The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita, melainkan perjalanan yang memancarkan inspirasi dan kehangatan. Kisah-kisah di dalamnya tidak hanya menghibur dan memberikan pengetahuan, tetapi juga memotivasi dan menginspirasi pembaca. Dengan membaca buku ini, kita dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang arti kebanggaan menjadi bagian dari komunitas Espero yang unggul.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dikarezkyana85, 2023-07-02 07:49:58

Espero Pride: Mengungkap Cerita Kebanggaan Siswa Espero

Buku ini bukan sekadar kumpulan cerita, melainkan perjalanan yang memancarkan inspirasi dan kehangatan. Kisah-kisah di dalamnya tidak hanya menghibur dan memberikan pengetahuan, tetapi juga memotivasi dan menginspirasi pembaca. Dengan membaca buku ini, kita dapat memperoleh pemahaman mendalam tentang arti kebanggaan menjadi bagian dari komunitas Espero yang unggul.

Keywords: Espero,Pride,Cerita,Kebanggan,Cerpen,Cerpen Espero,Cerpen Espero 2023

38 Saat aku masuk sekolah, aku masih pakai seragam SD. Aku baru sadar bahwa aku dan teman SD aku terpisah kelas. Walaupun terpisah kelas, tapi kita masih bisa komunikasi satu sama lain karena jelas kita dekat. Awalawal aku bertemu dengan seseorang, dia teman kelas aku, dia juga perempuan. Emm, kita kenalan di WA. Dia duluan yang menyapa aku karena aku waktu itu masih pemalu, jadi ya wajar gitu. Dia namanya Herlia, tapi aku saat itu lebih mudah manggil nama itu sebagai Dhitya karena yang lain juga memanggilnya seperti itu, jadi aku ikut-ikutan yang lain. Saat di pagi hari, aku masih berangkat bersama teman SD aku karena aku malu saat awal masuk sekolah. Sebelum itu, saat aku sedang chatingan bersama Herlia di WA, aku sudah janji dengan Herlia bahwa aku ingin duduk di bangku bersamanya. Kemudian, aku sudah sampai di ESPERO. Aku grogi karena baru pertama kali nya aku masuk. Aku diberitahu kelasnya dimana oleh kakak alumni SD aku yang bersekolah di ESPERO. Aku ngga tau siapa yang sudah menunjukkan letak kelas aku. Mungkin itu Mba Devina karena yang pertama kali menyapa aku itu Mba Devina (kaka alumni SD aku). Saat aku bertemu pertama kali sama teman-teman kelas aku, aku menanyakan salah satu teman di situ, "Halo, kamu tau ngga Herlia/Dhitya yang mana?" kata aku. Teman di situ menjawab, "Ini aku Herlia, kamu Diandra?" kata Herlia. Nahh aku kaget ternyata itu adalah Herlia yang aku cari. Aku langsung meletakkan tas ku di samping bangku Herlia. Tiba-tiba setelah ada bel masuk, ada sekelompok OSIS masuk ke dalam kelas aku. Pada 2/3 hari kedepan aku menjalani kegiatan MPLS bersama kakak-kakak OSIS, kakak-kakak OSIS nya ramah, baik, dan asik. Kegiatan MPLS berakhir, pada hari itu ada seorang guru yang dimana guru tersebut adalah Bu Eka Novi Astuti. Kami memanggilnya Bu Eka. Bu Eka memperkenalkan


39 diri kepada kami, dan kami memperkenalkan diri balik ke Bu Eka. Bu Eka menjadi wali kelas kami, Bu Eka itu ramah, baik. Setelah 3 bulan ke depan, aku menjalani KBM, dan aku bisa mengenali satu per satu teman kelas aku dari sifatnya, orangnya bagaimana. Dengan begitu, aku bisa berteman dengan mereka. Hal ini aku merasa bangga kepada ESPERO karena selama aku masih menjadi siswa ESPERO, aku merasa sangat senang dengan momen-momen yang selama ini aku jalani di ESPERO dan para guru-guru yang sabar dalam mengajar, walaupun murid melakukan kesalahan.


40 Pengalaman Baru dan Kebersamaan yang Menyenangkan Dinda Adnin Lestari – 7B Namaku adalah Dinda Adnin Lestari, biasa dipanggil Dinda. Aku adalah siswa dari SMP Negeri 2 Kesugihan. Saat ini aku masih duduk di kelas 7 dan sebentar lagi naik ke kelas 8. Aku sangat bangga menjadi siswa SMP Negeri 2 Kesugihan karena mendapatkan pengalaman baru dan teman-teman baru. Di SMP Negeri 2 Kesugihan, pengalaman belajar sangat berbeda dibandingkan dengan sekolah lainnya. Espero adalah sekolah yang paling maju dan populer di kecamatan Kesugihan. Guru-gurunya sangat ramah dan baik. Aku juga memiliki teman-teman yang ramah dan baik hati. Di SMP Negeri 2 Kesugihan, terdapat beberapa ekstrakurikuler yang bisa diikuti, seperti Peramuka, pencak silat, PMR (Palang Merah Remaja), voli, komputer, dan lain sebagainya. Aku berharap dapat membawa nama baik sekolah SMP Negeri 2 Kesugihan. Aku sangat bangga dan senang menjadi siswa SMP Negeri 2 Kesugihan. I LOVE YOU SMP NEGERI 2 KESUGIHAN.


41 Espero: Sekolahku yang Menyenangkan Dia Parmatma -7D Hallo... Kenalin, namaku Dia Parmatma. Aku memilih SMP Negeri 2 Kesugihan karena selain jaraknya dekat dari rumah, sekolah ini juga memiliki banyak fasilitas yang memadai, seperti lab IPA, ruang multimedia, perpustakaan, ruang musik, koperasi, UKS, taman, tempat parkir, toilet, ruang OSIS, ruang Pramuka, dan tentunya ada kantin juga untuk nongki saat jam istirahat. Apalagi, ada wifi gratis, jadi semakin asyik nih... Espero termasuk sekolah Adiwiyata, atau sering disebut sebagai Green School, yang mendukung program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong pengetahuan dan pelestarian lingkungan hidup. Di kantin sekolah, kami tidak menggunakan kantong plastik, melainkan daun agar mudah terurai dan mengurangi sampah plastik yang berserakan. Di Espero, aku aktif dalam organisasi OSIS. Melalui OSIS, aku mendapatkan banyak pengalaman berharga, seperti melatih kekompakan, disiplin, kepemimpinan, dan tentunya kesabaran yang akan bermanfaat saat terjun ke masyarakat nantinya. OSIS juga membantu sekolah dalam kegiatan seperti class meeting, upacara peringatan hari besar, dan kegiatan lainnya. Pokoknya seru deh... Singkat cerita, selama di Espero, yuk daftar di sini aja. Sekian dan terima kasih.


42 Aku Bangga Menjadi Siswa SMPN 2 Kesugihan Dwi Lestari -7B Cerpen ini merupakan jawaban bagi mereka yang belum begitu mengenal SMPN 2 Kesugihan, Espero. Di luar sana, masih banyak orang yang mungkin bertanyatanya, seperti apa Espero sebenarnya? Bagaimana manajemen sumber daya di Espero, prestasinya, kenyamanan siswa dalam proses belajar, dan masih banyak pertanyaan lainnya. Buku ini mencerminkan pengalaman siswa-siswi SMPN 2 Kesugihan dalam menuangkan apa yang mereka rasakan dan alami selama menjadi siswa Espero. Pengalaman anak-anak ini ditulis dalam bentuk narasi. Mengingat pengalaman merupakan hal yang subjektif, setiap orang bisa memiliki pengalaman yang berbeda. Itu adalah hal yang wajar dan merupakan bentuk kejujuran dalam menyampaikan pendapat. Dari apa yang ditulis oleh para siswa, kita bisa melihat kekurangan dan kelebihan Espero selama ini. Kekurangan bukanlah aib, melainkan sebagai kesempatan untuk melakukan perbaikan, sehingga ke depannya SMPN 2 Kesugihan akan menjadi lebih baik dari sekarang. Dari berbagai tulisan siswa, kita mengetahui bahwa SMPN 2 Kesugihan telah meraih banyak prestasi, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, maupun tingkat internasional. Namun, di sisi lain, masih terdapat kekurangan di beberapa aspek. Mulai dari masalah disiplin hingga kebersihan lingkungan. Semua kekurangan dan kelebihan ini harus kita jadikan sebagai evaluasi diri untuk menentukan langkah-langkah berikutnya dalam memperbaiki SMPN 2 Kesugihan.


43 Aku bangga menjadi siswa SMPN 2 Kesugihan, Espero! Espero jaya-jaya-jaya...


44 Petualangan di Hari Pertama Sekolah Endah Sri Agustin -7G Pada pagi hari, di hari Senin, adalah hari pertama saya berangkat sekolah yang baru, yaitu SMP Negeri 2 Kesugihan. Aku diantar oleh ibuku. Waktu itu aku masih mengenakan baju olahraga SD. Setelah sampai, aku masuk ke kelas VII-G. Aku masuk dengan perasaan yang takut, karena khawatir tidak bisa memiliki teman. Setelah masuk, aku berhenti sejenak dan keluar lagi dari kelas karena tidak melihat kursi yang kosong. Lalu, aku bertanya kepada Bu guru yang lewat, "Maaf bu, mau bertanya, apa benar ini ruang kelas VII-G?" tanyaku. "Iya, benar, Mbak," jawab Bu guru itu. Setelah aku bertanya ke Bu guru, aku langsung masuk ke kelas dan duduk di sebelah anak perempuan bernama Fara Adelia. Kami banyak mengobrol dan menjadi akrab. Namun, kami sedikit terganggu oleh ulah temanku yang duduk di belakang bangku kami, yaitu Kharis dan Iqbal. Mereka sangat nakal dan suka menjaili aku dan Fara. Bahkan, saat pelajaran berlangsung, Kharis mengambil tas Fara dan menyembunyikannya, sehingga membuat kerusuhan. Singkat cerita, waktu belajar selesai, saatnya istirahat. Saat istirahat, aku tidak membeli jajan karena aku tidak tahu di mana lokasi kantin. Jadi, aku dan Fara memutuskan untuk duduk di depan kelas sambil bercerita. Singkat cerita, bel pulang berbunyi, dan aku segera berkemas untuk pulang. Dalam beberapa menit, aku tiba di rumah.


45 Kenangan Indah di SMP Negeri 2 Kesugihan: Persahabatan dan Perjalanan Bersama Febila Nur Sesa – 8A Aku, Febila Nur Sesa, bersekolah di salah satu sekolah yang berlokasi di Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Sekolahku merupakan salah satu sekolah terbaik di Kesugihan. Murid-murid di sekolahku terkadang mendapatkan prestasi, sehingga sekolahku banyak dipandang baik oleh orang-orang. Sekolahku hijau dan indah. Ada banyak pohon yang membuat udara segar. Memiliki lapangan besar yang digunakan untuk upacara atau melakukan acara lain, itu salah satu hal yang membuatku bangga pada ESPERO. Jadi, waktu itu hari pertama masuk sekolah pada masa pandemi, dan kelas kami terpisah seperti sesi-sesian. Semua anak baru sibuk memilih meja mereka masingmasing. Karena aku dan Gista sekelas, jadi aku tidak terlalu bingung di kelas baruku. Aku lantas memilih meja paling belakang. Namun, belum lama aku duduk, dua murid perempuan mendatangiku dengan wajah senang. "Hei, siapa namamu?" begitu kata anak perempuan hitam manis. Wajahnya menunjukkan sisi arogan dan sisi penyayang. Sementara murid yang lebih kurus di sebelahnya tersenyum padaku, entah untuk alasan apa. "Aku, Febila Nur Sesa. Panggil aku Febila saja," jawabku. Lalu aku bertanya kepada mereka berdua, "Siapa nama kalian?" seraya tersenyum. "Namaku Almira Ayu Kirani, panggil saja Ayu." Anak perempuan di sebelahnya pun memperkenalkan dirinya sembari tersenyum manis


46 padaku, "Kalau namaku Almira Ivah Cerelia, kamu bisa panggil aku Ivah." Aku pun ikut tersenyum kepada mereka setelah berkenalan dengan mereka berdua. Lalu Ayu, Ivah, dan aku pun bercerita tentang masa SD kita. Singkatnya, begitulah pertemanan kami dimulai. Aku tidak begitu tahu kenapa Ayu dan Ivah sering menyapa atau menghampiriku, tapi aku juga senang bisa mempunyai teman di kelas. Aku sudah sangat terbiasa dengan jalan hidupku bersama orang tuaku yang galak dan tegas. Terbiasa bercerita masalah sepele dan berat bersama Kpop, cintaku. Semakin terbiasa dengan ocehan teman-teman yang tidak ada habisnya. Aku dan mereka, selain main game, hal yang akan kita lakukan bersama-sama adalah ngobrol yang tidak berfaedah. Namun, terlepas dari sifat mereka yang seperti itu, mereka adalah teman yang baik. Jadi, sejauh ini aku nyaman berteman dengan mereka. Saat itu, kita bersekolah dengan menggunakan masker dan menjauhi kerumunan. Hari-hari berjalan seperti biasa, dan kami selalu bersama, sampai pada saat kelas kita digabung aku bertemu dengan Salwa, Sifa, Tiara, Wilda, Kia, Sasya, Tika, Talenta, dan Wulan. Dan kita menjadi compact friends. Satu tahun telah berlalu kita lewati bersama dengan Bu Yanti selaku wali kelas kita. Rasanya sebentar sekali membuat kenangan bersama mereka semua. Namun, kita melewatinya dengan senang hati karena naik kelas 8 bersama-sama, happy so happy. Sekarang wali kelas kita semua adalah Bu Wahyu, seorang guru PKn. Farewell to Mrs. Yanti still makes an impression on this heart, but we are also proud of Mrs. Wahyu who is our homeroom teacher. Hari-hari telah berlalu, serasa cepat sekali. Tiba saatnya perpisahan


47 terulang lagi dengan satu murid laki-laki di kelas kita, Farrel Ericsson. Dia memang nakal dan usil terhadap teman sekelas, tetapi perpisahan tetaplah perpisahan yang membuat hati sedikit tidak rela mengiklaskan murid di kelas kita. Itu adalah keputusan Farrel sendiri untuk melepas jabatannya sebagai siswa ESPERO, sangat disayangkan sekali perjuangannya tapi apa boleh buat? Sebulan yang lalu, seluruh siswa kelas VIII melakukan study tour ke Jakarta. Rasanya senang sekali bisa study tour bersama teman-teman. Tetapi saat perjalanan ke Jakarta, terjadi sesuatu yang menimpa diriku ini, aku... mabuk perjalanan... hehe. Teman-teman membantuku agar aku tidak terlalu memikirkan bagaimana nasib kedepanku nanti saat perjalanan yang masih panjang. Aku merasa ingin pulang saja rasanya, rasanya tidak enak sangat tidak enak di badan. Tapi aku tetap melakukan apa yang harus aku lakukan di sana, untuk belajar di luar sekolah. Saat bus sudah sampai di rest area, aku pun turun dari bus untuk makan dan sholat. Saat aku mengantri mengambil makan malam, aku melihat ada beberapa siswa SMP lain yang sedang berfoto-foto di bawah sana. Lalu aku memakan makan malam tersebut bersama Salwa dan Sifa di sudut ruangan. Setelah kita makan, kita pun turun dan melakukan kegiatan wajib umat Islam, sholat. Kita sholat jama' taqdim karena kemungkinan bus tidak akan berhenti lagi. Setelah makan dan sholat, bus pun jalan lagi entah ke mana. Aku sudah sangat pusing saat itu. Singkat cerita, malam hari kita semua sudah sampai di Bekasi untuk buang air kecil ataupun makan-makanan ringan di sana. Saat itu aku diberi obat oleh Mba Hilal selaku perawat RS yang bertugas merawat siswa kelas 8 ini. Sebelum Subuh, aku bergegas untuk mandi dan berwudhu, tapi jangan lupa mengantri. Aku bersama


48 Indah Lestari pun selesai berwudhu lalu kita menuju masjid di sekitar sini. Setelah selesai sholat, aku dan Indah balik ke kamar untuk beristirahat sebentar, lalu makan. Dan kita semua pergi ke Lubang Buaya. Lalu kita ke ODS dan ke Dufan, sebelum Maghrib kita sudah di depan hotel untuk beristirahat semalaman. Sudah larut malam, Ayu, Ivah, Aku, Gista, dan Hellen pun tidur. Sangat nyaman namun sebentar. Lalu, kita semua ke Monas dan ke kota tua. Aku tidak ikut karena pusing. Setelah dua hari tiga malam, akhirnya aku menginjakkan kaki di rumah dan secepat mungkin aku tidur di rumahku ini, sampai bangun pun jam setengah 12 siang. Kita semua menjalani hari-hari seperti biasa, suka dan duka. Tidak ada yang istimewa tapi aku bangga sampai detik ini aku masih berada di SMP Negeri 2 Kesugihan. Aku bangga memiliki teman-teman yang baik dan penyayang meskipun ada beberapa kata-kata mereka yang saling menyinggung perasaan satu sama lain, termasuk aku juga. Aku juga bangga memiliki wali kelas yang baik dan cerewet, tapi aku beruntung mendapatkan wali kelas seperti beliau. Aku juga bangga memiliki guru-guru yang hebat akan kesabarannya mengajar kami, meskipun terkadang sering jengkel akan tingkah yang dilakukan kita. Aku juga bangga akan siswa ESPERO di sini, mereka bekerja keras memperoleh nilai yang memuaskan bagi orang tua mereka, termasuk aku. Aku bangga bisa bersekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan dan mendapat banyak hal yang membuatku termotivasi, dan mendapat hal yang baru dan menarik. Selalu ada perasaan yang tidak menentu setiap kali aku menuliskan ucapan demi ucapan yang terangkai. Yang pasti, itu adalah perasaan yang positif dan juga menggelitik. Maka yang pertama dan yang selalu menjadi utama dalam doa adalah terima kasihku kepada Allah SWT, yang tak henti-hentinya memberikan kejutan dalam hidupku hingga detik ini. Selanjutnya


49 kepada kedua orangtuaku yang pada detik ini selalu kudoakan semoga dalam keadaan sehat dan sabar dalam menghadapi segala ujian hidup. Terakhir, kepada pembaca, aku tahu betapa tidak sempurnanya cerita ini. Sebab yang sempurna hanyalah Sang Pencipta. Semoga kalian menyukai cerita ini.


50 Kegembiraan Menjadi Siswi SMP Negeri 2 Kesugihan Febri Rahmania Putri -7A Perkenalkan, nama saya Febri Rahmania Putri, biasa dipanggil Febri. Saya adalah siswi di SMP Negeri 2 Kesugihan, masih duduk di kelas 7A. Saya merasa sangat bangga bersekolah di sini, mengapa? Karena SMP Negeri 2 Kesugihan adalah salah satu sekolah impian saya sejak saya berada di MI. Selama tiga hari MPLS sebagai siswi baru, saya mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu yang bermanfaat dari kegiatan tersebut. Saya juga berkenalan dengan banyak teman baru dan lebih mengenal lingkungan sekolah. Saat MPLS, kami didampingi oleh anggota OSIS seperti Kak Nuri dan anggota OSIS lainnya. Kegiatan MPLS sangat menyenangkan dan seru, dengan banyak agenda yang dilaksanakan, dan melibatkan seluruh siswa dan siswi baru. Aku bangga menjadi siswi SMP Negeri 2 Kesugihan karena guru-gurunya baik dan ramah. Selain itu, siswasiswinya juga sangat hebat, ada yang menjadi juara dalam bidang menyanyi dan atletik. Di Espero, sering diadakan lomba-lomba untuk meramaikan perayaan hari kemerdekaan, tahun baru Islam, dan clasmeeting. Yang paling menyenangkan adalah kadang-kadang kami belajar di luar kelas. Di Espero, ekskulnya juga menarik seperti menari, pencak silat, Pramuka, voli, dan masih banyak lagi. Kadang-kadang ekskul juga mengisi acara seperti purna Widya kelas 9 yang baru saja dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kesugihan. Siswa-siswi yang bersekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan ini sangatlah pintar, dan ada kakak


51 kelas yang mendapatkan piala besar karena telah mengikuti atau mewakili lomba menyanyi. Sungguh seru bersekolah di Espero, tidak akan ada penyesalan untuk bersekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan. Aku bangga menjadi siswa Espero. Espero... Jaya, Jaya, Jaya!


52 Membangun Kepercayaan Diri Melalui Perjalanan Interaksi Sosial Febriyan Faiq Anugerah -8C Pada saat saya berada di kelas 7, saya menghadapi tantangan dalam membangun kepercayaan diri. Saya adalah seorang yang pendiam dan selalu merasa minder dalam melakukan sesuatu. Namun, saya memiliki tekad untuk mengubah kepribadian saya agar menjadi lebih baik di masa depan. Saya memulai dengan mencoba untuk lebih aktif berinteraksi dan mengenal banyak teman. Salah satu langkah yang saya ambil adalah bergabung dengan organisasi OSIS di Espero. Saya berharap dapat memperluas wawasan saya dan membentuk karakter yang lebih baik melalui keanggotaan di organisasi ini. Di dalam OSIS, saya belajar tentang pentingnya kepedulian dan kerjasama. Selain itu, saya juga memiliki kesempatan untuk menjalin banyak pertemanan yang baru. Selain menjadi bagian dari OSIS, saya juga mengikuti kegiatan Pramuka. Di dalam organisasi Pramuka, saya dapat melatih disiplin dan kemandirian. Berbagai kegiatan seru, seperti latihan rutin, memberikan saya pengalaman berharga tentang arti kebersamaan dan kerjasama. Melalui perjalanan ini, saya belajar untuk lebih percaya diri dan mengatasi rasa minder. Interaksi sosial yang saya lakukan membantu saya memperluas lingkaran pertemanan dan meningkatkan keberanian dalam menghadapi tantangan. Saya merasakan manfaat dari keterlibatan dalam organisasi-organisasi tersebut dan semakin yakin bahwa kepercayaan diri dapat terus


53 tumbuh dengan pengalaman dan usaha yang terus dilakukan.


54 Menaklukkan Perubahan dan Berkembang Bersama Feby Zaqiya Tri Maharani - 7E Dulu, aku berpikir bahwa berpindah ke tempat baru adalah hal yang menakutkan. Bagaimana tidak? Kita akan bertemu dengan segala sesuatu yang baru, seperti teman, lingkungan, dan kebiasaan. Terkadang, kita juga dituntut cepat-cepat beradaptasi. Namun, perpindahan bukanlah suatu hal yang bisa kita kendalikan. Bagaimanapun, hidup kita akan terus berganti tempat, kebiasaan, ataupun teman. Kita hanya bisa menjalaninya dengan keberanian untuk terus tumbuh dan belajar dari apa yang kita temui di tempat yang baru. Inilah cerita bagaimana perpindahanku dari SD ke SMP Negeri 2 Kesugihan, sebuah tempat yang kubanggakan, tempat yang menjadi kolam penuh pembelajaran. Setiap sudut sekolah ini selalu diselimuti suasana yang indah dan tenang. Pemandangan hijau dan udara sejuk dari pepohonan, serta warna-warni cantik dari bungabunga, membuat kegiatan belajar terasa lebih khidmat dan menyenangkan. Dari lingkungannya saja, sekolah ini sudah keren. Bangunan dan fasilitasnya bagus, serta lingkungannya yang asri, mampu menciptakan kegiatan belajar siswa lebih fokus. Kelas 7E adalah kelasku, di sinilah aku banyak mendengarkan nasehat dan motivasi besar dari guruguruku. Mereka tidak hanya mengajarkanku materi Sejarah, Matematika, atau hukum Newton. Mereka juga membimbingku untuk menjadi manusia merdeka, sesuai dengan kata-kata Ki Hajar Dewantara bahwa tujuan pendidikan adalah memerdekakan manusia. Manusia merdeka memiliki dua poin penting: selamat raga dan bahagia jiwa. Sekolah ini memberikan


55 kebebasan berekspresi, mendukung, serta mengembangkan minat dan bakat siswa. Aku banyak menjumpai guru-guru dengan berbagai karakteristik dan luas wawasan di sekolah ini. Wawasan guru-guru yang luas membuatku semakin mengenal potensi, minat, bakat, dan memiliki sudut pandang yang beragam. Faktor ini menjadi pendorong yang hebat bagi perkembanganku. SMP Negeri 2 Kesugihan, sekolah yang menjadi tempat orang-orang berkarakter dan berprestasi. Prestasi teman seangkatanku dan kakak-kelas yang gemilang semakin kuatkan rasa banggaku menjadi salah satu pelajar di sekolah ini. Saat acara kelulusan kakak-kelas di tahun 2023, aku melihat banyak yang melanjutkan ke SMK atau SMA favorit di kota. Pencapaian mereka menjadi contoh yang baik bagi kami, adik-adik kelas, sekaligus memotivasi kakak-kelas yang telah lulus. Pencapaian siswa di sekolah ini tak lepas dari dukungan dan bimbingan SMP Negeri 2 Kesugihan yang memberikan dukungan untuk menjadikan siswanya berprestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik. Bersekolah di sini, rasanya banyak hal baik yang terjadi dalam kehidupanku.


56 ESPERO: Menggapai Keajaiban di Balik Kebersamaan Feranika Ramadhani Irawansyah – 7B Pada saat pertama kali aku menginjakkan kaki di Esporo, ada rasa bangga terselip di dalam hatiku. Guru-guru di sana sangat ramah dan baik. Ketika aku pertama kali masuk kelas, aku belum bisa menyesuaikan diri. Namun, setelah Bu Sri Haryanti, wali kelas kami, datang, aku mulai bisa beradaptasi dan mengerti. Saat MPLS, kakakkakak pengurus OSIS yang ditugaskan untuk membimbing kami dengan baik menjalankan tugas mereka. Mereka mengajak kami berkeliling sekolah dan memperkenalkan kami pada ruang-ruang yang ada di Esporo. Perpustakaan Bale Pitedah merupakan perpustakaan yang ada di sekolah kami. Di dalamnya terdapat banyak buku pengetahuan dan novel yang bisa dibaca. Ruangannya sangat nyaman dan dilengkapi dengan AC. Aku juga menjadi Pengurus OSIS tahun 2022/2023 di sekolah. Banyak cerita yang aku dapatkan saat mengikuti organisasi tersebut. Setelah selesai ujian, kami mengadakan event classmeet agar para murid tidak bosan dan untuk menambah keseruan dalam berinteraksi. Aku merasa sangat beruntung bersekolah di Esporo. Selain lingkungan sekolah yang baik, bersih, dan nyaman, para guru di sana juga sangat ramah dan baik.


57 Hari Pertama di SMP N2 Kesugihan Fika Shcindy Indriyani – 7G Suatu hari, mau masuk sekolah SMP, saya terlihat bingung dan berfikir, mengagumi betapa senangnya saya saat mau memasuki sekolah SMP. Saat saya pertama-tama masuk ke sekolah, saya terkejut betapa besarnya sekolahnya, sampai-sampai saya bingung di mana letak kelas saya yang baru. Setelah itu, saya bertemu dengan kawan SD saya saat di lapangan depan, tempat berkumpulnya semua murid baru. Pertama kali saya jumpa dengan kawan baru saya, yaitu Annisa. Annisa pun bertanya, "Siapa namamu?" Lalu saya menjawab, "Nama saya Fika." Beberapa menit bercakap-cakap dan berkenalan, lalu saya menjadi kawan baiknya. Saat pemilihan kelas pun tiba-tiba kami menjadi satu kelas. Di kelas itu, guru-guru lain pun memperkenalkan dirinya dan juga murid-murid lain. Besoknya pun tiba, kami semua berkeliling sekolah dan melihat apa yang ada di sana. Beberapa hari pun saya mendapatkan teman baru juga, yaitu Desi Risti. Pas depan tempat duduk, dianya di depan dan saya di depan. Lalu saya berkenalan dan bercakap-cakap, dan akhirnya menjadi teman baik. Saya pun juga mendapatkan teman yang melebihi dari sekadar teman, yaitu Annisa, Risti, Desi, dan juga teman-teman lainnya. Lalu, saya, Annisa, Risti, Desi, Dewi, menjadi sahabat walaupun beda tempat duduk. Itulah cerita saya sewaktu memasuki Sekolah SMP N2 Kesugihan. Di situ saya mendapatkan kawan dan juga sahabat-sahabat yang sangat baik, dan juga bisa diajak bercanda satu sama lain.


58 Berkilau di Pelantikan Pramuka: Kenangan Menjadi Siswa ESPERO Gracia Verlitha Febriana - 7H Hallo, nama saya Gracia Verlitha Febriana, yang biasa dipanggil Lita. Saya duduk di bangku kelas 7H, dan saya ingin bercerita tentang kebanggaan menjadi siswa di Espero. Espero, atau SMP Negeri 2 Kesugihan, terletak di Jl. Betet Selarang, Kesugihan. Gedungnya memiliki berbagai macam ruangan, seperti ruang kelas, ruang guru, koperasi, perpustakaan, kamar mandi UKS, dan lain-lain. Saya sangat senang bersekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan. Di Espero, selain pelajaran, terdapat juga kegiatan ekstrakurikuler seperti voli, basket, pencak silat, dan lainnya. Saya memilih mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka karena kegiatan pramuka wajib diikuti oleh kelas 7, mulai dari kelas 7A sampai kelas 7H. Suatu hari, diumumkan bahwa Minggu depan akan dilaksanakan pelantikan yang wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 7. "Nur, apakah kamu akan ikut pelantikan besok?" tanya saya kepada Nur, teman sebangku. "Iya, besok aku ikut. Kamu ikut juga, kan?" tanya Nur kepada saya. "Iya, saya ikut. Apa yang harus dipersiapkan untuk pelantikan Minggu depan?" tanya saya kepada Nur. "Kita harus memakai seragam pramuka lengkap, membawa makanan ringan, air mineral, dan perlengkapan lainnya," jawab Nur menjawab pertanyaan saya. Hari pelantikan tiba. Saya berangkat dari rumah jam 6.30 atau setengah tujuh pagi. Pukul delapan, upacara pembukaan pelantikan pramuka dilaksanakan. Setelah upacara selesai, seluruh siswa menyiapkan barang-


59 barang yang akan dibawa hiking sesuai dengan regu masing-masing. Selama perjalanan, setiap regu bermain di setiap pos. Permainan pertama dilaksanakan di lapangan sekolah, yaitu pos semaphore dan morse. Di pos terakhir, ada permainan estafet air (siswa menggunakan pakaian kaos olahraga) yang dilakukan di lapangan tengah sekolah. Setelah selesai melakukan estafet air, siswa diharapkan mengganti baju pramuka, kemudian istirahat. Makanan sudah disediakan di sekolah. Setelah istirahat, siswa berkumpul untuk upacara penutupan dan pengumuman juara hiking.


60 ESPERO, Sekolah Impian dengan Pengalaman Tak Terlupakan Hanifah – 7F Hai, kali ini aku akan menceritakan tentang awal aku masuk disekolah kebanggaanku, yaitu SMP Negeri 2 Kesugihan. Ketika pertama kali mendaftar, aku terpesona dengan bangunan kelas yang luas dan fasilitas yang baik serta keren. Aku juga diperkenalkan kepada guru-guru cantik, ganteng, dan ramah. Setelah diterima di sekolah ini, aku dan teman-temanku dibantu oleh OSIS untuk mengelilingi seluruh area sekolah. Ada banyak ruang, mulai dari perpustakaan, ruang komputer, laboratorium IPA, ruang seni, hingga ruang olahraga. Sekolah ini menyediakan beragam ekstrakurikuler dari berbagai mata pelajaran dan juga kegiatan olahraga seperti sepak bola, voli, atletik, dan lainnya. Tak hanya itu, di sekolah ini juga terdapat kolam ikan yang dihuni ikan emas. Terdapat 8 kantin dengan berbagai macam makanan di setiap kantinnya. Di sekolah ini, kami diberikan peraturan untuk membawa peralatan makan dari rumah seperti piring, gelas, dan sendok sebagai langkah mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Sekolah ini juga dikenal dengan nama Espero atau "SMP Negeri Loro". Guru-guru di sini memiliki sifat yang berbeda-beda, dengan tingkat ketegasan yang membuat siswa merasa takut namun tetap menghormati mereka. Ekskul wajib di sini adalah Pramuka, dengan kakak penegak, dewan penggalang, dan kakak pembina yang keren, tegas, dan sangat kompak. Aku sangat tertarik untuk mengikuti ekstrakurikuler ini karena sekolah ini benar-benar keren dan menarik. Aku bangga bersekolah di sini karena mendapatkan banyak


61 wawasan dan pengalaman. Terima kasih kepada Espero, semoga sekolah ini selalu jaya dan menjadi yang terbaik.


62 Menghadapi Tantangan dan Menyukai Pembelajaran Henning Quinnahta – 7H Ternyata sudah hampir satu tahun ini saya bersekolah di Espero. Sekolah di Espero sangat menyenangkan karena dapat memperluas wawasan, memahami cara melestarikan lingkungan, dan pembelajarannya tidak membosankan. Banyak hal yang membuatku bangga menjadi siswa Espero. Saat ini, saya akan naik ke kelas 8. Dahulu, saya santai dalam belajar, tapi sekarang semuanya berubah. Tugas menumpuk, ulangan harian dadakan, dan sistem zonasi yang diterapkan di sekolah. Saya sempat mengeluh, tapi saya sadar bahwa bersekolah tidak harus dijadikan beban. Pelajaran yang saya suka adalah IPS karena IPS mengajarkan kita tentang realitas masa depan. Sebagai siswi dari kelas 7H, saya sangat bangga menjadi bagian dari SMP Negeri 2 Kesugihan.


63 Awal yang Menakjubkan: Pertemanan di Hari Pertama Sekolah Herlia Dhityantri – 7E Awal masuk sekolah adalah hal yang paling membuat jantung jedag-jedug karna gugup. Yah, siapa coba yang tidak gugup di hari pertama nya sekolah di sekolah yang baru. Ketika masih SD, aku berpikir bahwa saat naik ke SMP, semuanya akan menjadi mengerikan dan menyeramkan. Namun, begitu aku naik ke SMP, aku menyadari bahwa SMP adalah tempat yang menyenangkan, penuh dengan teman, dan hal-hal lain yang menarik. Pada hari pertama masuk ke SMP Espero, gugup melanda diriku. Aku sempat berpikir, "Bagaimana jika aku tidak punya teman di sini?" Rasanya cemas, khawatir, dan terlalu banyak berpikir bahwa aku mungkin tidak akan memiliki teman. Ketika aku sedang berdiam diri dan melamun di depan kelas, tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundakku. Aku menoleh dan ternyata itu adalah teman sekelas. Dia bertanya, "Kamu sendiri di sini?" Aku menjawab, dan dia yang pertama kali mengajakku berbincang-bincang. Aku mengatakan, "Iya, aku belum kenal siapa-siapa di sini." Dia langsung memperkenalkan dirinya, "Oh, kenalin aku Diandra. Panggil aku Dian aja sebagai nama singkatnya." Aku juga memperkenalkan diri, karena rasanya tidak nyaman jika tidak dijawab. Aku berkata, "Kenalin, nama aku Herlia. Kamu bisa panggil aku Dhitya saja." Ketika aku menyebut nama "Dhitya," dia bertanya, "Hah? Nama kamu Herlia, tapi kok panggilannya Dhitya?" Aku menjawab, "Iya, namaku Herlia Dhityantri. Biasanya


64 mereka memanggilku Dhitya di rumah." Setelah aku menjelaskan alasan tersebut, dia mengangguk sebagai tanda pengertian. Kring~ bel berbunyi, menandakan sudah waktunya masuk ke kelas. Pada hari pertama itu, aku duduk bersama Diandra, orang yang mengajakku berkenalan. Saat semua murid masuk ke dalam kelas, tiba-tiba muncul seorang kakak OSIS. "Halo semuanya , kami dari OSIS datang kesini dengan tujuan mendampingi kalian di hari pertama sekolah di Espero dan ingin mengucapkan selamat datang di Espero." Setelah bermain dan berkenalan dengan kakak OSIS dan teman-teman, bel berbunyi menandakan waktunya istirahat. Saat jam istirahat, aku menghabiskan waktu dengan mengobrol bersama Diandra dan berkenalan dengan teman-teman lainnya. Bel berbunyi, menandakan sudah waktunya masuk ke kelas. Di situlah kami pertama kali bertemu dengan guru yang akan menjadi wali kelas kami. Guru tersebut bernama Bu Eka Novi Astuti, biasa dipanggil Bu Eka. Kami berkenalan dengan tujuan untuk menjadi lebih dekat. Tiba-tiba, ada teman perempuan yang memanggilku dengan sebutan "Her". Aku kaget, dan saat aku menoleh, ternyata ada Miftahul Jannah, teman yang duduk di belakangku. Dia memperkenalkan dirinya, "Halo, aku Miftahul Jannah. Panggil aja Jannah." Aku mengangguk sebagai tanda bahwa aku mengerti. Fyi, dia sudah tahu namaku karena saat bermain dengan kakak OSIS, aku kalah dan diharuskan berkenalan di depan teman-teman. Kring~ bel pulang berbunyi, semua segera bersiap-siap pulang. Sebelum pulang, kami tidak lupa berdoa terlebih dahulu untuk meminta keselamatan dalam perjalanan pulang.


65 Di Antara Sinar Matahari dan Es Krim Inas Dwi Munnaya – 7B Cuaca hari ini sangat panas, sinar matahari begitu menyengat sehingga aku cukup lelah saat ini. Hai, namaku Aya. Saat ini aku sedang berada di gazebo dekat mushola yang berada di dalam SMP N 2 Kesugihan, atau biasa disingkat Espero. Saat ini aku sedang menunggu giliran untuk pendaftaran. Aku mendaftar bersama ayahku, namun ayahku sedang kembali ke rumah karena aku lupa membawa kartu keluarga. "Huh..., cape banget sih? Mana dapat nomor antrian 300 pula. Mau nunggu sampai kapan ini," keluhku. "Halo, ade. Boleh kenalan?" tanya seorang wanita yang tiba-tiba muncul di sebelahku, mungkin dia adalah kakak kelasku nanti. "Boleh, kak. Nama saya Aya," jawabku. "Halo, Aya. Nama kakak Mina. Salam kenal ya." Kak Mina mengulurkan tangannya sambil tersenyum padaku. Karena aku tahu bahwa kak Mina ingin bersalaman tangan denganku, aku tentu langsung menjabat tangan kak Mina sambil ikut tersenyum juga. "Kamu kok kelihatannya seperti sedang kesal, Aya?" tanya kak Mina padaku. "Ini, kak. Aku dapat nomor antrian mendaftar dinomor 300. Aku cape untuk menunggu," jawabku sambil menghela nafas. "Wah, lama juga ya, haha. Tapi tenang, deh. Kalau kamu bersabar dan diterima di Espero, kamu gak akan nyesel


66 deh." Kak Mina tersenyum padaku sambil memegang pundakku yang sudah mulai letih. "Benarkah, kak?" tanyaku. "Iya dong. Sini, karena kamu kelihatan sangat lemas. Gimana kalau kita beli es krim aja yuk, sambil berjalan ke tempatnya sambil kakak jelaskan ada apa saja di Espero." Kak Mina bangun dari duduknya lalu berjalan duluan di depanku. "Ayo, cepat mau es krim gak? Kakak traktir nih." Mendengar itu, aku segera berjalan mendekati kak Mina dan mulai berjalan bersama. "Haha, kakak baik deh." Melihatku yang menjadi lebih bersemangat, Kak Mina menggeleng-gelengkan kepalanya. Namun, semakin aku jalan, aku semakin bingung. Memangnya di dekat sini Indomaret atau Alfamaret? Tapi aku tidak melihat ada keberadaan dua toko itu disekitar sini. "Kak, memangnya di sini ada Indomaret atau Alfamaret? Kok ada es krim?" Mendengar perkataanku itu, kak Mina tertawa, entah karena apa. "Di sini tidak ada Indomaret ataupun Alfamaret, tapi es krimnya berada di koperasi. Koperasi bukan hanya menyediakan es krim saja, tapi ada juga beberapa jajanan lainnya. Dan juga, jika nanti kamu diterima di sini, kamu dapat membeli perlengkapan seragam sekolah juga di koperasi dan buku pendamping." Setelah mendengar penjelasan kak Mina, aku baru mengerti. "Nah, di sana itu perpustakaan. Kamu juga bisa meminjam buku di sana apabila kamu sudah mendapatkan kartu perpustakaan. Tapi jika kamu tidak ingin meminjamnya, kamu bisa membaca di dalam perpus saja, karena di dalam perpustakaan ada AC-nya,


67 jadi kita akan merasa nyaman saat membaca." Kak Mina menunjuk salah satu ruangan yang kami lewati. "Nanti juga, saat kamu sudah diterima, kamu akan dipinjamkan sebuah buku paket pada masing-masing pelajaran." Mendengar penjelasan Kak Mina, aku hanya mengangguk dan ber-"oh" ria. "Nah, ini dia koperasinya. Ayok, masuk." Kak Mina masuk terlebih dahulu sebelum aku. Didalamnya ada beberapa tumpukan kardus dan juga buku pendamping yang masih berada di dalam plastik. Namun, saat masuk, aku langsung melihat beberapa makanan yang terpampang di rak makanan, dan juga saat masuk kulkas, es krim berada tepat di sebelah kiri kita. Lalu ada sebuah kulkas di sebelahnya untuk mendinginkan aqua ataupun minuman lainnya. Setelah aku membeli es krim, aku dan Kak Mina duduk di depan koperasi karena disitu disediakan tempat duduk dan meja untuk makan tentunya. "Jika kamu sudah diterima disini, kamu bisa mendaftar OSIS ataupun DP. Kamu pasti sudah tau apa itu OSIS, kan? Nah, jadi kakak akan menjelaskan apa itu DP. DP ini singkatan dari Dewan Penggalang yang menjadi pengurus di pramuka. Jika kamu ingin mendaftar menjadi DP, kamu akan mendapat julukan CDP terlebih dahulu, yaitu calon dewan penggalang. Dan jika kamu ingin mendaftar OSIS, kamu harus diseleksi dulu, lalu dilantik saat upacara bendera, supaya kamu benarbenar dapat menjadi OSIS." Penjelasan kak Mina membuatku semakin penasaran apa saja yang berada di Espero. "Pasti lelah ya, kak?" tanyaku sambil memakan es krim. "Eeh, tidak kok. Malah menyenangkan jika kamu dapat menjadi anggota OSIS maupun DP, karena dapat pengalaman baru dan teman baru. Dan juga, selama kamu masih berada di kelas 7, kamu akan diwajibkan


68 untuk mengikuti ekstrakulikuler pramuka setiap hari Jumat. Dan juga nanti kamu akan dilantik menjadi penggalang, penggalang ramu, penggalang rakit, dan penggalang terap. Selama kamu dilantik, kamu akan berjalan-jalan mengelilingi beberapa tempat dan baru akan dilantik." Selama kak Mina menjelaskan, aku hanya mengangguk-ngangguk sambil berusaha menghabiskan es krimku. "Oh ya, dan juga di Espero memiliki banyak ekstrakulikuler, jadi kamu dapat memilih sesuai apa yang kamu suka." Aku suka penjelasan kak Mina karena mudah dimengerti, dan juga Kak Mina sangat baik hati. Setelah itu, aku berterima kasih pada Kak Mina karena sudah menghiburku dan membelikan aku jajan. Lalu, aku segera kembali ke tempat pendaftaran, dan ternyata sudah sampai di urutan nomor 300. Setelah aku menunggu hari demi hari, akhirnya ada pengumuman bahwa aku diterima di Espero. Begitu senangnya aku membayangkan bagaimana aku menjadi salah satu keluarga Espero. Saat hari masuknya pelajar baru, tentu dilaksanakan MPLS. Kami dibimbing oleh anggota OSIS, mengelilingi seluruh sekolah, dan juga mengenalkan tempattempatnya. Dari situ, aku juga tahu bahwa Kak Mina adalah salah satu anggota OSIS di Espero. Begitu banyak pengalaman yang aku dapatkan di Espero. Gurunya juga baik dan menyenangkan. Espero memiliki banyak sekali piala karena banyak siswa berprestasi di SMP ini. Biasanya juga, setiap kelas diberi kesempatan untuk menjadi petugas upacara sesuai urutan kelas. Yang paling aku suka adalah Espero memiliki 8 kantin dan 1 koperasi yang menyediakan banyak jajan, jadi aku bisa membeli banyak jajan, hehe. Bukan hanya kantinnya yang banyak, tapi muridnya juga sangat


69 banyak, karena kelasnya mulai dari kelas A sampai H di setiap tingkatan kelas 7, 8, 9. Saat ada acara seperti Maulid Nabi, Ramadhan, class meeting, Espero terkadang mengadakan beberapa acara maupun lomba, jadi kami mendapatkan pengalaman untuk tampil di depan orang banyak. Tempat parkir sepeda juga dibagi mulai dari kelas 7, 8, 9 A sampai H. Saat aku mendaftar untuk masuk ke Espero, banyak sekali siswa-siswi yang bersaing supaya dapat diterima di Espero. Karena itu, aku bangga menjadi salah satu murid yang beruntung dapat menjadi bagian dari keluarga Espero.


70 Kesuksesan dan Kebahagiaan di SMP N 2 Kesugihan Intan Oktafinanti – 8F Aku adalah siswi SMP N 2 Kesugihan, aku kelas VIII dan yg Namaku Intan Oktafinanti. Aku adalah siswi SMP N 2 Kesugihan, kelas VIII, dan sekarang, pada tanggal 24 Juni 2023, naik ke kelas IX. Pada awal masuk sekolah tahun 2021 di SMP N 2 Kesugihan, aku merasa sangat asing dengan halaman dan ruang kelasnya. Bahkan, aku juga terpisah dengan teman-teman dekat yang dari SD. Tapi, lama kelamaan aku punya banyak teman dan jadi nyaman bersekolah di SMP N 2 Kesugihan. Aku sangat bangga sekali bisa sekolah di sini dan aku sangat senang menjadi siswi SMP N 2 Kesugihan. Guru-guru SMP N 2 Kesugihan selain keren-keren juga cerdas dalam membimbing cara belajar siswa dan siswinya. Selain itu, siswa-siswinya hebat-hebat, ada yang juara taekwondo, bulutangkis, tolak peluru, dan renang. Disekolahku, SMP N 2 Kesugihan, juga terdapat beberapa fasilitas yang dapat digunakan seperti ruang kelas yang nyaman, laboratorium IPA, laboratorium komputer, studio musik, koperasi siswa, terdapat 8 kantin sekolah, lapangan voli, lapangan basket, lapangan futsal, wifi, dan fasilitas lainnya. SMP N 2 Kesugihan adalah SMP yang terbaik. Sangat menerapkan sistem 5S, yaitu senyum, salam, sapa, sopan santun. Setiap pagi sebelum masuk ke ruang kelas, siswa-siswi SMP N 2 Kesugihan disambut oleh bapak dan ibu guru di depan gerbang dan bersalaman terlebih dahulu. Setiap kelas atau umat Muslim akan melaksanakan sholat secara bergiliran agar terciptanya rasa kekeluargaan. Keamanan di SMP N 2 Kesugihan juga diterapkan dengan sangat baik. Yaitu dengan cara memberikan


71 peraturan-peraturan yang melarang siswa-siswinya berlaku sewenang-wenang. Jika ada siswa-siswi yang melanggar peraturan yang telah dibuat sekolah, maka guru akan bertindak tegas dalam memberi hukuman atau sanksi yang sesuai terhadap siswa tersebut. Siswasiswi juga diberi perhatian yang besar, seperti yang sakit segera dibawa ke UKS dan diberi obat. Siswa-siswi juga dianjurkan untuk selalu melaksanakan tugas piket sesuai jadwal, sehingga halaman dan ruang kelas terlihat sangat rapih, bersih, indah. Di dalam halaman SMP N 2 Kesugihan juga terdapat beberapa tanaman seperti pepohonan yang hijau-hijau terlihat sangat subur, tanaman buah jambu, tanaman buah mangga, dan tanaman buah anggur. Bapak ibu guru juga memberikan hak kepada murid untuk menerima pelajaran dengan baik selama sekolah agar mendapatkan nilai yang bagus. Di SMP N 2 Kesugihan sering juga ada lomba, loh. Seperti class meeting untuk seru-seruan dan meramaikan di waktu kegiatan yang kosong. Ekstrakurikuler di SMP N 2 Kesugihan juga menarik sekali, seperti menari, taekwondo, pencak silat, voli, basket, futsal, akademik, dan masih banyak lagi. Bagi saya, SMP N 2 Kesugihan adalah SMP yang terbaik. Saya bangga dapat menimba ilmu di sekolah ini. Semoga saya bisa sukses karena bersekolah di SMP N 2 Kesugihan.


72 Teman, Guru, dan Lingkungan yang Menginspirasi Isma Hani Firman Ningsih -7G Saat saya lulus SD, saya ingin sekali melanjutkan sekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan. Kemudian saya mendaftar, dan Alhamdulillah saya diterima di SMP Negeri 2 Kesugihan. Pada saat MPLS, saya dan teman-teman dibimbing oleh para OSIS untuk mengelilingi sekolah. OSIS di SMP Negeri 2 Kesugihan sangat baik dan juga ramah, menjelaskan tempat dan fasilitas yang ada di SMP Negeri 2 Kesugihan kepada kami. Saya seorang murid SMP Negeri 2 Kesugihan yang sekarang berada di kelas 7 dan Insya Allah akan naik ke kelas 8. Selama saya menjadi siswa di SMP Negeri 2 Kesugihan, saya mendapat banyak teman yang baik dan guru-guru yang sangat sabar mengajar dan mendidik kami, supaya kami menjadi anak-anak yang berpendidikan dan berprestasi. SMP Negeri 2 Kesugihan juga memberikan tempat dan fasilitas yang cukup lengkap, serta kebersihan dan keamanan yang sangat baik. Seperti kelas yang besar, halaman dan lapangan yang luas, tempat parkir yang teduh dan aman, perpustakaan, laboratorium IPA, ruang komputer, kantin, mushola, dan masih banyak lagi. Keamanan di SMP Negeri 2 Kesugihan juga diterapkan dengan baik, dengan cara melarang siswa-siswi keluar dari area sekolah sebelum bel pulang berbunyi atau sebelum izin kepada guru. Hal ini menjadikan siswasiswi tetap berada di lingkungan sekolah. Karena hal itulah, saya bangga bisa menjadi siswa dan menimba ilmu di ESPERO.


73 Sekolah Impian yang Membuka Peluang Baru Janeeta Nafra Salsabila – 7B Aku adalah seorang siswa. Aku bernama Nafra dan berusia 12 tahun. Hari yang kutunggu akhirnya tiba. Hari ini adalah hari pertamaku masuk sekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan, atau sering disebut dengan Espero. Espero adalah salah satu sekolah SMP yang selalu kuinginkan sejak duduk di bangku SD. Saat pertama kali aku masuk, di kelas sudah banyak teman-temanku yang belum aku kenal saat itu. Di kelas, aku melihat ada dua bangku bersebelahan yang masih kosong. Akhirnya, aku duduk di salah satu bangku tersebut. Sampai akhirnya ada seorang perempuan yang datang dan duduk di bangku yang kosong, atau tepatnya di sebelahku. Aku pun mengajaknya mengobrol sampai akhirnya ada guru datang. Di sekolahku, yaitu Espero, terdapat berbagai ekstrakurikuler, seperti PBB, PMR, Tari, Bahasa Inggris, Komputer, dan ekstrakurikuler lain yang wajib bagi seluruh siswa, seperti Pramuka. Aku mengikuti salah satu ekstrakurikuler tersebut, yaitu PMR (Palang Merah Remaja). Di Espero juga pernah terdapat Classmeeting dengan lomba yang beragam, seperti voli (untuk putra), futsal (untuk putri), dan estafet sarung. Di sekolah Espero, para guru mengajari murid-muridnya untuk bersikap sopan dan santun terhadap orang yang lebih tua dari kita, baik di luar sekolah maupun di dalam sekolah. Saat upacara pun, murid-murid diajari untuk baris dengan tertib dan rapi. Di sekolah juga sering dilakukan pengembangan diri. Biasanya, pengembangan diri dilakukan pada hari Sabtu.


74 Pengembangan diri di Espero sering dilakukan dengan senam atau jalan sehat.


75 Espero: Di Sana, Belajar dan Asyik Bersama! Keisya Lutfiatusifa – 7B Saya bangga menjadi siswa Espero karena para guru di sana sangat ramah dan fasilitasnya sangat bagus. Di sekolah ini, terdapat ruang UKS, ruang kesenian, laboratorium IPA, dan lain sebagainya. Terdapat juga banyak ekstrakurikuler di sana, seperti sepak bola, voli, PMR, pencak silat, PBB, dan lain-lain. Saya mengikuti ekstrakurikuler PMR dan pernah mengunjungi PMI yang ada di Cilacap. Rencananya, kami akan melakukan simulasi untuk memperkenalkan ekstrakurikuler kepada peserta didik baru. Para guru di sana selalu sabar dalam mendidik kami dan mengajarkan pentingnya merawat lingkungan. Sekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sangat asyik. Seringkali ada acara yang dilakukan setiap saat, seperti classmeeting setelah ujian dan perlombaan pada peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus.


76 Menggapai Cita-cita di Sekolah Impianku Keysha Wibi Nur'aini - 8F Namaku Keysha Wibi Nur'aini, aku biasa dipanggil Keysha oleh teman-teman. Saat ini, aku berusia 14 tahun dan duduk di kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Aku bersyukur dan merasa bangga bisa masuk sekolah favorit, SMP Negeri 2 Kesugihan. Semua itu tak lepas dari dukungan kedua orang tuaku. Hidup dengan sederhana tak menghalangiku untuk berprestasi dan mencapai cita-citaku. Belajar dengan sungguh-sungguh adalah tekadku. Setiap pagi yang cerah, aku dengan hati riang gembira berangkat menuju sekolah, melangkah dengan langkah pasti ke sekolah impianku. SMP Negeri 2 Kesugihan adalah tempat yang memikatku dengan keindahannya dan kebersihannya yang tak terbandingkan. Sekolah ini adalah impian bagi banyak orang. Aku sangat bangga menjadi siswa di SMP Negeri 2 Kesugihan dan beruntung bisa bertemu dengan teman-teman dan guru-guru yang baik hati. SMP Negeri 2 Kesugihan bukan hanya sekadar tempat untuk belajar, tetapi juga tempat di mana aku dapat tumbuh dan berkembang sebagai individu yang lebih baik. Aku bersyukur bisa mengenal teman-teman yang hebat dan mendapatkan bimbingan dari guru-guru yang penuh kasih sayang. Semangat dan semangat belajar mereka membantu mendorongku untuk menggapai impian-impianku. Dalam setiap langkahku di SMP Negeri 2 Kesugihan, aku selalu merasa terhormat dan berterima kasih.


77 Keberhasilan dan Kegembiraan di Espero Khafiza Cahya Ramadani -7B Namaku Khafiza Cahya Ramadani. Sebelum masuk ke Espero, saya sangat ingin sekali bersekolah di sana karena di Espero terdapat banyak kegiatan ekstrakurikuler yang menarik. Setelah akhirnya diterima di Espero, saya memilih ekstrakurikuler komputer karena saya sangat menyukai bermain komputer. Melalui ekstrakurikuler komputer, saya belajar berbagai hal seperti cara bermain scratch dan banyak lagi. Setiap hari Jumat, hatiku berbunga-bunga karena ada kegiatan pramuka di sekolah. Saya merasa sangat bangga menjadi siswa Espero. Sekolah ini memberikan banyak kesempatan dan pengalaman yang berharga bagiku. Melalui kegiatan pramuka, saya belajar tentang kemandirian, kebersamaan, dan kejujuran. Espero adalah sekolah yang luar biasa bagiku. Aku bangga dan bahagia menjadi bagian dari keluarga Espero. Dengan dukungan guru-guru yang luar biasa dan teman-teman yang luar biasa pula, aku merasa diberdayakan untuk tumbuh dan berkembang menjadi individu yang lebih baik. Espero telah memberikan kesempatan bagiku untuk menggali potensiku, mengeksplorasi minatku, dan memperluas pengetahuanku. Saya sangat berterima kasih kepada semua yang telah mendukung dan membimbingku di Espero. Espero, tempat di mana keberhasilan dan kegembiraan bergandengan tangan.


78 Menemukan Keberagaman dan Kesenangan dalam Belajar Khanifatul Jaozza -7H Halo, perkenalkan nama saya Khanifatul Jaozza dari kelas 7H, bersekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan. Di sini, saya mengikuti lomba cerpen atau cerita pendek dengan tema "Bangga Menjadi Siswa Espero". Nggak nyangka ternyata saya sudah mau kelas 8 aja ya, padahal rasanya kaya baru masuk Espero aja. Aku sangat bangga menjadi siswa Espero karena bisa bertemu dengan teman-teman dan guru-guru baru yang sangat menyenangkan. Awal masuk sini, saya takut karena nanti akan pisah kelas dengan teman-teman saya yang dulu. Tapi dari situ saya menyadari bahwa karena pertemuan pasti ada perpisahan, gapapa saya pisah kelas yang penting bisa bertemu setiap hari di sekolah. Saat hari pertama sekolah pada tanggal 11 Juli 2022, suasana baru pun dimulai. Saya belum mengenal siapapun dan tidak tahu tempat-tempat di sekolah, juga tidak kenal guru-guru. Tapi, seiring berjalannya waktu, saya mulai mengenal teman-teman dan guru-guru yang sekarang. Saya sangat senang menjadi siswa Espero karena bisa mengetahui banyak hal, bercanda bareng teman-teman, dan lain-lain. Pembelajaran di Espero tidak membosankan karena guru-gurunya semua menyenangkan. Saya juga belajar cara melestarikan lingkungan, berdagang, membuat kerajinan dari barang bekas, dan masih banyak lagi. Saya paling suka saat pelaksanaan P5 karena bisa membuat kerajinan, makanan, pupuk, dekorasi kelas, dan berjualan. Saya sangat suka sekolah di Espero. Mungkin siswa yang bersekolah di Espero tidak akan


79 menyesal karena mendapatkan banyak pengetahuan dan guru yang sangat menyenangkan. Intinya, saya BANGGA MENJADI SISWA ESPERO!


80 Espero: Masa-Masa Berkesan di Sekolah Tercinta Lutfia Khasanah -7D Sewaktu SD, saya ingin sekali masuk SMP Negeri 2 Kesugihan. Saya senang banget karena berhasil masuk di SMP Negeri 2 Kesugihan. SMP Negeri 2 Kesugihan adalah sekolah yang tidak kalah menarik dan bagus dari sekolah lain. Eskulnya sangatlah membuat anak-anak dapat menyalurkan bakat mereka. Espero juga menerapkan sikap yang disiplin dalam segala hal. Ini akan membuat siswa-siswa berhasil di masa yang akan datang, karena disiplin merupakan salah satu kunci keberhasilan. Guru-gurunya disiplin dan penuh kesabaran menghadapi ulah murid mereka. Hal itu yang membuat saya semakin mencintai Espero. Sekarang adalah saat-saat yang paling berkesan di sekolahku tercinta. Kita masih dapat menikmati suasana sekolah yang beragam. Mungkin saat saya lulus, saya akan sangat merindu sekolah ini.


81 Mengatasi Malas dan Menemukan Semangat di SMP N 2 Kesugihan M. Iqbal. W -7G Nama saya Iqbal. Saya dulu adalah anak yang malas, tidak rajin, dan pemalu. Namun, saya bersyukur bisa sekolah di SMP N 2 Kesugihan. Karena sifat malas tersebut, saya mencoba untuk menjadi pribadi yang bisa diandalkan oleh guru dan teman-teman. Ada banyak guru yang memotivasi saya, seperti Bu Bandi, Bu Dika, Bu Novi, Bu Yanti, dan masih banyak lagi. Meskipun demikian, saya tidak seperti dulu yang bisa mengerjakan tugas dengan baik. Sekarang, tugas-tugas yang menumpuk membuat saya sedikit kesulitan. Namun, saya tetap bangga bisa menjadi siswa di SMP N 2 Kesugihan, sebuah sekolah yang selalu saya impikan. Sekian dari saya. Jika ada tutur kata yang tidak mengenakan, mohon dimaafkan. Wassalamualaikum wr.wb.


82 ESPERO: Jejak Impianku Maelani Nurrohmah -7A Hai... Saya adalah siswa Espero tahun ajaran 2022-2023. Saya sangat senang diterima di Espero karena Espero adalah salah satu sekolah impian para anak-anak. Ini ceritaku dan Espero. Dulu, saat pertama kali masuk Espero, saya merasa sangat malu dan canggung karena belum memiliki teman. Namun, pada saat itu, kami semua siswa baru mengikuti kegiatan MPLS yang berlangsung selama beberapa hari. Melalui kegiatan tersebut, saya berhasil mendapatkan beberapa teman baru dan mulai mengenal lebih banyak tentang Espero. Tidak hanya sekolahnya yang bagus, tapi juga gurugurunya dan lingkungan sekitarnya yang sangat ramah. Senang rasanya memiliki teman dan lingkungan baru. Saya bangga sekolah di Espero. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kini saya akan naik ke kelas delapan. Saya berharap di kelas delapan ini, saya dapat lebih mengharumkan nama Espero dengan bakat yang saya miliki. Inilah ceritaku dan Espero. Espero Jaya, Jaya, Jaya!


83 ESPERO: Keajaiban yang Menginspirasi Perjalananku Maylina Dwi Puspitasari– 7G Saat ini aku baru duduk di bangku menengah pertama. Yaa... Tentu saja aku masuk sekolah yang terakreditasi sangat bagus. Siapa lagi yang nggak tahu SMPN 2 Kesugihan atau biasa dikenal Espero? Itu sebenarnya singkatan dalam bahasa Jawa "Esempe Loro". Aku masuk lewat jalur zonasi yang memiliki cukup banyak kuota siswanya. Saat itu aku sangat bangga karena dari sekian banyaknya pendaftaran, ternyata aku diterima di sekolah ini. Aku sangat bersyukur diterima di Espero karena aku punya banyak teman yang baik. Bukan cuma teman saja yang baik, guru-guru SMPN 2 Kesugihan juga baik, mereka selalu mengajar dengan detail dan memastikan bahwa anak didiknya menyerap ilmunya dengan baik... Kalian tahu apa lagi yang membuatku bisa memilih Espero daripada yang lain? Fasilitas yang lengkaplah yang membuatku kepincut xixi. Tak terasa kenaikan kelas menuju kelas 8 sudah menanti di depan mata. Aku sudah bersusah payah untuk melewati rangkaian ujian yang akhirnya bisa aku lewati dengan cukup membanggakan. Aku seakan baru masuk kemarin... Eeh, sudah mau kelas 8 aja. Aku masih ingat waktu hari pertama aku sekolah, aku masih begitu malu dan takut. Yaa, adaptasi kan butuh waktuu xixi :v. Setelah beberapa hari bersekolah, aku pun masih sulit beradaptasi, mungkin masih terbawa suasana sekolah dasar. Senin, upacara bendera selalu dilaksanakan tentunya. Seperti biasa, banyak murid yang telat karena bangun kesiangan atau alasan lain yang mereka katakan saat


84 guru bertanya. Espero terkenal juga dengan kedisiplinannya. Tak tanggung-tanggung, jika mereka ingin ke kelas, mereka harus menghadap langsung guru BK. Suasana saat upacara yang terik membuatku cukup lemas. Aku lupa tak sarapan tadi pagi karena buru-buru. Aku merasa sudah tak sanggup lagi. Badanku mulai merasa lemas. Tiba-tiba, salah seorang kru PMR membawaku pergi dari barisan upacara. Aku lega sekali, ternyata lagi-lagi Espero membuatku bangga bisa sekolah di sini. Semuanya tanggap sekali dengan keadaan semua siswanya. Aku mendapatkan perawatan dengan sangat baik, bahkan dengan waktu singkat badanku sudah enakan. Sejak saat itu, aku selalu berkata kalau aku beruntung dan bangga kepada Espero, sekolah yang membuatku semangat untuk menggapai masa depanku. Bagiku, menjadi siswa Espero adalah kebanggaan yang tiada tara.


85 Sekolah Terbaik untuk Menimba Ilmu Melani Cahya Kamila - 7G SMP Negeri 2 Kesugihan adalah sekolah yang selama ini saya idam-idamkan sejak saya masih duduk di bangku SD. Ketika saya berada di kelas 6 SD, keinginan saya untuk bersekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan semakin kuat. Setelah lulus dari SD, saya langsung mendaftar di sekolah tersebut dan alhamdulillah diterima sebagai murid di SMP Negeri 2 Kesugihan. Sungguh, saat saya diterima di SMP Negeri 2 Kesugihan, kebahagiaan yang saya rasakan tak terkira. Akhirnya, impian saya bersekolah di SMP yang saya idam-idamkan sejak SD menjadi kenyataan. Di SMP Negeri 2 Kesugihan, saya mendapatkan banyak pengalaman berharga. Di sini, saya diajarkan tentang kemandirian, kejujuran, kesopanan, dan pentingnya bergaul dengan banyak teman. Saya merasa sangat bangga menjadi salah satu murid di SMP Negeri 2 Kesugihan. Bersama teman-teman yang baik dan didukung oleh para guru yang selalu mendidik dan memberikan dukungan kepada saya, saya termotivasi untuk menjadi anak yang berprestasi dan pantang menyerah dalam mencapai tujuan masa depan. Dengan semangat ini, saya berharap dapat terus memberikan yang terbaik dan membanggakan sekolah ini. SMP Negeri 2 Kesugihan, sekolah impian yang terwujud bagi saya.


86 Meniti Langkah di ESPERO Misyuati Putri Afgani – 8D Nama saya Misyuati Putri Afgani, biasa dipanggil Misyu/Putri. Saya bersekolah di SMP Negeri 2 Kesugihan, atau biasa dikenal dengan sebutan ESPERO (SMP Loro). Karena berada di provinsi Jawa Tengah, lebih tepatnya di kabupaten Cilacap yang berbahasa Ngapak, "loro" berarti dua, sehingga SMP Negeri 2 Kesugihan ini dikenal dengan sebutan ESPERO. ESPERO terkenal dengan gurunya yang ramah dan keren abiezzz. Selain itu, siswa dan siswinya juga hebat dan pintar-pintar, loh. Selain itu, ESPERO juga terkenal sebagai sekolah yang luas dan nyaman. Lapangan yang berwarna-warni dan dikelilingi pepohonan menjadikan sekolah ini asri dan menyatu dengan alam sekitar. Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, tahun ini saya akan menjadi kelas 9, iya bener, kelas 9. Saya yang dulunya santai saat belajar, tapi sekarang semuanya sudah berubah drastis. Ulangan harian yang dadakan, apalagi sekarang saya menjadi salah satu anggota OSIS, membuat saya memiliki banyak tugas yang menumpuk. Terkadang saya mengeluh dan overthinking karena nilai saya, tapi saya sadar bahwa sekolah tidak harus dijadikan beban pikiran, dan lebih baik dinikmati saja. Apabila sudah lulus nanti, saya akan selalu mengingat sekolah ini, ESPERO. Sekolah yang menjadi bukti perjuangan saya dan teman-teman semua. Tidak hanya sekedar belajar teori saja, tetapi saya diajarkan sopan santun mulai dari kata maaf, tolong, dan terima kasih terhadap orang tua, guru, dan teman sesama.


87 Semoga saya dan teman-teman semua yang bersekolah di ESPERO bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dan menjadi orang sukses nantinya. Akan selalu teringat pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa, yahhh, mereka adalah guru-guru yang berada di ESPERO. Saya sangat bangga menjadi siswi SMP Negeri 2 Kesugihan. Begitulah cerita singkat saya mengenai sekolah ini. Sampai jumpa lagi, and see you next time!


Click to View FlipBook Version