atau pengembangan aplikasi komputer untuk menyajikan hasil proyek Kolaborasi antar disiplin: proyek STEM sering memerlukan kolaborasi antara berbagai disiplin memerlukan kolaborasi antara berbagai disiplin ilmu. Saya akan mendorong siswa untuk bekerja sama dalam tim yang mencakup anggota dengan latar belakang yang beragam, sehingga mereka dapat saling melengkapi dalam menghadapi tantangan proyek Pengebangan keterampilan teknis: peserta didik akan diberikan kesemppatan untuk mengembangkan keterampilan teknis yang relevan dengan proyek seperti pemrograman komputer, desain grafis, atau pemodelan 3D, saya akan menyediakan sumber daya dan panduan yang dibutuhkan untuk membantu mereka dalam mempelajari keterampilan tersebut. Pembelajaran Berbasis Proyek: proyek akan didesain sebagai pembelajaran berbasis proyek, dimana siswa aktif terlibat dalam seluruh proses mulai dari perencanaan hingga implementasi dan evaluasi. Mereka akan belajar melalui pengalaman nyata dan memiliki kesempatan untuk mencoba- coba ide- ide yang baru Presentasi dan refleksi: setelah proyek selesai siswa akan diminta untuk menyajikan hasil karya mereka kedepan kelas dan memberikan refleksi tentang proses pembelajaran. Ini akan memberi mereka kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka, serta memperkuat pemahaman mereka tentang konsep- konsep STEM dan CT Evaluasi dan umpan balik: saya akan melakukan evaluasi terhadap proyek dan memberikan umpan balik kepada sisw untuk membantu mereka memahami kekuatan dan kelemahan karya mereka. Ini akan membantu mereka terus berkembang dan meningkatkan keterampilan mereka di masa depan Dengan rencana ini, saya berharap dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang menyeluruh dan bermakna bagi peserta didik, memungkinkan mereka untuk mengembangkan pemikiran komputasiona; sambil mengeksplorasi hubungan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan matematika


SEL.09.2-T5-2. Mulai Dari Diri Untuk guru SD: Menurut Anda, apakah CT dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran tematik yang Anda lakukan? Jelaskan jawaban Anda! Jawab: Dalam konteks pembelajaran tematik di Sekolah Dasar (SD), pengintegrasian Computational Thinking (CT) dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan keterampilan berbasis teknologi bagi siswa. CT melibatkan proses berpikir logis, pengorganisasian data, dan pemecahan masalah dengan pendekatan yang terstruktur. Integrasi CT dalam pembelajaran tematik di SD dapat dilakukan melalui beberapa cara: 1.Pemecahan Masalah: CT membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang sistematis dan logis. Dalam pembelajaran tematik, siswa dapat diajak untuk menggunakan konsep CT dalam menyelesaikan berbagai masalah yang terkait dengan tema yang sedang dipelajari. 2.Pengorganisasian Data: CT juga melibatkan kemampuan dalam mengorganisasi data dan informasi. Dalam pembelajaran tematik, siswa dapat belajar untuk mengumpulkan, mengelompokkan, dan menganalisis informasi secara lebih terstruktur dengan bantuan konsep CT. 3.Pengembangan Keterampilan Berbasis Teknologi: Integrasi CT juga dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep dasar teknologi seperti algoritma, pemrograman, dan logika komputasi. Hal ini dapat memberikan dasar yang kuat bagi pengembangan keterampilan teknologi di masa depan. 4.Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis: CT mendorong siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis dalam menghadapi berbagai masalah. Dengan integrasi CT dalam pembelajaran tematik, siswa dapat melatih kemampuan berpikir kritis mereka secara lebih sistematis. Dengan mengintegrasikan CT dalam proses pembelajaran tematik di SD, guru dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan yang relevan dengan tuntutan zaman digital saat ini. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang berbagai tema secara holistik, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir yang penting untuk menghadapi tantangan di masa depan. Untuk guru SMP/SMA: Menurut Anda, apakah CT dapat diintegrasikan pada mata pelajaran yang akan Anda ampu? Jelaskan alasan dari jawaban Anda! Jawab; Dalam konteks pengajaran di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), integrasi Computational Thinking (CT) dalam mata pelajaran yang diajarkan dapat


memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa. CT melibatkan pemikiran logis, pemecahan masalah, dan pengorganisasian data dengan pendekatan yang terstruktur, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai mata pelajaran. Berikut adalah alasan mengapa CT dapat diintegrasikan pada mata pelajaran di SMP/SMA: 1.Pemecahan Masalah: CT membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan pemecahan masalah yang sistematis dan logis. Integrasi CT dalam mata pelajaran seperti Matematika, Fisika, dan Ilmu Komputer dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah kompleks dengan pendekatan yang terstruktur. 2. Pengembangan Keterampilan Berbasis Teknologi: Mata pelajaran seperti Ilmu Komputer atau TIK adalah tempat yang ideal untuk mengintegrasikan CT. Siswa dapat belajar konsep-konsep dasar pemrograman, algoritma, dan logika komputasi yang merupakan bagian integral dari CT. 3.Pengorganisasian Data: CT juga melibatkan kemampuan dalam mengorganisasi data dan informasi. Integrasi CT dalam mata pelajaran seperti IPA, Bahasa Inggris, atau Sejarah dapat membantu siswa dalam mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan informasi dengan lebih efektif. 3. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis: CT mendorong siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis dalam menghadapi masalah. Dengan integrasi CT, siswa akan terlatih untuk berpikir secara sistematis, mengidentifikasi pola, dan merumuskan solusi yang efektif. Dengan mengintegrasikan CT dalam mata pelajaran di SMP/SMA, guru dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini. Siswa akan terlatih untuk berpikir secara logis, kritis, dan kreatif, yang merupakan keterampilan penting dalam menghadapi tantangan di era digital ini. Integrasi CT juga dapat mempersiapkan siswa untuk karier di bidang teknologi yang semakin berkembang pesat. Eksplorasi Konsep Unggah Lembar Kerja Mandiri 1. Intisari apa saja yang Anda dapatkan saat mempelajari makalah “Bringing computational thinking to K-12: what is Involved and what is the role of the computer science education community” (Barr & Stephenson, 2011)? Jawab: Makalah ini membahas mengenai apa itu berpikir komputasi, implementasinya dalam proses pembelajaran di kelas dan strategi yang diterapkan untuk mengintegrasikan cara berpikir tersebut dalam pendidikan K-12. Cara berpikir komputational merupakan kemampuan pemecahan masalah dengan cara yang terstruktur dan logis. Cara berpikir komputational perlu diterapkan di pembelajaran saat ini sebab peserta didik saat ini semakin tergantung pada teknologi digital. Untuk dapat mengimplementasi computational thinking di K-12 dapat dimulai dari beberapa pertanyaan seperti berikut: Seperti apa penerapan CT di kelas? Keterampilan seperti apa yang perlu ditunjukkan kepada peserta didik? Apa yang perlu dikuasai oleh guru untuk menerapkan CT? Apa yang dibutuhkan guru untuk memodifikasi dan memperluas pengintegrasian CT dalam mata pelajaran?


Berpikir komputasional dapat diterapkan pada peserta didik melalui diskusi pemecahan masalah. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah dengan berbagai cara menggunakan pertimbangan yang logis dalam menentukan solusi yang terstruktur dan efisien (dalam berbagai disiplin ilmu seperti matematika, sains, sosial, dan bahasa). Peserta didik dapat menggunakan 4 konsep CT antara lain dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma, dan 4 konsep tersebut dapat dikembangkan lagi menjadi pengumpulan data, analisis data, simulasi, dsb. 2. Tuliskan juga kaitan makalah tersebut dengan mata pelajaran yang Anda ampu! Masing-masing kelompok hanya perlu mengisi satu lembar kerja reflektif. Jawab: Saya mengampu mata pelajaran IPS (SMP). Kaitan makalah tersebut dengan mata pelajaran yang saya ampu ada pada konsep pemecahan masalah dengan cara berpikir komputasi. Konsep berpikir komputasi terdiri dari dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma. Kemampuan ini dapat diterapkan di pembelajaran IPS seperti: Dekomposisi: Kemampuan memilah masalah yang ada menjadi bagian-bagian yang kecil. Seperti pada pembelajaran IPS dalam materi keberagaman budaya. Peserta didik dapat memecah konsep "keberagaman budaya" menjadi komponen yang lebih kecil dan mudah dikelola, seperti keberagaman bahasa, adat istiadat, agama, festival, dan praktek sosial. Pengenalan pola, peserta didik dapat mengidentifikasi pola atau tema umum dalam keberagaman budaya seperti nilai-nilai yang dihargai oleh banyak budaya (misalnya, penghormatan kepada orang tua atau keadilan). Abstraksi, di tahap ini peserta didik dapat mengabaikan detail yang kurang relevan atau spesifik untuk fokus pada konsep-konsep besar yang dapat diterapkan secara universal. Misalnya, dalam merancang program pendidikan multikultural, fokus bisa diberikan pada pengajaran keterampilan seperti empati dan komunikasi lintas budaya daripada pada fakta-fakta spesifik tentang setiap budaya. Algoritma, peserta didik dapat menggunakan teknik-teknik untuk menciptakan solusi yang memudahkan interaksi antarbudaya, seperti membuat karya berupa Popup, mading yang memfasilitasi pertukaran budaya, atau sistem rekomendasi yang menyesuaikan konten berdasarkan preferensi budaya. Dengan menerapkan cara berpikir komputasi dalam pembelajaran, peserta didik dilatih untuk mampu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dengan terstruktur, logis, efektif, dan efisien. Menggunakan pemikiran komputasi untuk memecahkan masalah melatih peserta didik untuk terbiasa berkreativitas, berinovasi, dan berkolaborasi. Selain itu penerapan berpikir komputasi dapat membantu peserta didik untuk mengaitkan materi pelajaran IPS dalam kehidupan sehari-hari dengan perkembangan teknologi saat ini.


Eksplorasi Konsep- Unggah Lembar Kerja Mahasiswa Nama Kelompok : - Adella Dianprila P ( 23105260107) - Yuliana ( 231052600072) - Maya Siska ( 23105260537)


- Asri Sartika Pasaribu ( 23105260330) - Eni Oktaviani ( 23105260362) - Febriana Khoirun Nisa ( 23105260637) - Alfiatul Khoiriyah (23105260340) - Aprilia Damayanti (23105260340) Sebelum pertemuan kuliah ini, Anda diminta untuk menyiapkan satu buah materi ajar. Lakukan analisis pada materi ajar tersebut, tuliskan implementasi CT yang selama ini sebetulnya sudah ada pada materi ajar yang sudah Anda siapkan! Anda dapat menuliskan lebih dari 1 implementasi CT. Masing-masing kelompok hanya perlu mengisi satu hasil lembar kerja mahasiswa. Fondasi CT Implementasi pada materi ajar yang sudah pernah dibuat Materi Ajar : IPS - Keberagaman Budaya Kelas : VII Semester Genap / II Dekomposisi Memecah konsep "keberagaman budaya" menjadi komponen yang lebih kecil dan mudah dikelola, seperti bahasa, adat istiadat, agama, festival, dan praktek sosial. Dekomposisi ini memungkinkan individu atau kelompok untuk memahami aspek-aspek tertentu dari budaya lain secara lebih terperinci, yang membantu dalam mengurangi prasangka dan meningkatkan pemahaman. Pengenalan pola - Mengidentifikasi pola atau tema umum dalam keberagaman budaya, seperti nilai-nilai yang dihargai oleh banyak budaya (misalnya, penghormatan kepada orang tua atau keadilan). Dengan mengenali pola ini, individu dan komunitas dapat menemukan titik persamaan yang memfasilitasi dialog dan kolaborasi antarbudaya. - Mengembangkan kegiatan yang mengungkap tema umum seperti perayaan kelahiran, pernikahan, atau festival musim yang ada di banyak budaya, sehingga menunjukkan bahwa ada banyak kesamaan di antara perbedaan. Abstraksi Mengabaikan detail yang kurang relevan atau spesifik untuk fokus pada konsep-konsep besar yang dapat diterapkan secara universal. Misalnya, dalam merancang program pendidikan multikultural, fokus bisa diberikan pada pengajaran keterampilan seperti empati dan komunikasi lintas budaya daripada pada fakta-fakta spesifik tentang setiap budaya. Mendorong diskusi tentang nilai-nilai seperti kekeluargaan atau keberanian yang ditemukan di banyak budaya untuk membantu karyawan melihat lebih jauh dari stereotip. Algoritma Menggunakan teknik-teknik untuk menciptakan solusi yang memudahkan interaksi antarbudaya, seperti membuat karya berupa Popup, mading yang memfasilitasi pertukaran budaya, atau sistem


Ruang Kolaborasi rekomendasi yang menyesuaikan konten berdasarkan preferensi budaya. Membuat database mencakup informasi budaya dari berbagai daerah, yang dapat digunakan menambah wawasan dalam mempelajari interaksi lintas budaya. Anda boleh menambahkan keterampilan lain yang terdapat pada materi ajar tersebut (contoh: mengacu ke Tabel 6.1 atau sesuai kepentingan persoalan Anda). NIM/nama anggota 1 - Adella Dianprila P ( 23105260107) - Yuliana ( 231052600072) - Maya Siska ( 23105260537) - Asri Sartika Pasaribu ( 23105260330) - Eni Oktaviani ( 23105260362) - Febriana Khoirun Nisa ( 23105260637) - Alfiatul Khoiriyah (23105260340) - Aprilia Damayanti (23105260340) Mata pelajaran: IPS – Ilmu Pengetahuan Sosial Materi ajar: Keberagaman Budaya Tujuan pembelajaran: - Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi salah satu factor geografis yang mempengaruhi keragaman budaya di Indonesia. Deskripsi penyampaian materi sebelum integrasi CT - Guru memberikan materi ajar menggunakan PPT - Guru menayangkan video terkait permasalahan penduduk - Guru memberikan soal untuk dikerjakan secara individu Deskripsi penyampaian materi setelah integrasi CT - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran. - Guru membentuk peserta didik dalam kelompok yang terdiri dari 5 – 6 orang - Guru membagi topik budaya (sunda, jawa, melayu dll) yang akan diidentifikasi oleh setiap kelompok. - Peserta didik membuat karya berupa popup, drama, atau infografis Penjelasan konsep CT yang diintegrasikan pada Fondasi CT:


materi ajar Implementasi materi ajar dalam CT: Dekomposisi: Memecah konsep "keberagaman budaya" menjadi komponen yang lebih kecil dan mudah dikelola, seperti bahasa, adat istiadat, agama, festival, dan praktek sosial. Dekomposisi ini memungkinkan individu atau kelompok untuk memahami aspek-aspek tertentu dari budaya lain secara lebih terperinci, yang membantu dalam mengurangi prasangka dan meningkatkan pemahaman. Pola Pengenalan: - Mengidentifikasi pola atau tema umum dalam keberagaman budaya, seperti nilai-nilai yang dihargai oleh banyak budaya (misalnya, penghormatan kepada orang tua atau keadilan). Dengan mengenali pola ini, individu dan komunitas dapat menemukan titik persamaan yang memfasilitasi dialog dan kolaborasi antarbudaya. - Mengembangkan kegiatan yang mengungkap tema umum seperti perayaan kelahiran, pernikahan, atau festival musim yang ada di banyak budaya, sehingga menunjukkan bahwa ada banyak kesamaan di antara perbedaan. Abstraksi: Mengabaikan detail yang kurang relevan atau spesifik untuk fokus pada konsep-konsep besar yang dapat diterapkan secara universal. Misalnya, dalam merancang program pendidikan multikultural, fokus bisa diberikan pada pengajaran keterampilan seperti empati dan komunikasi lintas budaya daripada pada fakta-fakta spesifik tentang setiap budaya. Mendorong diskusi tentang nilai-nilai seperti kekeluargaan atau keberanian yang ditemukan di banyak budaya untuk membantu karyawan melihat lebih jauh dari stereotip. Algoritma dan Pemrograman: Menggunakan teknik-teknik untuk menciptakan solusi yang memudahkan interaksi antarbudaya, seperti membuat karya berupa Popup, mading yang memfasilitasi pertukaran budaya, atau sistem rekomendasi yang menyesuaikan konten berdasarkan


Tuliskan perbedaan yang terdapat pada materi ajar yang belum diintegrasikan dengan CT dan materi ajar yang telah diintegrasikan dengan CT! Perbedaan materi ajar yang belum diintegrasikan dengan CT dan materi ajar yang telah diintegrasikan dengan CT: 1. Sebelum penerapan CT penyampaian materi lebih difokuskan kepada penyampaian materi melalui ceramah dan penggunaan teknologi dengan menayangkan informasi melalui video. Sedangkan setelah penerapan CT dalam materi ajar focus pada pencarian peserta didik dalam mengidentifikasi budaya yang ada di Indonesia. 2. Sebelum penerapan CT focus kegiatan belajar lebih kepada guru sedangkan setelah penerapan CT focus kegiatan belajar kepada peserta didik sehingga sesuai dengan program kurikulum merdeka yaitu pendidikan berdiferensiasi 3. Sebelum penerapan CT kreatifitas peserta didik tidak dapat dioptimalkan dengan baik sedangkan setelah penerapan CT peserta didik diberikan kebebasan dan kreatifitas untuk membuat sebuah karya yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik. Demontrasi Kontekstual NIM / Nama anggota Kelompok yang presentasi: 13. Adella Dianprila P ( 23105260107) 14. Yuliana ( 231052600072) 15. Maya Siska ( 23105260537) 16. Asri Sartika Pasaribu ( 23105260330) 17. Eni Oktaviani ( 23105260362) 18. Febriana Khoirun Nisa ( 23105260637) 19. Alfiatul Khoiriyah (23105260340) 20. Aprilia Damayanti (23105260340) NIM / Nama anggota Kelompok yang memberikan evaluasi: Aprilia Nur Rahmawati Muhammad Hafidh Anggi Febriana Mata pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial preferensi budaya. Membuat database mencakup informasi budaya dari berbagai daerah, yang dapat digunakan menambah wawasan dalam mempelajari interaksi lintas budaya.


Materi ajar: Keberagaman Budaya Ide baru yang didapatkan terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran: 1. Membiasakan peserta didik menerapakan proses berpikir CT dalam kegiatan pembelajaran maupun asesmen untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah 2. Merancang pelaksanaan pembelajarandengan memasukan unsur fondasi CT dalam modul ajar dan LKPD agar peserta didik dapat berpikir secara logis, terstruktur dan sistematis 3. Menggunakan alat visualilasi pada mata pelajaran IPS untuk memvisualisasikan konsep pelajaran IPS secara interaktif Evaluasi/saran untuk kelompok yang sedang presentasi: Menurut kelompok kaami, CT yang telah di integegrasikan kelompok kalian sudah baik. Aspek perbedaan sebelum dan setelah diintegrasikan Ct cukup terlihat, artinya banyak perubahan yang dilakukan untuk mengintegrasikan CT dalam pembelajaran. Pada tujuan pembelajaran terlibat peserta didik belajar melalui buku dan video pembelajaran yang sudah terintegrasi teknologi. Namun pada kolom deskripsi penyampaian materi belum terlihat nampak secara jelas korelasinya dengan tujuan pembelajaran. Elaborasi Pemahaman


Dosen meluruskan pemahaman mahasiswa yang kurang tepat atau mengkoreksi pemahaman yang salah terkait integrasi CT di dalam mata pelajaran. Dosen dapat menyampaikan kesimpulan atau evaluasi terkait dinamika dan hasil kerja siswa pada modul ini. Jika masih ada pertanyaan seputar integrasi CT untuk mata pelajaran, tuliskan pertanyaan-pertanyaan tersebut! Setelah itu, diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan dosen, maupun rekan mahasiswa lainnya Jawab: Apa saja kendala yang mungkin dihadapi oleh guru saat melakukan integrasi CT ke dalam mata pelajaran IPS? Koneksi Antar Materi Nama/NIM anggota Adella Dianprila P (23105260107) Yuliana (23105260072) Maya Siska (23105260330) Asri Sartika Pasaribu (23105260330) Eni Oktaviani (23105260362) Febriana Khoirun N (23105260637) Aprilia Damayanti (23105260340) Alfiatul Khoiriyah (23105260220) Kesimpulan mengenai integrasi CT ke dalam mata pelajaran: Pada materi Keberagaman Sosial Budaya ini dapat diintegrasikan ke dalam penerapan CT. Peserta didik didik mampu mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan kreativitas yang dapat diterapkan. Dengan diterapkannya CT ke dalam mata pelajaran ini peserta didik mampu untuk memahami keberagaman sosial budaya yang ada di sekitarnya. Strategi untuk mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran: 1. Menganalisis serta mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik. 2. Menetapkan tujuan pembelajaran. 3. Menyusun materi pembelajaran dengan memperhatikan 4 unsur fondasi CT. 4. Melakukan refleksi dan evaluasi hasil pembelajaran yang diintegrasikan ke dalam CT. Aksi Nyata


1. Pengalaman apa saja yang Anda dapatkan dari proses melakukan integrasi CT ke dalam mata pelajaran yang Anda ampu? Apakah ada kendala yang Anda hadapi? 2. Bagaimana perasaan Anda pada saat mengerjakan modul ini? Jawab: 1. Setelah saya mempelajari materi ini dalam mengintegrasikan CT ke dalam mata pelajaran yang saya ampu adalah saya memahami bahwa: Pengintegrasian CT ke dalam pelajaran IPS dapat dilakukan di bagian-bagian tertentu. Seperti, integrasi CT pada cara guru menyampaikan materi, penggunaan konsep CT dalam menyelesaikan masalah, merancang soal problem solving, penyusunan LKPD yang terintegrasi CT, dll. Asesmen CT tidak hanya mengukur kemampuan kognitif saja tetapi juga menilai perilaku dan sikap peserta didik dalam mengaplikasikan CT untuk memecahkan masalah. Lalu, kendala yang akan saya hadapi: Merancang pembelajaran dan asesmen yang terintegrasi CT. Membimbing peserta didik untuk terbiasa menyelesaikan persoalan problem solving. 2. Perasaan saya saat mengerjakan modul ini adalah saya merasa tertantang dalam merancang pembelajaran yang terintegrasi CT. Saya perlu memodifikasi dan memperluas bagian-bagian yang akan saya integrasikan CT serta cara yang tepat untuk menyampaikannya sesuai kebutuhan peserta didik.


Aksi Nyata - Unggah Tugas RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RPP sebelum diintegrasikan CT Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Kalasan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/Semester : VII / 2 Tema : Keberagaman Budaya Alokasi Waktu : 2 x 40 menit A. Kompetensi Inti 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleranis, gotong royong), santun, percaya diri, berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam jangkauan pergaulan dan keberadaannya. 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan procedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomen dan kejadian tampak mata. 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori. B. Kompetensi Dasar 1.3 Menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan manusia dengan lingkungannya.


2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran, dan peduli dalam interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya. 3.4 Memahami pengertian dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi. 4.3 Mengobservasi dan menyajikan bentuk-bentuk dinamika interaksi manusia dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi di lingkungan masyarakat sekitar. C. Indikator Pencapaian Kompetensi 1.3.1 Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai keberagaman budaya 1.3.2 Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah dan masyarakat 2.3.1 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman budaya. 4.3.1 Mendiskripsikan keberagaman budaya. 4.41 Mengobservasi dan menyajikan hasil analisis tentang keragaman budaya di lingkungan masyarakat. D. Materi Pembelajaran 1. Faktor utama pembentuk keberagaman budaya 2. Faktor penyebab perubahan budaya 3. Gambar rumah adat, senjata tradisional dan pakaian tradisional E. Sumber belajar, media dan alat 1. Buku tes pelajaran IPS untuk SMP/MTs kelas VII 2. Buku-buku dan referensi lain yang relevan 3. Gambar tentang keragaman suku budaya F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan (10 menit) 1. Salam, doa, dan memeriksa absensi peserta didik 2. Memerhatikan cara berpakaian dari orang-orang yang ada di sekitar kita. 3. Menanyakan lagu-lagu daerah yang bisa dinyanyikan 4. Topik dan tujuan pembelajaran Kegiatan Inti (10 menit) Mengamati 1. Peserta didik mengamati gambar-gambar tentang keberagaman budaya di Indonesia. Menanya 2. Peserta didik menanyakan bagaimana keberagaman rumah adat, pakaian adat dan senjata daerah dalam memperkaya budaya bangsa. 3. Bagaimana keragaman lagu, tarian, dan pertunjukkan kesenian dapat memperkaya budaya bangsa. Mengumpulkan data/informasi


4. Peserta didik membaca buku teks pelajaran/referensi yang relevan tentang jenis keragaman budaya. 5. Peserta didik mencari informasi tentang jenis-jenis keberagaman budaya. Mengasosiasi 6. Peserta didik melakukan kegiatan diskusi untuk menganalisis tentang jenis-jenis keberagaman budaya. 7. Peserta didik merumuskan simpulan dari hasil curah pendapat tentang jenis-jenis keberagaman budaya. Mengkomunikasikan 8. Peserta didik mempresentasikan hasil analisis data di depan kelas yang diwakili oleh salah satu anggota kelompok masing-masing, anggota kelompok lain memberikan tanggapan. 9. Peserta didik menyajikan hasil simpulan pada media: majalah dinding kelas/sekolah atau mengunggahnya di blog masing-masing. Kegiatan Penutup (10 menit) 1. Peserta didik bersama guru membuat kesimpulan hasil pembelajaran 2. Peserta didik menuliskan contoh jenis-jenis keberagaman budaya 3. Peserta didik diminta menjawab pertanyaan reflektif misalnya: apakah pembelajaran hari ini menyenangkan? 4. Pengetahuan berharga/apa yang kamu peroleh pada pembelajaran hari ini? Bagaimana sebaiknya sikap kita kala memperoleh sesuatu yang berharga/baru? (Jawaban ditulis di buku catatan peserta didik). 5. Menyampaikan materi yang akan datang G. Penilaian dan Tindak Lanjut 1. Penilaian Penilaian dilakukan menggunakan teknik penilaian autentik yang meliputi penilaian sikap. pengetahuan dan keterampilan. Untuk menilai aspek sikap digunakan teknik observasi, aspek pengetahuan dengan tes uraian dan aspek keterampilan dengan observasi seperti: a. Penilaian Sikap Rubrik penilaian sikap No Nama Sikap Spiritual Sikap Sosial Total Nilai Menghayati karunia tuhan Tanggung jawab Kerja Sama 1-4 1-4 1-4 Keterangan: Nilai sikap peserta didik: jumlah nilai yang diperoleh dibagi 3


b. Penilaian Pengetahuan No Butir Pertanyaan 1 Mengapa begitu banyak keberagaman budaya di Indonesia? Jelaskan tentang hal tersebut! 2 Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya keberagaman di Indonesia? 3 Mengapa kebudayaan daerah merupakan akar kebudayaan nasional? 4 Bagaimana cara agar keberagaman budaya Indonesia dapat meningkatkan kegiatan perekonomian bangsa Indonesia? 5 Bagaimana sikap kamu terhadap masuknya budaya asing? Keterangan: Tiap nomor diberi nilai 1, maka Nilai pengetahuan = jumlah nilai yang diperoleh c. Penilaian Keterampilan Rubrik Penilaian Keterampilan (presentasi) No Nama Peserta Didik Kemampuan Presentasi Kemampuan Bertanya Kemampuan Menjawab Total Nilai 1-4 1-4 1-4 Keterangan: a) Nilai terentang antara 1-4 1 = kurang 3 = baik 2 = cukup 4 = amat baik b) Nilai = Jumlah nilai dibagi 3 Kalasan, 12 Mei 2024 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Pamong Slamet Riyadi, M.Pd. Rossi Dwi Febrianto, S.Pd., Gr.


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) RPP sesudah diintegrasikan CT Satuan Pendidikan : SMP Negeri 3 Kalasan Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Kelas/Semester : VII / 2 Tema : Keberagaman Budaya Alokasi Waktu : 2 x 40 menit INFORMASI UMUM


Identitas Modul Nama Pengampu Instansi Tahun Pelajaran Jenjang/K elas Fase Alokasi Waktu : Adella Dianprila Putritama : SMP N 3 KALASAN : 2023/2024 : VII : D : 2 X 40 MENIT Kompetensi awal Peserta didik dapat mengidentifikasi Keberagaman Budaya di Indonesia Profil Pelajar Pancasila Bergotong royong, Mandiri, Bernalar kritis, Kreatif Sarana dan Prasarana Video dan gambar tentang keberagaman budaya, Laptop, LCD Proyektor, Smartphone, Jaringan internet Target Peserta Didik Peserta didik Reguler Mode pembelajaran Tatap Muka / Luring A. CAPAIAN PEMBELAJARAN Elemen pemahaman konsep yakni peserta didik mampu menganalisis hubungan antara kondisi geografis daerah dengan karakteristik masyarakat dan memahami potensi sumber daya alam serta kaitannya dengan mitigasi kebencanaan. Elemen keterampilan proses yakni peserta didik mengorganisasikan informasi dengan memilih, mengolah dan menganalisis informasi yang diperoleh. B. KOMPONEN INTI TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik diharapkan mampu mengidentifikasi salah satu factor geografis yang mempengaruhi keragaman budaya di Indonesia PEMAHAMAN BERMAKNA Peserta didik mampu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keragaman budaya di Indonesia. PERTANYAAN PEMANTIK Coba sebutkan keberagaman apa saja yang ada di sekitar kalian! KEGIATAN PENDAHULUAN (Alokasi Waktu 20 menit) ⮞ Guru masuk kelas, mengucapkan salam, berdoa, mengecek kebersihan kelas, kerapihan siswa dan mengecek kehadiran siswa. ⮞ Guru menanyakan suasana hati anak-anak dalam kesiapan menerima pelajaran ⮞ Guru melakukan asesmen diagnostik ⮞ Apersepsi : guru memberikan pertanyaan pemantik kepada peserta didik tentang keberagaman yang ada di sekitar lingkungan siswa.


⮞ Motivasi : Guru menanyangkan video terkait keberagaman budaya yang ada di Indonesia ⮞ Menjelaskan tujuan pembelajaran. ⮞ Ice Breaking / Tes konsentrasi KEGIATAN INTI (Alokasi Waktu 20 menit) ⮞ Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan manfaat pembelajaran. ⮞ Guru membagi kelompok 5-6 orang (sesuai gaya belajar peserta didik) ⮞ Setiap kelompok diberikan topik tentang adat istiadat di Indonesia (dayak, melayu, jawa, dll). ⮞ Peserta didik kemudian mengidentifikasi budaya daerah yang diambil oleh masing-masing kelompok. ⮞ Peserta didik memilih membuat popup, infografis, maupun drama sebagai output dari pembelajaran. PENUTUP (Alokasi Waktu 20 menit ) ⮞ Guru beserta peserta didik meyimpulkan materi yang sudah disajikan . ⮞ Guru menanyakan perasaan siswa tentang pembelajaran hari ini dengan menuliskan emoticon pada setiap kelompok. ⮞ Guru memberikan gambaran untuk materi pada pertemuan berikutnya yaitu membuat output berupa karya seperti popup, drama, atau infografis. Kalasan, 12 Mei 2024 Mengetahui, Kepala Sekolah Guru Pamong Slamet Riyadi, M.Pd. Rossi Dwi Febrianto, S.Pd., Gr


ASESMEN N o Jenis Bentuk 1 Asesmen Diagnostik (sebelum pembelajaran Penilaian Sikap, guru menyajikan ice breaking /TesKonsentrasi 2 Asesmen Formatif (selama pembelajaran Penilaian Keterampilan selama proses presentasiberlangsung 3 Asesmen Sumatif (akhir pembelajaran Post Test / 5 PENGAYAAN DAN REMIDI PENGAYAAN REMIDI Menganalisis faktor-faktor keberagaman budaya di Indonesia dan apakah letak geografis suatu wilayah menentukan keberagaman tersebut? Memberikan soal –soal latihan sebanyak 5soal tentang materi yang sudah dipelajari LAMPIRAN 1 1. Asesmen Diagnostik - Pemberian ice breaking untuk melatih konsentrasi dengan menyajikan Gerakan tangan ke depan, ke atas, ke samping oleh guru dan peserta didik mengikuti ucapan guru. 2. Asesmen Selama Pembelajaran A. Asesmen Penilaian Keterampilan Asesmen Penilaian Kinerja LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK 01 No Teknik Bentuk Instrumen Waktu Pelaksanaan Keterangan 1. Unjuk Menganalisis 1 JP Penilaian


Kerja artikel mengenai keberagaman budaya di Indonesia untuk pencapaian pembelajaran RUBRIK PENILAIAN PRESENTASI Nama Kelompok : Kelas/ Semester : VII / 2 Materi Pokok : Keberagaman Budaya No AspekPenilaian Skala JumlahSkor 1 2 3 4 1 Kemampuan penyajian 2 Kemampuan menjawab 3. Kerjasama/kekompakan 4. Ketepatan Jawaban 5. Penggunaan Bahasa KET: Jumlah Skor Maksimal =.......100 IntervalNilai >87-100 A Sangatbaik


>73-87 B Baik >60-73 C Cukup <60 D Kurang 3. Asesmen Sumatif Penilaian Pengetahuan LKPD 02 NO SOAL BOBOT SOAL 1 Apa yang dimaksud dengan keberagaman budaya? 10 2 Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keberagaman tersebut? 10 3. Bagaimana keberagaman budaya memengaruhi identitas individu? 30 4. Bagaimana cara mengatasi konflik yang timbul akibat perbedaan budaya? 20 5. Apa yang dapat dipelajari dari keberagaman budaya untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan harmonis? 30 Jumlah 100


Click to View FlipBook Version